FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING
|
|
|
- Adi Kusumo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode ) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Oleh: TRIYANA SETYOWATI B PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017
2 HALAMAN PERSETUJUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode ) PUBLIKASI ILMIAH Oleh: TRIYANA SETYOWATI B Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh: Dosen Pembimbing Dra. Rina Trisnawati,M.Si., Ak., Ph.D i
3 HALAMAN PENGESAHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode ) Oleh: TRIYANA SETYOWATI B Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada hari Jum at, 07 April 2017 dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Dewan penguji: 1. Dra. Rina Trisnawati, M.Si., Akt., Ph.D ( ) (Ketua Dewan Penguji) 2. Eny Kusumawati.SE., M.M., Akt ( ) (Anggota Dewan Penguji 1) 3. Dr. Noer Sasongko, SE., M.Si., Ak., CA ( ) (Anggota Dewan Penguji 2) Dekan (Dr. Triyono, SE. M.Si) ii
4 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam naskah publikasi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas, maka akan saya pertanggungjawabkan sepenuhnya. Surakarta, 07 April 2017 Penulis TRIYANA SETYOWATI B iii
5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode ) ABSTRAK Auditor switching secara voluntary merupakan pergantian auditor atau KAP yang dilakukan oleh perusahaan klien secara sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris mengenai pengaruh ukuran KAP, ukuran perusahaan klien, opini audit tahun sebelumnya, pergantian manajemen, dan financial distress terhadap auditor switching secara voluntary pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dengan jumlah akhir 135 sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran KAP, ukuran perusahaan klien, dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary. Sedangkan pergantian manajemen dan financial distress tidak berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary. Kata kunci: auditor switching secara voluntary, ukuran KAP, ukuran perusahaan klien, opini audit tahun sebelumnya, pergantian manajemen, dan financial distress. ABSTRACT Voluntary auditor switching is a changes of auditor or KAP performed by the client company as voluntarily. This study aimed to obtain empirical evidence about the affect of KAP size, the size of the client company, the audit opinion from previous year, change of management, and financial distress to the voluntary auditor switching on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this research are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period Sample obtained by the method purposive sampling based on predetermined criteria with 135 samples late. The analytical method used is logistic regression analysis. The result show that the KAP size, the size of the client company, and the audit opinion from previous year has affect on voluntary auditor switching. While, change of management and financial distress doesn t affect on voluntary auditor switching. Keywords: voluntary auditor switching KAP size, the size of the client company, the audit opinion from previous year, change of management and financial distress. 1. PENDAHULUAN Setiap perusahaan yang go public mempunyai kewajiban untuk melaporkan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu alat tanggung jawab dari aktivitas manajemen. Laporan keuangan tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan posisi dan kegiatan keuangan dari suatu perusahaan. Kinerja manajemen suatu perusahaan dapat di tunjukkan melalui penyajian laporan keuangan. Laporan 1
6 keuangan memiliki informasi yang digunakan oleh beberapa pihak untuk mengambil keputusan, yaitu pihak internal dan eksternal. Pihak internal adalah pemilik perusahaan dan manajemen perusahaan yang menentukan kebijakan, sedangkan pihak eksternal adalah investor, calon investor, kreditor, pemerintah, dan karyawan yang sangat membutuhkan informasi mengenai pertanggungjawaban dana investasi dan informasi lain dari pihak manjemen yang dijadikan dasar pengambilan keputusan. Prosedur pemeriksaan laporan keuangan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) melalui seorang auditor yang independen. Auditor yang memiliki sikap independensi berarti auditor tersebut bersikap netral dan objektif, sehingga auditor tidak bergantung, tidak dikendalikan, dan bebas dari pengaruh pihak-pihak tertentu. Namun, hubungan antara KAP sebagai pemeriksa dengan perusahaan (klien) sebagai pemberi tugas yang telah lama terjalin dapat mengancam kurangnya independensi auditorsehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap kualitas laporan audit yang dikeluarkan oleh auditor(kap). Untuk menghindari hal ini maka diberlakukanlah peraturan mengenai kewajiban pergantian KAP oleh perusahaan. Auditor switching merupakan pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dilakukan oleh perusahan (klien) dalam pemberian penugasan audit atas laporan keuangan. Auditor switching bisa terjadi karena adanya regulasi atau peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan rotasi KAP (mandatory) dan juga karena keinginan dari perusahaan untuk melakukan pergantian secara sukarela diluar peraturan yang berlaku (voluntary) (Wea dan Murdiawati, 2015). Kewajiban rotasi auditor diatur oleh pemerintah Indonesia dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 359/KMK.06/2003 yang kemudian diperbaharui dengan dikeluarkannyaperaturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 mengenai Jasa Akuntan Publik. Pembatasan jangka waktu perikatan dianggap perlu dilakukan, karena jangka waktu perikatan yang panjang dapat menyebabkan auditor menjalin hubungan kekeluargaan yang berlebihan dengan klien. Hubungan ini bisa mengancam penurunan kualitas dan kompetensi auditor saat mengevaluasi bukti audit (Nasser, et al., 2006 dalam Juliantari dan Rasmini, 2013). Perubahan dalam peraturan ini mencakup dua hal, yaitu: pertama, pemberian jasa audit secara umum atas laporan keuangan suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik paling lama enam tahun buku secara berturut-turut dan oleh seorang Akuntan Publik selama tiga tahun buku secara berturut-turut (pasal 3 ayat 1). Kedua, Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Akuntan Publik dapat menerima kembali penugasan audit 2
7 setelah satu tahun buku tidak memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan klien yang sama (pasal 3 ayat 2 dan 3)(Wea dan Murdiawati, 2015). Perusahaan yang melakukan auditor switchingsecara voluntary dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor pertama yang mungkin mempengaruhi pergantian auditor oleh perusahaan adalah ukuran KAP. Ukuran KAP mempengaruhi kualitas audit yang berdampak pada terjadinya auditor switching. Ukuran KAP dibedakan menjadi dua kelompok yaitu KAP yang berafiliasi dengan KAP Big 4 dan KAP yang tidak berafiliasi dengan KAP Big 4 (Wea dan Murdiawati, 2015).KAP yang lebih besar biasanya menyediakan kualitas audit yang tinggi serta mampu mempertahankan tingkat independensinya dibandingkan KAP yang lebih kecil, sehingga banyak perusahaan memilih KAP yang memiliki kredibilitas tinggi untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan dan reputasinya di hadapaan para pemakai laporan keuangan. Faktor kedua adalah ukuran perusahaan klien, ukuran perusahaan klien merupakan ukuran besar kecilnya perusahaan yang dapat diukur dengan total aset ataupun penjualan (Dwiyanti dan Sabeni, 2014). Semakin besar total asset yang dimiliki oleh perusahaan menunjukan bahwa perusahaan tersebut semakin besar, dan sebaliknya.perusahaan yang besar mempunyaioperasional yang lebih kompleks dibandingkan perusahaan yang lebih kecil, sehingga perusahaan yang besar menggunakan jasa audit dari KAP yang bereputasitinggi. Faktor ketiga yang menyebabkan auditor switchingadalah opini audit tahun sebelumnya. Opini audit merupakan hasil atau pendapat yang diberikan oleh seorang auditor atau KAP terhadap laporan keuangan perusahaan klien yang sudah diaudit. Manajemen Perusahaan selalu menginginkan opini yang baik agar bisa menarik perhatian para investor untuk berinvestasi pada perusahaan setelah melihat laporan keuangan yang mempunyai kualitas bagus (Wea dan Murdiawati, 2015). Manajemen yang merasa tidak puas dengan hasilnya akan memutuskan untuk berpindah KAP atau memberhentikan auditornya secara voluntary apabila auditor memberikan opini yang tidak sesuai harapan perusahaan atas laporan keuangannya. Faktor keempat yang menyebabkan auditor switching yaitu adanya pergantian manajemen yang baru. Damayanti dan Sudarma (2008) dalam Buchari dan Marita (2014), menyatakan bahwa pergantian manajemen merupakan pergantian direksi perusahaan yang dapat disebabkan karena keputusan rapat pemegang saham atau direksi berhenti karena kemauan sendiri. Manajemen sebagai pihak internalmempunyai otoritas untuk membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dilakukan, salah satunya keputusan 3
8 untuk melakukan auditor switching secara voluntarykarena manajemen mencari auditor yang lebih sejalan dengan pilihan dan penerapan kebijakan akuntansi mereka yang baru. Adanya pergantian manajemen juga memungkinkan klien untuk memilih auditor baru yang lebih berkualitas dan sepakat dengan kebijakan akuntansi perusahaan (Juliantari dan Rasmini, 2013). Faktor kelima yang menyebabkan auditor switching adalah financial distress. Financial distress merupakan kondisi perusahaan yang sedang dalam keadaan kesulitan keuangan (Astrini dan Muid, 2013).Posisi keuangan klien yang sedang mengalami financial distress mendorong perusahaan melakukanpergantian KAP lama dengan KAP baru yang sesuai dengan kemampuan financialperusahaan. Penelitian mengenai auditor switching yang terjadi secara voluntary sangat penting dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi auditor switching secara voluntary pada perusahaan Manufaktur di Indonesia. Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi auditor switching ini telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu, diantaranya yaitu: Juliantari dan Rasmini (2013), Buchari dan Marita (2014), Astrini dan Muid (2013), Dwiyanti dan Sabeni (2014), Wea dan Murdiawati (2015), penelitian ini mereplikasi dari penelitian diatas. Penelitian ini mengacu pada penelitian Wea dan Murdiawati (2015), perbedaannya pada variabel dan tahun penelitian. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian Wea dan Murdiawati (2015) adalah pergantian manajemen, financial distress, ukuran KAP, presentase perubahan ROA, ukuran klien, dan opini audit sedangkan penelitian ini menghilangkan variabel presentase perubahan ROA. Jadi, dalam penelitian ini variabel independennya adalah ukuran KAP, ukuran perusahaan klien, opini audit tahun sebelumnya, pergantian manajemen, dan financial distress. Sampel penelitian Wea dan Murdiawati (2015) yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode , sedangkan penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (StudiEmpirispada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode ). 4
9 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan data sekunder dengan melihat laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor indepenen dan laporan tahunan perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI selama tahun Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI selama periode Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Analisa regresi logistik (Logistik Regression), karena variabel dependen yang digunkakan bersifat dikotomi (melakukan auditor Switcing atau tidak melakukan auditor Switcing) Metode regresi ini tidak memerlukan asumsi normalitas padaa variabel bebasnya. Tahapan dalam melakukan uji regresi logistik dapat dijelaskan sebagai berikut (Ghozali, 2011) 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Penentuan Jumlah Sampel Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun Perusahaan Manufaktur yang tidak terdaftar di BEI selama tahun (21) secara berturut-turut Perusahaan yang tidak menyajikan informasi yang diperlukan (60) secara lengkap Perusahaan yang tidak menggunakan mata uang rupiah dalam (24) laporan keuangannya Jumlah perusahaan sampel 45 Tahun pengamatan (3 tahun) X 3 Jumlah sampel selama periode penelitian 135 Sumber: Data diolah penulis, Berdasarkan tabel 1. penentuan jumlah sampel yang diambil yang sesuai dengan criteria diperoleh jumlah sampel sebanyak 45 perusahaan. Pada penelitian ini, data disusun secara time series sehingga jumlah data yang diperoleh selama pengamatan sebanyak 135 data. Tabel 2. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Variable N Minimum Maximum Mean Std. Deviation AS KAP LnTA OA
10 PM DER Sumber: Data sekunder diolah penulis, Tabel 2. menunjukkan hasil statistik deskriptif dari masing-masing variabel penelitian.berdasarkan tabel tersebut, hasil statistik deskriptif terhadap variabel auditor switching memiliki nilai minimum sebesar 0 yang artinya bahwa dalam pengukuran variabel auditor switching, perusahaan yang menjadi sampel tidak melakukan auditor switching. Sedangkan nilai maksimumnya sebesar 1, artinya bahwa dalam pengukuran variabel auditor switching, perusahaan yang menjadi sampel melakukan auditor switching.nilai rata-rata sebesar 0,31 yang mendekati 0, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan yang menjadi sampel penelitian tidak melakukan auditor switching secara voluntary.sedangkan standar deviasi sebesar 0,341, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel auditor switchingadalah sebesar 34,1% dari 45 perusahaan yang diteliti. Berdasarkan hasil statistik deskriptif terhadap variabel ukuran KAP memiliki nilai minimum sebesar 0, artinya bahwa dalam pengukuran variabel ukuran KAP, perusahaan yang menjadi sampel tidak menggunakan KAP Big4 dan nilai maksimumnya sebesar 1, artinya bahwa dalam pengukuran variabel ukuran KAP, perusahaan yang menjadi sampel menggunakan KAP Big 4.Nilai rata-rata sebesar 0,39 yang mendekati 0, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan yang menjadi sampel penelitian tidak menggunakan KAP Big 4. Sedangkan standar deviasinya sebesar 0,488, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel ukuran KAP adalah sebesar 48,8% dari 45 perusahaan yang diteliti. Berdasarkan hasil statistik deskriptif terhadap variabel ukuran perusahaan klien memiliki nilai minimum sebesar 25,64 artinya bahwa dalam pengukuran variabel ukuran perusahaan klien, perusahaan yang menjadi sampel penelitian mempunyai nilai aset terkecil sebesarrp ,00dan nilai maksimum sebesar 32,15 artinya bahwa dalam pengukuran variabel ukuran perusahaan klien, perusahaan yang menjadi sampel penelitian mempunyai nilai aset terbesar sejumlah Rp ,00. Nilai rata-rata sebesar 28,19 yang mendekati 32,15, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahan yang diteliti termasuk perusahaan besar, karena memiliki total aset yang tinggi. Sedangkan standar deviasinya sebesar 1,48500, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel ukuran perusahaan klien adalah sebesar 148,5% dari 45 perusahaan yang diteliti. 6
11 Berdasarkan hasil statistik deskriptif terhadap variabel opini audit memiliki nilai minimum sebesar 0 artinya bahwa dalam pengukuran variabel opini audit, perusahaan yang menjadi sampel mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dan nilai maksimum sebesar 1 artinya bahwa dalam pengukuran variabel opini audit, perusahaan yang menjadi sampel mendapatkan opini audit selain wajar tanpa pengecualian. Nilai rata-rata sebesar 0,37 yang mendekati 0, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan yang diteliti mendapat opini audit wajar tanpa pengecualian. Sedangkan standar deviasinya sebesar 0,485, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel opini audit adalah sebesar 48,5% dari 45 perusahaan yang diteliti. Berdasarkan hasil statistik deskriptif terhadap variabel pergantian manajemen memiliki nilai minimum sebesar 0 artinya bahwa dalam pengukuran variabel pergantian manajemen perusahaan yang menjadi sampel tidak melakukan pergantian manajemen dan nilai maksimum sebesar 1, artinya dalam pengukuran variabel pergantian manajemen perusahaan yang menjadi sampel melakukan pergantian manajemen. Nilai rata-rata sebesar 0,47 yang mendekati 1, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan yang diteliti melakukan pergantian manajemen selama periode penelitian.. Sedangkan standar deviasinya sebesar 0,501, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel pergantian manajemen adalah sebesar 50,1% dari 45 perusahaan yang diteliti. Berdasarkan hasil statistik deskriptif terhadap variabel financial distress memiliki nilai minimum sebesar -21,23artinya bahwa dalam pengukuran variabel financial distress, perusahaan yang menjadi sampel tidak mengalami financial distressdan nilai maksimum sebesar 11,25 artinya bahwa dalam pengukuran variabel financial distress, perusahaan yang menjadi sampel mengalami financial distress. Nilai rata-rata sebesar 1,04, hal ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan yang diteliti tidak mengalami financial distress. Sedangkan standar deviasinya sebesar 3,07474, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran dari variabel financial distressadalah sebesar 307,474% dari 45 perusahaan yang diteliti. Tabel 3. Uji fit Model 1 Iteration History a,b,c Iteration -2 Log likelihood Coefficients Constant Step Sumber: Data diolahpenulis,
12 Iteration -2 Log likelihood Tabel 4. Uji fit Model 2 Coefficients Constant KAP LnTA OA PM DER Step Sumber: Data diolahpenulis,2017. Pada tabel 3 tabel 4. menunjukan perbandingan nilai -2LL block pertama dengan nilai -2LL block kedua. Nilai -2LL dari block pertama sebesar 106,022lebih besar dari pada nilai -2LL pada block kedua sebesar 56,723, dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model kedua setelah memasukan variabel independen lebih baik daripada model sebelum memasukan variabel independen, hal ini artinya model penelitian dikatakan fit dengan data. Tabel 5. Koefisien Determinasi Cox & Snell R Step -2 Log likelihood Square Nagelkerke R Square a Sumber: Data diolahpenulis, Dari tabel 5. di atas dapat dilihat bahwa nilai Nagelkerke s R square sebesar 0,562, hal ini berarti bahwa 56,2% variabel auditor switchingdapat dijelaskan oleh variasi variabelukuran KAP, ukuran perusahaan klien, opini audit, pergantian manajemen, dan financial distress. Sedangkan sisanya 43,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian. Tabel 6. Uji Kelayakan Model Step Chi-square Df Sig Sumber: Data diolahpenulis, Dari tabel 6. di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikan sebesar 0,998nilai ini lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya, sehingga model dapat dilanjutkan untuk uji hipotesis. 8
13 Observed Step 1 AS Tidak Melakukan Auditor Switching Melakukan Auditor Switching Tabel 7. Classification Table AS Tidak Melakukan Auditor Switching Predicted Melakukan Auditor Switching Percentage Correct Overall Percentage 89.6 Sumber: data sekunder diolah penulis, Berdasarkan data dari tabel 7 menunjukkan bahwa menurut prediksi, kemungkinan perusahaan yang tidak melakukan auditor switching 119 perusahaan, sedangkan hasil observasi sebanyak 117perusahaan tidak melakukan auditor switching. Jadi, ketepatan klasifikasi perusahaan yang tidak melakukan auditor switching sebesar 94,9%. Menurut prediksi, kemungkinan perusahaan yang melakukan auditor switching sebanyak 16, menurut observasi perusahaan yang melakukan auditor switching sebanyak 18 perusahaan.jadi, ketepatan klasifikasi perusahaan yang melakukan auditor switching 55,6%. Secara keseluruhan model regresi logistik yang digunakan mampu menebak dengan benar 89,6% kondisi yang terjadi. Tabel 8. Uji Hipotesis B Wald Sig. Hasil KAP H 1 Diterima LnTA H 2 Diterima OA H 3 Diterima PM H 4 Ditolak DER H 5 Ditolak Constant Sumber: data sekunder diolah penulis, 2017 sebagai berikut: Berdasarkan tabel di atas maka model regresi logistik yang diperoleh adalah SWITCH= 16,896-2,375 KAP - 0,753 LnTA + 4,308 OA -1,233PM - 0,005 DER + e Jika nilai konstanta tetap atau variabel independen yaitu ukuran KAP, ukuran perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pergantian manajemen, serta financial distress diasumsikan bernilai 0 atau konstan, maka kemungkinan perusahaan akan melakukan auditor switchingsecara voluntary. 9
14 β1: -2,375. Hal ini berarti jika perusahaan diaudit oleh KAP yang tidak berkualitas atau KAP non Big 4, maka perusahaan akan cenderung melakukan auditor switchingsecara voluntary. Sebaliknya, jika perusahaan diaudit oleh KAP yang berkualitas atau KAP Big 4 maka perusahaan cenderung tidak melakukan auditor switchingsecara voluntary. β2: -0,753. Hal ini berarti jika semakin kecil ukuran perusahaan tersebut, maka perusahaan akan cenderung melakukan auditor switchingsecara voluntary. Sebaliknya, semakin besar ukuran perusahaan tersebut maka perusahaan cenderung tidak melakukan auditor switchingsecara voluntary. β3: 4,308. Hal ini berarti jika opini audit tahun sebelumnyayang diperoleh perusahaan adalah WTP, maka kemungkinan perusahaan melakukan auditor switchingsecara voluntarysemakin meningkat. Sebaliknya, jika perusahan memperoleh opini audit tahun sebelumnya selain WTP maka kemungkinan perusahaan melakukan auditor switchingsecara voluntary semakin kecil. β4: -1,233.Hal ini berarti jika perusahaan tidak melakukan penggantian direksi atau manajemen, maka perusahaan akan cenderung melakukan auditor switchingsecara voluntary. Sebaliknya, jika perusahaan melakukan pergantian direksi atau manajemen maka kemungkinan perusahaan melakukan auditor switchingsecara voluntary semakin kecil. β5: -0,005.Hal ini berarti jika financial distress suatu perusahaan mengalami peningkatan, maka kecenderungan perusahaan melakukan auditor switchingsecara voluntaryakan menurun. Sebaliknya, jika financial distress suatu perusahaan mengalami penurunan maka kecenderungan perusahaan melakukan auditor switchingsecara voluntaryakan meningkat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan antara tingkat signifikansi (sig) dengan tingkat kesalahan (α) = 5% atau 0,05. Berdasarkan tabel 4.8 dapat diperoleh hasil sebagai berikut: 3.1 Pengujian Hipotesis pertama (H 1 ) Pada variabel ukuran KAP diperoleh koefisien regresi sebesar -2,375 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,041< 0,05. Nilai signifikansi yang berada di bawah (α) 0,05 dengan koefisien yang bernilai negatif menunjukkan bahwa variabel ukuran KAP berpengaruh terhadap auditor switching, sehingga H 1 diterima. 10
15 3.2 Pengujian Hipotesis kedua (H 2 ) Pada variabel ukuran perusahaan klien diperoleh koefisien regresi sebesar -0,753dengan tingkat signifikansi sebesar 0,037 < 0,05. Nilai signifikansi yang berada di bawah (α) 0,05 menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan klien berpengaruh terhadap auditor switching, sehingga H 2 diterima. 3.3 Pengujian Hipotesis ketiga (H 3 ) Pada variabel opini audit tahun sebelumnya diperoleh koefisien regresi sebesar 4,308dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000< 0,05. Nilai signifikansi yang berada di bawah (α) 0,05menunjukkan bahwa variabel opini audit tahun sebelumnya berpengaruh terhadap auditor switching, sehingga H 3 diterima. 3.4 Pengujian Hipotesis keempat (H 4 ) Pada variabel pergantian manajemen diperoleh koefisien regresi sebesar -1,233dengan tingkat signifikansi sebesar 0,095> 0,05. Nilai signifikansi yang berada di atas (α) 0,05 dengan koefisien yang bernilai negatif menunjukkan bahwa variabel pergantian manajemen tidak berpengaruh terhadap auditor switching, sehingga H 4 ditolak. 3.5 Pengujian Hipotesis kelima (H 5 ) Pada variabel financial distress diperoleh koefisien regresi sebesar - 0,005dengan tingkat signifikansi sebesar 0,948 > 0,05. Nilai signifikansi yang berada di atas (α) 0,05 menunjukkan bahwa variabel financial distress tidak berpengaruh terhadap auditor switching, sehingga H 5 ditolak. 4. PENUTUP Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Ukuran KAP berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary, hasil ini dibuktikan dengan signifikansi sebesar 0,041 > 0,05, sehingga H 1 diterima. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary, hasil ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,037 < 0,05, sehingga H 2 diterima. Opini audit tahun sebelumnya berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary, hasil ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 > 0,05, sehingga H 3 diterima. Pergantian manajemen tidak berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary, hasil ini dibuktikan dengan nilaisignifikan sebesar 0,095> 0,05, sehingga H 4 ditolak. Financial distress tidak 11
16 berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary, hasil ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar0,948> 0,05, sehingga H 5 ditolak. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan semua sektor perusahaan yang terdaftar di BEI, sehingga dapat menghasilkan eksternal validitas sampel penelitian yang maksimal dan mengetahui sektor perusahaan apa yang sering melakukan auditor switchingsecara voluntary. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah periode penelitian yang mungkin hasilnya akan berbeda untuk periode pengamatan yang lebih panjang, sehingga dapat menunjukkan kondisi secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadapauditor switching secara voluntary, seperti: fee audit, audit tenure, audit delay, pertumbuhan perusahaan, persentase perubahan ROA, dan lain-lain. DAFTAR PUSTAKA Astrini, Novia Retno dan Dul Muid Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching secara Voluntary. Diponegoro Journal of Accounting. ISSN: Vol. 2. No. 3. Hal Buchari, Chana dan Marita Pengaruh Ukuran KAP, Opini Audit, Pertumbuhan erusahaan Klien, Pergantian Manajemen dan Ukuran Perusahaan Klien terhadap Pergantian Auditor. ISSN: Vol. 2. No. 2. Yogyakarta: UPN Dwiyanti, R. Meike Erika dan Arifin Sabeni Faktor-faktor yang Mempengaruhi Auditor Switching secara Voluntary. Diponegoro Journal of Accounting. ISSN: Vol. 3. No. 3. Hal Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbitan Universitas Diponegoro. Juliantari, Ni Wayan Ari dan Ni Ketut Rasmini Auditor Switching dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. ISSN: Hal Juliantari, Ni Wayan Ari dan Ni Ketut Rasmini Auditor Switching dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. ISSN: Hal Wea, Alexandros Ngala Solo dan Dewi Murdiawati Faktor-faktor yang Mempengaruhi Auditor Switching secara Voluntary pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. ISSN: Vol. 22. No. 2. Hal STIE Perbanas Surabaya. 12
BAB I PENDAHULUAN. informasi yang digunakan oleh beberapa pihak untuk mengambil keputusan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang go public mempunyai kewajiban untuk melaporkan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu alat tanggung jawab dari aktivitas
Oleh : DIANA NUARIAENY HARYANTO B
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011-2014) Disusun sebagai
PENGARUH UKURAN KAP, OPINI AUDIT, DAN PROFITABILITAS TERHADAP AUDITOR SWITCHING
PENGARUH UKURAN KAP, OPINI AUDIT, DAN PROFITABILITAS TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2015) Disusun Untuk Memenuhi
PENGARUH UKURAN KAP, FEE AUDIT, DAN AUDIT TENURETERHADAP KUALITAS AUDIT
PENGARUH UKURAN KAP, FEE AUDIT, DAN AUDIT TENURETERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015) SKRIPSI DiajukanUntukMemenuhiTugasdanSyarat-
ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN
ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar
Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang, Kepulauan Riau ABSTRAK
PENGARUH AUDIT TENURE, PERGANTIAN DEWAN KOMISARIS, AUDIT DELAY, DAN PERSENTASE PERUBAHAN ROA TERHADAP AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE & PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2014. Juhartin
BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2015. Pemilihan perusahaan manufaktur disebabkan karena
ANALISIS PENGARUH UKURAN KAP, OPINI AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP AUDITOR SWITCHING
ANALISIS PENGARUH UKURAN KAP, OPINI AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar sebagai perusahaan publik tahun 2010-2013. Selain
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. perusahaan, financial distress dan opini audit going concern terhadap auditor
39 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, financial distress dan opini audit going concern terhadap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai dengan tahun 2015 berdasarkan metode purposive sampling pada. TABEL 4. 1 Prosedur Pengambilan Sampel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang berturut-turut terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan melakukan auditor switching. Populasi dalam penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
51 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek penelitian yang menjadi sampel penelitian ini adalah perusahaanperusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempublikasikan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI ISSN: 1410-9875 Vol. 18, No. 1, Juni 2016, Hlm. 94-102 http://www.tsm.ac.id/jba FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR ROBBY ADYTIA PUTRA dan ITA TRISNAWATI STIE
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
56 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Obyek Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel yang
Lanny Wijaya Stefanus Ariyanto Universitas Bina Nusantara Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Jakarta (021)
ANALISIS PENGARUH OPINI AUDIT, PERUBAHAN STRUKTUR DEWAN KOMISARIS, KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK SERTA PERTUMBUHAN PERUSAHAAN KLIEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK SECARA VOLUNTARY Lanny Wijaya Stefanus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang termasuk dalam BEI (Bursa Efek Indonesia) tahun 2013-2015 yang laporan keuangannya
PENGARUH TINGKAT PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, FINANCIAL DISTRESS
PENGARUH TINGKAT PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, FINANCIAL DISTRESS DAN OPINI AUDIT TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sehingga analisis deskriptif dipisahkan dari variabel lain. Tabel 4.1. Statistik Deskriptif
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Penelitian menggunakan lima variabel independen dan satu variabel dependen. Dari kelima variabel tersebut terdapat satu buah variabel yaitu reputasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan data dari perusahaan-perusahaan yang saham-sahamnya memiliki
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penyusunan penelitian ini, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan yang saham-sahamnya memiliki
ANALISIS PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, KEPEMILIKAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS
ANALISIS PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, KEPEMILIKAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS DAN UKURAN KAP TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Oleh: RIA RIZKY ANDRIAN B
PENGARUH AUDIT TENURE, ROTASI KAP, UKURAN PERUSAHAAN DAN UKURAN KAP TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN. Djarwanto, 2012: 93). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 POPULASI DAN SAMPEL Populasi atau universe adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuansatuan)/individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga (Subagyo dan Djarwanto,
BAB III METODE PENELITIAN. perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2015. Data yang diteliti
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX TAHUN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX TAHUN 2011-2015 Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan. Perusahaan yang menjadi penelitian
, ROTASI AUDIT DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT
PENGARUH FEE AUDIT, AUDIT TENURE, ROTASI AUDIT DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015) Disusun sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal. Penelitian asosiatif kausal berguna untuk menganalisis pengaruh antara satu variabel dengan variabel
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012
Pengaruh Opini Going Concern, Pergantian Manajemen Dan Ekspansi Internal Terhadap Auditor Switching Secara Voluntary
Pengaruh Opini Going Concern, Pergantian Manajemen Dan Ekspansi Internal Terhadap Auditor Switching Secara Voluntary JRAK 4,1 555 Fitrilya Luli Karina, Masiyah Kholmi dan Gina Harventy Program Studi Akuntansi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dijelaskan gambaran hasil penelitian, hasil pengujian hipotesis hipotesis, dan pembahasan. Ketiga bagian tersebut dijelaskan secara terpisah. Hasil penelitian
PENGARUH OPINI AUDIT, PERGANTIAN MANAJEMEN, UKURAN KAP, UKURAN PERUSAHAAN KLIEN, DAN FINANCIAL DISTRESS
PENGARUH OPINI AUDIT, PERGANTIAN MANAJEMEN, UKURAN KAP, UKURAN PERUSAHAAN KLIEN, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP AUDITOR SWITCHING VOLUNTARY (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
BAB V PENUTUP. Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh pergantian dewan komisaris,
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh pergantian dewan komisaris, ukuran perusahaan klien, financial distress, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik,
PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, BIAYA AUDIT, REPUTASI AUDIT, OPINI AUDIT DAN KESULITAN KEUANGAN TERHADAP PERGANTIAN AUDITOR SECARA SUKARELA
SKRIPSI PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, BIAYA AUDIT, REPUTASI AUDIT, OPINI AUDIT DAN KESULITAN KEUANGAN TERHADAP PERGANTIAN AUDITOR SECARA SUKARELA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengkajian dan Analisis Data 1. Statistik deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel penelitian. Berdasarkan
NASKAH PUBLIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDONESIA
NASKAH PUBLIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
ISSN : e-proceeding of Management : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3382
ISSN : 2355-9357 e-proceeding of Management : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3382 PENGARUH OPINI AUDIT, UKURAN KAP, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sektor perbankan dipilih karenakan perusahaan perbankan memiliki
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini memakai obyek penelitian pada perusahaan sektor perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
50 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif Sampel dalam penelitian ini diambil dari perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013 yang melakukan kecurangan. Berdasarkan kriteria
PENGARUH OPINION SHOPPING, FINANCIAL DISTRESS
PENGARUH OPINION SHOPPING, FINANCIAL DISTRESS, DAN SHARE GROWTH TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia {BEI} Periode
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini mengambil laporan keuangan perusahaan manufaktur yang
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian ini mengambil laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 dan 2011. Industri yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN SATYANING AYU FIRDAYANI [email protected] UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ABSTRACT This study aimed to analyze
Sandi Prianggoro / Pembimbing Sundari., SE.,MM
PENGARUH UKURAN KAP, QUICK RATIO, TOTAL DEBT TO ASSET RATIO, TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET, DAN AUDITOR CHANGES TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA MALAYSIA
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA MALAYSIA Suriani Ginting 1), Erlina Fransisca 2) Program Studi Akuntansi STIE Mikroskil Jl
NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Iman Murtono Soenhadji, Ph.D
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTIMBANGAN AUDITOR DALAM MENGELUARKAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris: Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI 2007-2011) 2011) Nama : Dwi Astuti
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, AUDITOR OPINION, FINANCIAL DISTRESS DAN ACCOUNTING FIRM SIZE PADA AUDITOR SWITCHING
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, AUDITOR OPINION, FINANCIAL DISTRESS DAN ACCOUNTING FIRM SIZE PADA AUDITOR SWITCHING I Made Agus Setiawan 1 Ni Ketut Lely Aryani M. 2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis
NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
PENGARUH FINANCIAL DISSTRESS, OPINI AUDIT, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN KAP TERHADAP PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI tahun 2012-2014) NASKAH PUBLIKASI
BAB IV ANALISIA HASIL DAN PEMBAHASAN
39 BAB IV ANALISIA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Dari 144 perusahaan manufaktur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Pada sampel penelitian yang digunakan yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia periode Penelitian ini meggunakan data sekunder yaitu dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek/Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan hasil analisis data dari pengolahan data dengan menggunakan analisis regresi logistik. Objek
ABSTRACT. Keywords: auditor switching, measurement of financial distress, management turnover. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT This study was conducted to determine the effect of financial distress measurement and management changes to auditor switching. This study used a sample of 21 financial statements of listed companies
PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA, DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK SECARA SUKARELA
PENGARUH PERGANTIAN MANAJEMEN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA, DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK SECARA SUKARELA OLEH: RENDY DANURHESA 3203012064 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY
DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013, Halaman 1-11 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (Survei pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016) TUGAS AKHIR MUHAMMAD ISTIQLAL JERICO 1131002047 PROGRAM
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Proses pemilihan sampel menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sampling), dimana
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A.Karakteristik Data Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah 139 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan tingkat total
Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Audit Tenure terhadap Audit Report Lag dengan Reputasi Kantor Akuntan Publik sebagai Variabel Moderasi
Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561 Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Audit Tenure terhadap Audit Report Lag dengan Reputasi Kantor Akuntan Publik sebagai Variabel Moderasi 1 Muhammad Yogi, 2 Pupung Purnamasari,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Empiris pada Perusahaan Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013) SKRIPSI Diajukan untuk
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh solvabilitas, leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap peringkat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Tahun Berdasarkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Tahun 2013-2015. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun )
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2014) NASKAH PUBLIKASI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN. maupun pihak eksternal perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akuntan publik adalah pihak independen yang dianggap mampu menjembatani permasalahan kepentingan antara pihak prinsipal (pemegang saham) dengan pihak agen, yaitu
BAB IV HASIL PENGUJIAN DATA DAN PEMBAHASAN. IV.1.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian
BAB IV HASIL PENGUJIAN DATA DAN PEMBAHASAN IV.1 Gambaran Umum Objek Penelitian IV.1.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah 100 perusahaan kecil yang terdaftar
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
maksimum, rata-rata, dan deviasi standar tentang masing-masing variabel
BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA 4.1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran tentang nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan deviasi standar tentang masing-masing variabel dalam penelitian.
SKRIPSI OLEH : IAN PRATAMA LIMBONG
SKRIPSI PENGARUH SPESIALISASI AUDITOR, UKURAN PERUSAHAAN KLIEN,AUDITOR SWITCHING DAN AUDIT FEE TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan Real Estat yang Terdaftar di BEI) OLEH
NASKAH PUBLIKASI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING
NASKAH PUBLIKASI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2011-2014) Disusun Oleh: FREDY BIANTORO
by: Maulidah Rahmita Supervisor: Dr.Waseso Segoro UNIVERSITAS GUNADARMA
PENGARUH SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, KUALITAS AUDIT, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN by: Maulidah Rahmita Supervisor: Dr.Waseso Segoro
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY. R. Meike Erika Dwiyanti, Arifin Sabeni 1
DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 1 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Pada table 4.1 diatas menunjukan bahwa hasil uji statistik deskriptif untuk
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Tabel 4.1 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation IS 81 0 1.23.426 SIZE 81 4.8932 7.4245 6.171004.6447805 NPM 81.0002.2895.093994.0754724
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebelumnya, dan reputasi KAP terhadap opini audit going concern pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menguraikan hasil penelitian mengenai pengaruh dari ukuran perusahaan, debt default, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, dan reputasi
Dilla Astria 1, Cherrya Dhia Wenny 2 Jurusan Akuntansi STIE Multi Data Palembang * 1 2
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 Pengaruh Opini Audit dan Ukuran Perusahaan Pada Auditor Switching dengan Financial Distress Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris: Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar
FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BURSA EFEK INDONESIA
FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BURSA EFEK INDONESIA Anjar Widowati [email protected] Didin Mukodim [email protected]
ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 1740
ISSN : 2355-9357 e-proceeding of Management : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 1740 PENGARUH OPINI AUDIT, REPUTASI AUDITOR DAN AUDIT FEE TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi pada Perusahaan Sektor Infrasrtuktur,
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KAP SECARA SUKARELA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KAP SECARA SUKARELA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI OLEH : SLAMET SANTOSO 3203009115 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Fokus Penelitian Fokus penelitian ini dilakukan di perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013 yang dapat diakses melalui www.idx.co.id
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Pada Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi UNP Kediri
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN BERPINDAH KANTOR AKUNTAN PUBLIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2014 SKRIPSI Diajukan Untuk
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING DI INDONESIA (Studi Kasus Pada Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Cindy Gita Agustin Dr. Widyatmini Fakultas Ekonomi
Fachmy Syahtiadi Henny Medyawati Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRACT
ANALISIS HUBUNGAN AUDITOR KLIEN : FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING DI INDONESIA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BEI) Fachmy Syahtiadi [email protected]
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING TAHUN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING TAHUN 2009 2014 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN PERGANTIAN AUDITOR. (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi
BAB IV HASIL PENGUJIAN. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sampel perusahaan manufaktur
BAB IV HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Populasi dan Sampel Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang bergerak di industri consumer goods yang ada di Bursa Efek Indonesia
