MODEL-MODEL PEMBELAJARAN. Slamet Suyanto FMIPA UNY
|
|
|
- Yenny Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Slamet Suyanto FMIPA UNY A. Pengertian Model pembelajaran dikembangkan menggunakan ISD (Instructional System Design), suatu ilmu yang mempelajari sistem instruksional (Reigeluth, 1983: 6-10) dan merupakan bagian dari teknologi instruksional (instructional technology) (Anglin, 1995:15). Setiap model dikembangkan berdasarkan teori belajar tertentu. Misalnya Constructivist Model, dikembangkan berdasarkan constructivisme, Mind Mapping, Problem Solving, dan Concept Attainment dikembangkan berdasarkan teori Information processing. Jadi tidak ada model pembelajaran yang tidak didasarkan oleh suatu teori belajar dan pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menggunakan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Analisis dilakukan terhadap isi (content), siswa, sekolah, dan kebutuhan lainnya untuk menentukan metode, strategi, atau pendekatan pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut disusunlah desain pembelajaran, lalu diujicobakan. Ujicoba dilakukan kepada siswa yang beragam kondisinya, di berbagai sekolah, dan di berbagai Negara. Jika ujicoba tersebut memberikan hasil yang baik ( positive effects size), maka ditetapkan menjadi model pembelajaran. B. Rumpun Model Teori belajar/pembelajaran sangat banyak karena sifat multi dimensi dan multi variabel dari proses belajar dan pembelajaran. Oleh karena itu, model-model pembelajaran juga sangat banyak. Untuk mempermudah mempelajarinya, maka dibuat klasifikasi berdasarkan akar teorinya. Berikut beberapa rumpun model pembelajaran yang dikemukakan oleh Joice dan Wells (1992) berdasarkan dasar teorinya. 1
2 Rumpun Model INFORMATION PROCESSING PERSONAL MODEL No. Model Rnh Struk Lev Org. Dasar Teori 1 Concept attainment C+A M M SG Jerome Bruner 2 Inductive Thinking C+A H+M M+L SG Hilda Taba 3 Inquiry Training C+A M M SG Richard Suchman 4 Advance Organizer C L L SG David Ausubel 5 Memory C M M SG H. Lorayne, J. Lucas 6 Cognitive Growth C+A M M SG Piaget, Irving, Sullivan 7 Scientific Inquiry C+A H+M M SG J.Schwab 8 Nondirective Teaching A L H I Carl Rogers 9 Awareness Training A M+L H I Peris, Schutz 10 Synectics C+A M M I+SG Gordon, Hunt 11 Conceptual Systems C+A M M I+SG Hunt 12 Classroom Meeting A M M LG Glasser SOCIAL INTERACTION 13 Group Investigation C+A L H G Thelen, Dewey 14 Social Inquiry C+A M M G Massialas, Cox 15 Laboratory Method A+P L H G NTL 16 Jurisprudential C+A M M G Oliver, Shaver 17 Role-Playing A+P M M G Shafel & Shafel 18 Social Simulation A+P H L G Boocock, Guetzkow 19 Contingency Manag. C+P H L I+G BF Skiner BEHAVIORAL MODELS 20 Self-control A M L I BF Skiner 21 Relaxation A M M I Rimm, Masters 22 Stress Reduction A H M I Rimm, Master 23 Assertiveness Training A L L I Wolpe, Lazarus 2
3 24 Desensitization A L M I Wolpe 25 Direct Training P M L G Gagne, Smith C. Information Processing Information Processing merupakan bagian dari kognitivisme yang membahas bagaimana otak memperoleh informasi, memproses informasi, menyimpan, dan menggunakannya. Berbagai model pembelajaran yang termasuk didalam rumpun ini antara lain adalah: 1. Concept Attainment 2. Inductive Thinking 3. Inquiry 4. Discovery 5. Advance Organizer 6. Memory 7. Problem Solving 8. Problem-Based Learning D. Personal Model Rumpun ini didasarkan atas teori perkembangan individu, yaitu untuk mengembangkan kemampuan dalam diri seseorang. Setiap orang dibekali Tuhan dengan berbagai kemampuan dan keberbakatan yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran. Modelmodel pembelajaran yang termasuk rumpun ini antara lain: 1. Nondirective Teaching 2. Awareness Training 3. Synectics Method 4. Conceptual Systems 5. Classroom Meeting 3
4 E. Social Model Rumpun ini mengembangkan kemampuan bekerjasama dan kemampuan sosial. Pembelajaran kooperatif merupakan esensi dari rumpun ini. Melalui kerjasama tim yang baik, hasil belajar akan lebih baik daripada belajar sendiri. Model pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut: 1. Group Discussion 2. Group Investigation 3. Social Inquiry 4. Laboratory Method 5. Jurisprudential 6. Role-Playing 7. Social Simulation 8. Jigsaw 9. STAD (Student Team Achievement Division) 10. TGT (Team Game Tournament) 11. Dyad 12. NHT (Number Head Together) F. Model Pembelajaran Terpadu Pembelajaran terpadu didefinisikan oleh Humphreys (Humphreys, Post, and Ellis 1981) yang menyatakan, "An integrated study is one in which children broadly explore knowledge in various subjects related to certain aspects of their environment" (p. 11). Pembelajaran terpadu mencoba mengatasi kekurangan pembelajaran terpisah yang umumnya dilakukan di sekolah. Setiap kegiatan bembelajaran dari jam pertama sampai jam terakhir ada keterkaitannya agar memudahkan siswa memahami dan mengingat apa yang dipalajari. Pembelajaran terpadu 4
5 menggunakan filosofi the whole is better than the sum of its individual. Artinya bahwa keseluruhan lebih baik dari jumlah individual di dalamnya. Menurut Fogarty dalam bukunya The Mindful School,(1991) ada sepuluh model pembelajaran berdasarkan tingakat keterpaduannya. Kesepuluh model tersebut adalah sebagai berikut: 1. Fragmented (terpisah) 2. Connected (terkoneksi) 3. Nested (tersarang) 4. Sequenced (terurut) 5. Shared (teriur) 6. Webbed (terjalin) 7. Threaded 8. Integrated 9. Immersed 10. Network Ke-sepuluh model keterpaduan pembelajaran tersebut secara ringkat dituangkan oleh Fogarty dalam tabel berikut. 5
6 G. Pendekatan (Approach) Di samping model-modemengembangkan pembelajaran, para ahli instruksional juga telah berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran. Reigluth 6
7 mengidentifikasi dua pendekatan pembelajaran; sedangkan Biological Science Curriculum Study (BSCS) menawarkan 4 macam pendekatan. Selain itu masih ada pendekatan penemuan (Discovery) dan Contextual Teaching and Lear ning. Berikut pendekatanpendekatan pembelajaran: 1. Exploratory Approach 2. Expository Approach 3. Human Approach 4. Inquiry Approach 5. Ecological Approach 6. Molecular Approach 7. Discovery 8. CTL (Contextual Teaching and Learning) H. Standar Proses Melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007, Pemerintah menetapkan standar proses pendidikan, meliputi jumlah siswa per kelas, jam belajar, persiapan pembelajaran, dan proses pembelajaran, serta penilaian pembelajaran. Di dalam Permen tersebut, disarankan pembelajaran menerapkan 5 fase: 1. Pembukaan 2. Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi c. Konfirmasi 3. Penutup Pembukaan mengantarkan siswa kepada topic yang akan dipelajari, melalui apersepsi apa yang terlah dimiliki dan mengaitkannya dengan sesuatu yang baru yang akan dipelajari. Keiatan ini harus menarik dan menantang akan member motivasi siswa mempelajari hal 7
8 baru. Setelah siswa tertarik, maka langkah selanjutnya adalah melakukan eksplorasi, yaitu mengkaji persoalan melalui berbagai cara seperti pengamatan, pengukuran, eksperimentasi, dalam rangka memperoleh data pemecahan persoalan. Langkah ini dilanjutkan dengan konseptualisasi. Setelah siswa memahami konsepnya, guru mengelaborasi kegiatan, seperti bagaimana menerapkan konsep tersebut pada kehidupan sehari-hari atau melakukan pengayaan terkait konsep tersebut. Langkah berikutnya adalah konfirmasi yaitu mengecek kebenaran konsep dan pengetahuan yang diperoleh siswa. Kegiatan penutup adalah menyampaikan apa yang harus dilakukan siswa terkait apa yang telah dipelajari dan topik yang akan dipelajari selanjutnya. I. 5-E dari BSCS BSCS mengembangkan model pembelajaran dengan 5 fase yang meliputi: 1. Engage 2. Explore 3. Explain 4. Elaborate 5. Evaluate Kelima fase pembelajaran tersebut di atas mirip dengan standar proses pada Permen no. 41. Pertama guru harus menyajikan sesuatu yang membuat siswa tertarik dan ingin terlibat di dalam pembelajaran (Engage). Selanjutnya siswa melakukan eksplorasi untuk menemukan data (Explore). Setelah itu, siswa diajak menggunakan data untuk menjawab persoalan sehingga dapat menjelaskan terjadinya fenomena (Explain). Setelah siswa memahami konsepnya, guru mengajak siswa melakukan kegiatan lebih jauh (Elaborate), seperti mengaplikasi konsep dalam kehidupan nyata atau untuk persoalan baru lainnya. Terakhir, guru melakukan evaluasi (Evaluate) untuk mengetahui hasil belajar siswa. 8
9 J. Menggunakan Model Banyak sekali penerapan model pembelajaran di Indonesia yang tidak berhasil padahal di Negara asalnya model tersebut sangat berhasil. Hal ini terkait banyak variabel yang harus diperhitungkan oleh guru. Pertama adalah konsistensi penerapan sintaks dari model tersebut. Sering para guru mengubah sintaks dari model sehingga tidak seperti aslinya. Kedua, kondisi siswa kita berbeda dengan siswa di Negara di mana model tersebut digunakan. Group Investigation mungkin sulit diterapkan di Indonesia karena siswa tidak terbiasa melakukan investigasi. Untuk itu siswa perlu dilatih dan dibiasakan melakukan investigasi sebelum guru menerapkan model Group Investigation. Ketiga, sarana pembelajaran kita mungkin ketinggalan jauh dari Negara di mana model tersebut digunakan. Untuk melakukan investigasi mungkin siswa membutuhkan counter, thermometer udara, hygrometer, salinometer, loup, mikroskop binokuler dan sebagainya. Kadang peralatan yang sederhana seperti itu tidak tersedia di sekolah. Masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan di dalam penerapan suatu model pembelajaran agar hasil belajarnya baik. Untuk itu diperlukan adaptasi model-model pembelajaran yang ada dengan kondisi dan situasi riil di masing-masing sekolah. K. Penutup Banyaknya model, metode, pendekatan, dan strategi pembelajaran membuat para guru dan dosen bingung. Apalagi ilmu pengetahuan berkembang pesat. Untuk itu para guru harus mau belajar secara terus menerus menjadi pemelajar sepanjang hayat, baik secara mandiri, melalui MGMP, atau melalui pelatihan yang terprogram. Para pendidik tidak hanya belajar menerapkan model yang ada, tetapi juga belajar mengembangkan model pembelajaran sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi di Inonesia. Objek yang dipelajari anak adalah khas Indonesia yang sangat berbeda dengan objek yang dipelajari anak di Negara lain. Demikian pula kebiasaan belajar, cara berpikir, dan kecerdasannya beragam. Sudah saatnya kita mengembangkan model-model pembelajaran sendiri untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berwibawa. 9
10 Daftar Pustaka Anglin, G. J. (1995). Instructional Technology. Englewood, Colorado: Libraries Unlimited, Inc. Anonim (2009). Instructional Design. BSCS. (2009). BSCS Study of 5Es. Blankchard, A. (2000). Contextual Teaching and Learning. Bruner, Jerome. (1996). Toward a Theory of Instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press. College of Education, University of Houston (2009). Constructivism. DePotter, B. (1992). Quantum Learning: Membiasakan Belajar nyaman dan menyenangkan. Terjemahan Alawiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa. Edutec, Wikipedia (2009). Instructional Design. Gagne, R., Briggs, L. & Wa ger, W. (1992). Principles of Instructional Design (4th Ed.). Fort Worth, TX: HBJ College Publishers Gardner, Howard (2003). Multiple Intelligences. Johnson, D.W., Johnson, R.T., Stanne, M.B., (2000), Cooperative Learning Methods: A Meta- Analysis. Joice, B. & Marsha Weil. (1992). Models of Teaching. Needham Height, Massachusetts: Allyn and Bacon. Romiszowski, A.J. (1981). Designing Instructional Systems. New York, NY.: Nichols Publishing Company. Slavin, R. E. (19986). Learning Together. American Education, 10(2), 6-13 Yager, R. E. (1999). The constructivist learning model: Towards real reform in science education. The Science Teacher, 58 (6) (1991),
Disusun oleh: SAIFUL AMIEN
ANALISIS MODEL UNTUK PEMBELAJARAN PAI Disusun oleh: SAIFUL AMIEN JOICE & WEIL: KELOMPOK MODEL PEMROSESAN INFORMASI: TEORI-TEORI PSIKOLOGI KOGNITIF: Menekankan pada bagaimana seseorang berpikir, mengingat
SILABUS PENDIDIKAN BIOLOGI
SILABUS PENDIDIKAN BIOLOGI I. Identitas Mata Kuliah: A. Matakuliah : PENDIDIKAN BIOLOGI B. Kode/SKS : PBL 201/2 C. Semester : 3 D. MK. Prasyarat : - E. Dosen : Slamet Suyanto, M. Ed. II. Kompetensi : Calon
Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Pengajaran Biologi Sekolah Kode BI 707 Lanjutan Nama Dosen 1. Prof. Dr. Hj. Sri Redjeki,
Disajikan dalam Lokakarya Peningkatan Kemampuan Dosen dalam Menggunakan Metode/Pendekatan/Media Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Fakultas
IMPROVING TEACHING AND LEARNING: Menciptakan n suatu tupembel pembelajaran yang mendidik Disajikan dalam Lokakarya Peningkatan Kemampuan Dosen dalam Menggunakan Metode/Pendekatan/Media Pembelajaran yang
MODEL PEMBELAJARAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI. Nuryani Y. Rusataman: FPMIPA UPI
MODEL PEMBELAJARAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nuryani Y. Rusataman: FPMIPA UPI A. PENDAHULUAN 1. Kompeten dan Kompetensi Kompeten merupakan hasil belajar (outcomes) yang diwujudkan
Teaching and Learning model is a generalized instructional process which may be used for many different topics in a variety of subjects Teaching and
Teaching and Learning model is a generalized instructional process which may be used for many different topics in a variety of subjects Teaching and Learning Strategy is a particular procedure for teaching
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Globalisasi memberikan dampak yang cukup signifikan dewasa ini. Hal tersebut ditandai dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara pesat
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SIL. STRATEGI PEMBELAJARAN
SIL/PMT312/12 Revisi : 03 8 Maret 2012 Page 1 of 5 SILABI MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran Manajemen Kode Mata Kuliah : PMT312PEM 214 SKS : 3 SKS, Teori 2, Praktik 1 Dosen : Dr. Ch.
STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF
STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF Cooperative Learning DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN JAWA TENGAH RASIONAL 1. Pemberlakuan
Achmad Samsudin, M.Pd. JurusanPendidikanFisikaFPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia
Achmad Samsudin, M.Pd. JurusanPendidikanFisikaFPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia KategoriModel Pembelajaran (Joyce, Weil, & Calhoun, 2000) Families Models The Social Family 1. Partners in learning
Melihat Lebih Jauh Manfaat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Shared
Melihat Lebih Jauh Manfaat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Shared Noeraida, S.Si., M.Pd., Widyaiswara PPPPTK IPA [email protected] Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang
Pengelompokkan model 1. Pengolahan Informasi 2. Interaksi Sosial atau Social Models 3. Personal atau Personal Models 4. Sistem Prilaku atau
Model Mengajar Merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, merancang bahan pembelajaran dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Pengelompokkan model 1. Pengolahan
Pembelajaran IPA Terintegrasi di SMP A. Pendahuluan
Pembelajaran IPA Terintegrasi di SMP A. Pendahuluan Ilmu Pengetahuan Alam dapat dilihat sebagai bangunan ilmu (body of knowledge),cara berpikir (way of thinking), cara penyelidikan (way of investigation).
SKRIPSI. Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN, DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK DASAR OTOMOTIF KELAS X DI SMKN 1 SEDAYU BANTUL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Teknik
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN STRATEGI MOTIVASI ARCS PADA MATERI TRANSPORTASI DITINJAU DARI KETUNTASAN BELAJAR SISWA, AKTIVITAS BELAJAR SISWA, RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN,
II. SILABUS MATA KULIAH (SMK)
II. SILABUS MATA KULIAH (SMK) Mata Kuliah / Kode : Pengembangan Model Pembelajaran IPA / KPA 2308 Semester/ SKS : II/ 2 Program Studi : Magister Pendidikan IPA Fakultas : FKIP 1. Capaian Pembelajaran MK
MODEL KOOPERATIF STAD BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA ARTIKEL. Oleh
MODEL KOOPERATIF STAD BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA ARTIKEL Oleh Moh. Jamalul Lail NIM 090210102035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH. Yusni Pakaya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Yusni Pakaya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Abstrak : Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran sejarah di
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Program Studi : Pendidikan IPA Nama Mata Kuliah
Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PROGRAM STUDI PSIKOLOGI F- 0621 Tgl Berlaku : Februari 2014 Issue/Revisi : --- Jml Halaman : 17 Satuan Acara Pembelajaran (SAP) Nama/Kode Mata Kuliah Sistem Kredit Semester
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013)
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013) Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Makalah disampaikan dalam PPM Workshop Pengembangan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GAYA DAN HUKUM NEWTON T.
Jurnal INPAFI, Volume 1, Nomor 2, Juni 2013 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GAYA DAN HUKUM NEWTON T.P 2012/2013 Mariati Purnama Simanjuntak
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Tsani Fathani, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan rangkaian terpadu dari berbagai komponen yang saling berinteraksi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.salah satu komponen tersebut
Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN:
Pembelajaran Menggunakan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dinamika Mahasiswa Pendidikan Fisika Eko Swistoro Warimun Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu
EFFECTIVE TEACHER AND EFFECTIVE TEACHING
EFFECTIVE TEACHER AND EFFECTIVE TEACHING Disajikan dalam Seminar Nasional dengan Tema Strategi Belajar Mengajar Yang Efektif Untuk Mewujudkan Generasi Emas Moh Salimi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
IV. Rancangan Kegiatan Pembelajaran :
SILABUS I. Identitas Mata Kuliah: A. Matakuliah : TEKNOLOGI PEMBELAJARAN BIOLOGI B. Kode/SKS : PBL 03/ C. Semester : 4 D. MK. Prasyarat : E. Dosen : Surachman, MS., dkk. II. Kompetensi : Mahasiswa mampu
BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. pendidikan menengah, beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk
BAB I PENDAHULUAN Pada Bab Pendahuluan ini akan diuraikan secara singkat mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat
Bioedusiana Volume 01, Nomor 01, September 2016 ISSN
PERBEDAAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PLH PADA KONSEP ETIKA LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT(TGT).
BAB I PENDAHULUAN. luas, kreatif, terampil dan berkepribadian baik. oleh masyarakat yang ditujukan kepada lembaga pendidikan, baik secara langsung
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah bidang yang sangat penting terutama di negara berkembang seperti Indonesia, sebab kemajuan dan masa depan bangsa terletak sepenuhnya pada
FILOSOFI, TEORI PENDIDIKAN, KURIKULUM, DAN MODEL PEMBELAJARAN. Teori Kurikulum
FILOSOFI, TEORI PENDIDIKAN, KURIKULUM, DAN MODEL PEMBELAJARAN Filosofi Teori pendidikan Kurikulum Model pembelajaran Perenialisme Esensialisme Pendidikan klasik Subject matter Proses informasi Progressivisme
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Pemampu: Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Dra. Mitri Irianti, MSi FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU Disampaikan pada: : PLPG 2008 Rayon V 1 Model Pembelajaran
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN DAN SIKLUS BELAJAR 5E DARI BSCS UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER
Prosiding Seminar Nasional BIOLOGY AND LOCAL WISDOM; Past, Present And Future, Jurdik Biologi, MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juli 2011 PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN DAN SIKLUS BELAJAR
Pendekatan Contextual Teaching and Larning (CTL)
Pendekatan Contextual Teaching and Larning (CTL) 2.1.3.1 Hakikat Contextual Teaching and Learning Landasan filosofi CTL adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak
PROFIL KONSISTENSI REPRESENTASI DAN KONSISTENSI ILMIAH SISWA SMP PADA KONSEP GERAK
WePFi Vol.1 No.3, Desember 2013 PROFIL KONSISTENSI REPRESENTASI DAN KONSISTENSI ILMIAH SISWA SMP PADA KONSEP GERAK D. Aminudin, A. Sutiadi, A. Samsudin * Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan
LEMMA VOL I NO. 1, NOV 2014
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM MATEMATIKA SD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UMMY SOLOK Rita Oktavinora
BAB II KAJIAN PUSTAKA
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu dalam bentuk tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
tingkatan yakni C1, C2, C3 yang termasuk dalam Lower Order Thinking dan C4, C5, C6 termasuk dalam Higher Order Thinking Skills.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan proses yang harus dilalui manusia untuk mengembangkan potensinya menjadi individu yang berkualitas. Pengembangan potensi tersebut harus dilalui
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA. Iyan Nurdiyan Haris, M.Pd.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA Iyan Nurdiyan Haris, M.Pd. [email protected] Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas
BAB II KERANGKA TEORITIS. Komarudin dalam Sagala (2000:152) bahwa Model pembelajaran adalah
BAB II KERANGKA TEORITIS A. Model Pembelajaran 1. Pengertian Model Pembelajaran Definisi yang berkaitan dengan model-model pembelajaran menurut Komarudin dalam Sagala (2000:152) bahwa Model pembelajaran
PAKET 4 MODEL PEMBELAJARAN
PAKET 4 MODEL PEMBELAJARAN Pendahuluan Paket ini secara spesifik membahas tentang model-model pembelajaran yang merupakan bahasan lanjutan setelah memahami konsep dasar strategi pembelajaran, teori-teori
pembelajaran berbasis paikem
TUT WURI HANDAYANI pembelajaran berbasis paikem (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL
BAB I PENDAHULUAN. individu dan kita dituntut untuk dapat memperoleh, memilih, serta mengolah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam perkembangan individu dan kita dituntut untuk dapat memperoleh, memilih, serta mengolah informasi dan
Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta
1 EFEKTIVITAS COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PPKn DI SMA N 2 WONOSARI Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad
SKRIPSI. Disusun Oleh : Elisabet Mirna Melina Jovita NIM :
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATERI MEMBUAT JURNAL UMUM PADA PERUSAHAAN JASA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS XI IPS 3 SMA PANGUDI
Eksperimen: uji hipotesis Eksperimen merupakan fondasi dari metode ilmiah, suatu metode sistematik yang mengeksplorasi lingkungan sekitar
Marfuatun Eksperimen: uji hipotesis Eksperimen merupakan fondasi dari metode ilmiah, suatu metode sistematik yang mengeksplorasi lingkungan sekitar Tahap-tahap metode ilmiah: Melakukan observasi Merumuskan
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION)
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) A. Pengertian Group Investigation Model Group investigation seringkali disebut sebagai metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks. Hal
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF. Dr. Syamsurizal
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Dr. Syamsurizal PELATIHAN PEMBELAJARAN AKTIF DI UNIVERSITAS JAMBI 14 sd 17 NOPEMBER 2011 Usaha sadar seseorang untuk merubah tingkah laku, melaui interaksi dengan sumber
Mubashiroh et al., Penerapan...
1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa IPA Biologi (Siswa Kelas VIID
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sebelum memasuki bangku sekolah, anak terbiasa memandang dan mempelajari segala peristiwa yang terjadi di sekitarnya atau dialaminya sebagai suatu kesatuan yang utuh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X MAN MALANG II BATU Dwi Pudi Lestari 1
PSIKOLOGI KOGNITIF Rencana Mutu Pembelajaran
` FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Muhammadiyah Surakarta PSIKOLOGI KOGNITIF Rencana Mutu Pembelajaran WIWIEN DINAR PRATISTI Kognitif : Pertama 1 1. Memahami pengertian, latar belakang lahirnya Psikologi
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) disertai Numbered Heads Together (NHT)
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) (NHT) Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 3 Palembayan Kabupaten Agam OLEH: Ariska Putra*), Zulfitri
PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS REAL OBJECT DI SEKOLAH DASAR
PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS REAL OBJECT DI SEKOLAH DASAR Yeni Puji Astuti Prodi PGSD STKIP PGRI Sumenep Email: [email protected] Abstract Permendiknas number 22 of 2006 which the states that
ASSIGNMENT. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN, ICT, & TEFL 1 Model of Teaching ANDI RIZAL SANI
ASSIGNMENT PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN, ICT, & TEFL 1 Model of Teaching ANDI RIZAL SANI 414116 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS (SNH) PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI SURAKARTA DITINJAU DARI KECEMASAN SISWA PADA MATERI POKOK BANGUN DATAR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Depdiknas (2001) dalam Ahmad Susanto (2014:184), kata matematika berasal dari bahasa Latin, manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari,
Cici Wijayanti*) Purwati Kuswarini Suprapto*) Faculty of Educational Science and Teacher s Training Siliwangi University ABSTRACT
The Application of Cooperative Learning Model Type of Group Project on Enviroment Pollution Concept (Experiment Study at 10 th Grade Students of Madrasah Aliyah Public School Tasikmalaya 2012/2013) Cici
PARADIKMA BARU PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PARADIKMA BARU PEMBELAJARAN MATEMATIKA Oleh: Dr. Supinah (Widyaiswara PPPPTK Matematika) A. PENDAHULUAN Orientasi pendidikan di Indonesia pada umumnya mempunyai ciri-ciri cenderung memperlakukan peserta
BAB II. Pada umumnya belajar adalah suatu kegiatan mengumpulkan sejumlah. pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Pada umumnya belajar adalah suatu kegiatan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang dikenal
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini prestasi belajar (achievement) sains siswa Indonesia secara internasional masih berada pada tingkatan yang rendah, hal tersebut dapat terindikasi
Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII SEKABUPATEN
ABSTRACT. Fransisca Sudargo Tapilouw *)
PEDAGOGICAL COMPETENCE OF PRE-SERVICE BIOLOGY TEACHER ON CONDUCTING INQUIRY APPROACH TO DEVELOP SCIENCE PROCESS SKILL (Study on Profession Practice Program at High Schools in Bandung) ABSTRACT Fransisca
DESAIN PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN SCIENTIFIC INQUIRY DAN KOGNISI MAHASISWA
DESAIN PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN SCIENTIFIC INQUIRY DAN KOGNISI MAHASISWA Sehat Simatupang, Togi Tampubolon dan Erniwati Halawa Jurusan Fisika
Abstrak. : Desi Hartinah, Dr. Insih Wilujeng, dan Purwanti Widhy H, M. Pd, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Model Connected... (Desi Hartinah) 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL CONNECTED UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PENCAPAIAN RASA INGIN TAHU
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Kode / SKS : PSI-202 / 3 SKS Deskripsi Singkat : Mata kuliah psikologi yang memperkenalkan mengenai teori-teori Psikologi yang memfokuskan
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Program Studi: : Biologi Nama Mata Kuliah : Praktikum
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu tujuan dari pendidikan pada era modern saat ini adalah untuk mengajarkan siswa bagaimana cara untuk mendapatkan informasi dari suatu penelitian, bukan hanya
USING PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO INCREASE CRITICAL THINKING SKILL AT HEAT CONCEPT
0 USING PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO INCREASE CRITICAL THINKING SKILL AT HEAT CONCEPT La Sahara 1), Agus Setiawan 2), dan Ida Hamidah 2) 1) Department of Physics Education, FKIP, Haluoleo University,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Model-model asesmen Kode Mata Kuliah : SJ 301 SKS/Semester
SILABUS MATA KULIAH. Program Studi : Teknologi Pembelajaran (S2) Mata Kuliah : Teori Pembelajaran Jumlah SKS : 2
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknologi Pembelajaran (S2) Mata Kuliah : Teori Pembelajaran Jumlah SKS : 2 Semester : Gasal Dosen : Dr. Haryanto I. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini dimaksudkan
Toleransi keterlambatan 15 menit, lebih dari itu diperbolehkan masuk, tetapi tidak boleh tanda tangan di daftar hadir. Tugas sesuai deadline HP silent
Aturan Berpakaian Sifat semi formal (dari bahan selain kaos dan jeans) Sepatu tertutup, u perempuan diperkenankan memakai yang terbuka diujungnya asalkan style stiletto atau wedges Toleransi keterlambatan
BAB I PENDAHULUAN. Nasional disebutkan bahwa ; pendidikan nasional adalah pendid ikan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa ; pendidikan nasional adalah pendid ikan yang berdasarkan Pancasila dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dini Herdiani, 2014 Pembelajran Terpadu dalam Kurikulum 2013 di Kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keberadaan dan kebermaknaan kurikulum akan terwujud apabila ada proses pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA. Uki Suhendar 1., Arta Ekayanti 2
Vol 6 No 1 Januari 2018 JDPP Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran http://journal.umpo.ac.id/index.php/dimensi/index PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA
UNESA Journal of Chemistry Education ISSN: Vol. 6, No. 1, pp January 2017
KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA SMA NEGERI 12 SURABAYA MELALUI PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7-E SCIENCE PROCESS SKILLS ON CHEMICAL EQUILIBRIUM TOPIC IN SMA NEGERI 12 SURABAYA
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 1 No. 2 Juli 2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI CENDAWAN ISKANDAR SAFRI HASIBUAN ABSTRACT This study aims to determine differences in
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL NUMBERRED HEAD TOGETHER SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK TAMTAMA KARANGANYAR
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL NUMBERRED HEAD TOGETHER SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK TAMTAMA KARANGANYAR Budi Siswanto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa
Mochammad Maulana Trianggono, M.Pd. Prodi PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Jember 2016
Mochammad Maulana Trianggono, M.Pd Prodi PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Jember 2016 Model Pembelajaran Model Pembelajaran Suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. knowledge, dan science and interaction with technology and society. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan secara formal. Di sekolah anak-anak mendapatkan pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk masa depannya.
PERFORMANCE ASSESSMENT BASED LEARNING PROBLEM ON MODELS TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)
PERFORMANCE ASSESSMENT BASED LEARNING PROBLEM ON MODELS TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) Roeth A. O. Najoan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Manado Matani II, Tomohon Tengah, Tomohon [email protected]
IMPLIKASI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Fadjar Shadiq
IMPLIKASI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Fadjar Shadiq Praktek Pembelajaran Saat Ini Tulisan ini akan dimulai dengan kegiatan mengilas-balik, merefleksi, atau merenungkan kembali
EVOLUSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI. Oleh. Soni Nopembri. Saya begitu terkesan semenjak mendapatkan buku ini, karena buku ini
Judul buku Penulis Penerbit : Instructional Models for Physical Education : Michael W. Metzler : Allyn & Bacon A Pearson Education Company Needham Heights, Massachusetts 02194 Cetakan : 2000 Tebal : xxviii
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Efektivitas Pembelajaran Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur. Eggen dan Kauchak (dalam Artanti,
DESAIN MODEL GUIDED INQUIRY UNTUK EKSPLORASI KESULITAN BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SERTA KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH
DESAIN MODEL GUIDED INQUIRY UNTUK EKSPLORASI KESULITAN BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SERTA KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Betty Marisi Turnip dan Mariati Purnama Simanjuntak Jurusan Fisika
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada prinsipnya proses belajar yang dialami manusia berlangsung sepanjang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Makna Belajar Pada prinsipnya proses belajar yang dialami manusia berlangsung sepanjang hayat, artinya belajar adalah proses yang terus-menerus, yang tidak pernah
