BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Widya Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Gambaran PCK dalam penelitian ini dilihat dari perencanaan guru dalam menyusun pembelajaran sistem hormon yang meliputi lima komponen yaitu orientasi membelajarkan sains, tujuan pembelajaran, konsep yang dipilih, strategi pembelajaran, dan asesmen yang dipilih dalam pembelajaran sistem hormon. Gambaran PCK ini dijaring menggunakan soal essay beralasan, RPP, dan wawancara. 2. Implementasi PCK dalam penelitian ini dilihat dari pelaksanaan pembelajaran sistem hormon yang direkam untuk kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan perencanaan menggunakan videograph dan wawancara. B. Metode Penelitian Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dilakukan dengan tujuan menggambarkan kondisi tertentu secara alamiah (Wallen et.al., 2009). Metode ini dipilih dengan tujuan penelitian ini menggambarkan kondisi variabel penelitian sama seperti yang tengah berlangsung pada keadaan asli tanpa memberikan perlakuan atau tindakan apapun. Metode deskriptif digunakan untuk melihat bagaimana gambaran PCK guru dalam pembelajaran sistem hormon. Penggunaan metode deskriptif dipilih dengan tujuan penelitian dapat menggambarkan sesuai dengan kondisi nyata bagaimana PCK guru dari mulai merencanakan sampai melaksanakan pembelajaran sistem hormon tersebut. 21
2 22 C. Sampel Penelitian Sampel pada penelitian ini dipilih dengan cara purposive sampling, dengan harapan sampel dapat memberikan data yang optimal seperti yang diharapkan (Wallen et. al, 2009). Peneliti memilih sembilan orang guru biologi yang aktif pada kegiatan MGMP di kota Cimahi dan mengajar materi sistem hormon. Pemilihan guru tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa guru dalam MGMP terbiasa merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sebagai salah satu bentuk PCK guru. Terdapat dua tahap pemilihan sampel sebagai berikut: 1. Sampel pertama adalah semua guru dalam satu MGMP yang akan mengajar materi sistem hormon. Sampel penelitian tahap pertama ini berjumlah sembilan orang guru. Sembilan guru tersebut diminta untuk mengisi soal essay berasalan berkaitan dengan PCK dan membuat RPP sistem hormon. Selanjutnya guru diwawancarai untuk menindak lanjuti jawaban soal PCK dan RPP yang setelah dianalisis belum jelas atau lengkap. Selanjutnya dari hasil analisis soal PCK dan RPP, dipilih lima guru yang mewakili kemunculan gambaran PCK atau yang memiliki perbedaan tersendiri. Pada penelitian ini perbedaannya berdasarkan orientasi guru dalam mengajar sains. Guru yang memiliki orientasi berbeda akan dilihat secara langsung pelaksanaan pembelajarannya. 2. Sampel kedua ditentukan berdasarkan analisis data sampel pertama. Sampel kedua terdiri atas lima orang guru yang memiliki perbedaan gambaran PCK. Khususnya pada komponen orientasi mengajar sains. Sampel kedua yang akan dilihat gambaran PCK secara utuh sampai implementasi yang dilihat dari pelaksanaan pembelajaran.
3 23 D. Instrumen Penelitian Berikut ini rincian instrumen serta teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menjaring data yang diinginkan. Tabel 3.1 Instrumen Penelitian Instrumen Penjelasan Ket. Soal PCK Soal yang dikembangkan dari indikator komponen PCK yang dikemukakan oleh Magnusson et. al. 3.1 (1999) untuk mendapatkan gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon RPP Format RPP yang digunakan untuk mendapatkan gambaran PCK guru dalam merencanakan 3.2 pembelajaran sistem hormon Form wawancara I Daftar pertanyaan untuk menindak lanjuti jawaban soal PCK dan RPP yang setelah dianalisis belum jelas 3.3 Form analisis video Videograph merupakan software yang menghasilkan data kuantitatif dari video pembelajaran materi sistem 3.4 pembelajaran menggunakan software videograph hormon. Dengan videograph dapat diketahui dengan detail estimasi waktu yang digunakan untuk mengajarkan konsep tertentu. Untuk menganalisis menggunakan videograph, terlebih dahulu disusun variabel yang akan dilihat dan dihitung kemunculannya Form wawancara II Daftar pertanyaan untuk menindak lanjuti hasil dari videograph dan pembelajaran Soal PCK Soal yang dikembangkan dari indikator komponen PCK dari Magnusson, et. al. (1999) untuk mendapatkan gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon. Berikut kisi-kisi dalam menyusun soal PCK. Kisi-kisi soal PCK dapat dilihat dalam Tabel 3.2 sebagai berikut sedangkan soal detail dapat dilihat pada iran 3.1.
4 24 Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal PCK Komponen PCK Indikator komponen PCK No Orientation toward teaching science Knowledge and beliefs about science curriculum Knowledge and beliefs about students understanding of spesific science topics Knowledge and beliefs about assessment in science Knowledge and beliefs about instructional strategies for teaching science Pandangan guru terhadap sains sebagai ilmu 1 Tujuan pembelajaran sains menurut guru 2 Cara ideal pembelajaran sains 3 Peran guru dalam pembelajaran sains 4 Peran siswa dalam pembelajaran sains 5 Tujuan pembelajaran materi sistem hormon 6 Konsep yang akan diajarkan dari sistem hormon 7 Peranan kurikulum dalam menyusun tujuan 8 pembelajaran sistem hormon Konsep prasyarat untuk memahami materi sistem 9 hormon Konsep yang mungkin akan sulit dipahami siswa 10 dari materi sistem hormon Aspek dalam pembalajaran yang harus dievaluasi 11 Metode atau cara yang digunakan untuk asesmen 12 pembelajaran sistem hormon Cara ideal membelajarkan biologi 13 Rencana pembelajaran sistem hormon secara 14 keseluruhan Rencana pembelajaran sistem hormon per konsep RPP RPP digunakan untuk mendapatkan gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon. Peneliti menyusun format RPP yang didalamnya memuat aspek tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, skenario pembelajaran, dan asesmen yang akan dilakukan dalam pembelajaran sistem hormon.
5 25 3. Form Wawancara I Form wawancara I merupakan daftar pertanyaan yang disusun peneliti untuk menindaklanjuti jawaban dari soal PCK dan RPP guru. Form ini dibuat untuk mendapatkan penjelasan lebih tentang alasan atau pertimbangan guru dalam menyusun tujuan, memilih konsep, merencanakan strategi, dan memilih asesmen dalam pembelajaran sistem hormon. 4. Form Analisis Video Form analisis video merupakan daftar aspek dan variabel pembelajaran yang akan dianalisis menggunakan videograph. 5. Form Wawancara II Form wawancara II merupakan daftar pertanyaan yang disusun untuk mendapatkan penjelasan lebih tentang pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. E. Teknik Analisis Data Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara induktif yaitu menganalisis berbagai temuan-temuan untuk akhirnya diambil suatu gambaran umum atau kesimpulan tertentu. Analisis data dilakukan segera setelah data terkumpul pada periode tertentu sehingga dapat dilakukan pengambilan data selanjutnya bila diperlukan atau cross check bila ada data yang bertolak belakang. Analisis data pada penelitian kualitatif tidak terbatas pada teknik tertentu, tetapi peneliti menganalisis dengan cara mencari temuan, menguraikan temuan, melakukan penafsiran, dan merumuskan kesimpulan dari penelitian tersebut. Dalam analisis data peneliti menggunakan teknis analisis deskriptif. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, peneliti berpatokan pada gambaran umum yang ingin diperoleh sebagai berikut : 1. Gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon
6 26 Analisis gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon didapatkan dari data jawaban soal PCK, RPP yang disusun guru, serta hasil wawancara I guru. Semua pernyataan guru dari ketiga yang berkaitan dengan komponen PCK yang akan diteliti kemudian dianalisis berdasarkan hal-hal berikut: a. Konsistensi antara satu komponen PCK dengan komponen lainnya b. Kelogisan pemilihan atau penentuan komponen PCK (orientasi, tujuan, konsep, strategi mengajar, dan asesmen) untuk mengajarkan sistem hormon c. Kelogisan pertimbangan dalam penentuan komponen PCK (orientasi, tujuan, konsep, strategi mengajar, dan asesmen) untuk mengajarkan sistem hormon Setelah analisis dilakukan, langkah selanjutnya adalah mencocokan hasil analisis dengan indikator untuk menentukan tipe PCK masingmasing guru menurut Anwar (2014). Akhirnya didapatkan gambaran kemampuan PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon dan tipe PCK guru tersebut secara umum. 2. Implementasi PCK guru dalam kegiatan belajar mengajar Implementasi kemampuan PCK guru dilihat dari pelaksanaan pembelajaran sistem hormon yang direkam untuk kemudian dilakukan analisis menggunakan videograph dan wawancara guru. Melalui videograph akan didapatkan data kuantitatif mengenai estimasi waktu yang digunakan untuk mengajarkan konsep tertentu (persentase tiap konsep yang diajarkan, persentase tiap kegiatan yang dilakuakan, persentase untuk melakukan evaluasi, dan lainnya). Hasil dari videograph mempermudah untuk menganalisis data selanjutnya atau menyusun kesimpulan tertentu. Analisis implementasi kemampuan PCK guru dalam kegiatan belajar mengajar sistem hormon meliputi:
7 27 a. Keterampilan guru mengelola pembelajaran b. Konsep penting yang dipilih untuk diajarkan c. Bagaimana konsistensi kemampuan PCK guru yang terlihat dalam jawaban soal PCK, RPP, video pembelajaran dan wawancara d. Analisis pola implementasi sesuai dengan temuan analisis yang dikemukakan sebelumnya. Hasil akhir penelitian didapatkan gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon dan tipe PCK tersebut secara detail perguru berdasarkan kategori Anwar (2014). Selain itu, didapatkan pula gambaran implementasi PCK guru dalam pembelajaran sistem hormon. Implementasi ini menunjukkan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sistem hormon. F. Alur Penelitian Alur penelitian dilakukan melalui beberapa langkah, dimulai dari pengambilan data sampai analisis data untuk menghasilkan temuan dan akhirnya dapat disusun kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap sebagai berikut. 1. Tahap I Data yang diambil pada tahap I adalah data untuk melihat gambaran PCK guru dalam merencanakan pembelajaran sistem hormon melalui soal essay beralasan tentang PCK dan pembuatan RPP sistem hormon. Selanjutnya jawaban soal dan RPP akan dianalisis kejelasannya dan dilakukan cross check melalui wawancara. Dari data tahap I didapatkan temuan tentang gambaran PCK guru per komponen PCK yang selanjutnya akan dikategorikan kedalam tipe PCK menurut Anwar (2014).
8 28 2. Tahap II Data yang diambil pada tahap II adalah data untuk melihat implementasi PCK guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk memperoleh gambaran tersebut, dilakukan recording pelaksanaan pembelajaran. Video hasil rekaman kemudian dianalisis menggunakan videograph untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan dan perencanaan. Data ketidaksesuaian kemudian akan dianalisis sehingga dapat dirumuskan keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Data dan temuan dari kedua tahap tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan pola atau hubungan gambaran PCK dari soal essay beralasan PCK, RPP, dan implementasi PCK dari pelaksanaan pembelajaran sistem hormon. Penentuan pola dilakukan berdasarkan analisis terhadap konsistensi komponen PCK, kelogisan pemilihan komponen PCK, keterampilan guru mengorganisir pembelajaran, serta keseuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
9 21 Tahap I PCK Perencanaan Pengambilan Data I Soal PCK & RPP Analisis Data Kejelasan Jawaban Soal PCK & RPP Cross check Data Wawancara I Tahap II Implementasi PCK Pelaksanaan Pengambilan Data II Observasi dan Recording Pembelajaran (&wawancara) Analisis Data II Analisis Video melalui Videograph Cross check Data Wawancara II Analisis Data Gambaran PCK per komponen Konsistensi komponen PCK Kelogisan pemilihan komponen PCK Kategori perkembangan PCK Analisis Data Gambaran pelaksanaan pembelajaran Estimasi waktu secara detail per konsep, per metode, per skenario Keterampilan guru mengorganisir pembelajaran Analisis Data Konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan Keterampilan guru menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran sesungguhnya Gambaran PCK guru dalam pembelajaran sistem hormon 29
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Biologi merupakan cabang ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat memperoleh pengetahuan dari pengamatannya terhadap fenomena biologi yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII Laboratorium Percontohan UPI Bandung sebanyak 3 kelas semester 1. Sampel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diuraikan definisi operasional dalam penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Pedagogy Knowledge (PK)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di beberapa lokasi di Kota Bandung. Pemilihan lokasi berdasarkan pada tempat pelaksanaan pendampingan pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan Pedagogical content knowledge calon guru yang mengikuti program pendidikan guru dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Fraenkel & Wallen (2008: 261) mengatakan bahwa penelitian eksperimen adalah cara terbaik untuk mengetahui sebab-akibat dan hubungan antara berbagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Dimana peneliti tidak memberikan perlakuan kepada objek penelitian. Peneliti hanya mengambil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penjelasan definisi operasional dalam penelitian diuraikan sebagai berikut: 1. Asesmen alternatif elektronik yang dimaksud adalah software yang dapat menilai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Metode survey dilakukan untuk menggambarkan karakteristik dari populasi,
Gambar 3.1. Desain Concurrent Embedded dengan Metode Kuantitatif sebagai Metode Primer dan Metode Kualitatif sebagai Metode Sekunder
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed methods (metode kombinasi). Metode penelitian ini menggabungkan dua jenis metode dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional variabel yang terlibat di dalam penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional variabel yang terlibat di dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 1. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. studi atau suatu bagian dari bidang studi. Peta konsep bukan hanya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Peta Konsep Peta konsep merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi atau suatu bagian dari bidang studi. Peta konsep bukan hanya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh multimedia interaktif biologi SMA yang dikemas dalam Compact Disk (CD), yang disebut CD interaktif biologi,
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Sudjana (2009: 64) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan untuk membuat pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN DAN LOKASI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif terhadap kegiatan pembelajaran Biologi di SMP Negeri 1
Pelaksanaan Tes Kemampuan Berpikir Kritis
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 22 Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 22 Bandung. Sampel
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan atau disebut juga Research and Development
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau disebut juga Research and Development (R&D). Model penelitian pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini, maka diperlukan penjelaskan tentang istilah yang digunakan, yaitu:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi operasional Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran istilah dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelaskan tentang istilah yang digunakan, yaitu: 1. Kreativitas
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Matlaul Anwar Padangcermin.
0 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di MTs Matlaul Anwar Padangcermin. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 90 siswa yang terdistribusi
BAB III METODEI PENELITIAN
BAB III METODEI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di kota Cimahi untuk menguji cobakan produk instrumen penilaia autentik yang telah dikembangkan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode Penelitian Penggunaan metode penelitian ini termasuk kedalam kelompok Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan gabungan antara data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penggunaan pendekatan kualitatif ini bertujuan agar dapat memaparkan secara menyeluruh
BAB III METODE PENELITIAN. siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu jurnal kegiatan siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara terperinci,
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Salah satu tujuan dari penelitian adalah mengembangkan produk berupa bahan ajar IPA SMP tema Bencana Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api. Penelitian ini merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka operasional dari masing-masing variabel
METODE PENELITIAN. Negeri 1 Pengajaran, Bandar Lampung, tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas V Sekolah Dasar di
37 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester ganjil di Sekolah Dasar Negeri 1 Pengajaran, Bandar Lampung, tahun pelajaran 2014/2015. B. Populasi
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SISWA SD MELALUI PENERAPAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS PCK TENTANG GAYA GRAVITASI
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SISWA SD MELALUI PENERAPAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS PCK TENTANG GAYA GRAVITASI Ina Oktarina Rahman, Rustono WS, Ghullam Hamdu PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini hanya bertujuan untuk mendapatkan penilaian penerapan learning log class sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan variabel, gejala, atau keadaan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang berusaha menggambarkan lapangan sebagaimana adanya. terjadi, atau kecenderungan yang tengah terjadi.
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan ini adalah tergolong sebagai penelitian deskriptif. Sutja dkk (2014:118), menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan penelitian
Edisi Khusus No. 2, Agustus 2011
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (Studi Komparatif Pada Guru Sekolah Dasar Kelas V Di Beberapa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam rangka memecahkan permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan mencoba menerapkan model
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. halaman hingga akhir, pembukaan glosarium interaktif, gambar interaktif, video,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Penggunaan E-book Penggunaan e-book dalam penelitian ini meliputi durasi pembukaan setiap halaman hingga akhir, pembukaan glosarium interaktif,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena mengungkap keadaan sebenarnya. Penelitian deskriptif ini merupakan penelitian untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung dalam judul penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode deskriptif digunakan dalam meneliti status suatu objek, kondisi, atau kejadian untuk memberikan gambaran atau lukisan mengenai fakta-fakta secara akurat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang cara-cara yang dapat digunakan untuk merancang rencana pembelajaran yang melatihkan literasi
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 19 Bandung tahun ajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak tiga kelas
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D)
46 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) pada penelitian ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikmanda Nugraha, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas, termasuk di dalamnya karakteristik materi pelajaran, pengetahuan awal siswa,
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan ujung tombak untuk meningkatkan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan ujung tombak untuk meningkatkan sumber daya manusia, oleh karena itu pembangunan bidang pendidikan sangat penting. Menurut UU No.20 Tahun
BAB III METODE PENELITIAN
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Menurut Sugiyono (2012)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan (Arikunto,
28 BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu,
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian. mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160). Dalam penelitian
III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 262 siswa dan
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Bandar Lampung Tahun Pelajaran 0/03 yang berjumlah 6 siswa dan terdistribusi dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan beberapa defenisi operasional
1. BAB III METODE PENELITIAN
1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu peneliti ingin melihat peningkatan pemahaman konsep dan penurunan kuantitas siswa yang miskonsepsi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi- Experimental. Metode penelitian ini digunakan karena kemungkinan sukar sekali dapat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes
A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan tipe weak experiment. Penerapan penggunaan asesmen portofolio
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009).
48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009). Desain yang digunakan adalah The One-Group Pretest-Posttest Design
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan mengembangkan perangkat pembelajaran matematika model TADIR dengan mengintegrasikan
BAB I PENDAHUUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHUUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Terdapat tujuh kategori ranah pengetahuan yang penting dikuasai oleh guru agar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi kasus. Creswell (1998, dalam Herdiansyah, 2010) menyatakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi penelitian dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri X Sentani, yang berlokasi di Jalan Raya Kemiri, Sentani, Papua. Pengambilan data dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. tersebut, maka desain dari penelitian ini adalah penelitian pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa LKPD IPA berbasis inquiry science issues yang dapat mengembangkan practical skills dan scientific
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang menggambarkan
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Inquiry lesson yang dimaksud adalah pembelajaran inquiry tentang kompetensi dasar, Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen (eksperimen semu), dimana sampel penelitian diambil secara cluster random sampling (Fraenkel & Wallen, 2009). Dalam
