BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Irwan Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI A. Pembelajaran IPA di MI 1. Pengertian Pembelajaran IPA di MI Pembelajaran adalah suatu kombinasi tersusun dari unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling memengaruhi untuk suatu tujuan. 8 Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk memengaruhi emosi, intelektual dan spritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri. Melalui pembelajaran akan terjadi proses pengembangan moral keagamaan, aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pembelajaran berbeda dengan mengajar yang prinsipnya lebih mendominasi kepada aktivitas guru, sedangkan pembelajaran lebih mengacu kepada peserta didik. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik serta antar peserta didik dalam rangka perubahan sifat. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran agar dapat 8 Oemar Hamalik, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), h
2 13 berjalan dengan baik. Adapun tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan perilaku peserta didik baik berupa perubahan perilaku dalam bidang kognitif, afektif maupun psikomotorik. Ilmu Pengetahuan alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen, pengamatan dan diketahui untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Pembelajaran IPA sebagai mata pelajaran wajib di MI merupakan bahan belajar yang sangat menuntut kemampuan peserta didik baik secara kognitif maupun psikomotorik, sehingga sangat diperlukan motivasi belajar untuk memperolah prestasi yang maksimal. Hal ini dijelaskan dalam garis besar program pengajaran: IPA merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan. 9 Pengertian tersebut di atas menjelaskan bahwa peserta didik diajari berbagai konsep pengetahuan alam yang bersumber dari lingkungan sekitar sebagai wujud pemanfaatan yang praktis dalam mengaplikasikan gagasan atau konsep yang sudah diberikan. Untuk itulah peserta didik menjadi fokus pembelajaran yang harus terus diberikan motivasi oleh guru agar mampu menyusun pengalaman belajar dalam kehidupan di sekolah maupun sehari-hari di masyarakat. Kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengalaman belajarnya merupakan wujud upaya peningkatan prestasi belajar yang diharapkan. 9 Depdikbud, Garis Besar Program Pengajaran, (tt.: tp., 2003), h. 127.
3 14 2. Tujuan Pembelajaran IPA di MI Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuan-tujuan tertentu, yaitu: a. Memberikan pengetahuan kepada peserta didik tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap. b. Menanamkan sikap hidup ilmiah. c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan. d. Mendidik peserta didik untuk menangani, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuan penemunya. e. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan. 10 Pembelajaran IPA secara khusus sebagaimana tujuan pendidikan secara umum sebagaimana termaktub dalam taksonomi Bloom dalam Trianto bahwa: Diharapkan dapat memberikan pengetahuan (kognitif), yang merupakan tujuan utama dari pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan dasar dari prinsip dan konsep yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Pengetahuan secara garis besar tentang fakta yang ada di alam untuk dapat memahami dan memperdalam lebih lanjut, dan melihat adanya keterangan serta keteraturannya. Disamping hal itu, pembelajaran sains diharapkan pula memberikan keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif), pemahaman, kebiasaan dan apresiasi. Didalam mencari jawaban terdapat suatu 10 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu (Surabaya: Bumi Aksara. 2010), h. 142
4 15 permasalahan. Kerena ciri-ciri tersebut yang membedakan dengan pembelajaran lain. 11 Tujuan mata pelajaran IPA di MI sebagaimana digariskan dalam KTSP kurikulum 2006: a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-nya. b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat. c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap sportif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan. f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs Ruang Lingkup Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI a. Rangka dan panca indra manusia b. Struktur bagian tumbuhan c. Penggolongan hewan d. Daur hidup dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungan e. Benda dan sifatnya. 11 Ibid, 12 Depdiknas, Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan 2006.
5 16 Tabel 2.2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas IV Semester I Standar kompetensi Rangka dan panca indra manusia Memahami hubugan antara srtuktur organ tubuh manusia dengan fungsinya sertap emeliharaannya Struktur bagian tumbuhan Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya. Penggolongan hewan Menggolongkan hewan, berdasarkan jenis makannnya. Daur hidup hubungan makhluk hidup dengan lingkungan Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup. Memahami hubungan sesama makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya Benda dan sifatnya Memahami beragam sifat dan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya Kompetensi dasar 1.1 Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya. 1.2 Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh. 1.3 Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya. 1.4 Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra. 2.1 Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya. 2.2 Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya. 2.3 Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya. 2.4 Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya. 3.1 Mengidentifikasi jenis makanan hewan. 3.2 Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya. 4.1 Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar, misalnya kecoak, nyamuk, kupu-kupu, dan kucing 4.2 Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan dilingkungan 4.3 Menunjukkan kepedulian terhadap hewan piaran, misalnya kucing, ayam, ikan 4.4 Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya Mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu 5.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair-padat-cair-, cair-gas-cair, pada-gas. 5.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya.
6 17 4. Ringkasan Materi Struktur Bagian Tumbuhan a. Bagian Akar Akar merupakan bagian tumbuhan umumnya berada didalam tanah. Akar berfungsi untuk menegakan dan mengokohkan batang, serta untuk menyerap air dan unsur hara dalam tanah. 1) Bagian-bagian akar Akar memiliki 3 bagian utama yaitu rambut akar, inti akar, dan tudung akar. a) Inti akar terdiri dari pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu (xilem) berfungsi mengangkut air dari akar kedaun. Pembuluh tapis (floem) berfungsi mengangkat hasil fotosintesis dari daun kesuluh bagian tumbuhan. b) Rambut akar berbentuk serabut halus, rambut akar berfungsi memperluas daerah penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. c) Tudung akar merupakan bagian yang terletak diujung akar. Tudung akar berfungsi melidndungi bagian-bagian akar yang lunak dan mudah rusak menembus tanah. 2) Jenis-jenis akar Menurut bentuknya, akar dibedakan menjadi dua, yaitu: a) Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.
7 18 b) Akar serabut adalalh akar berbentuk seperti serabut yang tumbuh dipangkal batang dengan ukurannya hampir sama. Akar serabut tidak memiliki akar pokok. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya, kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok. 3) Fungsi Akar Akar mempunyai beberapa fungsi, yaitu: a) Menyerap air dan zat hara dari dalam tanah. b) Tempat menyimpan cadangan makanan. c) Menunjang berdirinya tumbuhan. d) Sebagai alat pernapasan. b. Struktur Batang Batang adalah bagian tumbuhan yang ada di atas tanah. Struktur batang terdiri atas spidermis,korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Silinder pusat pada batang terdiri atas jaringan empulur, perikardium, dan berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. 1) Jenis-jenis batang tumbuhan Batang tmbuhan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: a) Batang berkayu Batang berkayu bersifat kuat dan keras. Batang berkayu mempunyai kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan. Pertumbuhan ke arah dalam membentuk kayu. Pertumbuhan ke arah dalam membentuk kulit. Pertumbuhan ini menyebabkan batang berkayu tumbuh membesar. Contoh
8 19 tumbuhan yang batangnya berkayu adalah pohon jati, pohon pinus, dan pohon mangga. b) Batang basah Batang basah, memiliki batang yang lunak yang berair. Contoh tumbuhan yang batangnya basah adalah bayam,kangkung, pisang, dan cocor bebek. c) Batang rumput Batang rumput, memiliki ruas-ruas dan umumnya berrongga batang jenis ini mudah patah dan tumbuhnya tidak sebesar batang kayu. Contoh tumbuhn yang batangnya rmput adalah tanaman padi, jagung, dan rumput teki. 2) Fungsi batang a) Sebagai tempat menyimpan makanan cadangan, b) Sebagai tempat melekatnya daun, bunga, dan buah. c) Sebagai jalan pengangkutan air, unsur hara, dan hasil fotosintesis. d) Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. c. Struktur Daun 1) Bagian-bagian daun Daun dibagi menjadi dua jenis, yaitu daun lengkap yaitu terdiri dari bagian pelepah, dan helai daun. Contohnya daun pisang, daun keladi, daun kunyit, dan rumput malela. Daun tidak lengkap jika tidak mempunyai salah satu atau kedua bagian tersebut. Contohnya daun jeruk, daun mangga, daun rambutan dan daun nangka.
9 20 2) Bentuk-bentuk daun: a) Menyirip Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip-sirip ikan.contohnya, daun mangga, rambutan, jambu, alpukad, dan nangka. b) Menjari Tulang daun menjari berbentuk seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya daun singkong, jarak, dan kapas. c) Sejajar Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garislurus yang sejajar. Contohnya daun tebu, padi,dan rumput-rumputan. d) Melengkung Tulang daun melengkungb berbentuk seperti garis-garis lengkung.contohnya daun genjer, sirih, dan gadung. 3) Fungsi daun bagi tumubuhan: a) Sebagai alat pernapasan yaitu melalui mulut daun yang dinamakan stomata. b) Untuk tempt membuat makanan. Pembuatan makanan oleh daun disebut fotosintesis. c) Sebagai tempat berlangsungnya penguapan(transpirasi). 4) Susunan daun a) Daun tunggal Dikatakan daun tunggal jika setiap helai tangkai daunnya hanya terdapat atu helai daun saja. Contohnya daun pepaya, singkong, mangga dan pisang.
10 21 b) Daun majemuk Dikatakan dun majemuk jik pada tiap helai tangkai daunnya terdapat beberapa helaian daun. Contohnya: daun belimbing dan daun asam jawa. d. Struktur Bunga, Buah dan Biji Bunga merupakan bagian tumbuhan yang menempel pada batang. Bunga terletak pada ujung batang atau ketiak daun. Bunga sangat penting untuk perkembangbiakan tumbuhan karena pada bunga terdapat alat-alat reproduksi, yaitu putik dan benang sari. 1) Bagian-bagian bunga a) Benang sari Benang sari merupakan alat perkembangbiakan jantan. Benang sari menghasilkan serbuk sari. b) Putik Putik meupakan alat perkembangbiakan betina. c) Mahkota Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang memiliki warna indah. Mahkota bunga berfungsi menarik perhatian serangga. d) Kelopak Kelopak bunga merupakan bagaian bunga yang berfugsi melindungi bunga ketika masih kuncup. e) Dasar bunga Dasar bunga merupakan ujung tangkai bunga yang melebar. Fungsinya sebagai tempat kedudukan bunga.
11 22 f) Tangkai bunga Tangkai bunga mrupakan bagian bunga yang berfungsi mehubungkan bunga dengan batang. 2) Jenis-jenis bunga a) Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki semua bagian dari bunga. b) Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu bagian dari bunga lengkap. Berdasarkan benang sari dan putik, bunga dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a) Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki benang sari dan putik. b) Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang memiliki putik saja atau benang sari saja. 3) Fungsi bunga Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan pekembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga,pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhya serbuk sari ke kepala putik. 4) Buah Buah merupakan bagian tumbuhan yang berasal dari perkembangan bakal buah. Buah terdiri atas kulit buah, daging buah, dan biji. Buah berfugsi melindungi biji sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
12 23 5) Biji Biji merupakan hasil pertumbuhan dari bakal biji. Biji juga dapat digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Biji dapat tumbuh menjadi tanaman baru jika ditanam di tanah yang sesuai. 13 B. Pendekatan Discovery 1. Pengertian Pendekatan Discovery Arti kata discovery adalah penemuan, sedangkan inquiry adalah mengadakan penyelidikan. 14 Pendekatan penemuan (discovery) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan penyelidikan (inquiry). Menurut Sund dalam Roestiyah N.K, berpendapat bahwa penemuan adalah proses mental dimana peserta didik mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Sedangkan inquiri (inquiry) meliputi juga penemuan. 15 Dengan kata lain, inquiri adalah perluasan pada proses penemuan yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya: merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan sebagainya. Pendekatan pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh Sri Harmi, Ilmu Pengetahuan Alam. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2015), h. 14 Asih Widi Wisudawati dan Eka Sulistyowati, Op.cit., h Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), Cet ke -7, h.
13 24 pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran discovery (penemuan) kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam menemukan konsep, peserta didik melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip. Pendekatan discovery diartikan sebagai prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, memanipulasi objek sebelum sampai pada generalisasi. Sedangkan menurut Bruner dalam Roestiyah N.K menyatakan bahwa anak harus berperan aktif di dalam belajar. Lebih lanjut dinyatakan, aktivitas itu perlu dilaksanakan melalui suatu cara yang disebut discovery. 16 Pendekatan pembelajaran discovery merupakan suatu pendekatan pengajaran yang menitikberatkan pada aktivitas peserta didik dalam belajar. Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya. Pendekatan discovery dan pendekatan inquiry sering disama artikan oleh sebagian orang. Namun, dari dua pendekatan tersebut memiliki perbedaan dari segi pengertian maupun langkah-langkahnya. Inquiry adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti pertanyaan, pemeriksaan, dan penyelidikan. Metode inquiry merupakan suatu rangkaian 16 Ibid., h. 21
14 25 kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Adapun pelaksanaannya dimulai dari pembagian tugas dari guru untuk meneliti suatu masalah. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik Karakteristik Pendekatan Discovery Karakteristik pendekatan discovery ada 3 yaitu: a. Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggenaralisasikan pengetahuan. b. Berpusat pada siswa c. Kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan yang sudah ada Tujuan Pelaksanaan Pendekatan Discovery Tujuan pelaksanaan pendekatan discovery menurut Sund dalam Roestiyah N.K antara lain: a. Untuk memperoleh pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 17 W. Gulo, Strategi Belajar-Mengajar, (Jakarta: Grasindo Anggota Ikapi, 2002), h Elfira Rahmadani, dalam pada tanggal 15 januari 2017, jam
15 26 b. Untuk mengaktifkan peserta didik belajar sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran c. Untuk memvariasikan pendekatan pembelajaran yang digunakan agar peserta didik tidak bosan. d. Agar peserta didik dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri dan memecahkan sendiri masalah yang dipelajari, sehingga hasilnya setia dan tahan lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan Langkah-langkah pembelajaran discovery di MI Menurut Suparno dalam Widi Wisudawati, Proses discovery meliputi: a. Mengamati: peserta didik melakukan pengamatan pada gejala alam atau persoalan yang dihadapi. b. Menggolongkan: peserta didik mengklasifikasi dan melakukan inferensi terhadap data-data yang diperoleh. c. Memprediksi: peserta didik diajak untuk dapat memperkirakan mengapa suatu gejala dapat terjadi; d. Mengukur: peserta didik melakukan pengukuran terhadap objek yang diamati sehingga memperoleh data yang lengkap dan akurat untuk dapat mengambil kesimpulan; e. Menguraikan atau menjelaskan: Peserta didik dibantu untuk menjelaskan atau menguraikan dari data hasil pengukuran yang dilakukan; f. Menyimpulkan: peserta didik mengambil kesimpulan dari data-data yang didapatkan Roestiyah, op.cit., h. 23.
16 27 5. Kelebihan Pendekatan Discovery Penggunaan pendekatan discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar. Maka pendekatan ini memiliki keunggulan sebagai berikut: a. Pendekatan ini mampu membantu peserta didik untuk mengembangkan; memperbanyak kesiapan; serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan peserta didik. b. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa peserta didik tersebut. c. Dapat membangkitkan kegairahan belajar para peserta didik d. Pendekatan ini mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing. e. Mampu mengarahkan cara peserta didik belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. f. Membantu peserta didik untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. g. Strategi ini berpusat pada peserta didik tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja; membantu bila diperlukan Asih Widi Wisudawati dan Eka Sulistyowati, Op.cit., h Roestiyah N.K, op.cit., h. 20.
17 28 6. Kelemahan Pendekatan Discovery Selain memiliki beberapa kelebihan, metode discovery memiliki kelemahan yakni: a. Pada peserta didik harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belaja ini. Peserta didik harus berani dan berkeinginan untuk megetahui keadaan sekitarnya dengan baik. b. Bila kelas terlalu besar penggunaan pendekatan ini akan kurang berhasil. c. Dengan pendekatan ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan /pembentukan sikap dan keterampilan bagi peserta didik. d. Guru dan peserta didik yang sudah sangat terbiasa dengan proses belajar mengajar gaya lama maka metode discovery ini akan mengecewakan. 22 C. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Pendekatan Discovery Pada Mata Pelajaran IPA Proses pembelajaran tidak dapat berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Maka dari itu guru harus mengenal dan memahaminya ketika akan melaksanakan proses pembelajaran. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi dalam penggunaan model atau pendekatan pembelajaran hendaklah menjadi pertimbangan utama bagi seorang guru sebelum memilih dan menerapkannya dalam proses pembelajaran. Di samping itu seorang guru IPA harus memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai model ataupun pendekatan pembelajaran, baik mengenai kelebihan- 22 Ibid., 21.
18 29 kelebihannya ataupun kelemahan-kelemahannya agar ia mudah menerapkan model ataupun pendekatan pembelajaran yang paling tepat dan serasi untuk materi pelajaran yang disampaikan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah yang mengutip perkataan Winarno Surakhmad, ada lima macam faktor yang memengaruhi penggunaan suatu model atau pendekatan ataupun metode mengajar, yaitu sebagai berikut: 1. Tujuan yang berbagai jenis dan fungsinya; 2. Anak didik dengan tingkat kematangannya; 3. Situasi dan berbagai keadaannya; 4. Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya; 5. Pribadi guru serta kemampuan profesi guru yang berbeda. 23 Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan pendekatan discovery adalah: a) Faktor tujuan b) Faktor peserta didik c) Faktor situasi dan kondisi d) Faktor fasilitas e) Faktor guru Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan diuraikan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan pendekatan discovery pada mata pelajaran IPA. 1. Faktor Tujuan Kepastian dari perjalanan proses pembelajaran berpangkal tolak dari jelas tidaknya perumusan tujuan pengajaran. Sedikit banyaknya perumusan tujuan akan memengaruhi kegiatan pengajaran yang dilakukan guru, dan secara langsung guru Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, op.cit., h.
19 30 memengaruhi kegiatan belajar peserta didik. Guru dengan sengaja menciptakan lingkungan belajar guna mencapai tujuan. Sebagai pedoman dan sekaligus sasaran yang akan dicapai dalam setiap kali kegiatan belajar mengajar, maka guru selalu diwajibkan merumuskan tujuan pembelajarannya. 24 Dengan dirumuskannya tujuan pembelajaran tersebut akan memengaruhi kemampuan yang akan terjadi pada diri peserta didik bahkan proses pengajaran juga dipengaruhinya. Demikian juga penyeleksian model atau pendekatan pembelajaran yang harus digunakan di kelas. Model atau pendekatan pembelajaran yang guru pilih juga harus sejalan dengan taraf kemampuan yang bagaimana yang dikehendaki oleh tujuan. Maka model atau metode pembelajaran harus mendukung sepenuhnya. 25 Tujuan merupakan sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Tujuan tersebut berbagai macam jenis dan fungsinya. Perbedaan tujuan tersebut menghendaki adanya perbedaan model atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Begitu juga dengan bahan pelajaran yang akan diajarkanpun harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan model atau pendekatan pembelajaran. 24 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar,(Jakarta: Rineka Cipta, 2002) Cet. ke-2, h Ibid, h, 91
20 31 2. Faktor Peserta didik Peserta didik adalah subjek utama dalam pendidikan. 26 Setiap anak berbeda baik dari segi kecerdasan, bakat, minat, hobi dan cara belajar. Perbedaanperbedaan tersebut harus dipertimbangkan dalam pemilihan model atau metode pembelajaran. a. Minat Secara kejiwaan minat merupakan suatu potensi yang ada pada setiap individu yang harus dikembangkan agar minat tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada diri seseorang. Menurut Slameto Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. 27 Apabila keinginan yang ada di dalam diri peserta didik sangat besar terhadap pelajaran yang sedang diikutinya, maka peserta didik tersebut akan bersungguh-sungguh dalam menerima pelajaran sehingga faktor minat peserta didik yang begitu besar terhadap pelajaran secara tidak langsung akan mendukung jalannya aktivitas pembelajaran. b. Perhatian Perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya. 28 Dengan kata lain perhatian didefinisikan sebagai kemampuan memproses informasi yang diperoleh 26 Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, op.cit., h ), h Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. (Jakarta: Rineka Cipta, 28 Ibid, h. 105.
21 32 dari lingkungannya. Perhatian mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada peserta didik apabila materi ajar itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Apabila perhatian dalam hal ini tidak ada maka perlu dibangkitkan perhatiannya. 3. Faktor Situasi dan Kondisi Situasi dan kondisi disini adalah suasana belajar atau sarana kelas. Termasuk ke dalam pengertian ini adalah suasana yang bersangkut paut dengan peserta didik, seperti kelelahan dan semangat belajar, keadaan cuaca, keadaan guru. 29 Dalam penggunaan model atau pendekatan pembelajaran ini, guru harus mampu melihat situasi dan kondisi yang ada dan membuatnya menjadi suasana yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik sehingga mereka termotivasi untuk mengikuti pelajaran yang disajikan, penggunaan pendekatan pembelajaran pun dapat berjalan dengan lancar serta pelajaran yang disajikan akan diserap dengan baik oleh peserta didik. Dari uraian di atas, jelas bahwa faktor situasi dan kondisi sangat berpengaruh terhadap penggunaan model atau pendekatan pembelajaran. Sebab dalam situasi yang bising dan ribut akan mengganggu konsentrasi serta pendengaran dari setiap kata yang diucapkan. 29 Zakiah Drajat, Metode Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 140.
22 33 4. Faktor Fasilitas Penggunaan suatu model atau pendekatan pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran perlu didukung oleh sejumlah fasilitas yang memadai bagi keberhasilan proses pembelajaran yang diinginkan. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. 30 Fasilitas yang dimaksud terdiri dari dua bentuk yaitu fasilitas yang bersifat fisik dan nonfisik. Fasilitas fisik seperti tempat dan perlengkapan belajar di kelas, alat-alat peraga pengajaran, buku pelajaran dan perpustakaan, tempat dan berbagai perlengkapan praktikum, laburatorium atau keterampilan kesenian, keagamaan dan olahraga. Sedangkan fasilitas yang bersifat nonfisik seperti ruang gerak, waktu, kesempatan, biaya dan berbagai aturan serta kebijakan pemimpin kelas. 31 Fasilitas juga merupakan hal yang memengaruhi pemilihan dan penentuan model atau pendekatan pembelajaran. 5. Faktor Guru Keberadaan seorang guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar sangat erat kaitannya dengan kemampuan guru tersebut. Dalam hal ini seorang guru tidaklah mudah untuk melakukan pengajaran apabila tidak mengetahui tentang dunia pendidikan. Tugas utama seorang guru adalah bagaimana ia membimbing peserta didiknya dalam mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pembelajaran, seorang guru dituntut mampu memilih model pembelajaran yang efektif dan efisien dalam penyampaian tujuan dan serta terampil dalam menggunakannya. Hal ini kadang-kadang juga terkait dengan 30 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, op.cit., h Zakiah Drajat, op.cit., h.144.
23 34 tinggi rendahnya penguasaan dan teknik penerapannya, sehingga meskipun suatu model yang diterapkan tersebut merupakan model yang terbaik, namun dalam pelaksanaannya sering kali tidak dapat mencapai hasil yang maksimal. Penggunaan setiap model atau pendekatan pembelajaran menuntut wawasan, keterampilan dan pengalaman guru yang menerapkannya. Seorang guru yang tidak memiliki wawasan tentang model atau pendekatan pembelajaran yang akan dibawakannya sebaiknya jangan menggunakan model atau pendekatan tersebut, karena tidak akan berjalan seperti apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, keprofesionalan seorang guru sangat diperlukan untuk menghasilkan pembelajaran yang baik, adapun yang sangat mendukung keprofesionalan seorang guru tersebut berkenaan dengan latar belakang pendidikan dan pegalaman mengajar. Berdasarkan beberapa uraian yang telah disebutkan sebelumnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi atau yang perlu diperhatikan dalam penggunaan suatu model atau pendekatan pembelajaran khususnya penggunaan pendekatan discovery dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi yaitu faktor tujuan dan bahan pelajaran, peserta didik, situasi dan kondisi, fasilitas, dan guru.
A. Struktur Akar dan Fungsinya
A. Struktur Akar dan Fungsinya Inti Akar. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis
KELAS IV SEMESTER 1 TUMBUHAN PENYUSUN : THERESIA DWI KURNIAWATI
STRUKTUR DAN FUNGSI BAGIAN KELAS IV SEMESTER 1 TUMBUHAN PENYUSUN : THERESIA DWI KURNIAWATI Daftar Isi.. 1 Kata Pengantar.. 2 Standar Kompetensi. 3 Indikator Pembelajaran... 4 Tujuan Pembelajaran. 4 Bagian-bagian
A : JHONI ILMU PENGETAHUAN ALAM IV IPA SD KELAS IV
N A M A : JHONI N I M : 111134267 ILMU PENGETAHUAN ALAM IV IPA SD KELAS IV I Ayo Belajar IPA A. StandarKompetensi 2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya B. KompetensiDasar
Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV
Materi Pembelajaran Ringkasan Materi: Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Berikut ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Dasar kelas IV yaitu tentang bagian-bagian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) SDN 2 Gunungputri yang di dalamnya terdapat program pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru di tuntut untuk
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 11. BAGIAN TUBUH TUMBUHAN/HEWAN DAN FUNGSINYA SERTA DAUR HIDUP HEWAN Latihan soal 11.1
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 11. BAGIAN TUBUH TUMBUHAN/HEWAN DAN FUNGSINYA SERTA DAUR HIDUP HEWAN Latihan soal 11.1 1. Berikut ini merupakan beberapa fungsi daun pada tumbuhan, kecuali Tempat
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam Bagian-bagian Tumbuhan SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Mars Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Bagian-bagian Tumbuhan Tumbuh-tumbuhan banyak ditemui di lingkungan sekitar
BAB. Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya
BAB 2 Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya Pada hari Minggu, Nina dan Siti pergi ke rumah Dimas. Di sana, mereka melihat Dimas sedang bekerja membantu ayah Dimas memindahkan bibit mangga yang dibeli ayahnya
LAMPIRAN 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1
LAMPIRAN 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Nama Sekolah : SD Negeri Bandar 02 Mata Pelajaran : IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) Kelas / Semester : IV / 1 Alokasi Waktu : 5 X 35 menit A. Standar
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN (AKAR, BATANG, DAUN, BUNGA, BUAH, DAN BIJI) I. A K A R Berdasarkan asalnya, akar ada 2 macam : 1. Akar Primer : Akar pertama yang tumbuh dari lembaga yang terkandung
BAB II MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG POKOK BAHASAN STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN
BAB II MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG POKOK BAHASAN STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN A. Model Pembelajaran Interaktif 1. Pengertian Model Pembelajaran
BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN
BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN Pada dasarnya tubuh tumbuh-tumbuhan tersusun atas 3 bagian pokok, yaitu akar (radix), batang (caulis), dan daun (folium). Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN. Pertemuan Ke-5
ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN Pertemuan Ke-5 Bunga Buah Biji Daun Akar Batang AKAR Mengokohkan tegaknya tumbuhan Menyerap air dan garam mineral serta mengalirkannya ke batang dan daun Menyimpan
Cara Perkembangbiakan Tumbuhan
Cara Perkembangbiakan Tumbuhan Kompetensi Dasar :2.1 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan Tumbuhan Dapat Berkembang Biak Secara Generatif Maupun Vegetatif 1. Tumbuhan Berkembang Biak
Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.
Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga. Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel-sel
BAB II KAJIAN PUSTAKA. a. Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam a. Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berhubungan dengan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Disusun oleh: YUSUF SANGAJI 13108241022 PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016 RENCANA
PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1
PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 MATA PELAJARAN : IPA KELAS / SEMESTER : IV (Empat) / 1 (satu) Standar Kompetensi
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Pembelajaran IPA IPA merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam yang sesuai dengan kenyataan dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran IPA IPA merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam yang sesuai dengan kenyataan dan pengamatan melalui langkah-langkah metode ilmiah dan proses
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I
32 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I Nama Sekolah : SD Negeri Simpar Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : IV (empat)/i (satu) Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan) Pelaksanaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran discovery (penemuan) adalah model mengajar yang
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Model Pembelajaran Discovery Model pembelajaran discovery (penemuan) adalah model mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa, sehingga siswa memperoleh pengetahuan
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN (Klasifikasi) By Luisa Diana Handoyo, M.Si.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN (Klasifikasi) By Luisa Diana Handoyo, M.Si. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu : Menjelaskan ciri khas tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan
BAGIAN-BAGIAN BUNGA DAN FUNGSINYA
BAGIAN-BAGIAN BUNGA DAN FUNGSINYA Bunga sangat penting untuk perkembangbiakkan tumbuhan karena pada bunga terdapat alat-alat reproduksi, yaitu putik dan benangsari. 1. Bagian-bagian Bunga Meskipun bentuk
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB IX STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TUMBUHAN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB IX STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TUMBUHAN Dra. Ely Rudyatmi, M.Si. Dra. Endah Peniati, M.Si. Dr. Ning Setiati, M.Si. KEMENTERIAN
F. MATERI PEMBELAJARAN 1. Organ-organ tumbuhan 2. Proses pengangkutan pada tumbuhan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 03 Sekolah : SMP N 1 KOTA MUNGKID Mata Pelajaran : IPA/ Biologi Kelas/Semester : VIII/ Ganjil Materi : Struktur Dan Fungsi Tubuh Tumbuhan Alokasi Waktu : 5 Jam
BAB I PENDAHULUAN. kemampuan guru dalam mengembangkan kemampuan siswa SD khususnya. bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sangat diperlukan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adanya tuntutan peningkatan kualitas lulusan SD untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk mengembangkan dan menumbuhkan bakat, minat,
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Topik Sub Topik Alokasi Waktu : SMP N 1 Prambanan Klaten : IPA : Kelas VII / Semester I : Klasifikasi Makhluk Hidup : Tumbuhan
36 LAMPIRAN- LAMPIRAN
LAMPIRAN- LAMPIRAN 36 37 LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Siklus I dan Siklus II 38 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangasem Kec. Wirosari
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Prestasi belajar a. Pengertian prestasi belajar Prestasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yaitu prestatie. yang berarti hasil usaha, istilalah ini berbeda
MAKALAH STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN SERTA PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI
MAKALAH STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN SERTA PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI KELAS: VIII E KELOMPOK TIKUS NAMA ANGGOTA : I KADEK ANGGA PRIMANTARA PUTRA ( 1 ) NI PUTU BELDA KUSUMANING SRI DEWI ( 2
BAB II KAJIAN TEORI. tanggap, mengerti benar, pandangan, ajaran. 7
BAB II KAJIAN TEORI A. Pemahaman 1. Pengertian Pemahaman Pemahaman ini berasal dari kata Faham yang memiliki tanggap, mengerti benar, pandangan, ajaran. 7 Disini ada pengertian tentang pemahamn yaitu kemampuan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu alam atau dalam bahasa Inggris disebut natural science atau ilmu pengetahuan alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang yang tidak mudah berputus asa yang disertai kemauan keras. karakter ini cenderung berusaha memaksimalkan potensi yang
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Kerja Keras a. Pengertian Kerja Keras Menurut Elfindri dkk (2012:102), karakter kerja keras adalah sifat seorang yang tidak mudah berputus asa yang disertai
LAMPIRAN - LAMPIRAN 39
LAMPIRAN - LAMPIRAN 39 DAFTAR TABEL 40 Tabel 5 Keaktifan dalam Proses Pembelajaran Siswa Kelas IV SD Negeri Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Semester I Tahun 2011/2012 No. Kegiatan Yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN. dari penelitian tindakan kelas ini yang terdiri dari : Hasil Belajar, Belajar dan
1 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kajian Pustaka Penelitian ini mengutip beberapa pendapat para ahli yang mendukung dan relavansi dari penelitian tindakan kelas ini yang terdiri dari :
BAB II KAJIAN TEORI. tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada keadaan, kemampuan, dan
10 BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Siswa SD Siswa merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. Berhasil atau tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada keadaan, kemampuan, dan tingkat perkembangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
12 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta
II. TINJAUAN PUSTAKA. Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Konstruktivisme Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi (bentukan) kita sendiri.
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN. By Luisa Diana Handoyo, M.Si.
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN By Luisa Diana Handoyo, M.Si. Perkembangbiakan merupakan salah satu ciri kehidupan untuk mempertahankan jenisnya. Oleh karena itu berkembangbiak merupakan ciri yang melekat pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. mengetahui benar, (2) memaklumi. jika mendapat imbuhan pe- an menjadi
6 BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Hakikat Pemahaman Pemahaman berasal dari kata paham yang artinya (1) pengertian; pengetahuan yang banyak, (2) pendapat, pikiran, (3) aliran; pandangan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar IPA Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLatihan soal 7.2
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLatihan soal 7.2 1. Di bawah ini yang bukan termasuk penggolongan hewan berdasarkan makanannya adalah... Herbivora, ovipora, karnivora
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan bagian dari ilmu pegetahuan atau sains yang semula berasal dari bahasa
BAB II PEMBAHASAN. Tumbuhan Dikotil (Tumbuhan Biji Berkeping Dua)
BAB II PEMBAHASAN Tumbuhan Dikotil (Tumbuhan Biji Berkeping Dua) A. Pengertian Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Dikotil adalah tumbuhan berpembuluh berbiji tertutup, berkotiledon dua, berakar tunggang, bagian
42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
BAB I PENDAHULUAN. (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran Biologi untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dikemukakan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2006:443)
BAB II KAJIAN PUSTAKA. suatu proses terjadinya peristiwa. Menurut Rusminiati (2007: 2) metode
10 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Metode Demonstrasi Demonstrasi adalah peragaan atau pertunjukan untuk menampilkan suatu proses terjadinya peristiwa. Menurut Rusminiati (2007: 2) metode demonstrasi adalah
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. 2.1 Hakekat Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perubahan Penampakan Benda Langit
7 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Hakekat Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perubahan Penampakan Benda Langit 2.1.1 Pengertian Hasil Belajar Belajar dalam arti luas adalah semua persentuhan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I
61 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Nama Sekolah : SD Negeri Bandung 02 Kelas / Semester : III / I Mata Pelajaran : IPA Materi : Ciri-ciri Makhluk Hidup Waktu : 3 x pertemuan Pelaksanaan
BAB I PENDAHULUAN. bermacam-macam. Model yang diajarkan disini memakai model Inquiry Based
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan di jaman sekarang semakin berkembang karena dengan adanya perubahan kurikulum yang semakin pesat. Model pembelajaran yang dipakai pun bermacam-macam.
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.3
1. Berikut ini organ penyusun sistem transportasi adalah... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.3 Kunci Jawaban : A Organ penyusun sistem transportasi atau peredaran darah
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
JARINGAN MERISTEM STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN Adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. CIRI-CIRI : 1.Dinding
BAB II KAJIAN PUSTAKA. eduaktif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1.Pembelajaran Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai eduaktif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik (Djamarah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS I (PERTEMUAN 1)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS I (PERTEMUAN 1) Sekolah : SD Negeri 091681 Gunung Bayu Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas/Semester : IV/1 Materi Pokok : Struktur dan Fungsi
BAB I PENDAHULUAN. seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya. 1 Pembelajaran IPA secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bagian dari ilmu pengetahuan atau sains. IPA adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapan IPA secara umum terbatas pada
BAB I PENDAHULUAN. dapat diamati oleh panca indera maupun yang tidak dapat diamati oleh panca indera. Karena IPA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pengetahuan yang mempelajari alam semesta, benda-benda yang ada dipermukaan bumi, di dalam perut bumi dan di luar angkasa, baik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Unsur terpenting dalam mengajar adalah merangsang serta mengarahkan siswa belajar. Mengajar pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menolong para siswa untuk
Ciri-ciri Spermatohyta
Ciri-ciri Spermatohyta Memiliki biji Memiliki jaringan pengangkut (xylem dan Floem) Dibedakan atas Gymnospermae (berbiji terbuka), dan Angiospermae (Berbiji tertutup) Gymnospermae (berbiji terbuka) berbiji
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Secara umum, semua aktivitas
BAB I PENDAHULUAN. menjadi bisa bersikap tertentu. Dalam hal ini, belajar merupakan sebuah upaya
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Belajar adalah suatu proses dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak terampil menjadi terampil, dari tidak bisa bersikap menjadi bisa bersikap
I. PENDAHULUAN. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya dalam masyarakat di mana ia hidup, proses sosial dimana
DUNIA TUMBUHAN. Plant 1. 1/24
DUNIA TUMBUHAN CIRI-CIRI TUMBUHAN PENGELOMPOKAN TUMBUHAN A.TUMBUHAN TIDAK BERPEMBULUH B.TUMBUHAN BERPEMBULUH B.1.TIDAK BERBIJI B.2.BERBIJI B.2.1.GYMNOSPERMAE B.2.2.ANGIOSPERMAE Plant 1. 1/24 CIRI-CIRI
II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah menentukan model atau metode mengajar tentang
BAB II KAJIAN PUSTAKA
4 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara terbimbing. Hal ini
RPP MATERI INDIKATOR Pengertian klasifikasi
Analisis Materi Pembelajaran (AMP). RPP MATERI INDIKATOR Untuk mempermudah dalam mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, manusia melakukan pengelompokkan makhluk hidup. Pengelompokan makhluk hidup itu
42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah Mata Pelajaran Materi : SMP N I Kota Mungkid : IPA Biologi : Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan Kelas/ Semester : VIII / 1 Alokasi Waktu :
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Konsep Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan. Hamalik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas
BAB II Kajian Pustaka
6 2.1 Kajian Teori BAB II Kajian Pustaka 2.1.1 Hakikat Belajar dan Pembelajaran Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan
3. Arbei dan rumput teki berkembang biak secara vegetative alami menggunakan
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 9. PERKEMBANGBIAKAN DAN PENYESUAIANDIRI MAKHLUK HIDUPLatihan soal 9.1 1. Amuba dan bakteri berkembangbiak dengan cara Vivipar Ovipar Fregmentasi Membelah diri Kunci
BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan. dapat menunjang hasil belajar (Sadirman, 1994: 99).
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktivitas Belajar Keberhasilan siswa dalam belajar bergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat,
Latihan Ulangan Semester 1 Kelas IV IPA
Latihan Ulangan Semester 1 Kelas IV IPA A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar! 1. Pada diagram rangka badan di samping, x menunjukkan tulang a. rusuk b. panggul
LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )
LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Teori 2.1.1 Ilmu Pengetahuan Alam Dalam bahasa inggris Ilmu Pengetahuan Alam disebut natural science, natural yang artinya berhubungan dengan alam dan science artinya
Neneng Dewi Wahyuni,2013 PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Universitas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( SIKLUS I ) Sekolah : SD Negeri 1 Bunder Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas / Semester : IV / I Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi : 2. Memahami
BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan kompotensi dalam belajar mengajar (KBM) agar peserta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan kompotensi dalam belajar mengajar (KBM) agar peserta didik aktif mengembangkan
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN Kompetensi yang hendak dicapai: Siswa dapat memahami bagian tubuh manusia dan hewan, menjelaskan fungsinya, serta mampu mengidentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. 2009), hlm tentang Guru dan Dosen, UU Guru dan Dosen, (Bandung : Nuansa Indah, 2006), hlm. 2.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses kegiatan yang disengaja atas input siswa untuk hasil tertentu dan sesuai tujuan yang ditetapkan. Pendidikan juga bermakna suatu usaha
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Pembelajaran IPA di SD Pembelajaran IPA Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan bagian dari ilmu pegetahuan atau sains yang semula berasal dari bahasa
BAB I PENDAHULUAN. yaitu dilihat dari beberapa bentuk dan karakteristik jenis tanamanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mawar adalah salah satu tanaman bunga yang memiliki ciri khusus yaitu dilihat dari beberapa bentuk dan karakteristik jenis tanamanya. Tanaman bunga Mawar merupakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1. Hasil Belajar IPA Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam
STRUKTUR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
L/O/G/O STRUKTUR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN Oleh : Syubbanul Wathon, S.Si., M.S.i PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2016) Struktur & Perkembangan STRUKTUR BANGUNAN/ SUSUNAN PERKEMBANGAN BERUBAH
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap percaya diri. 1
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mata pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis induktif dan deduktif dalam menyelesaikan
45. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) A. Latar Belakang
45. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. KAJIAN TEORI 2.1.1. Pembelajaran IPA Menurut Gagne dalam Slameto, (2010:13) memberikan dua definisi belajar, yakni: (1) belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi
Bab. Peta Konsep. Gambar 6.1 Tumbuhan di taman. Jaringan meristem. Jaringan pada tumbuhan. Jaringan dewasa. terdiri dari. menyusun.
Bab 6 Struktur Tumbuhan Sumber: Encarta 2005 Gambar 6.1 Tumbuhan di taman Coba kamu perhatikan tumbuhan yang ada di sekitarmu! Tentunya keadaan tumbuhan tersebut berbedabeda, seperti ada yang batangnya
Bank SOAL OLIMPIADE IPA Materi : Pertumbuhan Perkembangan Makhluk Hidup
BANK SOAL OLIMPIADE IPA SD 1 50 Bank SOAL OLIMPIADE IPA Materi : Pertumbuhan Perkembangan Makhluk Hidup A. Pilihlah Jawaban yang paling benar! 1. Bank SOAL OLIMPIADE IPA Materi : Pertumbuhan Perkembangan
