BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
|
|
|
- Erlin Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Barrow dalam Rosdiani ( 2012: 110 ) yang menyatakan bahwa : Pendidikan jasmani dapat di definisikan sebagai pendidikan tentang dan pendidikan melalui gerak insani ketika tujuan kependidikan di capai melalui media aktivitas otot otot, termasuk olahraga ( sport ), permainan, senam, dan latihan (exercise). Hasil yang ingin dicapai individu yang terdidik secara fisik. Nilai ini menjadi salah satu bagian nilai individu yang terdidik, dan bermakna hanya ketika berhubungan dengan sisi kehidupan individu. Berdasarkan uraian tersebut, bahwa pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan media untuk meraih tujuan pendidikan sekaligus juga untuk meraih tujuan yang bersifat internal kedalam aktivitas fisik itu sendiri. Dengan demikian guru pendidikan jasmani dituntut untuk mampu memanfaatkan aktivitas fisik termasuk olahraga untuk meraih tujuan pendidikan secara keseluruhan melalui penciptaan lingkungan pengajaran pendidikan jasmani yang kondusif dan penerapan berbagai pendekatan teori belajar. Salah satu tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan KTSP (2006: 148 ) adalah sebagai berikut Standar Kompetensi: Mempraktekkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kompetensi Dasar: Mempraktekkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian atas. 1
2 2 Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani dapat melalui berbagai macam aktivitas jasmani yang sesuai dengan ruang lingkup pendidikan jasmani yang meliputi kebugaran jasmani. Makna kebugaran jasmani itu sendiri menurut Lutan, dkk. (2001: 7-8).mengemukakan yaitu: Sebagai guru pendidikan jasmani, sebaiknya kita memahami makna beberapa istilah lazim diterapkan pemakaiannya. Istilah itu mencakup: Aktivitas jasmani: yang dimaksud dengan aktivitas jasmani adalah aneka gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot-kerangka, dan gerak itu menghasilkan pengeluaran energi. Aktivitas jasmani ini mencakup lingkup yang cukup luas, yang lazim dilakukan dalam berbagai jenis pekerjaan, kegiatan pengisi waktu senggang, dan kegiatan rutin seharihari. Kegiatan itu dapat dikatagorikan sebagai kegiatan yang memerlukan usaha ringan, moderat, dan berat. Kegiatan itu dapat meningkatkan kesehatan bila dilakukan secara teratur. Latihan: Ini adalah aktivitas jasmani yang terencana, terstruktur, dan dilaksanakan berupa pengulangan gerakan tubuh dengan maksud untuk menyempurnakan, atau mempertahankan satu atau lebih komponen kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani: (yang terkait dengan kesehatan) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Kebugaran itu dicapai melalui sebuah kombinasi dari latihan teratur dan kemampuan yang melekat pada seseorang (kebugaran yang terkait dengan performa: agilitas, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, power, dan waktu reaksi). Komponen kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan adalah kemampuan aerobik, kekuatan otot, daya tahan otot, fleksibilitas, dan komposisi tubuh yang terkait dengan peningkatan kesehatan. Dari kutipan di atas penulis menyimpulkan bahwa kebugaran jasmani terbagi menjadi dua macam yaitu kebugaran yang terkait dengan kesehatan dan kebugaran jasmani yang terkait dengan performa. Yang termasuk ke dalam kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan yaitu kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Sedangkan yang termasuk ke dalam kebugaran jasmani yang terkait dengan performa yaitu agilitas, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, power, dan waktu reaksi. Dari aspek-aspek di atas peniliti ingin lebih memusatkan terhadap aspek kekuatan, tentang pengertian kekuatan Giriwijoyo, dkk. (2005: 71) menjelaskan sebagai berikut: kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi
3 3 guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Sedangkan Susilawati (2009: 33) menjelaskan kekuatan adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan fisik seseorang secara keseluruhan. Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan kebugaran jasmani dalam aspek kekuatan khususnya kekuatan otot lengan, karena setelah melakukan wawancara, observasi dan tes kemampuan awal dalam pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam kekuatan otot lengan di SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang dilihat dalam aspek kebugaran jasmaninya sangat rendah dari yang diharapkan, kemampuan tubuh mereka dalam menggunakan dayanya masih kurang, apalagi dalam segi kekuatan otot khususnya kekuatan otot lenganya. Susilawati, (2009: 33) mengemukakan kekuatan otot adalah kemampuan tubuh dalam menggunakan daya. Rendahnya kekuatan otot lengan siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang bukan tanpa ada penyebab, kekuatan otot lengan siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang rendah dari yang diharapkan, penyebab itu di karenakan ada beberapa masalah yang membuat kekuatan otot lengan siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kabupaten Sumedang rendah diantaranya: 1. Guru langsung menyampaikan materi pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan pada siswa dengan sedikit pengalaman belajar yang diperoleh siswa. 2. Guru dalam memberi materi pembelajaran kurang menitik beratkan kepada siswa, dimana yang terjadi guru yang banyak melakukan bukan siswa, sehingga menyulitkan siswa untuk mengembangkan sisi pemahaman dan pola pikirnya dalam kebugaran jasmani khususnya kekuatan otot lengan. 3. Guru hanya menggunakan metode drill saja. 4. Guru tidak memodifikasi pembelajaran kebugaran jasmani khususnya untuk meningkatkan kekuatan otot lengan kedalam permainan. 5. Siswa kurang begitu antusias melakukan pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam meningkatkan kekuatan otot lengan tanpa sebuah permainan.
4 4 6. Siswa terkesan malas dalam mengikuti pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam meningkatkan kekuatan otot lengan dengan langsung melakukan belajar push-up. 7. Siswa tidak semuanya mengikuti pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam meningkatkan kekuatan otot lengan karena bosan. 8. Waktu belajar siswa tidak efektif. Berdasarkan hasil analisis proses di atas mempengaruhi terhadap hasil tes data awal yang observer peroleh, maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran kebugaran jasmani khususnya di dalam meningkatkan kekuatan otot lengan kurang efektif, dinamis dan fleksibel dalam prosesnya. Berikut analisis hasil yang berupa tes kemampuan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Maret 2014 dalam pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan di SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. Tabel 1.1 Hasil Tes Data Awal Siswa dalam Pembelajaran Kebugaran Jasmani Kelas V SD Negeri Nagrak I NO Nama Siswa L/P Skor Push- Up Kategori Nilai KKM T BT 1 Teten H. L 5 K 50 2 M. Fahrizal L. L 9 C 75 3 Yuliana A.L. L 11 B Febby A. P 3 K 50 5 Dhevia N. P 0 KS 25 6 Anisya N.F. P 2 KS 25 7 Yoga P. L 5 K 50 8 Saepuloh N. L 5 K 50 9 Iin Suhartini P 3 K Reza Gumilar L 4 KS Ismi M.H. P 2 KS Ray M. L 6 K Ai Serly S. P 2 KS Aziz Azmi J. L 8 C Nita A. P 4 K Rita Sri Y. P 3 K Dede A. S. L 4 KS 25 JUMLAH 3 14 PRESENTASE (%) 18% 82% Berdasarkan tabel 1.1 tes data awal kemampuan kekuatan otot lengan dalam kebugaran jasmani di kelas V SD Negeri Nagrak I, dari 17 siswa yang mengikuti
5 5 tes data awal ini, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan, dan dapat diketahui bahwa yang mencapai KKM hanya 18% saja yang terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 0 siswa perempuan yang mencapai KKM. Dan yang tidak mencapai KKM 82% yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil tes push-up data awal di atas kemampuan siswa dalam kekuatan otot lengan masih rendah terbukti hanya 18% saja dari jumlah 17 siswa kelas V SD Negeri Nagrak I yang mencapai kriteria ketuntasan minimal, dan rata-rata yang mencapai kriteria ketuntasan minimal kebanyakan adalah siswa laki-laki, kiranya hal tersebut tidak lepas dari peran guru menciptakan lingkungan pembelajaran yang terstruktur dan pengorganisasian yang seksama. Atas dasar permasalahan di atas kiranya penulis memerlukan sebuah alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan dalam rangka penerapan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta untuk memenuhi ketercapaian dalam pembelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka diperlukan terobosan dalam proses pembelajaran melalui permainan. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, kiranya perlu diterapkan kedalam permainan jalan kalajengking sebagai suatu alternatif pemecahan masalah proses pembelajaran. Karena dengan permainan siswa akan lebih antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran tanpa disadari, mereka sedang melakukan pembelajaran kebugaran jasmani meningkatkan kekuatan otot lengan. Diharapkan dengan penerapan permainan jalan kalajengking ini siswa dapat antusias dan semangat dalam melakukan pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam meningkatkan kekuatan otot lengan sehingga dapat menambah meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik menggunakan suatu pembelajaran dengan judul Penerapan Permainan Jalan Kalajengking untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Lengan dalam Pembelajaran Kebugaran Jasmani (penelitian tindakan kelas di kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang).
6 6 B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dalam pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan ada permasalahan-permasalahan yang timbul, maka dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana perencanaan pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan, untuk meningkatkan agar antusias, semangat dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Nagrak I? 2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan, untuk meningkatkan antusias, semangat dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Nagrak I? 3. Bagaimana pengembangan aktivitas siswa untuk meningkatkan antusias, semangat dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Nagrak I dalam pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan? 4. Bagaimana hasil pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan siswa kelas V SD Negeri Nagrak I melalui penerapan permainan jalan kalajengking? 2. Pemecahan Masalah Berdasarkan rumusan masalah tersebut untuk mencapai hasil belajar siswa yang optimal terhadap kekuatan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani maka diperlukan terobosan dalam proses pembelajaran melalui penerapan permainan jalan kalajengking. Karena dengan permainan siswa akan lebih antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran tanpa disadari, mereka sedang melakukan pembelajaran kebugaran jasmani meningkatkan kekuatan otot lengan. Giriwijoyo, dkk. (2005: 71-72) menyatakan: Latihan yang paling sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah latihan tahanan (resistance exercise). Ditinjau dari tipe kontraksi otot, latihan tahanan terbagi dalam tiga kategori yaitu (1) kontraksi isometrik, (2) kontraksi isotonik, dan (3) kontraksi isokinetik. Giriwijoyo, dkk. (2005: 73) menyatakan: Latihan isotonik biasanya dilakukan dengan memakai beban baik berupa beban tubuh si pelaku itu
7 7 sendiri maupun beban dari luar seperti lempengan besi, katrol, atau mesin latihan. Oleh karena itu penulis mengambil alternatif pemecahan masalah dengan Penerapan Permainan Jalan Kalajengking model pembelajaran atau model permainan yang sesuai dengan konsep atau materi dalam pembelajaran kebugaran jasmani khususnya dalam meningkatkan kekuatan otot lengan. C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan peneliti adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran meningkatkan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani melalui penerapan permainan jalan kalajengking pada siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. 2. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran meningkatkan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani melalui penerapan permainan jalan kalajengking pada siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. 3. Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkatkan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani melalui penerapan permainan jalan kalajengking pada siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. 4. Untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa dalam pembelajaran meningkatkan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani melalui penerapan permainan jalan kalajengking pada siswa kelas V SD Negeri Nagrak I Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. D. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak diantaranya 1. Siswa
8 8 Manfaat yang diharapkan oleh peneliti bagi siswa adalah siswa bisa antusias dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. 2. Guru a. Agar guru dapat menyampaikan isi materi dalam urutan informasi yang dapat diterima oleh siswa b. Dapat meningkatkan profesionalisme dalam proses pembelajaran. c. Agar guru senantiasa dapat menciptakan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran. 3. Bagi Sekolah Dengan penelitian ini sekolah diharapkan dapat memberi kontribusi fositif dalam mengembangkan pembelajaran kedalam permainan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar. 4. Bagi UPI Kampus Sumedang Hasil-hasil dari penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dalam rangka perbaikan proses pembelajaran, untuk melahirkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi tinggi khususnya bagi UPI PGSD PENJAS (Pendidikan Jasmani) Kampus Sumedang. 5. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian khususnya dengan menjadikan Penerapan Permainan Jalan Kalajengking ini sebagai tindakan dalam meningkatkan kekuatan otot lengan dalam pembelajaran kebugaran jasmani. E. Batasan Istilah Untuk memperjelas ruang lingkup serta menghindari salah penafsiran istilah, maka penulis memperjelas istilah yang diantaranya permainan, jalan kalajengking, kekuatan otot lengan, pembelajaran, dan kebugaran jasmani. Penerapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian penerapan adalah perbuatan menerapkan. Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapat bahwa penerapan adalah perbuatan mempraktekkan sesuatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan
9 9 yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2005: 200). Permainan adalah kegiatan yang didalamnya terdapat aturan-aturan yang merupakan kesepakatan dari komunitas tertentu (Kusmaedi, 2009: 4). Jalan kalajengking atau biasa disebut dengan berjalan dengan tangan atau gerobak dorong adalah berjalan dengan menggunakan kedua tangan dengan kedua kaki diangkat teman (Suyatno dan Santoso, 2010: 39) Kekuatan otot adalah kemampuan seseorang untuk mengerahkan daya semaksimal mungkin untuk mengatasi sebuah tahanan (Safari, 2011: 21) dan kekuatan adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan fisik seseorang secara keseluruhan (Susilawati, 2009: 33). Sedangkan lengan adalah anggota badan dari pergelangan tangan sampai kebahu (Menurut kamus besar bergambar bahasa Indonesia, 2007: 319). Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid (Sagala, 2006: 61) Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh dalam melakukan berbagai macam pekerjaan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan dapat segera pulih sebelum datangnya tugas pada keesokan harinya (Badriah, 2009: 31).
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran kebugaran jasmani dalam meningkatkan kekuatan otot lengan dengan melalui penerapan permainan jalan kalajengking yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani (penjas) merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. Definisi Pendidikan Jasmani (Penjas) menurut Harold M. Barrow dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Definisi Pendidikan Jasmani (Penjas) menurut Harold M. Barrow dalam Freeman yang dikutip (Bambang Abduljabar, 2009:6) menyatakan bahwa, Pendidikan jasmani dapat didefinisikan
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan pembelajaran yang optimal menuju tujuan yang diharapkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah suatu sistem yang terdiri dari sejumlah unsur atau komponen yang tersusun secara teratur dan saling berhubungan menuju tercapainya tujuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani adalah salah satu mata pelajaran yang di berikan di semua sekolah baik sekolah dasar negeri maupun swasta. Pendidikan jasmani merupakan bagian
BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan mengembangkan aspek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani,
BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran, terjadi kegiatan belajar mengajar. Sagala (2008:61)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan kegiatan formal yang dilakukan di sekolah. Dalam pembelajaran, terjadi kegiatan belajar mengajar. Sagala (2008:61) menjelaskan bahwa Pembelajaran
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan (kondisi) belajar yang lebih kondusif. Proses belajar mengajar dikatakan efektif
I. PENDAHULUAN. watak serta peradaban bangsa yang bermatabat, dan merupakan salah satu tujuan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat, dan merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional
BAB I PENDAHULUAN. Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian. integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. individu secara menyeluruh. Namun, perolehan keterampilan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh.
, 2015 PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X SMAN 1 SOREANG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan jasmani sering dihubungkan dengan konsep lain, yaitu manakala pendidikan jasmani dipersamakan dengan setiap usaha atau kegiatan yang mengarah pada
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan harus diarahkan pada pencapaian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (penjasorkes) adalah bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SKJ DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF. Masdin SD Negeri 02 Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 5, Oktober 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SKJ DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF SD Negeri 02 Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Randy Suwandi Yusuf, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta berhasilnya pembangunan khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan maka mengakibatkan terjadi penurunan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aktifitas, tanpa ada yang menyuruh Slameto ( 2010:83). Minat pada dasarnya
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Minat belajar Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh Slameto ( 2010:83). Minat pada dasarnya adalah
I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan seseorang sebagai. dan pembentukan watak. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan seseorang sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya semua orang mempunyai aktifitas masing-masing, dimana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya semua orang mempunyai aktifitas masing-masing, dimana tingkatan aktifitasnya itu berbeda-beda pada masing-masing individu. Untuk dapat melaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan salah satu mata
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan dasar, menengah, bahkan pada pendidikan tinggi.
Sehat dan bugar merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Untuk meraihnya diperlukan aktivitas fisik yang menyenangkan dan dalam jangka waktu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat sehat dinamis seseorang yang menjadi kemampuan jasmani dasar untuk dapat melaksanakan
I. PENDAHULUAN. bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan. Pembekalan pengalaman belajar diarahkan untuk membina, sekaligus
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BALING-BALING MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SDN 2 CIBOGO WALED
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BALING-BALING MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SDN 2 CIBOGO WALED Universitas Pendidikan Indonesia [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (penjaskes) adalah bagian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (penjaskes) adalah bagian integral dari pendidikan yang dapat mengembangkan potensi peserta didik baik secara jasmani maupun
Dari uraian diatas jelas pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting, bahwa pendidikan jasmani memiliki nilai-nilai yang positif untuk
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan jasmani dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan disekolah-sekolah yang sama kedudukan dan pentingnya dengan mata pelajaran lain.
BAB I PENDAHULUAN. Siti Nur Kholifah, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak, Seorang manusia tidak akan terlepas dari aktivitas yang membutuhkan gerak. Seperti yang disampaikan Supandi (1991)
BAB I PENDAHULUAN. para atlet sepak bola yang berkualitas. Namun masih banyak yang harus dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di dunia. Beberapa tahun terakhir, Sekolah Sepak Bola (SSB) banyak berdiri di Indonesia. Mulai dari SSB yang profesional
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani sering dihubungkan dengan konsep lain, yaitu manakala pendidikan jasmani (penjas) dipersamakan dengan setiap usaha atau kegiatan yang mengarah
I. PENDAHULUAN. kompleks, karena mencakup dimensi bio-sosio-kultural. Ditinjau dari aspek
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aktivitas dalam pendidikan jasmani dan olahraga merupakan fenomena yang kompleks, karena mencakup dimensi bio-sosio-kultural. Ditinjau dari aspek biologis isi kegiatan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan
MAKNA PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
MAKNA PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA PENDIDIKAN? Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK OLEH :
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENOLAK PADA TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING SISWA KELAS X-1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 KOTA KEDIRI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERMAIN TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional. Salah satu diantaranya adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, pendidikan sebagai usaha sadar diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar dapat diwujudkan dalam bentuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa. menimbulkan kelelahan yang berlebihan. ( Muhajir : 2004 )
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kebugaran Jasmani Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rahmad Santoso, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi sekarang ini masyarakat disibukkan dengan pekerjaan yang menjadi rutinitas masyarakat tersebut. Masyarakat membutuhkan waktu untuk merefresh
II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Mengajar Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguhkan kelakuan melalui pengalaman.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adi Maulana Sabrina, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan penataan kembali aneka pengalaman dan peristiwa yang dialami individu agar sesuatu yang baru menjadi terarah dan bermakna.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan jasmani dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan disekolah - sekolah yang sama kedudukan dan pentingnya dengan mata pelajaran yang
2015 DERAJAT KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA KOMUNITAS PELESTARI PERMAINAN TRADISIONAL HONG KOTA BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia olahraga tidak terlepas dari lingkungan manusia. Olahraga merupakan kegiatan yang terbuka bagi semua orang sesuai dengan kemampuan, kesenangan, dan kesempatan.
BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Gerak merupakan perpindahan kedudukan terhadap benda lainnya baik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes) merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Penjasorkes bertujuan untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran
BAB I PENDAHULUAN. integral dari pendidikan secara keseluruhan. Tujuan pendidikan jasmani
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Tujuan pendidikan jasmani yaitu untuk mengembangkan aspek
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,
BAB I PENDAHULUAN. segala potensinya. Oleh sebab itu pendidikan harus diterima olah setiap warga negara,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan sangatlah penting bagi setiap manusia dalam rangka mengembangkan segala potensinya. Oleh sebab itu pendidikan harus diterima olah setiap warga negara,
BAB I PENDAHULUAN. memberikan hak cuti kepada guru yang akan melaksanakan kegiatan penelitian dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah fokus utama dalam pembangunan pendidikan saat ini. Effektivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru guru yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang berkembang di Indonesia dilaksanakan oleh dua lembaga pendidikan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Lembaga pendidikan tersebut adalah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup dengan kata lain di mulai dari sejak dini hingga akhir hayat. Pendidikan adalah semua kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan keseluruhan, oleh karena itu pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian yang integral dari adanya pendidikan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk mengembangkan aspek
BAB I PENDAHULUAN. pembentukan karakter bangsa dari suatu negara. Pendidikan jasmani
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu proses yang wajib diikuti dalam kehidupan setiap individu dan memiliki fungsi serta peranan penting bagi pembentukan karakter
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai salah satu komponen pendidikan yang wajib diajarkan di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai salah satu komponen pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah, pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan manusia seutuhnya.
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, yang memfokuskan pada pengembangan aspsek kebugaran jasmani, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses untuk membantu individu untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 yaitu tujuan
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kejayaan suatu bangsa dapat dilihat dari hasil hasil prestasi yang diraih
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kejayaan suatu bangsa dapat dilihat dari hasil hasil prestasi yang diraih oleh para atlit dalam event - event cabang olah raga baik pada tingkat regional, nasional maupun
BAB I PENDAHULUAN. mengintensifkan peyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani memiliki peranan yang sangat penting dalam mengintensifkan peyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung
BAB 1 PENDAHULUAN. Pembinaan kondisi fisik merupakan syarat mutlak untuk mencapai prestasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembinaan kondisi fisik merupakan syarat mutlak untuk mencapai prestasi dalam bidang olahraga. Karena kondisi fisik merupakan bagian penting dalam kehidupan
A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung
BAB I PENDAHULUAN. Olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah berkembang di masyarakat luas, baik di klub-klub, kantor-kantor, desa-desa, maupun sekolah-sekolah.
ZANUAR BUDIANTO K
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR MENENDANG DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA MELALUI PENERAPAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 GENTAN KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2013 /
I. PENDAHULUAN. secara keseluruhan. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bertujuan untuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian intergral dari pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bertujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan investasi besar jangka panjang yang harus ditata dan disiapkan sebaik mungkin, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi untuk
BAB I PENDAHULUAN. jasmani di sekolah adalah membantu siswa dalam peningkatan kesegaran Jasmani
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan salah satu bidang studi yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesegaran jasmani siswa di sekolah. Tujuan pendidikan jasmani
I. PENDAHULUAN. kemampuan yang dilakukan di dalam maupun di luar sekolah yang. berlangsung seumur hidup. Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan yang dilakukan di dalam maupun di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. pengembangan keterampilan olah raga tetapi pada perkembangan si anak seutuhnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum saat ini. Dimana pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara
BAB I PENDAHULUAN. dapat dipisahkan dengan kurikulum, yang bertujuan agar siswa menjadi terampil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang tak dapat dipisahkan dengan kurikulum, yang bertujuan agar siswa menjadi terampil dalam melakukan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan seseorang sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai
BAB I PENDAHULUAN. setiap individu. Berbagai jenis olahraga dari yang murah dan mudah dilakukan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Olahraga merupakan suatu kegiatan yang sudah dikenal dan biasa dilakukan oleh setiap individu. Berbagai jenis olahraga dari yang murah dan mudah dilakukan, seperti
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani sebagai bagian integral dari proses pendidikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan jasmani sebagai bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan. Karena dengan pendidikan jasmani dapat mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik sebagai aspek pembelajaran utamanya. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, pertumbuhan
2016 PENGARUH LATIHAN POWER LENGAN MENGGUNAKAN MODEL LATIHAN PULL OVERPASS DAN PULL OVER TERHADAP HASIL LEMPARAN PADA ATLET LEMPAR LEMBING JAWA BARAT
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lempar lembing merupakan salah satu nomor lempar dan nomor yang diperlombakan dalam cabang atletik. Peraturan-peraturan umum perlombaan lempar lembing 1) lembing
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL
1 MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL Abdul Jalil Gunawan Hasanuddin Pendidikan Olahraga FKIP Universitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dea Wulantika Utami, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan memegang peran penting untuk membentuk pola pikir, akhlak, dan perilaku
BAB I PENDAHULUAN. gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan memiliki sasaran pedadogis, oleh karena itu pendidikan kurang
BAB I PENDAHULUAN. permainan beregu, maka kerjasama yang baik dalam melakukan Passing (
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesegaran jasmani merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan di sekolah. Upaya meningkatkan kesehatan jasmani di sekolah adalah menanamkan kegemaran
BAB I PENDAHULUAN. yang bersifat kualitatif dan kuantitatif juga merupakan hasil dari proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya pada masa yang akan datang. Disadari
