BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Yuliana Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini perkembangan arus globalisasi di Indonesia sangatlah begitu terasa dirasakan oleh masyarakat luas. Selain perkembangan teknologi dan informasi sekarang yang sudah semakin canggih, ada juga hal lain yang berkembang di Indonesia saat ini yaitu munculnya perusahaan perusahaan asing maupun lokal di Indonesia. Apabila dilihat dari jenis jenis perusahaan, menurut Reeve (2006:3) terdapat tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk mengasilkan laba, yaitu perusahaan manufaktur (manufacturing), perusahaan dagang (merchandising) dan perusahaan jasa (service). Setiap jenis perusahaan mempunyai karakteristik masing masing. Perusahaan manufaktur (manufacturing business) mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada konsumen atau pelanggan. Contohnya adalah perusahaan Honda menghasilkan produk mobil atau motor. Kemudian perusahaan dagang (merchandising business) juga menjual produk kepada konsumen. Namun mereka tidak memproduksi barangnya sendiri, melainkan membelinya dari perusahaan lain (misalnya dari perusahaan manufaktur). Dengan kata lain, perusahaan dagang mempertemukan produk dengan pembeli, contohnya ialah Carrefour yang menjual kebutuhan sehari hari. Yang ketiga adalah perusahaan jasa (services business) menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan. Contohnya adalah Citibank yang memberi jasa keuangan dan perbankan (Reeve, 2006:3). Apabila melihat pengertian dari jenis jenis perusahaan yang telah dijelaskan diatas, maka perusahaan yang bergerak di bidang asuransi bisa dikategorikan sebagai sebuah perusahaan jasa (services business) karena perusahaan tersebut bergerak untuk 1
2 memberikan layanan asuransi kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan jasa asuransi. Di dalam menjalani kehidupan, manusia tidak mungkin dapat meramalkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, meskipun dengan menggunakan berbagai alat analisis. Resiko dimasa datang bisa saja terjadi terhadap kehidupan seseorang misalnya kematian, sakit dan juga resiko dipecat atau tidak memiliki pekerjaan dimasa yang akan datang. Oleh karenanya setiap resiko tersebut harus bisa kita tanggulangi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Dalam kondisi demikian kehadiran asuransi tentu akan membuat resiko dimasa yang akan datang dapat teratasi dengan baik atau minimal meminimalisir resiko yang akan datang di kemudian hari. Menurut Jurnal Aplikasi Pemilihan Produk Asuransi Unit Link Berbasis Expert System,asuransi memiliki arti sebagai suatu produk jasa keuangan yang berkembang di Indonesia seiring dengan tumbuhnya perekonomian nasional. Fungsi primer dari asuransi pada dasarnya memberikan perlindungan kepada nasabah atau pihak tertanggung terhadap resiko yang dihadapinya (Setiawan, Setiabudi dan Rasubala, 2013:1). Pada prinsipnya asuransi adalah suatu perjanjian antar tertanggung dan penanggung untuk merundingkan ganti rugi yang diderita tertanggung yang kemudian akan diganti oleh penanggung (pihak asuransi) setelah tertanggung menyepakati pembayaran sejumlah uang yang disebut premi. Terdapat beberapa perusahaan asuransi di Indonesia yang menempati posisi teratas kategori asuransi jiwa Top Brand Index diantaranya yaitu : 2
3 Tabel 1.1 Top Brand Award Kategori Asuransi Jiwa MEREK Top Brand Index (%) Prudential Life Assurance 29,6% 24,5% 23,6% 26,9% AJB Bumiputera ,5% 10,4% 11,7% 10,8% AXA Mandiri 9,0% 8,7% 8,2% 10,5% Manulife Indonesia 8,0% 3,3% 3,9% 6,6% AIA Financial 6,1% 3,9% 3,1% 2,8% Jiwasraya 5,8% 2,4% 5,3% 8,3% Allianz Life Indonesia 5,4% 3,9% 4,3% 3,7% (Sumber: diakses pada tanggal 8 Oktober 2015 pukul wib) PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, dimana PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) memberikan layanan asuransi jiwa dengan cara menawarkan berbagai macam produk jasa asuransi jiwa yang mereka miliki. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki catatan sejarah sejak tanggal 31 Desember 1859 dengan Akta Notaris William Henry Herklots Nomor 185 dan diakui sebagai perusahaan asuransi jiwa yang pertama kali di Indonesia.Sehingga PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dapat dikatakan juga sebagai perusahaan asuransi tertua dan berpengalaman di Indonesia.PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki cukup banyak jaringan di hampir setiap provinsi Indonesia. Salah satunya yang ada di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Kota Bandung merupakan kota terpadat di Provinsi Jawa Barat ( diakses tanggal 31 Oktober 2015 pukul wib. Menurut database SIAK (Sistem Informasi 3
4 Administrasi dan Kependudukan) Provinsi Jawa Barat tahun 2011 jumlah penduduk yang tinggal di Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi) sebanyak jiwa atau 18% dari total penduduk Jawa Barat. Artinya hampir seperlima penduduk Jawa Barat tinggal di Bandung Raya/Ibu Kota Provinsi ( diakses tanggal 31 Oktober 2015 pukul wib. Resiko di masa mendatang yang akan dihadapi pun akan semakin besar seperti kematian, penyebaran penyakit dan resiko tidak memiliki pekerjaan. Oleh karenanya diperlukan suatu jaminan untuk masa depan bagi diri pribadi dan keluarga untuk melindungi atau meminimalisir resiko resiko tersebut, seperti jaminan asuransi jiwa. Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Officemenyediakan layanan produk individu yang terdiri atas anuitas (anuitas ideal, anuitas sejahtera ideal, anuitassejahtera prima), investasi (unit link: Js pro idaman &Js pro mapan, non unit link: Js plan optima & Js proteksi extra income), pendidikan (Js prestasi), proteksi (Js siharta, Js dana multi proteksi plus,personal accident A, personal accident B). Dan produk kumpulan terdiri atas proteksi (asuransi kecelakaan diri & asuransi kredit), saving (siharta kumpulan), purna jabatan (arthadana eksekutif & dwiguna eksekutif). Untuk bisa memasarkan produk produk jasa asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office diperlukan kerja sama yang baik antar setiap elemen karyawan yang ada di kantor Branch Office Bandung Barat PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tak terkecuali para sales agent atau biasa disebut dengan Marketing Associate. Marketing Associate berdiri paling depan untuk urusan mencari calon nasabah. Marketing Associate yang dimiliki oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office berjumlah 158 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan kepada Staff Operasional PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office, Bapak Wahyu Aji Pradipta, S.H mengatakan bahwa pelatihan motivasi oleh Instruktur kepada para 4
5 Marketing Associate dilakukan kurang lebih satu minggu sekali. Instruktur tersebut adalah sebutan untuk motivator yang bertugas memberikan motivasi kepada para Marketing Associate sebelum mereka melakukan tugas untuk mencari nasabah agar menggunakan produk jasa asuransi Jiwasraya, atau dengan kata lain Instruktur tersebut lah yang bisa memberikan motivasi bekerja kepada Marketing Associate untuk bisa memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan, khususnya PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office. Berikut ini adalah data jumlah nasabah PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office : Tabel 1.2 Jumlah NasabahPT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office Tahun Jumlah Nasabah (Sumber: Daftar polis kantor Branch Office) Pada tabel 1.2 ini dapat dilihat bahwa terjadi penurunan jumlah nasabah PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office dari tahun 2012 hingga tahun Di tahun 2012 jumlah pelanggan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office sebanyak 635 orang. Kemudian pada tahun 2013 dan tahun 2014 secara berturut turut mengalami penurunan jumlah nasabah, masing masing sebanyak 459 pada tahun 2013 dan 453 orang pada tahun Apabila digambarkan dalam grafik sebagai berikut : 5
6 Jumlah Nasabah PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Jumlah Nasabah Gambar 1.1 GrafikJumlah Nasabah PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office Dapat dilihat pada grafik 1.1 terjadi penurunan jumlah nasabah PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office secara terus-menerus pada tahun 2012 sampai tahun Penurunan yang cukup signifikan terjadi dari tahun 2012 ke tahun 2013 sebesar 176 orang, sedangkan dari tahun 2013 ke tahun 2014 hanya terjadi penurunan 6 orang. Penurunan jumlah nasabah tersebut bisa saja diakibatkan dari kurangnya kinerja dari Marketing Associate dalam mencari nasabah untuk PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office. Menurut buku yang ditulis oleh Wibowo (2013: ) motivasi memiliki banyak pengertian salah satunya oleh Robert Heller (1998:6) yang menyatakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk bertindak. Setiap orang dapat termotivasi oleh beberapa kekuatan yang berbeda. Sedangkan menurut Stephen P. Robbins motivasi ialah keinginan untuk berusaha/berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan organisasi yang dikondisikan/ditentukan oleh kemampuan usaha/upaya untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual (Suwarto, 2010:87). Pada proses motivasi, orang akan berusaha memenuhi berbagai macam kebutuhannya, kebutuhan yang tidak terpenuhi menyebabkan orang akan mencari jalan untuk mengurangi 6
7 ketegangan yang disebabkan oleh kekurangan kekurangannya. Oleh karena itu orang lalu memilih suatu tindakan,maka terjadilah perilaku yang mengarah pada pencapaian tujuan. Sementara itu Newstrom (2011:109) mengatakan bahwa motivasi kerja adalah hasil dari kumpulan kekuatan internal dan eksternal yang menyebabkan pekerja memilih jalan bertindak yang sesuai dan menggunakan perilaku tertentu. Idealnya, perilaku ini akan diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi. Motivasi memiliki tiga teori dasar yang merupakan dasar dari berkembangnya teori teori yang ada saat ini yang menjelaskan konsep konsep tentang motivasi. Ketiga teori ini adalah hierarki teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow pada tahun 1954, Teori X dan Y yang dikemukakan oleh Douglas McGregor pada tahun 1960, dan teori dua faktor yag dikemukakan oleh Frederick Herzberg pada tahun Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori kebutuhan McClelland yang dikemukakan pada tahun 1974yang merupakan teori motivasi kontemporer.peneliti menggunakan teori tersebut karena menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan. Teori kebutuhan McClelland (McClelland s theory of needs) dikembangkan oleh David McClelland dan rekan rekannya. Teori tersebut berfokus pada tiga kebutuhan : pencapaian atau achievement, kekuatan atau power dan hubungan atau affiliation (Robbins dan Judge, 2008:230). Sedangkan kinerja ialah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2009:67). Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dikatakan jika kinerja dari seorang Marketing Associate baik maka hasil kerja yang diberikan pun akan baik, tetapi sebaliknya jika kinerja dari seorang Marketing Associate kurang baik maka hasil yang nantinya didapat juga akan kurang baik atau kurang maksimal. Kinerja memiliki kaitan yang erat dalam motivasi berdasarkan hasil dari penelitian McClelland (1961), Murray (1957), Miller dan Gordon W (1970) dalam 7
8 Mangkunegara (2009:104) yang mengatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian prestasi. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja Marketing Associate pada perusahaan Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office, penulis mencoba untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Marketing Associate Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dikemukakan diatas maka pokok permasalahan yang dapat dirumuskan pada penelitian ini adalah : Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja Marketing Associate di PT. Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah pada rumusan masalah yang telah dikemukakan maka tujuan penelitian adalah : Untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja Marketing Associate di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan serta wawasan penulis tentang pengaruh motivasi terhadap kinerja Marketing Associate di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office. Selain itu penelitian ini dapat dijadikan bahan refrensi bagi pembaca dalam mengkaji perkembangan lebih lanjut mengenai pengaruh motivasi terhadap kinerja Marketing Associate. 8
9 1. Manfaat Teoritis Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan ilmu untuk memperkaya penelitian di bidang Ilmu Komunikasi dan dapat dijadikan literatur untuk dijadikan penelitian penelitian serupa dikemudian hari. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office mengenai perkembangan motivasi dan kinerja Marketing Associate. 1.5 Tahapan Penelitian Kegiatan Tabe1.3 Waktu Penelitian Bulan September Oktober November Desember Januari Observasi Perumusan & Identifikasi Masalah Menentukan Populasi & Sampel Penyebaran Kuisioner Pengumpulan Data Menganalisis Data Penyajian & Pembahasan 9
10 1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Barat Branch Office Waktu Penelitian Dari bulan September 2015 sampai dengan bulan Januari
BAB I PENDAHULUAN. terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan maupun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia dalam hidupnya selalu dihadapkan pada peristiwa yang tidak terduga akan terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini dengan adanya penanggulangan terhadap resiko-resiko seperti mengalami
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saat ini dengan adanya penanggulangan terhadap resiko-resiko seperti mengalami kecelakaan, terserang penyakit, dipecat dari pekerjaan yang berdampak langsung
BAB I PENDAHULUAN. Hubungan antara kepuasan..., Widiana Sasti Kirana, FISIP UI, Universitas Indonesia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri asuransi dewasa ini telah menunjukkan perkembangannya yang semakin membaik. Dengan semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat, mereka tidak lagi memandang
BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda dalam hal apa yang dijual, namun sama-sama memiliki kesamaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang menjual produk atau jasa sangat membutuhkan pelanggan untuk kelangsungan usaha mereka, walaupun produk dan jasa berbeda dalam hal apa
BAB I PENDAHULUAN. memberikan jaminan finansial bagi dirinya sendiri dan atau ahli warisnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu ciri masyarakat modern adalah masyarakat-masyarakat yang tidak hanya memikirkan kehidupannya saat ini, tetapi juga kehidupannya di masa yang akan
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan asuransi muncul karena masyarakat pada umumnya adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan asuransi muncul karena masyarakat pada umumnya adalah penghindar resiko. Asuransi menguntungkan kehidupan masyarakat dengan mengurangi kekayaan yang harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Didirikan pada 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
BAB III PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Perusahaan
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil Perusahaan Nama Perusahaan : PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bidang Usaha : Asuransi Jiwa Pemilik : 100% dimiliki Pemerintah Indonesia Dasar Hukum
BAB I PENDAHULUAN. Hal ini mendorong perusahaan untuk memenuhi akan permintaan suatu. kebutuhan. Dalam memenuhi perusahaan tersebut perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha mengalami peningkatan yang cukup pesat. Hal ini mendorong perusahaan untuk memenuhi akan permintaan suatu kebutuhan. Dalam memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. jenis polis, salah satunya pada saat sekarang ini yaitu BNI Life Insurance.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di zaman sekarang asuransi memegang peranan penting dalam memberikan kepastian proteksi bagi manusia yang bersifat komersial maupun bukan komersial. Asuransi dapat memberikan
BAB I PENDAHULUAN. terjadinya hal-hal yang tidak diketahui dalam kehidupnya. Hal-hal yang tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagian besar manusia pasti mempunyai kemungkinan akan terjadinya hal-hal yang tidak diketahui dalam kehidupnya. Hal-hal yang tidak diketahui tersebut bisa berbentuk
BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah dan Perkembangan PT. Asuransi Jiwasraya
BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Sejarah dan Perkembangan PT. Asuransi Jiwasraya Jiwasraya dibangun dari sejarah teramat panjang. Bermula dari NILLMIJ, Nederlandsch Indiesche
BAB I PENDAHULUAN. selain perbankan, industri asuransi jiwa meyakinkan Indonesia bahwa asuransi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai Negara yang berpenduduk 220 juta jiwa, Indonesia sangat potensial bagi industri barang, jasa maupun keuangan. Dalam industri keuangan, selain perbankan,
BAB 1 PENDAHULUAN. di negara maju, asuransi bukan industri sembarangan karena tidak ada bidang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asuransi di Indonesia memang masih dipandang sebelah mata. Peranan industri keuangan ini memang belum terlalu signifikan dibanding perbankan. Padahal di negara
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan setiap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya manusia adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan setiap perusahaan baik swasta maupun pemerintah. Perusahaan yang besar merupakan perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pada zaman sekarang ini berbagai kondisi dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis akan berdampak dalam meningkatnya persaingan. Hal ini membuat
BAB I PENDAHULUAN. penting. Salah satu pemicu keberhasilan perusahaan dikarenakan oleh sumber
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan memegang peranan yang penting. Salah satu pemicu keberhasilan perusahaan dikarenakan oleh sumber daya manusia,
BAB I PENDAHULUAN. tersebut biasanya bisa terjadi kapan saja dan bahkan tidak bisa diduga-duga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ditengah perkembangan era globalisasi saat ini, bencana dan kecelakaan baik itu yang terjadi dirumah seperti kebakaran maupun kecelakaan pada saat berkendara sangat
LAMPIRAN 1 K U E S I O N E R
LAMPIRAN K U E S I O N E R Kuesioner ini disebarkan dengan tujuan untuk mengetahui posisi brand Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) di kalangan masyarakat, baik pemegang polis CAR ataupun bukan pemegang
BAB 1 PENDAHULUAN. Risiko seperti ini akan selalu ada dan rentan terjadi pada setiap orang, baik
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hidup penuh dengan risiko, baik risiko yang terduga maupun yang tidak terduga, banyak kejadian dalam hidup yang dapat menyebabkan kerugian bagi seseorang bahkan
BAB I PENDAHULUAN. rentan terhadap kompetisi didalamnya. Untuk dapat bertahan dalam persaingan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha diberbagai lini pada masa era globalisasi dan era informasi ini sangatlah pesat, sehingga berpotensi memicu persaingan yang semakin
Bisnis Indonesia 19/07/2016, hal 7 Asuransi Jiwa Premi Jiwasraya Manado Tumbuh 20% EX-CC-AAJI
Bisnis Indonesia 19/07/2016, hal 7 Asuransi Jiwa Premi Jiwasraya Manado Tumbuh 20% EX-CC-AAJI-06-001 19/07/2016 Premi Jiwasraya Manado Tumbuh 20% http://finansial.bisnis.com/read/20160719/215/567154/premi-jiwasraya-manado-tumbuh-20
BAB I. A. Latar belakang. semakin maju semua orang cenderung untuk memikirkan dirinya dimasa depan
BAB I A. Latar belakang Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan informasi yang semakin maju semua orang cenderung untuk memikirkan dirinya dimasa depan dalam dunia bisnis dan industri, tentunya
BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa perasuransian makin dirasakan, baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar didalam. kehidupan manusia sehari-hari. Dengan komunikasi manusia dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar didalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan komunikasi manusia dapat menyampaikan segala sesuatu
BAB I PENDAHULAN. sehingga dengan kondisi seperti ini hadirlah asuransi sebagai sarana jaminan,
BAB I PENDAHULAN 1.1 Latar Belakang Banyaknya kejadian-kejadian yang tidak pasti dalam mengiringi setiap individu untuk beraktifitas antara lain ketika seseorang individu tersebut bekerja untuk keluarganya,
BAB 3 DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN
BAB 3 DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN 3.1. Tentang Perusahaan 3.1.1. Sejarah Perusahaan Sebagai penyedia layanan terpadu bagi semua nasabahnya yaitu "One Stop Financial Service", pada tanggal 28 November 1996,
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan, baik oleh perorangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan, baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah
BAB II OBJEK PENELITIAN. Asuransi Jiwasrya. Bab ini bersumber dari website (www.jiwasraya.co.id)
BAB II OBJEK PENELITIAN Bab II ini akan dibahas mengenai objek penelitian Perusahaan Asuransi Jiwasrya, diantaranya terkait tentang Sejarah Perusahaan, Visi Misi, Nilai Perusahaan, Logo Perusahaan, Struktur
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Latar Belakang Berdasarkan catatan sejarah NILLMIJ van 1859 yang didirikan pada tanggal 31 Desember 1859 dengan Akta Notaris William Henry Herklots Nomor 185,diakui
I. Pendahuluan. Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, walaupun tidak
1 I. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, walaupun tidak selalu mengenai materi namun kebutuhan materi yang terpenuhi tentu saja adalah salah satu sumber
Harian Kontan 09/05/2017, Hal. 24 Imbal Hasil Unitlink Saham Masih Jagoan
Harian Kontan 09/05/2017, Hal. 24 Imbal Hasil Unitlink Saham Masih Jagoan 08/05/2017 Jajaran Unitlink Campuran Dengan Return Terbesar http://keuangan.kontan.co.id/news/jajaran-unit-link-campuran-dengan-return-terbesar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Resiko atau kerugian bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja walaupun tidak ada yang menginginkan kehadirannya. Dampak dari kerugian atas suatu resiko
BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu risiko. Risiko yang dihadapi oleh setiap orang dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Risiko merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Kemungkinan manusia menghadapi kehilangan atau kerugian itu merupakan suatu risiko.
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi sekarang ini perekonomian di Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi sekarang ini perekonomian di Indonesia berkembang secara cepat, karena banyaknya investor-investor asing yang datang dengan menanam
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko yang mendasar seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa perasuransian makin dirasakan, baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan
BNI LIFE INSURANCE didirikan pada tahun 1996 yang memiliki lini bisnis
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perkembangan Perusahaan BNI LIFE INSURANCE didirikan pada tahun 1996 yang memiliki lini bisnis meliputi asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2. 1 PRODUK DAN JASA produk BRINGIN LIFE dibagi menjadi dua kelompok, yakni, produk individu, produk korporasi, Bancassurance, DPLK dan Syariah. Berikut adalah penjelasan mengenai
BAB III DESKRIPSI INSTANSI. A. Gambaran Umum PT Asuransi Jiwasraya Surakarta
BAB III DESKRIPSI INSTANSI A. Gambaran Umum PT Asuransi Jiwasraya Surakarta 1. Profil Perusahaan (Sejarah Singkat Perusahaan) PT Asuransi Jiwasraya Kantor Asuransi Jiwasraya dibangun dari sejarah yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap manusia akan dihadapkan pada ketidakpastian di masa yang akan datang. Ketidakpastian ini sewaktu-waktu dapat memberikan keuntungan dan juga kerugian. Risiko
10 Lembaga Asuransi Terpopuler
10 Lembaga Asuransi Terpopuler No Nama Jumlah Asuransi Nasabah Produk 1 Jamsostek 11,5 juta - Jaminan Kecelakaan kerja - Jaminan hari tua - Jaminan kematian - Jaminan pemeliharaan kesehatan Keunggulan
PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung kerugian yang diderita nasabahnya ketika terjadi suatu musibah baik itu kecelakan, kebakaran, dan juga segala
BAB I PENDAHULUAN. ditetapkan oleh perusahaan. Dengan kriteria-kriteria tertentu, berdasarkan pada apa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam proses pencapaian tujuan perusahaan diperlukan kinerja pegawai yang berkualiatas, dalam arti kata dia harus memiliki kapasitas yang memang telah ditetapkan oleh
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi telah memasuki berbagai lapisan kehidupan di dunia termasuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi telah memasuki berbagai lapisan kehidupan di dunia termasuk Indonesia. Globalisasi dibidang perekonomian bahkan membawa dampak yang cukup besar bagi
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Aaker dalam Durianto dkk (2001:4), brand equity dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fenomena persaingan dunia asuransi terutama asuransi jiwa di Indonesia telah berkembang dengan pesat. Namun demikian masyarakat Indonesia belum memiliki tingkat
BAB III DESKRIPSI PERUSAHAAN. A. Logo PT. Asuransi Jiwasraya. Logo PT. Asuransi Jiwasraya (PERSERO) Gambar 3.1
BAB III DESKRIPSI PERUSAHAAN A. Logo PT. Asuransi Jiwasraya Logo PT. Asuransi Jiwasraya (PERSERO) Gambar 3.1 Sumber: Website PT. Asuransi Jiwasraya (PERSERO) Logo dari PT. Asuransi Jiwasraya (PERSERO)
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Soeisno Djojosoedarso dalam bukunya yang berjudul "Prinsip-prinsip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Soeisno Djojosoedarso dalam bukunya yang berjudul "Prinsip-prinsip Manajemen Risiko Asuransi", semua orang menyadari bahwa dunia penuh dengan ketidakpastian,
BAB III PEMBAHASAN. Pemilik : 100% milik Pemerintah Indonesia. Dasar Hukum Pendirian. Modal Disetor : 235 Miliar. Alamat Lengkap
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil Perusahaan Nama Perusahaan : PT. Assuransi Jiwasraya Bidang Usaha : Asuransi Jiwa Pemilik : 100% milik Pemerintah Indonesia Dasar Hukum Pendirian
BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan kali ini manusia membutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awalnya, manusia hanyalah ingin memenuhi tiga kebutuhan saja yaitu seperti sandang, pangan dan papan. Namun dengan meningkatnya kebutuhan manusia merubah perilaku
BAB I PENDAHULUAN. Buku Pintar, 2012, h Hasan Ali, Asuransi Dalam Perspektif Hukum Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004, h. 60.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan di dunia, manusia selalu dihadapkan pada sejumlah ketidakpastian yang bisa menyebabkan kerugian finansial di masa yang akan datang. Manusia tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat. Timbulnya persaingan tersebut menyebabkan kalangan dunia usaha saling
BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Produk asuransi unit link mulai diperkenalkan di Inggris pada
BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN III.1 Sejarah Unit Link 78 Produk asuransi unit link mulai diperkenalkan di Inggris pada tahun 1960-an, sedangkan di Amerika Serikat mulai dipasarkan pada tahun 1970-
BAB III PEMBAHASAN. A. Gambaran Objek Penelitian. 1. Profil Perusahaan
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Profil Perusahaan Nama Perusahaan : PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bidang Usaha : Asuransi Jiwa Pemilik : 100% dimiliki Pemerintah Indonesia Dasar Hukum
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi, persaingan usaha sudah berkembang sedemikian kompleksnya sehingga upaya untuk mempertahankan daya saing sebuah barang atau jasa, menjadi bertambah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam dunia usaha semakin hari terasa semakin kuat, kondisi ini berdampak kepada prinsip-prinsip yang dilakukan oleh kalangan pengusaha khususnya strategi
BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya. Semakin baik kinerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Bekalang Masalah Perkembangan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya. Semakin baik kinerja SDM/karyawan maka akan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut Assurantie yang terdiri dari
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Tinjauan Umum Asuransi Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut Assurantie yang terdiri dari kata Assurandeur yang berarti penanggung dan Geassurreerde
Sumber : http//.www.bataviase.co.id.node/ Gambar 1.1Perbandingan Market Share Jasa Kurir Indonesia pada tahun 2010 dan 2011
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya bisnis perdagangan pada saat ini mendorong para pelaku bisnis agar bisa menyalurkan produknya kepada para pelanggan. Pelaku bisnis membutuhkan pasangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia bisnis yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, menyebabkan banyak sekali perusahaan baik dibidang produk atau jasa saling berkompetisi
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi ini perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk memenangkan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dengan semakin meningkatnya
BAB I PENDAHULUAN. asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Dimana sebagian besar masyarakat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asuransi atau pertanggungan merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Dimana sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melakukan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah Manusia merupakan makhluk sosial, karena manusia tidak dapat menjalani hidupnya secara sendirian. Manusia hidup bersama manusia lainnya, baik demi keberlangsungan
BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi, telah membawa dampak positif terhadap kehidupan bangsa dan negara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Studi Seiring dengan era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi, telah membawa dampak positif terhadap kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Salah
BAB 1 PENDAHULUAN. Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Bahkan, kematian pun tidak bisa diprediksi.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Bahkan, kematian pun tidak bisa diprediksi. Tidak ada yang tahu apa, kapan dan bagaimana seorang manusia akan menjalani sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan merupakan organisasi yang didirikan oleh beberapa orang yang bekerjasama melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dari kegiatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan industri asuransi di Indonesia semakin pesat. Hal ini terlihat dari kinerja industri asuransi yang mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tiga lini
BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran, kesehatan, keamanan termasuk juga kecelakaan kerja. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Melakukan manajemen resiko berarti merencanakan masa depan dengan lebih sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan kemakmuran,
BAB I PENDAHULUAN. bukan lagi konvensional seperti dulu. Marketing tidak lagi terpaku pada media
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia marketing sekarang ini sudah melampaui tahap yang bukan lagi konvensional seperti dulu. Marketing tidak lagi terpaku pada media media pada umumnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikiran 1. Pada awal perencanaan thesis, bersama-sama dengan pihak manajemen PT. AXA Life Indonesia, mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang terjadi pada brand
