Disusun Oleh : Muhamad Firmansyah
|
|
|
- Iwan Susman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisis Penerapan PSAK 55 dan PSAK 60 (Revisi 2014) terhadap Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang pada Perusahaan Pembiayaan di Indonesia Disusun Oleh : Muhamad Firmansyah
2 LATAR BELAKANG Perusahaan pembiayaan adalah perusahaan yang kegiatan usahanya meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, usaha kartu kredit dan pembiayaan konsumen. PSAK 55 dan PSAK 60 (revisi 2014) mengatur tentang bagaimana cara pengakuan dan pengukuran serta pengungkapan mengenai CKPN pada Laporan Keuangan. PSAK 55 dan PSAK 60 (revisi 2014) mulai efektif sejak 1 Januari ,35 245,3 302,08 348,03 366, Semakin meningkatnya piutang pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan, semakin besar juga risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan tersebut. Dalam peraturan OJK pasal 33 ayat 1 menyebutkan bahwa perusahaan pembiayaan wajib membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku. Untuk mengurangi risiko tak tertagihnya piutang, maka perusahaan wajib membuat Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
3 RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH Rumusan Masalah 1. Mengetahui apakah perusahaan pembiayaan sudah menerapkan PSAK 55 dan PSAK 60 (revisi 2014) untuk cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan? 2. Mengetahui apkah dampak dari penerapan PSAK 55 dan PSAK 60 (revisi 2014) terhadap laporan keuangan perusahaan pembiayaan? Batasan Masalah Dalam penelitian ini penulis hanya membatasi pada penerapan dan penjelasan PSAK 55 dan PSAK 60 (revisi 2014) pada cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan yang dilihat dari laporan keuangan perusahaan pembiayaan tahun 2015.
4 HASIL PENELITIAN Analisis PSAK 55 Keterangan BFIN CFIN VRNA WOMT Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbiat aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Pada setiap akhir pelaporan, entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laba rugi.
5 LAPORAN POSISI KEUANGAN Analisis PSAK 60 Keterangan BFIN CFIN VRNA WOMT Kategori aset keungan dan liabilitas keuangan perusahaan mengungkapkan metode alternatif yang diyakini entitas lebih menggambarkan secara jujur jumlah perubahan nilai wajar. Metode Perhitungan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Nama Perusahaan Terdapat Bukti Objektif Metode Perhitungan Tidak Terdapat Bukti Objektif PT. BFI Finance Indonesia Tbk individual kolektif PT. Clipan Finance Indonesia Tbk Individual-discounted cash flow Kolektif-roll rate method PT. Verena Multifinance Tbk Individual discounted cash flow Kolektif flow rate method PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk Individual discounted cash flow Kolektif flow rate method.
6 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Keterangan BFIN CFIN VRNA WOMT Entitas Mengungkapkan pos penghasilan, Beban, Keuntungan, atau Kerugian dalam Laporan Laba Rugi atau CALK
7 PENGUNGKAPAN LAIN - LAIN Keterangan BFIN CFIN VRNA WOMT Entitas mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keungan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan Penilaian Penulis Mengenai Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Nama Perusahaan Kategori Penilaian Jumlah Poin Pengungkapan PT. BFI Finance Indonesia Tbk Cukup spesifik 5 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk Cukup spesifik 6 PT. Verena Multifinance Tbk Sangat spesifik 7 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk Sangat spesifik 7
8 SIFAT & CAKUPAN KREDIT No Berdasarkan PSAK 60 PT. BFI Finance Indonesia Tbk PT. Clipan Finance Indonesia Tbk PT. Verena Multifinance Tbk PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 1 Pengungkapaan Kualitatif 2 3. Pengungkapaan Kuantitatif a. Risiko Kredit b. Risiki Likuiditas c. Risiko Pasar Entitas mengungkapkan informasi mengenai kualitas kredit dari aset keuanga yang beluum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai
9 Penilaian Penulis Mengenai Pengungkapan Sifat dan Cakupan Kredit No Nama perusahaan Kategori 1 PT. BFI Finance Indonesia Tbk 2 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk 3 PT. Verena Multifinance Tbk 4 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk Sangat lengkap Sangat lengkap Lengkap Sangat lengkap Kategori penilaian pengungkapan 1. Sangat lengkap : Menjelaskan resiko instrumen keuangan (risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar) dan 4 (empat) pilar manajemen risiko 2. Lengkap : Menjelaskan resiko instrumen keuangan (risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar) 3. Kurang lengkap : Menjelaskan kurang dari 3 risiko instrumen keuangan (risiko kredit, risiko likuiditas dan resiko pasar)
10 PENUTUP Kesimpulan : 1. Keempat perusahaan pembiayaan telah menyajikan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan yang sesuai dengan PSAK 55 dan PSAK Adanya PSAK 55 dan PSAK 60 ini dapat membuat praktik-praktik kecurangan akuntansi dapat dihindari oleh perusahaan. Selain itu dengan diterapkannya PSAK 55 dan 60 membuat laporan keuangan perusahaan lebih mudah dipahami, onformatif dan dapat dipertanggungjawabkan. Saran 1. Kepada Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) selaku pihak yang berwenang dalam menyusun standar akuntansi di Indonesia sebaiknya memberikan cara perhitungan penurunan nilai untuk setiap industri, sehingga setiap industri memiliki panduan yang jelas dalam menghitung penurunan nilai. 2. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dapat memperoleh informasi secara langsung untuk mengetahui besarnya Probability of Default dan data kerugian historis pada perusahaan pembiayaan atau jenis usaha lainnya sehingga dapat menunjukkan bagaimana menghitung cadangan kerugian penurunan nilai pada perusahaan pembiayaan atau industri lainnya.
PENERAPAN PSAK 50, 55, DAN 60 ATAS CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI PIUTANG PADA PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk
PENERAPAN PSAK 50, 55, DAN 60 ATAS CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI PIUTANG PADA PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk Nama : Muhamad Deny Amsah NPM : 25213712 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Dr. B.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Kerangka Teori dan Literatur II.1.1 Pengertian PSAK Menurut PSAK No. 1, paragraf 5, Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan
PENYESUAIAN PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI) 2008
Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/ 33 /DPNP tanggal 8 Desember 2009 PENYESUAIAN PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI) 2008 BAB III : Penjelasan Umum 2. Ketentuan Transisi D. Estimasi Penurunan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Rerangka Teori dan Literatur 2.1.1. Pengertian Bank Pada Pasal 1 (Butir 2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan,
BAB XV PENYAJIAN KEMBALI (RESTATEMENT) NERACA
BAB XV PENYAJIAN KEMBALI (RESTATEMENT) NERACA A. DEFINISI PSAP 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 paragraf 42 menyatakan bahwa perubahan kebijakan akuntansi harus disajikan pada Laporan Perubahan
Pedoman Tugas Akhir AKL2
Pedoman Tugas Akhir AKL2 Berikut adalah pedoman dalam penyusunan tugas akhir AKL2: 1. Tugas disusun dalam bentuk format berikut ini: No Perihal LK Emiten Analisis 1 Pengungkapan Pihak Berelasi (PSAK 7)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Agustus 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Agustus 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 11.490 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2.798.191 3. Penempatan pada bank lain 1.685.123 4.
BAB I PENDAHULUAN. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Laporan keuangan merupakan alat bagi investor untuk mengetahui kondisi perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Selain itu laporan keuangan juga memiliki
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan guna mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan utama pendirian usaha yaitu untuk menciptakan laba. Laba digunakan perusahaan guna mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan perusahaan tersebut.
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
STUDI KASUS IMPLEMENTASI IFRS pada PT. BANK BJB Tbk
STUDI KASUS IMPLEMENTASI IFRS pada PT. BANK BJB Tbk Nadira Widya Wijaya/ 25211073 / S1- Akuntansi Pembimbing: 1. Prof. Dr. Dharma Tintri Ediraras., SE., AK., CA., MBA 2. Edi Pranoto., SE., MMSI Fakultas
ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.429.755 1.314.091 1.020.730 Investasi jangka pendek 83.865 47.822 38.657 Investasi mudharabah - - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 14.397 20.413 30.670 Pihak ketiga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia usaha baik industri, perdagangan, maupun jasa mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dalam kondisi ekonomi nasional dan arus globalisasi
Penerapan PSAK No.1 Tentang Penyajian Laporan Keuangan pada PT. LMI
Penerapan PSAK No.1 Tentang Penyajian Laporan Keuangan pada PT. LMI Ajeng Suci Ramanda Program Studi Akuntansi STIE STEMBI, [email protected] Abstrak Tujuan_Menganalisa penerapan PSAK
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE COMMON SIZE PADA PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE COMMON SIZE PADA PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. Nama : Syarif Saefullah NPM : 26210788 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Silvia Avira SE.,MM. bab1 Latar Belakang Banyak
RESEARCH REPORT: PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN MULTIFINANCE. by INFOVESTA
RESEARCH REPORT: PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN MULTIFINANCE by INFOVESTA TUJUAN PENILAIAN MANAJEMEN INVESTOR REGULATOR Evaluasi terhadap kinerja Perseroan pada periode tertentu Kebutuhan analisis dan pengambilan
PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015
PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015 Perbedaan PSAK 1 Tahun 2013 & 2009 Perihal PSAK 1 (2013) PSAK 1 (2009) Judul laporan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Posisi Tanggal POS POS ASET 1. Kas 17,985 2. Penempatan pada Bank Indonesia 400,137 3. Penempatan pada bank lain 48,646 4. Tagihan spot dan derivatif 5. Surat berharga
BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan sangat berperan penting dalam menarik investor.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan sangat berperan penting dalam menarik investor. Laporan keuangan merupakan cermin dari kondisi suatu perusahaan, sehingga investor dapat memutuskan
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2018 DAN 2017 DAN TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 (31 MARET 2018 DAN 2017 TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2015 (Unaudited)
LAPORAN POSISI KEUANGAN POS POS ASET 1. Kas 28.470.316 2. Penempatan pada Bank Indonesia 95.635.319 3. Penempatan pada bank lain 24.146.273 4. Tagihan spot dan derivatif 13.102 5. Surat berharga a. Diukur
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Januari 2016 (Unaudited)
LAPORAN POSISI KEUANGAN POS POS ASET 1. Kas 20.110.663 2. Penempatan pada Bank Indonesia 79.527.736 3. Penempatan pada bank lain 17.394.631 4. Tagihan spot dan derivatif 281 5. Surat berharga a. Diukur
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 Juni 2015
LAPORAN POSISI KEUANGAN POS POS ASET 1. Kas 18.819.152 2. Penempatan pada Bank Indonesia 79.253.524 3. Penempatan pada bank lain 16.633.391 4. Tagihan spot dan derivatif 722 5. Surat berharga a. Diukur
IAS 7 Laporan Arus Kas
IAS 7 Laporan Arus Kas Pendahuluan Laporan arus kas (cash flow statement) adalah laporan yang memuat informasi mengenai aliran kas masuk dan keluar, akibat aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan, pada
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 November 2015
LAPORAN POSISI KEUANGAN POS POS ASET 1. Kas 20.057.179 2. Penempatan pada Bank Indonesia 75.083.342 3. Penempatan pada bank lain 15.603.121 4. Tagihan spot dan derivatif 3.646 5. Surat berharga a. Diukur
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Juli 2016 (Unaudited)
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per POS POS ASET 1. Kas 19.388.698 2. Penempatan pada Bank Indonesia 67.181.864 3. Penempatan pada bank lain 19.416.060 4. Tagihan spot dan derivatif 10.901 5. Surat berharga a.
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Agustus 2016 (Unaudited)
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per POS POS ASET 1. Kas 20.526.491 2. Penempatan pada Bank Indonesia 79.056.436 3. Penempatan pada bank lain 16.158.912 4. Tagihan spot dan derivatif 40.727 5. Surat berharga a.
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 9.601.772 2. Penempatan pada Bank Indonesia 37.086.352 3. Penempatan pada bank lain 14.455.137 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 11.253.358 2. Penempatan pada Bank Indonesia 39.954.020 3. Penempatan pada bank lain 19.876.744 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 16,585,317 2. Penempatan pada Bank Indonesia 38,046,361 3. Penempatan pada bank lain 22,931,445 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 10,417,472 2. Penempatan pada Bank Indonesia 37,972,458 3. Penempatan pada bank lain 19,313,423 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 11,609,497 2. Penempatan pada Bank Indonesia 34,482,395 3. Penempatan pada bank lain 26,093,132 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 10,260,695 2. Penempatan pada Bank Indonesia 32,182,944 3. Penempatan pada bank lain 26,766,738 4. Tagihan spot dan derivatif
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Pada tanggal 30 Juni 2017
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Komponen Ref. yang berasal Jumlah (Dalam Juta Rupiah) dari Laporan Posisi Keuangan Individual Modal Inti Utama (Common Equity Tier
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Pada tanggal 30 September 2017
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Komponen Ref. yang berasal Jumlah (Dalam Juta Rupiah) dari Laporan Posisi Keuangan Individual Modal Inti Utama (Common Equity Tier
No. POS - POS Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 8,109 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,176,767 3. Penempatan pada bank lain 670,146 4. Tagihan spot dan derivatif 15,095 5. Surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Juli 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 10.035 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1.726.219 3. Penempatan pada bank lain 988.082 4. Tagihan spot dan derivatif 16.719
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 30 April 2018 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 9.089 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4.826.555 3. Penempatan pada bank lain 1.928.587 4. Tagihan spot dan derivatif 35.715
- 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo )
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 9,471 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1,809,222 3. Penempatan pada bank lain 882,630 4. Tagihan spot dan derivatif 21,247
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Pada tanggal 31 Maret 2017
Format Standar Pengungkapan Permodalan sesuai dengan Kerangka Basel III Komponen Ref. yang berasal Jumlah (Dalam Juta Rupiah) dari Laporan Posisi Keuangan Individual Modal Inti Utama (Common Equity Tier
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 30 November 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 10.087 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3.680.914 3. Penempatan pada bank lain 1.451.922 4. Tagihan spot dan derivatif 14.824
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 April 2015
No. LAPORAN POSISI KEUANGAN Pos Pos BANK 30 April 2015 Aset 1 Kas 27,660 2 Penempatan pada Bank Indonesia 711,266 3 Penempatan Pada Bank lain 50,541 4 Tagihan Spot dan Derivatif 5 Surat Berharga 865,428
BANK METRO EXPRESS LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 29 Februari 2016 dan 31 Desember 2015
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) ASET 1. Kas 18,172 17,859 2. Penempatan pada Bank Indonesia 166,785 168,240 3. Penempatan pada bank lain 1,128,825 1,118,035 4. Tagihan spot dan derivatif 5. Surat berharga
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 141,815 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,356,657 3. Penempatan pada bank lain 33,800 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 185,729 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,534,935 3. Penempatan pada bank lain 38,088 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 209,114 2. Penempatan pada Bank Indonesia 12,705,292 3. Penempatan pada bank lain 221,849 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 289,333 2. Penempatan pada Bank Indonesia 13,183,565 3. Penempatan pada bank lain 265,575 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 196,193 2. Penempatan pada Bank Indonesia 12,055,101 3. Penempatan pada bank lain 279,544 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 172,862 2. Penempatan pada Bank Indonesia 10,977,356 3. Penempatan pada bank lain 523,722 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 156,248 2. Penempatan pada Bank Indonesia 10,155,408 3. Penempatan pada bank lain 393,539 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 171,121 2. Penempatan pada Bank Indonesia 11,245,151 3. Penempatan pada bank lain 323,722 4. Tagihan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 DESEMBER 2013 ( SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 MARET 2013 (TIDAK 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Clipan Finance
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : 31 Januari 2017 POS POS 31Jan2017 1. Kas 205,904 2. Penempatan pada Bank Indonesia 9,516,164 3. Penempatan pada
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen
BANK SHINHAN INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)
BANK SHINHAN INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) ASET 1. Kas 16,800 17,859 2. Penempatan pada Bank Indonesia 271,059 168,240 3. Penempatan pada bank lain 507,862 1,118,200 4. Tagihan spot dan derivatif
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN. PT BANK MEGA Tbk. Tanggal : 28 Februari 2018
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN PT MEGA Tbk. Tanggal : 8 Februari 018 POS - POS ASET 1. Kas 94,05. Penempatan pada Bank Indonesia 5,59,49 3. Penempatan pada bank lain 3,364,909 4. Tagihan spot
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS 1. Kas 186,852 2. Penempatan pada Bank Indonesia 10,726,033 3. Penempatan pada bank lain 719,138 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : POS POS ASET 1. Kas 175,971 2. Penempatan pada Bank Indonesia 9,100,359 3. Penempatan pada bank lain 735,042 4. Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : 30 April 2017 POS POS 30Apr2017 1. Kas 168,388 2. Penempatan pada Bank Indonesia 11,979,132 3. Penempatan pada
PEDOMAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN
PEDOMAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN Lampiran II I. PEDOMAN UMUM A TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN 1 Pengurus Dana Pensiun bertanggung jawab atas laporan keuangan Dana
BAB I PENDAHULUAN. No Nama Perusahaan Kode
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 29/POJK.05/2014 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan, Perusahaan pembiayaan adalah badan
Per 31 Agustus 2017 (dalam jutaan Rupiah)
ASET Kas 137,700 Penempatan pada Bank Indonesia 942,327 Penempatan pada bank lain 55,892 Tagihan spot dan derivatif - Surat berharga 686,194 a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi 141,360
Per 31 Mei 2017 (dalam jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Kas 169,726 Penempatan pada Bank Indonesia 1,019,319 Penempatan pada bank lain 91,015 Tagihan spot dan derivatif - Surat berharga 1,096,262 a. Diukur pada nilai wajar melalui
Per 31 Januari 2018 (dalam jutaan Rupiah)
ASET Kas 106,546 Penempatan pada Bank Indonesia 1,001,210 Penempatan pada bank lain 39,524 Tagihan spot dan derivatif - Surat berharga 546,745 a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - b.
BANK METRO EXPRESS LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) ASET 1. Kas 21,457 2. Penempatan pada Bank Indonesia 106,107 3. Penempatan pada bank lain 60,002 4. Tagihan spot dan derivatif - 5. Surat berharga a. Diukur pada nilai
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2014 DAN 2013 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Untuk periode
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN. PT BANK MEGA Tbk. Tanggal : 31 Agustus 2016
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN PT MEGA Tbk. Tanggal : 31 Agustus 016 POS POS ASET 1. Kas 1,146,804. Penempatan pada Bank Indonesia 4,597,717 3. Penempatan pada bank lain 1,660,879 4. Tagihan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Properti investasi adalah properti berupa tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya yang dikuasai oleh pemilik (lessee) melalui sewa pembiayaan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Gedung International Finance Center Tower 2 Lt.3-31 Jakarta Selatan 1292 Telp. 21-297515 Per February 217 ASET 1.Kas 28,593 2.Penempatan pada Bank Indonesia 134,128
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN No. ASET PT MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk Tanggal : 28 Februari 2017 POS POS 28Feb2017 1. Kas 185,688 2. Penempatan pada Bank Indonesia 10,915,847 3. Penempatan pada
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN. PT BANK MEGA Tbk. Tanggal : 31 Desember 2015
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN PT MEGA Tbk. Tanggal : 31 Desember 015 POS POS ASET 1. Kas 1,093,66. Penempatan pada Bank Indonesia 4,546,084 3. Penempatan pada bank lain,459,55 4. Tagihan spot
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN. PT BANK MEGA Tbk. Tanggal : 30 April 2016
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN PT MEGA Tbk. Tanggal : 30 April 016 POS POS ASET 1. Kas 938,471. Penempatan pada Bank Indonesia 5,855,135 3. Penempatan pada bank lain 478,000 4. Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN. PT BANK MEGA Tbk. Tanggal : 31 Januari 2016
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN PT MEGA Tbk. Tanggal : 31 Januari 016 POS POS ASET 1. Kas 1,060,068. Penempatan pada Bank Indonesia 7,78,681 3. Penempatan pada bank lain 1,171,946 4. Tagihan spot
NERACA BULANAN Tanggal : 31 Mei 2015
NERACA BULANAN Tanggal : 31 Mei 2015 No. POS POS (dalam jutaan rupiah) Posisi Tgl. Laporan ASET 1. Kas 13,594 2. Penempatan pada Bank Indonesia 279,777 3. Penempatan pada bank lain 10,687 4. Tagihan spot
LAPORAN POSISI KEUANGAN BULANAN PERIODE 28 PEBRUARI 2015 (Dalam Jutaan Rupiah) No. POS - POS 28 PEBRUARI 2015 ASET 1. Kas 35,513 2.
LAPORAN POSISI KEUANGAN PERIODE 28 PEBRUARI 2015 ASET 1. Kas 35,513 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1,006,101 3. Penempatan pada bank lain 150,101 4. Tagihan spot dan derivatif - 5. Surat berharga a.
Penyajian Laporan Keuangan Koperasi RRKR Berdasarkan SAK ETAP
Penyajian Laporan Keuangan Koperasi RRKR Berdasarkan SAK ETAP Nia Herlina Program Studi Akuntansi STIE STEMBI, [email protected] Abstrak Tujuan_Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar
