Membuat Musik Digital
|
|
|
- Ida Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 Membuat Musik Digital Eko Supriyanto 2
3 Membuat Musik Digital Eko Supriyanto / BukuEko Buku ini dikhususkan sebagai modul pelatihan Digital Musik dan Digital Recording di PENS pada bulan Desember
4 Kata Pengantar Saya bersyukur bisa kembali membuat sebuah buku sederhana yang membahas mengenai Musik Digital. Dewasa ini perkembangan teknologi multimedia semakin pesat dan cepat. Ditambah lagi dengan munculnya teknologi android yang menyaingi teknologi PC yang telah lama eksis. Tidak luput dari itu, teknologi musik digital juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari dulu, yang apabila kita hendak membuat satu not saja butuh pengerjaan dan perhitungan yang cukup rumit dan lama, sekarang kita tinggal Drag n Drop menu nada, sudah jadi lagu yang kita inginkan. Salah satu software pembuatan musik digital yang mempunyai fasilitas tersebut adalah Presonus Studio One. Dengan software ini, kita bisa membuat lagu, baik dengan sounds set maupun recording, melakukan mixing dan mastering audio sekaligus. Tanpa tambahan softwaresoftware yang lain. Oleh karena itulah, software Studio One ini penulis pilih, karena menurut pengalaman penulis, dan sudah penulis uji cobakan mulai tingkat SD hingga guru dan mahasiswa, software ini sangat mudah dalam penggunaannya dan lebih cepat dalam routingnya. 4
5 Untuk pembaca dan yang telah membaca buku penulis ini, kritik dan sarannya sangat penulis harapkan, untuk lebih sempurnanya buku-buku penulis kedepan. Referensi utama buku Membuat Musik Digital ini adalah buku pertama penulis sendiri, yang berjudul Digital Recording dan Internal Mixing, terbitan Bayu Media tahun 2010 yang ditambah dengan pengalaman penulis dalam memberikan training musik digital. Semoga buku kecil ini bisa memberikan sumbangsih untuk kemajuan musik digital di Indonesia. Semoga. /ekosupriyanto 5
6 Daftar Isi Kata Pengantar 4 Daftar Isi 6 BAB I Pendahuluan 7 1. Sinyal Analog 7 2. Sinyal Digital 9 BAB II Format Audio, MIDI dan Software Recording Format Audio MIDI Software Recording 15 BAB III Digital Audio Workstation 17 BAB IV Setting Peralatan Pembuatan Musik Digital, Mixing dan Mastering 20 BAB V Jarak antar nada dan transpose nada 22 BAB VI Memulai Bekerja Dengan Studio One dan Seting Audio Device 24 BAB VII Menu awal Studio One 29 BAB VIII Mengatur tempo dan birama di Studio One 34 BAB IX Step by step membuat musik digital dengan presonus studio one 41 BAB X Transpose Nada 63 BAB XI Penutup 66 Profil Penulis 67 6
7 BAB I Pendahuluan Suara adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan getarannya sampai pada telinga kita. Ada banyak macam sumber suara yang ada disekitar kita. Misalnya dawai gitar yang dipetik, gendang yang dipukul, dan lain sebagainya. Suara dapat sampai ke telinga kita karena ada media yang dilalui oleh gelombang suara tersebut. Dalam hal ini adalah udara. Jadi, di ruang yang hampa udara, kita tidak dapat mendengar suara. Karena memang tidak ada media yang bisa dilalui oleh gelombang suara. Gelombang suara yang kita dengar tadi dapat pula kita rekam atau kita manipulasi. Caranya adalah dengan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal digital. Sedangkan suara yang kita dengar selama ini adalah sinyal analog. Dengan bantuan komputer dan software-software khusus, kita nanti akan mencoba merekam suara, memanipulasinya atau kita edit, kemudian kita jadikan sebuah CD yang berisi, tentunya karya-karya kita sendiri. Sebelum melangkah kesana, ada baiknya jika kita mengenal dulu perbedaan dari sinyal analog dengan sinyal digital secara sekilas. 1. Sinyal analog Suatu sinyal analog dapat digambarkan sebagai berikut : 7
8 Gambar 1. Sinyal analog Tampak pada gambar di atas, bahwa sinyal analog, atau gelombang suara, mempunyai lembah dan bukit. Satu lembah dan satu bukit dinamakan satu putaran atau cycle, atau biasa juga disebut satu perioda, dilambangkan dengan T. Dan satuannya adalah detik (second), dilambangkan dengan s. Apabila putaran gelombang itu terjadi berulang-ulang, maka muncullah konsep frekuensi. Sehingga frekuensi adalah jumlah putaran atau cycle tiap detik. Satuannya adalah Hertz, dilambangkan dengan Hz. Dan kilohertz (khz) adalah seribu putaran tiap detik. Telinga kita hanya dapat mendengarkan suara antara 20 Hz hingga 20 khz. Dan frekuensi inilah yang menentukan pitch atau nada dari suatu suara. Ada yang tinggi dan ada yang rendah. Sedangkan dalam musik, satuan pitch ini biasa disebut oktaf. Satu oktaf adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang sama tetapi dengan jangkauan yang lebih tinggi. Selain tinggi rendahnya nada, kita juga mengetahui keras atau pelannya suara. Inilah yang kita kenal dengan nama 8
9 amplitudo atau intensitas suara. Jadi, kalau kita mendengar suara yang keras, maka molekul udara akan bergetar lebih kuat, sehingga suara yang sampai pada telinga kita terkesan sangat kencang. Besarnya amplitude sinyal diukur dalam satuan tegangan atau volt, yang dilambangkan dengan V. Kuat lemahnya suara biasanya juga dihitung dalam satuan decibel (db). Sampai disini kita telah mengetahui, bahwa suatu sinyal suara itu mempunyai siklus getaran perdetik, dalam gambar terdapat pada sumbu vertikal dan mempunyai tingkat kekerasan atau amplitude, pada sumbu horisontalnya. 2. Sinyal digital Pada sinyal digital, suara digambarkan sebagai deretan angka-angka yang menunjukkan tingat kekerasan sinyal tersebut, yang disebut dengan angka biner. Angka biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja, yang dikenal dengan istilah bit. Angka 0 menunjukkan tegangan rendah atau off dan angka 1 menunjukkan tegangan tinggi atau on. Pada format audio digital, kita mengenal istilah frekuensi sampling atau sample rate dan bit resolution atau bit depth. Frekuensi sampling pada sinyal audio adalah berapa banyak pencacahan sinyal audio tersebut dalam tiap detik. Semakin tinggi nilai frekuensi samplingnya, semakin baik hasilnya. Untuk audio CD, frekuensi samplingnya sebesar 44,1 khz. 9
10 Sedangkan untuk aplikasi multimedia sebesar 22,05 khz dan 11,025 khz untuk jalur telekomunikasi. Frekuensi sampling minimal dua kali lebih besar dari frekuensi tertinggi yang sedang kita kerjakan. Ini disebut dengan aturan Nyquist Frequency. Misalnya, kebanyakan manusia tidak dapat atau sulit untuk mendengar suara diatas frekuensi 15 khz, walaupun secara teori ambang pendengaran kita adalah 20 Hz hingga 20 khz. Untuk itulah audio CD menggunakan frekuensi sampling 44,1 khz dan ini sudah memenuhi ketentuan Nyquist diatas. Mungkin timbul pertanyaan, jika telinga kita tidak dapat mendengar frekuensi diatas 20 khz, untuk apa kita menciptakan alat, misalnya DVD, yang memiliki sample rate sebesar 96 atau 192 khz? Memang kita tidak dapat mendengar suara diatas frekuensi 20 khz, tetapi energi dari audio yang berada pada frekuensi diatas 20 khz memiliki pengaruh pada frekuensi dibawahnya. Inilah sebabnya kita mempunyai pemikiran bahwa sound dari DVD itu lebih jernih kualitasnya. Sedangkan resolusi pada sinyal digital adalah nilai yang menggambarkan level tegangan pada sinyal analog. Semakin tinggi nilai resolusinya, semakin akurat dan mendetail nilai tegangan yang dapat diterjemahkan. Sehingga semakin baik kualitas dari audio tersebut. Pada CD audio, digunakan 16 bit per sample (16 bit resolusi), sehingga dapat memberikan nilai amplitude. Nilai itu didapat dari perhitungan Beberapa sistem audio 10
11 digital yang profesional menggunakan resolusi bit sebesar 24 bit pada saat recording dan mixing, untuk mendapatkan dinamika yang lebih luas. Gambar 2. Beberapa perbandingan dari Resolusi dan Sampling Rate 11
12 BAB II Format Audio, MIDI dan Software Recording Sebelum kita memulai merekam karya kita, ada baiknya apabila kita mengenal dulu macam-macam format audio, MIDI dan macam-macam software yang bisa dipakai untuk merekam karya kita. 1. Format audio Perkembangan storage sebuah tempat format lagu mengalami perubahan setiap periodenya. Di tahun 1978, kita sudah mengenal Laser Disc yang merupakan disc storage optic pertama yang dikomersialkan. Selanjutnya berkembang menjadi Compact Disc dan DVD seperti yang ada sekarang. Sebuah format audio yang dikenal dengan Audio Interchange File Format (AIFF) muncul di tahun 1985, yang tak lama kemudian disusul dengan Digital Audio Tape (DAT) yang merupakan sebuah format audio hasil pengolahan sinyal recording yang dikembangkan oleh Sony dipertengahan tahun 1980-an. Format audio waveform atau yang lebih dikenal dengan WAV atau dengan penulisan lain, WAVE, merupakan hasil kolaborasi dari perusahaan Microsoft dan IBM dalam pengembangan perihal audio file format standard di tahun Ditahun 1995, mulai marak perkembangan format audio dengan kapasitas storage yang cukup kecil, sehingga sangat memungkinkan bagi kita untuk menyimpan dimana 12
13 saja, misalnya di handphone, flashdisk, dan lain-lain, yaitu Moving Picture Experts Group-1 Audio Layer 3 atau yang lebih dikenal dengan istilah MP3. Berbagai format audio yang ada sekarang dapat kita gunakan menurut kebutuhan kita masing-masing. Dengan bantuan teknologi yang ada, sangat mudah bagi kita untuk bisa mengaplikasikan audio kedalam bentuk format apapun. Software audio atau media aplikasi audio tentu sangat dibutuhkan perannya disini. 2. MIDI Di tahun 1980-an, Dave Smith menciptakan sebuah teknologi bahas pemrograman yang digunakan secara universal oleh berbagai perangkat digital musik dengan nama MIDI, yang merupakan singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI tersimpan dalam bentuk data file seperti data program komputer yang lain. Hanya saja MIDI mempunyai Standard MIDI File (SMF) tersendiri berbentuk.mid. Data file dengan format khusus MIDI ini dapat dibaca oleh sebuah sistem yang disebut General MIDI (GM). Adapun koneksi MIDI ini melalui sebuah kabel khusus atau yang biasa disebut dengan MIDI port. MIDI port mempunyai tiga jenis, yaitu MIDI in, yang berfungsi sebagai jalur penghubung untuk menerima data MIDI dari luar. Kemudian MIDI out, yang berfungsi sebagai jalur penghubung untuk mengirim data MIDI keluar. Dan yang 13
14 terakhir adalah MIDI thru, yang berfungsi sebagai jalur penghubung untuk meneruskan data MIDI. Saat ini data MIDI juga dapat ditransfer melalui jalur USB maupun firewire. Sehingga saat ini secara umum produkproduk piano elektrik sudah dilengkapi dengan fasilitas MIDI. Hal ini dapat diketahui dengan melihat MIDI port pada bagian belakangnya. Bahasa MIDI terus berkembang di dunia musik digital. Demikian juga di dunia recording. Dengan berbasis teknologi MIDI, berbagai instrument musik asli, seperti : gitar, drum, bass, piano, dan lain-lain, diolah sedemikian rupa menjadi sebuah software yang dapat dimainkan dan direkam. Dengan kata lain, kita dapat membuat musik dengan berbagai instrument musik yang tidak terbatas karena memang tidak dibutuhkan instrument asli dalam pengerjaannya. Gambar 3. Contoh tampilan program MIDI 14
15 3. Software recording Software untuk merekam dan membuat musik dalam dunia musik digital disebut dengan Digital Music Workstation (DAW). Penggunaan DAW lebih bisa diandalkan bagi orangorang yang berlatar belakang hobies. Dan DAW sendiri juga bisa digunakan untuk merekam, mengedit, mengaransemen musik, serta memproses data atau mixing yang berupa WAV dan aplikasi MIDI hingga proses akhir pembuatan lagu atau mastering. Ada banyak pilihan DAW yang tersebar dipasaran yang masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri. Diantaranya adalah ACID Pro, Presonus Studio One, Cubase Nuendo, Protools, Reason, dan masih banyak lagi yang lainnya. DAW mempunyai dua macam metode sampling track, yaitu MIDI dan audio. Track audio mempunyai fungsi menangkap dan merekam gelombang sinyal dari instrument asli, misalnya bass, gitar, mikrofon, dan lain-lain, yang dikoneksikan melalui soundcard pada komputer. Sedangkan track MIDI berperan sebagai media untuk menampung blokblok MIDI yang dihasilkan dari ragam instrument sintesis dari sebuah software. Perlu diketahui, bahwa tidak semua DAW bisa melakukan sampling track. Beberapa diantaranya hanya bisa digunakan untuk eksploitasi sampling MIDI saja dan begitu pula sebaliknya. 15
16 Gambar 4. Contoh tampilan program Presonus Studio One 16
17 BAB III Digital Audio Workstation Dewasa ini banyak sekali Digital Music Workstation (DAW) yang bisa kita gunakan untuk membantu berkreasi dalam pembuatan musik secara digital. Diantaranya Nuendo, Cubase, Protools, Adobe Audition, Fruitty Loop, Studio One, dan lain-lain. Semua DAW tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing disbanding satu dan lainnya. Tetapi yang terpenting disini adalah bagaimana kita menggunakan salah satu dari DAW tersebut sehingga kita bisa expert dari DAW tersebut. Pada saat ini kita akan hanya membahas DAW studio one saja. DAW ini saya pilih karena dengan studio one kita bisa membuat sebuah lagu, melakukan mixing serta mastering sekaligus. Tanpa harus berpindah DAW yang lain, bahkan tanpa tambahan plug in. Hal inilah yang ingin saya jelaskan pada bagian-bagian berikutnya. Sebelum kita memulai menginstal studio one, yang perlu kita perhatikan dan kita persiapkan adalah sebagai berikut : 1. Komputer atau laptop, dengan spesifikasi minimal Core Duo, Ram 4 Gb, CD ROM, Harddisk sekitar 30 GB. 2. Software studio one beserta soundsetnya. 17
18 Apabila kita ingin bekerja secara professional, maka ada beberapa peralatan lainnya yang kita butuhkan, diantaranya : 1. Audio Converter, atau biasa disebut external soundcard, khusus untuk recording. 2. Keyboard controller, sebagai alat untuk memudahkan kita dalam membuat nada-nada musik. 3. Monitor speaker, monitor khusus untuk recording, mixing dan mastering. Speaker ini berbeda dengan active speaker yang biasa kita gunakan untuk memutar lagu atau bermain game. Seandainya kita hanya menginstal software studio one saja, tanpa soundsetnya, maka kita tidak bisa maksimal dalam proses pembuatan sebuah lagu. Kecuali kalau kita menginstal software-software tambahan yang berfungsi sebagai instrumen musik. Software-software ini biasanya disebut Vst (Virtual Studio Technology) atau Vsti (Virtual Studio Technology Instrument). Sangat banyak macamnya software vst ini. Contoh software vst ini diantaranya Hypersonic (untuk segala macam jenis alat musik), Edirol Orchestra (untuk alat musik jenis orchestra), Ez Drummer (untuk alat musik jenis drum), Virtual Guitarist (untuk alat musik jenis gitar), dan lain sebagainya. Selain itu, untuk memperkaya dan mengoptimalkan kinerja kita, biasanya kita juga menginstal software-software 18
19 tambahan jenis plug-in. Software ini berfungsi sebagai efek tambahan agar kinerja kita dalam proses recording, mixing dan mastering bisa lebih maksimal. Diantara macam software plug in ini adalah Waves (software berbagai jenis efek), Melodyne (Software untuk memperbaiki nada yang kurang tune), macam-macam software delay, echo ataupun reverb. Mungkin kita akan bingung dan bertanya, terus manakah software yang harus saya pakai untuk proses recording, mixing atau mastering apabila software studio one saya tidak komplit? Jawabnya sangat sederhana, pilihlah software yang sangat kita butuhkan. Sebenarnya sah-sah saja kita menginstal segala macam plug in atau Vst di komputer kita. Namun yang perlu kita ingat, semakin banyak kita menginstal software plug in atau Vst di komputer kita, maka isi harddisk komputer kita akan penuh, dan memori komputer kita akan bekerja lebih berat. Sehingga kinerja komputer kitapun akan lebih lambat. Hal inilah yang perlu kita waspadai, jangan sampai kita mempunyai banyak plug in atau Vst yang terinstal di komputer kita tetapi kinerja komputer kita jadi lambat. Dengan kata lain, kita harus bijaksana dalam memilih software plug in atau Vst yang akan kita install di komputer kita. 19
20 BAB IV Setting Peralatan Pembuatan Musik Digital, Mixing dan Mastering Sebelum kita memulai bekerja, ada baiknya kita melihat bagaimana setting peralatan studio musik digital kita. Gambar 5. Seting Studio Digital Profesional Gambar diatas adalah contoh set up studio musik digital secara professional, sedangkan pada gambar dibawah adalah contoh minimal setup studio musik digital. 20
21 Gambar 6. Seting Studio Digital Minimal Dari dua gambar diatas, kita bisa membandingkan bahwa perbedaan antara setting studio musik digital professional dan biasa adalah pada audio converter, keyboard controller dan console. Console adalah semacam mixer digital namun ukurannya sangat kecil. 21
22 BAB V Jarak antar nada dan transpose nada Sebelum kita memulai membuat lagu pertama kita dengan Studio One, mengingat kita hanya menggunakan software Studio One beserta soundsetnya, tanpa tambahan software lain, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan nada. Nada merupakan bunyi yang beraturan. Secara umum sebuah nada satu oktaf biasa kita tulis sebagai berikut : c d e f g a b C. Dengan asumsi nada dasarnya adalah nada c. Huruf-huruf tadi mewakili nada-nada solmisasi sebagai berikut do re mi fa sol la si DO. (Untuk bab ini mohon diingat, bahwa huruf besar, seperti C dan DO merupakan nada tinggi satu oktaf dari nada dengan huruf kecil, yaitu c dan do). Atau bisa juga kita tulis seperti berikut ini : C D E F G A B C dan DO RE MI FA SOL LA SI DO Sedangkan jarak antar nada dari nada-nada tersebut adalah sebagai berikut : Sedangkan diantara nada-nada tersebut ada nada-nada sisipan sebagai berikut : 22
23 Sedangkan yang dimaksud dengan transpose nada adalah kita mengubah atau menggeser nada dasar dari sebuah lagu atau birama. Misalnya sebuah lagu dengan nada dasar C kita rubah ke nada dasar D, maka jarak antar nadanya harus tetap dengan rumus ½ ½. Sehingga nadanya berubah menjadi D E F# G A B C# D. Disini muncul nada kres (#) dua kali, yaitu F# dan C#. Ini dikarenakan jarak antara nada E ke F hanya 1/2 nada yang seharusnya 1 nada. Maka nada F ditambah setengah nada sehingga menjadi F#. Demikian juga dengan nada C#. Dengan mengetahui rumus jarak antar nada diatas, kita dapat mengubah nada asli dari sebuah lagu menjadi nada yang sesuai dengan kebutuhan kita. Bab ini perlu kita ketahui, karena nantinya di soundset Studio One nada instrumen yang satu dengan instrumen yang lainnya terkadang ada yang berbeda. Sehingga apabila kita langsung saja mengambil instrumen-instrumen tersebut tanpa memperhatikan nadanya, maka lagu yang sedang kita kerjakan akan menjadi fals atau sumbang. 23
24 BAB VI Memulai Bekerja Dengan Studio One dan Seting Audio Device OK, sekarang kita asumsikan bahwa kita telah menginstal software DAW Presonus Studio One lengkap beserta soundsetnya. Dan kita asumsikan kita hanya memakai komputer atau laptop saja, tanpa alat recording tambahan. Tanpa memakai keyboard controller dan audio converter. Marilah kita memulai untuk bekerja dengan Stuio One. 1. Pertama, bukalah Studio One dengan mengklik Shortcut atau dari Start Windows. Gambar 7. Membuka Studio One 24
25 2. Setalah kita klik icon atau start menu studio one, maka akan muncul halaman awal studio one. Gambar 8. Loading Studio One Pada gambar diatas, DAW studio one sedang proses loading. Akan muncul komentar apakah kita akan memasangkan keyboard controller atau tidak. Apabila kita hendak memasang keyboard controller maka kita tekan Yes, dan bila tidak maka kita tekan No. 25
26 3. Setelah itu akan terbuka halaman awal studio one. Gambar 9. Halaman awal Studio One Kita bisa meliaht dihalaman tersebut, ada peringatan No Audio Device. Ini berarti studio one kita tidak mendetect adanya sound card. Untuk memilih penggunaan soundcard kita bisa memilih menu Configure Audio Device seperti gambar dibawah ini. Gambar 10. Menu Setup 26
27 4. Kita klik Menu Configure Audio Device, akan muncul halaman seperti yang tampak digambar dibawah ini. Gambar 11. Seting Audio Setup 5. Kita pilih menu Audio Device, dan karena kita hanya menggunakan komputer atau laptop saja, tanpa tambahan peralatan recording yang lain, maka kita pilih Windows Audio. M-Audio USB ASIO kita pilih apabila kita menggunakan audio converter merk M- Audio. Gambar 12. Seting audio Device 27
28 6. Setelah kita pilih Windows Audio, akan tampak seperti gambar dibawah ini. Kemudian kita klik OK. Gambar 13. Seting Windows Audio 7. Sekarang Studio One kita sudah kita set Audio Devicenya ke Windows Audio. Gambar 14. Seting Windows Audio 28
29 BAB VII Menu awal Studio One Kini kita sudah mensetting Audio Device kita ke Windows Audio. Berikut ini adalah menu-menu yang terdapat pada halaman awal Studio One. Gambar 15. Halaman awal Studio One 1. Create a new Song : Menu ini kita pilih apabila kita hendak membuat lagu baru atau kita akan memixing sebuah lagu. 2. Create a new Project : menu ini kita pilih apabila kita akan memastering sebuah lagu hasil dari mixing. 3. Open an existing Document : kita pilih apabila kita akan membuka project dari dalam komputer. 4. Recent Files : file-file yang sedang atau yang baru saja kita kerjakan. 29
30 5. Songs : lagu-lagu yang baru saja kita kerjakan. 6. Project : mastering lagu yang baru saja kita kerjakan. Sedangkan pada kolom Artist Profile, terdapat beberapa menu, diantaranya : 1. Artist : bisa kita isi dengan nama kita atau artis yang sedang bekerja dengan kita. 2. Genre : jenis musik yang sedang kita kerjakan, bisa kita tulis pop, rock, orchestra dan lain sebagainya. 3. Website : kita isi dengan web kita atau web artis. 4. : kita klik seandainya kita ingin memasukkan gambar profil diri kita atau artis yang bernyanyi. Dan gambar ini akan muncul pada saat kita memutar lagu yang sedang kita kerjakan. 5. X : untuk menghapus gambar profil. Pada kolom Setup, ada menu yang belum kita bahas, yaitu Configure External Devices. Menu ini apabila kita klik akan muncul menu baru seperti gambar dibawah ini. 30
31 Gambar 16. Seting External Device 1. External Devices kita pilih apabila kita ingin menghubungkan sebuah keyboard controller ke laptop atau komputer. Apabila keyboard controller telah kita hubungkan dan kita on-kan, maka kita pilih salah satu menu keyboard yang ada. Misalnya kita pilih New Keyboard. Kemudian kita tekan Reconnect dan OK. 2. Sedangkan apabila kita memilih menu Locations, maka akan muncul halaman menu seperti gambar berikut ini. 31
32 Gambar 17. Seting lokasi Vst Yang sering kita pilih pada halaman menu ini adalah Instrument Library dan VST Plug-Ins. Menu tersebut kita pilih apabila kita baru saja menginstall software jenis plug in atau Vst. Supaya software plug in atau vst tadi bisa masuk ke dalam studio one, maka perlu kita tambahkan dengan menekan tombol Add.. Dan apabila kita ingin menghapus suatu plug in atau instrument,kita pilih instrument atau plug in mana yang akan dihapus kemudian kita tekan tombol Remove. Setelah itu kita tekan tombol OK untuk mengakhiri proses penambahan atau menghapus software. 32
33 Gambar 18. Menambah atau menghapus Vst 33
34 BAB VIII Mengatur tempo dan birama di Studio One Tempo lagu Tempo lagu adalah kecepatan birama lagu. Alat yang dipakai untuk mengukur tempo lagu adalah metronome. Tempo lagu ada beberapa macam jenis, diantaranya : 1. Grave: lambat, berat, tenang dan sopan ( 40-44) 2. Largo: lambat, lebar, dan luas ( 44-48) 3. Lento: lambat ( 50-54) 4. Adagio: lambat, lebih lambat dari andante (54-58) 5. Larghetto: lambat, lebar, tidak selambat largo (58-63) 6. Adagietto: lambat, tidak selambat adagio (63-69) 7. Andante: sedang, langkah santai (69-76) 8. Andantino: lebih cepat dari andante (76-84) 9. Maestoso: agung, penuh kemuliaan ( 84-92) 10. Moderato: sedang, lebih cepat dari andante (92-104) 34
35 11. Allegreto: mirip namun tidak secepat allegro ( ) 12. Animato: penuh semangat ( ) 13. Allegro: riang, cepat ( ) 14. Assai: (Allegro Assai) sangat; amat; banyak ( ) 15. Vivace: hidup, lincah, cepat ( ) 16. Vivace quasi presto: sangat vivace ( ) 17. Presto: sangat cepat ( ) 18. Prestissimo: paling cepat ( ) Maksud dari angka-angka diatas adalah jumlah ketukannya tiap menit. Misalnya lagu bertempo Moderato, maka jumlah ketukannya adalah permenitnya. Cara merubah tempo di Studio One sangatlah mudah. Kita tinggal mengklik angka tempo kemudian menggantinya. Selanjutnya tekan enter. Tempo default Studio One adalah
36 Gambar 19. Tempo pada Studio One Klik angka tempo dan ubahlah angka tempo sesuai kebutuhan kita, kemudian tekan enter. Gambar 20. Mengubah tempo di Sudio One Angka tempo berubah menjadi 80. Gambar 21. Mengubah tempo di Sudio One Bagaimanakah kita mengetahui seberapa cepat tempo yang sedang kita ubah? Apakah sudah sesuai keinginan atau belum? Caranya adalah dengan menekan tombol metronome, kemudian tekan tombol play. Kita dengarkan temponya, apakah terlalu cepat ataukah terlalu pelan. 36
37 Gambar 22. Mengaktifkan Metronome Tombol Metronome kita nyalakan kemudian tekan Play. Birama lagu Birama adalah pembagian nilai not. Ada beberapa macam birama dalam lagu misalnya 4/4, ¾, atau 2/4. Maksud dari angka diatas, misalnya birama 4/4, maka dalam satu birama, yang dibatasi oleh garis birama, jumlah notnya adalah 4, dengan nilai not ¼. Seperti pada gambar dibawah ini : Sedangkan untuk birama 2/4 contohnya seperti gambar dibawah ini : Dalam satu birama terdapat 2 not berharga ¼. 37
38 Untuk mengatur birama lagu, kita bisa mengklik Timesig, kemudian merubahnya sesuai kebutuhan kita. Timesig default Studio One adalah 4/4. Gambar 23. Mengubah Birama lagu Klik jumlah not dalam setiap birama yang kita harapkan. Gambar 24. Mengubah Birama lagu Klik harga not dalam setiap birama sesuai kebutuhan kita. 38
39 Gambar 25. Mengubah Birama lagu Birama telah berubah menjadi ¾. Gambar 26. Mengubah Birama lagu Harga not Not dalam setiap ketukan mempunyai harga tertentu. Ada yang berharga 2, 1, ½, ¼, dan lain-lain. Harga not berikut simbolnya bisa kita lihat pada table dibawah ini : 39
40 40
41 BAB IX Step by step membuat musik digital dengan presonus studio one Tibalah saatnya kita memulai membuat jingle pertama. Disini kita asumsikan sekali lagi, bahwa kita sudah menginstal semua soundset Studio One. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Pilih Create New Song. Gambar 27. Memilih Menu Create New Song 2. Ubahlah Song Title sesuai dengan nama lagu yang akan kita buat. Ubahlah juga di direktori mana kita akan menyimpan lagu yang akan kita buat. Untuk Sample Rate kita biarkan bernilai 44,1 khz. Resolusi kita memakai 24 bit atau 32 bit pada saat recording atau mixing, dan kita pakai 16 bit pada saat mastering. Timebase kita pilih Bars, apabila kita 41
42 3. nanti ingin tampilan lembar kerja kita dalam satuan birama, dan kita pilih second apabila kita ingin tampilna lembar kerja kita dalam satuan detik. Setelah itu kita tekan OK. Gambar 28. Mengganti nama lagu 4. Nama lagu sudah kita ganti menjadi jingleku dan penyimpanan proyek nantinya di direktori D. 42
43 Gambar 29. Mengganti nama lagu 5. Layar lembar kerja Studio One. Gambar 30. Lembar kerja Studio One 6. Sekarang kita pilih folder Soundsset dengan cara mengklik folder Sounds. 43
44 Gambar 31. Memilih Sounds Set 7. Folder Soundset telah terbuka, dan muncul daftar soundset apa saja yang telah kita install. Gambar 31. Sounds Set Studio One 44
45 8. Sebagai contoh dan latihan awal, kita coba pilih jenis Studio One Musicloops, folder Drums dan kita pilih Beat Street 115bpm.musicloop. Untuk mendengarkannya kita bisa menekan tombol play di bagian bawah Soundset. Gambar 32. Memilih Sounds Set 9. Kita Drag n Drop soundset tadi ke tengah lembar kerja Studio One. 45
46 Gambar 33. Drag n Drop Sounds Set 10. Kita letakkan soundset tadi pada birama ke 2. Gambar 34. Drag n Drop Sounds Set 11. Agar kita bisa melihat lembar kerja lebih luas, bisa kita atur tombol zoom yang terletak di pojok kanan bawah lembar kerja. 46
47 Gambar 35. Tombol Zoom 12. Contoh tampilan lembar kerja yang diperluas. Gambar 36. Lembar kerja terzoom 13. Kita copy sound drum tadi, dengan cara menekan tombol D pada keyboard. Misalnya kita copy 4 kali. 47
48 Gambar 37. Mengcopy data 14. Selanjutnya kita masukkan soundset yang lain, misalnya dari folder Bass kita pilih BelowSubBass- 115bpm-a.musicloop. Apabila kita ingin mendengarkannya bisa kita klik tombol play dibawah soundset. Kita Drag n Drop sound bass tadi di bawah track drum. Perlu kita ketahui, bahwa huruf yang ada di belakang nama sound tadi merupakan kunci dasar atau nada dari sound tadi. Misalnya sound Below Sub Bass yang kita pilih tadi mempunyai nada A. 48
49 Gambar 38. Drag n Drop Sounds Set 15. Sound bass sudah masuk di lembar kerja Studio One. Sekarang kita telah mempunyai dua track instrumen, yang pertama track instrumen drum dan yang ke dua track instrumen bass. Kita copy sound bass tadi sekali saja. Gambar 39. Mengcopy data 49
50 16. Selanjutnya, kita copy sekali lagi sound bass. namun, pada track bass di birama 10 nantinya akan kita rubah nadanya, dari nada A menjadi nada D. Gambar 40. Mengcopy data 17. Kita double klik birama ke 10 track bass tadi. Muncul halaman editor dibawah halaman kerja kita. Gambar 41. Mengubah nada 50
51 18. Kita klik salah satu nada birama yang akan kita rubah nadanya, kemudian bisa kita tekan Ctrl A atau kita blok satu birama yang akan kita ubah nadanya tadi. Gambar 42. Mengubah nada 19. Birama yang akan kita rubah nadanya, telah terblok semua. Ini ditandai dengan berubahnya warna notnotnya, dari abu-abu menjadi oranye. Gambar 43. Mengubah nada 51
52 20. Kita klik salah satu nada dan kita geser nadanya. Dari nada A2 kita geser menjadi nada D3. Gambar 44. Mengubah nada Gambar 45. Mengubah nada 52
53 21. Nada A telah berubah menjadi nada D. Gambar 46. Mengubah nada Gambar 47. Mengubah nada 22. Sekarang kita copy birama ke 10 tadi. Caranya, kita klik dulu birama ke 10 kemudian kita tekan tombol D pada keyboard. Sekarang kita mempunyai track instrumen bass nada A pada birama 6 dan 8 dan dengan nada D pada birama 10 dan
54 Gambar 48. Mengcopy data 23. Sekarang kita akan mengcopy nada bass yang bernada A di birama ke 14. Pada kasus ini, karena kita mengcopy birama yang tidak berjajar, misalnya 4 dan 5, tetapi dari 8 ke 14 (melewati birama bass ke 10 dan ke 12) maka cara mengcopynya adalah kita klik dan tahan birama yang akan dicopy, dalam hal ini birama ke 8, kemudian kita tekan tombol Alt pada keyboard, selanjutnya kita tarik birama yang kita copy tadi ke birama yang kita kehendaki, dalam hal ini birama ke 14. Gambar 49. Drag n Drop nada 54
55 24. Birama ke 8 tercopy di birama ke 14. Selanjutnya kita copy seklai birama ke 14 dengan menekan tombol D pada keyboard. Gambar 50. Mengcopy data 25. Kita masukkan lagi sound baru. Dalam contoh kita masukkan sound Keys & Natural B3_EP2-120bpma.musicloop. Kita dengarkan soundnya dengan menekan tombol play dibawah Soundset. Selanjutnya kita Drag n Drop sound tersebut dibawah track bass, pada birama ke 8. Gambar 51. Drag n Drop nada 55
56 Gambar 52. Drag n Drop nada 26. Kita copy sound yang baru tadi di birama ke 10 dan 14. Namun yang perlu kita ingat, bahwa pada birama ke 10 dan 12 tadi, nada sound bass kita adalah nada D, sehingga untuk sound Keys pada birama tersebut harus juga kita rubah menjadi sound D, karena sound Keys tadi adalah sound A. Apabila tidak kita rubah, maka lagu yang kita buat akan sumbang nadanya pada birama ke 10 sampai 12. Sedangkan nada keys pada birama ke 14 kita biarkan tetap nada A. 56
57 Gambar 53. Mengcopy data Untuk mendengarkan hasil karya kita, kita bisa menekan tombol Play pada tengah bawah lembar kerja kita. Atau bisa juga kita menggunakn tombol spasi pada keyboard untuk men-stop dan Play lagu yang kita mainkan. 27. Apabila kita ingin mengetahui berpa menit panjang jingle atau lagu yang telah kita buat, kita bisa klik kanan mouse pada angka-angka birama. Kita pilih Timebase dan kita pilih Seconds. Maka birama kita berubah menjadi detik. Untuk mengembalikan lagi ke birama kita ulangi langkah tadi namun kita pilih Bars. 57
58 Gambar 54. Merubah tampilan Timebase Gambar 55. Merubah tampilan Timebase 28. Sekarang kita telah mempunyai sebuah jingle baru karya kita sendiri. Dan kita ingin menyimpannya menjadi file audio. Maka sebelum kita menyimpannya, kita harus me-locate dulu, birama mana saja yang akan simpan menjadi file audio. Misalnya pada contoh kita ingin menyimpan semua 58
59 birama, maka kita tarik garis locate dari birama ke 1 hingga, misalnya, birama ke 22. Gambar 56. Locate lagu 29. Pada gambar birama ke 1 hingga birama ke 22 telah ter-locate. Gambar 57. Locate lagu 30. Selanjutnya kita pilih menu Song dan kita pilih Export Mixdown 59
60 Gambar 58. Mixdown 31. Muncul menu Export Mixdown. Jika kita ingin merubah nama file audio kita, kita klik Filename dan kita ganti nama filenya. Untuk format, kita bisa memilih jenis WAV atau mp3. Untuk WAV sebaiknya kita pilih format 16 bit/44,1 khz. Sedangkan untuk mp3 bisa kita pilih 128 Kb/s-44,1 khz atau yang lainnya. Tapi yang perlu kita ingat, semakin besar bitrate yang kita pilih, file audio kitapun akan semakin besar. Setelah selesai kita tekan OK. 60
61 Gambar 59. Mixdown 32. Kita tunggu hingga proses Rendering selesai. Gambar 60. Mixdown 33. Proses rendering selesai, maka kita sekarang sudah punya file audio jingle karya kita. Untuk menambah kekayaan suasana musik kita, kita bisa menambahkan sound-sound baru pada karya kita 61
62 tadi. Namun yang perlu kita ingat adalah, nada dari sound tadi pada setiap biramanya harus sama dan sesuai agar lagu yang kita buat tidak terdengar sumbang. Selamat berlatih, belajar dan berkarya di lagu-lagu berikutnya. Gambar 61. Mixdown 62
63 BAB X Transpose Nada Misalnya kita mempunyai lagu atau permainan instrumen dalam bentuk file audio, dan kita ingin merubah nadanya, caranya sangat mudah. Pertama-tama masukkan file audio yang ingin kita rubah nadanya. Gambar 62. File audo terimport di Studio One Kemudian tekanlah tombol i atau inspector atau F4. Gambar 63. Tanda Inspector 63
64 Muncul menu Inspector. Gambar 64. Tanda Inspector 64
65 Klik dan ubahlah nilai dari Transpose. Gambar 65. Mengubah nilai Inspector Masukkan nilai sesuai kehendak kita kemudian tekan enter. Misalkan, nada dari file audio kita adalah C dan kita ingin mengubahnya menjadi D, maka kita masukkan nilai transpose 2. Karena perpindahan nada C ke D naik sebanyak 2 nada, yaitu C# dan D. Demikian juga apabila kita ingin mengubah nada dari C ke B, maka nilai transpose kita masukkan - 1, karena dari nada C ke nada B turun 1 nada. Gambar 66. Nilai Inspector telah berubah 65
66 BAB XI Penutup Demikianlah penjelasan singkat tentang bagaimana cara kita membuat sebuah lagu atau jingle, yang mungkin sangat sederhana, hanya dengan bermodalkan PC atau laptop. Untuk memperkaya karya kita, ada baiknya kita juga belajar untuk merekam data audio. Sehingga nantinya kedepan, karya kita tidak hanya dari data MIDI saja, melainkan juga gabungan dengan data audio. Semoga kita bisa memberikan sumbangsih terbaik kita untuk kemajuan musik Indonesia. Selamat belajar dan berprestasi. 66
67 Profil Penulis Eko Supriyanto, lahir di Surabaya 25 Februari Sehari-hari bekerja di Laboratorium Dasar Telekomunikasi PENS. Selain itu juga membuka kursus online serta layanan Mixing dan Mastering audio online. Penulis bisa dihubungi di Untuk pembelian alat-alat Digital Recording bisa menghubungi Bapak Aliv atau bisa kunjungi web musisi.org atau telp di
68
GarageBand 11. GarageBand adalah program aplikasi di Apple untuk merekam, menyusun, dan share musik digital
GarageBand 11 GarageBand adalah program aplikasi di Apple untuk merekam, menyusun, dan share musik digital Jalankan aplikasi GarageBand. Akan muncul menu New Project, Learn to Play, Lesson Store, Magic
Teknologi Multimedia. Suara dan Audio
Teknologi Multimedia Suara dan Audio SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK MEDIA DIGITAL
No. LST/EKA/PTI 236/12 Revisi: 01 April 2011 Hal 1 dari 5 A. Kompetensi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan merekam audio, mengedit dan mengolah file audio untuk
BAB I PENDAHULUAN. penting. Notasi musik merupakan media agar hasil karya musik seseorang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia seni musik, notasi merupakan salah satu komponen yang penting. Notasi musik merupakan media agar hasil karya musik seseorang dapat dimainkan kembali. Lagu-lagu
BAB II PENGOLAHAN AUDIO DENGAN FL STUDIO
BAB II PENGOLAHAN AUDIO DENGAN FL STUDIO 2.1. TUJUAN 1. Mengenal aplikasi pengolah suara FL Studio. 2. Mengetahui cara penggunaan FL Studio. 3. Membuat musik instrumental. 4 5 2.2. DASAR TEORI 2.3.1. Pengenalan
Aplikasi Sound dan Audio
Aplikasi Sound dan Audio Suara? Suara adalah sebuah fenomena alamiah yang dihasilkan dari pergetaran sebuah benda. Coba anda ketuk meja, apakah anda mendengar sesuatu? Mengapa Suara bisa terdengar oleh
SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND)
SUARA DAN AUDIO 1 SUARA (SOUND) SUARA DAN AUDIO Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda. getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu
2015 PEMBELAJARAN AUDIO ENGINEERING PADA PROGRAM HOME STUDIO PRODUCTION DI SEKOLAH MUSIK KITA ANAK NEGERI DEPOK
DAFTAR ISI halaman PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMAKASIH... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR BAGAN... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I
MODUL 2 EDITING AUDIO
1 Modul Ajar Praktikum Multimedia 2 MODUL 2 EDITING AUDIO A. KOMPETENSI DASAR Mengenalkan dan memahami konsep dasar pengolah suara Mengenal Audacity sebagai software aplikasi multimedia pengolah suara.
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK MEDIA DIGITAL
No. LST/EKA/PTI 236/10 Revisi: 01 April 2011 Hal 1 dari 6 A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan merekam audio, mengedit dan mengolah file audio untuk
AUDIO DIGITAL. Kualitas Audio Digital. Kualitas Audio ditentukan oleh Sample rate dan Bit Rate. Sample Rate
AUDIO DIGITAL Suara atau audio adalah getaran udara pada frekwensi yang dapat didengar oleh telinga manusia sehingga disebut dengan frekwensi suara atau freuensi audio. Frekuensi audio berada diantara
Modul #1: Mengolah Suara dengan Adobe Audition
Modul #1: Mengolah Suara dengan Adobe Audition A. Tujuan Mahasiswa mampu melakukan pengeditan suara menggunakan Adobe Audition. B. Mengolah Suara dengan Adobe Audition Adobe Audition adalah multitrack
MODUL #1 Mengolah Suara dengan Adobe Audition 1.0
MODUL #1 Mengolah Suara dengan Adobe Audition 1.0 Adobe Audition adalah multitrack digital audio recording, editor dan mixer yang mudah digunakan dan memiliki berbagai fasilitas pengolahan suara. Dengan
Sistem Multimedia. Materi : Audio/Suara
Sistem Multimedia Materi : Audio/Suara Definisi i i Suara Suara (Sound) fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah b secara
MODUL PRAKTIKUM PENGOLAHAN VIDEO dan ANIMASI
MODUL PRAKTIKUM PENGOLAHAN VIDEO dan ANIMASI LABORATORIUM TEKNIK MULTIMEDIA & JARINGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MODUL VI AUDIO TREATMENT Adobe Premiere Pro mendukung berbagai format file audio,
PERTEMUAN 5 AUDIO TREATMENT
PERTEMUAN 5 AUDIO TREATMENT Tujuan Paktikum: 1. Mahasiswa mengetahui konsep ADC (audio to digital converter) serta berbagai format data audio, 2. Mahasiswa mampu mengedit video dengan mengatur audio beserta
BAB 2 TINJAUAN TEORI
7 BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1. Pengenalan musik, dan Recording 2.1.1. Pengenalan musik Musik merupakan suara yang disasilkan secara harmonis. Sebagian orang menyebut music bersifat universal, karena musik
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK MEDIA DIGITAL
No. LST/EKA/PTI 236/11 Revisi: 01 April 2011 Hal 1 dari 5 A. Kompetensi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan merekam audio, mengedit dan mengolah file audio untuk
Oooh, gitu ya..? Terus apa aja yang dibutuhin untuk buat bikin musik pake software itu?
I NTRO TO FLSTUDI O DwiAntonyVerdugo FL Studio itu apaan sih? FL studio adalah software Digital Audio Workstation (DAW) dari perusahaan Image Line yang dapat kita gunakan untuk segala kebutuhan seperti
Atandho Gama M. ( )
Atandho Gama M. (4212100140) Representasi Data Audio Dan Video Pengertian Agar suara dapat diterjemahkan ke dalam komputer, maka data harus diolah terlebih dahulu ke dalam bentuk digital, dipilah dan dikelola
Tutorial Software Pembuat Musik Cubase untuk Pemula (Part 1)
Tutorial Software Pembuat Musik Cubase untuk Pemula (Part 1) Memproduksi musik sendiri sudah bukan hal aneh di zaman serba digital. Siapa saja dapat membuat lagu, tak heran karena saat ini sebuah lagu
Sound Pertemuan 6. Sound. Outline Materi. Learning Outcomes. Waveforms. Waveforms. Matakuliah : T0732 / Sistem Multimedia Tahun : 2007
Learning Outcomes Matakuliah : T0732 / Sistem Multimedia Tahun : 2007 Sound Pertemuan 6 Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menunjukkan Penggunaan Suara pada Aplikasi Multimedia
BAB 4 MATERI KERJA PRAKTEK
BAB 4 MATERI KERJA PRAKTEK 4.1 Proses Kerja Proses kerja yang dilakukan praktikan selama Kerja Praktek di PT. Fortune Indonesia adalah: 1. Membuat layout template video atau project baru, menggunakan final
Kata Pengantar... vii Daftar Isi... ix
DAFTAR ISI Kata Pengantar... vii Daftar Isi... ix Modul 1 Mengenal Video... 1 1.1 Video Digital vs Analog...1 1.2 Format Video Broadcast...3 1.3 Perbedaan PAL, NTSC, dan SECAM...4 1.4 Aspect Ratio...5
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Analisa yang penulis lakukan adalah memberikan ilustrasi berupa gambaran umum, keadaan saat ini dan kendala yang dihadapi sebagai berikut: 3.1.1 Sekilas
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK PERMAINAN MUSIK DIGITAL. Kezia Stefani. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI
Media Informatika Vol. 15 No. 1 (2016) PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK PERMAINAN MUSIK DIGITAL Kezia Stefani Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung
Pertemuan V SUARA / AUDIO
Pertemuan V SUARA / AUDIO Definisi suara/audio Suara adalah Fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda Getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu
Pengoperasian yang menyangkut Komputer
Daftar Isi Q Q Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Menghubungkan ke Komputer... halaman 2 Menghubungkan ke Komputer: Terminal Manakah Yang Harus Saya Gunakan?... halaman 4 Menghubungkan Komputer ke... halaman
MODUL III AUDIO (Part 1) Mahasiswa mengerti cara edit sound pada adobe audition. Mahasiswa mengerti cara merekam sound pada adobe audition
MODUL III AUDIO (Part 1) A. TUJUAN Mahasiswa mengerti tentang konsep audio dan suara Mahasiswa mengerti cara edit sound pada adobe audition Mahasiswa mengerti cara merekam sound pada adobe audition B.
SUARA DAN AUDIO. Suara berhubungan erat dengan rasa mendengar.
SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu.
E BOOK MULTIMEDIA MENGGABUNGKAN AUDIO KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA
E BOOK MULTIMEDIA MENGGABUNGKANN AUDIO KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA PENYUSUN N I GEDE EDI PURMANTA JAYA, ST SMK NEGERI 1 KUTA SELATAN KOMPETENSI DASAR I MENGIDENTIFIKASI DAN PENJABARAN FORMAT AUDIO DIGITAL
Menjabarkan format audio digital
Menjabarkan format audio digital Mata Diklat : KKM 12 Kelas/Semester : XI Multimedia / II Standart Kompetensi : Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia SUARA DAN AUDIO Suara adalah fenomena fisik
Sound Pertemuan 11 & 12
Matakuliah : O0414 - Computer / Multimedia Tahun : 2010 Sound Pertemuan 11 & 12 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menerapkan Penggunaan Suara pada Aplikasi Multimedia
BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan
17 BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Analisis sistem didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. A. Proses Digitalisasi Koleksi di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH A. Proses Digitalisasi Koleksi di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta Proses Digitalisasi di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta memerlukan penanganan
Produksi Iklan Audio _ Visual
Modul ke: Produksi Iklan Audio _ Visual Pengenalan Dasar-Dasar Adobe Auditon Fakultas ILMU KOMUNIKASI Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom Program Studi MARCOMM & ADVERTISING www.mercubuana.ac.id Pengenalan
MENGOLAH SUARA DENGAN SOUND FORGE
MENGOLAH SUARA DENGAN SOUND FORGE 1. Merekam suara dari microphone 2. Mengedit hasil rekaman 3. Menyimpan suara 4. Menggunakan file suara dengan beberapa software I. Merekam suara dari microphone Untuk
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Proses editing video sebelum adanya teknologi Multimedia, membutuhkan ruang dan waktu yang sangat besar. Belum lagi biaya yang cukup besar pula
CARA MERUBAH FORMAT VIDEO MELALUI FORMAT FACTORY
CARA MERUBAH FORMAT VIDEO MELALUI FORMAT FACTORY Yusnita Dewi [email protected] Abstrak Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Untuk format video itu sendiri
Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 165hlm Harga: Rp Terbit pertama: Agustus 2004 Sinopsis singkat:
Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 165hlm Harga: Rp 27.800 Terbit pertama: Agustus 2004 Sinopsis singkat: Buku dapat dijadikan panduan yang memadai untuk menggunakan VideoStudio yang saat ini telah mencapai
GarageBand. Tampilan GarageBand
GarageBand Tiga aplikasi dalam ilife yang merupakan aplikasi yang digunakan untuk menciptakan hasil karya multimedia salah satunya adalah GarageBand. Secara kegunaan GarageBand merupakan aplikasi yang
Memberi Efek Transisi
MODUL III VIDEO (Part 2) A. TUJUAN Mahasiswa mengerti cara memberikan efek transisi, efek video dan teknik editing tingkat lanjut B. TEORI dan PRAKTEK Memberi Efek Transisi Transisi video adalah efek yang
Sound Pertemuan 6. Sound. Outline Materi. Waveforms. Learning Outcomes. Waveforms. Matakuliah : T0732 / Sistem Multimedia Tahun : 2007
Matakuliah : T0732 / Sistem Multimedia Tahun : 2007 Sound Pertemuan 6 Sound Suara adalah vibrasi cepat yang ditransmisikan sebagai variasi tekanan udara Saat suara bervibrasi, membentur molekul media yang
Editing Video Menggunakan Adobe Premiere Pro
Editing Video Menggunakan Adobe Premiere Pro Winastwan Gora S. [email protected] BAB X. AUDIO TREATMENT Lisensi Dokumen : Hak Cipta 2006 BelajarSendiri.Com Seluruh dokumen ini dapat digunakan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tutorial interaktif adalah media pembelajaran yang menjelaskan tentang langkah langkah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tutorial Interaktif Tutorial interaktif adalah media pembelajaran yang menjelaskan tentang langkah langkah dalam menggunakan sebuah aplikasi maupun dalam membuat suatu tutorial.
KERANGKA BANGUN MULTIMEDIA
Materi 1. Konsep dasar, pembuatan dan aplikasi multimedia 2. Organisasi pengembang multimedia 3. Perangkat pembuatan aplikasi multimedia 4. Kerangka bangun multimedia 5. Metodologi pengembangan multimedia
MODUL I : INSTALASI DAN KONFIGURASI S/W DAN H/W MULTIMEDIA
MODUL I : INSTALASI DAN KONFIGURASI S/W DAN H/W MULTIMEDIA TUJUAN 1. Mampu menginstalasi dan mengkonfigurasi perangkat keras dan lunak Multimedia 2. Mampu mengggunakan perangkat tersebut sesuai dengan
Tujuan : v Mengetahui karakteristik beberapa format video yang sering dipakai. v Mengetahui fungsi dari masing masing komponen yang mempengaruhi
Tujuan : v Mengetahui karakteristik beberapa format video yang sering dipakai. v Mengetahui fungsi dari masing masing komponen yang mempengaruhi kualitas video dan audio v Mengetahui media penyimpanan
SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND)
SISTEM MULTIMEDIA Universitas Gunadarma SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang
Modul #2: Merekam Suara dan Memberi Efek Suara dengan Adobe Audition
Modul #2: Merekam Suara dan Memberi Efek Suara dengan Adobe Audition A. Tujuan Mahasiswa mampu melakukan proses perekaman suara dan mengolah hasil rekaman tersebut menggunakan Adobe Audition. B. Langkah
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam perancangan program aplikasi ini, penulis menggunakan komputer dan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Lingkungan Perancangan Dalam perancangan program aplikasi ini, penulis menggunakan komputer dan sistem operasi dengan spesifikasi rekomendasi sebagai berikut: 1. Processor:
PENGENALAN INTERFACE MACROMEDIA DITECTOR MX
PENGENALAN INTERFACE MACROMEDIA DITECTOR MX Sebelum kita mempraktekkan tutorial singkat ini, sebaiknya software Macromedia Director di-install terlebih dahulu. Untuk menjalankan program Macromedia Director
PERTEMUAN 2 A. Tujuan 1. Standar Kompetensi : Mengoperasi kan Pekerjaan Peralatan Audio 2. Kompetensi Dasar : Mengoperasi
PERTEMUAN 2 A. Tujuan 1. Standar Kompetensi : Mengoperasikan Pekerjaan Peralatan Audio 2. Kompetensi Dasar : Mengoperasikan Peralatan Elektronik Audio B. Pokok Bahasan : Pembacaan Buku Manual C. Sub Pokok
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan bunyi dari sebuah disc (kaset). Namun sayangnya ide tersebut tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring pesatnya kemajuan teknologi dan semakin berkembangnya dunia musik, banyak inovasi baru yang bermunculan dalam penggarapan sebuah karya musik Alternatif
PANDUAN BELAJAR GUITAR PRO 5
PANDUAN BELAJAR GUITAR PRO 5 Bonus #5 ini sebagai pelengkap dari ebook utama Belajar Gitar 101 Dipersembahkan oleh: www.belajargitar101.com http://www.belajargitar101.com Copyright 2011 Hal 1 PENDAHULUAN
APLIKASI PENDUKUNG MULTIMEDIA PADA MICROSOFT WINDOWS XP
APLIKASI PENDUKUNG MULTIMEDIA PADA MICROSOFT WINDOWS XP Disampaikan pada Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif untuk Guru SMU/SMK se-jawa Tengah yang diselenggarakan oleh STMIK ProVisi IT College
3.1 Mengenal Audacity Portable
Audacity Portable Sesuai dengan namanya Audacity Portable adalah program audio editor yang bersifat portabel. Bersifat portable artinya software ini dapat Anda tempatkan dalam drive penyimpanan yang dapat
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
139 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Perangkat Ajar Setelah melakukan analisa dan perancangan, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengimplementasian perangkat ajar ini dalam bentuk
Pengolahan dan Publikasi Video Digital
Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran Pengolahan dan Publikasi Video Digital Dikembangkan oleh Winastwan Gora ([email protected]) dengan pendanaan DESP (Dutch Education Support Program) dari Pemerintah
PANDUAN PRAKTIS MENGOLAH VIDEO MENGGUNAKAN PINACLE STUDIO 12 * Oleh: Khusnul Aflah SEPINTAS TENTANG PINACLE STUDIO 12
PANDUAN PRAKTIS MENGOLAH VIDEO MENGGUNAKAN PINACLE STUDIO 12 * Oleh: Khusnul Aflah SEPINTAS TENTANG PINACLE STUDIO 12 Pinacle Studi 12 adalah program video editing yang banyak digunakan untuk mengolah
Desain Akustik pada Recording Studio
Desain Akustik pada Recording Studio Mengenal proses dan lingkungan studio musik Kegiatan merekam vokal, alat musik akustik, dan alat musik elektronik dalam skala industri adalah industri utama yang mendukung
MICROSOFT WINDOWS 1.1. Pengenalan Windows 1.2. Memulai Windows Xp Profesional
MICROSOFT WINDOWS 1.1. Pengenalan Windows Windows adalah salah satu software sistem operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft Inc. Microsoft Windows adalah software sistem informasi yang paling
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Perangkat keras yang digunakan untuk membuat aplikasi ini yaitu: 1. Processor Intel(R) Core(TM) Duo 2.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Perancangan Aplikasi Perangkat keras yang digunakan untuk membuat aplikasi ini yaitu: 1. Processor Intel(R) Core(TM) Duo 2.20 GHz 2. Memory
FLASH DASAR-DASAR ANIMASI
FLASH DASAR-DASAR ANIMASI A. Apa itu Macromedia Flash? Macromedia Flash (selanjutnya hanya disebut Flash) adalah sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menambahkan aspek dinamis sebuah web atau
BAB I PENDAHULUAN. dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:602) Musik adalah ilmu atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik mencerminkan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Di dalam musik terkandung nilai dan norma-norma yang menjadi
SUARA DAN AUDIO. M U L T I M E D I A Universitas Gunadarma
M U L T I M E D I A Universitas Gunadarma SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam bidang musik, misalnya saja dalam proses rekaman dan mixing.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak hal yang bisa dilakukan dengan sebuah personal komputer. Salah satunya dalam bidang musik, misalnya saja dalam proses rekaman dan mixing. Merekam atau proses
PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Computer 2 (Multimedia) Hand On Lab 4
Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Telpon : +62711 353414 PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Computer 2 (Multimedia) Hand On Lab 4 Working With
Cakewalk Pro Audio 9.0 (Tutorial) Posted by Antoni Pasaribu pada 9 Maret 2009
Cara install cakewalk pro 1. Pilih folder cakewalk pro audio 9.03 full yang lainlain tu kalau nak explore boleh gak 2. Open.dan double klik pada setup icon.. 3. Just klik next sampai complete finish. 4.
Kamera Digital. Petunjuk Singkat PETUNJUK SINGKAT. Kamera Digital 5.5 Mega pixels I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN 1. GAMBAR UTAMA
PETUNJUK SINGKAT I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN Kamera Digital Petunjuk Singkat 1. GAMBAR UTAMA Tombol Power Tombol SNAP Lampu kilat Lensa Saklar Fokus Mikropon Ruang bidik LED otomatis Terminal USB Terminal
Modul 10: Mengolah Video dengan Adobe Premiere Pro
Modul 10: Mengolah Video dengan Adobe Premiere Pro A. Tujuan: Mahasiswa mampu melakukan proses editing, pemberian efek transisi, dan memproduksi file video dengan menggunakan Premiere Pro. B. Langkah Dasar
I M M U L T I M E D I A Semester Genap 2005/2006 Fakultas Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana SUARA DAN AUDIO
I M 2 0 2 3 M U L T I M E D I A Semester Genap 2005/2006 Fakultas Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini menjelaskan mengenai analisis permasalahan yang dihadapi dan perancangan program aplikasi yang akan dibentuk. Bab ini terdiri atas algoritma program, pemecahan
LOGO. Perekaman narasi dengan kamera video
LOGO Perekaman narasi dengan kamera video Tujuan Pembelajaran Mengetahui Macam Macam Kebutuhan Alat Untuk Rekaman Audio Dan Fungsinya Mengidentifikasi kebutuhan alat untuk rekaman audio Mengetahui langkah
Rima Hidayati
Tutorial Menginstall Sistem Operasi Windows XP pada Qemu Manager 7.0 Rima Hidayati [email protected] http://ordinaryma.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,
EDITING VIDEO DENGAN COREL VIDEO STUDIO 12 Oleh Noviaji Wibisono, Aji Setiyawan dan Ali Muqoddas Mahasiswa DKV Udinus 2007
EDITING VIDEO DENGAN COREL VIDEO STUDIO 12 Oleh Noviaji Wibisono, Aji Setiyawan dan Ali Muqoddas Mahasiswa DKV Udinus 2007 A. Lebih Dekat Lebih Baik, Mari Mengenal VideoStudio Corel VideoStudio 12 adalah
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang digunakan dalam pengembangan dan perangkat-perangkat yang
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Dalam implementasi perangkat ajar ini akan dibahas mengenai perangkatperangkat yang digunakan dalam pengembangan dan perangkat-perangkat yang dibutuhkan
Kelompok 11 10/27/ A.B. Nur Rosid ( ) 2. Satrio Negoro ( ) 3. Eko Santoso ( )
Kelompok 11 1. A.B. Nur Rosid (1300022026) 2. Satrio Negoro (1300022012) 3. Eko Santoso (1300022016) Apabila kita ditanya salah satu komponen multimedia yang berperan penting dalam komputer, pasti salah
Tujuan : v Mengetahui hardware yang dibutuhkan beserta fungsinya untuk membuat sebuah digital video dalam taraf pemula
Tujuan : v Mengetahui hardware yang dibutuhkan beserta fungsinya untuk membuat sebuah digital video dalam taraf pemula 4 Pengenalan Digital Video Video adalah kumpulan gambar yang dirangkai dalam suatu
BAB 5 PENGENALAN ADOBE PREMIER PRO
BAB 5 PENGENALAN ADOBE PREMIER PRO Adobe Premiere Pro dibuat oleh Adobe System Inc, yang merupakan versi pembaharuan dari beberapa versi Adobe Premiere terdahulu. Adobe Premiere Pro mulai di luncurkan
MACAM - MACAM PERANGKAT KERAS PADA KOMPUTER (HARDWARE) Wendy Andriyan
MACAM - MACAM PERANGKAT KERAS PADA KOMPUTER (HARDWARE) Wendy Andriyan Perangkat Keras Komputer (Hardware) adalah sebuah komponen fisik pada komputer yang digunakan oleh sistem untuk menjalankan perintah
Mengelola File, Folder, dan Album
BAB 2 Mengelola File, Folder, dan Album Pada bagian ini akan dipelajari bagaimana Google Picasa memberikan kemudahan pengguna untuk mengoleksi dan mengelola data-data, baik foto maupun video yang ada dalam
PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Computer 2 (Multimedia) Hand On Lab 1
Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Telpon : +62711-353414 PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Computer 2 (Multimedia) Hand On Lab 1 Instalasi Adobe
ULANGAN HARIAN I KELAS VII SEMESTER II TAHUN
ULANGAN HARIAN I KELAS VII SEMESTER II TAHUN 2012-2013 1. Manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem di dalam computer disebut a. Software b. Hardware c. Brainware d. Utility 2. Orang
Menjalankan dan Mengenal Antarmuka Audacity
AUDACITY Audacity adalah program yang memanipulasi bentuk gelombang audio digital. Selain rekaman suara langsung dari dalam program, banyak format file suara lain, termasuk WAV, AIFF, MP3, dan Ogg Vorbis.
Digital Video Editing with Adobe Premier Pro Cepi Riyana
Digital Video Editing with Adobe Premier Pro Cepi Riyana 1. Prosedur Pengembangan Produksi Video/Film 2. Konsep Editing Video Digital 3. Hardware & Software Pendukung 4. Langkah Kerja dan Terminologi Editing
CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.
CEG4B3 Randy E. Saputra, ST. MT. Suara Bentuk gelombang yang berulang secara teratur = gelombang periodik Bentuk gelombang yang tidak menunjukkan keteraturan = kebisingan (noise) Bentuk gelombang yang
Heryzal Heryandi
Tutorial Adobe Premiere Pro Heryzal Heryandi [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial
EDITING DENGAN ADOBE PREMIERE 2.0
EDITING DENGAN ADOBE PREMIERE 2.0 MUHAMAD RIDWAN SUTISNA Mengenal Adobe Premiere 2.0 Adobe Premiere 2.0 adalah salah satu software untuk editing video yang diproduksi oleh perusahaan Adobe Inc. Perusahaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dicolokan ke komputer, hal ini untuk menghindari noise yang biasanya muncul
37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Pengambilan Database Awalnya gitar terlebih dahulu ditala menggunakan efek gitar ZOOM 505II, setelah ditala suara gitar dimasukan kedalam komputer melalui
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kompresi File Pada dasarnya semua data itu merupakan rangkaian bit 0 dan 1. Yang membedakan antara suatu data tertentu dengan data yang lain adalah ukuran dari rangkaian bit dan
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. transmisi data dari Arduino ke Raspberry Pi 2 dan Arduino ke PC pembanding.
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Dalam bab ini penulis akan menguraikan dan menjelaskan beberapa hasil pengujian dari hasil penelitian tugas akhir ini. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian
PEMBUATAN VIDEO TUTORIAL DENGAN CAMTASIA 7/8.4
MODUL PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) KIMIA SMA NEGERI DAN SWASTA KABUPATEN MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN PEMBUATAN
Komparasi Penggunaan Aplikasi Nuendo 4 dengan Adobe Audition CS 5.5 V4.0 dalam Teknik Rekaman Audio Digital di Capo Record Yogyakarta
Komparasi Penggunaan Aplikasi. (Yesaya Abdiel Rajawali) 1 Komparasi Penggunaan Aplikasi Nuendo 4 dengan Adobe Audition CS 5.5 V4.0 dalam Teknik Rekaman Audio Digital di Capo Record Yogyakarta Comparison
Langkah Praktis : Mengolah Video dengan Windows Movie Maker 2.0
Langkah Praktis : Mengolah Video dengan Windows Movie Maker 2.0 Winastwan Gora S. [email protected] BAB IV. CAPTURE DAN IMPORT CLIP Lisensi Dokumen : Hak Cipta 2006 BelajarSendiri.Com Seluruh
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini akan membahas tentang implementasi dan pengujian, setelah sebelumnya dilakukan analisa dan perancangan terhadap aplikasi pembelajaran bahasa inggris menggunakan
MODUL 3 MENGOLAH VIDEO
1 Modul Ajar Praktikum Multimedia 3 MODUL 3 MENGOLAH VIDEO A. KOMPETENSI DASAR Mengenalkan dasar-dasar yang terkait pengolahan video Mengenalkan fasilitas-fasilitas pendukung pengolahan audio-video pada
PANDUAN PENGGUNAAN PRODUK
PANDUAN PENGGUNAAN PRODUK Besekotis D-Series V2 JOATSY JOGJA AUTOMATION SYSTEM Jl. Industri, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta Hp : 085729319996 Wa : 089505850594 Tim Developer Besekotis Januari
CARA SEDERHANA MEMBUAT FILM MENGGUNAKAN WINDOWS MOVIE MAKER
CARA SEDERHANA MEMBUAT FILM MENGGUNAKAN WINDOWS MOVIE MAKER Yusnita Dewi [email protected] Abstrak Windows Movie Maker adalah Software video editing gratis yang dibuat oleh Microsoft. Kita dapat menggunakan
