ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH
|
|
|
- Ridwan Darmali
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH Koordinator Mayor : Staf Pengajar : Eny Widajati Asep Setiawan Faiza Chaerani Suwarno Sjamsoe'oed Sadjad* Baran Wirawan Maryati Sari Tatiek Kartika Suharsi Endah Retno Palupi M. Rahmad Suhartanto Keterangan: * Profesor Emeritus Tujuan Pendidikan Menghasilkan lulusan S2/S3 yang mempunyai kemampuan unggul dalam bidang ilmu dan teknologi benih untuk mendukung pertanian yang tangguh, kompetitif dan berkelanjutan. Kompetensi Lulusan S2 Lulusan yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan IPTEKS dalam ilmu dan teknologi benih secara kreatif dan inovatif. Kompetensi Lulusan S3 Lulusan yang mandiri dalam ide dan konsep, dan mampu mengembangkan ilmu dan teknologi benih secara kreatif dan inovatif. Minor S2 Mayor Ilmu dan Teknologi Benih melayani minor dengan memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk meramu dari mata kuliah mayor (wajib dan atau pilihan) minimal 9 sks sesuai dengan minat untuk mendukung penelitiannya. Minor S3 Mayor Ilmu dan Teknologi Benih melayani minor dengan memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk meramu dari mata kuliah mayor (wajib dan atau pilihan) minimal 12 sks sesuai dengan minat untuk mendukung penelitiannya. Katalog
2 Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor KURIKULUM Program Magister Sains Mata Kuliah (6 SKS) PPS 500 Bahasa Inggris 3 (2-3) Ganjil STK 511 Analisis Statistik 3 (2-3) Ganjil Mata Kuliah Wajib Mayor (23 SKS) AGH 651 Ilmu Benih 3 (2-3) Ganjil AGH 652 Biologi Reproduksi Tanaman Berbiji 3 (2-3) Ganjil AGH 655 Produksi Benih 3 (2-3) Genap AGH 656 Analisis Mutu Benih 3 (2-3) Genap AGH 590 Metodologi Penelitian 3 (2-3) Genap PPS 601 Kolokium 1 Ganjil/Genap PPS 690 Seminar 1 Ganjil/Genap PPS 699 Penelitian dan Tesis 6 Ganjil/Genap Pilihan Mayor AGH 653 Fisiologi dan Biokimiawi Benih 3 (2-3) Genap AGH 654 Ekofisiologi Penyimpanan Benih 3 (2-3) Ganjil AGH 657 Biofisik Benih 3 (2-3) Ganjil AGH 600 Topik Khusus 1-3 Ganjil/Genap Total SKS Minimum 39 Program Doktor Mata Kuliah Wajib SPs PPS 702 Falsafah Sains 2 (2-0) Ganjil Mata Kuliah Wajib Mayor S3 (25 SKS) AGH 653 Fisiologi dan Biokimiawi Benih 3 (2-3) Genap AGH 654 Ekofisiologi Penyimpanan Benih 3 (2-3) Ganjil AGH 751 Kuantifikasi Metabolisme Benih 3 (2-3) Genap AGH 752 Kapita Selekta Ilmu dan Teknologi Benih 2 (2-0) Genap PPS 701 Kolokium 1 Ganjil/Genap PPS 790 Seminar 1 Ganjil/Genap PPS 799 Penelitian dan Disertasi 12 Ganjil/Genap Pilihan Mayor AGH 651 Ilmu Benih 3(2-3) Ganjil 2 - Katalog 2012
3 AGH 652 Biologi Reproduksi Tanaman Berbiji 3(2-3) Ganjil AGH 655 Produksi Benih 3(2-3) Genap AGH 656 Analisis Mutu Benih 3(2-3) Genap AGH 657 Biofisik Benih 3(2-3) Ganjil AGH 700 Topik Khusus 1-6 Ganjil/Genap Total SKS Minimum 40 SILABUS MATA KULIAH AGH 651 Ilmu Benih 3(2-3) 1 Kuliah ini menyajikan materi mengenai perkembangan ilmu benih baik di dalam maupun di luar negeri yang mencakup berbagai aspek antara lain: Mutu benih, viabilitas dan vigor, proses produksi benih, sistem perbenihan, penanganan dan penyimpanan benih, pengujian benih termasuk peraturan ISTA dan AOSA, kesehatan benih, peningkatan mutu, perlakuan benih, seed coating/pelleting, dan benih artifisial/sintetis. Peran dan kaitan dengan bidang ilmu lain seperti pemuliaan tanaman, bioteknologi, hama dan penyakit, ekologi dan fisiologi tanaman serta benih kehutanan, juga dikemukakan untuk memberikan wawasan yang luas dalam pengembangan ilmu dan teknologi benih. Sjamsoe oed Sadjad AGH 652 Biologi Reproduksi Tanaman Berbiji 3(2-3) 1 Kuliah ini menyajikan materi siklus reproduksi tanaman berbiji, khususnya tanaman tahunan, yang mencakup angiospermae dan gymnospermae; juvenilitas dan proses inisiasi pembungaan, struktur organ reproduksi; mikro dan makrosporogenesis, mikro dan makrogametogenesis; vektor penyerbukan, mekanisme penyerbukan dan pendugaannya melalui morfologi bunga, fertilisasi, inkompatibilitas, embriogeni, perkembangan buah dan biji, struktur benih, partenokarpi, apomiksis dan poliembrioni, keberhasilan reproduksi dan kendala dalam produksi benih. Endah Retno Palupi Tatiek Kartika Suharsi AGH 653 Fisiologi dan Biokimiawi Benih 3(2-3) 2 Kuliah ini menyajikan materi mengenai proses metabolisme perkecambahan seperti perubahan-perubahan fisiologi dan biokimia, serta mekanisme kerja Katalog
4 Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor fitohormon dalam mengontrol perkecambahan baik pada benih dorman maupun non dorman; pengaruh stress lingkungan perkecambahan terhadap perubahan fisiologi dan biokimia; perilaku benih rekalsitran vs ortodoks; berbagai teknik dan mekanisme invigorasi, serta kemunduran benih. Eny Widajati M. Rahmad Suhartanto AGH 654 Ekofisiologi Penyimpanan Benih 3(2-3) 1 Kuliah ini menyajikan gambaran umum daya simpan benih dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; kemunduran benih, teori, gejala, dan deteksinya, pendugaan daya simpan benih dan pengendalian kondisi simpan, penanganan invigorasi benih dalam penyimpanan; rekalsitran benih dan penanganan benih rekalsitran, serta sistem penyimpanan dalam konservasi plasma nutfah. Faiza Chaerani Suwarno Baran Wirawan Maryati Sari AGH 655 Produksi Benih 3(2-3) 2 Materi ini mencakup kebijakan perbenihan di Indonesia, aspek reproduksi, berbagai faktor yang mempengaruhinya produksi benih tanaman setahun dan tahunan; baik tanaman hibrida maupun non hibrida. Pemahaman tentang standar mutu benih; pengaruh faktor genetik, fisiologi tanaman dan faktor lingkungan tumbuh tanaman serta interaksi ketiganya terhadap viabilitas dan vigor benih yang dihasilkan merupakan topik utama perkuliahan. Pembahasan proses produksi benih/bibit bebas penyakit, pemanfaatan marka molekuler dalam proses produksi benih, produksi benih sintetik dan produksi benih transgenik juga akan dikupas secara umum dalam perkuliahan ini. Asep Setiawan Endah Retno Palupi AGH 656 Analisis Mutu Benih 3(2-3) 1 Kuliah ini menyajikan materi mengenai pentingnya analisis mutu benih dalam konteks benih bermutu; prinsip dan tujuan pengujian mutu benih; komponen analisis mutu benih; berbagai metode pengujian mutu genetis (kebenaran varietas dan hibriditas menggunakan teknik konvensional dan molekuler), mutu fisik (kemurnian fisik, kadar air benih), mutu fisiologis (viabilitas dan vigor benih melalui pendekatan fenomena pertumbuhan dan analisis biokimia), dan mutu patologis (kesehatan benih). Pengembangan metode pengujian benih/bibit. Asep Setiawan Eny Widajati 4 - Katalog 2012
5 AGH 657 Biofisik Benih 3(2-3) 1 Kuliah ini menyajikan materi mengenai hubungan berbagai karakter fisik (bentuk, warna, ukuran, tekstur permukaan kulit dll) benih akibat proses pengolahan dengan viabilitas dan vigor benih. Berbagai alat pengolahan benih (air screen cleaner, blower separator, gravity table separator, spiral separator, alat ekstraksi, dryer) akan disampaikan disertai tingkat mutu benih yang dihasilkan. Pemodelan beberapa proses pengolahan dikaitkan dengan tingkat mutu benih yang akan dihasilkan disajikan secara umum. M. Rahmad Suhartanto AGH 751 Kuantifikasi Metabolisme Benih 3(2-3) 2 Kuliah ini menyajikan materi tentang falsafah perbenihan sebagai dasar pengembangan ilmu benih, viabilitas benih sebagai fokus ilmu benih, pendugaan nilai viabilitas benih dengan berbagai pendekatan, konsepsi Steinbauer-Sadjad dan implikasi terhadap tatanan parametrik, pendugaan viabilitas benih, Konsepsi Steinbauer-Sadjad sebagai model analisis benih, lima fragmen model Steinbauer-Sadjad sebagai sub-model simulasi dalam produksi, pengolahan, konservasi dan penyimpanan benih. Model Delta sebagai model simulasi pada berbagai fragmen. Sistem multiplikasi devigorasi sebagai simulasi pada fragmen konservasi benih. Faiza Chaerani Suwarno AGH 752 Kapita Selekta Ilmu dan Teknologi Benih 2(2-0) 2 Mata kuliah ini membahas berbagai hasil penelitian mutakhir, perkembangan dan topik terbaru dalam ranah ilmu dan teknologi benih. Penekanan kegiatan mata kuliah adalah dalam bentuk diskusi intensif antara dosen dan mahasiswa dalam pembahasan berbagai topik. Tim Dosen Katalog
FITOPATOLOGI. Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Sri Hendrastuti Hidayat. Staf Pengajar: Tujuan Pendidikan. Kompetensi Lulusan S2
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB FITOPATOLOGI Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Abdjad Asih Nawangsih Abdul Muin Adnan Abdul Munif Bonny Poernomo Wahyu
ENTOMOLOGI. Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Kompetensi Lulusan S2. Kompetensi Lulusan S3
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB ENTOMOLOGI Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Pudjianto Staf Pengajar: Ali Nurmansyah Hermanu Triwidodo Sugeng Santoso Aunu Rauf Idham
AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB AGRONOMI DAN HORTIKULTURA Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Munif Ghulamahdi Staf Pengajar: Abdul Qadir Herdhata Agusta Slamet Susanto
ILMU GIZI MASYARAKAT
ILMU GIZI MASYARAKAT Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Hadi Riyadi Staf Pengajar: Ahmad Sulaiman Hadi Riyadi Rimbawan Ali Khomsan Hardinsyah Siti Madanijah Amini Nasoetion * Hidayat Syarief Soekirman
Learning Outcomes Program Master (S2) PS Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB
Learning Outcomes Program Master (S2) PS Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB Kompetensi PS Entomologi S2: Setelah menyelesaikan program studi Entomologi, lulusan mampu mengembangkan bidang
PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN
PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN Ketua Program studi/koordinator Mayor: drh., MS., Ph.D. Pengajar: DR.drh. Ahmad Arif Amin DR.drh., MSi DR.drh. Elok Budi Retnani, MSi drh. Fadjar Satrija, MSc., Ph.D.
Mayor Bioteknologi Tanah Dan Lingkungan
Mayor Bioteknologi Tanah Dan Lingkungan Kurikulum Program Magister Sains Kode Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS) PPS 500 Bahasa Inggris 3(3-0) Genap STK 511 Analisis Statistik 3(2-2)
Program Studi Teknologi Hasil Perairan (S2)
Tabel 4. Parameter Diskripsi Program Studi Teknologi Hasil Perairan (S2) Unsur-Unsur Deskripsi Deskripsi Generik Learning Outcome Kemampuan di Bidang Kerja Mampu melakukan Kemampuan di bidang kerja terkait
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Agronomi dan Hortikultura Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Agronomi dan Hortikultura Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. ~,.r Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian
Kompetensi Lulusan dan Learning Outcomes Program Studi Magister Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan dan Learning Outcomes Program Studi Magister Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut
ILMU KELUARGA DAN PERKEMBANGAN ANAK
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB ILMU KELUARGA DAN PERKEMBANGAN ANAK Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.Sc., M.Sc Staf Pengajar: Prof. Dr.
Program studi Teknologi Hasil Perairan (S3)
Tabel 6. Parameter Diskripsi Program studi Teknologi Hasil Perairan (S3) Unsur-Unsur Deskripsi Deskripsi Generik Learning Outcome Kemampuan di Bidang Kerja Mampu melakukan Kemampuan di bidang kerja terkait
TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr. Tati Nurhayati, SPi, MSi Staf Pengajar: Dr. Ir. Agoes M. Jacoeb, Dipl-Biol.
TEKNOLOGI PASCAPANEN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNOLOGI PASCAPANEN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor : Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan Prof.Dr.Ir. Dedi Muchtadi
TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar:, Prof, Dr, MS, Ir, Dr, MSc, Ir Budi Indra Setiawan, Prof,
Kompetensi dan Learning Outcomes Program Studi Manajemen dan Bisnis Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
Kompetensi dan Learning Outcomes Program Studi dan Bisnis Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor Program Magister Pernyataan kompetensi : Setelah menyelesaikan program studi ini, lulusan mampu :
KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Drh. Abdul Zahid Ilyas, MSi Dr. drh., MS Dr. drh. Agustin
MITIGASI BENCANA KERUSAKAN LAHAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB MITIGASI BENCANA KERUSAKAN LAHAN Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Baba Barus, Dr Staf Pengajar : Atang Sutandi, Dr Baba Barus, Dr
PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN Ketua Program Studi : Dr. Ir. Enan M. Adiwilaga Staf Pengajar: A. Bagian Produktivitas dan Lingkungan Perairan
I. PENDAHULUAN. Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu dari enam komoditas
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu dari enam komoditas terpenting di dunia. Sebagai tanaman kacang-kacangan sumber protein dan lemak nabati,
BIOTEKNOLOGI TANAH DAN LINGKUNGAN
Koordinator Mayor : Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB BIOTEKNOLOGI TANAH DAN LINGKUNGAN Ketua Program Studi / Koordinator Mayor:, Dr Staf Pengajar: A. M. Fauzi, Prof, Dr G.
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Suria Darma Tarigan Staf Pengajar: Baba Barus Hidayat Pawitan Oteng Haridjaja Enny Dwi Wahjunie Iswandi Anas Santun Sitorus Ernan
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI S3 KONSERVASI BIODIVERSITAS TROPIKA
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI S3 KONSERVASI BIODIVERSITAS TROPIKA DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 Tabel 1. Pernyataan Kompetensi Program
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (S3 DOKTOR)
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (S3 DOKTOR) Tabel 1. Learning Outcome (PSL-S3) Pernyataan kompetensi : Setelah menyelesaikan program studi ini, lulusan mempunyai
PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE DALAM LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH PROGRAM DIPLOMA IPB 2012
PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE DALAM LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH PROGRAM DIPLOMA IPB 2012 Halaman 1 PENJABARAN DESKRIPSI GENERIK (LEARNING OUTCOMES
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI Kurikulum Program Magister Sains Kode Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS) PPS 500 Bahasa
KURIKULUM MAYOR MINOR PROGRAM S2 DAN S3
KURIKULUM MAYOR MINOR PROGRAM S2 DAN S3 DEPARTEMEN HASIL HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN IPB 2007 0 DEPARTEMEN HASIL HUTAN (HHT) MANDAT Pengembangan ilmu dan teknologi pemanfaatan hasil hutan untuk menghasilkan
PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER PROGRAM MAGISTER (S-2)
PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER PROGRAM MAGISTER (S-2) PERNYATAAN KOMPETENSI Setelah menyelesaikan pendidikan di program Studi ini, lulusan mampu
SALINAN KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 027/K13/PP/2007. Tentang
SALINAN KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 027/K13/PP/2007 Tentang PENETAPAN MAYOR PADA PROGRAM PENDIDIKAN PASCASARJANA KURIKULUM SISTEM MAYOR-MINOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER. Dan BAHAN AJAR TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (KTB 410; 2,1)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER Dan BAHAN AJAR TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (KTB 410; 2,1) Oleh: Yeni Widyana Nurchahyani Ratnaningrum JURUSAN BUDIDAYA HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS
ILMU MANAJEMEN. Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Abdul Kohar Irwanto
ILMU MANAJEMEN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Abdul Kohar Irwanto Staf Pengajar: Abdul Basith Heti Mulyati Pramono D. Fewidarto Abdul Kohar Irwanto Jono Mintarto Munandar R. Dikky Indrawan Aida
TINJAUAN PUSTAKA Benih Bermutu Viabilitas dan Vigor benih
4 TINJAUAN PUSTAKA Benih Bermutu Mutu benih merupakan sebuah konsep yang kompleks yang mencakup sejumlah faktor yang masing-masing mewakili prinsip-prinsip fisiologi, misalnya daya berkecambah, viabilitas,
Gymnospermae, tentang keragaman struktur tumbuhan serta kaitanya dengan kondisi lingkungan.
i D Tinjauan Mata Kuliah alam mata kuliah Perkembangan Tumbuhan ini Anda akan mempelajari tentang struktur dan perkembangan tumbuhan. Materi yang termasuk dalam pembahasan mata kuliah ini adalah meliputi
LEARNING OUTCOMES. Oleh Tim Departemen INTP
LEARNING OUTCOMES PROGRAM STUDI SARJANA DAN PASCASARJANA DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN Oleh Tim Departemen INTP FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR November 2012 1 Kompetensi Lulusan
MITIGASI BENCANA KERUSAKAN LAHAN
MITIGASI BENCANA KERUSAKAN LAHAN Kurikulum : Program Magister Sains Kode Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS) PPS 500 Bahasa Inggris 3 Ganjil TSL 500 Geostatistik 3 Ganjil Mata Kuliah
TEKNOLOGI PASCAPANEN
TEKNOLOGI PASCAPANEN Ketua Program Studi : Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Deddy Muchtadi, MS Prof.Dr.Ir. Meity Suradji Sinaga, M.Sc Prof.Dr.Ir. Nastiti Siswi
Capaian Pembelajaran/Learning Outcomes Program Studi Teknologi Pascapanen (PS TPP) Strata Magister sesuai KKNI Level 8
Capaian Pembelajaran/Learning Outcomes Program Studi Teknologi Pascapanen (PS TPP) Strata Magister sesuai KKNI Level 8 Kompetensi Lulusan : Setelah menyelesaikan program studi ini lulusan Program Studi
II. TINJAUAN PUSTAKA. Viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Viabilitas benih Viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi kecambah. Istilah lain untuk viabilitas benih adalah daya kecambah benih, persentase kecambah
I. PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan kebutuhan akan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan kebutuhan akan konsumsi pangan juga ikut meningkat. Namun pada kenyataannya, produksi pangan yang dihasilkan
(1981) adalah menurunnya potensi tumbuh rnaksimum, daya berkecambah dan vigor
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Selama periode penyimpanan benih mengalami kemunduran yang disebabkan oleh faktor-faktor alami. Proses ini disebut deteriorasi. Kemunduran benih dapat juga tejadi oleh tindakan
ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Muladno, Prof. Dr. Ir. MSA. Pengajar Tetap: Adi Sudono, Prof. Em. Dr. drh. M.Sc. Afton Atabany, Dr. Ir. M.Si Asnath Maria Fuah,
ARSITEKTUR LANSKAP. Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA KURIKULUM. Pengajar: Tujuan Pendidikan: Kompetensi Lulusan:
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB ARSITEKTUR LANSKAP Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Dr.Ir.Siti Nurisjah, MSLA Pengajar: Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S Prof.
I. PENDAHULUAN. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), kebutuhan kedelai nasional
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,6 juta ton
KOMPETENSI LULUSAN S2 MAYOR ARSITEKTUR LANSKAP (ARL)
KOMPETENSI LULUSAN S2 MAYOR ARSITEKTUR LANSKAP (ARL) Dalam katalog Pascasarjana Menghasilkan lulusan berkualifikasi pascasarjana dalam bidang Arsitektur Lanskap yang mampu meneliti, mengembangkan, dan
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Padi
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Padi Tanaman padi merupakan tanaman semusim, termasuk golongan rumputrumputan. Berasal dari genus Oryza, famili Graminae (Poaceae) dan salah satu spesiesnya adalah Oryza
BIOSAINS HEWAN. Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Bambang Suryobroto
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB BIOSAINS HEWAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Achmad Farajallah Dyah Perwitasari Tri Atmowidi Kanthi Arum Widayati
BAB I PENDAHULUAN. pangan yang berasal dari biji, contohnya yaitu padi. Dalam Al-Qur'an telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Biji merupakan sumber makanan yang penting bagi hewan dan manusia. Diantara divisi Angiospermae, family Poaceae paling banyak menghasilkan pangan yang berasal dari
I. PENDAHULUAN. Benih merupakan salah satu masukan usaha tani yang mempengaruhi tingkat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Benih merupakan salah satu masukan usaha tani yang mempengaruhi tingkat hasil. Penggunaan benih bermutu tinggi dalam budidaya akan menghasilkan panen tanaman yang tinggi
Situasi Perbenihan di Indonesia
Modul 1 Situasi Perbenihan di Indonesia Prof. Dr. Ir. Wahju Qamara Mugnisjah, M. Agr. M PENDAHULUAN odul yang membahas situasi perbenihan di Indonesia ini terdiri dari tiga kegiatan belajar, yaitu peran
PEMULIAAN DAN BIOTEKNOLOGI TANAMAN
PEMULIAAN DAN BIOTEKNOLOGI TANAMAN Ketua Program Studi: Trikoesoemaningtyas, Dr.Ir.M.Sc. Staf Pengajar: Agus Purwito, Dr.Ir.M.Sc.Agr. Asep Setiawan, Dr.Ir.M.S. Bambang Sapta Purwoko, Prof.Dr Ir.M.Sc. Darda
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Embriologi Tumbuhan Kode Mata Kuliah : BI 407 Sifat Mata Kuliah : Wajib Program Studi : Pendidikan Biologi/Biologi N.K Semester : Genap Jumlah SKS : 2 sks Mata Kuliah
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Magister Teknologi Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Magister Teknologi Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian
II. TINJAUAN PUSTAKA. daya hidup benih yang ditunjukan dengan gejala pertumbuhan atau gejala
viabilitas 11 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Viabilitas dan Vigor Benih Viabilitas benih mencakup vigor dan daya kecambah benih. Viabilitas adalah daya hidup benih yang ditunjukan dengan gejala pertumbuhan atau
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Biologi. Lampiran II
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Biologi Lampiran II Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
PENGUJIAN VIABILITAS DAN VIGOR DARI TIGA JENIS KACANG- KACANGAN YANG BEREDAR DI PASARAN DAERAH SAMARANG, GARUT
PENGUJIAN VIABILITAS DAN VIGOR DARI TIGA JENIS KACANG- KACANGAN YANG BEREDAR DI PASARAN DAERAH SAMARANG, GARUT (Seed Viability and Vigor Testing of Three Nut that are Sold in Samarang, Garut) Isna Tustiyani
MIKROBIOLOGI. Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr. Ir. Gayuh Rahayu
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB MIKROBIOLOGI Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr. Ir. Gayuh Rahayu Staf Pengajar: Dr. Anja Meryandini, MSi Prof. Dr. Antonius Suwanto,
TINJAUAN MATA KULIAH...
iii Daftar Isi TINJAUAN MATA KULIAH... vii MODUL 1: STRUKTUR BUNGA, BAGIAN-BAGIAN BUNGA, DAN MODIFIKASINYA 1.1 Struktur dan Fungsi Bunga... 1.2 Latihan... 1.8 Rangkuman... 1.8 Tes Formatif 1..... 1.9 Bagian-bagian
PENGARUH KOMBINASI KADAR AIR BENIH DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS DAN SIFAT FISIK BENIH PADI SAWAH KULTIVAR CIHERANG
Jurnal Agrorektan: Vol. 2 No. 1 Juni 2015 53 PENGARUH KOMBINASI KADAR AIR BENIH DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS DAN SIFAT FISIK BENIH PADI SAWAH KULTIVAR CIHERANG Tita Kartika Dewi 1 1) Fakultas
I. PENDAHULUAN. setelah beras. Selain itu juga digunakan sebagai pakan ternak dan bahan baku
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Jagung di Indonesia merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat kedua setelah beras. Selain itu juga digunakan sebagai pakan ternak dan bahan baku industri.
I. PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan utama manusia. Badan Pusat Statistik (2010)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Pangan merupakan kebutuhan utama manusia. Badan Pusat Statistik (2010) melaporkan bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahunnya meningkat 1,48
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor : Dr.Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah
PRINSIP AGRONOMIK BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH. 15/04/2013
PRINSIP AGRONOMIK BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH 1 BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH Budidaya untuk produksi benih sedikit berbeda dengan budidaya untuk produksi non benih, yakni pada prinsip genetisnya, dimana
KEMAMPUAN BENIH KEDELAI (Glycine max L.) UNTUK MEMPERTAHANKAN VIABILITASNYA SETELAH DIDERA DENGAN ETANOL NITASARI DWI ANGGRAENI
KEMAMPUAN BENIH KEDELAI (Glycine max L.) UNTUK MEMPERTAHANKAN VIABILITASNYA SETELAH DIDERA DENGAN ETANOL NITASARI DWI ANGGRAENI DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN
II. TINJAUAN PUSTAKA. wilayah beriklim sedang, tropis, dan subtropis. Tanaman ini memerlukan iklim
15 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Tanaman Buncis Buncis berasal dari Amerika Tengah, kemudian dibudidayakan di seluruh dunia di wilayah beriklim sedang, tropis, dan subtropis. Tanaman ini memerlukan
PENDAHULUAN. Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Secara struktural benih itu sama dengan biji tumbuhan yang dihasilkan dari ovula yang dibuahi. Tetapi secara fungsional benih itu tidak sama dengan biji, sebab benih digunakan
TINJAUAN PUSTAKA. Vigor Benih
TINJAUAN PUSTAKA Vigor Benih Vigor adalah sekumpulan sifat yang dimiliki benih yang menentukan tingkat potensi aktivitas dan kinerja benih atau lot benih selama perkecambahan dan munculnya kecambah (ISTA,
Direktorat Jenderal Sumberdaya IPTEK dan Dikti Kementerian Ristek Dikti. Kiat Sukses Belajar Di Pascasarjana dan Aspek Kepegawaiannya
Direktorat Jenderal Sumberdaya IPTEK dan Dikti Kementerian Ristek Dikti Kiat Sukses Belajar Di Pascasarjana dan Aspek Kepegawaiannya Isi Kiat Sukses Belajar di Pascasarjana Mengapa Dosen harus studi lanjut?
PENGUJIAN MUTU BENIH JAGUNG DENGAN BEBERAPA METODE
PENGUJIAN MUTU BENIH JAGUNG DENGAN BEBERAPA METODE Rahmawati 1) dan Syamsuddin 2) 1) Balai Penelitian Tanaman Serealia dan 2) Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat ABSTRAK Kemunduran mutu
I. PENDAHULUAN. Tingginya tingkat konsumsi beras di Indonesia harus diimbangi oleh produksi
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingginya tingkat konsumsi beras di Indonesia harus diimbangi oleh produksi padi yang tinggi pula agar kebutuhan akan beras tersebut dapat terpenuhi. Menurut Badan Pusat
I PENDAHULUAN. Tanaman kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman
2 I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Tanaman kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang penting karena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Setiap 100 gram kacang
ILMU PENYULUHAN PEMBANGUNAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB ILMU PENYULUHAN PEMBANGUNAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr.Ir. Siti Amanah,M.Sc. Staf Pengajar: Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S.
vii Tinjauan Mata Kuliah
vii Tinjauan Mata Kuliah M ata kuliah Praktikum Struktur Tumbuhan (BIOL 4440) dilakukan agar Anda dapat memahami lebih lanjut materi dari mata kuliah Struktur Tumbuhan (BIOL4117), baik morfologi (struktur
::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::
Contributed by Administrator adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan
PENDAHULUAN. telah ditanam di Jepang, India dan China sejak dulu. Ratusan varietas telah
PENDAHULUAN Latar Belakang Kedelai (Glycine soya/ Glycine max L.) berasal dari Asia Tenggara dan telah ditanam di Jepang, India dan China sejak dulu. Ratusan varietas telah ditanam di negara tersebut dan
Penyambutan Mahasiswa Baru SPs-IPB Semester Ganjil TA 2015/2016 Bogor, 31 Agustus 2015
Penyambutan Mahasiswa Baru SPs-IPB Semester Ganjil TA 2015/2016 Bogor, 31 Agustus 2015 1 1. Kurikulum September 2015 2. Penyelenggaraan Reguler (Kuliah Senin-Jumat) Paralel/Khusus (Kiliah Jumat-Sabtu)
I. PENDAHULUAN. Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) termasuk dalam jenis tanaman sayuran,
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) termasuk dalam jenis tanaman sayuran, buah tomat sering digunakan sebagai bahan pangan dan industri, sehingga nilai ekonomi
KOMPETENSI LULUSAN, LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI MAGISTER BUDIDAYA PERAIRAN BERDASARKAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA
KOMPETENSI LULUSAN, LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI MAGISTER BUDIDAYA PERAIRAN BERDASARKAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA Program Magister Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pohon merbau darat telah diklasifikasikan secara taksonomi sebagai berikut
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Merbau Darat 1. Deskripsi Ciri Pohon Pohon merbau darat telah diklasifikasikan secara taksonomi sebagai berikut (Martawijaya dkk., 2005). Regnum Subregnum Divisi Kelas Famili
LEARNING OUTCOMES PROGRAM STUDI DI DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA-IPB
LEARNING OUTCOMES PROGRAM STUDI DI DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA-IPB 1. Program Sarjana (S1) Biologi 2. Program Magister (S2) Mikrobiologi 3. Program Doktor (S3) Mikrobiologi 4. Program Magister (S2) Biologi
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS JAGUNG KUNING DAN JAGUNG PUTIH
Fauziah Koes dan Ramlah Arief: Pengaruh Lama Penyimpanan PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS JAGUNG KUNING DAN JAGUNG PUTIH Fauziah Koes dan Ramlah Arief Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros
II. TINJAUAN PUSTAKA. terutama India dan Birma. Terung dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian
9 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Terung Ungu 2.1.1 Klasifikasi Tanaman Terung Ungu Terung merupakan tanaman asli daerah tropis yang diduga berasal dari Asia, terutama India dan Birma. Terung dapat tumbuh dengan
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN Koordinator Mayor : Dr.Ir. Yohanes Aris Purwanto, M.Sc Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng Prof.Dr.Ir. Herry
PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacquin) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MARIHAT, SUMATERA UTARA
PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacquin) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MARIHAT, SUMATERA UTARA RANI KURNILA A24052666 DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Dr.Ir. Djuara P. Lubis, MS Staf Pengajar: Aida Vitayala
I. PENDAHULUAN. Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang sangat peting, selain padi dan gandum. Jagung juga berfungsi sebagai sumber makanan dan
BIOLOGI REPRODUKSI. Ligaya Tumbelaka
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB BIOLOGI REPRODUKSI Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Mohamad Agus Setiadi Staf Pengajar: Bambang Pontjo Priosoeryanto Bambang Purwantara
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
UPN "VETERAN" YOGYAKARTA FAKULTAS PERTANIAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Program Studi/Jurusan : Agroteknologi Mata Kuliah/Kode : Teknologi Benih / 134151382 SKS/Semester : 2 (2 x 50 menit)/ V (lima)
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc Prof.Dr.Ir.
Dokumen Kurikulum Program Studi : Sarjana Biologi. Lampiran II
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Sarjana Biologi Lampiran II Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH : TEKNOLOGI BENIH (2+1 SKS) DOSEN PENGAMPU : IR. ABDUL RAHMAN, M.S. SEM. / PROGRAM STUDI : IV / AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MEDAN AREA T.A. 2016/2017
PENDAHULUAN. baru. Plasma nutfah merupakan salah satu SDA yang sangat penting karena tanpa
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Plasma nutfah merupakan koleksi sumber daya genetik yang berupa keanekaragaman tumbuhan, hewan atau jasad remik untuk tujuan yang luas Sastrapraja (1992) menyatakan bahwa
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan ke 2)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan ke 2) 1. Fakultas/Prodi : FMIPA/P.Bio dan Bio 2. Mata Kuliah/Kode : Reproduksi dan Embriologi Tumbuhan/BIO 209 3. Jumlah SKS : 2 4. Semester dan Waktu : Genap/100
PENYIAPAN BENIH TANAMAN PADI
PETUNJUK LAPANGAN Oleh : M Mundir BP3K Nglegok PENYIAPAN BENIH TANAMAN PADI 1 PENYIAPAN BENIH UNTUK PERBENIHAN PADI I. LATAR BELAKANG Benih padi bermutu tinggi sangat penting dalam suatu usahatani, karena
Deskripsi Mata KuliahCourse Subjects
Deskripsi Mata KuliahCourse Subjects Sebagai seorang dosen, Prof. Cece mengajar beberapa mata kuliah yang terkait dengan bidang keahliannya yaitu di bidang pemuliaan dan genetika ternak. Untuk program
