DESAIN DAN IMPLEMENTASI OPEN PLATFORM CYBER - PHYSICAL - HUMAN SYSTEM (CYBER SYSTEM)
|
|
|
- Surya Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Tugas Pendahuluan Proyek Akhir DESAIN DAN IMPLEMENTASI OPEN PLATFORM CYBER - PHYSICAL - HUMAN SYSTEM (CYBER SYSTEM) MUHAMMAD HERWINDRA BERLIAN NRP DOSEN PEMBIMBING: Adnan Rahmat Anom Besari, S.ST, M.Sc NIP Sritrusta Sukaridhoto, ST, Ph.D NIP PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2015
2 ABSTRAK Perkembangan Smart Environment System untuk memonitoring kondisi lingkungan di air dapat menggunakan berbagai macam perangkat, antara lain ROV (Remotely operated underwater vehicle), ataupun dengan Sensor. Untuk dapat mengkolek dan menganalisa data diperlukan Open Platform System berbasis Cyber Physical Human System untuk dapat mendukung sistem tersebut. Cyber - Physical - Human System adalah sistem Open Platform yang berisikan Server Hardware yang menjadi wadah yang menampung sistem keseluruhan mulai dari Hadoop Big Data sebagai alternatif pengarsipan data dengan jumlah yang sangat besar dan beraneka ragam, Network sebagai alat komunikasi dan berbagi data yang menghubungkan Cyber Architecture dengan Physical Architecture, Input yang mencakup kolek data dari sensor serta mengontrol sensor, Process yang mencakup Smart Analyzer API untuk antarmuka pemrograman aplikasi pada analisa data sensor, Expertise Plugin untuk plugin fitur dari sistem dan Sensor Driver Plugin untuk manajemen driver pada Process. Dan yang terakhir Output sebagai visualisasi atau user interface dari keseluruhan sistem. Tujuan proyek akhir ini adalah mendesain dan mengimplementasikan Open Platform Cyber - Physical Human System pada bagian Cyber System yang mampu mengkolek data sensor dan memvisualisasikan data sensor yang tertanam pada openrov. Dengan adanya penelitian proyek akhir ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi pengamatan kondisi lingkungan khususnya pada penerapan big data dan visualisasi data pada water quality sensor. Kata Kunci : Open Platform, Cyber System, Big Data, ROV, Visualisasi, Sensor. ii
3 DAFTAR ISI ABSTRAK... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan dan Manfaat... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Konsep Mapreduce Hadoop Hadoop Distributed File System (HDFS) Hadoop Mapreduce Hadoop Single-Node Cluster dan Multi-Node Cluster Aliran Data Hadoop MapReduce Visualisasi Data BAB III METODOLOGI PENELITIAN Rancangan Penelitian Instrumen Penelitian Prosedur Pengambilan Data Perencanaan Jadwal PERSONALIA PROYEK AKHIR DAFTAR PUSTAKA iii
4 DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Identifikasi job configuration antara user dan hadoop framework Tabel 3. 1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian iv
5 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Smart Environment System... 1 Gambar 1.2 Open Platform (Cyber Architecture)... 2 Gambar 2. 1 Konsep Mapreduce... 5 Gambar 2. 2 Arsitektur HDFS... 7 Gambar 2. 3 Ilustrasi layer HDFS dan Mapreduce dalam Hadoop... 8 Gambar 2. 4 Sistem Multi-Node Cluster... 9 Gambar 2. 5 Proses aliran data Hadoop Mapreduce Gambar 2. 6 Ilustrasi secara detail terhadap proses Mapreduce Gambar 2. 7 Identifikasi job configuration dalam Mapreduce Gambar 2. 8 Visualisasi dengan Teknologi Javascript Gambar D World Map v
6 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Smart Environment System pada saat ini sedang berkembang terutama pada observasi ataupun memonitoring kondisi di air. Banyak penelitian yang mengangkat megenai topik oberservasi air ini, di karenakan terdapat berbagai banyak kandungan yang ada pada kondisi air tersebut. Karena berbagai kandungan itulah yang dapat mempengaruhi keadaan kondusif atau tidaknya yang sedang terjadi pada lingkungan itu. Karena kondisi lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia berbagai universitas atau lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri melakukan penelitian mengenai Smart Environment System ini. Berbagai cara telah banyak di kembangkan dalam hal observasi di air, hal umum yang sering di jumpai adalah menggunakan berbagai macam perangkat, antara lain ROV (Remotely operated underwater vehicle) ataupun dengan Sensor. Untuk dapat mengkolek dan memvisualisasikan data kondisi di lingkungan air diperlukan Open Platform System berbasis Cyber Physical Human System untuk dapat mendukung sistem tersebut. Gambar 1.1 Smart Environment System Cyber - Physical - Human System adalah sistem Open Platform yang berisikan Server Hardware yang menjadi wadah yang menampung sistem keseluruhan mulai dari Hadoop Big Data sebagai alternatif pengarsipan data dengan jumlah yang sangat besar dan beraneka ragam, Network sebagai alat komunikasi dan berbagi data yang menghubungkan Cyber 1
7 Architecture dengan Physical Architecture, Input yang mencakup kolek data dari sensor serta mengontrol sensor, Process yang mencakup Smart Analyzer API untuk antarmuka pemrograman aplikasi pada analisa data sensor, Expertise Plugin untuk plugin fitur dari sensor dan Sensor Driver Plugin untuk manajemen driver pada Process. Dan yang terakhir Output sebagai visualisasi atau user interface dari keseluruhan sistem. Gambar 1.2 Open Platform (Cyber Architecture) Proses dalam mengolah suatu data diperlukan untuk mendapatkan suatu informasi yang bermanfaat. Karena informasi yang tersedia tidak terbatas, tentu saja menyulitkan pengguna dalam mandapatkan informasi yang diharapkan. Keterbatasan waktu dan perangkat yang dimiliki merupakan salah satu penyebabnya. Dalam kondisi ini kecepatan dalam memproses suatu data sangat diperlukan terutama untuk jumlah data yang besar. Meskipun dari segi perangkat keras menunjukkan perkembangan kecepatan yang tinggi namun tetap saja masih dibutuhkan suatu metode distribusi komputasi untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan cara yang mudah dan efisien. Untuk melakukan distribusi komputasi dengan data yang besar, Apache mengembangkan Hadoop Distributed File System (HDFS) dan Hadoop Mapreduce dalam suatu framework yang bernama Hadoop. Framework ini dapat menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan data yang besar. Dalam hal ini Hadoop Distributed File System dapat mengolah data secara terdistribusi dan berjalan di atas Cluster yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung. Sedangkan Mapreduce merupakan suatu metode pemrograman distribusi komputasi yang dapat mendukung HDFS dalam 2
8 memproses data secara paralel atau bersama-sama. Setelah data berhasil di proses selanjutnya data akan di visualisasikan sehingga mudah untuk dilakukan monitoring data secara berkala. Oleh karena itu pada proyek akhir ini dilakukan pengolahan serta pemrosesan data sensor pada openrov dalam skala data yang besar menggunakan Hadoop Mapreduce. Permasalahan ini diimplememtasikan pada sitem Single-Node Cluster (1- Node) dan Multi-Node Cluster (5-Node). Dari sistem tersebut akan dianalisa bagaimana kecepatan distribusi waktu yang dihasilkan antara sistem Single-Node Cluster dan sistem Multi-Node Cluster saat memproses data sensor dan visualisasi data pada penerapan 5D World Map untuk menampilkan data sensor GPS (Latitude/Longitude) dan Sensor lainnya agar informasi cepat untuk dimonitoring. 1.2 Perumusan Masalah Pada perumusan masalah pada penelitian ini antara lain : 1. Bagaimana implementasi pemrograman Mapreduce pada java. 2. Bagaimana desain dan implementasi Hadoop Mapreduce pada sistem Single Node Cluster dan Multi-Node Cluster pada Cyber System. 3. Bagaimana perbandingan waktu komputasi antara sistem Single Node Cluster dan Multi-Node Cluster pada Cyber System. 4. Bagimana desain dan implementasi 5D World Map pada data sensor kualitas air dan visualisasi data Latitude / Longitude sensor GPS. 1.3 Batasan Masalah Pada batasan masalah pada penelitian ini antara lain: 1. Metode distribusi komputasi menggunakan Mapreduce yang berbasis pemrograman Java. 2. Implementasi distribusi komptuasi secara Single-Node Cluster dan Multi-Node Cluster. 3. Study kasus yang digunakan adalah data sensor pada openrov yang di proses berdasarkan protokol. 4. Visualisasi dilakukan pendekatan 5D World Map untuk menampilkan data yang telah diproses. 3
9 1.4 Tujuan dan Manfaat Tujuan pada proyek akhir ini adalah : Tujuan proyek akhir ini adalah mendesain dan mengimplementasikan Open Platform Cyber - Physical Human System pada bagian Cyber System yang mampu mengkolek data sensor menggunakan Hadoop Map Reduce pada Single Node dan Multi Node serta memvisualisasikan data sensor yang tertanam pada openrov menggunakan pendekatan 5D World Map. Manfaat pada proyek akhir ini adalah : Proyek akhir ini bermanfaat untuk pengembangan teknologi observasi lingkungan pada air, khususnya Cyber System pada Open Platform, dimana sistem ini akan membantu mengoptimasi kecepatan distribusi data sensor menggunakan Hadoop dan memvisualisasikan data sensor yang beraneka ragam pada satu sistem yang terpusat dengan pendekatan 5D World Map. 4
10 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Study literature yang digunakan untuk mendukung proyek akhir ini diantaranya adalah konsep Mapreduce, Hadoop Framework, HDFS, Hadoop Single-Node Cluster serta Hadoop Multi-Node Cluster dan 5D World Map. 2.1 Konsep Mapreduce MapReduce adalah model pemrograman yang digunakan untuk mendukung distributed computing yang dijalankan di atas data yang sangat besar dan dijalankan secara paralel dibanyak komputer. Mapreduce memungkinkan programmer untuk melakukan komputasi yang sederhana dengan menyembunyikan kompleksitas dan detail dari paralelisasi, distribusi data, load balancing dan fault tolerance. Program Mapreduce ini dapat dijalankan pada berbagai bahasa pemrograman termasuk Java, Phyton, dan C++ [2]. Konsep Mapreduce membagi proses menjadi dua tahapan, yaitu Map dan Reduce. Map merupakan proses yang berjalan secara paralel, sedangkan reduce merupakan penggabungan hasil dari proses Map.Map memiliki fungsi yang dipanggil untuk setiap input yang menghasilkan output pasangan <key, value>. Pada kondisi ini Map melakukan transformasi setiap data elemen input menjadi data elemen output. Reduce adalah tahapan yang dilakukan setelah mapping selesai. Reduce akan memeriksa semua value input dan mengelompokkannya menjadi satu value output. Sebelum memasuki tahap reduce, pasangan <key, value> dikelompokkan berdasarkan key. Tahap ini dinamakan tahap shuffle. Tahap shuffle dilakukan sebagai persiapan menuju tahap reduce. Reduce juga memiliki fungsi yang dipanggil untuk setiap key. Fungsi reduce memperhatikan setiap value dari key bersangkutan. Untuk setiap key akan dihasilkan sebuah ringkasan value-nya. Proses skema Mapreduce dapat dillihat pada gambar 2.1. Gambar 2. 1 Konsep Mapreduce 5
11 Pada gambar 2.1 dapat menunjukkan bagaimana proses mapping menghasilkan suatu pasangan key dan value, bagaimana keydan value tersebut dikelompokkan berdasarkan key yang sama kemudian dilakukan proses reducing, sehingga mendapatkan suatu output. 2.2 Hadoop Hadoop adalah framework perangkat lunak berbasis Java dan opensource yang berfungsi untuk mengolah data yang besar secara terdistribusi dan berjalan di atas Cluster yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung Hadoop Distributed File System (HDFS) HDFS adalah distributed file sistem berbasis Java yang menyimpan file dalam jumlah yang besar dan disimpan secara terdistribusi di dalam banyak komputer yang saling berhubungan [2]. File sistem ini membutuhkan server induk yang dinamakan Namenode yang berfungsi untuk menyimpan Metadata dari data yang ada di dalam HDFS. Namenode juga melakukan pemecahan (splitting) file menjadi block file dan mendistribusikannya pada komputerkomputer dalam Cluster. Hal ini bertujuan untuk replikasi dan fault tolerance. Namenode juga berfungsi sebagai antar muka yang memberikan informasi melalui Metadata terhadap file yang tersimpan agar data block file tersebut terlihat seperti file yang sesungguhnya. Sedangkan block data disimpan di dalam komputer-komputer yang dinamakan Datanode yang merupakan slave dari HDFS. Datanode dapat berkomunikasi satu sama lain untuk menjaga konsistensi data dan memastikan proses replikasi data berjalan dengan baik. 6
12 Gambar 2. 2 Arsitektur HDFS Suatu arsitektur HDFS terdiri dari satu Namenode yang menyimpan Metadata dari file dan satu atau banyak Datanode yang menyimpan blok-blok file dan hasil replikasi blok file sebagaimana terlihat pada gambar Hadoop Mapreduce Di Hadoop MapReduce engine ini terdiri dari satu Jobtracker dan satu atau banyak Tasktracker. Jobtracker adalah Mapreduce master. Jobtracker meminta kepada Namenode tentang lokasi dari blok data sekaligus akan mendistribusikan blok data tersebut ke Tasktracker yang lokasinya paling dekat dengan data. Namenode menerima input, kemudian input tersebut dipecah menjadi beberapa sub-problem yang kemudian didistribusikan ke Datanode. Datanode ini akan memproses sub-problem yang diterimanya, setelah subproblem tersebut sudah diselesaikan maka akan dikembalikan ke-namenode. Namenode menerima jawaban dari semua sub-problem dari banyak Datanode, kemudian menggabungkan jawaban-jawaban tersebut menjadi satu jawaban untuk mendapatkan penyelesaian dari permasalahan utama.keuntungan dari Mapreduce ini adalah proses map dan reduce dijalankan secara terdistribusi. Dalam setiap proses mapping bersifat independent, sehingga proses ini dapat dijalankan secara simultan dan paralel. Demikian pula dengan proses reduce dapat dilakukan secara paralel di waktu yang sama, selama output dari operasi mapping mengirimkan key-value yang sesuai dengan proses reducernya. 7
13 2.3 Hadoop Single-Node Cluster dan Multi-Node Cluster Hadoop single-node diimplementasikan pada satu mesin. Mesin tersebut didesain menjadi master tetapi dapat bekerja juga sebagai slave dan semua proses distribusi dilakukan dalam satu mesin tersebut. Seperti pada Gambar 2.3, dalam Hadoop terbagi menjadi dua layer yaitu layer HDFS yang menjalankan Namenode dan Datanode dan layer Mapreduce yang menjalankan Jobtracker dan Tasktracker. Kedua layer ini sangat penting terutama Namenode dan Jobtracker, karena apabila dua bagian ini tidak berjalan maka kerja HDFS dan Mapreduce tidak bisa dijalankan. Pada mesin single node, Datanode dan Tasktracker hanya ada satu, jika memiliki mesin yang banyak maka kedua bagian ini akan terbentuk pada setiap mesin(multi-node). Gambar 2. 3 Ilustrasi layer HDFS dan Mapreduce dalam Hadoop 8
14 Gambar 2. 4 Sistem Multi-Node Cluster Identifikasi pada sebuah Cluster Hadoop multi-node menggunakan dua mesin atau lebih, adalah satu untuk master dan satu atau yang lain sebagai slave. Untuk mengkonfigurasi mesin tersebut adalah berupa mesin-mesin single-node yang akan digabung menjadi satu multi-node dimana satu mesin akan didesain menjadi master tapi dapat bekerja juga sebagai slave, sedangkan komputer yang lain akan menjadi slave. Pada gambar 2.4 merupakan sistem Multi-Node Cluster yang menggunakan dua mesin. 2.4 Aliran Data Hadoop MapReduce Input Mapreduce berasal dari file-file yang akan diproses dalam cluster HDFS. Filefile ini akan didistribusikan pada semua node yang ada. Jika menjalankan sebuah program Mapreduce maka akan menjalankan mapping task pada semua node. Semua mapping task adalah sama dan setiap mapping tidak memiliki identitas tertentu dalam mengeksekusi task, oleh karenanya semua mapping dapat memproses semua input file yang manapun. Proses mapping tersebut tersebar dalam semua node yang ada dalam Cluster. Pasangan intermediate (key, value) akan didistribusikan untuk mendapatkan semua value dengan key yang sama saat semua proses mapping selesai dilakukan. Semua pasangan intermediate (key, value) dengan key yang sama tersebut akan diproses oleh satu reducer. Reducing task juga tersebar pada semua node yang terdapat dalam Cluster sebagaimana mapping task. Masing-masing mapping task mengabaikan mapping task yang lain dan tidak saling bertukar 9
15 informasi mengenai proses mapping, demikian juga dengan reducing juga mengabaikan reducing task yang lain dan tidak bertukar informasi mengenai proses reducing. Salah satu kelebihan Hadoop Mapreduce, user tidak perlu memberikan informasi mekanisme transfer data dari node yang satu ke node yang lain karena telah dilakukan oleh Hadoop Mapreduce itu sendiri secara implisit menggunakan key dan value sebagai informasi. Di dalam Mapreduce terdapat beberapa proses yang terjadi hingga suatu output dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Mapreduce job adalah sebuah unit kerja yang ingin diimplementasikan. Mapreduce job ini terdiri dari input data, program Mapreduce dan informasi tentang konfigurasi. Hadoop menjalankan jobtersebut dengan membaginya menjadi task-task. Task-task tersebut dibagi lagi menjadi dua yaitu map task dan reduce task. Ada dua tipe node yang akan mengontrol proses eksekusi job tersebut yaitu sebuah Jobtracker dan sejumlah Tasktracker. Jobtracker mengkoordinasi semua job yang akan dijalankan di sistem dengan menjadwalkan eksekusi task-task tersebut pada Tasktracker. Tasktracker menjalankan task dan memberikan laporan progres kepada Jobtracker. Jobtracker menyimpan record dari semua progress dari masing-masing job. Jika sebuah task gagal dieksekusi maka Jobtracker akan mengatur kembali eksekusi task tersebut pada Tasktracker yang lain. Hadoop membagi input untuk Mapreduce job menjadi bagianbagian yang memiliki besaran tetap yang disebut input split. Hadoop membuat satu map task untuk setiap input split. Input split ini dijalankan oleh fungsi map yang telah dibuat oleh user untuk setiap record dalam input split. 10
16 Gambar 2. 5 Proses aliran data Hadoop Mapreduce Seperti pada Gambar 2.5, Aliran data dari suatu proses Mapreduce dimulai dari suatu input data. Input data tersebut kemudian dipecah menjadi beberapa blok bagian. Data tersebut direplikasi dan disimpan dalam node-node (Datanode) sedangkan Metadata (nama file, jumlah replikasi, jumlah blok file) dari input tersebut tersimpan dalam satu Namenode. Untuk melakukan proses mapping, input tersebut dipanggil dari Datanode kemudian dilakukan proses splitting. Dari file input yang telah di-split tersebut akan dilakukan proses mapping. Proses mapping akan menghasilkan suatu output pasangan intermediate key dan value, dari semua key yang sama akan dikelompokkan menjadi satu. Pasangan intermediate key-value tersebut kumudian di-shuffle untuk dilakukan proses reducing yang tersebar di sejumlah komputer. Dari proses reducing tersebut akan dihasilkan suatu output yang diinginkan. Berikut proses detail yang terjadi dalam proses Mapreduce terangkum dalam gambar
17 Gambar 2. 6 Ilustrasi secara detail terhadap proses Mapreduce Sebagaimana pada gambar 2.6 bagian-bagian aliran data Mapreduce dapat dijelaskan sebagai berikut. Input File Input file adalah tempat dimana data sebagai input dari Mapreduce pertama kali disimpan. Input file ini tersimpan dalam HDFS. Input Format Input format adalah cara bagaimana input tersebut akan dipecah (split) dan dibaca. Dalam Hadoop InputFormat memiliki class abstract yang dinamakan FileInputFormat. Saat mengeksekusi sebuah job, FileInputFormat menyediakan path yang berisi file-file yang akan dibaca. FileInputFormat akan membagi file-file ini menjadi satu atau lebih untuk masing-masing InputSplit. InputFormat membaca record melalui implementasi dari RecordReader. InputFormat mendefinisikan daftar task yang akan dieksekusi pada tahap mapping. Setiap task sesuai untuk sebuah satu input split. Standar InputFormat yang telah disediakan oleh Hadoop sebagai berikut: 12
18 Text Input Format TextInputFormat adalah default dari InputFormat, membaca baris-baris dari file teks. TextInputFormat sangat berguna untuk data yang tidak terformat seperti logfile. TextInputFormat mengambil nilai byte (byte offset of the line) dari setiap baris sebagai key dan isi dari baris tersebut sebagai value. Key Value Input Format KeyInputFormat mem-parsing baris-baris menjadi pasangan key dan value berdasarkan karakter tab. Key yang diambil adalah semua karakter sampai ditemukannya karakter tab pada suatu baris dan sisanya adalah sebagai value. Sequence File Input Format SequenceFileInputFormat membaca file biner yang spesifik untuk Hadoop. Key dan value pada SequenceFileInputFormat ini ditentukan oleh user. Input Split Input split mendeskripsikan sebuah unit kerja yang meliputi sebuah map task dalam sebuah program Mapreduce. File yang akan diproses dalam task sebelumnya melalui proses pemecahan (splitting) file menjadi beberapa bagian. Besaran pemecahan file ini mencapai 64 MB, nilai ini sama dengan besaran block data dalam HDFS. Record Reader Record Reader mengatur bagaimana cara mengakses data, menampung data dari sumber, dan mengubah data-data tersebut menjadi pasangan <key, value> yang dapat dibaca oleh mapper. Instance dari RecordReader disediakan oleh InputFormat. Mapper Mapper sebagai tahap pertama dari Mapreduce yang didefinisikan oleh user. Saat diberikan sebuah key dan sebuah value maka method map() akan memberikan pasangan <key, value> yang akan diteruskan kepada Reducer. Partition dan Shuffle Setelah map task pertama selesai dieksekusi, ada node-node yang masih memproses map task yang lain, disamping itu pula terjadi pertukaran intermediate output dari map task yang dibutuhkan oleh reducer. Proses pertukaran output map task dan diteruskannya output map task tersebut kepada reducer dinamakan proses shuffle. Ada sebagian dataset 13
19 yang telah dieksekusi melalui map task namun ada juga yang masih dalam proses mapping oleh map task. Bagian data set yang telah melalui map task tersebut menghasilkan intermediate key value yang akan menjadi input dari reduce taks. Sebagian data set inilah yang dinamakan partition. Sort Setiap reduce task bertanggung jawab melakukan reducing terhadap value yang sesuai dengan intermediate key. Kumpulan intermediate key pada single-node secara otomatis akan di sorting oleh Hadoop sebelum akhirnya dilakukan proses reduce. Reducer Reducer adalah tahap kedua dari Mapreduce yang didefinisikan oleh user. Instance reducer akan dibuat untuk setiap reduce task, instance reducer ini sesuai dengan program yang dibuat oleh user. Untuk setiap key yang ada method reduce() akan dipanggil sekali. Output Format Outputformat berfungsi seperti InputFormat hanya saja OutputFormat berfungsi memberikan output file. Instance dari OutputFormat disediakan oleh Hadoop akan memberikan output file pada lokal disk HDFS. RecordWriter Sebagaimana RecordReader, RecordWriter berguna untuk menuliskan record ke file sebagaimana diinstruksikan oleh OutputFormat. User perlu mengkonfigurasi dan menentukan Mapreduce job yang akan dieksekusi, menentukan input, menentukan lokasi input. HDFS akan mendistribusikan job tersebut kepada Tasktracker dan memecah job tersebut ke dalam sejumlah map task, shuffle, sort dan reduce task. HDFS akan menempatkan output pada output directory dan memberitahu user jika job telah selesai dieksekusi. 14
20 Gambar 2. 7 Identifikasi job configuration dalam Mapreduce Pada gambar 2.7 di atas memberitahukan bagian-bagian Mapreduce job yang harus dispesifikasikan dan dibuat oleh user dan yang telah disediakan oleh Hadoop. Berikut adalah tabel penjelasan mengenai gambar tersebut. Tabel 2. 1 Identifikasi job configuration antara user dan hadoop framework 15
21 2.5 Visualisasi Data Gambar 2. 8 Visualisasi dengan Teknologi Javascript D3.js adalah library JavaScript untuk memanipulasi dokumen berdasarkan data. D3 membantu membawa data ke visualisasi menggunakan HTML, SVG, dan CSS. Penekanan D3 pada standar web memberikan kemampuan penuh dari browser modern tanpa mengikat diri untuk kerangka proprietary, menggabungkan komponen visualisasi kuat dan pendekatan data-driven untuk manipulasi DOM. Pada penelitian ini d3js atau library javascript lainnya digunakan sebagai visualisasi data, contoh seperti visualisasi grafik. Gambar D World Map Pada penerapan pendekatan visualisasi 5D World Map, menggunakan 5 data komponen pokok yaitu data ID, Time Stamp, Latitude, Longitude dan data Sensor. 5 Data ini akan divisualisasikan pada Google Maps [4]. 16
22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam penyelesaian sistem akan dekerjakan melalui beberapa tahap. Metodologi yang digunakan dalam pengerjaan proyek akhir ini antara lain adalah sebagai berikut: Studi Literatur Desain dan Perancangan Sistem Pembuatan Sistem Pengambilan Data Sensor Pengujian dan Analisa System Interface Pembuatan Laporan Gambar 3. 1 Flowchart Metodelogi Penelitian 17
23 3.1 Rancangan Penelitian berikut: Diagram perancangan keseluruhan sistem untuk proyek akhir ini adalah sebagai 1 2 Gambar 3. 2 Rancangan Penelitian Pada rancangan sistem proyek akhir ini terdapat 2 bagian pokok untuk membangun sebuah sistem Open Platform pada sisi Cyber System yaitu pertama pada sisi server untuk mengkolek data sensor dan aplikasi web untuk memvisualisasikan hasil suatu data dari sensor yang tertanam pada ROV.Pada visualisasi meliputi titik posisi latitude dan longitude rov menggunakan GPS (Global Positioning System) yang bisa di akses secara jarak jauh melalui web serta penyajian visualisasi data sensor air pada rov berupa grafik yang meliputi kadungan kimia dari kualitas data yang sebelumnya telah tersimpan pada database komputer server akan diolah untuk ditampilkan pada aplikasi web menggunakan webserver berbasis java. java sendiri memiliki kemampuan memproses data secara skala besar. Sistem ini akan menerapkan konsep big data yang memiliki kemampuan pengarsipan data secara besar dan beranekaragam, Sehingga dapat dengan mudah akses informasi pada rov melalui aplikasi web secara real time. Gambar 3. 3 Diagram Sistem 18
24 3.2 Instrumen Penelitian Gambar 3. 4 Alur Instrumen Penelitian 3.3 Prosedur Pengambilan Data Berdasarkan tujuan yang akan dicapai, berikut adalah prosedur pengambilan data pada proyek akhir ini, Pengujian dilakukan terhadap 2 aspek yaitu mengkolek dan analisis kecepatan proses data sensor dan memvisualisasikan hasil dan analisa suatu data dari sensor. 1. Mengkolek dan memproses data sensor. Gambar 3. 5 Pengujian pada Cluster Pengumpulan data sensor pada rov ini di ambil selama satu minggu. Data yang diambil pada protokol sebanyak 1000 file dengan ketetapan satu file adalah 200 data sensor quality sensor dan latitude / longitude gps, kemudian cara mem-parsing menjadi file berekstensi.txt, data sensor yang telah 19
25 diparsing dalam ekstensi.txt yang nantinya data ini akan menjadi input dalam Cluster Hadoop [6]. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 cara yaitu mengimplementasikan pada Single-Node Cluster dan Multi-Node Cluster. Dimana akan dibandingkan kedua cluster ini, manakah pemrosesan yang memiliki efisiensi lebih tinggi dan cocok untuk implementasi hadoop big data khususnya data water quality sensor. 2. Memvisualisasikan hasil suatu data dari sensor Pengambilan data pada hasil data sensor untuk ditampilkan pada visualisasi berbasis grafik dilakukan dengan cara mengambil data yang sudah ada pada database Hadoop. Pengujian dilakukan dengan cara melakukan menampilkan data sensor dengan bentuk grafik dan map untuk data gps, lalu dilakukan pengujian kesesuaian terhadap data yang ada di database dengan visualisasi yang ditampilkan, apakah nilai yang dimasukkan pada database hadoop sama dengan nilai visualisasi grafik dan apakah plot koordinat pada google maps apakah akurat dengan data yang diterima sensor secara realtime, dengan pengujian nilai error kordinat longitude dan latitude gps waktu nyata terhadap visualisasi maps, tool yang digunakan adalah GPS Tracker [5]. 3.4 Perencanaan Jadwal Pada penelitian proyek akhir ini direncanakan untuk dilaksanakan selama satu tahun, dimulai pada bulan Agustus 2015 sampai target terakhir selesai bulan Juli 2016, dengan detil kegiatan sebagai berikut: Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Kegiatan Bulan Studi literature Perancangan system Pembuatan system Pengujian dan analisa Penyusunan laporan 20
26 PERSONALIA PROYEK AKHIR Data Mahasiswa Nama : Muhammad Herwindra Berlian NRP : Jurusan : Teknik Komputer Data Dosen Pembimbing Pembimbing I Nama : Adnan Rahmat Anom Besari, S.ST, M.Sc NIP : Jabatan Fungsional Jurusan : Dosen : Teknik Komputer Pembimbing II Nama : Sritrusta Sukaridhoto, ST, Ph.D NIP : Jabatan Fungsional Jurusan : Dosen : Teknik Multimedia Broadcasting 21
27 DAFTAR PUSTAKA [1] Sritrusta Sukaridhoto, Dadet Pramadihanto, Taufiqurrahman, Muhammad Alif, Andrie Yuwono Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Indonesia (2015), A Design of Radio-controlled Submarine Modification for River Water Quality Monitoring. [2] Jason Venner, "Pro Hadoop", United States of America, Apress, [3] Spyros Blanas, Jignes M.Patel, Vuk Ercegovac, Jun Rao, A Comparison of Join Algorithms for Log Processing in MapReduce, University of Wisconsin- Madison, IBM Almaden Research Center, Indianapolis, USA, [4] Wide-Area River-Water Quality Analysis and Visualization with 5D World Map System, Chalisa VEESOMMAI, Yasushi KIYOKI, Shiori SASAKI, Petchporn Chawakitchareon (S) [5] Dhimas Novergust, Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, PhD, Taufiqurrahman, S.ST, Sistem Online Untuk Keamanan dan Pelacakan Kendaraan Menggunakan GPS Tracker dan Google Map, Makalah Tugas Akhir, Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. [6] Ahmad Riki Indra Utama, Ir. Nanang Syahroni, M.Kom, Haryadi Amran D, SST, MT, Data Processing Log Jaringan EEPIS Menggunakan Hadoop Makalah Tugas Akhir, Jurusan Teknik Telekomunikasi, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. [7] Michael G. Noll, "Running Hadoop On Ubuntu Linux (Single-Node Cluster and Multi-Node Cluster)", University of Luxembourg, Germany,
Big Data dengan Hadoop Oleh : Agus Priyanto, M.Kom
Big Data dengan Hadoop Oleh : Agus Priyanto, M.Kom SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM Smart, Trustworthy, And Teamwork Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa dapat memahami
Penggunaan Teknologi Map-Reduce dalam Pengolahan Survei dan Sensus
Penggunaan Teknologi Map-Reduce dalam Pengolahan Survei dan Sensus Oleh: Arbi Setiyawan Badan Pusat Statistik merupakan lembaga pemerintah yang mempunyai tugas menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Big data merupakan data yang tidak dapat diproses menggunakan alat pengolahan data tradisional karena berukuran sangat besar dan rumit [1]. Pada era digital ini, data
Analisa Perbandingan Original Hadoop Cluster Dan Modifikasi Hadoop Cluster
Favian, Analisa Perbandingan Original Hadoop Cluster Dan Modifikasi Hadoop Cluster 21 Analisa Perbandingan Original Hadoop Cluster Dan Modifikasi Hadoop Cluster Iqbal Grady Favian Jurusan Teknik Informatika,
Analisa Hadoop Cluster Dengan Raspberry pi Model B+ dan Raspberry pi 2 Model B Studi Kaskus Wordcount
1 Analisa Hadoop Cluster Dengan Raspberry pi Model B+ dan Raspberry pi 2 Model B Studi Kaskus Wordcount Muhammad Rusyadi-1251531118-Sistem Komputer, Rio Marrowsi-12515311156-Sistem Komputer, dan Hermawan
ABSTRAK. Kata kunci: Big Data, Hadoop, Karakteristik, Kecepatan Transfer, Stabilitas. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Big Data dianggap sebagai solusi untuk pertumbuhan data yang sangat pesat, salah satu aplikasi yang menerapkan hal ini adalah Hadoop. Maka akan dilakukan pengujian terhadap Hadoop untuk membuktikan
Analisis Performansi Hadoop Cluster Multi Node pada Komputasi Dokumen. Mohammad Dani, M.T. 2)
Analisis Performansi Hadoop Cluster Multi Node pada Komputasi Dokumen Delis Permatasari 1) [email protected] Mohammad Dani, M.T. 2) [email protected] Mia Rosmiati, S.Si., M.T. 3) [email protected]
ABSTRAK. Keyword : big data, distribusi, Hadoop, sistem file. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Pertumbuhan data ternyata sangat mempengaruhi perkembangan volume dan jenis data yang terus meningkat di dunia maya. Jenis data, mulai dari data yang berupa teks, gambar atau foto, video hingga
APLIKASI PENGINGAT AGENDA BERDASARKAN LOKASI DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) BERBASIS ANDROID
APLIKASI PENGINGAT AGENDA BERDASARKAN LOKASI DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) BERBASIS ANDROID Ahmad Habib, Skom., MM., Achmad Dicky Wibowo TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
Analisis Pengolahan Text File pada Hadoop Cluster dengan Memperhatikan Kapasitas Random Access Memory (RAM)
Analisis Pengolahan Text File pada Hadoop Cluster dengan Memperhatikan Kapasitas Random Access Memory (RAM) Irvan Nur Aziz 1, Fitriyani 2, Kemas Rahmat Saleh W 3 Fakultas Informatika, School of Computing,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. commit to user
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, keberadaan data telah menjadi unsur yang sangat menentukan dalam dunia bisnis. Pertumbuhan data yang cepat benar-benar mencengangkan. Menurut Eric Schmidt
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Kebutuhan Sistem Kebutuhan fungsional sistem merupakan paparan mengenai fitur-fitur yang akan dimasukan kedalam aplikasi yang akan dibangun. Fitur fitur tersebut harus memenuhi
Analisa Hadoop High Availability Menggunakan Quorum Journal Manager dan Zookeeper dengan Studi Kasus Namenode Failover
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 6640 Analisa Hadoop High Availability Menggunakan Quorum Journal Manager dan Zookeeper dengan Studi Kasus Namenode Failover
1. Pendahuluan Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gantz et al estimasi data elektronik mencapai 0,18 zettabyte pada tahun 2006 dan diramalkan akan mencapai 1,8 zettabyte pada tahun
ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1
ARSITEKTUR SISTEM Alif Finandhita, S.Kom, M.T Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1 Sistem Terpusat (Centralized Systems) Sistem Client Server (Client-Server Systems) Sistem Server (Server Systems) Sistem Paralel
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan organisasi informatika. Karena itu sistem informasi yang berbasis komputasi sudah banyak
Bab 3 Perancangan Sistem
14 Bab 3 Perancangan Sistem Proses perancangan dan pengimplementasian aplikasi Objek Wisata Kabupaten Poso Berbasis Android diperlukan perancangan sistem. Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan
APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP
Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 13-26 ISSN: 0854-4743 APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP M. Irfan Ashshidiq, M. Andri Setiawan, Fathul Wahid Jurusan Teknik Informatika,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi komputasi dan penggunaannya sebagai mesin pemroses data kini kian pesat dan sudah sangat banyak digunakan. Bagi kebanyakan user, komputer
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. mendapatkan input, melakukan proses, dan menghasilkan output yang diinginkan oleh
23 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan dalam sistem kali ini berupa rancangan untuk mendapatkan input, melakukan proses, dan menghasilkan output yang diinginkan
BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan
Pengumpulan Data. Analisa Data. Pembuatan Use Case,Activity dan Sequence Diagram. Perancangan Database. Bisnis Proses.
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini menjelaskan tentang bagian analisa dan perancangan sistem. Analisa sistem dilakukan dengan mendeskripsikan, kebutuhan perangkat lunak yang meliputi use
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ditunjukkan dengan munculnya beragam perangkat teknologi yang mempermudah manusia dalam memonitor perkembangan usahanya
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) UNTUK OUTLET SEGO NJAMOER BERBASIS ANDROID SKRIPSI
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) UNTUK OUTLET SEGO NJAMOER BERBASIS ANDROID SKRIPSI Disusun Oleh : IKA WAHYU FEBIANA NPM. 0934010190 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia transportasi saat ini memberikan beberapa dampak baik dan buruk bagi pengguna alat transportasi maupun lalu lintas khususnya diperkotaan. Kota Medan
BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tujuan, latar belakang, gambaran sistem, batasan masalah, perincian tugas yang dikerjakan, dan garis besar penulisan skripsi. 1.1. Tujuan 1. Merancang dan merealisasikan
1. Pendahuluan. Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi dunia teknologi informasi dan telekomunikasi.
PERANGKAT LUNAK LAYANAN INFORMASI PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS MOBILE UNTUK PENGGUNA ANDROID Arif Ichsan F Teknik Informatika, Program Studi Manajemen Informatika, STMIK KOMPUTER NIAGA LPKIA BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat jumlah job yang diminta oleh worker node untuk diolah meningkat serta dataset yakni kumpulan data yang berisi atribut serta properti yang dikumpulkan pada suatu
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1 Sistem Informasi Sistem informasi (IS) merupakan kombinasi yang terorganisir antara manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, kebijakan dan prosedur.
IMPLEMENTASI GRID COMPUTING DENGAN MENGGUNAKAN PENGALAMATAN IPv6
IMPLEMENTASI GRID COMPUTING DENGAN MENGGUNAKAN PENGALAMATAN IPv6 Ahmad Makhsun¹, Idris Winarno, SST, M.Kom.² ¹Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, ²Dosen Jurusan Teknik Informatika Jurusan Teknik Informatika
BAB 3 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PETA UI BERBASIS GOOGLE MAPS
BAB 3 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PETA UI BERBASIS GOOGLE MAPS 3.1 Perancangan Aplikasi Peta UI Berbasis Google Maps Dalam membangun aplikasi peta UI berbasis Google Maps, konfigurasinya adalah
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS)
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS) Ajeng Puspitasari Rahastri 1, Tengku A. Riza, ST.,MT.2, Rohmat Tulloh 3 1,2, Prodi D3 Teknik Telekomunikasi,
Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom
Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Oleh : I G.L.A. Oka Cahyadi P. 5106100061 Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. 132 309 747 Hadziq Fabroyir, S.Kom 051
Distributed Indexing dengan MapReduce. Arif N
Distributed Indexing dengan MapReduce Arif N Overview Motivation MapReduce Distributed indexing Inverted Index Motivation Seberapa besar sih data yang kita hasilkan? Big Data New York Stock Exchange :
Pengembangan Database Genbank UAI-Bioinformatics Menggunakan Sistem Terdistribusi
7 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, Vol. 2, No. 3, Maret 24 Pengembangan Database Genbank UAI-Bioinformatics Menggunakan Sistem Terdistribusi Ade Jamal, Denny Hermawan, Muhammad Nugraha
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. sebuah sistem pencarian lokasi kuliner berbasis mobile web untuk wilayah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hasan (2011) tentang aplikasi pencarian lokasi kuliner di Yogyakarta. Penelitian tersebut telah menghasilkan
WEBGIS. Tujuan. Arna fariza. Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS
WEBGIS Arna fariza Politeknik elektronika negeri surabaya Tujuan Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS 1 Overview Web GIS GIS
BAB 2 LANDASAN TEORI. luas dan berbeda untuk orang yang berbeda. Istilah komputer (computer) diambil dari
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Teknologi komputer sesungguhnya telah banyak merubah sistem tata kerja sebagian manusia yang bergerak di bidang informasi. Istilah komputer mempunyai arti yang
Kata Kunci : File Log, Java, Mapreduce, Paralel, Linux, Jaringan, Hadoop, Keamanan Aplikasi Web. PENDAHULUAN
Nama : Dito Hario Subandono NPM : 50404205 Pembimbing : Dr. -Ing. Farid Thalib Pembuatan Program Analisis File Log dengan Menggunakan Sistem Mapreduce untuk Mengidentifikasi Serangan Pada Aplikasi Web
- File server pertama kali dikembangkan tahun 1970
5. FILE SERVICE File Sistem Terdistribusi ( Distributed File System/DFS) : file sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk penyimpanan persistent di sebuah network. - File server pertama
Modul 1 Instalasi Hadoop
Modul 1 Instalasi Hadoop Hadoop dapat dijalankan pada mode single node maupun multinode. Untuk dapat menjalankan Hadoop, terlebih dahulu dilakukan instalasi Hadoop pada mesin yang akan digunakan. Pada
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KONTROL KENDARAAN JARAK JAUH
PROPOSAL PROYEK AKHIR TAHUN AJARAN 2006 / 2007 RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KONTROL KENDARAAN JARAK JAUH == PEMBUATAN SOFTWARE SISTEM ON/OFF DAN AKSES POSISI == KENDARAAN VIA Oleh : NASIFAH NRP.
c. Pembangunan sistem Berdasarkan analisa sistem yang telah dilakukan, dibuat rancangan/desain sistem yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tujuan sistem perencanaan pembangunan adalah untuk mendukung koordinasi
SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI
SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI Materi: 1. Pendahuluan 2. Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi 3. Komponen Inti Sistem Operasi Pertemuan: 5 Pendahuluan Sistem operasi terdistribusi
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas hal-hal yang mendasari dibuatnya aplikasi Futsal Track, arsitektur, bahasa pemrograman dan tools yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Futsal Track. 3.1 Arsitektur
BAB I PENDAHULUAN. Jaringan yang besar tentunya memiliki security yang baik untuk menjaga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di jaman sekarang sudah terlihat beberapa perbedaan yang sangat mendasar dalam system jaringan yang ada, baik itu secara fisik maupun virtual. Fisik dalam arti struktur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian yang sama pernah dilakukan sebelumnya oleh Bambang Pramono (2016) di STMIK AKAKOM dalam skripsinya yang berjudul Sistem Informasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan Algoritma A* dan Dijkstra ini menggunakan model waterfall. Model waterfall penelitian untuk
Hadoop Framework. 1. Pengantar
Hadoop Framework 1. Pengantar Saat ini, kita hidup di era big data, dimana data yang kita butuhkan untuk bekerja sehari-hari menyebabkan meningkatnya kemampuan pemrosesan dan penyimpanan suatu host tunggal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran yang penting di dalam pemerintahan. Beberapa peran TIK adalah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi
BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok
10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok dalam pendekatan mendefinisikan system, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 XAMPP XAMPP merupakan singkatan dari : X A M P P : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris : Apache HTTP Server : MySQL Database Server : PHP Scripting
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
APLIKASI SISTEM PELACAKAN KINERJA PENGIRIMAN PADA TRUK PENGANGKUT BARANG BERBASIS ANDROID
APLIKASI SISTEM PELACAKAN KINERJA PENGIRIMAN PADA TRUK PENGANGKUT BARANG BERBASIS ANDROID Makalah Program Studi Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika Diajukan oleh : Nama Pembimbing 1 : Moch.
Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS
Basis Data 2 Database Client / Server Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan Memahami bentuk-bentuk arsitektur aplikasi dalam database. Memahami konsep arsitektur: Single-Tier Two-Tier:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komputer baik perangkat lunak maupun keras terasa sangat cepat, dimana kedua aspek tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tentunya dengan
BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat.
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat. 3.1. Definisi Parkir Menurut Andi Prasetya Utomo (2013), parkir merupakan keadaan
KOMPUTASI PEMBOBOTAN DOKUMEN BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MAPREDUCE
KOMPUTASI PEMBOBOTAN DOKUMEN BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MAPREDUCE P E N Y U S U N T U G A S A K H I R F I K R I K H A I R U L A B R O R - 5107100610 P E M B I M B I N G WA H Y U S U A D I S. K O M.,
BAB II LANDASAN TEORI. Calyton dan Petry (2012) berpendapat monitoring sebagai suatu proses
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Monitoring Calyton dan Petry (2012) berpendapat monitoring sebagai suatu proses mengukur, mencatat, mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi menyebabkan setiap individu ataupun kelompok mau tidak mau menerapkannya dalam segala aktifitas. Salah satu contoh penerapannya adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini. 2.1 Web Service Web Service adalah sekumpulan application logic beserta objek-objek dan method-method yang dimilikinya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arsitektur software three tier berkembang pada tahun 1990an untuk mengatasi keterbatasan arsitektur two-tier(client-server). Pada gambar I-1 dapat dilihat bahwa arsitektur
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Implementasi Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat menjalankan sistem tersebut dengan baik dibutuhkan beberapa persyaratan mengenai
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia bisnis pada jaman sekarang, para pelaku bisnis senantiasa selalu berusaha mengembangkan cara-cara untuk dapat mengembangkan usaha mereka dan memperhatikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam pembuatan tugas akhir Sistem Informasi Administrasi Salon SN berbasis desktop ini dilakukan beberapa tinjauan sumber pustaka, dan berikut
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bagian ini penulis akan menjelaskan system analisis dan perancangan dalam membuat pembuatan aplikasi ini. Setelah semua kebutuhan selesai dianalisis, maka penulis akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan manusia menginginkan segala sesuatunya dengan mudah dan ringkas. Bertukar informasi adalah suatu hal yang sangat
BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang dikontrol oleh sebuah intstruksi-instruksi perintah digital. Komputer berasal
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Oracle Application Express (OAE) adalah host pengembangan deklaratif lingkungan untuk mengembangkan dan menggunakan database sentris aplikasi web, juga menciptakan
Gambar 1. Service terdistribusi
Bab 5. File Service Pendahuluan File Sistem Terdistribusi ( Distributed File System, disingkat DFS - penulis akan menggunakan kata ini selanjutnya) adalah file sistem yang mendukung sharing files dan resources
BAB III METODOLOGI 3.1. Prosedur Penelitian Identifikasi Masalah
BAB III METODOLOGI Dalam penelitian ini metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektik, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Maka
BAB 1 PENDAHULUAN. Internet (WWW) terus meningkat pesat dari 16 juta di tahun 1995 (0,4% penduduk
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan dunia Internet semakin pesat. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan Internet. Internet berkembang menjadi media yang kuat untuk berkomunikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa locationbased game yang diperuntukan bagi perangkat mobile dengan sistem operasi Android. Penelitian
Dasar Dasar Intelijen Bisnis: Database dan Manajemen Informasi
Materi Pembelajarann Materi 6 Dasar Dasar Intelijen Bisnis: Database dan Manajemen Informasi 6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data 6.3 Memanfaatkan Database Untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang terletak secara menyebar di kepulauan Nusantara Indonesia, terdapat 6 jenis obyek wisata
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tanah dalam perspektif ekonomi merupakan suatu investasi yang mempunyai nilai tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan nilai tanah
Implementasi Algoritma Penjadwalan untuk pengelolaan Big Data dengan Hadoop
OPEN ACCESS ISSN 2460-9056 socj.telkomuniversity.ac.id/indojc Implementasi Algoritma Penjadwalan untuk pengelolaan Big Data dengan Hadoop Sidik Prabowo #1, Maman Abdurohman *2 School of Computing,Telkom
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah)
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1,
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas hal-hal yang mendasari dibuatnya aplikasi JOGIFT, arsitektur, bahasa pemrograman dan tools yang digunakan dalam pembuatan aplikasi JOGIFT. 3.1 Produk Pengertian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada umumnya membuat sebuah task list masih dibuat dengan cara manual, yaitu mencatatkan daftar tugas yang akan kita lakukan pada sebuah kertas. Pengecekan waktu juga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan teknologi jaringan komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian
3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR
BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI
HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal
HTML 5 HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah teknologi inti dari Internet. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi
APLIKASI TEKNOLOGI AJAX PADA E-COMMERCE ON-LINE PROMOSI BATIK TULIS JAWA TIMUR
APLIKASI TEKNOLOGI AJAX PADA E-COMMERCE ON-LINE PROMOSI BATIK TULIS JAWA TIMUR SKRIPSI Disusun oleh : BENY SAPUTRA NPM. 0434010188 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AKAKOM YOGYAKARTA
SKRIPSI IMPLEMENTASI BASIS DATA NOSQL CASSANDRA PADA SISTEM PENGARSIPAN DOKUMEN SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR DI PERPUSTAKAAN STMIK AKAKOM BERBASIS WEB DALAM PRIVATE CLOUD Disusun oleh : Ahmad Anwar Nomor Mahasiswa:
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai sistem pelacakan pernah dilakukan sebelumnya oleh Taufiq Hasan yang berjudul Pembangunan Sistem Pencarian Lokasi Kuliner Di Yogyakarta Dengan
WEBSITE POINT OF INTEREST BERBASIS LOCATION BASED SERVICE DI SEKITAR RUTE TRANSJAKARTA
WEBSITE POINT OF INTEREST BERBASIS LOCATION BASED SERVICE DI SEKITAR RUTE TRANSJAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Informatika Pascal Romi
By relying and developing software Opensource or free applications for download like a Hadoop, Sqoop, and the Hive can be formed into a Mapreduce fram
Nama : Mochamad Iqbal Saepudin NPM : 50407526 Pembimbing : Dr.Lintang Yuniar Banowosari, SKom, MSc. Implementasi Mapreduce pada Very Large Database System ABSTRAKSI Melihat tingginya angka jumlah penduduk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tahap Awal Tahap Analisis Merumuskan Masalah Studi Literatur Data Penelitian Tahap Perancangan Desain Sistem Implementasi TOPSIS 1. Matriks Keputusan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data audio visual menjadi salah satu data yang paling banyak mengisi traffic jaringan internet pada saat ini [2]. Trafik video berkembang paling cepat daripada jenis
SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCARIAN DAN PEMESANAN RUMAH KOS BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY STUDI KASUS KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI
SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCARIAN DAN PEMESANAN RUMAH KOS BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY STUDI KASUS KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI Disusun Oleh : Nama : RAHMAT HIDAYAT NPM : 201210227022
SKRIPSI KONSTRUKSI DENDROGRAM DAN PENGELOMPOKAN DENGAN ALGORITMA AGGLOMERATIVE PADA SISTEM TERDISTRIBUSI HADOOP
SKRIPSI KONSTRUKSI DENDROGRAM DAN PENGELOMPOKAN DENGAN ALGORITMA AGGLOMERATIVE PADA SISTEM TERDISTRIBUSI HADOOP GDE WIRADITYA SUARJANA NPM: 2012730042 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI
Komputer & Software Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.
Komputer & Software Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. [email protected] Komputer Komputer
BAB II LANDASAN TEORI. pengertian. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu:
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), Sistem mempunyai beberapa pengertian. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan sistem yang menekankan pada
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. informasi akademik pada SMP Al-Falah Assalam Tropodo 2 Sidoarjo. Tahaptahap
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan dan perencanaan desain sistem informasi akademik pada SMP Al-Falah Assalam Tropodo 2 Sidoarjo. Tahaptahap tersebut terdiri
PEMBANGUNAN SISTEM RESERVASI FILM DAN RUANG PADA BIOSKOP MINI BERBASIS WEB DAN ANDROID
PEMBANGUNAN SISTEM RESERVASI FILM DAN RUANG PADA BIOSKOP MINI BERBASIS WEB DAN ANDROID TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Informatika Disusun Oleh
