BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Fanny Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pendahuluan Investasi merupakan bentuk dari penundaan konsumsi sekarang untuk memperoleh konsumsi yang akan datang, di mana di dalamnya terkandung resiko ketidakpastian sehingga butuh kompensasi akan hal tersebut. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, para investor harus melakukan valuasi. Valuasi ini bertujuan untuk mengetahui harga wajar dari asset (saham) dibandingkan harga pasar. Untuk mengetahui nilai wajar saham dari suatu perusahaan dapat menggunakan pendekatan analisis fundamental yang salah satu diantaranya adalah pendekatan atas ke bawah (top-down approach) Top Down Analysis Pendekatan ini dimulai dengan menganalisis ekonomi secara makro, selanjutnya menganalisis industri dan terakhir menganalisis perusahaan Analisis Ekonomi Makro Kondisi perekonomian memberikan pengaruh pada kondisi pasar. Kondisi perekonomian yang didukung dengan kondisi negara yang kondusif dapat menarik 7
2 8 investor untuk melakukan investasi. Analisis ekonomi akan dimulai dengan menganalisa perekonomian secara makro. Adapun variable yang digunakan sebagai indikator adalah sbb : 1. Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Bruto adalah nilai produk dan jasa yang dihasilkan oleh unit unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama 1 tahun. PDB dapat berupa PDB nominal (atas dasar harga berlaku) atau PDB riil (atas dasar harga konstan). PDB nominal merujuk pada nilai PDB tanpa memperhatikan perngaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi harga angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh harga. Perhitungan PDB dapat dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan yaitu pengeluaran dan pendapatan. Pada umumnya, pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pengeluaran. Pertumbuhan PDB dipengaruhi oleh konsumsi, investasi, pengeluran pemerintah, ekspor dan impor. Dengan meningkatnya variabel variabel tersebut tersebut kecuali impor, akan menyebabkan pertumbuhan PDB meningkat. Pertumbuhan PDB yang meningkat mengindikasikan terjadinya pertumbuhan ekonomi. 2. Inflasi Secara umum inflasi diartikan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat akan barang dan jasa akan menurun. Kenaikan inflasi mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi perusahaan. Dampak positifnya adalah pendapatan perusahaan akan
3 9 meningkat seiring dengan naiknya harga jual barang dan jasa. Sedangkan dampak negatifnya adalah meningkatnya biaya perusahaan (biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, dsb). 3. Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga adalah ukuran keuntungan yang diperoleh investor dan ukuran biaya yang dikeluarkan perusahan sebagai akibat dari penggunaan modal. Tingkat suku bunga merupakan instrumen kebijakan pemerintah dalam operasional moneter BI yang bertujuan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar. Turunnya tingkat suku bunga mendorong masyarakt untuk melakukan investasi dan konsumsi dibandingkan dengan menabung. Meningkatnya konsumsi masyarakat mengindikasikan meningkatnya permintaan akan barang dan jasa yang akan berdampak pada meningkatnya profitabilitas perusahan. Sedangkan meningkatnya tingkat suku bunga akan mendorong masyarakat untuk menabung. Bagi perusahaan kebijakan ini akan mengakibatkan meningkatnya beban bunga perusahaan. 4. Nilai tukar rupiah Nilai tukar rupiah adalah nilai mata uang Rupiah terhadap mata uang negara lain. Melemahnya nilai mata uang rupiah menunjukkan penurunan daya beli masyarakat. Terjadinya penuruna daya beli masyarakat mempengaruhi konsumsi masyarakat yang berdampak pada turunnya permintaan sehingga produksi barang menurun. Penurunan produksi mengakibatkan pendapatan perusahaan akan menurun.
4 Analisis Industri Setelah melakukan analisis ekonomi secara makro, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis industri. Analisis industri dilakukan untuk mengetahui keunggulan dan potensi dimana perusahaan beroperasi. Selain itu, setiap industri memiliki karakterisirk yang berbeda antara satu dan yang lainnya sehingga memiliki reaksi yang berbeda terhadap suatu keadaan ekonomi tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu suatu industri melalui tahapan mulai dari permualaan dan sampai akhirnya akan melalui tahap penurunan. Setiap tahapan memiliki masalah dan peluang yang berbeda beda. Oleh karena itu, investor harus mengidentifikasi tahapan suatu industri dengan tujuan untuk dapat mengetahui keadaan dan prospek perusahaan. Berikut tahapan dalam siklus siklus hidup industri (Bodie, 2005) : 1. Tahap perkenalan Terjadinya perubahan teknologi sehingga terciptanya industri yang baru. Terjadinya persaingan yang ketat karena banyaknya perusahaan baru yang masuk dalam industri. Hanya perusahaan terbaik yang dapat bertahan hingga tahap akhir ini. 2. Tahap pertumbuhan Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang cukup tinggi, meskipun resiko yang ditanggung tidak setinggi pada tahap perkenalan. Hal ini terjadi karena pasar telah mengenal produk dari perusahaan. Dalam tahap ini, perusahaan masih terus membutuhkan biaya untuk meningkatkan pertumbuhan, sehingga
5 11 dividen payout ratio rendah dan perusahaan membutuhkan biaya dari pihak eksternal untuk melakukan ekspansi. 3. Tahap kedewasaan Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan pada posisi yang lebih rendah dari tahap pertumbuhan. Hal ini terjadi karena produksi barang sudah mulai dapat memenuhi permintaan, adanya standarisasi produk dan tingkat persaingan yang mulai menekan profit. 4. Tahap penurunan Pada tahap ini, permintaan terhadap produk mulai mengalami penurunan sehingga pertumbuhan penjualan menjadi negatif. Hal ini terjadi karena produk mulai using dan tidak lagi dapat memenuhi keinginan konsumen. Selain itu adanya produk baru yang menjadi salah satu penyebab turunnya suatu industri. Selanjutnya adalah menganalisis hubungan antara kemampuan operasional dan kondisi perekonomian makro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan termasuk dalam kondisi sebagai berikut : 1. Growth industry, industri yang pertumbuhan laba jauh di atas rata rata industri. 2. Defensive industry, industri yang tidak banyak terpengaruh oleh kondisi perekonomian. 3. Cyclical industry, industri yang sangat peka terhadap perubahan kondisi perekonomian Menurut Porter (2008), setiap industri memiliki karakteristik masing masing, namun faktor faktor yang mendukung profitabilitas sama untuk setiap industri.
6 12 Untuk memahami karakteristik profitabilitas dan kompetisi suatu industri, yang harus dilakukan adalah memahami struktur industri dalam bentuk 5 (lima) kekuatan, yaitu : 1. Ancaman produk pengganti (threat of substitute products or services) Produk pengganti/subtitusi merupakan produk yang dapat menggantikan fungsi produk yang lain. Suatu produk subtitusi dikatakan sebagai ancaman apabila pelanggan dihadapkan pada kualitas barang yang sama, biaya peralihan yang rendah dan harga produk subtitusi yang lebih murah. 2. Kekuatan tawar konsumen (bargaining power of customer) Kekuatan yang dimiliki oleh pembeli dapat mempengaruhi suatu perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, menurunkan harga. 3. Kekuatan tawar pemasok (bargaining power of supplier) Pemasok mempengaruhi industri dengan kemampuan mereka dalam mengendalikan harga dan kualitas produk. 4. Ancaman pendatang baru (threat of new competition) Suatu pasar yang menghasilkan keuntungan yang tinggi, akan menarik pendatang baru untuk bergabung. Hadirnya pendatang baru mengakibatkan terjadinya persaingan harga yang berdampak pada keuntungan perusahaan. Adanya hambatan (barriers to entry) perusahaan untuk masuk kedalam industri merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan ptofitabilitas perusahaan. 5. Kompetisi dalam industri (intensity of competitive rivalry) Suatu industri harus bersaing dengan industri lainnya dalam memperebutkan pangsa pasar, karena keuntungan suatu perusahaan dipengaruhi oleh tingkat persaingan antar perusahaan dalam industri dimana perusahaan beroperasi.
7 13 Terdapat berbagai macam cara untuk bersaing dalam industri yang diantaranya melalui perang harga atau inovasi inovasi baru Analisis Perusahaan Tahapan analisis perusahaan dalam analisis fundamental dilakukan untuk menilai perusahaan dalam industrinya. analisis perusahaan merupakan tahap ketiga dari analisis fundamental setelah dilakukannya analisis ekonomi makro dan analisis industri. Untuk mengetahui bagaimana keadaan dalam suatu perusahaan, maka dilakukan analisis rasio keuangan untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan Analisis Rasio Keuangan Untuk dapat mengetahui gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan perlu dilakukan analisa terhadap data keuangan perusahaan tersebut. Pada umumnya, ukuran yang digunakan dalam analisa keuangan adalah rasio. Rasio keuangan berguna dalam menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan dimana mereka dibandingkan secara setara atau patokan. Secara umum, ada 2 jenis patokan yang digunakan rasio historis untuk perusahaan yang sama (analisis trend) dan rasio rata rata perusahaan sejenis (Keown, Titman, & Martin : 2011) Menurut White, Sondhi, dan Fied (2003) rasio keuangan digunakan untuk membandingkan risiko dan imbalan pada perusahaan yang berbeda untuk membantu
8 14 investor atau kreditur dalam membuat keputusan investasi dan kredit. Keputusan tersebut mengharuskan kedua evaluasi perubahan kinerja dari waktu ke waktu untuk investasi tertentu dan perbandingan antara semua perusahaan dalam satu industri pada waktu yang spesifik. Pada penulisan tesis ini, rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan periode Rasio keuangan dapat dibagi kedalam 5 (lima) bentuk umum yang sering digunakan yaitu: 1) Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berikut yang termasuk dalam rasio likuiditas adalah sbb: a. Rasio Lancar (Current ratio) Mengukur kemampuan perusahaan dalam menunaikan kewajiban jangka pendeknya dengan dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. b. Rasio Cepat (Quick ratio) Mengukur kemampuan perusahaan dalam menunaikan kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid. c. Rasio Perputaran Piutang (Account Receivable turnover)
9 15 Mengukur berapa kali tiap tahunnya dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang ke bentuk uang tunai. d. Rata rata Periode Pengumpulan (Average Collection Periode) Mengukur berapa hari yang diperlukan perusahaan untuk mengunpulkan piutangnya menjadi kas. e. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) Mengukur berapa kali perputaran persediaan perusahaan dalam 1 (satu) tahun. 2) Rasio Profitabilitas Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Berikut yang termasuk dalam rasio profitabilitas : a. Marjin Laba Kotor (Gross Margin) Mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah perusahaan.
10 16 b. Marjin Laba Usaha (Operating Margin) Mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dari setiap penjualan setelah memperhitungkan biaya poko penjualan dan beban usaha. c. Marjin Laba Bersih (Profit Margin) Mengukur laba bersih setelah pajak terhadap volume penjualan. d. Pengembalian atas Aktiva (Return on Assets) Mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba usaha dari total aktiva. e. Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity) Mengukur tingkat pengembalian yang diperoleh dari investasi pemegang saham biasa di perusahaan.
11 17 3) Rasio Efesiensi Manajemen Aktiva Rasio efesiensi manajemen aktiva mencerminkan bagaimana perusahaan telah mempergunakan aktiva untuk menghasilkan penjualan. a. Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) mengukur penjualan yang diperoleh dari tiap aktiva perusahaan. b. Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover) Mengukur efesiensi dari penggunaan aset tetap perusahaan dengan penjualan terhadap aktiva bersih 4) Rasio Struktur Modal Rasio struktur modal menggambarkan bagaimana perusahaan mendanai aktiva dengan menggunakan kombinasi hutang dan ekuitas. a. Rasio Hutang terhadap Aktiva (Debt to Assets ratio) Mengukur prosentase aset perusahaan yang dibiayai menggunakan kewajiban lancar ditambah dengan kewajiban jangka panjang.
12 18 b. Times Interest Earned Ratio Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban untuk melunasi beban yang timbul sebagai akibat dari dana pihak ketiga dengan menggunakan laba dari usaha. 5) Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratio) Rasio nilai pasar mencerminkan perbandingan nilai pasar saham perusahaan terhadap nilai nilai buku per saham atau laba per saham. a. Price Earning Ratio (PER) Menggambarkan bagaimana keuntungan perusahaan terhadap harga saham EPS = Net income : Outstanding shares b. Market to Book Ratio Menggambarkan rasio nilai pasar ekuitas perusahaan dengan nilai buku ekuitas perusahaan.
13 Valuasi Setiap asset baik real maupun financial memiliki nilai. Untuk menentukan apakah suatu investasi dapat dilakukan pada asset tersebut maka perlu dilakukan valuasi. Menurut Pinto (2007) Valuation is the estimation of an asset s value based either on variables perceived to be related to future investment returns or on comparisons with similar assets. Menurut Damodaran (2002), untuk menilai suatu perusahaan dapat menggunakan 3 (tiga) metode, yaitu: 1. Discounted Cash Flow Valuation, nilai suatu asset merupakan presentvalue of expected future cash flow dari asset tersebut. 2. Relative Valuation, mengestimasi nilai suatu asset dengan membandingkan aktiva yang serupa dengan menggunakan variable yang sama seperti arus kas, nilai buku, penjualan, dan earnings. 3. Contingent Valuation, menggunakan option pricing models untuk mengukur nilai asset yang memiliki karakter yang serupa. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, dalam karya tulis ini penulis akan menggunakan metode Discounted Cash Flow Discounted Cash Flow Valuation (DCF) Metode ini dilakukan untuk menilai suatu aset dengan cara mem- present value arus kas yang diharapkan di masa yang akan datang (Damodaran, 2002:12).
14 20 Dimana: n :life of the asset CF t :cash flow in period t r :Discount rate Arus kas yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dinyatakan dalam berbagai macam bentuk, misal berupa dividen, kupon, atau free cash flow. Terdapat 3 (tiga) cara untuk melakukan discounted cash flow valuation yaitu: Pertama, penilaan hanya pada ekuitas perusahaan. Nilai ekuitas diperoleh dengan mendiskontokan arus kas yang diharapkan terhadap ekuitas pada tingkat cost of equity. Kedua, penilaian perusahaan secara keseluruhan. Nilai perusahaan secara keseluruhan diperoleh dengan mendiskontokan arus kas yang diharapkan pada tingkat WACC. Ketiga, penilaian perusahaan secara terpisah. Nilai perusahaan dapat juga diperoleh dengan menilai setiap klaim kepada perusahaan tersebut secara terpisah. Pendekatan
15 21 model ini disebut dengan adjusted present value (APV), cara ini dimulai dengan menilai ekuitas perusahan dengan asumsi bahwa pendanaan hanya berasal dari ekuitas. Kemudian mempertimbangkan nilai tambah (kurang) hutang dengan present value of tax benefit dan expected bankruptcy costs. Menurut Pinto (2007), Discounted Cash Flow Valuation memandang nilai intrinsik suatu sekutitas sebagai nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa depan. Dua pendekatan yang berbeda untuk penilaian dengan menggunakan free cash flow, yaitu: 1. Present Value of FCFF Pendekatan valuasi FCFF adalah mengestimasi nilai suatu perusahaan sebagai present value dari FCFF yang diharapkan di masa yang akan datang pada tingkat diskonto WACC. Karena Free Cash Flow to the Firm adalah arus kas yang tersedia untuk pemasok modal, diskon FCFF menggunakan WACC yang memberikan nilai total semua modal perusahaan. Nilai ekuitas adalah nilai perusahaan dikurang nilai pasar dari hutang:
16 22 Market Value of Debt adalah nilai hutang saat ini. Untuk memperoleh nilai lembar per saham, maka nilai ekuitas dapat dibagi dengan nilai saham yang beredar. Nilai Per Lembar Saham = Nilai Ekuitas Nilai Saham Yang Beredar 2. Present Value of FCFE Nilai ekuitas diperoleh dengan mendiskon FCFE pada tingkat cost of equity. Karena Free Cash Flow to Equity adalah arus kas yang tersedia bagi pemegang ekuitas setelah semua semua klaim dibayarkan, FCFE didiskon pada r (tingkat pengembalian pada ekuitas) memberikan hasil nilai ekuitas perusahaan. Membagi nilai ekuitas dengan jumlah saham yang beredar memberikan hasil nilai per lembar saham Free Cash Flow Model (FCF) Pada pendekatan ini, arus kas yang diharapkan berupa free cash flow. Untuk pendekatan ini dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: Free Cash Flowto Equity (FCFE) Free Cash Flow to Equity didefinisikan sebagai arus kas yang tersisa setelah perusahaan menunaikan kewajiban keuangan termasuk pembayaran hutang, dan reinvestment (Damodaran, 2002).
17 23 Menurut Pinto (ebook, 2007) Free Cash Flow to Equity adalah arus kas yang tersedia untuk pemegang saham biasa (common stock) perusahaan setelah semua biaya operasional, bunga dan pembayaran pokok telah dibayar dan investasi pada working capital dan fixed capital telah dibuat. Terdapat beberapa pendekatan untuk menghitung FCFE yaitu (Pinto, 2007): a. Perhitungan FCFE dari Net Income b. Perhituangan FCFE dari EBIT c. Perhituangan FCFE dari EBITDA d. Perhitungan FCFE dari Cash Flow from Operation e. Perhitungan FCFE dari FCFF Free Cash Flow to the Firm (FCFF) Menurut Damodaran (2002), pendekatan Free Cash Flow to the Firm (FCFF) adalah jumlah arus kas yang disediakan untuk didistribusikan kepada seluruh
18 24 pemegang klaim (claim holders) di perusahaan, termasuk pemegang saham, pemegang obligasi dan pemegang saham preferen. Terdiri dari 2 (dua) cara untuk mengukur FCFF ini, yang pertama adalah dengan menjumlahkan arus kas kepada claim holders. Cara kedua untuk menghitung arus kas bebas (free cash flow) adalah memperkirakan arus kas sebelum klaim. Dimana: EBIT : Laba sebelum bunga dan pajak (laba operasi) Δ Working capital: Perubahan modal kerja Selain dengan dua cara tersebut, FCFF bisa juga dihitung dari CFO dan Net Income (Pinto, 2007) ;
19 Weighted Average of Cost Capital (WACC) WACC adalah rata rata tertimbang dari komponen modal (hutang dan ekuitas). Menurut Keown et al WACC didefinisikan sebagai komposisi pembiayaan yang dikeluarkan individu oleh setiap sumber dana (Keown, 2011). WACC dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Dimana: Kd = cost of debt Kps = cost of preferred stock Kcs = cost of common stock Wd = proporsi dari total pembiayaan yang terdiri dari hutang Wps = proporsi dari total pembiayaan perusahaan yang terdiri dari saham preferen Wcs = proporsi dari total pembiayaan perusahaan yang terdiri dari saham biasa Cost of Debt (Kd) Menurut Damodaran (2002), biaya hutang (Cost of Debt) digunakan untuk mengukur seberapa besar pinjaman (hutang) perusahaan yang digunakan untuk membiayai atas penggunaan sumber daya. Menurutnya (Damodaran, 2002) terdapat 3 (tiga) variabel yang mempengaruhi cost of debt, tingkat bunga dari asset dengan risiko rendah (the riskless rate), risiko kebangkrutan suatu perusahaan (the default risk), dan
20 26 keuntungan yang diterima dari pajak yang terkait dengan hutang.secara umum dapat dikatakan jika risiko tinggi maka cost of debt untuk perusahaan juga akan tinggi. Begitu juga untuk risiko kegagalan tinggi, maka biaya peminjaman juga akan tinggi. Notasi perhitungan Cost of Debt adalah: Cost of Debt = Pre-tax rate * (1-tax rate) Cost of Preferred Stock Biaya saham preferen (Cost of Preferred Stock) merupakan biaya bahwa perusahaan telah terikat untuk membayar kepada pemegang saham preferen dalam bentuk dividen preferen (preferred dividend). Notasi perhitungan Cost of Preferred Stock jika dividen preferen diketahui dan bersifat tetap (fixed)(jonathan and Peter, 2009:407) adalah: Dimana: Div p = Preferred stock dividend per share P r p = Current Price of each preferred stock = Cost of Preferred Stock Cost of Common Stock (Ks) Cost of Common Stock adalah seberapa besar tingkat pengembalian pemegang saham. Jika hasil yang diharapkan dari ekuitas (expected return on equity)
21 27 perusahaan melebihi tingkat pengembalian pada saham biasa, pasar akan miningkatkan permintaan saham dan memberikan penawaran saham dengan harga tinggi sampai menemukan harga yang sesuai dengan hasil yang diharapkan dari ekuitas (expected return on equity). Metode yang digunakan untuk menghitung cost of equity adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM). Metode ini terdiri dari 3 (tiga) komponen yaitu risk free rate (Rf), Beta (ß), rate earned in the market (Rm). Cara perhitungan CAPM : Dimana: E(r) = pengembalian yang diharapkan (expected return) dari sekuritas R f ß R m = the risk-free rate of return = Beta = pengembalian yang diharapkan (expected return) dari pasar Beta (ß) Beta (ß) merupakan salah satu indikator pengukuran resiko yang digunakan untuk mengetahui volatilitas saham di pasar saham. Beta adalah komponen utama untuk dalam Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang dimana ini digunakan untuk menghitung cost of equity.
22 28 Cara menghitung beta menurut Damodaran (2002:71) Dimana: Cov im : Covariance of asset i with market portfolio σ 2 m : Variance of the Market Portfolio β < 1 mengindikasikan bahwa saham bergerak lebih lambat dari pergerakan pasar. β = 1 mengindikasikan bahwa saham bergerak searah dengan pergerakan pasar. β > 1 mengindikasikan bahwa saham bergerak lebih fluktuatif dari pergerakan pasar Risk free Suatu asset dikatakan sebagai risk free asset jika actual return sama dengan expected return dari asset tersebut. Terdapat 2 (dua) kondisi dasar yang harus dipenuhi oleh suatu asset bila dikatakan risk free, yaitu tidak mempunyai default risk dan no reinvestment risk Estimasi pertumbuhan Salah satu faktor penting yang digunakan dalam proses valuasi adalah pertumbuhan (growth) perusahaan di masa yang akan datang. Terdapat 3 (tiga) cara yang dilakukan untuk menghitung pertumbuhan, yaitu : 1. Melihat historis perusahaan, pendekatan ini paling banyak digunakan karena mudah untuk di aplikasikan. Estimasi ini melihat data historis earnings
23 29 perusahaan di masa lalu. Ukuran yang umum yang digunakan adalah aritmatik dan geometric. Ukuran geometric memberikan hasil yang lebih akurat. 2. Estimasi yang dilakukan oleh analis, pendekatan ini cenderung lebih akurat karena selain data historis yang digunakan, analis memiliki informasi yang lebih jika dibandingkan dengan investor seperti informasi yang lebih spesifik tentang kondisi perusahaan, data makroekonomi, informasi mengenai pesaing, serta informasi yang tidak di publikasikan oleh perusahaan. Estimasi yang dilakukan analis akan berguna di masa yang akan datang, namun para analis sering membuat kesalahan yang sangat signifikan dalam memproyeksi pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena mereka bergantung kepada sumber data yang sama dan terkadang mengabaikan perubahan yang pokok dalam perusahaan. 3. Fundamental perusahaan, sebelum mengestimasi pertumbuhan, investor harus terlebih dahulu menetapkan pertumbuhan yang akan di proyeksi, yaitu : Untuk memproyeksi pertumbuhan laba bersih per saham (EPS), variable yang digunakan adalah retention ratio dan return on equity (ROE). Untuk memproyeksi pertumbuhan laba bersih (net income), variabel yang digunakan adalah equity reinvestment rate dan return on equity (ROE). Untuk memproyeksi pertumbuhan laba operasi (operating income), variabel yang digunakan adalah reinvestment rate dan return on capital (ROC).
24 Free Cash Flow Model Variants Menurut Hughey Center for Financial service (2007), terdapat 3 (tiga) asumsi pertumbuhan yang digunakan dalam perhitungan, yaitu : 1) One stage model Model ini diperuntukan bagi perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan stabil dan berada dalam tahapan stabil. Model ini paling sesuai untuk perusahaan dengan tingkat pertumbuhan lebih rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi negara. a. FCFE Dimana: FCFE 1 = FCFE yang diharapkan pada tahun ke 1 r = cost of equity g = pertumbuhan dalam FCFE untuk selamanya b. FCFF FCFF 1 = FCFF yang diharapkan pada tahun ke 1 WACC = cost of capital g = pertumbuhan dalam FCFF untuk selamanya
25 31 2) Two stage model Model ini dipergunakan untuk menghitung nilai perusahaan yang diharapkan selama n tahun mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi dan memiliki tingkat pertumbuhan yang konstan sebesar g n pada tahun n +1. a. FCFE Dimana : FCFE n =FCFE pada tahun ke n r = cost of equity perusahaan g =Tingkat pertumbuhan FCFE perusahaan pada dimana Terminal Value dihitung menggunakan pertumbuhan yang tak terhingga. b. FCFF FCFF t = FCFF yang diharapkan pada tahun ke t WACC = cost of capital g = pertumbuhan dalam FCFF untuk selamanya 3) A Three stage model Model ini di rancang untuk perusahaan yang diharapkan akan \melalui 3 (tiga) tahap pertumbuhan, tahap awal dari tingkat pertumbuhan yang tinggi, masa
26 32 transisi di mana penurunan laju pertumbuhan, dan masa kondisi pertumbuhan yang stabil. a. FCFE 2.4. Penelitian Terdahulu Terdapat banyak penelitian mengenai valuasi yang dilakukan sebelumnya dengan metode DCF, berikut beberapa penelitian yang diambil dari jurnal dan berbagai macam sumber: Beneda (2003) dalam Journal of Asset Management. Dalam penulisannya Beneda menyampaikan kelebihan DCF model dibandingkan DDM, yaitu: 1. DCF model memisahkan kinerja operasional dari kinerja non-operasional. 2. Nilai sebuah perusahaan tergantung pada arus kas dari asset yang berbeda. 3. DCF model dirancang untuk memperhitungkan perubahan yang signifikan dalam hutang, khususnya untuk pertumbuhan perusahaan. 4. DCF model memberikan informasi yang berguna dalam menilai perusahaan. 5. DCF model dapat juga digunakan untuk mengevaluasi dampak dari strategis alternatif pada nilai perusahaan (value base management system) (Brigham dan Davis, 2002) dimana model ini berguna untuk memproyeksikan
27 33 kebutuhan pembiayaan di masa yang akan dating, khususnya yang mengalami perubahan dalam kebutuhan. 6. DCF model juga menunjukan bagaimana keputusan perusahaan mempengaruhi pemegang saham. Tanzi, Giancarlo;Tanzi, Jill A (2006) dalam Dental Economics Practice valuation using DCF methodology, mengatakan bahwa valuasi menggunakan model DCF menawarkan keuntungan penting daripadametode valuasi yang banyak digunakan, yang sebagian besar didasarkan pada kelipatan keuangan saat ini. Metode DCF ini didasarkan pada kerangka teoritis yang dapat diterima secara luas oleh perusahaan dan investor. Mereka juga mengatakan bahwa: 3. Valuasi berdasarkan DCF mendekati akun-akun untuk proyeksi pertumbuhan, tidak seperti metode statik yang pada dasarnya membuat nilai di bawah harga normal terus tumbuh dan memperkecil nilai yang berada di atas harga normal. 4. Model DCF menyediakan proyeksi keuangan yang berguna kepada pembeli dan penjual yang dapat membantu dalam negosiasi pengalihan kepemilikan dan perencanaaan kantor. Chen, Shimin (2008) dalam Behavioral Research in Accounting. Menemukan dalam penelitiannya bahwa teknik DCF sangat penting dibandingkan dengan tindakan non-financial. Chen juga mengatakan bahwa perusahaan yang memiliki stadarisasi produk tinggi cenderung lebih menekankan pada analisis DCF, dimana perusahaan dengan stadarisasi rendah cenderung lebih focus pada penggunaan tindakan non-financial.
28 34 Anonymous (Dec 2010) dalam Canadian Mining Journal yang berjudul Mining Valuation: Three steps beyond a static DCF model.dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa metode valuasi yang utama untuk perkembangan properti dan produksi pertambangan adalah Discounted Cash Flow (DCF). Penilain utama yang mendasari dari DCF ini adalah nilai mencerminkan manfaat ekonomi bersih saat ini dari arus kas bersih (net cash flow) yang diharapkan akan dihasilkan selama umur proyek.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Untuk melakukan penilaian atas nilai wajar dari suatu saham, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis
BAB II LANDASAN TEORI. tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang. dan dampaknya terhadap harga surat berharga tersebut.
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Valuasi II.1.1 Konsep Investasi merupakan suatu komitmen penempatan dana pada periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang diinginkan.
Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk.
Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk. BAB I Latar Belakang Dalam mempertimbangkan investasi, para investor
Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode
Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan
DAFTAR ISI... Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR PERSAMAAN... DAFTAR LAMPIRAN... INTISARI... ABSTRACT... BAB I
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Berdasarkan jenisnya, data yang disajikan dalam penelitian ini adalah data aplikatif kuantitatif. Seperti disampaikan oleh peneliti dimuka bahwa penelitian
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Bab ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu landasan teori dan pengembangan hipotesis.
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Bab ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu landasan teori dan pengembangan hipotesis. II.1 Landasan Teori Untuk mencapai sasaran studi diperlukan landasan
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Budget Budget adalah ungkapan kuantitatif dari rencana yang ditujukan oleh manajemen selama periode tertentu dan membantu mengkoordinasikan apa yang dibutuhkan untuk diselesaikan
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Analisa Kinerja Operasi PT. Acset Indonusa Tbk Depresiasi dari Rupiah telah menyebabkan memburuknya defisit neraca berjalan. Bank Indonesia memprediksi defisit
ANALISIS KEUANGAN. o o
ANALISIS KEUANGAN Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisa prestasi operasi perusahaan. Analisis rasio keuangan juga dapat digunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Saham Saham merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang paling banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah
METODE PENELITIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran
III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Tahapan awal yang dilakukan untuk menganalisis optimasi struktur modal pada PT Pusri adalah dengan menganalisis laporan keuangan. Selain itu melihat rencana
DAFTAR ISI. SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH.
DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH. i ii iv vi viii x xi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Perumusan Masalah.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ANALISIS FUNDAMENTAL 1. Definisi Analisis Fundamental Menurut Sulistiawan dan Liliana (2007:8) mengemukakan bahwa analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan
III.METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder
38 III.METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian 1. Pengertian Property dan Real Estate Menurut buku Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia ( Budi Santoso,2000) definisi real estate adalah
BAB II TINJAUAN LITERATUR. Nilai intrinsik sebuah perusahaan secara umum di dapatkan dari nilai
BAB II TINJAUAN LITERATUR Pendahuluan Nilai intrinsik sebuah perusahaan secara umum di dapatkan dari nilai sekarang aliran kas masuk di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan nilai sekarang dari aliran
ANALISIS KEUANGAN. 1) faktor kritis dalam analisis rasio keuangan, 2) mempelajari bagaimana analisis rasio keuangan tersebut dipergunakan dan
ANALISIS KEUANGAN Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisis prestasi operasi perusahaan. Analisis rasio keuangan juga dapat digunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan
RASIO LAPORAN KEUANGAN
RASIO LAPORAN KEUANGAN NERACA (BALANCED SHEET) Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang, dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya menggunakan historical cost LAPORAN RUGI-LABA (INCOME
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Mayora Tbk maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil kinerja Likuiditas dilihat dari rasio
BAB II LANDASAN TEORI. II.1.1 Pengertian Saham / Sekuritas. untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang
BAB II LANDASAN TEORI II Kerangka Teori dan Literatur II.1 Saham / Sekuritas II.1.1 Pengertian Saham / Sekuritas Menurut Suad Husnan (2005 : 29), sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Menurut Rusdin (2005:68-74),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Saham 1.1 Pengertian Saham Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan
BAB III METODE PENELITIAN. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Penelitian ini mengambil objek perusahaan yang tergolong ke dalam sektor industri telekomunikasi yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari perusahaan
ANALISIS RASIO KEUANGAN
ANALISIS RASIO KEUANGAN 1. Pentingnya Analisis Laporan Keuangan Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan (financial) suatu perusahaan kita perlu mengadakan interpretasi atau analisis
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 1. Konsep Dasar Analisis Laporan Keuangan 2. Rasio Likuiditas 3. Rasio Manajemen Aktiva 4. Rasio Manajemen Utang 5. Rasio Profitabilitas 6. Rasio Nilai Pasar 7. Persamaan Du Pont
TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan
ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Didukung Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower II Lantai 1, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190 Telp
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan Sesudah Akuisisi IV.1.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk dengan menggunakan Rasio Keuangan IV.1.1.1
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis keuangan di Amerika Serikat yang bermula dari krisis kredit perumahan (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara global.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang
BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang industri farmasi dimana kegiatan utamanya menyediakan produk dan jasa pelayanan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Disini penulis akan menyimpulkan hasil kinerja PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk yang keduanya merupakan perusahaan yang terdaftar di BEJ setelah dianalisis dengan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam dunia bisnis, tingginya tingkat persaingan membuat setiap perusahaan akan senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan selalu berusaha memperoleh
BAB 1 PENDAHULUAN. dunia khususnya dalam bidang investasi saham. Pasar modal merupakan sarana
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian dunia khususnya dalam bidang investasi saham. Pasar modal merupakan sarana alternative
BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Simpulan rinci yang didapatkan dari perhitungan analisis rasio keuangan yang telah dilakukan sebagai salah satu dasar penilaian kinerja keuangan pada PT Ace Hardware Indonesia
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pasar Modal Menurut Tandelilin (2001) pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Firani (2006) melakukan penelitian dengan judul Analisis Pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share pada Emiten Sektor Infrastruktur di Bursa
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan disusun setiap akhir periode sebagai
Bab 2: Analisis Laporan Keuangan
Bab 2: Analisis Laporan Keuangan Pentingnya analisis laporan keuangan dan pihak pihak yang berkepentingan. Macam laporan keuangan. Analisis rasio keuangan. Keterbatasan analisis laporan keuangan. Pentingnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja perusahaan dalam suatu periode produksi perlu dilakukan evaluasi untuk melihat dan mengetahui pencapaian yang telah dilakukan perusahaan baik dari
hendro 6/30/2010 PRESENTASI VIII :
PRESENTASI VIII : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN KOMPONEN UTAMA : RASIO KEUANGAN INFORMASI KEUANGAN SELURUH INFORMASI YANG SECARA SIGNIFIKAN MENGANDUNG DAN MENGEDEPANKAN ASPEK-ASPEK KEUANGAN DENGAN TUJUAN UNTUK
Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:
Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Return investasi dapat berupa return realisasi dan return ekspektasi. Return
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Return Saham Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi (Jogianto,2000:107). Return investasi dapat berupa return
BAB IV PEMBAHASAN. kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan sampai sejauh mana tagihan-tagihan jangka
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Liquidity Ratios IV.1.1 Current Ratio Rasio lancar (current ratio), dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan sampai sejauh mana tagihan-tagihan
BAB IV. Analisis dan Pembahasan. dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut :
BAB IV Analisis dan Pembahasan Berdasarkan laporan keuangan PT. Astra Internasional pada tahun 2011 dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan
BAB IV PEMBAHASAN. Sebelum melangkah dalam penghitungan nilai instrinsik melalui pendekatan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisis Fundamental Sebelum melangkah dalam penghitungan nilai instrinsik melalui pendekatan dividend discount model (DDM) dan penilaian kewajaran harga saham, sebagaimana kewajiban
BAB II URAIAN TEORITIS. Octavianus Hendratmo (2004) meneliti dengan judul Analisis Pengaruh
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Octavianus Hendratmo (2004) meneliti dengan judul Analisis Pengaruh Tingkat Aktivitas, Likuiditas, dan Leverage Keuangan terhadap Earnings Per Share (EPS)
BAB II LANDASAN TEORI
20 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Keuangan Pengertian manajemen keuangan menurut beberapa pendapat, yaitu: Segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Situmorang (2008) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Econonic Value Added dan Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham Perusahaan Properti Yang terdaftar
ANALISA UNTUK INVESTOR
1 Pertemuan 11 ANALISA UNTUK INVESTOR Salah satu keputusan yang harus diambil oleh para investor adalah keputusan portfolio pada sekuritas. Ada tiga tipe investor, yaitu investor jangka pendek, investor
BAB I PENDAHULUAN. yang tak kalah baik dari pelaku usaha pendahulunya. Hal ini mendorong para pelaku
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Belakangan ini persaingan dalam dunia ekonomi semakin meningkat karena munculnya berbagai pelaku usaha dalam berbagai segmen industri dengan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan dana pada satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis terhadap laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. adalah di bawah ini. Berdasarkan analisis rasio likuiditas,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham juga berarti sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seorang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Harga saham Saham adalah salah satu bentuk efek yang diperdagangkan dalam pasar modal. Saham merupakan surat berharga sebagai tanda pemilikan atas perusahaan
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan 30 Juni 2009 sampai 30 Juni 2014, untuk
64 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada 2 (dua) Badan Usaha Milik Negara bidang perbankan yang terdaftar di BEI yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.. Penelitian
Definisi. Modal ( Capital ): dana yg digunakan untuk membiayai pengadaan asset dan operasional suatu perusahaan
STRUKTUR MODAL Definisi Modal ( Capital ): dana yg digunakan untuk membiayai pengadaan asset dan operasional suatu perusahaan Modal dapat dilihat di neraca sisi kanan (staffel) : hutang, saham biasa, saham
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN Prof. DR. H. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. OVERVIEW Analisis sekuritas berdasarkan analisis fundamental. Analisis perusahaan merupakan tahap ketiga dari analisis fundamental,
ANALISIS FUNDAMENTAL. 1
ANALISIS FUNDAMENTAL [email protected] 1 Your Investment options 2 Determine value without reference to price Analisis Fundamental # Sentimen #Likuiditas #Fundamental Overvalued NILAI Sekuritas Tumbuh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Rasio Keuangan a. Pengertian Rasio Keuangan Menurut Kasmir (2008:104), rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS NILAI INTRINSIK PT CHAROEN POKHPAND INDONESIA DAN PT SIERAD PRODUCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FREE CASH FLOW TO THE FIRM, FREE CASH FLOW TO EQUITY, DAN RELATIVE VALUATION
LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M.
LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Febriyanto, S.E., M.M. LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan
-, ~ --- ANALISIS LAPORAN PROYEKSI DAN V ALUASI SAHAM ::::."'.::::-- :: :: -!::::-- ~:: ,'::'.::..
,, --~-------------.----------------------------------------------------~--!, WERNER R. MURHADI!,, - ~------------------------------------------------------------------~-.,., - ANALISIS LAPORAN PROYEKSI
ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT
ANALISA LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Dalam bab 4 ini dilakukan pembahasan mengenai valuasi harga saham P.T TELKOM Tbk, dengan menggunakan metode discounted cash flow valuation. Dari beberapa macam metode discounted
MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keuangan ANALISIS RASIO KEUANGAN : PT. HOLCIM tbk
MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keuangan ANALISIS RASIO KEUANGAN : PT. HOLCIM tbk Disusun oleh Nama : AdhiPrasetyo NPM : 06320005872 Kelas/Nomer Absen : 2D Adm. Perpajakan / 03 DEPARTEMEN KEUANGAN
BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi seperti saat ini, dimana persaingan usaha sangat ketat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti saat ini, dimana persaingan usaha sangat ketat perusahaan membutuhkan tambahan modal yang besar untuk menunjang kinerja operasional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.2.1. Profitabilitas Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing-masing pengukuran dihubungkan dengan volume penjualan, total
BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis
10 BAB 2 Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Economic Value Added (EVA) Economic Value Added (EVA) merupakan sebuah metode pengukuran nilai tambah ekonomis yang diciptakan perusahaan dari kegiatannya selama periode tertentu.
Financial Performance (2)
Financial Performance (2) Modul ke: Liquidiity Ratio Solvability Ratio Activity Ratio Profitability Ratio Market Ratio Fakultas Pascasarjana Dr. Sawarni Hasibuan Program Studi Magister Teknik Industri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Rasio Keuangan Rasio yang menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pendahuluan Ketika melakukan investasi saham, seorang investor hendaknya melakukan analisis saham terlebih dahulu terhadap saham-saham yang mau dibeli atau dijualnya. Analisis
Analisa Laporan keuangan
Laporan keuangan Analisa Laporan keuangan Minggu ke -2 By : Bambang Wahyudi Wicaksono Laporan keuangan diumumkan secara periodik untuk menyediakan informasi mendasar tentang kinerja keuangan suatu perusahaan,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan dalam Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pengelolaan piutang yang dijalankan oleh PT. INTI kurang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi. Kegiatan akuntansi merupakan kegiatan mencatat, menganalisa, manyajikan dan menafsirkan data
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini berjudul Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Dan Likuiditas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang menjadi rujukan dalam penelitian di antaranya adalah : 1. Anis Sutriani (2014) Penelitian ini berjudul Pengaruh Profitabilitas,
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN CAKUPAN PEMBAHASAN Overview analisis perusahaan EPS dan laporan keuangan perusahaan Price Earning Ratio Estimasi nilai intrinsik
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. By: Budi Setiawan
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN By: Budi Setiawan 1 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN: Rasio Keuangan Membahas teknik-teknik yang digunakan oleh para investor dan manajer dalam menganalisis laporan keuangan Umumnya,
Analisis Laporan Keuangan
BAB 3 Analisis Laporan Keuangan 3-1 Analisis Laporan Keuangan Analisis rasio Pengaruh peningkatan rasio Analisis Sistem DuPont Keterbatasan analisis rasio Faktor2 kualitatif 3-2 Neraca Allied: Aktiva Kas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Untuk menjawab pertanyaan dari studi ini banyak digunakan acuan teori keuangan. Teori yang digunakan untuk landasan perhitungan studi ini adalah teori proses bisnis, financial planning
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
8 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Harga saham a. Pengertian saham Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:
Bab II. Tinjauan Pustaka
Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampauan perusahaan-perusahaan membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada
LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI
LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id DEPRESIASI PENGERTIAN Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan transaksi yang terjadi pada periode tertentu yang berguna untuk evaluasi dan perencanaan. Laporan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Gambaran Umum Analisis Fundamental Dalam Investment Valuation (Damodaran, 2002), untuk dapat menentukan harga saham yang wajar dalam suatu perusahaan, diperlukan adanya forecasting
BAB 2 TINJAUAN LITERATUR
BAB 2 TINJAUAN LITERATUR 2.1. PENILAIAN PERUSAHAAN BERDASARKAN PER, PBV, DAN EV/EBITDA Menurut Damodaran (2002), ada tiga pendekatan untuk menilai suatu perusahaan, yaitu: penilaian menggunakan discounted
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada hakekatnya laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukomunikasikan
BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Analisis rasio laporan keuangan pada perusahaan industri rokok telah dilaksanakan secara efektif, hal ini terlihat dari perusahaan industri rokok dalam menganalisis
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kinerja Keuangan PT. Lippo Karawaci Tbk tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 Dalam Bab ini penulis akan melakukan analisis terhadap laporan keuangan dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar keuangan terbagi menjadi dua jenis segmen pasar yang berbeda yaitu pasar uang dan pasar modal dimana pasar uang merupakan pasar untuk efek utang jangka pendek
BAB II URAIAN TEORITIS. Parwati (2005) melakukan penelitian yang berjudul: Faktor-Faktor yang
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Parwati (2005) melakukan penelitian yang berjudul: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Pada Saham LQ45 di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000-2002.
