KAJIAN KOMINUSI LIMESTONE
|
|
|
- Liani Hartanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KAJIAN KOMINUSI LIMESTONE PADA AREA PENAMBANGAN PT. SEMEN PADANG (PERSERO) Tbk. BUKIT KARANG PUTIH INDARUNG SUMATERA BARAT STUDY OF LIMESTONE COMMINUTION IN MINING AREA PT. SEMEN PADANG (PERSERO) Tbk. BUKIT KARANG PUTIH INDARUNG WEST SUMATERA Ali Ihsyan Harahap 1, Hartini Iskandar 2, Taufik Arief 3 1,2,3 Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jln. Raya Prabumulih KM. 32 Inderalaya (30662) Telp/Fax. (0711) [email protected] ABSTRAK Kominusi merupakan tahapan pengolahan bahan galian yang dilakukan di PT. Semen Padang (Persero) Tbk. bertujuan untuk mereduksi limestone agar pengiriman material dari front penambangan menuju storage dengan menggunakan belt conveyor berjalan dengan baik. PT. Semen Padang (Persero) Tbk. menggunakan rangkaian alat kominusi yang menghasilkan product berdiameter 4 cm. Rangkain alat kominusi yang terdapat di tambang merupakan rangkaian alat kominusi yang menghasilkan coarse product yaitu : mobile crusher, belt conveyor, hammer crusher dan vibrating screen. Mobile crusher menghasilkan product yang berukuran 5 cm, kemudian diangkut menuju vibrating screen dengan menggunakan belt conveyor untuk pengayakan dimana material berdiameter 3 cm akan lolos dan langsung dikirim ke storage. Material yang tidak lolos pada vibrating screen akan direcycle pada hammer crusher untuk mencapai ukuran 4 cm agar semua material dari tambang dapat dikirim (zero discharge). Zero discharge merupakan suatu upaya untuk mengoptimalkan suatu kegiatan pertambangan dimana seluruh material yang ditambang termanfaatkan secara optimal, sehingga berpengaruh terhadap perbaikan dari segi ekonomis, teknik dan lingkungan tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sebesar ton/tahun sesuai dengan yang telah ditargetkan di PT. Semen Padang (Persero) Tbk. dengan mengoptimalkan peralatan kominusi dapat direalisasikan. Kata kunci : kominusi, crusher, conveyor, screen, discharge. ABSTRACT Comminution is a mineral processing stage to reduce limestone that delivered from mining front to storage at PT. Semen Padang (Persero) Tbk. using conveyor belt running well. PT. Semen Padang (Persero) Tbk. using a series of equipment that generate product comminution 4 cm in diameter. Series of comminution equipment contained in the mine is a series of equipment that produce coarse comminution products are: mobile crusher, belt conveyor, hammer crusher and vibrating screen. Mobile crusher produces a product size 5 cm, then transported to vibrating screen using a conveyor belt for screening where size 3 cm material will escape and immediately sent to storage. Material that does not pass on the vibrating screen will be recycle by the hammer crusher to achieve size 4 cm so that all the material from the mine can be sent (zero discharge). Zero discharge is an attempt to optimize the mining activities which all mined materials utilized optimally, and therefore contributes to the improvement in terms of economic, technique and environmental. The result showed that the production of 7,500,000 tons/year by reviewing production data acquisition in March can be realized. Keyword : comminution, crusher, conveyor, screen, discharge.
2 1. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara berkembang yang berfokus pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur, baik berupa pengadaan jalan beton, bendungan/waduk, irigasi, drainase perkotaan, pembangunan gedung publik, gedung perkantoran, perumahan warga yang masih kurang layak huni, landasan pacu pesawat terbang, pelabuhan yang masih minim dan pengembangan industrilisasi yang masih sedikit. Negara yang makmur dan sejahtera memerlukan semen yang cukup besar sebagai bahan baku utama kontruksi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur publik, swasta dan masyarakat Indonesia khususnya, berupa perumahan yang layak huni. PT. Semen Padang (Persero) Tbk. yang merupakan perusahan yang terletak di pulau Sumatera memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan produksi semennya demi kemajuan kesejahteraan masyarakat pulau Sumatera khususnya dan Indonesia pada umumnya. PT. Semen Padang (Persero) Tbk. melakukan kegiatan penambangan limestone di Bukit Karang Putih dengan luas cadangan 0,972 km 2 dan ketebalan berkisar 100 m 350 m dengan taksiran cadangan sebesar ton. Biro penambangan pada saat ini melakukan kegiatan quarry limestone dengan rincian kerja berupa profilling (penandaan titik bor), drilling (pemboran), blasting (peledakan), loading dan hauling (pemuatan dan pengangkutan), dan kegiatan dumping (penumpahan). Biro penambangan yang mensuplai bahan baku semen berupa limestone dari lokasi penambangan Bukit Karang Putih yang berjarak ± 2,5 km ke pabrik semen Indarung memerlukan proses kominusi terlebih dahulu sebelum dimuat pada belt conveyor sebagai media transportasi, maka diperlukan sistem kominusi yang ekonomis dan kontiniyu agar tercapainya produksi semen sebesar ton/tahun. Open circuit adalah sistem kominusi yang dioperasikan oleh PT. Semen Padang yang mana dalam pengoperasiannya, PT. Semen Padang menetapkan standar product limestone berukuran 4 cm yang terdiri dari 2 unit crusher yaitu mobile crusher dan hammer crusher. Mobile crusher memiliki maksimum feed 100 cm tetapi feed grade sebagai infeed terkadang > 100 cm [1], untuk direduksi menjadi berdiameter 4 cm agar dapat diangkut oleh belt conveyor. Tahapan tahapan dalam kominusi di PT. Semen Padang terdiri dari mobile crusher, kemudian dimasukkan ke dalam vibrating screen untuk memproleh size yang dinginkan, yang mana oversize masuk ke hammer crusher (open circuit crushing). Mobile crusher memiliki kapasitas ton/jam [1] dan hammer crusher memiliki kapasitas ton/jam [2] dan apabila keduanya dioperasikan bersamaan maka kapasitas yang mampu dihasilkan adalah ton/jam namun bila dirata ratakan kapasitas tersebut di lapangan jarang tercapai sehingga penulis mencoba melakukan kajian kominusi untuk memenuhi target produksi ton/tahun bahan baku limestone. Parameter yang menjadi fokus kajian adalah kapasitas alat, jam kerja, dan hambatan hambatan di lapangan. 2. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan melakukan survey dan observasi lapangan. Penelitian ini dilakukan pada area penambangan limestone/batukapur PT. Semen Padang (Persero) Tbk. di bawah lokasi kerja dari biro/unit penambangan, yang terdapat di Bukit Karang Putih Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kabupaten Indarung. Objek yang diamati pada penelitian ini adalah tingkat laju produksi daripada kominusi limestone dan proses berlangsungnya kominusi berupa sistem kerja alat yang nantinya akan menghasilkan produk tambang berupa limestone berukuran 4 cm agar dapat diangkut oleh belt conveyor, dan evaluasi terhadap produksi harian dan bulanan untuk mencapai target tahunan sebesar ton. Adapun urutan pekerjaan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Orientasi lapangan Orientasi lapangan dimaksudkan untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari lapangan penelitian. Sehingga Penulis dapat mengetahui tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian (pengambilan data). 2. Pengambilan data Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder dengan rincian sebagai berikut : a. Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh dengan pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan, seperti data oversize pada mobile crusher, data volume peledakan (dengan mengkalkulasikan nilai dari pada luas area, dan tinggi jenjang peledakan), produktivitas dumptruck (dengan mengamati payload meter pada dumptruck), produktivitas alat kominusi (dengan mengamati payload meter pada belt conveyor, jam operasional).
3 b. Data sekunder Merupakan data penunjang yang didapat dari arsip dan literature seperti literatur-literatur yang berhubungan dengan proses kegiatan kominusi, jadwal kerja, data peta wilayah penambangan dan data spesifikasi untuk masing-masing alat angkut dan kominusi. 3. Pengolahan data Dari data yang diambil kemudian dilakukan pengolahan terhadap data tersebut. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus atau persamaan 1, 2, 3,4, 5, 6, 7. Variabel data yang ingin didapatkan dari penelitian ini meliputi data mengenai volume peledakan, laju pengangkutan oleh dumptruck, produktivitas kominusi, beserta sub-variabel dari setiap variabel data. Sub-variabel peledakan meliputi : luas area peledakan, tinggi jenjang dan density. Sub-variabel yang berhubungan dengan laju pengangkutan adalah : jumlah dumptruck, jam, kapasitas, dan jumlah trip tiap dumptruck. Sub-variabel dari produktivitas kominusi meliputi : material balance/neraca bahan, ratio reduction, waktu kerja dan kapasitas alat. 4. Analisis data Setelah melalui pengolahan data kemudian dilanjutkan dengan analisis terhadap data tersebut. Adapun analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi linier digunakan untuk melihat kecendrungan perubahan dari setiap parameter yang diukur terhadap efisiensi dan efektivitas kegiatan kominusi. 5. Kesimpulan Didapatkan setelah dilakukan korelasi antara hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan permasalahan yang diteliti. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Analisa Feed a. Penyediaan Feed Melalui Peledakan Feed atau material umpan merupakan material yang berasal dari proses peledakan limestone, yang jumlahnya dinyatakan dalam volume dengan mengamati kapasitas alat bor dan luas area peledakan. Peledakan merupakan tahapan awal pembongkaran limestone, sehingga dapat dimuat oleh excavator ke dalam dumptruck. Volume peledakan ini nantinya akan mempengaruhi keberlangsungan penyediaan feed atau material umpan dimana biro penambangan PT. Semen Padang (Persero) Tbk. menghasilkan ,8 BCM atau ,34 LCM. Volume peledakan sebesar ,34 LCM ini diharapkan dapat dimuat seluruhnya ke alat kominusi agar terpenuhinya target produksi kominusi sebesar ton/tahun atau setara dengan ± ton/hari. Volume peledakan sangat erat pengaruhnya terhadap jumlah alat bor dan kecepatan alat bor melakukan pemboran, dimana kecepatan pemboran sebesar 28,05 m/jam, dengan jumlah alat bor sebanyak 3 unit dan waktu kerja efektif sebanyak 8,08 jam didapatlah total panjang pemboran sebesar 680,21 m. Total pemboran selanjutnya dibagi dengan kedalaman lubang ledak 6,5 m, sehingga dihasilkan jumlah lubang ledak sebanyak 105 lobang/hari dengan luas area m 2. Dari data inilah kemudian volume peledakan didapatkan dimana luas area dikalikan dengan tinggi jenjang peledakan. Volume peledakan ini dinyatakan dalam BCM (bank cubic meter) dan LCM (loose cubic meter), yang artinya bank adalah satuan dimana material dalam keadaan massive dan solid, sedangkan loose adalah satuan material pada saat sudah tertambang (mined) [3]. b. Feed Grade Dari hasil pengamatan pada mobile crusher jumlah feed grade yang melebihi rank maksimum (berdiameter 100 cm) akan menjadi loose material (oversize) yang terbuang dengan sendirinya melalui slide chute. Oversize yang terlalu besar akan dipecah lagi dengan rock breaker, yang mana berjumlah bongkah/jamnya atau 304,81 ton hari. Material yang telah dipecah dengan rock breaker akan dimuat pada hammer crusher dengan menggunakan wheel loader. Adapun pada hammer crusher jarang terdapat loose material (oversize) disebabkan memiliki kapasitas feed grade maksimum 150 cm (lebih besar dari mobile crusher). c. Pengangkutan Feed ke Unit Kominusi Produksi pengangkutan ini didapatkan dari hasil pengamatan pada play load meter dumptruck, dimana berat ratarata tiap pengangkutan oleh dumptruck sebesar 90 ton, dengan jumlah dumptruck 11 unit, dan terdapat 17 trip/shift pada masing-masing dumptruck pada saat dilakukan pengamatan terhadap pemuatan pada mobile crusher dan hammer crusher. Dari uraian tersebut maka diperoleh rata-rata produktivitas pengangkutan tiap harinya berdasarkan rumus berikut [3] : P = W n t (1) P = = ton/hari
4 Keterangan : P = Produktivitas W = Berat (90 ton) n = Jumlah dumptruck (11 unit) t = Jumlah trip/hari (34 trip/2 shift) ton/hari yang merupakan hasil pengangkutan dari front penambangan akan diolah pada unit kominusi dengan menerapkan sistem open circuit, dimana terdapat 2 unit crusher yang dapat digunakan pada waktu yang sama yaitu : mobile crusher (2.000 t/jam) dan hammer crusher (1.100 t/jam) Analisa Unit Kominusi a. Produksi Unit Kominusi Rangkaian kominusi ini memiliki 2 buah alat kominusi yang berbeda kapasitas dan spesifikasi yaitu : mobile crusher (2.000 t/jam) dan hammer crusher (1.100 t/jam), maka secara teoritis produksi total dengan rumus [4] adalah : P tot = P 1 + P 2 (2) Dimana : P tot : Produksi Total P 1 : Produksi Mobile Crusher P 2 : Produksi Hammer Crusher Maka : P 1 = Q 1 t (3) P 1 = t/jam 11 jam/hari P 1 = t/hari P 2 = Q 2 t (4) P 2 = t/jam 11 jam/hari P 2 = t/hari P tot = t/hari t/hari P tot = t/hari ton/hari ini tercapai apabila efektivitas penggunaan alat sebesar 100 % atau dalam kondisi baru, namun disebabkan untuk menjaga alat agar tetap baik maka efektivitas penggunaan alat hanya berkisar antara 75%- 90%. Sedangkan produksi rata-rata oleh play load meter sebesar 2.354,2 t/jam. b. Efektifitas Alat Pada Unit Kominusi Efektifitas adalah perbandingan antara produksi sebenarnya dari alat pada saat ini dengan kapasitas terpasangnya, sehingga didapat harga perbandingan diantara keduanya yang dinyatakan dalam persen [5]. Jika diketahui produksi sebenarnya dari unit kominusi adalah 2.354,2 ton/jam dan kapasitas terpasang dari unit kominusi adalah ton/jam. Maka efektifitas dari unit kominusi dengan rumus [6] adalah : Efektifitas = Kapasitas Nyata 100 % (5) Kapasitas desain Efektifitas = 2.354,2 100 % = 75,93 % 3.3. Peralatan Kominusi a. Mobile crusher Mobile crusher atau yang sering disebut dengan mosher yang terdapat di PT. Semen Padang (Persero) Tbk. adalah rangkaian alat kominusi yang diproduksi oleh perusahaan MMD (mining machinery development). Mosher bertype 1300 series fully mobile track mounted yang sesuai dengan medan bukit karang putih yang merupakan lokasi penambangan limestone yang dapat berpindah pindah, tetapi untuk efficiency maka mosher ini di tempatkan pada daerah tertentu, yang mana pengangkutan dan pengisian dilakukan oleh dump truck dan whell loader (Gambar 1). Umumnya mosher ini terdiri dari beberapa rangkaian alat yaitu : hopper, feeder, twin shaft sizer, dan conveyer discharge.
5 Sumber: Dokumentasi pribadi, 2013 Gambar 1. Mobile crusher dan Hopper 1. Hopper Material yang diangkut oleh dump truck Komatsu HD 785 dengan muatan ± 90 ton akan di tampung dahulu di hopper dengan bergerak secara sliding karena hopper itu sendiri berbentuk chute. Hopper ini mampu menampung sampai ± 450 ton limestone sebelum ditransfer oleh chain feeder atau appron plate feeder type D7 ke twin shaft sizer (Gambar 1). 2. Feeder Feeder yang dimiliki oleh mosher yang beroperasi di bukit karang putih adalah feeder yang digerakkan oleh hydraulic drive bertekanan tinggi/higt pressure (Gambar 2). Feeder ini merupakan paduan antara gear, chain, roller, dan plate feeder yang berfungsi sebagai penghantar feed dari hopper menuju sizer yang mana fungsinya dan cara kerjanya mirip dengan belt conveyor. 3. Twin shaft sizer Twin shaft sizer type 1300 series merupakan sizer yang terdiri dari dua shaft scroll tooth pattern dan satu bar breaker yang berfungsi sebagai crusher dan screen secara bersamaan. Twin shaft sizer memiliki 56 tooth pada kedua shaftnya dengan rincian 7 scroll pada setiap shaft dan pada setiap scroll memiliki 4 tooth, dan ditambah dengan satu bar breaker yang terdiri dari 7 tooth dengan demikian keseluruhan tooth adalah 63 tooth (Gambar 2). Twin shaft sizer digerakkan oleh motor listrik yang terdapat pada masing masing shaft, yang mana kontrol terhadap motor ini terdapat pada ruangan kemudi/kontrol yang berada pada bagian paling atas dari mosher. Kedua motor penggerak twin shaft sizer bermerk Hyundai dan Siemens 400 kw menghasilkan torque tinggi yang listriknya berasal dari PLN. Twin shaft sizer pada proses peremukannya memanfaatkan tooth yang terdapat padanya dengan tiga tahap peremukan : 1. Menggenggam material 2. Tensile stress 3. Rotating screen effect Sizer ini memiliki sistem inward running dimana tooth mengarah ke dalam sehingga menghsilkan coarse product berdiameter 5 cm. Sumber: Dokumentasi pribadi, 2013 Gambar 2. Hydraulic Drive dan Twin Shaft Sizer
6 b. Belt conveyor Rangkaian kominusi jalur depan memiliki lima layout belt conveyor yang berbeda sebelum akhirnya material dikirim ke storage. Belt conveyor ini merupakan alat angkut tambang yang bergerak secara estapet. Rangkaian kominusi limestone jalur deapan terdiri dari enam layout belt conveyor yaitu : A5M21, A5U17, A5U18, A5U19, A5U45, A5U22. c. Vibrating screen Vibrating screen yang terdapat di PT Semen Padang merupakan vibrating screen satu deck hasil buatan dari perusahaan HAVER & BOECKER dengan wire berbentuk square 3 cm 3 cm. Wire square terbuat dari bahan steel dengan panjang keseluruhan wire pada vibrating screen berbentuk rectangular adalah 2,5 m 7 m dengan kemiringan 20 derajat. Vibrating screen ini digerakkan oleh motor listrik feed rate (Q) 2000 ton/jam dengan feed size 3 cm. Vibrating screen ini bergerak karena adanya eccentric shaft drive dengan dibantu dengan 4 rubber bearing. d. Hammer cruher Hammer crusher atau impact crusher yang terdapat di PT. Semen Padang (Persero) Tbk. bermerk FLSmidht dengan type EV Crusher Retrofit, memiliki kapasitas ton/jam dengan feed grade berdiameter ± 1 m dan product 4 cm digerakkan motor kw. Hammer crusher ini didukung oleh hopper, dan appron feeder sebagaimana alat kominusi lainnya. Hammer crusher ini memiliki hammer rotor 54 buah dengan rincian 3 baris (3 raw) dalam 1 raw 18 rotor hammer, 2 inlet roller, dan grate bar, yang mana kontruksi rotornya berbentuk sandwich. 1. Hopper Hopper yang berada pada hammer crusher sama dengan mosher, berbentuk chute dengan kemiringan 80 derajat dan memiliki kapasitas yang lebih besar daripada mosher. Material yang masuk ke dalam hopper merupakan gabungan material yang berasal dari dump truck, vibrating screen, dan wheel loader. 2. Appron Feeder Appron feeder merupakan alat yang terbuat dari baja yang kerjanya mirip dengan belt conveyor tetapi susunannya berbeda, appron feeder disusun oleh appron (steel plate), chain, dan gear. 3. Hammer rotor Hammer rotor dibentuk tahan terhadap benturan (heavy material) yang terdapat di selah selah cakram atau disc (kontruksi sandwich). Hammer rotor ini terpasang pada celah disc dengan menggunakan baut, hammer rotor ini memiliki poros sehingga dapat bergerak ke atas dan ke bawah. Sebelum mamasuki tahap peremukan oleh hammer material terlebih dahului melewati rantai besi yang berfungsi sebagai pengatur material dari feeder, yang kemudian diteruskan oleh double roller sebagai inlet. 4. Outlet Grate Outlet grate merupakan saringan tempat keluarnya product dari hammer crusher yang berfungsi layaknya grizzly screen. Outlet grate merupakan bagian paling bawah dari hammer crusher dimana material terayak setelah mengalami peremukan oleh hammer yang bergerak ke dinding pemecahan yang zona pemecahannya semakin sempit dan menghasilkan product yang dapat lolos dari outlet grate. Outlet ini merupakan alat yang sudah terpasang pada hammer crusher sebagai rangkaian berbentuk tangential grate bar. Patahnya salah satu grate mengakibatkan berubahnya ukuran product menjadi berdiameter lebih besar Analisa Material Balance pada Unit Kominusi (Neraca Bahan) Perhitungan Material Balance dilakukan untuk mengetahui jumlah feed yang hilang selama proses peremukan limestone berlangsung [7]. Perhitungan material balance dilakukan dengan menghitung selisih antara input yang dimasukkan dengan hasil output yang didapatkan untuk tercapainya zero discharge [7]. Zero discharge adalah indikasi dimana optimalisasi kegiatan pertambangan tercapai, dimana seluruh material yang ditambang tidak ada yang terbuang sia sia, sehingga berpengaruh terhadap perbaikan dari segi ekonomis berupa biaya investasi dan operasional, segi teknik berupa efisiensi dan efektivitas peremukan dan lingkungan berupa agar tetap dalam kondisi bersih aman rapi dan indah. Pembahasan mengenai tercapainya zero discharge erat kaitannya dengan material balance (neraca bahan). a. Material balance mobile crusher Berdasarkan pengamatan di lapangan pada mobile crusher atau mosher ditemukan feed yang berukuran lebih dari feed grade yang mampu diremuk oleh crusher, sehingga akan terbuang otomatis melalui slide chute yang merupakan oversize berkisar bongkah berdiameter > 100 cm setiap jamnya. Material yang menjadi oversize pada mosher diubah menjadi undersize dengan menggunakan breaker machine dan dimuat ke hammer crusher oleh wheel loader. Material balance dirumuskan dengan [8] : F = P + L (6)
7 Dimana : F = Jumlah feed, ton/jam P = Jumlah product (undersize), ton/jam L = Jumlah looses (oversize), ton/jam Maka, dapat kita hitung bahwa material balance dari mobile crusher yaitu : Diketahui : 1 m 3 bongkah (loose weight) = 1,63 ton/m 3 Kapasitas mobile crusher (F) = ton/jam Efektivitas mobile crusher = 75,93 % Oversize (L) : 17 bongkah = 17 1,63 ton/m 3 = 27,71 ton/m 3 Sehingga : P = 1.518,709 ton/jam 27,71 ton/jam = 1.490,99 ton/jam Maka persentase looses = (27,71 : 1.518,7) x 100 % = 1,82 % Dan persentase product = 100 % - 1,82 % = 98,18 % Dari hasil perhitungan didapat nilai looses 1,85 %, menurut Currie (1973) nilai material balance yang baik memiliki angka kecukupan diatas 90 % [9]. Nilai ini menunjukkan bahwa produktivitas telah berjalan dengan baik, karena product yang dihasilkan sebanyak 98,18 % dari umpan (feed) yang masuk ke mobile crusher. b. Material balance hammer crusher Sedangkan pada hammer crusher jarang terdapat oversize sehingga tidak terdapat loose material disebabkan hammer crusher memiliki ukuran feed grade yang lebih besar dari mobile crusher yaitu 150 cm. Adapun material yang dihasilkan pada hammer crusher adalah ton/jam berdasarkan kapasitas terpasang dan 75,93 % efektifitas alat sehingga product yang dihasilkan pada hammer crusher adalah : Produksi = 75, = 835,23 ton/jam 100 c. Total material pada unit kominusi Dari uraian sebelumnya diperoleh produksi mobile crusher (P 1 ) 1.490,99 ton/jam dan produksi hammer crusher 835,23 ton/jam (P 2 ) maka produksi pada unit kominusi adalah (P 3 ) : P 3 = P 1 + P 2 = 1.490,99 ton/jam + 835,23 ton/jam = 2.326,22 ton/jam 3.5. Reduction Ratio Perhitungan reduction ratio merupakan perhitungan dalam mengetahui kemampuan unit peremuk dalam mereduksi batuan dengan menghitung selisih ukuran sebelum dan sesudah kegiatan peremukan, serta untuk mengetahui apakah distribusi ukuran batuan yang masuk ke dalam hopper sesuai dengan zona peremukan (choke zone) dan untuk mengetahui tingkat keseragaman batuan dimana semakin kecil nilai reduction ratio maka semakin tinggi tingkat keseragaman pada zona peremukan. Reduction ratio dirumuskan dengan [10] : (7) Dimana : R L = limiting reduction ratio tf = tebal feed (cm) tp = tebal product (cm) wf = lebar feed (cm) wp = lebar product (cm) a. Reduction ratio mobile crusher Berdasarkan spesifikasi crusher ukuran material yang maksimum dapat masuk kedalam crusher adalah sebesar 100 cm dan ukuran product maksimum yang didapatkan adalah 5 cm (Tabel 1), maka RR mobile crusher adalah : R L I = Tebal feed Tebal product = 100 = 20 : 1 5
8 Tabel 1. Distribusi Ukuran Product Mobile Crusher Tabel 2. Distribusi Ukuran Product Hammer Ukuran Ayakan (cm) Tidak Lolos (%) Lolos (%) 3 21, ,90 - Sumber: Biro Penambangan PT. Semen Padang, 2013 Ukuran Ayakan (cm) Tidak Lolos (%) Lolos (%) 2,5 50, ,80 - Sumber: Biro Penambangan PT. Semen Padang, 2013 b. Reduction ratio hammer crusher Berdasarkan spesifikasi crusher ukuran material yang maksimum dapat masuk kedalam crusher adalah sebesar 150 cm dan ukuran product maksimum yang didapatkan adalah 4 cm (Tabel 2), maka RR mobile crusher adalah : R L II = Tebal feed Tebal product = 37,5 : Target Tahunan Biro penambangan PT. Semen Padang (Persero) Tbk. merencanakan produksi limestone sebesar ton/tahun atau sekitar 2.144,08 ton/jam, dan dari hasil pengukuran pada alat play load meter pada bulan maret didapatkan korelasi produktivitas sebesar 2.354,2 ton/jam atau ,6 ton/tahun sehingga dapat disimpulkan target tahunan dapat direalisasikan Product Product yang dihasilkan proses kominusi ini berukuran sesuai dengan settingan yang terdapat pada masing masing alat agar dapat diangkut pada belt conveyor yaitu mobile crusher menghasilkan product berdiameter 5 cm, vibrating screen berukuran 3 cm, dan hammer crusher berukuran 4 cm. 4. KESIMPULAN Dari penelitian yang dilakukan mengenai kajian kominusi limestone pada area penambangan PT. Semen Padang (Persero) Tbk. Bukit Karang Putih Indarung Sumatera Barat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kegiatan peledakan menghasilkan volume sebesar ,34 ton LCM per harinya dengan feed grade > 100 cm sebanyak bongkah yang terdapat pada mobile crusher perjamnya. 2. Produktivitas pengangkutan dari hasil pengamatan adalah ton/hari dengan jumlah dumptruck 11 unit, berat pengangkutan/trip 90 ton dan rata-rata 34 trip/hari. 3. Aktivitas kominusi menggunakan sistem open circuit (mobile crusher dan hammer crusher) dengan jumlah produksi ton/hari apabila efektivitas penggunaan alat sebesar 100 % namun demi keawetan alat kominusi maka efektivitas alat berkisar 80%-90%. 4. Dari hasil pengamatan pada mobile crusher didapatkan material balance dengan jumlah oversize sebanyak bongkah/jam atau setara dengan 304,81 ton/hari. 5. Ukuran product yang dihasilkan oleh alat kominusi adalah 5 cm untuk mobile crusher dan 3 cm untuk vibrating screen dan 4 cm pada hammer crusher. 6. Aktivitas kominusi di PT. Semen Padang (Persero) Tbk. dengan rata-rata produksi 2.354,2 ton/jam sudah cukup untuk memenuhi target tahunan sebesar ton. 7. Nilai ratio reduction pada mobile crusher adalah 20 : 1 dan 37,5 : 1 pada hammer crusher. 8. Nilai total material balance pada unit kominusi adalah 2.326,22 ton/jam dengan efektifitas 75,93 %.
9 5. UCAPAN TERIMA KASIH Tugas akhir ini berjalan dibawah bimbingan Ibu Ir. Hj. Hartini Iskandar, M.Si dan Bapak Ir. A. Taufik Arief, MS. selaku dosen jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih atas segala bimbingan, saran dan kritik selama pengerjaan tugas akhir ini. Penulis juga mengucapakan terimakasih kepada PT. Semen Padang (Persero) Tbk. Indarung, Sumatera Barat yang telah mendukung pelaksanaan penelitian sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA [1] MMD Sizers (2008) Green Mining Solutions Sizing MineralWorldwide (2013). ( diakses tanggal 8 April 2013, pukul WIB. [2] FLSmIDTH (2010) EV Hammer Impact Crusher (2013). ( diakses tanggal 10 April 2013, pukul WIB. [3] Hartman, HL. (1987) Introductory Mining Engineering, A.Wiley-Interscience Publication, John Willey and Sons, New York. [4] Gaudin, AM. (1939) Principles of Mineral Dressing, Mc. Graw Hill Book Company Inc, New York. [5] Taggart AF. (1987) Hand Book of Mineral Dressing, John Willey and Sons, New York. [6] King, R.P. (2001) Modeling & Simulation of Mineral Processing Systems, Department of Metallurgical Engineering, University of Utah, USA. [7] Evertsson, C.M. and Bearman, R.A. (1997) Investigation of interparticle breakage as applied to cone crushing, Minerals Engineering, vol. 10, no. 2, February, pp [8] Metso Minerals (2008) Crushing and Screening Handbook, 3rd ed., Tampere: Metso Minerals). [9] Pryor A. EJ. (1965) Reader In Mineral Dressing University of London, Mining Publication, Salisbury House, London. [10] Wills, B.A. and T.J. Napier-Munn. (2006) Minerral Processing Technology, Elsevier Science And Technology Book, Queensland.
Prabumulih Km.32 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir-Sumatera Selatan, 30662, Indonesia Telp/fax. (0711) ;
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU HASIL REDUKSI BATU KAPUR MENGGUNAKAN HAMMER CRUSHER SEBAGAI BAHAN UTAMA PEMBUATAN SEMEN DI PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO), TBK ANALYSIS OF THE QUALITY CONTROL OF LIMESTONE REDUCTION
BAB III LANDASAN TEORI
23 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Proses Pengolahan Batu Andesit Pengolahan andesit adalah mereduksi ukuran yang sesuai dengan berbagai kebutuhan. Untuk kegiatan ini dilaksanakan melalui unit peremukan (crushing
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 23 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Proses Pengolahan Batu Andesit Pengolahan andesit adalah mereduksi ukuran yang sesuai dengan berbagai kebutuhan. Untuk kegiatan ini dilaksanakan melalui
DAFTAR ISI. RINGKASAN... v ABSTRACT... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI RINGKASAN... v ABSTRACT... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I II III PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Perumusan
BAB I PENDAHULUAN Maksud dantujuan Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan pembuatan perencanaan peremuk andesit adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertambahan kebutuhan transportsi di dunia saat ini yang semakin tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan kendaraan bermotor, yang menyebabkan pembangunan jalan raya
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA NILAI KESEDIAAN ALAT DAN UKURAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN DENGAN BESARNYA PENGGUNAAN DAYA LISTRIK PADA HAMMER CRUSHER
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA NILAI KESEDIAAN ALAT DAN UKURAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN DENGAN BESARNYA PENGGUNAAN DAYA LISTRIK PADA HAMMER CRUSHER DI PT SEMEN BATURAJA (PERSERO), TBK BATURAJA SUMATERA SELATAN
EVALUASI KINERJA ALAT CRUSHING PLANT DAN ALAT MUAT DALAM RANGKA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATUBARA PADA PT MANDIRI CITRA BERSAMA
EVALUASI KINERJA ALAT CRUSHING PLANT DAN ALAT MUAT DALAM RANGKA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATUBARA PADA PT MANDIRI CITRA BERSAMA Dahni 1*, Uyu Saismana 2, Romla Noor Hakim 2, Andre 3 1 Mahasiswa Program
UPAYA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATU KAPUR TON/HARI PADA PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN AREA DEPAN DI PT.SEMEN PADANG SUMATERA BARAT (PERSERO)
UPAYA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATU KAPUR 33.400 TON/HARI PADA PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN AREA DEPAN DI PT.SEMEN PADANG SUMATERA BARAT (PERSERO) Tbk EFFORTS ENHANCEMENT TARGET PRODUCTION OF LIMESTONE
EVALUASI KINERJAUNIT CRUSHING PLANT
EVALUASI KINERJAUNIT CRUSHING PLANT PADA TAMBANG ANDESIT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI 8000 TON/BULAN PADA BULAN MEI 2016 DI PT. ANSAR TERANG CRUSHINDOKABUPATEN LIMAPULUH KOTA SUMATRA BARAT PERFORMANCE
EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG
EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG Imam 1, Agus Triantoro 2*, Riswan 2, Deddy J. Sitio 3 1 Mahasiswa
ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENAMBANGAN BATU KAPUR PADA BULAN APRIL 2017 DI BUKIT KARANG PUTIH PT. SEMEN PADANG ELSA RAHMA AFRILA
ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENAMBANGAN BATU KAPUR PADA BULAN APRIL 2017 DI BUKIT KARANG PUTIH PT. SEMEN PADANG ELSA RAHMA AFRILA PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG
BAB I PENDAHULUAN. Maka pada tingkat awal pengolahan batugamping terutama dalam peremukan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembuatan semen, batugamping merupakan bahan baku utama. Maka pada tingkat awal pengolahan batugamping terutama dalam peremukan harus berjalan dengan
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Kinerja Alat Crushing Plant pada Tambang Diorit Berdasarkan Target Produksi dan Spesifikasi Alat di PT Total Optima Prakarsa, Desa Peniraman Dalam,
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Kinerja Crushing Plant Berdasarkan Produksi yang Dihasilkan di Tambang Andesit PT Guna Darma Putra, Desa Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya,
PENINGKATAN PRODUKSI PABRIK PEREMUK BATU ANDESIT PT. PERWITA KARYA DI DESA BEBER KECAMATAN SUMBER CIREBON JAWA BARAT SKRIPSI
PENINGKATAN PRODUKSI PABRIK PEREMUK BATU ANDESIT PT. PERWITA KARYA DI DESA BEBER KECAMATAN SUMBER CIREBON JAWA BARAT SKRIPSI Oleh ASTYA ARADEA AJI SAPUTRA NIM. 112.020.029 JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Optimalisasi Penggunaan Lime Stone Crusher sebagai Alat Peremuk Batugamping di PT Semen Padang Kecamatan Lubuk Kilangan Kotamadya Padang Provinsi Sumatera
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI TON/BULAN DI PT SEMEN PADANG INDARUNG SUMATERA BARAT
Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. Nomor. 2 Periode: Sept. 205 Feb. 206 KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI 780.000 TON/BULAN DI PT SEMEN PADANG INDARUNG
Jl. Tamansari No.1 Bandung
Prosiding Teknik Pertambangan Analisis Kinerja Pabrik Peremuk (Crushing Plant) Batuan Andesit dalam Upaya Memaksimalkan Kapasitas Produksi di PT Lotus SG Lestari Performance Analysis of Crushing Plant
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Kinerja Crushing Plan Batuan Andesit dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Produksi di PT. Ansar Terang Crushindo Performance Analysis of Crushing Plant
ANALISIS PENGARUH STRUKTUR JOINT TERHADAP FRAGMENTASI PELEDAKAN DAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT PT SEMEN PADANG (PERSERO), TBK.
ANALISIS PENGARUH STRUKTUR JOINT TERHADAP FRAGMENTASI PELEDAKAN DAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT PT SEMEN PADANG (PERSERO), TBK. ANALYSIS OF INFLUENCE OF JOINT STRUCTURE ON DRAGING FRAGMENTATION AND PRODUCTIVITY
Metode Tambang Batubara
Metode Tambang Batubara 1. SISTEM PENAMBANGAN BATUBARA Sistem penambangan batubara ada 3, yaitu: - Penambangan Terbuka - Penambangan Bawah Tanah - Penambangan dengan Auger 1.1 Penambangan batubara terbuka
BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN START. Identifikasi masalah. Pengolahan data stockpile hingga menjadi model. Analisa pengadaan alat berat
BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang alur kegiatan analisa pengadaan alat berat di terminal curah batubara. Diagram alir kegiatan dapat dilihat pada gambar 3.1. START
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Kegiatan Peremukan Batugamping Peremukan batugamping dimaksudkan untuk memperkecil ukuran material hasil penambangan yang masih berbentuk bongkah menjadi ukuran yang diharapkan
MODEL TRANSPORTASI PENGANGKUTAN BATUBARA KE LOKASI DUMPING DENGAN METODE SUDUT BARAT LAUT DAN METODE BIAYA TERENDAH PADA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk
MODEL TRANSPORTASI PENGANGKUTAN BATUBARA KE LOKASI DUMPING DENGAN METODE SUDUT BARAT LAUT DAN METODE BIAYA TERENDAH PADA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk TRANSPORTATION MODEL OF COAL HAULING TO DUMPING LOCATION
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Pengaruh Cone Crusher Tertiary terhadap Persentase Hasil si dengan Menggunakan Uji Beltcut untuk Mendapatkan Hasil yang Optimal pada Tambang Quarry
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pendahuluan Indonesia sebagai negara berkembang dimana pembangunan di setiap wilayah di indonesia yang semakin berkembang yang semakin berkekembang pesat-nya bangunanbangunan
PROSES PENAMBANGAN BATUBARA
PROSES PENAMBANGAN BATUBARA 1. Pembersihan lahan (land clearing). Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan daerah yang akan ditambang mulai dari semak belukar hingga pepohonan yang berukuran besar. Alat
TINJAUAN PUSTAKA. lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, bongkaran muatan dan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya, misalnya
Berikut ini sedikit informasi beberapa macam jenis mesin stone crusher dan fungsi/ kegunaannya :
Macam Jenis Mesin Pemecah Batu "Stone Crusher" dan Fungsinya trendmesin. Mesin pemecah batu atau "stone crusher machine" secara umum mempunyai pengertian yaitu mesin untuk memecah/ menghancurkan bongkahan-bongkahan
BAB I PENDAHULUAN. besar berwarna gelap vesicular batuan vulkanik yang bisanya porfiritik (berisi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batuan andesit berasal dari pembekuan magma di dekat atau di atas permukaan bumi, karena itu sering disebut batuan beku luar. Andesit sebagian besar berwarna gelap
Serba-serbi Lengkap Mesin Pemecah atau Penghancur Batu/Stone Crusher Machine
Serba-serbi Lengkap Mesin Pemecah atau Penghancur Batu/Stone Crusher Machine Mesin penghancur batu atau biasa juga disebut dengan stone crusher machine menjadi alat yang sering dipakai di dunia industri.
EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL
Jurnal Geomine, Vol., No. : April 0 EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL Amrun Liemin *, Anshariah, Hasbi Bakri Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. PT Antam (Persero) Tbk. UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) Pongkor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Antam (Persero) Tbk. UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) Pongkor merupakan salah satu tambang emas bawah tanah (underground) yang terdapat di Indonesia yang terletak
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Analisis Kinerja Crushing Plant A dan Hubungannya dengan Production Rate Index di Pt Lotus SG Lestari Kampung Pabuaran, Desa Cipinang Kecamatan Rumpin, Kabupaten
EVALUASI CRUSHING PLANT UNTUK PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PADA PT INDONESIAN MINERALS AND COAL MINING KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT
EVALUASI CRUSHING PLANT UNTUK PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PADA PT INDONESIAN MINERALS AND COAL MINING KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT M. Mugeni 1*, Uyu Saismana 1, Riswan 1, Kumaini 2 1 Program Studi
RINTA ANGGRAINI
TUGAS AKHIR OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BERAT PADA PEMBANGUNAN RELOKASI JALAN ARTERI RAYA PORONG (PAKET 4) KABUPATEN SIDOARJO JAWA TIMUR RINTA ANGGRAINI 3 040 67 PROGRAM STUDI
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan IV 2016 ISBN Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Kajian Teknis Alat Muat dan Alat Angkut Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Sebesar 24.500 Ton/Hari Pada Crusher Tuban I PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Optimalisasi Alat Crushing Plant untuk Memenuhi Target Produksi Andesit di PT. Ansar Terang Crushindo, Kecamatan Pangkalan Kota Baru Kabupaten Lima Puluh Kota
BAB IV PENAMBANGAN 4.1 Metode Penambangan 4.2 Perancangan Tambang
BAB IV PENAMBANGAN 4.1 Metode Penambangan Cadangan Batubara yang terdapat dalam daerah penambangan Sangasanga mempunyai kemiringan umum sekitar 10-15 dan dengan cropline yang berada di sisi barat daerah
DAFTAR ISI... RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB
DAFTAR ISI RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 2 1.3. Tujuan
EVALUASI PENGGUNAAN ALAT-ALAT BERAT PROYEK
EVALUASI PENGGUNAAN ALAT-ALAT BERAT PROYEK Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Sei Rakyat Labuhan Bilik Sei Berombang Kecamatan Panai Tengah Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu Syafriani 1, Ir. Joni
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tahap tahap pekerjaan pemecahan pada crusher dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Pemecah Batu (stone crusher) Agregat yang digunakan dalam campuran aspal dapat diambil dari alam (quarry) yang berupa pasir, kerikil atau batuan. Kadang batuan dari alam
BAB II. HAMMER MILL. 2.1 Landasan Teori
BAB II. HAMMER MILL 2.1 Landasan Teori Untuk dapat memisahkan mineral berharga dari mineral pengganggunya, material hasil penambangan harus direduksi / digerus hingga berukuran halus. Proses pengecilan
ANALISIS BIAYA PELEDAKAN PADA PROSES PEMBONGKARAN BATUGAMPING PT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
ANALISIS BIAYA PELEDAKAN PADA PROSES PEMBONGKARAN BATUGAMPING PT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Muhammad Fauzy 1, Sri Widodo 2, Nurliah Jafar 1 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Teknis Peremuk Batuan Unit Pengolahan Batugamping Untuk Memenuhi Target Produksi Bahan Baku Semen Studi Kasus Unit Operasi Crushing Plant Tuban-1 PT
Metode Perhitungan Cadangan. Konsep Dasar
Metode Perhitungan Cadangan Konsep Dasar Konversi Unit 1 inch = 2,54 cm 1 karat = 200 mgram 1 m = 3,281 feet 1 mile = 1.609 km 1 ha = 10.000 m 2 1 acre = 0,404686 ha 1 cc = 0,061 cinch 1 kg = 2,2046 pound
RANCANGAN POLA DAN ARAH PENGUPASAN LAPISAN TANAH PADA PENAMBANGAN NIKEL LATERITE DI PULAU GE.
RANCANGAN POLA DAN ARAH PENGUPASAN LAPSAN TANAH PADA PENAMBANGAN NKEL LATERTE D PULAU GE. Herry Djainal Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Email ; [email protected]; [email protected]
ANALISA PENINGKATAN KAPASITAS BUCKET ELEVATOR DARI 500 TON PER JAM MENJADI 800 TON PER JAM DI PELABUHAN KHUSUS PT SEMEN GRESIK - TUBAN ABSTRAKSI
ANALISA PENINGKATAN KAPASITAS BUCKET ELEVATOR DARI 500 TON PER JAM MENJADI 800 TON PER JAM DI PELABUHAN KHUSUS PT SEMEN GRESIK - TUBAN ABSTRAKSI Hadi Sutikno¹, Margianto²,Unung Lesmanah³ ¹Mahasiswa Teknik
BAB III DASAR TEORI. sudah pasti melakukan proses reduksi ukuran butir (Comminution) sebagai bagian
BAB III DASAR TEORI 3.1. Umum Setiap proses pengolahan bahan galian baik bijih maupun mineral industri sudah pasti melakukan proses reduksi ukuran butir (Comminution) sebagai bagian yang penting dari keseluruhan
2 Dosen Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional.
KESERASIAN KERJA ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGAMBILAN LUMPUR DAN TANAH PUCUK DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Khaerul Nujum 1, Ag.
Analisis Kinerja Alat Crushing Plant dan Hubungannya dengan Produksi
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Analisis Kinerja Alat Crushing Plant dan Hubungannya dengan Produksi Evaluation of Crushing Plant Equipments and Its Relation with Productions 1 Kilah, 2 Sriyanti,
Prosiding TeknikPertambangan ISSN:
Prosiding TeknikPertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Penggunaan Alat Pada Crushing Plant untuk Meningkatkan Produksi Split dari Boulder Study Of Using Equipment On Crushing Plant For Incereasing Split Production
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Analisis Produksi Crushing Plant dalam Pencapaian Target Produksi Andesit di CV Panghegar Mitra Abadi Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung,
Kajian Biaya Produksi Pemindahan Material Batugamping dari Room of Material ke Crusher di PT Lafarge Cement Indonesia, Lhoknga, Aceh Besar
Kajian Biaya Pemindahan Material Batugamping dari Room of Material ke Crusher di PT Lafarge Cement Indonesia, Lhoknga, Aceh Besar Devi Pratiwi*, Hendra Harisman Program Studi Teknik tambangan, Jurusan
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab 1. Branch Manager Bertanggung jawab kepada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas cabang Medan. a. Menangani, memimpin dan menentukan kebijakan operasional sehari-hari di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mesin pemindah bahan (material handling equipment) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan yang berat dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam jarak yang tidak
BAB I PENDAHULUAN. bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN LUBANG LEDAK, BURDEN DAN SPACING TERHADAP PEROLEHAN FRAGMENTASI BATUGAMPING
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN LUBANG LEDAK, BURDEN DAN SPACING TERHADAP PEROLEHAN FRAGMENTASI BATUGAMPING Herman¹, Sri Widodo², Arif Nurwaskito¹ 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia
[TAMBANG TERBUKA ] February 28, Tambang Terbuka
Tambang Terbuka I. Pengertian Tambang Terbuka Tambang Terbuka (open pit mine) adalah bukaan yang dibuat dipermukaan tanah, betujuan untuk mengambil bijih dan akan dibiarkan tetap terbuka (tidak ditimbun
TERHADAP RANCANGAN PUSH BACK
PENGARUH LOSSES TERHADAP RANCANGAN PUSH BACK 3 BULAN DI FRONT SUWOTA SITE TANJUNGBULI PT. ANEKA TAMBANG UBP NIKEL MALUKU UTARA KABUPATEN HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTARA Oleh : Recky Fernando L. Tobing
Muhammad Oktakusgara 1, Abuamat HAK 2, Maulana Yusuf 3
KAJIAN PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS HOPPER DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENGATASI MASALAH ANTRIAN ALAT ANGKUT DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HOPPER TLS 3 BANKO BARAT PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK COMPARATIVE STUDY
OPTIMALISASI PRODUKSI PERALATAN MEKANIS SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT
OPTIMALISASI PRODUKSI PERALATAN MEKANIS SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT. PUTERA BARAMITRA BATULICIN KALIMANTAN SELATAN Oleh Riezki Andaru Munthoha (112070049)
STUDI TARGET PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN KAJIAN PEMBORAN UNTUK LUBANG LEDAK DI PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOBSITE
STUDI TARGET PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN KAJIAN PEMBORAN UNTUK LUBANG LEDAK DI PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOBSITE ADARO KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Farida Kesumawati 1, Nurhakim
SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO
SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO Pabrik Semen menggunakan Bahan Aditif Fly Ash dengan Proses Kering Oleh : Palupi Nisa 230 030 04 Hikmatul
BAB II TINJAUAN UMUM
BAB II TINJAUAN UMUM 2.1 Keadaan Umum 2.1.1 Lokasi Kesampaian Daerah Lokasi CV JBP secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Provinsi Banten. Secara geografis lokasi
KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM
KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM M. Zaini Arief 1*, Uyu Saismana 2, Ahmad Juaeni 3 1 Mahasiswa Program Studi
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Produksi Crushing Plant di PT. Semen Padang Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sumatera Barat Evaluation of Production Crushing
BAB I PENDAHULUAN. undercarriage
BAB I PENDAHULUAN Excavator merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat yang lain. Tujuan penggunaan excavator adalah untuk membantu melakukan pekerjaan
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Teknis Unit Penggilingan Batu Gamping untuk Memenuhi Target Produksi di CV Samudra Mineralindo, Padalarang, Jawa Barat The Technical Study Milling Unit
Perencanaan Penambangan dan Pengolahan Batu Andesit CV Jaya Baya Batu Persada Malingping Utara, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Perencanaan Penambangan dan Pengolahan Batu Andesit CV Jaya Baya Batu Persada Malingping Utara, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Provinsi Banten 1 Muhammad
Jl. Raya Palembang Prabumulih KM.32 Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia ABSTRAK ABSTRACT
MODIFIKASI GEOMETRI PELEDAKAN DALAM UPAYA MENCAPAI TARGET PRODUKSI 80.000 TON/BULAN DAN MENDAPATKAN FRAGMENTASI YANG DIINGINKAN PADA TAMBANG GRANIT PT. KAWASAN DINAMIKA HARMONITAMA KABUPATEN KARIMUN KEPULAUAN
KAJIAN TEKNIS PENGARUH KETEBALAN LAPISAN BED PADA PAN AMERICAN JIG TERHADAP RECOVERY TIMAH DI TB 1.42 PEMALI PT TIMAH (PERSERO) TBK, BANGKA BELITUNG
KAJIAN TEKNIS PENGARUH KETEBALAN LAPISAN BED PADA PAN AMERICAN JIG TERHADAP RECOVERY TIMAH DI TB 1.42 PEMALI PT TIMAH (PERSERO) TBK, BANGKA BELITUNG TECHNICAL STUDY ON THE INFLUENCE OF THE BED LAYER THICKNESS
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher pada Tambang Andesit di PT. Mandiri Sejahtera Sentra, Gunung Miun, Kampung Pamalayan, Desa
Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM.32 Indralaya Sumatera Selatan, 30662, Indonesia ABSTRAK
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS BELT CONVEYOR DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATUBARA SEBESAR 1800 TON/HARI DI PT. AMAN TOEBILLAH PUTRA LAHAT SUMATERA SELATAN Faizah Hayati 1, Syamsul Komar 2, Fuad Rusydi
Kelompok 6. Pesawat Kerja. Belt Conveyor. Ahmad Fikri Muhamad Nashrulloh
Kelompok 6 Pesawat Kerja Belt Conveyor Ahmad Fikri 5315111767 Muhamad Nashrulloh 5315111769 http://www.automation.com/resources-tools/articles-white-papers/motion-control/selecting-the-optimal-conveyor-drive
EVALUASI KINERJA EXCAVATOR BACKHOE
EVALUASI KINERJA EXCAVATOR BACKHOE CAT 385 DAN CAT 345 TERHADAP PRODUKSI PENAMBANGAN SAKELOLA PAKET 09-218 BANKO BARAT TAHUN 2013 PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK THE EVALUATION OF BACKHOE EXCAVATOR CAT 385
LOADER Alat untuk memuat material ke dump truck, atau memindahkan material, penggalian ringan. Produksi per jam (Q)
LOADER Alat untuk memuat material ke dump truck, atau memindahkan material, penggalian ringan. Produksi per jam (Q) q 60 E Q q = q 1. k dimana, q 1 = kapasitas munjung k = factor bucket Waktu siklus a)
STUDI TEKNIS PENGEBORAN 3 STEEL DAN 4 STEEL UNTUK PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PT SEMEN TONASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN
STUDI TEKNIS PENGEBORAN 3 STEEL DAN 4 STEEL UNTUK PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PT SEMEN TONASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Ramadhani Febrian Malta 1, Nurhakim 2, Riswan 2, Basri 3 1 Mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu industri pertambangan tembaga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT Freeport Indonesia merupakan salah satu industri pertambangan tembaga dan emas terbesar di Indonesia saat ini. PT Freeport Indonesia menerapkan dua sistem
PENGARUH HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DI PIT INUL DAN PIT KEONG PT. KALTIM PRIMA COAL DI SANGATTA KALIMANTAN TIMUR
PENGARUH HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DI PIT INUL DAN PIT KEONG PT. KALTIM PRIMA COAL DI SANGATTA KALIMANTAN TIMUR Abstrak Oleh : James Wilson Siahaan Prodi Teknik Pertambangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Alat Berat Alat berat adalah peralatan mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking) dan memindahkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Bukit Makmur Mandiri Utama (PT BUMA) adalah sebuah perusahaan kontraktor pertambangan yang memiliki kerjasama operasional pertambangan dengan PT Bahari Cakrawala
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Alat Berat Alat berat adalah peralatan mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking) dan memindahkan
OPTIMASI JARAK ADJUSTMENT TENSIONING DEVICE PADA DRAG CHAIN CONVEYOR
OPTIMASI JARAK ADJUSTMENT TENSIONING DEVICE PADA DRAG CHAIN CONVEYOR Budi Setiyana 1) Abstrak Drag Chain Conveyor (DCC) adalah salah satu jenis alat transport untuk memindahkan material baik powder maupun
LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING
LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Laporan Praktikum Proses Pemisahan & Pemurnian Dosen Pembimbing : Ir. Ahmad Rifandi, MSc 2 A TKPB Kelompok
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT LIEBHERR 9400 DALAM KEGIATAN PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RAHMAN ABDIJAYA JOB SITE PT ADARO INDONESIA
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT LIEBHERR 9400 DALAM KEGIATAN PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RAHMAN ABDIJAYA JOB SITE PT ADARO INDONESIA Saipul Rahman 1*, Uyu Saismana 2 1 Mahasiswa Program Studi
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Metode Penambangan 5.2 Perancangan Tambang Perancangan Batas Awal Penambangan
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Metode Penambangan Pemilihan metode penambangan Block Cut Open Pit Mining dikarenakan seam batubara mempunyai kemiringan yang cukup signifikan yaitu sebesar 10-15 sehingga batas akhir
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Genesa Batuan Andesit Andesit berasal dari Magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat mencapai
BAB I PENDAHULUAN. sangat signifikan khususnya terhadap batubara. Batubara merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini kebutuhan akan energi mengalami peningkatan yang sangat signifikan khususnya terhadap batubara. Batubara merupakan sumber energi utama bagi manusia. Indonesia
BAB III PERANCANGAN ULANG BELT CONVEYOR B-W600-6M DENGAN KAPASITAS 9 TON / JAM
37 BAB III PERANCANGAN ULANG BELT CONVEYOR B-W600-6M DENGAN KAPASITAS 9 TON / JAM 3.1. Penjelasan dan Perencanaan Produk PT.CCCM Merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang conveyor system dan
STONE PRODUCTION LINE
STONE PRODUCTION LINE Pengolahan batu lini produk terdiri dari pengumpan, Rahang crusher, crusher dampak atau crusher Kerucut, bergetar layar dan poros vertikal dampak crusher dll. Didukung oleh conveyor
LAPORAN BULANAN AKTIVITAS EKSPLORASI PT ADARO ENERGY Tbk JUNI 2012
LAPORAN BULANAN AKTIVITAS EKSPLORASI PT ADARO ENERGY Tbk JUNI 2012 Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi PT ADARO ENERGY, Tbk KATA PENGANTAR PT Adaro Indonesia adalah perusahaan pertambangan batubara yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bucket Wheel Excavator (B.W.E) 2.1.1 Pengertian Bucket Wheel Excavator (B.W.E) Bucket wheel excavator (B.W.E) adalah alat berat yang digunakan pada surface mining, dengan fungsi
DAFTAR ISI. IV. HASIL PENELITIAN Batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) vii
DAFTAR ISI RINGKASAN... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan Penelitian...
GAYA SILINDER STICK DAN SILINDER BUCKET PADA EXCAVATOR 320 CATERPILLAR AKIBAT GAYA POTONG
Jurnal Mekanikal, Vol. 3 No. 2: Juli 212: 293-31 ISSN 286-343 GAYA SILINDER STICK DAN SILINDER BUCKET PADA EXCAVATOR 32 CATERPILLAR AKIBAT GAYA POTONG Muhammad Zuchry Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik,Universitas
BAB III TEORI DASAR 3.1 Pengertian Coal Processing Plant 3.2 Run Of Mine (ROM ) Stockpile
BAB III TEORI DASAR Operasi crushing system yang dilakukan di Coal Processing Plant 3 (CPP3) merupakan proses pengecilan ukuran batubara hasil penambangan sehingga akan diperoleh ukuran batubara sesuai
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Rancangan Teknis Penambangan dan Pengolahan Batuan Andesit oleh PT Puspa Jaya Madiri Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat Technical
BAB V PEMBAHASAN. perkecil ukurannya sebesar ton per bulan. Sedangkan kemampuan
BAB V PEMBAHASAN PT Nan Riang mempunyai target produksi batubara yang akan di perkecil ukurannya sebesar 25000 ton per bulan. Sedangkan kemampuan produksi yang ada pada saat ini pada site ampelu adalah
Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dengan Proses Bayer Kapasitas Ton / Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES
74 3.1. Size Reduction 1. Crusher 01 BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES Kode : SR-01 : Mengecilkan ukuran partikel 50 mm menjadi 6,25 mm : Cone Crusher Nordberg HP 500 : 2 alat (m) : 2,73 Tinggi (m)
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Upaya Peningkatan Produksi (Split) Batu Andesit pada Crushing Plant di PT Mandiri Sejahtera Sentra di DesaSukamulya Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta
