BAB VIII SPESIFIKASI PEKERJAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB VIII SPESIFIKASI PEKERJAAN"

Transkripsi

1 BAB VIII VIII.1. Persyaratan Umum VIII.1.1. Nama Pekerjaan dan Lokasi Proyek Nama Pekerjaan : Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum Kecamatan Sukra, Anjatan, dan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Lokasi Proyek : Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat VIII.1.2. Pemberi Tugas Pemberi Tugas adalah pemilik proyek atau suatu badan hukum yang ditunjuk pemilik proyek untuk mengatur pelaksanaan proyek. VIII.1.3. Pemborong Pemborong adalah suatu badan hukum yang memenangkan pelelangan dan ditunjuk untuk menjadi pelaksana keseluruhan pekerjaan dan bertanggung jawab penuh atas hasil pekerjaan. Pemborong harus mempunyai staf ahli yang terdiri dari : Ahli Manajemen Ahli Pembukuan Ahli Konstruksi Bangunan Ahli Pengukuran Ahli Elektrikal Ahli Mekanikal Semua staf ahli harus tetap berada di lokasi proyek selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, pemborong juga harus dapat memenuhi kebutuhan minimum peralatan yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 1

2 VIII.1.4. Pengawas Lapangan Pemberi tugas akan menugaskan seorang pengawas yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan. Pemborong atau wakil yang telah disetujui oleh pemberi tugas memiliki kewajiban untuk berada di lokasi pekerjaan setiap saat, setidaknya di tempat yang mudah dihubungi oleh pemberi tugas. Pemberi tugas berhak setiap waktu menarik persetujuan terhadap wakil atau pegawai pemborong. Dalam hal ini pemborong wajib mengganti wakil atau pegawai yang bersangkutan sehingga memuaskan pemberi tugas. VIII.1.5. Bangunan Sementara Bangunan sementara adalah los direksi, los kerja, gudang dan lain-lain. Bangunan sementara harus dibuat di lokasi proyek. Ukuran bangunan sementara disesuaikan dengan kebutuhan. Los direksi dan los kerja harus dilengkapi dengan 2 (dua) buah meja tulis, 2 (buah) kursi, kamar untuk buang air dan cuci tangan, perlengkapan dan penyediaan obatobatan, peti untuk menyimpan barang dan lain-lain yang diperlukan. Semua bangunan sementara harus dibongkar setelah selesai pekerjaan dan bekas bongkaran harus menjadi pemilik pemberi tugas. VIII.1.6. Ketentuan Penyelidikan Bahan/Alat Semua ketentuan bahan yang harus disediakan oleh pemborong harus didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Pemeriksaan Umum Bahan-bahan (PUBB). Untuk beton berlaku Peraturan Umum Beton Bertulang Indonesia (PBI). Pemborong diwajibkan mengirim contoh-contoh bahan yang akan digunakan kepada pemberi tugas, bahan yang diragukan kualitasnya akan dikirim ke Kantor Penyelidikan Bahan-bahan Bangunan atas biaya pemborong. Apabila ternyata terdapat bahan-bahan yang dinyatakan tidak baik oleh pemberi tugas di lapangan pekerjaan, maka pemborong harus PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 2

3 segera mengangkat bahan-bahan tersebut keluar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari. Pemborong wajib menyediakan barang-barang antara lain : 1. Concrete Mixture 2. Concrete Internal 3. Vibrator 4. Pompa Air 5. Waterpass 6. Concrete External Vibrator Semua peralatan di atas harus dalam keadaan baik dan siap pakai. VIII.1.7. Gambar-Gambar Gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu ada di lapangan setiap waktu. Gambar-gambar kerja harus dalam keadaan jelas, dapat dibaca dan menunjukkan perubahan-perubahan terakhir. Perbedaan-perbedaan yang terdapat diantara uraian pekerjaan dengan gambar kerja harus segera dibicarakan dengan pemberi tugas (pengawas lapangan). Perubahan-perubahan terhadap gambar pelaksanaan harus dengan ijin tertulis dari pengawas lapangan. Bila diperlukan lebih banyak lagi salinan dari gambar-gambar pelaksanaan, dapat diperoleh dari Direksi Pemberi Tugas dengan penggantian ongkos cetak seperlunya. VIII.1.8. Pekerjaan Kurang/Lebih Pekerjaan kurang/lebih hanya dapat diajukan atas dasar kurang/tambahnya pekerjaan yang telah disetujui oleh pemberi tugas dengan menunjukkan bukti besarnya kerja tambah, baru dapat disetujui apabila pekerjaan tersebut lebih besar dari 5 % harga volume kontrak. Kenaikan harga bahan-bahan dan upah dalam jangka waktu pelaksanaan dan perawatan tidak dapat dijadikan dasar untuk mengajukan pekerjaan tambahan. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 3

4 Dalam hal terjadi kekeliruan dalam kalkulasi, sedangkan penawaran harga sudah diajukan, maka kekeliruan yang disengaja/tidak disengaja tidak dijadikan dasar alasan untuk memperhitungkan claim. Untuk setiap pekerjaan tambah/kurang pemborong harus menerima perintah tertulis dari Direksi Pemberi Tugas. Sebagai dasar perhitungan anggaran tambah/kurang, dipakai hargaharga satuan seperti yang tertera pada surat penawaran pada saat pelelangan. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terdapat di dalam peraturan-peraturan dan syarat-syarat ini, harga satuannya adalah harga baru dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. VIII.1.9. Rencana Kerja Sebelum mulai dengan pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus membuat rencana kerja disetujui Direksi dan diajukan selambatlambatnya 1 (satu) minggu setelah pelulusan pekerjaan. Dalam rencana kerja harus dilampirkan Network Planning, daftar asli di lapangan dan daftar peralatan. VIII Laporan dan Perintah Pekerjaan Pemborong wajib menyediakan satu buku catatan harian dan memelihara agar buku tersebut selalu memberikan laporan harian yang terbaru kepada pengawas. Pemborong wajib membuat laporan kemajuan pekerjaan setiap 1 (satu) minggu sekali dan dikirim ke pemberi tugas. Laporan kemajuan tersebut berisi kejadian di lapangan selama seminggu, dimana disediakan risalah kemajuan sebagai berikut : a. Jumlah pegawai dipekerjakan b. Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir minggu dilampiri dengan foto-foto terakhir c. Bahan-bahan dan perlengkapan yang sudah rusak d. Keadaan cuaca e. Kunjungan tamu-tamu yang ada hubungannya dengan proyek PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 4

5 Laporan tersebut harus ditandatangani oleh pengawas lapangan sebagai tanda bukti. Perintah dari pemberi tugas secara tertulis, seketika mengikat pemborong dan perintah tersebut dapat berupa surat khusus atau edaran dalam buku harian pengawas. VIII Kerapihan, Kebersihan, dan Pengamanan Pemborong bertanggung jawab untuk menjaga kerapihan dan kebersihan lapangan dari sampah. Pembuangan sampah dilakukan secara teratur keluar proyek dan semua biaya yang dikeluarkan menjadi beban pemborong. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan baik jiwa, peralatan kerja serta bahan-bahan dari kecelakaan, pencurian, kerusakan, kebakaran dan sebagainya. Untuk itu pemborong wajib menyediakan alat pengaman dan penjagaan tetap selama 24 jam penuh. Kantor direksi, los bahan, gudang serta seluruh komplek proyek pada malam hari harus diberi pengamanan. VIII Tuntutan Pemborong harus membebaskan pemberi tugas dari tuntutan pihak ketiga yang akan disebabkan oleh akibat pekerjaan kelalaian pemborong atau pegawainya. Pemberi tugas tidak membenarkan adanya keterlambatan pekerjaan akibat tuntutan pihak ketiga tersebut di atas dan pemborong harus mengatasi/menghindari keterlambatan pekerjaan tersebut. VIII Pemutusan Hubungan Kerja Pemberi tugas dapat memutuskan hubungan kerja kepada pemborong tanpa ganti rugi apabila : Dalam 1 (satu) minggu semua kegiatan pemborong di lapangan terhenti tanpa adanya pemberitahuan secara tertulis kepada pemberi tugas sebab terhentinya pekerjaan tersebut. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 5

6 Tidak adanya jawaban dari pemborong atas pernyataan yang diberikan oleh pemberi tugas baik secara tertulis maupun secara lisan melalui pengawas. VIII Peraturan-Peraturan Tata cara pelaksanaan dan lain-lain yang berhubungan dengan peraturan pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia selama pelaksanaan proyek ini harus betul-betul ditaati. Peraturanperaturan tersebut adalah : Peraturan umum untuk pemeriksaan bahan-bahan bangunan Peraturan beton bertulang Indonesia Peraturan muatan Indonesia Peraturan perburuhan Indonesia (tentang penggunaan tenaga harian, mingguan, bulanan dan borongan) Peraturan konstruksi kayu Indonesia Peraturan perusahaan listrik negara tentang instalasi listrik dan tenaga Peraturan perusahaan air minum negara. Pemborong dianggap telah mengetahui dan mengerti isi dan maksud dari peraturan-peraturan tersebut di atas. VIII.2. Spesifikasi Umum Spesifikasi umum merupakan spesifikasi dasar dari pekerjaan-pekerjaan yang meliputi : 1. Pekerjaan tanah 2. Pekerjaan beton 3. Pekerjaan kayu 4. Pekerjaan tembok 5. Pekerjaan plesteran 6. Pekerjaan siaran 7. Pekerjaan kaca dan cat 8. Pekerjaan perpipaan dan instalasi PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 6

7 VIII.2.1. Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah meliputi : pembongkaran dan pemindahan seluruh hal-hal yang memungkinkan menjadi halangan pekerjaan melindungi benda berharga atau berguna lainnya yang ada di lapangan penggalian dan penimbunan pemadatan pemindahan material yang tidak berguna menyediakan material pengisi yang baik Galian Tanah Galian tanah dilaksanakan pada : semua bagian dari bangunan yang masuk ke dalam tanah semua bagian dari tanah yang harus dibuang Genangan Air di Dalam Galian Selama pekerjaan harus dihindari terjadinya genangan. Jika terjadi genangan maka air harus cepat dikeluarkan dengan jalan pemompaan, menimba ataupun dengan mengalirkannya melalui parit terbuka. Urugan Pekerjaan urugan meliputi : semua bekas lubang pondasi semua bagian yang harus ditinggikan dengan jalan menimbun Jenis urugan : Urugan tanah Semua pekerjaan pengurugan harus dilaksanakan lapis demi lapis horisontal dan dipadatkan. Tebal tiap lapis sekitar 15 cm, dan selama proses pemadatan harus dibasahi air untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Urugan pasir Pekerjaan urugan pasir dilaksanakan seperti pengurugan pada tanah. Lain-lain PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 7

8 Pengurugan dengan bahan lain seperti kerikil, pecahan batu merah dilaksanakan menurut gambar rencana. VIII.2.2. Pekerjaan Beton Beton merupakan campuran semen, agregat halus, agregat kasar dan air dengan perbandingan sedemikian rupa sehingga beton yang dihasilkan mempunyai jumlah semen di dalamnya minimum sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi. Hasil akhie pekerjaan harus berupa beton yang baik, padat dan tahan lama serta memiliki kekuatan sebagaimana disyaratkan. Semua bahan harus merupakan mutu terbaik yang tersedia dan sesuai dengan Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia. Pekerjaan konstruksi beton harus dilaksanakan mengikuti gambar rencanan. Ukuran beton, besi tulangan, letak dan jarak antar besi tulangan harus sesuai dengan ketentuan gambar rencana. Pekerjaan beton meliputi : pekerjaan struktur, pondasi, kolom, sloof, balok, plat lantai, plat atap dan bak air pekerjaan beton tumbuk, dudukan pipa, pompa dan mesin. Syarat umum Persyaratan umum beton bertulang adalah : Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI-1971) Kekuatan (mutu) beton seperti pada PBI-1971 untuk tipe beton K- 225 Campuran Macam campuran (adukan) menggunakan agregat kasar dan halus untuk setiap 50 kg Portland Cement dan ukuran nominal ditunjukkan oleh tabel VIII.1. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 8

9 Tabel VIII. 1 Macam Campuran Menggunakan Agregat Kasar dan Halus Jenis Beton Campuran Agregat Halus Agregat Kasar Ukuran Nominal B1 1:1.5: B2 1:02: B3 02: B4 1:03: B5 1:02: Pemakaian jenis beton : B1 : Beton yang memerlukan kekedapan air, pelat-pelat atap, reservoar, balok yang bersangkutan dengan atap reservoar B2 : Semua beton bertulang, kolom, sloof, balok-balok, pondasi di luar ketentuan pada B1 B3 : Jalan setapak sekitar bangunan B4 : Lantai kerja tebal 5 cm B5 : Semua beton bertulang kecuali yang ditentukan memakai jenis B5. Bahan-Bahan Yang Digunakan Semen Semen harus berupa semen portland (PC) biasa yang sesuai dengan standar NI-8 dalam Peraturan Beton Indonesia 1971 atau British Standard No Semen harus diangkut dan disimpan pada tempat yang kedap air, dilindungi dari kelembaban serta diletakkan paling sedikit 30 cm dari lantai. Kantong semen tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m dan tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar digunakan menurut urutan pengiriman Agregat Agregat harus keras, kekal, bersih dan tidak mengandung bahan yang dapat merusak. Agrgat harus sesuai dalam segala hal dengan PBI Agregat kasar (kerikil, batu pecah/slit) adalah agregat yang PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 9

10 tertahan pada saringan 5 mm dan agregat halus (pasir) adalah agregat yang lolos pada saringan tersebut. Untuk struktur kasar dan beton tumbuk, agregat kasar harus bergradasi 25 mm sampai 5 mm. Agregat kasar dan halus harus disimpan secara terpisah sehingga tidak terjadi pencampuran. Air Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam dan bahan organik yang dapat merusak beton dan baja tulangan. Jika terdapat keraguan mutu, air harus diperiksa ke lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang diakui. Jika pemeriksaan tidak dilakukan maka harus diadakan percobaan perbandingan antara kekuatan tekan semen dan pasir dengan memakai air suling. Unsur Tambahan (Additive) Untuk beton kelas K-225 dianjurkan untuk memakai plasticizer untuk mengurangi rasio semen dan air guna menghadapi penyusutan. Baja Tulangan dan Kawat Pengikat Baja tulangan yang dipakai harus dibuat dari pabrik yang mutunya dapat ditentukan secara otentik. Batang tulangan harus terbuat dari baja lunak dengan tegangan leleh 2400 kg/cm 2 dan tegangan maksimum 3600 kg/cm 2. Bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan PBI-1971, Standar Jepang Kelas SR-24 atau British Standard No Baja tulangan harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan di udara terbuka untuk jangka waktu yang panjang. Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak berdiameter minimum 1 mm. Adukan Percobaan Dari adukan yang diusulkan diambil kubus uji. Untuk tiap kelas beton, dibuat 6 kubus. Tiga kubus diuji pada umur 7 (tujuh) hari dan 3 kubus yang lain diuji pada umur 28 hari. Pada setiap umur pengujian, kekuatan kubus tidak boleh ada yang lebih kecil dari 1.25 kali kekuatan kerja kubus uji yang disyaratkan. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 10

11 Kelas Beton Perbandingan campuran yang diberikan menurut kelas beton telah diperkirakan guna mencapai kekuatan yang disyaratkan pada umur 28 hari setelah pengecoran, dengan ketentuan bahwa bahan yang dipakai cukup baik. Pengangkutan dan Pengecoran Beton Pengangkutan beton yang telah diaduk dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang dapat mencegah segregasi dan kehilangan bahan. Pengecoran beton di bagian manapun tidak boleh dilakukan sebelum pekerjaan perancah, acuan dan pekerjaan persiapan telah sempurna. Pemadatan Beton Selama proses pengecoran berlangsung maka beton harus dipadatkan secara mekanis (internal/eksternal vibrator), dikerjakan tidak terlalu lama yang dapat mengakibatkan terjadinya pemisahan bahan. Alat pemadat mekanik yang digunakan harus mampu memberikan getaran paling sedikit 3000 getaran/menit dari berat efektif sebesar 0.25 kg. Eksternal vibrator digunakan dengan cara memasukkan alat pulsator ke dalam adukan beton yang baru dicor. Pulsator memberikan getaran sebanyak 3000 getaran/menit bila dimasukkan ke dalam beton yang mempunyai nilai 2.5 cm yang akan memberikan daerah getaran pada radius tidak kurang dari 45 cm. Bekisting Semua bekisting harus diperkuat dengan klam dari balok kecil yang kuat dan jumlah yang cukup untuk menjaga agar tidak terjadi distorsi ketika beton dicorkan, dipadatkan dan mengeras. Pembukaan bekisting harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak timbul kerusakan pada beton. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 11

12 Penulangan Semua baja tulangan harus bebas dari serpihan karat lepas, minyak, gemuk, cat dan debu yang dapat mengganggu perletakan yang sempurna antara tulangan dan beton. Bahan Baja tulangan sedang harus BJTP-24 yang sesuai dengan SII , British Standard No.785 atau yang setara untuk baja tulangan yang polos. Penyimpanan Baja tulangan harus disimpan di bawah atap yang tahan air dan diberi alas dari muka tanah atau air yang tergenang serta harus dilindungi dari kemungkinan kerusakan dan karat. Pengecoran Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental, yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit. Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa berhenti, tidak terputus dan tidak boleh dilakukan pada waktu hujan. Bangunan Kedap Air Pada bagian ini dibahas keperluan secara umum untuk semua bangunan beton yang harus menampung air. Kode praktis untuk penggunaan struktur bangunan beton yang kedap air adalah BS Bahan untuk beton umumnya harus dibandingkan dengan kebutuhan pada pekerjaan sipil, meliputi : Agregat untuk beton pada struktur bangunan kedap air harus mempunyai penyusutan maksimum 0.045% dan absorpsi maksimum 3%. Bekisting pada baja pengikat untuk bangunan kedap air tidak boleh menembus bagian beton. Beton untuk bangunan kedap air harus mempunyai kandungan semen maksimum 400 kg/m 3 dan minimum 360 kg/m 3. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 12

13 Pengujian Kebocoran Sesudah pembongkaran bekisting, semua dinding bangunan harus bebas dari tanah urug, sehingga kebocoran dapat terlihat jelas. Sebelum dilakukan pegujian, bangunan tidak boleh dicat. Pengujian kekedapan air dilakukan dengan mengisi seluruh bagian bangunan dengan air bersih dengan debit air pada kecepatan naik tidak melebihi 1 m/24 jam, dan didiamkan untuk peresapan selama 7 hari. Selama masa ini, dinding yang terlihat harus tidak ada tanda kebocoran dan kecenderungan air berkurang. Struktur bangunan dinyatakan kedap air jika penurunan air pada periode waktu tersebut tidak melebihi 10 mm setelah dipakai penguapan dan penyerapan serta tidak ada tanda-tanda kebocoran Puddle Flange pada Pipa Setiap perpipaan yang menembus dinding beton pada bangunan kedap air harus dibalut selama pembetonan. Pipa harus disediakan dengan puddle flange untuk membentuk seal terhadap pipa dan dengan luar 200 mm dari diameter luar pipa. VIII.2.3. Pekerjaan Kayu Pekerjaan kayu meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga, alat dan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan yang berhubungan dengan dengan : pekerjaan atap pekerjaan pintu dan jendela pekerjaan kaca pekerjaan dinding pekerjaan langit-langit Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. Kelembaban kayu yang dipakai untuk pekerjaan kayu dasar harus kutang dari 20%. Jenis kayu untuk semua konstruksi adalah kayu kamper. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 13

14 Pintu, Jendela dan Kusen Pintu yang rata (plush) harus berongga (semi solid core) dan ditutup pada kedua belah permukaan dengan plywood yang tebalnya paling sedikit 4 mm. Jendela kayu harus dibuat rangkanya dengan pekerjaan pasak dan lubang yang disambungkan, dikokohkan dengan pasak penyambung kayu. Alur kaca dan profil manik-maniknya harus lurus dan tepat bentuknya. Kusen yang kokoh harus dibuat dari rangka dengan pasak dan lubang sedemikian rupa sehingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku. Kusen tersebut harus diberi angker baja yang digalvanisir sekurang-kurangnya 6 (enam) buah untuk tiap pasangan kusen. Kusen yang bertemu dengan kolom beton harus dipasang dengan skrup yang digalvanisir ke dalam balok kayu setempat. Semus pekerjaan vertikal yang bersambungan dengan dinding atau kolom haus diberi alur adukan. VIII.2.4. Pekerjaan Tembok Bahan-Bahan yang Digunakan Semen Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti untuk pekerjaan beton. Pasir Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti untuk pekerjaan beton. Air Air yang dipakai untuk pekerjaan menmbok harus memenuhi persyaratan spesifikasi pada pekerjaan beton. Kapur Kapur yang dipakai harus kapur aduk bermutu tinggi Bata Batu bata harus terbuat dari tanah liat dengan ukuran nominal 6 cm x 12 cm x 24 cm, yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata, tanpa cacat dan mengandung kotoran. Minimum daya tekan ultimate adalah 30 kg/cm 2 PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 14

15 Jenis adukan Jenis adukan yang digunakan untuk pekerjaan tembok harus sesuai dengan gambar rencana dengan berdasarkan pada tabel VIII.2. Tabel VIII. 2 Jenis Adukan pada Perencanaan Jenis Adukan Adukan M1 1 pc : 1 kapur : 6 pasir 1 pc : - : 3 pasir M2 1 pc : - : 2 pasir 1 pc : - : 4 pasir M3 1 pc : 1 kapur : 8 pasir Dinding Bahan yang digunakan adalah batu bata seperti yang telah disyaratkan. Adukan dinding mulai dari atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang sudah jadi harus dibuat dari adukan jenis M2. Dinding untuk kamar mandi dan WC juga memakai adukan jenis M2, untuk dinding-dinding yang lain digunakan jenis adukan M1. VIII.2.5. Pekerjaan Plesteran Semua plesteran dinding batu adalah bata merah yang bukan kedap air dengan adukan 1 pc : 6 ps, dan semua dinding kedap air digunakan adukan 1 pc : 2 ps. Bidang beton dan pasangan batu kali diplester dengan adukan 1 pc : 4 ps. Tebal plesteran tidak lebih tebal dari 1 cm untuk beton dan 2.5 cm untuk pasangan batu kali. VIII.2.6. Pekerjaan Siaran Pekerjaan siaran pasangan batu kali dengan adukan 1 pc : 3 ps dengan tebal tidak lebih dari 1.5 cm. Pada semua bidang pasangan batu kali yang disiar hanya pada setiap alur spesinya, yang permukaannya tidak lebih menonjol dari permukaan batu kalinya. VIII.2.7. Pekerjaan Kaca dan Cat Semua kaca untuk daun jendela mati memakai kaca bening tebal 3 mm. Semua list laca dipasang sebelah luar ruangan. Semua bidang plesteran bagian dalam dan langit-langit dari bangunan dicat dengan cat tembok. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 15

16 Sedangkan kusen, daun jendela, daun pintu dan ventilasi dicat sampai mengkilap dengan cat kayu yang telah diberi cat dasar, diplamur dan didempul. VIII.2.8. Pekerjaan Perpipaan dan Instalasi Galian Tanah Galian tanah dilaksanakan untuk : Semua pemasangan pipa, fitting dan aksesoris serta bangunan pelengkap yang termasuk dalam pekerjaan Semua bagian-bagian bangunan yang masuk ke dalam tanah Ukuran dalam, lebar dan tempat galian untuk pemasangan pipa dan peralatannya, serta bangunan yang termasuk di dalam pekerjaan ini harus dibuat sesuai gambar rencana. Patokan yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari atas pipa sampai ke muka tanah asal, ditambah tebal lapisan pasir di bawah pipa. Penggalian tanah untuk parit pemasangan pipa harus dilakukan serentak dengan diikuti pelaksanaan pemasangan pipa dan perlengkapannya, dan harus diikuti pula dengan penimbunan kembali dengan segera. Urugan Tanah Urugan tanah untuk setiap pekerjaan harus dilakukan lapis demi lapis dan pada setiap lapis dilakukan pemadatan. Sisa-sisa tanah/material bekas galian setelah pengurugan harus diangkut dan dibuang. Urugan tanah untuk pemasangan pipa dilaksanakan setelah pengurugan pasir di sekeliling pipa. Urugan Pasir Untuk tiap urugan pasir dilaksanakan lapis demi lapis dan harus disiram air sehingga padat. Apabila pada penggalian parit pipa diperoleh tanah gembur, maka tanah tersebut harus dibuang dan diganti dengan pasir sehingga dapat dibuat dasar yang rata dan padat. Urugan pasir dilakukan pada sekeliling pipa tebal 15 cm, kecuali untuk pipa yang memotong jalan harus diurug penuh dengan pasir. Pasir yang digunakan PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 16

17 untuk pengurugan harus berkualitas pasir pasang dengan kadar lumpur 10%. Pemasangan Pipa, Aksesoris dan Bangunan Pelengkap Pipa aksesoris dan bangunan pelengkap yang akan dipasang harus sesuai dengan gambar. Sebelum dan sesudah dipasang pipa dan aksesorisnya terutama bagian dalamnya harus dijaga dengan baik dari kerusakan dan keretakan. Pemotongan pipa bila diperlukan harus dilakukan dengan alat yang sesuai untuk jenis atau bahan pipa sesuai dengan persyaratan teknis dan petunjuk dari pabrik yang bersangkutan. Sambungan pipa yang akan dilaksanakan pada umumnya dengan cara : Pipa Cast Iron atau Ductile Cast Iron dengan rubbering dan alat penyambung gland dan bolts and nuts atau hanya rubbering atau timah pakai. Belokan (vertikal atau horizontal) tanpa elbow/bend dilaksanakan sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih besar dari 5 atau yang diijinkan pabriknya. Semua alat perlengkapan pipa (fitting) dan aksesoris seperti tee, elbow/bend, harus diberi blok anker dari beton dengan campuran 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil, supaya terhindar dari bergesernya alat tersebut akibat tekanan air. Semua ujung pipa yang terakhir harus ditutup dengan standard gibault joint dengan blank end atau blank flange, kemudian mulai dari flange tersebut diberi penahan beton campuran 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil. Pengetesan Pipa Pengetesan pipa dilakukan bagian demi bagian pada tiap panjang pipa maksimum 400 m. Pengetesan pipa dilakukan dengan tekanan minimal 8 atm dan apabila selama 1 jam tekanannya tidak berubah/turun, maka uji dapat diterima. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 17

18 Bak Valve Bak gate valve dan bak peralatan pipa lainnya, dibuat dari : Dinding bak dari besi beton dengan diameter tergantung ukuran valve Tutup bak dari beton bertulang dengan canpuran 1 pc : 2 ps : 3 kerikil Dudukan pelat penutup bak dari beton tumbuk tebal 25 cm dengan campuran 1 pc : 3 pasir : 5 kerikil Untuk valve berukuran diameter 100 mm ke atas, harus memakai tumbukan beton campuran 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil VIII.3. Spesifikasi Khusus Spesifikasi khusus meliputi pekerjaan dalam pembuatan beberapa bangunan yaitu : 1. Bangunan Penangkap Air (Intake) dan Bak Pengumpul 2. Bangunan Penenang 3. Bangunan Prasedimentasi 4. Bangunan Koagulasi 5. Bangunan Flokulasi 6. Bangunan Sedimentasi 7. Bangunan Saringan Pasir Cepat 8. Bangunan Penampung Air Bersih (Reservoir) 9. Bangunan Penampung Air Sirkulasi (Pencucian Filter) 10. Bangunan Bahan Kimia 11. Bangunan Penampung Lumpur 12. Gudang 13. Kantor VIII.3.1. Bangunan Penangkap Air (Intake) Pekerjaan bangunan penangkap air meliputi : Pekerjaan penggalian Pekerjaan Beton Pekerjaan Perpipaan PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 18

19 Pekerjaan Penggalian Penggalian tanah untuk pondasi dilakukan apabila air sudah dialirkan ke sungai. Pembuatan pondasi harus terhindar dari aliran air tanah. Dimensi dan bentuk bangunan sesuai dengan gambar rencana. Pemasangan pipa drain, overflow, dan outlet yang menembus dinding beton harus menggunakan wall pipe. Pipa overflow dan drain harus menggunakan bell mouth, sedangkan outlet menggunakan strainer. Semua dimensi pipa sesuai dengan gambar rencana. Untuk kemudahan operasi maka ujung valve dilengkapi dengan stang yang panjang berbentuk T sampai 30 cm di atas bordes. VIII.3.2. Bangunan Penenang Bangunan penenang merupakan bangunan yang terbuat dari konstruksi beton kedap air dengan kapasitas, ukuran, dan ketinggian seperti dalam gambar. Bangunan ini dilengkapi dengan alat pengukur debit berupa V- notch 90. Pemasangan pipa drain, overflow, dan outlet yang menembus dinding beton harus menggunakan wall pipe. Pipa overflow dan drain harus menggunakan bell mouth, sedangkan outlet menggunakan strainer. Semua dimensi pipa sesuai dengan gambar rencana. VIII.3.3. Bangunan Pengendap I (Prasedimentasi) Bangunan pengendap meliputi pekerjaan perpipaan, konstruksi beton, konstruksi baja, plesteran dan penimbunan tanah. Bak pengendap terdiri dari : Zone pengendapan Ruang lumpur Ruang pipa penguras, katup dan manhole Zone inlet Zone outlet Seluruh bangunan terdiri dari konstruksi beton. Dinding bagian dalam dan lantai bak pengendap yang tepat dengan hubungan yang kaku pada dinding bak. Ruang lumpur dilapisi dengan pasangan beton untuk PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 19

20 membuat bidang lengkung ke arah pipa penguras dan permukaannya diplester dengan halus. Ruang pipa dan ruang katup penguras dibuat dengan ukuran sesuai gambar dan dilengkapi dengan lubang masuk dan tangga besi. Saluran Pengumpul Effluen dan Ambang Pelimpah (Weir) Saluran pengumpul effluen terbuat dari konstruksi beton dengan ukuran dan kemiringan seperti gambar. Dinding dalam dan dasar diplester dengan halus. Ambang pelimpah terbuat dari baja tahan karat setebal 5 mm dan dipasang pada kedua sisi saluran pengumpul. Saluran Outlet Saluran ini dibuat dengan elevasi, ukuran dan kemiringan yang sesuai dengan gambar. Dinding dan dasar saluran diplester halus dan secara keseluruhan terbuat dari pasangan beton. Pada bagian ujung saluran dipasang pipa pengalir menuju ke bangunan selanjutnya. VIII.3.4. Bangunan Pengaduk Lambat (Flokulasi) Bangunan pengaduk lambat merupakan bangunan yang terdiri dari saluran pengaduk. Bangunan terbuat dari konstruksi beton kedap air dilengkapi dengan saluran aliran masuk dan keluar dengan pintu pengatur. Saluran Pengaduk Saluran pengaduk terdiri dari 3 (tiga) kompartemen, masing-masing dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar perencanaan. Sekat antara saluran dibuat dari beton bertulang yang mempunyai hubungan yang kaku dengan dinding dengan lantai bak. Dinding dalam saluran hendaknya memiliki sudut tumpul yang diperhalus. Bak pengaduk lambat diletakkan pada ketinggian dan arah kemiringan sesuai dengan perencanaan di atas kolom-kolom penyangga yang diperlukan. Bagian bawah lantai bak flokulasi yang berada di atas tanah hendaknya ditimbun dengan tanah dan pasir urug hingga seluruh bagian dasar bak di atas tanah. Timbunan harus dipadatkan dengan baik. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 20

21 Saluran Outlet Saluran outlet terbuat dari konstruksi beton dengan ukuran, arah, kemiringan dan bentuk sesuai dengan gambar rencana. Permukaan, dinding dan dasar saluran diplester halus. Pengaturan aliran keluar dilakukan dengan pintu pengatur. Pintu pengatur terbuat dari kayu dengan bingkai baja, lengkap dengan tangkai berulir dan roda pemutar. Bagian-bagian pintu yang terbuat dari besi baja dan selalu berhubungan dengan air dilapisi dengan bahan-bahan anti karat. Pintu pengatur dapat dibuat secara terpisah sesuai dengan bentuk dan ukuran dalam perencanaan serta dipasang dengan tepat pada celah yang disediakan. VIII.3.5. Bangunan Pengendap II (Sedimentasi) Bangunan pengendap meliputi pekerjaan perpipaan, konstruksi beton, konstruksi baja, plesteran dan penimbunan tanah. Bak pengendap terdiri dari : Zone pengendapan Sekat bidang pengendapan Ruang lumpur Ruang pipa penguras, katup dan manhole Zone inlet Zone outlet Seluruh bangunan terdiri dari konstruksi beton. Dinding bagian dalam dan lantai bak pengendap yang tepat dengan hubungan yang kaku pada dinding bak. Ruang lumpur dilapisi dengan pasangan beton untuk membuat bidang lengkung ke arah pipa penguras dan permukaannya diplester dengan halus. Ruang pipa dan ruang katup penguras dibuat dengan ukuran sesuai gambar dan dilengkapi dengan lubang masuk dan tangga besi. Bidang/Sekat Pengendapan Sekat pengendap dibuat dari plastik (fiber glass) dengan tebal antara 0,5 1,5 mm. Jumlah, jarak dan ukuran sesuai dengan gambar. Sekat pengendap dipasang pada bingkai bagian atas dan bawah yang dipasang PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 21

22 pada jalur yang tersedia. Bingkai terbuat dari tongkat (bar) alumunium yang dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Jalur bidang pengendap terbuat dari plat baja setebal 5 mm yang dipasang tepat pada dinding bak dengan anker. Saluran Pengumpul Effluen dan Ambang Pelimpah (Weir) Saluran pengumpul effluen terbuat dari konstruksi beton dengan ukuran dan kemiringan seperti gambar. Dinding dalam dan dasar diplester dengan halus. Ambang pelimpah terbuat dari baja tahan karat setebak 5 mm dan dipasang pada kedua sisi saluran pengumpul. Saluran Outlet Saluran ini dibuat dengan elevasi, ukuran dan kemiringan yang sesuai dengan gambar. Dinding dan dasar saluran diplester halus dan secara keseluruhan terbuat dari pasangan beton. Pada bagian ujung saluran dipasang pipa pengalir menuju ke bangunan selanjutnya. VIII.3.6. Bangunan Saringan Pasir Cepat (Filtrasi) Bangunan pasir cepat meliputi bak saringan pasir, media penyaring, media penyangga, sistem inlet dan outlet, perpipaan, ruang perpipaan dan ruang operasi. Bak Saringan Pasir Cepat Bak saringan pasir cepat terbuat dari pasangan beton kedap air. Permukaan dalam bak yang akan diisi media dibuat kasar sedangkan permukaan dinding yang terisi air dibuat halus. Ukuran, bentuk dan ketinggian bak sesuai gambar. Media Media penyaring terdiri dari pasir dan antrasit. Media penahan adalah kerikil. Media yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Keras, mengandung kadar kuarsa minimum 90% Bebas dari kotoran, tanah dan lumpur PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 22

23 Diameter effektif dan koefisien keseragaman sesuai dengan kriteria desain Bentuk harus baik dan merata Porositas media tersusun sekitar 0.4 Kekeruhan air pencuci maksimum 30 ppm Kadar bahan yang dapat terpakai 0.7% Kadar zat terlarut dalam HCl pekat harus kurang dari 3.5% Kehilangan akibat pelapukan kurang dari 3% Tebal dan ukuran media yang digunakan untuk setiap lapisan dibuat sesuai dengan perencanaan. Sistem Underdrain Sistem underdrain dibuat dengan perpipaan. Pipa yang digunakan adalah besi tuang. Pipa mempunyai ujung flens untuk penyambungan ke sistem perpipaan. Lateral dipasang pada manifold dalam jumlah dan jarak sesuai gambar rencana dengan sambungan las. Orifice dibuat dengan ukuran, jumlah dan jarak yang sesuai dengan gambar. Saluran Pengumpul Air Pencuci Saluran pengumpul air pencuci terbuat dari pasangan beton dengan hubungan kaku pada dinding dasar. Dinding dasar saluran diplester dengan permukaan halus. Perletakan, ketinggian, ukuran serta kemiringan sesuai dengan gambar. Perpipaan Saringan Pipa dan perlengkapannya menggunakan pipa baja dengan sambungan flens. Perletakkan, ukuran, ketinggian dan kemiringan sesuai gambar. Pipa yang berada di atas lantai diberi penyangga atau penggantung dari pasangan beton atau konstruksi baja. Pipa filtrat, pipa pencuci dan pipa penguras dicat dengan warna berbeda untuk mempermudah operasi. Cat yang digunakan harus yang tahan dan dapat melindungi pipa dari korosi. Katup harus dilengkapi dengan tangkai dan roda/perlengkapan pemutar yang terkspansi hingga mencapai ketinggian yang tepat di PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 23

24 ruang operasi dengan diberi warna yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Ruang Perpipaan dan Ruang Operasi Ruang perpipaan dan ruang operasi merupakan bangunan bertingkat. Ruang perpipaan terletak di bagian bawah dan ruang operasi terletak di bagian atas. Bangunan tersebut terbuat dari konstruksi beton dan pasangan batu bata. Lantai ruang operasi dan perpipaan terbuat dari pasangan beton sedangkan dinding yang tidak terkena air terbuat dari pasangan batu bata. VIII.3.7. Bangunan Penampung Air Bersih (Reservoir) Penampungan air bersih meliputi bak penampung air bersih, ruang perpipaan dan ruang pembubuhan. Bak Penampung Air Bersih Bak penampung air bersih merupakan bangunan yang tertanam di dalam tanah, terbuat dari konstruksi beton dan kedap air. Dinding bagian dalam dan lantai diplester halus dan dibuat dengan kemiringan sesuai gambar. Sekat bak penampung terbuat dari pondasi beton bertulang dengan permukaan dinding yang diplester halus. Lubang pemeriksaan dibuat dan ditempatkan sesuai dengan gambar rencana. Tutup lubang dibuat agar dapat ditutup dan dibuka secara mudah. Tangga masuk merupakan tangga masuk tegak dari sisi baja. Lubang udara (ventilasi) terbuat dari pipa besi tuang dengan diameter 50 mm, dipasang sesuai gambar. Ujung pipa yang terbuka harus ditutup dengan kawat kasa. Atap bak penampung terbuat dari konstruksi beton dan dengan permukaan atasnya dilapisi tar (coal tar) dan dilengkapi talang hujan. Ruang Perpipaan Ruang perpipaan merupakan ruang bawah tanah dan bersatu dengan dinding bagian depan bak penampung. Ruang perpipaan terbuat dari konstruksi beton. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 24

25 Perpipaan Perpipaan penampung air bersih terdiri dari pipa inlet, pipa outlet, pipa penguras, pipa peluap dan pipa pembubuh kaporit dan kapur. Pipa dan fitting yang digunakan adalah pipa baja dan sambungan flens. Diameter, ketinggian dan penempatan pipa harus sesuai dengan pasangan beton atau klam baja. Pipa harus dicat dengan anti karat dan warna yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Pipa inlet membawa air bersih dari saluran filtrat ke bak penampungan air besih. Pipa outlet merupakan jalur perpipaan yang membawa air bersih dari bak penampung ke sistem distribusi. Pipa dilengkapi dengan alat pengatur aliran dengan diameter dan ketinggian sesuai gambar rencana. Pipa outlet yang berada di luar ruang perpipaan diganti dengan pipa asbestos cement dengan menggunakan adaptor berujung flens. Pipa penguras dan pipa overflow dipasang pada tempat, ukuran dan ketinggian yang sesuai gambar. Pipa pembubuh kaporit dan kapur terbuat dari pipa plastik dengan sambungan kopling karet. Alat pembubuh, dengan rate dosis yang dipasang sesuai gambar rencana, dipasang pada ujung pipa pembubuh. VIII.3.8. Bangunan Penampung Air Sirkulasi (Pencucian Filter) Bangunan ini merupakan bak yang berfungsi menampung air buangan dari unit filtrasi (bekas pencucian filter), dan juga berfungsi untuk menyalurkan kembali air buangan tersebut ke unit prasedimentasi melalui sistem perpipaan dan menggunakan pompa. Bangunan ini terdiri dari saluran inlet, bak penampung, ruang pompa, dan sistem perpipaan. VIII.3.9. Bangunan Bahan Kimia Bangunan ini merupakan ruang penyediaan bahan-bahan kimia yang diperlukan dalam proses kimiawi dalam instalasi pengolahan air minum, seperti pembuatan larutan koagulan, pembubuh kapur dan kaporit. Bak pelarut untuk tiap jenis bahan kimia dibuat secara terpisah. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 25

26 Bangunan Ruang Kimia Bangunan ruang kimia dibuat dengan konstruksi beton dan pasangan batu bata. Ukuran, bentuk, perletakan dan ketinggian bangunan sesuai dengan gambar rencana. Unit Pembubuh Koagulan dan Kaporit Unit pembubuh koagulan dan kaporit terdiri dari bak pelarut dengan agitator dan pompa pembubuh. Bak pelarut dibuat dalam jumlah, ukuran dan tempat sesuai dengan gambar rencana. Bak ini terbuat dari konstruksi beton dengan dinding bagian dalam yang diplester dan diberi ubin porselin. Landasan motor penggerak agitator terbuat dari plat beton dan dipasang di atas bak pengaduk dan pelarut seperi pada gambar. Motor yang digunakan merupakan motor listrik dengan daya yang sesuai perencanaan yang dihubungkan dengan alat pengaduk (agitator) dengan menggunakan kopling yang dapat diatur. Pengaduk terbuat dari logam yang tahan terhadap larutan kimia dan dapat diganti, dibersihkan dan dipasang kembali dengan mudah. Bak pelarut dilengkapi dengan pipa keluar yang dihubungakan dengan pompa pembubuh dan pipa penguras. Pipa yang digunakan adalah pipa plastik. Unit Pembubuh Kapur Unit ini terdiri dari bak pelarut agitator, bak penjenuh kapur dan pompa pembubuh. Spesifikasi teknis dari bak pelarut, motor pengaduk, perpipaan dan pompa pembubuh yang digunakan sama dengan unit penyedia koagulan. Bak penjenuh terbuat dari plat baja dengan ketebalan 5 mm dan diletakkan pada landasan baja profil. Ukuran, bentuk dan penempatan sesuai dengan gambar rencana. Dinding luar dan dalam harus dilapisi bahan tahan karat dan larutan kimia. Bak penjenuh dilengkapi dengan pipa larutan kapur, air bersih, penguras dan outlet. Pipa outlet dihubungkan dengan pompa pembubuh. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 26

27 VIII Bangunan Penampung Lumpur Bangunan penampung lumpur merupakan bangunan untuk menampung lumpur yang dihasilkan dari unit sedimentasi. Konstruksi bangunan terbuat dari beton dengan ukuran sesuai gambar. VIII Gudang Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan kimia seperti alum, kaporit dan kapur. Bangunan ini berhubungan dengan kimia dan mempunyai aliran udara yang baik untuk menjaga agar ruangan tetap kering dan tidak lembab. Sistem ventilasi, penempatan lubang cahaya dan penerangan ruangan harus sesuai dengan fungsi ruangan. Lantai bangunan diberi ubin dengan kemiringan cukup untuk mencegah timbulnya genangan air. Rak Penyimpanan Rak penyimpanan bahan kimia harus mempunyai kapasitas penampungan yang cukup sesuai dengan lamanya pemompaan yang direncanakan. Dasar rak minimum 50 cm dari lantai bangunan dan ditempatkan dalam arah yang memungkinkan pengangkutan dan penyimpanan kantong bahan kimia dengan cepat dan aman. Rak terbuat dari konstruksi baja dengan dilapisi bahan tahan terhadap zat kimia tersebut. Dasar tebuat dari papan setebal 3 cm dengan jarak antara yang cukup. VIII Kantor Bangunan kantor dibuat sesuai perencanaan. Pondasi bangunan dibuat sesuai bentuk, ukuran, ketinggian bangunan pada gambar rencana. Pondasi yang digunakan adalah pondasi batu kali. Lubang udara dan penerangan dibuat dalam jumlah yang cukup dengan perletakkan yang baik. PERENCANAAN PENGEMBANGAN IPAM PDAM TIRTA DARMA AYU VIII 27

BAB VIII SPESIFIKASI PEKERJAAN

BAB VIII SPESIFIKASI PEKERJAAN BAB VIII SPESIFIKASI PEKERJAAN VIII.1 Persyaratan Umum VIII.1.1 Nama Pekerjaan dan Lokasi Proyek Nama Pekerjaan : Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum Kota Garut Lokasi Proyek : Kecamatan Bayongbong,

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena kumpulan berbagai macam material itulah yang

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN 5.1 Pekerjaan Bekisting 5.1.1 Umum Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bekisting harus memenuhi syarat PBI 1971 N 1-2 dan Recomended Practice

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6.1 Jenis-jenis dan Mutu Bahan Yang Digunakan Mutu dari setiap bahan yang akan digunakan tidak boleh berkurang dan diharapkan dapat memenuhi target yang telah direncanakan. Adapun

Lebih terperinci

BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN

BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN 7-1 BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN 7.1 Pekerjaan Persiapan Pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan suatu proyek biasanya diawali dengan pekerjaan persiapan. Adapun pekerjaan persiapan tersebut itu meliputi

Lebih terperinci

DINDING DINDING BATU BUATAN

DINDING DINDING BATU BUATAN DINDING Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan

Lebih terperinci

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG Dalam bahasan laporan mingguan proses pengamatan pelaksanaan proyek ini, praktikan akan memaparkan dan menjelaskan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT KONSTRUKSI SARANG LABA LABA seri 3 RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT PELAKSANAAN KONSTRUKSI BANGUNAN BAWAH dengan sistim KONSTRUKSI SARANG LABA LABA seri 3 Proyek : Gedung

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB)

LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB) BAB V LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB) 5.1. UMUM a. Lapis Pondasi Agregat Semen (Cement Treated Base / CTB) adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A atau Kelas B atau Kelas C yang diberi

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari beberapa pekerjaan dasar. Yaitu pekerjaan pengukuran, pembesian,

Lebih terperinci

PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH 1. UMUM A. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi : - Pekerjaan galian, - Pekerjaan Pilecap, Tie beam & Kolom. B. Pengukuran Peil (Levelling) Sebagai patokan tinggi peil (level)

Lebih terperinci

Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Datuk Taib Desa Leuhan < SEBELUMNYA BERIKUTNYA >

Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Datuk Taib Desa Leuhan < SEBELUMNYA BERIKUTNYA > Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Datuk Taib Desa Leuhan < SEBELUMNYA BERIKUTNYA > GSF-Aceh. Didalam Pelaksanaan Proyek, metode pelaksanaan sangat penting dilaksanakan, hal ini untuk mengetahui

Lebih terperinci

Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural

Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural SNI 03-3975-1995 Standar Nasional Indonesia Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural ICS Badan Standardisasi Nasional DAFTAR ISI Daftar Isi... Halaman i BAB I DESKRIPSI... 1 1.1

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Uraian Umum Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek yang akan berlangsung. Manajemen pelaksanaan bukan

Lebih terperinci

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan

Lebih terperinci

Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dari Gorong-Gorong

Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dari Gorong-Gorong Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dari Gorong-Gorong SNI 03-6367-2000 1 Ruang lingkup Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air

Lebih terperinci

BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan, dibuatkan gambar shop

BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan, dibuatkan gambar shop BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI 5.1 Uraian Umum Pada Setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Untuk mengetahui

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA (PROCUREMENT UNIT) Jl. Jend. A. Yani No. 12 Amuntai Telp/fax : 0527-62471 PENJELASAN TAMBAHAN pertanyaan : Dalam Daftar

Lebih terperinci

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK 7.1 Pelaksanaan Pekerjaan Balok Balok adalah batang dengan empat persegi panjang yang dipasang secara horizontal. Hal hal yang perlu diketahui

Lebih terperinci

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu diharapkan hasil dengan kualitas yang baik dan memuaskan, yaitu : 1. Memenuhi spesifikasi

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6-1 BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6.1 Jenis-jenis dan Mutu Bahan Yang Digunakan Mutu dari setiap bahan tidak boleh berkurang dan diharapkan dapat memenuhi target yang telah direncanakan. Adapun jenis dan

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam melaksanakan proyek pembangunan maka pastilah digunakan alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat

Lebih terperinci

TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM

TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM SNI 03-6798-2002 BAB I DESKRIPSI 1.1 Ruang Lingkup Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan perawatan

Lebih terperinci

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan, dan

Lebih terperinci

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK A. DEFINISI - Pengangkutan Pekerjaan pemindahan pipa dari lokasi penumpukan ke

Lebih terperinci

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON Air merupakan salah satu bahan pokok dalam proses pembuatan beton, peranan air sebagai bahan untuk membuat beton dapat menentukan mutu campuran beton. 4.1 Persyaratan

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN ANALISA BIAYA KONSTRUKSI PEKERJAAN PERSIAPAN SNI.01.2.6.1 1 m² Membersihkan lapangan dengan peralatan 0,1000 Oh Pekerja Rp. - - 0,0500 Oh Mandor Rp. - - SNI.01.2.6.

Lebih terperinci

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan BAB III TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan

Lebih terperinci

TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON BAB I DESKRIPSI

TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON BAB I DESKRIPSI TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON SNI 03-3976-1995 BAB I DESKRIPSI 1.1 Ruang Lingkup 1.1.1 Maksud Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dan pegangan

Lebih terperinci

SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN. Pasal 1 PENJELASAN UMUM

SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN. Pasal 1 PENJELASAN UMUM SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN Pasal 1 PENJELASAN UMUM 1. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Pemasangan Paving Blok Jalan Lingkungan. 1. Pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan : Rencana Kerja dan Syarat-syarat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Beton Beton dibentuk oleh pengerasan campuran semen, air, agregat halus, agregat kasar (batu pecah atau kerikil), udara dan kadang-kadang campuran tambahan lainnya. Campuran yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Penelitian yang sudah pernah dilakukan dan dapat di jadikan literatur untuk penyusunan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Ishaq Maulana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton menggunakan kapur alam dan menggunakan pasir laut pada campuran beton

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena kumpulan berbagai macam material itulah yang

Lebih terperinci

SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN

SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN 1. Nama Kegiatan : Penataan Listrik Perkotaan 2. Nama pekerjaan : Penambahan Lampu Taman (65 Batang) 3. Lokasi : Pasir Pengaraian Pasal 2 PEKERJAAN

Lebih terperinci

Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter

Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter 1 Ruang lingkup Tata cara ini mencakup persyaratan, kriteria perencanaan dan cara pemasangan

Lebih terperinci

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS VI.1 Ketentuan Pelaksanaan VI.1.1 Bangunan Sementara Bangunan sementara adalah bangunan direksi, bangunan kerja, gudang bahan-bahan, dan lain-lain. Bangunan sementara dibuat di

Lebih terperinci

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I Pekerjaan : Pembangunan Gedung Perpustakaan SD Negeri 1 Gumanano Lokasi : Kecamatan Mawasangka Tahun Anggaran : 2016 NO JUMLAH (Rp.) 1 2 3 I PEKERJAAN PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara membuat benda uji di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara membuat benda uji di BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara membuat benda uji di Laboraturium Bahan Konstruksi Teknik Universitas Mercu Buana, kemudian menguji kuat tekan pada umur

Lebih terperinci

BAB V PONDASI TELAPAK

BAB V PONDASI TELAPAK BAB V PONDASI TELAPAK I. METODA KONSTRUKSI PONDASI SETEMPAT A. Urutan Kegiatan Pekerjaan Pondasi Setempat Metoda konstruksi untuk pekerjaan pondasi setempat yaitu: 1. Penggalian tanah pondasi 2. Penulangan

Lebih terperinci

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000. NO URAIAN HARGA SATUAN (RP) I PEKERJAAN PERSIAPAN 1 M' Pasangan Bouwplank + Pengukuran 0.012 M3 Kayu kls.iv 5/7 1,600,000.00 0.007 Btg Kayu kls.iv papan 1,300,000.00 0.020 Kg Paku biasa 18,000.00 0.100

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan dan Struktur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana di Kampus Bukit Jimbaran. 3.2 Bahan

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Bekisting 5.1.1 Umum Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6.1 Jenis-jenis dan Mutu Bahan Yang Digunakan Mutu dari setiap bahan yang akan digunakan tidak boleh berkurang dan diharapkan dapat memenuhi target yang telah direncanakan. Adapun

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) merupakan perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan

Lebih terperinci

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN NOMOR : 784/VI/BP2MPD-ULP/POKJA-PASCA/2013 TANGGAL : 24 JUNI 2013

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN NOMOR : 784/VI/BP2MPD-ULP/POKJA-PASCA/2013 TANGGAL : 24 JUNI 2013 ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN NOMOR : 784/VI/BP2MPDULP/POKJAPASCA/2013 TANGGAL : 24 JUNI 2013 UNTUK PENGADAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN SMPN SATU ATAP (SATAP) SUNGAI LAUT KEC. TANAH MERAH KELOMPOK KERJA (POKJA)

Lebih terperinci

JUDUL MODUL II: PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BETON DI LABORATORIUM MODUL II.a MENGUJI KELECAKAN BETON SEGAR (SLUMP) A. STANDAR KOMPETENSI: Membuat Adukan Beton Segar untuk Pengujian Laboratorium B. KOMPETENSI

Lebih terperinci

Bidang Teknik PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON

Bidang Teknik PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON Majalah Ilmiah Unikom, Vol.6, hlm. 61-68 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON Bidang Teknik PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON YATNA SUPRIYATNA Jurusan Teknik Sipil Universitas Komputer Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan obyek berupa paving blok mutu rencana 400 Kg/ dan 500 Kg/ sebanyak masing-masing 64 blok. Untuk setiap percobaan kuat tekan dan tarik belah paving

Lebih terperinci

ANALISA HARGA SATUAN KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016

ANALISA HARGA SATUAN KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016 - 1 - LAMPIRAN II : KEPUTUSAN ALIKOTA MADIUN NOMOR : 050-401.012/ /2015 TANGGAL : ANALISA KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016 KODE BARANG URAIAN KEGIATAN KOEF 2.01 HSPK FISIK

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN :

PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : Kompetensi Keahlian : Hari / Tanggal : Teknik Gambar Bangunan Kelas / Jurusan : III / Teknik Gambar Bangunan Waktu

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan pembangunan,baik ruma htinggal,ruko,rukan maupun gedung lainya. Dengan RAB

Lebih terperinci

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA Kegiatan : 0 PEKERJAAN : PENGEMBANGAN PENETASAN LOKASI : BPTU KDI KEC. TAMBANG ULANG NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH (Rp) I. PEKERJAAN PERSIAPAN II. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI

Lebih terperinci

ANALISA KUAT LENTUR PADA BETON K-300 YANG DICAMPUR DENGAN TANAH KOHESIF

ANALISA KUAT LENTUR PADA BETON K-300 YANG DICAMPUR DENGAN TANAH KOHESIF bidang REKAYASA ANALISA KUAT LENTUR PADA BETON K-300 YANG DICAMPUR DENGAN TANAH KOHESIF YATNA SUPRIYATNA Jurusan Teknik Sipil Universitas Komputer Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mencari kuat

Lebih terperinci

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Salah satunya adalah Metode UJI MATERIAL GEDUNG melalui suatu pelatihan khusus.

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Salah satunya adalah Metode UJI MATERIAL GEDUNG melalui suatu pelatihan khusus. Seorang Pelaksana Pekerjaan Gedung memiliki : keahlian dan ketrampilan sebagaimana diterapkan dalam SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Salah satunya adalah Metode UJI MATERIAL GEDUNG

Lebih terperinci

METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI

METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI 1.1 Ruang Lingkup Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji di Lapangan ini mencakup : 1) Cara pembuatan dan perawatan benda uji

Lebih terperinci

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan yang menentukan kekuatan, keamanan, dan

Lebih terperinci

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Bekisting 5.1.2 Umum Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2835:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2835:2008 Daftar

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kerusakan Komponen Gedung D Lantai Dasar Lantai 4 1. Komponen Arsitektur a. Keramik Kerusakan lantai yang terdapat pada lantai dasar Gedung KH.Mas Mansur adalah lantai keramik

Lebih terperinci

DINAS PERHUBUNGAN DAN KOMINFO

DINAS PERHUBUNGAN DAN KOMINFO PEMERINTAH KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN DINAS PERHUBUNGAN DAN KOMINFO TAHUN ANGGARAN 2015 RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PEMBANGUNAN TAMBATAN PERAHU KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN VOLUME = 104,85 M 1

Lebih terperinci

METODE PELAKSANAAN BENDUNGAN

METODE PELAKSANAAN BENDUNGAN METODE PELAKSANAAN BENDUNGAN 1. Saluran Bangunan Pelimpah (Spillway) dan peredam energi Gambar 1. Layout Spillway Pekerjaan pembangunan bangunan pelimpah (spillway) adalah sebagai berikut : Pekerjaan Tanah

Lebih terperinci

PENELITIAN PEMANFAATAN SERBUK BEKAS PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PEMBUATAN BATA BETON (BATAKO) UNTUK PEMASANGAN DINDING

PENELITIAN PEMANFAATAN SERBUK BEKAS PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PEMBUATAN BATA BETON (BATAKO) UNTUK PEMASANGAN DINDING WAHANA INOVASI VOLUME 5 No.2 JULI-DES 16 ISSN : 89-8592 PENELITIAN PEMANFAATAN SERBUK BEKAS PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PEMBUATAN BATA BETON (BATAKO) UNTUK PEMASANGAN DINDING Heri Sujatmiko

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mortar Menurut SNI 03-6825-2002 mortar didefinisikan sebagai campuran material yang terdiri dari agregat halus (pasir), bahan perekat (tanah liat, kapur, semen portland) dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2016 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dr. Ir. M Basuki Hadimoeljono, MSc

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2016 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dr. Ir. M Basuki Hadimoeljono, MSc KATA PENGANTAR Guna menunjang program pemerintah dalam penyediaan infrastruktur perdesaan, Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT 4.1 Bahan Bahan Yang Digunakan meliputi : Bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi a. Beton Ready mix. Beton Ready mix adalah beton

Lebih terperinci

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah Berlantai 2 (dua)

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah Berlantai 2 (dua) Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah Berlantai 2 (dua) METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Nama Pekerjaan : Pembangunan MTsN 2 Banda Aceh Lokasi : MTsN 2 Banda Aceh Tahun Anggaran : 2013 RUANG

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Uraian Umum Metode penelitian adalah langkah-langkah atau metode yang dilakukan dalam penelitian suatu masalah, kasus, gejala, issue atau lainnya dengan jalan

Lebih terperinci

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit merek Holcim, didapatkan dari toko bahan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Mortar Mortar didefinisikan sebagai campuran material yang terdiri dari agregat halus (pasir), bahan perekat (tanah liat, kapur, semen portland) dan air dengan komposisi tertentu

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN DAFTAR ANALISA PEKERJAAN SATUAN HARGA Harga Harga I PEKERJAAN PERSIAPAN 1.4 1 M' Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 0.012 M 3 Kayu 5/7 kelas III 0.020 Kg Paku Biasa 0.007 M 3 Kayu Papan 3/20 0.100 Oh

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Tinjauan Umum Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tahap perencanaan, teknis pelaksanaan, dan pada tahap analisa hasil, tidak terlepas dari peraturan-peraturan maupun referensi

Lebih terperinci

Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017

Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017 METODE PELAKSANAAN Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017 1. PEKERJAAN UMUM Mobilisasi Cakupan

Lebih terperinci

II. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

II. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN II. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBERSIHAN a. Lokasi kegiatan harus dibersihkan dari segala pohon-pohon, semak-semak, sampah dan bahan lain yang mengganggu dan bahan-bahan itu harus dibuang, kecuali

Lebih terperinci

METODE PELAKSANAAN D.I. BONDUKUH.

METODE PELAKSANAAN D.I. BONDUKUH. METODE PELAKSANAAN Kegiatan : Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2016 Pekerjaan : Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. BONDUKUH. Lokasi : Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso. Target

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di

BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di 26 BAB III METODE PENELITIAN Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik Universitas Lampung. Benda uji dalam penelitian

Lebih terperinci

SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN

SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN Yang dimaksud dengan Lingkup pekerjaan adalah selesainya satu jenis pekerjaan secara menyeluruh hingga berfungsi sempurna, yang secara umum meliputi : 1. PERBAIKAN

Lebih terperinci

II. PEKERJAAN PENDAHULUAN

II. PEKERJAAN PENDAHULUAN METODE PELAKSANAAN I. PRA PEMBANGUNAN 1. Pemeriksaan gambar-gambar untuk pelaksanaan : Semua gambar-gambar yang disiapkan adalah gambar-gambar yang telah ditandatangani oleh Direksi dan apabila ada perubahan

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI

DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI 1 SNI 03-2835-2002 PEKERJAAN PERSIAPAN PA 6,8 1 m² Membersihkan lapangan dan perataan SNI 03-2835-2002 / 6.8 Upah Pekerja 0,100 Oh x Rp 0 = Rp 0,00 Mandor 0,005 Oh x Rp

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Bahan dan Material Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Agregat halus yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN DAFTAR SATUAN ANALISA PEKERJAAN No SATUAN UPAH BAHAN A PEKERJAAN PERSIAPAN 1 PEMASANGAN BOWPLANK/ 10 M' 0,01000 Kepala Tukang 0,10000 Tukang 0,10000 Pekerja 0,05000 Mandor 0,01200 M3 Balok Klas IV 0,02000

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN 1. Kuat tekan beton yang direncanakan adalah 250 kg/cm 2 dan kuat tekan rencana ditargetkan mencapai 282 kg/cm 2. Menurut hasil percobaan yang telah dilakukan

Lebih terperinci

BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN

BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN DAFTAR ISI Halaman BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN... 1/7 Pasal 01 Maksud... 1/7 Pasal 02 Dokumen Pelelangan... 1/7 Pasal 03 Itikat Penawaran... 6/7 Pasal 04 Masa Berlaku Penawaran... 6/7 Pasal 05 Keabsahan

Lebih terperinci

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA VIII.1 Umum Rencana anggaran biaya merupakan perkiraan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun sistem penyaluran dan pengolahan air buangan mulai dari perencanaan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Dasar Teori Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar dan air yang membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah campuran

Lebih terperinci

BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN. perencana. Dengan kerjasama yang baik dapat menghasilkan suatu kerja yang efektif

BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN. perencana. Dengan kerjasama yang baik dapat menghasilkan suatu kerja yang efektif BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Tinjauan Umum Dalam pelaksanaan pekerjaan diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait, baik itu perencana, pemberi tugas, pengawas maupun pelaksana karena

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7394:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 7394:2008 Daftar

Lebih terperinci

1 PEKERJAAN PENDAHULUAN

1 PEKERJAAN PENDAHULUAN SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 PEKERJAAN PENDAHULUAN Lingkup Pekerjaan Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat- alat bantu lainnya untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan konstruksi

Lebih terperinci

Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak

Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** *Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan **

Lebih terperinci

REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) REKAPITULASI

REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) REKAPITULASI REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) PROGRAM : PENINGKATAN EFISIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI KEGIATAN : PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PASAR PEKERJAAN : PEMBANGUNAN PASAR LELANG KARET LOS 15 X

Lebih terperinci

Revisi SNI T C. Daftar isi

Revisi SNI T C. Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

BAB IV MANAJEMEN PROYEK

BAB IV MANAJEMEN PROYEK 249 BAB IV MANAJEMEN PROYEK 4.1. Rencana Kerja dan Syarat (RKS) Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) adalah dokumen yang bersikan nama proyek berikut penjelasaannya berupa jenis, besar dan lokasihnya,

Lebih terperinci

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL REKAPITULASI BIAYA KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP III LOKASI : BINCAU MARTAPURA KABUPATEN BANJAR NO URAIAN SUB TOTAL I. PEKERJAAN PERSIAPAN Rp. II. PEKERJAAN

Lebih terperinci

PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG

PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG Diajukan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

KUALITAS BATA BETON DARI BAHAN PASIR KALIJALI DENGAN CAMPURAN SEMEN PADA BERBAGAI VARIASI CAMPURAN LEBIH DARI 28 HARI

KUALITAS BATA BETON DARI BAHAN PASIR KALIJALI DENGAN CAMPURAN SEMEN PADA BERBAGAI VARIASI CAMPURAN LEBIH DARI 28 HARI KUALITAS BATA BETON DARI BAHAN PASIR KALIJALI DENGAN CAMPURAN SEMEN PADA BERBAGAI VARIASI CAMPURAN LEBIH DARI 28 HARI Ukiman 1), Setio Utomo 1), Supardjo 1), Imam Nurhadi 1), Pentardi Rahardjo 1) 1) Staf

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu dan tempat pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada jam 08.00 sampai dengan 12.00

Lebih terperinci

BAB X PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN

BAB X PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN BAB X PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN Pasal 1 : Batu Bata 1. Batu bata harus mempunyai dimensi dan ukuran yang standar sesuai Peraturan Bahan Bangunan yang berlaku. 2. Batu bata mempunyai dimensi seperti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III-1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Dalam penelitian ini yang digunakan adalah variabel bebas dan terikat. Variabel bebas meliputi prosentase Silica fume dalam campuran beton (5%) dan

Lebih terperinci