VISUM ET REPERTUM NO : 027 / VER / RS / I / 2014
|
|
|
- Ida Atmadja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PRO JUSTITIA PEMERINTAH KABUPATEN SERANG VISUM ET REPERTUM NO : 027 / VER / RS / I / 2014 Serang, 27 Juni 2015 Saya yang bertanda tangan di bawah Dr. Budi Suhendar, DFM, Sp.F. Dokter Spesialis Forensik pada Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Drajat Prawiranegara, atas permintaan dari : Kepala Kepolisian Resort Pandeglang dengan suratnya tertanggal delapan belas bulan April tahun dua ribu lima belas No. B/ 22/ I/ 2015/ Reskrim. Memberikan keterangan tentang pemeriksaan yang saya lakukan pada tanggal dua puluh tujuh bulan Juni tahun dua ribu lima belas pukul dua puluh tiga lewat lima menit Waktu Indonesia Barat, bertempat di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Drajat Prawiranegara berupa pemeriksaan luar jenazah atas seorang korban yang menurut keterangan adalah sebagai berikut: Nama : NY. ENO SUPRIYATI Tempat tanggal lahir : Serang, 06 Februari Jenis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Pekerjaan Alamat : Ibu Rumah Tangga : Kampung Karundang BLKI RT03 RW01 Kelurahan karundang Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang HASIL PEMERIKSAAN YANG DI DAPATKAN PEMERIKSAAN LUAR: Label mayat: Tidak ditemukan Bungkus mayat: (1). Satu kantung mayat berbahan terpal berwarna dasar kuning terdapat ritsleting pada sisi depan, atas dan tengah berwarna hitam. Terdapat pegangan tali pada sisi atas, tengah, bawah, samping kanan dan kiri berwarna kuning Perhiasan mayat: (1). Terdapat lima gelang pada tangan kiri berbahan besi berwarna perak dengan motif garis-garis (2). Terdapat satu cincin pada jari keempat tangan kiri berbahan besi berwarna perak dengan motif garis miring dan lubang (3). Terdapat dua anting pada daun telinga kanan dan kiri berbahan besi berwarna perak dengan moti kotak-kotak dengan mutiara berbentuk jepit (4). Terdapat dua ikat rambut masing-masing berwarna pink dan biru berbahan karet dengan motif garis hitam Pakaian mayat: (1). Satu kaos dalam berwarna kuning berbahan kaos dengan tali disisi kanan dan kiri. Pada bagian belakang kiri terdapat bercak berwarna kemerahan (darah) (2). Satu celana pendek berwarna salem berbahan kaos dengan karet di bagian pinggang, (3). Satu pakaian dalam berupa BH berwarna merah terdapat manikmanik dibagian bawah. (4). Satu pakaian dalam berupa celana dalam berwarna dasar pink berbahan kaos dengan motif garis berwarna merah Benda disamping mayat: Tidak ditemukan Kaku mayat terdapat pada lipat lengan, jari tangan dan jari kaki kanan dan kiri sukar dilawan (2). Lebam mayat terdapat,
2 Halaman ke 2 dari 6 halaman Lebam mayat terdapat pada punggung atas, bawah, dan bokong berwarna merah keunguan hilang pada penekanan Mayat adalah seorang perempuan, bangsa Indonesia, ras mongoloid, berumur empat puluh lima tahun, kulit sawo matang, gizi baik, panjang tubuh seratus empat puluh sembilan sentimeter, berat tubuh tidak diketahui Identitas khusus: Tidak ditemukan Rambut berwarna hitam tumbuh tebal dengan panjang empat pulu sembilan sentimeter. Alis mata berwarna hitam tumbuh tipis berukuran nol koma lima sentimeter. Bulu mata berwarna hitam tumbuh jarang berukuran nol koma sembilan sentimeter Mata kanan terbuka nol koma delapan sentimeter dan kiri terbuka nol koma lima sentimeter Selaput bening mata kanan putih pucat pada sisi dalam terdapat bercak kemerahan dan kiri putih pucat Teleng mata kanan dan kiri berdiameter nol koma lima sentimeter dan kiri. Warna tirai mata kanan dan kiri coklat tua Selaput bola mata kanan dan kiri putih bening Selaput kelopak kanan dan kiri putih pucat Hidung: Mancung Telinga kanan dan kiri berbentuk oval Mulut: tertutup, lidah tidak terjulur maupun tergigit Gigi gigi: Tidak ditemukan Dari lubang mulut tidak keluar apa-apa Dari lubang hidung keluar cairan berwarna merah (darah) Dari lubang telinga kanan dan kiri tidak keluar apa-apa Dari lubang kemaluan tidak keluar apa-apa Dari lubang pelepas tidak keluar apa-apa Luka-luka: (1). Pada sudut mata luar sisi kanan tujuh sentimeter dari garis pertengahan depan dua sentimeter dibawah alis terdapat memar berwarna keunguan berukuran dua sentimeter kali satu sentimeter.- (2). Pada sudut mata luar sisi kanan tujuh koma lima sentimeter dari garis pertengahan depan satu koma lima sentimeter dibawah alis terdapat memar berwarna keunguan berukuran satu koma lima sentimeter kali nol koma tujuh sentimeter dikelilingi benjolan berukuran satu sentimeter kali satu koma lima sentimeter kali nol koma tiga sentimeter (3). Pada pipi kanan delapan koma lima sentimeter dari garis pertengahan depan satu koma lima sentimeter dari sudut bibir luar sisi kanan terdapat luka lecet berukuran tiga koma lima sentimeter kali nol koma lima sentimeter (4). Pada rahang bawah sisi kanan lima sentimeter dari garis pertengahan depan lima sentimeter dari sudut bibir luar terdapat luka lecet berukuran nol koma delapan sentimeter kali nol koma dua sentimeter (5). Pada dagu dua sentimeter dari garis pertengahan depan satu koma lima sentimeter dari bibir bawah terdapat dua luka lecet berukuran masing-masing nol koma delapan sentimeter kali nol koma tiga sentrimeter dan satu sentimeter kali nol koma tiga sentimeter seluas area empat sentimeter kali tiga sentimeter
3 (6). Pada kepala belakang sisi kanan sembilan sentimeter dari garis pertengahan belakang dua belas sentimeter dari batas tumbuh rambut terdapat bengkak berukuran delapan sentimeter kali enam.- Sentimeter kali dua Halaman ke 3 dari 6 halaman sentimeter kali dua koma lima sentimeter (7). Pada leher tiga sentimeter dari garis pertengahan depan lima sentimeter dari rahang bawah terdapat beberapa luka lecet tekan berbentuk garis lurus berukuran terbesar dua sentimeter kali dua sentimeter ukuran terkecil nol koma lima sentimeter kali nol koma dua sentimeter seluas area sebelas sentimeter kali enam sentimeter. Pada sekitar luka terdapat memar berwarna merah keunguan berukuran lima sentimeter kali dua sentimeter (8). Pada bibir atas kanan sisi dalam satu sentimeter dari garis pertengahan depan dua koma lima sentimeter dari sudut bibir terdapat dua luka lecet tekan masing-masing berukuran nol koma delapan sentimeter kali nol koma dua sentimeter dan satu sentimeter kali nol koma empat sentimeter dikelilingi memar berwarna kebiruan Patah tulang: Tidak ditemukan Lain-lain: (1). Kuku jari tangan dan kaki di cat berwarna hitam PEMERIKSAAN DALAM : Jaringan lemak bawah kulit berwarna kuning, daerah dada setebal dua koma lima milimeter dan daerah perut lima milimeter, otot-otot berwarna merah kecoklatan, cukup tebal Sekat rongga badan kanan setinggi sela iga ke empat, kiri setinggi iga ke lima Tulan g dada : Utuh Iga iga : Utuh Dalam rongga dada kanan tidak ditemukan cairan, sebelah kiri tidak ditemukan cairan Kandung jantung tampak empat jari diantara kedua paru, berisi cairan berwarna kuning encer Jaringan ikat bawah kulit daerah leher : tidak terdapat resapan darah. - Otot leher : sisi kanan setinggi tulang rawan gondok terdapat resapan darah Selaput dinding perut berwarna putih mengkilat Otot dinding perut berwarna merah kecoklatan Dalam rongga perut: tidak ditemukan cairan Lidah berwarna coklat bagian penampang coklat merata Tulang lidah sisi kanan tampak patah dengan jarak tiga koma lima sentimeter dari pangkal terdapat resapan darah Rawan gondok tampak patah pada kedua sisi terdapat resapan darah. --- Rawan cincin utuh Kelenjar gondok berwarna merah kecokelatan, perabaan kenyal, penampang berwarna merah coklat Kelenjar kacangan tidak ditemukan Kerongkongan berisi lendir berwarna kemerahan selaput lendir berwarna kuning keputihan Batang tenggorok
4 berisi lendir berwarna kemerahan, selaput lendir berwarna kuning kecoklatan Pada percabangan terdapat sedikit busa halus Jantung sebesar satu kali lebih besar tinju kanan mayat, berwarna coklat, merata, perabaan kenyal, Halaman ke 4 dari 6 merata, perabaan kenyal, ukuran lingkaran katub serambi kanan sepuluh sentimeter, kiri sebelas sentimeter, pembuluh nadi paru enam sentimeter mengalami pengerasan, dan batang nadi enam sentimeter, tebal otot bilik kanan satu millimeter dan kiri empat millimeter. Pembuluh nadi jantung tidak tersumbat, tidak menyempit, sekat jantung berwarna coklat merata, berat dua ratus lima puluh gram.terdapat bitnik perdarahan pada bagian tengah jantung kanan Paru kanan terdiri atas tiga baga, berwarna kelabu merah kehitaman, perabaan kenyal seperti agar-agar (sponge), penampang berwarna merah kecoklatan, pada pemijatan keluar cairan dan busa, berat tiga ratus lima puluh gram Paru kiri terdiri atas dua baga, berwarna kelabu merah kehitaman, perabaan kenyal seperti agar-agar (spons), penampang berwarna merah kecoklatan, pada pemijatan keluar cairan dan busa, berat tiga ratus gram Limpa berwarna kelabu, permukaan keriput, perabaan kenyal, penampang berwarna merah kecoklatan, gambaran limpa jelas dan pada pengikisan terikut, berat seratus gram Hati berwarna merah kecoklatan, permukaan licin, tepi tajam dan tumpul, perabaan kenyal, penampang berwarna coklat, gambaran hati jelas, berat dua ratus dua puluh gram Kelenjar empedu berisi cairan kuning kehijauan, selaput lendir seperti beludru, saluran empedu tidak tersumbat Kelenjar liur perut berwarna kuning kecoklatan, permukaan berbagabaga, perabaan kenyal, penampang berwarna coklat, gambaran kelenjar jelas Lambung berisi cairan dan makanan setengah tercerna berupa nasi dan potongan massa lunak kecoklatan seperti daging, selaput lendir berwarna putih mengkilat terdapat pelebaran pembuluh darah Usus dua belas jari terdapat pelebaran pembuluh darah Usus halus terdapat pelebaran pembuluh darah Usus besar terdapat pelebaran pembuluh darah Kelenjar anak ginjal kanan berbentuk trapezium berwarna kuning kecoklatan penampang berlapis Kelenjar anak ginjal kiri berbentuk segitiga berwarna kuning kecoklatan penampang berlapis Ginjal kanan simpai lemak tipis, simpai ginjal mudah terlepas, permukaan ginjal bergelombang, warna merah kecoklatan, penampang berwarna merah kehitaman, gambaran ginjal jelas, piala ginjal tidak ditemukan resapan darah, saluran kemih tidak tersumbat, berat seratus gram
5 Ginjal kanan simpai lemak tipis, simpai ginjal mudah terlepas, permukaan ginjal bergelombang, warna merah kecoklatan, penampang berwarna merah kehitaman, gambaran ginjal jelas, piala ginjal tidak ditemukan resapan darah, saluran kemih tidak tersumbat, berat seratus gram Kelenjar anak ginjal Halaman ke 5 dari Kandung kemih berisi cairan kuning sedikit ketuh, selaput lendir putih mengkilat Indung telur kiri: tidak ditemukan kelainan Indung telur kanan: tidak ditemukan kelainan Rahim: tidak ditemukan kelainan Kulit kepala bagian dalam: Bagian atas kanan terdapat resapan darah berukuran enam sentimeter kali enam sentimeter Bagian samping kanan terdapat resapan darah berukuran dua koma lima sentimeter kali satu sentimeter Bagian atas kiri terdapat resapan darah berukuran enam sentimeter kali tiga koma lima sentimeter Bagian samping kiri terdapat resapan darah berukuran delapan sentimeter kali tiga sentimeter Bagian belakang atas hingga bawah terdapat resapan darah berukuran sepuluh sentimeter kali satu sentimeter Tulang tengkorak : Utuh Selaput keras otak : Utuh Selaput lunak otak : terdapat perdarahan pada sisi kiri dan belakang Otak besar : terdapat pelebaran pembuluh darah, sebagian jaringan tampak sembab Otak kecil : terdapat pelebaran pembuluh darah, sebagian jaringan tampak sembab Batang otak : terdapat pelebaran pembuluh darah, sebagian jaringan tampak sembab Bilik otak: Tidak ditemukan kelainan Berat seribu seratus sepuluh gram Selanjutnya dapat ditentukan saluran luka sebagai berikut : tidak ditemukan Pemeriksaan laboratorium : Toksikologi : Histologi Forensik : ) Otak besar sisi depan ) Paru kiri ) Paru kanan ) Ginjal kanan ) Ginjal kiri ) Otak besar sisi belakang ) Limfa ) Hati ) Kulit kepala bagian dalam
6 10) Otak kecil Lain-lain:: 1) Urin ) Sampel darah ) Isi lambung KESIMPULAN Nomor : 027/VER/RS/I/ 2014 Halaman ke 6 dari 6 halaman KESIMPULAN : Pada pemeriksaan mayat perempuan ini yang diketahui identitasnya bernama Ny.Eno Supriyati, ditemukan luka memar pada sudut luar mata sisinkanan dan sisi kiri. Luka lecet pada pipi kanan, rahang bawah sisi kanan, dan dagu. Bengkak pada kepala belakang sisi kanan. Luka lecet tekan pada leher dan bibir kanan atas. Sebab mati orang ini diperkirakan akibat pencekikan. Perkiraan saat kematian kurang dari dua puluh empat jam sebelum dilakukan pemeriksaan Demikian Visum Et Repertum ini di buat dengan sejujur jujurnya mengingat sumpah jabatan dan sesuai dengan Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana ( KUHAP ) Dokter tersebut diatas, Dr. BUDI SUHENDAR, DFM, Sp.F NIP :
7
VISUM ET REPERTUM VER/01/XII/2014/Reskrim
PRO JUSTITIA PEMERINTAH KABUPATEN SERANG VISUM ET REPERTUM VER/01/XII/2014/Reskrim Serang, 29 Desember 2014 Saya yang bertanda tangan di bawah Dr. Budi Suhendar SpF. DFM, Dokter Spesialis Forensik pada
VISUM ET REPERTUM No : 15/VRJ/06/2016
INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK DAN PEMULASARAN JENAZAH RUMAH SAKIT DR. KARIADI Jl. Dr. Sutomo No. 16 Semarang. Telp. (024) 8413993 PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM No : 15/VRJ/06/2016 Atas permintaan tertulis
VISUM ET REPERTUM NO : 012 / KEDFOR / VI / 2013.
PRO JUSTITIA PEMERINTAH KABUPATEN SERANG VISUM ET REPERTUM NO : 012 / KEDFOR / VI / 2013. Serang, 08 Oktober 2013 Saya yang bertanda tangan di bawah Dr. Budi Suhendar SpF. DFM, Dokter Spesialis Forensik
Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Pro: Justicia Rahasia
Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang No : R/10/XI/2011 SAT POLAN Lampiran : - Perihal : Pemeriksaan jenazah a.n. Srimongkhon Sakhon Pro: Justicia Rahasia
MAKALAH UJIAN KASUS PATOLOGI FORENSIK
MAKALAH UJIAN KASUS PATOLOGI FORENSIK Disusun oleh: Pramita Yulia Andini 030.09.184 Penguji: DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT NASIONAL CIPTO MANGUNKUSUMO FAKULTAS
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Peranan Ilmu Kedokteran Forensik Dalam Mengungkap Identitas dan
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Peranan Ilmu Kedokteran Forensik Dalam Mengungkap Identitas dan Sebab-Sebab Kematian Korban Tindak Pidana Pembunuhan. Ilmu kedokteran forensik merupakan ilmu
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.36. Januari-Juni 2012 114
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.36. Januari-Juni 2012 114 Pendahuluan Asfiksia adalah kumpulan dari berbagai keadaan dimana terjadi gangguan dalam pertukaran udara pernafasan yang normal. Afiksia
ANATOMI DAN FISIOLOGI
ANATOMI DAN FISIOLOGI Yoedhi S Fakar ANATOMI Ilmu yang mempelajari Susunan dan Bentuk Tubuh FISIOLOGI Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari alat atau jaringan
UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009
UPT Balai Informasi Teknologi LIPI BAB I Anatomi Tubuh Manusia Anatomi Tubuh Manusia disusun kedalam beberapa bagian sistem tubuh, yaitu : 1. Sistem Kerangka Kerangka tubuh Kerangka tubuh manusia terdiri
FORMAT LAPORAN KASUS FORENSIK
FORMAT LAPORAN KASUS FORENSIK Nama DM : 1. Achmad Juanda NIM : 1407101030361 2. Muhammad Ikbar NIM : 1407101030344 3. Thifla Farhani NIM : 1407101030267 4. Nurul Hikmah Amanatillah NIM : 1407101030233
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
A. GINJAL SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Sebagian besar produk sisa metabolisme sel berasal dari perombakan protein, misalnya amonia dan urea. Kedua senyawa tersebut beracun bagi tubuh dan harus dikeluarkan
Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI Komponen Ya Dilakukan Tidak Pengertian Gerakan/sentuhan yang diberikan pada bayi setiap hari selama 15 menit, untuk memacu sistem sirkulasi bayi dan denyut
DASAR HUKUM PEMERIKSAAN FORENSIK 133 KUHAP
DASAR HUKUM PEMERIKSAAN FORENSIK Pasal 133 KUHAP (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan
TEORI FENOMENA ORGAN
TEORI FENOMENA ORGAN By: Syariffudin Definisi Teori Fenomena Organ Yaitu sebuah teori untuk menilai fungsi organ organ dalam secara fisiologi maupun secara patalogis dengan didasarkan pada apa yang terlihat
Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
JARINGAN HEWAN Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. A. JARINGAN EPITEL Jaringan epitel merupakan jaringan penutup yang melapisi
P U T U S A N No. 200 /Pid/2012/PT MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N No. 200 /Pid/2012/PT MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang mengadili perkara perkara pidana dalam tingkat Banding menjatuhkan putusan sebagai
BAB III DESKRIPSI PEMBUNUHAN ANAK CACAT MENTAL OLEH AYAH KANDUNG DALAM PUTUSAN NOMOR 223/PID.B/2016/PN.MJK
BAB III DESKRIPSI PEMBUNUHAN ANAK CACAT MENTAL OLEH AYAH KANDUNG DALAM PUTUSAN NOMOR 223/PID.B/2016/PN.MJK A. Deskripsi Kasus Kasus yang diteliti oleh penulis pada dasarnya merupakan putusan tindak pidana
Pencatatan, Pelaporan Kasus Keracunan dan Penanganan Keracunan. Toksikologi (Teori)
Pencatatan, Pelaporan Kasus Keracunan dan Penanganan Keracunan Toksikologi (Teori) KELOMPOK 2 Anggota : 1. Adi Lesmana 2. Devy Arianti L. 3. Dian Eka Susanti 4. Eneng Neni 5. Eningtyas 6. Khanti 7. Nurawantitiani
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN Kompetensi yang hendak dicapai: Siswa dapat memahami bagian tubuh manusia dan hewan, menjelaskan fungsinya, serta mampu mengidentifikasi
1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan
PANCA INDERA Pengelihatan 1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan (tembus cahaya) yang disebut
Obat Luka Diabetes Pada Penanganan Komplikasi Diabetes
Obat Luka Diabetes Pada Penanganan Komplikasi Diabetes Obat Luka Diabetes Untuk Komplikasi Diabetes Pada Kulit Diabetes dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh Anda, termasuk juga kulit. Sebenarnya, permasalahan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
P U T U S A N Nomor : 107/PID.SUS/2016/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Antropometri Antropometri adalah pengukuran manusia dan lebih cenderung terfokus pada dimensi tubuh manusia. Ilmu pengetahuan mengenai antropometri berkembang terutama dalam
BAB I PENDAHULUAN. Infantisid yaitu pembunuhan dengan sengaja. terhadap bayi baru lahir oleh ibunya (Knight, 1997).
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar belakang Infantisid yaitu pembunuhan dengan sengaja terhadap bayi baru lahir oleh ibunya (Knight, 1997). Infantisid adalah pembunuhan orok (bayi) yang dilakukan oleh ibu kandungnya
Umur/ Tgl lahir : 15 Tahun / 27 September 1997 Jenis Kelamin : Laki-laki.
P U T U S A N Nomor : 105/Pid.Sus/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHAHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding,
CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra
CREATIVE THINKING MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra HIDUNG Hidung merupakan panca indera manusia yang sangat penting untuk mengenali bau dan juga untuk bernafas. Bagian-Bagian Hidung Dan Fungsinya
Morfologi dan Anatomi Dasar Kelinci
Modul Praktikum Biologi Hewan Ternak 2017 6 Morfologi dan Anatomi Dasar Kelinci Petunjuk Umum Praktikum - Pada praktikum ini digunakan alat-alat bedah dan benda-benda bersudut tajam. Harap berhati-hati
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah dan perkembangan Ilmu Forensik tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan perkembangan hukum acara pidana. Sebagaimana diketahui bahwa kejahatan yang terjadi di
Pijat urat akupuntur
Pijat urat akupuntur Gambar dibawah ini adalah segala macam penyakit manusia seperti;paru paru,jantung,ususbesar,lambung,tenggookan,ginjal,sendi,kepala,otak besar/ kecil,kelenjar tiroid,pankreas,saluran
P U T U S A N NOMOR 310/ PID.SUS / 2015 / PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N NOMOR 310/ PID.SUS / 2015 / PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding
Identifikasi Korban Post Mortem yang Dipastikan oleh Laporan Operasi Ante Mortem
LAPORAN KASUS Identifikasi Korban Post Mortem yang Dipastikan oleh Laporan Operasi Ante Mortem Alfred C. Satyo Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera
KEDARURATAN LAIN DIABETES HIPOGLIKEMIA
DIABETES HIPOGLIKEMIA GEJALA TANDA : Pusing Lemah dan gemetar Lapar Jari dan bibir kebas Pucat Berkeringat Nadi cepat Mental bingung Tak sadar DIABETES HIPOGLIKEMIA PERTOLONGAN PERTAMA ; Bila tak sadar
BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) Artikel ini merupakan sebuah pengetahuan praktis yang dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga memudahkan anda dalam memberikan pertolongan untuk
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Yupiter Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah A. Bagian-Bagian Darah Terdiri atas apakah darah
SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMP VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA Tubuhmu memiliki bentuk tertentu. Tubuhmu memiliki rangka yang mendukung dan menjadikannya
1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.
1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 07/Permentan/OT.140/1/2008 TANGGAL : 30 Januari 2008
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 07/Permentan/OT.140/1/2008 TANGGAL : 30 Januari 2008 I. BENIH PERSYARATAN TEKNIS MINIMAL BENIH DAN BIBIT TERNAK YANG AKAN DIKELUARKAN A. Semen Beku Sapi
Umur/Tanggal Lahir : 16 Tahun / 24 Desember Pendidikan : SMK (Kelas 2)
P U T U S A N Nomor 110/Pid.Sus/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana anak dalam tingkat banding,
Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan
Sariawan Neng...! Kata-kata itu sering kita dengar pada aneka iklan suplemen obat panas yang berseliweran di televisi. Sariawan, gangguan penyakit pada rongga mulut, ini kadang ditanggapi sepele oleh penderitanya.
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA SEL SARAF, terdiri dari 1. Dendrit 2. Badan Sel 3. Neurit (Akson) Menerima dan mengantarkan impuls dari dan ke sumsum tulang belakang atau otak ORGAN PENYUSUN SISTEM
Tanda Kematian Tidak Pasti Tanda Kematian Pasti Lebam Mayat ( Livor Mortis )
Tanatologi merupakan bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mempelajari tentang kematian dan perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Dalam tanatologi,
Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu
Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu MINGGU KE-1 : Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan
Kriteria Infanticide
REFERAT INFANTICIDE Dokter Pembimbing: dr. Hari, Sp.F Disusun oleh: Intan T.P Pendahuluan Kematian bayi yang terjadi di Indonesia bisa dimasukan kedalam kategori Kinderdoodslag yaitu tanpa rencana atau
Materi 13 KEDARURATAN MEDIS
Materi 13 KEDARURATAN MEDIS Oleh : Agus Triyono, M.Kes Pengertian Kedaruratan medis adalah keadaan non trauma atau disebut juga kasus medis. Seseorang dengan kedarutan medis dapat juga terjadi cedera.
Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03
Muntah tanpa Sebab Bayi belum selesai makan, tiba-tiba "BOOMM!" Makanannya mengotori baju. Mengapa? Gumoh hingga muntah kerap terjadi pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Perilaku ini membuat ibu
BAHAN AJAR. Tata Rias Korektif Wajah
BAHAN AJAR Tata Rias Korektif Wajah 1. Pengertian tata rias korektif wajah. Tata rias koreksi wajah adalah menonjolkan bagian wajah yang indah dan menutupi bagian wajah yang kurang sempurna. 2. Tujuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian sangat dibutuhkan karena bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang diteliti tersebut, agar apa yang diharapkan dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam
TATA RIAS KOREKSI A. Tata Rias Koreksi Bentuk Wajah
TATA RIAS KOREKSI A. Tata Rias Koreksi Bentuk Wajah Tata rias koreksi wajah dimaksudkan untuk menyempurnakan bentuk wajah yang kurang sempurna menjadi bentuk wajah ideal atau bentuk wajah oval (bulat telur
BAB VII SISTEM PERNAPASAN
BAB VII SISTEM PERNAPASAN PERNAPASAN / RESPIRASI PROSES PERTUKARAN GAS OKSIGEN DAN KARBON DIOKSIDA DALAM TUBUH ORGANISME FUNGSI Mensuplai oksigen ke dalam sel-sel jaringan tubuh dan mengeluarkan karbondioksida
LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar
LATIHAN PERNAFASAN Pengantar 1. Teknik pernafasan: kembangkan perut pada saat menarik nafas dalam, dan kempiskan perut pada saat membuang nafas. 2. Sebaiknya bernafas melalui hidung. 3. Biarkan dada mengikuti
PENGADILAN TINGGI MEDAN
P U T U S A N Nomor : 598/PID/2016/PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam pengadilan tingkat banding,
Sistem Ekskresi Manusia
Sistem Ekskresi Manusia Sistem ekskresi merupakan sistem dalam tubuh kita yang berfungsi mengeluarkan zatzat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dan zat yang keberadaannya dalam tubuh akan mengganggu
P U T U S A N. Nomor : 4/PID.SUS-ANAK/2015/PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N Nomor : 4/PID.SUS-ANAK/2015/PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Anak dalam peradilan tingkat banding
BAB VI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
BAB VI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN A. Pengertian Pertolongan pertama adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang sakit mendadak atau yang mendapat kecelakaan sebelum mendapat
SPESIFIKASI TEKNIS PAKET PEKERJAAN : PENGADAAN PAKAIAN DINAS OPERASIONAL & ATRIBUT SATPOL.PP TAHUN ANGGARAN : 2014 NO JENIS BARANG SPESIFIKASI UMUM 1
SPESIFIKASI TEKNIS PAKET PEKERJAAN : PENGADAAN PAKAIAN DINAS OPERASIONAL & ATRIBUT SATPOL.PP TAHUN ANGGARAN : 2014 NO JENIS BARANG SPESIFIKASI UMUM 1 2 3 1 PDL I Satpol. PP a. Bahan Kain Super High Twinst
P U T U S A N. Nomor : 78/PID/2013/PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,
P U T U S A N Nomor : 78/PID/2013/PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah
PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc
PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK ppkc Terapi Sentuh (Touch Therapy) Metode sentuh untuk sehat adalah pendekatan atau terobosan baru dalam pemeliharaan kesehatan. Metode inipun bisa digabungkan dengan
DISKUSI TOPIK SEXUAL AB USE K E L O M P O K 1
DISKUSI TOPIK SEXUAL AB USE K E L O M P O K 1 KASUS Seorang perempuan diantar oleh polisi dan angg ota keluarganya ke IGD membawa Surat Permintaa n Visum dari kepolisiian yang berdasarkan Surat Per mintaan
IDENTIFIKASI IKAN. Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA. Mata Kuliah Iktiologi
IDENTIFIKASI IKAN Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA Mata Kuliah Iktiologi IDENTIFIKASI Suatu usaha pengenalan dan deskripsi yang teliti serta tepat terhadap spesies, dan memberi
P U T U S A N. Nomor : 9/PID.SUS/2016/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N Nomor : 9/PID.SUS/2016/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah
Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia Manusia memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus melalui serangkaian proses pencernaan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Proses
Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem Peredaran Darah Manusia Struktur Alat Peredaran Darah Pada Manusia Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu
BAB VIII TATA RIAS KOREKTIF
86 BAB VIII TATA RIAS KOREKTIF A. Tata Rias Koreksi Bentuk Wajah Tata rias koreksi wajah diperlukan atas prinsip dasar bahwa bentuk muka yang dianggap kurang sempurna dapat diubah sedemikian rupa, sehingga
P U T U S A N. Nomor : 680/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N Nomor : 680/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah
METODE. Materi. Pakan Pakan yang diberikan selama pemeliharaan yaitu rumput Brachiaria humidicola, kulit ubi jalar dan konsentrat.
METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan IPT Ruminansia Kecil serta Laboratorium IPT Ruminansia Besar, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan,
II B. Sistem Kerja dan Kontrol pada Manusia
II B. Sistem Kerja dan Kontrol pada Manusia Sistem komunikasi utama dalam tubuh manusia: Sistem Syaraf Perangkat Penunjang: Otot Perangkat sensor tubuh (panca indera) Berfungsi mengontrol keseimbangan
BAB X ISOMETRIK. Otot-otot Wajah terdiri dari :
116 BAB X ISOMETRIK Otot-otot Wajah terdiri dari : 1. Occopito Froratalis : otot-otot pada tulang dahi yang lebar yang berfungsi membentuk tengkorak kepala bagian belakang 2. Temporalis : otot-otot di
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus I)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus I) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Karangasem 0 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahun Alam Kelas /Semerter : IV / 1 Waktu : 4 X 3 Menit ( 2 x Pertemuan) I.
Luka Akibat Trauma Benda Tumpul a Luka Lecet (Abrasi)
Secara umum, luka atau cedera dibagi kepada beberapa klasifikasi menurut penyebabnya yaitu, trauma benda tumpul, trauma benda tajam dan luka tembak (Vincent dan Dominick, 2001). a. Trauma Benda Tumpul
Nomor : 128/Pid.Sus/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
P U T U S A N Nomor : 128/Pid.Sus/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan
PENGURUTAN (MASSAGE)
PENGURUTAN (MASSAGE) Massage merupakan salah satu cara perawatan tubuh paling tua dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan) Massage mengarahkan penerapan manipulasi (penanganan) perawatan dari
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1. Analisa Kondisi Yang Berjalan Suatu aplikasi yang baik adalah aplikasi yang di latar belakangi oleh masalah yang jelas, kebutuhan manusia, dan persiapan yang baik dalam
Nomer Station 1 Judul Station Perawatan Jenazah di RS Waktu yang
Nomer Station 1 Judul Station Perawatan Jenazah di RS Waktu yang 7 menit dibutuhkan Tujuan station Menilai kemampuan prosedur perawatan jenazah HIV/AIDS di RS Area kompetensi 1. Komunikasi efektif pada
Definisi Bell s palsy
Definisi Bell s palsy Bell s palsy adalah penyakit yang menyerang syaraf otak yg ketujuh (nervus fasialis) sehingga penderita tidak dapat mengontrol otot-otot wajah di sisi yg terkena. Penderita yang terkena
WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG PAKAIAN DINAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA
1 SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG PAKAIAN DINAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU AKSEPTOR KB TERHADAP NY. Y DI BPS HERTATI
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU AKSEPTOR KB TERHADAP NY. Y DI BPS HERTATI Oleh : Rita Purnamasari Tanggal : 11 November 2011 Waktu : 10.00 WIB I. PENGKAJIAN A. IDENTITAS ISTERI SUAMI Nama : Ny. Y Tn. A Umur
KASUS III. Pertanyaan:
KASUS III Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P1A0, hamil 40 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan mulas-mulas sejak 7 jam yang lalu, dari kemaluannya keluar lendir bercampur darah. Klien terlihat
