ASFSMEN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA"
|
|
|
- Liana Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 fipi
2 Proceeding Konferensi Ilmiah dan Seminar Nasional ASFSMEN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA" Surabaya, Desember 2012 Universitas Negeri Surabaya Created by: TIM Creatif HEPI Kampus UNESA Ketintang Surabaya Telp. (031) pes (031) hepiuk:[email protected]
3 Dmiah Nasional DA..N PEMBANGUNAN KARAKTER BAN GSA" Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Pusat Jakarta HEPI Unit Kegiatan Daerah (UKD) Surabaya Dr. Ekohariadi, M.Pd. Dr. Rusijono, M.Pd. Dr. Ismet Basuki, M.Pd. --ing _Tri Rijanto, M.Pd., MT.. DodikArwin Darmawan, SST., MT. i':2. Abdul Kholik, S.Pd., MT. ~.'1 Juanita Dyah Pratiwi, SE.
4 SUSUNAN PANITIA SEMINAR NASIONAL Penasehat Ketua Wakil Sekretaris Bendahara Kesekretariatan Persidanganra Perlengkapan Kondumsi Akomodasi : Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd. Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum Prof. Dr. Ismet Basuki, M.Pd. Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. Prof. Dr. Ekohariadi, M.Pd. : Dr. Wasis, M.Si. : Dr. Suparji, M.Pd. : Dr. Tri Rijanto, M.Pd., MT. : Junita Dyah Pratiwi, SE. : br. Nanik Estisdarsani, M.Pd. Dr. Kusaeri, M.Pd. Dr. Wahono Widodo, M.Si. Dra. Ratna Suhartini, M.S. Abdul Kholik, SPd., MT. DodikArwin Darrnawan, SST., MT. Sujono, ST. : Dr. Moch. Cholik, M.Pd. Roni, ST. : Dr. I Made Sri Undi Mahardika, M.Pd. Dra. Ee. Ratih Pujiastuti Joko Puj i, BA. : Dra. Lucia Tri Pangesthi, M.Pd. : Dr. Triyanto, ST., M.Pd. Dra. Sri Rochayati
5 DAFTARISI '.Susunan Penyunting Konferensi Ilmiah Nasional Susunan Panitia Konferensi Ilmiah Nasional. Daftar Isi L Paper Kelompok A 1. Pembentukan Karakter Berfikir Kritis Mahasiswa Melalui Implementasi Asesmen Alternative Pemecahan Masalah Sosial pada Mata Kuliah Pendidikan Konsumen (Sri Wening, FT UNY)... I 2. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Kepramukaan dalam Meningkatkan Pengembangan Diri Siswa (Ardhana Januar Mahardhani, Universitas Muhammadiyah Ponorogo)... I 0 3. Pengitegrasian Pendidikan Karakter ke dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosiak di Kelas Tinggi Sekolah Dasar (Iksan Maulana, Danang, Unesa) Pembentukan Sembilan Pilar Karakter Anak pada Siswa Kelas VII SMP Plus Al Mubarak Jember Melalui Pembelajaran Operasi Bilangan Bulat Bebasis Lesson Study (Dian Kumiati, FKIP UNEJ) Membangun Karakter Bangsa Melalui Kemampuan Musikal Anak (Hanna Sri Mudjilah, UNY) Induksi Karakter Cermat Dan Teliti Pada Siswa Melalui Ordered Multiple Choice (OMC) Sebagai AlternatifBentuk Tes Diagnosis Kesulitan Belajar (Sri Y amtinah, Budiyono, dan Djemari Mardapi, MIP A UNS) Metodologi Pendidikan Karakter dan Asesmennya (Harijanto, Unesa) Peer Assessment pada Pendidikan Karakter: Studi Empiris Pembelajaran Kolaboratif IPS Terpadu di Sekolah Menengah Pertama (Rochmiyati, Universitas Negeri Lampung) Membangun Karakter melalui Penilaian Diri Siswa pada Pembelajaran Matematika di SMP (Mansyur dan Hamda, FT UNM dan FMIP A UNM) Pengembangan Penilaian Diri Siswa (Student Self-Assessment) sebagai Model Penilaian dan Pengembangan Karakter (Mohammad Imam Parisi, UPBJJ Sby)... 68
6 II. Paper Kelompok B I. Pengembangan Instrumen Literasi Sains dengan Pendekatan Socio Scientific Issue untuk Mengukur Sikap Ilmiah Siswa (Muh. Sahlan Ridwan dan Ani Rusilowati, Fisika Unes) Analisis Butir Soal Tes Bahasa lnggris SMP dengan Program Quest (Pujiati Suyata dan Nur Hidayanto, UNY Yogyakarta) Pengembangan Instrumen Evaluasi Afektif Model Semantic Differential di SMA (Sri Rejeki, UNY Y ogyakarta) Delphi Technique sebagai Alat Pengukuran Kurikulum Pendidikan Kejuruan di Madrasah Aliyah (Dina Hermina, Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin) Kompetensi Guru: Studi Kasus Guru Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Surabaya Kompetensi Guru: Studi Kasus Guru Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Surabaya (Tri Rijanto, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya)... I Pengembangan Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Matematika SMA (Fauzan, STKIP HAMZANW ADI Selong Mataram) Pengembangan Tes Diagnostik Teknik Analitik untuk Mengidentifikasi Kesulitan Siswa SMA Kelas X dalam Menyelesaikan Masalah Fisika (Siti Maryamah Fajariyah dan Wasis, SMPI Mambaul Ulum Pamekasan dan FMIPA Unesa) Kualitas Tes Pilihan Ganda (Multiple-Choice) sebagai Upaya Membentuk Proses Berfikir Mahasiswa (Erny Budiastuti, FT UNY) III. Paper Kelompok C 1. Evaluasi Reflektif Kurikulum: Pendidikan Agama Islam SMP dalam Kehidupan Siswa di Kabupaten Jombang (Wiwin Mistiani & Badrun Kartowagiran, FT UNY) Model Evaluasi Berbasis Kaizen (Upaya Peningkatan Keprofesionalan Guru Melalui Kolegialitas) (Primardiana Hermilia W1Jayati, UNM) Model Evaluasi Internal Kompetensi Guru Bahasa lnggris (Suatu Model Evaluasi yang Bersifat Refleksi Diri Guru) (Sahr a in i, PPs UNY) Pengembangan Model Evaluasi Program Kerjasama SMK dan Dunia Usaha/Industri (DU/DI) (H. Rusyadi, FT UNM Makassar) Evaluasi Model pembelajaran karakter siswa di MINU Waru Sidoarjo Jawa Timur (Lilik Nofijantie, Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya) Pengembangan Instrumen Evaluasi Proses Kegiatan Belajar Bermuatan Karakter Bangsa (Monica Gultom, Uncen)
7 7_ Dampak PPL pada peningkatan Kemarnpuan Profesional Dasar Mahasiswa Calon Guru Pendidikan Teknik Bangunan (Suparji & NaoikEstidarsani, FT Unesa) Model Teoritik Evaluasi Kinerja Implementasi Kebijakan (Lilik Sabdaningtyas, Unila Larnpung) Evaluasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) (Sugito, PB PGRI) Pemetaan Mutu Pendidikan di SMA Kabupaten Cilacap dan Banyumas Berdasarkan Analisis Hasil Ujian Nasional (Amat Jaedun, UNY) r I -r E I J I Paper Kelompok D 1. Menilik Kualitas Penulisan Soal UN SD di daerah: Studi Sirnulasi Pengaruh Pencilan Item Parameter Tingkat Kesukaran Terhadap Estimasi Kemampuan Peserta (Rahmawati, Puspendik Balitbang Kemendikbud ) Penskalaan sebagai Sebuah Metode Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Karakter Bangsa (Farida Agus Setiawati, FIP UNY) Pengembangan Model Perakitan Tes Otomatis Berdasarkan Fungsi Informasi (Rumyati, Unila) Pengembangan Sistem Pengujian Hasil Belajar Berbantuan Komputer (Computerized Adaptive Testing) (Djemari Mardapi, Haryanto, Samsul Hadi, UNY) Membangun software Computer Based Test (CBT) untuk kegiatan diagnosis guna menumbuhkan kemandirian dan ketelitian anak (Mustangin dan Kusaeri, UNISMA Malang dan IAIN Surabaya) Urgensi Hasil Samping (Side Effect) Penelitian Pengembangan Model Asesmen Kinerja Tenaga Kerja Pada Industri Kecil dan Menengah Pemesinan {Triyanto, UNESA) Model Ujian Nasional Berbasis Audio untuk Siswa Tunanetra (Kulsum Nur Hayati, BPMRP) Model Teoritik Evaluasi KIK (Sumardi, UNS) Peningkatan Ketuntasan Belajar Statistik Dasar melalui Diskusi pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Suwarto, FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo) Pemetaan Kemampuan Peserta Tes dan Tingkat Kesukaran Butir Tes Menggunakan Item Respond Theory (Studi Kasus Mata Kuliah Pengantar Statistika Sosial FISIP-UT) (Agus Santoso, UT Jakarta)
8 E I I P1ifi!r IM '1 mpok ;:?~,~ :.:.epoen:ayaan Diri dan Adversity Quotient Terhadap ~ &lajar Matematika (T eguh Iman Santoso dan Barn bang ~~;.. Fak-ultas Psikologi VIN Jakarta) ~=-rgi-aran Keterampilan Berpikir Kritis melalui Pembelajaran ~~-ie Penemuan Terbimbing dalam Upaya Remediasi '.\fo;;.onsepsi Materi Listrik Dinamis (M. Anas Thohir, Sugimin W.W., Wasis, Pasca Unesa ITS Unesa) :. Pera.nan Lingkungan dan Kecerdasan Emosional pada Pembelajaran Fisika (Nonah Siti Aminah, MIPA UNS) Pengaruh Kualitas Mengajar Dasen terhadap Pembentukan Atmosfir Akademik dan Motivasi Belajar Mahasiswa International Class Program Jurusan Fisika FMIP A Universitas Negeri Makassar (Kaharuddin Arafah, FMIPA UNM) Pengukuran Potensi Konflik Kognitif dalam Pemahaman Mahasiswa tentang Limit Fungsi (Ruslan Asdar, NUM Makassar) Pengukuran Kompetensi Teknisi Otomotif pada Faktor Karburator (Moch. Cholik, UNESA) Metode Penilaian Kinerja Berbasis Tes Kemampuan Awai untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik dalam Menata Tari (Dinny Devi Triana, UNJ Jakarta) Sikap Siswa terhadap Matematika (Anggit Prabowo, Pascasarjana UNY) lmplementasi Pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas oleh Guru Guru SMP pada Mata Pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) di Kota Bandar Lampung Tahun 2012 (Edy Pumomo dan Ngadimun Hd., Unila Lampung) Penerapan Metode Penilaian Berbasis Portopolio Dalam Meningkatkan Ketuntasan Belajar Mata Kuliah Draping Pada Mahasiswa Prodi SI Tata Busana 20 I 0 Universitas Negeri Surabaya (Ratna Suhartini, UNESA)
9 Konferensi llmiah Nasional "jj.~e_srr1en dan Pembangunan Karakter Bangsa" HEP/ UNESA 2012 DAMPAK PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL DASAR MAHASISWA CALON GURU PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Suparji parji_ Nanik Estidarsani Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru teknik bangunan. Kemampuan profesional dasar ini dikelompokkan ke dalam delapan kemampuan yaitu kemampuan mekanika teknik, bahan bangunan, konstruksi kayu, konstruksi baja, konstruksi batu dan beton, survey dan pemetaan, plambing dan sanitasi, dan menggambar teknik. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil FT Unesa angkatan 2010 sejumlah 64 mahasiswa. Data diambil dengan menggunakan tes tulis yang mengukur kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru. Pengambilan data dilaksanakan sebelum mahasiswa melaksanakan PPL I dan sesudah PPL II. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan melihat kecenderungan hasil analisis. rata-rata skor kemampuan mahasiswa sebelum PPL adalah 39,84 dan sesudah PPL 43,48 dengan koefisien korelasi sebesar 0,268. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa korelasi antara skor mahasiswa sebelum dan sesudah PPL sangat kecil. Hal ini juga ditunjukkan dari peningkatan skor sebelum dan sesudah PPL yang sangat kecil yaitu 3,64, sehingga dapat disimpulkan bahwa PPL hanya memberikan kontribusi yang sangat sedikit bagi kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru. Kata kunci: kemampuan profesional dasar, mahasiswa ca/on guru, pendidikan teknik bangunan A. Latar Belakang Mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sejak Tahun 1997/1998 dipisah menjadi dua mata kuliah yaitu PPL I dan PPL II dengan masing-masing dua sks. Deskripsi dari Mata kuliah PPL I adalah memberikan bekal peagetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lewat pemahaman terhadap landasan filosofis dan konsepkonsep teoretik PPL. Penerapannya dilaksanakan dalam kegiatan ajar simulasi dan microteaching sesuai dengan jurusan atau program studi masing-masing. Deskripsi PPL II meliputi pembekalan pengetabuan dan keterampilan kepada para mahasiswa untuk mendapatkan berbagai pengalaman di lapangan atau di sekolah mitra. Penerapan 187 melalui kegiatan observasi, orientasi, dan peran serta aktif dalam proses belajar mengajar di sekolah mitra/sekolah latihan dan kegiatan kependidikan lainnya di lembaga terkait (Pedoman Unesa, 2010). Hal ini diarahkan dalam rangka pembentukan profesionalisme sesuai dengan jurusan atau program studi masing-masing. Dalam pelaksanaan PPL II walaupun belum ada laporan tertulis, namun dalam kenyataannya masih banyak kendala yang muncul khususnya kemampuan mahasiswa dalam bi dang studi/kemampuan profesional.dari kenyataan itu dan berdasarkan penelitian Suparji (2003:10) ditemukan bahwa hanya 66,67% materi perkuliahan yang sesuai dengan materi yang ada di SMK sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan profesional mahasiswa calon
10 Konferensi /lmiah Nasional "Asesmen dan Pembangunan Karakter Bangsa" HEP/ UNESA 2012 i I guru khususnya Prodi Pendidikan Teknik Bangunan masih perlu ditingkatkan. Belum ada penelitian yang mengungkap tentang kemampuan profesional mahasiswa calon guru sebelum PPL oleh karena itu perlu diteliti untuk dapat terungkapnya kemampuan tersebut. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) baik I maupun II diharapkan dapat memberikan bekal tambahan pengetahuan baik kemampuan pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian. Belum pernah didapatkan data tentang perkembangan pengetahuan mahasiswa calon guru sebelum melaksanakan PPL dan sesudah melaksanakan PPL. Jika didapatkan data ini maka banyak manfaat yang dapat diambil dalam rangka peningkatan kemampuan mahasiswa calon guru. Rumusan masalah yang diharapkan dapat dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah dampak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada peningkatan kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru pendidikan teknik bangunan? Kemampuan profesional dasar yang dimaksud dalam rumusan masalah tersebut meliputi kemampuan profesional dasar bidang studi teknik bangunan yang terbagi dalam tujuh kemampuan keahlian yaitu bahan bangunan, konstruksi kayu, konstruksi baja, konstruksi batu dan beton, survei dan pemetaan, plambing dan sanitasi, dan menggambar teknik. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum dan sesudah mahasiswa melaksankan PPL dan mencoba mencari hubungan antara kemampuan dasar profesional mahasiswa calon guru sebelum dan sesudah PPL. Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa dan dosen, umumnya pagi Jurusan Teknik Bangunan tentang kemampuan dasar profesional yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru. B. Kajian Pustaka Dalam proses belajar-mengajar terdapat dua unsur penting yaitu guru dan siswa. Guru merupakan jabatan profesional sehingga dalam melaksanakan tugasnya harus mempunyai performance dasar dan kemampuan (kemampuan). Kemampuan yang harus dimiliki seorang guru dapat diuraikan lebih rind lagi tetapi terlebih <lulu harus diketahui peranan dan tugas guru. Menurut Slavin (1984:156), tugas guru adalah berpusat pada mendidik dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang, memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman be la jar yang memadai, membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap dan nilai-nilai. Kemampuan dalam pembelajaran menurut Peter (1979:8) memerlukan prestasi, keterampilan, dan pengetahuan tentang konseptualisasi yang tinggi. Kemampuan selalu diartikan sebagai alat untuk memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Seseorang yang bekerja di bidang pembelajaran yaitu guru harus mempunyai keterampilan, kemampuan, dan konsep yang tinggi tentang bidang pembelajaran tersebut. Menurut Rusmin (2003: 1) kemampuan guru adalah kemampuan atau kesanggupan guru dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan ini lebih menekankan kemampuan guru dalam pembelajaran, bukan apa yang harus dipelajari siswa (learning what to be learn), tetapi bagaimana anak dapat belajar (learning how to learn). Performance dasar yang harus dimiliki guru menurut Interstate New Theacher Assesment and Support Consorsium (INST ASC, 1992:4) adalah mempunyai perhatian penuh kepada siswa dan cara belajarnya, tnengetahui subjek siswa dan keragamannya, dapat bertanggungjawab mengelola kelas dan memantau belajarnya, dapat berpikir secara sistematis untuk belajar dan berlatih dari pengalaman dan dapat berperan sebagai bagian dari komunitas siswa. Menurut rumusan proyek pengembangan LPTK (Wijono, 1989 :293) sepuluh kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah menguasai landasanlandasan pendidikan, menguasai bahan pelajaran, mengelola proses belajar- 188
11 Konferensi llmiah Nasional "Asesmen dan Pembangunan Karakter Bangsa" HEP! UNESA 2012 mengajar, mampu mengelola kelas, mampu mengelola interaksi belajar-mengajar, mampu mengelola media dan sumber belajar, mampu mengelola basil belajar, mengenal fungsi, dan program bimbingan penyuluhan, memahami prinsip hasil penelitian, dan mengenal serta menyelenggarakan administrasi sekolah. Menurut Conny Semiawan (200 l :25-27) kemampuan yang harus dimiliki guru adalah menguasai subject matter terkait (yang mutakhir), membelajarkan secara kreatif dan kritis, merefleksikan pembelajaran, merancang dan mengimplementasikan, sikap positip dan wawasan yang luas tentang pendidikan, menggunakan alat dan prosedur mutakhir, berkomunikasi, menerima pikiran dan perasaan orang lain dalam bahasa yang baik rum benar, mengabstaksikan, dan berwawasan ke depan. Kualifikasi guru, menurut Moh. Amin -:{19115:50-84) disyaratkan dengan lima - yaitu kualifikasi kepribadian, akademik, kemampuan teknik ~'ii:mllmliaran. kemampuan sosial kemasyarakatan, dan kualifikasi kultural. Menurut Sukamto (2005:6-7), guru pratama harus mempunyai kemampuan untuk mampu mendemontrasikan keterampilan mengajar secara terbatas, memanfaatkan bahan sumber dan media pembelajaran yang tersedia di sekolah, dan masih memerlukan bimbingan guru senior. Kemampuan ini meliputi kemampuan bidang studi yang terdiri dari penguasaan bidang studinya dan pengetahuan serta penguasaan kurikulum sesuai dengan jenjang dan satuan pendidikannya dan kemampuan keguruan dalam arti luas yang terdiri dari penguasaan metodologi, teknik, dan strategi pembelajaran, pemahaman tentang karakteristik anak didik, kemampuan mengevaluasi, kemarnpuan berkomunikasi, dan kesadaran serta komitmen pengembangan diri sebagai insan profesional. Dasar hukum dalarn rangka mengukur kemampuan mahasiswa calon guru ini adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan khususnya Bab VI tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Bagian kesatu tentang Pendidik, pasal 28 ( 1) dijelaskan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kemampuan sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemarnpuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kemampuan akademik dibuktikan dengan ijazah atau sertipikat keahlian sedangkan komptensi agen pembelajaran meliputi komptensi pedagogik, kemampuan kepribadian, kemampuan profesional dan komptensi sosial. Mahasiswa sebagai calon guru pemula, sesuai dengan standar kemarnpuan guru pemula yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti (2004:13) harus mempunyai empat bidang kemarnpuan meliputi penguasaan bidang studi, pemahaman tentang peserta didik, penguasaan pembelajaran yang mendidik dan pengembangan kepribadian dan keprofesionalan. Dalam membekali pengetahuan mahasiswa calon guru khususnya kemampuan profesional maka harus ada- kesesuaian antara materi yang ada di perkuliahan dan materi yang ada di SMK. Berdasarkan basil penelian Suparji (2003:10) didapatkan hasil bahwa hanya ada 66,67% materi yang sesuai. Oleh karena itu diharapkan saat mahasiswa melaksanakan PPL I dan II mahasiswa dapat belajar lebih mendalam tentang materi yang akan diberikan ke siswa. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) I dalam Buku Pendoman Unesa (2010) dijelaskan bahwa deskripsi mata kuliah PPL I tadi adalah meliputi peer teaching dan micro teaching. Kegiatan peer teaching adalah kegiatan yang dimulai dari penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada pelaksanaan penilaiannya dengan peserta didiknya adalah teman sendiri. Dilaksanakan di ruang kuliah/ruang kelas. Sedangkan kegiatan micro teachingdimulai dari penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada pelaksanaan penilaiannya dengan peserta didiknya adalah siswa SMK sesunggubnya, sedang tempat pelaksanaannya ada di ruang studio. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II atau real teachingdilaksanakan di sekolah mitra atau sekolah latihan selarna dua bulan dengan semua kegiatan sesuai dengan kegiatan sebagai guru SMK. 189
12 Konferensi llmiah Nasional "Asesmen dan Pembangunan Karakter Bangsa" HEP/ UNESA 2012 C. Metodologi Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil FT Unesa angkatan 2010 sejumlah 64 mahasiswadata diambildenganmenggunakantestulis yang mengukurkemampuanprofesionaldasarmahas iswacalon guru.pengarnbilan data dilaksanakan sebelum mahasiswa melaksanakan PPL I dan sesudah PPL II.Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan melihat kecenderungan basil analisis. D. Hasil dan pembahasan mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 39,84 dan sesudah PPL 43,48.Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 3,68. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil sehingga dapat diartikan bahwa selama PPL kemarnpuan profesional dasar mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,268. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum clan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. Rata-rata kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru tersebut di atas, di bagi menjadi delapan kemampuan dasar. Kedelapan kemampuan tersebut dijelaskan seperti berikut ini. 1. Mekanika Teknik khususnya mekanika teknik mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 41,25 dan sesudah PPL 45,00. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya mekanika teknik mahasiswa calon 190 guru sebelum clan seduah PPL adalah 3,75. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar khususnya mekanika teknik mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar khususnya mekanika teknik mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,268. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kernampuan mekanika teknik sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 2. Bahan Bangunan khususnya bahan bangunan mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 40,63 dan sesudah PPL 39,38. Dari ini dapat dilihat bahwa ada penurunan skor kemampuan profesional dasar khususnya bahan bangunan mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah - 1,25. Angka ini menunjukkan penurunan. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik bahkan ada penurunan. profesional dasar khususnya bahan bangunan mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,071. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 3. Konstruksi Kayu khususnya konstruksi kayu mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 40, 1 dan sesudah PPL 41,93. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya konstruksi kayu mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 1,83.
13 Konferensi /lmiah Nasional "Asesmen dan Pembangunan Karakter Bangsa~ HEP/ UNESA 2012 Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar khususnya konstruksi kayu mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar khususnya konstruksi kayu mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,362. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa g ' PPL kemampuan profesioml..._. khususnya konstruksi batu dan Ida mahasiswa calon guru tidak: DC glbl dengan baik. Korelasi antara skor km w profesional dasar mahasiswa ca1oo gmil sebelum dan sedudah PPL adalah sdjtm 0,023. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudall PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 4. Konstruksi Baja khususnya konstruksi baja mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 31,92 dan sesudah PPL 34,38. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya konstruksi baja mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 2,46. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar khususnya konstruksi baja mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar khususnya konstruksi baja mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,16. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 5. Konstruksi Batu dan Beton khususnya konstruksi batu dan beton mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 33,52 dan sesudah PPL 37,22. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya konstruksi batu dan beton mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 3,70. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil Survey dan Pemetaan khususnya survey dan pemetaan mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 44,53 dan sesudah PPL 50,78. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya survey dan pemetaan mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 36,25. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar khususnya survey dan pemetaanmahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar hususnya survey dan pemetaan mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,209. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 7. Plambing dan Sanitasi khususnya plambing dan sanitasi mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 40,85 dan sesudah PPL 44,64. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya plambing dan sanitasi mahasiswa calon guru sebelum dan seduah
14 PPL adalah 3, 79. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam ha! ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar mahasiswa khususnya plambing dan sanitasi calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,245. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. 8. Meoggambar Teknik khususnya menggambar teknik mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 48,88 dan sesudah PPL 55,8. Dari ini dapat dilihat bahwa kenaikan skor kemampuan profesional dasar khususnya menggambar teknik mahasiswa calon guru sebelum dan seduah PPL adalah 4,80. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa selama PPL kemampuan profesional dasar khususnya menggambar teknik mahasiswa calon guru tidak meningkat dengan baik. profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum dan sedudah PPL adalah sebesar 0,204. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemampuan sebelum dan sesudah PPL sangatlah kecil. Dengan demik:ian dapat diartikan bahwa kemampuan awal sebelum PPL tidak terlalu berhubungan dengan kemampuan mahasiswa setelah melaksanakan PPL. E. Penutup Hasil penelitian di atas menunjukkan ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, berkaitan dengan kemampuan profesional dasar mahasiswa calon adalah bahwa skor rerata kemampuan profesional dasar mahasiswa calon guru sebelum PPL adalah 39,84 dan sesudah PPL adalah 43, 48, skor kenaikannya sebesar 3,68 yang dapat Konferensi llmiah Nasional "Asesmen dan Pembangunan Karakter Bangsa" HEP/ UNESA dia.'1ikan bahwa keanikan tersebut sangatlah kecil, dan korelasi antara skor sebelum dan sesudah PPL sebesar 0,268. DAFT AR PUST AKA Conny Semiawan. (200 l ). Pendidikan guru di masa yang akan datang. Y ogyakarta, Makalah, Seminar Nasional Reformasi Pendidikan Maret Depdiknas, Dirjen Dikti. (2004). Standar kompetensi guru pemula pendidikan guru sekolah menengah kejuruan. Jakarta:Depdiknas. INSTASC. (1992). Model standard for beginning teacher licensing and development: A resource for state dialogue. Diambil tanggal 14 Agustus 2003, dari education /nclicensire/instasc.htm/ Moh. Amin. (1995). Standard kualifikasi professional guru SD. Laporan Penelitian Dirjen Dikdasmen. Tidak dipublikasikan. Peraturan Pemerintah. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19, Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, Peter, L.J. (1979). Competencies for teaching: Teacher education. Belmont, CA:Wadsworth Publishing Co. inc. Rusmin. (2003). Kompetensi guru menyongsong kurikulum berbasis kompetensi. Diambil tanggal 14 Agustus 1003, dari /22/opini/opinil.htm. Slavin, R. E. (1984). Educational psychology theory and practice (5'h ed.). Boston:Allyn and Bacon. Sukamto. (2005). Penerapan sistem evaluasi berbasis akuntabilitas: Issue dan permasalahanya Maka/ah seminar nasional. Hasil penelitian tentang evaluasi hasil be/ajar serta pengelolaanya, diselengarakan oleh PPS UNY, Balitbang Depdiknas, Direktorat P2TK & KPT dan HEPI. Suparji. (2003). Mengajar Praktik dan Teori bagi Mahasiswa Program PPL II serta Permasalahannya di Sekolah Latihan. Laporan Penelitian, Lemlit Unesa Wijono. (1989). Administrasi dan supervisi pendidikan. Jakarta: Depdikbud.
ASESMEN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
Proceeding Konferensi Ilmiah dan Seminar Nasional ASESMEN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA Surabaya, 14 15 Desember 2012 Universitas Negeri Surabaya Created by: TIM Creatif HEPI Kampus UNESA Ketintang Surabaya
BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wonomulyo, dapat ditarik kesimpulan: 1. Karakteristik perangkat pembelajaran: - Karakteristik RPP
Model Evaluasi Internal Kompetensi Guru Bahasa Inggris (Model_EIKGBI) SMA. Pengembangan Model Assessment as Learning Pembelajaran Akuntansi di SMK
Volume 19, Nomor 2, Desember 2015 ISSN 1410-4725 (Cetak) ISSN 2338-6061 (Online) Akreditasi No. 040/P/2014 Enny Wijayanti, Mundilarto Sahraini, Suwarsih Madya Samsul Hadi, K. Ima Ismara, Effendie Tanumihardja
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN MENGELOLA ASESMEN PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA CALON GURU KIMIA
SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA V Kontribusi Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Pembangunan Bangsa yang Berkarakter Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP UNS Surakarta, 6 April 2013
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Penerapan Pendekatan Kontekstual Melalui Model Problem Based Intruction (PBI) Untuk Meningkatkan Mutu Perkuliahan Dasar-Dasar Pendidikan MIPA Pada Mahasiswa
Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010
APRESIASI GURU IPA SMP SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY Wisanti dan Achmad Lutfi FMIPA UNESA Email: [email protected] ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru seperti yang
KURIKULUM PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS (S2) BERBASIS KKNI 2014
KURIKULUM PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS (S2) BERBASIS KKNI 2014 1. PENDAHULUAN Dihadapkan pada permasalahan pendidikan dan tuntutan pendidikan masa depan, serta dalam rangka pemenuhan kebijakan pendidikan
Umi Masitah Pendidikan Ekonom, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DALAM MATERI MEMPROSES ENTRY JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK TAMANSISWA BANJARNEGARA Umi Masitah Pendidikan
KESESUAIAN ASESMEN BUATAN GURU DENGAN SILABUS KURIKULUM Suitability of Assessment made by Teacher with the Syllabus Kurikulum 2013
15-130 KESESUAIAN ASESMEN BUATAN GURU DENGAN SILABUS KURIKULUM 2013 Suitability of Assessment made by Teacher with the Syllabus Kurikulum 2013 Nofika Kartika Dewi, Johanes Djoko Budiono, dan Muji Sri Prastiwi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara berkembang yang terus mengembangkan berbagai kegiatan atau program untuk mensejahterakan bangsanya, salah satunya disektor pendidikan.
(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: pembelajaran ekonomi, penilaian berbasis kompetensi.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 1 Nomor 2, Mei 2005 SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Barkah Lestari (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
D036 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI LESSON STUDY. Ahmadi 1 1,2,3
D036 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI LESSON STUDY Ahmadi 1 1,2,3 SMP Negeri Model Terpadu Bojonegoro Email: ABSTRAK Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh peserta didik (in put), pendidik, sarana dan prasarana,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu sistem atau model pendidikan sangat dipengaruhi oleh komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yang antara lain dipengaruhi oleh peserta didik
I. PENDAHULUAN. mudah dihadirkan di ruang kelas. Dalam konteks pendidikan di sekolah,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laboratorium IPA merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian uji coba, penelitian, dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu
KESULITAN MAHASISWA PPG PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNSYIAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN DI BANDA ACEH
288 Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. Vol. 2 No.3 Juli 2017, 288-294 KESULITAN MAHASISWA PPG PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNSYIAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN DI BANDA ACEH Rahmat
ANALYSIS OF STUDENTS READINESS IN FACING NATIONAL EXAMINATION 2014 AFTER ADDITIONAL LEARNING GIVEN AT SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH BANYUWANGI
ANALYSIS OF STUDENTS READINESS IN FACING NATIONAL EXAMINATION 2014 AFTER ADDITIONAL LEARNING GIVEN AT SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH BANYUWANGI Sunyoto Edy Santoso 1* SMAN Darussholah Singojuruh, Banyuwangi,
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 SEMARANG Disusun Oleh : Nama : Febrina Nurmalasari NIM : 2302409077 Program studi : Pendidikan Bahasa Jepang FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI
Website:
Volume 20, Nomor 2, Desember 2016 p-issn 1410-4725 (Cetak) e-issn 2338-6061 (Online) Akreditasi No. 040/P/2014 Badrun Kartowagira, Model Asesmen Autentik untuk Menilai Hasil Belajar Siswa Amat Jaedun Sekolah
BAB 1 PENDAHULUAN. yang dilakukan secara terstruktur dan dalam jangka waktu tertentu. Pendidikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan menurut Usman (2005. h, 31) merupakan proses pembelajaran yang dilakukan secara terstruktur dan dalam jangka waktu tertentu. Pendidikan adalah salah
KOMPETENSI PENDIDIK DALAM BIDANG PENILAIAN
Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Tahun 2014 KOMPETENSI PENDIDIK DALAM BIDANG PENILAIAN Oleh Dr. Suprananto, M.Ed. (Kepala Bidang Penilaian Akademik Puspendik Balitbang Kemdikbud) Disampaikan pada Seminar
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PENDIDIKAN PROFESI GURU SM3T FKIP UNS TAHUN 2017 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan
ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Sejarah OLEH:
Artikel Skripsi METODE DISKUSI SERAP-OPINI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA (KD1-3) DALAM MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 3 JOMBANG
PROSIDING ISBN :
P-50 IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA KELAS X PADA EVALUASI MATERI SIFAT-SIFAT BILANGAN BERPANGKAT DENGAN PANGKAT BILANGAN BULAT DI SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA Kholida Agustin 1 dan Yulia Linguistika 2 1,2
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 MAGELANG. Disusun Oleh: Nama : Khozinatul Umuroh NIM : Prodi : Pendidikan matematika
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 MAGELANG Disusun Oleh: Nama : Khozinatul Umuroh NIM : 4101409138 Prodi : Pendidikan matematika JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
SEMINAR NASIONAL FISIKA DAN PEMBELAJARANNYA 2015
Survey Proses Pembelajaran dan Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran serta Tingkat Keterampilan Proses Sains Guna Membangun Generasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) WAHYU LAILATUL AZIZAH Jurusan
Evaluasi Program Pembelajaran IPA SMP Menggunakan Model Countenance Stake
Volume 19, Nomor 1, Juni 2015 ISSN 1410-4725 (Cetak) ISSN 2338-6061 (Online) Akreditasi No. 040/P/2014 Akif Khilmiyah, Sumarno, Darmiyati Zuchdi Anak Agung Purwa Antara, Bastari Astin Lukum Djemari Mardapi,
DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGGABUNGAN LS DAN PTK OLEH MAHASISWA PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI JALUR PENDIDIKAN
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGGABUNGAN LS DAN PTK OLEH MAHASISWA PROGRAM SERTIFIKASI
BAB I PENDAHUUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHUUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Terdapat tujuh kategori ranah pengetahuan yang penting dikuasai oleh guru agar
Profesionalisme Guru/ Dosen Sains KEMAMPUAN GURU IPA DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 PECANGAAN JEPARA TAHUN AJARAN 2014/2015
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS Pengembangan Model dan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Magister Pendidikan Sains dan Doktor Pendidikan IPA FKIP UNS Surakarta,
TEACHING AND LEARNING PROGRAM
Kampus Ketintang Surabaya - 60231 web site: www.fmipa.unesa.ac.id No. Nomor Revisi : Tanggal Terbit : Disusun oleh : Disetujui oleh : Nama Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes. Nama Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Jabatan
KONTRIBUSI METODOLOGI DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PPL PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN 2013
Kontribusi Metodologi Pembelajaran... (Stephanus Chandra) 1 KONTRIBUSI METODOLOGI DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PPL PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN 2013 CONTRIBUTIONS
Analisis Kesulitan Matematika Siswa SMP Negeri Di Pacitan Pada Ujian Nasional Tahun 2009/2010
Analisis Kesulitan Matematika Siswa SMP Negeri Di Pacitan Pada Ujian Nasional Tahun 2009/2010 P 32 Oleh : Nely Indra Meifiani Jurusan Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat modern yang menuntut spesialisasi dalam masyarakat yang. semakin kompleks. Masalah profesi kependidikan sampai sekarang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesionalisme berkembang sesuai dengan kemajuan masyarakat modern yang menuntut spesialisasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Masalah profesi kependidikan
Prosiding Seminar Nasional Prodi Teknik Busana PTBB FT UNY Tahun 2005 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL Widihastuti Dosen Program Studi Teknik Busana Fakultas Teknik UNY [email protected]; [email protected] ABSTRAK
Penerapan Integrasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) dan Inkuiri Terbimbing Berbasis Lesson Study
Penerapan Integrasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) dan Inkuiri Terbimbing Berbasis Lesson Study Indah Panca Pujiastuti Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Sulawesi Barat e-mail:
LEMMA VOL I NO. 1, NOV 2014
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM MATEMATIKA SD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UMMY SOLOK Rita Oktavinora
PERANGKAT PEMBELAJARAN MK DASAR-DASAR DAN PERANCANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PERANGKAT PEMBELAJARAN MK DASAR-DASAR DAN PERANCANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS 3. SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Dosen Pengampu Dr. Ngadimun Hd., M.Pd. FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
ARTIKEL SKRIPSI. Disusun Oleh ISTIYOWATI NPM P
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan wahana yang sangat strategis dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan wahana yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor determinan pembangunan. Pendidikan adalah
CURRICULUM VITAE. : Dr. Nurlaksana Eko Rusminto, M.Pd. N I P : Tempat dan Tgl. lahir : Probolinggo, 6 Januari 1964
CURRICULUM VITAE Nama lengkap : Dr. Nurlaksana Eko Rusminto, M.Pd. N I P : 196401061988031001 Tempat dan Tgl. lahir : Probolinggo, 6 Januari 1964 Jenis kelamin : Laki-laki Pangkat/Gol. Ruang : Pembina
Analisis Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Fisika Pada Peer Teaching Berdasarkan Kurikulum 2013 Pada Perkuliahan PPL
ISSN 28 240 Analisis Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Fisika Pada Peer Teaching Berdasarkan Kurikulum 20 Pada Perkuliahan PPL Nurasyah Dewi Napitupulu email: [email protected] Program Studi Pendidikan Fisika,
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/81/KPTS/013/2006 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/81/KPTS/013/2006 TENTANG PANITIA PENYELENGGARA UJIAN NASIONAL PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2005/2006 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang :
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG Disusun oleh : Nama : Mega Eriska R.P. NIM : 4101409069 Prodi : Pendidikan Matematika, S1 FAKULTAS MATEMTAIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
ANALISIS BUTIR ULANGAN HARIAN BIOLOGI KELAS XI IPA 3 SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MENGGUNAKAN KORELASI POINT BISERIAL
ANALISIS BUTIR ULANGAN HARIAN BIOLOGI KELAS XI IPA 3 SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MENGGUNAKAN KORELASI POINT BISERIAL Risya Pramana Situmorang 1, Andriyani Dea 2, Susanti Pudjihastuti 3, Lenni Oktarina
PENERAPAN PRAKTEK PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS BETTER TEACHING LEARNING
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 29 Nomor 2 tahun 2012 PENERAPAN PRAKTEK PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS BETTER TEACHING LEARNING (BTL) PADA MATA KULIAH MICROTEACHING UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL
SEMINAR INTERNASIONAL
DILEMA PENINGKATAN KOMPETENSI MELALUI SERTIFIKASI GURU Oleh: Endang Mulyatiningsih* ABSTRACT Artikel ini bertujuan untuk menelaah kembali kebijakan sertifikasi guru yang sedang hangat diperbincangkan.
Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior
Jurnal Riset Pendidikan ISSN: 2460-1470 Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior STKIP Al Hikmah Surabaya e-mail: [email protected] Abstrak Guru
KOOPERATIF JIGSAW DAN PEER TEACHING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU
KOOPERATIF JIGSAW DAN PEER TEACHING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU Sri Waluyanti (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY) ABSTRAK Penelitian bertujuan menemukan model pembelajaran
CURRICULUM VITAE KONFERENSI/SEMINAR/LOKAKARYA/SIMPOSIUM. Tahun Judul Kegiatan Penyelenggara
CURRICULUM VITAE Nama : Dra. Rr. LIS PERMANA SARI, M.Si. NIP : 19681020 199303 2 002 Golongan : Penata Tk. I / IIId Jabatan Akademik : Lektor Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Yogyakarta Alamat : Kampus
BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan. Pada dasarnya proses pendidikan dilakukan untuk mengajarkan dua keterampilan, yaitu
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Oleh: Muslim Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan
HASIL PENELITIAN PAYUNG TAHUN ANGGARAN 2012 EVALUASI KESIAPAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI MENJADI GURU PROFESIONAL
HASIL PENELITIAN PAYUNG TAHUN ANGGARAN 2012 EVALUASI KESIAPAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI MENJADI GURU PROFESIONAL DR. MUKMINAN SUPARMINI, M.Si MUHAMMAD NURSA BAN, M.PD LUSIANA INDRININGTIASTUTI
KUALITAS TES PILIHAN GANDA (MULTIPLE-CHOICE) SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PROSES BERFIKIR MAHASISWA
KUALITAS TES PILIHAN GANDA (MULTIPLE-CHOICE) SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PROSES BERFIKIR MAHASISWA Emy Budiastuti Jurusan PTBB FT UNY emy.budiastuti @yahoo.com Abstrak Tes merupakan alat untuk mengetahui hasil
LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs
LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs Nurul Arfinanti ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini
ARTIKEL Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd. ) Pada Program Studi Pendidikan Biologi OLEH:
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI, ARGUMENTASI ILMIAH, DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X-IMA MAN PRAMBON NGANJUK MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS LOCAL MATERIAL MELALUI LESSON STUDY
JURNAL. Profil Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Matematika UN PGRI Kediri
JURNAL Profil Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Matematika UN PGRI Kediri The Profil of pedagogic s competence for students prospective s math teacher UN PGRI Kediri Oleh: ILFA AFIDATUL CHOIR 12.1.01.05.0067
WORKSHOP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT WORKSHOP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DISUSUN OLEH: DR. FLORENTINA MARIA TITIN SUPRIYANTI. JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA FPMIPA
KOOPERATIF JIGSAW DAN PEER TEACHING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU
KOOPERATIF JIGSAW DAN PEER TEACHING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU Sri Waluyanti (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY) ABSTRAK Penelitian bertujuan menemukan model pembelajaran
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 LANGSA SKRIPSI
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 LANGSA SKRIPSI Diajukan Oleh MEYRIS MANILA NIM : 1032010144 FAKULTAS
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6
ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1, No. 2, Mei - Agustus 2015 STKIP PGRI Banjarmasin UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN
I. PENDAHULUAN. ekonomi di negara ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Salah satu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang sangat banyak jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. Walaupun potensi sumber
PENYUSUNAN MODUL EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT PORTOFOLIO
ISSN: 2477-2771 Jurnal Candrasangkala E-ISSN: 2477-8214 Vol 3 No.1 Tahun 2017 PENYUSUNAN MODUL EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT PORTOFOLIO Eva Dina Chairunisa, M.Pd [email protected]
Artikel: MODEL EVALUASI KINERJA GURU PASCA SERTIFIKASI. Oleh: Badrun Kartowagiran
Artikel: MODEL EVALUASI KINERJA GURU PASCA SERTIFIKASI Oleh: Badrun Kartowagiran PASCASARJANA UNY ====================== 2013 MODEL EVALUASI KINERJA GURU PASCA SERTIFIKASI ABSTRAK Oleh: Badrun Kartowagiran,
SELF EFFICACY AWAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPA FMIPA UNY UNTUK MENJADI CALON GURU IPA SMP
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 SELF EFFICACY AWAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPA FMIPA UNY UNTUK MENJADI CALON
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 11 MAGELANG KOTA MAGELANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 11 MAGELANG KOTA MAGELANG Disusun oleh Nama : Titah Karminasari NIM : 3101409101 Prodi : Pendidikan Sejarah FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan Indonesia masih menunjukan kualitas sistem dan mutu
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan Indonesia masih menunjukan kualitas sistem dan mutu pendidikan yang rendah. Hal ini bisa dilihat dari data publikasi terbaru Pearson Education
KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN BIOLOGI DALAM PEMBUATAN SOAL HOT (HIGHER ORDER THINKING) DI SMA NEGERI 1 WONOSARI KLATEN
KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN BIOLOGI DALAM PEMBUATAN SOAL HOT (HIGHER ORDER THINKING) DI SMA NEGERI 1 WONOSARI KLATEN NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 6 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 6 SEMARANG Disusun oleh : Nama : Yermia Yuda Prayitno NIM : 4201409025 Program studi : Pendidikan Fisika FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
PENGARUH LESSON STUDY DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI DAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH KOTA KEDIRI PADA MATERI POKOK
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA oleh Ida Zulaeha dan Deby Luriawati Fakultas Bahasa dan Seni UNNES ABSTRAK Micro teaching
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 1 BOJA. Disusun oleh: Nama : Ratna Rakhmawati NIM : Program Studi : Pendidikan Fisika
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 1 BOJA Disusun oleh: Nama : Ratna Rakhmawati NIM : 4201409020 Program Studi : Pendidikan Fisika FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU FISIKA
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU FISIKA Rif ati Dina Handayani 1), Agung Ryskiadi 2), Ali Machrus 2), dan Rifan Acik 2) 1 ) Pendidikan Fisika FKIP Universitas
KATA PENGANTAR. Medan, Agustus 2016 Tim Penyusun PANDUAN MICROTEACHING FE UNIMED
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan karunia dan nikmat-nya sehingga Buku Pedoman Panduan Pengajaran Mikro ini dapat tersusun dan terselesaikan.
PENERAPAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN MATRIK SKRIPSI
Artikel Skripsi PENERAPAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN MATRIK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
SKRIPSI OLEH: ROFININGRUM FATIMAH NPM:
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI BILANGAN BULAT MATEMATIKA KELAS VII SMP NEGERI 1 PAPAR KEDIRI
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Lokasi MAN YOGYAKARTA IIII TAHUN 2015
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Lokasi MAN YOGYAKARTA IIII TAHUN 2015 Disusun sebagai Tugas Akhir Pelaksanaan Kegiatan PPL Dosen Pembimbing Lapangann Dra. Endang Mulyani, M. Si. Disusun
KEPUTUSAN DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR: 123 TAHUN 2012
KEPUTUSAN DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR: 123 TAHUN 2012 TENTANG NAMA DOSEN DAN TUGAS MENGAJAR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 MAGELANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 MAGELANG Disusun oleh: Nama : Adi Tri Arifin NIM : 4101409087 Prodi : Pendidikan Matematika FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
2015 PROGRAM PENINGKATAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING BERDASARKAN HASIL ANALISIS KINERJA PROFESIONAL
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini memaparkan latar belakang masalah yang menjadi dasar pijakan peneliti melakukan penelitian, kemudian tujuan penelitian yang menjadi arah pada penelitian ini, selanjutnya
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KARAKTER GURU MATEMATIKA KOTA METRO
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KARAKTER GURU MATEMATIKA KOTA METRO Oleh: Rahmad Bustanul Anwar, S.Pd., M.Pd. Email: [email protected] Dosen Pendidikan Matematika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat erat hubungannya dengan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru
PELATIHAN SEBUAH SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI DOSEN IPA DI LINGKUNGAN PRODI PGMI. Budiyono Saputro
Pelatihan sebuah Solusi dalam Pembelajaran IPA Terpadu. PELATIHAN SEBUAH SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI DOSEN IPA DI LINGKUNGAN PRODI PGMI Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga
PENGARUH LATAR BELAKANG GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
1 PENGARUH LATAR BELAKANG GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (Jurnal Penelitian) oleh Wayan Murnita Meilani Pembimbing Riyan Hidayatullah, S.Pd., M.Pd Susi Wendhaningsih,
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM PERKULIAHAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM PERKULIAHAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Nyoman Rohadi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah pilihan tepat untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik. Terlebih dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut
PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SD
PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SD Suharjo Sutrisno Prodi PGSD FIP Universitas Nergeri Malang Jl. Semarang 5 Malang.
II. KAJIAN PUSTAKA. keterampilan dalam bekerja. Peningkatan profesionalisme guru atau
9 II. KAJIAN PUSTAKA A. Profesionalisme Guru Profesional adalah seseorang yang memiliki keahlian, pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja. Peningkatan profesionalisme guru atau pendidik PAUD adalah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING
JURNAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMPN 1 PRAMBON KELAS VIII PADA POKOK BAHASAN OPERASI ALJABAR THE
BAB I PENDAHULUAN. yang ada dalam masyarakat, karena dengan pendidikan, manusia dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kunci utama dari semua kemajuan dan perkembangan yang ada dalam masyarakat, karena dengan pendidikan, manusia dapat mewujudkan semua potensi
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN METODE DIRECT TEACHING MATERI REM DI SMK TAMAN KARYA MADYA TEKNIK KEBUMEN TAHUN AJARAN 2012/2013
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN METODE DIRECT TEACHING MATERI REM DI SMK TAMAN KARYA MADYA TEKNIK KEBUMEN TAHUN AJARAN 2012/2013 ARTIKEL E JOURNAL Oleh : Amin Sutikno NIM : 112170258 PROGRAM
