Konsep cahaya sebelumnya Cahaya:
|
|
|
- Inge Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Konsep cahaya sebelumnya Cahaya: Berasal dari perubahan medan listrik dan medan magnet Gelombang elektromagnetik Fisika modern: Relativitas Fisika berubah secara drastis pada awal th 1900 Relativitas adalah salah satu penemuan baru Mengubah cara berpikir kita tentang ruang dan waktu Efek Relativistik nampak pada benda yang bergerak sangat cepat dan pada benda benda sangat masiv,benda benda astronomis. Phy 107 Fall
2 Contoh Galilean relativity Pengamat di pesawat Experimen nampak berbeda menurut pengamat yang berbeda, tetapi keduanya setuju bahwa hukum Newton berlaku Pengamatan dapat dibuat sesuai dengan memasukan kecepatan relatif dari kerangka acuan. Pengamat di bumi Phy 107 Fall
3 Galilean relativitas: contoh Experimen yang dilakukan Di laboratorium yang dalam keadaan diam thd permukaan bumi Di pesawat yang bergerak dengan kecepatan konstan haruslah memberikan hasil yang sama v=0 v>0 Pada kedua kasus, bola nampak naik keatas dan kemudian turun lagi ke tangan Pada kedua eksperimen proses pengukuran memperoleh waktu yang sama Hukum Newton dapat digunakan untuk gerak pada keduanya. Phy 107 Fall
4 HukumNewton dalam kerangka acuan bergerak Pada kedua kasus, percepatan bola adalah sama. Hal itu disebabkan karena kedua kerangka referensi bergerak dengan kecepatan konstan relatif satu terhadap yang lain. Hukum Newton dapat digunakan oleh masing masing pengamat. Ini adalah contoh dari Galilean Relativity Phy 107 Fall
5 Turning this around Tidak ada experimen yang menggunakan hukum hukum mekanika dapat menentukan apakah suatu kerangka referensi bergerak dengan kecepatan nol atau bergerak pada kecepatan konstan. Konsep kecepatan dari gerak absolute tidak memilki arti. Kerangka Inertial : kerangka referensi adalah kerangka yang bergerak lurus dengan dengan kelajuan konstan. Phy 107 Fall
6 Bagaimana tentang elektromagnet? Persamaan Maxwell menyatakan bahwa Cahaya bergerak pada kelajuan konstan c=3x10 8 m/sec di vacuum Nampak ganjil dengan Galilean relativity: Jane Joe Jane akan memperkirakan melihat pulsa cahaya merambat pada c+v tapi Maxwell menyatakan pulsa cahaya akan merambat pada c, jika fisika sama di seluruh kerangka referensi inertial. Jika pengamatan Joe and Jane berbeda, kerangka acuan c itu yang Phy 107 Fall mana?
7 Ether Pada abad 19 th para peneliti mempostulatkan keberadaan medium dimana cahaya merambat. contoh. serupa dengan gas yaitu tempat merambatnya gelombang bunyi atau air tempat merambatnya gelombang air. Maka pers. Maxwell s bila dietrapkan dalam ether Plus Membolehkan kelajuan cahaya menjadi berbeda pada kerangka yang berbeda (pers.maxwell berada pada kerangka yang diam relatif terhadap ether). Cahaya menjadi serupa dengan gelombang klasik lainnya, Ether adalah kerangka referensi Minus Ether haruslah tegar( rigid), medium tidak bermasa, tidak berpengaruh terhadap gerak planet Tidak ada pengukuran eksperimen yang pernah mendeteksi keberadaan dari ether Phy 107 Fall
8 Eksperimen Michelson-Morley jika bumi bergerak melalui medium dimana cahaya dalam medium itu bergerak dengan kelajuan c searah dengan arah gerak planet,maka cahaya nampak dari bumi bergerak lebih lambat. Phy 107 Fall
9 Set eksperimen Angin Ether akan mengubah kelajuan rata rata dari cahaya pada lintasan yang berbeda. Gelombang akan berinterferensi bilamana mereka bergabung kembali. Phy 107 Fall
10 Prinsip relativitas Einstein Princip relativitas: Seluruh hukum hukum fisika adalah identik di seluruh kerangka referensi inersial. Kelajuan cahaya adalak konstan: Kelajuan cahaya adalah sama di seluruh kerangka inersial,tidak bergantung pada kecepatan pengamat,kecepatan sumber cahaya dan arah gerak pengamat atau sumber cahaya (kedua postulat tersebut merupakan dasar dari theory relativitas khusus) Phy 107 Fall
11 definisi Simultaneity kejadian (x 1, t 1 ) adalah simultan dengan kejadian (x 2, t 2 ) jika pulsa bunyi yang dipancarkan pada t 1 dari x 1 dan pada t 2 dari x 2 datang secara simultan pada titik tengah antara x 1 dan x 2. Definisi serupa dari Einstein untuk relativistik simultaneity. Due to the requirement of the consistency of speed of light not everyone agrees events are simultaneous Phy 107 Fall
12 Konsekuensi dari relativitas Einstein Kejadian kejadian yang terjadi secara simultan menurut pengamat di satu kerangka referensi akan nampak tidak simultan menurut pengamat dikerangka referensi yang berbeda. Jarak diantara dua benda tidak absolut. Berbeda untuk setiap pengamat di kerangka referensi yang berbeda Interval waktu diantara dua kejadian tidak absolut. Berbeda untuk pengamat pengamat di kerangka inersial yang berbeda Phy 107 Fall
13 kesimultanan melalui experimen Kereta bergerak dengan kecepatan konstan v relatif terhadap yuli yang berdiri di samping rel (tanah). Juned mengendarai kereta dengan posisi ditengah kereta. Dua kilatan halilintar kena dikedua ujung kereta sehingga meninggalkan tanda pada kereta dan pada tanah dibawahnya. Di tanah, yuli menemukan bahwa dia berada ditengah antara dua tanda. Phy 107 Fall
14 Simultaneity, continued yuli (di tanah) mengamati bahwa gelombang cahaya dari masing masing halilintar yang mengenai kereta di ujungnya juga pada saat yang bersamaan cahaya itu mengenainya. Jika masing masing cahaya merambat pada c, dan menempuh jarak yang sama ( O ada ditengah tengah), kilatan halilintar kena secara simultan di kerangka pengamat di tanah. Phy 107 Fall
15 When do the flashes reach Juned? Yuli dapat melihat kapan dua kilatan cahaya kena pada juned di kereta. Ketika cahaya dari kilatan didepan mencapai juned, dia telah bergerak jauh dari kilatan belakang. kilatan cahaya dari depan dan belakang kena pada juned pada waktu yang berbeda Kelajuan cahaya selalu konstan Juned berjarak sama dari jatuhnya halilintar dikereta kilatan cahaya datang pada waktu yang berbeda kedua kilatan merambat pada c Jadi untuk Juned, jatuhnya halilintar tidak simultan. Phy 107 Fall
16 Konsekuensi kesimultanan dan relativitas Berarti tidak ada waktu absolut atau universal. Interval waktu diantara dua kejadian di suatu kerangka referensi pada umumnya berbeda dari interval waktu yang diukur di kerangka referensi yang berbeda Kejadian yang diukur simultan di suatu kerangka referensi pada umumnya tidak simultan dikerangka kedua yang bergerak relatif terhadap kerangka pertama. Memiliki konsekuensi lain untuk waktu Phy 107 Fall
17 Ether lagi Jika ether itu ada, hal itu tidak akan menjadi persoalan. ether menjadi medium untuk merambatnya gelombang EM. Kelajuan cahaya adalah c relative terhadap ether. jadi ether diam relatif terhadap yuli di tanah. Juned lebih dulu melihat kilatan dari depan kereta karena dia bergerak kearah depan. Ether bergerak kearah belakangnya, membawa kilatan bersamanya. Pengamat kereta mengukur bahwa gelombang dari depan merambat lebih cepat daripada gelombang dari belakang. Setelah dihitung, dia setuju dengan yuli bahwa kenanya kilatan adalah simultan. Phy 107 Fall
18 Tetapi ether tidak ada Tidak ada ether, tidak ada kerangka referensi absolut Juned melihat bahwa kereta diam terhadapnya, dan yuli bergerak kebelakang menjauhinya. Juned melihat bahwa pulsa cahaya dari depan dan dari belakang merambat dengan kelajuan yang tepat sama. Jadi kilatan cahaya datang pada waktu yang berbeda, danjuned berjarak sama diantara keduanya, Juned menyimpulkan bahwa kilatan terjadi pada waktu yang berbeda. Phy 107 Fall
19 Time dilation Kerangka referensi dari pengamat O di kereta Kerangka Referensi dari pengamat O di tanah Observer O di tanah Observer O di kereta bergerak pada v relative thd O Pulsa dipancarakan dari laser, dipantulkan oleh cermin, kembali tiba di laser setelah interval waktu tertentu. Berapakah interval waktu tersebut menurut kedua observers Phy 107 Fall
20 Time dilation, continued Kerangka Referensi observer O di kereta Kerangka Referensi observer O di tanah Observer O di kereta: pulsa cahaya merambat sejauh 2d. Observer O di tanah: pulse cahaya merambat lebih jauh Relativitas: cahaya merambat pada kecepatan c di kedua kerangka referensi Interval waktu antara dua kejadian (pulsa dipancarkan dari laser & pulsa kembali ke laser) adalah lebih lama untuk pengamat yang diam terhadap kejadian Itulah time dilation Phy 107 Fall
21 Seberapa besar pengaruh dilatasi waktu? t = interval waktu antar kejadian di kerangka O (pengamat di tanah) t diperoleh ( c t /2) 2 = ( v t /2) 2 + d 2, ( t) 2 ( c 2 v 2 ) 2 = ( 2d) 2 t = 2d / c 2 v 2 = 2d c Phy 107 Fall (v /c) 2
22 Dilation waktu interval waktu dalam kerangka O jaraktempuh 2d t p = = kecepa tan c interval waktu di kerangka tanah O t = 2d c γ = 1 1 (v /c) 2 = t p 1 (v /c) (v /c) 2 = γ t p Phy 107 Fall
23 Contoh Misalkan pengamat dalam kereta (yang diam terhadap laser dan cermin) mengukur waktu tempuh total sinar laser ialah 1 detik. Pengamat di O pada tanah yang bergerak dengan kecepatan 0.5c relatif terhadap laser atau cermin. γ = 1 1 (v /c) 2 = 1 1 (0.5c /c) 2 = =1.15 Pengamat di O mengukur 1.15 detik Phy 107 Fall
24 Relativitas Khusus: GPS Satelit GPS memiliki jam atom yang akurasinya 1 nanosecond Positinya dihitung dengan membandingkan waktu signal signal dari beberapa satelit. Satellit bergerak pada kelajuan 14,000km/jam Relativitas khusus: Jam bergerak lebih lambat sebesar 7000ns tiap hari! Phy 107 Fall
25 proper time Kita perhatikan pada dua interval waktu. Intervals diantara dua kejadian. Seorang pengamat membandingkan interval waktu yang diukur di kerangka referensi yang berbeda: Interval waktu yang diukur di kerangka referensi dimana kejadian itu berlangsung disebut proper time. Interval waktu yang diukur oleh pengamat di kerangka referensi yang bergerak dengan kecepatan konstan terhadap kerangka referensi tempat berlangsungnya kejadian akan lebih panjang dengan faktor γ γ t = t lain frame proper γ, >1 Phy 107 Fall
26 Jam atomik and relativitas Tahun 1971, empat buah jam atom diterbangkan mengelilingi dunia dengan memakai pesawat jet. 2 ke timur, 2 ke barat -> laju relativ ~ 1000 mi/hr. Ketika kembali, perbedaan waktu rata rata hanya berbeda 0.15 microseconds, konsisten dengan relativitas. Jam atom pertama: 1949 Miniatur jam atom: 2003 Phy 107 Fall
27 Perjalanan ke bintang Spaceship meninggalkan bumi, dgn kelajuan 0.95c 0.95c d=4.3 thn cahaya Spaceship tiba di bintang 0.95c Phy 107 Fall
28 Kerangka observer di spaceship Bumi meninggalkan d=4.3 light-years..tiba di bintang 0.95c 0.95c Phy 107 Fall
29 Membandingkan Pengukuran Pengukuran observer di pesawat ialah proper time Alat pengukur detak jantung dipasang didada astronot Menurut jamnya, astronaut mengukur bahwa detak jantungnya normal rata rata 1 detik antara tiap degupan. Observer di bumi mengukur, dengan jam bumi, waktu yg diukur lebih panjang dari waktu pengukuran astront t earth = γ t astronaut ) t earth = γ t astronaut = t astronaut 1 v 2 /c 2 = 3.2 t astronaut = 3.2 sec Observer di bumi mengamati bahwa detak jantung astronot lambat, dan jam si astronot putarannya lambat. Observer di bumi mengukur waktu antara detak jantung astronot 3.2 sec. Phy 107 Fall
30 The twin paradox Observer di bumi melihat bahwa astronot awet muda dibandingkan dengan dirinya. Ketika kembali, si astronaut akan menjadi lebih muda dari temannya di bumi. Dan akan mendapatkan effek yang lebih dramatis bila kelajuan pesawat di perbesar! Fenomena tersebut telah dibuktikan dengan mengukur waktu hidup partikel muon diam dan muon yang bergerak dengan kecepatan mendekati c. Phy 107 Fall
31 Relativitas khusus memprediksi bahwa astronot akan tidak setuju, dikatakan oleh yang dibumi lebih muda! Mengapa? d=4.3 light-years 0.95c Jika keduanya mengukur interval waktu antara detak jantung pengamat dibumi, yang diukur pengamat bumi ialah proper time. Pengukuran interval waktu oleh lainnya lebih panjang! Astronaut mengatakan detak jantung observer dibumi lebih lambat. Apparently a direct contradiction. Phy 107 Fall
32 Resolution Special relativity diaplikasikan hanya terhadap kerangka referensi yang bergerak dengan kelajuan konstan. Untuk berputar dan kembali lagi, astronot harus mempercepat pesawat dalam waktu singkat. Penentuan interval waktu menggunakan relativitas khusus adalah benar hanya menurut pengamat bumi. Relativitas umum diterapkan pada kerangka referensi yang dipercepat, dan pengukuran keduanya akan menjadi sesuai. Phy 107 Fall
33 Waktu perjalanan total Spaceship meninggalkan bumi,pada kelajuan 0.95c 0.95c t bumi = d v d=4.3 thn-cahaya 4.3 thn - cahaya = = 4.5 thn 0.95 c Waktu tempuh astronot lebih lambat dengan faktor gama. Waktu perjalanan untuk astronot, 4.5 thn/3.2 = 1.4 thn Phy 107 Fall
34 Kecepatan Relativ dari kerangka reference γ = Laju cahaya 1 = 1 1 ( v / c ) 2 kedua observer setuju dgn kelajuan relativ, maka gamma. 1 ( 0.95 ) 2 = v Kerangka bumi Kerangka Rocket v Phy 107 Fall
35 Adakah paradoxes lainnya? kedua observer sepakat bahwa kelajuan(0.95c) Observer bumi: pesawat bergerak Observer di pesawat: bumi dan bintang bergerak Keduanya sepakat bahwa kelajuan sama 0,95 c Tetapi mereka mengukur berbeda tentang waktu perjalanan total. Jika interval waktu berbeda, dan kelajuan sama, bagaimanakah jarak dapat menjadi sama? Jarak tidak sama! Length contraction (konstaksi panjang) Phy 107 Fall
36 Length Contraction Orang pada pesawat dan di bumi sepakat bahwa kecepatan relative v = 0.95 c. Tetapi mereka tidak sepakat terhadap waktu (4.5 vs 1.4 thn). Bagaimanakah dengan jarak antar planet? Acuan bumi d earth = v t Earth =.95 (3x10 8 m/s) (4.5 thn) = 4x10 16 m (4.3 thn cahaya) Acuan kapal d ship = v t ship =.95 (3x10 8 m/s) (1.4 thn) = 1.25x10 16 m (1.3 thn cahaya) Phy 107 Fall
37 Length contraction and proper length Mana yang benar? Sepert halnya interval waktu, jarak akan berbeda,diukur dikerangka berbeda. Tidak ada preferred frame, jadi satu sama lain adalah sama sama benar. proper length L p adalah panjang yang diukur di kerangka yang dalam keadaan diam terhadap objek Pada kasus ini objeknya adalah bumi dan bintang. Panjang di kerangka bergerak Panjang di kerangka diam objek L = L p γ = L p 1 v 2 c 2 Phy 107 Fall
38 Adakah pengukuran yang sama untuk seluruh observer? Jarak sebenarnya antara dua kejadian Diperlukan suatu kuantitas yang sama untuk seluruh observers Suatu kuantitas yang semua observer sepakat x 2 c 2 t 2 separation ( ) 2 c 2 ( time interval ) 2 Perlu dilihat pada separasi baik dalam ruang dan waktu untuk memperoleh jarak keseluruhan antar kejadian. In 4D: 3 space + 1 time x 2 + y 2 + z 2 c 2 t 2 Sama atau invariant dalam setiap kerangka inertial Phy 107 Fall
39 Kejadian dalam kerangka bumi kejadian1: meninggalkan bumi 0.95c d=4.3 light-years (LY) Kejadian 2: tiba di bintang 0.95c t earth = d v 4.3 light - years = = 4.5 years 0.95 c Phy 107 Fall
40 kuantitas invariant relativistik Kerangka bumi separasi kejadian= 4.3 LY Interval waktu = yrs 2 2 ( ) ( ) 2 separasi c interval waktu = ( 4.3) ( c( 4.526yrs) ) = 2.0 LY Kerangka pesawat separasi kejadian= 0 LY interval waktu = yrs 2 2 ( ) ( ) 2 separasi c interval waktu 2 2 = 0 ( c( 1.413yrs) ) = 2.0 LY kuantitas (separasi) 2 -c 2 (interval waktu) 2 adalah sama untuk seluruh observer Itu adalah campuran antara koordinat ruang dan waktu Phy 107 Fall
41 Time dilation, length contraction t= γ t proper t proper diukur di kerangka dimana kejadian terjadi pada lokasi ruang yang sama L=L proper / γ L proper diukur di kerangka dimana kejadian adalah simultan γ = 1 1 (v /c) 2 γ Selalu lebih besar dari 1 γ membesar ketika v membesar, akantak hingga ketika v=c Phy 107 Fall
42 Penjumlahan kecepatan (Non-relativistik) Dapat dicoba untuk mencapai kecepatan tertinggi dengan cara melempar objek dari platform bergerak. Berhasil dengan baik untuk benda nonrelativistik. Phy 107 Fall
43 Penjumlahan kecepatan (Relativistik) Phy 107 Fall
44 Lorentz transformation Co-moving coordinate systems S S v x x Lorentz contraction: length reduction with motion Time dilatation: Lenght at rest Time at rest Example: Muons, τ µ s, in cosmic ray p µ =10 GeV l γ τ µ v 60 km (not. 600 m) Phy 107 Fall
45 Penjumlahan kecepatan Relativistic Kecepatan sangat rendah: Nonrelativistik Bagaimana dengan kecepatan menengah? Kecepatan sangat tinggi: Extrim relativistik Phy 107 Fall
46 Penjumlahan kecepatan Relativistik Penjumlahan kecepatan Galilean tidak dapat diterapkan pada benda yang bergerak dengan kelajuan mendekati kelajuan cahaya. Modifikasi Einstein adalah v ab = v ad + v db 1+ v adv db c 2 denominator adalah suatu koreksi mendasar pada length contraction dan Frame b v db Frame d v ad Object a Phy 107 Fall
47 Penjumlahan kecepatan Relativistik Ketika kecepatan sepeda motor mendekati c, v ab juga semakin mendekati ke c Hasil akhir: tidak ada yang mencapai kecepatan cahaya v db v ad v ab = v ad + v db 1+ v adv db c 2 Frame b Frame d Object a Phy 107 Fall
48 Bahasan sebelumnya Relativitas Einstein Seluruh hukum hukum fisika identik di kerangka referensi inersial Kelajuan cahaya=c di seluruh kerangka referensi inertial. Konsequensi Simultaneity: kejadian kejadian simultan di suatu kerangka tdkakan simultan di kerangka lainnya. Time dilation Length contraction Relativistic invariant: x 2 -c 2 t 2 adalah universal akan dihasilkan pengukuran yang sama untuk seluruh pengamat Phy 107 Fall
49 Review: Time Dilation and Length Contraction Waktu diukur di kerangka lain Waktu objek di kerangka diam T = γt p = T p 1 v 2 c 2 Waktu yg diukur oleh kerangka acuan lain lebih panjang (time dilation) Panjang di kerangka lain Panjang objek di kerangka diam 2 L = L p γ = L p 1 v c 2 Jarak yang diukur oleh kerangka acuan lain lebih pendek (length contraction) Diperlukan pendefinisian dari kerangka diam dan kerangka lain yang bergerak relatif terhadap kerangka acuan diam Phy 107 Fall
50 Momentum Relativistik Hubungan antara momentum dan gaya adalah sangat sederhana dan mendasar Bila gaya nol maka Momentum konstan dan perubahan momentum perubahan waktu = Gaya Hubungan tersebut dipenuhi dalam relativitas Phy 107 Fall
51 Momentum Relativistik Relativitas menyimpulkan bahwa definisi momentum Newtonian (p Newton =mv=massa x kecepatan) adalah akurat pada kecepatan rendah, tetapi tidak akurat pada kecepatan tinggi Relativistic gamma Momentum relativistik adalah: p relativistic = γmv 1 γ = 1 (v /c) 2 massa kecepatan Phy 107 Fall
52 Apakah Newton salah? Relativitas memerlukan suatu konsep yang berbeda dari momentum p relativistic = γmv Tetapi tidak begitu berbeda! Untuk kecepatan rendah << laju cahaya γ 1, dan jadi p relativistic mv Ini adalah momentum Newton γ = 1 1 (v /c) 2 Perbedaan hanya terjadi pada kecepatan benda mendekati kelajuan cahaya Phy 107 Fall
53 Momentum Relativistik Momentum dapat meningkat terus tapi kecepatan tidak pernah mencapai c Kita masih gunakan change in momentum = Force Bila change gaya konstan in timemaka momentum = Force x time, tap kecepatan tdk pernah mencapai c Momentum telah didefinisikan kembali p relativistic = γmv = mv 1 (v /c) 2 SPEED / SPE EED OF LIGHT Newton s momentum v c = p/ p o ( p/ p o ) 2 +1, p o = m o c RELATIVISTIC MOMENTUM Relativistik momentum untuk kelajuan berbeda beda. Phy 107 Fall
54 Bagaimana kita dapat memahaminya? perubahan kecepatan percepatan = lebih kecil pada perubahan waktu kecepatan tinggi dari pada kecepatan rendah Newton menyatakan gaya dan percepatan dihubungkan oleh massa. Kita dapat mengatakan bahwa massa membesar ketika kelajuannya meningkat. Dapat ditulis m o adalah massa diam. p γ γ ) relativistic = γmv = ( γm)v m relativistic v massa relativistik mass m bergantung pada kecepatan p relativistic = γm o v = ( γm o )v mv γ = 1 1 (v /c) 2, m = γm o Phy 107 Fall
55 Massa Relativistik Massa partikel menjadi sangat massive ketika laju membesar ( m=γm o ) Momentum relativistik memiliki bentuk baru ( p= γm o v ) Ingat kembali konsep inertia, untuk memikirkan hal tsb RELATIVISTIC MAS SS / REST MASS SPEED / SPEED OF LIGHT Phy 107 Fall
56 Contoh Suatu benda bergerak dengan kelajuan setengah kelajuan cahaya relativ terhadap seorang pengamat yang dalam keadaan diam. Pada keadaan diam massa benda diukur sebesar 1 kg. Berapakah massa benda yang sedang bergerak menurut pengamat? γ = = 1 1 (v /c) = (0.5c /c) = =1.15 Jadi massa benda bergerak diukur sebesar 1.15kg Phy 107 Fall
57 Question Suatu benda dalam keadaan diam massanya1 kg kemudian bergerak dengan kelajuan 99.5% dari kelajuan cahaya. Berapakah massa benda terukur ketika bergerak? A. 10 kg B. 1.5 kg C. 0.1 kg Phy 107 Fall
58 Energi kinetik Relativistik Analisis yang sama dapat dilakukan pada gerak Newtonian hingga diperoleh hubungan KE relativistic = ( γ 1)m o c 2 Namun untuk kecepatan rendah, persamaan tersebut kembali direduksi menjadi bentuk Newtonian KE relativistic 1 2 m ov 2 for v << c Phy 107 Fall
59 Energi kinetik Relativistik Energi kinetik relativistik membesar ketika kelajuan benda mendekati kelajuan cahaya Sama halnya seperti energi kinetik Newtonian untuk kelajuan benda rendah. (KINETIC ENE ERGY) / m c 2 o Relativistic Newton SPEED / SPEED OF LIGHT Phy 107 Fall
60 Energi relativistik Total Energi kinetik relativistik adalah KE relativistic = ( γ 1)m o c 2 = γm o c 2 m o c 2 Dapat ditulis Bergantung pada kecepatan γm o c 2 = KE relativistic + m o c 2 konstan, tdk bergantung pada kecepatan Energi Total Energi Kinetik Energi diam Phy 107 Fall
61 Equivalensi Massa-energi Equivalensi massa energi dari Einstein E = γm o c 2, or E = mc 2 Menyatakan bahwa energi total partikel adalah berhubungan dengan massanya. Ketika partikel diam juga memiliki energi. Kita juga dapat mengatakan bahwa massa adalah bentuk lain dari energi. Phy 107 Fall
62 Nuclear Power Energi ikat inti 90 Rb dan 143 Cs + 3n massa diamnya lebih kecil dari 235 U +1n: E = mc 2 Phy 107 Fall
63 Energi and momentum Energi Relativistik ialah E = γm o c 2 γ bergantung pada kecepatan, energi yang diukur akan berbeda oleh pengamat yang berbeda Momentum juga berbeda untuk pengamat yang berbeda Hal tsb analog dengan ruang dan waktu, masing masing hasil pengukurannya berbeda oleh pengamat yang berbeda Tetapi ada sesuatu yang hasilnya sama untuk seluruh pengamat: E 2 c 2 p 2 = ( m o c 2 ) 2 = kuadrat energi diam Bandingkan ini pada invarian ruang-waktu x 2 c 2 t 2 Phy 107 Fall
64 Perspektif relativistik Konsep konsep ruang, waktu, momentum, energi untuk dinamika newtonian yang telah digunakan pada kecepatan rendah,menjadi sedikit membingungkan ketika kecepatannya mendekati kelajuan cahaya. Relativitas memerlukan kuantitas konseptual baru, seperti ruang-waktu dan energi-momentum Penggunaan relativitas ruang waktu secara terpisah menghasilkan effek seperti time dilation and length contraction Dalam perlakuan matematis dari relativitas, ruang-waktu dan energi-momentum dari benda selalu ditinjau secara bersama sama Phy 107 Fall
65 Equivalence principle Kerangka referensi dipercepat adalah tak dapat dibedakan dari gaya gravitasi Phy 107 Fall
66 Coba beberapa experimen Kecepatan konstan Percepatan konstan. t=0 t=t o t=2t o t=0 t=t o t=2t o Lantai dipercepat keatas menjumpai bola Eksperimen tidak dapat dilakukan untuk membedakan kerangka dipercepat dari gaya gravitasi Phy 107 Fall
67 Cahaya mengikuti lintasan yang sama kecepatan = v+2at o Lintasan berkas cahaya dalam kerangka kita kecepatan = v+at o kecepatan = v t=0 t=t o Lintasan berkas cahaya dalam kerangka dipercepat t=2t o Phy 107 Fall
68 Apakah cahaya dipengaruhi gravitasi? Jika kita tidak dapat membedakan antara kerangka referensi yang dipercepat dengan dari grafitasi Dan cahaya melengkung di kerangka referensi yang dipercepat Maka cahaya haruslah melengkung dalam suatu medan gravitasi Tapi cahaya tidak memiliki massa. Bagaimana gravitasi dapat mempengaruhinya? Mungkin kita bingung tentang apa garis lurus itu Phy 107 Fall
69 Mana yang merupakan garis lurus? A B C A. A B. B C. C D. semuanya Phy 107 Fall
70 Straight is shortest distance They are the shortest distances determined by wrapping string around a globe. On a globe, they are called great circles. In general, geodesics. This can be a general definition of straight, and is in fact an intuitive one on curved surfaces It is the one Einstein used for the path of all objects in curved space-time The confusion comes in when you don t know you are on a curved surface. Phy 107 Fall
71 Massa dan curvature General relativity menyatakan bahwa setiap massa akan memberikan space-time suatu curvature Gerak dari objek di spacetime adalah ditentukan oleh curvature itu Penyimpangan dari hal tsb akan tampak oleh kita ketika kita mencoba menggambar grafik dalam relativitas khusus Phy 107 Fall
72 Ide dibalik teori geometrik Materi membengkokan space dan time. Pembengkokan diatas permukaan dua dimensi di karakterisasikan oleh curvature pada tiap titik curvature = 1/(radius of curvature) 2 Bagaimana kita dapat menghubungkan curvature terhadap materi? Phy 107 Fall
73 Solusi Einstein Einstein memperkirakan bahwa fungsi curvature ons (satuan 1/m 2 ) adalah berbanding lurus terhadap energi lokal dan kerapatan momentum (satuan kg/m 3 ) Konstanta kesebandingan dari perbandingan dengan teori Newtonian adalah 8πG c 2 dengan G adalah konstanta Newton Phy 107 Fall
74 Dekat Bumi ratio dari curvature dari ruang pada permukaan bumi terhadap curvature dari permukaan bumi adalah ~ 7x10-10 curvature dari ruang dekat bumi adalah sedemikian kecilnya. Tetapi hal itulah yang membuat benda dipercepat menuju bumi! Phy 107 Fall
75 A test of General Relativity Can test to see if the path of light appears curved to us Local massive object is the sun Can observe apparent position of stars with and without the sun But need to block glare from sun Phy 107 Fall
76 Eddington and the Total Eclipse of 1919 Apparent position of star Ukuran sudut ini adalah sekitart 1.75 arcseconds Actual position of star Phy 107 Fall
77 Expedisi Eclipse Eddington 1919 Eddington, British astronomer, pergi ke Principe Island di Gulf of Guinea untuk mengamati solar eclipse. Mereka membuat plate photographic yang menunjukan lokasi bintang bintang didekat matahari. Setelah plate photografik dianalisis dihasilkan suatu deflection yang cocok dengan prediksi relativitas umum(gr) Phy 107 Fall
Relativitas Khusus Prinsip Relativitas (Kelajuan Cahaya) Eksperimen Michelson & Morley Postulat Relativitas Khusus Konsekuensi Relativitas Khusus
RELATIVITAS Relativitas Khusus Prinsip Relativitas (Kelajuan Cahaya) Eksperimen Michelson & Morley Postulat Relativitas Khusus Konsekuensi Relativitas Khusus Transformasi Galileo Transformasi Lorentz Momentum
EINSTEIN DAN TEORI RELATIVITAS
EINSTEIN DAN TEORI RELATIVITAS Freddy Permana Zen, M.Sc., D.Sc. Laboratorium Fisika Teoretik, THEPI Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG I. PENDAHULUAN Fisika awal abad
Bahan Minggu XV Tema : Pengantar teori relativitas umum Materi :
Bahan Minggu XV Tema : Pengantar teori relativitas umum Materi : Teori Relativitas Umum Sebelum teori Relativitas Umum (TRU) diperkenalkan oleh Einstein pada tahun 1915, orang mengenal sedikitnya tiga
Teori Relativitas Khusus
([email protected]) Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung 12 April 2017 Materi 1 Relativitas, Galileo vs Einstein 2 Relativitas Simultanitas 3 Relativitas Waktu
Teori Relativitas Khusus
Teori Relativitas Khusus Agus Suroso ([email protected]) Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung agussuroso102.wordpress.com 18 April 2017 Agus Suroso (FTETI-ITB)
Albert Einstein and the Theory of Relativity
Albert Einstein and the Theory of Relativity 1 KU1101 Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan Bab 07 Great Idea: Semua pengamat, tidak peduli apa kerangka referensinya, mengamati hukum alam yang sama 1. Pendahuluan
RELATIVITAS. B. Pendahuluan
RELATIVITAS A. Tujuan Pembelajaran 1. Memahami pentingnya kerangka auan. Menyebutkan dua postulat Einstein 3. Menjelaskan transformasi Lorentz 4. Menjelaskan konsekuensi transformasi Lorentz yaitu : dilatasi
Rira/ Resume paper Albert Einstein: On the Electrodynamics of Moving Bodies 1) Kinematika a. Pendefinisian Kesimultanan
Rira/10204002 Resume paper Albert Einstein: On the Electrodynamics of Moving Bodies Dalam papernya, Einstein membuka dengan mengemukakan fenomena elektrodinamika Maxwell. Saat diterapkan pada benda-benda
BAB 8 Teori Relativitas Khusus
Berkelas BAB 8 Teori Relativitas Khusus Standar Kompetensi: Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern. Kompetensi
FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB
FISIKA MODERN Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB 1 MANFAAT KULIAH Memberikan pemahaman tentang fenomena alam yang tidak dapat dijelaskan melalui fisika klasik Fenomena alam yang berkaitan
Teori Relativitas Khusus
Teori Relativitas Khusus Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung agussuroso102.wordpress.com, [email protected] 19 April 2017 Daftar Isi 1 Relativitas,
Bab 2 Konsep Relativitas
Bab 2 Konsep Relativitas 2.1 Deskripsi Teori relativitas memeriksa bagaimana pengukuran kuantitas fisis bergantung pada pengamat seperti juga pada peristiwa yang diamati. Dari relativitas muncul mekanika
UM UGM 2017 Fisika. Soal
UM UGM 07 Fisika Soal Doc. Name: UMUGM07FIS999 Version: 07- Halaman 0. Pada planet A yang berbentuk bola dibuat terowongan lurus dari permukaan planet A yang menembus pusat planet dan berujung di permukaan
BAB 26. RELATIVITAS EINSTEIN
DAFTAR ISI DAFTAR ISI...1 BAB 6. RELATIVITAS EINSTEIN... 6.1 Gerak Relatif di Fisika Klasik... 6. Keepatan Cahaya dan Postulat Einstein... 6.3 Delatasi Waktu dan Panjang...5 6.4 Quis 6...11 1 BAB 6. RELATIVITAS
KEMBAR IDENTIK TAPI USIA TAK SAMA
KEMBAR IDENTIK TAPI USIA TAK SAMA Nuril Tsalits Uswatun Nafilah Program Studi Pendidikan Fisika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya Abstrak Jurnal ini membahas mengenai postulat pertama pada
TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.
MATA KULIAH : FISIKA DASAR TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika. POKOK BAHASAN: Pendahuluan Fisika, Pengukuran Dan Pengenalan Vektor
PENDAHULUAN 27/01/2014. Gerak bersifat relatif. Gerak relatif/semu. Nurun Nayiroh, M. Si. Gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya
Pertemuan Ke- Nurun Nayiroh, M. Si Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Postulat Einstein Ayat-ayat al-qur an tentang Relativitas Relativitas Al-Kindi Konsekuensi Postulat Einstein Momentum & Massa relativistik
BAB III GERAK LURUS. Gambar 3.1 Sistem koordinat kartesius
BAB III GERAK LURUS Pada bab ini kita akan mempelajari tentang kinematika. Kinematika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan penyebab timbulnya gerak. Sedangkan ilmu yang mempelajari
Prinsip relativtas (pestulat pertama): Hukum-hukum fisika adalah sma untuk setiap kerangka acuan
Konsep teori relativitas Teori relativitas khusus Einstein-tingkah laku benda yang terlokalisasi dalam kerangka acuan inersia, umumnya hanya berlaku pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Transforasi
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
3. (4 poin) Seutas tali homogen (massa M, panjang 4L) diikat pada ujung sebuah pegas
Soal Multiple Choise 1.(4 poin) Sebuah benda yang bergerak pada bidang dua dimensi mendapat gaya konstan. Setelah detik pertama, kelajuan benda menjadi 1/3 dari kelajuan awal benda. Dan setelah detik selanjutnya
SOAL UN FISIKA DAN PENYELESAIANNYA 2005
2. 1. Seorang siswa melakukan percobaan di laboratorium, melakukan pengukuran pelat tipis dengan menggunakan jangka sorong. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang 2,23 cm dan lebar 36 cm, maka luas pelat
PENDAHULUAN 25/02/2014. Gerak bersifat relatif. Gerak relatif/semu. Nurun Nayiroh, M. Si. Gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya
Pertemuan Ke- Nurun Nayiroh, M. Si Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Postulat Einstein Ayat-ayat al-qur an tentang Relativitas Relativitas Al-Kindi Konsekuensi Postulat Einstein Momentum & Massa relativistik
K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika
K13 evisi Antiremed Kelas 10 Fisika Persiapan PTS Semester Genap Doc. Name: K13A10FIS0PTS Version: 017-03 Halaman 1 01. Pada benda bermassa m, bekerja gaya F yang menimbulkan percepatan a. Jika gaya dijadikan
drimbajoe.wordpress.com 1
1. Hasil pengukuran panjang dan lebar sebidang tanah berbentuk empat persegi panjang adalah 15,35 m dan 12,5 m. Luas tanah menurut aturan angka penting adalah... m 2 A. 191,875 B. 191,9 C. 191,88 D. 192
BAB RELATIVITAS. Htung kecepatan rudal pada Contoh 10.1 berdasarkan relativitas Einstein.
BAB RELATIVITAS Contoh. Sebuah pesawat antariksa bergerak dengan kelajuan,5. Seorang awak dalam pesawat tersebut menembakkan sebuah rudal dengan kelajuan,35 searah dengan gerak pesawat. Berapa keepatan
Latihan Soal Gerak pada Benda dan Kunci No Soal Jawaban 1 Perhatikan gambar di bawah ini!
Latihan Soal Gerak pada Benda dan Kunci No Soal Jawaban 1 Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarlah resultan gaya pada ketiga balok di atas! 2 Perhatikan gambar di bawah ini! a. Berapakah jarak yang ditempuh
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB Soal No. 1 Seorang berjalan santai dengan kelajuan 2,5 km/jam, berapakah waktu yang dibutuhkan agar ia sampai ke suatu tempat yang
BAHAN AJAR FISIKA GRAVITASI
BAHAN AJAR FISIKA GRAVITASI OLEH SRI RAHMAWATI, S.Pd SMA NEGERI 5 MATARAM Pernahkah kalian berfikir, mengapa bulan tidak jatuh ke bumi atau meninggalkan bumi? Mengapa jika ada benda yang dilepaskan akan
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Teori Relativitas Umum Einstein
BAB II DASAR TEORI Sebagaimana telah diketahui dalam kinematika relativistik, persamaanpersamaannya diturunkan dari dua postulat relativitas. Dua kerangka inersia yang bergerak relatif satu dengan yang
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan pernyataan BENAR atau SALAH. Jika jawaban anda BENAR, pilihlah alasannya yang cocok dengan jawaban anda. Begitu pula jika
Kinematika Sebuah Partikel
Kinematika Sebuah Partikel oleh Delvi Yanti, S.TP, MP Bahan Kuliah PS TEP oleh Delvi Yanti Kinematika Garis Lurus : Gerakan Kontiniu Statika : Berhubungan dengan kesetimbangan benda dalam keadaan diam
Pertanyaan Final (rebutan)
Pertanyaan Final (rebutan) 1. Seseorang menjatuhkan diri dari atas atap sebuah gedung bertingkat yang cukup tinggi sambil menggenggam sebuah pensil. Setelah jatuh selama 2 sekon orang itu terkejut karena
D. 80,28 cm² E. 80,80cm²
1. Seorang siswa melakukan percobaan di laboratorium, melakukan pengukuran pelat tipis dengan menggunakan jangka sorong. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang 2,23 cm dan lebar 36 cm, maka luas pelat
SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA. Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012
NAMA : KELAS : SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012 1. Sebuah partikel mula-mula dmemiliki posisi Kemudian, partikel berpindah menempati posisi partikel tersebut adalah...
Mata Pelajaran : FISIKA
Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/ Program : XII IPA Waktu : 90 menit Petunjuk Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar pada lembar jawaban yang tersedia (LJK)! 1. Hasil pengukuran tebal meja menggunakan
BAB I BESARAN DAN SISTEM SATUAN
1.1. Pendahuluan BAB I BESARAN DAN SISTEM SATUAN Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti Alam. Karena itu Fisika merupakan suatu ilmu pengetahuan dasar yang mempelajari gejala-gejala alam dan interaksinya
Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan Hukum Newton. Beberapa fenomena sistem gerak benda jika dianalisis menggunakan
Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan Hukum Newton. Beberapa fenomena sistem gerak benda jika dianalisis menggunakan konsep gaya menjadi lebih rumit, alternatifnya menggunakan
Kegiatan Belajar 3 MATERI POKOK : JARAK, KECEPATAN DAN PERCEPATAN
Kegiatan Belajar 3 MATERI POKOK : JARAK, KECEPATAN DAN PERCEPATAN A. URAIAN MATERI: Suatu benda dikatakan bergerak jika benda tersebut kedudukannya berubah setiap saat terhadap titik acuannya (titik asalnya).
Perjalanan Menembus Waktu
Perjalanan Menembus Waktu Film-film dan novel-novel fiksi ilmiah yang mengangkat tema tentang perjalanan menembus waktu (menggunakan berbagai bentuk mesin waktu) semakin menjamur seiring dengan pesatnya
Antiremed Kelas 12 Fisika
Antiremed Kelas 12 Fisika Persiapan UAS 1 Doc. Name: AR12FIS01UAS Version: 2016-09 halaman 1 01. Sebuah bola lampu yang berdaya 120 watt meradiasikan gelombang elektromagnetik ke segala arah dengan sama
LATIHAN UJIAN NASIONAL
LATIHAN UJIAN NASIONAL 1. Seorang siswa menghitung luas suatu lempengan logam kecil berbentuk persegi panjang. Siswa tersebut menggunakan mistar untuk mengukur panjang lempengan dan menggunakan jangka
BAB I PENDAHULUAN. hukum newton, baik Hukum Newton ke I,II,ataupun III. materi lebih dalam mata kuliah fisika dasar 1.Oleh karena itu,sangatlah perlu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari hari,banyak aktivitas maupun kegiatan kita tertuang dalam fisika. Salah satu materi yang sering berkaitan adalah penerapan hukum newton, baik
Fisika UMPTN Tahun 1986
Fisika UMPTN Tahun 986 UMPTN-86-0 Sebuah benda dengan massa kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari, m. Jika
Pilihlah Jawaban yang Tepat.
Pilihlah Jawaban yang Tepat. 1. Panjang suatu benda yang diukur dengan jangka sorong diperlihatkan gambar di bawah ini. 4 cm 5 cm 0 5 10 Berdasarkan gambar di atas panjang benda adalah : A. 4,56 cm B.
Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College
Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika
FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM
MATA KULIAH KODE MK Dosen : FISIKA DASAR II : EL-1 : Dr. Budi Mulyanti, MSi Pertemuan ke-14 CAKUPAN MATERI 1. TEORI RELATIVITAS KHUSUS. EFEK FOTOLISTRIK 3. GELOMBANG DE BROGLIE 4. ATOM HIDROGEN 5. DIAGRAM
HUKUM NEWTON TENTANG GERAK DINAMIKA PARTIKEL 1. PENDAHULUAN
HUKUM NEWTON TENTANG GERAK DINAMIKA PARTIKEL 1. PENDAHULUAN Pernahkah Anda berpikir; mengapa kita bisa begitu mudah berjalan di atas lantai keramik yang kering, tetapi akan begitu kesulitan jika lantai
PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20
PREDIKSI UN FISIKA 2013 1. Perhatikan gambar berikut Hasil pengukuran yang bernar adalah. a. 1,23 cm b. 1,23 mm c. 1,52mm d. 1,73 cm e. 1,73 mm* 2. Panjang dan lebar lempeng logam diukur dengan jangka
SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.
SNMPTN 2011 FISIKA Kode Soal 999 Doc. Name: SNMPTN2011FIS999 Version: 2012-10 halaman 1 01. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. Percepatan ketika mobil bergerak semakin
Makalah Fisika Modern. Pembuktian keberadaan Postulat Relativitas Khusus Einstein. Dosen pengampu : Dr.Parlindungan Sinaga, M.Si
Makalah Fisika Modern Pembuktian keberadaan Postulat Relativitas Khusus Einstein Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Modern Dosen pengampu : Dr.Parlindungan Sinaga, M.Si Disusun
USAHA DAN ENERGI 1 USAHA DAN ENERGI. Usaha adalah hasil kali komponen gaya dalam arah perpindahan dengan perpindahannya.
USAHA DAN ENERGI 1 U S A H A USAHA DAN ENERGI Usaha adalah hasil kali komponen gaya dalam arah perpindahan dengan perpindahannya. Jika suatu gaya F menyebabkan perpindahan sejauh sebesar W, yaitu W = F
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Upaya para fisikawan, khususnya fisikawan teoretik untuk mengungkap fenomena alam adalah dengan diajukannya berbagai macam model hukum alam berdasarkan
Benda B menumbuk benda A yang sedang diam seperti gambar. Jika setelah tumbukan A dan B menyatu, maka kecepatan benda A dan B
1. Gaya Gravitasi antara dua benda bermassa 4 kg dan 10 kg yang terpisah sejauh 4 meter A. 2,072 x N B. 1,668 x N C. 1,675 x N D. 1,679 x N E. 2,072 x N 2. Kuat medan gravitasi pada permukaan bumi setara
Momen Inersia. distribusinya. momen inersia. (karena. pengaruh. pengaruh torsi)
Gerak Rotasi Momen Inersia Terdapat perbedaan yang penting antara masa inersia dan momen inersia Massa inersia adalah ukuran kemalasan suatu benda untuk mengubah keadaan gerak translasi nya (karena pengaruh
Fisika Umum suyoso Hukum Newton HUKUM NEWTON
HUKUM EWTO Hukun ewton menghubungkan percepatan sebuah benda dengan massanya dan gaya-gaya yang bekerja padanya. Ada tiga hukum ewton tentang gerak, yaitu Hukum I ewton, Hukum II ewton, dan Hukum III ewton.
FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT FISIKA MODERN Radiasi Benda Hitam 1. Suatu benda hitam pada suhu 27 0 C memancarkan energi sekitar 100 J/s. Benda hitam tersebut dipanasi sehingga suhunya menjadi 327 0 C.
PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume
PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/2014 A. PILIHAN GANDA 1. Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume d. Panjang, lebar, tinggi, tebal b. Kecepatan,waktu,jarak,energi
GERAK LURUS Kedudukan
GERAK LURUS Gerak merupakan perubahan posisi (kedudukan) suatu benda terhadap sebuah acuan tertentu. Perubahan letak benda dilihat dengan membandingkan letak benda tersebut terhadap suatu titik yang diangggap
iammovic.wordpress.com PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII
PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII - 014 1. Dari besaran fisika di bawah ini, yang merupakan besaran pokok adalah A. Massa, berat, jarak, gaya B. Panjang, daya, momentum, kecepatan
Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB
Satuan Besaran dalam Astronomi Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB Kompetensi Dasar X.3.1 Memahami hakikat fisika dan prinsipprinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian dan aturan angka penting) X.4.1 Menyajikan
PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN UJIAN SEKOLAH (USEK) KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN UJIAN SEKOLAH (USEK) KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 204/205 Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII / IPA Paket : 0 Hari / Tanggal
FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.
1 D49 1. Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah. Hasil pengukuran adalah. A. 4,18 cm B. 4,13 cm C. 3,88 cm D. 3,81 cm E. 3,78 cm 2. Ayu melakukan
SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII
SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII 1. Tumbukan dan peluruhan partikel relativistik Bagian A. Proton dan antiproton Sebuah antiproton dengan energi kinetik = 1,00 GeV menabrak proton
PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (2013), Hal. 1-7 ISSN : Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet
PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (13), Hal. 1-7 ISSN : 337-8 Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet Nurul Asri 1, Hasanuddin 1, Joko Sampurno 1, Azrul Azwar 1 1 Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas
Antiremed Kelas 11 FISIKA
Antiremed Kelas FISIKA Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARFIS0UAS Version : 205-02 halaman 0. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r= 5t 2 +, maka kecepatan rata -rata antara
3. Dari grafik di samping, pada saat t = 5 sekon, percepatannya adalah. a. 32 m/s 2 b. 28 m/s 2 c. 20 m/s 2 d. 12 m/s 2 e. 4 m/s 2
1 5 6 0 5 Pengukuran dengan jangka sorong ditunjuk- kan seperti gambar di atas Hasil pengukuran dan banyaknya angka penting adalah a 5,04 cm dan 3 angka penting b 5,4 cm dan angka penting c 5,40 cm dan
PENDAHULUAN. Gerak Relatif 03/09/2014 TEORI RELATIVITAS KHUSUS. Nurun Nayiroh, M. Si
03/09/014 Pertemuan Ke- TEORI RELATIVITAS KHUSUS Nurun Nayiroh, M. Si Fisika Modern Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Postulat Einstein Ayat-ayat al-qur an tentang Relativitas Relativitas Al-Kindi Konsekuensi
1 Soal latihan UTS Ganjil IPA-Fisika kelas VIII Semester 1 A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar! 1. Perhatikan beberapa pernyataan berikut: 1) Dapat merubah kecepatan benda 2) Dapat berupa
MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3
MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3 By: Ira Puspasari BESARAN-BESARAN PADA BENDA BERGERAK: Posisi Jarak Kecepatan Percepatan Waktu tempuh Energi kinetik Perpindahan Laju Gaya total besaran
1. Di bawah ini adalah pengukuran panjang benda dengan menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran ini sebaiknya dilaporkan sebagai...
1. Di bawah ini adalah pengukuran panjang benda dengan menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran ini sebaiknya dilaporkan sebagai... A. (0, ± 0,01) cm B. (0, ± 0,01) cm. (0,5 ± 0,005) cm D. (0,0 ± 0,005)
Doc. Name: XPFIS0201 Version :
Xpedia Fisika Soal Mekanika - Kinematika Doc. Name: XPFIS0201 Version : 2017-02 halaman 1 01. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar? (A) perpindahan adalah besaran skalar dan jarak adalah besaran
FISIKA 2014 TIPE A. 30 o. t (s)
No FISIKA 2014 TIPE A SOAL 1 Sebuah benda titik dipengaruhi empat vektor gaya masing-masing 20 3 N mengapit sudut 30 o di atas sumbu X positif, 20 N mnegapit sudut 60 o di atas sumbu X negatif, 5 N pada
UN SMA IPA 2011 Fisika
UN SMA IPA 2011 Fisika Kode Soal Doc. Name: UNSMAIPA2011FIS999 Doc. Version : 2012-12 halaman 1 1. Sebuah benda bergerak dengan lintasan seperti grafik berikut : Perpindahan yang dialami benda sebesar.
Xpedia Fisika. Soal Mekanika
Xpedia Fisika Soal Mekanika Doc Name : XPPHY0199 Version : 2013-04 halaman 1 01. Tiap gambar di bawah menunjukkan gaya bekerja pada sebuah partikel, dimana tiap gaya sama besar. Pada gambar mana kecepatan
Fisika Dasar I (FI-321) Gaya dan Hukum Gaya Massa dan Inersia Hukum Gerak Dinamika Gerak Melingkar
Fisika Dasar I (FI-321) Topik hari ini (minggu 4) Dinamika Gaya dan Hukum Gaya Massa dan Inersia Hukum Gerak Dinamika Gerak Melingkar Dinamika Mempelajari pengaruh lingkungan terhadap keadaan gerak suatu
Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu
A. TEORI SINGKAT A.1. TEORI SINGKAT OSILASI Osilasi adalah gerakan bolak balik di sekitar suatu titik kesetimbangan. Ada osilasi yang memenuhi hubungan sederhana dan dinamakan gerak harmonik sederhana.
Xpedia Fisika DP SNMPTN 05
Xpedia Fisika DP SNMPTN 05 Doc. Name: XPFIS9910 Version: 2012-06 halaman 1 Sebuah bola bermassa m terikat pada ujung sebuah tali diputar searah jarum jam dalam sebuah lingkaran mendatar dengan jari-jari
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 1. Terhadap koordinat x horizontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen
Bab 1. Teori Relativitas Khusus
Bab. Teori Relatiitas Khusus. PENDAHULUAN Sebuah benda dikatakan:. Bergerak relatif terhadap benda lain jika dalam selang waktu tertentu kedudukan relatif benda tersebut berubah.. Tidak bergerak jika kedudukan
Xpedia Fisika. Kinematika 01
Xpedia Fisika Kinematika 01 Doc. Name: XPFIS0116 Doc. Version : 2013-12 halaman 1 01. Sebuah batu dilemparkan vertikal ke atas dari suatu tempat dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan tanaman naik
K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika
K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika Persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Doc. Name: RK13AR10FIS01PAS Doc. Version : 2016-11 halaman 1 10 11 01. Nilai tetapan grafitasi G adalah 6,7 Nm 2 kg
KISI-KISI PENULISAN SOAL (KODE A )
KISI-KISI PENULISAN SOAL (KODE A ) Jenis Sekolah : SMK Alokasi Waktu menit Mata Pelajaran : FISIKA Jumlah Soal butir Kurikulum : K- Guru Penyusun Iksan, S.Pd NO STANDAR KOMPETENSI KLS / BENTUK UR MATERI
GRAVITASI. Gambar 1. Gaya gravitasi bekerja pada garis hubung kedua benda.
GAVITASI Pernahkah anda berfikir, mengapa bulan tidak jatuh ke bumi atau meninggalkan bumi? engapa jika ada benda yang dilepaskan akan jatuh ke bawah dan mengapa satelit tidak jatuh? Lebih jauh anda dapat
UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A. 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut!
SOAL UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut! 2 cm 3 cm 0 5 10 Dari gambar dapat disimpulkan bahwa diameter
Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1.
Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1. Hasil perhitungan klasik ini dikenal sebagai Hukum Rayleigh-
UN SMA IPA 2008 Fisika
UN SMA IPA 008 Fisika Kode Soal P67 Doc. Version : 0-06 halaman 0. Tebal pelat logam diukur dengan mikrometer skrup seperti gambar Tebal pelat logam adalah... (A) 4,8 mm (B) 4,90 mm (C) 4,96 mm (D) 4,98
NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda
NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda I. Pilihan ganda Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang menurutmu tepat. Setiap nomor yang benar menghasilkan poin 1. Berdoalah
PENENTUAN MEDAN GRAVITASI EINSTEIN DALAM RUANG MINKOWSKI MENGGUNAKAN SIMBOL CHRISTOFFEL JENIS I DAN II SKRIPSI MELLY FRIZHA
PENENTUAN MEDAN GRAVITASI EINSTEIN DALAM RUANG MINKOWSKI MENGGUNAKAN SIMBOL CHRISTOFFEL JENIS I DAN II SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains MELLY FRIZHA
KINEMATIKA STAF PENGAJAR FISIKA IPB
KINEMATIKA STAF PENGAJAR FISIKA IPB KINEMATIKA Mempelajari gerak sebagai fungsi dari waktu tanpa mempedulikan penyebabnya Manfaat Perancangan suatu gerak: Jadwal kereta, pesawat terbang, dll Jadwal pits
Uji Kompetensi Semester 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t
D. 75 cm. E. 87 cm. * Pipa organa terbuka :
1. Pada suatu hari ketika laju rambat bunyi sebesar 345 m/s, frekuensi dasar suatu pipa organa yang tertutup salah satu ujungnya adalah 220 Hz. Jika nada atas kedua pipa organa tertutup ini panjang gelombangnya
Makalah Fisika Dasar tentang Gerak Lurus BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
Makalah Fisika Dasar tentang Gerak Lurus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mekanika merupakan bagian dari fisika yang membicarakan hubungan antara gaya, materi, dan gerak. Metode matematika yang dapat
ILMU FISIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.
ILMU FISIKA Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT. DEFINISI ILMU FISIKA? Ilmu Fisika dalam Bahasa Yunani: (physikos), yang artinya alamiah, atau (physis), Alam
UN SMA IPA 2008 Fisika
UN SMA IPA 008 Fisika Kode Soal P44 Doc. Name: UNSMAIPA008FISP44 Doc. Version : 011-06 halaman 1 01. Berikut ini disajikan diagram vektor F 1 dan F! Persamaan yang tepat untuk resultan R = adalah... (A)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Relativitas Einstein Relativitas merupakan subjek yang penting yang berkaitan dengan pengukuran (pengamatan) tentang di mana dan kapan suatu kejadian terjadi dan bagaimana
SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1993
SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1993 BAGIAN KEARSIPAN SMA DWIJA PRAJA PEKALONGAN JALAN SRIWIJAYA NO. 7 TELP (0285) 426185) 1. Peluru ditembakkan condong ke atas dengan
GRAVITASI B A B B A B
23 B A B B A B 2 GRAVITASI Sumber: www.google.co.id Pernahkah kalian berfikir, mengapa bulan tidak jatuh ke bumi atau meninggalkan bumi? Mengapa jika ada benda yang dilepaskan akan jatuh ke bawah dan mengapa
Doc. Name: SBMPTN2015FIS999 Version:
SBMPTN 2015 Fisika Kode Soal Doc. Name: SBMPTN2015FIS999 Version: 2015-09 halaman 1 16. Posisi benda yang bergerak sebagai fungsi parabolik ditunjukkan pada gambar. Pada saat t 1 benda. (A) bergerak dengan
