BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Fanny Darmali
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN DAN LOKASI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif terhadap kegiatan pembelajaran Biologi di SMP Negeri 1 Lembang. Sekolah ini dipilih karena guru-guru Biologi di sekolah tersebut telah mendapatkan dukungan akademik dari para dosen Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI bekerjasama dengan JICA dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran di kelas. Peneliti melakukan analisis deskriptif kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran Biologi pada materi Organisasi Kehidupan. Pada penelitian hanya akan diberikan gambaran atau deskripsi mengenai kemunculan aspek-aspek inkuiri. B. DEFINISI OPERASIONAL Kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dapat mengurangi pemahaman dan kebermaknaan dari hasil penelitian, maka diperlukan penjelasan tentang beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini agar lebih efektif dan operasional. Istilah-istilah tersebut adalah : 1) Analisis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengkajian terhadap aspek-aspek inkuiri berdasarkan rekaman video.
2 27 2) Aspek-aspek Inkuiri Aspek-aspek inkuiri merupakan komponen yang harus dilaksanakan oleh siswa dan wajib ada dalam kegiatan berinkuiri. Adapun komponenkomponen tersebut adalah mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab melalui investigasi ilmiah; merancang dan melaksanakan suatu investigasi ilmiah; menggunakan alat-alat dan teknik yang tepat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data; membangun deskripsi, penjelasan, prediksi, dan model-model menggunakan bukti atau fakta; berpikir kritis dan logis untuk membuat hubungan-hubungan antara bukti dan penjelasan; mengenal dan menganalisis penjelasan alternatif dan prediksi; mengkomunikasikan prosedur dan penjelasan ilmiah; menggunakan matematika dalam seluruh aspek dalam inkuiri ilmiah. 3) Pembelajaran Pembelajaran dilakukan dalam 2x pertemuan. Pada pertemuan pertama materi yang dibahas adalah tentang Sel dan Jaringan, sedangkan pada pertemuan yang kedua dibahas tentang materi Organ dan Sistem Organ.
3 28 C. SUBJEK PENELITIAN Dalam kegiatan penelitian ini ada seorang guru yang terlibat yaitu praktikan PLP (Program Latihan Profesi) yang sedang melakukan praktik mengajar di SMP Negeri 1 Lembang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Lembang kelas VII tahun ajaran 2007/2008. Penelitian ini juga melibatkan 41 orang siswa SMP Negeri 1 Lembang kelas VII-J. D. INSTRUMEN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang gambaran kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran sehingga pada proses pengumpulan data, instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini, yaitu Lembar Observasi. Instrumen disusun berdasarkan gejala-gejala yang timbul (aspek-aspek inkuiri yang muncul) pada saat mengobservasi. Lembar observasi ditujukan untuk mengamati kemunculan aspek inkuiri saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Lembar observasi berisi aspek inkuiri beserta indikator-indikator yang mungkin muncul dalam pembelajaran. Aspek inkuiri tersebut dinilai dengan memberi tanda cheklist ( ), sehingga tugas observer adalah memberikan tanda ceklist pada kolom aspek yang muncul. Lembar observasi dapat dilihat pada Lampiran 2.
4 29 E. PROSEDUR PENELITIAN DAN PENGAMBILAN DATA Adapun cara kerja yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi prosedur penelitian dan pengambilan data. a. Prosedur Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengambilan kesimpulan. 1. Tahap Persiapan a. Menentukan dan membuat rumusan masalah. b. Studi literatur mengenai masalah yang akan diteliti. c. Membuat proposal penelitian dengan bimbingan dosen pembimbing. d. Melaksanakan seminar proposal skripsi yang bertujuan untuk memperoleh masukan-masukan sehingga dapat memperlancar pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan. e. Perbaikan proposal penelitian dengan bimbingan dosen pembimbing. f. Mengurus surat izin penelitian. g. Menyusun satuan pelajaran h. Membuat instrumen. i. Menyiapkan alat dan bahan lain yang dibutuhkan dalam penelitian. j. Pemilihan kelas penelitian.
5 30 2. Tahap Pelaksanaan a. Setting kamera video di kelas yang akan diteliti. Papan Tulis Meja Guru Gambar 3.1. Setting Kamera pada Kelas Penelitian b. Pengamatan secara langsung Pengamatan secara langsung dilakukan untuk mengumpulkan data-data melalui kegiatan observasi dengan mempergunakan lembar observasi. Melalui pengamatan secara langsung memungkinkan peneliti untuk merasakan suasana kelas sehingga peneliti bisa menghayati benar kegiatan pembelajaran yang terjadi dalam kelas. Data yang diperoleh pada pengamatan secara langsung akan digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh pada pengamatan secara tidak langsung.
6 31 c. Pengamatan secara tidak langsung Pengamatan secara tidak langsung dilakukan dengan cara merekam proses belajar mengajar terutama kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan satu buah kamera video yang telah di setting. Pengambilan gambar dilakukan dua kali. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran dibagi menjadi dua kali pertemuan. Minggu ke-1 materi yang disampaikan mengenai Sel dan Jaringan sedangkan minggu ke-2 materi yang disampaikan mengenai Organ dan Sistem Organ. Hasil dari pengamatan secara tidak langsung berupa rekaman video. Video rekaman adalah hasil video dari interaction camera, yaitu kamera yang dimaksudkan untuk menangkap interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa. Karena fokus kamera ini adalah interaksi antara siswa dengan guru, maka kegiatan lain seperti interaksi antar siswa yang terjadi dalam setting kelas tidak diprioritaskan untuk diamati. Untuk keperluan penelitian, kegiatan pembelajaran direkam secara utuh dari awal hingga akhir tanpa proses pengeditan atau tanpa dipotong. Untuk keperluan analisis, video mula-mula ditransfer ke dalam bentuk CD. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis setiap adegan dengan mengkode adegan tersebut sesuai aspek yang dimunculkannya.
7 32 Proses ini dilakukan dengan menggunakan sebuah software Videograph yang memang khusus dirancang untuk menganalisis video (Rimmele, 2002, dalam Widodo, 2005). 3. Tahap Pengambilan Kesimpulan a. Analisis data dengan mengamati video hasil rekaman proses belajar mengajar. b. Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis data. b. Pengambilan Data Untuk keperluan pengambilan data dan analisis, video dipindahkan ke dalam bentuk CD. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Proses analisis dilakukan dengan menggunakan software khusus untuk menganalisis video yang disebut Videograph (Rimmele, 2002, dalam Widodo, 2005). 2) Mengamati kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran Biologi yang terdapat di video. 3) Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis setiap adegan dengan mengkode adegan tersebut sesuai aspek yang dimunculkannya. Dalam penelitian ini unit analisis adegan adalah 10 detik. 4) Membuat deskripsi mengenai aspek-aspek inkuiri yang muncul di dalam pembelajaran serta aspek inkuiri yang sering muncul melalui pengamatan video. 5) Sebagai bahan pertimbangan, juga dilakukan pengamatan secara langsung pada proses belajar mengajar di kelas penelitian.
8 33 F. ANALISIS DATA Pada penelitian ini, aspek yang dianalisis dalam video pembelajaran tersebut, yaitu kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran. Data hasil dari video atau rekaman dianalisis dengan mentransfer video ke dalam bentuk CD. Proses analisisis dilakukan dengan menggunakan software Videograph (Rimmele dalam Widodo, 2005). Dengan software ini peneliti bisa menganalisis setiap adegan dan mengkode adegan tersebut sesuai kriteria yang dikembangkan Video 2. Koding 3. Kontrol Koding Gambar 3.2. Contoh Tampilan Analisis Video dengan menggunakan Videograph
9 34 Berdasarkan hasil pengamatannya peneliti selanjutnya melakukan koding dengan cara mengklik kolom pada area koding. Sesuai dengan jenis dan tujuan penelitian, peneliti menentukan unit analisis. Dalam penelitian ini unit analisis adegan adalah 10 detik sehingga jika keseluruhan waktu pembelajaran dalam 1xpertemuan adalah 80 menit maka akan diperoleh total unit analisis adalah 480 unit. Oleh karena itu, penelitian ini sesungguhnya sangat teliti sebab unit analisisnya sangat halus. Dalam melakukan analisis, Videograph memungkinkan peneliti untuk memutar ulang bagian tertentu tanpa harus melakukan pencarian (search) dan putar ulang (play back) yang memerlukan waktu lama. Dengan memeriksa tampilan dalam kontrol koding, peneliti dapat memeriksa kembali hasil koding yang telah dilakukan. Apabila ditemukan ada hasil koding yang tidak sesuai, maka peneliti dapat dengan mudah memperbaikinya. Hasil pengkodingan kemudian di export untuk kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan software SPSS.12 sehingga diperoleh hasil statistik berupa frekuensi kemunculan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran. Data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui waktu atau durasi kemunculan aspek inkuiri dalam pembelajaran. Adapun rumus perhitungannya adalah : t waktu kemunculan = frekuensi unit analisis waktu konversi Keterangan : t Waktu Kemunculan : lama atau durasi kemunculan satuan menit Frekuensi : frekuensi kemunculan Unit Analisis : 10 detik Waktu Konversi : 60 detik
10 35 G. BAGAN ALUR PENELITIAN Agar terlihat lebih terstruktur dan mudah untuk dipahami, prosedur penelitian ini dibuat dalam bentuk bagan alur kegiatan seperti berikut : Perencanaan Penelitian Menyusun Proposal Penelitian Seminar Proposal Orientasi dan Observasi Setting Kamera Video di Kelas Merekam Proses Belajar Mengajar Minggu ke-1 : Sel dan Jaringan Minggu ke-1 : Organ dan Sistem Organ Hasil Rekaman dalam Bentuk CD Pengumpulan Data Analisis Data Kesimpulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di beberapa lokasi di Kota Bandung. Pemilihan lokasi berdasarkan pada tempat pelaksanaan pendampingan pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Keterampilan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Menurut (Arikunto dkk, 2009,
PROSEDUR OPERASI BAKU PELAKSANAAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM KOMPUTER
PROSEDUR OPERASI BAKU PELAKSANAAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM KOMPUTER Jurusan : Pendidikan Matematika Program Studi : Matematika/Pendidikan Matematika A. Dasar Pemikiran Praktikum merupakan penunjang dari
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk menyampaikan
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk menyampaikan hasil analisis fenetik baik secara lisan maupun tulisan. Keterampilan berkomunikasi
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan mengenai variabel tersebut.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang memiliki peranan yang sangat penting
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Inquiry lesson yang dimaksud adalah pembelajaran inquiry tentang kompetensi dasar, Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut dengan Classroom Action Research. Kemmis (1983,
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Yogyakarta yang terletak di Jalan Yos Sudarso nomer 7,
BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan mengenai implementasi peer assessment dalam penilaian
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai implementasi peer assessment dalam penilaian komunikasi siswa melalui pembelajaran inkuiri
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka operasional dari masing-masing variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Metode ini merupakan penelitian tindakan
BAB I PENDAHULUAN. abstrak melalui ceramah dan ilustrasi melalui gambar di papan tulis. Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran selama ini masih terbatas pada penjelasan konsep yang abstrak melalui ceramah dan ilustrasi melalui gambar di papan tulis. Permasalahan
BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen adalah melakukan pengukuran sebagai hasil eksperimen terhadap
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hal ini disebabkan tujuan penelitian adalah melihat hubungan sebab akibat
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16-19 November 2012 di SMA Negeri 2 Sumedang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakter penguasaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) Desain Kegiatan Laboratorium merupakan suatu pedoman atau petunjuk untuk melakukan suatu kegiatan praktikum. Desain
BAB III METODE PENELITIAN. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif
48 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Karena dalam pelaksanaannya peneliti akan secara langsung
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian, setting penelitian dan subjek penelitian, sasaran penelitian, data dan cara pengambilannya,
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. produksi. Proses tersebut akan digambarkan pada gambar 4.1. lokasi akan ditata seperti yang digambarkan pada storyboard.
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Secara keseluruhan bab ini akan membahas tentang produksi hingga pasca produksi. Proses tersebut akan digambarkan pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Gambar proses produksi dan pasca
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Analisis Struktur Desain Kegiatan Laboratorium () Analisis struktur yang dimaksud pada penelitian ini adalah analisis keberadaan dan kualitas dari lima
BAB III METODE PENELITIAN. SMA Negeri dalam tes literasi sains PISA. Penelitian deskriptif adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif, karena penggunaannya yaitu untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pertanyaan siswa ketika pembelajaran menggunakan pendekatan studi kasus pada konsep sistem indera. Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Gambaran PCK dalam penelitian ini dilihat dari perencanaan guru dalam menyusun pembelajaran sistem hormon yang meliputi lima komponen yaitu orientasi
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
25 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan 1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research, yaitu penelitian kualitatif yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. (d) teknik analisis data, (e) prosedur penelitian. Berikut adalah penjelasan secara
43 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai: (a) pendekatan dan metode penelitian, (b) lokasi dan subjek penelitian, (c) teknik dan instrumen pengumpulan data, (d) teknik analisis data,
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Dalam penelitian ini kelas eksperimen maupun kelas
BAB I PENDAHULUAN. melalui serangkaian proses ilmiah (Depdiknas, 2006). Pembelajaran IPA tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran IPA harus menekankan pada penguasaan kompetensi melalui serangkaian proses ilmiah (Depdiknas, 2006). Pembelajaran IPA tidak hanya penguasaan kumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
3 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment karena kelompok eksperimen maupun
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah film Sang Penari, karena penulis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah film Sang Penari, karena penulis ingin menggambarkan tentang perempuan yang terkandung di dalam film Sang Penari. Selain
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video dokumenter,
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA 4.1 Produksi Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video dokumenter, merupakan rancangan yang sudah disusun dan dibuat pada saat pra produksi di implementasikan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jl. DR. Setiabudhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pengembangan praktikum Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi kompleks agar sesuai dengan tujuan, yaitu meliputi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan penelitian eksperimen diharapkan, setelah menganalisis hasilnya kita dapat melihat
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang beberapa
I. PENDAHULUAN. Rumpun ilmu IPA erat kaitannya dengan proses penemuan, seperti yang. dinyatakan oleh BSNP (2006: 1) bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumpun ilmu IPA erat kaitannya dengan proses penemuan, seperti yang dinyatakan oleh BSNP (2006: 1) bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang terdapat dalam penelitian dan merupakan cara untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturanperaturan yang terdapat dalam penelitian dan merupakan cara untuk mengumpulkan, menyusun
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SD Negeri Kebumen yang beralamat di Jalan Kaswari nomer 2 Kelurahan Kebumen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut juga Classroom Action Research. Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN A.
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran Inquiry lab Pembelajaran inquiry lab yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah salah satu tahapan inquiry dengan metode eksperimen
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. produksi. Alur tersebut tergambarkan seperti pada gambar 4.1.
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Secara garis besar bab ini akan membahas tentang produksi hingga pasca produksi. Alur tersebut tergambarkan seperti pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Alur Produksi Dan Pasca Produksi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Ruseffendi (2005: 3) menyatakan bahwa penelitian adalah salah satu cara pencarian kebenaran atau yang dianggap benar untuk memecahkan suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran mekanisme evolusi berbantuan praktikum menggunakan simulasi kegiatan praktikum (virtual lab) jenis virtual hibrida (hybrid virtual
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi pada penelitian ini bertempat di SDN 3 Nagarawangi, Jl. KH. Lukmanul Hakim No. 6, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Lokasi tersebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Wardi Bahtiar dalam bukunya Metodologi Penelitian Dakwah. kesimpulan dan selanjutnya dicarikan cara pemecahannya 26.
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada dasarnya penelitian itu merupakan usaha menemukan, mengembangkan dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengamatan dan pengumpulan data. Tahap awal dari proses ini adalah ketika
17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Keterampilan interpretasi Interpretasi adalah suatu proses yang terkait dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan data. Tahap awal dari proses
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan sebuah metode penelitian yang dilakukan di dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian adalah suatu proses ilmiah dalam memenuhi rasa ingin tahu (curiousity) manusia dalam upaya pemecahan masalah yang terjadi di dalam lingkungan serta meningkatkan
BAB III METODE PENELITIAN
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kedungwinangun. Lokasi sekolah dasar tersebut terletak di Desa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian menurut Nana Sudjana menekankan kepada cara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian menurut Nana Sudjana menekankan kepada cara bagaimana memperoleh data yang menekankan pada strategi, proses dan pendekatan dalam memilih
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif. Menurut
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif. Menurut Ruseffendi (1988) penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau biasa disingkat PTK. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan (action research)
III. METODE PENELITIAN. prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis
45 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Margono, 2005: 36), penelitian kualitatif adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) atau class room action research (CAR). Hermawan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Sudjana (2009: 64) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bagian ini akan dikemukakan metodologi penelitian yang
55 BAB III METODE PENELITIAN Pada bagian ini akan dikemukakan metodologi penelitian yang penyajiannya diklasifikasikan menjadi lima bagian. Bagian pertama membicarakan metoda, teknik dan alat pengumpulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa yang mengalami peristiwa belajar berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu pelaksanaan peer assessment, model pembelajaran Jigsaw, dan kemampuan berkomunikasi lisan siswa.
