BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
|
|
|
- Ivan Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pendidikan di Indonesia sekarang ini mengalami kemajuan dalam segala bidang, baik dalam hal Proses Belajar Mengajar, kualitas dan kuantitas tenaga pendidik serta sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pemerintah mendukung dan memberikan perhatian lebih dalam dunia pendidikan.pemerintah juga memberikan keleluasaan kepada setiap sekolah untuk dapat mengembangkan kurikulum yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan sekolah tersebut. Landasan ini diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 23 tahun 2006 yang mengatur tentang Standar Kompetensi untuk Lulusan yang telah diatur dalam Permendiknas No. 23 dan 22 tahun Pengembangan dan penetapan kurikulum memperhatikan panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan setelah memperhatikan pertimbangan dari komite Sekolah/ Madrasah. Peraturan di atas adalah dasar yang menjadi acuan dalam dunia pendidikan untuk mengembangkan Standar Kompetensi Lulusan sehingga sekolah mampu mencetak generasi muda yang diperlukan bangsa sekarang ini. Peraturan ini berlaku diseluruh Indonesia sehingga semua satpendikdasmen diwajibkan melaksanakan peraturan ini. Ketika peraturan dilaksanakan, maka tenaga pendidik menyusun kompetensi dasar yang disusun berdasarkan standar kompetensi yang ada dalam peraturan pemerintah. Setelah kurikulum terbentuk maka akan diturunkan menjadi mata pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa salah satunya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Dimana IPA bukan saja mata pelajaran yang bertujuan untuk penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa 1
2 2 fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajara IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. (BNSP,2006). IPA sendiri merupakan mata pelajaran yang materinya banyak yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari atau kontekstual, karena objek pembelajarannya adalah alam beserta gejala-gejalanya dan lingkungan sekitar. Pembelajaran IPA sangatlah penting karena akan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, yang nantinya berhubungan dengan penerapannya dalam kehidupan. Tetapi kenyataan yang terjadi, IPA kurang begitu diminati peserta didik. Hal ini bisa dikarenakan mereka menganggap IPA sulit dipelajari karena banyak hafalan. Karena guru belum menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Akibatnya rata-rata hasil belajar peserta didik belum mencapai target atau belum optimal. Dalam rangka menjawab tuntutan serta perkembangan dalam dunia pendidikan seperti tersebut diatas maka pembelajaran yang dilakukan di sekolah meliputi mata pelajaran eksakta (bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat kongkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti) seperti Matematika dan IPA dan mata pelajaran non eksakta seperti Olahraga dan Muatan Lokal, begitu juga di SD Negeri Rowosari. Proses belajar mengajar yang dilakukan guru belum menunjukkan hasil yang maksimal, terutama untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Di SD Negeri Rowosari kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPA yang ditetapkan adalah 70 sementara itu terdapat 20 siswa yang mendapat nilai dibawah KKM, sehingga KKM yang diinginkan tidak sesuai dengan yang ditetapkan. Hal ini disebabkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran tidak dapat melakukan berbagai macam kegiatan (seperti: pembagian kelompok hanya dilakukan berdasarkan teman sebangku). Selain itu, pengelolaan kelas sulit, misalnya saat guru memberikan tugas kepada siswa untuk
3 3 mengerjakan soal masih ada yang bermain sendiri. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran konvensional, hanya ceramah, diskusi interaktif antar guru dan siswa, pemberian tugas dan pengelompokan terbatas dengan teman sebangku. Berdasarkan observasi sebelum dilaksanakan penelitian siswa kelas V SD Negeri Rowosari dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan dari 25 siswa: kesiapan siswa dalam belajar (membawa buku-buku dan alat tulis pembelajaran) 6 siswa atau (24%), keaktifan dalam proses pembelajaran (siswa yang merespon pertanyaan dari guru) 3 siswa atau (12%), bermain dan berbicara sendiri 10 siswa atau (40%) tidak mendengarkan instruksi guru 6 siswa atau (24%). Berdasarkan observasi tersebut, nampak bahwa siswa kurang berminat terhadap pembelajaran yang akan berlangsung. Oleh karena itu penulis ingin menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa yakni dengan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dapat menggantikan pengajaran guru yang selama ini digunakan. Proses pembelajaran di kelas yang demikian akan mempengaruhi pemahaman konsep siswa terhadap materi belajar. Menurut (Bobbi Deporter dan Mike Hernacki, 2001:28) mengemukakan bahwa agar efektif belajar dapat menyenangkan. Untuk membuat siswa menyenangi suatu mata pelajaran yang diajarkan, hendaknya siswa dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa. Berkaitan dengan masalah diatas maka diupayakan untuk peningkatan minat dan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share karena tipe ini siswa diminta untuk menyelesaikan sebuah soal secara mandiri terlebih dahulu, kemudian dari temuan yang diperoleh secara mandiri tersebut siswa akan menggabungkan dengan temuan dari siswa lain yang memiliki soal yang sama. Setelah dipadukan maka siswa akan mempresentasikan di depan kelas. Dengan demikian dapat memaksimalkan keberanian berpendapat dan kreatifitas siswa dalam menjawab permasalahan atau soal yang didapat dengan bantuan teman sebaya sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi. Selain itu dengan adanya share siswa juga dapat mendengar dan memahami lebih lagi tentang materi yang dipelajari.
4 4 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang disajikan di atas, peneliti mengidentifikasi masalah yang ada di SD Negeri Rowosari, terutama untuk mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam (IPA) kelas V Semester II sebagai berikut: 1) Metode yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih secara konvensional dengan menggunakan metode ceramah. 2) Siswa tidak dapat menyerap materi yang diajarkan secara optimal karena pada saat proses pembelajaran berlangsung minat dan kedisiplinan siswa berkurang seperti ketika pembelajaran berlangsung siswa berbicara dengan teman sebangku. 3) Siswa kurang diberi kesempatan dalam mengeksplor ide-ide dalam proses pembelajaran. 4) materi pembelajaran IPA yang erat kaitanya dengan kehidupan seharihari belum bisa diterapkan secara nyata oleh siswa. 5) Pembelajaran dengan tipe Think Pair Share belum pernah diterapkan di SD Negeri Rowosari. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Apakah Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/2014? 2) Apakah Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/2014? 3) Apakah Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/2014?
5 5 1.4 Tujuan peneltian Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang akan dicapai adalah: 1) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pembelajarn Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/ ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pembelajarn Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/ ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pembelajarn Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V Semester II di SD Negeri Rowosari Tahun Ajaran 2013/ Manfaat penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat, antara lain: 1) Manfaat teoristis Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai upaya peningkatan hasil belajar IPA dengan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share melalui pembelajaran di luar kelas dan ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan pendidik atau guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak didiknya. 2) Manfaat praktis Diharapkan dari hasil penelitian ini menjadi masukan yang berarti bagi SD Negeri Rowosari dalam Proses Belajar Mengajar terutama dalam pembelajaran IPA.
BAB I PENDAHULUAN. perubahan hampir pada semua aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan hampir pada semua aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut membawa manusia ke dalam era
tanya jawab, pemberian tugas, atau diskusi kelompok) dan kemudian siswa merespon/memberi tanggapan terhadap stimulus tersebut. Pembelajaran harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat terlepas dari pendidikan. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permendiknas RI No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan menyatakan bahwa proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu upaya untuk menciptakan manusia yang cerdas, trampil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan ujung tombak bagi pembangunan peradaban. Sumber daya manusia yang unggul akan mengantarkan sebuah bangsa menjadi bangsa yang maju dan kompetitif
BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas agar kualitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Arus globalisasi yang semakin meluas mengakibatkan munculnya persaingan dalam berbagai bidang kehidupan terutama lapangan kerja, dibutuhkan sumber daya manusia yang
BAB I PENDAHULUAN. kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsipprinsip
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia modern seperti sekarang ini telah menuntut seluruh bangsa menuju ke arah dunia yang lebih maju dengan berbagai macam tantangan yang dihadapi. Tantangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu hidup seseorang. Pendidikan seseorang dapat meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Namun,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, emosional, dan merupakan penunjang keberhasilan siswa dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran
I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Bab I ketentuan umum pada pasal 1 dalam UU ini dinyatakan bahwa :
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan UU tentang Pendidikan Nasional yang sudah ditetapkan pada Bab I ketentuan umum pada pasal 1 dalam UU ini dinyatakan bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Masalah pendidikan sesungguhnya telah banyak dibicarakan oleh para ahli pendidikan. Mereka menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem Pendidikan Nasional (BNSP, 2006) menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara
I. PENDAHULUAN. (Langeveld, dalam Hasbullah, 2009: 2). Menurut Undang-Undang Republik. Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar
I. PENDAHULUAN. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang wajib diikuti oleh
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang wajib diikuti oleh masyarakat,yaitu wajib belajar 9 tahun agar masyarakat memiliki wawasan atau pengetahuan yang
BAB I PENDAHULUAN. maupun Rohani semakin meningkat dalam usaha menyesuaikan diri dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai salah satu proses dalam rangka perubahan pada pembentukan sikap, dimana kepribadian dan keterampilan manusia menghadapi masa depan yang merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kayuapu, semester I, yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) juga dikenal dengan istilah sains. Kata sains berasal dari bahasa latin scienta yang berarti saya tahu, sedangkan dalam bahasa Inggris,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu usaha masyarakat untuk memajukan peradaban dan pengetahuan. Pendidikan berperan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu usaha masyarakat untuk memajukan peradaban dan pengetahuan. Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas
I. PENDAHULUAN. dalam mempersiapkan generasi muda, termasuk peserta didik dalam menghadapi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat dan perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan menjadi salah satu tantangan dunia pendidikan dalam
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. IPA atau sains merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang alam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang IPA atau sains merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang alam dengan segala isinya. Pendidikan IPA atau sains diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk
BAB I PENDAHULUAN. suatu bangsa. Pendidikan menurut Undang-undang tentang Sistem Pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Pendidikan menurut Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sains merupakan ilmu berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh siswa namun guru juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tugas dan peran guru sebagai pendidik profesional sesungguhnya sangatlah kompleks, tidak terbatas pada saat berlangsungnya interaksi edukatif di dalam kelas,
siswa yang memilih menyukai pelajaran fisika, sedangkan 21 siswa lagi lebih memilih pelajaran lain seperti bahasa Indonesia dan olahraga, hal ini
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fisika memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan teknologi bahkan dapat dikatakan teknologi takkan ada tanpa fisika, karena perkembangan IPTEK
I. PENDAHULUAN. Pengetahuan IPA yang sering disebut sebagai produk dari sains, merupakan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengetahuan IPA yang sering disebut sebagai produk dari sains, merupakan hasil dari aktivitas para ilmuan. Produk sains dapat dicapai dengan pembelajaran yang fokus pada
I. PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan zaman di era globalisasi menuntut setiap negara untuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesatnya perkembangan zaman di era globalisasi menuntut setiap negara untuk siap menghadapi persaingan dengan negara lain. Untuk dapat bersaing dan bertahan maka setiap
BAB I PENDAHULUAN. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Melalui pendidikan diharapkan akan terbentuk generasi yang beriman dan memiliki ilmu
I. PENDAHULUAN. dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
BAB I PENDAHULUAN. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa pendidikan akan berhasil dengan. negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan dan pembangunan suatu negara. Negara dikatakan maju dalam segala bidang baik dalam bidang ekonomi,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap bangsa karena melalui pendidikan warga negara akan siap dalam menghadapi setiap perubahan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu pendidikan khususnya di sekolah dasar (SD) menjadi fokus perhatian dalam rangka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu pendidikan khususnya di sekolah dasar (SD) menjadi fokus perhatian dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang diupayakan melalui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seperti kita ketahui bahwa sekolah merupakan tempat atau wadah untuk menimba dan menuntut ilmu. Sekolah sebagai sumber pendidikan yang keberhasilannya ditentukan
BAB I PENDAHULUAN. Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapatkan ilmu secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapatkan ilmu secara formal. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai tempat berkumpul,
I. PENDAHULUAN. pesat. Manusia dituntut memiliki keterampilan berpikir kritis, sistematis,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini semakin pesat. Manusia dituntut memiliki keterampilan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif,
BAB I PENDAHULUAN. perubahan demi mencapai suatu keberhasilan. usaha, kemauan dan tekat yang sungguh-sungguh.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia semakin pesat. Hal ini ditunjukkan karena adanya peningkatan kualitas pendidikan yang semakin meningkat
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.1 Kajian Teori 1.1.1 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Pengetahuan alam sudah jelas artinya adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Adapun pengetahuan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok manusia dan memegang peranan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok manusia dan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan potensi
BAB I PENDAHULUAN. menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu tantangan yang cukup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan masyarakat dewasa ini, pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu tantangan yang cukup menarik adalah
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. manusia. Pendidikan manusia dimulai sejak anak masih dalam kandungan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan manusia dimulai sejak anak masih dalam kandungan, maka pendidikan dapat dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa : Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
I. PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif. luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan peserta didik yang berkualitas, baik dilihat dari prestasi bidang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah Dasar sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan menghasilkan peserta didik yang berkualitas, baik dilihat dari prestasi bidang akademik maupun non
Penerapan LKS Melalui Metode Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII a SMP Negeri 3 Madapangga Tahun Pelajaran 2017/2018
Penerapan LKS Melalui Metode Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII a SMP Negeri 3 Madapangga Tahun Pelajaran 2017/2018 Nehru dan Nurfathurrahmah Abstrak: Pendidikan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. pihak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai sumber. Perkembangan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran ideal adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif, kreatif, menyenangkan serta dapat melaksanakan proses pembelajaran secara efektif untuk menghasilkan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mutu pendidikan merupakan permasalahan yang masih menjadi bahan kajian dan perhatian sampai sekarang ini. Hal ini terbukti dari banyaknya penelitian yang dilakukan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia dan. dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikat pendidikan merupakan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia dan sesuatu hal yang tak dapat dibantah. Pada kenyataanya pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya
