Kelas & Method PART th week Estu Sinduningrum ST,MT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kelas & Method PART th week Estu Sinduningrum ST,MT"

Transkripsi

1 Kelas & Method PART 2 12 th week Estu Sinduningrum ST,MT

2 Memanggil Method Konstruktor Lain Bila konstruktor B ingin menduplikasi behavior yang dimiliki oleh konstruktor A pada kelas yang sama, maka B harus memangggil A. Gunakan keyword this untuk memanggil konstruktor.

3 Method finalizer Objek dalam program yang sedang dieksekusi memiliki waktu hidup (life time). Objek tercipta pada saat Anda menginstans suatu kelas (dengan Operator new) dan akan dihapuskan pada saat objek dikumpulkan untuk sampah (Garbage Collection) atau bila memory yang ditempatinya telah diklaim oleh objek/bagian program lainnya

4 Method finalizer Method yang dibubuhi modifier finalize ini dapat dikatakan juga sebagai lawan/kebalikan dari method konstruktor. Bila Method konstruktor akan-menginisialisasi objek dengan parameter awal, maka method finalizer dipanggil sesaat sebelum Objek dihancurkan. Bentuk Umum: protected void finalize() throws Throwable { super.finalize(); }

5 Method Main Setelah selesai mengetik source code aprikasi, langkah berikutnya adalah mengkompile dan menjalankan program rersebut. Kompilasi dilakukan dengan Java Kompiler yang akan mengubah fire source code (*java) berformat plain text menjadi file byte cocle (*.crass). File *.class ini selaniutnya siap dieksekusi oleh Java Interpreter. Pada saat kompilasi, pertama-tama kompiler akan mencari bagian program yang disebut sebagai method utama (main method). Main method ini memiliki bentuk standard, yakni: public static void main(string [] argurnents) { Statement body dari main method; }

6 Method public static void Penjelasan Karena method ini merupakan bagian dari program yang pertama dicari oleh kompiler, maka main method harus dapat dilihat atau visible oleh kelas mana pun. Semua objek yang diinstans dari suatu kelas yang mengandung main method akan memiliki parameterparameter yang sama. Bila suatu kelas mendukung main method dan di dalam main method tersebut terdapat statement untuk menginstansiasi objek dari kelas tersebut, maka main method akan bersifat eksklusif, tidak ikut "diserahkan" kepada objek tersebut. Jelas bahwa main method ini tidak mengembalikan suatu nilai.

7 Method dari Kelas Math Selain method yang dapat Anda buat sendiri, Java juga memiliki banyak method standard sebagai referensi. Di antaranva adalah fungsi-fungsi matematika yang terdapat di dalam Math class, yakni trigonometri (sin, cos, tan, asin, acos, atan), eksponensial, dan beberapa method tambahan (max,min, abs, random, round). Di samping itu, terdapat juga konstanta matematika seperti PI (3.14) untuk merepresentasikan sudut/ lingkaran dan E adalah konstanta Euclid (2.72) untuk logaritma natural. Karena kelas Math ini terkandung daram package java.lang yang merupakan default package, maka untuk memanggil method dan konstanta- nya, cukup dengan format Math.nama.Method, contoh Math.abs(), Math.sin(), Math.PI, dan seterusnya.

8 Method Trigonometri Dalam trigonometri Anda mengenal dua dimensi pengukuran sudut, yakni derajat dan radian. Umumnya, dalam perhitungan matematis Anda terbiasa bekerja dengan menggunakan derajat. Nilai yang Anda ketikkan dari keyboard juga diperlakukan sebagai derajat. Namun, method-method trigonometri Java memerrukan birangan yang berupa radian sebagai argumen inputnya. Oleh karena, Anda perlu mengkonversi terlebih dahulu besaran derajat tersebut menjadi radian.

9 Method Trigonometri Hubungan antara derajat dan radian adalah: [] adalah konstanta sudut yang besarnya = Dari hubungan kesetaraan terrihai bahwa nilai sudut z dalam derajat, akan sama dengan (2[]/360) * z radian, jadi Anda perlu mengalikan nilai input argumen dengan faktor []/180. Java telah menyediakan 2 method konversi; toradians dan todegrees untuk mengkonversi sudut. Method yang Anda butuhkan saat ini adalah toradians.

10 Netbeans 17 :

11 /** Estu Sinduningrum, ST, MT * Title : Program Trigonomatri * Deskripsi : Menampilkan beberapa perhitungan * fungsi Trigonometri (sin, cos, tan, * asin, acos, atan, konversi sudut). */ import java.text.decimalformat; class Trigonometri { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { // Mendeklarasikan beberapa variabel double sudut, sudutderajat, sudutradian, hasilsin, hasilcos, hasiltan, hasilasin, hasilacos, hasilatan; System.out.println("\nPROGRAM MENGHITUNG FUNGSI SUDUT"); System.out.println(" \n"); System.out.print("Masukkan sudut :"); sudut = InputConsole.readDouble(); // Mengkonversi euduts derajat menjadi radian sudutradian = Math. toradians (sudut); sudutderajat = Math.toDegrees(sudutRadian) ; // Sinus dari sudut hasilsin = Math.sin(sudutRadian) ; // Cosinus dari sudut hasilcos = Math.cos(sudutRadian) ; // Tan dari sudut hasiltan = Math.tan(sudutRadian) ; // Asinus dari sudut hasilasin = Math.asin(hasilSin) ; // Acos dari sudut hasilacos = Math.acos(hasilCos) ; // Asinus dari sudut hasilatan = Math.atan(hasilTan) ; // Mengubah fornst do:ble statrdard menjadi double // dengan tiga digit desimal dengan memanfaatkan method // 'format' pada kelas DecimalFormat. DecimalFormat digitpresisi = new DecimalFormat ( "0,000" );

12 System.out.println("\nFUNGSI TRIGONOMETRI"); System.out.println(" \n"); System.out.println("Sinus dari sudut : " + sudut + " adalah " + digitpresisi.format (hasilsin)) ; System.out.println("Cosinus dari sudut : " + sudut + " adalah " + digitpresisi.format (hasilcos)) ; System.out.println("Tan dari sudut : " + sudut + " adalah " + digitpresisi.format (hasiltan)) ; System.out.println("Arc Sinus dari : "+ digitpresisi.format(hasilsin)+"adalah"+ digitpresisi.format(math.todegrees (hasilasin))); System.out.println("Arc Cosinus dari : "+ digitpresisi.format(hasilcos)+"adalah"+ digitpresisi.format(math.todegrees (hasilacos))); System.out.println("Arc Tan dari : "+ digitpresisi.format(hasiltan)+"adalah"+ digitpresisi.format(math.todegrees (hasilatan))); } }

13 Method Pembulatan Ada beberapa method yang dapat digunakan untuk pembulatan bilangan, yaitu: 1) abs () Method ini akan mengembalikan nilai absolut dari suatu argumen. Bila argumen bernilai positif, maka nilai yang dikembalikan adalah nilai argumen tersebut, sedangkan bila negatif, maka bilangan tersebut akan dijadikan positif terlebih dahulu. Ada empat bentuk abs sesuai dengan tipe datanya,yaitu: static int abs(int i) static long abs(long l) stetic float abs(float f) static double abs(double d)

14 Method Pembulatan 2) ceil() Method ini akan mengembalikan nilai double yang terkecil yang tidak lebih kecil daripada argumen d dan sama dengan integer matematika (bilangan bulat desimal). static double ceil(double d) Contoh: ceil(7.3) = 8 ceil(-l.3) = -7

15 Method Pembulatan 3) floor() Kebalikan dari ceil(), method floor() mengembalikan nilai double terbesar yang tidak lebih besar daripada argumen d dan sama dengan inteqer matematika (bilangan bulat desimal). Bentuk : static double floor(double d) Contoh: floor(7.3) = 7 floor(-7.3) = 8

16 Method Pembulatan 3) round() Mengembalikan nilai integer yang paling dekat dengan argurmen. Bentuk : static int round(float f) static long round(double f) Contoh: round(7.3) = 7 round(7.6) = 8

17 Method max dan min Method max() akan mengembalikan nilai yang terbesar di antara dua bilangan, sedangkan method min() akan mengembalikan nilai yang terkecil di antara dua bilangan. Bentuk method max(): static int max(int a, int b) static long max(long a, long b) stetic float max(float a, float b ) static double max(double a, double b ) Bentuk method min(): static int min(int a, int b) static long min(long a, long b) stetic float min(float a, float b ) static double min(double a, double b )

18 a) pow pangkat Bentuk : b) Method ini exp pangkat eksponensial Bentuk : Method Perpangkatan, Akar, dan Eksponensial static double pow (double a, double b) static double exp (double a)

19 Method Perpangkatan, Akar, dan Eksponensial Method ini mengembalikan hasil pangkat eksponensial e dengan bilangan a. log --logaritma berbasis e Bentuk : static double log (double a) Method ini mengembalikan hasil logaritma e dari bilangan a. sqrt --akar Bentuk : static double sqrt (double a) Method ini mengernbalikan hasil akar pangkat dua dari suatu argumen a.

20 Bentuk: Method Random Generator static double random() Method ini akan mengembalikan suatu bilangan acak (random) yang. lebih besar daripada atau sama dengan 0.0 dan lebih kecil daripada atau sama dengan 1.0. Jadi, range nilai kembalinya adalah 0.0 <= <=r xx

21 Netbeans 18 :

22 /** Estu Sinduningrum, ST, MT * Title : Program MethodMath * Deskripsi : Menampilkan beberapa perhitungan * fungsi matematika (abs, log, pow, sqt, * random, round, max, min) * dalam perhitungan. */ class DemoMethodMath{ public static void main(string[] args) { double a, b, c, d, e, f,g; double hasilabs, hasilln, hasilpow, hasilsqrt hasilrandom; double hasilround1, hasilround2, hasilceil1, hasilceil2; double hasilfloor1, hasilfloor2, hasilmax, hasilmin; // Mengambil nilai absolute a = ; hasilabs = Math.abs(a); // Mengambil logaritma natural (E) dari suatu nilai b = Math.E*Math.E; hasilln = Math.log(b); // Menghasilkan nilai c dipangkat d c = 10; d = 3; hasilpow = Math.pow (c,d); // Menghasilkan akar pangkat 2 dari suatu nilai e = 625; hasilsqrt = Math.sqrt(e); // Menghasilkan sebarang bilangan acak (random) hasilrandom = Math.random(); // Membulatkan nilai koma desimal ke integer terdekat f = ; hasilround1 = Math.round(f); hasilround2 = Math.round(a) ; // Membulatkan ke integar terdekat yang > argumen g = -f; hasilceil1 = Math.ceil(f); hasilceil2 = Math.ceil(g);

23 // Estu Membulatkan Sinduningrum, ke ST, intseger MT terdekat yang < argumen hasilfloor1 = Math.floor(f); hasilfloor2 = Math.floor(g); // Mengambil nilai terbesar dari dua bilangan hasilmax = Math.max(a,b) ; // Mengambil nilai terkecil dari dua bilangan hasilmin = Math.min(a,b) ; System.out.println("\nDEMO PENGGUNAAN BEBERAPA METHOD MATH"); System.out.println(" \n"); System.out.println("Hasil Absolute dari :"+ a +"="+ hasilabs); System.out.println("Hasil Log Natural dari :"+ b +"="+ hasilln); System.out.println("Hasil Pemangkatan dari :"+ c +" dipangkat"+d+"="+ hasilpow); System.out.println("Hasil Akar dari :"+ e +" ="+ hasilsqrt); System.out.println("Nilai Random :" + hasilrandom); System.out.println("Hasil Pembulatan 'Round' :"+ f +"="+ hasilround1+"\t, "+a+"="+ hasilround2); System.out.println("Hasil Pembulatan 'Ceil' :"+ f +"="+ hasilceil1+"\t, "+a+"="+ hasilceil2); System.out.println("Hasil Pembulatan 'Floor' :"+ f +"="+ hasilfloor1+"\t, "+a+"="+ hasilfloor2); System.out.println("Nilai Max dari :"+ a +"dan"+ b +"="+ hasilmax); System.out.println("Nilai Min dari :"+ a +"dan"+ b +"="+ hasilmin); } }

24 Beberapa Aplikasi Method Math

25 Netbeans 19 :

26 /** Estu Sinduningrum, ST, MT * Title : Standart Deviasi * Deskripsi : Menghitung Standart Deviasi */ public class StandardDeviasi { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { System.out.println("\nPROGRAM MAIN dan STANDARD DEVIASI\n"); System.out.print("Masukkan jumlah bilangan:"); int jumlahelemen = InputConsole.readInt(); System.out.println(" "); // Mendeklarasikan array untuk bilangan yang akan diproses double[] arraybilangan = new double[ jumlahelemen ]; for(int i = 0; i < jumlahelemen; i++) { int indeks = 1; System.out.print("Masukkan elemen ke-" + (indeks+=i)+"\t :"); arraybilangan [i] = InputConsole.readDouble(); } // Mencetak elemen-elenen cetakarray (arraybilangan); //Menampilkan Mean dan Standard Deviasi System.out.println("Mean (Ratarata):"+mean(arrayBilangan)); System.out.println("Standard Deviasi:"+ sdeviasi(arraybilangan)); } /** Method untuk menghitung Standard Deviasi */ public static double sdeviasi (double[]x) { double mean = mean(x); double squaresum = 0; for (int i = 0; i < x.length; i++) {

27 squaresum += Math.pow(x[i] - mean,2); } return Math.sqrt(squareSum)/(x.length - 1); } /** Method untuk menghitung Mean */ public static double mean (double[] x ) { double sum = 0; for (int i =0; i < x.length; i++) sum += x[i]; return sum/x.length; } /** Method untuk mencetak array */ public static void cetakarray (double[] x ) { System.out.println("\nNilai yang dimasukkan adalah:"); System.out.println(" "); System.out.print("["); for (int i = 0; i< x.length; i++) System.out.print(x[i]+""); System.out.print("]"); System.out.println("\n"); } }

28 Game: Menebak Mata Dadu Agar Anda tidak jenuh belajar Java, marilah Anda buat game menebak jumlah mata dari dua dadu yang dilemparkan. Namun sebelumnya, ini hanya sekedar permainan, bukan untuk dijadikan ajang taruhan. Dua dadu yang dilemparkan memiliki kemungkinan jumlah mata sebagai berikut; Keterangan: Angka yang dicetak miring adalah kemungkinan jumlah yang dihasilkan dari mata dadu pertama + mata dadu kedua.

29 Netbeans 20 :

30 /** Estu Sinduningrum, ST, MT * Title : Tebak Dadu * Deskripsi : Menebak hasil penjumlahan * dari guliran dua dadu */ public class TebakDadu { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { System.out.println("\nPROGRAM MENEBAK JUMLAH DUA DADU"); System.out.println(" \n"); System.out.print("Masukkan tebakan anda [2-12] :"); int tebakan = InputConsole.readInt(); if(( tebakan >0) && (tebakan<=12)) { TebakDadu td = new TebakDadu(); int hasilguliran = td.gulirduadadu(); if(tebakan== hasilguliran) System.out.println("\nHebat... tebakan anda benar!!!"); else { System.out.println("Maaf... anda belum beruntung"); System.out.println("Hasil guliran dua dadu adalah :"+ hasilguliran); } } else System.out.println("Anda memasukkan bilangan "+ "yang invalid!!!"); } // Method Menggulirkan dua dadu dan menjumlahkan // hasil. public int gulirduadadu () { int dadu1, dadu2, jumlahduadadu; dadu1 = 1+(int) (Math.random()*6); dadu2 = 1+(int) (Math.random()*6); jumlahduadadu = dadu1 +dadu2; return jumlahduadadu; } }

31 Tipe Kembalian Deskripsi Method Kelas Math Static double asin(double a) Mengembalikan nilai arc sinus dari suatu sudut (dalam radian). Static double atan(double a) Mengembalikan nilai arc tangent dari suatu sudut (dalam radian). Static double atan2(double y, double x) Mengubah koordinat rectangular (x, y) menjadi polar (r, theta). Static double ceil(double a) Mengembalikan nilai double terkecil yang tidak kurang dari dan sama dengan bilangan bulat integer. Static double cos(double a) Mengembalikan nilai cosinus dari suatu sudut (dalam radian). Static double exp(couble a) Mengembalikan nilai pangkat eksponensial Euler e raised terhadap suatu nilai double. Static double floor(double a) Mengembalikan nilai double yang terbesar yang tldak lebih dari pada argument dan sama dengan bilangan bulat integer.

32 Tipe Kembalian Deskripsi Method Kelas Math Static double IEEE remainder(double f1, double f2) Menghitung sisa operasi pada terhadap dua argumen sesuai dengan stancard IEEE754 Static double log(double a) mengembalikan nilai logaritma natural (berbasis e) dari suatu nilai double. Static double max(double a, double b) Mengembalikan nilai terbesar di antara dua nilai double. Static float max(float a, float b) Mengembalikan nilai terbesar di antara dua nilai float. Static int max(int a, int b) Mengembalikan nilai terbesar diantara dua nilai int. Static long max(long a, long b) Mengembalikan nilai terbesar di antara dua nilai long. Static float min(float a, float b) Mengembalikan nilai terkecil di antara dua nilai float. Static int min(int a, int b) Mengembalikan nilaiterkecil di antara dua nilai int.

33 Tipe Kembalian Deskripsi Method Kelas Math Static long min(long a, long b) Mengembalikan nilai terkecil di antara dua nilai long. Static double pow(double a, double b) Mengembalikan nilai hasil perpangkatan argumen pertama terhadap argumen kedua Static double random0 Mengembalikan sebarang nilai double bertanda positif, >= 0.0 dan < 1.0. Static double rint(double a) Mengembalikan nilai double yang terdekat dengan nilai argumen dan sama dengan bilangan bulat integer. Static long round(double a) Mengembalikan nilai long terdekai dengan argumen. Static int round(float a) Mengembalikan nilai int terdekat dengan argumen (pembulatan). Static double sin(double a) Mengembalikan nilai sinus dari suatu sudut (dalam radian).

34 Tipe Kembalian Deskripsi Method Kelas Math Static double sqrt(double a) Mengembalikan nilai positif akar darisuatu nilai double. Static double tan(double a) Mengembalikan nilai tangent dari suatu sudut (dalam radian). Static double Static double todegrees(double angrad) Mengubah sudut yang diukur dalam radians menjadi derajat. toradians(double angdeg) Mengubah sudut yang diukur dalam derajat menjadi radians.

35 Rekursi: Method Memanggil Diri Sendiri Selain dapat memanggil method lainnya, suatu method dapat juga memanggil diri sendiri. Proses ini dinamakan rekursi. REKURSI : Adalah proses yang terjadi ketika suatu method memanggil diri sendiri.

36 Beberapa Masalah Klasik Faktorial Bila Anda pemah mempelajari teori kemungkinan (probabilitas) tentu tidak asing dengan konsep faktorial. Sistem perhitungan faktorial memiliki ketentuan sebagai berikut:

37 Beberapa Masalah Klasik Berdasarkan ketentuan diatas, bisa Anda tuliskan beberapa konsekuensi yang menyertaiya. Jika nilai faktorial suatu bilangan sama dengan hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan-bilangan sebelumnya, selama bernilai Positif, maka: (n-2)! = (n-2) x (n-3) x (n-4)... (n-1)! =(n-1)x(n-2)! n! = n x (n-1)!

38 Beberapa Masalah Klasik Bagaimana membuat algoritma programnya? Dengan memperhatikan pola di atas cara yang paling efisien untuk mengalikan bilangan-bilangan faktorial adalah dengan membulat fungsi perkalian yang dapat memaggil diri sendiri. proses tersebut terus dikerjakan dengan indeks yang menurun akan berhenti setelah tercapai n = k.

39 Beberapa Masalah Klasik factorial (int n) { If (n==0) // Statemen yang akan menghentikan rekursi return 1; Else Return n*factorial (n-1); // Memanggil method factorial Secara rekursif }

40 Netbeans 21 :

41 /** *Title : Faktorial Suatu Bilangan * Deskripsi : Menghitung Hasil Factorial Suatu Bilangan */ public class Faktorial { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { System.out.println("\nPROGRAM MENGHITUNG FAKTORIAL"); System.out.println(" \n"); // Mengintruksikan user untuk memasukkan suatu integer >= 0 System.out.print("Masukkan bilangan integer >0:"); int n = InputConsole.readInt(); /** Method rekursi untuk menghitung hasil *factorial dari n */ static double faktorial(int n) { if (n==0)// kondisi yang menghentikan rekursi return 1; else return n*faktorial(n-1); } } System.out.println("Nilai Faktorial dari"+ n +"adalah" + faktorial(n)); }

42 Deret Fibonacci Deret Fibonacci adalah deretan bilangan yang dihasilkan dari penjumlahan dua bilangan sebelumnya. Deret ini dimulai dengan bilangan 0 dan 1, dan berturut-turut akan dihasilkan bilangan (0+1), (l+l), (l+2), (2+3), dan seterusnya. Bilangan-bilangan yang menyusun deret Fibonacci disebut juga sebagai Bilangan Fibonaci. Selanjutnya Anda akan membuat method sedemikian rupa, sehingga Anda bisa mengacu kepada suatu bilangan. Fibonacci proses ini dilakukan dengan memanggil nama method tersebut dan menyebutkan indeknya, contoh fib(0), fib(3), fib(100), dan sebagainya. Bagaimana algoritmanya? Berdasarkan pola fibonacci, fib(0) = 0; fib(l) = 1; fib(n) = fib(n-l) + fib(n-2); n >= 2

43 Sekali lagi, Anda akan menggunakan pola rekursi untuk memecahkan masalah tersebut. Pola fib(n-1)+fib(n-2); n >= 2 bermakna untuk mencari bilangan Fibonacci ke-n. Anda harus mengerjakan proses perhitungan untuk dua bilangan sebelum indeks ke n (dengan indeks menurun). Proses akar terus dikerjakan dan berakhir bila n = 2 atau menghasilkan fib(0). Sebagai ilustrasi Anda akan menghitung nilai bilangan fibonaci ke-7. Maka urutannya adalah: fib(7) = fib(6) + fib(5); fib(6)=fib(5)+fib(4); fib(5)=fib(4)+fib(3); fib(4)=fib(3)+fib(2); fib(3) = fib(2) + fib( l): fib(2)=fib(l)+fib(0); fib(1) = 0; fib(0)= 1;

44 Netbeans 22 :

45 /** * Title : Deret Fibonaci * Deskripsi : Mendemonstrasikan * perhitungan untuk * memperoleh Bilangan Fibonaci ke-n */ public class Fibonaci { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { System.out.println("\nPROGRAM FIBONACI"); System.out.println(" \n"); // Membaca indeks bilangan Fibonaci System.out.print("Masukkan indeks bilangan Fibonaci :"); int n = InputConsole.readInt(); // Menghitung dan menampilkan bilangan Fibonaci System.out.println("Bilangan Fibonaci pada indeks "+ n + " adalah " +fib(n)); } /** Method menghitung bilangan Fibonaci */ public static long fib(long n) { if ((n ==0) (n==1)) // Kondisi yang menghentikan rekursi return n; else return fib(n-1) + fib(n-2); } }

46 Menara Hanoi Menara Hanoi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu tumpukan balok atau cakram yang tersusun seperti sebuah piramid. Sebagai ilustrasi, tinjaulah Menara Hanoi yang tersusun dari 3 balok. Pada bagian dasarnya, terdapat balok dengan penampang terluas, di ujungnya balok dengan penampang tersempit, dan di bagian tengahnya, balok dengan luas penampang di antara keduanva.

47 Menara Hanoi Ide selanjutnya yang menjadi inti permasalahan dalam Menara Hanoi adalah memindahkan balok-balok tersebut ke posisi baru, sedemikian rupa sehingga pada posisi tersebut, balok-balok itu akan tersusun kembali menjadi Menara Hanoi yang sama. Berikut ini adalah ketentuan umum dari Fenomena Pemindahan Menara Hanoi: 1. Anggap terdapat n balok penyusun Menara Hanoi. Masing-masing balok memiliki luas penampang berbeda yang Anda beri label 1,2, 3, dan seterusnya. Indeks dimulai dari ujung atas. 2. Diberikan tiga posisi untuk menempatkan balok-balok tersebut (A, B, C). Posisi A digunakan sebagai posisi awal untuk menyusun Menara Hanoi pertama kali. 3. Selanjutnya, Menara Hanoi pada posisi A akan dipindahkan ke posisi B. 4. Pemindahan tersebut harus memenuhi kaidah sebagai berikut:

48 4. Pemindahan tersebut harus memenuhi kaidah sebagai berikut: Pada setiap langkah, hanya boleh satu balok yang dipindahkan. Tidak boleh terjadi balok dengan luas penampang yang lebih kecil ditaruh sebagai alas untuk balok yang lebih besar. Diijinkan untuk menggunakan posisi C sebagai transit sementara untuk balok sebelum ditaruh di posisi barunya (B). Apabila saat proses pemindahan masih berlangsung posisi A sudah kosong, (seluruh balok terkumpul pada posisi B dan C), maka A boleh dijadikan tempat transit sementara. Posisi B dapat juga dianggap sebagai tempat transit sernentara, bila selama proses belum selesai) balok terkumpul pada A dan C. Pada akhir proses pemindahan, hanya terdapat satu menara Hanoi, yaitu pada posisi B, sementara posisi A dan C kosong (tidak memiliki balok sisa satu pun).

49 Aturan Pemindahan Menara Hanoi: Memindahkan seluruh balok dari posisi A ke B. Pada setiap langkah hanya boleh satu balok dipindahkan. Tidak boleh balok kecil menjadi alas bagi balok besar. Posisi C boleh dijadikan transit sementara. Posisi A dan B bisa juga dijadikan transit sementara apabila saat proses pemindahan masih berlangsung, semua balok terkumpul pada dua posisi lainnya.

50

51 Bagaimana Algoritmanya? Bila hanva diberikan balok densan jumlah sedikit, Anda dapat secara sederhana (manual) menyusunya. Untuk n = 1, balok tunggal tersebut dapat langsung Anda pindahkan dari A ke B. Bila n = 2. balok terkecil Anda letakkan pada posisi C terlebih dahulu, selanjutnya balok terbesar Anda pindahkan ke B. Terakhir balok terkecil pada posisi C dipindahkan ke posisi B. Untuk n = 3, telah Anda bahas sebelumnya. Sebelumnya pada menara Hanoi dengan jumlah balok n, algoritmanya dapat diuraikan menjadi tiga subprogram yang dikerjakan secara sekuensial sebagai berikut: 1. Pindahkan sejumlah n-1 balok yang pertama, dari A ke c dengan pertolongan posisi B sebagai transit sementara. 2. Memindahkan balok dari A ke B. 3. Memindahkan n-1 balok dari C ke B dengan bantuan posisi A sebagai transit sementara.

52 Netbeans 23 :

53 /** * Title : Menara Hanoi * Deskripsi : Mendemonstrasikan solusi untuk * masalah Menara Hanoi */ public class MenaraHanoi { /** Main Method */ public static void main(string[] args) { System.out.println("\nPROGRAM MENARA HANOI"); System.out.println(" \n"); // Membaca jumlah balok (n) System.out.print("Masukkan jumlah balok :"); int n = InputConsole.readInt(); // Memindahkan balok secara rekursif System.out.println("Perpindahan balok :"); System.out.println(" "); memindahkanbalok(n,'a','b','c'); } // Method untuk memindahlan sejumlah n balok dari menaraasal // ke menaratujuan dengan bantuan menarabantuan public static void memindahkanbalok(int n, char menaraasal, char menaratujuan, char menarabantuan) { if (n==1) // kondisi yang menghentikan rekursi System.out.println("Memindahan balok"+ n + " dari "+ menaraasal + " ke " + menaratujuan); else { memindahkanbalok (n-1, menaraasal, menarabantuan, menaratujuan); System.out.println("Memindahan balok"+ n + " dari " + menaraasal +" ke " + menaratujuan); memindahkanbalok (n-1, menarabantuan, menaratujuan, menaraasal); } } }

54 TERIMA KASIH

Pertemuan 04. Pemrograman Dasar 2012

Pertemuan 04. Pemrograman Dasar 2012 Pertemuan 04 Pemrograman Dasar 2012 1 Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Memahami tentang proses sederhana (simple process) berupa pemanggilan metode (fungsi) dan ekspresi serta

Lebih terperinci

KELAS-KELAS DASAR. kelas String Buffer, kelas character, kelas number,

KELAS-KELAS DASAR. kelas String Buffer, kelas character, kelas number, KELAS-KELAS DASAR KELAS-KELAS DASAR kelas String, kelas String Buffer, kelas math, kelas character, kelas number, dan lain-lain lain. KELAS-KELAS DASAR Di java suatu string adalah objek Ada dua kelas string

Lebih terperinci

Pemrograman Berorientasi Objek. Beni Suranto, S.T.

Pemrograman Berorientasi Objek. Beni Suranto, S.T. Pemrograman Berorientasi Objek Beni Suranto, S.T. Variabel Variabel adalah nama dari suatu lokasi di memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Variabel diberi nama tertentu yang menunjukkan

Lebih terperinci

Method. Pemrograman Dasar Sistem Informasi PTIIK Herman Tolle

Method. Pemrograman Dasar Sistem Informasi PTIIK Herman Tolle Method Pemrograman Dasar Sistem Informasi PTIIK Herman Tolle Definisi Metode: Sekumpulan baris kode program yang mempunyai fungsi tertentu dan dapat dipanggil dari fungsi utama, Dapat dipanggil berulang

Lebih terperinci

ARRAY. 7 th week Estu Sinduningrum ST,MT

ARRAY. 7 th week Estu Sinduningrum ST,MT ARRAY 7 th week Estu Sinduningrum ST,MT Aplikasi 2x Java Piramida Bilangan Piramida bilangan adalah deretan bilangan yang tersusun sedemikian rupa, sehingga membentuk suatu piramida bilangan. Puncak piramida

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 [TIK] BAB VIII PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK [Alfa Faridh Suni] KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB VIII

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB : PENGENALAN OBJECT ORIENTED PROGRAMMING NAMA : ABDUL LATIF NIM : 0000 TANGGAL : 0/09/06 ASISTEN : - AFIFUR

Lebih terperinci

Function, Array & Object in JavaScript

Function, Array & Object in JavaScript Function, Array & Object in JavaScript By : U. Abd. Rohim Web site : http://www.abdrohim.com Mailto : Function, Array, Object 1 Apa itu Function? Function adalah sub program yang mengerjakan suatu tugas

Lebih terperinci

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom Pemrograman Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom 1 Pokok Bahasan Mengenal Tipe Data, Variabel Mengenal Operator 2 public class Main { Komentar /** Bentuk Dasar Kode Java * @param args */ public static void main(string[]

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN DASAR TIPE-TIPE FUNGSI ATAU METHOD

LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN DASAR TIPE-TIPE FUNGSI ATAU METHOD LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN DASAR TIPE-TIPE FUNGSI ATAU METHOD Disusun oleh : Nama : Ach Fauzan NIM : 135150201111002 Asisten 1 : Fadel Trivandi Dipantara Asisten 2 : Karid Nurvenus Asisten 3 : Apiladosi

Lebih terperinci

public class contohstring1 { public static void main (String[]args) { String kata1; String kata2; String kata3; //desklarasi String

public class contohstring1 { public static void main (String[]args) { String kata1; String kata2; String kata3; //desklarasi String String dan Math Method pada String String adalah bukan tipe data primitive dengan kata lain String merupakan objek. String menampung rangkaian huruf sehingga bisa menjadi sebuat kalimat. Pada Peograman

Lebih terperinci

Percabangan & Perulangan

Percabangan & Perulangan Struktur Dasar Java Percabangan & Perulangan Object-oriented Programming (OOP) with JAVA 2011/2012 Macam-macam Percabangan if (...) if ( ) else ( ) if ( ) else if ( ) else ( ) switch ( ) Percabangan :

Lebih terperinci

MODUL II FUNGSI NUMERIK. A. TUJUAN Memahami mengenai penggunaan numerik. Membuat program numerik sederhana menggunakan VB.

MODUL II FUNGSI NUMERIK. A. TUJUAN Memahami mengenai penggunaan numerik. Membuat program numerik sederhana menggunakan VB. MODUL II FUNGSI NUMERIK A. TUJUAN Memahami mengenai penggunaan numerik. Membuat program numerik sederhana menggunakan VB. B. ALOKASI WAKTU 4 js (4 x 50 menit) C. PETUNJUK 1. Awali setiap aktivitas dengan

Lebih terperinci

Pertemuan 4 Array pada Java

Pertemuan 4 Array pada Java Pertemuan 4 Array pada Java Objektif : 1. Mahasiswa dapat memahami pengertian Array pada Java 2. Mahasiswa dapat mengetahui bentuk umum dari Array 3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis Array pada Java

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java)

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java) LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java) Di susun oleh: Wahyono ( 06/193218/PA/10892 ) Praktikan Algoritma dan Pemrograman Kelas A 7 Mei 2007 LABORATORIUM KOMPUTASI

Lebih terperinci

FUNGSI II. Variabel Statis. Sifat variabel statis: Sintaks: static tipe_data nama_variabel; Contoh: static int angka;

FUNGSI II. Variabel Statis. Sifat variabel statis: Sintaks: static tipe_data nama_variabel; Contoh: static int angka; FUNGSI II Variabel Statis Sifat variabel statis: Variabel hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannya Variabel tidak hilang setelah eksekusi berakhir. Nilainya akan tetap dipertahankan sehingga

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M.

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M. i KATA PENGANTAR Buku ini dibuat untuk memudahkan siapa saja yang ingin belajar MATLAB terutama bagi yang baru mengenal MATLAB. Buku ini sangat cocok untuk pemula terutama untuk pelajar yang sedang menempuh

Lebih terperinci

Pemrograman Berorientasi. Class dan Obyek 2

Pemrograman Berorientasi. Class dan Obyek 2 Pemrograman Berorientasi Obyek Class dan Obyek 2 [email protected] Method main pada Java public static void main(string[] args) Merupakan bagian yang dieksekusi oleh program Java Sifat: public, static,

Lebih terperinci

Method / Fungsi / Sub Program

Method / Fungsi / Sub Program PEMROGRAMAN DASAR Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2014/2015 Method / Fungsi / Sub Program Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT Program Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Programming

Lebih terperinci

Fungsi Rekursif PEMROGRAMAN DASAR. Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT. Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2014/2015

Fungsi Rekursif PEMROGRAMAN DASAR. Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT. Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2014/2015 PEMROGRAMAN DASAR Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2014/2015 Fungsi Rekursif Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT Program Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Fungsi yang memanggil

Lebih terperinci

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION POINTER POINTER ADALAH SUATU VARIABEL PENUNJUK, BERISI NILAI YANG MENUNJUK ALAMAT SUATU LOKASI MEMORI TERTENTU. JADI POINTER TIDAK BERISI NILAI DATA, MELAINKAN

Lebih terperinci

Penyeleksi Kondisi / Percabangan

Penyeleksi Kondisi / Percabangan PEMROGRAMAN DASAR Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2013/2014 Penyeleksi Kondisi / Percabangan Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT Program Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

SEKILAS JENIS-JENIS OPERATOR OPERATOR PENUGASAN OPERATOR ARITMATIKA OPERATOR MAJEMUK

SEKILAS JENIS-JENIS OPERATOR OPERATOR PENUGASAN OPERATOR ARITMATIKA OPERATOR MAJEMUK Pemrograman Dasar SEKILAS JENIS-JENIS OPERATOR OPERATOR PENUGASAN OPERATOR ARITMATIKA OPERATOR MAJEMUK Operator dan Operand Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan

Lebih terperinci

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif PRAKTIKUM 7-8 REKURSIF A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif B. DASAR TEORI Rekursif berarti bahwa suatu proses bisa memanggil

Lebih terperinci

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Pointer & Function. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Pointer & Function. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK E3024015 - STRUKTUR DATA & E3024016 PRAKTIK STRUKTUR DATA Pointer & Function Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK - 2014 Pointer Pointer adalah suatu variabel penunjuk, berisi nilai yang menunjuk alamat suatu

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA MI1274 Algoritma & Pemrograman Lanjut Genap 2015-2016 BAHASA PEMROGRAMAN JAVA Disusun Oleh: Reza Budiawan Untuk: Tim Dosen Algoritma & Pemrograman Lanjut Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran

Lebih terperinci

MODUL III ARRAYLIST TUGAS PENDAHULUAN

MODUL III ARRAYLIST TUGAS PENDAHULUAN MODUL III ARRAYLIST TUGAS PENDAHULUAN 1. Jelaskan pengertian ArrayList? 2. Jelaskan perbedaan Array dan ArrayList? 3. Tuliskan contoh sintak ArrayList! 1. TUJUAN Mahasiswa dapat memahami konsep ArrayList

Lebih terperinci

BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA

BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman dengan

Lebih terperinci

KENDALI PROSES. Untuk mengatur arus program, pemrograman java menyediakan struktur perulangan (looping), kondisional, percabangan, dan lompatan.

KENDALI PROSES. Untuk mengatur arus program, pemrograman java menyediakan struktur perulangan (looping), kondisional, percabangan, dan lompatan. KENDALI PROSES Untuk mengatur arus program, pemrograman java menyediakan struktur perulangan (looping), kondisional, percabangan, dan lompatan. PERINTAH KONDISIONAL Pemrograman Java memiliki 2 Decision-making

Lebih terperinci

FUNGSI. Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma.

FUNGSI. Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma. FUNGSI Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi. Bentuk umum : FUNCTION identifier (daftar parameter)

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PENGENALAN OBJECT ORIENTED PROGRAMMING

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PENGENALAN OBJECT ORIENTED PROGRAMMING LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PENGENALAN OBJECT ORIENTED PROGRAMMING Disusun oleh : Nama : Gustian Ri pi NIM : 135150201111060 Asisten 1 : Az Zahra Rahma Putri Afifa Asisten 2 : Fitri Bibi

Lebih terperinci

PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan memahami perbedaan objek dan class pada Java. 2. Praktikan memahami konsep berorientasi objek. 3. Praktikan dapat membuat program sederhana dengan

Lebih terperinci

Pertemuan 2 Struktur Kontrol Percabangan

Pertemuan 2 Struktur Kontrol Percabangan Pertemuan 2 Struktur Kontrol Percabangan Objektif : 1. Mahasiswa dapat memahami konsep struktur kontrol percabangan dalam pemrograman. 2. Mahasiswa dapat menggunakan struktur kontrol pemilihan (if, else,

Lebih terperinci

Rekursif. Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri.

Rekursif. Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri. Rekursif Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri. Dalam dunia pemrograman, rekursi diimplementasikan dalam sebuah fungsi yang

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++) Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++) Jurusan Sistem Komputer Dr. Lily Wulandari Materi 4 FUNGSI (FUNCTION) PADA C++ 1 Outline Konsep Dasar Fungsi Standar File Header Definisi Fungsi Deklarasi Fungsi

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 Pendahuluan Algoritma

Lebih terperinci

2 TIPE DATA DAN VARIABEL

2 TIPE DATA DAN VARIABEL BAB 2 TIPE DATA DAN VARIABEL Kompetensi Dasar dan Indikator : Setelah mengikuti materi kuliah ini mahasiswa mampu menggunakan tipe data dan variable yang ada dalam Java, dengan indikator mahasiswa mampu:

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN JAVA. Yoannita, S.Kom. Input Kondisi (IF-ELSE, SWITCH)

PEMROGRAMAN JAVA. Yoannita, S.Kom. Input Kondisi (IF-ELSE, SWITCH) PEMROGRAMAN JAVA Yoannita, S.Kom Input Kondisi (IF-ELSE, SWITCH) 1 import java.io.* Operasi input/output dimaksudkan untuk berinteraksi dengan user, User mengetikkan sesuatu input, program java akan menerima

Lebih terperinci

Modul Praktikum 5 Pemograman Berorientasi Objek

Modul Praktikum 5 Pemograman Berorientasi Objek Modul Praktikum 5 Pemograman Berorientasi Objek 1. Judul : Class String, Cluss StringBuffer dan Class Math 2. Tujuan Percobaan : Diakhir praktikum, mahasiswa diharapkan mampu : Menggunakan class string

Lebih terperinci

Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek

Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek 1. Judul : Kontrol Keputusan dan Pengulangan 2. Tujuan Percobaan : Diakhir praktikum, mahasiswa diharapkan mampu : Menggunakan struktur kontrol keputusan

Lebih terperinci

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual Praktikum 7 FUNGSI 1 A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual B. DASAR TEORI Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang

Lebih terperinci

Bahasa Pemrograman 2.

Bahasa Pemrograman 2. Bahasa Pemrograman 2 Pengenalan JAVA 1 [email protected] Instalasi JDK Download JDK for free Instalasi biasa Set PATH dan JAVA_HOME set PATH=%PATH%; set JAVA_HOME=

Lebih terperinci

Modul Praktikum 4 Pemograman Berorientasi Objek

Modul Praktikum 4 Pemograman Berorientasi Objek Modul Praktikum 4 Pemograman Berorientasi Objek 1. Judul : Array 2. Tujuan Percobaan : Diakhir praktikum, mahasiswa diharapkan mampu : Mendeklarasikan dan membuat array Mengakses elemen-elemen didalam

Lebih terperinci

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif PRAKTIKUM 7-8 REKURSIF A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif B. DASAR TEORI Rekursif berarti bahwa suatu proses bisa memanggil

Lebih terperinci

IKG2I4 / Software Project I

IKG2I4 / Software Project I IKG2I4 / Software Project I Mahmud Imrona, M.T. Izzatul Ummah, M.T. Kelompok Keahlian Algoritma dan Komputasi LECTURE NOTE WEEK 2 1 3/11/2015 WEEK 2 Class Driver Constructor Public vs private Get dan set

Lebih terperinci

Bahasa Pemrograman 2.

Bahasa Pemrograman 2. Bahasa Pemrograman 2 Desain Class dan Obyek [email protected] Konstruktor Konstruktor digunakan pada saat instansiasi i i sebuah object. Melakukan instansiasi adalah mengalokasikan sejumlah memory dari

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Lebih terperinci

Modul 3: Kendali program dan teknik. penyimpanan data

Modul 3: Kendali program dan teknik. penyimpanan data Modul 3: Kendali program dan teknik Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat mebuat program java dengan konsep kondisional, loop dan mengelola data dengan array. 1 Pengantar : Dalam modul ini

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman Java

Dasar Pemrograman Java Dasar Pemrograman Java Tessy Badriyah, SKom. MT. http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy Tujuan Pembelajaran Penggunaan Komentar dalam program Memahami perbedaan identifier yang valid dan yang tidak valid

Lebih terperinci

MODUL 6 PERULANGAN. A. String. 1. Instansiasi dan Inisialisasi. M0601xxyyy.jar

MODUL 6 PERULANGAN. A. String. 1. Instansiasi dan Inisialisasi. M0601xxyyy.jar MODUL 6 PERULANGAN Topik-topik yang dibahas pada modul ini adalah mengenai kelas String, kelas Random, dan konsep perulangan. Pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam bentuk teks harus Anda kumpulkan dengan

Lebih terperinci

Percabangan dan Perulangan

Percabangan dan Perulangan Percabangan dan Perulangan uliana Setiowati Politeknik Elektronika egeri Surabaya 2011 1 Topik Percabangan switch Perulangan Special Loop Control 2 Flowchart Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan

Lebih terperinci

SYNTAX PHP Rumus dan Matematika

SYNTAX PHP Rumus dan Matematika SYNTAX PHP Rumus dan Matematika Assalamualaikum. Kali ini saya akan membagikan beberapa syntax untuk Rumus dan Matematika dari bahasa pemrograman PHP. Semua syntax ini saya ambil dari buku Index Lengkap

Lebih terperinci

Konsep Pemrograman. Bab 7. Fungsi1. Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 PENS-ITS. Umi Sa adah

Konsep Pemrograman. Bab 7. Fungsi1. Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 PENS-ITS. Umi Sa adah Bab 7. Fungsi1 Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 Overview Pendahuluan Tujuan Fungsi Dasar Fungsi Jenis Fungsi : memiliki return value Integer Selain integer Tidak memiliki

Lebih terperinci

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C 1. Pendahuluan Lingkungan Turbo C++ 4.5 Turbo C++ 4.5 adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C++ 4.5. 1 2 3 4 1 : Menu Utama

Lebih terperinci

MODUL VII MATH CLASS ACTION SCRIPT 2.0

MODUL VII MATH CLASS ACTION SCRIPT 2.0 1 Modul Ajar Praktikum Multimedia 7 MODUL VII MATH CLASS ACTION SCRIPT 2.0 A. KOMPETENSI DASAR Memahami dan menerapkan fungsi matematika AS 2.0 untuk membuat objek dan grafik trigonometri Menerapkan fungsi

Lebih terperinci

Elemen Dasar Dalam Bahasa Java

Elemen Dasar Dalam Bahasa Java Elemen Dasar Dalam Bahasa Java 1. Kata Kunci Kata kunci adalah kata-kata yang didefenisikan oleh compiler dan memiliki arti dan tujuan spesifik. Java tidak mengizinkan kata-kata tersebut dipakai sebagai

Lebih terperinci

KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer.

KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer. FUNGSI (FUNCTION) PADA C++ KONSEP DASAR Program komputer yang dibuat untuk menjawab permasalahan umumnya berukuran sangat besar. Pengalaman telah menunjukkan bahwa cara terbaik untuk mengembangkan dan

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Deskripsi Singkat Praktikum pemrograman berorientasi objek adalah praktikum yang menggunakan bahasa Java sebagai bantuan dalam memahami konsep pemrograman

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F

Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F Latihan 1 2 Buatlah program untuk menampilkan kuadrat dari suatu bilangan secara berulang sebanyak n kali 1. Buat method

Lebih terperinci

TIPE DATA PADA JAVA. Pertemuan (K-04/L-04)

TIPE DATA PADA JAVA. Pertemuan (K-04/L-04) TIPE DATA PADA JAVA Pertemuan (K-04/L-04) Alangkah baiknya kita mempelajari terlebih dahulu tentang apa itu tipe data dan mengenal ada berapa tipe data yang digunakan dalam Bahasa Pemrograman Java. Sudah

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 1 BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA IDENTIFIER Identifier adalah suatu tanda yang mewakili nama-nama variabel, method, class, dsb. Ingat : Bahasa

Lebih terperinci

Modul 4: Lebih Dalam lagi tentang Class, Objek dan Method

Modul 4: Lebih Dalam lagi tentang Class, Objek dan Method Modul 4: Lebih Dalam lagi tentang Class, Objek dan Method Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memperdalam lagi bagaimana mendefinisikan class, membuat objek, mendefinisikan method 1 Pengantar

Lebih terperinci

Perulangan / Looping

Perulangan / Looping PEMROGRAMAN DASAR Sistem Informasi PTIIK UB Semester Ganjil 2013/2014 Perulangan / Looping Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT Program Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya 7 Aspek Dasar

Lebih terperinci

Array Multidimensi. Pemrograman Dasar. Java

Array Multidimensi. Pemrograman Dasar. Java Array Multidimensi Pemrograman Dasar Java Array 0 1 2 3 4 banyaknya elemen: 5 index elemen dari 0 s.d array.length-1 Deklarasi dan Pembuatan Array Menggunakan operator new new Type [panjangarray ] Ukuran

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA

PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA Asep Herman Suyanto [email protected] http://www.bambutechno.com Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai

Lebih terperinci

1. Mana diantara pilihan-pilihan berikut ini yang merupakan penulisan loop yang benar?

1. Mana diantara pilihan-pilihan berikut ini yang merupakan penulisan loop yang benar? 1 of 14 2/21/2008 2:34 PM Waktu Sisa : 0:43:58 1. Mana diantara pilihan-pilihan berikut ini yang merupakan penulisan loop yang benar? 2 of 14 2/21/2008 2:34 PM 2. Pernyataan manakah yang benar mengenai

Lebih terperinci

PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA

PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA MODUL 1 PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA A. PENGANTAR JAVA Java Standard Development Kit (JDK/SDK) merupakan alat-alat utama bagi programmer untuk membuat dan menjalankan java. Development Kit dapat didownload

Lebih terperinci

FUNGSI. tipe Tipe nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Jika tidak dinyatakan, hasil fungsi dianggap bilangan bulat (int)

FUNGSI. tipe Tipe nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Jika tidak dinyatakan, hasil fungsi dianggap bilangan bulat (int) 1 FUNGSI Sebuah fungsi berisi sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama. Nama ini selanjutnya dapat dipanggil beberapa kali di beberapa tempat dalam program. Tujuan pembuatan fungsi adalah : 1.

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN I. ALGORITMA II. BAHASA

Lebih terperinci

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman

Lebih terperinci

BAB 8 Argumen dari Command-line

BAB 8 Argumen dari Command-line BAB 8 Argumen dari Command-line 8.1 Tujuan Pada bab ini, kita akan mempelajari bagaimana untuk memproses sebuah input dari command-line dengan menggunakan argumen yang diberikan kepada program Java. Pada

Lebih terperinci

Modul 3 Flow Control dan Input

Modul 3 Flow Control dan Input Modul 3 Flow Control dan Input Flow control terbagi menjadi dua, yaitu control seleksi dan control perulangan. 1. KONTROL SELEKSI Kontrol seleksi digunakan untuk membuat pemilihan terhadap aksi yang akan

Lebih terperinci

Bahasa Pemrograman :: Dasar Pemrograman Java

Bahasa Pemrograman :: Dasar Pemrograman Java Bahasa Pemrograman :: Julio Adisantoso ILKOM IPB 26 April 2010 Bahasa Pemrograman :: 1 2 Program Hello World Java literal Tipe data Pernyataan print Latihan 3 BufferReader JOptionPane 4 Panjang array 5

Lebih terperinci

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif PRAKTIKUM 7 REKURSIF 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif B. DASAR TEORI Rekursif adalah suatu proses atau prosedur dari

Lebih terperinci

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

OPERASI PERNYATAAN KONDISI OPERASI PERNYATAAN KONDISI A. Pernyataan IF pernyataan if mempunyai pengertian, jika kondisi bernilai benar, maka perintah dikerjakan dan jiak tidak memenuhi syarat maka diabaikan. Dapat dilihat dari diagram

Lebih terperinci

Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO. Ramos Somya

Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO. Ramos Somya Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO Ramos Somya Identifier Merupakan nama yang digunakan untuk menamai class, variabel, method dan interface. Aturan: - Tidak ada batasan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk PRAKTIKUM 1 Dasar-Dasar Matlab 1 Operator Dasar Aritmatika Operator dasar aritmatika antara lain adalah penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: NoorIfada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 1 Pendahuluan Algoritma

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Kompetensi Detail Mampu menjelaskan Prinsip-prinsip Algoritma Mampu menjelaskan Konsep Bahasa Pemrograman Mampu membuat Flowchart dan Pseudocode Mampu menjelaskan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN JAVA 2

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN JAVA 2 No. LST/EKA/PTI208/01 Revisi : 01 Feb 2009 Hal 1 dari 7 A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan membuat suatu Class dan Object B. Dasar Teori Ø Mengenal

Lebih terperinci

REKURSIF. Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng. Rev.: Dr. Fazat Nur Azizah

REKURSIF. Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng. Rev.: Dr. Fazat Nur Azizah REKURSIF DASAR PEMROGRAMAN Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng. Rev.: Dr. Fazat Nur Azizah THE HANDSHAKE PROBLEM Ada n orang di dalam sebuah ruangan. Jika masing-masing orang harus bersalaman dengan setiap

Lebih terperinci

PENYELEKSIAN /PERCABANGAN & PERULANGAN Part II. 5 th week Estu Sinduningrum ST,MT

PENYELEKSIAN /PERCABANGAN & PERULANGAN Part II. 5 th week Estu Sinduningrum ST,MT PENYELEKSIAN /PERCABANGAN & PERULANGAN Part II 5 th week Estu Sinduningrum ST,MT Review last week Percabangan Pada java terdapat beberapa percabangan, yaitu : 1. if 2. if-else 3. switch 4. case Penyeleksian

Lebih terperinci

Pertemuan 2 (2) : Membuat Class dan mengakses Anggota Class

Pertemuan 2 (2) : Membuat Class dan mengakses Anggota Class Pertemuan 2 (2) : Membuat Class dan mengakses Anggota Class Tessy Badriyah, SKom. MT. http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy Pendahuluan Pada bagian ini, kita akan membuat program berbasis obyek menggunakan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3 A. Kompetensi 1. Utama SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3 Mahasiswa dapat memahami tentang konsep pemrograman

Lebih terperinci

Array. Pengantar. int a, b, c, d, e;

Array. Pengantar. int a, b, c, d, e; Array Pengantar Program yang cukup kompleks membutuhkan variabel dalam jumlah besar. Kita mungkin saja mendeklarasikan variabel-variabel tersebut satu per satu. Andaikan sebuah program membutuhkan 5 (lima)

Lebih terperinci

int fungsi_2() { int main() { fungsi_1(); fungsi_2(); return 0;

int fungsi_2() { int main() { fungsi_1(); fungsi_2(); return 0; Bab 6 Sub Rutin A. Pengertian Sub Rutin Suatu program komputer biasanya merupakan suatu sistem besar yang terdiri dari sub sistem - sub sistem yang mempunyai tugas sendiri-sendiri, saling bekerja sama

Lebih terperinci

BAB 2 PERINTAH DASAR BAHASA C. %d = type data varibel

BAB 2 PERINTAH DASAR BAHASA C. %d = type data varibel BAB 2 PERINTAH DASAR BAHASA C A. PERINTAH TAMPILAN/CETAK DILAYAR SYNTAX : printf(.text ); Atau printf(.text %d.,variable); SYNTAX : puts(.text.. ); printf( \n ); %d = type data varibel \n= menekan enter.

Lebih terperinci

Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-5 Rekursif

Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-5 Rekursif Algoritma dan Pemrograman Lanjut Pertemuan Ke-5 Rekursif Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si.,M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Lebih terperinci

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya :

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya : VI. FUNGSI 6.1. FUNGSI Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa nilai ataupun sebuah hasil operasi. Hasil

Lebih terperinci

PEMBAHASAN UJIAN TENGAH SEMESTER PEMROGRAMAN BERBASIS OBYEK Dosen : Tim Dosen PBO

PEMBAHASAN UJIAN TENGAH SEMESTER PEMROGRAMAN BERBASIS OBYEK Dosen : Tim Dosen PBO PEMBAHASAN UJIAN TENGAH SEMESTER PEMROGRAMAN BERBASIS OBYEK Dosen : Tim Dosen PBO 1. Buat program untuk menampilkan bilangan ganjil yang lebih kecil dari 20 menggunakan : a. For b. While atau do while

Lebih terperinci

PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengetahui array, percabangan, dan perulangan pada Java. 2. Praktikan mengetahui bentuk umum dari array, percabangan, dan perulangan

Lebih terperinci

Membuat dan Menggunakan Class

Membuat dan Menggunakan Class Pertemuan 3 Halaman 1/1 Membuat class pada java : Untuk mendefinisikan suatu class pada java digunakan : class ClassName { suatu class dapat terdiri dari - attribute / data field - method Attribute Attribute

Lebih terperinci

Mengenal Subroutine pada Pemrograman C Dian Wirdasari

Mengenal Subroutine pada Pemrograman C Dian Wirdasari Mengenal Subroutine pada Pemrograman C Dian Wirdasari Abstrak Subroutine merupakan suatu bagian dari program yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya terpisah dari program yang

Lebih terperinci

SUB PROGRAM (FUNGSI)

SUB PROGRAM (FUNGSI) MATERI V SUB PROGRAM (FUNGSI) Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan Fungsi Durasi 180 menit TIU/TIK 1. Pendahuluan 2. Pemahaman Prosedur dan Fungsi 3. Parameter Fungsi 4. Fungsi Rekursif

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA April 1, 2010 BAB 8 REKURSIF

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA April 1, 2010 BAB 8 REKURSIF 1. Tujuan Instruksional Umum MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA April 1, 2010 BAB 8 REKURSIF a. Mahasiswa dapat melakukan perancangan aplikasi menggunakan algoritma rekursif. b. Mahasiswa mampu

Lebih terperinci

Modul 2. [access specifier] [tipe data] [nama variabel];

Modul 2. [access specifier] [tipe data] [nama variabel]; Modul 2 Objek, Kelas, dan Instance Variabel 1. Deklarasi variable, kelas, dan method Di setiap bahasa pemrograman, programmer selalu membuat variabel untuk dapat memanipulasi data dan mengoperasikannya.

Lebih terperinci

BAB V Tujuan 5.1 Rekursi Dasar

BAB V Tujuan 5.1 Rekursi Dasar BAB V Rekursi Tujuan 1. Memahami rekursi sebagai konsep yang dapat digunakan untuk merumuskan solusi sederhana dalam sebuah permasalahan yang sulit untuk diselesaikan secara iteratif dengan menggunakan

Lebih terperinci

Pada bahasa pemrograman C++, dapat dibuat program dengan beberapa sub-program sesuai dengan keinginan dengan menggunakan fungsi.

Pada bahasa pemrograman C++, dapat dibuat program dengan beberapa sub-program sesuai dengan keinginan dengan menggunakan fungsi. Mengenal Fungsi Header pada Bahasa C++ Pada bahasa pemrograman C++, dapat dibuat program dengan beberapa sub-program sesuai dengan keinginan dengan menggunakan fungsi. iostream.h untuk routing I/O basic

Lebih terperinci

PROCEDURE DAN FUNCTION

PROCEDURE DAN FUNCTION PROCEDURE DAN FUNCTION Pada awal perkenalan bahasa C++ telah dibahas singkat seputar algoritma. Dasarnya, algoritma adalah suatu pemetaan yang membantu kita dalam merancang program. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 1. Mahasiswa mampu membagi logika program dengan menggunakan fungsi. 2. Mahasiswa memahami konsep rekursif serta mengimplementasikan dengan menggunakan fungsi. 10.2 Alat

Lebih terperinci