BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pemasalahan Tingkat kecelakaan mobil yang semakin banyak terjadi di Indonesia sudah pasti memberikan kerugian secara materi maupun non-materi kepada pihak-pihak yang mengalaminya. Hal itu disebabkan berbagai macam faktor seperti human error dan tidak luput juga kondisi mobil yang kurang perawatan ditengarai menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Sebagai contoh, kecelakaan bus di sekitaran Taman Safari, Puncak beberapa waktu lalu yang dikarenakan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik sehingga menyebabkan banyak kerugian. Kerusakan pada mobil seperti rem blong merupakan kerusakan yang berakibat sangat fatal, bukan tidak mungkin jika nyawa menjadi taruhannya. Kondisi bengkel yang sering penuh dengan antrian membuat pengguna mobil malas membawa mobilnya ke bengkel untuk perawatan mengingat kesibukan yang terjadi di masyarakat. Penelitian dan pengembangan sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil dapat dijadikan suatu solusi yang baik mengingat permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pengguna mobil. Dengan menyerap kemampuan dari seorang pakar di bidang kerusakan mobil dan menyimpannya ke dalam suatu basis pengetahuan lalu mengaplikasikannya ke dalam program komputer maka kepakarannya itu dapat digunakan setiap orang yang memiliki sistem pakar ini. Hal ini tentu saja menguntungkan dari segi efisiensi waktu dan efektivitas kerja. 37

2 38 Metode perhitungan bayes juga diterapkan pada sistem pakar ini untuk menghitung nilai kemungkinan yang terjadi dari setiap gejala kerusakan yang ditunjukan oleh mobil. Dengan adanya nilai kemungkinan akhir dari gejala-gejala yang ada diharapkan pengguna sistem pakar ini dapat mengambil keputusan yang terbaik dari solusi yang ditawarkan sistem pakar ini. Sistem pakar dirancang dan diaplikasikan hanya dalam ruang lingkup yang sempit karena kepakaran itu hanya dalam hal tertentu saja dan tidak bisa menangani hal yang bersifat umum (Giarratano dan Riley, 2005: p5). Dengan mengambil ruang lingkup kerusakan yang terjadi pada mobil dan didukung datadata spesifik mengenai ruang lingkup ini, yang bertujuan agar sistem pakar ini dapat bekerja secara optimal dan memberikan solusi yang akurat Wawancara Dengan Pakar Pada penelitian dan pengembangan sistem pakar ini, terlebih dahulu dilakukan wawancara dengan seorang pakar bernama bapak Gito Wardhono. Beliau adalah seorang ahli di bidang kerusakan mobil yang sudah banyak menangani permasalahan-permasalahan pada mobil. Dalam wawancara ini, kami membahas mengenai kerusakan-kerusakan yang terjadi di mobil berdasarkan gejala-gejala yang ada, dan juga nilai-nilai kemungkinan dari setiap gejala yang timbul terhadap bagian-bagian tertentu yang menjadi peyebab kerusakan mobil Analisis Kuesioner Analisis kusioner dilakukan untuk mengetahui prosentase kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan sistem pakar ini. Kuesioner ini disebarkan ke 20

3 39 orang pengguna mobil yang ada di Jakarta. Adapun hasil kuesioner tersebut dapat dilihat dibawah ini : 1. Dalam beraktifitas sehari-hari seberapa sering anda menggunakan mobil? a) 1-2 kali seminggu b) 3-5 kali seminggu c) 6-7 kali seminggu Gambar 3.1 Diagram Jawaban Survei 1 2. Sudah berapa lama anda memiliki mobil yang dipakai sekarang? a) < 2 tahun b) 2-5 tahun c) > 5 tahun Gambar 3.2 Diagram Jawaban Survei 2

4 40 3. Apakah anda sering merasakan adanya gejala kerusakan yang tidak terduga selama perjalanan? a) Ya, sering b) Jarang c) Tidak pernah Gambar 3.3 Diagram Jawaban Survei 3 4. Jika mobil anda rusak apakah langsung dibawa ke bengkel? o Ya, langsung o Tidak, nanti saja kalau saya tidak malas Gambar 3.4 Diagram Jawaban Survei 4

5 41 5. Apakah anda merasa bahwa ke bengkel memakan waktu yang lama hanya untuk mendiagnosa kerusakan mobil anda? a) Ya, sangat lama b) Ya, cukup lama c) Tidak, cukup cepat Gambar 3.5 Diagram Jawaban Survei 5 6. Pernahkah bengkel yang anda datangi melakukan kesalahan diagnosa terhadap kerusakan mobil anda? a) Ya, pernah b) Tidak pernah Gambar 3.6 Diagram Jawaban Survei 6

6 42 7. Menurut anda apakah sudah tersedia alat bantu yang menunjang untuk mendeteksi kerusakan pada mobil? a) Sudah b) Belum Gambar 3.7 Diagram Jawaban Survei 7 8. Menurut anda perlukah alat yang bisa memprediksi kerusakan mobil? a) Ya, perlu b) Tidak perlu Gambar 3.8 Diagram Jawaban Survei 8

7 43 9. Jika perlu, dalam bentuk apa alat bantu tersebut? a) Software b) Hardware Gambar 3.9 Diagram Jawaban Survei Jika perlu, apakah sistem pakar cocok diterapkan disini? a) Ya, sangat cocok b) Saya tidak tau apa itu sistem pakar c) Tidak perlu Gambar 3.10 Diagram Jawaban Survei 10

8 Solusi yang Diusulkan Dari analisis permasalahan yang ada, maka kami mengusulkan merancang suatu sistem yang dapat mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil dengan menyerap ilmu-ilmu dari seorang pakar di bidang ini lalu memasukannya kedalam basis pengetahuan dan terakhir mengaplikasikannya kedalam suatu program komputer. Sistem yang dibangun ini merupakan suatu sistem yang berbasis sistem pakar yang bertujuan untuk mendiagnosa kerusakan pada mobil dan membantu pengguna aplikasi ini untuk mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan pada mobilnya berdasarkan nilai kemungkinan yang didapat dari perhitungan probabillitas bayes Akuisisi Pengetahuan Untuk mengembangkan sistem pakar ini, perlu terlebih dahulu menyerap kemampuan dari seorang pakar. Untuk itu kami melakukan wawancara dengan seorang pakar bernama bapak Gito Wardhono yang masih bekerja di perusahaan X. Beliau adalah seorang ahli di bidang kerusakan mobil yang sudah banyak menangani permasalahan-permasalahan pada mobil. Kami juga melakukan studi literatur untuk melengkapi informasi dan data yang dibutuhkan Representasi Pengetahuan Dalam pengembangan aplikasi sistem pakar ini, maka perlu dijelaskan mengenai hubungan antara kerusakan pada mobil dengan gejala-gejala yang menyertainya. Oleh karena itu, maka dibuatlah tabel yang menerangkan hubungan kerusakan mobil dengan gejalanya dan juga nilai kemungkinan dari setiap gejala yang ada untuk menyatakan peluang kerusakan ada pada bagian yang dimaksud

9 45 sehingga sistem pakar yang sedang dibangun ini bisa memberikan gambaran yang terbaik dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut disajikan dalam tabel 3.1 Tabel 3.1 Tabel Gejala Kerusakan dan Nilai Kemungkinannya. Kerusakan Gejala Nilai Kemungkian Fuel pump (p =0.5) - Mobil sukar menyala mesin tiba-tiba mati 0.2 Injector atau Karburator (p=0.33) - kinerja mesin berkurang mesin tiba-tiba mati mesin sukar menyala 0.7 Mesin knocking/ngelitik (p=0.33) - Terdapat bunyi ngelitik dari mesin Bbm boros kinerja mesin berkurang 0.4 Oli bocor (p=0.33) - ada rembesan oli indikator oli menyala suara mesin tidak stabil 0.4 Radiator (p=0.33) - mesin panas air di tabung reservoir berkurang air di radiator berkurang 0.6 Thermostat (p=0.5) - mesin dingin walau sudah berjalan jauh kinerja mesin berkurang 0.4 Selang radiator (p=0.33) - mesin panas Air di radiator berkurang 0.6

10 46 - Ada rembesan air di kolong mobil 0.5 Tutup radiator (p=0.33) - mesin panas Air di radiator berkurang Air di tabung reservoir melebihi 0.5 Kipas Radiator (p=0.5) batas penuh - Mesin bertambah panas saat mobil dalam keadaan macet (stationer) 0.9 Booster rem (p=0.5) - rem tidak pakem rem perlu diinjak dalam agar mobil 0.6 Sepatu rem (p=0.5) Master Rem (p=0.5) berhenti - timbul bunyi berdecit saat pedal rem ditekan -Terdapat perbedaan tekanan saat menginjak pedal yang pertama dengan yang kedua Rem tidak pakem 0.5 Shockbreaker (p=0.25) - terdapat suara gemuruh saat mobil melaju - mobil berayun saat melewati polisi tidur - terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak Mobil tidak dapat menampung 0.7

11 47 Bearing (p=0.5) Tie Rod (p=0.5) beban banyak - terdapat suara gemuruh saat mobil melaju - mobil tidak berayun saat melewati polisi tidur - ketika membelokan setir terdengar bunyi kasar Velg (p=0.5) - setir mobil terasa goyang 0.9 Bushing Stabilizer (p=0.5) Plat Kopling (p=0.33) - setir suka membelok dengan sendirinya - gigi tidak bisa masuk saat mesin menyala Pedal kopling masih ada tekanan masih terdapat minyak transmisi 0.6 Laher Kopling (p=0.5) Master kopling (p=0.33) pada master kopling - saat pedal kopling diinjak mengeluarkan suara seperti besi beradu - pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak tidak terdapat minyak transmisi gigi tidak bisa masuk saat mesin 0.7 menyala

12 48 Baterai/Accu (p=0.33) - Mesin sukar menyala lampu redup/mati tiba-tiba suara klakson melemah 0.6 Perkabelan (p=0.5) - bagian-bagian kelistrikan lainnya tidak berfungsi normal 0.8 Dinamo Starter (p=0.5) - mesin sukar menyalak jika mesin sudah menyala lalu 0.6 dimatikan, maka sukar untuk menyala kembali. 3.3 Perancangan Sistem Perancangan sistem pakar ini akan dibagi menjadi beberapa subsistem yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram 2. Perancangan Sequence Diagram 3. Perancangan Class Diagram 4. Perancangan Basis Pengetahuan 5. Perancangan Bayes 6. Perancangan Antarmuka Perancangan Use Case Diagram Diagram use case yang digunakan pada sistem pakar diagnosa kerusakan pada mobil terdiri dari dua aktor, yaitu pengguna sistem pakar ini dan program itu sendiri.

13 49 Gambar 3.11 Use Case Diagram Definisi Aktor Berikut adalah table definisi aktor yang menjelaskan siapa saja yang terlibat di dalamnya Tabel 3.2 Definisi Aktor No Aktor Deskripsi 1. Pemilik Kendaraan (pengguna) Pemilik kendaraan (pengguna) adalah orang yang menggunakan aplikasi sistem

14 50 pakar ini dimana ia akan memilih gejala apa yang dialaminya yang disediakan oleh sistem pakar yang sedang dibuat. 2. Program Program disini bertindak sebagai penjelas dari jalannya aplikasi ini dari awal gejala di pilih pengguna sampai hasil diagnosa sistem pakar keluar Definisi Use Case Berikut adalah definisi use case yang menjelaskan apasaja yang dilakukan oleh sistem Tabel 3.3 Definisi Use Case No Use Case Deskripsi 1. Pengolahan Data Gejala Use Case Pengolahan Data dan gejala adalah use case yang dilakukan oleh pengguna saat memillih gejala dan dilakukan oleh program saat gejala dipilih. 2. Pengolahan Data Kerusakan Use Case Pengolahan Data Kerusakan dilakukan oleh program untuk mengolah data dan informasi kerusakan 3. Pengolahan Knowledge Use Case ini dilakukan oleh

15 51 Base (Basis Aturan) program untuk mengolah basis pengetahuan 4. Diagnosa Use Case Diagnosa adalah Use Case yang dilakukan oleh pengguna saat memperoleh hasil diagnosa dan program saat mengolah hasil diagnosa sistem pakar Perancangan Sequence Diagram Gambar 3.12 Sequence Diagram Pengguna yang akan melakukan diagnosa kerusakan mobil akan memasukan gejala yang akan diolah oleh basis aturan. Setelah itu basis aturan akan memberikan informasi kerusakannya dan nilai kemungkinan kebenaran hasil diagnosa sistem pakar kepada pengguna.

16 Perancangan Class Diagram Gambar 3.13 Class Diagram Perancangan Basis Pengetahuan Dalam membangun suatu sistem pakar ini, perlu dilakukan pembuatan basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan merupakan sekumpulan dari pengetahuan yang dihubungkan dengan suatu permasalahan yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan. Basis pengetahuan berisi kaidah-kaidah yang akan

17 53 digunakan untuk penarikan kesimpulan. Dalam perancangan basis pengetahuan ini digunakan kaidah produksi sebagai sarana untuk representasi pengetahuan. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan JIKA [premis] MAKA [konklusi]. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis adalah gejala-gejala yang terjadi pada mobil dan konklusi adalah kerusakan yang terjadi pada mobil, sehingga bentuk pernyataannya adalah JIKA [gejala] MAKA [kerusakan]. Bagian premis dalam aturan produksi dapat memiliki lebih dari satu proposisi yaitu berarti pada sistem pakar dengan domain ini dalam satu kaidah dapat memiliki lebih dari satu gejala. Gejala-gejala tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika DAN. Bentuk pernyatannya adalah : JIKA [gejala 1] DAN [gejala 2] DAN [gejala 3] MAKA [kerusakan] Adapun contoh beberapa kaidah produksi untuk kerusakan mobil adalah sebagai berikut : Kaidah 1 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 2 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN Mesin tiba-tiba mati MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 3 :

18 54 JIKA Mesin tiba-tiba mati MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 4 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 5 : JIKA Mesin mati tiba-tiba DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 6 : JIKA kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 7 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN Mesin tiba-tiba mati DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 8 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 9 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin

19 55 DAN BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 10 : JIKA Kinerja mesin berkurang DAN BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 11 : JIKA BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 12 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin DAN BBM boros DAN Kinerja mesin berkurang MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 13 : JIKA Indikator oli menyala MAKA Oli Bocor Kaidah 14 : JIKA Indikator oli menyala DAN Ada rembesan oli MAKA Oli Bocor Kaidah 15 : JIKA Indikator oli menyala

20 56 DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 16 : JIKA Ada rembesan oli DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 17 : JIKA Ada rembesan oli MAKA Oli Bocor Kaidah 18: JIKA Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 19 : JIKA Indikator oli menyala DAN Ada rembesan oli DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 20 : JIKA Mesin panas MAKA Radiator rusak Kaidah 21 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang MAKA Radiator rusak

21 57 Kaidah 22 : JIKA Mesin panas DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 23 : JIKA Air di radiator berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 24 : JIKA Air di radiator berkurang DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 25 : JIKA Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 26 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 27 : JIKA Mesin tetap dingin walau sudah berjalan jauh MAKA Thermostat rusak Kaidah 28 : JIKA Kinerja mesin berkurang

22 58 MAKA Thermostat rusak Kaidah 29 : JIKA Mesin tetap dingin walau sudah berjalan jauh DAN Kinerja mesin berkurang MAKA Thermostat rusak Kaidah 28 : JIKA Air di radiator selalu berkurang MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 29 : JIKA Terdapat rembesan air di kolong mobil MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 30 : JIKA Air di radiator selalu berkurang DAN Terdapat rembesan air di kolong mobil MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 31 : JIKA Mesin panas DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 32 : JIKA Air di radiator berkurang DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 33 :

23 59 JIKA Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 34 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 35 : JIKA Mesin menjadi panas saat macet MAKA Kipas Radiator rusak Kaidah 36 : JIKA Rem tidak pakem MAKA Booster Rem rusak Kaidah 37 : JIKA Rem perlu diinjak dalam agar mobil berhenti MAKA Booster Rem rusak Kaidah 38 : JIKA Rem tidak pakem DAN Rem perlu diinjak dalam agar mobil berhenti MAKA Booster Rem rusak Kaidah 39 : JIKA Timbul bunyi berdecit saat direm MAKA Sepatu Rem sudah aus Kaidah 40:

24 60 JIKA Terdapat perbedaan tekanan saat injakan pedal rem pertama dengan kedua MAKA Master Rem rusak Kaidah 41 : JIKA Terdapat perbedaan tekanan saat injakan pedal rem pertama dengan kedua DAN Rem tidak pakem MAKA Master Rem rusak Kaidah 42 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju MAKA Bearing rusak Kaidah 43 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 44 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 45 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak

25 61 MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 46 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 47 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 48 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 49 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 50 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 51 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak

26 62 MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 52 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 53 : JIKA Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 54 : JIKA Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 55 : JIKA Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 56 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 57: JIKA Ketika membelokan setir terdengar bunyi kasar

27 63 MAKA Tie Rod rusak Kaidah 58 : JIKA Setir goyang MAKA Velg harus di balancing Kaidah 59 : JIKA Setir suka membelok dengan sendirinya MAKA Bushing Stabilizer rusak Kaidah 60 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala MAKA Plat Kopling rusak Kaidah 61 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak MAKA Master Kopling rusak Kaidah 62 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 63 : JIKA Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak MAKA Master Kopling rusak Kaidah 64 : JIKA Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak DAN Tidak terdapat minyak transmisi

28 64 MAKA Master Kopling rusak Kaidah 65 : JIKA Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 66 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak DAN Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 67 : JIKA Pedal kopling saat diinjak mengeluarkan suara seperti besi beradu MAKA Laher Kopling rusak Kaidah 68: JIKA Mesin susah menyala dan terdengar lemh MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 69: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Lampu redup MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 70: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71:

29 65 JIKA Lampu redup MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71: JIKA Lampu redup DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71: JIKA Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 72: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Lampu redup DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 73 : JIKA Saat mesin dimatikan lalu dinyalakan lagi mesin tidak mau menyala MAKA Dinamo Starter rusak Kaidah 74 : JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Saat mesin dimatikan lalu dinyalakan lagi mesin tidak mau menyala MAKA Dinamo Starter rusak

30 Perancangan Bayes Untuk dapat memberikan suatu nilai kemungkinan bahwa solusi yang diberikan itu benar, maka sistem pakar ini juga dilengkapi dengan perhitungan probabilitas bayes Perancangan User Interface Dalam pembuatan sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil, terdapat satu halaman utama dimana semua kegiatan yang terjadi pada proses diagnosa kerusakan mobil ada pada halaman tersebut. List gejala List gejala List gejala List gejala List gejala Hasil diagnosa Nilai Bayes Gambar 3.14 Rancangan User Interface 3.4 Pendekatan yang Digunakan Perhitungan Dengan Teorema Bayes

31 67 Dimana : p(hi E ) adalah probabilitas hipotesis (Hi) benar jika diberikan evidence (fakta) E. p(e Hi) adalah probabilitas munculnya evidence (fakta) E jika diketahui hipotesis Hi benar. p(hi) adalah probabilitas hipotesis Hi tanpa memandang evidence (fakta) apapun. n adalah jumlah hipothesis yang mungkin Contoh 1: Jika sebuah mobil mengalami gejala mesin panas. Dan sistem pakar ini menghitung nila kemungkinan bahwa radiator yang rusak dengan cara : Kemungkinan mesin panas jika radiator yang rusak p(mesin panas radiator) = p(mp R) = 0.9 Kemungkinan terkena radiator tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan air di tabung reservoir berkurang jika radiator rusak p(air di tabung reservoir radiator) = p(aresk SR) = 0.5 Kemungkinan terkena selang radiator tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan air radiator berkurang jika radiator rusak

32 68 p(air radiator berkurang radiator) = p(aradk R) = 0.6 Kemungkinan tutup radiator rusak tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas adalah : P(radiator mesin panas) = = = Angka ini memberi arti bahwa kerusakan di bagian radiator dengan keyakinan 0.45 dalam skala 0-1. Setelah pengamatan lebih lanjut, ternyata ditemukan gejala baru, yaitu air di tabung reservoir berkurang., maka perhitungannya menjadi : Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas dan air di tabung reservoir berkurang adalah: P(radiator mesin panas, air di tabung radiator berkurang) = = = Dan setelah pengamatan yang lebih lanjut lagi, didapat gejala/bukti baru, yaitu air di radiator berkurang. Maka perhitungannya menjadi :

33 69 Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas dan air di tabung reservoir berkurang dan air radiator berkurang adalah: P(radiator mesin panas, air di tabung reservoir berkurang, air di radiator berkurang) = = = Dengan melihat gejala-gejala yang ada dan dari hasil tersebut terlihat bahwa kerusakan memang benar terjadi pada bagian radiator. Hal ini memberikan tingkat kepercayaan bahwa bagian radiator yang rusak sebesar 100%.

BAB 2 LANDASAN TEORI. beberapa yang digunakan saja yang akan dibahas. bahasa dimana kata-kata dan aturannya berfokus pada penggambaran sistem

BAB 2 LANDASAN TEORI. beberapa yang digunakan saja yang akan dibahas. bahasa dimana kata-kata dan aturannya berfokus pada penggambaran sistem BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Unified Modeling Language (UML) UML digunakan untuk menggambarkan perancangan awal dari sistem yang akan dibangun. UML memiliki banyak jenis permodelan, tetapi hanya beberapa yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Tahap analisis masalah akan memberikan data dan opini atas permasalahan yang dibidik dan dicarikan solusinya. Pada tahap ini kita melibatkan beberapa

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Permasalahan Wawancara Dengan Pakar

BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Permasalahan Wawancara Dengan Pakar BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Permasalahan Tidak sedikit orang di dunia ini, khususnya di Indonesia yang ingin memiliki kendaraan pribadi karena menurut mereka kendaraan pribadi itu lebih nyaman dan aman.

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. mengetahui penyakit yang diderita. - Pasien kesulitan jika ingin mencari racikan obat tradisional

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. mengetahui penyakit yang diderita. - Pasien kesulitan jika ingin mencari racikan obat tradisional BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan 3.1.1 Identifikasi Masalah yang dihadapi - Pasien memerlukan banyak waktu, biaya dan tenaga hanya untuk mengetahui penyakit yang diderita - Obat

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah tahapan yang memiliki tujuan untuk mempelajari prosedur yang sedang berjalan saat ini dan kebutuhan pengguna dari aplikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah tahapan yang memiliki tujuan untuk mempelajari prosedur yang sedang berjalan saat ini dan kebutuhan pengguna dari aplikasi

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR ANALISA PERMASALAHAN MESIN BAGI SEPEDA MOTOR BEBEK 4TAK SISTEM CDI (NON PLATINA) BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR ANALISA PERMASALAHAN MESIN BAGI SEPEDA MOTOR BEBEK 4TAK SISTEM CDI (NON PLATINA) BERBASIS WEB SISTEM PAKAR ANALISA PERMASALAHAN MESIN BAGI SEPEDA MOTOR BEBEK 4TAK SISTEM CDI (NON PLATINA) BERBASIS WEB Rully Wahyu Bintoro 1), Muhammad Habib 2) 1), 2) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR PENDETEKSIAN JENIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR HONDA MATIC DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR PENDETEKSIAN JENIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR HONDA MATIC DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR PENDETEKSIAN JENIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR HONDA MATIC DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SAYED FACHRURRAZI, S.Si., M.Kom Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik

Lebih terperinci

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING ISSN : 2338-4018 APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING Supyani ([email protected]) Bebas Widada ([email protected]) Wawan Laksito ([email protected])

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA MOBIL TOYOTA DENGAN BEST FIRST SEARCH BERBASIS WAP

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA MOBIL TOYOTA DENGAN BEST FIRST SEARCH BERBASIS WAP SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA MOBIL TOYOTA DENGAN BEST FIRST SEARCH BERBASIS WAP Muhammad Syahrizal Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, serta semakain meningkatnya kebutuhan manusia yang berhubungan dengan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem merupakan proses awal yang harus dilaksanakan untuk menentukan permasalahan yang sedang dihadapi. Tahap ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 30 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1 Alur Proses Perawatan 31 1. Customer mengambil nomor antrian pada mesin antrian. 2. Customer memberikan data mobil beserta keluhannya kepada

Lebih terperinci

Sistem Pakar untuk Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Berbasis Android

Sistem Pakar untuk Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Berbasis Android Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Sistem Pakar untuk Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Berbasis Android I Putu Warma Putra STMIK STIKOM BALI Jalan Raya

Lebih terperinci

LAMPIRAN A Pohon Keputusan

LAMPIRAN A Pohon Keputusan 72 LAMPIRAN A Pohon Keputusan Identifikasi Kerusakan pada motor Yamaha V-ixion B010 B020 B030 B040 B050 B060 B070 B080 B090 B100 B110 B120 B130 B140 B010 B020 B030 B040 B050 B060 B070 B080 B090 B100 B110

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Seseorang yang ingin memeriksa kesehatannya cenderung untuk berkonsultasi ke dokter ahli, namun terkadang hal ini dapat menyulitkan seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pakar sangat dibutuhkan untuk membantu pekerjaan manusia dalam mengambil suatu keputusan. Sistem pakar mulai dikembangkan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diagnosis penyakit yang diderita oleh seorang penderita harus dapat dilakukan dengan tepat dan akurat, karena kesalahan diagnosis berakibat fatal dan bisa membahayakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian Hasil dari penelitian adalah aplikasi sistem pakar yang dapat mendeteksi kerusakan mobil vios melalui gejala-gejala yang diinputkan para

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Algoritma Dari hasil yang didapat melalui uji algoritma pada aplikasi yang telah dibuat dapat disimpulkan bahwa algoritma yang telah digunakan sudah memiliki kecepatan

Lebih terperinci

Sistem Berbasis Pengetahuan. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Sistem Berbasis Pengetahuan. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Sistem Berbasis Pengetahuan Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Rule sebagai Teknik Representasi Pengetahuan Syntax Rule : IF E THEN H E : Evidence

Lebih terperinci

Diagnosa Kerusakan Mobil Suzuki Carry Dengan Metode Forward Chaining

Diagnosa Kerusakan Mobil Suzuki Carry Dengan Metode Forward Chaining ISSN: 2089-3787 955 Diagnosa Kerusakan Mobil Suzuki Carry Dengan Metode Forward Chaining Wahyu 1, Syahib N. 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi, STMIK Banjarbaru Jl. Jend. A. Yani Km 33,5 Loktabat Banjarbaru

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Pegumpulan data Data-data yang diperoleh selama proses pengumpulan data terdiri dari data gejala dan data kerusakan dari sisi hardware komputer. Data-data tersebut diperoleh

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Komputer merupakan salah satu teknologi yang berkembang cepat seiring dengan kemajuan informasi sekarang ini. Hal inilah yang mendorong manusia untuk mengikuti perkembangan

Lebih terperinci

Lampiran 1 Pohon Keputusan

Lampiran 1 Pohon Keputusan Lampiran 1 Pohon Keputusan Lampiran 2 Rule Rule 1 M001 J001 C001 D001 S001 Rule 2 M001 J001 C002 D002 S002 Rule 3 M002 J002 C003 D003 Kerusakan pada saluran bensin Kerja koil baik tetapi tidak keluar

Lebih terperinci

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut :

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut : 37 3. Jenis Kelamin Contoh input data jenis kelamin adalah : Jenis Kelamin : Laki-Laki III.1.2. Analisa Proses Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses deteksi adanya viskositas

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. HONDA SUPRA X 125 PGM-FI Honda Supra X adalah salah satu merk dagang sepeda motor bebek yang di produksi oleh Astra Honda Motor. Sepeda motor ini diluncurkan

Lebih terperinci

PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3

PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3 PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3 PERAWATAN FORKLIFT Oleh FD20ST-3 Ady Prasetya (210345025) Hasan Basri (210345035) Muhamad Maulana (210345039) Apa itu forklift??? Forklift adalah sebuah alat bantu berupa kendaraan

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC Cholil Jamhari 1*, Agus Kiryanto 2, Sri Huning Anwariningsih 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Sahid Surakarta

Lebih terperinci

Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Kerusakan Mobil Isuzu Panther Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Android

Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Kerusakan Mobil Isuzu Panther Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Android Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Kerusakan Mobil Isuzu Panther Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Android Ingke Nur Fitriana Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Abstraksi... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... BAB I PENDAHULUAN...

DAFTAR ISI. Abstraksi... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... BAB I PENDAHULUAN... DAFTAR ISI Halaman Abstraksi... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... i ii iv viii x xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah...

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem Pakar (Expert System) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN MESIN PADA MOBIL NISSAN GRAND LIVINA. Dosen Pengampu : Betha Nurina Sari, M. Kom.

SISTEM PAKAR ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN MESIN PADA MOBIL NISSAN GRAND LIVINA. Dosen Pengampu : Betha Nurina Sari, M. Kom. SISTEM PAKAR ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN MESIN PADA MOBIL NISSAN GRAND LIVINA Dosen Pengampu : Betha Nurina Sari, M. Kom Di Susun Oleh : Angga Fajar Lesmana Hidayat 1441177004233 Redy Kurniawan 1441177004188

Lebih terperinci

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian)

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) Belajar Mengemudi Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sistem Pakar adalah salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 24 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1, Alur proses perawatan (Sumber: Astrido group. 2016) 25 1 Customer mengambil nomor antrian pada mesin antrian. 2 Customer memberikan data

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Autis merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial, komunikasi verbal (bahasa) dan non-verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup minat, kognisi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan. Secara garis besar penulis dapat menganalisa sistem pengolahan data barang di Perum Damri Bandung. Pada saat ini bahwa sistem yang

Lebih terperinci

BAB IV PERAWATAN PREVENTIF PADA PT DUNIA EXPRESS TRANSINDO 4.1 PERAWATAN PREVENTIF Perawatan preventif merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal dan terencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING Agus Sasmito Aribowo 1), Siti Khomsah 2) 1) Teknik Informatika. UPN Veteran Yogyakarta Jl.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Keunggulan manusia dibanding makhluk lainnya terletak pada kecerdasannya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Keunggulan manusia dibanding makhluk lainnya terletak pada kecerdasannya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keunggulan manusia dibanding makhluk lainnya terletak pada kecerdasannya. Dengan kecerdasan ini manusia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pengetahuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Metodologi Penelitian Adapun alur metodologi penelitian yang akan dipakai dalam menyelesaikan penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut: Gambar 3.1 Alur Metodologi

Lebih terperinci

TIPS MUDIK DARI YAMAHA INDONESIA

TIPS MUDIK DARI YAMAHA INDONESIA PRESS RELEASE TIPS MUDIK DARI YAMAHA INDONESIA 10 August 2011 Image not found or type unknown JAKARTA - Hari Raya Lebaran kian dekat dan para pemudik pun siap-siap mudik untuk merayakannya bersama keluarga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mempengaruhi pembangunan pada suatu negara dan tidak lepas dari alat transportasi. Karena itu, transportasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah menjelaskan seluruh kegiatan selama berlangsungnya penelitian untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat sesuai dengan permasalahan yang akan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN PADA MOTOR MATIC TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN PADA MOTOR MATIC TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN PADA MOTOR MATIC TUGAS AKHIR Diajukan Oleh: Praharsa Frestianta 0634 010 120 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER Aprilia Sulistyohati, Taufiq Hidayat Laboratorium Sistem Informasi dan Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dilahirkan hingga tumbuh dewasa manusia diciptakan dengan kecerdasan yang luar biasa, kecerdasan juga akan berkembang dengan pesat. Kecerdasan tersebut yang dapat

Lebih terperinci

REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) BERBASIS RULE (RULE-BASED) DALAM MENGANALISA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA

REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) BERBASIS RULE (RULE-BASED) DALAM MENGANALISA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) BERBASIS RULE (RULE-BASED) DALAM MENGANALISA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA Ruri Hartika Zain, S. Kom, M. Kom*) Dosen Tetap Universitas Putra Indonesia YPTK

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini

BAB II LANDASAN TEORI. tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini BAB II LANDASAN EORI 2.1. Penyakit Kulit Kulit merupakan salah satu panca indera manusia yang terletak di permukaan tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini sepertinya

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISEM 3.1 Analisis Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan pembuatan knowledge base (basis pengetahuan) dan rule base (basis aturan) yang lengkap

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III. 1. Analisa Masalah Dengan tingginya pengguna Toyota Avanza dikalangan masyarakat khususnya di indonesia membuat mobil ini laris dipasaran dan pelayanan yang diberikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Studi Literatur. Penyediaan Alat dan Bahan. Perancangan Prototipe sistem rem dan geometri roda

BAB III METODE PENELITIAN. Studi Literatur. Penyediaan Alat dan Bahan. Perancangan Prototipe sistem rem dan geometri roda BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Secara garis besar metode penelitian dan pengujian dapat digambarkan pada diagram alir dibawah ini: Mulai Studi Literatur Penyediaan Alat dan Bahan

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE) DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE) DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE) DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR Agus Purnomo Arif Kurniawan Bayu Eko Ariesta Jurusan Teknik Informatika STIMIK PalComTeCh Palembang Abstrak Sepeda motor merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan penduduk salah satunya adalah menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mulai dari tindakan

Lebih terperinci

overacting dan menyerang organ tubuh sendiri. Lupus juga mengenai banyak organ tubuh dan memiliki gejala klinis yang sangat bervariasi sehingga dikena

overacting dan menyerang organ tubuh sendiri. Lupus juga mengenai banyak organ tubuh dan memiliki gejala klinis yang sangat bervariasi sehingga dikena SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI SECARA DINI PENYAKIT LUPUS DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER BERBASIS WEB Dr. Ana Kurniawati, ST.,MMSI *), Prastia Puspita Saputri **) Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer. ABSTRAK Sistem pakar merupakan sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kendaraan adalah alat trasportasi yang di ciptakan oleh manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. Kendaraan adalah alat trasportasi yang di ciptakan oleh manusia untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Kendaraan adalah alat trasportasi yang di ciptakan oleh manusia untuk dapat mempermudah suatu kegiatan. Kendaraan yang di produksi oleh suatu pabrik dirancang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan zaman tidak luput dari perkembangan teknologi informasi, Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi pola pikir dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Semangka merupakan salah satu buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis, renyah dan kandungan airnya yang banyak.

Lebih terperinci

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS Agus Sasmito Aribowo Teknik Informatika. UPN Veteran Yogyakarta Jl. Babarsari no 2 Tambakbayan 55281

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hewan ternak ayam memiliki banyak manfaatnya seperti telur dan dagingnya tidak terlepas dari kebutuhan konsumsi sehari-hari. Namun, ada permasalahan utama yang hampir

Lebih terperinci

Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mobil Toyota Kijang LSX Menggunakan Metode Forward Chaining

Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mobil Toyota Kijang LSX Menggunakan Metode Forward Chaining JURNAL INFORMATIKA, Vol.4 No.2 September 2017, pp. 206~213 ISSN: 2355-6579 E-ISSN: 2528-2247 206 Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mobil Toyota Kijang LSX Menggunakan Metode Forward Chaining Turnawan 1,

Lebih terperinci

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT Sri Winiarti Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email : [email protected] ABSTRAK Dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN PENDEKATAN PROBABILITAS BAYES

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN PENDEKATAN PROBABILITAS BAYES ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN PENDEKATAN PROBABILITAS BAYES Adhi Prananto Nusantara Binus University, BSD City Victoria Riverpark Blok

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perangkat mobile saat ini, sehingga perangkat mobile semakin

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perangkat mobile saat ini, sehingga perangkat mobile semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat, berpengaruh pula perkembangan perangkat mobile saat ini, sehingga perangkat mobile semakin memasyarakat.

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI KERUSAKAN MOTOR MATIC MENGGUNAKAN METODE FOWARD CHAINING. Agustan Latif

APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI KERUSAKAN MOTOR MATIC MENGGUNAKAN METODE FOWARD CHAINING. Agustan Latif APLIKASI SISEM PAKAR DEEKSI KERUSAKAN MOOR MAIC MENGGUNAKAN MEODE FOWARD CHAINING Agustan Latif Email: [email protected] Jurusan Sistim Informasi, Fakultas eknik Universitas Musamus ABSRAK Kerusakan

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelinci merupakan hewan pengerat yang berbulu lembut yang dapat dijadikan hewan peliharaan karena keindahannya, sebagai bahan konsumsi, dan sebagai percobaan. pada

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan

Lebih terperinci

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi

Lebih terperinci

1. EMISI GAS BUANG EURO2

1. EMISI GAS BUANG EURO2 1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output

Lebih terperinci

DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN (THT) PADA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE ANDROID

DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN (THT) PADA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE ANDROID DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN (THT) PADA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE ANDROID [1] Dini Anggraini, [2] Beni Irawan, dan [3] Tedy Rismawan [1] [2] [3] JurusanSistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin perkembangan peranan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh terhadap kemajuan teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara berpikir manusia yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangatlah pesat, ini dapat dilihat dari kemunculan berbagai aplikasi-aplikasi yang

BAB I PENDAHULUAN. sangatlah pesat, ini dapat dilihat dari kemunculan berbagai aplikasi-aplikasi yang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi perangkat lunak pada masa sekarang ini sangatlah pesat, ini dapat dilihat dari kemunculan berbagai aplikasi-aplikasi yang dapat memudahkan user

Lebih terperinci

Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX

Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX No. Polisi: B XXX XX Warna Eksterior/Interior: Hitam/Abu-abu Merk: MercedesBenz Bahan Interior: Kulit Model/Tipe: E240 2.6 Bahan bakar: Bensin Transmisi:

Lebih terperinci

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA MESIN KENDARAAN BERMOTOR

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA MESIN KENDARAAN BERMOTOR TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA MESIN KENDARAAN BERMOTOR Di susun oleh Desi wulandari (0857201000443) Santi kurniawati (0857201000472) PROGRAM STUDI STRATA SATU SISTEM INFORMASI FAKULTAS

Lebih terperinci

APLIKASI ANALISA MASALAH MESIN MOTOR BEBEK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING

APLIKASI ANALISA MASALAH MESIN MOTOR BEBEK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING APLIKASI ANALISA MASALAH MESIN MOTOR BEBEK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING Angga Sulchan Saputra 1), Bayu Kuncoro Jati 2), Sumdoro Fajar Utomo 3) 1), 2),3) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Sebagai tinjauan pustaka berikut ini ada beberapa contoh penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti yang dapat digunakan sebagai

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING 1 Diah Malis Oktaviani (0089), 2 Tita Puspitasari (0365) Program Studi Teknik Informatika Universitas

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAN SEPEDA MOTOR MATIC

SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAN SEPEDA MOTOR MATIC SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAN SEPEDA MOTOR MATIC Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Pakar Dosen Pengampu : Betha Nurina Sari, M.Kom Disusun Oleh : Group

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nicholas Cugnot Kart Benz

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nicholas Cugnot Kart Benz BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas pendahuluan yang berhubungan dengan judul pada tugas akhir ini yaitu Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar Untuk Membantu Menyelesaikan Masalah Kerusakan dan Perawatan

Lebih terperinci

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) 1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) Memuat berlebihan tidak hanya memperpendek usia kendaraan anda, tetapi juga berbahaya, oleh sebab itu hindarkanlah. Berat muatan harus dibatasi oleh GVM ( berat kotor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer dan smartphones semakin hari pesat baik hardware maupun software, sehingga menjadi motivasi untuk mencoba mengembangkan suatu aplikasi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. salah satu cabang dari AI yang membuat pengguna secara luas knowledge. pakar dengan sebuah sistem pakar antara lain (Tabel 1):

BAB II KAJIAN PUSTAKA. salah satu cabang dari AI yang membuat pengguna secara luas knowledge. pakar dengan sebuah sistem pakar antara lain (Tabel 1): BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Pakar 1. Pengertian Sistem Pakar Martin dan Oxman (1988) menjelaskan bahwa sistem pakar adalah salah satu cabang dari AI yang membuat pengguna secara luas knowledge yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi

Lebih terperinci

Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien

Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien BERKENDARA YANG BAIK Sustainability Engineering Design Biogas Power Compressed Renewable Methane Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien 1. Pengecekan Bagian Luar Mobil Sebelum menggunakan mobil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi yang berjalan begitu cepat menuntut kemajuan di segala bidang. Masyarakat harus bisa mengikuti segala bentuk kemajuan tersebut. Berbagai bidang tak

Lebih terperinci