DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR
|
|
|
- Liani Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DAFTAR ISI Daftar Isi... i Daftar Gambar... ii Daftar Tabel... iii 1. Gambaran Umum Karakteristik Lokasi dan Wilayah Geologi Pertambangan Umum Data Potensi Pertambangan Potensi Mineral Logam Potensi Mineral Non Logam Potensi Batuan Potensi Batubara Data Izin Usaha Pertambangan (IUP) s/d Minyak dan Gas Bumi Produksi Minyak dan Kondesat di Jawa Timur Tahun Produksi Gas di Jawa Timur Tahun Jaringan Gas Eksisting di Jawa Timur Air Tanah Data Cekungan Air Tanah Data Jumlah Rekomendasi Teknis Izin Pengusahaan Air Tanah Tahun Desa Sulit Air Energi dan Kelistrikan Potensi Energi Terbarukan Panas Bumi Kelistrikan Desa Belum Berlistrik DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Peta Provinsi Jawa Timur... 1 Gambar 2. Peta Fisiografi Jawa Timur... 2 Gambar 3. Peta Gunung Api Aktif di Jawa Timur
2 Gambar 4. Pasir Besi... 9 Gambar 5. Emas... 9 Gambar 6. Tembaga... 9 Gambar 7. Mangaan... 9 Gambar 8. Pasir Kuarsa Gambar 9. Fosfat Gambar 10. Kaolin Gambar 11. Feldspar Gambar 12. Trass Gambar 13. Tanah Urug Gambar 14. Gamping Gambar 15. Peta Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi di Jawa Timur Gambar 16. Peta Cekungan Air Tanah Provinsi Jawa Timur Gambar 17. Peta Potensi Panas Bumi Provinsi Jawa Timur Tahun DAFTAR TABEL Tabel 1. Lokasi Gunung Api Aktif... 3 Tabel 2. Daerah Kerentanan Bencana Tanah Longsor di Jawa Timur... 3 Tabel 3. Data Wilayah Kerentanan Gerakan Tanah di Jawa Timur... 4 Tabel 4. Persebaran Potensi Mineral Logam di Jawa Timur... 9 Tabel 5. Potensi Pasir Besi Tabel 6. Potensi Besi Tabel 7. Potensi Emas
3 Tabel 8. Potensi Tembaga Tabel 9. Potensi Seng Tabel 10. Potensi Mangaan Tabel 11. Potensi Timah Hitam Tabel 12. Potensi Timah Putih Tabel 13. Potensi Galena Tabel 14. Potensi Pirit Tabel 15. Potensi Nikel Tabel 16. Potensi Unsur logam Au, Ag,Cu dan Zn Tabel 17. Persebaran Potensi Mineral Non Logam di Jawa Timur Tabel 18. Potensi Pasir Kuarsa Tabel 19. Potensi Yodium Tabel 20. Potensi Belerang Tabel 21. Potensi Fosfat Tabel 22. Potensi Zeolit Tabel 23. Potensi Kaolin Tabel 24. Potensi Feldspar Tabel 25. Potensi Bentonit Tabel 26. Potensi Gypsum Tabel 27. Potensi Dolomit Tabel 28. Potensi Rijang Tabel 29. Potensi Kalsit Tabel 30. Potensi Pirofilit Tabel 31. Potensi Oker Tabel 32. Persebaran Potensi Batuan di Jawa Timur Tabel 33. Potensi Trass Tabel 34. Potensi Marmer Tabel 35. Potensi Andesit Tabel 36. Potensi Tanah Liat Tabel 37. Potensi Tanah Urug Tabel 38. Potensi Opal dan Kalsedon Tabel 39. Potensi Diorit Tabel 40. Potensi Pasir Tabel 41. Potensi Sirtu Tabel 42. Potensi Gamping Tabel 43. Potensi Onyx Tabel 44. Potensi Toseki Tabel 45.Potensi Breksi Tabel 46. Potensi Jasper Tabel 47. Potensi Tuff Tabel 48. Potensi Batu Apung Tabel 49. Potensi Batubara Tabel 50. Rekapitulasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Tahun Tabel 51. Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Tahun Tabel 52. Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Tahun Tabel 53. Rekapitulasi Surat Keterangan Terdaftar (SKT), Izin Handak, dan Izin Usah Jasa Penunjang (IUJP) Tahun
4 Tabel 54. Rekapitulasi Izin Pengangkutan / Penjualan dan Izin Pengolahan / Pemurnian Tahun Tabel 55. Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Eksplorasi Tabel 56. Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Eksploitasi Tabel 57. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Kangean Energy Tabel 58. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Lapindo Brantas Tabel 59. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Pertamina Hulu Energy (PHE) WMO Tabel 60. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Camar Resources Canada Tabel 61. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Santos (Madura Offshore) Tabel 62. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Santos (Sampang) Tabel 63. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Saka Pangkah Tabel 64. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Mobil Cepu LTD Tabel 65. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Job Petrochina East Java Tabel 66. Produksi dan Pemanfaatan Gas Bumi Petronas Carigali Ketapang II LTD Tabel 67. Data Jaringan Gas Eksisting di Jawa Timur Tabel 68. Wilayah Administrasi Cekungan Air Tanah Provinsi Jawa Timur Tabel 69. Jumlah Rekomtek Izin Pengusahaan Air Tanah Tabel 70. Jumlah Rekomtek SIP, Perubahan Nama dan Jenis serta Peningkatan Debit Tabel 71. Jumlah Rekomtek SIPA Baru Berdasarkan Jenis Sumur Tabel 72. Jumlah Rekomtek SIPA Perpanjangan Berdasarkan Jenis Sumur Tabel 73. Data Jumlah Penduduk yang Berada di Daerah Sulit Air di Jawa Timur Tahun Tabel 74. Data Desa Sulit Air Kabupaten Pacitan Tabel 75. Data Desa Sulit Air Kabupaten Ponorogo Tabel 76. Data Desa Sulit Air Kabupaten Trenggalek Tabel 77. Data Desa Sulit Air Kabupaten Tulungagung Tabel 78. Data Desa Sulit Air Kabupaten Blitar Tabel 79. Data Desa Sulit Air Kabupaten Kediri Tabel 80. Data Desa Sulit Air Kabupaten Malang Tabel 81. Data Desa Sulit Air Kabupaten Lumajang Tabel 82. Data Desa Sulit Air Kabupaten Jember Tabel 83. Data Desa Sulit Air Kabupaten Bondowoso Tabel 84. Data Desa Sulit Air Kabupaten Situbondo Tabel 85. Data Desa Sulit Air Kabupaten Probolinggo Tabel 86. Data Desa Sulit Air Kabupaten Pasuruan Tabel 87. Data Desa Sulit Air Kabupaten Sidoarjo Tabel 88. Data Desa Sulit Air Kabupaten Mojokerto Tabel 89. Data Desa Sulit Air Kabupaten Jombang Tabel 90. Data Desa Sulit Air Kabupaten Nganjuk Tabel 91. Data Desa Sulit Air Kabupaten Magetan Tabel 92. Data Desa Sulit Air Kabupaten Bojonegoro Tabel 93. Data Desa Sulit Air Kabupaten Lamongan Tabel 94. Data Desa Sulit Air Kabupaten Bangkalan Tabel 95. Data Desa Sulit Air Kabupaten Pamekasan Tabel 96. Data Desa Sulit Air Kabupaten Sumenep Tabel 97. Potensi Air Panas Tabel 98. Potensi Biodiesel Tabel 99. Potensi Bioetanol Tabel 100. Potensi Biogas
5 Tabel 101. Potensi Tenaga Air Berdasarkan Besar Debitnya Tabel 102. Potensi Tenaga Air Berdasarkan Daya yang Bisa Dimanfaatkan Tabel 103. Potensi Tenaga Air Berdasarkan Daya yang Bisa Disediakan Tabel 104. Potensi Tenaga Surya Tabel 105. Potensi Tenaga Angin Tabel 106. Data Izin Panas Bumi (IPB) Tabel 107. Wilayah Kerja Panas Bumi yang Baru Tabel 108. Wilayah Kerja Panas Bumi yang Sedang Proses Lelang Tabel 109. Survey Pendahuluan Tabel 110. Survey Rekonais Tabel 111. Daerah yang Diidentifikasi Mempunyai Potensi Panas Bumi Tabel 112. Data Jumlah Penduduk Belum Berlistrik di Jawa Timur Tabel 113. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Pacitan Tabel 114. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Ponorogo Tabel 115. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Trenggalek Tabel 116. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Tulungagung Tabel 117. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Blitar Tabel 118. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Kediri Tabel 119. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Malang Tabel 120. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Lumajang Tabel 121. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Jember Tabel 122. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Bondowoso Tabel 123. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Situbondo Tabel 124. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Probolinggo Tabel 125. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Pasuruan Tabel 126. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Sidoarjo Tabel 127. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Nganjuk Tabel 128. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Madiun Tabel 129. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Ngawi Tabel 130. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Bojonegoro Tabel 131. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Lamongan Tabel 132. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Gresik Tabel 133. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Bangkalan Tabel 134. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Pamekasan Tabel 135. Data Desa Belum Berlistrik Kab. Sumenep
6 1 GAMBARAN UMUM 1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan luas ,14 km 2 memiliki batas-batas sebagai berikut : - Sebelah utara : Laut Jawa - Sebelah timur : Selat Bali - Sebelah selatan : Samudera Hindia - Sebelah barat : Provinsi Jawa Tengah Secara astronomis terletak antara 111º0-114º4 BT dan 7º12-8º48 LS. Sebagian besar wilayah Jawa Timur terdiri dari 90% wilayah daratan dan 10% wilayah kepulauan termasuk Pulau Madura. Secara administratif berdasarkan Permendagri No. 18 Tahun 2013 tentang Buku Induk Kode Wilayah, Jawa Timur terdiri dari 38 kabupaten/kota (29 kabupaten dan 9 kota) yang mempunyai 664 kecamatan dengan 783 kelurahan dan desa. Gambar 1 Peta Provinsi Jawa Timur Provinsi Jawa Timur dapat dibedakan menjadi tiga dataran : tinggi, sedang dan rendah. Dataran tinggi merupakan daerah dengan ketinggian rata-rata lebih dari 100 meter diatas permukaan laut. Daerah ini meliputi Kabupaten Magetan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Bondowoso, Kota Blitar, Kota Malang dan Kota Batu. Dataran sedang mempunyai ketinggian meter diatas permukaan laut. Daerah ini meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bangkalan, Kota Kediri dan Kota Madiun. Sedangkan kabupaten dan kota lainnya merupakan dataran rendah, dengan ketinggian rata-rata 45 meter dari permukaan laut yang terdiri dari 15 kabupaten dan 4 kota. 6
7 2 GEOLOGI Berdasarkan fisiografi dan kondisi Geologi, Wilayah Jawa Timur dibagi 3 bagian, yaitu : 1. Bagian Utara, potensi migas dan mineral karbonatan 2. Bagian Tengah, potensi air tanah, bahan galian konstruksi, energi air serta panas bumi 3. Bagian Selatan, potensi energi air, mineral serta batuan Gambar 2 Peta Fisiografi Jawa Timur Kondisi geologi Jawa Timur yang cukup kaya akan potensi sumber daya mineral, memiliki sekitar 20 jenis bahan galian yang mendukung sektor industri maupun konstruksi, yang secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat lajur, yaitu : - Lajur Rembang terbentuk oleh batu lempung napalan dan batu gamping merupakan cekungan tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi - Lajur Kendeng terbentuk batu lempung dan batu pasir, potensi lempung, bentonit dan gamping - Lajur Gunung Api Tengah terbentuk oleh endapan material gunung api kuarter, potensi bahan galian konstruksi berupa batu pecah, krakal, krikil, pasir, tuf - Lajur Pegunungan Selatan terbentuk oleh batu gamping dengan instrusi batuan beku dan aliran lava yang mengalami tekanan, potensi mineral logam, marmer, onyx, batu gamping, bentonit dan pospat Provinsi Jawa Timur mempunyai 7 (tujuh) gunung berapi aktif yaitu Gunung Kelud, Gunung Welirang, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Lamongan, Gunung Raung dan Gunung Ijen. 7
8 Tabel 1 Lokasi Gunung Api Aktif di Jawa Timur No Nama Gunung Api Lokasi 1 Gunung Kelud Kediri, Blitar, Malang 2 Gunung Bromo Malang, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan 3 Gunung Semeru Malang, Lumajang 4 Gunung Lamongan Lumajang, Probolinggo 5 Gunung Raung Banyuwangi, Bondowoso, Jember 6 Gunung Welirang Pasuruan, Mojokerto 7 Gunung Ijen Bondowoso, Banyuwangi Di wilayah Jawa Timur terdapat daerah-daerah yang mempunyai tingkat kerawanan terhadap bencana tsunami yaitu meliputi kabupaten Banyuwangi, Jember, Pacitan Trenggalek, Malang Selatan, Blitar Selatan, Lumajang dan Tulungagung selatan. Peristiwa Tsunami pernah terjadi di Banyuwangi pada tahun 1994 yang dipicu oleh gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala Richter mengakibatkan korban 377 jiwa. Daerah-daerah di Jawa Timur yang mempunyai sudut lereng terjal, jenis tanah bertekstur halus dengan ketebalan lebih dari 1 meter serta curah hujan yang cukup tinggi dan pada daerah dengan penutup vegetasi jarang atau gundul dapat berpotensi terjadinya gerakan tanah atau tanah longsor. Daerah-daerah tersebut tidak disarankan sebagai lokasi pemukiman, walaupun pada kenyataannya terjadi sebaliknya, seperti peristiwa longsor yang terjadi di lereng gunung Argopura kecamatan Panti, Balung, dan Sukorambi kabupaten Jember, Jawa Timur pada awal tahun 2006 mengakibatkan korban yang cukup besar selain kerugian harta benda dan ekonomi seperti infrastruktur, bangunan rumah, sekolah. Kab./Kota Gambar 3 Peta Gunung Api Aktif di Jawa Timur Tabel 2 Daerah Kerentanan Bencana Tanah Longsor di Jawa Timur Kecamatan Tingkat Kerentanan Ngawi Widodaren, Kedunggalar, Paron, Jogorogo, Pitu Menengah - Tuban Montong, Rengel, Kerek, Bancar, Tambakboyo Menengah Magetan Plaosan, Magetan, Poncol, Panekan, Parang Menengah - Madiun Kare, Dagangan, Gemarang, Wungu Menengah - 8
9 Kab./Kota Kecamatan Tingkat Kerentanan Sawoo, Sambit, Ngebel, Ngrayun, Sampung, Menengah - Ponorogo Soko, Slahung, Bungkal, Badegan, Mlarak, Pulung Tegal Ombo, Bandar, Ngadirejo, Nawangan, Menengah - Pacitan Tulakan, Arjosari, Kebonagung, Pringkuku, Punung, Donorojo Bendungan, Watulimo, Pule, Tugu, Durenan, Menengah - Trenggalek Karangan, Panggul, Dongko, Kampak, Munjungan Kediri Grogol, Semen, Mojo Menengah - Tulungagung Pagerwojo, Sendang, Kauman, Karangrejo, Menengah - Bandung, Kalidawir, Rejotangan, Besuki Malang Poncokusumo, Kalipare, Jabung, Pujon, Batu Menengah,Pau, Sumbermanjing Lumajang Tempursari, Pronojiwo, Randugung, Senduro, Menengah - Klakah Probolinggo Sukapura, Sumber, Krucil, Lumbang, Gading Menengah - Jember Tanggul, Bangsalsari,Panti, Jeblug, Arjasa, Menengah - Sukorambi, Rambipuji, Munjulsari, Tempurejo Situbondo Sumbermalang, Jatibanteng, Banyuglugur, Menengah - Bungatan, Kendit, Bungatan Bondowoso Pakem, Curah Dami, Grujugan, Maesan, Menengah - Klabang Nganjuk Loceret, Gondang, Sawahan Menengah Pasuruan Lumbang, Tolasari, Tutur Menengah Bojonegoro Ngambon, Purwosari Menengah Blitar Bakung, Wonotirto, Kademangan, Sutojayan Menengah - Banyuwangi Kalipiro, Wongsorejo Menengah Tabel 3 Data Wilayah Kerentanan Gerakan Tanah di Jawa Timur No Kabupaten Kecamatan Desa Tingkat Kerentanan 1 Ngawi Widodaren Sidolaju, Gembol Menengah- Ngawi Kerek Jogorogo Girimulyo 2 Ponorogo Ngrayun Sendang, Wonodadi, Baosankidul, Mrayan, Binade, Cekopo Menengah- Sawoo Temon, Sriti, Tempuran, Sawo, Pangkal, Tumpak Pelem, Tumpuk Sambit Gajah, Bancangan, Wringinanom Slahung Ngilo-ilo, Duri, Slahung, Caluk,Senepo, Tugurejo Bungkal Munggu, Pelem, Belang Pager Badegan Dayakan Soko Jurug, Klepu, Ngadirojo, Suru, Masaran Mlarak Candi Pulung Karangpatihan, Kesugihan, Serag Ngebel Talun, Pupus, Ngebel, Wagirlor, Ngrogung 3 Magetan Poncol Poncol, Cileng, Plangkrongan Menengah- Parang Ngaglik, Sombo, Trosono 9
10 No Kabupaten Kecamatan Desa Tingkat Kerentanan 4 Kediri Grogol Kalipang, Tarukan Menengah- Semen Selopanggung Mojo Jugo, Keniten, Surat 5 Nganjuk Ngetos Suru, Klodan Menengah- Sawahan Ngliman, Bareng, Margopatut, Bendolo, Sawahan, Duren 6 Pacitan Nawagan Tokawi, Nawagan, Gondang Menengah- Bandar Ngunut, Bandar, Kledung, Putungsinarang Tegalombo Ploso, Kemuning, Tegalombo, Gemaharjo, Pucangombo, Kasihan, Ngreco, Gedangan Tulakan Kalikuning Arjosari Karanggede, Karangrejo, Jetis kidul, Bedayu, Mlati, Gunungsari, Gembong, Gegeran, Kedungbendo Kebonagung Ketepung, Ketro Pringkulu Tamanasri, Glinggangan, Dadapan Punung Tinatar, Kebonsari, Gondosari, Ploso, Mantren Donorejo Donorojo, Belah 7 Trenggalek Bendungan Suren Lor, Semurup, Depok, Srambah, Sengon Menengah- Trenggalek Ngares, Sumberdadi, Sukosari, Dawuhan, Parakan Tugu Gading, Nginggis, Dermasari, Jambu, Ngepeh Durenan Gador, Sumberejo Karangan Sumberingin, Jati, Wonokerto, Nglebo, Ngrandu, Mlinjon, Sukowetan Pule Karanganyar, Jomblok, Pule, Kembangan, Joho, Pakel, Sidomulyo, Pulung Panggul Tangkil, Manggis, Bodak, Sawahan, Barang Dongko Dongko, Siki, Pringapus, Watuagung, Pandean, Salamwates, Cakul, Sumberbening Kampak Karangrejo, Ngadimulyo, Bendoagung, Timaran, Bogoran Watulimo Sawahan, Dukuh, Pakel, Gemaharjo Munjungan Tawing, Bangun, Besuki, Karangturi, Ngulung Wetan 8 Tulungagung Pagerwojo Kedoyo, Samar, Wonorejo Menengah- TulungAgung Tjudan, Sidomulyo Kauman Kates Karangrejo Tunjungsari Bandung Serba Lor 10
11 No Kabupaten Kecamatan Desa Tingkat Kerentanan Kalidawir Pagersari, Betak Rejotangan Tenggong Besuki Tunggulwelahan 9 Tuban Montong Tanggulangin Menengah- Kerek Hargoretno Rarengan Suciharjo 10 Bojonegoro Ngambon Sengol, Bobol. Menengah- Tambakrejo Nglampin Purwosari Gede, Kacangan, Tlatah, Punggur 11 Madiun Kare Kare, Cermo Menengah- Dagangan Morang, Segulung, Tileng, Mendak, Ketandan 12 Banyuwangi Kalipiro Ketapang, Alasrejo, Kalipuro, Kalipiro Menengah- Wongsorejo Bangsring 13 Blitar Bakung Bululawang, Tumpakkepuh, Ngrejo, Pulerejo Menengah- Wonotirto Gunung Gede, Ngadipuro, Wonotirto, Sumberboto, Pasiraman Kademangan Pakisaji, Kebonsari Sutojayan Badem Panggungrejo Sumberasih, Serang, Kalitengah, Margomulyo 14 Lumajang Tempursari Kaliuling Menengah- Pronojiwo Tamanayu, Sumberurip Senduro Argosari Klakah Sawaran Lor 15 Bondowoso Maesan Tanah Wulan Menengah- Klabang Wonoboyo Wringin Banyuwulu, Wringin, Ambulu, Glingseran, Banyuputih, Sumber Canthing 16 Probolinggo Kuripan Karangrejo Menengah- Lumbang Nogorejo, Sapih, Sukapura Wonotoro, Jetak, Ngadas, Sapikerap, Sukapura, Pakel, Wonokerto, Ngadirejo, Sariwarni, Kedasih Sumber Sumber, Rambaan, Cepoko, Pandansari, Tukul, Gemito, Sumberanom, Ledukombo, Wonokerso Kotaanyar Renteng, Bulupandak, Duren Tiris Jangkang, Wedusan, Pedagangan, Rejing, Tegalwatu Gading Renteng, Duren, Keben, Gading, Bulupandak, Prasi Krucil Krucil, Watupanjang, Guyangan, Seneng, Betek, Krobogan, Plaosan, Pandanlaras, Sumberduren 17 Pasuruan Lumbang Welulang, Banjarimbo, Panditan, Menengah- 11
12 No Kabupaten Kecamatan Desa Tingkat Kerentanan Bulukandang, Watulumbung Tolasari Wonokitri, Kandangan, Baledono, Sedaeng, Pondokoyo Tutur Tlogosari, Andonosari, Ngadirejo 18 Jember Panti Kemiri Menengah- Arjasa Kemuning Lor Sukorambi Sukorambi 19 Situbondo Situbondo Kotakan, Dawuhan. Menengah- Panji Ardirejo Panarukan Sumberkolak Sumbermalang Sumberargo, Tlogosari, aderan,tamankursi, Kalirejo, Taman, Plalangan Jatibanteng Jatibanteng, Wringinanom Tepos, Lubawang, Banyuglugur Banyuglugur Bungatan Pasirputih Suboh Alas Bayur, Sumberanyar, Sumberpinang,Gunung Malang, Mojo Dungkol Kendit Klatakan, Kukusan, Tambak Ukir, Balung, Bugeman 20 Malang Poncokusumo Ngadas, Ngijo Menengah- Jabung Ngadirejo Sumberma nying Kucur Kedung Banteng, Tegalrejo, Sitiarjo, Sekarbanyu, Druju Gedangan Gajahrejo Kalipare Sumberpetung 12
13 3 PERTAMBANGAN UMUM Bahan tambang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan pemanfaatannya yang berlebihan cenderung menyebabkan kerusakan lingkungan oleh sebab itu harus dilakukan secara efektif disertai pemahaman terhadap potensi, diversifikasi dan peningkatan teknologi pengolahan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumber daya mineral yang memperhatikan kelestarian alam dan berpihak pada kepentingan masyarakat maka kegiatan pertambangan haruslah dapat menghasilkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja sehingga bermanfaat untuk meningkatkan pembangunan di daerah dan taraf hidup masyarakat Jawa Timur. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010, pertambangan mineral dan batubara dikelompokkan kedalam 5 (lima) golongan komoditas tambang yaitu mineral radioaktif, logam, bukan logam, batuan dan batubara. Klasifikasi sumber daya mineral berdasarkan tingkat penyelidikannya terbagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu hipotetik, tereka, tertunjuk, dan terukur. Sedangkan klasifikasi cadangan mineral terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu terukur dan terkira (SNI ). Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, berikut ini wewenang pemerintah provinsi di bidang mineral dan batubara : 1. Penetapan wilayah izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan dalam satu daerah provinsi dan wilayah laut sampai dengan 12 mil 2. Penerbitan izin usaha pertambangan mineral logam dan batubara dalam rangka penanaman modal dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan daerah yang berada dalam satu daerah provinsi termasuk wilayah laut sampai dengan 12 mil laut 3. Penerbitan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan dalam rangka penanaman dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan daerah yang berada dalam satu daerah provinsi termasuk wilayah laut sampai dengan 12 mil laut 4. Penerbitan izin pertambangan rakyat untuk komoditas mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan batuan dalam wilayah pertambangan rakyat 5. Penerbitan izin usaha pertambangan operasi produksi khusus untuk pengolahan dan pemurnian dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang komoditas tambangnya berasal dari satu daerah provinsi yang sama 6. Penerbitan izin usaha jasa pertambangan dan surat keterangan terdaftar dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang kegiatan usahanya dalam satu daerah provinsi 7. Penetapan harga patokan mineral bukan logam dan batuan 13
14 3.1 Data Potensi Pertambangan Potensi Mineral Logam Tabel 4 Persebaran Potensi Mineral Logam di Jawa Timur No Mineral Logam Kabupaten/Kota Penghasil 1 Pasir besi Kab. Pacitan, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Lumajang 2 Besi Kab. Tulungagung, Kab. Pacitan 3 Emas Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar 4 Tembaga Kab. Ponorogo, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar 5 Seng Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo 6 Nikel Kab. Pacitan 7 Mangaan Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang 8 Timah hitam Kab. Pacitan 9 Timah putih Kab. Pacitan 10 Galena Kab. Ponorogo 11 Pirit Kab. Ponorogo 12 Unsur logam Au, Ag,Cu dan Zn Kab. Bondowoso Dari beberapa potensi mineral logam yang tersebar di Jawa Timur, ada beberapa yang termasuk sumber daya mineral hipotetik dan terkira. Sumber daya mineral hipotetik diantaranya mineral timah hitam, mangaan, seng, dan emas yang berada di Kab. Pacitan. Sedangkan yang termasuk sumber daya mineral terkira adalah pasir besi, besi, timah putih, dan nikel. Untuk sumber daya mineral hipotetik belum ada data besar nya. Gambar 4 Pasir Besi Gambar 5 Emas Gambar 6 Tembaga Gambar 7 Mangaan Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh cuaca dan air permukaan, yang kemudian tertransportasi dan diendapkan di 14
15 sepanjang pantai. Gelombang laut dengan energi tertentu memilah dan mengakumulasi endapan tersebut menjadi pasir besi yang memiliki nilai ekonomis. Pasir besi sebagai endapan letakan/placer, di Indonesia banyak dijumpai sebagai endapan aluvial pantai. Pembentukan endapan pasir besi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain batuan asal, proses perombakan, media transportasi, proses, serta tempat pengendapannya. Sumber mineral endapan pasir besi pantai sebagian besar berasal dari batuan gunung api bersifat andesitik dan basaltik. Proses perombakan terjadi karena pelapukan batuan akibat proses alam seperti panas dan hujan yang membuat butiran mineral terlepas dari butiran. Media transportasi endapan pasir besi pantai antara lain aliran sungai, gelombang, dan arus laut. Proses transportasi membawa material lapukan dari batuan asal, menyebabkan mineral-mineral terangkut hingga ke muara, kemudian gelombang dan arus laut mencuci dan memisahkan mineral-mineral tersebut berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Di daerah pantai mineral-mineral diendapkan kembali oleh gelombang air laut yang menghembas ke pantai, akibat hempasan tersebut sebagian besar mineral yang mempunyai berat jenis yang besar akan terendapkan di pantai, sedang mineral yang berat jenisnya lebih ringan akan terbawa oleh arus balik kembali ke laut. Tempat pengendapan pasir besi umumnya terjadi pada pantai yang landai, sedangkan pada pantai yang curam sulit terjadi proses pengendapan. Tabel 5 Potensi Pasir Besi 1 Kab. Pacitan ,63 - Tidak ada data luas 2 Kab. Trenggalek ,00 350,00 3 Kab. Tulungagung ,00 5,98 4 Kab. Blitar , ,52 5 Kab. Malang ,00 23,65 6 Kab. Lumajang , ,83 Tabel 6 Potensi Besi 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik 2 Kab. Tulungagung ,25 - Tidak ada data luas Tabel 7 Potensi Emas 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo 852, Kab. Blitar ,08 (m 3 ) 2.130,52 Tabel 8 Potensi Tembaga 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik 2 Kab. Ponorogo - 302,00 Tidak ada data besar potensi 3 Kab. Tulungagung 13,12 5,45 15
16 4 Kab. Blitar , ,19 Tabel 9 Potensi Seng 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik 2 Kab. Ponorogo - 30,00 Tidak ada data besar potensi Tabel 10 Potensi Mangaan 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik 2 Kab. Ponorogo - 375,00 Tidak ada data besar potensi 3 Kab. Trenggalek ,00 4 Kab. Tulungagung ,90 5 Kab. Blitar , ,38 6 Kab. Malang ,00 11,00 Tabel 11 Potensi Timah Hitam 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik Tabel 12 Potensi Timah Putih 1 Kab. Pacitan - - Terkira Tabel 13 Potensi Galena 1 Kab. Ponorogo - 10,00 Tidak ada data besar potensi Tabel 14 Potensi Pirit 1 Kab. Ponorogo - 410,00 Tidak ada data besar potensi Tabel 15 Potensi Nikel 1 Kab. Pacitan - - Hipotetik Tabel 16 Potensi Unsur logam Au, Ag,Cu dan Zn 1 Kab. Bondowoso ,00 0,018 16
17 3.1.2 Potensi Mineral Non Logam Potensi mineral non logam di Jawa Timur di antaranya yaitu pasir kuarsa, yodium, belerang, fosfat, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gypsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, dan oker. Berikut persebaran potensi mineral non logam di Jawa Timur. Gambar 8 Pasir Kuarsa Gambar 9 Fosfat Gambar 10 Kaolin Gambar 11 Feldspar No Mineral Non Logam Tabel 17 Persebaran Potensi Mineral Non Logam di Jawa Timur Kabupaten/Kota Penghasil 1 Pasir Kuarsa Kab. Pacitan, Kab. Tuban, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep 2 Yodium Kab. Pasuruan, Kab. Jombang 3 Belerang Kab. Pasuruan, Kab. Bondowoso 4 Fosfat Kab. Pacitan. Kab. Ponorogo, Kab. Situbondo, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep 5 Zeolit Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar, Kab. Malang 6 Kaolin Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Kediri, Kab. Malang 7 Feldspar Kab. Pacitan, Kab. Trenggalek, Kab. Blitar, Kab. Malang 8 Bentonit Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Bojonegoro 9 Gypsum Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Bondowoso, Kab. Bojonegoro, Kab. Sumenep 10 Dolomit Kab. Pacitan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan 11 Kalsit Kab. Pacitan, Kab. Blitar, Kab. Bondowoso, Kab. Nganjuk, Kab. Tuban, Kab. Sampang 12 Rijang Kab. Pacitan. Kab. Ponorogo 13 Pirofilit Kab. Pacitan, Kab. Blitar, Kab. Malang 14 Oker Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo 17
18 Tabel 18 Potensi Pasir Kuarsa 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar 2 Kab. Tuban ,74 - Tidak ada data luas 3 Kab. Bangkalan ,41 924,38-4 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar 5 Kab. Pamekasan , ,80-6 Kab. Sumenep ,00 73,28 - Tabel 19 Potensi Yodium 1 Kab. Pasuruan - - Tidak ada data besar dan luasan potensi 2 Kab. Jombang - - Tidak ada data besar dan Tabel 20 Potensi Belerang luasan potensi 1 Kab. Pasuruan ,25 12,33-2 Kab. Bondowoso - - Tidak ada data besar dan Tabel 21 Potensi Fosfat luasan potensi 1 Kab. Pacitan - - Terkira 2 Kab. Ponorogo ,00 5,00-3 Kab. Situbondo , ,00-4 Kab. Bojonegoro ,00 21,00-5 Kab. Tuban 307,33 - Tidak ada data luas 6 Kab. Lamongan ,00 135,47-7 Kab. Bangkalan ,80 420,43-8 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar dan luasan potensi 9 Kab. Pamekasan , ,80-10 Kab. Sumenep ,00 7,00 - Tabel 22 Potensi Zeolit 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo ,00 67,54-3 Kab. Blitar 278,28 0,43-4 Kab. Malang ,00 372,38-18
19 Tabel 23 Potensi Kaolin 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo ,00 16,00-3 Kab. Kediri , ,41-4 Kab. Malang ,00 17,88 - Tabel 24 Potensi Feldspar 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Trenggalek ,00 96,00-3 Kab. Blitar , ,05-4 Kab. Malang ,00 23,10 - Tabel 25 Potensi Bentonit 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo ,00 56,07-3 Kab. Tulungagung 2.449,00 - Tidak ada data luas 4 Kab. Blitar , ,70-5 Kab. Malang , ,34-6 Kab. Pasuruan ,00 189,83-7 Kab. Bojonegoro ,00 466,00 - Tabel 26 Potensi Gypsum 1 Kab. Pacitan - - Terkira 2 Kab. Ponorogo ,00 16,00-3 Kab. Bondowoso ,00 54,66-4 Kab. Bojonegoro ,00 305,00-5 Kab. Sumenep 5.164,00 0,18 - Tabel 27 Potensi Dolomit 1 Kab. Pacitan - - Terkira 2 Kab. Tuban ,28 - Tidak ada data luas 3 Kab. Lamongan , ,68-4 Kab. Gresik - - Tidak ada data besar 5 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar 6 Kab. Pamekasan , ,68-19
20 Tabel 28 Potensi Rijang 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar 2 Kab. Ponorogo 4.682,88 60,00 - Tabel 29 Potensi Kalsit 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Blitar , ,24-3 Kab. Bondowoso ,00 4,00-4 Kab. Nganjuk - 3,00 Tidak ada data besar potensi 5 Kab. Tuban ,73 - Tidak ada data luas 6 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar Tabel 30 Potensi Pirofilit 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Blitar , ,55-3 Kab. Malang ,00 228,38 - Tabel 31 Potensi Oker 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar dan luasan potensi 2 Kab. Ponorogo Potensi Batuan Potensi batuan di Jawa Timur di antaranya yaitu trass, marmer, andesit, tanah liat, tanah urug, opal dan kalsedon, diorit, pasir, sirtu, gamping, onyx, toseki, breksi, jasper, tuff dan batu apung. Berikut persebaran potensi batuan di Jawa Timur. 20
21 Gambar 12 Trass Gambar 13 Tanah Urug Gambar 14 Gamping Tabel 32 Persebaran Potensi Batuan di Jawa Timur No Batuan Kabupaten/Kota Penghasil 1 Trass Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar. Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Madiun, Kab. Tuban 2 Marmer Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Malang 3 Andesit Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Pasuruan, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro 4 Tanah liat Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep 5 Tanah urug Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik 6 Opal dan Kalsedon Kab. Ponorogo, Kab. Blitar 7 Diorit Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Malang 8 Pasir Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Pasuruan, Kab. Nganjuk, Kab. Magetan, Kab. Bojonegoro, Kab. Lamongan 9 Sirtu Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kota Batu 10 Gamping Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep 11 Onyx Kab. Nganjuk, Kab. Bojonegoro 12 Toseki Kab. Pacitan 13 Breksi Kab. Bondowoso, Kab. Magetan 14 Jasper Kab. Pacitan 15 Tuff Kab. Ponorogo, Kab. Magetan 16 Batu Apung Kab. Pasuruan 21
22 Tabel 33 Potensi Trass 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar 2 Kab. Ponorogo , ,00-3 Kab. Blitar ,88 371,07-4 Kab. Bondowoso ,00 507,50-5 Kab. Situbondo , ,00-6 Kab. Probolinggo ,00 30,00-7 Kab. Pasuruan ,00 35,77-8 Kab. Madiun - - Tidak ada data besar 9 Kab. Tuban 4.989,34 - Tidak ada data luas Tabel 34 Potensi Marmer 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo ,00 412,21-3 Kab. Trenggalek ,00 554,00-4 Kab. Tulungagung ,00 87,25-5 Kab. Malang ,00 193,79 - Tabel 35 Potensi Andesit 1 Kab. Pacitan ,00 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo , ,94-3 Kab. Blitar ,60 538,36-4 Kab. Kediri , ,60-5 Kab. Malang ,00 185,89-6 Kab. Banyuwangi ,00 16,50-7 Kab. Bondowoso ,50 364,07-8 Kab. Situbondo , ,00-9 Kab. Pasuruan , ,91-10 Kab. Mojokerto ,00 - Tidak ada data luas 11 Kab. Jombang ,40 64,70-12 Kab. Nganjuk ,00 86,25-13 Kab. Madiun - - Tidak ada data besar 14 Kab. Ngawi , ,00 - Tabel 36 Potensi Tanah Liat 1 Kab. Ponorogo ,00 880,00-2 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar 22
23 3 Kab. Trenggalek ,00 45,00-4 Kab. Blitar ,47 317,96-5 Kab. Kediri , ,75-6 Kab. Malang , ,78-7 Kab. Jombang ,40 31,20-8 Kab. Nganjuk - 50,00 Tidak ada data besar potensi 9 Kab. Madiun ,50 - Tidak ada data luas 10 Kab. Ngawi , ,00-11 Kab. Bojonegoro ,00 14,00-12 Kab. Tuban ,67 - Tidak ada data luas 13 Kab. Lamongan ,60 Tidak ada data besar potensi 14 Kab. Gresik - - Tidak ada data besar 15 Kab. Bangkalan , ,26-16 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar 17 Kab. Pamekasan , ,90-18 Kab. Sumenep 6.231,00 12,64 - Tabel 37 Potensi Tanah Urug 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar dan luasan potensi 2 Kab. Ponorogo ,00 515,00-3 Kab. Mojokerto ,00 - Tidak ada data luas 4 Kab. Jombang ,20 341,45-5 Kab. Madiun ,00 - Tidak ada data luas 6 Kab. Ngawi , ,00-7 Kab. Bojonegoro ,00 14,00-8 Kab. Gresik - - Tidak ada data besar dan luasan potensi Tabel 38 Potensi Opal dan Kalsedon 1 Kab. Ponorogo ,63 23,90-2 Kab. Blitar - - Hipotetik Tabel 39 Potensi Diorit 1 Kab. Trenggalek ,00 75,00-2 Kab. Tulungagung ,00 20,00-3 Kab. Malang ,00 52,44-23
24 Tabel 40 Potensi Pasir 1 Kab. Malang ,00 14,39-2 Kab. Lumajang ,50 - Tidak ada data luas 3 Kab. Banyuwangi ,00 45,40-4 Kab. Bondowoso ,00 100,00-5 Kab. Situbondo , ,00-6 Kab. Pasuruan ,00 776,47-7 Kab. Nganjuk - 20,00 Tidak ada data besar potensi 8 Kab. Magetan , ,00-9 Kab. Bojonegoro - - Tidak ada data besar dan luasan potensi 10 Kab. Lamongan 487,20 - Tidak ada data luas Tabel 41 Potensi Sirtu 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar 2 Kab. Ponorogo ,00 254,00-3 Kab. Blitar , ,34-4 Kab. Kediri , ,02-5 Kab. Malang ,00 47,30-6 Kab. Probolinggo , ,35-7 Kab. Pasuruan ,00 76,48-8 Kab. Mojokerto ,00 - Tidak ada data luas 9 Kab. Jombang ,00 39,00-10 Kab. Nganjuk ,00 80,75-11 Kab. Ngawi - - Tidak ada data besar 12 Kab. Bojonegoro ,00 - Tidak ada data luas 13 Kota Batu 147,50 1,95 - Tabel 42 Potensi Gamping 1 Kab. Pacitan ,32 - Tidak ada data luas 2 Kab. Ponorogo ,00 482,12-3 Kab. Trenggalek ,00 167,00-4 Kab. Tulungagung ,00 168,00-5 Kab. Blitar , ,23-6 Kab. Malang ,00 989,97-7 Kab. Bondowoso ,00 20,00-8 Kab. Situbondo , ,00-9 Kab. Nganjuk 0,00 475,00-10 Kab. Ngawi , ,00-24
25 11 Kab. Bojonegoro ,00 69,00-12 Kab. Tuban ,33 - Tidak ada data luas 13 Kab. Lamongan , ,98-14 Kab. Gresik - - Tidak ada data besar 15 Kab. Bangkalan , ,14-16 Kab. Sampang - - Tidak ada data besar 17 Kab. Pamekasan , ,52-18 Kab. Sumenep ,00 265,54 - Tabel 43 Potensi Onyx 1 Kab. Nganjuk ,00 33,00-2 Kab. Bojonegoro ,50 335,00 - Tabel 44 Potensi Toseki 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar dan luasan potensi Tabel 45 Potensi Breksi 1 Kab. Bondowoso ,5-2 Kab. Magetan ,00 339,80 - Tabel 46 Potensi Jasper 1 Kab. Pacitan - - Tidak ada data besar Tabel 47 Potensi Tuff 1 Kab. Ponorogo 8.900,00 11,00-2 Kab. Magetan ,00 775,00 - Tabel 48 Potensi Batu Apung 1 Kab. Pasuruan ,0 134, Potensi Batubara Tabel 49 Potensi Batubara 1 Kab. Pacitan ,35 - Tidak ada data luas 2 Kab. Trenggalek ,00 72,00-3 Kab. Tulungagung 842,00 2,10-25
26 3.2 Data Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tahun 2015 Tabel 50 Rekapitulasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Tahun 2015 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Jumlah Rekom Total Non Logam Batuan Non Logam Batuan Total 1 Bangkalan Banyuwangi Blitar Bojonegoro Bondowoso Gresik Jombang Kediri Lamongan Lumajang Madiun Magetan
27 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Jumlah Rekom Total Non Logam Batuan Non Logam Batuan Total 13 Malang Mojokerto Nganjuk Ngawi Pacitan Pasuruan Ponorogo Probolinggo Sampang Situbondo Sumenep Trenggalek Tuban Tulungagung Jumlah Tabel 51 Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Tahun 2015 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Jumlah Rekom Total Non Logam Batuan Non Logam Batuan Total 1 Banyuwangi Blitar Bondowoso Gresik Jombang Lamongan Madiun Magetan Mojokerto Ngawi Pacitan Pasuruan Ponorogo Situbondo Trenggalek Tuban Jumlah Tabel 52 Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Tahun 2015 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Jumlah Rekom Total Non Logam Batuan Non Logam Batuan Total 27
28 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Jumlah Rekom Total Non Logam Batuan Non Logam Batuan 1 Banyuwangi Gresik Jombang Lamongan Ngawi Pacitan Pasuruan Jumlah Total Tabel 53 Rekapitulasi Surat Keterngan Terdaftar (SKT), Izin Handak, dan Izin Usaha Jasa Penunjang (IUJP) Tahun 2015 No Kab/Kota Jumlah Permohonan Izin Jumlah Rekomendasi Teknis SKT Handak IUJP SKT Handak IUJP 1 Banyuwangi Jember Kediri Malang Pasuruan Ponorogo Sidoarjo Tuban Kota Surabaya Jumlah Tabel 54 Rekapitulasi Izin Pengangkutan/Penjualan dan Izin Pengolahan/Pemurnian Tahun 2015 Jumlah Permohonan Izin Jumlah Rekomendasi Teknis No Kab/Kota Pengangkutan /penjualan Pengolahan /pemurnian Pengangkutan /penjualan Pengolahan/ pemurnian 1 Blitar Gresik Pasuruan Tuban Tulungagung Kota Surabaya Jumlah
29 29
Gambar 1 Peta Provinsi Jawa Timur
1 GAMBARAN UMUM 1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan luas 48.039,14 km memiliki batasbatas sebagai berikut : Sebelah utara : Laut Jawa Sebelah timur : Selat Bali Sebelah
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jatim
V.1. V.1.1 KONDISI GEOLOGI JAWA TIMUR Fisiografi Berdasarkan fisiografi dan kondisi Geologi, Wilayah Jawa Timur dibagi 3 bagian, yaitu : 1. Bagian Utara, potensi Migas serta Gamping ; 2. Bagian Tengah,
No Mineral Volume (Ton) Luas (Ha) Tabel 2 Potensi Pasir Besi. No. Desa/Kelurahan Kecamatan Kab./Kota Volume (Ton) Luas (Ha)
1. DATA PERTAMBANGAN 1.1. DATA POTENSI PERTAMBANGAN a. Potensi Mineral Logam Mineral logam yang terdapat di Provinsi Jawa Timur diantaranya adalah pasir besi, besi, emas, tembaga, seng, nikel, mangaan,
Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota
Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota TAHUN LAKI-LAKI KOMPOSISI PENDUDUK PEREMPUAN JML TOTAL JIWA % 1 2005 17,639,401
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)
A714 Pembuatan Peta Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor dengan Menggunakan Metode Fuzzy logic (Studi Kasus: Kabupaten Probolinggo) Arief Yusuf Effendi, dan Teguh Hariyanto Jurusan Teknik Geomatika, Fakultas
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR 4. 1 Kondisi Geografis Provinsi Jawa Timur membentang antara 111 0 BT - 114 4 BT dan 7 12 LS - 8 48 LS, dengan ibukota yang terletak di Kota Surabaya. Bagian utara
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DESA
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang : bahwa untuk
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. 2.1 Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur merupakan salah satu unit pelaksana induk dibawah PT PLN (Persero) yang merupakan
EVALUASI/FEEDBACK KOMDAT PRIORITAS, PROFIL KESEHATAN, & SPM BIDANG KESEHATAN
EVALUASI/FEEDBACK PRIORITAS, PROFIL KESEHATAN, & SPM BIDANG KESEHATAN MALANG, 1 JUNI 2016 APLIKASI KOMUNIKASI DATA PRIORITAS FEEDBACK KETERISIAN DATA PADA APLIKASI PRIORITAS 3 OVERVIEW KOMUNIKASI DATA
DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN JAWA TIMUR
DATA DASAR PROVINSI KEPULAUAN JAWA TIMUR KONDISI DESEMBER 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2015 JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2014) PROVINSI JAWA TIMUR KAB/KOTA
1.4. DATA PETI YANG SUDAH DITERTIBKAN
1.4. DATA PETI YANG SUDAH DITERTIBKAN No Tabel 89 Luas PETI yang Sudah Ditertibkan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Kab./Kota Luas PETI (Ha) Mineral Logam Mineral Non Logam Batuan Total 1 Kota Madiun -- --
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH I. UMUM Bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG KODE WILAYAH KEARSIPAN LINGKUP PEMERINTAH
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2010
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam upaya meningkatkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Profil Provinsi Jawa Timur Jawa Timur sudah dikenal sebagai salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki posisi strategis, baik dari
GUBERNUR JAWA TIMUR, MEMUTUSKAN:
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG TARIF DASAR DAN TARIF JARAK BATAS ATAS DAN BATAS BAWAH ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA DALAM PROPINSI KELAS EKONOMI MENGGUNAKAN
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2014
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2014 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 47 TAHUN 2005 TENTANG TARIF DASAR DAN TARIF JARAK BATAS ATAS DAN BATAS BAWAH ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA DALAM PROPINSI KELAS EKONOMI MENGGUNAKAN
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
GUBERNUR JAWA TIMUR. Dok. Informasi Hukum-JDIH Biro Hukum Setda Prop Jatim /2008 1
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG TARIF DASAR DAN TARIF JARAK BATAS ATAS DAN BATAS BAWAH ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA DALAM PROVINSI KELAS EKONOMI MENGGUNAKAN
GUBERNUR JAWA TIMUR. Dok. Informasi Hukum-JDIH Biro Hukum Setda Prop Jatim /2008 1
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG TARIF DASAR DAN TARIF JARAK BATAS ATAS DAN BATAS BAWAH ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA DALAM PROVINSI KELAS EKONOMI MENGGUNAKAN
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015 GUBERNUR JAWA TIMUR. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
- 1 - PENULISAN KODE WILAYAH KEARSIPAN. I. SEKRETARIAT DAERAH 1. Sekretaris Daerah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan
- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 2564 TAHUN 2016 TENTANG KODE WILAYAH KEARSIPAN PENULISAN KODE WILAYAH KEARSIPAN I. SEKRETARIAT DAERAH 1. Sekretaris Daerah 35.03.00 2. Asisten Pemerintahan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 121 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017
\ PERATURAN NOMOR 121 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya
Gambar 1. Analisa medan angin (streamlines) (Sumber :
BMKG BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA SURABAYA Alamat : Bandar Udara Juanda Surabaya, Telp. 031 8667540 Pes. 104, Fax. 031-8673119 E-mail : [email protected]
Nomor : KT.304/ 689 /MJUD/XI/2014 Surabaya, 20 Nopember 2014 Lampiran : - Perihal : Awal Musim Hujan 2014/2015 Prov. Jawa Timur.
BMKG BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA SURABAYA Alamat : Bandar Udara Juanda Surabaya, Telp. 031 8667540 Pes. 104, Fax. 031-8673119 E-mail : [email protected]
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN DI JAWA TIMUR 22 MEI 2012
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN DI JAWA TIMUR 22 MEI 2012 OLEH : Drs. MUDJIB AFAN, MARS KEPALA BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR DEFINISI : Dalam sistem pemerintahan di Indonesia
P E N U T U P P E N U T U P
P E N U T U P 160 Masterplan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura P E N U T U P 4.1. Kesimpulan Dasar pengembangan kawasan di Jawa Timur adalah besarnya potensi sumberdaya alam dan potensi
BAB I PENDAHULUAN. mengurus dan mengatur keuangan daerahnya masing-masing. Hal ini sesuai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah pusat memberikan kebijakan kepada pemerintah daerah untuk mengurus dan mengatur keuangan daerahnya masing-masing. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun ketahun. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografis dan Demografi 2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan luas 48.039,14 Km 2 memiliki batas-batas sebagai berikut:
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2015 BAB I - 1
BAB I A. LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 69 ayat 1, menyatakan bahwa Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD),
Grafik Skor Daya Saing Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Grafik Skor Daya Saing Kabupaten/Kota di Jawa Timur TOTAL SKOR INPUT 14.802 8.3268.059 7.0847.0216.8916.755 6.5516.258 5.9535.7085.572 5.4675.3035.2425.2185.1375.080 4.7284.4974.3274.318 4.228 3.7823.6313.5613.5553.4883.4733.3813.3733.367
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 557 /KPTS/013/2016 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN / KOTA SEHAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 557 /KPTS/013/2016 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN / KOTA SEHAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam rangka tercapainya kondisi
b. Potensi Mineral Bukan Logam
b. Potensi Mineral Bukan Logam Mineral bukan logam yang terdapat di Provinsi Jawa Timur diantaranya pasir kuarsa, yodium, belerang, fosfat, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit,
TUGAS AKHIR RG PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK INVENTARISASI DATA AIR TANAH DAN PERTAMBANGAN UMUM DI JAWA TIMUR
TUGAS AKHIR RG 091536 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK INVENTARISASI DATA AIR TANAH DAN PERTAMBANGAN UMUM DI JAWA TIMUR NAMA : ADELIA GRAFITASARI NRP : 3507 100 011 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU KEPADA PROVINSI JAWA TIMUR DAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini sebagai berikut.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini sebagai berikut. 1. Berdasarkan Tipologi Klassen periode 1984-2012, maka ada 8 (delapan) daerah yang termasuk
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2003 TENTANG HARGA ECERAN TERTINGGI (NET) MINYAK TANAH Dl PANGKALAN MINYAK TANAH Dl JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa dalam
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Menimbang: a. Bahwa dalam upaya meningkatkan kersejahteraan rakyat khususnya
2. JUMLAH USAHA PERTANIAN
BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 61/09/35/Tahun XI, 2 September 2013 HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 PROVINSI JAWA TIMUR (ANGKA SEMENTARA) JUMLAH RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 SEBANYAK
Lampiran 1 LAPORAN REALISASI DAU, PAD TAHUN 2010 DAN REALISASI BELANJA DAERAH TAHUN 2010 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR (dalam Rp 000)
Lampiran 1 LAPORAN REALISASI DAU, PAD TAHUN 2010 DAN REALISASI BELANJA DAERAH TAHUN 2010 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR (dalam Rp 000) Kabupaten/Kota DAU 2010 PAD 2010 Belanja Daerah 2010 Kab Bangkalan 497.594.900
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. sebuah provinsi yang dulu dilakukan di Indonesia atau dahulu disebut Hindia
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Profil Eks Karesidenan Madiun Karesidenan merupakan pembagian administratif menjadi kedalam sebuah provinsi yang dulu dilakukan di Indonesia atau dahulu disebut
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 451 /KPTS/013/2016 TENTANG SEKOLAH ADIWIYATA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR,
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 451 /KPTS/013/2016 TENTANG SEKOLAH ADIWIYATA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang Mengingat : bahwa sesuai hasil penilaian Tim Penilai
1.1. UMUM. Statistik BPKH Wilayah XI Jawa-Madura Tahun
1.1. UMUM 1.1.1. DASAR Balai Pemantapan Kawasan Hutan adalah Unit Pelaksana Teknis Badan Planologi Kehutanan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 6188/Kpts-II/2002, Tanggal 10
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik
6 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Pada abad ke-19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak
BAB V RENCANA PROGRAM DAN PRIORITAS DAERAH
BAB V RENCANA PROGRAM DAN PRIORITAS DAERAH 5.1. Prioritasdan Arah Kebijakan RKPD Tahun 2013 5.1.1. Prioritas dan Arah Kebijakan Spasial Arah kebijakan spasial akan berintegrasi dengan kebijakan sektoral
RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 41/PHPU.D-VI/2008 Tentang Sengketa perselisihan hasil suara pilkada provinsi Jawa Timur
RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 41/PHPU.D-VI/2008 Tentang Sengketa perselisihan hasil suara pilkada provinsi Jawa Timur I. PEMOHON Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Mudjiono, selanjutnya disebut
4.2 DATA PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN
4.2 DATA PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN Untuk pemanfaatan energi terbarukan terdapat biodiesel, biogas, tenaga surya dan tenaga air (PLTMH). Pemanfaatan energi terbarukan bisa dilakukan oleh beberapa pihak
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 125 TAHUN 2008
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 125 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR MENIMBANG
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG KODE WILAYAH KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG KODE WILAYAH KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang : a. bahwa sehubungan
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 1996 TENTANG ORGANISASI
BERITA RESMI STATISTIK
BERITA RESMI STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR No. 16/02/35/Th. XIII, 16 Februari 2015 Tipologi Wilayah Jawa Timur Hasil Pendataan Potensi Desa 2014 Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan
EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016
EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016 Realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-provinsi Jawa Timur Oktober 2016 PROVINSI KABUPATEN/KOTA Provinsi Gorontalo Provinsi
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN SEMENTARA BAGIAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DALAM NEGERI PASAL 25/29 DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
KAJIAN AWAL KETERKAITAN KINERJA EKONOMI WILAYAH DENGAN KARAKTERISTIK WILAYAH
KAJIAN AWAL KETERKAITAN KINERJA EKONOMI WILAYAH DENGAN KARAKTERISTIK WILAYAH Hitapriya Suprayitno 1) dan Ria Asih Aryani Soemitro 2) 1) Staf Pengajar, Jurusan Teknik Sipil ITS, [email protected]
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis dan Iklim Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Jawa selain Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Banten,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Peneliti mengambil penelitian di Provinsi Jawa Timur yang terdiri atas 29 (dua puluh sembilan) kabupaten dan 9 (sembilan) kota yang telah dikelompokkan
TABEL II.A.1. LUAS LAHAN KRITIS DI LUAR KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR TAHUN
TABEL II.A.1. LUAS LAHAN KRITIS DI LUAR KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR TAHUN 2008-2012 PADA MASING-MASING DAS (BRANTAS, SOLO DAN SAMPEAN) No Kabupaten Luas Wilayah Lahan Kritis Luar Kawasan Hutan (Ha) Ket. (Ha)
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
6 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Pada akhir abad ke-19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM PENGAIRAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 57 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN DEFINITIF BAGIAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DALAM NEGERI (PASAL 25/29) DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL
per km 2 LAMPIRAN 1 LUAS JUMLAH WILAYAH JUMLAH KABUPATEN/KOTA (km 2 )
LAMPIRAN 1 LUAS WILAYAH,, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT LUAS RATA-RATA KEPADATAN WILAYAH RUMAH JIWA / RUMAH PENDUDUK DESA KELURAHAN DESA+KEL. PENDUDUK (km 2 ) TANGGA
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : KOORDINAT WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : KOORDINAT WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN Komoditas : Lokasi : Provinsi : Kabupaten/Kota : Kode : Luas (Ha) : No. Titik o Garis
RILIS HASIL LISTING SENSUS EKONOMI 2016 PROVINSI JAWA TIMUR TEGUH PRAMONO
RILIS HASIL LISTING SENSUS EKONOMI 2016 PROVINSI JAWA TIMUR TEGUH PRAMONO 2 Penjelasan Umum Sensus Ekonomi 2016 Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha/perusahaan (kecuali
DAFTAR PERDA/PERKADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR YANG DIBATALKAN OLEH GUBERNUR JAWA TIMUR
- 1 - DAFTAR PERDA/PERKADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR YANG DIBATALKAN OLEH GUBERNUR JAWA TIMUR NO. KABUPATEN/KOTA JML PERATURAN DAERAH PEMBATALAN PERATURAN BUPATI/ PERATURAN WALIKOTA KEPUTUSAN GUBERNUR
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU KEPADA PROVINSI JAWA TIMUR DAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN
LUAS AREAL DAN PRODUKSI / PRODUKTIVITAS PERKEBUNAN RAKYAT MENURUT KABUPATEN TAHUN 2010. Jumlah Komoditi TBM TM TT/TR ( Ton ) (Kg/Ha/Thn)
Hal : 35 KAB. GRESIK 1 Tebu 0 1,680 0 1,680 8,625 5,134 2 Kelapa 468 2,834 47 3,349 3,762 1,327 3 Kopi Robusta 12 231 32 275 173 749 4 Jambu mete 33 101 32 166 75 744 5 Kapok Randu 11 168 2 181 92 548
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Program dari kegiatan masing-masing Pemerintah daerah tentunya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia telah menerapkan penyelenggaraan Pemerintah daerah yang berdasarkan asas otonomi daerah. Pemerintah daerah memiliki hak untuk membuat kebijakannya
TABEL. II. C. 1 :LUAS DAN LOKASI HUTAN RAKYAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN
TABEL. II. C. :LUAS DAN LOKASI HUTAN RAKYAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 000 LUAS HUTAN RAKYAT (Ha.) LUAS WILAYAH (Ha.) 00 00 00 0 0 Bangkalan 00,.00,.00,.00,.00,0.,0. Banyuwangi,0.00,.0,.00,.00,.00,0.00
VISITASI KE SEKOLAH/MADRASAH BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH
Perhatian! 1. Format Kartu Kendali Validasi Proses Visitasi di bawah ini, mohon di print oleh asesor sebanyak 16 set (sesuai kebutuhan/jumlah sasaran visitasi). Selanjutnya tiap-tiap sekolah/ madrasah
TABEL II.B.1. KEGIATAN ANEKA USAHA KEHUTANAN DI KABUPATEN/ KOTA TAHUN
TABEL II.B.1. KEGIATAN ANEKA USAHA KEHUTANAN DI KABUPATEN/ KOTA TAHUN 2008-2012 TAHUN 2008 TAHUN 2009 TAHUN 2010 TAHUN 2011 TAHUN 2012 Wana Farma/ Lebah Wana Farma/ Lebah Wana Farma/ Lebah Wana Farma/
IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
33 IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis dan Administrasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur terletak pada 111 0 hingga 114 4 Bujur Timur, dan 7 12 hingga 8 48 Lintang Selatan. Disebelah
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 1996 TENTANG ORGANISASI
Neraca Sumberdaya dan Cadangan Mineral di Provinsi Jawa Tengah Dalam Rangka Peningkatan Penerimaan Pajak dan Investasi
Neraca Sumberdaya dan Cadangan Mineral di Provinsi Jawa Tengah Dalam Rangka Peningkatan Penerimaan Pajak dan Investasi Alieftiyani Paramita Gobel 1, Marcia Violetha Rikumahu 2 Program Studi Teknik Pertambangan,
GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR
GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN BADAN KOORDINASI WILAYAH PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT
BUPATI PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PACITAN NOHOR 6 TAHUN 2015 TENTANG BESARAN DAN TATA CARA PENCAIRAN ALOKASI DANA DESA
BUPATI PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PACITAN NOHOR 6 TAHUN 2015 TENTANG BESARAN DAN TATA CARA PENCAIRAN ALOKASI DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG BIAHA ESA BUPATI PACITAN,
b. Data Produksi dan Tenaga Kerja(TK) IUP Mineral Bukan Logam ESDM DALAM ANGKA
b. Data dan Tenaga Kerja() IUP Mineral Bukan Logam Untuk Ijin Usaha Pertambangan (IUP) mineral bukan logam di Provinsi Jawa Timur, total terdapat 34 IUP Pasir Kuarsa, IUP Belerang, 5 IUP Fosfat, 2 IUP
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, program pembangunan lebih menekankan pada penggunaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dewasa ini, program pembangunan lebih menekankan pada penggunaan pendekatan regional dalam menganalisis karakteristik daerah yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan,
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) JAWA TIMUR TAHUN 2015
BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 40/06/35/Th. XIV, 15 Juni 2016 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) JAWA TIMUR TAHUN 2015 IPM Jawa Timur Tahun 2015 Pembangunan manusia di Jawa Timur pada tahun 2015 terus mengalami
I. PENDAHULUAN. Tabel 1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun (juta rupiah)
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Selain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur menempati posisi tertinggi
GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA
BERITA RESMI STATISTIK
Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus konomi 2016 No. 35/05/35/Th. XV, 24 Mei 2017 BRTA RSM STATSTK BADAN PUSAT STATSTK PROVNS JAWA TMUR Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus
BERITA RESMI STATISTIK
BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN LAMONGAN PROFIL KEMISKINAN DI LAMONGAN MARET 2016 No. 02/06/3524/Th. II, 14 Juni 2017 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR KEPUTUSAN NOMOR 406 TAHUN 1991 TENTANG
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 406 TAHUN 1991 TENTANG KOORDINATOR WILAYAH PENGAIRAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM PENGAIRAN DAERAH PROPINSI
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2016
No. 010/06/3574/Th. IX, 14 Juni 2017 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2016 IPM Kota Probolinggo Tahun 2016 Pembangunan manusia di Kota Probolinggo pada tahun 2016 terus mengalami
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografis dan Demografi 2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan luas 48.039,14 Km 2 memiliki batasbatas sebagai berikut:
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG TIM PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA INVESTASI NON PMDN / PMA PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2006 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang
Summary Report of TLAS Trainings in Community Forest on Java Year of Implementation :
Summary Report of TLAS Trainings in Community Forest on Java Year of Implementation : 2011-2012 No. Provinces and Groups of Participants Training Dates and Places Number and Origins of Participants Remarks
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Beberapa gambaran umum dari kondisi fisik Kabupaten Blitar yang merupakan wilayah studi adalah kondisi geografis, kondisi topografi, dan iklim.
2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah
2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda berdiri pada tanggal 7 Desember 1956, dengan dasar hukum Undang-Undang
BAB 3 METODE PENELITIAN. disajikan pada Gambar 3.1 dan koordinat kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur disajikan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Wilayah Provinsi Jawa Timur meliputi 29 kabupaten dan 9 kota. Peta wilayah disajikan pada Gambar 3.1 dan koordinat kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur disajikan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PERHUBUNGAN DAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/359/KPTS/013/2015 TENTANG PELAKSANAAN REGIONAL SISTEM RUJUKAN PROVINSI JAWA TIMUR
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/359/KPTS/013/2015 TENTANG PELAKSANAAN REGIONAL SISTEM RUJUKAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan
RENCANA KERJA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010
RENCANA KERJA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 200 KODE PERMEN 2 05 000 2 Kelautan dan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Dinas 2.400.000 Fasilitasi Program Anti Kemiskinan
