PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan anak perusahaan
|
|
|
- Yohanes Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan anak perusahaan Laporan keuangan konsolidasian sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dengan angka perbandingan
2 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian... 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ***************************
3 NERACA KONSOLIDASIAN 30 September 2010, Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, Dana yang dibatasi penggunaannya 2c, Piutang 2e,5 Usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp ( : Rp ) Pihak hubungan istimewa 2d, Lain-lain - pihak ketiga Persediaan 2f, Pajak dibayar di muka 2o,16c Beban dibayar di muka dan uang muka 2g, Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp (: Rp ) 2h, Dana yang dibatasi penggunaannya 2c, Aset pajak tangguhan - bersih 2o,16d Pinjaman kepada pemegang saham 2d, Goodwill - bersih 2i, Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1
4 NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 30 September 2010, Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha 11 Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa 2d, Lain-lain - pihak ketiga Hutang pembelian aset tetap 8 Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa 2d, Hutang dividen 2d, Uang muka penjualan Hutang pajak 2o,16a Beban masih harus dibayar dan pencadangan Hutang pembiayaan konsumen - jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman bank jangka pendek Pinjaman jangka panjang - jatuh tempo dalam waktu satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2o,16d Pinjaman dari pemegang saham 2d, Hutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Kewajiban imbalan kerja karyawan 2k,17b Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban BAGIAN MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2b, Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 2
5 NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 30 September 2010, Catatan EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham Modal dasar - 7 miliar saham (: 4 miliar saham) Modal ditempatkan dan disetor penuh ,927 juta saham ( : 1.017,5 juta saham) Tambahan modal disetor Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 1d,2r,29 ( ) ( ) Pro forma ekuitas yang timbul dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Ekuitas lainnya 2w ( ) - Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 3
6 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN, Catatan PENJUALAN BERSIH 2n, BEBAN POKOK PENJUALAN 2n,22, LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba/(rugi) selisih kurs - bersih 2m ( ) Penghasilan bunga Laba/(rugi) penjualan aset tetap ( ) Laba atas penjualan investasi anak perusahaan 1d Beban keuangan 26 ( ) ( ) Lain-lain - bersih ( ) ( ) Beban Lain-lain - Bersih ( ) ( ) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN PAJAK PENGHASILAN 2o,16b Pajak tahun berjalan ( ) ( ) Pajak tangguhan Pajak Penghasilan - Bersih ( ) ( ) LABA SEBELUM BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN - BERSIH 18 ( ) ( ) LABA BERSIH SETELAH EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA Efek penyesuaian pro forma 2r,36 - ( ) LABA BERSIH Laba bersih per saham dasar 2q,27 Setelah efek penyesuaian pro forma 7,48 20,83 Sebelum efek penyesuaian pro forma 7,48 18,47 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 4
7 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah) Pro forma Selisih Ekuitas yang Nilai timbul dari Saldo Laba Modal Saham Transaksi Transaksi Ditempatkan Tambahan Restrukturisasi Restrukturisasi Telah Belum Jumlah dan Disetor Modal Entitas Entitas Ekuitas Ditentukan Ditentukan Ekuitas - Catatan Penuh Disetor Sepengendali Sepengendali Lain-lain Penggunaannya Penggunaannya Bersih Saldo 1 Januari, dilaporkan sebelumnya ( ) Laba bersih Pengakuan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Pembentukan cadangan umum ( ) - Pembayaran dividen tunai ( ) ( ) Saldo 30 September, dilaporkan sebelumnya ( ) Penyesuaian pro forma ekuitas akibat transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Efek penyesuaian pro forma Saldo 30 September, disajikan kembali ( ) Saldo 1 Januari ( ) Laba bersih Pembentukan cadangan umum ( ) - Dampak penerapan awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) 2w ( ) - - ( ) Kapitalisasi tambahan modal disetor ( ) Dividen tunai ( ) ( ) Saldo 30 September ( ) - ( ) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 5
8 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah), Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga lainnya ( ) ( ) Pembayaran kas kepada karyawan ( ) ( ) Penghasilan bunga yang diterima Pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya - bersih ( ) ( ) Pembayaran beban usaha dan beban lainnya ( ) ( ) Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap 8 ( ) ( ) Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya ( ) ( ) Hasil penjualan aset tetap dan aset lainnya Peningkatan kepemilikan saham pada anak perusahaan - ( ) Hasil penjualan saham anak perusahaan 1d Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari (pembayaran untuk): Hutang pihak hubungan istimewa - bersih ( ) Hutang pembiayaan konsumen - bersih ( ) Dividen untuk pemegang saham minoritas anak perusahaan ( ) ( ) Pinjaman bank - bersih Pembayaran bunga ( ) ( ) Penerimaan dari penerbitan modal saham anak perusahaan - bersih Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 6
9 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah)., Catatan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS ( ) LABA SELISIH KURS KAS DAN SETARA KAS ( ) - KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE Pro forma saldo awal kas dan setara kas anak perusahaan KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Perolehan konstruksi dalam penyelesaian melalui hutang pembelian aset tetap Penambahan modal disetor anak perusahaan melalui konversi hutang dividen Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 7
10 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Ancora Indonesia Resources Tbk ( Perseroan ) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 36 dari Sugito Tedjamulja, S.H., tanggal 15 September Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C HT TH.2003 tanggal 16 Oktober 2003 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2004, Tambahan No Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 18 September 2008 yang keputusannya dinyatakan dalam Akta Notaris No. 3 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 6 November 2008, semua pemegang saham menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT TD Resources Tbk menjadi PT Ancora Indonesia Resources Tbk. Perubahan nama Perseroan tersebut efektif sejak tanggal 3 Desember 2008, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 3 Desember Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 4 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 1 Desember sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan Perseroan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.J.1. Akta perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH tanggal 17 Februari 2010 dan telah mendapatkan Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat persetujuan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 26 Maret Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah pertambangan, perdagangan, pengangkutan, pertanian, industri, pembangunan dan jasa. Selama sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, Perseroan belum memiliki kegiatan operasi aktif, kecuali yang berhubungan dengan peranannya sebagai perusahaan induk (holding company). Operasi komersial Perseroan selama sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dilaksanakan melalui anak perusahaan. Ruang lingkup kegiatan anak perusahaan dijelaskan pada Catatan 1d. Kantor Perseroan berlokasi di Equity Tower Lt 41 Suite A, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9, Jl. Jend. Sudirman Kav , Jakarta, Indonesia. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Februari tahun b. Penawaran Umum Saham Perseroan Pada tanggal 29 Maret 2006, Perseroan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan Surat No. S-753/PM/2006 untuk melakukan penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp110 per saham. Pada tanggal 17 April 2006, seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tanggal 18 September 2008, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK dengan Suratnya No. S-6546/BL/2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp170 per saham. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tersebut telah dilaksanakan sepenuhnya pada tanggal 17 Oktober
11 1. UMUM (lanjutan) b. Penawaran Umum Saham Perseroan (lanjutan) Pada tanggal 11 September, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK dengan Suratnya No. S-8384/BL/ untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp520 per saham. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tersebut telah dilaksanakan sepenuhnya pada tanggal 19 Oktober. c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 September 2010 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama dan Independen : Judi Magio Jusuf Komisaris Independen : I Nyoman Tjager Komisaris : Edwin Stamboel Komisaris : Usman H. Darus Direksi Direktur Utama : Dharma Hutama Djojonegoro Direktur Independen : J. Roger Harkin Direktur : Aulia M. Oemar Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 September adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Judi Magio Jusuf Komisaris : Edwin Stamboel Komisaris Independen : I Nyoman Tjager Direksi Direktur Utama : Usman H. Darus Direktur Independen : J. Roger Harkin Direktur : Meliza Musa Komposisi Komite Audit Perseroan pada tanggal 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: 2010 Ketua : I Nyoman Tjager I Nyoman Tjager Anggota : Mursid Setiadji Mursid Setiadji Anang Yudiansyah Setiawan Pat Lisk Sekretaris Perseroan pada tanggal 30 September 2010 dan masing-masing adalah Aulia M. Oemar dan Meliza Musa. Untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, jumlah remunerasi yang diberikan kepada Direksi Perseroan adalah sebesar Rp (: Rp ) dan kepada Dewan Komisaris Perseroan sebesar Rp (: Rp ). Pada tanggal 30 September 2010 dan, Perseroan dan anak perusahaan mempunyai 295 dan 247 karyawan tetap. 9
12 1. UMUM (lanjutan) d. Anak Perusahaan Kepemilikan saham Perseroan pada anak perusahaan yang dikonsolidasi sebagai berikut: Jumlah aset Persentase kepemilikan Dimulainya sebelum eliminasi Anak kegiatan perusahaan Domisili Jenis usaha 2010 komersial 2010 PT Multi Nitrotama Jakarta Industri bahan 50,00% 40,00% Kimia ( MNK ) peledak, jasa peledakan dan perdagangan bahan peledak dan aksesorisnya PT Bormindo Jakarta Jasa pengeboran 60,00% *) Nusantara ("BN") dan perawatan sumur minyak PT Ancora Shipping Jakarta Pelayaran dalam 99,80% ( AS ) negeri *) Disajikan kembali (Catatan 36) MNK Pada tanggal 17 Oktober 2008, Perseroan membeli 40% saham PT Multi Nitrotama Kimia ( MNK ) dari PT Ancora Mining Service ( AMS ), pihak yang mempunyai hubungan istimewa, senilai Rp Transaksi ini merupakan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Selisih antara harga perolehan dan 40% nilai aset bersih MNK sebesar Rp (rugi) dicatat sebagai bagian dari Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, disajikan di bagian ekuitas pada neraca konsolidasian (Catatan 29). Selama, Perseroan membeli lembar saham baru yang diterbitkan oleh MNK kepada Perseroan dengan harga perolehan sebesar Rp Pembelian ini mengakibatkan peningkatan kepemilikan saham Perseroan di MNK dari 40% menjadi 50%. Transaksi ini menghasilkan goodwill sebesar Rp yang diamortisasi selama lima tahun (Catatan 9). Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 14 tertanggal 6 Mei 1997, MNK telah ditunjuk untuk mengadakan dan mendistribusikan bahan peledak dan aksesorisnya untuk aktivitas komersial di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia No. KEP/242/ M/XII/ tanggal 8 Desember, MNK diberikan izin sebagai badan usaha di bidang peledakan hingga tanggal 8 Desember Surat Keputusan ini harus diperbaharui setiap sepuluh tahun. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia No. KEP/257/ M/XII/ tanggal 14 Desember, MNK disetujui dan diberikan sejumlah kuota untuk menyelenggarakan pengadaan dan distribusi bahan peledak komersial dan aksesoris hingga tanggal 31 Desember Persetujuan ini diperbaharui setiap tahun. Sesuai Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan MNK adalah industri bahan peledak, jasa peledakan dan perdagangan bahan peledak dan aksesorisnya. 10
13 1. UMUM (lanjutan) d. Anak Perusahaan (lanjutan) BN Pada 2 November, Perseroan membeli 60% kepemilikan saham di BN dari PT Ancora Resources ( AR ), pemegang saham Perseroan, senilai Rp Transaksi ini digolongkan sebagai transaksi dengan entitas sepengendali sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38, Akuntansi untuk Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Selisih antara harga perolehan dan 60% nilai aset bersih BN sebesar Rp (rugi) dicatat sebagai bagian dari Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, disajikan di bagian ekuitas pada neraca konsolidasian (Catatan 29). Sebelumnya, efektif sejak 23 Juni, AR mengakuisisi 60% saham BN dari pihak ketiga. Sebelum tanggal 23 Juni, BN bukan merupakan entitas bagian dari Ancora Grup, dan bukan entitas sepengendali. Oleh karenanya, laporan keuangan konsolidasian disajikan seolah-olah transaksi restrukturisasi terjadi sejak 23 Juni. Laba bersih dari BN sejak 23 Juni sampai 30 September disajikan sebagai Efek Penyesuaian Pro forma dalam laporan laba rugi konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September. Sesuai Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BN terutama adalah melakukan jasa pengeboran dan perawatan sumur-sumur minyak. AS Berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh Fathiah Helmi, S.H., tanggal 29 Juni, Perseroan mendirikan AS dengan kepemilikan 99,80%. Sisa kepemilikan lainnya dimiliki oleh PT Ancora Resources (: PT Ancora Kapita Indonesia). NVG Sesuai dengan Akta Notaris No. 6 tanggal 7 Mei oleh Fathiah Helmi, S.H., Perseroan menjual seluruh kepemilikan saham di PT Navindo Geosat kepada PT Navindo Technologies, pihak ketiga, sebesar Rp IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI Laporan keuangan konsolidasian disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, yang telah diperbaharui dengan Surat Edaran BAPEPAM No. 02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan akuntansi yang signifikan telah diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali untuk laporan arus kas. Pengukurannya disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. 11
14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan) Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan dimana Perseroan mempunyai penyertaan saham dengan hak suara lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, atau apabila Perseroan memiliki 50% atau kurang penyertaan saham dengan hak suara tetapi memiliki kemampuan untuk mengendalikan. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian secara efektif telah beralih kepada Perseroan dan tidak dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian berakhir. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perseroan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut. Porsi kepemilikan pemegang saham minoritas atas aset bersih anak perusahaan disajikan sebagai Bagian Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan di neraca konsolidasian. Perseroan mengkonsolidasi laporan keuangan MNK, walaupun Perseroan hanya mempunyai kepemilikan 50% saham MNK, karena Perseroan mempunyai pengendalian terhadap MNK yaitu dapat menunjuk atau memberhentikan sebagian besar manajemen MNK. Sesuai dengan Kesepakatan Bersama No. 151/PK/SP/UK/II/2008, tanggal 14 Februari 2008, yang diaktakan dengan Akta Notaris No. 15 dari Meiyane Halimatussyadiah, S.H., tanggal 29 Februari 2008, PT Ancora Mining Service (AMS), pemegang saham MNK terdahulu, berhak untuk menunjuk 2 orang Direksi MNK serta bersama-sama dengan pemegang-pemegang saham MNK lainnya berhak mengangkat 1 orang Direksi lainnya. Jumlah Direksi MNK per 30 September 2010 adalah 4 orang. Sesuai dengan Kesepakatan Bersama tersebut di atas dan Surat Keterikatan Terhadap Kesepakatan Bersama tanggal 4 Agustus 2008, Perseroan sebagai pemegang saham MNK, yang dahulu dimiliki oleh AMS, sekarang memiliki hak untuk menunjuk Direksi yang dahulu hak tersebut dimiliki oleh AMS. Pada tanggal 15 Maret 2010 terdapat Addendum Kesepakatan Bersama No. 182/PK/SP/UK/III/2010 yang memuat perubahan atas Kesepakatan Bersama No. 151/PK/UK/II/2008 tanggal 14 Februari 2008 sehubungan dengan pengalihan seluruh saham MNK yang dimiliki oleh PT Ancora Mining Service kepada Perseroan, dan juga terdapat penegasan mengenai hak untuk mengajukan Direksi dimana Perseroan berhak menunjuk 2 (dua) orang Direksi MNK dan bersama-sama dengan pemegang-pemegang saham MNK lainnya berhak mengajukan 1 (satu) orang Direksi lainnya, sehingga dari komposisi tersebut, maka jumlah Direksi yang diajukan oleh Perseroan dan selanjutnya pengangkatannya akan ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah melebihi porsi 50% (lima puluh persen). 12
15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Kas dan Setara Kas Perseroan dan anak perusahaan mengelompokkan semua kas dan bank serta deposito berjangka dengan masa jatuh tempo tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan sebagai kas dan setara kas. Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun disajikan sebagai Dana yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari Aset Lancar pada neraca konsolidasian. Kas dan setara kas yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun dari tanggal neraca konsolidasian disajikan sebagai Dana yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar pada neraca konsolidasian. d. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang diklasifikasikan sebagai pihak-pihak hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak hubungan istimewa telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. e. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu, berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo piutang untuk masingmasing pelanggan pada akhir periode. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut tidak tertagih. f. Persediaan Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk barang jadi dan bahan baku serta metode rata-rata bergerak untuk bahan penolong dan suku cadang. Harga perolehan barang jadi terdiri dari biaya bahan baku dan penolong, tenaga kerja langsung, biaya-biaya langsung lainnya dan biaya overhead yang dinyatakan sebesar nilai yang terkait dengan produksi. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Perseroan dan anak perusahaan menentukan penyisihan persediaan usang berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode. g. Beban Dibayar di Muka Beban dibayar di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaat masing-masing biaya. h. Aset Tetap Pemilikan Langsung Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi yang signifikan diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. 13
16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) h. Aset Tetap (lanjutan) Pemilikan Langsung (lanjutan) Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Tahun Pengembangan tanah 20 Bangunan 20 Mesin pabrik Peralatan pabrik 10 Perlengkapan proyek blasting 5 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan 8-15 Alat-alat penyambung pipa selubung 5 Perabot dan interior 5 Kendaraan 4-5 Peralatan kantor 3-5 Hak atas tanah dinyatakan berdasarkan harga perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak kepemilikan tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya. Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di telaah kembali, dan, jika diperlukan, disesuaikan secara prospektif pada masing-masing periode. Aset dalam Penyelesaian Biaya konstruksi bangunan dan pabrik serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Biaya pinjaman diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika aset kualifikasian telah selesai dan siap digunakan. i. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan investasi anak perusahaan/ perusahaan asosiasi atau bisnis dan nilai wajar bagian Perseroan atas aset bersih anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang dapat diidentifikasi, atau bisnis pada tanggal akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya, yaitu lima tahun. 14
17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Penurunan Nilai Aset Setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. k. Imbalan Kerja Karyawan Perseroan dan anak perusahaan mempunyai kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU 13). Anak perusahaan (MNK) mempunyai program pensiun manfaat pasti yang meliputi seluruh karyawan tetapnya dan kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan UU 13. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun. Pendanaan program pensiun berasal dari kontribusi MNK dan karyawan masing-masing sebesar 4% dan 9,65% dari gaji kotor. Jika pendanaan dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan kurang dari jumlah manfaat yang ditentukan oleh program pensiun, MNK akan menyisihkan kekurangan pendanaan tersebut. Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya untuk penyediaan imbalan kerja karyawan dalam UU 13 ditentukan menggunakan metode penilaian aktuaria Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi bersih dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari jumlah kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi 10% dari batas tersebut diakui selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para karyawan. Biaya jasa lalu yang timbul dari penerapan suatu program manfaat pasti atau perubahanperubahan dalam hutang imbalan kerja dari program yang sudah ada harus diamortisasi selama periode sampai manfaat tersebut telah menjadi hak karyawan. Anak perusahaan (MNK) memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk cuti panjang. Prakiraan biaya imbalan ini diakui sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan metodologi akuntansi yang hampir sama dengan yang digunakan dalam program imbalan pasca kerja manfaat pasti. Kewajiban ini dinilai oleh aktuaria independen. l. Informasi Segmen Sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi Iainnya yang berada dalam Iingkungan ekonomi lain. Berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimiliki, manajemen menetapkan bahwa segmen usaha merupakan segmen primer dan segmen geografis adalah segmen sekunder. 15
18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Berikut ini kurs mata uang asing utama yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal 30 September 2010 dan : 2010 Rp/Dolar Amerika Serikat Rp/Dolar Singapura Rp/Euro n. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan produk diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan kepada pelanggan. Pendapatan jasa peledakan diakui pada saat jasa diberikan dimana jumlah tersebut dapat diukur dengan andal. Pendapatan dari kontrak pengeboran dan perawatan sumur minyak diakui berdasarkan pekerjaan yang telah dikerjakan dengan mengalikan jumlah jam yang terpakai dengan tarif yang telah disetujui dengan pemberi kerja. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). o. Perpajakan Beban pajak tahun berjalan, ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode/tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diperkirakan akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau kewajiban dilunasi, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau, jika Perusahaan dan anak perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan p. Dividen Pembagian dividen final diakui sebagai kewajiban, ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Pembagian dividen interim diakui sebagai kewajiban ketika dividen disetujui RUPS Luar Biasa Perseroan. 16
19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Laba Bersih per Saham Dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan masing-masing berjumlah lembar saham dan lembar saham setelah memperhitungkan pengaruh retroaktif seakan-akan pembagian saham bonus sebesar lembar saham pada tanggal 15 Januari 2010 dilakukan pada tanggal 1 Januari. r. Transaksi Restrukturisasi Transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38, Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Dalam standar ini yang dimaksud dengan transaksi antara entitas sepengendali adalah pengalihan entitas dalam satu grup yang sama dan secara substansi tidak merubah kepemilikan, sehingga tidak ada pengakuan laba atau rugi pada grup maupun entitas individu pada grup yang sama. Transaksi yang mendasari restrukturisasi harus dibukukan pada nilai bukunya dan transaksi tersebut diperlakukan sebagai penggabungan usaha menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interest method). Dalam metode penyatuan kepemilikan, laporan keuangan perusahaan yang direstrukturisasi disajikan seolah-olah entitas pengakuisisi atau yang di lepas telah disatukan atau dilepaskan pada saat awal periode laporan keuangan terakhir disajikan atau ketika transaksi yang mendasari restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari grup. Selisih antara harga pengalihan yang dibayar atau diterima oleh Perseroan dari mengakuisisi atau melepaskan anak perusahaan dengan kepemilikan Perseroan pada aset bersih anak perusahaan diakui sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, sebagai bagian dari ekuitas. s. Sewa Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK No. 30 (Revisi 2007), sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada penyewa. Perseroan dan/atau anak perusahaan sebagai lessee Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset tetap (aset sewaan) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perseroan dan anak perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perseroan dan anak perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. 17
20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) s. Sewa (lanjutan) Perseroan dan/atau anak perusahaan sebagai lessor Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di neraca sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan pembiayaan. Pengakuan penghasilan pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Perseroan dan anak perusahaan dalam sewa pembiayaan. Dalam sewa menyewa biasa, Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset untuk sewa operasi di neraca sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Rental kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa. t. Aset Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perseroan dan anak perusahaan mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif. Biaya transaksi atas kontrak pembiayaan yang sudah terjadi pada saat standar diterapkan tidak diperhitungkan dalam perhitungan suku bunga efektif dari kontrak tersebut. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, kelompok tersedia untuk dijual, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Perseroan dan anak perusahaan menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pengakuan dan Pengukuran Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset. Aset keuangan Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya - lancar, piutang usaha, piutang lain-lain, dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar, dan pinjaman kepada pemegang saham diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. Biaya amortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan tersebut memperhitungkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya-biaya transaksi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Seluruh pembelian dan penjualan yang lazim pada aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan seperti contohnya tanggal pada saat Perseroan dan anak perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. 18
21 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) t. Aset Keuangan (lanjutan) Pembelian atau penjualan yang lazim adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu umumnya ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar. Penghentian Pengakuan Perseroan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perseroan dan anak perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Perseroan dan anak perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perseroan dan anak perusahaan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. u. Penurunan Nilai Aset Keuangan Setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perseroan dan anak perusahaan pertama kali menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual terdapat bukti penurunan nilai secara kolektif. Jika entitas menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka entitas memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Perseroan dan anak perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi. Ketika aset tidak tertagih, nilai tercatat atas aset keuangan yang telah diturunkan nilainya dikurangi secara langsung atau jika ada suatu jumlah telah dibebankan ke pos cadangan, jumlah tersebut dihapusbukukan terhadap nilai tercatat aset keuangan tersebut. Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, Perseroan dan anak perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor misalnya probabilitas kebangkrutan atau kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur dan gagal bayar atau keterlambatan pembayaran yang signifikan. 19
22 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) u. Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan sepanjang pemulihan tersebut tidak mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi. v. Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perseroan dan anak perusahaan menentukan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal kewajiban keuangan diukur pada nilai wajarnya. Kewajiban keuangan Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, beban yang masih harus dibayar dan pencadangan, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, pinjaman dari pemegang saham dan pinjaman jangka panjang diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Dalam hal kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam Beban keuangan dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika kewajiban keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersih dilaporkan dalam neraca jika, dan hanya jika, terdapat hak legal untuk saling hapus jumlah yang diakui dan ada intensi untuk menyelesaikan pada jumlah net, atau untuk merealisasikan aset dan melunasi kewajiban pada saat yang sama. w. Penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) Seperti dijelaskan dalam Catatan 2t - 2v, laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan pada tanggal dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Dalam menerapkan standar-standar baru di atas, Perseroan dan anak perusahaan telah mengidentifikasi penyesuaian penerapan berikut sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai ketentuan transisi untuk penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam penerapan ke PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) terdapat penyesuaian terhadap neraca konsolidasian awal Perseroaan dan anak perusahaan pada tanggal 1 Januari 2010 dijelaskan dalam tabel berikut ini: 20
23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) w. Penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (lanjutan) Saldo per Saldo per 1 Januari Januari 2010 sebelum setelah penerapan Penyesuaian ke penerapan PSAK No. 50 PSAK No. 50 PSAK No. 50 (Revisi 2006) (Revisi 2006) (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 dan PSAK No. 55 dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (Revisi 2006) (Revisi 2006) Aset Pinjaman kepada pemegang saham Hak minoritas Ekuitas Ekuitas lain-lain x. Murabahah Murabahah adalah transaksi pembelian barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Hutang yang timbul dari transaksi murabahah tangguhan diakui sebagai hutang murabahah sebesar harga beli yang disepakati (jumlah yang wajib dibayarkan). Aset yang diperoleh melalui transaksi murabahah diakui sebesar biaya perolehan murabahah tunai. Selisih antara harga beli yang disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai beban murabahah tangguhan dan diamortisasi secara proporsional dengan porsi hutang murabahah. y. Pernyataan yang telah dikeluarkan tapi belum berlaku efektif Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sampai dengan penyelesaian laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan tetapi belum efektif adalah sebagai berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: PSAK 1 (Revisi ) Penyajian Laporan Keuangan. Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 2 (Revisi ) Laporan Arus Kas. Memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode. PSAK 4 (Revisi ) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. Akan diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. PSAK 5 (Revisi ) Segmen Operasi. Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. PSAK 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak yang berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Penerapan dini diperkenankan. 21
24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) y. Pernyataan yang telah dikeluarkan tapi belum berlaku efektif (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: (lanjutan) PSAK 15 (Revisi ) Investasi Pada Entitas Asosiasi. Akan diterapkan untuk akuntansi investasi dalam entitas asosiasi. Menggantikan PSAK 15 (1994) Akuntansi untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi dan PSAK 40 (1997) Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi. PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Tak berwujud. Menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tak berwujud yang tidak diatur secara khusus dalam PSAK lain. Mensyaratkan untuk mengakui aset tak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria tertentu dipenuhi, dan juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tak berwujud dan pengungkapan yang berhubungan. PSAK 22 (Revisi 2010) Kombinasi Bisnis. Diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis guna meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya tentang kombinasi bisnis dan dampaknya. PSAK 23 (Revisi 2010) Pendapatan. Mengidentifikasikan keadaan saat kriteria mengenai pengakuan pendapatan akan terpenuhi, sehingga pendapatan akan diakui. Mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu. Memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. PSAK 25 (Revisi ) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. Menentukan kriteria untuk pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi, bersama dengan perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas perubahan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan koreksi kesalahan. PSAK 48 (Revisi ) Penurunan Nilai Aset. Menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus diakui. PSAK 57 (Revisi ) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. PSAK 58 (Revisi ) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian dan pengungkapan operasi dihentikan. ISAK 9 Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa. Diterapkan terhadap setiap perubahan pengukuran atas aktivitas purna-operasi, restorasi atau kewajiban yang serupa yaitu diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap sesuai PSAK 16 dan sebagai kewajiban sesuai PSAK 57. Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan. Perseroan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan Interpretasi yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangannya. 22
25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) z. Penggunaan Estimasi Penyajian laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan. Sehubungan dengan ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan dalam periode mendatang mungkin berbeda dengan estimasi tersebut. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan bank terdiri dari: Kas Rupiah Dolar AS Jumlah kas Pihak ketiga: Bank Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 juta) Jumlah Dolar Amerika Serikat PT Bank Permata Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT ANZ Panin Bank PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Standard Chartered Bank Jumlah Jumlah bank Jumlah kas dan setara kas Suku bunga kas di bank adalah suku bunga mengambang berdasarkan tingkat suku bunga deposito bank harian. 23
26 4. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA Aset lancar PT Bank Permata Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Jumlah Aset tidak lancar PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk Jumlah Aset lancar Saldo deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$ atau setara dengan Rp per 30 September 2010 pada PT Bank Permata Tbk merupakan deposito berjangka milik MNK yang dibatasi penggunaannya sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian fasilitas Trade dan fasilitas pembiayaan Murabahah (Catatan 14). Saldo dana yang dibatasi penggunaannya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan rekening giro dolar Amerika Serikat yang dijaminkan atas penerbitan bank garansi terkait dengan penyediaan jasa pengeboran kepada PT Chevron Pacific Indonesia sebesar AS$ atau setara dengan Rp Bank garansi tersebut akan jatuh tempo pada 8 November Aset tidak lancar Saldo dana yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$ atau setara dengan Rp per 30 September 2010 pada PT Bank CIMB Niaga Tbk merupakan rekening penampung yang dibatasi penggunaannya sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (Catatan 15). Saldo dana yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$ atau setara Rp dan Rp pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan jaminan pembayaran dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atas pembayaran Jual Beli Gas Pelanggan Industri Manufaktur dan Pembangkit Listrik. Suku bunga tahunan dan nisbah bagi hasil untuk instrumen keuangan syariah atas deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya adalah sebagai berikut: 2010 Bunga AS$ 1,25% - 1,75% - Bagi hasil Dolar AS 84%:16% 81% : 19% 24
27 5. PIUTANG USAHA Akun ini terdiri dari: Pihak ketiga PT Freeport Indonesia PT Pama Persada Nusantara PT Indominco Mandiri PT Chevron Pacific Indonesia PT Kideco Jaya Agung PT Saptaindra Sejati PT Leighton Contractors Indonesia PT Orica Mining Service PT Indomuro Kencana Sakti PT United Tractors Semen Gresik PT Newmont Nusa Tenggara Orica Singapore Pte., Ltd PT Petrosea Tbk PT Madhani Talatah Nusantara PT RPP Mining Contractors PT Pertamina (persero), Subang Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 milyar) Jumlah Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Pihak ketiga - bersih Pihak hubungan istimewa (Catatan 10) Jumlah Piutang Usaha - Bersih Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan pada umumnya mempunyai jangka waktu pembayaran hari. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo setiap akhir periode adalah sebagai berikut: Saldo awal periode Penyisihan tahun berjalan Saldo akhir periode Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo 1-30 hari
28 5. PIUTANG USAHA (lanjutan) Telah jatuh tempo (lanjutan) hari > 60 hari Jumlah piutang usaha Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Jumlah piutang usaha - bersih Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Dolar AS Rupiah Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Jumlah piutang usaha - bersih Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut. Manajemen juga berkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga. Pada tanggal 30 September 2010, piutang usaha sebesar Rp dijaminkan dalam Perjanjian Fidusia dengan PT Bank Permata Tbk sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14) yang diterima oleh MNK dan sebesar Rp dijaminkan pada PT Bank CIMB Niaga Tbk atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang panjang yang diterima oleh BN (Catatan 14 dan 15). 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi (Catatan 22) Suku cadang Bahan baku dan pembantu (Catatan 22) Bahan pengemas Barang dalam perjalanan Lain-lain Jumlah persediaan Pada tanggal 30 September 2010, persediaan telah diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi, seluruhnya pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar AS$ atau setara dengan Rp dan Rp Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. 26
29 6. PERSEDIAAN (lanjutan) Pada tanggal 30 September 2010, persediaan barang jadi MNK sebesar Rp merupakan persediaan Murabahah sehubungan dengan fasilitas Murabahah dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14). Pada tanggal 30 September 2010, persediaan MNK dengan jumlah minimal sebesar Rp dijaminkan dalam perjanjian Fidusia sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14 dan 15). Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat terjual atau digunakan sehingga tidak perlu dibuat penyisihan penurunan nilai persediaan. 7. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA Akun ini terdiri dari: Beban dibayar di muka Sewa Asuransi Jaminan pinjaman Lain-lain Jumlah beban dibayar di muka Uang muka Pembelian bahan baku Perjalanan dinas Akuisisi PT Bormindo Nusantara Pendirian PT Ancora Shipping Lain-lain Jumlah uang muka Jumlah beban dibayar di muka dan uang muka ASET TETAP Aset tetap terdiri dari: 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan langsung Hak atas tanah Pengembangan tanah Bangunan Mesin pabrik Peralatan pabrik Perlengkapan proyek blasting Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan Alat-alat penyambung pipa selubung Perabot dan interior Kendaraan ( ) Peralatan kantor ( )
30 8. ASET TETAP (lanjutan) 2010 (lanjutan) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan (lanjutan) Aset dalam penyelesaian ( ) Jumlah biaya perolehan ( ) Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah Pengembangan tanah Bangunan Mesin pabrik Peralatan pabrik Perlengkapan proyek blasting Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan Alat-alat penyambung pipa selubung Perabot dan interior Kendaraan ( ) Peralatan kantor ( ) Jumlah akumulasi penyusutan ( ) Nilai Buku - bersih , Catatan 36) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan langsung Hak atas tanah Pengembangan tanah Bangunan Mesin pabrik Peralatan pabrik Perlengkapan proyek blasting Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan Alat-alat penyambung pipa selubung Perabot dan interior Kendaraan ( ) Peralatan kantor Aset dalam penyelesaian Jumlah biaya perolehan ( ) Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah Pengembangan tanah Bangunan Mesin pabrik Peralatan pabrik Perlengkapan proyek blasting Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan Alat-alat penyambung pipa selubung Perabot dan interior Kendaraan ( ) Peralatan kantor Jumlah akumulasi penyusutan ( ) Nilai Buku - bersih
31 8. ASET TETAP (lanjutan) Termasuk di dalam penambahan tahun adalah aset tetap dari BN, anak perusahaan, yang disajikan seolah-olah dikonsolidasi sejak 23 Juni (Catatan 1d) sebagai berikut: Akumulasi Nilai Buku - Biaya Penyusutan Bersih Hak atas tanah Bangunan Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan Alat-alat penyambung pipa selubung Perabot dan interior Kendaraan Peralatan kantor Aset dalam penyelesaian Jumlah Perhitungan laba (rugi) dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Nilai buku bersih aset tetap Hasil penjualan - bersih Laba (rugi) penjualan aset tetap - bersih ( ) Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok pendapatan jasa (Catatan 22) Beban pabrikasi (Catatan 23) Beban operasional (Catatan 24 dan 25) Jumlah Efek penyesuaian pro forma - ( ) Beban sebelum efek penyesuaian proforma Aset dalam penyelesaian merupakan pembayaran uang muka MNK atas pembangunan pabrik baru di Cikampek. Pembangunan pabrik baru rencananya akan diselesaikan pada tahun Persentase estimasi penyelesaian pembangunan pabrik baru sampai dengan 30 September 2010 adalah 57,4%. Pabrik MNK dibangun di atas tanah milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek yang disewa selama 20 tahun (Catatan 30a). 29
32 8. ASET TETAP (lanjutan) Pada tanggal 30 September 2010 dan, alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan yang tidak dipakai sementara adalah sebagai berikut: Biaya perolehan Akumulasi penyusutan ( ) ( ) Nilai buku - bersih Pada tanggal 30 September 2010 dan, alat-alat penyambung pipa selubung telah disusutkan penuh dan masih digunakan. Pada tanggal 30 September 2010, aset tetap telah diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi, seluruhnya pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ setara dengan Rp dan Rp Manajemen Perseroan dan anak perusahaan berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran, bencana alam dan risiko lainnya. Pada tanggal 30 September 2010, mesin pabrik dan konstruksi dalam penyelesaian dengan jumlah minimal masing-masing sebesar AS$ dan Rp dijaminkan dalam Perjanjian Fidusia sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan fasilitas Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk yang diterima MNK (Catatan 14). Kendaraan dan alat-alat pengeboran/ perawatan sumur minyak masing-masing dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp dan Rp , digunakan sebagai jaminan atas hutang pembiayaan konsumen dan pinjaman bank yang diterima oleh Perseroan dan BN (Catatan 13 dan 15). Berdasarkan analisa manajemen Perseroan dan anak perusahaan, bahwa tidak terdapat kejadiankejadian atau perubahan-perubahan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada 30 September 2010 dan. 9. GOODWILL - BERSIH Akun ini terdiri dari: Harga perolehan - awal Akumulasi amortisasi Awal periode ( ) - Penambahan periode berjalan ( ) - Akhir periode ( ) - Goodwill - bersih Manajemen berkeyakinan nilai tercatat goodwill pada tanggal neraca dapat dipulihkan sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai 30
33 10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perseroan dan anak perusahaan mengadakan transaksi dengan pihak hubungan istimewa, yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang disepakati bersama. Sifat hubungan istimewa Perincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Sifat Hubungan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Transaksi Pemegang saham - PT Ancora Resources - PT Pupuk Kujang - Yayasan Dana Abadi Karya Bakti - Pinjaman untuk modal kerja dan dividen - Pembelian bahan baku, jasa manajemen dan dividen - Dividen Mempunyai pemegang saham yang sama dengan Perseroan dan anak perusahaan - PT Kawasan Industri Kujang Cikampek - PT Kujang Sud Chemie Catalyst -Yayasan Hari Tua Karyawan PT Pupuk Kujang - Sewa tanah - Penjualan asam nitrat - Sewa kantor Mempunyai komisaris atau direksi yang sama dengan Perseroan atau anak perusahaan - PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) - Pembelian atas barang dan jasa untuk konstruksi pabrik baru Transaksi Penjualan produk PT Kujang Sud Chemie Catalyst Persentase terhadap jumlah penjualan bersih 0,26% 0,50% Pembelian produk dan jasa PT Pupuk Kujang Persentase terhadap beban pokok penjualan 4,23% 5,43% Pembebanan biaya Jasa manajemen PT Pupuk Kujang Beban sewa PT Kawasan Industri Kujang Cikampek Jumlah Persentase terhadap beban pokok penjualan dan beban usaha 0,45% 0,41% 31
34 10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Saldo Aset Piutang usaha PT Kujang Sud Chemie Catalyst Persentase terhadap jumlah aset 0,06% 0,09% Pinjaman kepada pemegang saham PT Ancora Resources Persentase terhadap jumlah aset 3,29% 4,35% Pengadaan atas barang dan jasa yang dikapitalisasi ke aset dalam penyelesaian (Catatan 8) PT Inti Karya Persada Tehnik Persentase terhadap jumlah aset 6,01% - Pada tanggal 6 Juni, BN dan PT Ancora Resources (AR), pemegang saham Perseroan, mengadakan perjanjian pinjaman, dimana AR setuju untuk mengambil alih sisa saldo pinjaman dari pemegang saham BN sebelumnya, Shore Cap Limited, sebesar AS$ dengan bunga pinjaman SIBOR ditambah dengan marjin sebesar 3,5%. AR akan melunasi seluruh bunga dan pokok pinjamannya pada tanggal 5 Juni 2014 dengan masa perpanjangan maksimum 2 (dua) tahun dan tingkat bunga tahunan akan berubah menjadi sebesar SIBOR ditambah dengan marjin sebesar 5%. Kewajiban Hutang usaha PT Pupuk Kujang Hutang pembelian aset tetap PT Inti Karya Persada Tehnik Beban yang masih harus dibayar PT Pupuk Kujang Persentase terhadap jumlah kewajiban 5,51% 2,98% Hutang dividen Kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan PT Pupuk Kujang Yayasan Dana Abadi Karya Bakti Pinjaman kepada pemegang saham PT Ancora Resources Persentase terhadap jumlah kewajiban 4,15% - 32
35 10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Pada tanggal 2 November, Perseroan menandatangani perjanjian pinjaman dari AR, pemegang saham Perseroan, dengan total maksimum pinjaman sebesar Rp dan AS$ Tujuan pinjaman adalah untuk modal kerja Perseroan. Pinjaman ini tidak dijamin dan jatuh tempo pada tanggal 1 November Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 0,5% per tahun. Berdasarkan Addendum Perjanjian Pinjaman tanggal 11 Oktober 2010, AR setuju untuk menambah jumlah pinjaman menjadi maksimum sebesar Rp dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 3 tahun terhitung sejak 2 Nopember (Catatan 35). 11. HUTANG USAHA Rincian hutang usaha pada tanggal 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pemasok Pihak ketiga PT Orica Mining Service Orica Singapore Pte., Ltd Orica International Pte., Ltd African Explosives Limited DNX Australia Pty., Ltd Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) Jumlah pihak ketiga Pihak hubungan istimewa (Catatan 10) Jumlah hutang usaha b. Berdasarkan umur Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo Jumlah hutang usaha Hutang usaha tidak dikenakan bunga dan pada umumnya mempunyai jangka waktu pembayaran hari. c. Berdasarkan mata uang Dolar AS Rupiah
36 11. HUTANG USAHA (lanjutan) c. Berdasarkan mata uang (lanjutan) Dolar Singapura Euro Jumlah hutang usaha BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR DAN PENCADANGAN Rincian beban masih harus dibayar dan pencadangan terdiri dari: Pencadangan bonus untuk Komisaris, Direktur dan karyawan Biaya provisi dan tahunan atas fasilitas pinjaman bank Bunga Sewa alat pengeboran dan perawatan sumur dan pompa Honorarium tenaga ahli Jasa manajemen (Catatan 10) Lain-lain Jumlah HUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Saldo hutang pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut: PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Panin Tbk PT Austindo Nusantara Jaya Finance PT Mitsui Leasing Capital PT U Finance Indonesia Jumlah Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun ( ) ( ) Bagian jangka panjang Pada tahun 2010 dan, Perseroan dan anak perusahaan mendapat fasilitas pembiayaan konsumen untuk pembelian kendaraan dengan jangka waktu antara dua sampai lima tahun dengan suku bunga berkisar antara 5% sampai 7% per tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang dibeli. 34
37 14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK Rincian pinjaman bank jangka pendek adalah sebagai berikut: PT Bank Permata Tbk Faktur komersil (AS$ dan Rp ) Murabahah (AS$ ) PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$ ) Jumlah PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) Berdasarkan Akta Notaris No. 11 dari Elly Halida, S.H., tanggal 13 Agustus, MNK memperoleh fasilitas pembiayaan Murabahah dari PT Bank Permata Tbk ( Permata ), dimana Permata, baik secara langsung maupun tidak langsung, setuju untuk membeli aset tertentu dan kemudian menjualnya kembali kepada MNK dengan marjin harga, syarat dan kondisi yang telah disepakati bersama. Sehubungan dengan fasilitas pembiayaan Murabahah tersebut di atas, berdasarkan Akta Notaris No. 12 dari Elly Halida, S.H., tanggal 13 Agustus, Permata ditunjuk sebagai agen oleh MNK untuk membeli aset yang terkait dengan perjanjian pendanaan tersebut dengan nilai sebesar AS$ Marjin bagi hasil atas fasilitas ini ditentukan sebelum dokumen persetujuan transaksi ditandatangani. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 13 Agustus. Pada tanggal 12 Agustus 2010, Permata setuju untuk memperpanjang Perjanjian Fasilitas Murabahah dengan Surat Perpanjangan No. PFM/10/588amd/CGVC. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2010 sampai 13 Agustus Pada tanggal 30 September 2010, MNK menggunakan fasilitas Murabahah atas beberapa ikatan untuk pembelian persediaan dari beberapa pemasok sebesar AS$ atau setara dengan Rp dengan rata-rata tingkat marjin bagi hasil selama periode 2010 sebesar 7% per tahun. Hutang tersebut jatuh tempo pada bulan Oktober, Nopember dan Desember Berdasarkan Akta Notaris No. 23 dari Elly Halida, S.H., tanggal 26 Oktober, MNK memperoleh pembiayaan baru berupa Fasilitas Trade dari Permata yang terdiri dari Faktur Komersial CIF-2, Fasilitas Usance Letter of Credit (ULC) dan Usance Payable at Sight (UPAS) yang dapat dipakai bersama-sama, dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$ Bunga atas fasilitas CIF-2 ditetapkan berdasarkan tingkat suku bunga mengambang dan bunga untuk fasilitas UPAS sebesar 7% per tahun. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 26 Oktober. Berdasarkan Akta Notaris No. 34 dari Drs. Gunawan Tedjo, SH. MH, tanggal 6 April 2010, MNK menambah fasilitas CIF-2 menjadi sebesar AS$ MNK juga memperoleh fasilitas baru berupa Fasilitas Term Loan untuk membiayai investasi MNK dalam pembangunan pabrik baru - MNK II dari Permata yang dapat dipergunakan untuk Fasilitas Sight Letter of Credit (SLC), Usance Letter of Credit (ULC), Usance Payable at Sight (UPAS), dan Usance Financing at Maturity Date (UFAM) dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$ Bunga atas fasilitas CIF-2 dan Term Loan ditetapkan berdasarkan tingkat suku bunga mengambang. Selama periode 2010 tingkat suku bunga yang berlaku sebesar 7% - 7,25% per tahun. Bunga untuk fasilitas UPAS dari fasilitas CIF-2 dan Term Loan masing-masing sebesar 6,75% dan 5,5% per tahun. Fasilitas CIF-2 tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 6 April 2010 dan fasilitas Term Loan tersedia untuk periode 48 bulan terhitung sejak tanggal 8 April
38 14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) Berdasarkan Akta Notaris No. 86 dari Drs. Gunawan Tedjo, S.H., M.H., tanggal 19 Juli 2010, MNK memperoleh fasilitas baru berupa Fasilitas Letter of Credit (LC) dari Permata yang terdiri dari Usance Payable at Sight (UPAS) dan Usance Financing at Maturity Date (UFAM) dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$ dengan tingkat bunga sebesar 6% per tahun dan jangka waktu 120 hari. Fasilitas ini tersedia untuk periode 30 hari terhitung sejak 19 Juli Berdasarkan Akta Perubahan Kelima Notaris No. 83 dari Drs. Gunawan Tedjo, SH. MH, tanggal 12 Agustus 2010, MNK telah memperpanjang Fasilitas CIF-2 untuk periode 12 bulan sampai dengan 13 Agustus Jumlah jaminan Fidusia MNK atas fasilitas CIF-2 dan Term Loan dengan Permata atas piutang dagang, persediaan, pabrik MNK I, dan konstruksi dalam pembangunan MNK II masingmasing menjadi minimal sebesar Rp , Rp , Rp , dan AS$ Saldo terhutang untuk fasilitas CIF-2 pada tanggal 30 September 2010 sebesar AS$ atau setara dengan Rp dan Rp yang merupakan pemakaian atas Fasilitas UPAS terkait dengan pembelian Ammonium Nitrat dari beberapa pemasok. Pinjaman tersebut jatuh tempo pada bulan Oktober, Nopember dan Desember Saldo terhutang untuk fasilitas Term Loan pada tanggal 30 September 2010 sebesar AS$ atau setara dengan Rp , yang merupakan pemakaian atas Fasilitas UFAM terkait dengan pembayaran kepada beberapa pemasok dan kontraktor untuk pembangunan pabrik baru - MNK II. Pinjaman tersebut jatuh tempo mulai Juli 2011 dengan pembayaran secara cicilan setiap bulannya sampai dengan April Atas setiap pembukaan letter of credit melalui Fasilitas Trade dan pembiayaan Murabahah, MNK diwajibkan untuk menyetor marginal deposit sebesar 30% hingga 60% dari nilai nominal letter of credit yang dibuka (Catatan 4). Perjanjian-perjanjian fasilitas kredit tersebut juga mencakup pembatasan-pembatasan yang mensyaratkan MNK untuk: - menjaga rasio hutang terhadap modal maksimum sebesar 3 kali; - memastikan bahwa pemegang saham MNK yaitu PT Pupuk Kujang dan Perseroan menjaga kepemilikan saham mereka di MNK minimal sebesar 70%; - menjaga saldo minimum rekening MNK di Permata sebesar AS$ ; - menyisihkan dana di rekening penampung secara bertahap sampai dengan April 2011 dengan nilai minimum sebesar AS$ ; - menjaga rasio jumlah hutang terhadap EBITDA maksimum 3 kali. Pada tanggal 30 September 2010, MNK telah mematuhi seluruh persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh Permata tersebut di atas. 36
39 14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Bormindo Nusantara (BN) Berdasarkan Perubahan dan Pernyataan Kembali Terhadap Perjanjian Kredit No. 291/AMD/CB/JKT/2010 tertanggal 31 Mei 2010, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman jangka pendek kepada BN dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar AS$ dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman Fasilitas A, dengan jumlah pokok pinjaman sampai dengan AS$ Pinjaman tersebut dapat dicairkan dalam jangka waktu 8 (delapan) bulan sejak tanggal perjanjian. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam 5 (lima) kali cicilan bulanan masing-masing sebesar 20% dari jumlah penarikan dimulai sejak 3 (tiga) bulan sejak penarikan pertama. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 8,5%. Sampai dengan tanggal 30 September 2010, BN telah menarik Pinjaman Fasilitas A sebesar AS$ b. Pinjaman Fasilitas B, dengan jumlah pokok pinjaman sampai dengan AS$ Pinjaman tersebut dapat dicairkan dalam jangka waktu sesuai dengan masa kerja dalam kontrak No. C antara BN dengan PT Chevron Pacific Indonesia. Pinjaman ini harus dibayar kembali setiap bulan, dimulai sejak satu bulan setelah kontrak No. C efektif dimulai sesuai dengan jangka waktu kontrak. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 8,5%. Sampai dengan tanggal 30 September 2010, BN belum melakukan penarikan atas Pinjaman Fasilitas B. Fasilitas kredit digunakan oleh BN untuk membiayai kegiatan jasa pengeboran untuk PT Chevron Pacific Indonesia dan dijamin dengan piutang usaha dan alat-alat pengeboran milik BN. Pada tanggal 30 September 2010, BN tidak memenuhi persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB (Catatan 15). Manajemen BN akan mengajukan permohonan waiver kepada CIMB. Manajemen BN berkeyakinan bahwa CIMB akan menyetujui permohonan waiver tersebut. 15. PINJAMAN JANGKA PANJANG Rincian pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut: Jatuh tempo Jatuh tempo Saldo 30 September 2010 dalam 1 tahun lebih dari 1 tahun Jumlah PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$ ) PT Bank Permata Tbk (AS$ ) Dikurangi: Biaya pinjaman yang belum diamortisasi - ( ) ( ) Jumlah Jatuh tempo Jatuh tempo Saldo 30 September dalam 1 tahun lebih dari 1 tahun Jumlah PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$ ) Biaya pinjaman merupakan biaya ditangguhkan yang berasal dari biaya komitmen, biaya perolehan pinjaman dan biaya provisi sehubungan dengan perolehan pinjaman dan diamortisasi selama masa pinjaman. Amortisasi atas biaya pinjaman yang diakui sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 adalah sebesar Rp
40 15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Perseroan Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 209/CBG/JKT/09 tertanggal 16 September, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah maksimum sebesar AS$ dan tingkat bunga sebesar 10,5% per tahun dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman Fasilitas A, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$ Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk membiayai 65% dana yang diperlukan untuk peningkatan 10% kepemilikan saham di MNK sehingga kepemilikan Perseroan di MNK akan menjadi 50%. b. Pinjaman Fasilitas B, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$ Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk membiayai 65% dana yang dibutuhkan oleh Perseroan dalam rangka pembelian 60% saham BN. Pinjaman Fasilitas A dan B ini dapat dicairkan pada tanggal 16 September sampai dengan 31 Oktober. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam dua puluh (20) kali cicilan kuartalan yang dimulai pada tanggal 17 Maret 2011 sampai dengan 17 Desember Perseroan telah menarik seluruh Pinjaman Fasilitas A dan B sebesar AS$ Fasilitas ini dijamin dengan jaminan berupa gadai saham PT Ancora Resources pada Perseroan sebesar Rp atau 150% dari jumlah pinjaman dan rekening penampung di CIMB minimal sebesar enam bulan bunga pinjaman atau setara dengan AS$ Berdasarkan Perubahan terhadap Perjanjian Kredit No. 093/AMD/CBG/JKT/2010 tertanggal 18 Februari 2010, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Perseroan setuju untuk menurunkan suku bunga kredit Fasilitas A dan B dari 10,5% menjadi 9,5% per tahun. Perjanjian pinjaman tersebut menyebutkan pula beberapa pembatasan, antara lain: a. Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan pemakaian seluruh atau sebagian aset Perseroan, baik barang-barang bergerak maupun tidak bergerak, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. b. Menjaminkan atau mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan Perseroan kepada orang atau pihak lain, kecuali meminjamkan atau mengagunkan kekayaan kepada CIMB sebagaimana tertuang di dalam perjanjian-perjanjian jaminan. c. Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban Perseroan untuk membayar kepada pihak ketiga, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. d. Menjaminkan langsung maupun tidak langsung kepada pihak ketiga, kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran atau penagihan transaksi-transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha. e. Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. f. Mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha Perseroan seperti yang sedang dijalankan saat ini. g. Mengadakan perubahan anggaran dasar dan nilai saham Perseroan. h. Melakukan merger atau akuisisi, konsolidasi, re-organisasi dan pembubaran Perseroan, termasuk menjual atau mengalihkan hak atas kepemilikan Perseroan dan anak perusahaan kepada pihak lain. i. Menerbitkan jaminan/indemnities kepada pihak ketiga atas hutang afiliasi atau anak perusahaan. j. Mengadakan perjanjian atau kontrak baru dengan pihak lain/afiliasi yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha sehingga Perseroan tidak dapat membayar pinjamannya kepada CIMB. k. Melakukan investasi pengeluaran modal lebih dari Rp per tahun. l. Mengajukan moratorium, penundaan pembayaran atau kepailitan. 38
41 15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Perseroan (lanjutan) Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, Perseroan harus mempertahankan interest service coverage ratio minimum sebesar 1,5 kali dan debt service coverage ratio minimum sebesar 1 kali. Pada tanggal 30 September 2010, Perseroan telah mematuhi seluruh persyaratan penting sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB tersebut di atas. PT Bormindo Nusantara (BN) Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 238/CBG/JKT/09 tertanggal 29 September, CIMB setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berjangka kepada BN dengan jumlah maksimum sebesar AS$ dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman berjangka A, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$ Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 9,5% per tahun. b. Pinjaman berjangka B, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$ Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 10,5% per tahun. Pinjaman berjangka A dan B tersebut dapat dicairkan pada tanggal 29 September sampai dengan 1 (satu) bulan setelahnya. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam 13 (tiga belas) kali cicilan kuartalan yang dimulai pada bulan Desember sampai dengan bulan Desember BN telah menarik fasilitas A dan B masing-masing sebesar AS$ dan AS$ Fasilitas kredit ini digunakan oleh BN untuk membiayai pengambilalihan pinjaman BN dari Standard Chartered Bank tertanggal 27 Desember dan fasilitas pinjaman IPAM tertanggal 2 Mei 2007 sebesar AS$ Fasilitas ini dijamin dengan jaminan berupa piutang BN dan alat-alat pengeboran. Berdasarkan Surat No. 060/LA/CBG-I/JKT/I/2010, CIMB telah melakukan penyesuaian terhadap tingkat suku bunga pinjaman Fasilitas A dan B masing-masing menjadi 9,5% dan 10,5% per tahun yang berlaku efektif sejak 25 Januari Perjanjian pinjaman tersebut menyebutkan pula beberapa pembatasan, antara lain: - Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan pemakaian seluruh atau sebagian aset BN, baik barang-barang bergerak maupun tidak bergerak milik BN, kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Menjaminkan atau mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan BN kepada orang atau pihak lain, kecuali menjaminkan atau mengagunkan kekayaan kepada CIMB sebagaimana tertuang di dalam perjanjian-perjanjian jaminan. - Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban BN untuk membayar kepada pihak ketiga yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha ke arah kondisi yang buruk, kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Menjaminkan langsung maupun tidak langsung pihak ketiga lainnya termasuk atas hutang afiliasi atau anak BN, kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran atau penagihan transaksi-transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha. - Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha BN seperti yang sedang dijalankan saat ini. - Mengubah susunan para pemegang saham dan nilai saham BN. - Mengumumkan dan membagikan dividen saham, apabila terdapat tunggakan kewajiban pembayaran yang telah jatuh tempo kepada CIMB. 39
42 15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) PT Bormindo Nusantara (BN) (lanjutan) - Melakukan merger atau akuisisi. - Membayar atau membayar kembali tagihan-tagihan atau piutang-piutang berupa apapun juga yang sekarang dan/atau kemudian hari akan diberikan oleh para pemegang saham BN baik berupa jumlah pokok, bunga dan lain-lain jumlah uang yang wajib dibayar. - Menyimpang terhadap pembatasan ketiga dan kelima di atas, BN berhak untuk menerima pinjaman dari pihak ketiga lainnya dan karenanya mempunyai kewajiban membayar kembali kepada pihak ketiga tersebut, apabila CIMB tidak membalas atau setuju untuk memberikan pendanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 6.10 Perjanjian Kredit No. 238/CBG/JKT/09 tertanggal 29 September, dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak CIMB menerima surat permohonan pendanaan dari BN. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, BN harus mempertahankan interest service coverage ratio minimum sebesar 1,5 kali dan debt service coverage ratio minimum sebesar 1 kali. Pada tanggal 30 September 2010, BN tidak memenuhi persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB tersebut di atas. Manajemen BN akan mengajukan permohonan waiver kepada CIMB. Manajemen BN berkeyakinan bahwa CIMB akan menyetujui permohonan waiver tersebut. 16. PERPAJAKAN a. Hutang Pajak Rincian hutang pajak adalah sebagai berikut: Perseroan Pajak Penghasilan Pasal Pasal 23 dan Pasal 4(2) Pasal Pajak Pertambahan Nilai Anak Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal Pasal 23 dan Pasal 4(2) Pasal Pajak Pertambahan Nilai Jumlah hutang pajak
43 16. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Penghasilan Badan Beban pajak kini Perseroan ( ) - Anak perusahaan ( ) ( ) Jumlah pajak kini ( ) ( ) Manfaat pajak tangguhan Perseroan Anak perusahaan - bersih Jumlah pajak tangguhan Jumlah pajak penghasilan ( ) ( ) Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian Laba anak perusahaan sebelum taksiran pajak penghasilan badan ( ) ( ) Jurnal eliminasi konsolidasi Laba sebelum beban pajak penghasilan - Perseroan Beda temporer Imbalan kerja karyawan Aset tetap Beda tetap Bagian atas laba anak perusahaan - bersih ( ) ( ) Beban yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang dikenakan pajak final ( ) ( ) Taksiran rugi pajak Perseroan ( ) ( ) Beban pajak kini: Perseroan Pajak penghasilan sesuai tarif pajak berlaku - - Pajak kini - final Anak perusahaan Pajak penghasilan sesuai tarif pajak berlaku Efek penyesuaian pro forma - ( )
44 16. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan) Beban pajak kini konsolidasian Dikurangi: Pajak penghasilan dibayar di muka Perseroan Anak perusahaan Lebih (kurang) bayar pajak kini konsolidasian Perseroan Anak perusahaan ( ) Rugi fiskal Perseroan yang dibawa ke masa depan, yang dapat dipakai sebagai kompensasi pengurang penghasilan kena pajak di masa lima tahun mendatang, terjadi di periode fiskal berikut: 2010 Periode Periode Periode Jumlah Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan Perseroan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban pajak penghasilan - Perseroan Pajak penghasilan (tarif tetap yang berlaku) Pengaruh pajak penghasilan pada beda permanen: Penghasilan yang dikenakan pajak final ( ) ( ) Beban yang tidak dapat dikurangkan ( ) ( ) Penyesuaian tarif pajak dan penyesuaian ( ) Beban (manfaat) menurut laporan laba rugi konsolidasian Perseroan ( ) ( ) Anak perusahaan Jumlah
45 16. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak dibayar di muka Perseroan Pajak penghasilan badan Pajak Pertambahan Nilai Anak perusahaan Pajak penghasilan badan Pajak Pertambahan Nilai Jumlah d. Pajak tangguhan Aset pajak tangguhan - bersih Perseroan Rugi Fiskal Aset tetap Imbalan kerja karyawan Cadangan aset pajak tangguhan - rugi fiskal ( ) Anak perusahaan Pencadangan bonus Imbalan kerja karyawan Penyisihan piutang ragu-ragu Aset tetap ( ) ( ) Aset pajak tangguhan - bersih konsolidasi Kewajiban pajak tangguhan - bersih Anak perusahaan Aset tetap ( ) ( ) Imbalan kerja karyawan Rugi fiskal Kewajiban pajak tangguhan - bersih konsolidasi ( ) ( ) Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan aset pajak tangguhan cukup untuk menutup kerugian yang timbul dari tidak terealisasinya aset pajak tangguhan dari rugi pajak. Realisasi aset pajak tangguhan bergantung pada kemampuan Perseroan dan anak perusahaan untuk menghasilkan pendapatan kena pajak yang memadai di masa mendatang. 43
46 16. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Ketetapan pajak PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) Pada tanggal 30 April, MNK menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dari DJP atas pemotongan pajak penghasilan badan, pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pemotongan pajak penghasilan badan, pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 25 November, MNK menerima SKPKB dari DJP atas pajak penghasilan badan untuk tahun pajak 2007 yang menetapkan kurang bayar pajak dan denda sebesar Rp MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 4 Desember, MNK menerima SKPKB dari DJP atas pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp dan Rp MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 21 Desember dan 18 Januari 2010, MNK menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk masa pajak Mei, September dan Desember 2008 yang menetapkan lebih bayar masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp dari yang seharusnya masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp sesuai dengan yang dilaporkan di dalam surat pemberitahuan. MNK menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih sebesar Rp sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. PT Bormindo Nusantara (BN) Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPLB dari DJP atas pajak penghasilan badan tahun 2008 yang menetapkan lebih bayar sebesar Rp yang seharusnya sebesar Rp sesuai dengan yang dilaporkan di dalam surat pemberitahuan. BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih atas perbedaan sebesar Rp sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPKB tambahan dari DJP atas PPN untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui kurang bayar pajak dan dendanya sebagai beban sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPKB dari DJP atas pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp dan Rp BN menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 16 Agustus 2010, BN menerima SKPLB dari DJP atas Pajak Pertambahan Nilai untuk tahun pajak periode Januari - Juni sebesar Rp BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih atas perbedaan sebesar Rp sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. 44
47 16. PERPAJAKAN (lanjutan) Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perseroan dan anak perusahaan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak, atau sampai dengan akhir tahun 2013, mana lebih dulu. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku mulai tahun 2008, DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. 17. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA KARYAWAN a. Program pensiun Anak perusahaan (MNK) mempunyai program pensiun manfaat pasti yang meliputi seluruh karyawan tetapnya. Program pensiun manfaat pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara ( Danapera ), yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 382/KM.17/1996 tanggal 15 Oktober Pendiri Danapera adalah PT Global Mediacom Tbk (dahulu PT Bimantara Citra Tbk) dan MNK bertindak sebagai mitra pendiri. Pendanaan program pensiun berasal dari kontribusi MNK dan karyawannya masing-masing sebesar 4% dan 9,65% dari gaji kotor. Jika pendanaan dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan kurang dari jumlah manfaat yang ditentukan oleh program pensiun, MNK akan menyisihkan kekurangan pendanaan tersebut. b. Kewajiban imbalan kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun Perseroan dan anak perusahaan (MNK dan BN) mempunyai kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU 13). MNK juga menyisihkan kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan UU 13 dan imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk cuti panjang. MNK melakukan juga penyisihan tunjangan purna jabatan untuk Dewan Komisaris dan Direksi MNK sebesar dua kali gaji bulanan terakhir dikalikan dengan masa kerja. Kewajiban imbalan kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun meliputi imbalan-imbalan tersebut di atas. Mutasi kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut: Saldo awal periode Jumlah yang dibebankan Pembayaran manfaat ( ) ( ) Efek penyesuaian pro forma Saldo akhir periode
48 18. HAK MINORITAS ANAK PERUSAHAAN Akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aset/(kewajiban) bersih dan laba/(rugi) bersih anak perusahaan dengan rincian sebagai berikut: a. Bagian minoritas atas aset bersih anak perusahaan PT Multi Nitrotama Kimia PT Bormindo Nusantara PT Ancora Shipping Jumlah b. Hak minoritas atas laba (rugi) bersih PT Multi Nitrotama Kimia PT Bormindo Nusantara ( ) PT Ancora Shipping ( ) - Jumlah MODAL SAHAM Rincian modal disetor Perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham pada tanggal 30 September 2010 dan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut: 30 September 2010 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Ancora Resources ,00% UBS AG, Singapore S/A Summer Harvest Pte Ltd ,18% Pictet and CIE S/A Burgundy Assets Corp ,04% Sarasin Robo Nominees (Singapore) Pte Ltd ,79% Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,99% Jumlah ,00% September Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Ancora Resources ,23% Summer Harvest Pte. Ltd ,27% Pictet and CIE S/A Burgundy Assets Corp ,06% Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,44% Jumlah %
49 19. MODAL SAHAM (lanjutan) Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 11 September, sebagaimana diaktakan dalam Akta Keputusan Rapat No. 2 pada tanggal 1 Desember, yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi sebesar Rp Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH tanggal 11 Februari Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 1 Desember, sebagaimana diaktakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 8 pada tanggal 19 Januari 2010, yang dibuat dihadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi sebesar Rp melalui kapitalisasi tambahan modal disetor. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH tanggal 11 Februari 2010 (Catatan 20). 20. TAMBAHAN MODAL DISETOR Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Penawaran umum perdana Agio saham Biaya penawaran umum terbatas I ( ) ( ) Biaya penawaran umum terbatas II ( ) - Kapitalisasi tambahan modal disetor tahun 2008 ( ) - Jumlah Agio saham merupakan selisih antara harga saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I dan II (Catatan 1) dengan harga per lembar saham masing-masing sebesar Rp170 dan Rp520 dengan nilai nominal per saham Rp100 untuk masing-masing saham dan saham yang ditawarkan. Biaya Penawaran Umum Terbatas I dan II terdiri dari imbalan jasa profesional yang dibayarkan kepada akuntan, penasihat hukum, penasihat keuangan dan biro administrasi efek. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 1 Desember yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 8 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 19 Januari 2010, semua pemegang saham menyetujui untuk membagikan saham bonus sebanyak lembar saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham sebesar Rp yang dibagikan kepada para pemegang saham secara proporsional dengan rasio setiap pemegang 50 saham berhak mendapatkan 21 saham baru dengan harga sebesar nilai nominal yaitu Rp100 setiap lembar saham. Saham bonus ini telah dibagikan pada tanggal 15 Januari
50 21. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut: Barang pabrikasi Amonium nitrat Asam nitrat Barang dagangan Amonium nitrat Bahan peledak Pendapatan jasa Peledakan Pengeboran Perawatan sumur minyak Angkutan kapal Jumlah Rincian pelanggan dengan penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut: Persentase Terhadap Jumlah Jumlah Penjualan Konsolidasian Pihak ketiga: PT Freeport Indonesia ,42% 17,98% PT Indominco Mandiri ,65% 15,93% PT Chevron Pacific Indonesia ,54% BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Beban Pabrikan Persediaan bahan baku dan pembantu awal Pembelian Persediaan bahan baku dan pembantu akhir (Catatan 6) ( ) ( ) Pemakaian persediaan bahan baku dan bahan pembantu Upah langsung Beban pabrikasi (Catatan 23) Jumlah biaya produksi Persediaan barang jadi Awal periode Akhir periode (Catatan 6) ( ) ( ) Jumlah beban pokok penjualan - pabrikan
51 22. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Barang dagangan Awal periode Pembelian impor Tersedia untuk dijual Akhir periode (Catatan 6) ( ) ( ) Jumlah beban pokok penjualan - barang dagangan Beban pokok pendapatan jasa Biaya peledakan Gaji dan kesejahteraan karyawan Pengeboran, perawatan sumur dan pompa Penyusutan (Catatan 8) Reparasi dan pemeliharaan Minyak dan pelumas Konsumsi karyawan Asuransi Sewa Pengiriman barang Alat-alat keselamatan Pengangkutan Lain-lain (kurang dari Rp500 juta) Jumlah beban pokok pendapatan jasa Jumlah beban pokok penjualan Rincian pemasok dengan nilai pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase Terhadap Jumlah Penjualan Konsolidasian Pihak ketiga: Orica Singapore Pte. Ltd ,96% 30,23% PT Orica Mining Services ,83% 13,44% 49
52 23. BEBAN PABRIKASI Rincian beban pabrikasi adalah sebagai berikut: Penyusutan (Catatan 8) Bahan bakar, listrik dan air Perbaikan dan pemeliharaan Jasa manajemen (Catatan 10) Sewa Asuransi Biaya umum Lain-lain (kurang dari Rp500 juta) Jumlah beban pabrikasi BEBAN PENJUALAN Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: Pengiriman dan pengangkutan Gaji dan kesejahteraan karyawan Sewa Pengemasan Umum Perjalanan dinas dan transportasi Penyusutan (Catatan 8) Perijinan Asuransi Perbaikan dan pemeliharaan Jasa manajemen Pemasaran barang dan jasa Lain-lain (kurang dari Rp200 juta) Jumlah beban penjualan BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: Gaji dan kesejahteraan karyawan Jasa manajemen (Catatan 10)
53 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (lanjutan) Sewa Umum Honorarium tenaga ahli Penyusutan (Catatan 8) Perjalanan dinas Perlengkapan kantor Promosi, jamuan dan sumbangan Komunikasi Lain-lain (kurang dari Rp200 juta) Jumlah beban umum dan administrasi BEBAN KEUANGAN Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut: Beban bunga Amortisasi biaya pinjaman (Catatan 15) Beban keuangan lainnya Jumlah beban keuangan LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma per saham dasar: Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma Rata-rata tertimbang jumlah saham: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) Laba bersih per saham dasar setelah efek penyesuaian pro forma: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 32,90 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 20,83 Laba bersih sebelum efek penyesuaian pro forma Rata-rata tertimbang jumlah saham: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) setelah pembagian saham bonus (Catatan 20)
54 27. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR (lanjutan) Laba bersih per saham dasar sebelum efek penyesuaian pro forma: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 29,16 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 18, DIVIDEN TUNAI DAN SALDO LABA Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 16 Juli yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 9 dari Fathiah Helmi, S.H., pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perseroan, antara lain, menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp yang digunakan untuk saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan pembagian dividen tunai sebesar Rp Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 26 Mei 2010 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 59 dari Fathiah Helmi, S.H., pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perseroan, antara lain, menyetujui penggunaan laba bersih tahun sebesar Rp yang digunakan untuk saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan memutuskan untuk menyetujui dividen tunai untuk tahun sebesar Rp Pada tanggal 7 Juli 2010, dividen tersebut telah dibayarkan penuh. 29. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI Akun ini merupakan selisih antara nilai pengalihan dan bagian Perseroan pada nilai buku anak perusahaan yang diakuisisi, dengan rincian sebagai berikut: Dari akusisi MNK dari AMS (Catatan 1d dan 35) Dari akusisi BN dari AR (Catatan 1d) Jumlah PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING Perseroan Pada tanggal 5 Juli 2010, Perseroan dan Coal, Chemicals and Commodities Trading Co. Limited menandatangani Perjanjian Manajemen. Dalam perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengadaan batu bara. Dari perjanjian tersebut, Perseroan akan mendapatkan pembayaran jasa sebesar AS$ per bulan. Perjanjian ini berlaku untuk masa waktu enam bulan dan dapat diperpanjang. 52
55 30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) a. MNK menyewa sebidang tanah Hak Guna Bangunan seluas m² milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek dengan jangka waktu sewa selama 20 tahun sejak tanggal 13 Juni 1988 sampai dengan tanggal 12 Juni 2008 dan telah diperpanjang kembali selama 20 tahun sejak tanggal 16 Juni 2008 sampai dengan 15 Juni Sewa dibayar dimuka setiap tahunnya. Efektif tanggal 1 Januari 2006, tarif sewa adalah sebesar AS$1,5/m² dan mulai periode 1 Juni 2008 sampai dengan 31 Desember adalah sebesar AS$1,6/ m² dan tarif sewa untuk periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2011 menjadi sebesar AS$1,75/m2 per tahun (Catatan 10). Jumlah pembayaran sewa tanah minimum di masa depan dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: 2010 < 1 tahun tahun > 5 tahun Pada tanggal 18 Agustus, MNK menandatangani perjanjian No. 268/ SP/KIKC/VIII/ sehubungan dengan sewa tanah seluas m 2 dan m 2 milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek. Atas sewa tanah seluas m 2, jangka waktu sewa adalah sejak tanggal 1 November sampai dengan tanggal 16 Juni 2028 dengan tarif sewa sebesar AS$2/m 2 per tahun dan biaya pemeliharaan sebesar Rp300/m 2 per bulan. Atas sewa tanah seluas m 2, jangka waktu sewa adalah sejak tanggal 1 November sampai dengan tanggal 1 Mei 2012 dengan nilai sewa sebesar AS$ Jumlah pembayaran sewa tanah minimum di masa depan atas tanah seluas m 2 dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: 2010 < 1 tahun tahun > 5 tahun b. Pada tanggal 1 Januari 2002, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Freeport Indonesia ( Freeport ) untuk menjual Ammonium Nitrat. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2006 dan telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 30 September Freeport akan membeli Ammonium Nitrat dari MNK minimal Metrik Ton (MT) per tahun. c. Pada tanggal 21 Oktober 2004, MNK bekerja sama dengan PT Orica Mining Services menandatangani perjanjian sebagai kontraktor dengan PT Newmont Nusa Tenggara No. BH mi untuk mendukung pengoperasian pertambangan milik PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, Sumbawa dengan nilai kontrak sebesar AS$ Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 28 Februari Berdasarkan perubahan perjanjian No. 03 tertanggal 1 Januari, nilai kontrak menjadi sebesar AS$
56 30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) d. Pada tanggal 2 Maret 2005, MNK memiliki perjanjian manajemen dengan PT Pupuk Kujang, dimana MNK memperoleh bimbingan dan pembinaan di bidang usaha/operasional, manajemen dan administrasi. Perjanjian ini masih akan berakhir berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Sebagai imbalannya, MNK setuju untuk membayar jasa manajemen sebesar Rp per bulan. Berdasarkan perubahan perjanjian tertanggal 14 April 2008, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008, jasa manajemen yang dibebankan sebesar Rp per bulan (Catatan 10). e. Pada tanggal 27 Juni 2005, MNK menandatangani surat perjanjian No. A2-016/X-05/SP atas pelaksanaan jasa peledakan di proyek Tanjung Alam dengan PT Kalimantan Prima Persada. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 27 Juni 2005 sampai dengan tanggal 26 Juni Pada tanggal 18 Agustus, perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 26 Juni f. Pada tanggal 25 November 2005, MNK menandatangani perjanjian penyediaan bahan baku dan utilitas dengan PT Pupuk Kujang, dimana PT Pupuk Kujang akan menyediakan bahan baku (amonia) dan utilitas (air) yang diperlukan oleh MNK. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan perjanjian No. PK/SP/UM/XII/2008 tertanggal 24 Desember 2008 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2018 (Catatan 10). g. MNK menyewa sebidang gudang seluas m² di Samarinda, milik Jemmy Wijaya, dengan jangka waktu sewa selama 10 tahun sejak tanggal 1 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 31 Juli 2017 dengan jumlah sewa sebesar Rp dan akan dibayar setiap dua tahun. Jumlah pembayaran sewa gudang minimum di masa depan dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: tahun > 5 tahun h. Pada tanggal 12 November 2008, MNK menandatangani perjanjian penawaran penyediaan bahan peledak dan jasa peledakan No. MTM-SP dengan PT Indomuro Kencana. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Februari kecuali dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian tersebut. i. Pada tanggal 23 Februari, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Newmont Nusa Tenggara No. BH mi untuk memberikan jasa sebagai fasilitator antara PT Newmont Nusa Tenggara dengan Pemerintah Republik Indonesia sehubungan dengan bahan peledak. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 1 Maret sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 dengan nilai perjanjian sebesar AS$ j. Pada tanggal 12 Maret, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT), pihak hubungan istimewa, untuk jasa pembangunan dan pengadaan dalam proyek pengembangan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak untuk jasa pembangunan sebesar AS$ serta sebesar 5% dari harga pembelian peralatan dan material untuk jasa pengadaan (Catatan 10). 54
57 30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) k. Pada tanggal 15 April, MNK menandatangani penawaran niaga dengan CFI Holding Pte. Ltd. terkait dengan jasa pembangunan pabrik Amonium Nitrat dengan nilai kontrak untuk jasa pembangunan pabrik sebesar AS$ l. Pada tanggal 6 Mei, MNK menandatangani surat perjanjian No. 014/RBA-SPK/V/09 atas pelaksanaan jasa peledakan di lokasi penambangan PT Mahakam Sumber Jaya - Kalimantan Timur dengan PT Ricobana Abadi. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 6 Mei sampai dengan tanggal 5 Mei m. Pada tanggal 10 Agustus, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan pre-activity pelaksanaan pembangunan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$ (Catatan 10). n. Pada tanggal 31 Desember, MNK menandatangani perjanjian No. SJAN/07/ P/BD/DN/XII/-024/MNK/L/XII/09 dengan PT Pindad (Persero) sehubungan dengan sewa gudang dengan kapasitas sesuai dengan ijin yang diperoleh sebesar 150 m3/ kg untuk dinamit/booster dan 225 m3/ buah untuk detonator. Jangka waktu sewa adalah selama 3 tahun sejak tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal 30 Desember 2012 dengan tarif sewa sebesar Rp per tahun. o. Pada tanggal 29 Januari 2010, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan pelaksanaan pembangunan konstruksi pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$ (Catatan 10). p. Pada tanggal 27 Mei 2010, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan jasa expediting atas peralatan-peralatan untuk pembangunan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$ (Catatan 10). q. Pada tanggal 15 Juli 2010, MNK menandatangani perjanjian penyediaan teknologi informasi, peralatan dan produk dengan Hanwa Corporation dan Petroflow Ltd., sebagai agen sehubungan dengan pembangunan pabrik non-elektrik detonator di Kalimantan Timur, dimana tanggal efektif dari perjanjian ini adalah 1 Oktober 2010, dengan total nilai perjanjian sebesar AS$ PT Bormindo Nusantara (BN) a. Pada tanggal 2 Oktober 2007, BN menandatangani perjanjian dengan PT Chevron Pacific Indonesia ( CPI ) untuk memberikan jasa pengeboran dengan menggunakan RIG BN#10 dan BN#11. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2012 dan akan diperpanjang jika diperlukan. b. Pada tanggal 22 April 2010, BN menandatangani perjanjian dengan CPI untuk memberikan jasa pengeboran dengan menggunakan RIG BN#3 dan BN#5. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 8 Oktober 2010 dan akan diperpanjang jika diperlukan. 55
58 31. INFORMASI SEGMEN USAHA a. Segmen Primer Informasi segmen usaha Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari: 2010 Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah PENJUALAN BERSIH Penjualan BEBAN Beban pokok penjualan ( ) ( ) ( ) - ( ) Beban penjualan ( ) Beban umum dan administrasi ( ) Penghasilan bunga Beban lain-lain ( ) Beban pajak ( ) Laba bersih sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan - bersih ( ) Laba bersih ASET Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah Aset KEWAJIBAN Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah Kewajiban INFORMASI LAINNYA Penyusutan Pengeluaran modal Catatan 36) Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah PENJUALAN BERSIH Penjualan BEBAN Beban pokok penjualan ( ) ( ) ( ) - ( ) Beban penjualan ( ) Beban umum dan administrasi ( ) Penghasilan bunga Penghasilan lain-lain ( ) Beban pajak ( ) Laba bersih sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan
59 31. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) a. Segmen Primer (lanjutan) Catatan 36) (lanjutan) Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan - bersih ( ) Efek penyesuaian pro forma ( ) Laba bersih ASET Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah Aset KEWAJIBAN Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah Kewajiban INFORMASI LAINNYA Penyusutan Pengeluaran modal b. Segmen Sekunder Informasi menurut segmen geografis yang merupakan segmen sekunder adalah sebagai berikut: Penjualan bersih Kalimantan Papua Sumatera Jawa Nusa Tenggara Timur Sulawesi Jumlah penjualan bersih Aset bersih Jawa Sumatera Papua Kalimantan Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah aset bersih
60 32. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Posisi aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: Konversi ke mata Mata uang asing uang Rupiah 30 September 2010 Aset Kas dan setara kas AS$ Dana yang dibatasi penggunaannya AS$ Piutang usaha AS$ Pinjaman kepada pemegang saham AS$ Kewajiban Hutang usaha AS$ SIN$ Hutang pembelian aset tetap AS$ Beban masih harus dibayar dan pencadangan AS$ Pinjaman pihak hubungan istimewa AS$ Pinjaman bank jangka pendek AS$ Pinjaman bank jangka panjang AS$ Kewajiban bersih AS$ ( ) ( ) SIN$ (4.188) ( ) 30 September Aset Kas dan setara kas AS$ Dana yang dibatasi penggunaannya AS$ Piutang usaha AS$ Pinjaman kepada pemegang saham AS$ Kewajiban Hutang usaha AS$ SIN$ EUR Beban masih harus dibayar dan pencadangan AS$ Pinjaman bank jangka panjang AS$ Aset/(Kewajiban) bersih AS$ SIN$ (13.290) ( ) EUR (959) ( ) 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN Instrumen keuangan pokok Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain pinjaman kepada pemegang saham, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, beban yang masih harus dibayar, pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dan pinjaman dari pemegang saham. Perseroan dan anak perusahaan terpengaruh terhadap risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen senior Perseroan mengawasi manajemen risiko atas risiko-risiko tersebut. 58
61 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan) Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: Risiko pasar Risiko pasar merupakan risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi disebabkan oleh perubahan harga pasar. Harga pasar terdiri dari dua jenis risiko; risiko tingkat suku bunga dan risiko mata uang asing. Instrumen keuangan dipengaruhi oleh risiko pasar termasuk kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, pinjaman jangka pendek dan panjang, pinjaman kepada pemegang saham, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap dan pinjaman dari pemegang saham. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Perseroan dan anak perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaanya, pinjaman kepada pemegang saham, pinjaman dari pemegang saham serta pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang dimiliki Perseroan dan anak perusahaan. Risiko mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Perseroan dan anak perusahaan membeli valuta asing secara tunai (spot) untuk melakukan pembayaran atas pinjaman CIMB dan bunganya dalam mata uang asing yang tidak terlindung nilai. Pendapatan valuta asing merupakan lindung nilai yang efektif terhadap kewajiban keuangan valuta asing yang timbul dari kegiatan usaha anak perusahaan, kondisi ini akan menghasilkan saling hapus arus kas masa depan yang berfluktuasi karena perubahan nilai tukar mata uang. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perseroan dan anak perusahaan hanya terkena risiko kredit dari kegiatan operasi yang berhubungan dengan penjualan. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai dengan kebijakan Perseroan dan anak perusahaan, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur. Persyaratan untuk penurunan nilai dianalisis setiap tanggal pelaporan dan dinilai berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo setiap akhir periode (Catatan 5). Risiko likuiditas Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Perseroan dan anak perusahaan menjaga keseimbangan antara kesinambungan penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank untuk mengelola risiko likuiditas. 59
62 34. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan dan anak perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan. Nilai tercatat 30 September 2010 Nilai wajar Aset keuangan Kas dan setara kas Dana yang dibatasi penggunaannya - lancar Dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar Piutang usaha - bersih Piutang lain-lain Pinjaman kepada pemegang saham Kewajiban keuangan Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pembelian aset tetap Beban masih harus dibayar dan pencadangan Hutang pembiayaan konsumen Pinjaman bank jangka pendek Pinjaman jangka panjang Pinjaman dari pemegang saham Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar Nilai wajar kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya - lancar, piutang usaha - bersih, piutang lain-lain, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, pinjaman bank jangka pendek, beban yang masih harus dibayar dan pencadangan dan pinjaman dari pemegang saham mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Nilai wajar dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, dan pinjaman jangka panjang mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai ulang secara berkala. Nilai wajar pinjaman kepada pemegang saham dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif rata-rata tertimbang (Catatan 2w dan 10). 35. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA a. Berdasarkan Addendum Perjanjian Pinjaman tanggal 11 Oktober 2010, AR setuju untuk menambah jumlah maksimum pinjaman menjadi maksimum sebesar Rp dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 3 tahun terhitung sejak 2 Nopember. b. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Ancora Mining Service (AMS) No. 13 tanggal 27 Januari 2010, yang dibuat di hadapan Catherina Situmorang, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, para pemegang saham AMS melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham AMS tertanggal 25 Januari 2010 memutuskan untuk menyetujui pembubaran AMS dengan likuidasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menunjuk Tjetjep Muljana, Direktur AMS, sebagai likuidator. Pemberitahuan atas pembubaran tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH tanggal 5 Maret
63 35. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) Sampai dengan tanggal 30 September 2010, likuidator yang ditunjuk belum memberikan laporan pertanggungjawaban atas proses likuidasi kepada RUPS sehingga per tanggal 30 September 2010, status badan hukum AMS masih berlaku secara yuridis karena proses likuidasi masih berlangsung. Jika status badan hukum AMS telah berakhir, maka saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang timbul sehubungan dengan akuisisi MNK oleh Perseroan dari AMS sebesar Rp (rugi) akan dicatat sebagai rugi terealisasi pada laporan laba rugi konsolidasian sesuai dengan PSAK No 38 (Revisi 2004) (Catatan 1d dan 29). 36. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI Pada tanggal 2 November, Perseroan membeli 60% saham BN dari PT Ancora Resources ( AR ), senilai Rp Nilai buku aset bersih BN pada saat akuisisi adalah sebesar Rp Transaksi ini menghasilkan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp Akuisisi tersebut dicatat berdasarkan PSAK No 38 (Revisi 2004), Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Dengan demikian selisih senilai Rp antara harga transfer dan bagian proporsional dari nilai buku aset bersih BN disajikan sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam kelompok ekuitas di neraca konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September, telah disajikan kembali seolah-olah transaksi restrukturisasi telah terjadi sejak tanggal 23 Juni. Laba bersih dari perusahaan yang diakuisisi dari tanggal 23 Juni sampai 30 September porsinya Perseroan, disajikan sebagai Efek penyesuaian pro forma dalam laporan laba rugi konsolidasian untuk peiode yang berakhir pada tanggal 30 September. Pengaruh dari penyajian kembali sebelum dan sesudah restrukturisasi pada laporan laba rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September adalah sebagai berikut: Dilaporkan sebelumnya Disajikan kembali NERACA Aset lancar Aset tidak lancar Jumlah aset Kewajiban lancar Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Ekuitas sebelum efek penyesuaian pro forma Pro forma ekuitas yang timbul dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas
64 36. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI (lanjutan) Dilaporkan sebelumnya Disajikan kembali LAPORAN LABA RUGI Penjualan bersih Beban pokok penjualan ( ) ( ) Beban usaha ( ) ( ) Penghasilan/(beban) lain-lain ( ) ( ) Beban pajak penghasilan ( ) ( ) Laba sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan ( ) ( ) Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma Efek penyesuaian pro forma - ( ) Laba bersih sebelum efek penyesuaian pro forma
PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Anak Perusahaan
J PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 30.Juni 2011 dan 2010 Dan Periodc Yang Berakhir Pada
PT. Ancora Indonesia Resources, Tbk Dan Anak Perusahaan
PT. Ancora Indonesia Resources, Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal- Tanggal dan 2010 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal31 Desember
: Dharma Hutama Djojonegoro. Direktur Utama
AN CORA INDONESIA RESOURCES PT. Ancora Indonesia Resources Tbk. Sudirman Plaza Complex, Plaza Marein 11 Ih Floor Suite B. JI. Jend. Sudirman Kav. 76-78. Jakar1a 12910. Indonesia Ph. +62 21 57936793 Fx.
PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Entitas Anak
L PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Pcriodc Tiga Bulan Yang Bcrakhir Pada Tanggal-Tanggal31 Maret 2012 dan 2011 "'-- _- ~F L AN CORA INDONESIA RESOURCES
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2016 DAN PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.......1-3
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )
1 UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia Tbk. ("Perusahaan") didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1, tahun 1967 berdasarkan akte yang dibuat
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) 1 PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) Catatan
PT ALKINDO NARATAMA TBK
ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan
PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan Laporan keuangan konsolidasi beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 SEPTEMBER 2015, 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA
PT LIONMESH PRIMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 SEPTEMBER 2013, 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014, 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX
JUMLAH ASET LANCAR
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk ( Perusahaan ) didirikan pada tanggal
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris
LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT
LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 JUNI 2013, 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 JUNI 2014, 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX
REKSA DANA SCHRODER PRESTASI GEBYAR INDONESIA II DAFTAR ISI. Halaman. Laporan Auditor Independen 1
DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Aset dan Kewajiban Laporan
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011 PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 A S E T Aset Lancar Catatan 31-Mar-12 31-Dec-11
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2013 dan 2012 2013 Catatan 2012 ASET Aset
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen i Neraca 1 Laporan Laba Rugi 2 Laporan
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
Catatan 31 Maret Maret 2010
NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang
PT MAHAKA MEDIA TBK. DAN ENTITAS ANAK
PT MAHAKA MEDIA TBK. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2012)
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT LIONMESH PRIMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 September 2011 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2010 (diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2011 dan 30
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7
PT ALKINDO NARATAMA Tbk dan ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan
PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastucture, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 (Audited)
PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Neraca Konsolidasi 2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) 0 PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) Daftar
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT RODA VIVATEX TBK DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN
LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAFTAR ISI Pernyataan Direksi dan Komisaris Ekshibit Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2010 (Diaudit) Dan Untuk Periode 9 (Sembilan) Bulan Yang Berakhir Pada
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 dan 30 Juni 2013 (tidak diaudit)
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Tidak diaudit) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 30 September 2010 dan
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN
PT GOLDEN RETAILINDO Tbk
Laporan Keuangan (Mata Uang Indonesia) LAPORAN KEUANGAN (Mata Uang Indonesia) Daftar Isi Halaman Neraca... Laporan Laba Rugi... Laporan Perubahan Ekuitas... Catatan atas Laporan Keuangan... NERACA 31 Maret
PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Maret 2018 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
Jumlah aset lancar
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA
DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Catatan 30 JUNI 2012 31 DESEMBER 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 4 9.315.350.590 15.243.524.140 Piutang usaha 5,12,21 Pihak
PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM 30 JUNI 2011 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2010 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016
PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk
DAFTAR ISI Halaman Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN
