PENDAHULUAN Latar Belakang
|
|
|
- Dewi Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Kemajuan teknologi situs web dewasa ini dalam menyajikan berbagai kebutuhan informasi dan layanan digital bagi pengguna semakin beragam dan inovatif. Namun pada kenyataannya, tidak semua situs web memenuhi prinsip dasar seperti mudah diakses (accessible) dan mudah digunakan (usable). Penerapan rancangan dan metode evaluasi situs web yang sesuai dapat membantu memastikan terciptanya lebih banyak situs web yang usable dan accessible (Leporini & Paterno 2003). Landauer (1995) menyatakan bahwa terdapat penelitian mengenai usability yang menyatakan bahwa suatu sistem yang dirancang dengan mengikutsertakan pengujian usability, dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan bagi pengguna untuk melakukan pembelajaran menjadi sekitar 25%. Rancangan yang berfokus pada pengguna (user-centered design) pada umumnya dapat mengurangi kesalahan atau error dalam interaksi pengguna sistem dari 5% menjadi 1%. Pendekatan user-centered design (UCD) terdiri atas serangkaian langkah, metode, dan alat yang dirancang untuk membantu pengembang dalam menangani isu yang berkaitan dengan usability dalam merancang sistem interaktif (Rauterberg 2003). Suatu antarmuka pengguna akan memiliki sekitar 40 error yang dapat memperlambat pengguna dan mengakibatkan kesalahan jika tidak menggunakan rancangan yang berfokus pada pengguna (Landauer 1995). Demi membangun situs web yang baik, maka diperlukan pengetahuan mengenai usability dan accessibility. Usability merupakan kemampuan pengguna untuk menggunakan sesuatu dalam melaksanakan tugas dengan sukses. Seiring dengan semakin berkembang dan semakin matangnya teknologi, maka teknologi tersebut cenderung digunakan oleh pengguna yang semakin beragam pula. Teknologi yang lebih maju, seperti situs web, telepon seluler, perangkat lunak, dan barang-barang elektronik, memiliki suatu keprihatinan tersendiri karena teknologi tersebut pada umumnya lebih rumit. Namun demikian, peningkatan kompleksitas dan evolusi teknologi tidak berarti bahwa teknologi menjadi lebih mudah untuk digunakan. Pada kenyataannya, teknologi tersebut menjadi lebih
2 2 sulit digunakan kalau kita tidak memperhatikan dengan seksama terhadap pengalaman pengguna (Tullis & Albert 2008). Dewasa ini, istilah usability seringkali dianggap sama dengan accessibility. Namun menurut Ma dan Zaphiris (2003), accessibility merupakan sebuah himpunan bagian dari usability, di mana accessibility sendiri berarti merancang suatu antarmuka yang tidak hanya efektif, efisien, dan mencapai kepuasan pengguna, tetapi juga mencakup lebih banyak orang pada berbagai situasi. Di lain pihak, Krug (2006) berpendapat bahwa suatu situs web tidak dapat disebut sebagai situs web yang mudah digunakan (usable) jika tidak mudah diakses (accessible). Menurut Bevan et al. (2007), terdapat rintangan yang signifikan yang menghambat sejumlah besar warga negara dalam menggunakan layanan elektronik (e-services) yang disediakan oleh situs web pemerintah dan komersial secara efektif. Oleh karena itu, usability dan accessibility suatu layanan elektronik harus diperbaiki sehingga lebih mudah digunakan dan diakses oleh masyarakat dengan keterbatasan fisik, orang lanjut usia, dan kelompok masyarakat yang telah berimigrasi dari satu negara ke negara lainnya atau dari satu budaya ke budaya yang lainnya. Pengembangan situs web (website) pemerintah daerah di Indonesia, baik pada tingkat provinsi, kotamadya, ataupun kabupaten, telah dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-government yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan fungsi pemerintah sebagai sektor publik yang mempunyai tugas utama menyelenggarakan pemerintahan yaitu melaksanakan proses pembuatan kebijakan (perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik), serta menyelenggarakan pelayanan publik (Zacher 2007). Berdasarkan Blueprint Sistem Aplikasi e-government yang diterbitkan oleh Kemkominfo (2004), terdapat beberapa standar kebutuhan sistem aplikasi yang harus dipenuhi oleh setiap sistem aplikasi e-government, yang salah satunya adalah user friendly atau menjamin bahwa sistem aplikasi akan mudah dioperasikan dengan antarmuka pengguna yang lazim berlaku di pemerintahan
3 3 dan sesuai dengan kebiasaan bahasa dan budaya penggunanya. Untuk dapat mewujudkan standar user-friendly oleh pemerintah daerah, diperlukan evaluasi terhadap situs web pemerintah daerah dalam hal berbagai macam performa antarmuka pengguna, seperti usability dan accessibility. Penelitian mengenai usability dan accessibility terhadap situs web pemerintah telah dilaksanakan di Malaysia yang membandingkan antara state website dengan federal website dalam hal kecepatan dan jumlah tautan rusak (broken links). Hasil penelitian tersebut ialah terdapat lebih banyak permasalahan usability (kecepatan dan jumlah broken links) dan permasalahan accessibility pada state website jika dibandingkan dengan federal website (Isa et al. 2011). Penelitian selanjutnya dilakukan di Inggris oleh Ma dan Zaphiris (2003) yang memeriksa apakah situs web e-government Inggris memiliki peringkat yang tinggi dalam hal accessibility dan usability, dan apakah kedua ukuran tersebut saling berkorelasi atau tidak. Penelitian tersebut menemukan bahwa situs-situs web e-government Inggris memiliki peringkat yang relatif tinggi dalam hal accessibility, dan hasil yang telah dianalisis menunjukkan bahwa suatu situs web yang mudah digunakan (usable) tidak berarti juga mudah diakses (accessible), dan begitu pula sebaliknya. Hal ini dikarenakan korelasi antara hasil evaluasi usability dan hasil evaluasi accessibility tergolong rendah. Di Indonesia, Suharko (2009) telah melaksanakan evaluasi penerapan rekomendasi standar situs yang baik dari Kemkominfo pada situs e-government pemerintah daerah di Indonesia dengan mengacu pada rekomendasi dari Kemkominfo dan untuk mengevaluasi komponen usability situs web tersebut menggunakan standar WCAG 1.0. Hasil yang diperoleh ialah situs web yang memiliki peringkat pertama untuk kategori Nasional adalah Provinsi Jawa Tengah, kategori Provinsi adalah Jawa Tengah, dan kategori Kota/Kabupaten adalah Kota Bandung dan Kabupaten Gresik. Studi lain yang berkaitan dengan evaluasi situs web pemerintah Indonesia telah dilakukan oleh Wahid (2008) bertujuan untuk mengevaluasi fokus dan kualitas situs web pemerintah Indonesia. Sebanyak 456 kabupaten/kota seluruh Indonesia telah dilibatkan dalam studi tersebut. Kriteria penilaian yang digunakan diadopsi dengan beberapa penyesuaian dari kriteria yang dikembangkan oleh
4 4 Smith (2001) yang didasarkan pada kumpulan kriteria yang diajukan oleh Eschenfelder et al. (1997). Hasilnya secara umum situs web pemerintah daerah Indonesia lebih berfokus pada mempromosikan hubungan antara pemerintah dan pebisnis, di mana layanan transaksional yang terbatas untuk sektor-sektor bisnis telah tersedia, sementara efisiensi dan efektifitas dalam penyampaian layanan umum tidak terlalu diprioritaskan. Kualitas situs web secara umum berada pada level medium, baik dalam hal kualitas konten maupun dalam hal tingkat kemudahan penggunaan situs web. Berdasarkan latar belakang di atas, topik yang diambil pada penelitian ini ialah mengenai framework untuk mengukur usability dan accessibility pada situs web pemerintah daerah di Indonesia yang dikhususkan pada situs web provinsi sebagai lembaga pemerintahan yang berkedudukan di bawah pemerintah pusat, sehingga pertanyaan riset yang ingin dijawab ialah: Bagaimana performa situssitus web provinsi di Indonesia ditinjau dari segi usability dan accessibility? Adapun metode yang digunakan pada evaluasi usability adalah observasi pengguna yang mengakses suatu sistem atau situs web secara langsung berdasarkan pada metode Mayhew (1999) di mana metode tersebut dianggap lebih objektif dan efektif daripada hanya melakukan suatu demonstrasi sistem atau situs web dan meminta umpan balik dari pengguna secara subjektif. Untuk mempermudah pelaksanaan observasi, dikembangkan beberapa skenario yang meminta sejumlah pengguna untuk mengerjakan beberapa tugas tertentu. Penelitian ini menggunakan skenario yang mengakses informasi berdasarkan konten minimal yang harus ada pada situs web pemerintah daerah (Kemkominfo 2003), ditambah dengan konten APBD, alamat dan berita atau artikel yang terakhir dipublikasikan di situs web. Konten minimal tersebut antara lain Selayang Pandang, Pemerintahan Daerah, Geografi, Peta Wilayah dan Sumberdaya, Peraturan atau Kebijakan Daerah, dan Buku Tamu. Metode yang digunakan pada evaluasi accessibility ialah standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 yang diterbitkan oleh World Wide Web Consortium (W3C), yaitu suatu lembaga yang menerbitkan standar-standar internasional. Kedua metode evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi usability dan accessibility agar menjadi
5 5 masukan bagi pemerintah provinsi yang bersangkutan dalam meningkatkan performa situs webnya di kemudian hari. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini antara lain: 1. Mengembangkan framework untuk evaluasi usability dan accessibility pada situs web e-government provinsi di Indonesia, 2. Melakukan evaluasi usability dengan metode observasi terhadap responden secara langsung pada situs web e-government provinsi di Indonesia, 3. Melakukan evaluasi accessibility dengan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 pada situs web e-government provinsi di Indonesia, 4. Mengetahui korelasi antara hasil evaluasi usability dengan hasil evaluasi accessibility situs web e-government provinsi di Indonesia, dan 5. Memberikan rekomendasi kepada pemerintah provinsi untuk meningkatkan performa usability dan accessibility. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa dihasilkannya framework mengenai evaluasi usability dan accessibility terhadap situs web provinsi di Indonesia agar dapat dilakukan upaya-upaya strategis oleh pemerintah provinsi yang bersangkutan dalam meningkatkan performa situs webnya terutama dari segi usability dan accessibility. Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian yang dilakukan meliputi evaluasi usability dengan metode observasi responden yang diadaptasi dari Mayhew (1999) dalam mengakses informasi Selayang Pandang, Struktur Organisasi, Demografi, Potensi Sumberdaya Alam, Peraturan Daerah (Perda), APBD, Buku Tamu, Alamat dan Berita, serta melakukan evaluasi accessibility menggunakan standar WCAG 2.0 pada seluruh situs web provinsi di Indonesia.
UJI KORELASI HASIL EVALUASI USABILITY DAN HASIL EVALUASI ACCESSIBILITY
101 UJI KORELASI HASIL EVALUASI USABILITY DAN HASIL EVALUASI ACCESSIBILITY Abstract Both usability and accessibility evaluations result two groups of score based on their parameters. These score then had
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, sampai tahun 2015 tercatat pengguna Internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Dari sejumlah
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Bab pendahuluan yang berisi garis besar permasalahan yang akan dibahas dan diselesaikan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan seperti latar belakang penelitian, identifikasi masalah,
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi berkembang cukup pesat, baik perkembangan perangkat lunak maupun perangkat keras dikarenakan kebutuhan manusia akan informasi semakin
Bab I Pendahuluan. Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama pada era globalisasi saat ini, kemajuan teknologi diperlukan dan
dapat diakses melalui salah satu menu yang berkaitan dengan komponen pada halaman administrator.
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam berbagai bidang kehidupan. Kemajuan ilmu dan teknologi telah mengakibatkan semakin meluasnya pemanfaatan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi dewasa ini berpengaruh pada transformasi pelayanan masyarakat di pemerintahan. Pelayanan informasi dari pemerintah untuk masyarakat juga
BAB 1 PENDAHULUAN. bertugas membantu Presiden di sektor kehutanan. Salah satu eselon II di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kementerian Kehutanan adalah sebuah lembaga pemerintah yang bertugas membantu Presiden di sektor kehutanan. Salah satu eselon II di Kementerian Kehutanan adalah Biro
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Gambar 3.1 Alur metodologi tugas akhir 3.1 Bahan Penelitian Penelitian dilakukan pada website pemerintah provinsi Riau. Dalam peneletian ini, penulis akan menganalisa website
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang SMA BOPKRI 1 Yogyakarta berdiri pada tanggal 2 Agustus 1946 di bawah naungan yayasan BOPKRI (Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia). Melalui perjalanan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Layanan publik berbasis web sudah menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan suatu instansi pemerintah. Pemerintah telah menyadari bahwa peranan website sangat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan sebagai wadah yang menyediakan berbagai referensi dan koleksi sumber informasi merupakan sentral rujukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa,
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar belakang Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) yang pesat pada saat ini menimbulkan dampak yang signifikan untuk kehidupan manusia. Hal ini mendorong terjadinya
BAB I PENDAHULUAN. Hal ini tentu saja membawa dampak perubahan terhadap seluruh sektor kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi pada saat ini sangatlah berkembang dengan pesat. Hal ini tentu saja membawa dampak perubahan terhadap seluruh sektor kehidupan manusia. Mulai
SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI REPUBLIK INDONESIA
COVER DEPAN Panduan Pelaksanaan Proyek dan Penganggaran e Government COVER DALAM Panduan Pelaksanaan Proyek dan Penganggaran e Government SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI REPUBLIK INDONESIA
Syarat Dan Ketentuan
Syarat Dan Ketentuan I. Istilah 1. Situs Daya.id adalah website yang pengelolaan konten serta pengkiniannya dilakukan oleh divisi Daya, dan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengguna website dalam
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, website bukanlah hal asing dalam dunia internet. Jutaan bahkan miliaran domain website dapat diakses secara online untuk mencari berbagai informasi seperti
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah World Wide Web saat ini menjadi fasilitas yang sangat populer dan interaktif dalam melakukan pertukaran informasi. Ratusan juta data terus bertambah dengan
PENENTUAN PARAMETER KONTEN UTAMA DAN PENDUKUNG UNTUK EVALUASI KONTEN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA
44 PENENTUAN PARAMETER KONTEN UTAMA DAN PENDUKUNG UNTUK EVALUASI KONTEN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA DETERMINATION OF MAIN AND SUPPORTING CONTENT PARAMETERS FOR THE EVALUATION OF THE LOCAL
16 Apakah pihak yang berwenang pada situs web jelas? 17 Apakah penyedia sumberdaya situs web berkompeten?
NO 1 Aksesibilitas dan Kecepatan INDIKATOR YANG DIUKUR HASIL PEROLEHAN DATA YA TIDAK 1 Apakah pengguna dapat melihat sesuatu pada halaman situs web dalam waktu 8 detik? 2 Apakah situs web dapat diakses
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 5 2012 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN INFORMASI MELALUI SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) CENTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGEMBANGAN FRAMEWORK DAN EVALUASI USABILITY PADA SITUS-SITUS WEB E-GOVERNMENT PROVINSI DI INDONESIA
PENGEMBANGAN FRAMEWORK DAN EVALUASI USABILITY PADA SITUS-SITUS WEB E-GOVERNMENT PROVINSI DI INDONESIA Abstract Every website includes government websites (province, city/county) should be user friendly
BAB 1 PENDAHULUAN. jurang kesenjangan digital (digital divide), yaitu keterisolasian dari perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan inovasi teknologi mulai semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut tidak hanya pada sektor industri saja, tetapi juga ada pada sektor non industri
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://biroksln.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dhenta Ulung Wisesa, (2015). "Komparasi Perangkat Lunak High Fidelity Prototyping : Balsamiq
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aspek usability atau daya guna merupakan kajian penelitian Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) yang mengacu pada sudut pandang pengguna saat menggunakan dan memanfaatkan
PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENDAYAGUNAAN WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA JATILOR http://desajatilor.grobogan.go.id
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan didukung oleh perkembangan teknologi, penggunaan internet dalam dunia pendidikan kini semakin maju, misalnya situs perpustakaan. Situs perpustakaan merupakan
I. PENDAHULUAN. Aktivitas perdagangan melalui internet (e-commerce) telah berdampak
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas perdagangan melalui internet (e-commerce) telah berdampak signifikan terhadap lingkungan bisnis. Sebagai contoh, secara geografis e- commerce telah mentransformasi
Bab I. Pendahuluan. Teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kehidupan
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penelitian Teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang pesat, hampir seluruh kehidupan
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://www.kesjaor.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 2017 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga Cepat
BAB I PENDAHULUAN. Dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E- Government merupakan
I. PENDAHULUAN. Aktivitas perdagangan melalui internet (e-commerce) telah berdampak signifikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas perdagangan melalui internet (e-commerce) telah berdampak signifikan terhadap lingkungan bisnis. Sebagai contoh, secara geografis e-commerce telah mentransformasi
BAB I PENDAHULUAN. dalam bidang bisnis. Pada pemerintahan saat ini, teknologi merupakan penunjang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penerapan teknologi informasi memiliki peran yang penting tidak hanya dalam bidang bisnis. Pada pemerintahan saat ini, teknologi merupakan penunjang dari kesuksesan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia perpustakaan, dari segi data dan dokumen yang disimpan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri dari kumpulan koleksi buku tanpa
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://kesga.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 09 10 2017 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga Cepat & Mudah
BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR4ATAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN MOJOKERTO
BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR4ATAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, Menimbang a. bahwa pemanfaatan
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan teknologi memberikan kemudahan bagi manusia untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Kebutuhan manusia semakin dimudahkan dengan adanya Internet (interconnectionnetwork).
BAB 1 PENDAHULUAN. pembuatan website dan pemasaran produk yang berbasis online hal ini. proses bisnis dari perusahaan tersebut.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan. Banyak perusahaan yang gencar melakukan promosi untuk menarik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis dalam bidang jasa dewasa ini bertumbuh dengan pesat. Salah satunya adalah bisnis dibidang jasa. Peningkatan bisnis dibidang jasa tak terlepas dari
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI yang tidak dapat dihindari
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
STMIK MDP. Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN PELANGGAN BERBASIS WEBSITE PADA HOTEL CLASSIE
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES Binfar.kemkes.go.id
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 Binfar.kemkes.go.id Tanggal Captured 25/09/2017 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas
BAB I PENDAHULUAN. sebelah mata, peran perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi telah menunjukkan jati dirinya dalam peradaban manusia dewasa ini. Sudah tentu tidak dapat dipungkiri dan dipandang sebelah mata, peran
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi komputer sangatlah penting dalam kebutuhan informasi dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi komputer sangatlah penting dalam kebutuhan informasi dan komunikasi yang akurat, tepat, dan cepat, dalam menyajikan data yang sangat lengkap merupakan
Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian III.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang dikendalikan oleh analisis teks. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam suatu organisasi, salah satu faktor yang membedakan organisasi dari organisasi yang lain adalah budayanya. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor fundamental
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://www.b2p2vrp.litbang.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi dan informasi di era globalisasi semakin pesat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan informasi di era globalisasi semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan kebutuhan. Kebutuhan akan informasi
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 www.rokeu.depkes.go.id Tanggal Captured 29 09 2017 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga Cepat & Mudah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang sering berpergian dari satu kabupaten, provinsi bahkan negara ke suatu kabupaten, provinsi
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan signifikan. Cara baru tersebut dikenal sebagai pemasaran digital
1 BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang semakin pesat berkembang mendorong bagi pelaku pasar untuk dapat menyasar konsumen menggunakan teknologi yang telah berkembang. Hal ini
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://simp2p.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga Cepat & Mudah
Gambar 4.22 Layar Tambah Instruktur Admin
270 Gambar 4.22 Layar Tambah Instruktur Admin Layar ini merupakan layar Tambah Instruktur untuk admin yang telah melakukan login. Layar ini berisi formulir pengisisan data-data diri instruktur. Tombol
Analisis E-Government pada Kabupaten/Kota di Indonesia
Analisis E-Government pada Kabupaten/Kota di Indonesia (disadur dari skripsi : Rachmat Tauffan Mulus, Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma, 2009) Pengertian E-Government The World bank Group
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://www.pusat3.litbang.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://penanggulangankrisis.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga
SPESIFIKASI KEGUNAAN (USABILITY) Chalifa Chazar Modul :
SPESIFIKASI KEGUNAAN (USABILITY) Chalifa Chazar Email: [email protected] Modul : http://edu.script.id Spesifikasi Kegunaan Desain sistem dengan pendekatan IMK adalah menghadapi masalah untuk membuat
PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PORTAL DAN SITUS WEB BADAN PEMERINTAH
PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PORTAL DAN SITUS WEB BADAN PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama perkembangan internet. Dengan adanya internet dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang pesat terutama perkembangan internet. Dengan adanya internet dapat memudahkan penyebaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rumah sakit merupakan suatu institusi yang memberikan layanan kepada masyarakat diantaranya pelayanan medis, penunjang medis, pelayanan dan asuhan keperawatan,
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://bppsdmk.kemkes.go.id/web/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pekerjaan merupakan kebutuhan berbagai kalangan. Fresh graduate hingga yang sudah bekerja berlomba-lomba mencari pekerjaan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 www.puskeshaji.depkes.go.id Tanggal Captured 09 10 2017 Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas sehingga Cepat &
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Situs pada Aplikasi Katalog Wisata Kuliner Berbasis Web dibuat dengan menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk mempermudah penggunakan dalam
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT KEMKES 2017 http://www.litbang.kemkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 2017 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan
BAB I PENDAHULUAN. berkembang di dunia, saat ini telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hampir semua negara modern, baik negara maju maupun negara berkembang di dunia, saat ini telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor dalam
PERATURAN BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PENDAYAGUNAAN WEBSITE DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
PERATURAN BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PENDAYAGUNAAN WEBSITE DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS, Menimbang
PENDAHULUAN. dengan yang di sampaikan Cassidy (2005) bahwa perencanaan strategis SI dan TI
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kunci kesuksesan dari integrasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI dan TI) sangat ditentukan jika ada keselarasan antara Perencanaan Strategis Sistem Informasi
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN,
RANCANGAN BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI KABUPATEN SRAGEN NOMOR... TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM PEMERINTAHAN (E-GOVERNMENT) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam sebuah infrastruktur perguruan tinggi, kebutuhan akan informasi menuntut adanya suatu sistem yang bisa melayani dengan cepat dan mudah. Khususnya dalam hal ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi memberikan pengaruh yang begitu besar bagi kehidupan. Di era modern ini, manusia tidak terlepas dari teknologi informasi yang menggiring
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Penerapan teknologi informasi dilakukan di berbagai bidang untuk kenyamanan,
PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR GORONTALO, Menimbang :
2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. course pada perangkat mobile dengan teori usability. Untuk mencapai tujuan
7 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terkait Tujuan utama penelitian ini adalah merancang dan menguji antarmuka online course pada perangkat mobile dengan teori usability. Untuk mencapai tujuan
BUPATI POLEWALI MANDAR
BUPATI POLEWALI MANDAR PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM KERANGKA E-GOVERNMENT DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT DEPKES GIZI.
HASIL PENILAIAN E-ASPIRASI WEBSITE UNIT DEPKES GIZI http://gizi.depkes.go.id/ Tanggal Captured 25 09 17 Captured Halaman Beranda Kemudahan Pengunjung Mencari Informasi adalah Penting. Menentukan Prioritas
BAB 1 PENDAHULUAN. menjual berbagai jenis pakaian. Seiring dengan perkembangan fashion pakaian ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis penjualan pakaian sekarang ini memang semakin berkembang terutama di Indonesia, ini terbukti dengan semakin banyaknya muncul outlet dan distro yang menjual berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet dalam Bentuk Presentase Populasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini internet semakin umum digunakan di segala bidang kehidupan. Seperti terlihat dalam Gambar 1.1. penggunaan internet dari tahun ke tahun cenderung selalu
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Setiap orang baik dalam ruang lingkup yang relatif kecil maupun yang relatif besar selalu dihadapkan pada kondisi yang mengharuskannya untuk memilih atau mengambil
BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat, terutama dalam bidang komputer. Hampir dapat dipastikan semua kegiatan manusia melibatkan komputer, seperti sekolah,
