BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Hospital Information System (HIS) Hospital Information System merupakan salah satu sistem komputer yang paling umum dirancang untuk mendukung pelayanan kesehatan. Sistem ini merupakan database besar yang terkomputerisasi yang ditujukan terutama untuk komunikasi dan menyimpan informasi medis dan administrasi (Farzandipour, Sadoughi, & Meidani, 2011, p. 147). Definisi sistem informasi itu sendiri merupakan sekumpulan komponen komputer yang saling terkait yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan output berupa informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan dalam bisnis. Sistem informasi tidak hanya berupa software dan database melainkan juga proses-proses manual yang terkait didalamnya (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 4). Sistem informasi menghasilkan informasi yang mendukung organisasi, dan karyawannya, pelanggan, supplier dan partner (Whitten & Bentley, 2007, p. 6). HIS mengelola semua aktivitas pengolahan informasi pada rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan pasien yang lebih berkualitas dan untuk penelitian medis (Ismail, Abdullah, Shamsudin, & Nik Ariffin, 2013, p. 115). HIS memiliki komponen yang berbeda-beda, lingkup yang luas, dan tingkatan sistem dari departemen pada rumah sakit sebagai sumber pengetahuan berbasis sistem yang mendukung kegiatan diagnostik dan membantu kegiatan perawatan pasien (Farzandipour, Sadoughi, & Meidani, 2011, p. 147&148). Bagian-bagian yang terdapat pada HIS adalah Clinical Information System (CIS), Financial Information System (FIS), Laboratory Information System (LIS), Nursing Information System (NIS), Pharmacy Information System (PIS), Picture Archiving and Communication System (PACS), dan Radiology Information System (RIS) (Ismail, Abdullah, Shamsudin, & Nik Ariffin, 2013, p. 115). Tetapi pada penulisan ini bagian pada HIS yang dibahas lebih berfokus pada RIS dan LIS. 9

2 Radiology Information System (RIS) Radiology Information System merupakan sistem komputer yang dirancang untuk mendukung alur kerja operasional dan analisis bisnis dalam departemen radiologi. RIS juga merupakan penyimpanan data pasien dan laporan dan kontribusi pada record pasien elektronik (Royal College of Radiologists, 2008, p. 3). Pengertian radiologi itu sendiri merupakan cabang kedokteran yang berhubungan dengan penggunaan zat radioaktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. Secara sederhana, radiologi adalah pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit dengan menggunakan alat pencitraan medis seperti MRI, CT-scan, Sinar-X, dan USG (Lu, Li, & Gisler, 2011, p. 299). Departemen radiologi merupakan departemen pertama dalam dunia kesehatan yang mengimplementasi sistem elektronik sebagai bagian dari alur kerja, dengan sistem tersebut proses pelaporan muncul pada awal pertengahan Keuntungan dasar dari RIS adalah pada kemampuannya menyimpan data yang sangat banyak dengan berbagai tipe seperti gambar, demografi, informasi klinis, tagihan, penjadwalan, dan keuangan yang siap diakses dan menghilangkan proses-proses sebelumnya sehingga memiliki pengaturan alur kegiatan yang lebih efisien (Nance, Meenan, & Nagy, 2012, p. 1064). Penyempurnaan terkini pada informatika radiologi termasuk integrasi dengan PACS dan juga RIS ke dalam alur kerja departemen telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi departemen. Berbagai kelompok sudah menandakan jumlah langkah-langkah di dalam alur kerja yang standar ketika menggunakan sistem RIS dibandingkan dengan paper based. Selain itu dapat meningkatkan layanan pelanggan dengan menyediakan pelaporan yang cepat dan gambar yang siap dianalisis dan juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan (Nance, Meenan, & Nagy, 2012, p. 1064) Laboratory Information System (LIS) Laboratory Information System merupakan sistem perangkat lunak yang terdiri dari serangkaian fungsi, seperti penyimpanan informasi pasien, penerimaan data, manajemen kualitas kontrol data, analisis data dan manajemen laboratorium. LIS memainkan peran penting pada manajemen laboratorium, meningkatkan efisiensi dari pekerjaan rutin laboratorium, dan

3 11 menjamin keamanan data laboratorium (Shan, Zhao, Bai, & Xu, 2012, p. 426). Sejak tahun 1970, LIS sudah menjadi komponen penting didalam kegiatan laboratorium klinik. LIS biasanya dikembangkan untuk mengumpulkan, mencatat, menyediakan, mengelola, mengarsip hasil laboratorium dan sering digunakan untuk menyediakan informasi untuk manajemen keuangan pada laboratorium. Pengembangan LIS dilatarbelakangi dengan meningkatnya kompleksitas dari informasi yang dihasilkan oleh laboratorium seiring berjalannya waktu (Sepulveda & Young, 2013, p. 1129). Seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, sistem informasi sebelumnya kurang dapat memenuhi kebutuhan informasi yang lebih berkualitas untuk mendukung proses pengambilan keputusan terutama dibidang pendidikan dan penelitian, maka dibutuhkan teknologi yang bernama data warehouse Studi Retrospektif Studi retrospektif merupakan studi yang dilakukan pada saat ini untuk melihat peristiwa yang ada di masa lalu. Dengan kata lain, studi retrospektif menggunakan data saat ini untuk diukur berdasarkan ukuran yang ada pada masa lalu, lalu data tersebut direkonstruksi untuk kebutuhan analisis (Song & Chung, 2010). Dalam hal ini data yang digunakan dalam studi retrospektif adalah kumpulan data yang berhubungan dengan pasien contohnya, data pemeriksaan pasien dari waktu ke waktu baik pemeriksaan radiologi maupun pemeriksaan laboratorium yang ada. Misalnya penelitian ingin dilakukan pada pemeriksaan maka akan dibandingkan data pemeriksaan pasien dari waktu ke waktu untuk dilihat keterkaitannya lalu direkonstruksi untuk kebutuhan analisis International Classification of Disease, Tenth Revision (ICD-10) International Classification of Disease (ICD) adalah sebuah alat diagnosis standart yang digunakan untuk tujuan epidemiologi, manajemen kesehatan dan klinis termasuk analisis situasi keadaan dari suatu populasi secara umum. ICD digunakan untuk mengelompokan penyakit dan masalah

4 12 kesehatan lainnya yang tercatat pada berbagai jenis catatan penting, termasuk catatan kematian dan catatan kesehatan (Programmes: International Classification of Diseases (ICD), 2014). Contoh kode-kode ICD-10 yang relevan untuk digunakan dalam bidang Radiologi dan Laboratorium meliputi, A02 Other salmonella infections, A04 Other bacterial intestinal infections, A15 Respiratory Tuberculosis, C50 Malignant neoplasm of breast, J43 Emphisema, J93 Pneumo ThoraxJ92 Pleural Plague, dan lain-lain Data Warehouse Data warehouse merupakan kumpulan database yang saling terintegrasi dan berorientasi pada subyek, yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan, dimana setiap data relevan pada waktu tertentu (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 495). Data warehouse mengintegrasi data yang terkait yang disimpan di dalam berbagai database yang berbeda dengan format-format penyimpanan tertentu (Rubin & Desser, 2008). Database sendiri merupakan sebuah kumpulan data yang terhubung secara logika beserta deskripsinya, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. Database merupakan penyimpanan data yang tunggal dan biasanya besar yang dapat digunakan secara berulang-ulang oleh pengguna, sehingga duplikasi dan redudansi data dapat dikurangi. (Connolly & Begg, 2010, p. 65). Menurut (Ping, Tao, Mu, bin, & Guo, 2011, p. 2373), implementasi data warehouse dapat memberikan manfaat antara lain: a. Thematic: data warehouse menyediakan model data yang umum walaupun data berasal dari sumber yang berbeda-beda. b. Consistency: Dalam memasukan data ke dalam data warehouse, segala masalah inkonsistensi data ditemukan dan diselesaikan untuk mempermudahkan analisis dan pelaporan. c. Safety: informasi dalam data warehouse dapat disimpan dengan aman dalam periode waktu tertentu. Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005), data warehouse memiliki empat karakteristik utama.

5 Karakteristik Data Warehouse empat karakteristik utama dalam data warehouse yang terdiri atas empat karakteristik utama dalam data warehouse yang terdiri atas: 1. Subject oriented Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 29&30) subject oriented berarti data warehouse sendiri tidak berfokus kepada aplikasi yang bersifat fungsional yang biasanya digunakan dalam operasional sehari-hari, melainkan berfokus pada area subyek tertentu dalam suatu lingkungan perusahaan. Gambar 2.1 akan menjelaskan perbedaan antara operasional dengan data warehouse dari segi orientasinya. Gambar 2.1 Menunjukan Perbedaan Orientasi antara Operasional dengan Data Warehouse. (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 29&30) Dapat dilihat dari gambar diatas bahwa data warehouse berorientasi pada area subyek utama dari lingkungan perusahaan, sedangkan operasional berorientasi pada fungsional-fungsional aplikasi yang ada dalam lingkungan perusahaan.

6 14 2. Integrated Dalam data warehouse, data diambil dari berbagai sumber yang berbeda dan terpisah dengan format data yang berbeda-beda. Karena itu dalam proses pengambilan data, data harus dikonversi, diformat ulang, dan diurutkan kembali sehingga ketika data masuk ke dalam data warehouse, data-data tersebut memiliki gambaran fisik perusahaan yang tunggal atau terstandar (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 30&31).. Gambar 2.2 Menunjukan Perubahan Bentuk Data pada saat Proses Integrasi. (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 30&31) Masalah-masalah integrasi data meliputi penyamaan dalam representasi nilai data, satuan pengukuran, data ganda dari sumber yang sama, dan perbedaan tipe dan panjang dari atribut utama (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 30&31). 3. Non-volatile Dalam data warehouse, biasanya banyak data yang dimasukan dan diakses tetapi tidak diperbaharui. Dalam data warehouse data dimasukan dalam bentuk snapshot (rekam sekilas) dan format yang statis. Ketika beberapa perubahan-perubahan terjadi, record yang baru dimasukan

7 15 sedangkan record historis disimpan dalam data warehouse Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 31&32). (Inmon, Gambar 2.3 Menunjukan Karakteristik Non-volatile pada Data Warehouse. (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 31&32) Dapat dilihat pada gambar diatas, dalam data warehouse, data tidak diperbaharui setiap terjadi sebuah transaksi seperti pada penyimpanan operasional, namun data dimasukan ke dalam data warehouse dalam jumlah yang besar setiap periode tertentu. 4. Time Variant Data yang ada di dalam data warehouse bersifat akurat pada waktu tertentu. Waktu tersebut dapat dilihat dari keterangan waktu yang ada didalam record seperti dalam waktu transaksi. Dalam data warehouse setiap data yang ada memiliki bentuk penanda waktu untuk menunjukan waktu keakuratan data tersebut. (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 32&33) Gambar 2.4 Menunjukan Variansi Waktu dalam Data Warehouse. (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 32&33)

8 16 Gambar diatas menunjukan perbedaan waktu yang ada, jenis data yang disimpan, dan bentuk dari keterangan waktu yang digunakan antara penyimpanan operasional dengan data warehouse. Dalam implementasinya, data warehouse melibatkan teknologi yang bernama OLTP (Online Transaction Processing) yang berperan dalam menyediakan sumber data untuk data warehose (Connolly & Begg, 2010, p. 1199). OLTP didefinisikan sebagai sebuah sistem pemrosesan transaksi yang bersifat real-time (Marakas & O'brien, 2013, p. 696), dimana transaksi bisnis diproses secara online secepat mungkin saat transaksi tersebut terjadi (Rainer & Cegielski, 2012, p. 128). Sistem OLTP dan data warehouse dibangun dengan tujuan yang berbeda sehingga terdapat beberapa perbedaan Arsitektur Data Warehouse Gambar 2.5 Arsitektur Data Warehouse. (Kimball & Ross, 2013, p. 19) Gambar diatas merupakan arsitektur dari data warehouse yang terdiri atas empat komponen yaitu Operational source system, ETL System, data presentation area, dan business intelligence application.

9 Perbedaan antara OLTP dengan Data Warehouse Menurut (Connolly & Begg, 2010, p. 1199) data warehouse memiliki beberapa perbedaan dengan OLTP. Perbedaan-perbedaan tersebut akan dijelaskan melalui tabel di bawah ini. Tabel 2.1 Menunjukan Perbedaan OLTP dengan Data Warehouse Karakteristik Sistem OLTP Data Warehouse Tujuan utama Mendukung pengolahan operasional. Mendukung pengolahan analisis. Usia data Data terkini. Data historis (namun tren saat ini juga mencakup data terkini). Waktu respon Real-time. Tergantung pada panjang siklus penyediaan data kepada data warehouse. Granularitas Data yang Mencakup data detail. data yang detail, serta data yang diringkas. Pengolahan Pola yang Pola yang data dapat diprediksi kurang dapat diprediksi saat meyisipkan, dari yang data

10 18 Karakteristik Sistem OLTP Data Warehouse menghapus, memperbaha dioperasikan. rui, dan melakukan operasi pada data. Pelaporan Dapat diprediksi, Tidak dapat diprediksi, terdiri dari 1 terdiri dari dimensi, dan banyak relatif bersifat statis dan tetap. dimensi, dan bersifat dinamis. Pengguna Melayani sejumlah besar pengguna operasional. Melayani sejumlah kecil pengguna manajerial (namun tren saat ini juga mendukung kebutuhan. analisis dari pengguna operasional) 2.7. Tabel Dimensi Pada tahap akhir dari proses ETL, data dimasukan ke dalam area presentasi pada model dimensi karena tujuan utama dari proses ETL adalah menghasilkan tabel dimensi dan tabel fakta. Tabel dimensi merupakan tabel yang berisi keadaan yang berhubungan dengan pengukuran dalam proses bisnis. Tabel dimensi menjelaskan siapa, apa, dimana, kapan, bagaimana,

11 19 dan mengapa pada sebuah kejadian (Kimball & Ross, 2013, p. 13). Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 495) tabel dimensi adalah tempat dimana data eksternal diletakan dan dihubungkan dengan tabel fakta. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa tabel dimensi merupakan tabel yang berisi data-data eksternal yang digunakan dalam tabel fakta. Gambar 2.6 Menunjukan Contoh dari Tabel Dimensi (Kimball & Ross, 2013, p. 13) Gambar diatas merupakan contoh dari tabel dimensi yang berisi karakteristik yang dapat didefinisikan dari suatu proses bisnis Tabel Fakta Menurut (Kimball & Ross, 2013, p. 10), tabel fakta merupakan suatu tabel yang berisi hasil pengukuran kinerja dari suatu proses bisnis organisasi dimana hasil perhitungan dari suatu proses bisnis harus disimpan dalam suatu tabel dimensi yang tunggal karena data tersebut sangat banyak sehingga tidak seharusnya direplikasi di berbagai fungsi organisasi perusahaan. Penyimpanan dari hasil perhitungan yang tersentralisasi tersebut harus dapat diakses oleh pengguna dari berbagai organisasi demi memastikan data tersebut kosisten. Tabel fakta berisi fakta yang merepresentasikan suatu proses bisnis sehingga setiap nilainya harus berupa angka dan dapat dijumlahkan.

12 20 Gambar 2.7 Menunjukan Tabel Fakta Beserta Dimensi-dimensinya. (Kimball & Ross, 2013, p. 16) Dapat dilihat dari gambar diatas bahwa foreign key pada tabel fakta dibentuk dari tabel dimensi yang berhubungan dengan tabel fakta tersebut. Dalam merancang suatu tabel fakta, hal yang penting untuk dilakukan adalah menentukan granularity dalam tabel fakta tersebut (Kimball & Ross, 2013, p. 300) Granularity Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 498), granularity merupakan suatu tingkat yang menunjukan seberapa detil unit dalam data. Semakin detil suatu unit data, tingkat granularity-nya semakin kecil. Semakin ringkas suatu unit data, tingkat granularity-nya semakin besar. Gambar 2.8 Menunjukan Contoh Granularity pada Data Warehouse.

13 21 (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 44) Dapat dilihat dari gambar diatas perbedaan dari segi jumlah data yang ada dan juga tingkat keringkasan dari suatu data. Gambar 2.9 Menunjukan Contoh Lain dari Tingkat Granularity dalam Data Warehouse (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 45) Dari gambar diatas dapat disimpulkan adanya perbedaan dari pertanyaan yang dapat dijawab dari masing-masing tingkatan yang berbeda dimana pertanyaan detil dapat dijawab dengan tingkatan granularity yang rendah sementara pertanyaan yang lebih ringkas dapat dijawab dengan tingkat granularity yang tinggi Star Schema Menurut (Connolly & Begg, 2010), star schema adalah sebuah model data dimensional yang terdiri dari tabel fakta di tengah yang dikelilingi oleh tabel dimensi yang tidak ternormalisasi. Tabel fakta tersebut terhubung dengan tabel dimensi melalui hubungan antara primary key dengan foreign key (Kimball & Ross, 2013, p. 40).

14 Metadata Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 500), metadata adalah data menjelaskan tentang data lainnya dengan menggambarkan struktur, konten, key, index dan sebagainya dari data tersebut. Metadata didalam data warehouse digunakan untuk beberapa tujuan seperti pada proses extract dan load, proses manajemen data warehouse dan sebagai bagian dari proses manajemen query (Connolly & Begg, 2010, p. 126) Extract, Transform, Load (ETL) Untuk memasukan data dari lingkungan operasional ke dalam data warehouse, data harus melalui proses ETL terlebih dahulu. Menurut (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 497), ETL merupakan proses menemukan data, mengintegrasinya dan meletakannya didalam data warehouse. Menurut (Kimball & Ross, 2013, p. 19&20), ETL terdiri dari tiga tahap yang terdiri dari: 1. Extract: Proses membaca dan memahami sumber data, lalu menyalin data yang dibutuhkan ke dalam sistem ETL untuk proses selanjutnya. 2. Transform: proses transformasi terdiri dari perubahan-perubahan yang mungkin dilakukan terhadap data seperti a. Membersihkan data: memperbaiki kesalahan penulisan, berurusan dengan elemen yang hilang, atau mengubah ke dalam format yang sama. b. Menggabungkan data dari berbagai sumber. c. Menghilangkan duplikasi data. 3. Load: Proses memasukan data ke suatu area model dimensi. Kesimpulannya, ETL merupakan serangkaian proses yang harus dilalui sebelum data masuk ke dalam data warehouse yang terdiri dari proses extract (mengambil data dari berbagai sumber), transform (mengubah data), dan load (memasukan data ke dalam data warehouse). Pada proses ETL terdapat suatu lingkungan yang disebut sebagai staging area, dimana pada lingkungan tersebut, proses ETL berlangsung.

15 Staging Area Staging area adalah tempat meletakan data yang akan dipindahkan, pada umumnya berasal dari lingkungan sebelumnya yang akan memasuki proses ETL (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 503). Jadi, stagging area merupakan area dimana data diletakan pada saat akan dilakukan proses ETL Online Analitical Processing (OLAP) OLTP yang telah dibahas sebelumnya, secara tradisional didukung oleh database operasional. Berbeda dengan database operasional, data warehouse mendukung online analytical processing (OLAP) (Reddy, Rao, Srinivasu, & Rikkula, 2010, p. 2865). OLAP merupakan kombinasi, analisis, dan penggabungan dari data multidimensi dengan jumlah yang banyak. OLAP menggunakan sudut pandang multidimensi dari suatu data agregat untuk menyediakan akses yang cepat pada informasi untuk tujuan analisis dan juga memungkinkan pengguna untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dalam mengenai berbagai aspek didalam perusahaan melalui akses terhadap berbagai sudut dari data yang cepat, konsisten, dan interaktif (Connolly & Begg, 2010, p. 1250). OLAP memungkinkan pengguna baik end-user dan DSS analyst untuk mengeksplorasi hubungan antara ringkasian data dengan detil data secara dinamis (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005, p. 175). Jadi dapat disimpulkan bahwa OLAP merupakan suatu teknologi yang memungkinkan penggabungkan berbagai data multidimensi yang pada akhirnya digunakan untuk menggali informasi dan pengetahuan dari sudut pandang yang berbeda-beda Dashboard Dashboard merupakan bentuk khusus dari sistem informasi yang dapat mendukung pihak manajerial dalam suatu organisasi. Dashboard menyediakan akses yang cepat kedalam informasi secara tepat waktu dan memungkinkan akses langsung ke dalam informasi yang terstruktur dalam bentuk laporan (Rainer & Cegielski, 2012, p. 19).

16 Clinical Data Warehouse Penerapan data warehouse dapat dilakukan di berbagai bidang pada kehidupan sehari-hari. Data warehouse dalam rumah sakit dapat disebut sebagai clinical data warehouse, yaitu sebuah data warehouse pada rumah sakit yang digunakan untuk manajemen, praktek klinis, dan penelitian (Soo- Yong, Woo Sung, & Jae-Ho, 2014). Penerapan data warehouse pada rumah sakit dibandingkan dengan bidang lainnya tentu berbeda. Pertama, perbedaan dapat dilihat dari segi transaksi. Transaksi dalam rumah sakit bersifat unik sedangkan dalam bidang bisnis dan lainnya transaksi cenderung bersifat repetitive atau berulang-ulang. Kedua tipe data yang biasanya digunakan pada rumah sakit berbeda dengan bidang lainnya. Tipe data pada medis biasanya meliputi tipe data tekstual mengenai berbagai peristiwa yang berkaitan dengan pasien dalam rumah sakit. Perbedaan-perbedaan tersebut membuat data warehouse sulit diterapkan dengan baik pada rumah sakit (Inmon, Building the Data Warehouse, 4th Edition, 2005). Pada saat ini menurut survei berdasarkan CTSA (Clinical and Translational Science Award), clinical data warehouse saat ini mulai berganti peran dari peran administratif menjadi peran yang bertugas sebagai penyedia data dalam penelitian. Hal tersebut mendukung terciptanya teknologi bernama CRDW (Clinical Research Data Warehouse) (Mackenzie, Wyatt, Schuff, Tenenbaum, & Anderson, 2012) Clinical Research Data Warehouse Clinical research data warehouse merupakan pengembangan dari clinical data warehouse di mana tujuan utama dalam pembuatannya adalah mendukung penelitian. Subjek-subjek yang terlibat pada clinical research data warehouse berupa penyakit, pengobatan, dan hasil laboratorium atau radiologi serta penunjang medis lainnya yang ada dalam rumah sakit. Data yang ada didalam clinical data warehouse terutama data pasien harus dianonimkan demi menjaga privacy (Soo-Yong, Woo Sung, & Jae-Ho, 2014). Penggunaan clinical data warehouse tidak hanya berada di sekitar lingkungan rumah sakit melainkan dapat digunakan di lingkungan pusat penelitian, penggunanya pun tidak hanya peneliti saja tetapi peneliti dapat juga menggunakannya.

17 Business Intelligence Business intelligence merupakan istilah yang menjelaskan gabungan dari arsitektur, tools, basis data, analytical tools, aplikasi, dan metodologi, untuk mengubah data menjadi informasi, informasi menjadi keputusan, keputusan menjadi suatu tindakan. Business intelligence berfungsi untuk memungkinkan penggunanya melakukan akses, manipulasi data, dan melakukan analisis yang seharusnya. Dengan menganalisis data masa lalu, saat ini, pembuat keputusan dapat lebih mudah membuat keputusan yang lebih baik (Turban, Sharda, & Delen, 2011) System Flowchart Dalam merancang suatu data warehouse, terlebih dahulu harus menganalisis setiap kebutuhan dari pengguna data warehouse tersebut. Untuk menganalisis setiap kebutuhan pengguna, harus mengetahui alur proses bisnis dari organisasi yang akan menerapkan data warehouse tersebut. Didalam penggambaran sistem informasi dan proses bisnis yang sedang berjalan digunakan System Flowchart. System Flowchart merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara elemen-elemen kunci dalam sistem. Elemen-elemen tersebut berupa aktivitas manual maupun tersistem (Hall, 2011, p. 57) Entity Relationship Diagram Pada perancangan data warehouse, setelah diketahui proses bisnis yang sedang berjalan diperlukan juga untuk mengindetifikasi entitas didalam proses bisnis tersebut dengan menggunakan entity relationship diagram. Entity relationship diagram merupakan model yang digunakan pada analisis tradisional dan analisis database yang menggambarkan entitas data dan relasinya yang merupakan penggambaran kebutuhan penyimpanan data dari sistem yang baru atau sistem yang sedang berjalan (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 98).

18 26 Halaman ini sengaja dikosongkan.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut (Inmon, 2005, p. 493) data merupakan kumpulan faktafakta, konsep-konsep dan instruksi-instruksi yang disimpan dalam media penyimpanan yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA DEPARTEMEN RADIOLOGI DAN LABORATORIUM DI RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA DEPARTEMEN RADIOLOGI DAN LABORATORIUM DI RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA DEPARTEMEN RADIOLOGI DAN LABORATORIUM DI RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA Kelvin Pratama, Yoe Di, Kenneth, Indrajani, S.Kom., MM. Jl. K. H. Syahdan No. 9, Kemanggisan/Palmerah Jakarta

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu kumpulan dari komponen yang berinteraksi untuk menyelesaikan tugas bisnis. pendapat ini didukung dengan pendapat Satzinger, Jackson,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Piramida Sistem Informasi Pada kondisi sekarang ini, hampir seluruh pekerjaan yang ada telah disusun secara sistem. Sistem adalah suatu hal yang menghubungkan suatu hal dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Data Data adalah sebuah rekaman dari fakta-fakta, konsep-konsep, atau instruksiinstruksi pada media penyimpanan untuk komunikasi perolehan, dan pemrosesan dengan cara otomatis

Lebih terperinci

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2] [Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2] [ Chapter 2] Jenis dan Karakteristik Data Warehouse Dedy Alamsyah, S.Kom, M.Kom [NIDN : 0410047807] Jenis Data Warehouse 1. Functional Data Warehouse (Data Warehouse Fungsional)

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Berikut ini akan dijelaskan teori umum atau dasar yang digunakan, yaitu sebagai berikut:

BAB 2 LANDASAN TEORI. Berikut ini akan dijelaskan teori umum atau dasar yang digunakan, yaitu sebagai berikut: BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Berikut ini akan dijelaskan teori umum atau dasar yang digunakan, yaitu sebagai berikut: 2.1.1 Pengertian Data Menurut Hoffer & Venkataraman (2011: 5) menjelaskan bahwa

Lebih terperinci

http://www.brigidaarie.com Apa itu database? tempat penyimpanan data yang saling berhubungan secara logika Untuk apa database itu?? untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dijelaskan tentang beberapa konsep tentang supra desa, business intelligence, data warehouse, staging area, ETL, OLAP, ROLAP, Pentaho Data Integration, dan PHP.

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor 2 2016 PEMBANGUNAN ONLINE ANALYTICAL PROCESSING YANG TERINTEGRASI DENGAN SISTEM INFORMASI HARGA BAHAN POKOK KOTA YOGYAKARTA C. Hutomo Suryolaksono 1, Paulina

Lebih terperinci

Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Knowledge Discovery in Databases (KDD)

Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Knowledge Discovery in Databases (KDD) Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Knowledge Discovery in Databases (KDD) Knowledge Discovery in Databases (KDD) Definisi Knowledge Discovery

Lebih terperinci

DATA WAREHOUSE PERTEMUAN I S1 TEKNIK INFORMATIKA TITUS KRISTANTO, S.KOM

DATA WAREHOUSE PERTEMUAN I S1 TEKNIK INFORMATIKA TITUS KRISTANTO, S.KOM DATA WAREHOUSE PERTEMUAN I 22032013 S1 TEKNIK INFORMATIKA TITUS KRISTANTO, S.KOM METODE PEMBELAJARAN Kuliah Diskusi Presentasi Latihan Tugas Quiz UTS UAS BUKU ACUAN Apress Building A Data Warehouse With

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-Teori Umum 2.1.1 Data Data sangat penting bagi sebuah organisasi karena memainkan peranan penting di dalamnya. Data digunakan di dalam setiap kegiatan di dalam organisasi.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah sesuatu yang mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah sesuatu yang mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Data adalah sesuatu yang mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti dan sangat penting bagi pemakai (Hoffer, Prescott dan McFadden,2007, p6). 2.2 Basis Data Basis

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data Menurut Inmon (2006: 493), data adalah suatu pencatatan dari fakta-fakta, konsep, ataupun instruksi yang berada di dalam suatu media penyimpanan untuk berkomunikasi, pencarian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pelayanan pasien, sehingga kesiapan dalam pemberian

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pelayanan pasien, sehingga kesiapan dalam pemberian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Unit Radiologi merupakan unit penunjang medis yang mempunyai peranan penting dalam pelayanan pasien, sehingga kesiapan dalam pemberian informasi yang dibutuhkan

Lebih terperinci

Business Intelligence. Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization

Business Intelligence. Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization Business Intelligence Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization DEFINISI DATA WAREHOUSE Data warehouse adalah database yang saling bereaksi yang dapat digunakan

Lebih terperinci

DATA WAREHOUSE KONSEP Konsep dasar data warehouse adalah perbedaan antara data dan informasi. Data terdiri dari fakta-fakta yang dapat diamati dan

DATA WAREHOUSE KONSEP Konsep dasar data warehouse adalah perbedaan antara data dan informasi. Data terdiri dari fakta-fakta yang dapat diamati dan DATA WAREHOUSE KONSEP Konsep dasar data warehouse adalah perbedaan antara data dan informasi. Data terdiri dari fakta-fakta yang dapat diamati dan direkam yang sering ditemukan dalam sistem operasional

Lebih terperinci

MENGENAL DATA WAREHOUSE

MENGENAL DATA WAREHOUSE MENGENAL DATA WAREHOUSE Kusumawardani [email protected] :: http://ilmuti.org/author/kusumawardani/ Abstrak Tentu setiap orang kenal dengan yang namanya data, karena segala aktifitas sudah pasti merangkum

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Teori umum adalah suatu pernyataan yang dianggap benar secara universal. Teori umum merupakan dasar untuk mengembangkan teori selanjutnya yang lebih khusus (spesifik).

Lebih terperinci

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN: PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN YAYASAN LENTERA INSAN

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN: PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN YAYASAN LENTERA INSAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN YAYASAN LENTERA INSAN Aulia Paramita Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI Email: [email protected] Abstrak Data merupakan suatu

Lebih terperinci

BAB II. LANDASAN TEORIse. Menurut McLeod dan Schell (2004, p405), data warehouse adalah sebuah

BAB II. LANDASAN TEORIse. Menurut McLeod dan Schell (2004, p405), data warehouse adalah sebuah BAB II LANDASAN TEORIse 2.1 Data Warehouse Menurut McLeod dan Schell (2004, p405), data warehouse adalah sebuah tempat penyimpanan data dimana kapasitas penyimpanannya berskala besar; datanya diakumulasikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi selalu dituntut untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan di segala bidang kehidupan yang semakin lama semakin meningkat dan

Lebih terperinci

DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP)

DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP) DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP) Overview Data Warehouse dan OLAP merupakan elemen penting yang mendukung decision support. Terutama bagi perusahaan perusahaan besar dengan database

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN Luky Hidayat 1), Adhistya Erna Permanasari 2), Igi Ardiyanto 3) 1),2),3 ) Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas

Lebih terperinci

PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE

PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE Oktavian Abraham Lantang ABSTRAK Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, ketergantungan proses bisnis suatu perusahaan

Lebih terperinci

Sistem Basis Data Lanjut DATA WAREHOUSE. Data Warehouse 1/20

Sistem Basis Data Lanjut DATA WAREHOUSE. Data Warehouse 1/20 DATA WAREHOUSE Data Warehouse 1/20 Outline Konsep dan Arsitektur Data Warehouse Alur Data Warehouse Teknologi dan Peralatan Data Warehouse Perancangan Data Warehouse Penggunaan Oracle pada Data Warehouse

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Database adalah suatu koleksi / kumpulan dari data yang persistent, yaitu ada

BAB 2 LANDASAN TEORI. Database adalah suatu koleksi / kumpulan dari data yang persistent, yaitu ada BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Database Database adalah suatu koleksi / kumpulan dari data yang persistent, yaitu ada yang berbeda satu dengan yang lainnya dan biasanya merupakan data yang bersifat sementara

Lebih terperinci

PERTEMUAN 14 DATA WAREHOUSE

PERTEMUAN 14 DATA WAREHOUSE PERTEMUAN 14 DATA WAREHOUSE Data Warehouse Definisi : Data Warehouse adalah Pusat repositori informasi yang mampu memberikan database berorientasi subyek untuk informasi yang bersifat historis yang mendukung

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK DATA WAREHOUSE

KARAKTERISTIK DATA WAREHOUSE KARAKTERISTIK DATA WAREHOUSE Karakteristik data warehouse menurut Inmon, yaitu : 1. Subject Oriented (Berorientasi subject) Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain untuk menganalisa

Lebih terperinci

BAB 2 2 LANDASAN TEORI. Menurut Inmon (2002, p388), data adalah rekaman dari fakta-fakta, konsepkonsep,

BAB 2 2 LANDASAN TEORI. Menurut Inmon (2002, p388), data adalah rekaman dari fakta-fakta, konsepkonsep, BAB 2 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Menurut Inmon (2002, p388), data adalah rekaman dari fakta-fakta, konsepkonsep, atau instruksi-instruksi pada media penyimpanan untuk komunikasi, pengambilan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini penulis akan membahas tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, metodogi penelitian, tujuan dan manfaat serta sistematika penulisan dalam tugas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Pembuatan data warehouse telah banyak dilakukan oleh perusahaanperusahaan industri yang berorientasi profit. Data warehouse diharapkan mampu

Lebih terperinci

jumlah keluarga, dan jumlah rumah. Data diambil dari hasil sensus potensi desa yang dilakukan BPS tahun 1996, 1999, 2003, dan 2006.

jumlah keluarga, dan jumlah rumah. Data diambil dari hasil sensus potensi desa yang dilakukan BPS tahun 1996, 1999, 2003, dan 2006. 1 Latar Belakang PENDAHULUAN Kemajuan teknologi komputer semakin memudahkan proses penyimpanan dan pengolahan data berukuran besar. Namun demikian, seringkali data yang sudah tersimpan belum dimanfaatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Data Menurut Inmon (2002, p388), Data adalah sebuah rekaman dari fakta, konsep ataupun instruksi pada sebuah media peyimpanan untuk komunikasi, pengambilan maupun

Lebih terperinci

BAB II KONSEP DATA WAREHOUSING

BAB II KONSEP DATA WAREHOUSING BAB II KONSEP DATA WAREHOUSING Komptensi yang diharapkan: Peserta pembelajaran memahami konsep-konsep, berbagai istilah, karakteristik, manfaat, tujuan, tugas-tugas data warehouseing. A. Pengertian Beberapa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut Inmon (2005:493), data adalah sebuah rekaman dari fakta, konsep ataupun instruksi pada sebuah media penyimpanan untuk komunikasi, pengambilan

Lebih terperinci

6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data

6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data 6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data Database adalah sekumpulan data yang diorganisasikan untuk melayani berbagai aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggandaan data.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan data diberbagai bidang ilmu pengetahuan, bisnis ataupun pemerintahan. Pada proses penyediaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bentuk yang dimengerti dan dapat digunakan.

BAB 2 LANDASAN TEORI. bentuk yang dimengerti dan dapat digunakan. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian data Menurut Laudon (2006, p13), data adalah kumpulan fakta yang masih mentah yang menjelaskan aktivitas aktivitas yang terjadi dalam organisasi atau

Lebih terperinci

6/26/2011. Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. Menurut Vidette Poe

6/26/2011. Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. Menurut Vidette Poe Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NASIONAL

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NASIONAL PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NASIONAL Heni Jusuf 1, Ariana Azimah 2 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika, Universitas Nasional Jl. Sawo Manila,

Lebih terperinci

Pengantar Datawarehouse Muhammad Subhan [email protected] [email protected] [email protected] http://subhan.blog.binusian.org http://geeks.netindonesia.net/blogs/muhammadsubhan Lisensi Dokumen: Copyright

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum Pengertian Data

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum Pengertian Data BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut Connolly & Begg (2010, p70) data merupakan komponen yang paling penting dalam sebuah Database Management System (DBMS) dari sudut pandang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. each unit of data is relevant to some moment in time, atau kurang lebih dapat

BAB 2 LANDASAN TEORI. each unit of data is relevant to some moment in time, atau kurang lebih dapat 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Warehouse Menurut Inmon (2002, p389), A data warehouse is a collection of integrated, subject oriented database designed to support the DSS function, where each

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta, dengan sendirinya, secara relatif tidak ada artinya. kumpulan fakta yang merepresentasikan suatu objek atau kejadian yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta, dengan sendirinya, secara relatif tidak ada artinya. kumpulan fakta yang merepresentasikan suatu objek atau kejadian yang BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut Whitten et al. (2004, p23), data adalah fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal penting dalam organisasi. Tiap

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan Program Studi

BAB III LANDASAN TEORI Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan Program Studi BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan Program Studi Satu satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah adalah BAN-PT yang berdiri pada tahun 1994, berlandaskan UU

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Sistem Monitoring Pertumbuhan Balita Berbasis Web. Wahyuningsih

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Sistem Monitoring Pertumbuhan Balita Berbasis Web. Wahyuningsih BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Penelitian Penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan sistem informasi yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Wahyuningsih (2011) telah melakukan penelitian yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Warehouse Mohammed (2014) mengatakan bahwa data warehouse merupakan database relasional yang dirancang untuk melakukan query dan analisis. Data warehouse biasanya berisi

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA MART BAGIAN PENJUALAN MOTOR BEKAS(USED MOTOR CYCLE ) PADA CV. ATLAS MOTOR

PERANCANGAN DATA MART BAGIAN PENJUALAN MOTOR BEKAS(USED MOTOR CYCLE ) PADA CV. ATLAS MOTOR PERANCANGAN DATA MART BAGIAN PENJUALAN MOTOR BEKAS(USED MOTOR CYCLE ) PADA CV. ATLAS MOTOR Randy Permana, S. Kom, M. Kom, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini informasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis perusahaan terkait dengan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE PERANCANGAN DATA WAREHOUSE CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Nanang Prihatin 1 1 Dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe ABSTRAK Bagi sebuah perguruan tinggi, penerimaan calon mahasiswa merupakan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Database 2.1.1 Pengertian Database Menurut Connolly dan Begg (2002, p15) database merupakan suatu kumpulan data logikal yang berhubungan satu sama lain dan deskripsi dari suatu

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Referensi : 1. Management Information Systems : A Managerial End User Perspective, James A. O'Brien 2. Management Information Systems, Raymond McLeod, Jr. Sistem Informasi dan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Menurut Inmon (2002, p388), data adalah suatu pencatatan dari sekelompok fakta, konsep, atau instruksi dalam suatu media penyimpanan untuk komunikasi,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. kebutuhan informasi suatu perusahaan. komputer secara sistematis. menggunakan database SQL Server 2000.

BAB 2 LANDASAN TEORI. kebutuhan informasi suatu perusahaan. komputer secara sistematis. menggunakan database SQL Server 2000. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Database dan Data Warehouse 2.1.1 Pengertian Database Menurut Connolly dan Begg (2002, p14) database adalah kumpulan data yang berhubungan satu sama lain yang digunakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk mencapai kesuksesan dalam suatu bisnis, terdapat banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan. Salah satunya terletak pada pemanfaatan aset perusahaan. Aset

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 Edisi...Volume..., Bulan 20..ISSN : PEMBANGUNAN INDEPENDENT DATA MART PADA OPTIK YUDA

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 Edisi...Volume..., Bulan 20..ISSN : PEMBANGUNAN INDEPENDENT DATA MART PADA OPTIK YUDA Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 PEMBANGUNAN INDEPENDENT DATA MART PADA OPTIK YUDA Dinar Priskawati 1, Dian Dharmayanti 2 Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ditunjukkan dengan munculnya beragam perangkat teknologi yang mempermudah manusia dalam memonitor perkembangan usahanya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penting dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang bisnis. Salah satu

BAB 1 PENDAHULUAN. penting dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang bisnis. Salah satu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan pengaruh penting dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang bisnis. Salah satu bentuk penerapan teknologi yang

Lebih terperinci

Tugas. Data Warehouse. OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap

Tugas. Data Warehouse. OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap Tugas Data Warehouse OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap Renhard Soemargono 1562001 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR 2017 OLAP (On-Line Analytical

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Di dalam sebuah sistem informasi, data merupakan salah satu komponen yang sangat penting agar sistem informasi tersebut dapat berjalan. Data disimpan

Lebih terperinci

OPTIMALISASI DATA PADA BAGIAN PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA MART DI PT. XYZ

OPTIMALISASI DATA PADA BAGIAN PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA MART DI PT. XYZ OPTIMALISASI DATA PADA BAGIAN PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA MART DI PT. XYZ Hendro Poerbo Prasetiya 1), Yogi Eka Sakti 2) 1), 2) Sistem Informasi Universitas Ma Chung Jl Villa Puncak Tidar N-01, Malang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. subject-oriented, integrated, time-variant, and non-volatile collection of data in

BAB 2 LANDASAN TEORI. subject-oriented, integrated, time-variant, and non-volatile collection of data in BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Warehouse Berdasarkan Connoly dan Begg (2005, p1151), Data Warehouse is a subject-oriented, integrated, time-variant, and non-volatile collection

Lebih terperinci

ANALISIS DAN DESAIN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG. Tugas Akhir

ANALISIS DAN DESAIN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG. Tugas Akhir ANALISIS DAN DESAIN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG Tugas Akhir Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining CHAPTER 6

Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining CHAPTER 6 1 Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining CHAPTER 6 Data Warehouse 2 Data warehouse adalah basis data yang menyimpan data sekarang dan data masa lalu yang berasal dari berbagai sistem operasional

Lebih terperinci

Rancang Bangun Data Warehouse

Rancang Bangun Data Warehouse Rancang Bangun Data Warehouse i ii Rancang Bangun Data Warehouse Rancang Bangun Data Warehouse iii iv Rancang Bangun Data Warehouse RANCANG BANGUN DATA WAREHOUSE Oleh : Muhammad Yazdi Pusadan, S.Kom.,

Lebih terperinci

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2] [Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2] [ Chapter 6] Pemodelan Data Warehouse Dedy Alamsyah, S.Kom, M.Kom [NIDN : 0410047807] Pemodelan Data Ada dua pendekatan yang diterima sebagai best practice untuk memodelkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teknologi Informasi Menurut Alter (2000, p42) teknologi informasi adalah perangkat keras dan piranti lunak yang digunakan dalam sistem informasi. Perangkat keras Mengarah pada

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENGOLAHAN PERSEDIAAN BUKU PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA MAKASSAR

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENGOLAHAN PERSEDIAAN BUKU PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA MAKASSAR PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENGOLAHAN PERSEDIAAN BUKU PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA MAKASSAR Erick A. Lisangan 1, N. Tri Suswanto Saptadi 2 1 [email protected] 2 [email protected] Abstrak Proses dan

Lebih terperinci

Penerapan Slowly Changing Dimensions untuk Mendukung Pembentukan Dimensi Dinamis pada Data Warehouse

Penerapan Slowly Changing Dimensions untuk Mendukung Pembentukan Dimensi Dinamis pada Data Warehouse Penerapan Slowly Changing Dimensions untuk Mendukung Pembentukan Dimensi Dinamis pada Warehouse (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten XYZ) Gadis Pujiningtyas Rahayu Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Pemodelan Data Warehouse

Pemodelan Data Warehouse Pemodelan Data Warehouse Budi Susanto Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 10/31/11 budi susanto 1 Tujuan Memahami konsep dasar data warehouse Memahami pemodelan berbasis dimensi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Menurut Inmon (2002, p388), data adalah sebuah catatan dari fakta-fakta, konsep-konsep, atau instruksi-instruksi pada sebuah media penyimpanan untuk komunikasi,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. dan presentasi yang dapat dimengerti oleh manusia. makna yang dapat disimpulkan. untuk menyampaikan arti tertentu.

BAB 2 LANDASAN TEORI. dan presentasi yang dapat dimengerti oleh manusia. makna yang dapat disimpulkan. untuk menyampaikan arti tertentu. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut Inmon (2005: 493), data adalah rekaman dari fakta, konsep, ataupun instruksi pada sebuah media penyimpanan untuk komunikasi, pengambilan,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2004 / 2005

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2004 / 2005 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2004 / 2005 ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PT PPG Eddy Sugianto 0400512343 Ainierti 0400513863

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kasus yang diangkat pada tesis ini adalah kebutuhan SIE di perguruan tinggi pada bidang akademik. Pengambilan keputusan dan perencanaan bidang akademik sering kali

Lebih terperinci

Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data Modul ke: Perancangan Basis Data Fakultas FASILKOM DATA WAREHOUSE Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Anita Ratnasari, S.Kom, M.Kom DATA WAREHOUSE Definisi Data Warehouse Salah satu efek

Lebih terperinci

Data Warehouse dan Decision Support System. Arif Basofi

Data Warehouse dan Decision Support System. Arif Basofi Data Warehouse dan Decision Support System Arif Basofi Referensi Data Warehouse, STMIK Global Informatika MDP. M. Syukri Mustafa,S.Si., MMSI, Sistem Basis Data II (Data Warehouse), 2008. Hanim MA, Data

Lebih terperinci

Data Warehouse. Komponen Data warehouse

Data Warehouse. Komponen Data warehouse Data Warehouse Komponen Data warehouse Komponen Data warehouse Komponen Data warehouse 1. Sumber Data (Data Source) 2. Pementasan Data (Data Staging) 3. Penyimpanan Data (Data Storage) 4. Penyampaian Informasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi yang digunakan dalam penelitian terbagi dalam beberapa tahap, yaitu: Pengumpulan Data, Menelaah Kebutuhan Bisnis dan Informasi, Menelaah Data dan Perancangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dasar-dasar teori tersebut akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Dasar-dasar teori tersebut akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun suatu sistem informasi, dasar-dasar teori yang akan digunakan sangatlah penting untuk diketahui terlebih dahulu. Dasar-dasar teori tersebut akan digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. didukung dengan pernyataan dari Poe (1998) yang menyatakan bahwa banyak

BAB I PENDAHULUAN. didukung dengan pernyataan dari Poe (1998) yang menyatakan bahwa banyak BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di dalam sebuah instansi, sebuah ketersediaan informasi yang akurat, berintegrasi, dan berkualitas tinggi menjadi hal sangat vital pada saat ini. Hal ini didukung

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI

PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional. Perkembangan komputer

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman saat ini menuntut kita untuk aktif dan inovatif dalam menemukan hal-hal baru dalam bidang teknologi dan informasi. Salah satu perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model)

BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model) BAB II PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai arsitektur sistem basis data dan pengembangan sistem basis data. Sistem basis data tidak berdiri sendiri, tetapi selalu

Lebih terperinci

Bab III. Landasan Teori

Bab III. Landasan Teori Bab III Landasan Teori Dalam membangun aplikasi ini, terdapat teori-teori ilmu terkait yang digunakan untuk membantu penelitian serta menyelesaikan permasalahan yang ada berkaitan dengan sistem yang akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan. Dengan menggunakan sebuah data warehouse, menjamin

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan. Dengan menggunakan sebuah data warehouse, menjamin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi informasi, banyak aspek kegiatan manusia yang dipengaruhi oleh teknologi, termasuk aspek bisnis. Hampir semua perusahaan,

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENJUALAN, PEMBELIAN, DAN PERSEDIAAN UNTUK MENDUKUNG EKSEKUTIF DALAM PENGAMBILAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENJUALAN, PEMBELIAN, DAN PERSEDIAAN UNTUK MENDUKUNG EKSEKUTIF DALAM PENGAMBILAN ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENJUALAN, PEMBELIAN, DAN PERSEDIAAN UNTUK MENDUKUNG EKSEKUTIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PT. PUSAKA KALI AGUNG Penulis : Rustam Steven Edwin Laurentino Palit

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut O Brien (2005, p38), data adalah fakta atau observasi mentah, yang biasanya mengenai fenomena fisik, atau transaksi bisnis.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Data Warehouse Menurut Connolly (2010, p1197), data warehouse adalah sekumpulan data yang bersifat subject-oriented, terintegrasi, timevariant, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan (Benson T, 2010). Pada tahun 2009 Health Information for

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan (Benson T, 2010). Pada tahun 2009 Health Information for BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Usaha peningkatan kualitas pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab besar bagi penyedia layanan medis. Kemudahan dalam mengakses, mengirim dan menerima data

Lebih terperinci