BAB IV MODEL PENELITIAN FILSAFAT
|
|
|
- Sucianty Darmali
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV MODEL PENELITIAN FILSAFAT 4.1 PENDAHULUAN Bab IV ini menjelaskan tentang model-model penelitian filsafat. Mengapa penelitian filsafat memerlukan model? Bab IV ini memerlukan wawasan mahasiswa tentang berbagai macam model penelitian filsafat yang dapat digunakan, sebagaimana dalam penelitian ilmu eksakta sudah lazim digunakan model dalam hal ini adalah untuk menyederhanakan kegiatan penelitian. Kuncoro (2001:4) dalam bukunya metode kuantitatif menyebutkan bahwa kita memerlukan model karena dunia nyata terdiri atas berbagai fakta yang membingungkan dan sering sulit membedakan mana sebab, mana akibat. Agar dapat menjelaskan realitas dunia yang kompleks, para ahli melakukan ekstraksi atas fenomena dunia nyata yang kompleks dan menyusun sebuah model. Artinya, mereka menyeleksi beberapa variabel yang dipandang berpengaruh penting dalam masalah yang diamati, dan memfokuskan perhatian pada hubungan antarvariabel tersebut. Model secara umum adalah abstraksi dari realitas dunia nyata. Dalam ilmu ekonomi, model ekonomi didefinisikan sebagai suatu konstruksi teoritis atau kerangka analisis ekonomi yang terdiri dari himpunan konsep, definisi, anggapan, persamaan, kesamaan (identitas) dan ketidaksamaan darimana kesimpulan akan diturunkan (Insukindro, 1992:3). Bagaimana dalam penelitian filsafat? Menurut Bakker dan Charris (1990) harus diakui, bahwa di dalam penelitian filsafat dibuat dengan pilihan tertentu, dengan mementingkan hampiran hermeneutics, dan dengan mengesampingkan gaya saintistis yang beracuan pada ilmu eksakta. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dapat menjelaskan beberapa model penelitian filsafat yaitu: 1) a. Penelitian histories-faktual mengenai tokoh, 1) b. Penelitian historis factual mengenai naskah atau buku, 1) c. Penelitian histories faktual mengenai teks naskah, 2). Penelitian mengenai suatu konsep sepanjang sejarah 3). Penelitian komparatif, 4) Penelitian pandangan filosofis di lapangan, 5). Penelitian sistematis-refleksif, 6) a. Penelitian mengenai masalah aktual, 6) b. Penelitian mengenai teori ilmiah. 2. Dapat menjelaskan dan menerapkan model penelitian tersebut serta menggunakan unsur-unsur metodis umum yang berlaku bagi penelitian filsafat yaitu 1) Interpretasi, 2) Induksi dan Deduksi, 3) Koherensi intern, 4) Holistika, 5)
2 Kesinambungan histories, 6) Idealisasi, 7) Komparasi, 8) Heuristika, 9) Bahasa inklusif atau analogal 10) Deskripsi. 4.2 PENELITIAN HISTORIS FAKTUAL Penelitian mengenai Tokoh Historis Objek Material Obyek penelitian ini ialah pikiran salah seorang filsuf, entah seluruh karyanya, entah hanya satu topik dalam karyanya Obyek Formal Pikiran tokoh filsuf itu diselidiki sebagai filsafat. Jadi tidak dipandang menurut arti sosiologis atau budaya atau politis, tetapi sejauh memberikan visi mengenai manusia menurut hakikatnya Penelitian Naskah atau Buku Objek penelitian ialah salah satu naskah atau buku filosofis entah klasik atau modern, dipandang menurut isinya. Buku filsuf itu diselidiki sebagai naskah filsafat. Jadi tidak dipadang menurut nilai sastra, atau menurut arti politis atau budaya, tetapi melulu sejauh memberikan visi mengenai hakikat manusia, dunia, atau Tuhan Penelitian Naskah Historis Obyek penelitian ialah salah satu naskah atau buku filosof yang klasik, dipandang menurut teks yang harafiah. Buku itu diselidiki sebagai teks filosofis. Jadi tidak dipandang menurut nilai sastra, atau menurut arti politis atau budaya tetapi melulu sejauh membahasakan suatu visi mengenai hakikat manusia, dunia, Tuhan, atau semuanya sekaligus. 4.3 PENELITIAN SUATU KONSEP SEPANJANG SEJARAH Obyek Material Obyek penelitian ialah suatu ide atau konsep filosofis yang muncul kembali dalam filsafat segala jaman: misalnya hukum kodrat, keadilan, kebebasan, perang yang dapat dipertanggungjawabkan Obyek Formal Ide itu diambil sebagai ide filosofis bukan sebagai ide Antropologis, Sosiologis, Psikologis, Politis, dan sebagainya, artinya konsep yang bersangkutan diambil sejauh dihubungkan dengan hakikat manusia dan
3 mempunyai tempat dalam suatu kerangka pikiran menyeluruh: Antropologis, Ontologis, Aksiologis, mungkin juga Epistemologis. 4.4 PENELITIAN KOMPARATIF Obyek Material Penelitian ini mau membandingkan pandangan dua atau lebih filsuf atau aliran. Mungkin kedua pandangan dekat, dalam satu aliran; atau lebih jauh, dalam satu tradisi; mungkin juga mereka ditemukan dalam dua tradisi yang berbeda, seperti Timur dan Barat. Mungkin perbandingan dilakukan mengenai salah satu masalah, mungkin juga mengenai salah satu bidang, misalnya Etika. Yang dibandingkan mungkin merupakan pertentangan atau kontrak; mungkin mereka sangat serupa; mungkin juga mereka dalam satu perspektif, dengan jalan yang pertama masih mencari jalan, dan yang kedua berpikiran lebih mantap dan lebih definitif Obyek Formal Perbandingan ini terjadi mengenai pandangan-pandangan filosofis. Itu berarti: merupakan visi-visi mengenai hakikat manusia, dunia, dan Tuhan, dan mengenai norma-norma yang terletak di dalamnya. Diteliti pula argumen-argumen mereka yang khas. Namun khususnya penelitian ini menelaah kesamaan dan/atau perbedaan mereka dalam hakikat norma dan argumentasi tersebut. 4.5 PENELITIAN PANDANGAN FILOSOFIS DI LAPANGAN Obyek Material Di salah satu kelompok, atau daerah, suku, bangsa, negara, diselidiki pandangan hidup atau pandangan dunia yang mendasari seluruh kebudayaannya. Mungkin juga diselidiki pandangan dasar yang melatarbelakangi salah satu fenomena penting, seperti misalnya hidup keluarga, struktur sosial, sistem pendidikan, salah satu kebiasaan atau upacara, salah satu bentuk kesenian. Pandangan dasar tersebut dapat hadir menurut tiga tingkatan: 1. Sebagai suatu Filsafat lebih kurang lengkap, yang telah dirumuskan secara eksplisit tertulis atau lisan, secara sistematis metodis, dan dipertanggungjawabkan secara kritis (lalu menjadi penelitian model pertama). 2. Sebagai suatu ideologi lebih kurang lengkap, yang telah dirumuskan secara eksplisit tertulis atau lisan, namun lebih terdiri dari rumus-rumus, slogan-
4 slogan, peribahasa-peribahasa, dari pada menjadi uraian sistematis metodis yang telah dipertanggungjawabkan secara kritis. 3. Sebagai pemahaman yang mungkin sudah diungkapkan secara fragmentaris, tetapi terutama masih bersifat implisit, yaitu tersembunyi dalam gejala-gejala hidup bersama Obyek Formal Pandangan dasar dalam kelompok atau dalam salah satu fenomena itu tidak hanya dilihat sebagai data Sosiologi atau Antropologis (Budaya), melainkan secara formal sebagai keyakinan-keyakinan tentang struktur-struktur dan kaidahkaidah yang mengatur seluruh hidup mereka dan yang menyangkut hakikat manusia, dunia, dan Tuhan. 4.6 PENELITIAN SISTEMATIS REFLEKTIF Obyek Material Penelitian Sistematis Refleksif mau membahas salah satu pokok dalam kehidupan manusia, yang merupakan fenomena cukup sentral, misalnya bahasa, kebebasan, komunikasi antarpribadi, keadilan, hubungan agama dan negara, validitas pengetahuan, cinta, simbol, cara bicara tentang Tuhan, dan sebagainya Obyek Formal Penelitian tersebut tidak tinggal terbatas pada studi Antropologis, atau Sosiologis atau Historis, melainkan diteliti secara Filosofis, ialah sejauh berhubungan langsung dengan hakikat manusia menurut pemahaman dan keyakinan pribadi. Dengan demikian diteliti struktur-struktur dan norma-norma yang lebih dasariah daripada yang dapat dicapai dengan metode ilmu-ilmu eksakta dan ilmu-ilmu sosial. Penelitian yang bersifat lebih empiris dapat diberi peranan rekan dialog dalam rangka studi antardisipliner. 4.7 PENELITIAN MASALAH ATAU TEORI Penelitian Masalah Aktual Obyek Material Penelitian ini adalah refleksi filosofis tentang salah satu fenomena atau situasi aktual yang merupakan masalah kontroverial, entah structural (misalnya dampak komunikasi modern, peranan keluarga di masyarakat), atau normatif misalnya perang, eutanasi, perkawinan campur). Masalah tersebut direfleksi secara langsung, sebagai fenomena atau situasi masyarakat (multidimensional).
5 Obyek Formal Fenomena atau masalah aktual itu tidak diteliti kembali menurut metode dan obyek formal salah satu ilmu atau bidang ilmiah tadi; hal itu di luar kompetensi ahli filsafat. Tetapi masalah itu disoroti secara filosofis, yaitu: ditinjau dari cahaya dasar-dasar kenyataan (manusia, dunia, Tuhan), atau pula dihubungkan dengan hakikat manusia Penelitian Teori Ilmiah Obyek Material Penelitian ini adalah refleksi filosofis yang bukan secara langsung mempelajari salah satu masalah aktual tetapi yang bersifat tidak langsung. Diadakan refleksi tentang suatu penelitian ilmiah bersama hasilnya, yang telah dilaksanakan tentang suatu masalah atau bahkan tentang suatu bidang hidup, oleh salah satu ilmu khusus (ilmu Kedokteran, Psikologi, Sosiologi, Ilmu Politik, Ilmu Agama, Ilmu Pendidikan) Obyek Formal Hasil penelitian atau teori ilmiah itu tidak diteliti kembali menurut metode dan obyek formal ilmu atau bidang ilmiah tadi; hal itu di luar kompetensi ahli filsafat. Tetapi hasil ditinjau dalam cahaya dasardasar kenyataan (manusia, dunia, Tuhan), atau pula dihubungkan dengan hakikat manusia. 4.8 PENELITIAN FILSAFAT Menurut The Liang Gie (1979) filsafat dan penelitian bukanlah 2 hal yang perlu saling bertentangan, tetapi juga tidak mesti saling mempersyaratkan. Seorang filsuf besar dapat saja menghasilkan kearifan hidup, pandangan dunia, sistem pemikiran, keyakinan dasar atau kebenaran filsafati tanpa melakukan penelitian filsafat. Sebaliknya seseorang terpelajar dapa saja melakukan penelitian filsafat dan mengembangkan pengetahuan filsafati tanpa menjadi filsuf yang besar. Namun Richard T. De George menyatakan bahwa apabila seseorang berhasrat memberikan suatu sumbangan dalam bidang pengetahuan apapun, termasuk bidang filsafat, ia harus memiliki kesarjanaan (scholarship) sebagai landasan yang kuat, sedang kemampuan teknis dalam penelitian merupakan suatu prasyarat bagi kesarjanaan yang berhasil. Kemampuan teknis tersebut mulai dari pencarian masalah, pembacaan,
6 dan penulisan perlu dilakukan secara seksama sebagaimana juga bekerja dalam kegiatan ilmiah lainnya. Penelitian filsafat harus menggunakan kaedah-kaedah ilmiah atau metode ilmiah yang unsur-unsur umumnya yang antara lain pengumpulan fakta, pembacaan literatur, penentuan patokanduga pengarahan atau penjelasan, pembuatan generalisasi, dan pelaksanaan perbandingan. Metode-metode teknis yang dapat dipergunakan selanjutnya ialah aneka metode yang telah dikembangkan dan dipakai oleh pelbagai ilmu seperti misalnya metode histories, metode statistik, metode psikologis atau metode kasus. Pada tahap peneliti filsafat perlu mengetahui data dari hasil penelitian ilmu-ilmu lain, bukan menidakannya. Selanjutnya menurut The Liang Gie (1979) suatu metode penelitian yang khusus bercorak filsafati tidak ada. Semua penelitian harus menerapkan metode ilmiah, juga penelitian dalam bidang seni, olahraga, agama, bahasa maupun bidang filsafat bilamana seseorang mempergunakan metode filsafat untuk menghasilkan kearifan apapun dalam arti yang luas, maka proses budi yang bersangkutan lalu merupakan filsafat dan bukan penelitian dalam bidang filsafat. Dan metode ilmiah dan metode filsafat tidak perlu merupakan 2 prosedur dari bekerjanya budi manusia yang saling berhubungan. Frederick Whitney bahkan menggambarkannya sebagai sebuah metode ilmu filsafat (science-philosophy method) yang merupakan kontinuitas dari proses pemikiran relektif yang bentuknya demikian (Gambar):
7 Kontinuitas dari proses pemikiran reflektif
8 Menurut bagan di muka proses pemikiran reflektif itu mulai dengan dugaan sementara dan penyimpulan tentang adanya hubungan-hubungan tertentu di antara banyak sekali gejala a, b, c, dan seterusnya dari pengalaman manusia yang tampil dalam kesadarannya. Dari kesimpulan itu lahirlah patokan duga yang diperiksa lebih lanjut pada taraf generalisasi yang kedua. Pada taraf ini juga dihimpun hal-hal lainnya yang bertalian oleh budi manusia sesuai dengan pengalamannya yang lampau. Hubungan-hubungan di antara pelbagai hal pada taraf ini memperoleh bentuk generalisasi yang agak lain, yakni sebagai teori atau asas. Pemikiran reflektif pada taraf selanjutnya (ketiga) yang berupa pemilihan, penyatupaduan, dan deduksi menolak generalisasi yang tak dapat dipertahankan serta menetapkan generalisasi yang benar sebagai fakta. Dalam bagan di muka kebenaran termaksud misalnya ialah intrrekasi data-data 1, n dan u yang merupakan F1. Dari proses pemikiran yang sama dalam pelbagai bidang ilmu dapatlah ditetapkan F1, F2, F3 dan seterusnya yang merupakan keseluruhan bidang ilmiah. Menurut Whitney generalisasi-generalisasi yang terbaik dari pelbagai ilmu itu merupakan bahan mentah bagi pemikiran reflektif pada taraf selanjutnya yang sudah merupakan bidang filsafat. Tetapi tidaklah mungkin mengatakan pada titik mana dalam proses reflection itu pemikiran melebur ke dalam pemikiran filsafat. Pada taraf-taraf pemikiran yang lebih lanjut itu (N1, N2 dan seterusnya) bahan-bahan secara terus-menerus mencapai nilai umum yang lebih besar sehingga menjadi kebenaran-kebenaran (truth dengan huruf t kecil) dan mendekati Kebenaran Terakhir (ultimate Truth) yang merupakan generalisasi yang mungkin (the largest possible generalization). Whitney menegaskan bahwa kebenarankebenaran itu jarang dan bahkan mungkin takkan pernah mencapai Kebenaran Terakhir sehingga taraf-taraf generalisasi itu juga tidak diketahui sampai ke berapa (N)? Whitney berpendapat bahwa di antara tipe-tipe penelitian yang dilaksanakan orang terdapat the philosophical type of research (tipe filsafati dari penelitian). Tipe penelitian ini didefinisikan sebagai reflective thinking on levels of extensive generalization, above the realm of fact finding science (pemikiran reflective pada taraf-taraf generalisasi yang luas di atas bidang ilmu yang menemukan fakta). Selanjutnya beliau menjelaskan sebagai berikut: ilmu bersangkut paut dengan gejala-gejala khusus dari pengalaman dan generalisasi yang pentingnya secara relatif terbatas, filsafat mengambil kesimpulan-kesimpulan dari ilmu dalam bidang-bidang yang bertalian dan menggunakan fakta-fakta ini sebagai bahan mentah untuk refleksi lebih lanjut, dengan menghasilkan sudut-sudut pandangan yang lebih besar dan lebih melingkup dalam
9 rangka nilai-nilai yang lebih dekat dan semakin dekat dengan kebenaran abadi. Bahwa terdapatlah suatu kesamaan dari prosedur dalam semua pemikiran refleksif yang sesungguhnya, perbedaan antara ilmu dan filsafat hanyalah dalam hal bahan pokok yang mereka kerjakan dan taraf nilai yang dicapainya. Bakker dan Charris (1990) mengatakan yang membedakan filsafat dengan ilmu adalah obyek formalnya. Pertanyaan-pertanyaan filsafat membukakan jendela-jendela ilmu yang tertutup untuk mencapai taraf yang lebih tinggi, dan diskemakan oleh Max Horkheimer sebagai berikut: The scheme of Philosophical Thinking Problems Standpoint Reflection Critical Evaluation New Problems New Perspectives In fact, the uncovering of limitedness and onesideness in one s own and other s thought, constitutes an important aspect of the intellectual process Max Horkheimer, in Zum Problem der Warheit Latihan 1. Tulislah ada berapa macam model penelitian filsafat. 2. Mengapa suatu penelitian baik ilmu-ilmu lain maupun filsafat memerlukan model. 3. Apa perbedaan model penelitian ilmu dengan metode penelitian filsafat. 4. Buatlah skema pemikiran kefilsafatan menurut Max Horkheimer. 4.9 Penutup Rangkuman Terdapat beberapa model penelitian filsafat yaitu penelitian historis faktual mengenai tokoh, naskah atau buku, teks naskah; penelitian suatu konsep sepanjang sejarah, penelitian komparatif, penelitian sistimatis-refleksifl; penelitian masalah aktual, penelitian teori ilmiah. Untuk semua penelitian tersebut dipergunakan unsur-unsur metodis umum yang berlaku bagi semua penelitian filsafat yaitu: interpretasi, induksi dan deduksi, koherensi intern, holistika, kesinambungan histories, idealisasi, komparasi, heuristika, bahasa inklusif atau analogal dan deskripsi.
10 Soal Test Formatif 1. Sebutkan ada berapa macam model penelitian filsafat? 2. Mengapa diperlukan berbagai macam model dalam penelitian filsafat? 3. Apakah ada perbedaan antara proses berfilsafat dengan penelitian filsafat? 4. Bagaimana tahap-tahap berpikir dari data empiris sampai kepada refleksif menurut Whitney? Umpan Balik Petunjuk: Untuk menilai jawaban atas tes formatif di atas sehingga dapat diketahui penguasaan materi Bab IV tentang model penelitian filsafat ini, ialah bila mahasiswa dapat menjelaskan berbagai macam model penelitian filsafat dan memberikan contoh operasionalisasi unsur metodis umum dalam penelitian tersebut. Juga bila mahasiswa dapat mengemukakan kelebihan dan kelemahan masing-masing model yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka mahasiswa tersebut dikualifikasi baik. Kunci Jawaban Test Formatif 1. Model-model penelitian filsafat yaitu: Penelitian historis faktual mengenai tokoh, naskah atau buku, teks naskah; penelitian suatu konsep sepanjang sejarah, penelitian komparatif, penelitian pandangan fisofis di lapangan, penelitian sistimatis-reflektif, penelitian masalah aktual, penelitian teori ilmiah. 2. Penelitian filsafat membutuhkan model karena terdapat sumber-sumber sebagai obyek penelitian filsafat. Model secara umum adalah abstraksi dari realitas dunia nyata. Dan dunia nyata tersebut telah dipikirkan dan dituliskan oleh para fllsuf dari masa ke masa. Tulisan tersebut terdapat dalam teks, naskah, buku dan sebagainya, dipilih sebagai model penelitian filsafat melalui pendekatan hermeneutik. 3. Menurut The Liang Gie filsafat tidak dapat dipersamakan dengan penelitian filsafat, sedang metode filsafat juga tidak sama dengan metode ilmiah, walupun kedua hal yang terdahulu sama-sama merupakan proses dari budi manusia dan kedua hal yang kemudian sama-sama merupakan bekerjanya budi itu. 4. Menurut Whitney ilmu bersangkut pula dengan gejala-gejala khusus dari pengalaman dan generalisasi yang pentingnya secara relaitf terbatas, filsafat mengambil kesimpulan dari ilmu dalam bidang-bidang yang bertalian dan menggunakan fakta-fakta ini sebagai bahan mentah untuk merekfleksi lebih lanjut, dengan menghasilkan sudut-sudut pendangan yang lebih besar dan lebih
11 melingkup dalam rangka nilai-nilai yang lebih dekat dan semakin dekat dengan kebenaran abadi. DAFTAR PUSTAKA Bukker, Antondan Zubair, Achmad Charris 1990 Metodologi Penelitian Filsafat, Kanisius. Yogyakarta. Kuncoro, Mudarjad 2001 Metode Kuantitatif, UPP YKPN. Yogyakarta. The Liang Gie 1979 Dari Administrasi ke Filsafat, Karya Kencana. Yogyakarta.
BAB VI RANCANGAN PENELITIAN KONSEP SEPANJANG SEJARAH
BAB VI RANCANGAN PENELITIAN KONSEP SEPANJANG SEJARAH 6.1. PENDAHULUAN Bab VI ini menguraikan rancangan penelitian mengenai suatu konsep sepanjang sejarah, dan pikiran-pikiran para filsuf tersebut banyak
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) METODE PENELITIAN FILSAFAT
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) METODE PENELITIAN FILSAFAT Oleh: NUSYIRWAN FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2003 HALAMAN PERSEMBAHAN Mengenang Sembilan Tahun
MAKALAH PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU
MAKALAH PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU Oleh : Septy Indriyani (15105244006) Teknologi Pendidikan A A. PENDAHULUAN Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa
BAB III UNSUR-UNSUR METODIS UMUM PENELITIAN FILSAFAT
BAB III UNSUR-UNSUR METODIS UMUM PENELITIAN FILSAFAT PENDAHULUAN Bab III ini menguraikan pemikiran Bakker dan Charris (1990) tentang unsureunsur metodis umum penelitian filsafat. Dalam penelitian filsafat
FILSAFAT ILMU. Irnin Agustina D.A.,M.Pd
FILSAFAT ILMU Irnin Agustina D.A.,M.Pd [email protected] Definisi Filsafat Ilmu Lewis White Beck Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine
ILMU SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN DAN METODE ILMIAH
ILMU SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN DAN METODE ILMIAH Ilmu adalah sebagai aktivitas penelitian. Sudah kita ketahui bersama bahwa ilmu mempunyai andil yang cukup besar dalam perkembangan kehidupan manusia
Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk men
Metodologi Penelitian Psikologi Rahayu Ginintasasi Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk meneliti
BAB I PENDAHULUAN. adalah pengetahuan. Kemudian Plato, menurutnya baik itu apabila ia dikuasai oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Etika di mulai pada abad ke lima sebelum masehi. Berbagai mazhab di yunani yang ditandai dengan kehadiran Socrates, yang mengatakan bahwa kebaikan itu adalah
PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU. Ilmu Pendidikan
PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU Ilmu Pendidikan Pendidikan sebagai Ilmu Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam hidup manusia dimana ada kehidupan disitu pasti ada pendidikan Pendidikan sebagai
Sek Se i k las tentang te filsafat Hendri Koeswara
Sekilas tentang filsafat Hendri Koeswara Pengertian ilmu filsafat 1. Etimologi Falsafah (arab),philosophy (inggris), berasal dari bahasa yunani philo-sophia, philein:cinta(love) dan sophia: kebijaksanaan(wisdom)
FILSAFAT ILMU DAN CABANG FILSAFAT. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 02Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Modul ke: 02Fakultas Dr. PSIKOLOGI CABANG FILSAFAT H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id CABANG- CABANG FILSAFAT Standar Kompetensi Setelah perkualiahan
Filsafat Manusia (PERKULIAHAN)
Filsafat Manusia (PERKULIAHAN) Modul ke: Pendahuluan Firman Alamsyah Ario Buntaran Fakultas Psikologi Program Studi S1 - Psikologi http://www.mercubuana.ac.id Kontrak perkuliahan Tatap muka 14 x pertemuan
PENGANTAR PENELITIAN. Imam Gunawan
PENGANTAR PENELITIAN Imam Gunawan Apakah penelitian itu?? Proses yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi guna meningkatkan pemahaman pada suatu topik Usaha mendapatkan kebenaran dalam
PARADIGMA POSITIVISTIK DALAM PENELITIAN SOSIAL
PARADIGMA POSITIVISTIK DALAM PENELITIAN SOSIAL Memahami Paradigma positivistik (fakta sosial) menganggap realitas itu sebagai sesuatu yang empiris atau benar-benar nyata dan dapat diobservasi. Dalam meneliti,
METODE PENELITIAN. deskriptif dan dengan pendekatan analisis wacana. Dalam melakukan
25 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan dengan
FILSAFAT ILMU DAN PENDAHULUAN. Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI PENDAHULUAN Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengertian Filsafat Secara Etimologis : kata filsafat berasal
SOSIOLOGI DALAM KEPARIWISATAAN
SOSIOLOGI DALAM KEPARIWISATAAN Pada hakekatnya manusia merupakan mahluk sosial. Hal ini dapat dilihat dari kehidupannya yang senantiasa menyukai dan membutuhkan kehadiran manusia lain. Manusia memiliki
BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN
BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN Pada umumnya manusia dilahirkan seorang diri. Namun demikian, mengapa manusia harus hidup bermasyarakat. Manusia tanpa manusia lainnya pasti akan mati. Bayi misalnya,
FILSAFAT METODE PENELITIAN
PAT S2 2017 Minat : Rekayasa Struktur Website: www.zacoeb.lecture.ub.ac.id e-mail : [email protected] FILSAFAT METODE PENELITIAN PRAPOSITIVISME PERKEMBANGAN FILSAFAT PENELITIAN POSITIVISME POSTPOSITIVISME
PENGETAHUAN DAN FILSAFAT ILMU
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Modul ke: 09Fakultas Dr. PSIKOLOGI PENGETAHUAN DAN FILSAFAT ILMU H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id KONSEP PENGETAHUAN Dalam Encyclopedia of
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengisi jabatan tertentu di dalam suatu negara. Bagi negara yang menganut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemilihan umum merupakan suatu sarana untuk memilih orang agar dapat mengisi jabatan tertentu di dalam suatu negara. Bagi negara yang menganut sistem demokrasi,
KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Prof. Dr. Almasdi Syahza,, SE., MP Peneliti Senior Universitas Riau Email : [email protected] [email protected] Website : http://almasdi.staff.unri.ac.id Pengertian
Oleh : Lia Aulia Fachrial, M.Si
Oleh : Lia Aulia Fachrial, M.Si Konsep (pengertian) ilmu pengetahuan Memahami dan menjelaskan konsep (pengertian) ilmu pengetahuan secara umum Hubungan sosiologi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya Memahami
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. 1 Adapun secara
(Bahan Kuliah Metpen, Program S1, S2, dan S3)
(Bahan Kuliah Metpen, Program S1, S2, dan S3) Kendati metode penelitian kualitatif sudah dipakai sejak tahun 1960 an di berbagai bidang seperti pendidikan, politik, psikologi, sejarah, antropologi, ekonomi,
RUANG LINGKUP FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI OBJEK. Anggota kelompok:
RUANG LINGKUP FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI OBJEK Anggota kelompok: Imam Dwi Saputra Astria Primadhani Hanifiya Y.H Lusiana Ulfa H. Rizkary Roslianti Syahida Ariani P RUANG LINGKUP FILSAFAT Filsafat
Filsafat Ilmu dan Logika
Filsafat Ilmu dan Logika Modul ke: METODE-METODE FILSAFAT Fakultas Psikologi Masyhar Zainuddin, MA Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengantar metode filsafat bukanlah metode ketergantungan
BAB I PENGERTIAN FILSAFAT INDONESIA PRA MODERN
BAB I PENGERTIAN FILSAFAT INDONESIA PRA MODERN A. Objek Bahasan 1. Objek materi Filsafat Indonesia ialah kebudayaan bangsa. Menurut penjelasan UUD 1945 pasal 32, kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang
MAKALAH FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN DAN ETIKA SERTA MORALITAS
MAKALAH FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN DAN ETIKA SERTA MORALITAS Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Etika Akademik Oleh Deki Zulkarnain 130910202062 Program Studi
FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DA ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2011
FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DA ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2011 FILSAFAT ILMU Apa itu FILSAFAT??? KonTRak kuliah MaTReRi LiTRerAtUR ETIMOLOGIS philos (friend)/
PENGERTIAN DAN WAWASAN DASAR TEORI PERENCANAAN
PENGERTIAN DAN WAWASAN DASAR TEORI PERENCANAAN Disusun untuk memenuhi tugas I semester ganjil mata kuliah Teori Perencanaan Tahun Akademik 2010 / 2011 Oleh : RAHAJENG KUSUMANINGTYAS NPM : 10070309013 PROGRAM
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat di mana penelitian akan dilakukan yaitu di Kelompok Bermain Bunga Nusantara
Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman
Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman Berbicara mengenai filsafat, yang perlu diketahui terlebih dahulu bahwa filsafat adalah induk dari segala disiplin ilmu pengetahuan yang
A. Dari segi metodologi:
Lampiran 1 UNSUR-UNSUR PEMBEDA ANTARA DENGAN SEBAGAI BAGIAN DARI RUMPUN ILMU HUMANIORA UNSUR Cakupan Ilmu dan Kurikulum Rumpun Ilmu Agama merupakan rumpun Ilmu Pengetahuan yang mengkaji keyakinan tentang
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PREVIEW PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM KESATUAN SILA-SILA PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT NILAI-NILAI PANCASILA MENJADI DASAR DAN ARAH KESEIMBANGAN
BAB III METODE PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu ini merupakan penelitian kualtitatif dengan studi pustaka, namun, tidak ada pembatasan khusus terhadap tempat dan waktu. Objek penelitian
BAB I PENDAHULUAN. (dalam Risna, 2011) yang menyatakan bahwa: Soejadi (2000) mengemukakan bahwa pendidikan matematika memiliki dua
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan pelajaran yang penting, banyak aktivitas yang dilakukan manusia berhubungan dengan matematika, sebagaimana pendapat Niss (dalam Risna,
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Filsafat dan Filsafat Ketuhanan
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Filsafat dan Filsafat Ketuhanan Filsafat merupakan disiplin ilmu yang terkait dengan masalah kebijaksanaan. Hal yang ideal bagi hidup manusia adalah ketika manusia berpikir
MAKNA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN DASAR ILMU
Modul ke: MAKNA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN DASAR ILMU Fakultas TEKNIK Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi Arsitektur www.mercubuana.ac.id Pokok Bahasan Pendahuluan Pengertian Sistem Filsafat
BAB III METODE PENELITIAN. memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan. sistematis untuk mewujudkan kebenaran.
BAB III METODE PENELITIAN Metode di sini diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang akan dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu
BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan esensi dari sebuah pendidikan. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan esensi dari sebuah pendidikan. Pendidikan dikatakan berhasil manakala hasil dari proses pembelajaran itu sendiri bermutu. Pembelajaran
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI. Bab ini menyajikan sejumlah kesimpulan yang meliputi kesimpulan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI Bab ini menyajikan sejumlah kesimpulan yang meliputi kesimpulan umum dan khusus, implikasi, dan rekomendasi penelitian. Kesimpulan, implikasi, dan rekomendasi
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENGERTIAN FILSAFAT FILSAFAT (Philosophia) Philo, Philos, Philein, adalah cinta/ pecinta/mencintai Sophia adalah kebijakan, kearifan, hikmah, hakikat kebenaran Cinta pada
BAB I PENGANTAR KHAZANAH ANALISIS WACANA. Deskripsi Singkat Perkuliahan ini membelajarkan mahasiwa tentang menerapkan kajian analisis wacana.
BAB I PENGANTAR KHAZANAH ANALISIS WACANA Deskripsi Singkat Perkuliahan ini membelajarkan mahasiwa tentang menerapkan kajian analisis wacana. Relevansi Dalam perkuliahan ini mahasiswa diharapkan sudah punya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan
60 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan persiapan yang sesuai dengan prosedur penelitian. Persiapan-persiapan ini akan membantu kelancaran
Pendidikan Pancasila. Berisi tentang Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu. Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom. Modul ke:
Modul ke: Pendidikan Pancasila Berisi tentang Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu. Fakultas Fakultas Ekonomi Bisnis Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id
Sosiologi politik MEMAHAMI POLITIK #3 Y E S I M A R I N C E, M. S I
Sosiologi politik MEMAHAMI POLITIK #3 Y E S I M A R I N C E, M. S I PERKEMBANGAN ILMU POLITIK CARA MEMANDANG ILMU POLITIK Ilmu yang masih muda jika kita memandang Ilmu Politik semata-mata sebagai salah
FILSAFAT ILMU OLEH SYIHABUDDIN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
FILSAFAT ILMU OLEH SYIHABUDDIN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FILSAFAT ILMU Filsafat: upaya sungguh-sungguh dlm menyingkapkan segala sesuatu, sehingga pelakunya menemukan inti dari
BAB I PENDAHULUAN. teks yang isinya berbagai jenis, baik berupa ide, gagasan, pemikiran suatu tokoh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Novel merupakan salah satu jenis media dimana penyampaianya berupa teks yang isinya berbagai jenis, baik berupa ide, gagasan, pemikiran suatu tokoh tertentu ataupun
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi
FILSAFAT PENDIDIKAN. Dosen: Rukiyati, M. Hum Jurusan FSP-FIP UNY Telp
FILSAFAT PENDIDIKAN Dosen: Rukiyati, M. Hum Jurusan FSP-FIP UNY Telp. 0274 870194 Pengertian Filsafat Pendidikan Pengertian Filsafat Berasal dari kata Philos, philore (cinta) dan sophos atau sophia (kebajikan,
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang bermartabat. Sebagai makhluk yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang bermartabat. Sebagai makhluk yang bermartabat, manusia memiliki di dalam dirinya akal budi, rasa, hati dan kehendak. Manusia
PENDIDIKAN PANCASILA VISI DAN MISI PENDIDIKAN PANCASILA.
PENDIDIKAN PANCASILA VISI DAN MISI PENDIDIKAN PANCASILA VISI PENDIDIKAN PANCASILA Pendidikan Pancasila menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelengaraan program studi. Intinya : Pendidikan Pancasila
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Invaliditas aplikasi..., Bio In God Bless, FIB UI, 2009
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sains bersifat naturalistis juga bersifat empiristis. Dikatakan bersifat naturalistis dalam arti penjelasannya terhadap fenomena-fenomena alam selalu berada dalam wilayah
: PROF. DR. HAEDAR AKIB, M.Si MACAM-MACAM ILMU PENDIDIKAN YATI HARDIYANTI
MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU : FILSAFAT PENDIDIKAN : PROF. DR. HAEDAR AKIB, M.Si MACAM-MACAM ILMU PENDIDIKAN YATI HARDIYANTI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Logo adalah tanda, lambang, ataupun simbol yang mengandung makna dan digunakan sebagai identitas sebuah organisasi, perusahaan atau individu agar mudah diingat
EPISTEMOLOGI & LOGIKA PENDIDIKAN. Oleh Dr. Dwi Siswoyo, M. Hum
EPISTEMOLOGI & LOGIKA PENDIDIKAN Oleh Dr. Dwi Siswoyo, M. Hum MAKNA FILOSOFI Kata filosofi berasal dari perkataan yunani philos (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) dan berarti cinta kebijaksanaan. Filosofi
FILSAFAT PENGANTAR TERMINOLOGI
FILSAFAT PENGANTAR Kata-kata filsafat, filosofi, filosofis, filsuf, falsafi bertebaran di sekeliling kita. Apakah pemakaiannya dalam kalimat-kalimat sudah tepat atau sesuai dengan arti yang dimilikinya,
BAB I PENDAHULUAN. dikaruniai berbagai kelebihan dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Karunia itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan dikaruniai berbagai kelebihan dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Karunia itu berupa akal, cipta, rasa,
RELEVANSI FILSAFAT MANUSIA DALAM KEHIDUPAN. Oleh Dr. Raja Oloan Tumanggor
RELEVANSI FILSAFAT MANUSIA DALAM KEHIDUPAN Oleh Dr. Raja Oloan Tumanggor Pokok Persoalan Apakah filsafat manusia itu? Apa perbedaan filsafat manusia dengan ilmu lain (dalam hal ini psikologi klinis)? Apa
ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI
ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI Modul ke: Pokok Bahasan : PENGANTAR BIDANG FILSAFAT Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Yogi Prima Muda, S.Pd, M.Ikom Program Studi (Marcomm) www.mercubuana.ac.id MENGAPA HARUS
BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I
BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I Nama Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Kode / SKS : FIF 342 /3 SKS Waktu Pertemuan : 2 x pertemuan (2 x 300 menit) Pertemuan : I dan II Tujuan Instruksional 1. Umum : Setelah
ILMU DAN ILMU PENGETAHUAN
ILMU DAN ILMU PENGETAHUAN ILLIA SELDON MAGFIROH KULIAH VIII METODE ILMIAH PROGRAM STUDI AGRIBISNIS, UNIVERSITAS JEMBER 2017 KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN : Mahasiswa dapat menjelaskan : 1. Ciri-ciri ilmu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (classroom reaseach).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (classroom reaseach). Masalah penelitian yang harus dipecahkan berasal dari persoalan praktik pembelajaran
Prosedur Penelitian (1)
HAND OUT MATA KULIAH Prosedur Penelitian (1) Tedi Priatna Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung 1 Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kenyataan dan harus
PERTEMUAN II PENGENALAN LOGIKA
PERTEMUAN II PENGENALAN LOGIKA Pengantar Definisi tidak pernah dapat menampilkan dengan sempurna pengertian sesuatu yang dikandungnya. Logika mengantarkan kita ke arah pemahaman garis besar tentang suatu
KELAHIRAN SOSIOLOGI Pertemuan 2
KELAHIRAN SOSIOLOGI Pertemuan 2 SOSIOLOGI??? APA MANFAAT LETAK LAHIRNYA SOSIOLOGI Sosiologi lahir manakala muncul perhatian terhadap masyarakat karena perubahan yang terjadi Terdapat peristiwa besar di
Pancasila sebagai Sistem Filsafat
PENDIDIKAN PANCASILA Modul ke: 07 Pancasila sebagai Sistem Filsafat Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil www.mercubuana.ac.id Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc Pendahuluan Pancasila merupakan filsafat bangsa
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI. bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka Telaah yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak terlepas dari peran filsafat. Sebaliknya
II. TINJAUAN PUSTAKA. membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis
6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoretis 1. Kemampuan Berpikir Kritis Berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah,
BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang dilakukan pada bulan Juli September Berikut tabel rincian waktu penelitian yang dilakukan :
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi yang menjadi fokus penelitian adalah Kampung Adat Pulo, DTW Candi Cangkuang, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK: FILSAFAT, TEORI DAN METODOLOGI
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK: FILSAFAT, TEORI DAN METODOLOGI Oleh NIM : Boni Andika : 10/296364/SP/23830 Tulisan ini berbentuk critical review dari Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Filsafat, Teori dan Metodologi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil imajinasi seseorang yang berasal dari pengalaman, pemikiran, perasaan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil imajinasi seseorang yang berasal dari pengalaman, pemikiran, perasaan yang dituangkan dalam bentuk bahasa dan dilukiskan dalam bentuk
MANFAAT STUDI FILOLOGI
MANFAAT STUDI FILOLOGI Manfaat Studi Filologi Manfaat studi filologi dibagi menjadi dua, yaitu manfaat umum dan manfaat khusus. Mengetahui unsur-unsur kebudayaan masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan.
BAB III METODE PENELITIAN
digilib.uns.ac.id No BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian karya sastra melalui analisis dokumen berupa studi pustaka. Tempat penelitian tidak terikat
PENGERTIAN FILSAFAT (1)
PENGERTIAN FILSAFAT (1) Jujun S. Suriasumantri, orang yang sedang tengadah memandang bintang-bintang di langit, dia ingin mengetahui hakekat dirinya dalam kesemestaan galaksi; atau orang yang berdiri di
FILSAFAT PENDIDIKAN. Oleh Drs. Dwi Siswoyo, M. Hum
FILSAFAT PENDIDIKAN Oleh Drs. Dwi Siswoyo, M. Hum MAKNA FILOSOFI Kata filosofi berasal dari perkataan yunani philos (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) dan berarti cinta kebijaksanaan. Filosofi adalah tidak
MODEL PENELITIAN AGAMA
MODEL PENELITIAN AGAMA Diajukan Sebagai Tugas Makalah Dalam Mata Kuliah Metodologi Studi ISlam DOSEN PEMBIMBING Fitri Oviyanti, M.Ag DISUSUN OLEH Lismania Nina Lingga Sari FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN
FILSAFAT????? Irnin Agustina D.A, M.Pd
FILSAFAT????? [email protected] PENGERTIAN FILSAFAT SECARA ETIMOLOGI Istilah filsafat yang merupakan terjemahan dari philolophy (bahasa Inggris) berasal dari bahasa Yunani philo (love of ) dan sophia
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru dituntut untuk mampu memilih dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru dituntut untuk mampu memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktifkan siswa. Belajar merupakan
BAB 3 METODOLOGI. Universitas Indonesia Representasi jilbab..., Sulistami Prihandini, FISIP UI, 2008
31 BAB 3 METODOLOGI 3.1. Paradigma Penelitian Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata. Sebagaimana dikatakan Patton (1990), paradigma tertanam kuat dalam sosialisasi
A. Lingkungan Sekitar Sekolah sebagai Sumber Pembelajaran. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Lingkungan Sekitar Sekolah sebagai Sumber Pembelajaran Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus)
Dosen : Nuansa Bayu Segara, M.Pd
Mata Kuliah PENGANTAR ILMU SOSIAL Dosen : Nuansa Bayu Segara, M.Pd PERTEMUAN 2 SEJARAH ALAM PIKIRAN MANUSIA Manusia Sebagai Individu JIWA RAGA Manusia Makhluk Berakal Budi Manusia berbeda dengan hewan.
Paradigma dalam Penelitian Kualitatif (Pertemuan Ke-7) Oleh : Dr. Heris Hendriana,M.Pd
Paradigma dalam Penelitian Kualitatif (Pertemuan Ke-7) Oleh : Dr. Heris Hendriana,M.Pd Kesulitan mahasiswa 1. Tidak menguasai (ia baru merasa adanya) persoalan yang akan diteliti 2. Ia tidak mengetahui
PENDAHULUAN. Metodis. Sistematis. Koheren. Ilmu Pengetahuan. Filsafat. Teologi
PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Filsafat Teologi Metodis Sistematis Koheren 1 OBYEK: Ilmu Pengetahuan: Alam Indrawi Filsafat : Kodrati Dengan Imajinasi Dan Intuisi Teologi : Adikodrati/Wahyu Tuhan 2 MACAM
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Bahasa Indonesia secara umum mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi sosial. Pada dasarnya bahasa erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Manusia sebagai anggota
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan suatu cara untuk mencari kebenaran secara ilmiah berdasarkan pada data
49 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Suatu penelitian ilmiah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya apabila menggunakan suatu metode yang sesuai dengan kajian penelitian. Metode penelitian
FILSAFAT ILMU ( PHS 101 ) Strategic Management and The Philosophy of Science : The case for a constructivist methodology. oleh:
FILSAFAT ILMU ( PHS 101 ) Strategic Management and The Philosophy of Science : The case for a constructivist methodology oleh: Hendrysan Krisna K. 071211131008 Fransiska Tanuwijaya 071211132014 Pratika
Filsafat Umum. Pengantar ke Alam Filsafat 2. Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi
Filsafat Umum Modul ke: 02 Pengantar ke Alam Filsafat 2 Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Obyek Kajian Filsafat Obyek Materi: segala sesuatu yang ada atau yang mungkin
URGENSI FILSAFAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA. Dr. Y. Suyitno MPd Dosen Filsafat Pendidikan UPI
URGENSI FILSAFAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA Dr. Y. Suyitno MPd Dosen Filsafat Pendidikan UPI SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
Filsafat Umum. Kontrak Perkuliahan Pengantar ke Alam Filsafat 1. Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi
Filsafat Umum Modul ke: 01 Fakultas Psikologi Kontrak Perkuliahan Pengantar ke Alam Filsafat 1 Program Studi Psikologi Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. RAPEM FILSAFAT UMUM Judul Mata Kuliah : Filsafat Umum
Diterjemahkan oleh K.J. Veeger, (Jakarta: Gramedia, 1998), hlm Zainal, Abidin, Filsafat Manusia, (Jakarta: Rosda Karya, 2003), hlm.
Filsafat Antropologi 1 Filsafat antropologi merupakan salah satu cabang dari filsafat teoritika. Selain itu filsafat antropologi juga dapat disebut sebagai ilmu. Palmquis memahami bahwa filsafat mengalami
BAB 3 METODE PENELITIAN
32 BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam membuat suatu penelitian tentunya dibutuhkan suatu metode, begitu pula dalam pembuatan penelitian hukum dalam bentuk skripsi ini. Metode sendiri ialah suatu kerangka kerja
III. METODE PENELITIAN. pengetahuan yang teratur dan runtut pada umumnya merupakan manifestasi
16 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Dalam setiap penelitian, metode merupakan faktor yang penting untuk memecahkan suatu masalah yang turut menentukan keberhasilan penelitian. Sumadi Suryabrata,
Pengetahuan dan Kebenaran
MODUL PERKULIAHAN Pengetahuan Kebenaran Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 08 M-603 Shely Cathrin, M.Phil Abstract Kompetensi Kebenaran pengetahuan Memahami pengetahuan
Nama : Diana Lusi Rinasari NIM : Makul : Ilmu Pendidikan Dosen : Anik Ghufron, Prof. Dr. Judul : Pendidikan sebagai Ilmu BAB I
Nama : Diana Lusi Rinasari NIM : 15105241002 Makul : Ilmu Pendidikan Dosen : Anik Ghufron, Prof. Dr. Judul : Pendidikan sebagai Ilmu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan satu kesatuan
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban manusia sesuai dengan lingkungan karena pada dasarnya, karya sastra itu merupakan unsur
