CONSUMPTION AND COST
|
|
|
- Sudomo Hermawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Besarnya pendapatan yang diperoleh/diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Namun demikian data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam survey/ kegiatan Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) didekati melalui pengeluaran rumah tangga. On general, the income of household can indicates the public welfare. On the other hand, getting accurate and up date data of household income is difficult. The Regional Socio Economic Survey of BPS Statistics Indonesia activity method approaches through the household expenditure. Pengeluaran rumah tangga dapat dibedakan menurut Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan, dimana menggambarkan bagaimana penduduk mengalokasikan kebutuhan rumah tangganya. Walaupun harga antar daerah berbeda, nilai pengeluaran rumah tangga masih dapat menunjukkan perbedaan tingkat kesejahteraan penduduk antar Provinsi khususnya dilihat dari segi ekonomi. The household expenditures were classified into food consumption and non food consumption expenditure. It showed how the households allocate the expenditures according to their household needs. Although the price of interregional was different, the household expenditures can indicate the differences of population welfare stages, especially from the economic view. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di negara yang sedang berkembang, pemenuhan kebutuhan makanan masih menjadi merupakan prioritas utama, dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan gizi. The food consumption and non food consumption expenditure were closely related with the society income stage. In the developed countries, the consumption of food was getting the main priority as the nutrient fulfillment. Jawa Barat Dalam Angka
2 KONSUMSI DAN PENGELUARAN Pengeluaran ratarata perkapita sebulan menurut kabupaten/kota di Jawa Barat pada tahun 2006 dapat dilihat pada Dari tabel terlihat ratarata pengeluaran perkapita sebulan menurut Jenis Pengeluaran yang paling tinggi ada di Kota Depok yaitu sebesar Rp disusul oleh Kota Bekasi Rp dan Kota Bandung sebesar Rp Di masingmasing ketiga kota tersebut, Kota Depok, Kota Bekasi dan kota Bandung, jenis pengeluaran terbesarnya adalah kelompok Bukan Makanan masingmasing 59,86 persen, 58,18 persen, dan 59,46 persen. Average per capita monthly expenditure for Regency/City in Jawa Barat in 2006 is presented in The table shows that the highest average percapita monthly expenditures by commodity group mostly occurred in Depok City for rupiahs, followed by Bekasi City for rupiahs and Bandung City for rupiahs. In these three cities, Depok City, Bekasi City, and Bandung City, the highest expenditures occurred on Non Food Commodity Group for percent, percent, and percent consecutively. 484 Jawa Barat Dalam Angka 2007
3 Grafik 10.1/ Figure 10.1 Pengeluaran RataRata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Jawa Barat Average Monthly Per Capita Expenditure by Commodity in Jawa Barat Makanan Non Makanan Grafik 10.1/Figure 10.1 Pengeluaran Ratarata Perkapita Sebulan Menurut Sub Golongan Bukan Makanan di Jaw a Barat Average Monthly Per Capita Expenditure by Non Food Commodity in Jawa Barat % 2% 2% Perumahan 8% Aneka Barang dan Jasa Pendidikan 4% Kesehatan 8% 52% Pakaian Barang Tahan Lama Pajak Keperluan Pesta 19% Jawa Barat Dalam Angka
4 10.1 Pengeluaran Ratarata Per Kapita Sebulan Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Barang di Jawa Barat Average Monthly Per Capita Expenditure by Regency/City and Commodity Group in Jawa Barat 2006 Kabupaten/Kota Regency/City Makanan/Food (Rupiah) Persentase/ Percentage (%) Bukan Makanan/ Non food ( Rupiah ) Persentase/ Percentage ( % ) [1] [2] [3] [4] [5] Kab/Reg 01. Bogor , , Sukabumi , , Cianjur , , Bandung , , Garut , , Tasikmalaya , , Ciamis , , Kuningan , , Cirebon , , Majalengka , , Sumedang , , Indramayu , , S u b a n g , , Purwakarta , , Karawang , , Bekasi , ,79 Kota/City 17. Bogor , , Sukabumi , , Bandung , , Cirebon , , Bekasi , , Depok , , Cimahi , , Tasikmalaya , , Banjar , ,33 Jawa Barat , ,54 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
5 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.1 Kabupaten/Kota Regency/City Jumlah Pengeluaran/ Total of Expenditure ( Rupiah ) Persentase/Percentage ( % ) [1] [2] [3] Kab/Reg 01. Bogor , Sukabumi , Cianjur , Bandung , Garut , Tasikmalaya , Ciamis , Kuningan , Cirebon , Majalengka , Sumedang , Indramayu , S u b a n g , Purwakarta , Karawang , Bekasi ,00 Kota/City 17. Bogor , Sukabumi , Bandung , Cirebon , Bekasi , Depok , Cimahi , Tasikmalaya , Banjar ,00 Jawa Barat ,00 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 488 Jawa Barat Dalam Angka 2007
6 10.2 Pengeluaran RataRata Per Kapita Sebulan Untuk Sub Golongan Makanan Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average Mounthly Per Capita Expenditure for Food by Monthly Per Capita Expenditure Class (Rp/Rupiahs) 2006 Kind of Commodity < [1] [2] [3] [4] 1. Padipadian / Cereals Umbiumbian/ Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur, Susu / Egg and Milk Sayursayuran / Vegetables Kacangkacangan /Legumes Buahbuahan /Fruits Minyak dan Lemak / Oil and Fats Bahan Minuman / Beverage Stuffs Bumbubumbuan / Spices Komsumsi Lainnya / Miscellaneous 252 Food Items 13. Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages 15. Tembakau, Sirih / Tobacco Betel Jumlah / Total Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
7 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.2 Kind of Commodity 1. Padipadian / Cereals [1] [5] [6] [7] Umbiumbian/ Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur, Susu / Egg and Milk Sayursayuran / Vegetables Kacangkacangan /Legumes Buahbuahan /Fruits Minyak dan Lemak / Oil and Fats Bahan Minuman / Beverage Stuffs Bumbubumbuan / Spices Komsumsi Lainnya / Miscellaneous Food Items Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages Tembakau, Sirih / Tobacco Betel Jumlah / Total Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 490 Jawa Barat Dalam Angka 2007
8 10.2 Kind of Commodity > RataRata Perkapita/ Percapita Average [1] [8] [9] [10] 1. Padipadian / Cereals Umbiumbian/ Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur, Susu / Egg and Milk Sayursayuran / Vegetables Kacangkacangan /Legumes Buahbuahan /Fruits Minyak dan Lemak / Oil and Fats Bahan Minuman / Beverage Stuffs Bumbubumbuan / Spices Komsumsi Lainnya / Miscellaneous Food Items Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages Tembakau, Sirih / Tobacco Betel Jumlah / Total Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
9 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.3 Pengeluaran RataRata Per kapita Sebulan Untuk Sub Golongan Bukan Makanan Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average Monthly Percapita Expenditure for Non Food by Monthly Percapita Expenditure Class (Rp/Rupiahs) 2006 Kind of Commodity < [1] [2] [3] [4] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Houseing and Household Facility Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services Biaya Pendidikan / Education Cost Biaya Kesehatan / Health Cost Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear Barangbarang tahan lama / Durable Goods Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurances Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies 275 Jumlah /Total Jumlah Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan/Total of Expenditure Food and Non Food Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 492 Jawa Barat Dalam Angka 2007
10 10.3 Kind of Commodity [1] [5] [6] [7] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Houing ang Household Facility Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services Biaya Pendidikan / Education Cost Biaya Kesehatan / Health Cost Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear Barangbarang tahan lama / Durable Goods 7. Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurance 8. Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies Jumlah /Total Jumlah Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan/ Total of Expenditure Food and Non Food Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
11 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.3 Kind of Commodity > Ratarata Per Kapita/ Percapita Average [1] [8] [9] [10] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Housing and Household Facility 2. Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services Biaya Pendidikan / Education Cost 4. Biaya Kesehatan / Health Cost 5. Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear Barangbarang tahan lama / Durable Goods 7. Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurance Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies Jumlah/Total Jumlah Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan/ Total of Expenditure Food and Non Food Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 494 Jawa Barat Dalam Angka 2007
12 10.4 Persentase Pengeluaran RataRata Per kapita Sebulan Untuk Sub Golongan Makanan Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Percentage Average Monthly Percapita Expenditure for Non Food by Monthly Percapita Expenditure Class (Rp/Rupiahs) 2006 Kind of Commodity < [1] [2] [3] [4] 1. Padipadian / Cereals 2. Umbiumbian/ Tubers 3. Ikan / Fish 4. Daging / Meat 5. Telur, Susu / Egg and Milk 6. Sayursayuran / Vegetables 7. Kacangkacangan /Legumes 8. Buahbuahan /Fruits 9. Minyak dan Lemak / Oil and Fats 10. Bahan Minuman / Beverage Stuffs 11. Bumbubumbuan / Spices 12. Komsumsi Lainnya / Miscellaneous Food Items 13. Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages 14. Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages 15. Tembakau, Sirih / Tobacco Betel 20,55 0,43 9,99 1,46 3,50 5,27 3,45 1,89 7,14 3,32 2,00 0,67 6,09 5,71 Jumlah / Total 71,45 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
13 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.4 Kind of Commodity 1. Padipadian / Cereals [1] [2] [3] [4] 32, 98 27,75 24,21 2. Umbiumbian/ Tubers 1, 18 0,91 0,95 3. Ikan / Fish 5, 43 4,80 4,90 4. Daging / Meat 0, 69 0,75 1,02 5. Telur, Susu / Egg and Milk 2, 77 2,48 3,05 6. Sayursayuran / Vegetables 4, 49 4,10 4,37 7. Kacangkacangan /Legumes 3, 41 3,15 3,13 8. Buahbuahan /Fruits 0, 76 1,14 1,54 9. Minyak dan Lemak / Oil and Fats 3, 47 3,26 3, Bahan Minuman / Beverage Stuffs 1, 81 2,23 2, Bumbubumbuan / Spices 2, 19 2,29 2, Komsumsi Lainnya / Miscellaneous Food Items 2, 13 1,96 2, Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages 2, 60 4,95 6, Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages 15. Tembakau, Sirih / Tobacco Betel 0,01 3, 97 6,45 7,56 Jumlah / Total 67, 88 66,24 67,13 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 496 Jawa Barat Dalam Angka 2007
14 10.4 Kind of Commodity 1. Padipadian / Cereals > Ratarata Per Kapita/ Percapita Average [1] [2] [3] [3] 16,65 6,86 9,11 2. Umbiumbian/ Tubers 0,72 0,41 0,51 3. Ikan / Fish 4,47 3,28 3,87 4. Daging / Meat 1,56 2,61 2,81 5. Telur, Susu / Egg and Milk 3,00 3,39 3,79 6. Sayursayuran / Vegetables 3,60 2,65 3,12 7. Kacangkacangan /Legumes 2,64 1,65 2,00 8. Buahbuahan /Fruits 1,60 1,84 2,05 9. Minyak dan Lemak / Oil and Fats 2,50 1,52 1, Bahan Minuman / Beverage Stuffs 2,28 1,73 2, Bumbubumbuan / Spices 1,79 1,18 1, Komsumsi Lainnya / Miscellaneous Food Items 2,28 1,87 2, Makanan dan Minuman yang Sudah Jadi / Prepared Food and Beverages 7,49 8,58 9, Minuman yang Mengandung Alokohol / Alcoholic Beverages 0,02 0,04 0, Tembakau, Sirih / Tobacco Betel 7,75 6,56 7,55 Jumlah / Total 58,33 44,16 51,87 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
15 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.5 Persentase Pengeluaran RataRata Per kapita Sebulan Untuk Sub Golongan Bukan Makanan Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Percentage Average Monthly Percapita Expenditure for Non Food by Monthly Percapita Expenditure Class 2006 Kind of Commodity < [1] [2] [3] [4] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Housing and Household Facility 2. Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services 15,65 1,33 3. Biaya Pendidikan / Education Cost 4. Biaya Kesehatan / Health Cost 5. Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear 3,00 1,81 5,22 6. Barangbarang tahan lama / Durable Goods 7. Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurances 0,39 0,42 8. Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies 0,73 Jumlah /Total 28,55 Jumlah Pengeluaran Makanan dan Non Makanan/ Total of Expenditure Food and Non Food 100,00 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 498 Jawa Barat Dalam Angka 2007
16 10.5 Kind of Commodity [1] [5] [6] [7] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Housing and Household Facility 18,51 18,68 17,42 2. Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services 3,81 4,54 5,08 3. Biaya Pendidikan / Education Cost 2,69 3,82 3,14 4. Biaya Kesehatan / Health Cost 1,50 1,19 1,24 5. Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear 4,56 4,34 4,45 6. Barangbarang tahan lama / Durable Goods 0,44 0,55 0,67 7. Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurance 0,25 0,33 0,35 8. Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies 0,35 0,31 0,53 Jumlah /Total 32,12 33,76 32,87 Jumlah Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan/ Total of Expediture Food and Non Food 100,00 100,00 100,00 Source : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat Jawa Barat Dalam Angka
17 KONSUMSI DAN PENGELUARAN 10.5 Kind of Commodity > Ratarata Per Kapita/ Percapita Average [1] [8] [9] [10] 1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga / Housing and Household Facility 25,70 34,34 24,94 2. Aneka Barang dan Jasa/ Goods and Services 5,76 8,37 9,07 3. Biaya Pendidikan / Education Cost 2,81 3,38 3,74 4. Biaya Kesehatan / Health Cost 1,41 1,91 2,02 5. Pakaian, Alas kaki dan Tutup Kepala / Clothing, Footwear and Headwear 4,34 3,42 3,70 6. Barangbarang tahan lama / Durable Goods 0,70 2,34 2,45 7. Pajak Pemakaian dan Premi Asuransi / Taxes and Insurance 0,36 1,00 1,05 8. Keperluan Pesta dan Upacara / Parties And Ceremonies 0,60 1,09 1,17 Jumlah /Total 41,67 55,84 48,13 Jumlah Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan/ Total of Expediture Food and Non Food 100,00 100,00 100,00 Suuce : The 2006 Regional Socio Economic Survey BPS Statistik of Jawa Barat 500 Jawa Barat Dalam Angka 2007
CONSUMPTION AND COST
Besarnya pendapatan yang diperoleh/diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Namun demikian data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam survey/ kegiatan
CONSUMPTION AND COST
CONSUMPTION AND COST Besarnya pendapatan yang diperoleh/diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Namun demikian data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam
Comsumption and Cost
Comsumption and Cost Pengeluaran rumah tangga dapat dibedakan menurut Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan, dimana menggambarkan bagaimana penduduk mengalokasikan kebutuhan rumah tangganya. Walaupun harga
x Comsumption and Cost
x Comsumption and Cost CONSUMPTION AND COST Kesejahteraan suatu kelompok masyarakat dapat diketahui dari tingkat pendapatan masyarakatnya. Namun data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam
Comsumption and Cost
Comsumption and Cost CONSUMPTION AND COST Grafik 10.2/Figure 10.2 Pengeluaran Rata-rata Per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Jawaa Barat Average Monthly Per Capita Expenditure by Regency/City
BAB. XII. KONSUMSI PENGELUARAN PER KAPITA Per Capita Expenditure Consumtion JAWA TENGAH DALAM ANGKA
BAB. XII KONSUMSI PENGELUARAN PER KAPITA Per Capita Expenditure Consumtion 539 540 BAB XII CHAPTER XII PENGELUARAN KONSUMSI PER KAPITA PER CAPITA CONSUMPTION EXPENDITURE Besarnya pendapatan yang diterima
10. PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK/Expenditure and Consumptions of People
10. PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK/Expenditure and Consumptions of People PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK PENJELASAN TEKNIS 1. Data Pengeluaran dan Konsumsi penduduk menurut kelompok barang diperoleh
Konsumsi/ Consumption
Nusa Tenggara Barat in Figures 2012 531 532 Nusa Tenggara Barat in Figures 2012 BAB X KONSUMSI CHAPTER X CONSUMPTION Konsumsi/ Pada tahun 2011, rata rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk NTB sebesar
KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN & PENGELUARAN PENDUDUK
KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN & PENGELUARAN PENDUDUK 596 Jambi Dalam Angka 2010 FOOD SUPPLY AND POPULATION OF EXPENDITURE BAB 10 KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN & PENGELUARAN PENDUDUK CHAPTER 10 FOOD SUPPLY AND
BAB 10 KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN & PENGELUARAN PENDUDUK CHAPTER 10 FOOD SUPPLY AND POPULATION EXPENDITURE Pengeluaran dan Konsumsi
BAB 10 KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN & PENGELUARAN PENDUDUK CHAPTER 10 FOOD SUPPLY AND POPULATION EXPENDITURE 10.1. Pengeluaran dan Konsumsi Secara umum tingkat ketersediaan pangan nasional ditinjau dari
I. PENDAHULUAN. dan gaya hidup masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan yang. menginginkan kepraktisan dalam mengonsumsi makanan dan minuman
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Terbukanya peluang bisnis di bidang makanan dan minuman merupakan hal yang sangat menarik bagi para pebisnis untuk memulai usaha dan mendapatkan omset yang
Population and Labour Force
Population and Labour Force POPULATION AND LABOUR FORCE Grafik 3.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jawa Barat Menurut Kabupaten/Kota Growth Rate Population in Jawa Barat by Regency/City 2000-2010 26.
penduduk pertengahan tahun tersebut sebesar person jiwa. Jawa Barat Dalam Angka / Jawa Barat in Figures
Regional Income REG GIONAL INCOM ME Jawa Barat Dallam Angka / Jaw wa Barat in Figurres 2011 521 REGIONAL INCOME PDRB Provinsi Jawa Barat tahun 2010 atas dasar harga berlaku sebesar 770.660.505 juta rupiah,
Population and Labour Force
Population and Labour Force 3.1. Penduduk 3.1. Population Pada tahun 2009 penduduk di Kabupaten /Kota Jawa Barat yang terbanyak di Kabupaten Bogor, yaitu sebesar 4, 4 juta jiwa dan diikuti oleh Kabupaten
BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT
BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT Pendapatan masyarakat yang merata, sebagai suatu sasaran merupakan masalah yang sulit dicapai, namun jabatan pekerjaan, tingkat pendidikan umum, produktivitas, prospek
BAB I PENDAHULUAN. pendapatan di daerah setempat. Penyediaan lapangan kerja berhubungan erat dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Daya beli masyarakat berkaitan erat dengan pendapatan perkapita, Sedangkan pendapatan perkapita dipengaruhi oleh penyediaan lapangan kerja dan distribusi pendapatan
DIPA BADAN URUSAN ADMINISTRASI TAHUN ANGGARAN 2014
TOTAL BAES01 JAWA BARAT 129,401,372,000.00 BELANJA PEGAWAI 100,974,521,000.00 BELANJA BARANG OPERASIONAL 8,203,990,000.00 BELANJA BARANG NON OPERASIONAL 2,838,361,000.00 BELANJA MODAL 17,384,500,000.00
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 08 /PMK.07/2011 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 08 /PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN PANAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2006, TAHUN
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
CHAPTER XII POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION Penjelasan Teknis Technical Notes 1. Data pengeluaran dan konsumsi penduduk menurut kelompok barang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN. Alokasi. Dana. SDA. Pertambangan. Panas Bumi. TA 2012. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01/PMK.07/2012 TENTANG PERKIRAAN
POPULATION AND LABOUR FORCE
Kesejahteraan penduduk merupakan sasaran utama dari pembangunan di berbagai daerah. Untuk itu pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha dalam rangka memecahkan masalah kependudukan. The main aim of
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
CHAPTER XII POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION Penjelasan Teknis Technical Notes 1. Data pengeluaran dan konsumsi penduduk menurut kelompok barang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
Banyak kalangan pebisnis yang memprediksi bahwa tren pasar consumer. naiknya permintaan maupun konsumsi produk-produk fast moving consumer
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Banyak kalangan pebisnis yang memprediksi bahwa tren pasar consumer goods di Indonesia akan meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
BAB I PENDAHULUAN. ketimpangan dan pengurangan kemiskinan yang absolut (Todaro, 2000).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap mental dan lembaga termasuk pula percepatan/akselerasi
Jumlah penduduk Jawa Barat berdasarkan hasil SP2010 sebanyak 43 juta orang dengan laju pertumbuhan sebesar 1,91 persen per tahun
Jumlah penduduk Jawa Barat berdasarkan hasil SP2010 sebanyak 43 juta orang dengan laju pertumbuhan sebesar 1,91 persen per tahun Sekapur Sirih Sebagai pengemban amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997
Analisis Tingkat Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Berdasarkan Tingkat Pengeluaran... (Lindawati dan Subhechanis Saptanto)
Analisis Tingkat Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Berdasarkan Tingkat Pengeluaran... (Lindawati dan Subhechanis Saptanto) ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN DAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN TINGKAT PENGELUARAN
Population and Labour Force
Population and Labour Force POPULATION AND LABOUR FORCE 3.1. Penduduk 3.1. Population Pada tahun 2008 penduduk di Kabupaten /Kota Jawa Barat yang terbanyak di Kabupaten Bogor, yaitu sebesar 4,4 juta jiwa
PERANAN PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (MODUL 2)
PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN (PTE101002) PERANAN PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (MODUL 2) TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP. Dr.Ir. Rini Dwiastuti, MS (Editor) TM3 MATERI PEMBELAJARAN Sektor
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2010 Kementerian Keuangan. Dana Bagi Hasil. Pertambangan. Panas Bumi.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2010 Kementerian Keuangan. Dana Bagi Hasil. Pertambangan. Panas Bumi. PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 06/PMK.07/2010 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA
I. PENDAHULUAN. Pangan menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 adalah segala. yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Rumusan Masalah Pangan menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan,
BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT
BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT 5.1. PDRB Antar Kabupaten/ Kota eranan ekonomi wilayah kabupaten/kota terhadap perekonomian Jawa Barat setiap tahunnya dapat tergambarkan dari salah
BAB IV GAMBARAN UMUM DAN OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara Lintang
56 BAB IV GAMBARAN UMUM DAN OBJEK PENELITIAN A. Letak Wilayah dan Luas Wilayah Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 50-7 50 Lintang selatan dan 104 48-108 48 Bujur Timur, dengan luas
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015
BPS PROVINSI JAWA BARAT INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 No. 38/07/32/Th. XVIII, 1 Juli 2016 Pembangunan manusia di Jawa Barat pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus
PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR
PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR EXPENDITURE OF HOUSEHOLD RUBBER FARMERS IN THE VILLAGE PULAU JAMBU KUOK DISTRCT REGENCY KAMPAR Arif Suganda 1,
PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 46/08/32/Th. XVII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014 TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 253.296 TON, CABAI
BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT
BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT 5.1. PDRB Antar Kabupaten/ Kota oda perekonomian yang bergulir di Jawa Barat, selama tahun 2007 merupakan tolak ukur keberhasilan pembangunan Jabar.
BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah
5.1. Kondisi Geografis BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT Propinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 o 50 ' - 7 o 50 ' Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 (dalam rupiah)
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 214 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 5 MAHKAMAH AGUNG : 2 JAWA BARAT SEMULA SETELAH 1 I. IKHTISAR MENURUT SUMBER DANA 1 RUPIAH MURNI 3 KETERTIBAN DAN KEAMANAN 4 PERADILAN
IV. POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA MISKIN DI PULAU JAWA
IV. POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA MISKIN DI PULAU JAWA Data pola konsumsi rumah tangga miskin didapatkan dari data pengeluaran Susenas Panel Modul Konsumsi yang terdiri atas dua kelompok, yaitu data pengeluaran
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 21/4/32/Th XIX, 17 April 2017 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016 IPM Jawa Barat Tahun 2016 Pembangunan manusia di Jawa Barat pada tahun 2016 terus mengalami kemajuan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2016 INFLASI 0,15 PERSEN Pada Maret 2016 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,15
DATA MENCERDASKAN BANGSA
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2014 TERJADI INFLASI SEBESAR 1,23 PERSEN Januari 2014 IHK Karawang mengalami kenaikan indeks. IHK dari 141,08 di Bulan Desember 2013 menjadi 142,82 di
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
CHAPTER XI PRICES Penjelasan Teknis 1. Data harga yang disajikan meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan laju inflasi. Technical Notes 1. Price statistics cover : Consumer Price Indices (CPI) and inflation
TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 15/02/32/Th.XVII, 16 Februari 2014 TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014 Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun. Berdasarkan
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali
Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb.
II Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya kami dapat menerbitkan Buku Statistik Ketahanan Pangan Jawa Barat Tahun 2013. Buku ini menyajikan
CAPAIAN INDIKATOR MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN AREA MANAJEMEN TRIWULAN I TAHUN 2016
CAPAIAN INDIKATOR MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN AREA MANAJEMEN TRIWULAN I TAHUN 2016 NO STANDAR JUDUL INDIKATOR Jan Feb Mar CAPAIAN TRW I ANALISA RTL 1 Manajerial 1 : Pengadaan rutin peralatan kesehatan
DATA PERKEMBANGAN REALISASI INVESTASI PMA DAN PMDN SE JAWA BARAT PERIODE LAPORAN JANUARI - MARET TAHUN 2017
DATA PERKEMBANGAN REALISASI INVESTASI PMA DAN PMDN SE JAWA BARAT PERIODE LAPORAN JANUARI - MARET TAHUN 2017 I. REALISASI INVESTASI PMA & PMDN 1. Total Realisasi Investasi PMA dan PMDN berdasarkan Laporan
PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 12 Tahun 2010 TENTANG PENGELOLAAN PENGGUNAAN DAN PENGALOKASIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN 2010
PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 12 Tahun 2010 TENTANG PENGELOLAAN PENGGUNAAN DAN PENGALOKASIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang Mengingat : a. bahwa
ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009
ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009 Taryono dan Hendro Ekwarso Fakultas Ekonomi Universitas Riau ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan
CHAPTER XI POVERTY BAB XI KEMISKINAN
BAB XI KEMISKINAN Pada bab ini menyajikan gambaran umum kondisi kemiskinan di Kota Kendari yang mencakup jumlah penduduk miskin, Garis Kemiskinan, serta persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (dalam rupiah)
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 213 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 5 MAHKAMAH AGUNG : 2 PROP. JAWA BARAT SEMULA SETELAH 1 I. IKHTISAR MENURUT SUMBER DANA 1 RUPIAH MURNI 3 KETERTIBAN DAN KEAMANAN 4
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi ton beras dari petani nasional khususnya petani di wilayah Jawa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Jawa Barat menargetkan bahwa pada tahun 2016 ini akan menyerap 450.000 ton beras dari
Daftar Populasi dan Sampel Penelitian
Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Penelitian No Kabupaten/Kota Kriteria Sampel 1 2 1 Bogor Sampel 1 2 Sukabumi Sampel 2 3 Cianjur Sampel 3 4 Bandung Sampel 4 5 Garut Sampel 5 6 Tasikmalaya Sampel 6
BAB I PENDAHULUAN. Timur dan Tenggara. Negara-negara dengan sebutan Newly Industrializing Countries
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu pendorong yang signifikan pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di dunia terutama di Asia Timur dan Tenggara.
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
CHAPTER XI PRICES Penjelasan Teknis 1. Data harga yang disajikan meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan laju inflasi. Technical Notes 1. Price statistics cover : Consumer Price Indices (CPI) and inflation
BERITA RESMI STATISTIK
Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016 No. 30/05/Th. XIX, 24 Mei 2017 BERITA RESMI STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016
INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DAN INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER KOTA BEKASI TAHUN 2013
No. 02/11/Th. XIV, 12 November 2014 INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DAN INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER KOTA BEKASI TAHUN 2013 1. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Bekasi Tahun 2013 A. Penjelasan Umum IPG merupakan
BAB 10. PENDAPATAN REGIONAL
BAB 10. PENDAPATAN REGIONAL 10.1. Produk Domestik Regional Bruto menurut Lapangan Usaha PDRB Kalimantan Selatan menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku dengan migas tahun 2009 mencapai 51.177 milyar
CHAPTER XII COMPARISON BETWEEN REGENCIES/ CITIES BAB XII PERBANDINGAN ANTARA KABUPATEN/ KOTA
BAB XII PERBANDINGAN ANTARA KABUPATEN/ KOTA Pada bab ini menyajikan gambaran umum perbandingan datadata strategis daerah Kota Kendari dengan kabupaten/kota lain yang berada di kawasan provinsi Sulawesi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. dalam perekonomian Indonesia. Masalah kemiskinan, pengangguran, pendapatan
Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kelemahan strategi pembangunan ekonomi di masa lalu dan krisis ekonomi yang berkepanjangan, telah menimbulkan berbagai persoalan yang
PENDAPATAN REGIONAL REGIONAL INCOME
PENDAPATAN REGIONAL REGIONAL INCOME PENJELASAN TEKNIS 1. Metodologi penghitungan pendapatan regional yang dipakai mengikuti buku petunjuk BPS Sistem Neraca Nasional. 2. Pengertian Produk Domestik Bruto
V GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 5.1 Geografis dan Administratif Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 0 50 7 0 50 Lintang Selatan dan 104 0 48 108 0 48 Bujur Timur, dengan batas-batas
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 06/12 Th. IX, 2 Januari 2012 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2011 BREBES INFLASI SEBESAR 0,05 PERSEN Pada bulan 2011 di Brebes terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks
KONSUMSI RUMAH TANGGA PADA KELUARGA SEJAHTERA DAN PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR
KONSUMSI RUMAH TANGGA PADA KELUARGA SEJAHTERA DAN PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR Nurul Annisa Prias Kusuma Wardani, Suprapti Supardi, Wiwit Rahayu Program Studi Agribisnis Fakultas
EVALUASI PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) PROVINSI JAWA BARAT
EVALUASI PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) PROVINSI JAWA BARAT Disampaikan oleh : Prof. DR. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Disampaikan pada : Rapat Koordinasi Pemantauan
: Podes SE 2006 Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat : BPS - Statistics of Jawa Barat
GOVERNMENT Provinsi Jawa Barat meliputi 16 kabupaten dan 9 kota, mencakup sekitar 592 kecamatan, 1 798 perkotaan dan 4 083 perdesaan. Pegawai Negeri Sipil di seluruh Kabupaten dan Kota se Jawa Barat pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dinyatakan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan
BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah dan desentralisasi yang efektif berlaku sejak tahun 2001
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Otonomi daerah dan desentralisasi yang efektif berlaku sejak tahun 2001 merupakan awal pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Otonomi daerah
BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
BAB I PENDAHULUAN. Pengelolaan pemerintah daerah, baik ditingkat propinsi maupun tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pengelolaan pemerintah daerah, baik ditingkat propinsi maupun tingkat kabupaten dan kota memasuki era baru sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 32 Tahun 2004
