Pengantar Arsitektur Lanskap

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengantar Arsitektur Lanskap"

Transkripsi

1 PANDUAN SURVEI TAMAN KOTA Pengantar Arsitektur Lanskap Oleh : Medha Baskara, SP. MT. Jurusan Budidaya Pertanian-Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 2015

2 Materi I. Pemahaman Ruang Terbuka Publik Pengantar Arsitektur Lanskap 2015 Pengantar: Dalam Teori Figure Ground (Trancik) dikemukakan bahwa lingkungan perkotaan merupakan perbandingan antara area yang tertutup oleh bangunan (figure) dan area yang terbuka (ground). Area terbuka atau urban void secara sederhana dibagi menjadi 5 kategori menurut sifat pelayanan dan enclosure yang dimiliki, yaitu: 1. Foyer, merupakan tempat transisi dari ruang privat ke teritori publik. 2. Block void, ruang semi privat ditengah blok. 3. Jaringan jalan dan square 4. Taman Publik 5. Ruang terbuka linear, seperti yang terdapat di sepanjang badan air, sungai, danau, dan lainnya. Ruang terbuka publik adalah tempat dimana kegiatan manusia saling terkait dalam konteks komunal. Merupakan penyeimbang kehidupan rutinitas kerja dan rumah, dengan menyediakan ruang untuk pergerakan, node-node komunikasi dan tempat untuk bermain serta relaksasi (carr, francis, rivlin, stone: 1992). penyeimbang yang dinamis antara kegiatan privat dan publik. Dalam setiap kehidupan komunal selalu ada Keberhasilan desain dan manajemen sebuah ruang terbuka sangat ditentukan oleh sudut pandang pemakainya. Ruang terbuka bisa terjadi karena ketidaksengajaan ataupun hasil dari perencanaan yang matang. Contohnya plaza yang terbangun dari persimpangan rute pejalan kaki, atau yang terjadi karena pemecahan rute yang terlalu panjang. Tiga nilai primer untuk menuntun arah pengembangan ruang terbuka menurut Carr adalah responsive, democratic, meaningful 1. Responsive : - ruang dirancang dan diatur untuk melayani kebutuhan penggunanya. Kebutuhan utama manusia terhadap lingkungannya adalah kenyamanan, relaksasi, pengikat aktif dan pasif, dan petualangan. Relaksasi mengeluarkan manusia dari aktifitas sehari-hari. 2. ruang yang Demokratis akan melindungi hak dan kebebasan dari setiap pengguna. Aksesibel untuk semua orang dan memberikan kebebasan untuk bertindak. Ruang publik bisa menjadi tempat untuk berekspresi yang lebih bebas dibandingkan rumah dan tempat bekerja. 3. Meaningful, memberikan setiap penggunanya koneksi antara ruang, kehidupan persoalan dan lingkungan yang lebih luas, dalam konteks fisik ataupun sosial. Tipe koneksi bisa berupa keterikatan emosi masa lalu dan masa depan, secara psikologis dan kultural. Sebuah tempat bisa menjadi sakral bagi komunitasnya apabila dalam perkembangannya terus berfungsi sebagai wadah bagi penggunanya untuk membangun rasa milik bersama memalu serangakaian kegiatan. [Type text] 2

3 Tipologi Ruang terbuka (Pedoman Umum Rencana tata bangunan dan Lingkungan, PU) Tipe ruang terbuka Sifat, karakter, dan fungsi 1 Jalur hijau Bersifat publik, mewadahi jaringan jalan dan jalur sepeda, sebagai koridor alami hijau, juga terdapat di bantaran sungai, ataupun sisi rel kereta api, 2 Ruang terbuka Batas air Bersifat publik, merupakan ruang batas air alami misalnya danau, kolam, waduk, sungai atau kanal. Dapat digunakan untuk kegiatan rekreasi sekaligus jalur pergerakan air. 3 Hutan/taman lindung Bersifat publik namun terbatas. Merupakan hutan alam yag diperuntukkan bagi perlindungan flora fauna liar. 4 Lapangan olah raga bersifat semi publik atau privat yang berbentuk formal dan digunakan untuk kegiatan olahraga aktif. 5 Kuburan Bersifat publik 6 Lapangan Bersifat publik, dan sekaligus tengaran lingkungan. Bentuknya informal dan dapat berfungsi sebagai sarana olahraga. 7 Square Ruang terbuka yang luas (seluas satu blok), bersifat publik dan berbentuk formal. Berlokasi di pusat suatu area lingkunganyang prestisius sebagai tengaran lingkungan, atau di muka suatu bangunan tengaran lingkungan. Permukaan umumnya diselesaikan dengan perkerasan untuk kegiatan rekreasi pasif. 8 Plaza Bersifat publik, berdekatan dengan sisi luar bangunan publik. 9 Taman Taman lingkungan Bersifat publik, yang dapat digunakan untuk kegiatan berskala distrik dan dapat diakses oleh publik secara Taman lingkungan lokal Taman luas. Ruang terbuka bersifat semi privat namun tidak dapat diakses oleh publik secara luas Bersifat privat, dan berlokasi pada bagian muka bangunan atau kapling kapling privat 10 Area/taman bermain Bersifat publik, dan diperuntukkan sebagai tempat bermain outdoor bagi anak. 11 Ruang terbuka ditengah blok/kapling Bersifat privat dan terjadi akibat dikelilingi oleh bangunan2 di area pinggiran blok ataupun dikelilingi massa-massa bangunan di area pinggiran kapling. 12 Atrium Ruang terbuka dalam bangunan, umumnya bersifat semi publik dan privat Jenis ruang terbuka berdasarkan status pemakaiannya (Pedoman Umum Rencana tata bangunan dan Lingkungan, PU) [Type text] 3

4 1. Ruang terbuka umum (public owned-public accesed) tidak dimiliki oleh pihak tertentu karena merupakan milik umum dan dapat diakses dengan bebas oleh public 2. Ruang terbuka privat yang dapat diakses oleh umum (privately owned-public accesed) dimiliki oleh pihak tertentu namun dapat diakses oleh public karena didedikasikan untuk kepentingan publik. 3. Ruang terbuka privat (privately owned-private accesed) dimiliki oleh pihak tertentu dan bersifat tertutup bagi umum, hanya memiliki akses terbatas bagi pemilik. Karakter Ruang Terbuka menurut Carr B E N T U K T I P E KARAKTER Taman Publik Taman publik (public/central park) Downtown parks Commons Neigborhood Park Mini/vest pocket Dibangun untuk publik, dan dikelola sebagai ruang terbuka yang merupakan baguan dari sistem zona tidak terbangun dalam konteks kota; terletak di pusat kota; lebih besar daripada taman lingkungan. Ruang terbuka hijau dengan vegetasi dan pepohonan yang terletak di area tengah kota; bisa merupakan taman tradisional, taman bersejarah, ataupun taman yang baru dibangun Area hijau luas yang dibangun di kota-kota New England; awalnya dibangun sebagai area terbuka untuk kegiatan rutin sehari-hari masyarakat setempat, tempat ternak merumput dan eksekusi terpidana; sekarang dipakai untuk kegiatan bersenang-senang disaat senggang. Ruang terbuka yang dibangun di area perumahan; dibangun untuk publik dan dikelola sebagai bagian dari rangkaian ruang terbuka kota atau bisa juga merupakan bagian dari ruang terbuka yang dimilki oleh pengembang swasta; didalamnya terdapat sarana olahraga, tempat bermain dll. Ruang terbuka kecil dikelilingi oleh bangunan; terdapat elemen elemen air berupa kolam atau air terjun buatan Square dan plaza Central square Square atau plaza; biasanya menjadi bagian dari sejarah perkembangan kota; direncanakan atau terletak di pertemuan jalan-jalan utama; dibangun dan dikelola oleh publik Corporate plaza Memorial/monumen, taman makam pahlawan Plaza yang dibangun dan dikembangkan sebagai bagian dari gedung perkantoran atau komersial; dibangun dan dikelola oleh pemilik gedung; beberapa dibangun untuk publik tetapi sebagian besar lebih kepda kepentingan privat. Ruang terbuka yang dibangun untuk mengenang orang atau kejadian penting Pasar Farmer markets Ruang terbuka atau jalan yang dipakai sebagai pasar tradisional atau pasar kaget; bisa bersifat sementara atau hanya pada masa tertentu; ruang yang dipakai bisa berupa tempat parkir. Jalan Pedestrian Bagian dari kota dimana orang melakukan perpindahan dengan moda berjalan kaki; direncanakan atau terjadi dengan sendirinya, dan menghubungka satu node ke node yang lain Pedestrian mall Jalan yang ditutup darikendaraan bermotor; pedstrian yang ditambahkan perangkat-pernagkat kenyamanan seperti bangku, vegetasi; terletak di pusat kota [Type text] 4

5 Transit mall Area transit di tengah kota yang telah dikembangkan;menggantikan fungsi pedestrian mall bisa dengan menambhakan fungsi transportasi bus atau kereta. Playground Playground Tempat bermain yang terletak diarea perumahan; diadlamnya terdapat alat-alat bermain anak-anak; desain yang inovatif memasukkan konsep area bermain yang penuh unsur adventur Schoolyard Halaman sekolah sebagai tempat bermain beberapa dikembangkan Community open space Greenways dan park ways Atrium/indoor marketplace Found/ neighborhood spaces Waterfront Community garden/park Interconnected recreational spaces connected by pedestrian and bicycle paths Atrium Marketplace/ downtown shopping center Found spaces/ everyday open spaces Waterfront, pelabuahan, riverfront, dermaga, lakefront sebagi tempat untuk pendidikan lingkungan Ruang terbuka dalam lingkungan perumahan yang didesain, dikembangkan dan dikelola oleh penghuni; biasanya terletak dilahan privat dan sering tergusur oleh pembangunan perumahan baru dan area komersial. Ruang terbuka hijau memanjang mengikuti jalur sirkulasi jalan atau sepanjang taman kota. Ruanng public dalam bangunan;dibeberapa Negara termasuk dalam system ruang terbuka perkotaan;dikembangkan dan dikelola oleh swasta sebagai bagian dari area komersial Tempat berbelanja yang privat, biasanya berdiri sendir atau merupakan rehabilitasi dari bagunan tua;bias terdapat didalam atau rluarbangunan;dikebangkan oleh swasta dan dikelola sebagai area komersial Sudut jalan;area pencapaian bangunan yang pada akhirnya dipakai oleh masyarakat; atau juga lahan kosong yang tidak dibangun dan menjadi area kegiatan publik Ruang terbuka sepanjang pertemuan badan air; pengembangan area batas air Tujuan: - Mahasiswa memahami berbagai bentuk ruang terbuka publik beserta karakteristiknya sehingga mampu menganalisis ruang terbuka publik di kawasan perkotaan (taman kota). - Alat dan bahan: 1. Peta kasar Kawasan Taman Kota (T. Merjosari, T. Merbabu, T. Trunojoyo dan Alun-alun Kota Malang). 2. Kamera 3. Peralatan tulis 4. Perekam suara (wawancara) [Type text] 5

6 Cara kerja: 1. Pengenalan Ruang Terbuka Publik a. Di setiap lokasi, amati berbagai macam bentuk ruang terbuka, amati karakteristik yang anda temui di lapangan. b. Tentukan tipe Ruang Terbuka berdasarkan karakteristik yang ada (lihat dan bandingkan dengan Tabel diatas). 2. Pengenalan Elemen Taman Kota a. Gambarkan elemen-elemen taman yang anda temui di halaman 7 b. Gambarkan elemen hardscape yang meliputi - aksesibilitas berupa jalan kendaraan, jalan pedestrian dan jalan setapak - elemen furniture taman meliputi : tempat duduk, lampu taman, papan signage (papan informasi), dan tempat sampah - elemen estetika taman seperti plaza, air mancur, rumah burung dll - bangunan taman seperti toilet, pos jaga, serta bangunan penunjang lainnya c. Gambarkan elemen softscape yang meliputi tanaman dan elemen air diantaranya - jenis tanaman Pohon, gambarkan sesuai ciri tanamannya - jenis tanaman semak - jenis tanaman groundcover (hamparan tanaman) - jenis tanaman rumput d. Masukkan elemen-elemen taman tersebut ke dalam tabel 1 (halaman 8) untuk menggambarkan informasi detail spesifikasi beserta kondisi dan penggunaannya dalam desain. Sebutkan jenis vegetasinya dan jelaskan fungsi dari masing-masing vegetasi yang ada (Ambil foto untuk memperkuat data Anda) [Type text] 6

7 Gambarkan Peta/Denah Taman Kota Yang diamati : [Type text] 7

8 Tabel 1. Deskripsi Hardscape Taman No Nama Item Jumlah Kondisi Deskripsi [Type text] 8

9 Tabel 1. Daftar Vegetasi di Taman No Nama Lokal Nama Latin Jumlah Fungsi Tanaman dalam desain [Type text] 9

10 Materi II. Pola Perilaku Kegiatan di Ruang Terbuka Publik Pengantar : Ruang terbuka publik merupakan salah satu ruang di kawasan perkotaan yang digunakan warganya sebagai tempat berkumpul sekaligus berfungsi sebagai aksen alamiah dari sebuah kota. Seiring perkembangan kota kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka semakin bervariatif, bahkan tidak dapat di prediksi sehingga memunculkan sebuah potensi sekaligus juga permasalahan tersendiri. Oleh karena itu, data tentang kegiatan aktual di lapangan serta potensi kegiatan yang dapat dimungkinkan untuk bisa timbul harus diinventarisir untuk memudahkan pengelola kota memprediksi aktivitas ruang terbuka di masa yang akan datang. Disamping itu data ini sangat penting untuk melihat lagi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh warga kota dalam aktivitas di ruang terbuka publik di kegiatan sehari-hari maupun kegiatan yang bersifat temporer, khususnya dalam menggunakan sarana publik. Tujuan : Memetakan dan mengamati kegiatan yang ada di ruang terbuka /taman kota di Kota Malang Merumuskan pola perilaku pelaku kegiatan yang ada di ruang terbuka termasuk interaksi dengan elemen-elemen ruang terbuka Mengidentifikasikan potensi dan permasalahan kegiatan yang dilakukan masyarakat di ruang terbuka Manfaat : Studi pengamatan ini merupakan studi terhadap bagaimana warga Kota Malang menggunakan ruang terbuka kota yang diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan perancangan ruang terbuka kota selanjutnya yang akan dilakukan di masa mendatang. Alat dan bahan: 1. Peta kasar Taman Kota pada Bab I. 2. Kamera 3. Peralatan tulis 4. Peralatan Wawancara Lokasi Pengamatan : Area pengamatan Kawasan Taman Kota (T. Merjosari, T. Merbabu, T. Trunojoyo dan Alun-alun Kota Malang). [Type text] 10

11 Cara kerja: Data kegiatan lapangan didapatkan dengan merekam langsung menggunakan kamera yang selanjutnya dipetakan sesuai tempatnya. Berdasarkan data-data tersebut selanjutnya dilakukan perumusan hubungan-hubungan pola perilaku pemakai ruang terhadap lingkungan, atau sebaliknya lingkungan berpengaruh terhadap pola perilaku pemakai ruang. Lebih detail lakukan kegiatan sebagai berikut 1. Pengenalan Kegiatan di Ruang Terbuka Publik a. Di setiap lokasi, amati berbagai macam bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat (warga kota) baik yang bersifat rutin maupun insidentil, sepanjang waktu maupun temporer. Bila memungkinkan rekam juga data aktivitas warga kota secara harian (pagi-siang-sore-malam). Lengkapi data dengan foto kegiatan warga. b. Petakan gambar hasil temuan anda di peta lokasi, Analisa kegiatan yang dilakukan masyarakat tersebut. c. Rumuskan pola perilaku warga yang menunjukkan interaksi antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Lengkapi dengan sketsa. d. Simpulkan setiap kegiatan yang ada ke dalam potensi dan permasalahan ruang terbuka kota. Untuk memudahkan dalam menstrukturkan urutan kegiatan, masukkan setiap urutan kegiatan ke dalam tabel, dan selanjutnya lengkapi dengan uraian penjelasan yang relevan. [Type text] 11

12 Gambarkan Lokasi Aktivitas Pengunjung pada Peta/Denah Taman : [Type text] 12

13 Materi III. Dampak Pengembangan Ruang Terbuka Publik Pengantar : Pembangunan Ruang Terbuka Publik merupakan kegiatan yang ditunggu masyarakat luas untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan warga kota akan ruang sosial, estetika dan aktualisasi diri. Kinerja ruang terbuka publik dikatakan berhasil jika tampilan dan pembangunannya dapat memberikan dampak positif yang dominan dibanding dampak negatifnya. Untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat diperlukan kegatan survei berupa wawancara kepada semua stake holder khususnya warga kota sebagai pengguna utama taman-taman kota. Informasi dari masyarakat tentang hasil pembangunan taman kota (ruang terbuka publik) penting untuk diketahui untuk tetap mempertahankan kualitas taman-taman kota dapat tetap memberikan peran sebagai ruang sosial, ekonomi maupun lingkungan. Dalam konteks pembangnan berkelanjutan, aspek sosial, ekonomi dan lingkungan perlu di amati secara terus menerus sehingga ruang terbuka hijau (taman kota) dapat terus lestari. Tujuan : Memetakan dan mengamati dampak posistif dan negatif dari sisi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan dari pembangunan Ruang Terbuka Publik (Taman Kota) Merumuskan pola hubungan pengembangan ruang terbuka dengan pola kehidupan masyarakat sekitar. Manfaat : Studi pengamatan dan wawancara ini merupakan studi terhadap bagaimana warga Kota Malang merespon dan mendapatkan manfaat dari pengembangan atau pembangunan Ruang terbuka publik khususnya Taman Kota. Hal ini merupakan evaluasi pengembangan ruang terbuka kota yang diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan perancangan ruang terbuka kota selanjutnya yang akan dilakukan di masa mendatang. Alat dan bahan: 1. Peta kasar Taman Kota pada Bab I. 2. Kamera 3. Peralatan tulis 4. Peralatan Wawancara 5. Lembar Quisioner Dampak Sosial, Dampak Ekonomi dan Dampak Lingkungan Lokasi Pengamatan : Area pengamatan Kawasan Taman Kota (T. Merjosari, T. Merbabu, T. Trunojoyo dan Alun-alun Kota Malang). [Type text] 13

14 Cara kerja: Informasi dampak penting (social, ekonomi dan Lingkungan) didapatkan dengan melakukan survey lapang dan wawancara terhadap semua stake holder taman kota. Berdasarkan datadata tersebut selanjutnya dilakukan perumusan dampak secara umum terhadap kawasan lingkungan sekitar taman maupun skala Kota Malang. Lebih detail lakukan kegiatan sebagai berikut 2. Penyebaran Kuesioner A. Quisioner Dampak Sosial (Target Sasaran Pengunjung Taman, Pegawai Taman, Masyarakat yang berkegiatan sekitar Taman) 1. Nama Responden : 2. Jenis Kelamin : Laki- Laki / Perempuan * 3. Usia : a thn b thn c thn d >60 thn 4. Pendidikan Terakhir : SD / SMP / SMA / S1 / S2 / S3 * 5. Jarak rumah dari Taman : a. 0-1 km b. 1-5 km c. lebih dari 5 km d. Luar Kota Malang 6. Status Perkawinan : Belum Menikah / Sudah Menikah * 7. Frekuensi Kunjungan ke Taman Kota a. sekali seminggu b. beberapa kali seminggu, c. sekali sebulan d. tidak pernah 8. Kendaraan menuju taman kota a. berjalan kaki b. sepeda c. angkot d. sepeda motor e. mobil pribadi 9. Cara yang paling sering dipilih untuk menikmati taman kota a. sendiri b. bersama teman c. bersama pacar d. bersama keluarga 10. Kegiatan yang dilakukan di Taman (bisa lebih dari 1) a. membaca b. menikmati suasana c. nongkrong, d. menghabiskan waktu e. bekerja 11. Lama Kunjungan ke Taman Kota a. kurang dr 1 jam b. 1-3 jam c. 3-5 jam d. lebih dari 5 jam 12. Waktu kunjungan yang sering dilakukan (bias lebih dari 1) a. pagi, b.siang c. sore d. malam 13. Fasilitas taman yang sering digunakan untuk kegiatan (boleh lebih dari 1) a. bermain anak, b. kursi c. hamparan rumput d. jogingtrack e. lain- lain 14. Kekurangan fasilitas penunjang kegiatan social a.l 15. Sistem penerangan Taman a. Sangat Terang b. Cukup Terang c Kurang Terang d. Tidak terang (mati) 16. Sistem Keamanan Taman a. Sangat aman b. Cukup aman c Kurang aman d. Tidak aman 17. Jika disediakan fasilitas penerangan 24 jam, bersediakan anda untuk berkegiatan di malam hari 18. Saran perbaikan taman kota antara lain : (catatan : no 7-18 bandingkan antara sebelum taman dibangun dan setelah dibangun) [Type text] 14

15 B. Quisioner Dampak Ekonomi (Target Sasaran Pedagang di sekitar Taman, Jarak 0-1 km, dan jarak lebih dari 1 km) 1. Nama Responden : 2. Jenis Kelamin : Laki- Laki / Perempuan * 3. Usia : a thn b thn c thn d >60 thn 4. Pendidikan Terakhir : SD / SMP / SMA / S1 / S2 / S3 * 5. Usaha Ekonomi yang dijalankan : a. Dagang Makanan b. Dagang Barang, sebutkan c. Jasa, sebutkan d. Parkir 6. Jarak rumah dari Taman : a. 0-1 km b. 1-5 km c. lebih dari 5 km d. Luar Kota Malang 7. Jarak tempat usaha dari Taman : a m b m c km d. lebih dr 1 km 8. Lama usaha yang telah dilakukan a. 0-1 tahun c. 1-3 tahun d. 3-5 tahun e. lebih dari 5 tahun 9. Status Perkawinan : Belum Menikah / Sudah Menikah * 10. Dampak pembangunan Taman terhadap usaha anda (Beda sebelum dan sesudah taman dibangun) a. Tidak berbeda b. sekarang lebih menguntungkan c. sekarang merugi 11. Besar keuntungan /kerugian akibat pembangunan taman (terkait no 10) a. 0-25% b % c % d. lebih dari 100% 12. Jumlah pengunjung banyak pada saat a. Setiap hari b. hari biasa (senin- kamis) c. week end (jumat- sabtu- minggu) 13. Waktu Penghasilan yang banyak dalam setiap hari a. pagi, b.siang c. sore d. malam 14. Berapa Penghasilan anda (omset) maksimum setiap hari yang pernah terjadi a rb b rb c jt, d 1-3 jt e 3-5 jt f. >5jt 15. Pengunjung Taman yang sering membeli yaitu yang menggunakan Fasilitas taman (boleh > 1) a. bermain anak, b. kursi c. hamparan rumput d. jogingtrack e. lain- lain 16. Akses Jalan dari Usaha anda ke Taman Kota a. Sangat baik b. Cukup baik c Kurang baik d. Jelek 17. Jika disediakan fasilitas penerangan 24 jam pada taman, bersediakan anda untuk buka usaha di malam hari 18. Kekurangan fasilitas taman untuk usaha anda meliputi : 19. Saran perbaikan fasilitas taman kota yang menguntungkan usaha anda antara lain : [Type text] 15

16 C. Quisioner Dampak Lingkungan (Target Sasaran penduduk sekitar, pengelola taman) 1. Nama Responden : 2. Jenis Kelamin : Laki- Laki / Perempuan * 3. Usia : a thn b thn c thn d >60 thn 4. Pendidikan Terakhir : SD / SMP / SMA / S1 / S2 / S3 * 5. Jarak rumah dari Taman : a. 0-1 km b. 1-5 km c. lebih dari 5 km d. Luar Kota Malang 6. Aktivitas di sekitar taman : a. Tempat tinggal b. berkunjung c. nongkrong d. bekerja 7. Mengenal Taman Kota selama a. a. 0-1 tahun c. 1-3 tahun d. 3-5 tahun e. lebih dari 5 tahun 8. Status Perkawinan : Belum Menikah / Sudah Menikah * 9. Jenis Hewan liar yang sering ditemui sebelum pembangunan taman a. burung b. reptil c. mamalia d. jenis lain, sebutkan 10. Dampak pembangunan Taman terhadap keberadaan satwa liar a. Tidak berbeda b. sekarang lebih banyak c. sekarang banyak yang hilang 11. Jumlah pengunjung banyak pada saat a. Setiap hari b. hari biasa (senin- kamis) c. week end (jumat- sabtu- minggu) 12. Satwa liar sering Nampak pada saat a. pagi, b.siang c. sore d. malam 13. Satwa liar yang masih biasa ditemui hingga saat ini antara lain a. burung b. reptil c. mamalia d. jenis lain, sebutkan 14. Jika terjadi hujan, Taman kota terlihat a. menggenang b. air mengalir ke jalan c air biasa saja d. air hilang dalam tanah 15. Jenis Tanaman yang anda sukai di taman adalah 16. Kekurangan tanaman untuk taman menurut anda meliputi : 17. Saran perbaikan fasilitas taman kota yang menunjang ekologi menurut anda antara lain : [Type text] 16

BAB III METODE PENELITIAN. metode pengumpulan data, metode analisis data serta metode penyajian hasil analisis data.

BAB III METODE PENELITIAN. metode pengumpulan data, metode analisis data serta metode penyajian hasil analisis data. BAB III METODE PENELITIAN Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu optimalisasi peran dan fungsi ruang publik Taman Sungai Kayan kota Tanjung Selor Kalimantan Utara, maka diperlukan penajaman metode penelitian

Lebih terperinci

BAB IV PENGAMATAN PERILAKU

BAB IV PENGAMATAN PERILAKU BAB IV PENGAMATAN PERILAKU 3.1 Studi Banding Pola Perilaku Pengguna Ruang Publik Berupa Ruang Terbuka Pengamatan terhadap pola perilaku di ruang publik berupa ruang terbuka yang dianggap berhasil dan mewakili

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN. berdasarkan kebutuhan pengguna? 6.1 Penilaian Pengguna Mengenai Komponen Setting Fisik Ruang Terbuka Publik Kawasan Eks MTQ

BAB VI KESIMPULAN. berdasarkan kebutuhan pengguna? 6.1 Penilaian Pengguna Mengenai Komponen Setting Fisik Ruang Terbuka Publik Kawasan Eks MTQ BAB VI KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini merupakan hasil dari analisis dan pembahasan terhadap penilaian komponen setting fisik ruang terbuka publik dan non fisik (aktivitas) yang terjadi yang

Lebih terperinci

Evaluasi Tingkat Kenyamanan Penghuni Pasca Perubahan Fungsi Taman Parang Kusumo Semarang

Evaluasi Tingkat Kenyamanan Penghuni Pasca Perubahan Fungsi Taman Parang Kusumo Semarang TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Evaluasi Tingkat Kenyamanan Penghuni Pasca Perubahan Fungsi Taman Parang Kusumo Semarang Desti Rahmiati [email protected] Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2010). Aksesibilitas adalah konsep yang luas dan fleksibel. Kevin Lynch

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2010). Aksesibilitas adalah konsep yang luas dan fleksibel. Kevin Lynch BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aksesibilitas 2.1.1. Pengertian Aksesibilitas Jhon Black mengatakan bahwa aksesibilitas merupakan suatu ukuran kenyamanan atau kemudahan pencapaian lokasi dan hubungannya satu

Lebih terperinci

KUESIONER KENYAMANAN PENGGUNA

KUESIONER KENYAMANAN PENGGUNA LAMPIRAN-A STUDI KENYAMANAN PENGGUNA TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA RUMAH SUSUN SUKARAMAI MEDAN DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 Tanggal: Waktu : (Pagi/

Lebih terperinci

RUANG TERBUKA PADA KAWASAN PERMUKIMAN MENENGAH KE BAWAH Studi Kasus : Kawasan Permukiman Bumi Tri Putra Mulia Jogjakarta

RUANG TERBUKA PADA KAWASAN PERMUKIMAN MENENGAH KE BAWAH Studi Kasus : Kawasan Permukiman Bumi Tri Putra Mulia Jogjakarta RUANG TERBUKA PADA KAWASAN PERMUKIMAN MENENGAH KE BAWAH Studi Kasus : Kawasan Permukiman Bumi Tri Putra Mulia Jogjakarta Ariati 1) ABSTRAKSI Pembangunan perumahan baru di kota-kota sebagian besar berkembang

Lebih terperinci

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI Wilayah studi dalam penelitian ini adalah Area Taman Ayodia, Jalan Barito, Jakarta Selatan. Gambaran umum terhadap wilayah studi pada awalnya akan dipaparkan gambaran

Lebih terperinci

Evaluasi Purna Huni pada Ruang Terbuka Publik di

Evaluasi Purna Huni pada Ruang Terbuka Publik di TEMU ILMIAH IPLBI 2014 Evaluasi Purna Huni pada Ruang Terbuka Publik di Perumahan Bukit Sejahtera Palembang Tutur Lussetyowati Laboratorium Kota dan Permukiman, Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas

Lebih terperinci

BAB V PERENCANAAN LANSKAP ANCOL ECOPARK

BAB V PERENCANAAN LANSKAP ANCOL ECOPARK 26 BAB V PERENCANAAN LANSKAP ANCOL ECOPARK 5.1 Konsep Pengembangan Ancol Ecopark Hingga saat ini Ancol Ecopark masih terus mengalami pengembangan dalam proses pembangunannya. Dalam pembentukan konsep awal,

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bagian ini akan dijabarkan kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan berisi rangkuman dari hasil penelitian dan pembahasan sekaligus menjawab tujuan penelitian di bab

Lebih terperinci

Urban Space, Mall, dan City Walk Ruang Hijau Kota (Ruhiko) atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban space)

Urban Space, Mall, dan City Walk Ruang Hijau Kota (Ruhiko) atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban space) Urban Space, Mall, dan City Walk Ruang Hijau Kota (Ruhiko) atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban space) dengan unsur vegetasi yang dominan. Perancangan ruang hijau

Lebih terperinci

Bab VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. kawasan stasiun Pasar Nguter, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Bab VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. kawasan stasiun Pasar Nguter, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Bab VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan temuan penelitian mengenai elemen ROD pada kawasan stasiun Pasar Nguter, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: -

Lebih terperinci

6.1 Peruntukkan Kawasan

6.1 Peruntukkan Kawasan 6.1 Peruntukkan Kawasan BAB VI RBAN DESIGN GIDELINES Peruntukan kawasan di Sempadan Sungai Jajar ditentukan dengan dasar : 1. Hasil analisis zoning 2. Karakteristik penggunaan lahan Peruntukkan kawasan

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT KELURAHAN SINDULANG I KOTA MANADO

IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT KELURAHAN SINDULANG I KOTA MANADO Sabua Vol.5, No.1: 35-39, Mei 2013 ISSN 2085-7020 HASIL PENELITIAN IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT KELURAHAN SINDULANG I KOTA MANADO M. Sofyan Sugi 1, Rieneke

Lebih terperinci

Identifikasi Ragam Aktivitas Outdoor : Karakteristik Pedestrian Mall di Jalan Dalem Kaum, Bandung

Identifikasi Ragam Aktivitas Outdoor : Karakteristik Pedestrian Mall di Jalan Dalem Kaum, Bandung TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Identifikasi Ragam Aktivitas Outdoor : Karakteristik Pedestrian Mall di Jalan Dalem Kaum, Bandung Devi Johana Tania, Witanti Nur Utami Program Studi Magister Rancang Kota, Sekolah

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan studi berupa temuantemuan yang dihasilkan selama proses analisis berlangsung yang sesuai dengan tujuan dan sasaran studi,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Menurut Sugiyono (2004) metode penelitian adalah suatu cara-cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan suatu data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. alami maupun buatan manusia, yang merupakan total dari bagian hidup manusia

II. TINJAUAN PUSTAKA. alami maupun buatan manusia, yang merupakan total dari bagian hidup manusia II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lanskap dan Lanskap Kota Lanskap merupakan suatu bagian dari muka bumi dengan berbagai karakter lahan/tapak dan dengan segala sesuatu yang ada di atasnya baik bersifat alami maupun

Lebih terperinci

PERANCANGAN TAPAK II DESTI RAHMIATI, ST, MT

PERANCANGAN TAPAK II DESTI RAHMIATI, ST, MT PERANCANGAN TAPAK II DESTI RAHMIATI, ST, MT DESKRIPSI OBJEK RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) Definisi : Konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. heterogen serta coraknya yang materialistis (Bintarto,1983:27). Kota akan selalu

I. PENDAHULUAN. heterogen serta coraknya yang materialistis (Bintarto,1983:27). Kota akan selalu 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kota adalah sebuah sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomis yang heterogen

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Shopping mall atau biasa disebut juga dengan mal adalah salah satu pusat perbelanjaan yang cepat berkembang di kota-kota besar di Indonesia. Mal merupakan bagian yang

Lebih terperinci

Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 2 Sub Pokok Bahasan : a. Lingkungan alamiah dan buatan b. Ekologi kota c. Ekologi kota sebagai lingkungan terbangun

Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 2 Sub Pokok Bahasan : a. Lingkungan alamiah dan buatan b. Ekologi kota c. Ekologi kota sebagai lingkungan terbangun MINGGU 4 Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 2 Sub Pokok Bahasan : a. Lingkungan alamiah dan buatan b. Ekologi kota c. Ekologi kota sebagai lingkungan terbangun Lingkungan Alamiah Dan Buatan Manusia Para dipahami

Lebih terperinci

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN STUDI PENGARUH TATA RUANG TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI MALIOBORO MALL, GALERIA MALL DAN AMBARRUKMO PLAZA, YOGYAKARTA 2014 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian

Lebih terperinci

VI. PERENCANAAN HUTAN KOTA

VI. PERENCANAAN HUTAN KOTA VI. PERENCANAAN HUTAN KOTA 6.1. Konsep Hutan Kota Perencanaan hutan kota ini didasarkan pada konsep hutan kota yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat kota Banjarmasin terhadap ruang publik. Hal ini sejalan

Lebih terperinci

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema.

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema. BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Bangunan Terhadap Tema Kawasan Manggarai, menurut rencana pemprov DKI Jakarta akan dijadikan sebagai kawasan perekonomian terpadu dengan berbagai kelengkapan fasilitas. Fasilitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ruang publik merupakan tempat berinteraksi bagi semua orang tanpa ada batasan ruang maupun waktu. Ini merupakan ruang dimana kita secara bebas melakukan segala macam

Lebih terperinci

BAB III METODE PERANCANGAN. Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan

BAB III METODE PERANCANGAN. Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan BAB III METODE PERANCANGAN Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan sebuah metode perancangan yang memudahkan perancang untuk mengembangkan sebuah ide perancangannya secara deskriptif.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Ruang Publik Istilah ruang publik umumnya mengacu kepada tempat yang dimiliki oleh negara yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa pembatasan. Stephen Carr (1992)

Lebih terperinci

PERANCANGAN KOTA BAB IV ANALISA ALUN ALUN KABUPATEN WONOGIRI MENURUT 8 ELEMEN KOTA HAMID SHIRVANI. 4.1 Analisa Tata Guna Lahan Alun alun Wonogiri

PERANCANGAN KOTA BAB IV ANALISA ALUN ALUN KABUPATEN WONOGIRI MENURUT 8 ELEMEN KOTA HAMID SHIRVANI. 4.1 Analisa Tata Guna Lahan Alun alun Wonogiri BAB IV ANALISA ALUN ALUN KABUPATEN WONOGIRI MENURUT 8 ELEMEN KOTA HAMID SHIRVANI Unsur-unsur bangunan seperti Ketinggian bangunan, Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Koefisien Dasar Bangunan (KDB) / Building

Lebih terperinci

BAB V PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STASIUN LRT

BAB V PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STASIUN LRT BAB V PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STASIUN LRT 5.1 Urban Street Guideline Dalam Slow Ottawa Urban Design, dapat dijabarkan beberapa prinsip desain Transit-Oriented Development (TOD) yang menjelaskan mengenai

Lebih terperinci

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menjawab sasaran yang ada pada bab pendahuluan. Makam merupakan salah satu elemen penting pembentuk sebuah

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menjawab sasaran yang ada pada bab pendahuluan. Makam merupakan salah satu elemen penting pembentuk sebuah BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menjawab sasaran yang ada pada bab pendahuluan. Makam merupakan salah satu elemen penting pembentuk sebuah kota, sebagai untuk mengebumikan jenazah makam juga

Lebih terperinci

BAB 4. TINJAUAN UMUM KAWASAN KAMBANG IWAK PALEMBANG

BAB 4. TINJAUAN UMUM KAWASAN KAMBANG IWAK PALEMBANG BAB 4. TINJAUAN UMUM KAWASAN KAMBANG IWAK PALEMBANG 4.1 Sejarah Kawasan Kambang Iwak Palembang Menurut Ir. Ari Siswanto, MCRP, pengamat perkotaan dari Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Sriwijaya,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berkembangnya suatu kota membawa konsekuensi terhadap perubahan fisik kota yang biasanya juga dibarengi pertumbuhan penduduk dan pembangunan fasilitas ekonomi yang cukup

Lebih terperinci

VI. PERENCANAAN LANSKAP PEDESTRIAN SHOPPING STREET

VI. PERENCANAAN LANSKAP PEDESTRIAN SHOPPING STREET 42 VI. PERENCANAAN LANSKAP PEDESTRIAN SHOPPING STREET Pengembangan konsep dalam studi perencanaan kawasan ini akan terbagi ke dalam empat sub konsep, yaitu perencanaan lanskap pedestrian shopping street,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Fristiawati, 2015 PENGEMBANGAN TAMAN RA. KARTINI SEBAGAI RUANG REKREASI PUBLIK DI KOTA CIMAHI

BAB I PENDAHULUAN. Fristiawati, 2015 PENGEMBANGAN TAMAN RA. KARTINI SEBAGAI RUANG REKREASI PUBLIK DI KOTA CIMAHI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Keberadan ruang terbuka publik di dalam suatu kota semakin terbatas. Pembangunan gedung-gedung tinggi dan kawasan industri yang merupakan trademark dari kemajuan suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kota Batam adalah kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau dan merupakan kota terbesar ke tiga populasinya di Sumatera setelah Medan dan Palembang, dengan jumlah penduduk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 17 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Perancangan Kota (Kawasan) 1. Roger Trancik, 1986 Merancang kota (kawasan) menurut Trancik (1986), adalah tindakan untuk menstrukturkan ruang-ruang di kota tersebut

Lebih terperinci

Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang

Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang C534 Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang Dian Fajar Novitasari dan Ardy Maulidy Navastara Departemen Perencanaan

Lebih terperinci

ANALISIS MENGENAI TAMAN MENTENG

ANALISIS MENGENAI TAMAN MENTENG ANALISIS MENGENAI TAMAN MENTENG MATA KULIAH ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN UNTUK UJIAN VERIFIKASI HASIL KONVERSI KURIKULUM DOSEN : Ir. NuzuliarRachmah, MT DISUSUN OLEH : MARIA MAGDALENA SARI A. 052. 09. 045

Lebih terperinci

VI. KONSEP PERANCANGAN TAMAN TEPIAN SUNGAI MARTAPURA KOTA BANJARMASIN

VI. KONSEP PERANCANGAN TAMAN TEPIAN SUNGAI MARTAPURA KOTA BANJARMASIN VI. KONSEP PERANCANGAN TAMAN TEPIAN SUNGAI MARTAPURA KOTA BANJARMASIN VI.1. Konsep Desain Lanskap Tepian Sungai Martapura Kota Banjarmasin menitikberatkan kepada sungai sebagai pusat perhatian dan pemandangan

Lebih terperinci

RIVERWALK SEBAGAI RUANG TERBUKA ALTERNATIF DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH KOTA PALANGKA RAYA

RIVERWALK SEBAGAI RUANG TERBUKA ALTERNATIF DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH KOTA PALANGKA RAYA Volume 6 / No.2, Desember 2011 Jurnal Perspektif Arsitektur RIVERWALK SEBAGAI RUANG TERBUKA ALTERNATIF DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH KOTA PALANGKA RAYA Herwin Sutrisno, ST., MT 1 Abstrak Semakin padatnya

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. desain taman dengan menggunakan tanaman hias sebagai komponennya

II. TINJAUAN PUSTAKA. desain taman dengan menggunakan tanaman hias sebagai komponennya 9 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ruang Lingkup Arsitektur Lansekap Lansekap sebagai gabungan antara seni dan ilmu yang berhubungan dengan desain taman dengan menggunakan tanaman hias sebagai komponennya merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan sebuah kota serta peningkatan jumlah penduduk perkotaan tentunya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan sebuah kota serta peningkatan jumlah penduduk perkotaan tentunya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sebuah kota serta peningkatan jumlah penduduk perkotaan tentunya akan memberikan konsekuensi terhadap kebutuhan ruang. Pertumbuhan penduduk di kota besar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Pentingnya Ruang Terbuka Publik Sebagai Tempat Berinteraksi dan

BAB I PENDAHULUAN Pentingnya Ruang Terbuka Publik Sebagai Tempat Berinteraksi dan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1 Pentingnya Ruang Terbuka Publik Sebagai Tempat Berinteraksi dan Berkumpul Ruang publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktifitas rutin dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN BAB IV ANALISA PERENCANAAN 4.1. Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya.

Lebih terperinci

MATA KULIAH PRASARANA WILAYAH DAN KOTA I (PW ) Jur. Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

MATA KULIAH PRASARANA WILAYAH DAN KOTA I (PW ) Jur. Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA MATA KULIAH PRASARANA WILAYAH DAN KOTA I (PW 09-1303) RUANG TERBUKA HIJAU 7 Oleh Dr.Ir.Rimadewi S,MIP J P Wil h d K t Jur. Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Dalam penelitian ini, peran ruang terbuka hijau dibagi menjadi fungsi utama dan fungsi tambahan. Fungsi utama terkait dengan fungsi ekologis, sedangkan fungsi

Lebih terperinci

POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI ALUN-ALUN BATU

POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI ALUN-ALUN BATU POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI ALUN-ALUN BATU Cantya P. Marhendra 1, Lisa Dwi Wulandari 2, Sigmawan Tri Pamungkas 3 1 Mahasiswa Bimbingan, Jurusan Arsitektur/ Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI PADA KORIDOR JALAN MALIOBORO BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG LAPORAN TUGAS AKHIR

PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI PADA KORIDOR JALAN MALIOBORO BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG LAPORAN TUGAS AKHIR PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI PADA KORIDOR JALAN MALIOBORO BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Oleh M.ARIEF ARIBOWO L2D 306 016 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Lebih terperinci

Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang

Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN : 2337-3539 (2301-9271 Print) C-188 Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pedestrian berasal dari bahasa Yunani, dimana berasal dari kata pedos yang berarti kaki, sehingga pedestrian dapat diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 127 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bagian ini merupakan akhir dari seluruh tahapan studi yang telah dilakukan. Bab ini berisi temuan dan kesimpulan studi yang menjelaskan secara umum mengenai ketersediaan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep dasar mengacu kepada tema yang telah diusung yaitu Ekspos Arsitektur untuk Rakyat, dalam tema ini arsitektur haruslah beradaptasi dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ruang publik atau public space adalah tempat orang berkumpul untuk melakukan aktivitas dengan tujuan dan kepentingan tertentu serta untuk saling bertemu dan berinteraksi,

Lebih terperinci

BAB II TRUTHS. bukunya yang berjudul Experiencing Architecture, mengatakan bahwa arsitektur

BAB II TRUTHS. bukunya yang berjudul Experiencing Architecture, mengatakan bahwa arsitektur BAB II TRUTHS Setelah menemukan adanya potensi pada kawasan perancangan, proses menemukan fakta tentang kawasan pun dilakukan. Ramussen (1964) dalam bukunya yang berjudul Experiencing Architecture, mengatakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lanskap dan Lanskap Kota Lanskap adalah suatu bagian dari muka bumi dengan berbagai karakter lahan/tapak dan dengan segala sesuatu yang ada di atasnya baik bersifat alami maupun

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.1. Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini berupa hasil jawaban dari pertanyaan penelitian dan tujuan awal dari penelitian yaitu bagaimana karakter Place kawasan,

Lebih terperinci

Perencanaan Kota TEORI URBAN DESIGN 3 (LINGKUNGAN DAN PENUNJANG)

Perencanaan Kota TEORI URBAN DESIGN 3 (LINGKUNGAN DAN PENUNJANG) Perencanaan Kota TEORI URBAN DESIGN 3 (LINGKUNGAN DAN PENUNJANG) Kilas balik Komponen Rancangan Permen PU no 06/2007 tentang Pedoman Umum RTBL, dengan penyesuaian 1. Struktur peruntukan lahan ( bangunan)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan Perumahan bagi Penduduk Jakarta

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan Perumahan bagi Penduduk Jakarta BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Kebutuhan Perumahan bagi Penduduk Jakarta Sebagai sentral dari berbagai kepentingan, kota Jakarta memiliki banyak permasalahan. Salah satunya adalah lalu lintasnya

Lebih terperinci

Fasilitas Komersial (Area Makan Lantai 1) (2)

Fasilitas Komersial (Area Makan Lantai 1) (2) Fasilitas Komersial (Area Makan Lantai 1) (2) Gambar simulasi rancangan 5.30 : Area makan lantai satu bangunan komersial di boulevard stasiun kereta api Bandung bagian Selatan 5.6.3 Jalur Pedestrian Jalur

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. merupakan Upaya penataan kembali suatu kawasan kota dengan terlebih dulu

BAB 2 LANDASAN TEORI. merupakan Upaya penataan kembali suatu kawasan kota dengan terlebih dulu 15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Redevelopment Salah satu pengertian redevelopment menurut Prof. Danisworo merupakan Upaya penataan kembali suatu kawasan kota dengan terlebih dulu melakukan pembongkaran

Lebih terperinci

Penetuan Tema Ruang Terbuka Hijau Aktif Di Kota Malang Berdasarakan Preferensi Masyarakat

Penetuan Tema Ruang Terbuka Hijau Aktif Di Kota Malang Berdasarakan Preferensi Masyarakat C38 Penetuan Tema Ruang Terbuka Hijau Aktif Di Kota Malang Berdasarakan Preferensi Masyarakat Bagiar Adla Satria dan Prananda Navitas Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA

BAB III DATA DAN ANALISA BAB III DATA DAN ANALISA 3.1 Data Fisik dan Non Fisik Gambar 3. Peta Lokasi Lahan LKPP Data Tapak Lokasi : Lot/Kavling 11B, CBD Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan Luas lahan : 4709 m² Koefisien Dasar Bangunan

Lebih terperinci

Lampiran 7: Pertanyaan Kuesioner dan Wawancara

Lampiran 7: Pertanyaan Kuesioner dan Wawancara Lampiran 7: Pertanyaan Kuesioner dan Wawancara Kuisioner Responden yang terhormat, Agrowisata Salatiga merupakan salah satu agrowisata yang banyak diminati oleh pengunjung. Welcome area yang ada di agrowisata

Lebih terperinci

BAB III : DATA DAN ANALISA

BAB III : DATA DAN ANALISA BAB III : DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik Gambar 29. Lokasi Tapak 1. Data Teknis Lokasi : Area Masjid UMB, JL. Meruya Selatan Luas lahan : 5.803 m 2 Koefisien Dasar Bangunan : 60 % x 5.803

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Daftar Isi... i

DAFTAR ISI. Daftar Isi... i DAFTAR ISI Halaman Depan Halaman Pengesahan Kata Pengantar Abstrak Daftar Isi... i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 4 1.3. Tujuan, Sasaran, dan Manfaat Penelitian... 4

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Perempatan Ring Road Condong Catur pada Kabupaten Sleman

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Perempatan Ring Road Condong Catur pada Kabupaten Sleman BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Kondisi Perempatan Ring Road Condong Catur pada Kabupaten Sleman Jalan merupakan salah satu ruang publik dalam suatu kawasan yang memiliki peran penting dalam

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 konsep Dasar 5.1.1 Tata Letak Bangunan Gate entrance menuju Fasilitas Wisata Agro terletak di jalan akses masuk wisata Kawah Putih, dengan pertimbangan aksesibilitas jalan

Lebih terperinci

Pola Aktivitas Pada Ruang Publik Taman Trunojoyo Malang

Pola Aktivitas Pada Ruang Publik Taman Trunojoyo Malang Pola Aktivitas Pada Ruang Publik Taman Trunojoyo Malang Adisty Yoeliandri Putri 1, Jenny Ernawati 2 dan Subhan Ramdlani 2 1Mahasiswa, Jurusan arsitektur/ Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 2 Dosen,

Lebih terperinci

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR 6.1 Karakteristik Responden Penentuan karakteristik pengunjung TWA Gunung Pancar diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner dari 100

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS 5.1. Konsep Filosofis Dilatarbelakangi oleh status kawasan industri Cikarang yang merupakan kawasan industri

Lebih terperinci

POLA PEMANFAATAN DAN PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PATI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TUGAS AKHIR TKPA 244

POLA PEMANFAATAN DAN PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PATI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TUGAS AKHIR TKPA 244 POLA PEMANFAATAN DAN PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PATI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TUGAS AKHIR TKPA 244 Oleh : INDRA KUMALA SULISTIYANI L2D 303 292 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... DAFTAR ISI Halaman Sampul... i Lembar Pengesahan... ii Lembar Pernyataan... iii Kata Pengantar... iv Intisari... vi Abstract... vii Daftar Isi... viii Daftar Tabel... x Daftar Gambar... xi BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Tujuan Perencanaan dan Perancangan Perencanaan dan perancangan Penataan PKL Sebagai Pasar Loak di Sempadan Sungai Kali Gelis Kabupaten Kudus

Lebih terperinci

ELEMEN FISIK PERANCANGAN ARSITEKTUR KOTA

ELEMEN FISIK PERANCANGAN ARSITEKTUR KOTA ELEMEN FISIK PERANCANGAN ARSITEKTUR KOTA Tataguna Lahan Aktivitas Pendukung Bentuk & Massa Bangunan Linkage System Ruang Terbuka Kota Tata Informasi Preservasi & Konservasi Bentuk dan tatanan massa bangunan

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Simpulan dalam laporan ini berupa konsep perencanaan dan perancangan yang merupakan hasil analisa pada bab sebelumnya. Pemikiran yang melandasi proyek kawasan transit

Lebih terperinci

SCAFFOLDING 1 (2) (2012) SCAFFOLDING. IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA REMBANG

SCAFFOLDING 1 (2) (2012) SCAFFOLDING.  IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA REMBANG SCAFFOLDING 1 (2) (2012) SCAFFOLDING http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA REMBANG Mashuri Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Penataan ruang terbuka pada pusat Kota Lamongan yang berbasis sustainable urban landscape dapat dicapai apabila seluruh stakeholder dapat menjalankan perannya

Lebih terperinci

BAB I SHARPEN YOUR POINT OF VIEW. Pelaksanaan PA6 ini dimulai dari tema besar arsitektur muka air, Riverfront

BAB I SHARPEN YOUR POINT OF VIEW. Pelaksanaan PA6 ini dimulai dari tema besar arsitektur muka air, Riverfront BAB I SHARPEN YOUR POINT OF VIEW Proses Perancangan Arsitektur 6 (PA6) merupakan obyek riset skripsi untuk pendidikan sarjana strata satu (S1) bagi mahasiswa peserta skripsi alur profesi. Pelaksanaan PA6

Lebih terperinci

KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOTA PADA RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA (Studi Kasus : Alun-Alun Karanganyar) ABSTRAK ABSTRACT

KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOTA PADA RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA (Studi Kasus : Alun-Alun Karanganyar) ABSTRAK ABSTRACT KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOTA PADA RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA (Studi Kasus : Alun-Alun Karanganyar) Desti Rahmiati Program Studi Arsitektur Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman No. 629

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK 2.1 Gambaran Umum Proyek Judul Proyek Tema Lokasi Sifat Luas Tapak : Pusat Kebugaran dan Spa : Arsitektur Tropis : Jl. Gandul Raya, Krukut, Depok : Fiktif : ± 15.000 m² (1,5

Lebih terperinci

KAWASAN WISATA BUNGA KOTA BANDUNG

KAWASAN WISATA BUNGA KOTA BANDUNG BAB I PENDAHULUAN 1.1. JUDUL Judul Studio Tugas Akhir yang di ambil adalah Kawasan Wisata Bunga Kota Bandung 1.2. LATAR BELAKANG Tanaman dapat memberikan keindahan, kenyamanan, dan berbagai fungsi lainnya

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam konsep dasar pada perancangan Fashion Design & Modeling Center di Jakarta ini, yang digunakan sebagai konsep dasar adalah EKSPRESI BENTUK dengan

Lebih terperinci

Kriteria Ruang Publik untuk Masyarakat Usia Dewasa Awal

Kriteria Ruang Publik untuk Masyarakat Usia Dewasa Awal TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Kriteria Ruang Publik untuk Masyarakat Usia Dewasa Awal Ardian Hario Wibowo Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota adalah sebuah tempat dimana manusia hidup, menikmati waktu luang, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan manusia lain. Kota juga merupakan wadah dimana keseluruhan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka

Lebih terperinci

V. KONSEP Konsep Dasar Pengembangan Konsep

V. KONSEP Konsep Dasar Pengembangan Konsep 37 V. KONSEP Konsep Dasar Konsep dasar dalam perencanaan ini adalah merencanakan suatu lanskap pedestrian shopping streets yang dapat mengakomodasi segala aktivitas yang terjadi di dalamnya, khususnya

Lebih terperinci

PERANCANGAN KOTA. Lokasi Alun - Alun BAB III

PERANCANGAN KOTA. Lokasi Alun - Alun BAB III BAB III DATA ALUN-ALUN KABUPATEN WONOGIRI Kabupaten Wonogiri, dengan luas wilayah 182.236,02 Ha secara geografis terletak pada garis lintang 7 0 32' sampai 8 0 15' dan garis bujur 110 0 41' sampai 111

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban space) dengan unsur vegetasi yang dominan. Perancangan ruang hijau kota harus memperhatikan

Lebih terperinci

BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE

BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE Pemograman merupakan bagian awal dari perencanaan yang terdiri dari kegiatan analisis dalam kaitan upaya pemecahan masalah desain. Pemograman dimulai

Lebih terperinci

BAB V. KONSEP PERANCANGAN

BAB V. KONSEP PERANCANGAN BAB V. KONSEP PERANCANGAN A. KONSEP MAKRO 1. Youth Community Center as a Place for Socialization and Self-Improvement Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota pendidikan tentunya tercermin dari banyaknya

Lebih terperinci

Teori Urban Desain. Mata Kuliah Arsitektur Kota. Figure ground

Teori Urban Desain. Mata Kuliah Arsitektur Kota. Figure ground Teori Urban Desain Mata Kuliah Arsitektur Kota Figure ground 1 Teori Figure/ ground Teori ini dapat dipahami melalui pola perkotaan dengan hubungan antara bentuk yang dibangun (building mass) dan ruang

Lebih terperinci

BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya

BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya 165 BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1. Dasar Rancangan Hasil perancangan diambil dari dasar penggambaran konsep dan analisa yang terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya sebagai

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KEGIATAN PEMBENTUKAN RUANG LUAR RUKO PADA KORIDOR JALAN DI KAWASAN PERUMAHAN SAWOJAJAR KOTA MALANG. Elong Pribadi**) dan Suning*)

IDENTIFIKASI KEGIATAN PEMBENTUKAN RUANG LUAR RUKO PADA KORIDOR JALAN DI KAWASAN PERUMAHAN SAWOJAJAR KOTA MALANG. Elong Pribadi**) dan Suning*) IDENTIFIKASI KEGIATAN PEMBENTUKAN RUANG LUAR RUKO PADA KORIDOR JALAN DI KAWASAN PERUMAHAN SAWOJAJAR KOTA MALANG Elong Pribadi**) dan Suning*) Abstrak Salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan adalah tersedianya

Lebih terperinci

ARAHAN PENATAAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI KANDILO KOTA TANAH GROGOT KABUPATEN PASIR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR TUGAS AKHIR

ARAHAN PENATAAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI KANDILO KOTA TANAH GROGOT KABUPATEN PASIR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR TUGAS AKHIR ARAHAN PENATAAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI KANDILO KOTA TANAH GROGOT KABUPATEN PASIR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR TUGAS AKHIR Oleh : IKHSAN FITRIAN NOOR L2D 098 440 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1 KONSEP TAPAK DAN RUANG LUAR IV.1.1 Pengolahan Tapak dan Ruang Luar Mempertahankan daerah tapak sebagai daerah resapan air. Mempertahankan pohon-pohon besar yang ada disekitar

Lebih terperinci