BAB IV LANDASAN TEORI PENEKANAN STUDI
|
|
|
- Verawati Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV LANDASAN TEORI PENEKANAN STUDI 4.1 Rumusan Permasalahn Rumusan permasalahan dalam perancangan Terminal Bus Induk Tipe A di Kabupaten Klaten ini adalah Bagaimana wujud rancangan Terminal Bus Induk Tipe A di Kabupaten Klaten yang ekspresif pada penampilan bangunan melalui penekanan struktur bangunan dengan pendekatan arsitektur modernfungsionalisme? Dalam rumusan permasalahan tersebut terdapat beberapa kata kunci sebagai penekanan studi perancangan Terminal Bus Induk Tipe A di Kabupaten Klaten, yaitu: penampilan bangunan yang ekspresif, penekanan struktur bangunan, dan pendekatan arsitektur modern-fungsionalisme. 4.2 Tinjauan Desain Ekspresif Desain yang ekspresif tidak terikat pada satu aliran atau gaya arsitektur tertentu. Meskipun dapat dikatakan berdiri sendiri, bukan berarti desain yang ekspresif bebas dari pengaruh genre arsitektur yang sudah ada. Justru dalam proses pembentukannya sangat terinspirasi oleh beberapa gaya arsitektur, terutama yang lebih menekankan pada ekspresi visual. Referensi yang paling dekat adalah Arsitektur Ekspresionisme. Oleh karena itu, dalam tinjauan di bawah ini akan dibahas tentang pendekatan desain ekspresif, dimulai dari pengertian makna kata ekspresif sampai kajian tentang Ekspresionisme, tidak hanya dalam arsitektur tetapi juga dalam seni. Dalam pembahasan ini, Ekspresionisme hanya sebagai kajian referensional yang dianggap paling mendekati landasan ideal desain yang ekspresif. 63
2 4.2.1 Makna Ekspresif Ekspresif mempunyai makna dasar bersifat menyatukan atau menjelaskan. Ekspresif adalah kata sifat yang merupakan turunan dari kata ekspresi yang berarti ungkapan yang bisa dibaca atau dilihat. Bisa juga dikatakan bahwa ekspresi merupakan suatu proses pernyataan untuk memperlihatkan maksud, gagasan atau perasaan. (Longman Learners Dictionary of American English, 2000) Dalam arsitektur, ekspresi erat kaitannya dengan emosi (bisa dari arsiteknya sendiri atau bisa juga tuntutan klien) yang ingin diungkapkan melalui penampilan bangunan. Ekspresi bisa dikomunikasikan melalui 3 elemen fisik desain suatu bangunan (Krier, 1983), yaitu: a. Facade Adalah elemen yang paling dapat mencitrakan ekspresi suatu bangunan. Facade sebagai wajah adalah point pertama dari suatu bangunan yang langsung bisa direview oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Dengan kata lain facade memiliki kesempatan secara langsung untuk berbicara atau memberi penjelasan tentang tema suatu bangunan. b. Interior Ruang-ruang dalam (interior) juga mempunyai peran penting untuk menguatkan pesan yang sudah disampaikan sebelumnya oleh facade. Bedanya ekspresi pada interior lebih bersifat meruang sementara facade lebih untuk dilihat. Jadi yang utama di sini adalah pengalaman spasial dalam menangkap makna ruang. c. Denah dan Massa Bangunan Merupakan elemen paling kecil dilihat dari kontribusinya dalam mengkomunikasikan ekspresi fisik suatu bangunan. 64
3 Meski demikian penataan interior dan permunculan facade dihasilkan dari pengolahan denah dan massa bangunan. Jadi denah dan massa bangunan memiliki peran vital yang tidak dapat diabaikan dalam pembentukan ekspresi suatu desain. Secara singkat, ekspresi sebagai manifesto sebuah desain adalah: a. Makna yang terkandung dalam arsitektur b. Emosi yang dapat menafsirkan c. Refleksi dari komposisi stuktur, bahan, hubungan pada rongga, warna, dan kesan bayangan d. Komposisi dan karakter yang dipancarkan oleh bangunan e. Aspek ekspresi bisa dipengaruhi oleh gaya, mode serta kualitas desain Ekspresionisme Dalam Seni Ekspresionisme adalah aliran dalam seni lukis, musik, drama, film, dan sebagainya yang menjadi media untuk mengungkapkan pengalaman emosi pencipta atau penulisnya, lebih dari sekedar menggambarkan substansi material secara realistis. (Oxford Advance Learners Encyclopedia Dictionary) Istilah ekspressionism pertama kali digunakan di awal tahun 1900-an oleh para pelukis yang menggunakan warna-warna yang keras dan mendistorsi makna yang tersurat. Tidak hanya dalam seni lukis, aliran ini kemudian berkembang pada bidang sastra, teater, dan film. Aliran ini bisa diidentifikasi melalui tipikal gayanya yang satirikal, fanatik (terutama untuk ukuran pada masanya), keluar dari konteks, keras serta selalu anti naturalistik. Menurut Cuddon, 1991, ekspresi menonjolkan bentuk dan karena itu hasil desain-desain yang menekankan unsur ekspresif cenderung ilusif, menyiratkan makna, dan memberi kemungkinan diterjemahkan secara 65
4 bebas. Akibatnya, semua aturan formal dalam standar penciptaan atau perancangan bisa diabaikan demi mencapai maksud yang diinginkan. Ini merupakan suatu reaksi dari realisme dan bertujuan untuk menujukkan secara psikologis mengenai esensi dari segala hal yang sebenar-benarnya. Ekspresif dalam konteks ini tidak diartikan pada sebuah ekspresi yang negatif namun diartikan sebagai sebuah ekspresi dari karya seni yang bersifat menghibur, menarik dan dapat dinikmati yang dituangkan dalam sebuah karya. Ekspresi terkadang bersifat abstrak karena luapan seseorang dari jiwa dan hati. a. Lukisan karya Van Gogh Gambar 4.1 Lukisan Karya Van Gogh Sumber: google.co.id Van Gogh adalah seorang pelukis yang terkenal dalam keekspresiannya dalam melukis. Beberapa unsur pembentuk nilai ekspresifnya adalah: Abstrak/distorsi, memberi efek psikologis kepada penikmatnya, dan dramatis. 66
5 b. Instalasi karya Yong Ho Ji seniman asal Korea Gambar 4.2 Instalasi Karya Yong Ho Ji Sumber: google.co.id Karya seniman asal Korea tersebut adalah menggunakan bahan utama dari ban bekas. Hampir semua karyanya membentuk hewan yang hampir punah dalam pose yang bermacam-macam, hal ini ingin mengekspresikan kemarahan kepada manusia yang tidak menjaga alamnya. Beberapa unsur pembentuk ekspresif yang dapat diambil adalah: dramatis, berbeda, dan tidak monoton dengan pemakaian materialnya dan bentuk yang diciptakan. Berdasarkan 2 karya tersebut, unsur pembentuk ekspresif adalah: - Abstrak/distori - Memberi efek psikologis - Dramatis - Tidak monoton - Berbeda/kontras Arsitektur Ekspresionisme A. Ekspresionisme Era Arsitektur Modern William Flemming dalam bukunya Art and Ideas menyebutkan ekspresionisme masuk dalam periode Arsitektur Modern dan 67
6 berkembang pesat pada era Late Modern. Genre ini dominan di Eropa Utara antara tahun Populer karena dianggap sebagai kelanjutan dari Art Nouveau dan pada perkembangan selanjutnya pelan-pelan bertransformasi menjadi gaya Brutalisme setelah Perang Dunia Kedua. John Fleming dalam bukunya Dictionary of Architecture mengungkapkan dalam konteks tersebut, bangunan tidak harus difungsikan secara sempurna tapi yang lebih penting mampu menciptakan sensasi dari bentuk bebas yang cenderung abstrak. Paham ini memandang bahwa imajinasi sama penting dengan determinasi rasional. Pentingnya imajinasi memunculkan pemikiran yang menjadi dasar pertimbangan utama perancangan dalam Arsitektur Ekspresionis ini: Desain adalah sarana penjelajahan untuk mencari identitas diri (sang arsitek) yang orisinal. Sedangkan karakteristiknya sendiri terbentuk dari jawaban atas keinginan-keinginan aktual terutama dari para arsitek terkemuka pada masa itu seperti misalnya Eric Mendelsohn, Bruno Taut atau Hugo Haring. Secara garis besar karakter dari Ekspresionisme pada era Arsitektur Modern antara lain: a. Merupakan hasil kombinasi seni dan industrial production b. Mengekspos esensi dari material yang digunakan c. Mengutamakan peruangan yang dioptimalkan melalui penataan struktur, sirkulasi dan pencahayaan Contoh bangunan yang mengadopsi gaya ekspresionisme pada periode Arsitektur Modern diantaranya: a. The Einstein Tower, Postdam, rancangan Mendelsohn ( ) b. Scheepvartuis, Amsterdam, karya Van Der Mey ( ) 68
7 c. Grundtvig Church, Kopenhagen, karya Klint ( ) B. Ekspresionisme Era Arsitektur Post Modern Setelah era Arsitektur Modern berakhir, tidak secara otomatis Ekspresionisme juga ikut mati. Dalam era Post Modern genre ini muncul dengan nama baru Neo Ekspresionisme. Mulai muncul di paruh pertama tahun 1980-an dengan arsitek yang terkenal seperti Gunther Domenig, Bart Prince dan Will Alsop. Pada ekspresionisme gaya baru ini arsitektur dianggap merupakan sebuah pencarian yang terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, termasuk di dalamnya kebutuhan emosi dan psikologis. Individualisme yang terus meningkat di Barat ikut memicu kembali ekspresionisme. Bahkan Neo Ekspresionisme ini dianggap lebih ekspresif dibanding pada masa Arsitektur Modern karena desain-desainnya yang dipandang lebih individualis. Desain lebih dimaksudkan sebagai ungkapan pribadi. Di sini jelas bahwa pengaruh tuntutan psikologis dan emosi pribadi untuk cenderung tampil beda sangat dominan. Tema paling populer dari aliran ini menurut James Steele dalam bukunya Architecture Today adalah will to form, yaitu keinginan untuk menonjol atau dengan kata lain ingin unjuk gigi dengan sebebas-bebasnya. Ciri-ciri desain Neo Ekspresionisme adalah sebagai berikut: a. Modelnya lebih mengikuti intuisi daripada rasionalisasi. b. Solusi-solusi permasalahannya bersifat imajinatif tanpa dibebani dasar pemikiran konvensional yang cenderung dogmatis. c. Meletakkan bentuk dan fungsi dalam posisi yang seimbang dalam hirarki perancangannya. Konsekuensinya konsep 69
8 form follows function dan function follows form memiliki kesetaraan prioritas. 4.3 Kajian Bentuk Arsitektural Desain yang ekspresif sangat erat kaitannya dengan bentuk (form) dari produk yang dihasilkannya. Dengan alasan tersebut berikut ini akan dikemukakan beberapa teori tentang bentuk dalam arsitektur Asal-usul Bentuk Teori asal-usul bentuk ada beberapa macam, dari pernyataan bahwa bentuk berasal dari daya imajinasi kreatif sampai argumen tentang asal-muasal bentuk dari pengaruh iklim dan fungsi. Berikut merupakan teori-teori yang berkaitan dengan asal-usul bentuk yang diambil dari buku Source of Architectural Form, yaitu: a. Bentuk arsitektural tercipta sesuai dengan fungsinya Dalam teori ini suatu bangunan yang bagus adalah banguan yang terbentuk karena berbagai pengaruh fisik, sosial, psikologi, dan fungsi simbolis. Sebagai contoh adalah bentuk ideal untuk sebuah bangunan stadion, yang dihasilkan dengan meletakkan jalur penanda yang mudah terlihat, bentuk dan penempatan tribun harus memperhatikan keleluasaan pandangan serta pergerakan penonton dari dan ke tempat duduk mereka, dan juga tampak luar harus terbentuk dari simbolisasi stadion sebagai ruang komunal untuk aktivitas olah raga. b. Bentuk lahir dari proses imajinasi Pada teori ini ide bentuk arsitektur murni berasal dari intuisi dan kemampuan dari perancang. Bentuk yang tercipta merupakan perasaan khusus dari si perancang dalam membuat bentukbentuknya, atau menempatkan ide lama bersama dengan yang baru dan metode yang belum pernah dipakai sebelumnya. 70
9 c. Bentuk ada karena semangat kekinian (spirit of age) Dalam hal ini perancang dalam mendesain bentuk terpengaruh oleh adanya semangat kekinian atau keinginan untuk tampil up to date, dalam hal ini ada suatu kemungkinan seorang perancang mengikuti gaya tertentu dari arsitek lain, sehingga ada pengaruh psikologis dalam proses penciptaan bentuk. d. Bentuk arsitektural dapat dibedakan dengan adanya pengaruh kondisi sosial ekonomi Teori ini mengemukakan bahwa usaha artistik seseorang terpengaruh oleh usaha yang berkembang saat itu. Tetapi kondisi sosial ekonomi berpengaruh terhadap bentuk bangunan yang terjadi, di sini ada suatu hirarki sosial sebagai refleksi individual. Dalam hal ini terdapat bentuk-bentuk khusus yang berkaitan dengan adanya faktor sosial ekonomi, dalam hal ini finansial dari pemberi order atau klien. e. Bentuk arsitektural berasal dari prinsip waktu yang merefleksikan kelebihan atau kekhususan arsitek, budaya, dan iklim Teori ini lebih menekankan pada keunikan bentukan bangunan itu sendiri. Sehingga ada berbagai macam bentuk bangunan dalam usaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, iklim, dan alam sekitarnya. Sebagai hasilnya bangunan yang dihasilkan mempunyai bentukan khusus sesuai dengan ide si arsitek Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk Perwujudan suatu bentuk tidak lepas dari pengaruh tuntutan kebutuhan aktivitas pemakai, tuntutan kepuasan akan keindahan dan keamanan. a. Fungsi 71
10 Peranan fungsi menyangkut pemenuhan terhadap aktivitas manusia yang muncul sebagai konsekuensi pemenuhan kebutuhan manusia, baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani. b. Simbol Simbol dapat muncul dalm konteks yang sangat beragam dan digunakan untuk berbagai tujuan. Dalam arsitektur, pengenalan simbol merupakan proses yang terjadi pada individu dan masyarakat melalui panca indera yang selanjutnya dapat menimbulkan suatu persepsi. Mikke Susanto dalam bukunya Membongkar Seni Rupa mengungkapkan bahwa simbol adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja, terencana, sangat diperhitungkan, untuk menerjemahkan konsep-konsep menjadi istilah-istilah (perwujudan fisik) yang ilustratif dan inderawi. Simbol dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yang diklasifikasikan berdasarkan peran simbol itu sendiri, kesan yang ditimbulkan serta pesan yang disampaikan melalui tampilantampilan bentuk tertentu. 1. Simbol yang agak tersamar, simbol ini menyatakan peran dari suatu bentuk. Sebagai contoh adalah gerigi pada atap sebuah pabrik. 2. Simbol metafora, masyarakat mempunyai pandangan atau interpretasi tertentu terhadap suatu bentuk bangunan yang dilihat dan diamatinya, baik sebagian maupun keseluruhan bangunan. Interpretasi ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang mereka yaitu tingkat kecerdasan dan pengalaman meruangnya. Ada kecenderungan mereka akan membandingkan bangunan yang dilihatnya dengan substansi yang lain yang dianggap memiliki karakter serupa. Di sinilah peran metafora sebagai media pemindahan istilah atau 72
11 pencitraan dari suatu benda ke benda lain, yang berasal dari memori tersimpan yang muncul pertama kali ketika mengidentifikasi sesuatu hal. 3. Simbol sebagai unsur pengenal, terrefleksi pada bentuk-bentuk yang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat melalui ciri khas dan fungsinya pada suatu bangunan. Sebagai contoh adalah kubah pada masjid atau salib pada gereja. c. Sistem struktur Dengan majunya pengetahuan manusia, struktur juga mengalami perkembangan, baik konstruksinya, bahan, maupun metode pembangunannya. Dengan demikian sangat besar kemungkinan menciptakan struktur yang kuat dan indah yang berpengaruh besar terhadap penampilan bentuk yang terwujud Ekspresi Bentuk Visual Bangunan Bentuk dalam arsitektur adalah suatu media atau alat komunikasi untuk menyampaikan arti yang terkandung oleh bentuk itu sendiri atau alat untuk menyampaikan pesan tertentu dari arsitek kepada masyarakat sebagai penerima. (Sutedjo, 1982) Dalam kaitannya dengan media komunikasi, bentuk merupakan unit yang mempunyai unsur garis, lapisan, volume, tekstur, dan warna. Hal ini dapat dirasakan melalui insting dengan mengkaitkan unsur bentuk lainnya seperti skala, proporsi, dan warna. Elemen yang dapat mengkomunikasikan ekspresi suatu bangunan yang diinginkan yaitu: a. Tekstur Tekstur pada dasarnya mempunyai asosiasi dari sumber rekaman pengalaman. Tekstur ada dua macam, yaitu tekstur halus dan tekstur kasar. Tekstur halus mempunyai sifat menyenangkan dan 73
12 meyakinkan sedangkan tekstur kasar mengandung sedikit peringatan, mungkin akan cukup kuat menarik perhatian atau bahkan cukup kuat untuk memberikan kesan ancaman, dan sebagai tambahan mengingatkan kita pada kekuatan yang agresif yang menjadikannya. Suatu tekstur dari bentuk dapat menguatkan atau mengurangi kesan yang secara dasar bditimbulkan oleh bentuk itu sendiri. Tekstur juga mempunyai kekuatan untuk mengubah penampilan bentuk dengan mendesak dan mengalahkan pengertian bentuknya. Suatu tekstur yang kasar yang diberikan pada bentuk yang sebetulnya tegas dan tepat, akan cenderung menjadikan bentuk tersebut menjadi kurang jelas, karena selain membangkitkan indera peraba, tekstur tersebut juga memanipulasi secara visual pada batas yang telah ditetapkan secara tegas dan tepat. Suatu permukaan yang halus dan lunak, menonjolkan perbedaan cahaya dengan bayangan, mempunyai efek yang berbeda seperti misalnya pada material semodel kaca perbedaan antar cahaya dan bayangan menjadi berkurang. Dengan adanya pantulan, benda yang mempunyai kesan padat menjadi kurang padat dalam penampilannya. Tekstur tidak hanya mengatur kualitas kepadatan, tetapi juga digunakan untuk mengatur perasaan meruang terutama pada transisi ruang luar ke ruang dalam. b. Pola Pola dibentuk oleh: - Garis vertikal : kesan tinggi dan kuat - Garis horizontal : kesan tenang dan keras - Garis diagonal : garis untuk pergerakan - Garis lengkung : kesan fleksibel dan dinamis 74
13 c. Bentuk/massa Bentuk merupakan unit yang memiliki unsur garis, lapisan, volume, tekstur dan warna. Kombinasi keseluruhan unsur tersebut menghasilkan suatu ekspresi. Unit-unit tersebut dapat berdiri sendiri atau berperan sebagai bagian-bagian kecil yang menyusun elemen yang lebih besar. Untuk menganalisa bentuk sebaiknya diadakan penilaian hubungan timbal balik antara bagian-bagian bentuk dan bentuk keseluruhan, karena sifat bagian bentuk ditentukan oleh: - Tingkat pemusatannya - Kemampuannya untuk bergabung dengan bentu lain Hal ini dapat dirasakan secara naluri tetapi perlu dikaitkan dengan berbagai unsur bentuk lainnya seperti skala, proporsi, irama dan sebagainya. Sedangkan faktor-faktor yang mewujudkan bentuk antara lain fungsi, simbol, dan teknologi struktur dan bahan. d. Warna Warna dalam suatu desain bangunan merupakan suatu elemen yang tidak bisa diabaikan. Warna banyak memberi pengaruh pada kehidupan manusia secara konstan dan mendalam. Selain itu, warna juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan suasana, terutama untuk mebangkitkan emosi pemakai (rangsangan psikologis) setiap jenis warna mempunyai kepribadiannya sendiri. Penggunaan warna secara tepat dapat menimbulkan imajinasi seseorang atau dapat menimbulkan suasana hati yang kita inginkan. Dengan memahami sifat dan karakteristik warna, kita dapat mengekspresikan individualitas sebuah bangunan dan menciptakan ruang yang nyaman dan mengundang pemakai yang ada di dalamnya. Penggunaan warna pada interior maupun eksterior 75
14 dalam konteks desain yang ekspresif adalah sebagai berikut (disarikan dari buku John Pile Colour in Interior Design ): Warna Kesan Merah Emosi yang berubah-ubah, naik turun, hidup menggairahkan dan menyenangkan, menumbuhkan semangat. Pink Bersahabat dan melindungi, memiliki sifat lembut Kuning Memiliki karakter kuat, hangat, dan memberi nuansa cerah. Menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. Hijau Alamiah, memberi efek menenangkan dan menyegarkan. Memberi kesan hangat sekaligus dingin pada ruangan. Oranye Memiliki karakter sosial, ceria, bercahaya dan hangat. Hijau kebiruan Cenderung menjadi gelap karena daya serap cahayanya tinggi. Biru Memiliki sifat konservatif, kecakapan, kesetiaan. Memberi kesan tentram dan dingin. 76
15 Ungu dan Jingga Sifat berpura-pura, sulit ditebak. Memberi kesan dingin, misterius dan terasa gelap. Cokelat Memiliki kesan mempererat hubungan antar orang serta menciptakan zona kenyamanan bagi fisik dan mental. Putih Bersifat netral, tanpa perasaan. Abu-abu Hampir selalu menunjukkan sifat ketidakbebasan, mencari-cari keamanan, raguragu. Hitam Bersifat netral, menjadi pelengkap warna lain serta sebagai katalis yang dapat memperkuat warna lain. Kuning kehijauan Menyenangkan, bersahabat. Merangsang untuk berinteraksi dengan orang lain. 4.4 Kajian Filosofis Arsitektur Modern-Fungsionalisme Sejarah Arsitektur Modern Fungsionalisme Arsitektur adalah suatu bentuk hasil seni yang diterapkan ke dalam bentuk bangunan. Dimana dalam arsitektur ini terdapat berbagai aliran 77
16 arsitektur. Diantara itu semua ada satu aliran yang memiliki pengaruh dalam perkembangan arsitektur dunia, yaitu Aliran Arsitektur Modern. Aliran Arsitektur Modern sendiri terbagi beberapa fase yang salah satunya adalah aliran Arsitektur Modern Fungsionalisme. Perkembangan Arsitektur Modern Fungsionalisme diwarnai dengan anti pada pengulangan bentuk-bentuk lama dengan teknologi baru (beton bertulang, baja). Dan pada awal abad 20 terjadi perubahan besar, radikal, cepat, dan revolusioner dalam pola pikir. (Sumalyo, 1997) Pada era pra modern, yang dianggap sebagai arsitektur hanyalah bangunan-bangunan gereja dan istana. Bangunan di luar kedua tipe bangunan tersebut (seperti perumahan) tidak dianggap sebagai suatu arsitektur. Pada era modern timbul aktivitas-aktivitas baru yang membutuhkan wadah akibat dampak dari revolusi industri. Mulai bermunculan bangunan-bangunan pabrik, perkantoran, dan sebagainya. Sebagai akibat Revolusi Industri, cara produksi bergeser dari teknik individual yang cenderung custom made, menjadi teknik produksi massal yang mengedepankan kebutuhan akan produk yang cepat dan murah. Pada sudut pandang arsitektur, hal ini ditandai dengan adanya kebutuhan akan pemukiman yang murah dan efisien Arsitektur Modern (Fungsionalisme) Fungsionalisme kemudian timbul atas latar belakang di atas. Arsitektur modern mengedepankan fungsi dimana suatu arsitektur dapat mewadahi aktivitas. Berbeda dengan arsitek pada masa pra modern yang menata berdasarkan tipologi, arsitek modern menata berdasarkan fungsi. Dalam pandangan arsitektur modern ( an), terjadi perubahan dalam pola dan konsep keindahan arsitektur, di mana keindahan timbul 78
17 semata-mata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan. Oleh karena itu aliran ini disebut sebagai Arsitektur Fungsionalisme atau Rasionalisme (berdasarkan rasio/pemikiran yang logis). Bangunan terbentuk oleh bagian-bagiannya apakah dinding, jendela, pintu, atap, dll tersusun dalam komposisi dari unsur-unsur yang semuanya mempunyai fungsi. (Sumalyo, 1997) Aliran ini sendiri muncul sebagai salah satu ide pembaharuan dari ekspresi bentuk arsitektural yang pernah ada (misal: aliran arsitektur klasik). Banyak anggapan yang menyamakan aliran ini dengan Arsitektur Modern. Arsitektur Modern didukung oleh para arsitek yang bersikap dan berpandangan revolusioner. Sedangkan arsitektur fungsional adalah merupakan salah satu di antara alternatif yang muncul sepanjang sejarah Arsitektur Modern. Pada awal abad ke 20, Louis Sullivan mempopulerkan ungkapan bentuk bangunan yang mengikuti fungsi (forms follows function) untuk menangkap suatu ukuran, ruang dan karakteristik dalam bangunan harus terlebih dahulu di tujukan semata-mata kepada fungsi dari bangunan tersebut. Implikasi bahwa jika aspek yang fungsional dicukupi, keindahan arsitektur akan secara alami mengikuti. Idealisme dari suatu arsitektur adalah perpaduan antara bentuk dan fungsi. Setiap bangunan harus menemukan bentuk sesuai dengan fungsinya, sebuah rumah hendaknya berbeda dengan kantor atau gereja, dan tanpa menggunakan pandangan ini maka hubungan antara bagian dalam bangunan dengan bagian luarnya akan diabaikan. Tidak seharusnya mengorbankan kamar menjadi gelap tanpa jendela, untuk mendapatkan susunan jendela tampak simetris dari luar atau menambah bagian-bagian tak berguna. (Ragon, dalam Sumalyo, 1997) 79
18 Dalam ideologi fungsionalisme bahwa arsitektur adalah seni, dimana prinsip-prinsip seni menyatu didalamnya. Bahwa dalam prinsip fungsionalisme nilai konstruksi mempunyai nilai yang sama dengan fungsi. Dianalogikan dengan perahu dimana hampir seluruh bagian dan bentuknya mengacu kepada fungsinya. (Ruskin, dalam Sumalyo, 1997) Eugen Emmanuel Viollet-le-Duc ( ) mengungkapkan : Bahwa arsitektur hendaknya dapat mengekspresikan kekuatan seperti halnya mesin uap, listrik dan dapat memanfaatkan material baru misalnya baja. Dan apabila suatu bentuk tidak dapat menjelaskan alasan mengapa demikian, maka dia tidak akan memancarkan keindahan. Ungkapan tersebut diatas menjelaskan bagaimana teori keindahan mendasari konsep fungsionalisme. Ciri umum dari gaya arsitektur yang melanda pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 adalah asimetris, kubis, atau semua sisi dalam komposisi dan kesatuan bentuk dan elemen bangunan menyatu dalam komposisi bangunan Ciri-ciri Arsitektur Modern (Fungsionalisme) Fungsionalisme merupakan salah satu alternatif dari Arsitektur Modern, sehingga ciri-ciri fungsionalisme tidak jauh berbeda dengan ciri Arsitektur Modern pada umumnya. Menurut Rayner Banham dalam bukunya Age of The Master : A Personal View of Modern Architecture, 1978, perkembanagan arsitektur modern menekankan pada kesederhanaan suatu desain. Para arsitek pada masa itu menginginkan bangunan rancangannya bersih dari ornamen dan sesuai dengan fungsinya dengan menghilangkan paham eclecticism pada tiap rancangannya. Arsitektur modern merupakan Internasional Style yang menganut Form Follows Function (bentuk mengikuti fungsi). 80
19 Bentukan platonic solid yang serba kotak, tak berdekorasi, perulangan yang monoton, merupakan ciri arsitektur modern. Menurut Peter Gossel dan Gabriele Leu Thauser dalam bukunya Achitecture in the 20th century, Ciri-ciri dari arsitektur modern adalah: - Satu gaya Internasional atau tanpa gaya (seragam), merupakan suatu arsitektur yang dapat menembus budaya dan geografis. - Berupa khayalan, idealis - Bentuk tertentu, fungsional. Bentuk mengikuti fungsi, sehingga bentuk menjadi monoton karena tidak diolah. - Less is more, semakin sederhana merupakan suatu nilai tambah terhadap arsitektur tersebut (keindahan muncul karena fungsi dan elemen bangunan). - Ornamen adalah suatu kejahatan sehingga perlu ditolak. Penambahan ornamen dianggap suatu hal yang tidak efisien. Karena dianggap tidak memiliki fungsi, hal ini disebabkan karena dibutuhkan kecepatan dalam membangun setelah berakhirnya perang dunia II. - Singular (tunggal), Arsitektur Modern tidak memiliki suatu ciri individu dari arsitek, sehingga tidak dapat dibedakan antara arsitek yang satu dengan yang lainnya (seragam). - Nihilism, penekanan perancangan pada space, maka desain menjadi polos, simple, bidang-bidang kaca lebar. Tidak ada apaapanya kecuali geometri dan bahan aslinya. - Kejujuran bahan, jenis bahan/material yang digunakan diekspos secara polos, ditampilkan apa adanya. Tidak ditutup-tutupi atau dikamuflase sedemikian rupa hingga hilang karakter aslinya. Terutama bahan yang digunakan adalah beton, baja dan kaca. Material-material tersebut dimunculkan apa adanya untuk 81
20 merefleksikan karakternya yang murni, karakter tertentu yang khas yang memang menjadi kekuatan dari jenis material tersebut, misalnya : Beton untuk menampilkan kesan berat, massif, dingin. Baja untuk kesan kokoh, kuat, industrialis. Kaca untuk kesan ringan, transparan, melayang Bentuk dan Ruang Dalam Arsitektur Modern (Fungsionalisme) Merujuk pada buku Rayner Banham Guide to Modern Architecture, bentuk dan ruang dapat dijelaskan sebagai berikut: A. Bentuk Bentuk dalam arsitektur modern adalah merupakan periode yang membingungkan bagi para praktisi, karena tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun bahan bangunan yang dipakai. Tidak satupun dari fungsi maupun konstruksi tanpa pengaruhnya, dan pelaku yang antusias pada pemecahan fungsional yang baru dan metode baru struktur seperti terlibat juga pada ekspresi yang baru. Dalam arsitektur modern bentuk, fungsi dan konstruksi harus tampak satu kesatuan dan muncul menjadi bentuk yang khusus dan kita selalu mengharapkan solusi yang tepat agar menghasilkan bentuk yang spesifik antara gabungan ketiganya. Solusi-solusi yang unik umumnya layak karena teknik-teknik konstruksi modern menjadikan semua bentuk mungkin untuk dibangun. Bentuk yang diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua style lama amat kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Bentuk dasar pada arsitektur modern adalah bentuk bentuk geometri (platonic solid) yang ditampilkan apa adanya. Arsitektur modern pada dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-bentuk rasional pada awal abad 20 dimana fungsi masih 82
21 menjadi inspirasi utama, dan pada masa kini bebas dalam mengembangkannya. Selanjutnya mereka memanfaatkan material dan teknik konstruksi yang baru. Jika material baru tidak dapat ditentukan dengan tegas dalam menetapkan bentuk-bentuk arsitektur modern, muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat dimana bangunan itu dibangun. B. Ruang Satu hal yang tak dapat disangkal tentang arsitektur modern adalah kesadaran dalam memanipulasi ruang. Dalam sejarah, ruang telah ada hanya didalam struktur (diluar hanyalah alam, ketidak-aturan dan tidak dapat diukur). Renesan telah mengulangi proses dan dapat melihat tampak luar dari bangunan ( seperti yang dilakukan bangsa Yunani) dan terpisah dari seni. Ciri bangunan bangunan dari mereka : kecil, kotak, mempunyai pusat dan tertutup. Konsep ruang pada arsitektur modern yaitu ruang tidak terbatas meluas kesegala arah, ruang terukur/terbatasi/terlihat bayangan strukturnya (segi empat) arsitektur dipahami dalam tiga dimensi, ruang dari arsitektur modern memiliki hubungan dengan pengamat. Ruang yang didalam merupakan eksperimen ruang tak terbatas dengan partisi yang dapat ditelusuri melalui ruang-ruang yang dilalui. Pola perletakan ruang lebih mengalir dan berurutan berdasarkan proses kegiatan. Pada perkembangannya arsitektur modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap. Bagian fisik dari arsitektur modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah masalah yang fungsional yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang merupakan manipulasi dari ruang yang tidak terbatas dan terukur. Beberapa pendapat tentang konsep ruang dan bentuk modern secara subjektif menurut para tokoh arsitek terkemuka, antara lain: 83
22 a. Le Corbusier Ruang yang tercipta haruslah seefisien mungkin, sesuai dengan kaidah industri. Karena ruang adalah mesin untuk ditinggali/ditempati. Keindahan diperoleh dari purism (kemurnian), dimana bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang halus dan sederhana. Bentuk bangunan menggunakan modul manusia (Le Corbusier) karena bangunan ditekankan pada fungsinya. Bentuk bersifat kubisme dan futuris. b. Mies van de Rohe Gambar 4.3 Villa Savoye Sumber: google.co.id Gambar 4.4 Farnsworth House, Fox River, Illinois, 1950 Sumber: google.co.id 84
23 Ruang haruslah sederhana dan apa adanya, karena dari situlah estitika berasal. Fleksibel adalah nilai tambah tersendiri bagi sebuah ruang yang dapat memberi kesan dinamis dan adaptif. Secara struktural ruang harus terpisah antara kolom dan dindingnya (skins & bones). Bentuk bersifat kubisme dan futuristik. c. Walter Gropius Awal pembentukan ruang adalah dimulai dari suasananya, baru setelah itu beralih pada fungsi. Keindahan ditemukan dari produk industri dan bukan dari alam. Penciptaan bentuk bangunan, sesuai dengan pola perletakan ruang yang urut berdasarkan sequence proses kegiatan penghuninya. d. Frank Lloyd Wright Gambar 4.5 Fagus Factory Sumber: google.co.id 85
24 Ruang terbentuk karena interaksinya dengan lingkungan alam. Bagaimana lingkungan binaan merespon faktor-faktor alam, atau mengambil filosofi kesederhanaan dan kesempurnaan dari alam. Bentuk suatu bangunan sangat bersifat kontekstualism dengan merespon kondisi alam, korelasi alam,topografi dengan arsitektur terwujud pada bentuk bangunan yang mengadopsi bentuk site itu sendiri. Gambar 4.6 Falling Water Sumber: google.co.id 86
BAB IV: KONSEP Pengertian Konsep Transit Oriented Development (TOD)
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Dasar 4.1.1. Pengertian Konsep Transit Oriented Development (TOD) Pada tahun 1993 Peter Calthorpe menawarkan sebuah sistem mengenai Konsep Transit Oriented Development ( TOD
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR Jolanda Srisusana Atmadjaja Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian karya arsitektur dapat dilakukan melalui
HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :
BAB III TINJAUAN KHUSUS III.1 Pengertian Tema Pengertian Ekspresi, adalah : Ungkapan tentang rasa, pikiran, gagasan, cita-cita, fantasi, dan lain-lain. Ekspresi merupakan tanggapan atau rangsangan atas
BAB I PENDAHULUAN. JUDUL : Terminal Bus Induk Tipe A di Kabupaten Klaten
BB I PENDHULUN JUDUL : Terminal Bus Induk Tipe di Kabupaten Klaten 1.1 Pengertian Judul Terminal : Prasarana untuk angkutan jalan raya guna mengatur kedatangan, pemberangkatan, dan pangkalannya kendaraan
BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain menjadi sebuah konsep untuk merancang dan membuat
BAB V KAJIAN TEORI 5.1 KAJIAN TEORI PENEKANAN / TEMA DESAIN 5.1.1 Tema Desain Tema desain menjadi sebuah konsep untuk merancang dan membuat desain sebuah karya arsitektural. Pada proyek resort di komplek
BAB III TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORERIKAL PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA TATA RUANG LUAR DAN DALAM HOMESTAY DAN EKOWISATA SAWAH
BAB III TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORERIKAL PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA TATA RUANG LUAR DAN DALAM HOMESTAY DAN EKOWISATA SAWAH 3.1. Tinjauan Pendekatan Arsitektur Organik 3.1.1. Definisi Arsitektur
EGYPTIAN ARCHITECTURE
EGYPTIAN ARCHITECTURE - terdapat pada daerah iklim yang panas kering - material tanah liat atau bebatuan lokal dengan warna asli materialnya. - Monumen dengan gaya arsitektur ini cenderung terdiri dari
INTERIOR Konsep interior kontemporer (Materi pertemuan 9 )
INTERIOR Konsep interior kontemporer (Materi pertemuan 9 ) DOSEN PENGAMPU: ARDIANSYAH, S.T, M.T PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI Interior Kontemporer Gaya
I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan
I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan Perancangan desain produk furnitur rak buku dengan gaya pop art, furnitur yang dibuat ialah furnitur rak buku dengan menampilkan berbagai macam
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori
BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Definisi Publikasi Publikasi berarti penyiaran, pengumuman atau penerbitan suatu karya yang telah diciptakan agar diketahui publik. Pengumuman tersebut dilakukan
BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep utama yang mendasari Rancang Ulang Stasiun Kereta Api Solobalapan sebagai bangunan multifungsi (mix use building) dengan memusatkan pada sistem dalam melayani
ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR BENTUK DAN RUANG.
ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR BENTUK DAN RUANG. 1 ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR BENTUK DAN RUANG 2 BENTUK alat untuk menyampaikan ungkapan arsitek kepada masyarakat Dalam Arsitektur Suatu wujud yang mengandung maksud
NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA DUA DIMENSI Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 PENGERTIAN NIRMANA Berasal dari dua akar kata, yakni nir yang artinya
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Desain Grafis Desain grafis terdiri dari dua buah kata yaitu desain dan grafis, desain merupakan proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak
Elemen Elemen Desain Grafis
Elemen Elemen Desain Grafis Desain grafis sebagai seni dekat dengan apa yang kita sebut sebagai keindahan (estetika). Keindahan sebagai kebutuhan setiap orang, mengandung nilai nilai subyektivisme. Oleh
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Media Kartu Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Kartu Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara. Dengan demikian media dapat
BAB III ELABORASI TEMA
BAB III ELABORASI TEMA 3.1. Ruang aktif. 3.1.1. Pengertian ruang aktif. Ruang aktif adalah ruang yang memilki berbagai macam kegiatan, didalam ruangan tersebut adanya perubahan interior atau eksterior
BAB III. Sport Hall/Ekspresi Struktur TINJAUAN KHUSUS. Laporan Skripsi dan Tugas Akhir. Pengertian Tema
BAB III TINJAUAN KHUSUS III.1 Pengertian Tema Pemilihan tema Ekspresi Struktur dalam penulisan skripsi ini berdasarkan kebutuhan akan sebuah bangunan yang mempunyai bentangan yang lebar sehingga membutuhkan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Dalam pemilihan material yang akan digunakan untuk membuat sebuah rak, perlu memperhatikan juga unsur kelestarian bagi lingkungan. Penggunaan kayu
BAB V KAJIAN TEORI. memanfaatkan lingkungan seperti pemanfaatan limbah peti kemas.
BAB V KAJIAN TEORI 5.1. Kajian Teori Penekanan / Tema Desain Penekanan tema desain dalam project Rumah Susun Kontainer di Semarang adalah Arsitektur Metabolist. 5.2. Kajian Teori Permasalahan Dominan Project
ESTETIKA BENTUK Pengertian. Estetika adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang
ESTETIKA BENTUK Pengertian Estetika adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang Rasa keindahan itu akan muncul apabila terjalin perpaduan yang serasi dari elemen
Architecture. Modern Aesthetic. Neoclassic Style Teks: Widya Prawira Foto: Bambang Purwanto. Home Diary #009 / 2015
Architecture Modern Aesthetic in Neoclassic Style Teks: Widya Prawira Foto: Bambang Purwanto 86 Kolaborasi gaya neoklasik dengan elemen yang mengusung aspek kekinian, menjadi kekuatan desain rumah ini.
BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1 Konsep Perencanaan Dan Perancangan Proyek perencanaan dan perancangan untuk interior SCOOTER OWNERS GROUP INDONESIA Club di Bandung ini mengangkat tema umum
Skripsi Museum Keroncong
III.1 Pengertian Metafora BAB III TINJAUAN KHUSUS Dalam bidang arsitektur, metafora berarti mengumpamakan bangunan sebagai sesuatu yang lain. Cara menampilkan perumpamaan tersebut adalah dengan memindahkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Indonesia merupakan negara yang kaya akan produk seni. Berbagai produk seni yang khas dapat ditemukan di hampir seluruh daerah
HASIL DAN PEMBAHASAN
27 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas estetika pohon-pohon dengan tekstur tertentu pada lanskap jalan dan rekreasi yang bervariasi. Perhitungan berbagai nilai perlakuan
BAB II LANDASAN TEORI. Dalam buku Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan (Suyanto, 2004:5-8), tersebut. Ada empat macam tujuan dari iklan, yaitu:
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Periklanan Periklanan merupakan salah satu tahap dalam pemasaran. Produk barang atau jasa, baik penamaannya, pengemasannya, penetapan harga, dan distribusinya tercermin dalam
TEORI UMUM DAN KONSEP RUANG DALAM. A. Teori Perancangan Ruang Dalam.
A. Teori Perancangan Ruang Dalam. TEORI UMUM DAN KONSEP RUANG DALAM Perancangan ruang dalam atau yang lebih populer disebut dengan desain interior adalah suatu proses menata sebuah ruang dalam baik dari
Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic
BAB V KONSEP 5.1 Kerangka Konsep Konsep Sekolah Fotografi Darwis Triadi adalah sebuah sekolah fotografi yang didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Andreas Darwis Triadi pada tahun 2003.
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Perancangan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia 5.1.1. Gaya Perancangan Gaya arsitektur yang dipakai pada bangunan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia ini direncanakan
penerima terhadap pengirim mempengaruhi pemikiran penerima. Proses komunikasi dimulai ketika pengirim memilih kata kata, gambar, simbol yang tepat unt
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Teori Komunikasi Komunikasi adalah proses menyalurkan informasi, pertukaran ide atau proses untuk menghadirkan sebuah paham atau pemikiran antara pengirim dan penerima. Hal ini
TERMINAL BUS INDUK TIPE A
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BUS INDUK TIPE A DI KABUPATEN KLATEN TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
214 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI.1. Kesimpulan VI.1.1. Esensi Arsitektur Frank Lloyd Wright Sebagai hasil proses indentifikasi ideologi, konsep dan metode Arsitektur Frank Lloyd Wright yang telah peneliti
BAB VI KONSEP PERANCANGAN
BAB VI KONSEP PERANCANGAN 6.1. Konsep Multifungsionalitas Arsitektur Kesadaran bahwa perancangan youth center ini mempunyai fungsi yang lebih luas daripada sekedar wadah aktivitas pemuda, maka dipilihlah
Bayanaka Canggu. tentang sebuah rumah peristirahatan di Bali, 2007 oleh: Fransiska Prihadi 1
Bayanaka Canggu tentang sebuah rumah peristirahatan di Bali, 2007 oleh: Fransiska Prihadi 1 Sebuah harmoni dalam karya arsitektur tercipta ketika seluruh unsur dalam bangunan termasuk konsep arsitektur,
BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Deskripsi Proyek Judul : Topik : Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara Ekspresionisme Tema : Pengolahan Bentuk Kampus yang Ekspresif dalam Menaungi Kegiatan
ANALISA KARAKTERISTIK ARSITEKTUR MODERN DAN. NILAI ESTETIKA PADA BANGUNAN RUKO (Studi Kasus : JOHOR CITY)
ANALISA KARAKTERISTIK ARSITEKTUR MODERN DAN (Studi Kasus : JOHOR CITY) Muhammad Teddy Hidayat Fakultas Teknik Departemen Arsitektur, Universitas Sumatera Utara Jln. Almamater No. 9 Kampus USU Medan 20155
BAB V KAJIAN PUSTAKA. Pekalongan ini adalah arsitektur humanis. Latar belakang penekanan/
BAB V KAJIAN PUSTAKA 5.1. Kajian Teori Penekanan/ Tema Desain Arsitektur Humanis Tema desain pada proyek Rumah Sakit Jiwa di Kabupaten Pekalongan ini adalah arsitektur humanis. Latar belakang penekanan/
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Neo Vernacular Architecture (Materi pertemuan 8) DOSEN PENGAMPU: ARDIANSYAH, S.T, M.T PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI Arsitektur
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak awal keberadaannya, seluruh manusia di muka bumi ini memerlukan suatu tempat untuk bernaung maupun berlindung, baik yang bersifat tetap maupun sementara.
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Utama Perencanaan Panti Sosial Bina Remaja Yogyakarta ini bertujuan merancang sebuah fasilitas pembinaan remaja dengan menghasilkan konsep tata ruang yang mendukung
PERANCANGAN RUANG DALAM
UNIVERSITAS UDAYANA JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK PERANCANGAN RUANG DALAM Ulasan Teori dan Konsep Perancangan Ruang Dalam Metode Studi Literatur Mahasiswa; ARFIEL ZAQTA SURYA 131925105 Teori dan konsep
G E O M E T R I FALLINGWATER FRANK LLOYD WRIGHT
G E O M E T R I FALLINGWATER FRANK LLOYD WRIGHT Gagasan dimana bidang-bidang geometri dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan bidang dasar. ASPEK GEOMETRI (ARSITEKTUR/BANGUNAN) METAFORA (KALIMAT) METAFORA
BAB VI KONSEP PERANCANGAN
BAB VI KONSEP PERANCANGAN VI.1. Landasan Konseptual Sebagai sebuah planet kehidupan, Bumi memiliki beberapa lapisan penting yaitu: Atmosfer, Hidrosfer, Geosfer dan Biosfer. Dimana lapisanlapisan penting
BAB V KAJIAN TEORI. Pengembangan Batik adalah arsitektur neo vernakular. Ide dalam. penggunaan tema arsitektur neo vernakular diawali dari adanya
BAB V KAJIAN TEORI 5. V 5.1. Kajian Teori Penekanan /Tema Desain Tema desain yang digunakan pada bangunan Pusat Pengembangan Batik adalah arsitektur neo vernakular. Ide dalam penggunaan tema arsitektur
BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA
BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA 3.1 Tema dan Penggayaan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia merupakan sebuah sarana yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan
Modul 3 TOPIK 2 : Metode Perancangan Arsitektur Sub-Topik 3 : KONSEP
Modul 3 TOPIK 2 : Metode Perancangan Arsitektur Sub-Topik 3 : KONSEP CONCEPT (KONSEP) GAGASAN yang memiliki KARAKTER KHUSUS dan merupakan PEMIKIRAN SPESIFIK sebagai hasil dari suatu pemahaman (Snyder Catanese
PERSEPSI BENTUK. Persepsi, Lanjutan Modul 2. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk
PERSEPSI BENTUK Modul ke: Persepsi, Lanjutan Modul 2 Fakultas Desain dan Seni Kreatif Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Abstract Istilah persepsi sering disamakan
SEJARAH DESAIN. Bentuk Dan Isi Modul 8. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk
SEJARAH DESAIN Modul ke: Bentuk Dan Isi Modul 8 Fakultas Desain dan Seni Kreatif Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Bentuk Dan Isi Abstract Bentuk dan isi merupakan
TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM
TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM A. DEFINISI PERANCANGAN RUANG DALAM/ DESAIN INTERIOR Desain interior atau perancangan ruang dalam merupakan ilmu yang mempelajari tentang menata, merencanakan dan
BAB I PENDAHULUAN. sejak berabad-abad silam dan beberapa diantaranya sekarang sudah menjadi aset
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Gereja merupakan bangunan ibadat umat kristiani yang mewadahi kegiatan spiritual bagi jemaatnya. Berbagai bentuk desain gereja telah tercipta sejak berabad-abad silam
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tema Karya yang di Angkat Penulis mengangkat bentuk visualisasi gaya renang indah ke dalam karya seni grafis karena berenang merupakan salah satu bagian
BAB III KONSEP PERANCANGAN
BAB III KONSEP PERANCANGAN 3.1. Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan yang saya buat agar bisa menaikkan pangsa pasar clas mild dan bisa mempromosikan band band lokal agar bisa menjadi band nasional.
BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT SENI RUPA DI YOGYAKARTA DENGAN ANALOGI BENTUK
BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT SENI RUPA DI YOGYAKARTA DENGAN ANALOGI BENTUK V.1 Konsep dasar VI.1 Konsep Ruang pada Pusat Seni Rupa di Yogyakarta dengan Analogi Bentuk Tata Ruang adalah
Unsur dasar senirupa. Pertemuan ke 1
Unsur dasar senirupa Pertemuan ke 1 Titik Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar. Titik dapat dikembangkan menjadi garis dan bidang. Titik merupakan unsur penting dalam seni rupa. Sebagai
KARYA RANCANGAN GEDUNG KANTOR YAYASAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA. Lokasi:
KARYA RANCANGAN GEDUNG KANTOR YAYASAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA Lokasi: Komplek Perumahan Sawitsari, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, DIY Luas Bangunan: 190 m 2 PERANCANG:
BAB IV ELABORASI TEMA
BAB IV ELABORASI TEMA 4.1 Umum Arsitektur Modern Islami adalah gagasan dan karya arsitektur yang sesuai dengan pandangan dan kaidah-kaidah Islam tentang arsitektur dan tidak terbatas pada masjid saja.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Indonesia adalah Negara dengan latar belakang budaya yang majemuk. mulai dari kehidupan masyarakat, sampai pada kehidupan budayanya. Terutama pada budaya keseniannya.
Meng- abadi -kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X G-48 Meng- abadi -kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya Fanny Florencia Cussoy, dan I Gusti Ngurah Antaryama
BAB 3: TINJAUAN TEMA
BAB 3: TINJAUAN TEMA 3.1. Pengertian Umum Arsitektur Kontemporer Bersumber dari blog AMI (Arsitektur Muda Indonesia http://wahana-arsitekturindonesia.blogspot.co.id/2009/05/arsitektur-kontemporer.html)
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Latar Belakang Wallpaper adalah sejenis bahan yang digunakan untuk melapisi dan menghias dinding untuk kebutuhan interior rumah, kantor, atau fungsi bangunan
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi
16 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Publikasi Timothy Samara (2005:10) menyatakan publikasi merupakan sebuah perluasan aplikasi dari dua unsur yaitu teks dan gambar. Perluasan aplikasi
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA 5.1 Konsep Ruang dan Bangunan Permasalahan dalam perencanaan dan perancangan Galeri Seni Lukis Modern di Yogyakarta adalah
BAB III GAGASAN BERKARYA
BAB III GAGASAN BERKARYA 3.1 Tafsiran Tema Karya untuk Tugas Akhir ini mempunyai tema besar Ibu, Kamu dan Jarak. Sebuah karya yang sangat personal dan dilatar belakangi dari pengalaman personal saya. Tema
Desain Kerajinan. Unsur unsur Desain. Titik 9/25/2014
Desain Kerajinan Unsur unsur Desain Unsur desain merupakan bagian-bagian dari desain yang disusun untuk membentuk desain secara keseluruhan. Dalam sebuah karya desain masing-masing unsur tidak dapat dilepaskan
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam konsep dasar pada perancangan Fashion Design & Modeling Center di Jakarta ini, yang digunakan sebagai konsep dasar adalah EKSPRESI BENTUK dengan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Perkembangan zaman menjadi salah satu faktor munculnya teknologi baru dalam segala bidang. Beberapa teknologi dibuat karena adanya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam dunia publikasi, fotografi, video dan juga bidang berorientasi visual
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Photoshop Photoshop merupakan salah satu software yang paling banyak dipakai dalam dunia publikasi, fotografi, video dan juga bidang berorientasi visual lainnya,
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berdasarkan uraian pada analisa sebelumnya yang didasarkan pada teori dan data, maka langkah selanjutnya adalah menjadikan analisa tersebut ke dalam konsep berupa pernyataan
SEJARAH DESAIN. Gaya Desain Bauhaus Modul IX. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk
SEJARAH DESAIN Modul ke: Gaya Desain Bauhaus Modul IX Fakultas Desain dan Seni Kreatif Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Abstract Gaya desain Bauhaus muncul sekitar
Seminar Nasional BOSARIS III Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
PENERAPAN DESAIN DALAM RANGKAIAN BUNGA SEBAGAI PELENGKAP DEKORASI RUANG Arita Puspitorini PKK Abstrak, Bunga sejak dulu hingga kini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, karena bunga dirangkai
Pola Fraktal sebagai Pemberi Bentuk Arsitektur Apartemen yang Menenangkan
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) G 319 Pola Fraktal sebagai Pemberi Bentuk Arsitektur Apartemen yang Menenangkan Sadida Aghnia dan I Gusti Ngurah Antaryama
BAB V KONSEP PERANCANGAN. Studi Tipologi Bangunan Pabrik Gula Krebet. Kawasan Pabrik gula yang berasal dari buku, data arsitek dan sumber-sumber lain
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Perancangan Konsep dasar yang digunakan dalam Revitalisasi Kawasan Pabrik Gula Krebet Malang ini mencangkup empat aspek yaitu: Standar Perancangan Objek Prinsip-prinsip
MANAKALA GEDUNG BPI ITB UNJUK KEKUATAN
AR 2111 APRESIASI ARSITEKTUR MANAKALA GEDUNG BPI ITB UNJUK KEKUATAN (SOLID DAN VOID DALAM ARSITEKTUR GEDUNG BPI ITB) DOSEN : DR. IR. BASKORO TEDJO, MSEB LAPORAN Oleh: Teresa Zefanya 15213035 PROGRAM STUDI
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis Avant Garde dalam bahasa Perancis berarti "garda terdepan"
DOKUMENTASI MASJID SALMAN DAN PUSDAI
AR 3232 - Arsitektur Indonesia Pasca Kemerdekaan Dosen : Dr. Ir. Himasari Hanan, MAE Nama / NIM : Teresa Zefanya / 152 13 035 DOKUMENTASI MASJID SALMAN DAN PUSDAI Sebuah bidang yang diangkat dapat membentuk
BAB IV TINJAUAN TEORI ARSITEKTURAL
BAB IV TINJAUAN TEORI ARSITEKTURAL 4.1 Karakteristik Edukatif dan Rekreatif 4.1.1 Karakteristik Edukatif Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, edukatif memiliki arti bersifat mendidik, bekenaan dengan
8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis
8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis Apa yang harus anda ketahui mengenai trend interior di tahun 205 Kata Pengantar Hi, terima kasih sudah mendownload free ebook ini. Di ebook ini saya yakin anda akan
BAB IV KONSEP DAN PENERAPAN PADA PRODUK TEKSTIL
BAB IV KONSEP DAN PENERAPAN PADA PRODUK TEKSTIL 4.1 Tema Karya Tema dari karya tugas akhir ini adalah Geometrical Forest, sesuai dengan image board yang digunakan sebagai sumber inspirasi selain ragam
Mata Kuliah Persepsi Bentuk
Modul ke: Mata Kuliah Persepsi Bentuk Pertemuan 2 Fakultas FDSK Nina Maftukha, S.Pd., M.Sn. Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Apakah sensasi = persepsi? Apakah sensasi = persepsi? Sensasi
Warna Perancangan Ruang Dalam 2015/2016
Warna Perancangan Ruang Dalam 2015/2016 Pengertian Warna Warna adalah suatu aspek yang dapat menghidupkan ruang dan membentuk/menciptakan kesan pada ruang. Merupakan sifat dasar visual yang dimiliki oleh
Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA WARNA Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 WARNA Merupakan kesan yang timbul oleh pantulan cahaya yang ditangkap oleh
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
Komposisi dalam Fotografi
Tujuan: mengorganisasikan berbagai komponen foto yang saling berlainan, menjadi sedemikian rupa sehingga gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi, serta mendukung satu sama lainnya; dengan
Architecture. Home Diary #007 / 2014
Architecture 58 The Art of Tropical Living Teks : Wdya Prawira Foto : Bambang Purwanto Desain rumah tropis yang menampilkan keindahan detil pada setiap sudutnya ini mampu menghadirkan sebuah rasa romantis
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Makro Gambar 5.1 : Sumber :
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Makro Konsep makro merupakan konsep perancangan sebuah tapak secara luas, hal ini ditujukan untuk mendefinisikan wujud Padepokan Pencak Silat yang akan dibangun. Konsep makro yang
II. METODOLOGI A. KERANGKA BERFIKIR
II. METODOLOGI A. KERANGKA BERFIKIR Dalam desain, terdapat beberapa sistem tanda yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah desain komunikasi visual lingkungan, berupa Sign
Architecture. Home Diary #008 / 2015
Architecture 82 A View of White Teks : Widya Prawira Foto : Bambang Purwanto Sejurus mata memandang, palette putih mendominasi dalam kesederhanaan desain yang elegan, warm dan mewah. K lasik adalah abadi.
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Letak Geografis Site Site yang akan dibangun berlokasi di sebelah timur Jalan Taman Siswa dengan koordinat 07 o 48 41.8 LS 110 o 22 36.8 LB. Bentuk site adalah persegi panjang
DEFINISI INTERIOR & KONSEP U N I V E R S I T A S U D A Y A N A A A
DEFINISI d e s i g n INTERIOR & KONSEP U N I V E R S I T A S U D A Y A N A 2 0 1 5 A A DEFINISI INTERIOR d e s i g n DESIGN INTERIOR Desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya
KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center
KONSEP RANCANGAN Latar Belakang Surabaya semakin banyak berdiri gedung gedung pencakar langit dengan style bangunan bergaya modern minimalis. Dengan semakin banyaknya bangunan dengan style modern minimalis
BAB III KERANGKA TEORI
BAB III KERANGKA TEORI 3.1 Pengertian Desainer Grafis Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsipprinsip
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Ide Perancangan Desain Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda, kebiasaan-kebiasaan ini secara tidak langsung menjadi acuan dalam memilih furnitur yang ada di dalam
Memahami Gagasan Primitive Future
Memahami Gagasan Primitive Future Bagi Sou Fujimoto, seorang arsitek muda Jepang, alam selalu hadir dan menjadi bagian dari lingkungan dimana kita berpijak. Manusia membuat segala sesuatu untuk mempermudah,
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dan juga tarian Swan Lake, maka tahap berikutnya adalah menerapkan
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Setelah mendapatkan data yang mencukupi tentang sekolah ballet dan juga tarian, maka tahap berikutnya adalah menerapkan konsep guna menjawab permasalahan desain
TEORI & STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1
TEORI & STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1 MAKNA FUNGSI Fungsi dalam pengertian sederhana adalah kegunaan Fungsi juga dapat dimaknai sebagai suatu cara untuk memenuhi keinginan Fungsi timbul sebagai akibat
BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL
BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL 2.1. Seni dan Tari 2.1.1. Pengertian Seni Seni dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991: 915) didefinisikan sebagai keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi
sesuatu yang bergerak atau berkembang kreatif menemukan bentuk visualisasinya dan memiliki ekspresi -ekspresi bebas ekspresif.
Institut Disain Yogyakarata bab V 73 BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INSTITUT DISAIN YOGYAKARTA 5. Konsep Bangunan Institut Disain 5.1. Konsep Filosofi Bangunan Konsep filosofi dari bangunan Institut
BAB III TINJAUAN KHUSUS
BAB III TINJAUAN KHUSUS 3.1. Tema Tema yang diambil menyagkut hal yang berkaitan dengan bentuk mengikuti fungsi, tema ini menjadi dasar ekspresi bentuk yang informatif dan disesuaikan kepada fungsi karena
Natural Friendly Neoclassical Style. Architecture
Architecture Natural Friendly Neoclassical Style Teks: Widya Prawira Foto: BambangPurwanto Desain rumah yang everlasting dengan mengoptimalkan potensi lingkungan, menjadikan rumah ini bersahabat dengan
