PROGRAM STUDI KEGURUAN OLAHRAGA PROGRAM PASCASARJANAA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
|
|
|
- Inge Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVALUASI PENERAPAN MUATAN PEMBELAJARAN PJOK DALAM KURIKULUM 2013 PASCA PELATIHAN GURU SASARAN SEKOLAH DASAR DI KOTA KEDIRI TESIS WITA SUWARNA NIM : PROGRAM STUDI KEGURUAN OLAHRAGA PROGRAM PASCASARJANAA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2 2
3 3
4 EVALUASI PENERAPAN MUATAN PEMBELAJARAN PJOK DALAM KURIKULUM 2013 PASCA PELATIHAN GURU SASARAN SEKOLAH DASAR DI KOTA KEDIRI Wita Suwarna Pasca Sarjana keguruan Olah Raga Prof.DR.H. SUGINO, M.M.dan DR. ATRUP, M.Pd.M.M. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK Kurikulum 2013 yang berlalukan oleh Pemerintah saat ini masih perlu revisi sampai,perubahan demi perubahan dilakukan untuk membuat kualitas pelaksanaan kurikulum 2013, sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal di sekolah. Evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan agar sesuai dengan prinsipp prinsip pelaksanaannya. Atas dasar itulah masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut (1) Apakah guru pendidikan jasmani dan kesehatan di Sekolah Dasar sasaran mampu merencanakan RPP kurikulum 2013 berbasis kesesuain antara konsep dengan penerapan pembelajaran pasca pelatihan di lapangan? (2) Apakah guru pendidikan jasmani dan kesehatan mampu menerapkan mampu menerapkan sesuai dengan RPP kurikulum 2013 pasca pelatihan kurikulum2013 di SD sasaran Kota Kediri?. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum dalam penelitian ini adalah Kurikulum Evaluasi merupakan proses pemberian/penentuan nilai atau penghargaan terhadap data yang diperoleh dari hasil pengukuran berdasarkan periodik, dan model evaluasi yang digunakan adalah model CIPP Jenis penelitian adalah penelitian evaluasi, model yang digunakan adalah model CIPP, ada 12 Sekolah Dasar yang diteliti di kota Kediri, fokus pada pengajaran guru pendidikan jasmani dan kesehatan di SD, instrumen yang digunakan dalam penelitian evaluasi model CIPP adalah angket yang dikembangkan oleh Peneliti yang sudah melalui tahap validasi ahli. Teknikk analisis data penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Proses penelitian diawali dengan pengembangan instrumen berupa angket yang sudah tervalidasi ahli, setelah angket siap digunakan maka pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh hasil untuk komponen Context dengan rata-rata nilai sedangkan untuk komponen Input dengan rata-rata nilai 3.11., sedangkan untuk komponen Process dengan rata-rata nilai 3.18., sedangkan untuk komponen Product dengan rata-rata nilai adalah Kesimpulan dari hasil penelitian adalah (1) Guru pendidikan jasmani dan kesehatan di Sekolah Dasar sasaran mampu merencanakan kurikulum 2013 berbasis kesesuain antara konsep dengan pembelajaran pasca pelatihan di lapangan, dengan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa Context berada pada kategori cukup, Input berada pada kategori cukup, Process berada pada kategori cukup sedagkan untuk Product yang berada pada kategori cukup. (2)., Guru pendidikan jasmani dan kesehatan mampu menerapkan pembelajaran sesuai dengan RPP kurikulum PJOK pasca pelatihan K.13 di SD sasaran Kota Kediri, dengan bukti hasil CIPP secara keseluruhan berada pada kategori cukup. Kata Kunci : Penerapan, Konten/Isi,Kurikulum
5 PEDAHULUAN Pendidikan Nasional adalah berlandaskan Pancasila dan UUD Kurikulum 2013 pada hakikatnya penyempurnaan dari merupakan kurikulum sebelumnya. Sasaran perubahan kurikulum tidak lain adalah guru sebagai pelaksana langsung. Oleh sebab itu, pembahasan lebih diarahkan pada bagaimana peranan guru dalam kurikulum Kurikulum program itu direncanakan oleh guru dan dilaksanakan dalam pembelajaran. Inilah keterkaitan antara guru, kurikulum dan pembelajaran. Pada 2013, desain pelatihan dirancang untuk pembentukan Narasumber Nasional kemudian melakukan pelatihan kepada para Instruktur Nasional yang diseleksi sebelumnya, dari para instruktur nasional merupakan pelatihan kepada para Guru Inti yang diseleksi dan pada tahap akhir pelatihan guru inti memberikan materi pelatihan kepada para Guru Sasaran yang selanjutnya diaplikasikan ditingkat satuan Pendidikan (Kemendikbud,2013). Persoalan yang lain adalah materi kurikulum kurikulum 2013, perbedaan di tingkat SD adalah penerapan tematik terpadu yang terintegrasi dimana pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan masuk dalam payung tema, sehingga SKL guru yang diharapkan tidak hanya Kompetensi Keterampilan saja, namun juga Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Sikap (Kemendikbud,) Pendidikann jasmani olahraga dan kesehatan pada dasarnya pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan keterampilan, dan pengetahuan namun juga sikap, menunjukkan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan dapat membantu mengembangkan nilai sikap atau pendidikan karakter. Apalagi menunjukkan hasil guru penelitian pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kering inovasii Vries D Leonard,( 2008). Atas dasar itulah maka perlunya inovasi pada model pelatihan khususnya penyampaian materi kurikulum 2013 dipahami, dan diaplikaikan sesuai dengan amanah kurikulum KAJIAN PUSTAKA terdiri dari dua kata, belajar dan mengajar. Belajar adalah suatu proses yang ditandai 5
6 dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Hal ini sesuai dengan pendapat Woolfolk & Nicolich. (1984) yang mengatakan bahwa Learning is a change in a person that comes about as result of experience. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimanyza Sudjana.( 2008). Lingkungan bisa berupa lingkungan keluarga, masyarakat maupun lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah terdiri dari guru, media pembelajaran, buku teks, kurikulum, teman sekelas, peraturan sekolah, maupun sumber belajar lainnya.sama hanya dengan belajar, mengajarpun pada hakekatnya adalah sutu proses, yakni proses mengatur, mengorganisisr lingkungan ada di sekitar sekolah sehingga menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan kegiatan belajar Nana Sudjana. (2009). Menurut Cruickshank (1990) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah sebagai berikut: 1. Teacher variables(variabel guru yang diteliti) 2. Contextvariables(kontekvariabel yang diteliti) 3. Processvariables(proses variabel yang diteliti) 4. Product variables( produk variabel yang diteliti). Hasil proses pembelajaran dapat dievaluasi melalui beberapa aspek yang ditinjau dari tujuan, materi yang disajikan dan proses pembelajarannya. Berdasarkan hal itu, ditentukanlah aspek-aspek yang dinilai beserta bobotnya. Mcraw dalam Bucher dan Koenig. (1983). Konsep Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. pendidikan jasmani dan kesehatan adalah serangkaian kegiatan, membantu guru secara profesional untuk mengembangkan kemampuannyaa dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Daresh, (1989), Glikman, Etal; (2007). Prinsip-prinsip Pendidikan Jasmani dan Kesehatan adalah Praktis, Sistematis, Obyektif, Realitas,Antisipasi,Konstruktif,Ko operatif,kekeluargaan,demokratis, Aktif, Humani, Berkesinambungan, dan Terpadu Ada banyak definisi mengenai olahraga, tetapi seperti yang diutarakan oleh Coakley, (2003) secara umum olahraga dapat diartikan sebagai, "Sports are institutionalized competitive 6
7 activities that involves rigorous physical exertion or the use of relatively complex physical skills by participants motivated by internal and external rewards. Definisi di atas dapat dibagi menjadi 3 bagian penjelasan mendasar, yaitu: pertama, olahraga adalah aktivitas fisik. Penentuan ini tampaknya agak sewenang-wenang karena tidak ada aturan obyektif bagaimana aktivitas fisikan pantas disebut olahraga METODE PENELITIAN Dengan 12 SD pelaksana kurikulum 2013,di Kota Kediri. Asumsi semua guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sudah dapat pelatihan kurikulum 2013.Dan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan disekolah tersebut sebagai obyek penelitian,maka guru tersebut diharapkan,mampu mengisi angket, wawancara, sehingga dapat melaksanakan dan menjawab dengan ujur.oleh sebab itu itu maka penghitungannya dengan model CIPP. Evaluasi kontek (context evaluation ) dasar dari evaluasi yang bertujuan menyediakan alasan alasan (rationale) dalam penetuan tujuan Baline Rworthern & James Sanders,( 1979 ) oleh karena itu upaya evaluator ( dalam) hal ini untuk memberikan gambaran dan rincian terhadap serta lingkungan, kebutuhan, tujuan,evaluasi kontek mencakup analisis masalah yang berkaitan program kondisi dilaksanakan analisis dengan lingkungan yang berkaitan dengan obyektif yang akan kekuatan dan kekuatan obyek tertentu.dirumuskan sebagai kondisi kesenjangan dengan kondisi yang diharapkan..berisi tentang nyata, dan suatu Evaluasi masukan ( in put evaluation ) evaluasi yang bertujuan menyediakan informasi untuk menentukan bagaimana menggunakann sumber daya yang tersedia dalam mencapai tujuan perorangan yang berhubungan dengan bagaimana penggunan sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan program. Evaluasi Proses (Process Evaluation) dirancang dan diaplikasikan dalam praktek implementasikan kegiatan disebut dengan evalusi proses.untuk melihat apakah program telah sesuai setrategi yang telah dilaksanakan Evaluasi produk (Produc Evaluation) adalah mengukur keberhasilan pencapaian tujuan 7
8 program. Model atau disain evaluasi yang dipilih adalah model CIPP (Context, Input, Process dan Product) Slamet, (1999), Arikunto, (2004), Cepi, (2004). Fenomena yang diamati ditafsirkan dan diberi makna.desain ini dipilih karena model CIPP merupakan model evaluasi program yang mencakup seluruh komponen sistem pengelolaan pelatihan,sehingga hasil evaluasi dapat menyajikan informasi tentang kekurangan dan keunggulan setiap komponen sistem yang ada Stuffleleabeamet,alll (2003). Memperkenalkann metode pendekatan evaluasi dengan menggunakan model Context, Input, ProcessdanProduct (CIPP). Model evaluasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan perbaikan suatu program yang akan diterapkan,yaitu kurikulum secara sistematis yang mencangkup unsur context,input,process dan Product (CIPP),belum dipandang sebagai satu kesatuan yang saling terkait Setiono,(2005) termasuk penerapan kurikulum 2013 pada muatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Lokasi penelitian dilakukan di 12 SD Kota Kediri. Arikunto,(2014) yang disebut dengan model Tiga P yaitu Pearson (0rang), Paper (sumber tulis)dan Place (tempat). Adapun subjek berikut: tertulis, penelitian adalah sebagai perorangan, sumber tempat. Instrument penelitian : angket, observasi, dokumentasi, wawancara, teknik pengumpulann data, penjaringan data melalui angket, tahap observasi, tahap pengumpulan data dengan dokumen, tahap pengumpulann data triangulasi, teknik pengolahan data, teknik analisis data. HASIL PENGOLAHAN DATA Setelah dilakukan pengambilan data di 12 SD pelaksana kurikulum 2013 pada muatan tema pembelajaran,,evaluasi meliputi 4 yakni,kontek,,masukan,hasil dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang fokus pada kajian evaluasi yang menggunakan model CIPP yakni C: context, I: input, P: process, P: product. Atas dasar itu maka model CIPP evaluasi mencakup area sebagai berikut : context, input, process, product. Setelah dilakukan pengambilan data di 12 Sekolah Dasar yang telah menerapkan kurikulum 2013 maka 8
9 No diperoleh gambaran tentang evaluasi pelaksanaan. a.context Hasil evaluasi komponen contexts CIPP Indikator Ketercapaian Keterangan Rata-rata (mean) Skala 1-4 3,3 3,25 3,2 3,15 3,1 3,05 3 Baik Context Input Process Product Cukup 3,25 3,11 3,18 3,24 Sedang Ada beberapa variabel yang 1. Contexts Pelatihan K 13 a. Input Penguasaan Materi Pelatihan K 13 Penerapan Hasil Pelatihan K 13 PJOK Kendala hasil pelatihan K13 Hasil evaluasi komponen Input No CIPP Indikator Ketercapaian Rata-rata (mean) 1. Input Penerapan PJOK 3.11 Keterlaksanaa n Pendekatan tematik Materi b. Process Hasil evaluasi komponen Process No CIPP Indikator Ketercapaian Rata-rata (mean) 1. Process Ketercapaian KI Ketercapaian KD Keterlaksaaan Indikator Pedekatan saintifik PJOK SD Guru PJOK SD c. Product Hasil evaluasi komponen product No CIPP Indikator 1. Product Hasil Penilaian Otentik Gambaran Penilaian aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan Hasil Belajar Siswa Umum Impelementasi PJOK Kurikulum 2013 SD Ketercapaian Rata-rata (mean) 3.24 Dukungan aspek konteks cukup namun masih dirasakan belum maksimal guru mempraktikka nnya Keterangan Dukungan contoh penerapan K 13 PJOK SD, Melakasanakan RPP, sarana yang memadai, Pelaksanaan pembelajaran yang perlu penguatan lagi Keterangan Ketercapaian KI-KD- Indikator bisa dengan dukungan pendekatan saintifik dan model pembelajaran Keterangan Penilaian otentik, terlaksana baik pengetahuan maupun keterampilan, namun belum pada sikap Evaluasi menunjukkan hasil belajar siswa bisa diperoleh secara maksimal, menurut Cruickshank (1990) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah sebagai berikut: Teacher variables, Context variables, Process variables, Product variables. Terkait dengan variabel guru maka pelatihan kurikulum 2013 sudah dilakukan namun apakah penguasaannya guru tersebut sudah memadai, maka penguatan untuk kualitas guru harus terus menerus dilakukan. Pelaksanaan kurikulum 2013 dalam hal ini pelatihan masih terus dilakukan dan perbaikan baik KD dan pendekatan saintifik yang digunakan juga dilakukan beberapa perubahan, dengan demikian dari hasil evaluasi model CIPP peningkatan penguasaan kurikulum 2013 dengan versi yang revisi terbaru juga perlu disingkronkan. KESIMPULAN, dan SARAN Kesimpulan :Guru mampu merencanakan pembelajaran kurikulum 2013,berbasis kesesuaian antara konsep dengan RPP pembelajaran pasca pelatihan dengan hasil evaluasi yang menunjukkan 9
10 bahwa Context berada pada kategori (C) cukup, Input berada pada kategori cukup (C), Process berada pada kategori (C ) cukup sedagkan untuk Product yang berada pada kategori(.c).guru mampu menerapkan pembelajaran kurikulum sesuai pendidikan jasmani dan kesehatan pasca pelatihan kurikulum 2013 di SD sasaran kota Kediri dengan bukti hasil CIPP secara keseluruhan berada pada kategori ( C ) cukup. Implikasi Hasil Penelitian : Saran :Komponen input merupakan komponen terendah dari hasil evaluasi, komponen tersebut meliputi perencanaan pembelajaran, sarana, rancangan pembelajaran RPP dalam pembelajaran masih perlu penguatan lebih.sebagai kurikulum 2013 yang masih dikatakan baru berusia 2 tahun, masih perlu digali dan dikembangkan melalui praktik pembelajaran dan pengalaman pembelajaran terbaik di tingkat SD sesuai dengan materi yang ada pada buku guru dan buku siswa. 1. Guru perlu melakukan kajian lebih mendalam terkait pelaksanaan serta penerapannya, berbasis tematik. 2. Sedangkan RPP yang dirancang oleh guru SD dikritisi lebih dalam lagi sesuai dengan harapan kurikulum I. DAFTAR PUSTAKA Bucher, C.A Foundation Of Phisical Education And Sport, Missouri; Mosby Compan Badudu&Zain Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pustaka Sinar Harapan. Universitas Michi Cruickshank, D.R Research That Informs Teachers and Teacher Educator. Bicomingon. Indiana: Phi Delta Kappa Education Foundation. Kemendikbud, 2013, Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, SD Kelas 1, Kemendikbud Jakarta. Kemendikbud, 2014, Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014, SD Kelas IV, Kemendikbud, Sudjana, Nana Dasar-Dasar Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesind Setiono, Hari,2005. Disertasi, Evaluasi Proses dan Pelatihan Sekolah Menengah Khusus Olahragawan. Pasca Sarjana UNESA, Surabaya. Stufflebeam, D.L., Scriven M.S., Madaus, G.F., Nijhoff, K Evaluation Models, Viewpoints on Educational and Human Services Evaluation, Publishing, Boston The Hague Dordrecht Lancaster 10
NIM: PROGRAM STUDI KEGURUAN OLAHRAGA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KOTA KEDIRI TESIS Oleh: Nunuk Nevi Biauty
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF KELAS 1 SEKOLAH DASAR PELITA BANGSA. oleh : Setia Armawati, Herpratiwi, Eddy Purnomo
1 EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF KELAS 1 SEKOLAH DASAR PELITA BANGSA oleh : Setia Armawati, Herpratiwi, Eddy Purnomo FKIP Unila, Jl. Prof. Dr. Sumantri Bojonegoro No. 1 Bandar Lampung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, lokasi yang menjadi tempat penelitian adalah Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal
EVALUASI LINGKUP PENILAIAN PADA KETERAMPILAN VOKASIONAL DI SLB
60 EVALUASI LINGKUP PENILAIAN PADA KETERAMPILAN VOKASIONAL DI SLB Karpin 1 Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan yang berlaku
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Penelitian ini adalah penelitian evaluatif (evaluation research) berdasarkan
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan Penelitian ini adalah penelitian evaluatif (evaluation research) berdasarkan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
BAB I PENDAHULUAN. setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda tergantung pada usia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar merupakan suatu proses yang dilalui dan dilakukan oleh setiap manusia dalam rangka memahami sesuatu. Dalam belajar, setiap manusia akan melewati tahapan
INSTRUMEN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
INSTRUMEN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Instrumen dan Media BK Dosen Pengampu : Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd Dr. Ali Muhtadi, M.Pd Oleh:
EVALUASI PROGRAM LATIHAN FISIK SEPAKBOLA MENGGUNAKAN METODE CIPP
EVALUASI PROGRAM LATIHAN FISIK SEPAKBOLA MENGGUNAKAN METODE CIPP PENDAHULUAN Nur Ahmad Muharram Universitas Nusantara PGRI Kediri ABSTRAK. Evaluasi Program Latihan Fisik Sepakbola Menggunakan Metode Cipp
SINOPSIS TESIS: Diajukan sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam. Oleh : IQBAL KHAMDANI NIM :
SINOPSIS TESIS: EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN QUR AN HADIS KELAS IX MTs AL-MA ARIF KALIWADAS, KECAMATAN BUMIAYU DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT) Diajukan sebagai
KESENJANGAN MEKANISME PENILAIAN PADA PENILAIAN KETERAMPILAN VOKASIONAL TATA BOGA DI SLB
35 KESENJANGAN MEKANISME PENILAIAN PADA PENILAIAN KETERAMPILAN VOKASIONAL TATA BOGA DI SLB Karpin 1 Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi karakteristik siswa SLB memiliki kekhususan yang berdampak pada
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMAN 2 BUNGO. Irma Suryani, Aripudin dan Zulena Fertika
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMAN 2 BUNGO Irma Suryani, Aripudin dan Zulena Fertika ABSTRACK Artikel ini memberikan hasil penelitian dari Implementasi Kurikulum
PENGEMBANGAN BUKU TEKS KELAS V SEKOLAH DASAR BERBASIS TEMATIK DENGAN MODEL MULTIPLE GAMES. Rosyidah Umami Octavia STKIP PGRI SIDOARJO.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS KELAS V SEKOLAH DASAR BERBASIS TEMATIK DENGAN MODEL MULTIPLE GAMES Rosyidah Umami Octavia STKIP PGRI SIDOARJO Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI Sugiyatno, M.Pd [email protected] TEST Seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait/sifat/atribut dimana tiap butir
ANALISIS DAMPAK AKREDITASI SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SD Negeri Donohudan 3 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali)
ANALISIS DAMPAK AKREDITASI SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SD Negeri Donohudan 3 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali) TESIS Diajukan Kepada Program Pasca Sarjana Universitas
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014,
SURVEI PEMAHAMAN GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 BIDANG STUDI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI SE KECAMATAN LAMONGAN (Studi Pada Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BOLAVOLI DI SMPN 16 MALANG DENGAN PENDEKATAN DESCREPANCY EVALUATION MODEL
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BOLAVOLI DI SMPN 16 MALANG DENGAN PENDEKATAN DESCREPANCY EVALUATION MODEL Denny Pradana (Pendidikan Olahraga Pascasarjana Universitas Negeri Malang)
BAB I PENDAHULUAN. yang telah ditetapkan, yaitu untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai suatu usaha sadar yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 Penegasan Istilah Istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan terutama untuk
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP/MTS DI KOTA BIMA
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP/MTS DI KOTA BIMA Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima NTB [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Abstrak. Kata kunci : Pembelajaran Pendidikan Ilmu Sosial, Keaktifan Belajar, Hasil Belajar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam berpikir kritis, mengajukan argumen, membantah argumen, menyampaikan ide, bertanya, serta berkomunikasi dalam mata kuliah Pendidikan
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. DAFTAR ISI.. vi DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. A. Latar Belakang Masalah.
DAFTAR ISI PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK.... i KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. ii iii DAFTAR ISI.. vi DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. x xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Rumusan
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini masuk pada era globalisasi yang menuntut adanya perubahan di segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Perubahan dalam bidang pendidikan dilakukan sebagai
Teori dan Praktek Evaluasi Program DIAN PERMATASARI K.D
Teori dan Praktek Evaluasi Program DIAN PERMATASARI K.D Evaluasi merupakan alat dari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk menganalisis dan menilai fenomena ilmu pengetahuan dan aplikasi ilmu pengetahuan
A. Pengertian Evaluasi Program
A. Pengertian Evaluasi Program Pemahaman mengenai pengertian evaluasi program dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian evaluasi yang bervariatif oleh para pakar evaluasi. Pengertian evaluasi menurut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian menurut Arikunto (2010: 203) adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitiannya. Pemilihan metode ini didasarkan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian telah dilaksanakan di PPLPD Karate Komplek Gor Jatidiri Karangrejo Kecamatan Gajahmungkur dan kantor Dinpora Jl. Ki mangunsarkono
LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs
LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs Nurul Arfinanti ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini
ANALISIS PROGRAM PJOK BERDASARKAN PENDEKATAN GOAL-ORIENTED EVALUATION MODEL
ANALISIS PROGRAM PJOK BERDASARKAN PENDEKATAN GOAL-ORIENTED EVALUATION MODEL Abi Fajar Fathoni (Pendidikan Olahraga, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang) [email protected] Abstrak: pendidikan
TINGKAT KESIAPAN GURU DAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA DALAM KURIKULUM 2013 KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
TINGKAT KESIAPAN GURU DAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA DALAM KURIKULUM 2013 KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 Naskah Publikasi Pendidikan Biologi Diajukan Oleh : Nopiana
BEBERAPA MODEL EVALUASI PENDIDIKAN (Disarikan dari Seminar Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) Oleh Sofyan Zaibaski
BEBERAPA MODEL EVALUASI PENDIDIKAN (Disarikan dari Seminar Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) Oleh Sofyan Zaibaski Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses
BAB III METODE PENELITIAN. berupa penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Penelitian ini mengembangkan buku ajar pendamping pada tema 5 (pahlawanku) kelas 4 sekolah dasar dengan menggunakan model penelitian berupa
Oleh: Musringah SD Negeri 2 Durenan Kabupaten Tranggalek
JUPEDASMEN, Volume 2, Nomor 1, April 2016 251 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS 1 SDN 1 DURENAN PADA TEMA PENGALAMANKU MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DI KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN
Journal of Physical Education and Sports
JPES 4 (2) (2015) Journal of Physical Education and Sports http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpes EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI
Oleh: Drs.NANA DJUMHANA M.Pd PRODI PGSD FIP UPI
Oleh: Drs.NANA DJUMHANA M.Pd PRODI PGSD FIP UPI MENGAPA GURU PERLU MEMAHAMI METODOLOGI PEMBELAJARAN? S elain faktor penguasaan materi, salah satu faktor lain yang dapat mempengaruhi profesionalisme guru
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia.
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia. (Alan Webber) Memeriksa hasil suatu program membantu dalam
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI CIPP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN BADUNG
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI CIPP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN BADUNG Ni Md Sriadnyani 1, I.B. Surya Manuaba 2, Md Putra 1, 2, 3 Jurusan Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan cara manusia untuk menggunakan akal /rasional mereka untuk jawaban dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul dimasa yang akan datang
ANALISIS KESESUAIAN BUKU SISWA KELAS V TEMA PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN DENGAN KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK DAN PENDEKATAN SAINTIFIK
ANALISIS KESESUAIAN BUKU SISWA KELAS V TEMA PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN DENGAN KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK DAN PENDEKATAN SAINTIFIK (1) Nilamsari Damayanti Fajrin, (2) Sa dun Akbar, dan (3) Sutarno.
EVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 158 WATALLIPU KECAMATAN DONRI-DONRI KABUPATEN SOPPENG
Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 EVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 158 WATALLIPU KECAMATAN DONRI-DONRI KABUPATEN SOPPENG Erni 1 Universitas Cokroaminoto
BAB III METODE PENELITIAN. Orientasi utama dari evaluasi konteks adalah:
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1 Model Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan model CIPP. Komponen evaluasi yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Konteks (context)
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
MAKALAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI OLEH: MUHAMMAD NURSA BAN JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 5 OKTOBER, 2011 Makalah disampaikan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini yaitu penelitian evaluasi.model evaluasi yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. RencanaPenelitian Jenis penelitian ini yaitu penelitian evaluasi.model evaluasi yang digunakan adalah CIPP (Context, Input, Process, Product) yang berguna melihat hasil
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)yaitu penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung dilapangan untuk memperoleh
TESIS. Oleh : Sagi Winoto NIM
STUDI KOMPARASI KONSEP MATERI DAN KONSEP PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI PADA KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TESIS Oleh : Sagi Winoto
BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses
Keterangan untuk Pemberian Bobot Kehadiran: ...
Lampiran 1 KELOMPOK NAMA DOSEN LEMBAR PENILAIAN PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO :.. :.. Na No Nama Mahasiswa NIM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Aspek Yang Dinilai Kehadiran (x 1 ) (bobot
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
37 EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Suharto SMK SWADAYA TEMANGGUNG Email: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pembelajaran yang bersifat monoton, yakni selalu itu-itu saja atau tidak ada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
EVALUASI menurut Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa: Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang
EVALUASI menurut Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa: Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan
I. PENDAHULUAN. berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga awal dari. terbentuknya karakter bangsa. Salah satu karakteristik bangsa yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur terpenting dan berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga awal dari terbentuknya karakter bangsa. Salah
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA/ SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA DALAM MERUMUSKAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA/ SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA DALAM MERUMUSKAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR Dini Restiyanti Pratiwi, Fitri Puji Rahmawati, Aimanun Salim, Klara Sukma Pujiati 1 PBI
PENGEMBANGAN MODUL SIFAT LARUTAN BERMUATAN NILAI KETUHANAN DAN KECINTAAN LINGKUNGAN DI SMP
PENGEMBANGAN MODUL SIFAT LARUTAN BERMUATAN NILAI KETUHANAN DAN KECINTAAN LINGKUNGAN DI SMP Eci Oktadarmafina, Nina Kadaritna, Noor Fadiawati Pendidikan Kimia, Universitas Lampung [email protected] Abstract:
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK TEMA INDAHNYA KEBERSAMAAN KELAS IV SD SEMESTER I
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK TEMA INDAHNYA KEBERSAMAAN KELAS IV SD SEMESTER I Lilik Suhartatik Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Fenomena mengenai rendahnya tingkat kemampuan siswa terhadap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. Ramadhon (2013) dalam skripsinya yang berjudul Efektivitas Program
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Dari hasil pencarian dan penelusuran, ada beberapa penelitian yang hampir sama dengan penelitian ini, beberapa skripsi yaitu sebagai berikut:
REFLEKSI RESPON GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 1 NGAGLIK E-JOURNAL
REFLEKSI RESPON GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 1 NGAGLIK E-JOURNAL Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas
Adela Siahaan dan Siti Jubaedah Pendidikan Sejarah, FKIP-UNRIKA
REFLEKSI POSISI PENDIDIKAN SEJARAH DALAM KEBIJAKAN KURIKULUM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Adela Siahaan dan Siti Jubaedah Pendidikan Sejarah, FKIP-UNRIKA Email: [email protected] A. Abstrak
PENILAIAN DALAM KURIKULUM 2013
PENILAIAN DALAM KURIKULUM 2013 (Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013) Penilaian Otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan mengembangkan perangkat pembelajaran matematika model TADIR dengan mengintegrasikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini pembelajaran di sekolah harus bervariasi agar bisa menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dimana siswa dapat tertarik pada
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. kolaboratif realistis terhadap permasalahan-permasalahan dari penerapan suatu
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, merefleksi secara kritis dan kolaboratif realistis terhadap permasalahan-permasalahan dari penerapan suatu tindakan
Pengembangan Perangkat Penilaian Autentik Berbasis Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran IPA/Biologi di Sekolah Menengah Pertama
Pengembangan Perangkat Penilaian Autentik Berbasis Kurikulum 213 Pada Mata Pelajaran IPA/Biologi di Sekolah Menengah Pertama Putri Handayani Sitompul 1, Syarifuddin 2 1 SMP Negeri 1 Perbaungan, Kabupaten
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA KOMIK BIOLOGI PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN UNTUK SISWA KELAS XI IPA. Oleh :
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA KOMIK BIOLOGI PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN UNTUK SISWA KELAS XI IPA Oleh : Ridhatul Rahayu Lova ¹, Mades Fifendy ², Sudirman ² 1) Program Studi Pendidikan
BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi
EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA KABUPATEN LAMONGAN Sumei (Pendidikan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya) E-mail [email protected]
MAKNA PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
MAKNA PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA PENDIDIKAN? Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran problem
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan manusia, sehingga setiap manusia mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang tujuannya untuk
KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2
KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : SDN MANUKAN KULON Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru NIP / NIK : EKO BUDIYONO
BAB I PENDAHULUAN. Bab I pendahuluan ini akan dijelaskan mengenai : (A) latar belakang, (B)
BAB I PENDAHULUAN Bab I pendahuluan ini akan dijelaskan mengenai : (A) latar belakang, (B) rumusan masalah, (C) tujuan penelitian, (D) manfaat penelitian, (E) definisi operasional. Berikut ini merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Pengembangan Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Menurut Borg & Gall (1983: 772) penelitian dan pengembangan adalah
Tingkat Keterlaksanaan Administrasi (Sumi Fitriana)
TINGKAT KETERLAKSANAAN ADMINISTRASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-WILAYAH TIMUR KABUPATEN CILACAP Oleh: Sumi Fitriana, Fakultas Ilmu Keolahragaan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran IPA terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum 2013 dimana pembelajaran ini dikemas menjadi satu antara materi kimia, fisika dan biologi.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DI SMA MUHAMMADIYAH KEDIRI
Jurnal Pembelajaran Olahraga http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pjk/index Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017 PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DI SMA MUHAMMADIYAH KEDIRI Hendra Mashuri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Tempat Penelitian Penelitian mengenai Evaluasi Program education expo SMA Karangturi Semarang tahun 2014 ini merupakan penelitian evaluatif CIPP dengan pendekatan
NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi
KEMAMPUAN GURU IPA KELAS VII DALAM PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN RPP BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN BOYOLALI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP/MTS DI KOTA BIMA. Ida Waluyati
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP/MTS DI KOTA BIMA Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima NTB Jln. Sukun Karara No. 2 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat [email protected]
BAB III METODOLOGI. B. Pendekatan Penelitian
17 BAB III METODOLOGI A. Waktu dan Tempat 1. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai pengembangan media berbasis audiovisual untuk materi ekstraksi dilakukan di SMK Negeri 2 Indramayu. Penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. pedoman atau alat bantu peneliti tentang bagaimana langkah-langkah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam suatu penelitian, terdapat tata cara prosedur bertahap yang merupakan acuan penelitian dalam melakukan penelitian di lapangan. Tata cara
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU SD DI KOTA SEMARANG
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU SD DI KOTA SEMARANG oleh Fine Reffiane, Henry Januar Saputra, Moh. Aniq Kh.B., Husni Wakhyudin, Arfilia Wijayanti Universitas PGRI Semarang [email protected]
