PENGENALANAN KARAKTER MANDARIN DENGAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
|
|
|
- Farida Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGENALANAN KARAKTER MANDARIN DENGAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Chairisni Lubis 1), Tony 2), Ardy Kuncoro 3) 1), 2), 3) Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara Jalan S.Parman No.1 Jakarta [email protected] 1), [email protected] 2), [email protected] 3) Abstrak Mandarin merupakan bahasa kedua dunia setelah bahasa Inggris. Karakter Mandarin sukar dipelajari karena terbentuk dari beberapa goresan (stroke) dengan jumlah goresan yang bervariasi. Pada penelitian ini, Backpropagation Neural Network (BPNN) digunakan untuk mengenali tulisan tangan karakter mandarin (kanji). Ada beberapa pemrosesan awal yang digunakan untuk mendapatkan hasil pengenalan yang maksimum diantaranya : smoothing, automatic cropping, dan feature exctraction. Tingkat keberhasilan pengenalan maksimum yang dicapai pada penelitian ini sebesar 59,2 %. Kata kunci: Automatic Cropping, Backpropagation Neural Network, Global Histogram. 1. Pendahuluan Mandarin adalah salah satu bahasa yang mulai menunjkan keberadaan dan peranannya di dunia. Keseluruhan dari huruf mandarin diperkirakan lebih dari kata [1]. Huruf-huruf mandarin tidak sama seperti alphabet, karakter mandarin adalah gabungan dari goresan goresan dasar yang digabungkan sehingga membentuk sebuah karakter mandarin Pada awalnya mandarin merupakan bahasa yang sukar untuk dipelajari, oleh karena itu dengan aplikasi ini diharapkan dapat membantu untuk memudahkan dan juga membantu pembaca untuk dapat mengerti huruf Mandarin. Pada penelitian ini, karakter mandarin hasil tulisan tangan akan dicoba untuk dikenali dengan menggunakan Backpropagation Neural Network (BPNN). Ciri dari setiap karakter akan didapat melalui proses ekstraksi ciri Global Histogram, yang merupakan input bagi BPNN. 2. Pembahasan Pada pengenalan karakter Mandarin dengan menggunakan BPNN ini, selain menggunakan kedua metode di atas, digunakan juga beberapa metode untuk perosesan awalnya (preprocessing) yaitu : - Gaussian Filter : digunakan untuk menghaluskan citra - Metode Otsu : digunakan untuk proses binerisasi - Automatic Cropping : digunakan untuk proses cropping secara otomatis - Normalisasi : digunakan untuk menyeragamkan dimensi citra. Sebelum dilakukan proses pengenalan dilakukan dahulu proses pembelajaran dengan menggunakan BPNN. Diagram alir ( flowchart) pembelajaran BPNN dapat dilihat pada gambar 1. Pada proses pengenalan digunakan juga diagram alir yang sama, tetapi dengan menggunakan bobot keterhubungan dari hasil pembelajaran. Input yang berupa tulisan tangan karakter Mandarin berasal dari hasil scanning berformat.jpg. Start End Citra input *jpg Proses Pembelajaran BPNN Hasil Pembelajaran Smoothing Ekstrasi ciri Global Histogram Binarization Normalisasi ukuran Automatic cropping Gambar 1. Flowchart Proses Pebelajaran BPNN 2.1 Karakter Mandarin Huruf atau karakter Mandarin merupakan satu di antara huruf tertua yang dikenal di dunia. Bahasa Mandarin (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, artinya: bahasa percakapan Utara adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat China. Kata Mandarin, dalam bahasa Inggris digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah China yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa China lisan. Huruf-huruf Mandarin tidak sama seperti alphabet, huruf Mandarin didasari atas ideograf dan piktograf. Tulisan Mandarin merukapan sebuah gambar yang dijumpai 8000 tahun yang lalu berdasarkan objek atau benda. Setelah mengalami evolusi, barulah gambar tulisan Mandarin menjadi sistem penulisan yang lengkap diciptakan sekitar 3000 tahun yang lalu di china, sehingga menjadikan salah satu cara penulisan tertua di dunia. [2] Huruf Mandarin terbagi menjadi dua jenis yaitu komponen tungal dan komponen gabungan. Sebagian besar huruf Mandarin adalah komponen gabungan di berbagai posisi huruf tersebut. Contohnya 木 (mù) pohon, dan jika dua aksara 木 diletakkan bersama pada sisi masing-masing, maka menjadi 林 (lín)
2 hutan. Penggabungan 日 (rì) matahari dan 月 (yuè) bulan membentuk 明 (míng) terang. Bahasa Mandarin adalah bagian dari kelompok bahasa China yang dalam skala lebih luar merupakan bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Bahasa Mandarin mempunyai 4 nada, setiap kata yang mempunyai bunyi yang sama namun nadanya berbeda dapat berbeda pula artinya. [7] Huruf Mandarin yang digunakan sekarang ini berasal dari pictograph (tulisan yang menggunakan lambang) yang diukir di atas tulang-tulang yang berisi kata-kata bijaksana berasal lebih dari tahun yang lalu, dan pictograph yang ditemukan beberapa lama sebelumnya. Dalam perkembangan sejarahnya, huruf Mandarin berubah dari pictograph menjadi huruf yang tersusun dari goresan-goresan dengan struktur yang lebih jauh sederhana. Terdapat juga jumlah garisan (stroke) yang sering ditemui dan menjadikan bahasa Mandarin sukar untuk dipelajari, teknis menulis bahasa Mandarin tidak boleh asal-asalan, ada teknik dan aturannya. Terdapat 8(delapan) stroke dasar yang kemudian dimodifikasi menjadi berbagai variasi untuk membentuk sebuah karakter Mandarin yang serumit apapun. Untuk mengetahui suatu karakter memiliki berapa stroke adalah dengan melihat berapa goresan dasar yang digabungkan untuk membuat sebuah karakter Mandarin. [9] Manusia memiliki cara penulisan yang ciri-ciri dalam penulisan yang berbeda. Oleh sebab itu, tulisan tangan menjadi kendala dalam pengelolahan data, karena komputer tidak dapat mengenali citra tulisan tangan, maka dari itu sebuah sistem akan dikembangkan untuk mengelolah dan mengenali sebuah data citra tulisan tangan karakter Mandarin untuk dikenali oleh komputer. 2.2 Gaussian Filter Penghalusan citra ( Smoothing) bertujuan menurunkan atau menekan noise pada suatu citra. Noise pada citra tidak hanya terjadi karena ketidak sempurnaan dalam proses pengambilan, tetapi bias juga disebabkan oleh adanya kotoran pada citra. Proses smoothing ini dilakukan dengan cara mengganti setiap titik (x(t),y(t)) di lintasan dengan rata-rata nilai tetangganya [3]. Untuk mendapatkan citra hasil smoothing (G(x,y)) dapat digunakan persamaan berikut : Keterangan : σ : nilai sebaran...(1) dan untuk proses masking digunakan mask 5x5 seperti yang terdapat pada tabel 1 di bawah ini [10]. Tabel 1. Mask Gausian Filter 5x5 (σ=1,4) 0,01 0,022 0,029 0,022 0,01 0,022 0,048 0,062 0,048 0,022 0,029 0,062 0,081 0,062 0,029 0,022 0,048 0,062 0,048 0,022 0,01 0,022 0,029 0,022 0, Binerization Citra biner adalah citra yang hanya mempunyai dua nilai yaitu hitam dan putih. Proses binerisasi menghasilkan citra biner. Piksel-piksel objek menjadi warna hitam yang memiliki nilai 1, dan latar belakang menjadi warna putih yang memil nilai 0. Citra biner dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Citra Biner Sumber : Logo, Citra Biner 10 September 2014 Permasalahan utama dalam proses binerisasi adalah menetukan nilai ambang ( Threshold). Nilai ini digunakan untuk mempartisi citra ke dalam dua nilai yaitu hitam (1) dan putih (0). Tujuan Metode Otsu adalah membagi histogram citra gray level ke dalam daerah yang berbeda secara otomatos tanpa membutuhkan bantuan user untuk memasukan nilai ambang pendekatan. Metode otsu melakukan analisis diskriminan yaitu menentukan suatu variable yang dapat membagi objek latar depan ( foreground) dan latar belakang (Background) [4]. 2.4 Automatic Cropping Automatic cropping adalah proses pemotongan citra pada elemen tertentu pada area citra. Proses ini bertujuan untuk mengambil elemen yang diinginkan dari citra digital. Automatic cropping merupakan salah satu cara segmentasi citra dengan menggunakan histogram. Segmentasi citra adalah proses membagi suatu citra menjadi bagian-bagian yang homogen berdasarkan kriteria keserupaan tertentu antara tingkat keabuan dari piksel dengan tingkat keabuan piksel tetangganya. Citra input tulisan tangan karakter Mandarin akan dipotong untuk mendapatkan citra tulisan tangan yang telah dibuang bagian tepinya. Proses pemotongan citra input dilakukan dengan menggunakan automatic cropping. Tahap pertama pada automatic cropping adalah dengan
3 melakukan segmentasi baris, proses ini dilakukan dengan teknik analisis piksel dengan vertical histogram dimana piksel akan ditelusuri dari pojok kiri atas hingga pojok kanan bawah secara per baris. Jika baris piksel tidak mempunyai titik hitam maka informasi tersebut tidak ada [6]. Tahap kedua adalah dengan menggunakan segmentasi kolom. Proses ini dilakukan dengan cara yang sama, tetapi perhitungan piksel hitam dilakukan secara per kolom. 2.5 Normalisasi Ukuran Normalisasi ukuran adalah suatu proses untuk menyeragamkan dimensi citra agar keakuratan dan pada baris data yang dimiliki mempunyai ukuran yang seragam. Dimensi citra yang akan digunakan adalah 32x32, karena dimensi tersebut tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Jika dimensi citra terlalu besar maka proses akan membutuhkan waktu yang lama, sebaliknya jika dimensi citra terlalu kecil akan mempengaruhi hasil dan tingkat keakuratannya. 2.6 Ekstraksi Ciri Ekstrasi ciri merupakan bagian dari teknik pengenalan pola yang bertujuan mengambil atau mengekstrasi nilainilai unik dari suatu objek. Ekstrasi ciri yang digunakan dalam perancangan ini adalah global histogram. Histogram menunjukkan distribusi piksel berdasarkan intensitas yang dimiliki oleh tiap-tiap piksel. Global Histogram merupakan gabungan dari beberapa histogram, yaitu [8]: 1. Histogram Vertikal 2. Histogram Horizontal 3. Histogram Diagonal kiri 4. Histogram Diagonal kanan. Karena pada perancangan ini digunakan skala perbandingan 32x32 maka akan didapatkan jumlah nilai hasil ekstraksi ciri (Vektor Ciri) seperti di bawah ini : 1. Jumlah Vektor Ciri HistogramVertikal:32 2. Jumlah Vektor Ciri Histogram Horizontal:32 3. Jumlah Vektor Ciri Histogram Diagonal Kiri:63 4. Jumlah Vektor Ciri Histogram Diagonal kanan: 63 Global Histogram adalah nilai dari penjumlahan nilai vertikal, horizontal, diagonal kiri dan diagonal kanan yang berjumlah 190. Nilai dari masing-masing ekstraksi ciri seperti di atas (berupa vektor ciri) merupakan input bagi Backpropagation Neural Network. 2.7 Back Propagation Neural Network Back Propagation Neural Network (BPNN) merupakan salah satu pemrosesan informasi atau data yang dibentuk dengan menirukan cara kerja otak manusia. Salah satu Neural Network yang banyak digunakan untuk pengenalan pola adalah Backpropagation Neural Network. Algoritma pembelajaran BPNN memperkecil tingkat error dengan cara menyesuaikan bobotnya berdasarkan perbedaan nilai output dan target yang diinginkan. Arsitektur BPNN menggunakan banyak lapisan (multi layer). Dengan adanya hidden layer dapat menyebabkan tingkat error yang lebih kecil [5]. Jumlah lapisan dan jumlah neuron dalam hidden layer ditentukan dengan metode try and error untuk mendapatkan nilai error terkecil. Neuron di input layer mewakili vektor ciri dari proses ekstraksi ciri dari pola yang akan dikenali. Neuron output layer menunjukan hasil dari pengenalan. Gambar 3. Arsitektur BPNN Setiap neuron mempunyai keadaan internal yang disebut aktivasi atau level aktivasi. Secara tipikal suatu neuron mengirimkan aktivasinya kebeberapa neuron lain sebagai sinyal. Fungsi aktivasi yang biasa digunakan untuk menentukan nilai output dari neuron di hidden layer dan di output layer pada BPNN adalah Fungsi Aktivasi Sigmoid Biner y f x 1 1 e x Dan fungsi turunannya adalah x f ( x)((1 f ( x))...(2) y' f '...(3) Proses pembelajaran BPNN terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap propagasi maju, tahap propagasi balik, dan tahap penyesuaian bobot. Tahap propagasi maju digunakan untuk menghitung nilai output hasil pembelajaran. Pada tahap propagasi balik, nilai output ini akan dibandingkan dengan nilai target untuk menghitung nilai error pada setiap lapisan. Nilai bobot keterhubungan yang baru untuk pembelajaran berikutnya didapat pada tahap penyesuaian bobot. 2.8 Pengujian Pengujian program pengenalan Karakter Mandarin dengan menggunakan Backpropagation Neural Network (BPNN) ini terdiri dari beberapa tahap. Jumlah karakter yang diuji sebanyak 300 karakter yang masing-masing ditulis oleh : Li Ting, Shuang De, Ardy, dan Wilson. Setiap karakter dikelompokkan menurut jumlah goresan yang membentuknya seperti pada tabel 2. Tabel 2. Pengelompokan Karakter Jumlah Goresan Jumlah Karakter
4 Tahap pertama pengujian adalah melakukan proses pelatihan dengan menggunakan data uji sebanyak 600 data latih (diambil dari tulisan Li Ting dan Shuang De). Variabel parameter BPNN yang digunakan dapat dilihat pada tampilan program menu pelatihan (gambar 4). ekstrasi ciri global histogram menghitung nilai piksel perbaris dan perkolom. Gambar 6. Tebal Tipis Tulisan Gambar 4. Tampilan program menu pelatihan Dari hasil beberapa pelatihan tidak pernah didapatkan error yang maksimum, proses pelatihan selalu berhenti pada saat epoch maksimum yang memakan waktu proses sekitar 30 menit. Tahap kedua pengujian merupakan pengenalan terhadap data latih (Li Ting dan Shuang De) dan data uji (Ardy, dan Wilson). Hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil pengujian data latih dan data uji Jumlah Li Shuang Ardy Wilson Goresan Ting De % 97.2% 57.4% 59.2% % 98.8% 49.9% 54.2% % 98.1% 50.6% 51.8% % 98.4% 48.7% 50% Hasil pengenalan memiliki presentase yang bervariasi, yang disebabkan oleh beberapa kesalahan dalam penulisan sehingga mengakibatkan citra karakter mandarin tersebut tidak dapat dikenali atau proses pengenalan menjadi salah. Pada proses pengenalan dengan menggunakan data latih, tingkat keakurasian dapat mencapai 98,8 % yang didapat pada karakter dengan jumlah goresan 5-8. Tingkat keakurasian pengenalan dengan menggunakan data uji hanya mencapai 59,2 % pada karakter dengan jumlah goresan 1-4. Gambar 6 menunjukkan salah satu kesalahan penulisan karakter mandarin. Gambar 5. Kesalahan penulisan Tebal tipis cara penulisan pada karakter mandarin yang sudah di scan juga menjadi masalah yang dapat mempengaruhi keakurasian dalam pengenalan, karena 3. Kesimpulan Pengenalan karakter mandarin dengan metode Backpropagation Neural Network (BPNN) dan ekstraksi ciri global histogram dapat mencapai tingkat keakurasian sampai 59,2 %. Kesalahan pada pengenalan didominasi oleh adanya penebalan pada penulisan karakter mandarin sehingga menyebabkan penyebaran tinta pada kertas. Selain itu pada proses pembelajaran juga tidak didapatkan error minimal yang ditentukan. Untuk menjadikan pengenalan menjadi maksimal disarankan menambahkan proses thinning pada citra input terlebih dahulu dan mencari nilai variabel parameter BPNN yang optimum. Daftar Pustaka [1] Adelia, Mengenal Bahasa Mandarin, mandarin.web.id/, 5 September 2014 [2] David, Pengenalan Karakter Mandarin, [3] Digilab, Pengertian Smoothing, ac.id/.../its- Undergraduate , 26 Oktober 2014 [4] Erikanya Dede, Metode Otsu. / /METODE-OTSU, 6 Oktober 2014 [5] Fausett, Laurent. Fundamental Of Neural Network : Archutectures, Algorithms and Applications, (Englewood Cliffs : Prentice-Hall, 1994), hal. 291 [6] Jans Hendry, Using Profile Projection To Segmentation Character In Image (M atlab). Alphabet-Pada-Citra-Digital-OCR-Menggunakan-Profile- Projection11, 11 September [7] Kohar, Sejarah Singkat perkembangan Bahasa cina, singkat-perkembangan-bahasa-cina, 06 september 2014 [8] Michael Simon. Global Histogram Sebagai Pengekstrasi Ciri Untuk Pengenalan Karakter Mandarin Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara h. 20, [9] Sesepuh EOC, Sekilas tentang Bahasa Mandarin, Mandarin, 7 Oktober 2014 [10] Steve, Smoothing, ~rcollins/cse486/lecture04.pdf, 12 September 2014 Biodata Penulis Chairisni Lubis, memperoleh gelar Sarjana Fisika (Dra), Jurusan Fisika Universitas Indonesia, Depok, lulus tahun Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok, lulus tahun Saat ini menjadi Dosen Tetap di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta
5 Tony, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta, lulus tahun Memperoleh gelar Magister Komputer (M. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok, lulus tahun Saat ini menjadi Dosen Tetap di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ardy Kuncoro, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta, lulus tahun
6 4.9-30
DOKUMENTASI ULANG NASKAH BRAILLE MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
DOKUMENTASI ULANG NASKAH BRAILLE MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Chairisni Lubis 1, Yoestinus 2 1 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara-Jakarta, [email protected]
PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK DAN PEMROSESAN AWAL THINNING ZHANG SUEN
PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK DAN PEMROSESAN AWAL THINNING ZHANG SUEN Chairisni Lubis 1) Yuliana Soegianto 2) 1) Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara Jl. S.Parman
GRAY LEVEL COOCURENCE MATRIX SEBAGAI PENGEKSTRAKSI CIRI PADA PENGENALAN NASKAH BRAILLE
GRAY LEVEL COOCURENCE MATRIX SEBAGAI PENGEKSTRAKSI CIRI PADA PENGENALAN NASKAH BRAILLE Yegar Sahaduta 1), Chairisni Lubis 2) 1) Fakultas Teknologi Informasi-Universitas Tarumanagara Jl. S. Parman No.1,
Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Membaca Karakter pada Formulir Nilai Mata Kuliah
Vol. 14, No. 1, 61-68, Juli 2017 Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Membaca Karakter pada Formulir Nilai Mata Kuliah La Surimi, Hendra, Diaraya Abstrak Jaringan syaraf tiruan (JST) telah banyak diaplikasikan
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI Oleh Nama : Januar Wiguna Nim : 0700717655 PROGRAM GANDA TEKNIK INFORMATIKA DAN MATEMATIKA
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam pengerjaan perancangan dan pembuatan aplikasi pengenalan karakter alfanumerik JST algoritma Hopfield ini menggunakan software Borland Delphi 7.0. 3.1 Alur Proses Sistem
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Neural Network di Matlab Gambar 3.1 Blok Diagram Perancangan Sistem Neural network 3.1.1 Training Neural Network Untuk pelatihan neural network penulis lebih
Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan
Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Adhika Aryantio School of Electrical Engineering and Informatics Institute Technology of Bandung 10th Ganeca Street Bandung, Indonesia. [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengenalan Pola Pengenalan pola adalah suatu ilmu untuk mengklasifikasikan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengukuran kuantitatif fitur (ciri) atau sifat utama dari suatu
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM) Jani Kusanti Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Universitas Surakarta (UNSA),
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Citra (image) sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh
SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON
30 BAB IV SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON 4.1 Gambaran Umum Sistem Diagram sederhana dari program yang dibangun dapat diilustrasikan dalam diagram konteks berikut. Gambar
1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dibidang transportasi darat khususnya kendaraan bermotor, semakin membantu masyarakat penggunanya, sehingga menjadikan kendaraan bermotor sebagai
SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 7 No. 3 Edisi September 2012 105 SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON Anindita Septiarini Program Studi Ilmu Komputer FMIPA,
Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt
Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt Ardi Satrya Afandi Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Depok, Indonesia [email protected] Prihandoko,
APLIKASI DETEKSI MIKROKALSIFIKASI DAN KLASIFIKASI CITRA MAMMOGRAM BERBASIS TEKSTUR SEBAGAI PENDUKUNG DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA
APLIKASI DETEKSI MIKROKALSIFIKASI DAN KLASIFIKASI CITRA MAMMOGRAM BERBASIS TEKSTUR SEBAGAI PENDUKUNG DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA Yusti Fitriyani Nampira 50408896 Dr. Karmilasari Kanker Latar Belakang Kanker
PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK
PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK Naskah Publikasi disusun oleh Zul Chaedir 05.11.0999 Kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sel Darah Merah Sel darah merah atau eritrositmemiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan membahas landasan teori-teori yang bersifat ilmiah untuk mendukung penulisan skripsi ini. Teknik-teknik yang dibahas mengenai pengenalan pola, prapengolahan citra,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam kurun waktu enam bulan terhitung mulai februari 2012 sampai juli 2012. Tempat yang digunakan
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem parkir khususnya untuk parkir mobil di tempat-tempat pusat perbelanjaan di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem otomatis. Setiap mobil yang
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Program aplikasi ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual C# 2008 Express Edition. Proses perancangan menggunakan pendekatan Object Oriented
BAB III METODE PENELITIAN. menjawab segala permasalahan yang ada dalam penelitian ini.
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan bahan yang digunakan dalam membantu menyelesaikan permasalahan, dan juga langkah-langkah yang dilakukan dalam menjawab segala permasalahan yang ada
IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL
IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL Andri STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan 20212 [email protected] Abstrak
DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR
DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR Naser Jawas STIKOM Bali Jl. Raya Puputan, No.86, Renon, Denpasar, Bali Email: [email protected] ABSTRAK Meter air adalah sebuah alat yang
lalu menghitung sinyal keluarannya menggunakan fungsi aktivasi,
LAMPIRAN 15 Lampiran 1 Algoritme Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Standar Langkah 0: Inisialisasi bobot (bobot awal dengan nilai random yang paling kecil). Langkah 1: Menentukan maksimum epoch, target
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN
44 BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Analisa yang dilakukan terdiri dari : a. Analisa terhadap permasalahan yang ada. b. Analisa pemecahan masalah. 3.1.1 Analisa Permasalahan Pengenalan uang kertas
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA PENGENALAN KARAKTER MANDARIN DENGAN METODE BACK PROPAGATION
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil tahun 2005/2006 PENGENALAN KARAKTER MANDARIN DENGAN METODE BACK PROPAGATION DANIEL / 0600609706 MICHAEL WITANTO
Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen
Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen Yusfia Hafid Aristyagama (23214355) Electrical Engineering, Digital Media and Game Technology Institut Teknologi Bandung Bandung,
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK 2.1 KONSEP DASAR Pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teori yang dijadikan acuan untuk menyelesaikan penelitian. Berikut ini teori yang akan digunakan penulis
TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA
Iwan Suhardi, Toleransi Jaringan Syaraf Tiruan TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi Jurusan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Antar Muka Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman judul perangkat lunak, form pelatihan jaringan saraf tiruan, form pengujian
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini dibahas teori yang digunakan sebagai landasan pengerjaan pengenalan kata berdasarkan tulisan tangan huruf Korea (hangūl) menggunakan jaringan saraf tiruan propagasi balik.
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus
BAB II DASAR TEORI 2.1 Meter Air Gambar 2.1 Meter Air Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor,
BAB 3 PENGENALAN KARAKTER DENGAN GABUNGAN METODE STATISTIK DAN FCM
BAB 3 PENGENALAN KARAKTER DENGAN GABUNGAN METODE STATISTIK DAN FCM 3.1 Gambaran Umum Gambar 3.1 Gambar Keseluruhan Proses Secara Umum 73 74 Secara garis besar, keseluruhan proses dapat dikelompokkan menjadi
Aplikasi Pengolahan Citra Dalam Pengenalan Pola Huruf Ngalagena Menggunakan MATLAB
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Aplikasi Pengolahan Citra Dalam Pengenalan Pola Huruf Ngalagena Menggunakan MATLAB Dani Rohpandi 1), Asep Sugiharto 2),
PENGENALAN KEASLIAN DAN NILAI UANG KERTAS RUPIAH UNTUK TUNA NETRA MENGGUNAKAN METODE INTEGRAL PROYEKSI DAN CANNY
PENGENALAN KEASLIAN DAN NILAI UANG KERTAS RUPIAH UNTUK TUNA NETRA MENGGUNAKAN METODE INTEGRAL PROYEKSI DAN CANNY Yesi Diah Rosita Mahasiswa Pasca Sarjana Teknologi Informasi STTS Surabaya Contact Person:
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK OLEH ARIF MIFTAHU5R ROHMAN (2200 100 032) Pembimbing: Dr. Ir Djoko Purwanto, M.Eng,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penentuan Masalah Penelitian Masalah masalah yang dihadapi oleh penggunaan identifikasi sidik jari berbasis komputer, yaitu sebagai berikut : 1. Salah satu masalah dalam
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Barcode Rcognition System Using Backpropagation Neural Networks M. Kayadoe, Francis Yuni Rumlawang, Yopi Andry Lesnussa * Jurusan
ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION UNTUK PENGENALAN BARCODE BUKU DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION UNTUK PENGENALAN BARCODE BUKU DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS Egi Badar Sambani 1), Neneng Sri Uryani 2), Rifki Agung Kusuma Putra 3) Jurusan Teknik Informatika,
METODOLOGI PENELITIAN
18 METODOLOGI PENELITIAN Kerangka Penelitian Sistem pengenalan roda kendaraan pada penelitian ini tampak pada Gambar 10, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tahapan utama yaitu, tahapan pelatihan
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana 2209 105 042 Pembimbing I : Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST., MT. NIP. 196907301995121001 Pembimbing II : Muhtadin, ST., MT. NIP. 198106092009121003 Latar belakang Banyaknya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini disajikan pada Gambar 14, terdiri dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan dan praproses data, pemodelan
Klasifikasi Pola Huruf Vokal dengan Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan
JURNAL TEKNIK POMITS 1-7 1 Klasifikasi Pola Huruf Vokal dengan Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Dhita Azzahra Pancorowati, M. Arief Bustomi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah Implementasi Algoritma Template Matching dan Feature Extraction untuk Pengenalan Pola Angka Untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER Dalam analisis dan perancangan sistem program aplikasi ini, disajikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang digunakan, diagram
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran untuk penelitian ini seperti pada Gambar 9. Penelitian dibagi dalam empat tahapan yaitu persiapan penelitian, proses pengolahan
Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MENGENALI MOTIF BATIK
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MENGENALI MOTIF BATIK Fany Hermawan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur 112-114 Bandung E-mail : [email protected]
BINERISASI CITRA DOKUMEN DENGAN FILTERISASI HOMOMORPHIC
BINERISASI CITRA DOKUMEN DENGAN FILTERISASI HOMOMORPHIC Naser Jawas STMIK STIKOM BALI [email protected] Abstrak Binerisasi citra dokumen adalah sebuah langkah awal yang sangat penting dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI
18 BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang teori penunjang dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penerapan metode Recurrent Neural Network untuk mengidentifikasi jenis tulisan Jepang
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem penglihatan manusia merupakan suatu system yang sangat kompleks,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Sistem penglihatan manusia merupakan suatu system yang sangat kompleks, tetapi sangat dapat diandalkan. Sistem ini memberikan sarana pengenalan obyek yang
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, Erlinda Ningsih 2 1 Dosen Teknik Informatika, STMIK Potensi Utama 2 Mahasiswa Sistem Informasi, STMIK
Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi
Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi Nur Nafi iyah 1, Yuliana Melita, S.Kom, M.Kom 2 Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Teknik Surabaya Email: [email protected] 1, [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini teknologi sudah semakin berkembang, hal ini tentunya memberi pengaruh juga dalam berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan tersebut juga berpengaruh pada
PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER
PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Malang Abstract: Various methods on artificial neural network has been applied to identify
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Pengembangan Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi fitur yang terdapat pada karakter citra digital menggunakan metode diagonal
Bab 5 Penerapan Neural Network Dalam Klasifikasi Citra Penginderaan Jauh
Penerapan Neural Dalam Klasifikasi Citra Penginderaan Jauh Klasifikasi citra penginderaan jarak jauh (inderaja) merupakan proses penentuan piksel-piksel masuk ke dalam suatu kelas obyek tertentu. Pendekatan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Prosesor Intel (R) Atom (TM) CPU N550
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN BANYAKNYA JUMLAH KELAS POLA YANG DIKENALI DAN TINGKAT KERUMITAN POLANYA
ISSN: 1693-6930 159 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN BANYAKNYA JUMLAH KELAS POLA YANG DIKENALI DAN TINGKAT KERUMITAN POLANYA Iwan Suhardi, Riana T. Mangesa Jurusan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Bab ini berisi tentang teori yang mendasari penelitian ini. Terdapat beberapa dasar teori yang digunakan dan akan diuraikan sebagai berikut. 2.1.1 Citra Digital
Rekognisi karakter optik merupakan salah satu aplikasi pengenalan pola yang
17 BAB II REKOGNISI KARAKTER NUMERIK 2.1 Gambaran Singkat Rekognisi Karakter Optik Rekognisi karakter optik merupakan salah satu aplikasi pengenalan pola yang dirancang untuk menerjemahkan teks baik berupa
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM PENGHITUNGAN PERSENTASE KEBENARAN KLASIFIKASI PADA KLASIFIKASI JURUSAN SISWA DI SMA N 8 SURAKARTA
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM PENGHITUNGAN PERSENTASE KEBENARAN KLASIFIKASI PADA KLASIFIKASI JURUSAN SISWA DI SMA N 8 SURAKARTA Pembimbing: Desi Fitria Utami M0103025 Drs. Y. S. Palgunadi, M. Sc
Implementasi Pengenalan Tanda Tangan dengan Menggunakan Metode Backpropagation TUGAS AKHIR
Implementasi Pengenalan Tanda Tangan dengan Menggunakan Metode Backpropagation TUGAS AKHIR Diajukan Oleh : RENDRA FEBRIANTO 0634015068 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
KLASIFIKASI POLA HURUF VOKAL DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION. Dhita Azzahra Pancorowati
KLASIFIKASI POLA HURUF VOKAL DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Dhita Azzahra Pancorowati 1110100053 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi
TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA
Iwan Suhardi, Toleransi Jaringan Syaraf Tiruan TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi Jurusan
KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS
Ikhwan Ruslianto KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS IKHWAN RUSLIANTO Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
PERANGKAT LUNAK PENGKONVERSI TEKS TULISAN TANGAN MENJADI TEKS DIGITAL
PERANGKAT LUNAK PENGKONVERSI TEKS TULISAN TANGAN MENJADI TEKS DIGITAL Nama Mahasiswa : Achmad Fauzi Arief NRP : 03 09 007 Jurusan : Matematika FMIPA-ITS Dosen Pembimbing : Drs. Nurul Hidayat, M.Kom Abstrak
BAB III METODE PENELITIAN. sekunder berupa citra Magnetic Resonansi Image (MRI) yang diperoleh dari
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. A. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan pada penelitian ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. fold Cross Validation, metode Convolutional neural network dari deep learning
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Prinsip Kerja Program P rinsip kerja program yaitu dengan melakukan pra pengolahan citra terhadap foto fisik dari permukaan buah manggis agar ukuran seluruh data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Tulisan Tangan angka Jawa Digitalisasi Pre-Processing ROI Scalling / Resize Shadow Feature Extraction Output Multi Layer Perceptron (MLP) Normalisasi
PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Dwi Marisa Midyanti Sistem Komputer Universitas Tanjungpura Pontianak Jl Prof.Dr.Hadari Nawawi, Pontianak
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION Nama Mahasiswa : Gigih Prasetyo Cahyono NRP : 1206 100 067 Jurusan : Matematika FMIPA-ITS Dosen Pembimbing : Prof.
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner Dosen Pengampu: Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap 2016/2017 Definisi Citra biner (binary image) adalah citra yang hanya mempunyai dua nilai derajat
SEGMENTASI HURUF TULISAN TANGAN BERSAMBUNG DENGAN VALIDASI JARINGAN SYARAF TIRUAN. Evelyn Evangelista ( )
SEGMENTASI HURUF TULISAN TANGAN BERSAMBUNG DENGAN VALIDASI JARINGAN SYARAF TIRUAN Evelyn Evangelista (1022004) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof. Drg. Suria
EKSTRAKSI CITRA BARCODE MENJADI KODE STRING MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION 1 Andrian Rakhmatsyah 2 Angga Sukma Prinata 3 Adiwijaya 12 Departemen Teknik Informatika
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dielaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini, sehingga dapat diadikan sebagai landasan berpikir dan akan mempermudah dalam hal pembahasan
Pengenalan Tulisan Tangan Dengan Menggunakan Metode Diagonal Feature Extraction dan K-Nearest Neighbour. Yustar Pramudana
Pengenalan Tulisan Tangan Dengan Menggunakan Metode Diagonal Feature Extraction dan K-Nearest Neighbour Yustar Pramudana Program Studi Teknik Informatika, Departemen Informatika Telkom University Jl. Telekomunikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Pengerjaan tugas akhir ini ditunjukkan dalam bentuk blok diagram pada gambar 3.1. Blok diagram ini menggambarkan proses dari sampel citra hingga output
PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN BERBASIS CIRI SKELETON DAN STATISTIK MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN. Disusun oleh : Mario Herryn Tambunan ( )
PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN BERBASIS CIRI SKELETON DAN STATISTIK MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Disusun oleh : Mario Herryn Tambunan (1022056) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
APLIKASI PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION
APLIKASI PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION Hamsina 1, Evanita V Manullang 1, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen,
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan algoritma yang akan digunakan pada sistem pengenalan wajah. Bagian yang menjadi titik berat dari tugas akhir
BAB IV PEMBAHASAN. Bab IV berisi pembahasan yang meliputi proses penelitian yakni hasil
BAB IV PEMBAHASAN Bab IV berisi pembahasan yang meliputi proses penelitian yakni hasil model Radial Basis Function Neural Network untuk diagnosa kanker otak, hasil klasifikasi, dan ketepatan hasil klasifikasinya.
BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Neuro Fuzzy Neuro-fuzzy sebenarnya merupakan penggabungan dari dua studi utama yaitu fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI. Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala
52 BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 ANALISA MASALAH Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala melakukan proses retrival citra dan bagaimana solusi untuk memecahkan masalah
BAB I PENDAHULUAN. mengenali dan membedakan ciri khas yang dimiliki suatu objek (Hidayatno,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Saat ini pemanfaatan teknologi pengolaan citra untuk mempermudah manusia dalam menyelesaikan masalah-masalah tertentu sudah banyak diterapkan, khususnya dibidang Identifikasi.
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Suara. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker recognition. Speech recognition adalah proses yang dilakukan
Identifikasi Tumor Otak Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik pada Citra CT-Scan Otak Vinny Marita a, Nurhasanah a*, Iklas Sanubary a
Identifikasi Tumor Otak Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik pada Citra CT-Scan Otak Vinny Marita a, Nurhasanah a*, Iklas Sanubary a a Prodi Fisika, FMIPA Universitas Tanungpura, Jalan Prof.
DETEKSI JENIS KAYU CITRA FURNITURE UKIRAN JEPARA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION
No Makalah : 299 Konferensi Nasional Sistem Informasi 2012, STMIK - STIKOM Bali 23-25 Pebruari 2012 DETEKSI JENIS KAYU CITRA FURNITURE UKIRAN JEPARA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION Ratri Dwi Atmaja 1,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang revelan dengan penelitian yang akan. antara metode Kohonen Neural Network dengan metode Learning ng Vector
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada Bab ini akan menjelaskan tentang teori-teori o i serta hasil penelitian yang revelan dengan penelitian yang akan an dilakukan. an. A. Tinjauan an Pustaka Prabowo, o, Sarwoko
BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM
BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini akan membahas mengenai proses implementasi dari metode pendeteksian paranodus yang digunakan dalam penelitian ini. Bab ini terbagai menjadi empat bagian, bagian 3.1 menjelaskan
Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.
Oleh: Ulir Rohwana (1209 100 702) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T. DAFTAR ISI I II III IV V VI PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODOLOGI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI HASIL DAN PENGUJIAN
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini Wawan Kurniawan Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi [email protected] Abstrak
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Decy Nataliana [1], Sabat Anwari [2], Arief Hermawan [3] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut
