BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Liana Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Emosi Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu dan juga merupakan reaksi terhadap seseorang atau kejadian.emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu (Frieda, 1993).Kondisi emosional terefleksi dalam perkataan, gerak tubuh, dan terutama ekspresi wajah (Chibelushi & Bourel, 2003). 2.2 Identifikasi Emosi dalam Percakapan Percakapan atau speechdidefinisikan sebagai produksi dan persepsi vokal dan konsonan berasal dari kapasitas pra-fonetik untuk melakukan percakapan dan gestur(aaltonen & Uusipaikka, 2005).Seperti sistem identifikasi lainnya, sistem identifikasi emosi juga melibatkan dua tahap yaitu, pelatihan dan pengujian. Pelatihan adalah proses yang dilakukan agar sistem mengenali karakteristik emosi pembicara. Pengujian adalah proses identifikasi yang sebenarnya. Sistem pengenalan emosi dalam percakapan memiliki percakapan beremosi sebagai input dan emosi yang sudah terklasifikasi sebagai hasil.sistem ini terdiri dari empat tahap utama, praproses, ekstraksi fitur, seleksi fitur dan akhirnya klasifikasi(kaur &Sharma, 9
2 ). Gambar2.1 menunjukkan diagram alur untuk sistem identifikasi emosi dalam percakapan. Gambar 2.1 Diagram AlurIdentifikasi Emosi dalam Percakapan Memasukkan Percakapan Beremosi Pada tahap ini basis data rekaman suara dengan emosi-emosi tertentu yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam sistem Identifikasi Percakapan Otomatis atau Automatic Speech Recognition (ASR) Identifikasi Percakapan Otomatis Identifikasi percakapan sering juga dikenal dengan identifikasi percakapan otomatis atau identifikasi percakapan komputer yang berarti memahami suara komputer danmelakukan setiap tugas yang diperlukan atau kemampuan untuk mencocokkan suara terhadap kosakata yang disediakan atau diperoleh.tugasnya
3 11 adalah untuk membuat komputer memahami bahasa lisan.kemampuan untuk memahami ditujukan agar komputer dapat bereaksi dengan tepat dan mengkonversi percakapan yang telah dimasukkan ke media yang lain seperti teks. Namun identifikasi percakapansering kali disebut sebagai percakapan-keteks atauspeech-to-text (STT). Sebuah sistem identifikasi percakapan terdiri dari mikrofon, yang digunakan untuk memasukkan hasil percakapan yang dilakukan ke sistem; perangkat lunak identifikasi percakapan; sebuah komputer untuk mengambil dan menafsirkan percakapan yang dilakukan; kualitas soundcard yang baik untuk proses input dan / atau output; pelafalan yang baik dan benar (Saini & Kaur, 2013) Ekstraksi dan Pemilihan Fitur Dalam pembelajaran mesin, saat input data dalam sebuah algoritma terlalu besar untuk diproses dan diduga memiliki data yang redundan, maka data dapat diubah menjadi sebuah set fitur(biasa disebut juga dengan fitur vektor). Proses ini disebut ekstraksi fitur. Fitur yang diekstraksi diharapkan berisi informasi yang relevan dari data input, sehingga tugas yang diinginkan dapat dilakukan dengan menggunakan representasi ini daripada data awal yang lebih lengkap(wikipedia, 2015). Ada beberapa macam fitur ekstraksi yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sebuah emosi (Rabiner, Cheng, Rosenberg & McGonegal, 1976; Shrawankar & Thakare, 2010; Dave, 2013; Desai,
4 12 Dhameliya, & Desai, 2013; Anagnotopoulos, Iliou, & Giannoukos, 2015).Salah satu fitur ekstraksiyang sering digunakan dalam mengidentifikasikan sebuah percakapan adalah metodeekstraksimel- Frequency Cepstral Coefficient(MFCC). Mel Frequency Cepstral Coefficient MFCC sangat efektif dalam identifikasi audio dan dalam pemodelan nada dan frekuensi yang subjektif dari sinyal audio(ling, et al., 2004). Metode ini digunakan untuk melakukan ekstraksi fitur, sebuah proses yang mengkonversikan sinyal suara menjadi beberapa parameter(resmawan, 2010). Beberapa keunggulan dari metode ini adalah (Manunggal, 2005): 1) Mampu untuk menangkap karakteristik suara yang sangat penting bagi pengenalan suara, atau dengan kata lain dapat menangkap informasi-informasi penting yang terkandung dalam sinyal suara. 2) Menghasilkan data seminimal mungkin, tanpa menghilangkan informasi-informasi penting yang dikandungnya. 3) Mereplikasi organ pendengaran manusia dalam melakukan persepsi terhadap sinyal suara. 4) Mendekati respon sistem manusia lebih dekat daripada sistem lainnya. 5) Biaya yang dibutuhkan rendah.
5 13 MFCC terdiri dari tahap-tahap berikut (Ling, Liang, Jianfei, Chang, Qi, & Xu, 2004; Muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Patil, Zope, & Suralkar, 2012): 1) Pra-Proses 2) Framing 3) Windowing 4) Fast Fourier Transform 5) Mel Filter bank Processing 6) Discrete Cosine Transform Pra-Proses Dalam pra-proses gelombang tekanan suara akustik diubah menjadi sinyal digital, yang sesuai untuk pengolahan suara.sebuah mikrofon dapat digunakan untuk mengubah gelombang akustik menjadi sebuah sinyal analog. Sinyal analog ini dilewatkan melalui filter antialiasing untuk mengkompensasi adanya gangguan (Mower, Mataric, & Narayanan, 2011). Suara tersebut kemudian dibatasi lebih lanjut dengan memilih sebuah frame size dan melewatkan melalui Hamming window. Sebuah sampel kata yang sudah terisolasi dilewatkan melalui sebuah filter yang menekankan frekuensi yang lebih tinggi. Hal ini akan meningkatkan energi dari sinyal pada frekuensi yang lebih tinggi(kandali, Routray, & Basu, 2008; Patil, Zope, & Suralkar, 2012 Singh & Rani, 2014).
6 Framing Framing diperlukan karenapercakapan merupakan sinyal yang berubah-ubah seiring dengan jalannya waktu, tetapi ketika dilihat dalam waktu yang singkat, karakteristiknya cukup stasioner.oleh karena itu dilakukanlah analisis spektral dalam jangka waktu yang singkat. Sinyal percakapan disegmentasi menjadi blok-blok dengan durasi kecil kisaran ms yang juga dikenal denganframe. Sinyal suara dibagi menjadi sampel dan frame yang berdekatan dipisahkan oleh di mana (Singh & Rani, 2014) Windowing Dalam pemrosesan sinyal, fungsi window (juga dikenal sebagai fungsi apodisasi atau fungsi tappering) adalah fungsi matematika yang memiliki nilai nol di luar dari beberapa interval yang dipilih. Misalnya, sebuah fungsi yang konstan dalam interval dan nol di tempat lain disebut rectangular window, yang menggambarkan bentuk representasi grafis. Ketika fungsi lain atau gelombang / urutan-data dikalikan dengan fungsi window, hasilnya juga nilai-nol di luar interval;bagian yang tersisa adalah bagian di mana mereka tumpang tindih, "lihat melalui jendela"(enochson & Otnes, 1968). Setiap frame di atas dikalikan dengan Hamming window untuk menjaga kelangsungan sinyal. Jadi untuk mengurangi
7 15 diskontinuitas ini kita menerapkan fungsi window.pada dasarnya distorsi spektral diminimalkan dengan menggunakan window untuk mempertajam sampel suara ke nol pada bagian awal dan akhir setiap frame(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Singh & Rani, 2014) Fast Fourier Transform Fast Fourier Transform (FFT) adalah algoritma yang menghitung Discrete Fourier Transform (DFT) dari urutan, atau kebalikannya.analisis Fourier mengubah sinyal dari domain aslinya (sering kali waktu atau ruang) ke domain frekuensi dan sebaliknya (Loan, 1992).FFT adalah proses mengubah domain waktu ke domain frekuensi. Untuk mendapatkan besarnya respon frekuensi dari setiap frame kita melakukan FFT. Dengan menerapkan FFT hasil yang akan diperoleh adalah spektrum atau periodogram (Singh & Rani, 2014). Tahap ini mengubah masing-masing frame dari sampel, dari domain waktu menjadi domain frekuensi. Fourier Transform mengubah konvolusi dariglottal pulse dan respon vocal tract impulse dalam domain waktu(kaur & Sharma, 2014).
8 Mel Filter bank Processing Telinga manusia menerima frekuensi non-linear(salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013).Penelitian menunjukkan bahwa skala yang didapat linear sampai dengan 1 khz dan logaritmik di atas itu.skala Melodi (Mel-Scale) filter bankmenggambarkan frekuensi yang dapat diterima oleh manusia. Hal ini digunakan sebagai filter band passpada tahap identifikasi. Sinyal untuk setiap frame dilewatkan melalui Mel-Scale filterband pass untuk meniru telinga manusia (Muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010). Filter bank adalah salah satu bentuk filter yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran energi dari frekuensi band tertentu dalam sinyal suara (Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013). Pada MFCC, filter bank diterapkan dalam domain frekuensi. Filter bank menggunakan representasi konvolusi dalam melakukan filter terhadap sinyal. Konvolusi dapat dilakukan dengan melakukan multiplikasi antara sinyal spektrum dengan koefisien filter bank. Jangkauan frekuensi di spektrum FFT sangat lebar dan sinyal suara tidak mengikuti skala linear. Besar masing-masing frekuensi filter berbentuk segitiga dan sama dengan frekuensi tengahnya dan menurun secara linear ke nol di frekuensi tengah dari filter-filter yang berdekatan. Lalu masing-masing keluaran dari filter merupakan jumlah dari komponen spektral yang difilternya dan menurun secara linear ke nol di frekuensi tengah dari filter-
9 17 filter yang berdekatan. Lalu masing-masing keluaran dari filter merupakan jumlah dari komponen spektral yang difilter. Gambar 2.2 Triangular Filter bank(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010) Gambar 2.2 menunjukkan satu set filter segitiga yang digunakan untuk menghitung jumlah komponen spektral filter sehingga keluaran dari proses mendekati dengan skala Mel. Masing-masing keluaran filter adalah jumlah yang difilter komponen spektral(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013) Discrete Cosine Transform Tahap ini merupakan proses untuk mengkonversi log Mel spektrum dalam domain waktu menggunakan Discrete Cosine Transform (DCT). Hasil konversi disebut Mel Frequency Cepstrum Coefficient. Set koefisien disebut vektor akustik. Oleh karena itu, setiap masukan ucapan berubah menjadi urutan vektor
10 18 akustik(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013; Kaur & Sharma, 2014). Pemilihan Fitur Setelah melakukan proses MFCC tahap yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilih jenis-jenis fitur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi kelas dari sebuah set data(maleki, Rezaei, & Bidgoli, 2009) Pelatihan Fitur-fitur yang telah disiapkan dan dipilih akan digunakan untuk dipelajari masing-masing karakteristiknya agar sistem dapat mengidentifikasi kelas yang ingin diketahui Klasifikasi Algoritma klasifikasi terdiri dari dua fase utama; pada tahap pertama mereka mencoba untuk menemukan model untuk atribut kelas sebagai fungsi dari variabel lain dari set data, dan pada tahap kedua, mereka menerapkan model yang sebelumnya dirancang pada dataset baru dan tak terlihat untuk menentukan kelas terkait dari setiap record. Ada beberapa metode yang berbeda untuk klasifikasi data seperti Decision Trees (DT), Rule Based Methods, Logistic Regression (LogR), Linear Regression (LR), Naïve Bayes (NB), Support Vector
11 19 Machine(SVM), k-nearest Neighbor (k-nn), Artificial Neural Networks (ANN), Linear Classifier (LC)dan sebagainya. Perbandingan pengklasifikasi dan menggunakan metode klasifikasi yang paling prediktif sangat penting. Setiap metode klasifikasi menunjukkan efikasi dan akurasi yang berbeda berdasarkan jenis set data(saini & Kaur, 2013) Support Vector Machine Sebuah Support Vector Machine (SVM) adalah suatu algoritma yang menggunakan pemetaan non-linear untuk mengubah data pelatihan sebenarnya ke dalam dimensi yang lebih tinggi. Dalam dimensi baru ini, ia mencari pemisah hyperplane optimal linear. Sebuah hyperplane adalah "batasan keputusan" yang memisahkan tupel dari satu kelas dari yang lain. Dengan pemetaan non-linear yang tepat ke dimensi yang cukup tinggi, data dari dua kelas selalu dapat dipisahkan dengan hyperplane.svm menemukan hyperplane ini menggunakan vektor pendukung ("penting" tupel pelatihan) dan margin (didefinisikan oleh vektor pendukung). Walaupun waktu pelatihan SVM tercepat bisa saja sangat lambat, mereka sangat akurat, karena kemampuan mereka untuk memodelkan batas keputusan non-linear yang kompleks.metode ini cenderung memiliki lebih sedikit data yang over fittingdaripada metode lainnya (Maleki, Rezaei, & Bidgoli, 2009).
12 Identifikasi Emosi Pada dua dekade terakhir identifikasi emosi otomatis berdasarkan percakapan menjadi area penelitian yang menarik pada topik komunikasi manusia-mesin banyak sistem yang sudah diimplementasi untuk mengidentifikasi emosi dalam sinyal percakapan. Identifikasi emosi dalam percakapan akan diulas kembali dengan menggunakan berbagai macam klasifikasi. Klasifikasi ini digunakan untuk membedakan emosi seperti marah, senang dan sedih.
udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Suara (Speaker) Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun
Pengenalan Pembicara dengan Ekstraksi Ciri MFCC Menggunakan Kuantisasi Vektor (VQ) Yoyo Somantri & Erik Haritman dosen tek elektro fptk UPI.
Pengenalan Pembicara dengan Ekstraksi Ciri MFCC Menggunakan Kuantisasi Vektor (VQ) Yoyo Somantri & Erik Haritman dosen tek elektro fptk UPI. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK
IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK Ade Fruandta dan Agus Buono Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti
PENDAHULUAN. Latar Belakang
Latar Belakang PENDAHULUAN Manusia dianugrahi oleh Tuhan dua telinga yang memiliki fungsi untuk menangkap sinyal-sinyal suara. Namun untuk mengoptimalkan dari fungsi telinga tersebut manusia harus belajar
PENDAHULUAN. Latar Belakang
Latar Belakang PENDAHULUAN Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripan satu dengan yang lain, seperti kemiripan dalam hal frekuensi musik, struktur ritmik, dan konten harmoni. Genre
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wicara atau ucapan adalah cara berkomunikasi yang paling sederhana dan sering digunakan oleh manusia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, proses komunikasi
2.4. Vector Quantization Kebisingan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Requirements Definition...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... v ABSTRACT... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN...
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
PENDETEKSIAN TINGKAT USIA MUDA, DEWASA DAN TUA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN FUZZY LOGIC BERBASISKAN SPEECH RECOGNITION
PENDETEKSIAN TINGKAT USIA MUDA, DEWASA DAN TUA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN FUZZY LOGIC BERBASISKAN SPEECH RECOGNITION DETECTION OF THE LEVEL OF YOUTH, ADULTS AND ELDERLY BY USING MFCC METHOD AND FUZZY
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Genre Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, genre adalah jenis, tipe, atau kelompok sastra atas dasar bentuknya. Jadi genre musik merupakan pengelompokan musik berdasarkan kemiripan
PENDAHULUAN Tujuan Latar Belakang Ruang Lingkup Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Nada dan Chord Gitar
PENDAHULUAN Latar Belakang Sistem pendengaran manusia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menangkap dan mengenali sinyal suara. Dalam mengenali sebuah kata ataupun kalimat bukanlah hal yang sulit
PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG
PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG TUGAS AKHIR MUHAMMAD AGUNG NURSYEHA 2211100164 Pembimbing: Dr. Muhammad
BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari voice recognition. Voice recognition dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker
TINJAUAN PUSTAKA. Pengenalan Suara
Pengenalan Suara TINJAUAN PUSTAKA Menurut Peacock (1990), pengenalan suara merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan. Terdapat 5 faktor yang dapat mengontrol dan menyederhanakan
Implementation of Voice Recognition Based Key Using Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC)
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3998 IMPLEMENTASI KUNCI BERBASIS SUARA MENGGUNAKAN METODE MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT (MFCC) Implementation of Voice
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Gelombang Bunyi Menurut Anwar, et al (2014), gelombang bunyi atau lebih khusus dikenal sebagai gelombang akustik adalah gelombang longitudinal yang berada dalam sebuah medium,
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya teknologi telekomunikasi, internet menjadi sesuatu yang tidak lagi sulit dan mahal. Kemudahan ini menyebabkan internet dipenuhi berbagai
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Prinsip teknologi dikembangkan adalah untuk membuat alat atau sarana yang dapat membantu dan memberi kemudahan bagi manusia untuk melakukan kegiatan dalam hidup. Seiring
SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM. Ivanna K. Timotius, Danie Kurniawan. Intisari
SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga,
APLIKASI SPEECH RECOGNITION BAHASA INDONESIA DENGAN METODE MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT
APLIKASI SPEECH RECOGNITION BAHASA INDONESIA DENGAN METODE MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN LINEAR VECTOR QUANTIZATION UNTUK PENGENDALIAN GERAK ROBOT Anggoro Wicaksono, Sukmawati NE, Satriyo Adhy,
Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA)
21 PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMBUKA APLIKASI PADA KOMPUTER DENGAN PERINTAH SUARA MENGGUNAKAN METODE MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS Anna Dara Andriana Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik
BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia lainnya berbeda-beda intonasi dan nadanya, maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Suara adalah suatu alat komunikasi paling utama yang dimiliki oleh manusia. Dengan suara, manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya. Melalui suara,
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Hardware dan Software yang digunakan dalam penelitian
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Hardware dan Software yang digunakan dalam penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan satu set komputer dengan prosesor berkecepatan 1,18 GHz,
Kata Kunci: Suara; Mel Frequency Cepstral Coefficient; K-NEAREST NEIGHBOUR
120 Dielektrika, [P-ISSN 2086-9487] [E-ISSN 2579-650X] Vol. 4, No. 2 : 120-126, Agustus 2017 KLASIFIKASI SUARA BERDASARKAN USIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT (MFCC) DAN K-NEAREST NEIGHBOUR
Sistem Verifikasi Penutur menggunakan Metode Mel Frequensi.
SISTEM VERIFIKASI PENUTUR MENGGUNAKAN METODA MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENTS-VECTOR QUANTISATION (MFCC-VQ) SERTA SUM SQUARE ERROR (SSE) DAN PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN METODA LOGIKA FUZZY Oleh : Atik
PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL PROPAGASI BALIK
ABSTRAK PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN Dosen Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem pengenalan suara manusia dengan
Rancang Bangun Aplikasi Pendeteksi Suara Tangisan Bayi
A476 Rancang Bangun Aplikasi Pendeteksi Suara Tangisan Bayi Welly Setiawan Limantoro, Chastine Fatichah, dan Umi Laili Yuhana Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Riset di bidang sistem pengenalan ucapan otomatis (Automatic Speech Recognition) merupakan salah satu riset yang banyak ditekuni dan terus dikembangkan hingga saat
Pengenalan Suara Burung Menggunakan Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Jaringan Syaraf Tiruan pada Sistem Pengusir Hama Burung
Pengenalan Suara Burung Menggunakan Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Jaringan Syaraf Tiruan pada Sistem Pengusir Hama Burung Muhammad Agung Nursyeha, Muhammad Rivai, dan Suwito Teknik Elektro, Fakultas
APLIKASI PENDETEKSI EMOSI MANUSIA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN DTW
APLIKASI PENDETEKSI EMOSI MANUSIA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN DTW,, [1] Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Itenas Bandung [email protected], [email protected], [email protected]
Perbandingan Sistem Perhitungan Suara Tepuk Tangan dengan Metode Berbasis Frekuensi dan Metode Berbasis Amplitudo
Tersedia secara online di: http://journal.ipb.ac.id/index.php.jika Volume 2 Nomor 1 halaman 29-37 ISSN: 2089-6026 Perbandingan Sistem Perhitungan Suara Tepuk Tangan dengan Metode Berbasis Frekuensi dan
ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI. mahasiswa Binus University secara umum. Dan mampu membantu
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1. Analisa Sistem 3.1.1. Sejarah Umum Perusahaan Binus Learning Community adalah komunitas belajar binus yang berada dibawah sub unit mentoring Student
BIOMETRIK SUARA DENGAN TRANSFORMASI WAVELET BERBASIS ORTHOGONAL DAUBENCHIES
Agustini, Biometrik Suara Dengan Transformasi Wavelet 49 BIOMETRIK SUARA DENGAN TRANSFORMASI WAVELET BERBASIS ORTHOGONAL DAUBENCHIES Ketut Agustini (1) Abstract: Biometric as one of identification or recognition
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Suara (Wicara) Suara khususnya wicara merupakan cara yang natural bahkan paling penting dalam melakukan proses komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai
SISTEM PENGENALAN PENUTUR DENGAN METODE MEL-FREQUENCY WRAPPING DAN KUANTISASI VEKTOR
SISTEM PENGENALAN PENUTUR DENGAN METODE MEL-FREQUENCY WRAPPING DAN KUANTISASI VEKTOR Ali Mustofa Jurusan Teknik Elektro, Universitas Brawijaya Email: [email protected] Abstrak - Pengenalan penutur adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Suling Batak (Sulim) Sulim adalah sejenis instrumen tiup bambu yang berasal dari daerah Batak Toba di Sumatera Utara. Dalam klasifikasi alat musik oleh Curt Sachs dan Hornbostel,
PENERAPAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS
PENERAPAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS (MFCC) SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI PADA PENGENALAN FONEM DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) SEBAGAI CLASSIFIER CLARA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA
PENGENALAN SUARA BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN MENGGUNAKAN ALGORITME SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) IKRA DEWANTARA
PENGENALAN SUARA BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN MENGGUNAKAN ALGORITME SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) IKRA DEWANTARA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
PENGEMBANGAN MODEL CODEBOOK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR TONI HARYONO
PENGEMBANGAN MODEL CODEBOOK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR TONI HARYONO DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI
IMPLEMENTASI MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN DYNAMIC TIME WARPING UNTUK PENGENALAN NADA PADA ALAT MUSIK BELLYRA
IMPLEMENTASI MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN DYNAMIC TIME WARPING UNTUK PENGENALAN NADA PADA ALAT MUSIK BELLYRA Yusup Miftahuddin 1) Mira Musrini B 2) Muhammad Rifqi Hakim 3) 1) 2) 3) Teknik Informatika
Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIK 2016) - Semarang, 10 Oktober 2016 ISBN:
Perintah Suara Berbahasa Indonesia untuk Membuka dan Menutup Aplikasi dalam Sistem Operasi Windows Menggunakan Metode Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Metode Backpropagation Zakaria Ramadhan 1, Sukmawati
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Dalam kegiatan pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka, dimana pada metode ini kegiatan yang dilaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan ucapan (speech recognition) merupakan sistem yang dirancang untuk dapat mengenali sinyal suara, sehingga menghasilkan keluaran berupa tulisan. Input dari
Analisis Koefisien Cepstral Emosi Berdasarkan Suara
Journal of Applied Informatics and Computing (JAIC) Vol.1,.1, Desember 2017 e-issn: 2548-6861 1 Analisis Koefisien Cepstral Emosi Berdasarkan Suara Ismail Mohidin 1 *, Frangky Tupamahu 2 ** * Teknik Informatika,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses penelitian penerapan Hidden Markov Models : 40 Studi Literatur dan Kepustakaan Rumusan
Penerapan Metode Mel Frequency Ceptral Coefficient dan Learning Vector Quantization untuk Text-Dependent Speaker Identification
Jurnal Telematika, vol. 11 no. 1, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-2516 Penerapan Metode Mel Frequency Ceptral Coefficient dan Learning Vector Quantization untuk Text-Dependent Speaker
BAB I PENDAHULUAN. dapat menghasilkan suara yang enak untuk didengar.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya jaman, teknologi yang sekarang banyak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia pun juga semakin berkembang pesat. Bukan hanya teknologi
PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING
PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING Nama : Alisca Damayanti NPM : 50412648 Jurusan : Teknik Informatika Fakultas
Hubungan 1/1 filter oktaf. =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz
Hubungan 1/1 filter oktaf f 1 f 2 f 1 = 2 1/2f c f 1 = 2 1/2f c f 1 = 2f c1 = frekuensi tengah penyaring =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz Analisis oktaf sepertiga,
Digital Signal Processing To Identify chords Singer Using Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) and Neural Network Backpropagation Methods
Pemrosesan Sinyal DigitalUntuk Mengidentifikasi Akord Dasar Penyanyi Dengan Metode Mel Frequency Cepstral Coeficients (MFCC) Dan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Digital Signal Processing To Identify
APLIKASI PENGENALAN SUARA DIGITAL NADA DASAR PIANO SKRIPSI M. ARDIANSYAH
APLIKASI PENGENALAN SUARA DIGITAL NADA DASAR PIANO SKRIPSI M. ARDIANSYAH 091402062 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014
Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength
JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 12, NOMOR 1 JANUARI 2016 Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength Dody Kurniawan, Ahmad Syakir, Hana Afifah,
PERBANDINGAN BERBAGAI METODE UKURAN JARAK UNTUK PENGENALAN FONEM DENGAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI YULIANA SURI
PERBANDINGAN BERBAGAI METODE UKURAN JARAK UNTUK PENGENALAN FONEM DENGAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI YULIANA SURI DAPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
i. Perangkat Keras Prosesor Intel Pentium(R) Dual-Core CPU 2.20 GHz
Data yang pada awalnya berupa chanel stereo diubah ke dalam chanel mono. Kemudian data tersebut disimpan dengan file berekstensi WAV. Praproses Pada tahap ini dilakukan ekstraksi ciri menggunakan metode
BAB 2 LANDASAN TEORI. mencakup teori speaker recognition dan program Matlab. dari masalah pattern recognition, yang pada umumnya berguna untuk
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar / Umum Landasan teori dasar / umum yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teori speaker recognition dan program Matlab. 2.1.1 Speaker Recognition Pada
Klasifikasi Burung Berdasarkan Suara Kicau Burung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik
Klasifikasi Burung Berdasarkan Suara Kicau Burung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Lorencius Echo Sujianto Putera 1, C. Kuntoro Adi 2 1,2 Program Studi Teknik Informatika, FST, Universitas
Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength
JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 12, NOMOR 1 JANUARI 2016 Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength Dody Kurniawan, Ahmad Syakir, Hana Afifah,
PENGEMBANGAN MODEL PROBABILISTIC NEURAL NETWORK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR ARVIANI RIZKI
PENGEMBANGAN MODEL PROBABILISTIC NEURAL NETWORK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR ARVIANI RIZKI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR PERNYATAAN
PERBANDINGAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL DAN VECTOR QUANTIZATION UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SUARA
PERBANDINGAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL DAN VECTOR QUANTIZATION UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SUARA M. G. J. Harry Khesa S 1, W. Setiawan 2, I.G.A.K. Diafari Djuni H 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro dan Komputer,
vii MODEL FONEM DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL UNTUK PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI ADITYA DWI HAPSARI
vii MODEL FONEM DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL UNTUK PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI ADITYA DWI HAPSARI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Identifikasi Pembicara dengan Menggunakan Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) dan Self Organizing Map (SOM)
Pembicara dengan Menggunakan Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) dan Self Organizing Map (SOM) Inggih Permana 1, Benny Sukma Negara 2 1 Universitas Sultan Sarif Kasim Riau 2 Universitas Sultan Sarif
IDENTIFIKASI KEBERADAAN TIKUS BERDASARKAN SUARANYA MENGGUNAKAN SMS GATEWAY
IDENTIFIKASI KEBERADAAN TIKUS BERDASARKAN SUARANYA MENGGUNAKAN SMS GATEWAY Erni Seniwati 1), Ninik Tri Hartanti 2) 1 Sistem Informasi, STMIK Amikom [email protected] 2 Sistem Informasi, STMIK Amikom
Jurnal Komputer Terapan Vol. 1, No. 2, November 2015, Jurnal Politeknik Caltex Riau
Jurnal Komputer Terapan Vol. 1, No. 2, November 2015, 121-132 121 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Aplikasi Pengenalan Ucapan Dengan Ekstraksi Ciri Mel- Frequency Cepstrum Coefficients
BABI PENDAHULUAN. Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa.
BAB I PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa. Salah satunya adalah alat untuk mengukur intensitas bunyi dan gain dari sinyal
Verifikasi Biometrika Suara Menggunakan Metode MFCC Dan DTW
Verifikasi Biometrika Suara Menggunakan Metode MFCC Dan DTW Darma Putra 1, Adi Resmawan 2 1 Staff pengajar Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana 2 Alumni Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Verifikasi Suara menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Ekstraksi Ciri Mel Frequency Cepstral Coefficient
32 Jurnal Sistem Informasi Bisnis 0(207) On-line : http://ejournalundipacid/indexphp/jsinbis Verifikasi Suara menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Ekstraksi Ciri Mel Frequency Cepstral Coefficient Andi
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot Membuat aplikasi pengenalan suara untuk pengendalian robot dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan sebagai algoritma pembelajaran dan pemodelan dalam pengenalan suara.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tetris Tetris adalah sebuah tipe permainan yang dibuat oleh seorang programmer berkebangsaan Rusia yang bernama Alexey Pajitnov pada tahun 1984 dan semenjak saat itu game tetris
s(t) = C (2.39) } (2.42) atau, dengan menempatkan + )(2.44)
2.9 Analisis Fourier Alasan penting untuk pusat osilasi harmonik adalah bahwa virtually apapun osilasi atau getaran dapat dipecah menjadi harmonis, yaitu getaran sinusoidal. Hal ini berlaku tidak hanya
SISTEM PENILAIAN BERDASARKAN TEPUK TANGAN MENGGUNAKAN MFCC DAN CODEBOOK PUSPITA KARTIKA SARI
SISTEM PENILAIAN BERDASARKAN TEPUK TANGAN MENGGUNAKAN MFCC DAN CODEBOOK PUSPITA KARTIKA SARI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PERNYATAAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penentuan dosen pembimbing tugas akhir masih dilakukan secara manual di Jurusan Teknik Informatika UMM yang hanya mengandalkan pengetahuan personal tentang spesialisasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Suara Suara adalah sebuah sinyal yang merambat melalui media perantara. suara dapat didefinisikan sebagai gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu. Suara
APLIKASI SPEECH TO TEXT BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENTS DAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM)
APLIKASI SPEECH TO TEXT BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENTS DAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM) Eko Widiyanto, Sukmawati Nur Endah, Satriyo Adhy, Sutikno Jurusan Ilmu Komputer/Informatika,
IMPLEMENTASI DYNAMIC TIME WARPING UNTUK VOICE RECOGNITION
IMPLEMENTASI DYNAMIC TIME WARPING UNTUK VOICE RECOGNITION TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Jurusan Teknik Informatika Disusun oleh : PAULA
BAB I PENDAHULUAN SIMULASI DAN ANALISIS PEMANTAUAN KAMAR PASIEN RAWAT INAP DENGAN DETEKSI DAN KLASIFIKASI SINYAL AUDIO 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasien rawat inap di rumah sakit membutuhkan perawatan yang intensif dari dokter atau perawat. Hal ini dilakukan dengan memantau kesehatan pasien secara fisik dan psikologi
Suara bisa dibuat database engine untuk pengenalan kata. Dengan aplikasi ini, dapat secara otomatis melakukan transkripsi suara, sehingga dapat mengur
PEMBENTUKAN BASIS DATA UCAPAN DALAM BAHASA INDONESIA DAN PENGKODEANNYA BERDASARKAN LINEAR PREDICTIVE CODING (LPC) Elly Oktarina [email protected] Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok
Rancang Bangun Modul Pengenalan Suara Menggunakan Teknologi Kinect
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Modul Pengenalan Suara Menggunakan Teknologi Kinect Ratri Cahyarini, Umi Laili Yuhana, dan Abdul Munif Teknik
IDENTIFIKASI TUTUR DENGAN METODE KUANTISASI VEKTOR LINDE - BUZO - GRAY TUGAS AKHIR OLEH: YOHANES AGUNG SANTOSO PRANOTO
IDENTIFIKASI TUTUR DENGAN METODE KUANTISASI VEKTOR LINDE - BUZO - GRAY TUGAS AKHIR OLEH: YOHANES AGUNG SANTOSO PRANOTO 02.50.0020 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK
BAB 1 PENDAHULUAN. misalnya untuk mendeteksi ketidakpuasan pelanggan pada sistem call center otomatis,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik seperti asisten virtual pada ponsel pintar atau komputer. Agar komputer dapat
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia Tjong Wan Sen #1 # Fakultas Komputer, Universitas Presiden Jln. Ki Hajar Dewantara, Jababeka, Cikarang 1 [email protected] Abstract Pengenalan ucapan
Pengenalan Gender Melalui Suara dengan Algoritma Support Vector Machine (SVM)
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 Pengenalan Gender Melalui Suara dengan Algoritma Support Vector Machine (SVM) Adi Rinaldi *1, Hendra 2, Derry Alamsyah 3 1,2 STMIK GI MDP; Jl. Rajawali
PENGENALAN NADA PIANIKA MENGGUNAKAN JENDELA SEGITIGA, DCT, DAN FUNGSI JARAK EUCLEDIAN
PEGEALA ADA PIAIKA MEGGUAKA JEDELA SEGITIGA, DCT, DA FUGSI JARAK EUCLEDIA Linggo Sumarno Jurusan Teknik Elektro, Universitas Sanata Dharma Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 558
Penerapan Perintah Suara Berbahasa Indonesia untuk Mengoperasikan Perintah Dasar di Windows
Penerapan Perintah Suara Berbahasa Indonesia untuk Mengoperasikan Perintah Dasar di Windows 1 Muhammad Anggia Muchtar, 2 Raisha Ariani Sirait, 3 Romi Fadillah Rahmat 1,2,3 Program Studi S1 Teknologi Informasi
BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA. 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan
BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA 2.1 Umum Telinga manusia memiliki kemampuan menerima frekwensi dalam kisaran 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan frekwensi yang sempit
PERGERAKAN ROBOT LENGAN BERBASIS PERINTAH SUARA MENGGUNAKAN MFCC DAN ANN
PERGERAKAN ROBOT LENGAN BERBASIS PERINTAH SUARA MENGGUNAKAN MFCC DAN ANN Wahyu Muldayani 1, Djoko Purwanto 2, Tri Arief Sardjono 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Voice Command pada demonstrasinya merupakan aplikasi pengenalan suara yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk menampung
PENERAPAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
PENERAPAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DAN EKSTRAKSI CIRI MENGGUNAKAN MEL- FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS (MFCC) UNTUK TRANSKRIPSI SUARA KE TEKS LAKSMI NIRMALA SARI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS
PENGENALAN NADA SULING REKORDER MENGGUNAKAN FUNGSI JARAK CHEBYSHEV
PENGENALAN NADA SULING REKORDER MENGGUNAKAN FUNGSI JARAK CHEBYSHEV Marianus Hendra Wijaya 1), Linggo Sumarno 2) 1) Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Universtas Sanata Dharma Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN ! <!!!!!
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tuna wicara merupakan seseorang yang mengalami kesulitan dalam berbicara. Hal ini disebabkan oleh kurang atau tidak berfungsinya organ-organ untuk berbicara, seperti
1. Pendahuluan Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Musik merupakan sarana untuk menyimpan hasil karya seseorang. Dan hampir semua notasi musik dituliskan ke dalam not balok. Not balok adalah susunan nada yang ditulis
