BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Deddy Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana prinsip jurnalisme bencana diterapkan dalam sebuah pemberitaan di surat kabar. Jurnalisme bencana yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana media memberitakan peristiwa bencana (Nazaruddin, 2007:164). Terkandung dua dimensi dalam bagaimana memberitakan yaitu dimensi proses dan hasil. Dimensi proses mengacu pada proses produksi, sedangkan dimensi hasil mengacu pada berita yang dimuat oleh media (Nazaruddin, 2007:164). Pada penelitian ini dimensi yang diteliti hanya terbatas pada dimensi hasil, yaitu berita surat kabar. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam bnpb.go.id, bencana didefinisikan sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam, maupun faktor manusia yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Kecelakaan lalu lintas, baik lalu lintas darat, laut, maupun udara dapat digolongkan sebagai bencana. Dalam bnpb.go.id dijelaskan mengenai jenis-jenis bencana, dan kecelakaan transportasi adalah salah satunya. Kecelakaan transportasi didefinisikan sebagai kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut, dan udara. 1
2 2 Bencana menjadi salah satu sumber bagi media untuk menulis berita. Bencana adalah blessing in disguise dalam kacamata bisnis media (Nazaruddin, 2007:166). Dalam konteks berita bencana, semakin hebat bencana itu terjadi maka semakin tinggi nilai berita yang dimiliki. Wartawan dalam media berlombalomba untuk mengejar keeksklusifan berita dengan mewawancarai pihak-pihak yang terkait. Namun terkadang wartawan melupakan prinsip yang seharusnya ditaati dalam peliputan bencana sehingga berita yang ditampilkan tidak sesuai dengan prinsip yang seharusnya. Salah satu kecelakaan yang terjadi di Indonesia adalah kecelakaan pesawat AirAsia yang terjadi pada tanggal 28 Desember Kecelakaan ini disoroti oleh berbagai media dari seluruh dunia. Berdasarkan berita yang peneliti baca dari beberapa media, AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 dikabarkan hilang kontak dengan menara pengawas setelah meminta ijin untuk berbelok dan menaikkan ketinggian. Tiga hari berselang, serpihan pesawat ini akhirnya ditemukan di Pangkalanbun Kalimantan Selatan. Dengan jumlah korban yang banyak yaitu 155 penumpang dan 7 kru, kejadian ini tentu memiliki nilai berita magnitude. Kejadian ini juga merupakan kecelakaan pertama AirAsia di Indonesia setelah 13 tahun beroperasi. Wartawan dari berbagai media berusaha meliput dan memberitakan kejadian ini. Banyak angle yang dapat digunakan oleh wartawan dalam memberitakan peristiwa kecelakaan AirAsia salah satunya dari angle kerabat korban, yang tentunya memiliki nilai berita human
3 3 interest yang tinggi. Media, baik media elektronik, cetak, maupun online tak luput memberitakan tangisan dan duka keluarga korban di crisis centre secara dramatis. Namun seringkali dalam peliputannya, wartawan menjurus ke ranah privasi dan membuat adanya protes dari khalayak. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberitaan pada surat kabar Jawa Pos 31 Desember 2014 yang berjudul Televisi Dipadamkan, Jendela Ditutup Kardus. Berita tersebut menceritakan tentang ditemukannya serpihan pesawat AirAsia QZ8501. Dalam berita tersebut diceritakan bahwa para pihak keluarga korban kecelakaan tidak ingin suasana haru di dalam ruangan crisis center direkam televisi maupun dipotret wartawan media cetak yang datang dari berbagai negara. Pihak keamanan dan petugas bandara akhirnya menutup kaca ruangan dengan kardus seadanya. Keluarga korban merasa privasi mereka terganggu dengan kehadiran media. Prinsip-prinsip dalam meliput bencana banyak diabaikan oleh media. Salah satu televisi swasta Indonesia juga dikecam karena menayangkan secara vulgar dan tanpa sensor korban yang mengapung di laut. Tangisan pihak keluarga yang melihat tayangan tersebut meledak dan beberapa juga ada yang pingsan. Tak hanya mendapat kecaman dari dalam negeri, media tersebut juga mendapatkan kecaman dari luar negeri. The Guardian, salah satu media Internasional yang berbasis di Inggris menyebut tindakan stasiun televisi tersebut brutal dalam mengonfirmasi kematian para penumpang AirAsia QZ8501 dalam berita berjudul Families receive brutal confirmation of lost plane s fate
4 4 (theguardian.com). Prinsip dalam meliput dan memberitakan bencana dilanggar demi mengejar sensasional pemberitaan. Menurut Nazaruddin (2007: ) dalam tulisannya yang berjudul Jurnalisme Bencana: Sebuah Tinjauan Etis yang dimuat dalam jurnal komunikasi UII Volume 1, Nomor 2, tahun 2007 setidaknya ada empat prinsip yang seharusnya digunakan oleh media dalam peliputan dan penulisan berita bencana. Prinsip tersebut antara lain prinsip akurasi, prinsip humanis khususnya prinsip suara korban, prinsip komitmen menuju rehabilitasi, serta prinsip kontrol dan advokasi. Keempat prinsip tersebut dapat menjadi tolak ukur untuk menilai sejauh mana media memiliki kepedulian dalam meliput peristiwa bencana. Keempat prinsip ini menjadi penting dilakukan karena publik menggantungkan pengetahuan informasinya kepada media massa. Berangkat dari kritik mengenai peliputan bencana di media, peneliti tertarik untuk meneliti penerapan prinsip jurnalisme bencana dalam pemberitaan kecelakaan AirAsia QZ8501 dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Metode analisis isi digunakan karena melalui metode ini dapat dilihat karakteristik pesan, yaitu pemberitaan di media yang bertujuan untuk memberikan gambaran populasi. Analisis isi merupakan suatu teknik penelitian yang dilakukan secara objektif, sistematis, dan deskripsi kuantitatif dari isi komunikasi yang tampak atau manifest (Eriyanto, 2011: 15). Dari tiga pendekatan analisis isi yaitu deskriptif, eksplanatif dan prediktif, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif. Pemilihan pendekatan ini dimaksudkan
5 5 untuk menggambarkan secara detail suatu pesan atau suatu teks tertentu. Pemilihan metode ini didasarkan dengan alasan melalui metode analisis isi surat kabar akan mudah diungkapkan apa yang tersurat maupun yang tersirat dalam surat kabar yang diteliti. Pada dasarnya teknik ini menggunakan data kualitatif dan mengubahnya menjadi data kuantitatif, sehingga akan muncul tabel-tabel frekuensi atas berita yang ditampilkan (Suwardi, 1993:78). Surat kabar yang dipilih adalah Jawa Pos dan Kompas. Dengan tingkat readership yang tinggi, tentunya pemberitaan yang ada di surat kabar tersebut akan mempengaruhi pembaca dalam mengartikan peristiwa tersebut. Menurut lembaga riset asal Australia Roy Morgan, Jawa Pos dibaca rata-rata 1,4 juta orang, sedangkan Kompas dibaca 1,2 juta orang (jawapos.com). Selain alasan tersebut, surat kabar yang berisi berita nasional dipilih karena kasus kecelakaan AirAsia menjadi isu nasional yang melibatkan pemerintah dan munculnya kebijakan baru dalam dunia penerbangan. Kompas dan Jawa Pos besar dengan segmentasinya sendiri-sendiri. Menurut DD. Laksono, dalam laporan riset Memetakan Lanskap Industri Media Kontemporer di Indonesia tahun 2012 yang digarap oleh Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG), Jakarta dan HIVOS Kantor Regional Asia Tenggara, Kompas menang dari sisi penetrasi influence atau pengaruh. Sedangkan Jawa Pos menang dari sisi pasarnya. Kompas memiliki 18,4% pangsa pembaca surat kabar, sedangkan Jawa Pos mempunyai 16,2% pangsa pembaca surat kabar. Besarnya angka ini membuktikan bahwa baik Kompas
6 6 maupun Jawa Pos merupakan koran yang dipercaya oleh pembacanya. Kedua surat kabar besar ini memiliki pola pemberitaan yang berbeda dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip jurnalisme bencana apa saja yang diterapkan oleh Jawa Pos dan Kompas. Menurut observasi peneliti, baik Jawa Pos maupun Kompas memberikan porsi besar dalam memberitakan peristiwa AirAsia. Porsi besar yang dimaksud disini adalah dengan menjadikan berita tersebut sebagai headline selama beberapa hari serta memberikan halaman khusus untuk pemberitaan kecelakaan AirAsia QZ8501. Jawa Pos memberi nama pada halaman khusus tersebut TRAGEDI QZ8501, sedangkan Kompas memberi nama pada halaman khusus tersebut MUSIBAH AIRASIA. Perkembangan kasus ini juga diberitakan setelah berita ini tidak menjadi headline hingga Februari Periode berita yang digunakan untuk penelitian ini yaitu pada periode Desember 2014 hingga Januari Periode ini dipilih karena pada Desember 2014 merupakan awal berita kecelakaan tersebut muncul. Sedangkan Januari 2015 dipilih karena pada surat kabar Jawa Pos dan Kompas berita kecelakaan AirAsia sudah mulai berkurang intensitas pemberitaannya. Berita yang digunakan sebagai bahan dalam penelitian ini adalah headline Jawa Pos dan Kompas selama periode yang dipilih. Headline dipilih karena melalui headline dapat diketahui fokus yang ditonjolkan oleh media. Menurut Eriyanto (2002:105), peristiwa yang memiliki nilai berita paling banyak dan paling tinggi lebih
7 7 mungkin untuk ditampilkan pada headline. Jawa Pos menyajikan berita headline kecelakaan AirAsia sebanyak 11 berita. Sedangkan Kompas menyajikan berita headline kecelakaan AirAsia sebanyak 6 berita. Penelitian ini penting karena yang pertama konsep jurnalisme bencana merupakan genre baru jurnalisme yang masih belum banyak diteliti. Selain itu, banyaknya kritik dari dalam maupun luar negeri mengenai peliputan dan penyajian berita bencana di berbagai media massa Indonesia, membuat penelitian ini dapat digunakan sebagai hasil evaluasi bagi para institusi media massa dalam meliput dan memberitakan bencana. Media diharapkan dapat menerapkan prinsip peliputan bencana dalam rangka membangun media yang sehat. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian untuk mengetahui penerapan prinsip jurnalisme bencana di surat kabar Jawa Pos dan Kompas dengan metode analisis isi kuantitatif. I.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa saja prinsip jurnalisme bencana yang diterapkan Jawa Pos dan Kompas dalam pemberitaan kecelakaan AirAsia QZ8501 periode Desember 2014 Januari 2015?
8 8 I.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja prinsip jurnalisme bencana yang diterapkan Jawa Pos dan Kompas dalam pemberitaan kecelakaan AirAsia QZ8501 periode Desember 2014 Januari I.4. Batasan Penelitian a. Objek penelitian adalah permasalahan yang diteliti dalam sebuah penelitian, sehingga objek penelitian dalam penelitian ini adalah penerapan prinsip jurnalisme bencana. b. Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang dijadikan bahan dalam sebuah penelitian, sehingga subjek penelitian dalam penelitian ini adalah media cetak, yaitu Jawa Pos dan Kompas. c. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kuantitatif. d. Topik berita yang diteliti adalah berita kecelakaan AirAsia yang terjadi pada tanggal 28 Desember e. Periode berita yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desember Januari f. Bencana yang dibahas dalam penelitian ini adalah bencana non-alam yaitu berupa kecelakaan transportasi udara. g. Berita yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas pada berita Headline.
9 9 I.5. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini terbagi dalam manfaat akademis dan manfaat praktis : a. Manfaat akademis Hasil dari penelitian ini memperkaya kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam kajian jurnalisme bencana dengan metode analisis isi. b. Manfaat praktis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi kepada para institusi media massa dalam meliput dan memberitakan sebuah bencana berdasarkan prinsip jurnalisme bencana.
BAB I PENDAHULUAN. adalah berita. Menurut Indah Suryawati (2011:67), berita merupakan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Unsur terpenting dari media baik cetak, elektronik maupun online adalah berita. Menurut Indah Suryawati (2011:67), berita merupakan informasi yang layak disajikan
JURNALISME BENCANA DALAM PEMBERITAAN KECELAKAAN AIRASIA QZ8501 PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS
JURNALISME BENCANA DALAM PEMBERITAAN KECELAKAAN AIRASIA QZ8501 PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS Finsensius Yuli Purnama, Yuli Nugraheni & Stefanie Andreas Prodi Ilmu Komunikasi UKWMS [email protected];
BAB I PENDAHULUAN. pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang. pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengertian komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Sampai
BAB I PENDAHULUAN. nilai berita (news value). Nilai berita ini menjadi ukuran yang berguna, atau yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Hal ini tergambarkan dalam salah satu fungsi media massa sebagai penyebar informasi
BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini. Manusia merupakan khalayak sasaran media massa, sehingga keberadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media massa adalah salah satu aspek komunikasi yang penting, terutama pada masa sekarang ini. Manusia merupakan khalayak sasaran media massa, sehingga keberadaan
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai kebutuhan pokok,
BAB I PENDAHULUAN. kabar yang bersangkutan. Penyajian sebuah isi pesan dalam media (surat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berita merupakan isi utama dalam sebuah media (surat kabar). Isi berita yang baik dan berkualitas akan berdampak baik pula bagi surat kabar yang bersangkutan.
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak ke pihak lain yang dapat berupa individu, kelompok, organisasi, atau masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat yang kian berkembang pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka ingin tahu apa yang terjadi di tengah-tengah dunia global. Program informasi
BAB I PENDAHULUAN. mengungkapkan kebenaran secara fairness. Yaitu salah satu syarat objektivitas
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Media massa merupakan sarana manusia untuk memahami realitas. Oleh sebab itu, media massa senantiasa dituntut mempunyai kesesuaian dengan realitas dunia yang benar-benar
BAB I PENDAHULUAN. menggabungkan information (informasi) dan infotainment (hiburan). Artinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kata infotainment merupakan neologisme, atau kata bentukan baru yang menggabungkan information (informasi) dan infotainment (hiburan). Artinya infotainment adalah informasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berita sudah menjadi hal yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan berbagai macam bentuk media seperti media cetak dalam wujud koran dan berita gerak (media
BAB I PENDAHULUAN. oleh banyak orang dikarenakan waktu yang lebih singkat dibandingkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang
Analisis Isi Media Judul: No.02 Kontroversi Izin Penerbangan Periode: 01/01/1970 Tanggal terbit: 05/01/2015
Analisis Isi Media Judul: No02 Kontroversi Izin Penerbangan Periode: 01/01/1970 Tanggal terbit: 05/01/2015 Sebaran Media Pada pemberitaan media hari ini, terdapat 12 media baik daring, cetak, maupun elektronik
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat kita sebagai suatu kebutuhan, dari hanya sekedar untuk tahu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa berkembang pesat di era teknologi saat ini dimana media massa digunakan untuk penyampaian informasi. Informasi saat ini dinilai oleh masyarakat kita sebagai
BAB I PENDAHULUAN. ini terjadi di Jalan Thamrin Jakarta. Peristiwa Bom Thamrin ini mengejutkan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Peristiwa Bom Thamrin yang terjadi pada tanggal 14 Januari 2016 ini terjadi di Jalan Thamrin Jakarta. Peristiwa Bom Thamrin ini mengejutkan banyak pihak karena
BAB I PENDAHULUAN. Berbicara mengenai media, tentunya tidak terlepas dari konsep komunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbicara mengenai media, tentunya tidak terlepas dari konsep komunikasi massa. Wilbur Scramm menggunakan ide yang telah dikembangkan oleh seorang psikolog, yaitu Charles
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian Dewasa ini, media adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Dewasa ini, media adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia yang senantiasa membutuhkan informasi yang dapat memperkaya hidupnya. Media merupakan
PENERAPAN PRINSIP JURNALISME BENCANA DALAM PEMBERITAAN KECELAKAAN AIRASIA QZ8501 PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS PERIODE DESEMBER 2014 JANUARI
PENERAPAN PRINSIP JURNALISME BENCANA DALAM PEMBERITAAN KECELAKAAN AIRASIA QZ8501 PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS PERIODE DESEMBER 2014 JANUARI 2015 SKRIPSI Disusun Oleh: Stefanie Andreas NRP. 1423012052
BAB I PENDAHULUAN. mempublikasikan setiap ada agenda yang diadakan oleh perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman modern ini keterbukaan informasi publik sangatlah penting terutama untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang terus berkembang. Dalam hal ini keterbukaan
SIKAP MASYARAKAT PENGGUNA JASA LAYANAN TRANSPORTASI UDARA DI SURABAYA
SIKAP MASYARAKAT PENGGUNA JASA LAYANAN TRANSPORTASI UDARA DI SURABAYA (Studi Deskriptif Sikap Masyarakat Pengguna Jasa Layanan Transportasi Udara Di Surabaya Pasca Pemberitaan Pengumuman KNKT terkait Peristiwa
yang sangat penting, selain aspek lain seperti ketepatan dan keakuratan data. Dengan kemunculan perkembangan internet, maka publik dapat mengakses ber
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu media massa cetak dan media elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai
BAB I. Pendahuluan. Siaran pers memiliki fungsi penting bagi setiap organisasi ataupun perusahaan
1 BAB I Pendahuluan 1.1 latar belakang Siaran pers memiliki fungsi penting bagi setiap organisasi ataupun perusahaan manapun, yaitu untuk memberikan informasi yang penting menyangkut dengan publiknya.
BAB I PENDAHULUAN. banyak karena melibatkan anak menteri. kecelakaan maut yang kembali terjadi di Tol Jagorawi KM yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Awal tahun 2013 silam, masyarakat dikejutkan oleh kecelakaan maut yang menimpa anak salah satu tokoh publik di Indonesia, yaitu Rasyid Rajasa, anak dari Menteri Perekonomian
BAB I PENDAHULUAN. dalam mendapatkan informasi dari luar dirinya. Berbagai upaya dilakukan oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan pemenuhan kebutuhan dalam mendapatkan informasi dari luar dirinya. Berbagai upaya dilakukan oleh manusia dalam mendapatkan
VI. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1. TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara sebagai televisi publik lokal dan Sindo TV
VI. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI Pada bagian ini diuraikan kesimpulan, implikasi dan rekomendasi berdasar hasil penelitian yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan temuan-temuan dan analisa
BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan komunikasi. Tindakan
BAB I PENDAHULUAN. ruang publik, sebagai Public Service atau pelayanan publik. Hal ini tujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahan swasta maupun pemerintah diwajibkan memberikan ruang publik, sebagai Public Service atau pelayanan publik. Hal ini tujuan untuk memberikan
BAB I PENDAHULUAN. yang pas dalam tayangan yang disiarkan. Stasiun TV swasta dalam satu hari dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berita buruh merupakan salah satu berita yang jarang dilihat dalam tayangan pemberitaan media TV. Berita buruh masih belum mendapatkan porsi yang pas dalam
BAB I PENDAHULUAN. Kasus sengketa lahan di Indonesia lebih banyak merupakan. dengan akses dan kepemilikan lahan yang kemudian berujung pada konflik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kasus sengketa lahan di Indonesia lebih banyak merupakan pertentangan antara warga setempat dengan perusahaan swasta terkait dengan akses dan kepemilikan lahan yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia pendidikan kembali tercoreng. Sabtu 22 Maret 2014, Polda Metro
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan kembali tercoreng. Sabtu 22 Maret 2014, Polda Metro Jaya mendapat laporan atas kejadian kasus pelecehan seksual. Korbannya adalah seorang murid
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dalam 4 tahap, sesuai dengan tahapan krisis menurut Finks, yaitu: dan melakukan perubahan pejabat struktural;
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti mengambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: a. Pasca kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 rute
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
CQWWka BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 15/06/62/Th.X, 1 Juni PERKEMBANGAN JASA TRANSPORTASI Selama April, Jumlah Penumpang Angkutan Laut dan Udara Masing-Masing 14.053 Orang dan 117.098 Orang. Jumlah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan yang berdiri pasti pernah mengalami krisis, entah itu krisis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang berdiri pasti pernah mengalami krisis, entah itu krisis yang disebabkan oleh internal maupun eksternal, entah itu krisis yang diakibatkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan perkotaan. Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian fisikal, sosial,
BAB 1 PENDAHULUAN. stakeholders ataupun untuk mengkomunikasikan visi, misi, tujuan dan program
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap instansi atau perusahaan membutuhkan seorang public relations karena peran dan fungsinya yang sangat penting dalam melakukan aktivitasnya tersebut. Dalam melakukan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai elemen di dalam masyarakat. Contohnya elemen pemerintah dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Media massa tidak hanya digunakan untuk komunikasi massa atau sebagai sarana penyampaian pesan saja, tetapi juga sebagai penghubung antar berbagai elemen di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Informasi telah menjadi kebutuhan masyarakat di era modern. Informasi menambah pengetahuan masyarakat dan membantu mereka membuat keputusan dalam kehidupan
Bab 1 PENDAHULUAN. Komunikasi akan berjalan dengan diterapkannya sebuah bahasa yang baik
1 Bab 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Komunikasi akan berjalan dengan diterapkannya sebuah bahasa yang baik dalam diri seseorang, terutama wartawan. Seorang wartawan sebagai penulis yang selalu
BAB 1 PENDAHULUAN. transportasi pribadi bagi kehidupan sehari-hari mereka. Transportasi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu faktor umum dalam keberlangsungan pembangunan masyarakat Indonesia. Masyarakat era modern saat ini menggunakan moda transportasi umum
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan ekonomi dan masyarakat kelas menengah di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi dan masyarakat kelas menengah di Indonesia menumbuhkan minat masyarakat melakukan perjalanan termasuk jasa penerbangan. Daya beli masyarakat semakin
OBJEKTIVITAS BERITA LINGKUNGAN HIDUP DI HARIAN KOMPAS
OBJEKTIVITAS BERITA LINGKUNGAN HIDUP DI HARIAN KOMPAS (Analisis Isi pada Berita Lingkungan dalam Pemberitaaan Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Di Indonesia Di Harian Kompas Periode Februari September
BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA)
BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA) Karina Pinem 100904046 Abstrak Penelitian ini berjudul Literasi Media
KONSTRUKSI BERITA PERKOSAAN OLEH SITOK SRENGENGE DI MEDIA ONLINE TEMPO DAN REPUBLIKA
KONSTRUKSI BERITA PERKOSAAN OLEH SITOK SRENGENGE DI MEDIA ONLINE TEMPO DAN REPUBLIKA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Kepada Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Sebagai Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. tidak lepas dari media massa. Mulai dari membaca surat kabar, majalah,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, media menjadi sebuah keniscayaan. Setiap hidup manusia selalu tidak lepas dari media massa. Mulai dari membaca surat kabar, majalah, menonton televisi
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KONTIJENSI TSUNAMI PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KONTIJENSI TSUNAMI PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Bali merupakan salah satu
PEMBINGKAIAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI SPORT CENTER DI HAMBALANG PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS. Skripsi
41 PEMBINGKAIAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI SPORT CENTER DI HAMBALANG PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS (Studi Analisis Framing head line Pemberitaan Kasus Korupsi Sport Center di Hambalang Pada Surat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Jurnalisme online pada saat sekarang ini lebih banyak diminati oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jurnalisme online pada saat sekarang ini lebih banyak diminati oleh masyarakat dikarenakan pada era kemajuan teknologi, masyarakat lebih cenderung memanfaatkan
BAB I PENDAHULUAN. kepada peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang penelitian Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan selalu ingin berkomunikasi dengan manusia lain untuk mencapai tujuannya. Sebagai makhluk sosial, manusia harus taat
BAB 1 PENDAHULUAN. Penyiaran merupajan sebuah proses untuk menyampaikan siaran yang di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyiaran merupajan sebuah proses untuk menyampaikan siaran yang di awali dengan penyiapan materi atau konsep, lalu proses produksi atau pengambilan gambar dan juga
Menulis Berita. Silahkan mencoba menulis sebuah berita sesuai kaedah ejaan yang benar. Drs. Masari, MM. Modul ke: Fakultas TEKNIK
Modul ke: Menulis Berita Silahkan mencoba menulis sebuah berita sesuai kaedah ejaan yang benar Fakultas TEKNIK Drs. Masari, MM Program Studi TEKNIK MESIN http://www.mercubuana.ac.id Teknik Penulisan Berita
BAB I PENDAHULUAN. massa baru bermunculan. Secara umum, media massa tergolong. media elektronik (televisi dan radio), serta media online.
12 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan khalayak akan informasi yang tinggi membuat banyak mediamedia massa baru bermunculan. Secara umum, media massa tergolong menjadi tiga jenis bagian, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Media massa biasa disingkat media berasal dari bahasa Latin sekaligus bentuk jamak dari kata medium. Istilah media massa atau pers mulai digunakan pada tahun
Veronika/ Mario Antonius Birowo. Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Abstrak
Pemberitaan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat pada Harian Jurnal Nasional dan Harian Kompas (Analisis Isi Kuantitatif Objektivitas Pemberitaan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat pada Harian Jurnal Nasional
MEDIA MONITORING 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK
MEDIA MONITORING 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK Latar Belakang Terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014 memunculkan harapan masyarakat tentang perubahan bagi bangsa
BAB I PENDAHULUAN. jenis, media massa elektronik, media massa cetak, dan media massa online.
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Semenjak tumbangnya rezim orde baru media massa terus berkembang hingga di era demokrasi saat ini. Berbagai jenis media massa telah tumbuh dan berkembang di
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup telah menjadi isu utama hampir di seluruh negara di dunia. Perubahan iklim beserta dampak yang ditimbulkannya bagi kesehatan dan keselamatan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berita cukup penting peranannya bagi kehidupan kita sehari-hari. Berita dapat digunakan sebagai sumber informasi atau sebagai hiburan bagi pembacanya. Saat
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan saluran-saluran komunikasi. Komunikasi massa akan. didefinisikan sebagai komunikasi kepada khalayak dalam jumlah besar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi sering kita lakukan dalam sehari-hari, komunikasi merupakan kebutuhan yang paling dasar manusia. Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian
BAB I PENDAHULUAN. Informasi telah menjadi suatu kebutuhan saat ini. Masyarakat tidak bisa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi telah menjadi suatu kebutuhan saat ini. Masyarakat tidak bisa lepas dari informasi untuk menjalani kehidupan sosial mereka. Informasi yang dikonsumsi dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. makhluk hidup yang lainnya, manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dunia ini semua makhluk hidup pasti akan selalu berusaha memenuhi semua kebutuhan hidupnya, tak terkecuali manusia. Akan tetapi berbeda dengan makhluk hidup
Keberimbangan Pemberitaan. Dalam Pemberitaan Kasus Korupsi
Keberimbangan Pemberitaan Dalam Pemberitaan Kasus Korupsi Irdiana / Lukas S. Ispandriarno Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari No
BAB I PENDAHULUAN. menjadi faktor determinan dalam kehidupan sosial, ekonomi dan budaya bangsa Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebebasan pers merupakan salah satu indikator penting dalam membangun suatu negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia. Pasca reformasi 1998 media massa
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat
BAB I PENDAHULUAN. tahunnya. Pengakses internet terus mengalami peningkatan sejalan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di Indonesia, media baru (internet) berkembang dengan pesat setiap tahunnya. Pengakses internet terus mengalami peningkatan sejalan dengan ketersediaan infrastruktur
BAB I PENDAHULUAN. dalamnya mencakup struktur, pesan yang disampaikan, sudut pandang, dan nilai.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Narasi memiliki unsur penting pada jurnalistik. Jurnalis tidak hanya sekadar menulis artikel tetapi harus memberikan cerita kepada pembaca yang di dalamnya
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif yaitu
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif yaitu sebuah penelitian dimana peneliti berinteraksi dengan berbagai material
Yohanes Karol Hakim/ Lukas Ispandriarno PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
PEMBERITAAN PEMILIHAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR 2013 (Analisis Isi Keberpihakan Media dalam Pemberitaan Masa Kampanye Pemilihan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Putaran Pertama di Harian Pos Kupang
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1570, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPB. Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Pencabutan. PERATURAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2017
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) HUKUM DAN KODE ETIK JURNALISTIK
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) HUKUM DAN KODE ETIK JURNALISTIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2016 A. PENDAHULUAN 1. Latar belakang Ketika media
BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pengantar pesan. Setiap informasi yang dimuat dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media menjadi sarana informasi yang dibutuhkan masyarakat. Tujuannya memberikan gambaran mengenai alat komunikasi yang bekerja dari skala terbatas hingga melibatkan
BAB 1 PENDAHULUAN. seorang anak. Di negara berkembang lebih dari 2000 anak mati setiap menitnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Begitu pula bagi seorang anak. Di negara berkembang lebih dari 2000 anak mati setiap menitnya hingga hampir
BAB 1 PENDAHULUAN. Kebebasan pers Indonesia ditandai dengan datangnya era reformasi dimulai
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kebebasan pers Indonesia ditandai dengan datangnya era reformasi dimulai tahun 1998 setelah peristiwa pengunduran diri Soeharto dari jabatan kepresidenan. Pers Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. perempuan. Dari catatan Komnas Perempuan, yang dimuat pada harian Kompas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tindakan kekerasan terhadap wanita adalah fenomena sosial yang sering kali terdengar di telinga masyarakat dan sudah lama terjadi. Baru-baru ini menjadi topik hangat
III. METODE PENELITIAN. didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. 1 Metode
III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita lepaskan dari
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita lepaskan dari kehidupan kita sehari hari. Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication, berasal
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sifat Penelitian Secara harafiah, metodologi dibentuk dari kata metodos, yang berarti cara, teknik, atau prosedur, dan logos yang berarti ilmu. Jadi metodologi
I. PENDAHULUAN. keinginan, dan perbuatan-perbuatannya, serta sebagai alat untuk memengaruhi
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat yang dipakai manusia untuk membentuk pikiran, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatannya, serta sebagai alat untuk memengaruhi dan dipengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dalam bidang teknologi dan informasi, hampir semua masyarakat baik yang berada di daerah pekotaan maupun yang
BAB I PENDAHULUAN. massa yang setiap hari selalu memberitakan mengenai kasus-kasus kejahatan dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini, kasus kejahatan begitu marak terjadi dalam hitungan detik dan meniti di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pemberitaan di berbagai media massa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan informasi yang terjadi setiap harinya, sudah menjadi kebutuhan penting di setiap harinya. Media massa merupakan wadah bagi semua informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, komunikasi berkembang semakin pesat dan menjadi sedemikian penting. Hal tersebut mendorong terciptanya media media yang menjadi alat
BAB I PENDAHULUAN. Ketika mendengar Berita Kriminal Sergap di RCTI, sekilas. dan penjelasan yang panjang sehingga membuat pendengar atau pemirsa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berita sebagai fakta atau informasi yang ditulis oleh reporter atau wartawan mengenai kejahatan yang diperoleh dari pihak kepolisian dan dimuat di media massa baik itu
