PROGRAM APLIKASI PENGOLAH KATA DENGAN WEB BROWSER DAN HTML EDITOR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0
|
|
|
- Liana Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROGRAM APLIKASI PENGOLAH KATA DENGAN WEB BROWSER DAN HTML EDITOR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Laporan Tugas Akhir Disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Teknik Informatika oleh SIMON FRANTO SIBARANI NIM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2008
2 ABSTRACT Today, information technolgy has been growth so fast. Many companies implemented information technology in their business activity. Application program for computer like word processor or internet explorer is used very often in everyday human life activities. In every computer, word processor application program for internet browser is very significant, because users of the computer sometime must be writing something like letters, memos, notes and soon in computer sytem. Based on those backgrounds, I developed Program Word Processing (Pengolah Kata) application that can be used to writing a word, editing HTML file, and explorer the internet. Word Processing (Pengolah Kata) application program is built on Microsoft Visual Basic version 6.0 professional edition. I used Unified Modeling Language (UML) diagrams to analyze the requitments for that software. UML diagrams which I used are Use Case diagram, Sequence diagram, and Activity diagram. Keywords: word processing application, Web Browser, Pengolah Kata application program. iii
3 ABSTRAK Saat ini era teknologi informasi telah berkembang dengan pesat. Berbagai perusahaan baik perusahaan berskala besar, menengah, dan bahkan perusahaan berskala kecil sudah menerapkan teknologi informasi dalam berbagai aktivitas perusahaan tersebut. Program aplikasi pada komputer seperti program pengolah kata (Word processing) dan program penjelajah internet seperti Internet Explorer pun telah banyak digunakan. Tidak bisa dibantah lagi bahwa setiap komputer harus mempunyai program aplikasi pengolah kata. Karena setiap pengguna komputer pasti akan menulis, membuat catatan, ataupun menuangkan ide dan pemikirannya melalui tulisan dengan bantuan komputer. Dengan aplikasi Pengolah Kata ini pengguna dapat melakukan pengetikan data atau kata mengedit HTML serta view brosernya dan melakukan koneksi ke internet dengan mudah. Pengguna pemula pun dapat menggunakan aplikasi Pengolah Kata ini tanpa kesusahan, tetapi program aplikasi pengolah kata ini tidak bias dibuka secara bersamaan karena menggunakan form menu yang sama. Aplikasi Pengolah Kata dengan Web Browser Serta HTML Editor ini dibangun menggunakan Microsoft Visual Basic versi 6.0 edisi Profesional. Dalam melakukan analisis kebutuhan untuk aplikasi Text Editor Plus tersebut penulis menggunakan alat pemodelan visual Unified Modeling Language (UML). Diagram-diagram UML yang digunakan oleh penulis adalah diagram Use Case, diagram State Machine, diagram Sekuensial, diagram Aktivitas. Kata Kunci: Untuk Pengetikan, sebagai Internet Explorer, HTML Editor, aplikasi Text Editor (Pengolahan kata). ii
4 LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa laporan Tugas Akhir dari mahasiswa berikut ini: Nama : Simon Franto Sibarani NIM : Fakultas : Ilmu Komputer Program Studi : Teknik Informatika Judul : Program Aplikasi Pengolah Kata Dengan Web Browser Serta HTML Editor Menggunakan Visual Basic 6.0 Telah diperiksa dan disetujui untuk diseminarkan sebagai laporan Tugas Akhir. Jakarta,...Maret 2008 Menyetujui, Menyetujui, (Sarwati Rahayu, ST., MMSI) Pembimbing I Tugas Akhir (Abdusy Syarif, ST.,MT) Pembimbing II Tugas Akhir Mengesahkan, Mengetahui, (Abdusy Syarif, ST., MT) Ketua Program Studi Teknik Informatika (Raka Yusuf, ST., MTI) Koordinator Tugas Akhir iv
5 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Abstrak...ii Abstract...iii Lembar Pengesahan... iv Kata Pengantar... v Daftar Isi... vii Daftar Gambar...xi Daftar Tabel... xiii Daftar Kode...xiv BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Ruang Lingkup Tujuan Pembahasan Batasan Masalah Metodologi Rekayasa Perangkat Lunak Sistematika Penulisan... 5 BAB II : LANDASAN TEORI Model Sekuensial Linier Model Waterfall Pengenalan Unified Modeling Language (UML) Sejarah Singkat UML Diagram UML Diagram Use Case...14
6 Aktor Identifikasi Use Case Pendokumentasian model Use Case Diagram Sekuensial (Sequence diagram) Diagram Aktifitas (Activity Diagram) Text Editor Pengolahan kata (word processing) HTML Editor Yang dapat dilakukan dengan HTML Web dan HTML Web Browser Mengenal Visual Basic Sejarah Singkat Visual Basic IDE Visual Basic Object, Property, Method, dan Event Project dalam Visual Basic BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN Rekayasa Sistem Analisis Diagram Use Case Diagram Aktivitas Diagram Aktifitas Untuk Use Case Melakukan Pengetikan Diagram...56
7 Diagram Sekuensial untuk Use Case Melakukan Pengetikan Diagram Sekuensial untuk Use Case Koneksi ke Internet Diagram Sekuensial untuk Use Case Melakukan Pengeditan HTML Perancangan Tampilan Rancangan Menu Aplikasi Pengolah Kata Rancangan Menu Find and Replace Pengoah Kata Rancangan Menu Enkripsi Pengolah Kata Rancangan Menu Converter HTML to Txt Pengolah Kata Rancangan Menu About Pengolah Kata BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi Pengkodean Antarmuka Pengujian Metode Pengujian Lingkungan Pengujian Sekenario Pengujian Hasil Pengujian Analisis Hasil Pengujian BAB V : PENUTUP Kesimpulan Saran
8 Daftar Pustaka Lampiran... L
9 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Jenis diagram resmi UML...20 Tabel 2.2 Notasi pemodelan diagram Use Case menurut Booch, Rumbaugh, danjacobson 29 Tabel 2.3 Notasi-notasi dalam pemodelan diagram Sekuensial Tabel 2.3 Notasi-notasi dalam pemodelan diagram Sekuensial (lanjutan)...32 Tabel 2.4 Simbol-simbol pada diagram Aktifitas Tabel 3.1 Kebutuhan dasar sistem, aktor, dan use case pada aplikasi Pengolah Kata 53 Tabel 3.2 Deskripsi Use Case melakukan pengetikan Tabel 3.2 Deskripsi Use Case melakukan pengetikan (Lanjutan) Tabel 3.3 Deskripsi Use Case melakukan koneksi ke Internet Tabel 3.3 Deskripsi Use Case melakukan koneksi ke Internet (Lanjutan) Tabel 3.4 Deksripsi Use Case melakukan pengeditan kode HTML Tabel 4.1 Tabel Skenario pengujian Tabel 4.1 Tabel Skenario pengujian (Lanjutan) Tabel 4.1 Tabel Skenario pengujian (Lanjutan) Tabel 4.1 Tabel Skenario pengujian (Lanjutan) Tabel 4.2 Tabel Skenario hasil pengujian Tabel 4.2 Tabel Skenario hasil pengujian (Lanjutan) Tabel 4.2 Tabel Skenario hasil pengujian (Lanjutan)
10 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Model Sekuensial Linier... 9 Gambar 2.2 Model Waterfall Gambar 2.3 Contoh aktifitas Aktor dan Use Case...22 Gambar 2.4 Contoh aktor pengukur waktu...24 Gambar 2.5 Aktor dan use case dalam sistem Bank Gambar 2.6 IDE Visual Basic...41 Gambar 2.7 Bagian-bagian utama dalam Visual Basic Gambar 2.8 Menubar Gambar 2.9 Toolbar Gambar 2.10 Toolbox Gambar 2.11 Visual Componen Library...44 Gambar 2.12 Jendela Form Gambar 2.13 Code Viewer...45 Gambar 2.14 Project Explorer Gambar 2.15 Properties Window...46 Gambar 2.16 Form Layout...49 Gambar 3.1 Diagram use case aplikasi Pengolah Kata...54 Gambar 3.2 Diagram Aktifitas aplikasi Pengolah Kata...58 Gambar 3.3 Diagram Aktifitas untuk melakukan pengetikan...59 Gambar 3.4 Diagram Aktivitas untuk koneksi ke Internet Gambar 3.5 Diagram Aktifitas untuk pengeditan HTML...62 Gambar 3.6 Diagram Sekuensial untuk melakukan pengetikan... 66
11 Gambar 3.7 Diagram Sekuensial untuk melakukan koneksi ke Internet Gambar 3.8 Diagram Sekuensial untuk melakukan pengeditan Html Gambar 3.9 Rancangan menu Apilakasi Pengolah Kata Gambar 3.10 Rancangan menu Find and Replace Apilakasi Pengolah Kata...75 Gambar 3.11 Rancangan menu Enkripsi Aplikasi Pengolah Kata...76 Gambar 3.12 Rancangan menu Converter HTML ke Txt Aplikasi Pengolah Kata77 Gambar 3.13 Rancangan menu About Apilakasi Pengolah Kata Gambar 4.1 Tampilan menu Pengolah Kata Gambar 4.2 Tampilan menu Internet Explorer Gambar 4.3 Tampilan menu HTML Editor Gambar 4.4 Tampilan tool Find and Replace Gambar 4.5 Tampilan tool Enkripsi Gambar 4.6 Tampilan tool Converter HTML ke Txt Gambar 4.7 Hasil tampilan menu pengetikan untuk pengguna mengetikkan teks. 112 Gambar 4.8 Hasil tampilan menu pengetikan dimana teks telah di Enkripsi Gambar 4.9 Hasil tampilan menu Internet Explorer koneksi ke Internet Gambar 4.10 Hasil tampilan menu Internet Explorer Preview kode HTML Gambar 4.11 Hasil tampilan menu HTML Editor dengan kode cara membuat HTML baru Gambar 4.12 Hasil tampilan menu HTML Editor yang telah di Preview dari kode HTML membuat baru Gambar 4.13 Hasil tampilan Konversi dari File.HTML atau File.htm ke file.txt...117
12 DAFTAR KODE Kode 4.1 Potongan kode program untuk melakukan pengetikan Kode 4.2 Potongan kode program untuk menjelajah Internet atau Internet Explorer...86 Kode 4.3 Potongan kode program menu untuk pengeditan HTML...89 Kode 4.4 Potongan kode program Enkripsi...92 Kode 4.5 Potongan kode program Converter HTML ke Txt...95
13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini era teknologi informasi telah berkembang dengan pesat. Berbagai perusahaan baik perusahaan berskala besar, menengah, dan bahkan perusahaan berskala kecil sudah menerapkan teknologi informasi dalam berbagai aktivitas perusahaan tersebut. Program aplikasi pada komputer seperti program pengolah kata (Word processing) dan program penjelajah internet seperti Internet Explorer pun telah banyak digunakan. Tidak bisa dibantah lagi bahwa setiap komputer harus mempunyai program aplikasi pengolah kata. Karena setiap pengguna komputer pasti akan menulis, membuat catatan, ataupun menuangkan ide dan pemikirannya melalui tulisan dengan bantuan komputer. Kemudahan yang ditawarkan oleh program pengolah kata yaitu apabila salah mengetikkan suatu huruf, maka akan dapat dihapus dengan mudah, sehingga tidak perlu menghamburkan kertas. Program pengolah kata dapat dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Dalam tulisan ini, penulis akan mengembangkan sebuah program pengolah kata (Word Processing). Disebut dengan Pengolah Kata karena program pengolah kata tersebut juga berfungsi sebagai program
14 penjelajah internet dan berkemampuan untuk melihat kode HTML dari situs yang dibuka dengan program tersebut. Program ini tidak bisa dibuka secara bersamaan karena menggunakan satu menu utama jadi harus dikembangkan lagi. Adapun ide dari pembuatan Pengolah Kata ini adalah pengguna ingin menambah tool-tool pada Pengolah Kata tersebut. Jika dilihat dari Pengolah Kata yang sudah ada seperti microsoft word, notepad, wordpad dan masih banyak lagi yang lainnya yang sudah cukup bagus dan cukup sempurna. Disini penulis ingin menambah tool-tool seperti viewbrowser, html editor, enkripsi, converter file.html ke file.txt yang menggunakan standar GUI (graphic user interface) untuk memudahkan pengguna untuk tampilan yang user frendly. GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device). Selain itu juga ada tool-tool yang biasa digunakan untuk mengedit kata atau mengolah kata dan html editor. Pada view browser pengguna dapat melakukan browsing pada aplikasi pengolah kata ini, jika pada enkripsi pengguna bisa melakukan pengenkripsian data agar orang yang tidak berhak tidak bisa melakukan perubahan data pada data pengguna dengan menggunakan password. Sedangkan pada pengolahan kata dan html editor sama seperti program aplikasi pengolah kata yang lainnya. Pada html editor pengguna dapat membuat html baru dan dapat juga mengedit html yang sudah ada dalam bentuk file.html atau file.htm. pada html editor ini pengguna juga bisa mencetak hasilnya jika, pengguna menginginkannya. Pengguna juga dapat mengenkripsi file.html atau file.htm tersebut. 1.2 Ruang Lingkup Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis akan mengembangkan sebuah program pengolah kata (Word Processing) yang juga sekaligus berfungsi sebagai penjelajah internet (Web browser) lengkap
15 dengan fasilitas untuk melihat kode HTML-mya, tetapi tidak bisa dibuka secara bersamaan dan juga bisa melakukan enkripsi data dan juga converter file.html ke file.txt. Proses dimulai dengan bagaimana merancang dan membangun sebuah program pengolah kata, kemudian merancang dan membangun penjelajah internet (web browser), dan membangun dan merancang HTML editor sehingga program penjelajah internet dan HTML editor dapat melekat pada program pengolah kata. Pada aplikasi ini penulis juga mengembangkan HTML editornya agar pengguna dapat membuat HTML baru dan juga dapat mengedit htmlnya sesuai dengan keingginan pengguna. Dan juga aplikasi ini dilengkapi dengan converter dari file.html atau file.htm ke file.txt. dan pengguna juga dapat mengenkripsinya dan membukanya dengan deskripsi dengan menggunakan password. Pada aplikasi pengolah kata yang akan penulis kembangkan adalah view browsing dan enkripsi data dan pengolah kata dan juga bisa sekaligus html editor. Disini penulis ingin mengembangkan program aplikasi pengolah kata yang bisa melakukan view browsing dengan view browsing ini pengguna bisa melakukan koneksi ke internet dan melakukan penjelajahan internet. Pengguna bisa membuka situs apa saja sesuai dengan keinginan pengguna. Jika ingin melindungi data pengguna dari orang yang tidak berhak, pengguna bisa melakukan enkripsi data dengan menggunakan password. Sedangkan pada pengolah dan html editornya pengguna bisa melakukan find and replace kata atau kalimat. Program aplikasi tersebut dibangun menggunakan Visual Basic versi 6.0 Enterprise Edition. 1.3Tujuan Pembahasan 1. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengembangkan program pengolah kata (Word Processing) yang berfungsi sebagai program Web Browser atau penjelajah internet (Internet Explorer) lengkap dengan fasilitas untuk melihat kode HTML dari situs yang dibuka dengan program (HTML Editor) serta juga dapat membuat HTML baru dan dapat mengedit file HTML. Tetapi program ini tidak bisa dibuka secara bersamaan karena menggunakan satu form utama.
16 2. Dengan program ini, pengguna bisa mengetik apa saja sesuai dengan kegunaannya sebagai pengolah kata. 3. Dengan program ini, pemakai dapat membuka Internet atau membuka situs-situs internet. 4. Dapat membut HTML baru dan mengubah code HTML sesuai dengan kebutuhan pengguna serta juga dapat mengkonversi file.html atau file.htm ke file.txt. 5. Pengguna juga bisa mengenkripsi data dan membukanya deskripsi dengan program ini. 1.4 Batasan Masalah Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Aplikasi ini dibuat dengan mengunakan bahasa pemrograman Visual Basic Profesional Pembahasan akan difokuskan pada program aplikasi pengolahan kata (word Processing ). Dimana pada aplikasi teks editor ini pengguna bisa mengolah kata, melakukan pengeditan atau membangun atau membuat html baru dan melakukan view browsing atau koneksi ke internet. 1.5 Metodologi Rekayasa Perangkat Lunak Dalam melakukan perancangan aplikasi ini, metodologi perangkat lunak yang digunakan oleh penulis adalah model sequensial linear. Model sequensial linear meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: (Presman, 2001:38) 1. Analisa Penulis membuat perencanaan proyek dan sistem baru 2. Desain Penulis melakukan perancangan aplikasi sesuai hasil analisis. 3. Pengkodean. Setelah melakukan analisis dan perancangan, penulis melakukan pengkodean aplikasi sesuai
17 kebutuhan aplikasi. 4. Pengujian. Penulis melakukan pengujian aplikasi memastikan bahwa aplikasi berjalan sempurna. 1.6 Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir ini disusun dengan sistematika terstruktur. Lima (5) bab yang disusun agar pembaca dapat memahami secara jelas pokok pembahasan penulis. Sistematika penulisannya adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan latar belakang penulisan, ruang lingkup, tujuan pembahasan, metodologi rekayasa perangkat lunak, dan sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Pada bab ini akan membahas teori-teori yang digunakan dalam pembuatan program Pengolah Kata ini. BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses perancangan program Pengolah Kata yang akan dibuat hingga siap menuju pengkodean. BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini menjelaskan mengenai proses pengkodean yang digunakan untuk pembuatan program Pengolah Kata yang akan dibangun. BAB V : PENUTUP Bab ini merupakan bagian akhir dari penulisan Tugas Akhir ini yang berisi kesimpulan dan
18 saran yang mengarah kepada pengembangan aplikasi program Pengolah Kata yang dibuat.
19 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Model Sekuensial Linier Model sekuensial linear untuk rekayasa perangkat lunak, atau sering disebut juga dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun model sekuensial linear sebuah pendekatan perkembangan perangkat lunak yang sistematik yang mulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analis, desain pengujian dan pemeliharaan, model sekuensial linear melingkupi aktivitas-aktivitas seagai berikut menurut (Roger S. Pressman, 2002:37-38): 1. Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi Pada tahapan ini dilakukan proses pengumpulan kebutuhan pengguna pada tingkatan sistem dengan sejumlah kecil analisa serta desain tingkat puncak. 2. Analisa kebutuhan perangkat lunak Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan khususnya pada perangkat lunak. Untuk memahami perangkat lunak yang dibangun, 7
20 8 perekayasa perangkat lunak harus memahami daerah (Domain) informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan antar muka yang diperlukan. 3. Desain Proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut program yang berbeda, struktur data, arsitek perangkat lunak, representasi antar muka, dan detail prosedural. Proses desain menerjemahkan kebutuhan kedalam sebuah representasi perangkat lunak yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan code. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi perangkat lunak. 4. Generasi kode. Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Artinya dilakukan pengkodean (coding) berdasarkan desain yang dibuat. 5. Pengujian Sekali kode dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa masukan yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. 6. Pemeliharaan Perangkat lunak akan mengalami perubahan setelah disampaikan pada pelanggan. Perubahan akan terjadi karena kesalahan-kesalahan ditentukan, karena perangkat lunak disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-
21 9 perubahan di dalam lingkungan eskternalnya. Pemeliharaan perangkat lunak mengaplikasikan lagi setiap tahap program sebelumnya dan tidak membuat. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.1. Pemodelan sistem analisis informasi desain kode tes Gambar 2.1. Model Sekuensial Linier 2.2 Model Waterfall Salah satu metodologi untuk merancang sistem-sistem perangkat lunak adalah model Waterfall. Pendekatan model Waterfall berupaya membangun suatu lingkungan yang sangat terstruktur dimana proses pengembangan dilaksanakan secara sekuensial. Model Waterfall terdiri dari dari beberapa tahap yaitu: 1. Analisis Tahap pengembangan rekayasa perangkat lunak dimulai dengan analisis yang sasaran utamanya adalah mengidentifikasikan apa yang harus mampu dilaksanakan oleh sistem yang diajukan. 2. Perancangan Apabila analisis menitikberatkan pada apa yang harus mampu dilakukan oleh sistem yang diajukan, perancangan menitikberatkan pada bagaimana sistem
22 10 melakukan hal tersebut. Pada tahap inilah struktur sistem perangkat lunak dibangun. 3. Implementasi Implementasi melibatkan penulisan aktual program-program, pembuatan berkasberkas data, dan pengembangan basis data. 4. Pengujian Pengujian sangat terkait erat dengan implementasi, karena setiap modul sistem biasanya diuji ketika diimplementasikan. 5. Penggunaan dan modifikasi/perawatan Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis tidak menyertakan tahap penggunaan dan perawatan karena pembuatan program text editor plus hanya sampai pada tahap pengujian. Gambar 2.1 memperlihatkan metodologi pengembangan rekayasa perangkat lunak model Waterfall (Brookshear, 2003:284). Analisis Pengembangan perangkat lunak Perancangan Implementasi Pengujian Penggunaan Perawatan Gambar 2.2. Model Waterfall
23 Pengenalan Unified Modeling Language (UML) Dalam suatu pengembangan perangkat lunak,analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang sangat tua. Pada saat masalah ditelusuri dan spesifikasi dinegosiasikan, dapat dikatakan kita berada pada tahap rancangan. Merancang adalah menemukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah, salah satu tool atau model untuk merancangan pengembangan perangkat lunak yang berbasis object oriented adalah UML Sejarah Singkat UML UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grakfik atau gambar untuk memvisualisasi, memspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis OO (object-oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem perangkat lunak ( Pendekatan analisa dan rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi perangkat lunak sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakan metode OO mulai diuji cobakan dan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co. dikenal dengan OOSE (Object Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari Jeneral Electric, dikenal dengan OMT (Object Modeling Technique).
24 12 Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO, ketika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metoda OO untuk membuat suatu model bahasa yang uniform / seragam yang disebut UML (Unified Modeling Language) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia. Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metoda yang uniform atau seragam dari masing-masing metoda mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metoda UML version 0.8 dan diselesaikan serta di release pada bulan oktober Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metoda OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan Juni Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (Object Management Group), Anderson Consulting, Ericsson, Platinum Technology, ObjectTime Limited, dll serta di pelihara oleh OMG yang dipimpin oleh Cris Kobryn. UML adalah standar dunia yang dibuat oleh Object Management Group (OMG), sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi objectoriented dan software component Diagram UML UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam
25 13 sebuah object-oriented database. Begitu juga mengenai pendokumentasian dapat dilakukan seperti; requirements, arsitektur, design, source code, project plan, tests, dan prototypes. UML sendiri terdiri atas pengelompokkan diagram-diagram sistem menurut aspek atau sudut pandang tertentu. Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari permasalahan suatu model. UML mempunyai 9 diagram, yaitu; use-case, class, object, state, sequence, collaboration, activity, component, dan deployment diagram. Diagram pertama adalah use case menggambarkan sekelompok use cases dan aktor yang disertai dengan hubungan diantaranya. Diagram use cases ini menjelaskan dan menerangkan kebutuhan / requirement yang diinginkan atau dikehendaki user atau pengguna, serta sangat berguna dalam menentukan struktur organisasi dan model dari pada sebuah sistem. Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa untuk menentukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumantasikan artifacts dari sistem perangkat lunak, untuk memodelkan bisnis, dan sistem nonsoftware lainnya. UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti sukses dalam memodelkan sistem yang besar dan kompleks (Suhendar dan Gunardi, 2002:26): UML terdiri dari 13 jenis diagram resmi seperti tertulis dalam Tabel 2.1: Tabel 2.1. jenis diagram resmi UML No. Diagram Kegunaan 1. Activity Prilaku prosedural dan paralel 2. Class Class, fitur, dan hubungan-hubungan 3. Communication Interaksi antar objek; penekanan pada jalur 4. Component Struktur dan koneksi komponen 5. Composite Structure Dekomposisi runtime sebuah class 6. Deployment Pemindahan artifact ke node 7. Interaction overview Campuran sequence dan activity diagram 8. Object Contoh configurasi dari contoh-contoh 9. Package Struktur hirarki compile-time
26 14 Tabel 2.1. (lanjutan) jenis diagram resmi UML No. Diagram Kegunaan 10. Sequence Interaksi antar objek; penekanan pada sequence 11. State machine Bagaimana event mengubah objek selama aktif 12. Timing Interaksi antar objek; penekanan pada timing 13. Use Case Bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah sistem Diagram Use Case Sebuah use case menggambarkan suatu urutan interaksi antara satu atau lebih aktor dan sistem. Dalam fase requirements, model use case mengambarkan sistem sebagai sebuah kotak hitam dan interaksi antara aktor dan sistem dalam suatu bentuk naratif, yang terdiri dari input user dan respon-respon sistem. Setiap use case menggambarkan perilaku sejumlah aspek sistem, tanpa mengurangi struktur internalnya. Selama pembuatan model use case secara pararel juga harus ditetapkan obyek-obyek yang terlibat dalam setiap use case. Perhatikan satu contoh sederhana dari proses perbankan, yaitu mesin teller otomatis (Automated Teller Machine-ATM) yang memberikan kemudahan pada customernya untuk mengambil uang dari rekening bank secara langsung. Pada proses ini terdapat satu aktor, yaitu ATM Customer dan satu use case, yaitu Penarikan Dana. Proses ini dapat dilihat pada Gambar 2.3. Use case Penarikan Dana menggambarkan urutan interaksi antara customer dengan sistem, diawali ketika customer memasukan kartu ATM ke dalam mesin pembaca kartu dan akhirnya menerima pengeluaran uang yang dilakukan oleh mesin ATM Aktor berkaitan Sebuah aktor mencirikan suatu bagian outside user atau susunan yang
27 15 dengan user yang berinteraksi dengan sistem (Rumbaugh, Booch, dan Jacobson 1999). Dalam model use case, aktor merupakan satu-satunya kesatuan eksternal yang berinteraksi dengan sistem. Terdapat beberapa variasi bagaimana aktor dibentuk (Fowler dan Scott 1999). Sebuah aktor sering kali merupakan manusia (human user). Pada sejumlah sistem informasi, manusia adalah satu-satunya aktor. Dan mungkin saja dalam sistem informasi, seorang aktor bisa saja menjadi suatu sistem eksternal. Pada aplikasi real-time dan distribusi, sebuah aktor bisa saja menjadi satu perangkat eksternal I/O atau sebuah alat pengatur waktu. Perangkat eksternal I/O dan pengatur waktu aktor secara khusus lazimnya berada dalam real-time yang tersimpan dalam sistem (real-time embedded systems), sistem berinteraksi dengan lingkungan eksternal melalui sensor dan aktuator. Primary actor (aktor utama) memprakarsai sebuah use case. Jadi, suatu primary aktor memegang peran sebagai proaktif dan yang memulai aksi dalam sistem. Aktor lainnya yang berperan sebagai secondary aktor bisa saja terlibat dalam use case dengan menerima output dan memberikan input. Setidaknya satu aktor harus mendapatkan nilai dari use case. Biasanya adalah primary aktor (aktor utama). Bagaimanapun, dalam real-time embedded systems, primary aktor dapat berperan sebagai perangkat eksternal I/O atau pengatur waktu, penerima utama dari use case bisa menjadi secondary human aktor yang menerima sejumlah informasi dari sistem. Gambar 2.3. Contoh aktifitas Aktor dan Use Case
28 16 Aktor manusia bisa saja menggunakan berbagai perangkat I/O untuk berinteraksi fisik dengan sistem. Aktor manusia dapat berinteraksi dengan sistem melalui perangkat standar I/O, seperti keyboard, display, atau mouse. Aktor manusia bisa juga berinteraksi dengan sistem melalui perangkat non-standar I/O seperti bermacam-macam sensor. Dalam keseluruhan hal tersebut, manusia merupakan aktor dan perangkat I/O adalah bukan aktor. Perhatikan beberapa contoh human aktor (aktor manusia). Pada sistem perbankan, satu contoh aktor adalah manusia yang berperan sebagai teller yang berinteraksi dengan sistem melalui perangkat standar I/O, seperti keyboard, display, atau mouse. Contoh lainnya adalah manusia yang berperan sebagai customer yang berinteraksi dengan sistem melalui mesin teller otomatis (ATM). Dalam hal ini, customer berinteraksi dengan sistem dengan menggunakan beberapa perangkat I/O, termasuk perangkat pembaca kartu (card reader), pengeluar uang (cash dispenser), dan pencetak tanda terima (receipt printer), ditambah lagi keyboard dan display. Pada beberapa kasus, bagaimana pun juga sebuah aktor bisa saja berupa perangkat I/O. Hal ini bisa terjadi ketika sebuah use case tidak melibatkan manusia, seperti yang sering terjadi pada aplikasi-aplikasi real-time. Dalam hal ini, I/O aktor berinteraksi dengan sistem melalui sebuah sensor. Contoh aktor yang merupakan perangkat input adalah Arrival Sensor pada Sistem Kontrol Elevator. Sensor ini mengidentifikasi elevator tersebut pada saat hendak mencapai lantai dan perlu dihentikan. Kemudian sensor tersebut menginisiasikan Stop Elevator at Floor use case. Aktor lain dalam Elevator Control System adalah orang yang berada dalam elevator (human passenger) yang berinteraksi dengan sistem melalui tombol-tombol nomor pada tingkat lantai dan tombol-tombol elevator. Input dari aktor secara aktual
29 17 dideteksi melalui sensor-sensor tombol lantai dan sensor-sensor tombol elevator berturut-turut. Aktor dapat pula menjadi sebuah alat pengukur waktu yang secara periodik mengirimkan pengukuran waktu kejadian (timer events) pada sistem. Use case use case secara periodik diperlukan ketika beberapa informasi perlu di-output oleh sistem pada suatu basis reguler. Hal ini sangat penting dalam sistem-sistem real-time, dan juga sangat berguna dalam sistem informasi. Walaupun sejumlah metodologi menganggap pengukur waktu merupakan hal internal bagi sistem, dan akan lebih berguna dalam desain aplikasi real-time untuk memperhatikan pengukur-pengukur waktu sebagai eksternal logis bagi sistem dan menganggapnya sebagai primary aktor yang memulai aksi dalam sistem. Contohnya, pada sistem monitoring mobil, beberapa use case di-inisialisasi dengan suatu aktor pengukur waktu. Sebagai contoh dapat dilihat pada Gambar 2.4 Timer aktor mengawali Calculate Trip Speed use case, yang secara periodik menghitung rata-rata kecepatan melalui suatu jalan/ jejak dan menampilkan nilai ini ke driver. Dalam hal ini, pengukur waktu merupakan primary aktor (aktor utama) dan driver merupakan secondary aktor (aktor kedua). Gambar 2.4. Contoh aktor pengukur waktu Suatu aktor bisa juga menjadi sistem eksternal yang melakukan inisiatif (sebagai primary aktor) atau partisipan (sebagai secondary aktor) dalam use case.
30 18 Satu contoh aktor sistem eksternal adalah pabrik robot dalam Automation System.Robot mengawali proses dengan use case Generate Alarm dan Notify, robot menggerakkan alarm conditions yang dikirim ke operator pabrik yang berkepentingan, yang telah terdaftar untuk menerima alarms. Dalam use case ini, robot merupakan primary aktor yang mengawali inisiatif use case, dan operator merupakan secondary aktor yang menerima alarms Identifikasi Use Case Sebuah use case dimulai dengan masukan/input dari seorang aktor. Use case merupakan suatu urutan lengkap kejadian-kejadian yang diajukan oleh seorang aktor, dan spesifikasi interaksi antara aktor dengan sistem. Use case yang sederhana hanya melibatkan satu interaksi/hubungan dengan sebuah aktor, dan use case yang lebih kompleks melibatkan beberapa interaksi dengan aktor. Use cases yang lebih kompleks juga melibatkan lebih dari satu aktor. Untuk menjabarkan use case dalam sistem, sangat baik bila dimulai dengan memperhatikan aktor dan actions/aksi yang mereka lakukan dalam sistem. Setiap use case menggambarkan suatu urutan interaksi antara aktor dengan sistem. Sebuah use case harus memberikan sejumlah nilai pada satu aktor. Kemudian, kebutuhan fungsional sistem dijelaskan dalam use case yang merupakan suatu spesifikasi eksternal dari sebuah sistem. Bagaimanapun juga, ketika membuat use case, sangatlah penting menghindari suatu dekomposisi fungsional yang dalam beberapa use case kecil lebih menjelaskan fungsi-fungsi individual sistem daripada menjelaskan urutan kejadian yang memberikan hasil yang berguna bagi aktor.
31 19 Perhatikan lagi contoh pada perbankan. Disamping penarikan melalui ATM, ATM Customer, aktor juga bisa menanyakan jumlah rekening atau mentransfer dana antar dua rekening. Karena terdapat fungsi-fungsi yang berbeda yang diajukan oleh customer dengan hasil-hasil guna yang berbeda, fungsi-fungsi pertanyaan dan pentransferan harus dibuat sebagai use case yang terpisah, daripada menjadi bagian dari original use case. Oleh karena itu, customer dapat mengajukan tiga use case seperti yang dapat dilihat di Gambar. 2.5; Withdraw Funds (Penarikan dana), Query Account, dan Transfer Funds (Pentransferan Dana). Gambar 2.5. Aktor dan use case dalam sistem Bank Urutan utama use case menjelaskan urutan interaksi yang paling umum antara aktor dan sistem. Dan mungkin saja terdapat cabang-cabang urutan use case utama, yang mengarah pada berkurangnya frekuensi interaksi antara aktor dengan sistem. Deviasi-deviasi dari urutan utama hanya dilaksanakan pada beberapa situasi, contohnya jika aktor melakukan kesalahan input pada sistem. Ketergantungan pada aplikasi kebutuhan, alternatif ini memecahkan use case dan kadang-kadang bersatu
32 20 kembali dengan urutan utama. Cabang-cabang alternatif digambarkan juga dalam use case. Dalam use case Withdraw Funds, urutan utama adalah urutan tahap-tahap dalam keberhasilan pelaksanaan penarikan (withdrawal). Cabang-cabang alternatif digunakan untuk mengarahkan berbagai error cases, seperti ketika kartu ATM tidak dikenali atau dilaporkan telah hilang dan lain sebagainya Pendokumentasian Model Use Case Use case didokumentasi dalam use case model sebagai berikut: Use Case Name. Setiap use case diberi nama. Summary. Deskripsi singkat use case, biasanya satu atau dua kalimat. Dependency. Bagian ini menggambarkan apakah use case yang satu tergantung pada use case yang lain, dalam arti apakah use case tersebut termasuk pada use case yang lain atau malah memperluas use case lain. Actors. Bagian ini memberikan nama pada actor dalam use case. Selalu terdapat use case utama (primary use case) yang memulai use case. Disamping itu terdapat juga secondary use case yang terlibat dalam use case. Contohnya, dalam use case Withdraw Funds, ATM Customer adalah actor-nya. Preconditions. Satu atau lebih kondisi harus berjalan dengan baik pada permulaan use case; contohnya mesin ATM yang tidak jalan, menampilkan pesan Selamat Datang. Deskripsi. Bagian terbesar dari use case merupakan deskripsi naratif dari urutan utama use case yang merupakan urutan yang paling umum dari interaksi antara aktor dan sistem. Deskripsi tersebut dalam bentuk input dari aktor, diikuti oleh respon pada
33 21 sistem. Sistem ditandai dengan sebuah kotak hitam (black box) yang berkaitan dengan apa yang sistem lakukan dalam merespon input aktor, bukan bagaimana internal melakukannya. Alternatif-alternatif. Deskripsi naratif dari alternatif merupakan cabang dari urutan utama. Terdapat beberapa cabang alternatif dari urutan utama. Contohnya, jika rekening customer terdapat dana yang tidak sesuai, akan tampil permohonan maaf dan menolak kartu. Postcondition. Kondisi yang selalu terjadi di akhir use case, jika urutan utama telah dilakukan; contohnya dana customer telah ditarik. Outstanding questions. Pertanyaan-pertanyaan tentang use case didokumentasikan untuk didiskusikan dengan para user. Diagram use case adalah menjelaskan mamfaat sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada diluar sistem (aktor) diagram ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar. Diagram Use Case dapat digunakan selama proses analisis untuk menangkap kebutuhan sistem dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain, diagram Use Case menetapkan prilaku (Behavior) sistem saat dimplementasikan. Dalam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa diagram use case (Suhendar dan Gunadi, 2002:49). Berikut pada Tabel 2.2 adalah simbol-simbol yang sering digunakan pada saat pembuatan diagram use case.
34 22 Tabel 2.2 Notasi pemodelan Diagram use case menurut Booch, Rumbaugh, dan Jacobson 1 No Simbol Actor Keterangan 2 Use case 3 Batas sistem (sytem boundry) 4 Garis penghubung (pengendali arah) 5 Gabungan (association) 6 Generalisasi (generalization) 7 Relasasi (realization) << include >> 8 Stereotype penyertaan (Include) << extend >> 9 Stereotype perluasan (Extend) Menurut manuwar (2005:179) setiap use case harus di deskripsikan dalam dokumen yang di sebut dengan dokumen aliran kejadian (flow of event). Dokumen
35 23 ini mendefenisikan apa yang harus dilakukan oleh sistem ketika aktor mengaktifkan use case. Struktur dari dokumen use case ini bisa macam-macam, tetapi umumnya deskripsi ini paling tidak harus mengandung: 1. Deskripsi singkat (brief description). 2. Aktor yang hebat. 3. Kodisi awal (precondition) yang penting bagi use case untuk memulai. 4. Deskripsi rinci dari aliran kejadian yang mencakup: a. Aliran utama (main flow) dari kejadian yang bisa dirinci lagi. b. Aliran bagian (sub flow) dari kejadian. c. Aliran alternatif untuk mendefenisikan situasi perkecualian. 5 Kodisi akhir yang menjelaskan state dari sistem setelah use case berakhir. Dokumen use case ini berkembang selama masa pengembangan. Diawal-awal penentuan kebutuhan sistem, hanya deskripsi singkat saja yang ditulis. Bagianbagian lagi dari dokumen ini ditulis secara gradual dan interaktif. Akhirnya sebuah dokumen lengkap bisa di dapatkan di akhir fase spesifikasi. Biasanya pada fase spesifikas ini sebuah prototipe yang dilengkapi dengan tampilan layar bisa ditambahkan. Pada tahap berikut, dokumen use case ini bisa digunakan untuk membuat dokumentasi untuk implementasi sistem Diagram sekuensial (sequence diagram) Sebuah diagram sekuensial menjelaskan tentang interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu. Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan diagram use case. Diagram sekuensial memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan sesuatu di dalam use case (suhendar dan gunadi,
36 :51). Tabel 2.3 memperlihatkan notasi-notasi dalam pemodelan diagram sekuensial. Tabel 2.3 Notasi-notasi dalam pemodelan diagram sekuensial No. Notasi Keterangan 1 Aktor 2 Obyek 3 Batas (Boundry) Nama obyek 4 Kendali (Control) 5 Entitas (Entity) 6 Penggerakan (Activation) 7 Garis hidup (Lifeline) 8 Pesan selaras (Synhcronous message) Tabel 2.3 (lanjutan) Notasi-notasi dalam pemodelan diagram Sekuensial No Notasi Keterangan
37 25 9 Pesan tidak selaras (Asynhcronous message) 10 Pesan kembali yang tidak selaras (Asynhcronous return message) 11 Pesan rekrusif (Self message) 12 Pesan hilang (Lost message) 13 Pesan ditemukan (Found message) 14 New Pesan pembuatan obyek baru 15 Pesan penghapusan obyek Diagram aktifitas Diagram aktifiti adalah teknik untuk mendeskripsikan logika procedural, proses bisnis dan aliran kerja dalam banyak kasus. Diagram aktifitas mempunyai peran seperti halnya diagram alur (flowchart), akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah diagram aktifitas mendukung prilaku parallel sedangkan flowchart
38 26 tidak bias. Manuwar (2005:109). Berikut pada table 2.4 adalah symbol-simbol yang sering digunakan pada saat pembuatan diagram aktifitas. Table 2.4 Simbol-simbol pada diagram aktifitas. No Simbol Keterangan 1 Titik awal 2 Titik akhir 3 Activity 4 Pilihan untuk mengambil keputusan 5 Fork: digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel atau untuk menggabungkan dua kegiatan parallel menjadi satu 6 Rake: menunjukkan adanya dekomposisi 7 Tanda waktu 8 Tanda pengiriman 9 Tanda penerimaan 10 Aliran akhir (flow final) 2.4 Text Editor
39 27 Menurut Jogiyanto Hartono (2000:379). Text editor (pengedit teks) merupakan suatu program yang disediakan untuk menuliskan suatu teks atau suatu program aplikasi yang akan direkamkan kedalam suatu file di diks magnetik. Dengan text editor, pembuat program dapat menambah, menghapus, menyisipkan dan membetulkan teks yang berupa instruksi-instruksi program. Text editor banyak dipergunakan oleh mereka yang akan menulis sourcode program, misalnya dalam bahasa assembly, FORTRAN, COBOL dan lain sebagainya. Sekarang dengan banyaknya paket pengolahan kata (word prosesor), fungsi text editor dapat digantikan dengan program paket pengolahan kata yang banyak dipakai pada komputer micro untuk membuat sourcode program salah satunya adalah word star. Menerut wekepedia indonesia, eksiklopedia bebas berbahasa indonesia. Teks Editor adalah suatu jenis perangkat lunak komputer yang digunakan untuk menyunting teks biasa. Teks editor tidak dibedakan dengan pengolahan kata (word prosesing) karena jenis perangkat lunak ini tidak mengatur format dokumen dan fitur-fitur lain yang biasa digunakan dalam penerbitan dekstop (dekstop publising). Teks editor sering digunakan oleh sistem operasi atau paket pengembangan perangkat lunak, dan dapat digunakan untuk mengubah berkas konfigurasi serta kode sumber bahasa pemrograman. Menurut Kamus Komputer, Merupakan bagian dari program komputer yang digunakan untuk melakukan pengeditan terhadap dokumen yang berisi data dengan format plain text atau murni berisi teks tanpa ada format-format tertentu. Program ini berbeda dengan word processor, karena word processor umumnya digunakan untuk mengelola dokumen dengan format data tersendiri, dan tidak plaint text saja,
40 28 sehingga data yang dihasilkan dari word processor lebih sering mengarah kepada penggunaan desktop publishing Pengolahan kata (Word Processing) Perkembangan teknologi digital sangat cepat dan merambah ke hampir semua sendi kehidupan, antara lain dunia tulis-menulis yang dahulu merupakan bidang yang menuntut skill tinggi dan kesempurnaan penguasaan bahasa, karena apabila ada satu paragraf yang salah ketik atau salah dalam membahasakan satu ide, maka penulis harus mengetik ulang seluruh naskahnya, namun dengan adanya pengolah kata digital, semua itu bisa dieliminasi. Pada bagian ini kita akan belajar untuk mengetahui lebih jauh apa itu software pengolah kata dan mengapa software ini mampu mengubah seluruh sistem kerja seorang penulis. Bagi banyak orang, komputer merupakan mesin pengganti mesin ketik dan kalkulator, satu analogi yang begitu picik ini kerapkali menguasai benak kita, padahal komputer memiliki software aplikasi yang begitu beragam, salah satu diantaranya adalah pengolah kata. Fungsi utama dari software pengolah kata adalah sebagai alat ketik digital, namun software pengolah kata ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan mesin ketik manual dan elektronis, adapun kelebihannya adalah : 1. Otomatisasi dokumen, software pengolah kata dua satu fungsi yang sangat memudahkan penulis dalam berkarya, yaitu style dan template. 2. Mampu menyisipkan gambar secara cepat Dokumen dapat dengan mudah diubah apabila ada perbaikan
41 Editor Html Editor HTML adalah editor untuk mengubah isi situs anda. Editor HTML merupakan aplikasi GUI (graphical user interface) yang sangat mudah digunakan, GUI ini memiliki banyak fungsi yang ditujukan untuk mempermudah anda memproses isi situs anda. Fungsi-fungsi dalam editor ini memiliki banyak kesamaan dengan fungsi yang terdapat pada aplikasi GUI pengolah kata seperti MS Word, dan lainnya. Selain dengan Editor HTML pengguna juga dapat mengubah isi situs anda dengan menggunakan code editor, namun untuk itu pengguna diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahasa HTML. Pengguna juga dapat melakukan perubahan ke dalam sintaks HTML dengan menggunakan Code Editor dengan menekan button html editor pada aplikasi Teks Editor plus Yang dapat dilakukan dengan HTML Menentukan format suatu teks Membuat list tentang sekelompok hal Membuat link ke dokumen lain ataubagian lain dari dokumen yang sama. Menyisipkan citra atau gambar. Menampilkan informasi dalam bentuktabel 1. Memodifikasi format teks Penggunaan HTML memungkinkan kita untuk memodifikasi tampilan atau format dokumen yang akan kita transmisikan melalui media Internet. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menentukan format dokumen ini adalah :
42 30 Kita dapat menampilkan suatu kelompok kata dalam beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk judul, heading dan sebagainya. Kita dapat menampilkan teks dalam bentuk cetakan tebal Kita dapat menampilkan sekelompok kata dalam bentuk miring Kita dapat menampilkan naskah dalam bentuk huruf yang mirip dengan hasil ketikan mesin ketik Kita dapat mengubah-ubah ukuran font untuk suatu karakter tertentu. 2. Menampilkan daftar sesuatu dalam bentuk point-point (item) Dengan HTML kita dapat menampilkan daftar atau deretan informasi dalam bentuk point-point sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami 3. Membuat link Konsep hypertext pada HTML memungkinkan kita untuk membuat link pada suatu kelompok kata atau frase untuk menuju ke bagian manapun dalam World Wide Web. Ada tiga macam link yang dapat kita gunakan : Link menuju bagian lain dari page Link menuju page lain dalam satu web site Link menuju resource atau web site yang berbeda 4. Menyisipkan citra Dengan menyisipkan citra maka tampilan page kita akan lebih menarik, interaktif dan informatif untuk mendukung data-data lainnya dalam bentuk teks. 5. Menampilkan informasi dalam bentuk tabel Penampilan informasi dalam bentuk tabel ini akan mempermudah pembaca untuk memahami informasi yang kita tawarkan. Penggunaan tabel ini juga dapat dilakukan untuk menambah nilai estetika dari page yang akan kita rancang.
43 WEB dan HTML Menurut Sampurna (1996) : WEB adalah sekelompok kode berbasis teks yang sederhana dan universal, disebut Hypertext Markup Language (HTML). Karena berbasis teks, HTML dikenali dan diterjemahkan segala jenis komputer dalam bentuk tampilan informasi yang sama. HTML adalah kreasi Tim Berners Lee, ilmuwan European Laboratory for Particle Physics (CERN - organisasi penelitian 18 negara Eropa) di Geneva Swiss. Maret 1989 Tim memperkenalkan WEB dan HTML sebagai standar antar muka distribusi informasi di Internet yang mampu menggabungkan teks, grafik dan multimedia dengan metode navigasi menu pada mesin UNIX. HTML adalah bahasa kode pemrograman yang menjadi dasar bagi terwujudnya WEB. Dengan HTML seluruh sistem komputer yang saling berbeda dapat mengenali format-format yang ditampilkan dalam situs-situs Internet tanpa perbedaan yang berarti, termasuk didalamnya penampilan multimedia (grafik, suara dan citra video). HTML berbasis teks yang sangat sederhana dan praktis sehingga dapat dipahami oleh berbagai jenis komputer dalam platform sistem yang berbeda. Dokumen HTML mengandung perintah2 teks yang disebut tag untuk menampilkan tulisan, gambar, warna, suara, video, animasi dsb. serta link yang menghubungkan berbagai topik. Dengan bentuk hypertext maka halaman Internet (Web Site - Kios Internet) akan dapat dibangun dengan cepat serta ditampilkan dengan cantik. Dalam konsep hypertext ini pembacaan suatu dokumen tidak harus urut namun bisa meloncat antar topik bahkan di print maupun dicopy ke media penyimpan lokal (harddisk misalnya). Format hypertext juga memungkinkan pemakai mesin yang hanya bisa mengenali teks untuk mengakses dokumen dalam
44 32 bentuk teks saja. Perbedaannya hanya terletak pada tidak ditampilkannya gambar, grafik, animasi, video, suara dan warna WEB Browser Atas bantuan National Center for Supercomputing Applications (NCSA), Mei 1993 standar ini diwujudkan dalam bentuk software yang disebut MOSAIC. MOSAIC adalah browser pertama WEB dan diaplikasikan multiplatform UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh. Browser adalah program penterjemah HTML menjadi tampilan WEB (teks, grafis dan multimedia) di layar komputer pemakai. Kreator MOSAIC adalah Mark Andreesen, pada tahun 1994 bergabung dengan Jim Clark yaitu salah seorang pendiri Silicon Graphics. Mereka kemudian membuat browser WEB komersial pertama yaitu Netscape Navigator yang dengan segera menggeser popularitas MOSAIC. Hingga saat ini Netscape adalah browser paling populer dan menjadi pelopor dibidangnya. 2.6 Mengenal Visual Basic 6.0 Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer yang sudah mendukung OOP(Object Oriented Programming ) dan merupakan bahasa pemrograman berbasis GUI (Graphical User Interface ). Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa pendahulunyayaitu bahasa pemrograman BASIC ( Beginner s All Purpoe Symbolic Instruction Code ). VisualBasic merupakan salah satu alat bantu ( Development Tool ) dalam pembuatan berbagaimacam program komputer, khususnya program komputer yang berbasis sistem operasi Windows menurut (Febryan Hari Purwanto. [email protected]).
45 33 Microsof visual basic adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi Windows yang bergrafis (GUI-Graphical User Interface). Visual basic merupakan event-drivent programing (pemrograman terkendali kejadian) artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa/pengguna berupa event/kejadian tertentu (tombol diklik, menu dipilih, dan lain-lain). Ketika event terdeteksi, kode yang berhubungan dengan event (prosedur event) akan dijalankan menurut (Drs.Ario Suryo Kusumo. 2000, 1) Sejarah Singkat Visual Basic Berikut ini adalah point-point penting dalam sejarah perkembangan visual basic, sebagai berikut: Visual basic pertama kali diperkenalkan tahun 1991 yaitu program visual basic untuk DOS dan untuk Windows. Visual basic 3.0 dirilis tahun Visual basic 4.0 dirilis pada akhir 1995 (tambahan dukungan untuk aplikasi 32 bit). Visual basic terbaru adalah versi 6.0 yang dirilis pada akhir tahun Microsoft unmumnya membuat tiga edisi visual basic yaitu: Standard Edition merupakan produk dasar. Profesional Edition berisi tambahan Microsoft Jet Data Access. Enterprise Edition adalah edisi client-server.
46 IDE ( Integrated Development Environment ) Visual Basic 6.0 Untuk memulai Visual Basic 6.0, hal pertama yang paling penting adalah pastikan bahwakita sudah menginstallnya dalam komputer, kemudian jalankan Visual Basic 6.0 darimenu Start >> All Programs >> Microsoft Visual Studio 6.0 >> Microsoft Visual Basic 6.0.Maka akan muncul tampilan sebagai berikut : Gambar 2.6. IDE Visual Basic Klik tab New dan pilih Standard EXE untuk memulai project baru kemudian klik tombolopen. Maka akan ditampilkan IDE atau area kerja Visual Basic 6.0 sebagai berikut :
47 35 Gambar 2.7. Bagian-bagian utama dalam Visual Basic 6.0 Bagian-bagian utama dalam IDE Visual Basic 6.0 : a. Menubar Gambar 2.8. Menubar Menubar yaitu perintah-perintah berbasis menu, seperti perintah untuk membuat project baru, save, exit pada menu File atau perintah cut, copy, paste pada menu Edit dan menu-menu lainnya. b. Toolbar Gambar 2.9. Toolbar Toolbar yaitu tombola tau icon yang mewakili menu-menu tertentu seperti menu
48 36 save diwakili oleh toolbar dengan icon disket, atau menu cut dengan icon gunting. c. Toolbox Gambar Toolbox Toolbox dapat diibaratkan sebagai kotak perkakas, karena semua komponen atau object VCL ( Visual Component Library ) yang diperlukan untuk membangun sebuahprogram terdapat di sini. Tidak semua komponen di tampilkan di toolbox, untukmenambah komponen yang belum terdapat pada toolbox, klik menu Project >> Component maka akan ditampilkan kotak dialog sebagai berikut :
49 37 Gambar Visual Componen Library Pilh komponen yang ingin ditambahkan ke toolbox dengan cara mencentang, kemudian klik tombol OK. d. Object Viewer / Jendela Form Gambar Jendela Form
50 38 Object Viewer merupakan area kerja utama, yaitu sebagai tempat merancang antarmuka dan meletakkan objek atau komponen aplikasi e. Code Viewer Gambar Code Viewer Code Viewer merupakan media untuk merancang / menulis kode program, code viewer terdiri dari daftar object diikuti dengan events dan editor tempat menulis kode program. f. Project Explorer Gambar Project Explorer
51 39 Project Explorer menampilkan file-file yang terlibat dalam program, dengan project explorer kita akan lebih mudah mengetahui dan mengatur file utama dan file-file pendukung yang telibat dalam project yang kita buat. g. Properties Window Gambar Properties Window Properties Window menampilkan properties dari setiap objek yang kita pilih, perlu diingat bahwa form juga merupakan sebuah objek. Dalam properties window kita dapat memanipilasi nilai property dari sebuah objek seperti nama,caption,warna,font dan lain-lain.
52 40 h. Form Layout Gambar Form Layout Form Layout berguna untuk mengatur posisi form ketika dijalankan Object, Property, Method, dan Event Pada pemrograman berbasis objek ( OOP ) ada beberapa istilah yang akan selalu kita temui dalam membuat program yaitu object, property, method dan event. Object Property Method Event : Komponen yang terdapat dalam sebuah program : Karakteristik yang dimiliki oleh sebuah object : Aksi yang dapat dilakukan oleh sebuah object : Kejadian yang dapat dialami oleh sebuah object Agar lebih memahami istilah Object, Property, Method, dan Event, akan lebih jelas jikakita contohkan dengan sebuah object. Misalkan object tersebut adalah CommandButton. Object Property Method Event : CommandButton : Name, BackColor, Caption, Font : Drag, Move, SetFocus : Click, KeyDown
53 Project dalam Visual Basic 6.0 Project merupakan pengendali atau pengelola file-file yang terlibat dalam aplikasi yang dibuat. File-file Dalam Visual Basic 6.0 : a. Minimal ada 2 buah file utama yaitu : File Project (.vbp ) sebagai penyimpan informasi program utama File Form (.frm ) sebagai penyimpan informasi form dan kode events b. File kode tambahan (.bas ) menyimpan informasi baris program dalam bentuk modul yang bisanya dibuat untuk digunakan lebih dari sekali. c. File Executable (.exe ) merupakan file hasil kompilasi dari file project dan file pendukung lainya.
54 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Rekayasa Sistem Untuk meningkatkan kegunaan yang secara umum dapat sesuai dengan keperluan dan lebih efesien. Dalam hal ini suatu pengolah kata (Word Processing) dapat digunakan untuk mengetik,membuka webrowser dan mengedit Html. Dengan menggunakan program (Word Processing) ini pengguna dapat melakukan pengetikan, browsing Internet dan juga dapat mengedit htmlnya. Program ini juga dilengkapi dengan enkripsi untuk mengenkripsi text dan pengguna juga bisa mengkonversi file.html ke file.txt. Pada saat ini program text editor atau pengolahan kata (word prosesing) sangat banyak digunakan pada sistem operasi windows sebagai utility. Mulai dari microsoft Word, microsoft Power Point, Noteped, Visual basic, Turbo C++ dan lainlain. Semua program tersebut digunakan sebagai pengolah kata atau word processing sesuai dengan keperluan penggunanya. Untuk dapat menggunakan program Pengolah 42
55 43 Kata ini pengguna harus terlebih dahulu membuka atau menjalaknnya, setelah itu pengguna (user) baru bisa menggunakannya. Pertama-tama jika pengguna menggunakan program pengolah kata ini. Pengguna tinggal memilih ingin melakukan apa, jika pengetikan maka pengguna mengkilik tombol text editor yang ada pada toolbars dan setelah itu pengguna tinggal mengetikkan apa keperluan pengguna.setelah mengetik pengguna bisa menyimpan (save) data yang telah pengguna ketik dan membuka kembali jika pengguna memerlukannya. Dalam pengetikan ini pengguna bisa menggunakan tool-tool seperti rata kanan text, rata kiri text, center text, new document, text bergaris tebal (bold), text bergaris miring (italic), dan bergaris bawah (Underline), print text, copy text, paste, cut text, find and replace text, background color, text color dan juga apilkasi text editor plus ini menyediakan tools enkripsi jika pengguna inggin mengenkripsi data ketikan pengguna guna alasan keamanan. Jika pengguna ingin melakukan browsing ke internet maka pengguna mengklik tombol Internet Explorer yang ada pada toolbars applikasi pengolah kata maka akan terhubung ke internet, tetapi dengan catatan bahwa komputer atau laptop pengguna memiliki modem yang terhubung dengan internet. Setelah itu pengguna memilih situs apa yang ingin pengguna buka, misalnya dan lain-lain lalu pengguna mengklik tombol go yang ada pada tolbars pengolah kata. Dan secara otomatis akan terhubung ke internet. Setelah terhubung ke internet pennguna ingin mengedit htmlnya, pengguna tinggal mengklik tombol Html Editor yang ada pada toolbars pengolah kata ini. Disini pengguna bisa mengedit html sesuai dengan kebutuhan pengguna. Madsudnya
56 44 disini pengguna bisa mengedit tampilan yang telah pengguna ambil dari internet, lalu mengubahnya sesuai dengan tampilan yang pengguna inginkan. Setelah pengguna mengeditnya pengguna bisa menyimpannya (save) hasil didalam hardiks pengguna. Program pengolah kata ini juga menyediakan tool enkripsi yang berfungsi sebagai pengenkripsi text juga deskripsi untuk membuka data yang terenkripsi. Tool enkripsi ini berfungsi untuk menyebunyikan text yang pengguna ketik sebagia suatu kode yang hanya pengguna yang bisa membukanya dengan kata kuncy (password) yang pengguna masukkan pada saat program enkripsi dijalankan. Jika pengguna ingin melakukan pengeditan Html maka pengguna mengklik tombol Html Editor dan sistem akan menjalankan program tersebut. Pada html editor ini tersedia beberapa tool-tool yang bisa pengguna pakai diantaranya sama dengan tools yang ada pada aplikasi pengolah kata seperti copy, paste, cut,find and replace, mengprint data yang pengguna edit. Dan pada aplikasi html editor ini disediakan bagi pengguna untuk mengkonverter atau mengkonversi file.htm/html ke file.txt. Dan juga bisa pengguna enkripsi. Aplikasi ini penulis buat sebagai suatu alternatif pilihan guna mengetik atau sekalian webrowsing juga mengedit htmlnya. Penulis akan membuat suatu aplikasi pengolah kata (word processing) yang bisa sekalian membuka internet dan juga dapat mengedit htmlnya, dan juga penulis menyediakan enkripsi text dan konverter atau konversi file.html/htm ke file.txt pada aplikasi pengolah kata ini Analisis Dalam membangun aplikasi pengolah kata (word prosecing) ini, penulis menganalisa akan kebutuhan dasar sistem antara lain:
57 45 1. Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini untuk melakukan pengetikan seperti melakukan pengetikan data, menyimpan data ketikan, mengenkripsi data ketikan yang penting supaya pengguna lain tidak bisa melihat data ketikan, mencetak data ketikan yang sudah diketik pengguna, find and replace data ketikan sesuai dengan apa yang ingin dicari oleh pengguna, pengguna juga menganti bentuk tulisan dengan mengkilik tombol font, juga untuk menganti background color dan text color dan untuk mencantumkan tanggal secara otomatis. 2. Pengguna dapat melakukan koneksi ke internet, pengguna dapat melakukan browsing jika komputer atau laptop pengguna terhubung ke internet. Pengguna dapat mencari situs-situs internet yang sesuai dengan ke inginkan pengguna. Pengguna juga dapat menyimpan data internet pada hardiks jika pengguna ingin menyimpannya. 3. Pengguna dapat mengedit htmlnya, setelah pengguna melakukan browsing ke internet pengguna dapat mengeditnya sesuai dengan keingginan pengguna. Merubah tampilan htmlnya, mengubah atau mengedit gambar atau tulisannya sesuai dengan keinginan pengguna. pengguna bisa belajar html dan juga penulis menyedikan bagi pengguna converter atau konversi file.html ke file.txt. Aktor dan use case ditentukan atas dasar kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem ini diakomodir di use case. Selanjutnya use case menyediakan nilai hasil kepada aktor. Atas dasar spesifikasi di atas ada satu aktor yaitu pengguna aplikasi. Untuk mendeskripsikan use case apa saja dan aktor yang terlibat dalam use case tersebut, dapat dilihat pada Tabel 3.1.
58 46 Tabel 3.1 Kebutuhan dasar sistem, aktor, dan use case pada aplikasi Pengolah Kata No Kebutuhan Sistem Aktor Use Case 1 Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini untuk melakukan pengetikan seperti melakukan pengetikan data, menyimpan data ketikan, mengenkripsi data ketikan yang pengting supaya pengguna lain tidak bisa melihat data ketikan, mencetak data ketikan yang sudah diketik pengguna, find and replace data ketikan sesuai dengan apa yang ingin dicari oleh pengguna.menganti font ketikan dan juga background color dan text color. Pengguna Melakukan pengetikan 2 Pengguna dapat melakukan koneksi ke internet, pengguna dapat melakukan browsing jika komputer atau laptop pengguna terhubung ke internet. Pengguna dapat mencari situs-situs internet yang sesuai dengan ke inginnan pengguna. Pengguna juga dapat menyimpan data internet pada hardiks jika pengguna ingin menyimpannya. Pengguna Melakukan koneksi ke internet 3 Pengguna dapat mengedit HTMLnya, setelah pengguna melakukan browsing ke internet pengguna dapat mengeditnya sesuai dengan keingginan pengguna. Merubah tampilan HTMLnya, mengubah atau mengedit gambar atau tulisannya sesuai dengan keinginan pengguna. pengguna bisa belajar HTML dan juga bisa mengedit yang ada didalam hardiks yang berformat file.html. pengguna juga dapat membuat HTML baru. Pengguna juga bisa mengkonversi file.html ke file.text. Pengguna Melakukan pengeditan kode HTML Diagram Use Case Diagram Use case menjelaskan manfaat sistem jika dilihat menurut sudut pandang orang yang berada di luar sistem (actor), diagram use case juga menunjukan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar. Berdasarkan Tabel 3.1 di atas secara umum pemodelan use case pada aplikasi ini dapat dilihat pada Gambar 3.1.
59 47 Aplikasi Text Editor Plus Melakukan pengetikan Pengguna Melakukan koneksi ke internet Melakukan pengeditan kode html Gambar 3.1 Diagram use case aplikasi Pengolah Kata Penjelasan dari masing-masing use case dari Gambar 3.1 dapat dilihat pada Tabel 3.2, Tabel 3.3, dan Tabel 3.4. Tabel 3.2 Deskripsi use case melakukan pengetikan Use Case : Melakukan pengetikan Deskripsi Singkat : Use case ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pengetikan data, melakukan penyimpanan data ketikan dan juga mencetak data ketikan dan enkripsi. Aktor : Pengguna Kondisi Awal : Sistem text editor aktif untuk pengetikan. Use Case : Melakukan pengetikan
60 48 Tabel 3.2 (Lanjutan) Deskripsi use case melakukan pengetikan Aliran Utama : 1. Pengguna memilih menu pengetikan. 2. Pengguna menekan tombol text editor pada toolbars untuk melakukan pengetikan. 3. Sistem membuka new document. 4. pengguna melakukan aktifitas mengetik 5. jika aktifitas mengetik telah selesai, pengguna menekan tombol save untuk melakukan penyimpanan data. 6. Sistem menyimpan data dalam hardiks atau usb sesuai dengan keinginnan pengguna. 7. Pengguna dapat menekan tombol enkripsi untuk mengamankan data. 8. sistem mengenkripsi dokumen yang telah dipilih pengguna. 9. pengguna bisa mengganti warna background dengan mengklik tombol background color, maka sistem akan mengganti warna background text. 10. pengguna bisa menganti ukuran text dengan mengklik tombol font, maka text akan berubah ukurannya sesuai dengan kebutuhan pengguna. 11. pengguna bisa menganti warna text dengan mengklik tombol text color, maka warna text akan berubah sesuai denga keinginan pengguna. Aliran Alternatif : 1. Pada langkah 2, jika pengguna tidak mengetikkan kata maka sistem menampilkan form blank. 2. Pada langkah 3, jika pada waktu mengetikan menekan tombol menu new tex editor maka data yang telah diketik sebelumnya akan hilang. 3. pada langkah 7, jika ingin mengenkripsi data ketikan sebelum menyimpannya,maka pengguna bisa mengklik enkripsi dan Pengguna harus memasukkan password jika tidak maka akan ada pesan (anda harus masukkan password yang valid) setelah itu dokumen tersimpan dalam bentuk enkripsi. Kondisi Akhir : Sistem menampilkan data yang telah diketik dari awal sampai akhir dan kemudian bisa menyimpan data ketikan tersebut ke dalam hardiks atau alat penyimpanan yang lain sesuai dengan keinginan pengguna. Tabel 3.3 Deskripsi use case melakukan koneksi ke Internet Use Case : Melakukan Koneksi ke Internet Deskripsi Singkat : Use case ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penjelajahan internet. Aktor : Pengguna Kondisi Awal : Aplikasi pengolah kata telah dijalankan atau sedang berjalan.
61 49 Tabel 3.3 (Lanjutan) Deskripsi use case melakukan koneksi ke Internet Aliran Utama : 1. Pengguna memilih menu internet explorer pada aplikasi pengolah kata. 2. Sistem mengkoneksikan aplikasi pengolah kata dengan internet. 3. Pengguna menekan tombol save untuk dapat menyimpan data dari internet. 4. Sistem menyimpan data-data yang terdapat dalam internet ke bentuk file atau folder dan pengguna bisa membukanya kembali jika diperlukan. 5. Pengguna dapat menekan tombol print untuk mencetek data dari internet. 6. Sistem melakukan cetak data atau informasi yang telah ditentukan oleh pengguna. Aliran Alternatif : Jika koneksi internet tidak tersedia, maka use case tidak berjalan. Kondisi Akhir : Jika use case berhasil dijalankan maka aplikasi teks editor terhubung ke internet. Tabel 3.4 Deksripsi use case melakukan pengeditan kode HTML Use Case : Melakukan pengeditan kode html Deskripsi Singkat : Use case ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pengeditan kode html dan merubahnya sesuai dengan ke inginan pengguna atau kode html yang baru. Aktor : Pengguna Kondisi Awal : Apilkasi teks editor telah dijalankan. Aliran Utama : 1. Pengguna memilih menu html editor pada aplikasi pengolah kata. 2. pengguna mengetikkan kode html atau membuka file yang telah ada. 3. Setelah selesai, pengguna menekan tombol save untuk melakukan penyimpanan file.html. 4. Sistem menyimpan file.html dalam hardisk atau usb sesuai dengan keinginnan pengguna. 5. Pengguna dapat menekan tombol enkripsi untuk mengamankan data yang telah diedit. 6. sistem mengenkripsi file.html yang telah dipilih pengguna. 7. pengguna dapat menkonversi file.html ke txt dengan menekan tombol konversi. 8. sistem akan mengkonversi file.html ke file.txt. Aliran Alternatif : pada langkah 6, jika ingin mengenkripsi file.html sebelum menyimpannya. Pengguna harus memasuukan password jika tidak maka akan ada pesan (anda harus masukkan password yang valid) setelah itu file.html tersimpan. Kondisi Akhir : Jika use case berhasil dijalankan maka pengguna dapat membuat dan merubah file html.
62 Diagram Aktifitas Diagram aktifitas merupakan pemodelan aliran kerja (workflow) sebuah proses, atau urutan aktifitas dalam suatu proses. Dengan diagram aktifitas ini kita akan lebih dapat memahami alur dari proses-proses tersebut atau dengan kata lain diagram ini akan menggambarkan langkah-langkah dari setiap aplikasi yang disediakan dalam sistem. Pada model diagram aktifitas ini dapat digunakan secara grafis aliran kejadian dari suatau Use Case. Diagram ini menggambarkan langkah yang mana yang harus dijalan secara berurutan dan langkah yang mana yang bisa dijalankan secara bersamaan 1.1 Diagram Aktifitas Untuk Use Case Melakukan Pengetikan Diagram aktifitas untuk use case aplikasi Pengolah Kata ditunjukkan oleh gambar 3.2. Pada diagram aktifitas Pengolah Kata akan dijelaskan bagaimana aliran kejadian terjadi. Pertama jalankan menu teks editor setelah itu tentukan apa yang ingin dilakukan jika memilih melakukan pengetikan maka lakukan pengetikan jika, tidak maka pilihannya adalah melakukan koneksi ke internet dan setelah itu pilih lagi apakah akan melakukan pengeditan HTML atau tidak jika ya maka lakukan pengeditan HTML jika, tidak maka keluar dari menu aplkasi Pengolah Kata atau berhenti. Diagram aktifitas untuk use case melakukan pengetikan ditujukkan oleh Gambar 3.3, diagram aktifitas untuk use case koneksi ke Internet ditunjukkan oleh Gambar 3.4, dan diagram aktifitas untuk use case pengeditan HTML ditunjukkan oleh Gambar 3.5.
63 51 Jalankan teks editor ya Ingin memilih menu pengetikan? Ingin memilih menu Koneksi ke internet? tidak Melakukan pengetikan ya tidak Koneksi ke internet Ingin memilih menu Pengeditan html? ya tidak Pengeditan html Gambar 3.2 Diagram Aktifitas aplikasi Pengolah Kata
64 52 Melakukan pengetikan Ingin membuat document baru? ya tidak Buat dokumen baru Mengetik Dokumen baru Dekripsi dokumen Baca / Ubah dokumen ya Buka dokumen yang telah ada Dokumen terenkripsi? tidak Enkripsi dokumen? ya Enkripsi tidak Simpan Gambar 3.3 Diagram Aktifitas untuk melakukan pengetikan Pada Gambar 3.3 diperlihatkan bahwa aktifitas dimulai dengan memilih menu teks editor pada aplikasi pengolah kata dan setelah itu menentukan apakah membuat dokumen baru atau membuka dokumen yang telah ada. Apabila membuka dokumen yang baru maka lakukan pengetikan dokumen dan jika ingin mengenkripsi
65 53 lakukan pengenkripsian jika tidak simpan. jika telah ada dokumen yang terenkripsi maka lakukan deksripsi. Jika tidak terenkripsi maka lakukan aktifitas membaca atau merubah (update) dokumen tersebut. Kemudian tentukan apakah ingin enkripsi dokumen kembali atau tidak. Jika ya maka dokumen akan dienkripsi, jika tidak maka putuskan apakah masih ada yang ingin dilakukan lagi. Jika ya maka kembali kepada menentukan apakah ingin membuat dokumen baru atau membuka dokumen yang telah ada. Jika tidak maka aktifitas berakhir. Koneksi ke Internet Pilih menu Internet Explorer pada Aplikasi Teks Editor Buka halaman Web tidak Apakah halaman tersebut ingin disimpan? ya Simpan Gambar 3.4 Diagram aktifitas untuk koneksi ke Internet
66 54 Pada Gambar 3.4 memperlihatkan bahwa aktifitas dimulai dengan memilih menu Internet Explorer atau koneksi ke internet pada aplikasi Pengolah Kata dan setelah itu akan terhubung ke internet disini pengguna bisa membuka website apa saja sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya, atau dan pengguna bisa terhubung lansung ke internet. Tetapi dengan syarat computer pengguna terkoneksi dengan internet baik itu melalui modem handpon atau modem telepon biasa atau wimode yang bisa menghubungkan computer pengguna ke internet. Bisa dikatakan menu koneksi ke internet ini sebagai pengganti internet explorer, mozilla, opera dan masih banyak lagi software yang bisa digunakan sebagai software untuk membuka wibsite. pada sistem operasi windows yang biasa tersedia pada destop computer pengguna. Kemudian setelah membuka website yang dinginkan putuskan apakah ingin menyimpannya atau tidak. Jika ya maka lakukan penyimpanan jika tidak maka akhiri menu koneksi ke internet aplikasi Pengolah Kata. Untuk tempat penyimpanan pengguna diberi kebebasan untuk memilih pada hardiks atau usb atau tempat penyimpanan lainnya yang mendukung. Dan setelah melakukan penyimpan putuskan apakah ingin membuka halaman website baru lagi atau tidak jika ya kembali membuka halaman website yang diinginkan, jika tidak maka akhiri menu koneksi ke internet aplikasi Pengolah Kata.
67 55 Pengeditan HTML Pilih menu HTML Editor pada Aplikasi Teks Editor ya Ingin membuat hml baru? tidak Buat halaman HTML baru Deskripsi file html Buka dan rubah halaman HTML yang telah ada File. Html terinkripsi? Ketik html baru Baca/ubah file.html ya tidak Ingin enkripsi file.html ya Enkripsi tidak Simpan Gambar 3.5 Diagram Aktifitas untuk Pengeditan HTML Pada Gambar 3.5 memperlihatkan bahwa aktifitas dimulai dengan memilih menu html editor pada aplikasi pengolah kata. Setelah itu memilih apakah ingin
68 56 membuat halaman html baru atau membuka file.html yang tersimpan atau yang telah ada. Jika ingin membuat file.html baru maka ketik html baru dan jika, ingin dienkripsi maka lakukan pengenkripsian jika tidak maka simpan dan putuskan apakah masih ada yang ingin dilakukan jika ya kembali ke membuat halaman baru. Jika, memilih membuka file.html yang telah ada maka lakukan deskripsi jika file terenkripsi jika tidak maka lakukan pengeditan atau ubah file.html. dan setelah itu putuskan apakah ingin menenkripsi file.html atau tadak jika tidak lakukan penyimpanan jika ya lakukan pengenkripsian. Masih ada yang ingin dilakukan lagim jika ya kembali ke membuka file.html atau membuat html baru jika tidak maka akhiri aplikasi pengolah kata Diagram Sekuensial Diagram Sekuensial digunakan ketika ingin mengetahui perilaku beberapa obyek pada Use Case tunggal. Diagram Sekuensial bagus dalam menunjukkan kolaborasi diantara obyek, namun tidak begitu bagus dalam memberikan definisi yang pasti tentang perilaku tersebut (Munawar, 2005:98). Diagram Sekuensial menjelaskan interaksi obyek yang disusun dalam suatu urutan waktu. Urutan waktu yang dimaksud adalah urutan kejadian yang dilakukan oleh seorang aktor dalam menjalankan sistem. Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan Use Case. Diagram sekuensial menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa pesan (message) yang digambarkan terhadap waktu.
69 Diagram Sekuensial Untuk Use Case Melakukan Pengetikan Pada aplikasi teks editor ini pengguna dapat melakukan pengetikan dengan menekan tombol teks editor dengan teks editor ini pengguna bisa memgetik sesuai dengan keinginan pengguna. Format dokumen yang tersedia pada teks editor ini adalah *.rtf, *.txt. seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya teks editor adalah untuk mengolah data atau kata, Begitu pula dengan teks editor plus ini juga berfungsi sebagai pengolah data atau kata. Aplikasi Pengolah Kata ini memang tidak selengkap perangkat lunat seperti Microsoft word atau power point yang menyediakan banyak tool-tool yang sangat lengkap seperti undo, redo, margin, dan animasi word yang tersedia tetapi, tidak dengan menu aplikasi teks editor ini. Pada aplikasi teks editor setelah pengguna menekan tombol teks editor maka sistem akan ditampilkan form new dokumen dan pengguna tinggal mengetikan apa yang ingin pengguna ketik sesuai dengan ke inginan pengguna, jika menenkan tombol open pada menu teks ediotr maka sistem akan menampikan form untuk mencari data yang pengguna simpan dalam hardiks atau usb yang ber Format *.rtf, *.txt. Pada menu teks editor ini juga tersedia tombol copy dan paste untuk mengcopy dari dokumen yang satu ke dokumen yang lain, juga ada tombol find and replace untuk mencari kata atau kalimat yang sulit dicari karena salah atau pengguna ingin mengganti kata atau kalimat tersebut, tetapi pengguna sudah mengetikkan terlalu banyak mengetikkan kalimat atau kata dan pengguna ingin mencarinya dan menggantinya, tombol find and replace ini sangat membantu pengguna dalam hal tersebut pengguna hanya tinggal mengetikkan kata atau kalimat yang ingin pengguna cari dan sistem akan mencari dan mencetak tebal kata atau kalimat tersebut jika
70 58 sudah ditemukan, jika tidak maka akan ada pesan kata atau kalimat yang anda masukkan tidak ditemukan. Untuk mencetak data atau ketikkan pengguna, aplikasi pengolah kata ini juga menyediakan tombol print. Pengguna bisa mencetak data ketikan dengan menekan tombol print pada menu teks editor maka sistem akan manampil form untuk menentukan jenis printer apa yang tersedia dan dengan format apa pengguna ingin mencetaknya. Form print ini bukan dibuat oleh penulis melainkan memamfaatkan fungsi yang ada pada Microsoft visual basic 6.0 dan sistem operasi yang digunakan penguna. Pengguna dapat mengamankan data ketikan dengan menekan tombol enkripsi kemudian sistem akan melakukan enkripsi pada data ketikan tersebut, menampilkan menu enkripsi ketika pengguna menekan tombol enkripsi setelah itu masukkan kata sandi untuk melakukan enkripsi agar aman dari orang luar yang tidak berkepentingan klik ok dan klik doit dan sistem akan mengenkripsi data ketikan pengguna. Dan jika ingin membuka kembali data yang terenkripsi maka lakukan deskripsi dengan memasukkan sandi yang sama seperti sandi untuk menenkripsi. Jika pengguna salah memasukkan sandi atau tidak mengisi sandi sebelum melakukan enkripsi atau deskripsi maka sistem akan menampilkan pesan password yang anda masukkan salah atau kosong. Dan pengguna harus memassukkan kata sandi yang benar agar proses enkripsi atau deskripsi bisa berjalan sebagai mana mestinya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini pada Gambar 3.6.
71 59 Aktor / Pengguna Menu Pengetikan Tombol Open Tombol Save Tombol Print Tombol Find and Replace Tombol Enkripsi Memilih Menekan Membuka data file ketikan Menekan Menyimpan data ketikan Menekan alt Memilih Menampilkan form mencetak Mencetak Data Ketikan [else] Tidak mencetak data ketikan alt Menekan Memilih Menampilkan form find and replace Menemukan kata atau kalimat [else] Menampilkan Pesan Tidak menemukan kata atau kalimat alt Menekan Memilih [else] Menampilkan Pesan Menampilkan form enkripsi Memasukkan password Tidak memasukkan password Gambar 3.6 Diagram sekuensial untuk melakukan pengetikan
72 Diagram Sekuensial Untuk Use Case Koneksi ke Internet Pengguna dapat melakukan koneksi ke internet dan membuka website atau situs sesuai dengan keinginan pengguna dengan menekan tombol internet explorer kemudian sistem akan melakukan koneksi ke internet. Dalam hal ini komputer yang digunakan untuk aplikasi ini harus terhubung ke internet. Pengguna dapat menyimpan data yang penting dari internet setelah melakukan browsing. Data penting yang dimaksud adalah data yang pengguna cari lewat browsing atau membuka situs website dan setelah menemukannya pengguna menekan tombol save untuk menyimpannya. Pengguna dapat mencetak data internet tersebut dengan menekan tombol print kemudian sistem akan melakukan cetak data internet tersebut. Data dari internet tersebut dicetak pada saat koneksi ke internet, jika tidak maka tidak bisa mencetak data karena tidak ada data yang hendak dicetak. Pengguna dapat memutus koneksi ke internet dengan menekan tombol stop maka sistem akan langsung memutus koneksi ke internet. Pengguna dapat merefresh koneksi internet dengan menekan tombol refresh dan sistem akan melakukan refresh data internet. Pengguna dapat mengembalikan kehalaman website sebelumnya dengan menekan tombol back kemudian sistem akan mengembalikan ke halaman website sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini pada Gambar 3.7.
73 61 Aktor / Pengguna Menu Konaksi ke internet Tombol Save Tombol Print Tombol Stop Tombol Back Memilih Menekan Menyimpan data internet Menekan Menampilkan form mencetak alt Memilih Mencetak Data Internet [else] Tidak Mencetak data internet Menekan Memutuskan koneksi ke internet Menekan Kembali ke halaman sebelumnya Gambar 3.7 Diagram Sekuensial untuk melakukan koneksi ke Internet Diagram Sekuensial Untuk Use Case Melakukan Pengeditan HTML Pengguna dapat melakukan pengeditan html dengan menekan tombol edit html dan setelah itu sistem membuka form untuk melakukan pengeditan html.pengguna dapat mengedit html sesuai dengan keinginan pengguna. Pengguna dapat membuka file.html dengan menekan tombol open kemudian sistem akan membuka file.html tersebut. File.html ini bisa dibuka dari mana saja baik
74 62 dari hardik, usb, flopy, cd, dvd dan lain-lainnya dengan syarat file tersebut berbentuk atau berformat file.html. Pengguna dapat menyimpan file.html yang sedang diketik pengguna dengan menekan tombol save dan kemudian sistem akan menyimpan file.html tersebut kedalam hardiks atau alat penyimpan data lainnya. Pengguna dapat mencetak file.html, jika pengguna ingin mencetaknya dengan menekan tombol print maka sistem akan mencetak file.html tersebut. Dalam hal ini jika ingin mencetaknya pengguna bisa mengatur cetakkan printer maupun format penulisannya dan juga kertasnya sesuai dengan ke inginan pengguna. Pengguna dapat melakukan find and replace kata atau kalimat yang salah atau yang ingin pengguna ganti dengan menekan tombol find and replace sistem akan melakukan find and replace sesuai dengan ke inginan pengguna. Find menemukan kata atau kalimat replace menggantikan kata atau kalimat yang telah ditemukan tersebut. Pengguna dapat melakukan enkripsi atau menyembunyikan data atau file.html tersebut dengan menekan tombol enkripsi dan kemudian akan melakukan enkripsi file.html tersebut. Dalam hal ini pengguna dapat menyimpan data file.html dalam bentuk enkripsi agar orang yang tidak berkepetingan tidak mengubah data file.html pengguna. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini pada Gambar 3.8.
75 63 Aktor / Pengguna Menu Pengeditan html Tombol Open Tombol Save Tombol Print Tombol Find and Replace Tombol Enkripsi Memilih Menekan Membuka data file.html Menekan Menyimpan data File.html Menekan alt Memilih Menampilkan form mencetak Mencetak Data File.html [else Tidak mencetak data File.html Menekan Menampilkan form find and replace alt Memilih Menemukan kata atau kalimat [else Menampilkan Pesan Tidak menemukan kata atau kalimat alt Menekan Memilih [else Menampilkan Pesan Menampilkan form enkripsi Memasukkan password Memasukkan password Gambar 3.8 Diagram Sekuensial untuk melakukan pengeditan Html
76 Perancangan Tampilan Pada aplikasi ini terdiri dari 3 menu, yaitu teks editor untuk melakukan pengetikan atau yang dikatakan untuk pengolahan kata, webrowser untuk melakukan koneksi ke internet atau sebagai penjelajah internet dan yang terakhir sebagai html editor untuk melakukan pengeditan pada file.html atau file.htm. dari 3 menu tersebut ada yang menggunakan fungsi tombol yang sama karena dibuka pada form yang sama atau layer tampilan yang sama dibawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang tampilan perencanaannya. Judul Menu X Menubar Toolbar Toolbar2 Toolbar3 Textbox Gambar 3.9 Rancangan menu Apilakasi Pengolah Kata
77 Rancangan Menu Aplikasi teks Pengolah Kata Pada rancangan tampilan aplikasi Pengolah Kata Gambar 3.9 diatas terdapat judul menu selain pada judul menu ini terdapat menurbar, toolbar1, toolbar2, toolbar3. tampilan atau form diatas adalah tempat dimana akan ditampilkan menu teks editor, menu internet explorer dan menu html editor pada satu form. Dibawah ini akan dijelaskan tombol-tombol yang tersedia menu aplikasi Pengolah Kata pada gambar 3.9 diatas: Menubar 1. Type yang didalamnya terdapat: tombol teks editor, tombol internet explorer dan html editor yang jika ditekan atau diklik oleh pengguna akan mengeksekusi sesuai dengan fungsi tombol yang dikilik atau ditekan. 2. File yang didalamnya terdapat tombol-tombol: new, open, save, saveas, print, find and replace, exit yang jika ditekan atau diklik akan mengeksekusi sesuai dengan fungsi tombol yang diklik atau ditekan. 3. Edit yang didalamnya terdapat tombol-tombol: background color, text color, cut, copy, paste, delete, converter, select all, date/time yang jika diklik atau ditekan akan mengeksekusi sesuai dengan fungsi tombol yang diklik atau ditekan. 4. Format yang didalamnya terdapat tombol-tombol: font, bold, italic, underline, left, center, right yang jika diteken atau diklik akan mengeksekusi sesuai dengan fungsi tombol yang diklik atau ditekan. 5. About ini adalah tombol about yang didlamnya terdapat keterangan penulis. Toolbar1 1. Tombol Teks Editor untuk melakukan pengetikan bagi pengguna.
78 66 2. Tombol Internet Explorer untuk melakukan koneksi ke internet jika computer atau laptop pengguna terhubung ke internet. 3. Tombol Html Editor untuk melakukan pengeditan html yang baru atau yang telah ada dalam bentuk file.html atau file.htm. 4. Tombol New untuk menampilkan form blank untuk pengetikan maupun form blank untuk pengeditan html. 5. Tombol Open untuk membuka file.html atau file.htm dan file.txt yang ada didalam hardiks atau usb. 6. Tombol Save untuk menyimpan file.html atau file.htm dan file.txt ke hardiks atau usb pengguna. 7. Tombol Print untuk mencetak teks yang ada pada menu pengetikan, menu internet explorer dan menu html editor. 8. Tombol Find and Replace untuk melakukan pencarian kata atau kalimat yang ingin diganti sesuai dengan kebutuhan pengguna. 9. Tombol Cut untuk melakukan pemotongan teks yang ada pada menu pengetikan, menu internet explorer dan html editor. 10. Tombol Copy untuk melakukan copy teks yang ada pada menu pengetikan, menu internet explorer dan html editor. 11. Tombol Paste untuk melakukan paste teks pada menu pengetikan, internet explorer dan html editor. 12. Tombol Enkripsi untuk melakukan enkripsi atau menyembunyikan data teks pada menu pengetikan dan html editor dan jika, ingin membukanya enkripsi pengguna pengguna hanya melakukan deskripsi maka data teks akan terbuka.
79 Tombol Converter untuk melakukan konversi dari file.html atau ke file.htm ke file.txt. 14. Tombol About. Toolbar2 1. Tombol Bold untuk melakukan cetak tebal pada teks menu pengetikan dan menu html editor. 2. Tombol Italic untuk melakukan cetak miring pada teks menu pengetikan dan menu html editor. 3. Tombol Underline untuk melakukan teks bergaris bawah pada menu pengetikan dan menu html editor. 4. Tombol Left untuk melakukan teks rata kiri pada menu pengetikan dan menu html editor. 5. Tombol Right untuk melakukan teks rata kanan pada menu pengetikan dan menu html editor. 6. Tombol Center untuk melakukan teks rata tengah pada menu pengetikan dan menu html editor. Toolbar3 1. Text1 menampilkan format teks dan alamat website pada menu teks editor, menu internet explorer dan menu html editor. 2. Tombol Go untuk melink. 3. Text Box untuk tempat menampilkan menu teks editor, menu
80 68 Label1 Text Box1 Command1 Command3 Label2 Text Box2 Command2 Command4 Chek1 Command5 Gambar 3.10 Rancangan menu Find and Replace Apilakasi Pengolah Kata 4.2 Rancangan Menu Find and Replace Pengolah Kata Pada rancangan aplikasi Find and replace Gambar 3.10 diatas terdapat: 1. Label1: find what untuk kata atau kalimat apa yang ingin pengguna cari. 2. Label2: replace with untuk untuk tempat menuliskan kata atau kalimat yang ingin dicari. 3. Text box1: tempat menuliskan kata atau kalimat. 4. Text box2: untuk tempat menuliskan kata atau kalimat. 5. Match case: untuk mencentang banyak kata. 6. Command1: find tombol untuk mencari kata atau kalimat. 7. Command2: Replace tombol untuk menulisakan kata atau kalimat yang ingin diganti. 8. Command3: find again tombol untuk mengulang kata atau kalimat jika tidak ditemukan.
81 69 9. Command4: replace all tombol untuk mengulang menuliskan kata atau kalimat yang ingin digantikan. 10. Command5: cancel tombol untuk keluar dari menu find and replace. Tex Box1 Command1 Frame1 Command2 Command3 Option1 Option1 Label1 Command4 Tex Box2 Gambar 3.11 Rancangan menu Enkripsi Aplikasi Pengolah Kata 4.3 Rancangan Menu Enkripsi Pengolah Kata Pada rancangan aplikasi enkripsi Gambar 3.11 diatas terdapat: 1. Tex box1: untuk memasukkan kata kunci atau password pengguna. 2. Command1: ok ini adalah tombol untuk memfungsikan password yang sudah diketikan.
82 70 3. Frame1: untuk tempat tombol-tombol seperti: cacel, do it, enkripsi, deskripsi yang jika ditekan atau diklik akan berfungsi sesuai dengan fungsinya. 4. Command2: cancel ini adalah tombol untuk membatalkan enkripsi atau deskripsi. 5. Command3: do it ini adalah tombol untuk melakukan enkripsi atau deskripsi. 6. Option1: enkripsi ini adalah tombol untuk dicentang dan menyatakan yang di centang adalah emkripsi. 7. Option2: deskripsi ini adalah tombol deskripsi untuk menyatakan bahwa yang di centang adalah deskripsi. 8. Text box2: untuk melihat hasil enkripsi. 9. Command4: quit ini adalah tombol untuk keluar dari menu enkripsi. Frame1 Label1 Text Box1 Command1 Label1 Text Box1 Label1 Command1 Command1 Gambar 3.12 Rancangan menu Converter HTML ke Txt Apilakasi Pengolah Kata
83 Rancangan Menu Converter Html to txt Pengolah Kata Pada rancangan aplikasi Converter html to txt Gambar 3.12 diatas terdapat: 1. Frame1: ini adalah tempat untuk meletakkan beberapa fungsi seperti: browser, label nama dan tempat text. 2. Label1: untuk menempatkan nama. 3. Text box1: untuk membuka file.html atau htm pada hardiks. 4. Label2: untuk penaman file ekstenstion. 5. Command1: browser ini adalah tombol untuk mencari file.html atau htm. 6. Label3: untuk menuliskan pesan catatan. 7. Command2: proses ini adalah tombol untuk melakukan proses converter Html to txt. 8. Command3: Cancel ini adalah tombol untuk keluar dari menu converter html to txt.
84 72 Picture1 Frame1 Label1 Label2 Picture2 Labelversion Command1 Gambar 3.13 Rancangan menu About Apilakasi Pengolah Kata 4.5 Rancangan Menu About Pengolah Kata Pada rancangan aplikasi About Gambar 3.13 diatas terdapat: 1. Picture1: untuk meletakkan gambar. 2. Frame1: untuk meletakkan label. 3. Label1: untuk meletakkan panamaan judul dari aplikasi ini. 4. Picture2: untuk meletakkan gambar. 5. Label2: untuk meletakkan panamaan nama penulis. 6. LabelVersion: untuk penamaan versi. 7. Command1: ok ini adalah tombol untuk keluar dari menu about.
85 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah tahap analisis dan perancangan selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah tahap implementasi dan pengujian. Pada subbab berikut akan dijelaskan implementasi dari aplikasi pengolah kata dengan beberapa fungsi-fungsi di dalamnya yang penulis bangun yang terdiri dari lingkungan implementasi, pengkodean, dan antarmuka dari aplikasi pengolah kata tersebut Pengkodean Pengkodean diperlukan agar rancangan dapat diterjemahkan ke dalam bentuk mesin dan dapat dijalankan. Pada sub bab ini penulis akan memberikan penggalan baris inti program untuk setiap menu, diantaranya: 1. Menu Pengetikan Pada menu ini pengguna bisa melakukan pengetikan, menyimpan hasil pengetikan, mengedit hasil pengetikan, mengenkripsi hasil pengetikan, mengganti 73
86 74 background warna, mengeprint hasil pengetikan, seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Aplikasi pengolah kata ini dibangun dengan bahasa pemrograman visual basic versi 6.0. Proses pengetikan aplikasi pengolah kata ini bisa berjalan atau dijalankan pengguna karena mengunakan program. Dalam hal ini akan penulis lampirkan potongan program tersebut sebagai berikut: Kode 4.1. Kode untuk melakukan pengetikan. 1 Sub TTeks() 2 Tipe 3 pteks.checked = True 4 Toolbar1.Buttons.Item(1).Value = tbrpressed 5 Form1.Web1.Visible = False 6 Form1.RTF1.Visible = True 7 If Len(Form1.RTF1.Text) = 0 Then TNew 8 9 Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = True pprint.enabled = True pformat.enabled = True 10 Toolbar2.Buttons.Item(9).Visible = False 11 Toolbar2.Buttons.Item(10).Visible = False 12 Toolbar2.Buttons.Item(11).Visible = False 13 Toolbar2.Buttons.Item(12).Visible = False 14 Form1.Caption = " Desgin By Simon Franto Sibarani" 15 For1.RTFm1.Text = "" 16 End Sub Keterangan dari kode program diatas adalah sebagai berikut: 1. Sub TTeks() Awal dari prosedur bernama TTeks. Dan jika benar maka, menu teks editor lagi berjalan atau digunakan. 2. Tipe Untuk membenarkan tanda check pada menubar pteks dengan fungsi true.
87 75 3. pteks.checked = True Checked menandakan atau mengecek bahwa pteks benar (true) sedang tertekan 4. Toolbar1.Buttons.Item(1).Value = tbrpressed icon menu Teks Editor pada buttons.toolbar1 Menandakan bahwa Item (1) yaitu tertekan. 5. Form1.Web1.Visible = False Untuk menandakan bahwa web1 yaitu fungsi dari menu internet explorer atau penjelajah internet yang sama-sama berada pada form1 tidak difungsikan. 6. Form1.RTF1.Visible = True Untuk menandakan bahwa RTF1 yaitu form tempat untuk mengetik kelihatan (visible). 7. If Len(Form1.RTF1.Text) = 0 Then TNew Untuk membuka form kosong jika, pengguna mengklik tombol Tnew. Tombol Tnew ini tersedia pada toolbar. 9. Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = True pprint.enabled = True pformat.enabled = True
88 76 Untuk memfungsikan item yang ada yaitu tombol format printer yang dipakai untuk mencetak data ketikan. 10. Toolbar2.Buttons.Item(9).Visible = False Untuk menonaktifkan item(9) yaitu tombol back yang digunakan untuk Internet Explorer atau menjelajah internet pada toolbar2 dengan fungsi false. 11. Toolbar2.Buttons.Item(10).Visible = False Untuk menonaktifkan item(10) yaitu tombol forward yang digunakan pada Internet Explorer pada toolbar2 dengan fungsi false. 12. Toolbar2.Buttons.Item(11).Visible = False Untuk menonaktifkan item (11) yaitu tombol refresh yang digunakan pada menu Internet Explorer pada toolbar2 dengan fungsi false. 13. Toolbar2.Buttons.Item(12).Visible = False Untuk menonaktifkan item (12) yaitu tombol stop yang digunakan pada menu Internet Explorer pada toolnbar2 dengan fungsi false. 14. Untuk menampilkan pesan (desain by simon franto sibarani). 15. Untuk tempat mengetik yaitu di For1.RTF Mengakhiri atau keluar dari program TTeks. 2. Menu Internet Explorer Pada aplikasi internet explorer ini pengguna dapat melakukan browsing ke internet. Aplikasi internet explorer ini memberikan pengguna kemudahan untuk memilih atau menentukan situs apa yang ingin pengguna buka atau kunjungi, misalnya: atau
89 77 berikut: Menu internet explorer ini dapat berjalan dengan menggunakan kode program Kode 4.2. Kode untuk menjelajah Internet atau Internet Explorer. 1 Sub TInternet() 2 Tipe pinternet.checked = True 3 Toolbar1.Buttons.Item(2).Value = tbrpressed Form1.RTF1.Visible = False Form1.Web1.Visible = True 4 Toolbar2.Buttons.Item(9).Visible = True 5 Toolbar2.Buttons.Item(10).Visible = True 6 Toolbar2.Buttons.Item(11).Visible = True 7 Toolbar2.Buttons.Item(12).Visible = True 8 9 Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = False pprint.enabled = False pformat.enabled = False 10 If Len(Form1.RTF1.Text) = 0 Then Text1.Text = "" Text1.SetFocus If Len(Form1.RTF1.Text) > 0 Then Open ("C:\temporary.html") For Output As 1 Print #1, Form1.RTF1.Text Close #1 Form1.Web1.Navigate ("file:\\\c:\temporary.html") End If 11 End Sub 1. Sub TInternet()
90 78 Awal dari prosedur program Tinternet 2. Tipe pinternet.checked = True Untuk membenarkan tanda check pada menubar pinternet dengan fungsi true. Jika benar maka, menu internet explorer lagi berjalan atau digunakan. 3. Toolbar1.Buttons.Item(2).Value = tbrpressed Form1.RTF1.Visible = False Form1.Web1.Visible = True Untuk menandakan bahwa item (2) yaitu buttons Intenet eplorer sedang ditekan atau tertekan. Dan memunculkan koneksi ke internet dengan fungsi form1.web1.visible = true (dapat dilihat). Dan menonaktifkan fungsi form1.rtf1.visible = false (tidak dapat dilihat) karena fungsi ini adalah untuk form pengetikan teks editor. 4. Toolbar2.Buttons.Item(9).Visible = True Untuk mengaktifkan item(9) yaitu buttons back yang digunakan untuk Internet Explorer atau penjelajah internet pada toolbar2 dengan fungsi true. 5. Toolbar2.Buttons.Item(10).Visible = True Untuk mengaktifkan item (10) yaitu buttons forward yang digunakan untuk menu Internet Explorer yang ada pada toolbar2 dengan fungsi true. 6. Toolbar2.Buttons.Item(11).Visible = True Untuk mengaktifkan item(11) yaitu buttons refresh yang digunakan untuk menu Internet Explorer yang ada pada toolbar2 dengan fungsi true. 7. Toolbar2.Buttons.Item(12).Visible = True Untuk mengaktifkan item(12) yaitu buttons stop yang digunakan untuk menu Internet Explorer yang ada pada toolbar2 dengan fungsi true. 9. Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = False
91 79 pprint.enabled = False pformat.enabled = False Untuk menonaktifkan fungsi buttons pprint dan pformat pada menu Internet Explorer karena, agar pada saat menu internet ditamplikan fungsi buttons ini tidak bisa digunakan. Kecuali jika, diklik kanan maka fungsi print dapat digunakan. 10. If Len(Form1.RTF1.Text) = 0 Then Text1.Text = "" Text1.SetFocus If Len(Form1.RTF1.Text) > 0 Then Open ("C:\temporary.html") For Output As 1 Print #1, Form1.RTF1.Text Close #1 Form1.Web1.Navigate ("file:\\\c:\temporary.html") End If Jika kita telah membuat halaman web menggunakan html editor dan kita menginkan dapat terlihat pada browser internet, maka teks yang telah ada dalam kontrol RTF1 akan dibuat dahulu menjadi file bernama temporary.html di drive C seperti yang terlihat pada potongan program diatas, untuk kemudian dibuka oleh kontrol web1 di form1 dengan fungsi Navigate. 11. End Sub Akhir dari prosedur program Tinternet. Keseluruhan prosedur diatas berfungsi membuat program ini dalam mode sebagai browser internet. Selain itu, ia membuat ikon-ikon pada toolbar2, yaitu back, forward, refresh, dan stop dalam keadaan dapat dilihat (visible) sehingga dapat digunakan. Jika kita telah membuat halaman web menggunakan html editor dan kita menginkan dapat terlihat pada browser internet, maka teks yang telah ada dalam kontrol RTF1 akan dibuat dahulu menjadi file bernama temporary.html di drive C seperti yang terlihat pada potongan diatas, untuk kemudian dibuka oleh kontrol web1 di form1 dengan fungsi Navigate.
92 80 3. Menu Html Editor. Untuk aplikasi html editor ini pengguna dimungkinkan untuk membuat desain web sendiri tanpa harus menggunakan noteped atau aplikasi editor web lainnya. Pada aplikasi html editor ini juga dimungkinkan untuk pengguna mengedit file.html yang sudah ada yang tersimpan di hardiks maupun flahdiks pengguna atau melanjutkan desain web yang pengguna buat pada aplikasi desain web yang lain. Pangguna juga bisa menyimpan, mencetak, menjelajah internet secara langsung bila pengguna sudah selesai merancang web pengguna. Aplikasi Html editor ini dijalankan atau digerakkan dengan menggunakan kode program dan berikut dibawah ini akan ditampilkan potongan program yang membuat aplikasi ini berfungsi dengan baik: Kode 4.3. Kode menu untuk pengeditan HTML 1 Sub THtml() On Error Resume Next 2 Tipe phtml.checked = True 3 Toolbar1.Buttons.Item(3).Value = tbrpressed Form1.RTF1.Visible = True Form1.Web1.Visible = False 4 Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = True pprint.enabled = True pformat.enabled = True 5 If Right(Left(Text1.Text, 2), 1) = ":" Then Dim data As String Dim tampung As String Open Text1.Text For Input As 1 Do While Not EOF(1) Line Input #1, data tampung = tampung + data + Chr(10) + Chr(13) Loop Close #1 Form1.RTF1.Text = tampung Else Form1.RTF1.Text = Form1.Inet1.OpenURL(Text1.Text) End If 6 End Sub
93 81 1. Sub THtml() Awal dari prosedur program THtml. 2. Tipe phtml.checked = True Untuk membenarkan tanda check pada menubar phtml dengan fungsi true. Jika benar maka, menu Html Edtor lagi berjalan atau digunakan. 3. Toolbar1.Buttons.Item(3).Value = tbrpressed Form1.RTF1.Visible = True Form1.Web1.Visible = False Untuk menandakan bahwa item (3) yaitu buttons Html Editor sedang ditekan atau tertekan. Dan menampilkan form pengetikan dengan fungsi form1.rtf1.visible = true (dapat dilihat). Dan menonaktifkan fungsi form1.web1.visible = false (tidak dapat dilihat) karena fungsi ini adalah untuk form menu Html Editor. 4. Toolbar1.Buttons.Item(9).Enabled = True pprint.enabled = True pformat.enabled = True Untuk mengaktifkan fungsi buttons pprint dan pformat pada menu Html Editor agar pada saat menu Html editor ditamplikan fungsi buttons ini bisa digunakan untuk mencetak dan mengatur format teks pada Html Editor. 5. If Right(Left(Text1.Text, 2), 1) = ":" Then Dim data As String Dim tampung As String Open Text1.Text For Input As 1 Do While Not EOF(1) Line Input #1, data tampung = tampung + data + Chr(10) + Chr(13) Loop Close #1 Form1.RTF1.Text = tampung Else Form1.RTF1.Text = Form1.Inet1.OpenURL(Text1.Text) End If Disini terjadi penyeleksian huruf kedua dari Text1.text, yaitu potongan program diatas :, guna penyeleksian ini adalah untuk menentukan apakah alamat yang
94 82 ada di Text1.Text adalah alamat file atau alamat website. Jika huruf kedua tersebut adalah : berarti ia adalah alamat file. Misalnya c:\ Homepage.html, tetapi jika bukan, maka berupa alamat website, misalnya Jika berupa alamat website file, maka file tersebut akan dibuka dengan perintah Open Text1.Text for Input As 1, seperti potongan program diatas, tetapi jika alamat website maka akan digunakan kontrol From1.Inet.OpenURL(Text1.text). 6. End Sub Akhir dari prosedur program THtml. 4. Tool Enkripsi Untuk tool menu enkripsi ini pengguna dapat melakukan pengamanan data ketikan dengan mengenkripsinya. Disini data ketikan pengguna akan disembunyikan oleh menu enkripsi dengan menekan tombol ok dan do it. Dari bentuk huruf akan diubah menjadi angka agar orang yang tidak berhak tidak dapat menganti atau mengacak-acak data ketikan pengguna. Untuk mengembalikan kebentuk semula pengguna hanya tinggal mengklik tombol deskripsi artinya, data ketikan yang tadi pengguna enkripsi akan berubah kembali normal. Dari bentuk angka menjadi huruf kembali dan pengguna bisa melanjutkan ketikan pengguna. Aplikasi menu Enkrpsi ini dijalankan dengan menggunakan program. Berikut dibawah ini akan di tampilkan potongan program tersebut: Sub TEnkripsi() If Form1.RTF1.SelText = "" Then Form3.RTF1.Text = Form1.RTF1.Text Else Form3.RTF1.Text = Form1.RTF1.SelText End If End Sub Prosedur diatas ini berfungsi dalam hal pengenkripsian, yaitu menentukan text apakah yang akan dimasukkan kedalam Form3 sebagai tempat pengenkripsian,
95 83 berdasarkan ada tidaknya teks RTF1 yang diblok. dalam hal ini pengguna dapat melakukan enkripsi terhadap teks yang kita blok di kontrol RTF1 sehingga kita dapat membuat 1 file RTF memiliki bermacam-macam kata kunci untuk membacanya. Kode 4.8. Kode potongan program Enkripsi 1 Function EnskripXOR(Kode As String, data As String) As String 2 Dim Putar As Long 3 Dim DataKeluar As String 4 Dim temp As Integer 5 Dim tempstring As String 6 Dim Nilai1 As Integer 7 Dim Nilai2 As Integer 8 For Putar = 1 To Len(data) Nilai1 = Asc(Mid$(data, Putar, 1)) Nilai2 = Asc(Mid$(Kode, ((Putar Mod Len(Kode)) + 1), 1)) temp = (Nilai1 Xor Nilai2) tempstring = Hex(temp) If Len(tempstring) = 1 Then tempstring = "0" & tempstring DataKeluar = DataKeluar + tempstring Next Putar EnskripXOR = DataKeluar 9 End Function 1. Function EnskripXOR(Kode As String, data As String) As String Menentukan karakter As String yang digunakan pada function Enkripsi. 2. Dim Putar As Long Memesan sejumlah memori untuk variabel putar yang berkarakter As Long. 3. Dim DataKeluar As String
96 84 Memesan sejumlah memori untuk variabel DataKeluar yang berkarakter As String. 4. Dim temp As Integer Memesan sejumlah memori untuk variabel temp yang berkarakter Integer. 5. Dim tempstring As String Memesan sejumlah memori untuk variabel tempstring yang berkarakter string. 6. Dim Nilai1 As Integer Memesan sejumlah memori untuk variabel Nilai1 dan berkarakter Integer. 7. Dim Nilai2 As Integer Memesan sejumlah memori untuk variabel Nilai2 dan berkarakter Integer. 8. For Putar = 1 To Len(data) Nilai1 = Asc(Mid$(data, Putar, 1)) Nilai2 = Asc(Mid$(Kode, ((Putar Mod Len(Kode)) + 1), 1)) temp = (Nilai1 Xor Nilai2) tempstring = Hex(temp) If Len(tempstring) = 1 Then tempstring = "0" & tempstring DataKeluar = DataKeluar + tempstring Next Putar EnskripXOR = DataKeluar Menggunakan fungsi Asc untuk mengubah karakter dari kontrol RTF di form1 menjadi angka (bilangan numerik), kemudian dengan operasi matematika Xor dihasilkan suatu bilangan yang kemudian dikonversi menjadi bilangan hexadesimal menggunakan fungsi Hex. kesemua ini dilakukan perkarakter menggunakan fungsi Mid$ dan hasil semua pengubahan karakter tersebut selanjutnya dimasukkan dalam RTF1 di dalam Fom3. dan jika pengguna menekan tombol Do It (commmand3), maka terjadi pengubahan teks dikontrol RTF1 pada Form1. 9. End Function Akhir dari prosedur program function Enkripsi.
97 85 5. Tool Find and Replace Pada tool Find and Replace ini pengguna dapat melakukan pencarian kata atau kalimat sekaligus mengganti kalimat atau kata yang telah ditemukan. Dibawah ini akan ditampilkan potongan program yang digunakan didalam Form2 Find and Replace ini sebagai berikut: Private Sub Command1_Click() posisi = 0 Cari End Sub Mula-mula dibuat variabel global untuk Form2 Find and Replace ini dengan nama posisi, yang gunanya untuk menentukan posisi awal pencarian letak teks dengan fungsi InStr. Saat tombol command1, yaitu Find diklik maka ditentukan variabel posisi berisi nilai 0 (nol) sebagai posisi awal, dan selanjutnya dijalankan prosedur bernama cari. prosedur cari ini ada pada command3, sedangkan pada event di command3, yaitu kilik mouse terjadi hal yang sama dengan command1, tetapi ditambah kemampuannya untuk menunjukkan pencarian tidak hanya di posisi nol (posisi=0). Private Sub Command2_Click() posisi = 0 Cari If posisi > 0 Then Form1.RTF1.SelText = Text2.Text End Sub Pada prosedur command2, yaitu event klik mouse, tidak hanya terjadi prosedur pencarian," tetapi juga penggantian teks yang dicari dengan data dari text2.text, dengan posisi bernilai 0. Private Sub Command4_Click() Cari If posisi > 0 Then Form1.RTF1.SelText = Text2.Text End Sub Dan pada Prosedur Command4, posisi tidak bernilai 0, dan dilakukan pergantian teks sesuai isi Text2.Text. Private Sub Text2_Change()
98 86 If Len(Text2.Text) > 0 Then Command2.Enabled = True Else Command2.Enabled = False End If End Sub Pada prosedur Text1 dan Text2 change, berfungsi untuk menentukan ada tidaknya data Text yang dimasukkan ke dalam kedua kontrol tersebut untuk menentukan apakah tombol-tombol prosedur yang lain, seperti Command1 dan Command2 dapat difungsikan. Posisi Cari berfungsi untuk mendapatkan posisi teks yang dicari menggunakan fungsi InStr, yang berfungsi menentukan adanya string tertentu pada string yang lain, dalam hal ini RTF1.Text. 6. Tool Converter HTML to TXT Pada tool Converter Html to Txt ini pengguna dapat melakukan konversi teks dari file.html dan htm ke file.txt. Dibawah ini akan diberikan potongan program yang mendukung berjalannya fungsi Converter file.html dan htm ke file.txt sebagai berikut: Kode 4.8. Kode potongan program Converter HTML ke Txt 1 Private Sub cmdproses_click() 2 Static WordObj As Word.Application 3 Set WordObj = CreateObject("Word.Application") 4 WordObj.Documents.Open FileHTML 'Tidak menampilkan program Word dan dokumennya 5 WordObj.Visible = False 6 FileTxt = Text2.Text 'Simpan file dengan format txt 7 WordObj.ActiveDocument.SaveAs FileTxt, wdformatdostext 'keluar dari Word 8 WordObj.Quit savechanges:=false Pada Set WordObj prosedur = ini Nothing menunjukkan proses converter dari file.html atau htm ke txt 9 End Sub pada baris ke 4. pada prosese ini tidak menampilkan program Word dan dokumennya 1. Private Sub cmdproses_click() Awal dari prosedur program cmdproses.
99 87 2. Static WordObj As Word.Application Mengenali WordObj sebagai objek yang akan dikonversi ke aplikasi word dalam bentuk filetxt. 3. Set WordObj = CreateObject("Word.Application") Menetapkan variable WordObj sebagai variable objek. 4. WordObj.Documents.Open FileHTML Membuka filehtml yang ada di mydocumment. 5. WordObj.Visible = False Tidak menampilkan program word dan dokumennya. 6. FileTxt = Text2.Text Menunjukkan tempat menuliskan nama file yang akan disimpan. 7. WordObj.ActiveDocument.SaveAs FileTxt, wdformatdostext Tempat menyimpan file di mydocument dan dalam format txt. 8. WordObj.Quit savechanges:=false Keluar dari word dan tidak dapat di rubah saat menyimpan file tersebut. 9. End Sub Keluar dari program cmdproses. Program ini meminjam OLE Atomation Word untuk mengkonversi Format Html (HyperText Markup Language) menjadi format teks (ASCII). Dengan catatan, refrensikan program ke OLE Word dengan cara klik menu project referrences. Pada kotak dialog references yang muncul, pilihlah kotak periksa yang bertuliskan Microsoft Word X.0 Object Library. Dan gunakan Word Antarmuka
100 88 Pada sub bab berikut akan dijelaskan implementasi antarmuka dari aplikasi Pengolah Kata yang penulis bangun sebagai berikut: 1. Tampilan menu Pengolah Kata Sebelum masuk ke menu Pengolah kata ini pengguna harus terlebih dahulu mengistal aplikasi Pengolah Kata ini. setelah terinstal kemudian pengguna mengklik menu Teks Editor pada toolbar. Barulah pengguna dapat meggunakan aplikasi menu Teks Editor ini. Dalam menu Pengolah Kata ini pengguna bisa melakukan pengetikan. Menu Teks Editor menyediakan tool-tool seperti; Save, Open, Print, Teks Color, Find and Replace, Background Color, Cut, Copy, Paste, dan lain-lain. Semua tool-tool tersebut berfungsi untuk membantu mengatur teks pada Teks Editor. Dibawah ini akan ditampilkan menu Teks Editor sebagai berikut: Gambar 4.1 Tampilan menu teks editor
101 89 Gambar 4.1 Tampilan menu Teks Editor 2. Tampilan menu Internet Explorer Pada menu ini dapat melakukan koneksi ke internet. Menu Internet Explorer ini terdapat tombol Back untuk mengembalikan posisi situs internet ke posisi sebelumnya, tombol Forward untuk mengebalikan posisi situs yang pengguna kunjungi ke posisi sesudahnya, tombol Stop untuk menghentikan proses koneksi situs internet jika, pengguna tidak jadi mengunjungi situs tersebut, Refresh untuk mereset ulang situs yang sedang pengguna kunjungi. Dibawah ini akan ditampilkan menu Internet Explorer sebagai beriku: Gambar 4.5 Tampilan menu internet explorer
102 90 Gambar 4.2 Tampilan menu Internet Explorer 3. Tampilan Menu Html Editor Pada menu Html Editor ini pengguna dapat mengedit Html yang sudah ada atau membuat Html baru. Pada menu Html Editor ini Terdapat tombol save untuk menyimpan file.html yang sudah pengguna buat, tombol open untuk membuka file.html atau file.htm dari hardiks pengguna yang pengguna simpan, tombol save untuk memnyimpan file.html atau file.htm ke dalam hardiks penggun, new untuk membuka halaman baru, tombol print untuk mencetak data file.html atau file.htm, tombol background color untuk merubah warna pada tampilan belakang layar. dibawah ini akan ditampilkan menu Html Editor sebagai berikut: Gambar 4.7 Tampilan menu html editor
103 91 Gambar 4.3 Tampilan menu HTML Editor 4. Tampilan Tool Find and Replace Pada tampilan tool Find anf Replace ini pengguna dapat melakukan pencarian kata atau kalimat pada menu Teks Editor dan Html Editor. Pada tool ini tersedia tombol find untuk mencari kata atau kalimat yang ingin pengguna cari, find again untuk melakukan pencarian sekali lagi bila pencarian pertama tidak ditemukan, replace jika, kata atau kalimat telah ditemukan tombol inilah yang akan menempatkan kata atau kalimat yang ini diganti dari hasil pencarian tersebut, replace all untuk melakukan penggantian kata atau kalimat semua yang ada pada tampilan menu Teks Editor dan Html Editor, cancel untuk keluar dari tampilan Find and Replace. dibawah ini akan ditampilkan tool Find and Replace sebagai berikut: Gambar 4.4 Tampilan tool Find and Replace
104 92 5. Tampilan Tool Enkripsi Pada tampilan tool Enkripsi ini pengguna dapat melakukan pengenkripsian data ketikan file.text atau data file.html dan file.htm. pada tool Enkripsi ini tersedia tombol ok untuk melakukan enkripsi. tombol option enkripsi untuk menandakan bahwa yang pengguna pilah adalah enkripsi, Option deskripsi untuk menandakan bahwa yang pengguna pilih dalah deskripsi yang berfungsi untuk membuka file yang pengguna enkripsi. Cancel untuk membatalkan enkripsi, Do it untuk melakukan enkripsi pada tampilan menu teks editor dan html editor. di bawah ini akan ditampilkan tool Enkripsi sebagai berikut: Gambar 4.5 Tampilan tool Enkripsi
105 93 6. Tampilan tool Converter Html to Text pada tampilan tool converter Html to Text ini pengguna dapat melakukan konversi dari file.html atau file.htm ke file.txt. Pada tool converter ini terdapat tombol tombol browser untuk membuka file.html atau file.htm dari driver hardiks atau yang lainnya. tombol Proses untuk melakukan konversi dari file.html atau file.htm ke file.txt. tombol quit untuk keluar dari tampilan converter tersebut. dibawah ini akan ditampilkan tool converter Html to text sebagai berikut: Gambar 4.13 Tampilan tool converter html to txt Gambar 4.6 Tampilan tool Converter HTML ke Txt 4.2. Pengujian (testing)
106 94 Pengujian Program aplikasi Pengolah Kata ini dilakukan untuk menguji dan memastikan bahwa program aplikasi Pengolah Kata yang telah dirancang dan dikembangkan ini dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rumusan rancangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya pengujian, maka tidak dapat diketahui apakah program yang telah dikembangkan sesuai dengan spesifikasi rancangan program aplikasi. Kebenaran dari menu pengetikan pada aplikasi adalah: 1. Kemampuan untuk mengklik tombol teks editor untuk melakukan pengetikan file.txt. 2. Kemampuan untuk mengklik tombol find and replace untuk melakukan pencarian kata atau kalimat yang ingin diganti dan menggantikannya secara otomatis dengan memasukkan kata yang ingin pengguna ganti. 3. Kemampuan untuk mengklik tombol enkripsi untuk mengenkripsi data ketikan menjadi tersembunyi dengan mengganti data ketikan ke bentuk angka dan dapat dikembalikan dengan deskripsi, maka data ketikan akan kembali ke bentuk semula. 4. Kemampuan untuk mengklik tombol save untuk menampilkan form save. 5. Kemampuan untuk mengklik tombol print untuk mencetak data ketikan yang telah diketik oleh pengguna. Kebenaran dari menu Internet Explorer pada aplikasi adalah: 1. Kemampuan untuk mengklik tombol internet explorer untuk melakukan penjelajahan internet ke situs-situs yang dinginkan pengguna. 2. Kemampuan untuk mengklik tombol back untuk kembali kepada situs sebelumnya.
107 95 3. Kemampuan untuk mengklik tombol forward untuk kembali kepada situs yang sesudahnya. 4. Kemampuan untuk mengklik tombol stop untuk menghentikan proses yang tidak pengguna inginkan. Kebenaran dari menu Html Editor pada aplikasi adalah: 1. Kemampuan untuk mengklik tombol html editor untuk melakukan pengeditan file.html dan file.htm yang ada tersimpan di driver hardiks atau usb yang pengguna simpan atau membuat yang baru. 2. Kemampuan untuk mengklik tombol converter untuk melakukan konversi dari file.html atau file.htm ke file.txt. 3. Kemampuan untuk mengklik tombol find and replace untuk melakukan pencarian kata atau kalimat yang ingin diganti dan menggantikannya secara otomatis dengan memasukkan kata yang ingin pengguna ganti. 4. Kemampuan untuk mengklik tombol enkripsi untuk mengenkripsi data ketikan menjadi tersembunyi dengan mengganti data ketikan ke bentuk angka dan dapat dikembalikan dengan deskripsi, maka data ketikan akan kembali ke bentuk semula. 5. Kemampuan untuk mengklik tombol print untuk mencetak data ketikan yang telah diketik oleh pengguna Metode Pengujian Metode White Box Testing yaitu metode perancangan test case yang menggunakan struktur control dari perancangan prosedural untuk
108 96 mendapatkan test case. Dengan menggunakan metode white box, akan dapat diperolah: 1. Menjamin seluruh independent path di dalam modul yang di kerjakan sekurangkurangnya sekali. 2. Mengerjakan seluruh keputusan secara logical. 3. Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya. 4. Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas (Andi Chairrunnas S.Kom dan Ir. Bernard Mediarman, 2006:189). Metode Black Box Testing yaitu Pengujian untuk menemukan kesalahan dalam lingkup kategori sebagai berikut: 1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang. 2. Kesalahan Antarmuka. 3. Kesalahan dalam struktur data atau akses basis data. 4. Kesalahan kinerja (Pressman, 2002:551). Pengujian program aplikasi Pengolah Kata ini dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing. Metode Black Box Testing ini merupakan pengujian program berdasarkan fungsi dari program. Tujuan dari metode Black Box Testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode Black Box Testing dilakukan dengan cara memberikan sejumlah masukkan (input) pada program aplikasi yang kemudian diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya untuk melihat apakah program aplikasi menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan dan sesuai dengan fungsi dari program aplikasi tersebut. Bila dari input yang diberikan proses menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka program aplikasi yang
109 97 bersangkutan telah benar, tetapi bila output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka masih terdapat kesalahan pada program aplikasi tersebut. Pengujian dilakukan dengan mencoba semua kemungkinan yang terjadi dan dilakukan secara berulang-ulang. Jika dalam pengujian ditemukan kesalahan, maka akan dilakukan penelusuran dan perbaikan (debugging) untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Jika telah selesai melakukan perbaikan maka akan dilakukan pengujian kembali. Pengujian dan perbaikan dilakukan secara terus menerus hingga diperoleh hasil yang terbaik Lingkungan Pengujian Pembuatan aplikasi ini dibuat mengunakan komputer dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Processor Intel Centrino 1.7 MHz. 2. Memori DDRAM 512 MB. 3. VGA Intel 915GM/GSM, 910GML Express. 4. Harddisk Seagete 80 GB Sata 7200 RPM. Sedangkan spesifikasi perangkat lunak yang digunakan adalah: 1. Sistem operasi Windows XP Profesional. 2. Microsoft Visual Basic Skenario Pengujian
110 98 Skenario pengujian diperlukan untuk mengetahui apakah menu-menu yang ada dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Skenario pengujian dilakukan dengan memilih dari setiap pilihan yang ada pada menu aplikasi Pengolah Kata ini. Kemudian dilakukan pengujian dengan menekan tombol-tombol yang terdapat pada jendela-jendela dari aplikasi Pengolah Kata ini apakah sesuai dengan yang diharapkan. Skenario pengujian untuk aplikasi Pengolah Kata yang lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1. Tabel skenario pengujian No Menu yang diuji Bagian menu yang diuji 1 Menu Tombol Teks Pengetikan Editor 2 Menu Pengetikan Tombol Print Input/ kondisi skenario pengujian Mengklik tombol Teks Editor pada menu toolbar pengetikan. Mengklik tombol print pada menu toolbar pengetikan. Tabel 4.1. (Lanjutan) Tabel skenario pengujian 3 Menu Pengetikan Tombol Find and Replace Mengklik tombol find and replace. 4 Menu Pengetikan 5 Menu Pengetikan 6 Menu Pengetikan 7 Menu Pengetikan 8 Menu Pengetikan 9 Menu Pengetikan 10 Menu Pengetikan 11 Menu Pengetikan Tombol Save Tombol Open Tombol New Tombol Cut Tombol Paste Tombol Copy Tombol Enkripsi Tombol Deskripsi Mengklik tombol save pada menu toolbar pengetikan Mengklik Tombol Open pada menu toolbar Pengetikan Mengklik tombol new pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol cut pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol paste pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol copy pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol enkripsi pada toolbar menu pengetikan Mengkilik tombol deskripsi pada tombol toolbar menu pengetikan Output/ hasil yang akan dicapai Akan menampilkan hasil pengetikan yang telah diketik oleh pengguna. Akan mencetak data file.txt yang telah pengguna ketik. Akan menampilkan hasil data pencarian kata atau kalimat yang telah ditemukan. Akan menampilkan form save. Akan menampilkan form open. Akan menampilkan form blenk. Akan menampilkan text yang dicut. Akan menampilkan text yang dipaste. Akan menampilkan text yang dicopy. Akan menampilkan form enkripsi untuk mengenkripsi data file.html dan file.txt. Akan menampilkan form deskripsi untuk mendeskripsi file.txt dan
111 99 file.html 12 Menu Pengetikan Tombol Bold Mengklik tombol bold pada menu toolbar pengetikan Akan menampilkan text bercetak tebal. 13 Menu Pengetikan Tombol Left Mengklik tombol left pada menu toolbar pengetikan Akan menampilkan text rata kiri. 14 Menu Pengetikn Tombol Right Mengklik tombol right pada menu toolbar pengetikan Akan menampilkan text rata kanan. 15 Menu Pengetikan 16 Menu Pengetikan 17 Menu Pengetikan Tombol Center Tombol Underline Tombol Italic Mengklik tombol center pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol underline pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol italic pada menu toolbar pengetikan Akan menampilkan text rata tengeh Akan menampilkan text bergaris bawah. Akan menampilkan text yang bergaris miring. 18 Menu Pengetikan 19 Menu Pengetikan Tombol Background Color Tombol Text Color Mengklik tombol background color pada menubar pengetikan Mengklik tombol text color pada menubar pengetikan Akan menampilkan form background color. Akan menapilkan form text color. 20 Menu Intenet Explorer Tombol Internet Explorer Mengklik tombol Internet explorer pada toolbar internet explorer Akan menampilkan form koneksi ke internet. Tabel 4.1. (Lanjutan) Tabel skenario pengujian 21 Menu Internet Explorer Tombol Back Mengklik tombol back pada menu toolbar internet 22 Menu Internet Explorer Tombol Forward explorer Mengklik tombol forward pada menu toolbar internet explorer Akan menampilkan form situs internet sebelum. Akan menampilkan form situs internet sesudahnya. 23 Menu Internet Explorer Tombol Stop Mengklik tombol Stop pada menubar internet explorer Akan menampilkan form stop situs internet. 24 Menu Internet Explorer 25 Menu Html Editor 26 Menu Html Editor Tombol Refresh Tombol Html Editor Tombol Save Mengklik tombol refreh pada menutoolbar internet explorer Mengklik tombol html editor pada menutoolbar internet explorer Mrngklik tombol save pada toolbar html editor Akan menampilkan form refresh situs internet. Akan menampilkan form html editor untuk mengedit dan membuat baru html. Akan menampilkan form Save. 27 Menu Html Editor6 Tombol Open Mengklik tombol open pada menu toolbar html editor Akan menampilkan form open. 28 Menu Html Editor Tombol New Mengklik tombol new pada menu toolbar html editor Akan menampilkan form blank. 29 Menu Html Editor Tombol Print Mengklik tombol print pada toolbar html editor Akan menampilkan form print.
112 Menu Html Editor 31 Menu Html Edtor Tombol Find and Replace Tombol Cut Mengklik tombol find and replace pada menu toolbar html editor Mengklik tombol cut pada menu toolbar html editor Akan menampilkan form find and replace. Akan menampilkan text yang di cut. 32 Menu Html Editor Tombol Paste Mengklik tombol paste pada menu toolbar html editor Akan menampilkan text yang di paste. 33 Menu Html Editor Tombol Copy Mengklik tombol copy pada menu toolbar html editor Akan menampilkan text yang di copy. 34 Menu Html Editor 35 Menu Html Editor Tombol Enkripsi Tombol Bold Mengklik tombol enkripsi pada menu toolbar html editor Mengklik tombol bold pada menu toolbar html editor Akan menampilkan form enkripsi. Akan menampilkan text yang bercetek tebal. 36 Menu Html Editor Tombol Italic Mengklik tombol italic pada menu toolbar html editor Akan menampilkan text yang bergaris miring. 37 Menu Html Editor 38 Menu Html Editor Tombol Underline Tombol Right Mengklik tombol underline pada menu toolbar html editor Mengklik tombol right pada menu toolbar html editor Akan menampilkan text yang bergaris bawah. Akan menampilkan text yang rata kanan 39 Menu Html Editor Tombol Left Mengklik tombol left pada menu toolbar html editor Akan menampilkan text rata kiri. Tabel 4.1. (Lanjutan) Tabel skenario pengujian 40 Menu Html Editor Tombol Center Mengklik tombol center pada menu toolbar html 41 Menu Html Editor 42 Menu Html Editor Tombol Background Color Tombol Text Color editor Mengklik tombol background color pada menubar html editor Mengklik tombol text color pada menubar html editor Akan menampilkan text rata tengah. Akan menampilkan form color. Akan menampilkan form text color Hasil Pengujian Dari hasil skenario pengujian terakhir yang dilakukan dapat diperoleh hasil pengujian. Dari hasil skenario pengujian pada setiap pilihan yang ada pada aplikasi ini yaitu menu teks editor, menu internet explorer, dan Html editor ini, maka diperoleh hasil pengujian tersebut sesuai dengan rumusan rancangan aplikasi program ini, dan terangkum dalam tabel 4.2 hasil pengujian dibawah sebagai berikut:
113 101 Tabel 4.2. Tabel skenario hasil pengujian No Menu yang diuji Bagian menu yang diuji Input/ kondisi skenario pengujian 1 Menu Tombol Teks Mengklik tombol Teks Pengetikan Editor Editor pada menu toolbar pengetikan. Output/ hasil yang dicapai Menampilkan hasil pengetikan yang telah diketik oleh pengguna. 2 Menu Pengetikan 3 Menu Pengetikan 4 Menu Pengetikan Tombol Print Tombol Find and Replace Tombol Save Mengklik tombol print pada menu toolbar pengetikan. Mengklik tombol find and replace. Mengklik tombol save pada menu toolbar pengetikan Menampilkan cetak data file.txt yang telah pengguna ketik. Menampilkan hasil data pencarian kata atau kalimat yang telah ditemukan. Menampilkan form save. 5 Menu Pengetikan 6 Menu Pengetikan Tombol Open Tombol New Mengklik Tombol Open pada menu toolbar Pengetikan Mengklik tombol new pada menu toolbar pengetikan Menampilkan form open. Menampilkan form blenk. 7 Menu Pengetikan Tombol Cut Mengklik tombol cut pada menu toolbar pengetikan Menampilkan text yang dicut. 8 Menu Pengetikan Tombol Paste Mengklik tombol paste pada menu toolbar pengetikan Menampilkan text yang dipaste. Tabel 4.2. (Lanjutan) Tabel skenario hasil pengujian 9 Menu Pengetikan Tombol Copy Mengklik tombol copy pada menu toolbar pengetikan 10 Menu Pengetikan 11 Menu Pengetikan 12 Menu Pengetikan 13 Menu Pengetikn 14 Menu Pengetikan 15 Menu Pengetikan 16 Menu Pengetikan 17 Menu Pengetikan Tombol Enkripsi Tombol Bold Tombol Left Tombol Right Tombol Center Tombol Underline Tombol Italic Tombol Background Color Mengklik tombol enkripsi pada toolbar menu pengetikan Mengklik tombol bold pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol left pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol right pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol center pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol underline pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol italic pada menu toolbar pengetikan Mengklik tombol background color pada menubar pengetikan Menampilkan text yang dicopy. Menampilkan form enkripsi untuk mengenkripsi data file.html dan file.txt. Menampilkan text bercetak tebal. Menampilkan text rata kiri. Menampilkan text rata kanan. Menampilkan text rata tengeh Menampilkan text bergaris bawah. Menampilkan text yang bergaris miring. Menampilkan form background color.
114 Menu Pengetikan Tombol Text Color Mengklik tombol text color pada menubar pengetikan Menapilkan form text color. 19 Menu Intenet Explorer Tombol Internet Explorer Mengklik tombol Internet explorer pada toolbar internet explorer Menampilkan form koneksi ke internet. 20 Menu Internet Explorer 21 Menu Internet Explorer 22 Menu Internet Explorer 23 Menu Internet Explorer 24 Menu Html Editor 25 Menu Html Editor 26 Menu Html Editor 27 Menu Html Editor Tombol Back Tombol Forward Tombol Stop Tombol Refresh Tombol Html Editor Tombol Save Tombol Open Tombol New Mengklik tombol back pada menu toolbar internet explorer Mengklik tombol forward pada menu toolbar internet explorer Mengklik tombol Stop pada menubar internet explorer Mengklik tombol refreh pada menutoolbar internet explorer Mengklik tombol html editor pada menutoolbar internet explorer Mrngklik tombol save pada toolbar html editor Mengklik tombol open pada menu toolbar html editor Mengklik tombol new pada menu toolbar html editor Tabel 4.2. (Lanjutan) Tabel skenario hasil pengujian 28 Menu Html Editor Tombol Print Mengklik tombol print pada toolbar html editor 29 Menu Html Editor 30 Menu Html Edtor 31 Menu Html Editor 32 Menu Html Editor Tombol Find and Replace Tombol Cut Tombol Paste Tombol Copy Mengklik tombol find and replace pada menu toolbar html editor Mengklik tombol cut pada menu toolbar html editor Mengklik tombol paste pada menu toolbar html editor Mengklik tombol copy pada menu toolbar html editor Menampilkan form situs internet sebelum. Menampilkan form situs internet sesudahnya. Menampilkan form stop situs internet. Menampilkan form refresh situs internet. Menampilkan form html editor untuk mengedit dan membuat baru html. Menampilkan form Save. Menampilkan form open. Menampilkan form blank. Menampilkan form print. Menampilkan form find and replace. Menampilkan text yang di cut. Menampilkan text yang di paste. Menampilkan text yang di copy. 33 Menu Html Editor 34 Menu Html Editor Tombol Enkripsi Tombol Bold Mengklik tombol enkripsi pada menu toolbar html editor Mengklik tombol bold pada menu toolbar html editor Menampilkan form enkripsi. Menampilkan text yang bercetek tebal. 35 Menu Html Editor Tombol Italic Mengklik tombol italic pada menu toolbar html editor Menampilkan text yang bergaris miring. 36 Menu Html Editor Tombol Underline Mengklik tombol underline pada menu toolbar html editor Menampilkan text yang bergaris bawah.
115 Menu Html Editor Tombol Right Mengklik tombol right pada menu toolbar html editor Menampilkan text yang rata kanan 38 Menu Html Editor 39 Menu Html Editor 40 Menu Html Editor 41 Menu Html Editor 42 Menu Html Editor Tombol Left Tombol Center Tombol Background Color Tombol Text Color Tombol Font Mengklik tombol left pada menu toolbar html editor Mengklik tombol center pada menu toolbar html editor Mengklik tombol background color pada menubar html editor Mengklik tombol text color pada menubar html editor Mengklik tombol font pada menubar html editor Menampilkan text rata kiri. Menampilkan text rata tengah. Menampilkan form color. Menampilkan form text color. Menampilkan form text font. Berikut adalah contoh beberapa hasil pengujian dari aplikasi text editor plus, antara lain: 1. Hasil dari menu pengetikan ini adalah pengguna dapat mengetik pada form menu teks editor ini dengan menekan tombol teks editor yang ada pada menu toolbar. Penguna juga dapat mengatur ukuran text seperti yang telah di jelaskan sebelumnya. Dibawah ini akan dapat dilihat pada gambar 4.7 dari teks editor tersebut:
116 104 Gambar 4.7 Hasil tampilan menu pengetikan untuk pengguna mengetikkan teks Pada sub bab diatas telah dijelaskan bahwa text yang pengguna ketik dapat di enkripsi dan dibuka dengan deskripsi. Dibawah ini akan ditampilkan text yang telah dienkripsi pada gambar 4.8 sebagai berikut:
117 105 Gambar 4.8 Hasil tampilan menu pengetikan dimana teks telah di Enkripsi 2. Pada Internet Explorer pengguna dapat melakukan koneksi ke internet, pengguna dapat membuka situs apa saja yang diinginkan pengguna. Pada menu Internet Explorer ini terdapat tombol back, forward, refresh, dan stop. Dibawah ini akan ditampilkan menu Internet Eplorer yang koneksi dengan internet dapat dilihat pada gambar 4.9 sebagai berikut:
118 106 Gambar 4.9 Hasil tampilan menu Internet Explorer koneksi ke Internet Sebagai mana juga telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya bahwa pengguna dapat melihat kode htmlnya. Dibawah ini akan ditampilkan dari kode html tersebut: Gambar 4.10 Hasil tampilan menu Internet Explorer Pereview kode HTML 3. Pada menu Html Editor pengguna dapat membuat baru atau mengedit htmlnya. Untuk Html Editor ini pengguna dapat menggunakannya untuk belajar html karena menu Html Editor ini di fungsikan untuk hal tersebut dibawah ini akan ditampilkan menu Html Editor pada gambar 4.11 sebagai berikut:
119 107 Gambar 4.11 Hasil tampilan menu HTML Editor dengan kode cara membuat HTML baru Setelah penggua membuat atau memasukkan kode htmlnya pengguna bisa langsung melihat preview hasil htmlnya dengan mengklik tombol html editor. Dibawah ini kan ditampilkan hasil dari kode html yang telah dibuat dapat dilihat pada gambar 4.12 sebagai berikut:
120 108 Gambar 4.12 Hasil tampilan menu HTML Editor yang telah di Preview dari kode HTML membuat baru Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa pada menu html editor disediakan tool converter untuk mengkonversi dari file.html atau file.htm ke file.txt.dibawah ini kan ditampilkan hasi dari konversi file.html atau file.htm ke file.txt dapat dilihat pada gambar 4.13 sebagai berikut:
121 109 Gambar 4.13 Hasil tampilan Konversi dari File.HTML atau File.htm ke file.txt Analisis Hasil Pengujian Setelah melakukan pengujian terhadap semua menu sistem program ini, maka dapat disimpulkan bahwa pengujian telah menunjukkan hasil keluaran (Output) dan proses yang sesuai dengan rumusan rancangan aplikasi program ini. Dari hasil pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa program ini telah berfungsi dengan baik dan benar, karena dibuktikan dari hasil skanerio pengujian. Bahwa program aplikasi ini dapat digunakan sebagai program teks editor untuk mengetik juga dapat melakukan enkripsi pada data ketikan serta dapat juga melakukan find and replace text. Program aplikasi ini juga dapat melakukan koneksi ke internet untuk pengguna membuka situs-situs internet. Program aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat file.html atau file.htm baru serta dapat juga untuk mengeditnya. Namun, berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan didapatkan beberapa keterbatasan dari program aplikasi Pengolah Kata ini, antara lain : 1. Program aplikasi pada menu Teks Editor, Internet Explorer dan Html Editor ini tidak dapat dibuka secara bersamaan, jadi harus dibuka satu per satu, jika yang dibuka teks editor maka program menu html editor dan menu internet explorer didapat digunakan atau dijalankan. 2. Fungsi Find And Replace (mencari dan mengganti kata) dapat digunakan untuk mencari kata per kata dan per kalimat. Bahkan fungsi tersebut dapat mencari per huruf. 3. Fungsi Enkripsi dan Deskripsi hanya dapat berfungsi pada file.txt dan file.html.
122 Fungsi tool-tool yang ada pada menu teks editor tidak selengkap yang ada pada program teks editor atau pengolahan kata seperti Microsoft Word dan juga file ekstensi yang dapat disimpan hanya file.txt, sedangkan file.doc tidak bisa. 5. Fungsi Html Editor pada aplikasi ini dapat membuat HTML baru dan dapat mengedit html.
123 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari perancangan dan pembuatan program aplikasi Pengolah Kata ini, antara lain: 1. Program aplikasi Pengolah Kata yang dibuat dapat digunakan untuk menjelajah internet, dengan catatan tersedia koneksi ke internet dari komputer pengguna. 2. Program aplikasi Pengolah Kata yang dibuat dapat digunakan untuk membuat HTML baru dan dapat juga digunakan untuk mengedit berkas HTML yang sudah ada dalam bentuk berkas berekstensi html atau htm. 3. Program aplikasi pengolah kata yang dibuat dapat mengkonversi berkas html atau htm menjadi berkas jenis teks yang berekstensi txt. 4. Program apliksi pengolah kata yang dibuat dapat melakukan enkripsi data teks dan html dan membuka enkripsi tersebut dengan fasilitas deskripsi. 5. Program aplikasi text editor plus ini dapat membuat halaman WEB menggunakan Html Editor dan pengguna menginginkan dapat terlihat pada BROWSER 110
124 111 INTERNET, maka teks yang telah ada dalam control RTF1 akan dibuat dahulu dengan fungsi Navigate menjadi file bernama Temporary.Html di drive C, untuk kemudian dibuka oleh control Web1 di Form1 dengan fungsi Navigate. 5.2 Saran Setelah pembangunan dan pengujian aplikasi text editor plus dilakukan, dirasakan masih ada beberapa kekurangan. Penulis menjadikan kekurangan tersebut sebagai saran pengembangan di masa yang akan datang. Saran-saran untuk pengembangan adalah sebagai berikut: 1. Menu Teks Editor, Internet Explorer, dan Html Editor pada aplikasi Pengolah Kata ini tidak dapat dibuka secara bersamaan, disarankan agar menu Teks Editor, Internet Explorer, dan Html Editor dapat dibuka secara bersamaan. 2. Menu Teks Editor yang digunakan untuk mengetik pada aplikasi pengolah kata tool-toolnya kurang lengkap seperti; undo, redo, print priview, drawing, formating tidak disediakan seperti halnya yang ada pada Microsoft Word sebagai pengolahan kata. Disarankan untuk melengkapinya agar mempermudahkan pengguna untuk mengatur text ketikan pengguna. 3. Pengubahan jenis berkas hanya terbatas pada berkas jenis teks dan html. Disarankan untuk menambahkan tool converter dari berkas jenis teks (txt) ke berkas jenis pdf.
125 DAFTAR PUSTAKA Brookshear, J. Glenn Computer Science: Suatu Pengantar. Edisi ke tujuh. Jakarta: Erlangga. Booch, Grady dkk The Unified Modeling Language User Guide. Canada: Addison-Wesley Publishing Company. Dennis, Alan dkk Systems Analysis and Design with UML Version 2.0. New Jersey: Wiley. Jogiyanto Hartono, MBA,Ph,D Pengenalan Komputer. Edisi ke tiga Yogyakarta: Andi Yogyakarta. Kusuma, Drs. Ario Surya Buku Latihan Microsoft Visual Basic 6.0. Cetakan Pertama Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Munawar Pemodelan Visual dengan UML. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu. Pressman, Roger S Rekayasa Perangkat Lunak Buku 1. Yogyakarta: Penerbit Andi. Reselman, Bob dkk Using Visual Basic 6.0. Indianapolis: Macmilan Computer Publishing. Vine, Michael A Microsoft Visual Basic for the Absolut Beginner. California: Prime Publishing. Wardana Membuat Lima Program Dahsyat di Visual Basic 6.0. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Yuswanto Pemrograman Dasar Microsoft Visual Basic 6.0. Cetakan pertama. Surabaya: Prestasi Pustaka.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak Roger S. Pressman, Ph.D mengatakan metode rekayasa perangkat lunak memberikan teknik untuk membangun perangkat lunak. Metode-metode itu menyangkut serangkaian
Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM
Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna.
BAB II LANDASAN TEORI. pendekatan komponen.dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen.dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan
BAB II DASAR TEORI an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konfrensi
SEJARAH UML DAN JENISNYA
SEJARAH UML DAN JENISNYA Elya Hestika Asiyah [email protected] :: http://penulis.com Abstrak UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1. Aplikasi Pengertian aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Dalam membangun sebuah system informasi diperlukan suatu pemahaman mengenai system itu sendiri sehingga tujuan dari pembangunan system informasi dapat tercapai.
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem merupakan kumpulan dari unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan/berinteraksi dan saling memengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu
PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK MODUL KE - 2 PENGENALAN UML dengan RATIONAL ROSE OLEH: ANISA ISTIQOMAH (KELAS 5 B)
PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK MODUL KE - 2 PENGENALAN UML dengan RATIONAL ROSE OLEH: ANISA ISTIQOMAH 09560018 (KELAS 5 B) LABORATORIUM RPL PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Mengenai Web Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
Gambar Use Case Diagram
1. Use Case Diagram Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
MAKALAH ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II OOAD_UML
T01/OOAD_UML MAKALAH ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II OOAD_UML Nama : Abdul Kholik NIM : 05.05.2684 E mail : [email protected] Sumber : http://staffsite.gunadarma.ac.id/wsilfi/index.php?stateid Home
Unified Modelling Language UML
Unified Modelling Language UML Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.
MEMAHAMI PENGGUNAAN UML
MEMAHAMI PENGGUNAAN UML Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Saat ini sebagian besar para perancang sistem informasi dalam menggambarkan informasi dengan memanfaatkan UML diagram dengan tujuan
Notasi Unified Modeling Language (UML) Versi 2.0
Notasi Unified Modeling Language (UML) Versi 2.0 Unified Modeling Language (UML) adalah notasi yang lengkap untuk membuat visualisasi model suatu sistem. Sistem berisi informasi dan fungsi, tetapi secara
Pengenalan "Unified Modeling Language/UML" (Bagian I)
Pengenalan "Unified Modeling Language/UML" (Bagian I) Dalam suatu proses pengembangan software, analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang sangat tua. Pada saat masalah ditelusuri dan spesifikasi
BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Soendoro dan Haryanto (2005), definisi dari sistem dapat
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Menurut Soendoro dan Haryanto (2005), definisi dari sistem dapat dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu pendekatan prosedur dan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture
Jawaban Tugas Akhir Matrikulasi Semester Ganjil 2009/2010
Jawaban Tugas Akhir Matrikulasi Semester Ganjil 2009/2010 Nama Mahasiswa : Susanto e-mail : [email protected] Mata Kuliah : Intro to Information Object Oriented SE (Pengantar SE Berorientasi Objek) Dosen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Sistem merupakan salah satu yang terpenting dalam sebuah perusahaan yang dapat membentuk kegiatan usaha untuk mencapai kemajuan dan target yang dibutuhkan.
BAB II LANDASAN TEORI. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL
MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL Oleh : Samsul Arifin, S.Kom Email : [email protected] Konsep Pemodelan Perangkat Lunak (PL) Konsep rekayasa PL. Suatu disiplin ilmu yang membahas semua
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini
BAB II LANDASAN TEORI. sesuatu hal, data, permasalahan, pekerjaan kedalam suatu sarana atau media yang
13 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Program Aplikasi Menurut Jogiyanto (2001) aplikasi merupakan penerapan, menyimpan sesuatu hal, data, permasalahan, pekerjaan kedalam suatu sarana atau media yang
BAB II LANDASAN TEORI. Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian UML Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD (Object-Oriented Analysis/Design) dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan,
BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Visualisasi Visualisasi adalah tampilan pada layar monitor baik dalam bentuk gambar yang bergerak ataupun tidak, serta dapat pula gambar yang disertai dengan suara.
UNIFIED MODELING LANGUAGE
UNIFIED MODELING LANGUAGE UML (Unified Modeling Language) adalah metode pemodelan secara visual sebagai sarana untuk merancang dan atau membuat software berorientasi objek. Karena UML ini merupakan bahasa
BAB 2 LANDASAN TEORI. yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. yang dimaksud dengan data dan informasi? Data adalah fakta fakta yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Informasi Sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang mengandung arti kesatuan dari bagian yang berhubungan satu dengan yang lain. Menurut Jogiyanto system adalah
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah)
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1,
MAKALAH ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II USE CASE DIAGRAM
MAKALAH T02/Use Case Diagram ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II USE CASE DIAGRAM Nama : Abdul Kholik NIM : 05.05.2684 E mail : [email protected] Sumber : http://artikel.webgaul.com/iptek/unifiedmodellinglanguage.htm
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem Keylogger merupakan aplikasi yang digunakan untuk merekam segala aktifitas pada komputer yang berhubungan dengan fungsi keyboard, metode string matching
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Pemodelan Objek Pemodelan objek merupakan suatu metode untuk menggambarkan struktur sistem yang memperlihatkan semua objek yang ada pada sistem. (Nugroho, 2005, hal:37).
Pendahuluan. 1 Pengenalan UML
Pendahuluan 1 Pengenalan UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (O OA&D) yang dimunculkan sekitar akhir tahun 80-
Sistem Informasi OOAD dengan UML (1) Teknik Informatika UNIKOM
Sistem Informasi OOAD dengan UML (1) Teknik Informatika UNIKOM OOAD dengan UML (1) 1. OOAD 2. Pengenalan UML 3. CRC cards 4. Tipe Diagram UML 5. Structural Diagram 6. Behavioral Diagram 7. Relasi pada
REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com
REKAYASA PERANGKAT LUNAK 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com Referensi Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi, Roger S. Pressman, Ph.D, Andi Jogyakarta, 2012 Buku 1 Rekayasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya
LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii iv v vi ix xv xvi BAB I BAB II PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem merupakan serangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu sistem pasti tersusun dari sub-sub sistem yang lebih
Bab 3 Metoda dan Perancangan Sistem
Bab 3 Metoda dan Perancangan Sistem Pada bab ini akan dibahas mengenai metode perancangan yang digunakan dalam membuat perancangan sistem aplikasi pendeteksian kata beserta rancangan design interface yang
DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii iv v vi viii xiii xv BAB I BAB II PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat beroperasi dalam suatu lingkungan, jika terdapat unsur unsur yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam proses penelitian penerapan algoritma K-Means pada clustering berita berbahasa Indonesia.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Microsoft Visual Basic 6.0 Microsoft Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RPL RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari semua aspek produksi dalam suatu proses perancangan suatu perangkat lunak / sistem dengan tujuan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 UNIFIED MODELLING LANGUAGE Menurut Fowler (2005:1) Unified Modelling Language (selanjutnya disebut UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung meta-model tunggal, yang membantu
DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... RINGKASAN... KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... RINGKASAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem yang telah ada, dimana analisis sistem merupakan proses mempelajari suatu
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Tahapan yang diperlukan didalam pembuatan suatu progaram yaitu menganalisis sistem yang telah ada, dimana analisis sistem merupakan proses mempelajari
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis meliputi analisis
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka yang berhubungan dengan topik yang penulis bahas adalah sistem penerimaan siswa baru SMA Al-Muayyad Surakarta (http://psb.sma-almuayyad.sch.id/),
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xvii DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Maksud dan Tujuan...
Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak
Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak Disusun oleh : Rina Noviana 1 LINGKUP PEMBAHASAN Pengumpulan Kebutuhan Perangkat Lunak - Mengumpulkan Data mengenai analisa sistem dan masalah nya Teknik Pemodelan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian akan di lakukan di kampus D3 FMIPA dan ilmu komputer Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung. 3.1.1
Bab 3 Metode dan Rancangan Sistem
13 Bab 3 Metode dan Rancangan Sistem 3.1 Metode Pengembangan Sistem Pembahasan Metode Prototype Metode penelitian yang digunakan pada pembuatan aplikasi ini adalah model prototype. Model prototype merupakan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. kreatifitas dalam membuat game pilihan berganda ini. Dasar dalam permainan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Sistem yang digunakan dalam perancangan game pilihan berganda Bahasa Indonesia adalah dengan menggunakan Macromedia Flash. Game pilihan berganda ini
BAB II LANDASAN TEORI. implementasi serta pasca implementasi.(rizky, 2011:21). performasi dan fungsi yang diinginkan.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1.1 Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa perangkat lunak atau software engineering adalah sebuah disiplin ilmu yang mencakup segala hal yang berhubungan dengan proses pengembangan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari semua aspek produksi dalam suatu proses perancangan suatu perangkat lunak /
DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i ii iii iv v vii xi xiii BAB I PENDAHULUAN... I-1
Visual Basic 6.0 For Beginners
Visual Basic 6.0 For Beginners Febryan Hari Purwanto [email protected] Chapter 1 Mengenal Visual Basic 6.0 Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer yang sudah mendukung OOP (Object
Unified Modelling Language (UML)
Unified Modelling Language (UML) Tatik yuniati Abstrak Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah bahasa yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menentukan Kebutuhan Data Yang Digunakan Mengumpulkan Data Yang Akan Digunakan Mempersiapkan Alat Dan Bahan Wawancara Studi Literatur Desain Penelitian
MODUL PRAKTIKUM APLIKASI AKUNTANSI PERBANKAN
MODUL PRAKTIKUM APLIKASI AKUNTANSI PERBANKAN LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015 Universitas Sriwijaya Fakultas Ilmu Komputer Laboratorium LEMBAR PENGESAHAN MODUL PRAKTIKUM
1 BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat
BAB I PERSYARATAN PRODUK
BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Sebagai sebuah perusahaan besar,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan perangkat lunak yang dihasilkan. Perangkat lunak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan elemen yang saling bekerja sama baik secara manual atau berbasis komputer yang didalamnya ada pengumpulan, pengolahan, pemprosesan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah mengenai perancangan software. Software yang dimaksud adalah aplikasi database yang digunakan untuk menyimpan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. permintaan pengguna dengan tujuan tertentu. Jenis program ini mempunyai sifat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Aplikasi Menurut Supriyanto (2005: 117) aplikasi adalah software program yang memiliki aktifitas pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksanakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab ini menjelaskan mengenai dasar-dasar teori yang digunakan untuk menunjang pembuatan tugas akhir membangun sistem pengolahan data absensi karyawan pada PT.Solusi Coporindo
Bab III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras
Bab III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu: a. Perangkat keras 1. Processor Intel Core
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1 Analisis Masalah EHCPanelskripsi adalah software penghubung antara hosting dengan website dan domain. Saat menyewa sebuah hosting maupun memesan website,
DIAGRAM SEQUENCE UML
DIAGRAM SEQUENCE UML Makalah ini di susun oleh : 1) Banu Hardian (51412367) 2) Mutia Sulisetyani (55412178) 3) Raditya Rafian (55412868) 4) Tio Dwi Akbar (57412395) GUNADARMA UNIVERSITY 1 KATA PENGANTAR
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Multimedia Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru dalam bidang teknologi informasi. Dimana teks, gambar, suara, animasi dan video disatukan dalam computer
PENGEMBANGAN APLIKASI SHOOTER GAME MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0
PENGEMBANGAN APLIKASI SHOOTER GAME MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Laporan Tugas Akhir Diajukan untuk melengkapi salah satu persyaratan mencapai gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Teknik Informatika
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris berasal dari kata computer yang artinya menghitung.
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Metode dan Analisis Kebutuhan Sistem Metode yang digunakan untuk perancangan sistem ini adalah metode prototype Perancangan sistem dengan menggunakan metode prototype memiliki
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS WEB
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS WEB TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas
II.3.5 Statechart Diagram... II-14 II.3.6 Activity Diagram... II-15 II.3.7 Component Diagram... II-16 II.3.8 Deployment Diagram... II-16 II.3.
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii BAB I PENDAHULUAN...
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bagian ini penulis akan menganalisis kebutuhan-kebutuhan dalam membuat aplikasi ini, karena dengan melakukan analisis akan membuat lebih terarah dan jelas alur aplikasinya.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi
BAB VI : PENUTUP 6.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv RINGKASAN... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Informasi Manajemen 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen sendiri merupakan sistem manusia/mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer berasal dari bahasa Latin computare yang artinya menghitung. Jadi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer berasal dari bahasa Latin computare yang artinya menghitung. Jadi komputer dapat diartikan sebagai alat untuk menghitung. Perkembangan teknologi dan
BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM. yang terdapat pada sistem tersebut untuk kemudian dijadikan landasan usulan
41 BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM 4.1. Analisis sistem yang sedang berjalan Tahap yang perlu dilakukan sebelum mengembangkan susatu sistem adalah menganalisis sistem yang sedang berjalan kemudian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Informasi dan Internet Informasi menurut Jogiyanto H, M, Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan bagi yang menerima. (Jogiyanto, H.M., Analisis
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Salah satu bidang kajian dalam bidang teknologi informasi adalah rekayasa perangkat lunak. Dalam rekayasa perangkat lunak, terdapat konsep yang mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Komponen Sumber Daya Manusia dalam Ruang Lingkup Fakultas. Nuraeny (2010) mengemuckakan bahwa Sumber Daya Manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komponen Sumber Daya Manusia dalam Ruang Lingkup Fakultas Nuraeny (2010) mengemuckakan bahwa Sumber Daya Manusia yang ada dalam ruang lingkup Universitas khususnya pada tiap
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris komputer berasal dari kata to compute yang artinya
