4 Barang Milik Negara
|
|
|
- Irwan Gunardi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 4 Aspek Dalam Mengelola Oleh Drs. Herri Waloejo, Widyaiswara Utama Pusdiklat KNPK Abstrak Dalam rangka mengelola (BMN) nilainya sebesar Rp 1,694,57 triliun berdasarkan LBMN per 31 Desember 2011 (Audited) tersebut diperlukan tata kelola pemerintahan baik (Good Governance) didukung oleh pemerintahan bersih (Clean Government). Pengelolaan BMN tersebut diarahkan untuk mewujudkan amanat UUD 1945 amandemennya pada pasal 33 ayat 3 bahwa bumi air kekayaan alam terkandung dinya dikuasai oleh dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat pada pasal 23 ayat 1 bahwa Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) sebagai wujud dari Pengelolaan (BMN Bagian dari ) ditetapkan setiap tahun Ung-Ung dilaksanakan secara terbuka bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Untuk mewujudkan Good Governance Clean Government pengelolaan BMN, maka sangat perlu didukung oleh 4 (empat) aspek pengelolaan BMN ideal yaitu aspek sistem, melalui serangkaian beberapa kebijakan publik bentuk berbagai peraturan perung-ungan, aspek organisasi/kelembagaan, mendukung pengelolaan BMN tersebut, aspek sumber daya manusia, mempunyai peranan sebagai the man behind the gun aspek sarana prasarana, tidak kalah pentingnya memperlancar pelayanan kepada masyarakat, keempat aspek tersebut harus saling mendukung bersinergi satu sama lain. 1
2 Pendahuluan Nilai tersebut nantinya Jumlah dari akan bertambah aya realisasi tahun ke tahun terus meningkat baik secara pengadaan barang jasa melalui APBN kuantitatif maupun secara kualitatif. Tahun Anggaran Tahun 2012 baik melalui (BMN) tersebut digunakan belanja barang sebesar Rp138, 5 triliun untuk maupun belanja modal sebesar Rp168,1 penyelenggaraan pemerintahan maupun tugas-tugas untuk tujuan triliun. pembangunan rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. selaku Pengelola diharuskan secara periodik Pengelolaan BMN Ruang lingkup pengelolaan BMN sesuai menyusun Pemerintah 6 Laporan (LBMN) Tahun 2006 Pengelolaan berupa /Daerah, meliputi perencanaan Laporan Semesteran (LBMNS) Laporan kebutuhan, Tahunan (LBMNT). LBMN penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, tersebut pemindahtanganan, digunakan penyusunan neraca sebagai dasar pemerintah, penganggaran, pengadaan, penilaian, penatausahaan, pengamanan, merupakan salah satu laporan disusun pemeliharaan, sebagai pengendalian, tujuan seluruh pertanggungjawaban anggaran, pembinaan, terdiri dari Neraca, Laporan Realisasi kegiatan Anggaran, akuntabilitas pengelolaan Catatan atas Laporan tersebut. Berdasarkan LBMN per 31. Desember 2011 (audited) menunjukkan Untuk dapat pengawasan mengelola mewujudkan bahwa nilai adalah begitu besar nilainya yaitu sebesar Rp ,00 sebesar Rp1.694,57 triliun tersebut tentu terdiri dari BMN intrakomptabel sebesar saja diperlukan tata kelola atas Rp ,00 ideal. ekstrakomptabel Rp ,00. BMN sebesar meliputi beberapa Tata kelola tersebut aspek, yaitu aspek sistem, aspek organisasi, aspek sumber daya manusia aspek sarana prasarana (teknologi informasi) diarahkan untuk mewujudkan amanat dari Ung-Ung 1
3 Untuk mengelola begitu besar nilainya yaitu sebesar Rp1.694,57 triliun tersebut tentu saja diperlukan tata kelola atas ideal. Dasar 1945 amandemennya pada pemerintahan pasal 33 ayat 3 yaitu bahwa bumi air government) tata kelola pemerintahan kekayaan alam terkandung di baik (good governance), antara nya lain pengelolaan aset berdasarkan praktik- dikuasai dipergunakan oleh untuk negara sebesar-besar praktik terbaik (best bersih (clean yaitu practice) kemakmuran rakyat. Untuk menuju kondisi transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, proporsionalitas, objektif, konsisten, panjang kesungguhan dari aparatur acceptable. Keempat aspek tersebut harus negara mengelola negara melalui saling mendukung bersinergi satu sama beberapa lain. demikian diperlukan kali Rencana waktu Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Aspek Sistem 4 (Empat) Aspek Untuk Reformasi mewujudkan pengelolaan ditandai lahirnya Ung Ung ideal diperlukan 17 Tahun 2003 serangkaian, Ung Ung 1 Tahun berkelanjutan berbagai aspek yaitu 2004 Perbendaharaan, (a) aspek sistem, melalui serangkaian Ung-Ung 15 Tahun 2004 kebijakan-kebijakan publik bermanfaat perung- Tanggung Jawab. Dari ungan pengelolaan barang milik ketiga ung-ung tersebut, reformasi perubahan-perubahan bentuk, (b) peraturan aspek Pemeriksaan Pengelolaan organisasi/ kelembagaan, mendukung pengelolaan tersebut, (c) aspek sumber daya manusia, mempunyai peranan penentu sangat penting mengelola (the man behind the gun), (d) aspek sarana prasarana, tidak kalah pentingnya. Selain itu perlu didukung oleh 2
4 untuk pengelolaan BMN ditandai diubah lahirnya Pemerintah 6 233/PMK.05/2011. Untuk Tahun 2006 Pengelolaan mempercepat /Daerah telah diubah terkait Pemerintah 38 Keputusan tahun 31/KM.06/ Perubahan atas pengambilan pengelolaan keputusan BMN, diterbitkan Pelimpahan Pemerintah No.6 Tahun 2006 Sebagian Wewenang Pengelolaan Pengelolaan Kepada Kepala Kantor /Daerah, beberapa peraturan Wilayah Kepala Kantor Pelayanan teknis, seperti Kekayaan 96/PMK.06/2007 Tata Cara Lingkungan Jenderal Kekayaan Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, untuk atas nama Penghapusan menandatangani surat /atau Pemindah tanganan Lelang keputusan telah diubah diberlakukannya kebijakan tersebut di atas, maka permasalahan pengelolaan Cara sedikit demi sedikit Pelaksanaan Sewa sehingga Tata Cara dapat diatasi meskipun secara keseluruhan Pelaksanaan Sewa pada PMK belum 96/PMK.06/2007 dinyatakan tidak berlaku. sekarang 33/PMK.06/ Tata Selanjutnya untuk penilaian sempurna ini. di, masalah sewa secara sampai bertahap selaku pengelola barang telah telah dikeluarkan banyak pengelolaan barang milik negara. Dengan membuat kebijakan di big 179/PMK.06/2009 Penilaian untuk penatausahaan telah dikeluarkan 120/PMK.06/2007 Penatausahaan, 29/PMK.06/2010 Penggolongan Kodefikasi serta 171/PMK.06/2007 Sistem Akuntansi Pelaporan Pemerintah Pusat, telah 3
5 Aspek Organisasi/Kelembagaan Presiden 24 Tahun 2010 Sebelum Tahun 1990, berdasarkan Kedudukan, Tugas, Fungsi Keppres 15 Tahun 1984 Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi Eselon I Organisasi Departemen, serta pengelolaan BMN ditangani oleh salah satu Sub Kekayaan pada perubahan-perubahan organisasi tersebut Jenderal Moneter Dalam Negeri. diatur lebih lanjut oleh Kemudian pada awal Tahun 1990 terjadi reorganisasi Departemen,. Susunan PMK Organisasi Kemudian 100/PMK.01/2008 Tata Kerja Jenderal Moneter Dalam Negeri Departemen terakhir PMK Negeri Jenderal menjadi Moneter, Moneter Luar Jenderal Subdit kemudian 184/PMK.01/2010 Organisasi Tata Kerja. Kekayaan berpindah masuk ke jajaran Jenderal Anggaran. Pada Tahun 1995 Subdit Kekayaan ditingkatkan menjadi Presiden Kekayaan. Berdasarkan 10 Tahun 2005 Unit Organisasi Tugas eselon I Departemen dibentuk Kekayaan, Jenderal kemudian disempurnakan Presiden 66 Tahun 2006 Perubahan ke empat atas Presiden 10 Tahun 2005, demikian Pengelolaan ditangani pada tingkat eselon perubahan-perubahan I. Selanjutnya dari Departemen menjadi diatur Presiden 47 Tahun 2009 Pembentukan Organisasi Aspek sumber daya manusia Aparatur pengelolaan menangani semestinya memiliki nilai (value). Untuk, sumber daya manusianya diharapkan berlandaskan pada 5 (lima) nilai kementerian keuangan. Nilainilai adalah norma dijadikan sebagai panduan moral berpikir, berkata, berperilaku, 4
6 bertindak bagi pimpinan seluruh harmonis para pemangku pegawai di. Nilai- kepentingan untuk menghasilkan karya nilai bermanfaat berkualitas. telah disertai 4. Pelayanan. Mengandung makna bahwa dapat Pimpinan seluruh Pegawai memberikan petunjuk nyata memberikan pelayanan di lingkungan kehidupan setiap pegawai baik secara melakukannya individu organisasi. untuk memenuhi kepuasan pemangku Berdasarkan Keputusan kepentingan dilakukan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat didefinisikan secara perilaku jelas Utama maupun supaya unit 312/KMK.01/2011 Nilai-Nilai terdiri atas mudah. 1. Integritas. Mengandung makna bahwa 5. Kesempurnaan. Mengandung makna Pimpinan seluruh Pegawai harus bahwa Pimpinan seluruh Pegawai berpikir, senantiasa melakukan upaya perbaikan bertindak baik benar serta di segala big untuk menjadi memegang teguh kode etik prinsip- memberikan terbaik. berkata, berperilaku, prinsip moral. Di 2. Profesionalisme. Mengandung makna samping nilai-nilai tersebut di atas, bahwa Pimpinan seluruh Pegawai bekerja harus melakukannya tuntas akurat atas dasar kompetensi terbaik penuh tanggung jawab komitmen tinggi. 3. Sinergi. Mengandung makna bahwa Pimpinan seluruh Pegawai harus memiliki komitmen untuk membangun kerja memastikan sama hubungan internal produktif serta kemitraan mengelola diperlukan juga nilai-nilai peninggalan leluhur kita seperti Ki Hajar Dewantoro, yaitu Ing 5
7 Ngarso Sun Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, berarti 226/PMK.06/2011 tanggal 19 Desember bahwa seorang apabila di depan harus 2011 Standar Standar memberi memberi Kebutuhan berupa motivasi di belakang mengikuti tanah /atau bangunan dituangkan mengawasi. Kemudian Sri Mangku Negoro I memberikan azas Rumongso Handarbeni, 248/PMK.06/2011 tanggal 23 Desember Rumongsi Hangrukebi Ngulat Saliro 2011 segkan untuk pengelolaan Hangrosowani artinya harus merasa tidak digunakan untuk memiliki, merasa ikut mengamankan menyelenggarakan memelihara serta berani bertanggung jawab /Lembaga sesuai hak kewajibannya. tanah /atau bangunan telah diatur tela, di tengah Aspek sarana prasarana tugas fungsi terutama berupa 250/PMK.06/2011. Dalam hal perencanaan kebutuhan barang milik dituangkan 6
8 Referensi: -peraturan mengenai Pengelolaan a. Ung-Ung 17 Tahun 2003 Tentang b. Ung-Ung 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan c. Ung-Ung 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan Tanggung Jawab d. Pemerintah 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan /Daerah e. Pemerintah 38 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Pemerintah 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan /Daerah f. 96/PMK.06/2007 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan Dan Pemindah Tanganan g. Keputusan 31/KM.06/2006 Tentang Pelimpahan sebagian wewenang pengelolaan BMN kepada Kepala Kantor Wilayah Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Lelang dilingkungan Jenderal Kekayaan untuk atas nama Menandatangani Surat /atau Keputusan. h. Keputusan 312/KMK.01/2011 mengenai Nilai-nilai i. 226/PMK.06/ 2011 perencanaan kebutuhan j. 248/PMK.06/ 2011 standar barang standar kebutuhan berupa tanah /atau bangunan k. 250/PMK.06/2011 tata cara pengelolaan tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas fungsi / Lembaga l. Ikhtisar Laporan Tahun 2011 (Audited) oleh Jenderal Kekayaan, 7
Aspek Dalam Mengelola. Barang Milik Negara. Abstrak
4 Oleh Aspek Dalam Mengelola Barang Milik Drs. Herri Waloejo, Widyaiswara Utama Pusdiklat KNPK Abstrak Dalam rangka mengelola Barang Milik (BMN) yang nilainya sebesar Rp 1,694,57 triliun berdasarkan LBMN
Domain Menteri Keuangan Dalam Kont eks Pengelolaan Barang Milik Negara/ Kekayaan Negara d an Beberapa Permasalahannya
Domain Menteri Keuangan Dalam Kont eks Pengelolaan Barang Milik Negara/ Kekayaan Negara d an Beberapa Permasalahannya Oleh Drs. Herri Waloejo Widyaiswara Utama Pusdiklat KNPK Sebagaimana diketahui bahwa
Buku Profil DJPK COVER DEPAN. Selayang Pandang DJPK
Buku Profil DJPK 1 COVER DEPAN Selayang Pandang DJPK Buku Profil DJPK 3 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Selayang Pandang DJPK 4 Buku Profil DJPK NILAI-NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN Integritas Berpikir,
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan LAPORAN BARANG MILIK NEGARA Untuk Periode Yang Berakhir 30 Juni 2016 TAHUN ANGGARAN 2016 KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGETAN Jl. Karya Dharma No. 70 Magetan
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan Pridensial, yaitu pelaksanaan sistem pemerintahan dipimpin oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pelaksanakan pemerintahan di Indonesia menggunakan sistem pemerintahan Pridensial, yaitu pelaksanaan sistem pemerintahan dipimpin oleh Presiden. Presiden
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan LAPORAN BARANG MILIK NEGARA Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2015 TAHUN ANGGARAN 2015 KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGETAN Jl. Karya Dharma No. 70 Magetan
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 102/PMK.05/2009 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 102/PMK.05/2009 TENTANG TATA CARA REKONSILIASI BARANG MILIK NEGARA DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1343, 2012 KEMENTERIAN KEHUTANAN. Persediaan. Penatausahaan. Pencabutan.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1343, 2012 KEMENTERIAN KEHUTANAN. Persediaan. Penatausahaan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.48/MENHUT-II/2012 TENTANG PENATAUSAHAAN
PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA
PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA Oleh: Mukhtaromin (Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan) A. Pendahuluan Penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif dan efisien sangat membutuhkan tersedianya
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.48/MENHUT-II/2012 TENTANG
1 PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.48/MENHUT-II/2012 TENTANG PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN LINGKUP KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK
BAB I PENDAHULUAN. prinsip- prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sejak reformasi keuangan negara bergulir, yang ditandai dengan terbitnya Undang-Undang No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah Republik Indonesia
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 71/Permentan/OT.140/12/2010 TENTANG
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 71/Permentan/OT.140/12/2010 TENTANG PELIMPAHAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN DAN TANGGUNG JAWAB DANA DEKONSENTRASI PROVINSI TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN RAHMAT
50 BAB VII PENUTUP BAB VII PENUTUP A. RANGKUMAN
50 BAB VII PENUTUP BAB VII PENUTUP A. RANGKUMAN Setelah diuraikan mengenai Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara dalam kerangka Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat beserta kebijakan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat
BERITA NEGARA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.407, 2012 KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. Pelimpahan Wewenang. Program Kesetaraan Gender. Pemberdayaan Perempuan. Perlindungan Anak.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2, 2012 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Urusan Pemerintah. Pelimpahan dan Penugasan. Tahun Anggaran 2012. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dalam beberapa dekade terakhir membawa implikasi terhadap hampir semua sektor. Pengaruh signifikan dari teknologi dirasakan dengan terjadinya
2017, No Mengingat : Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (Lembaran Ne
No.532, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Likuidasi Entitas Akuntansi. Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu wujud keberhasilan pemerintah adalah dengan mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu wujud keberhasilan pemerintah adalah dengan mewujudkan laporan keuangan yang berkualitas. Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala Tangerang sebagai SATKER UPT Kementerian
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 120/PMK.06/2007 TENTANG PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 120/PMK.06/2007 TENTANG PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 73 Peraturan Pemerintah
2016, No Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Keuangan, yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.01/2012 ten
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2165, 2016 KEMENKEU. Sistem Akuntabilitas Kinerja. Instansi Pemerintah. Evaluasi. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 239/PMK.09/2016 TENTANG
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA PADA LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN AGAMA BANJARNEGARA BAGIAN ANGGARAN 005.04 SEMESTER II TAHUN2016 I. Pendahuluan
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KLATEN PERIODE 31 Desember 2017
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KLATEN PERIODE 31 Desember 2017 I. PENDAHULUAN 1. DASAR HUKUM a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. Undang-Undang
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1344, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Pemerintahan. Pelimpahan. Penugasan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2012 TENTANG PELIMPAHAN DAN
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 250/PMK.06/2011 TENTANG
SALINAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 250/PMK.06/2011 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA YANG TIDAK DIGUNAKAN UNTUK MENYELENGGARAKAN
Rencana Strategis Tahun
Bab IV VISI,, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN eiring dengan pelaksanaan otonomi daerah, Inspektorat Aceh sebagai unit kerja dari Pemerintah Aceh berupaya menciptakan tata pemerintahan yang baik
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP)
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP) LaporanBarang Milik Negara (Audited) Untuk Periodeyang Berakhir 31 Desember2016 JalanPramuka No. 33, Jakarta Timur 13120 CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. RASIDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA NOMOR /UN40/HK//2017 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Revisi dari Divisi Hukum pada Biro Hukum PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA NOMOR /UN40/HK//2017 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1306 / MENKES/SK/VI/2011 T E N T A N G
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 1306 / MENKES/SK/VI/2011 T E N T A N G PELIMPAHAN SEBAGIAN WEWENANG PENGGUNA BARANG KEPADA KEPALA BIRO KEUANGAN DAN BMN, SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL, SEKRETARIS BADAN,
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republi
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 03/PMK.06/2011 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA YANG BERASAL DARI BARANG RAMPASAN NEGARA DAN BARANG GRATIFIKASI DENGAN
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN ASET PADA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Logam dan Mesin Tahun Anggaran 2017
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA PADA BALAI BESAR LOGAM DAN MESIN PERIODE TAHUN ANGGARAN 2017 I. PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM a) Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b) Undang-Undang
WALIKOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR : 7 TAHUN 2016
WALIKOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR : 7 TAHUN 2016 TENTANG BUDAYA KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG,
Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
2017, No Tahun 2013 Nomor 1617) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peratu
No.1185, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Penilaian Kembali BMN. Pedoman. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118/PMK.06/2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KEMBALI
BAB II GAMBARAN UMUM KPP PRATAMA. pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak
BAB II GAMBARAN UMUM KPP PRATAMA A. Visi dan Misi Direktorat Jenderal Pajak Pajak merupakan kontribusi wajib kepada Negara yang terhutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan
Bab IV Studi Kasus IV.1 Profil Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Bab IV Studi Kasus Sebelum melakukan perancangan, akan dipaparkan profil Direktorat Jenderal Perbendaharaan beserta visi, misi, tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, strategi bisnis, strategi TI,
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. yang dapat dijadikan milik Negara (UU no 17 pasal1 ayat1). Undang undang
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Keuangan Negara Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa
KATA PENGANTAR REVIU LAPORAN KEUANGAN OLEH INSPEKTORAT
KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1381, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN PUSAT STATISTIK. Penetapan Status. Penggunaan. Penghapusan. Barang Milik Negara. Pelimpahan Wewenang PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 61
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA PADA LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN AGAMA BANJARNEGARA BAGIAN ANGGARAN 5.4 SEMESTER I TAHUN 216 I. Pendahuluan CATATAN
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan Sebagai gambaran umum Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan
I. PENDAHULUAN. melalui satu paket undang-undang di bidang keuangan negara. Reformasi ini
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Reformasi manajemen keuangan negara telah dicanangkan di Indonesia melalui satu paket undang-undang di bidang keuangan negara. Reformasi ini mencakup perencanaan, penganggaran,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dalam upaya meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi merupakan salah satu perkembangan yang terjadi ditiaptiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi merupakan salah satu perkembangan yang terjadi ditiaptiap negara. Era globalisasi yang muncul di Indonesia menuntut pemerintah Indonesia
K A T A P E N G A N T A R
K A T A P E N G A N T A R Puji Syukur ke hadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga Bagian Keuangan dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Bagian
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam
No.1809, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-DPDTT. SAKIP. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENERAPAN
BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara menyatakan bahwa keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang serta
- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
- 1 - SALINAN DRAF MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan
14 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan Sebagai gambaran umum Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 70/Permentan/OT.140/12/2010 TENTANG
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 70/Permentan/OT.140/12/2010 TENTANG PENUGASAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN DAN TANGGUNG JAWAB DANA TUGAS PEMBANTUAN PROVINSI TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA TAHUN 2015
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH TINGKAT SATUAN KERJA CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA TAHUN 2015 Nomor : LAP-33/PW11/1/2016 Tanggal : 1 Februari 2016 Jalan
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 95/Perrrentan/ar.140/12/2011 TENTANG
MI':NTI':RI PERTANIAN I
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2013 TENTANG
SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP KEMENTERIAN DALAM NEGERI
BAB 1 PENDAHULUAN. penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa
SALINAN TENTANG. Nomor. Dan Pelabuhan Bebas. Batam; Mengingat. Pemerintah
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG TATA CARAA PENGELOLAAN ASET PADAA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGANN BEBAS DAN
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.905, 2015 KEMENDESA-PDT-Trans. Urusan Pemerintahan. Ditjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. TA 2015. Pelimpahan. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH
LAPORAN REVIEW SOP SEMESTER II 2016
LAPORAN REVIEW SOP SEMESTER II 2016 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BALAI PENELITIAN DAN OBSERVASI LAUT i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan
BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG S etiap instansi Pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau Laporan Kinerja pada akhir periode anggaran.
BAB. I PENDAHULUAN. tentang rendahnya profesionalitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Isu menarik yang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini adalah tentang rendahnya profesionalitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN dituntut untuk bekerja
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian Seiring berjalannya reformasi birokrasi pemerintahan maka seluruh hal-hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Seiring berjalannya reformasi birokrasi pemerintahan maka seluruh hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintah dituntut untuk dapat menjalankan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1275, 2012 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. Standar Operasional Prosedur. Pemeriksaan. Fisik. Persediaan. PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN
PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN
P T Darma Henwa Tbk PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN PT Darma Henwa Tbk DAFTAR ISI Kata Pengantar 3 BAB I PENGANTAR. 4 1. Mengenal Good Corporate Governance (GCG) 4 2.
TATA CARA PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA SEWA DAN PINJAM PAKAI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
TATA CARA PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA SEWA DAN PINJAM PAKAI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN pbase.com I. PENDAHULUAN Pada tahun 2003 dan 2004, pemerintah telah menetapkan paket undang-undang
Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah
PENDAHULUAN. pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, serta untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi guna mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 247/PMK.06/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 247/PMK.06/2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 1/PMK.06/2013 TENTANG PENYUSUTAN
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambaha
No.1775, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DJSN. Kode Etik. Majelis Kehormatan. PERATURAN DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL NOMOR 02 TAHUN 2014 TENTANG KODE ETIK DAN MAJELIS KEHORMATAN DEWAN JAMINAN SOSIAL
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.49,2012 KEMENTERIAN KEHUTANAN. Barang Milik Negara. Tata cara. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.2/MENHUT-II/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS
REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL,DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL,DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG
LAPORAN KEUANGAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2014 (AUDITED)
BAGIAN ANGGARAN 065 LAPORAN KEUANGAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2014 (AUDITED) Jl. Jenderal Gatot Subroto No.44 Jakarta Selatan 12190 KATA PENGANTAR Sebagaimana
5. LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 (RINGKASAN)
5. LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 (RINGKASAN) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK NILAI-NILAI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK Pelayanan Memberikan layanan yang memenuhi
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
Kata Pengantar. Kerja Keras Kerja Lebih Keras Kerja Lebih Keras Lagi 1
Kata Pengantar Reformasi birokrasi dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM pada hakikatnya adalah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,
No.1688, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMHAN. Penatausahaan BMN. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN
RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB. Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015
RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015 Kata Pengantar Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESlA SALIN AN
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESlA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 /PMK.06/2016 TENT ANG TATA CARA REKONSILIASI BARANG MILIK NEGARA DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
BAB I PENDAHULUAN. sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Manajemen perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang memuat informasi keuangan masa lalu perusahaan yang dinyatakan dalam satuan mata uang serta
BAB I PENDAHULUAN. Keinginan untuk mewujudkan good governance merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Keinginan untuk mewujudkan good governance merupakan salah satu agenda pokok reformasi yang diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten oleh pemerintah
