MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA BAGIAN I
|
|
|
- Devi Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA BAGIAN I DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2015
2 PERATURAN PRAKTIKUM 1. Praktikan wajib berpakaian rapi, memakai sepatu tertutup, kemeja atau kaos berkerah 2. Praktikan wajib hadir 15 menit sebelum praktikum dimulai. 3. Praktikan yang terlambat lebih dari 15 menit setelah waktu praktikum dianggap tidak mengikuti praktikum. Komponen yang akan dinilai hanya tugas pendahuluan, jika mengerjakan 4. Praktikan diharapkan mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mengikuti praktikum 5. Praktikan wajib mengikuti seluruh rangkaian praktikum 6. Praktikan yang berhalangan hadir harus melaporkan diri kepada koordinator praktikum dan harus menyertakan bukti seperti surat dokter. Ketidakhadiran tanpa bukti yang jelas tidak diterima dan praktikan dianggap tidak mengikuti praktikum 7. Praktikan wajib mengerjakan tugas pendahuluan yang dikumpulkan sebelum praktikum dimulai. Tugas pendahuluan yang telah dikumpulkan tidak dikembalikan dan menjadi salah satu komponen penilaian. 8. Soal tugas pendahuluan akan diunggah di website Lab Elektronika paling lambat 1x24 jam sebelum praktikum. Apabila asisten terlambat mengunggah maka praktikan akan langsung mendapat nilai 100 untuk tugas pendahuluan 9. Praktikan dilarang makan dan minum di dalam laboratorium 10. Praktikan harus menonaktifkan alat komunikasi selama praktikum berlangsung 11. Praktikan memasuki ruangan praktikum setelah dipersilakan asisten 12. Praktikan wajib membawa kartu praktikum setiap praktikum dan pengumpulan laporan. Apabila tidak membawa, praktikan tidak diizinkan mengikuti praktikum atau mengumpulkan laporan 13. Praktikan harus berhati-hati dan dianggap telah mengetahui bahaya listrik 14. Praktikan dilarang menggunakan alat-alat di laboratorium sebelum diizinkan asisten. Apabila terjadi kerusakan alat, praktikan wajib mengganti dengan peralatan yang sama. 15. Praktikan wajib merapikan alat-alat praktikum setelah selesai menggunakan 16. Praktikan dilarang mengambil peralatan di laboratorium 17. Praktikan wajib menandatangani absensi saat praktikum dan pengumpulan laporan 18. Praktikan wajib mengumpulkan laporan praktikum dan tugas tambahan yang ditulis tangan pada kertas A4. Apabila ditemukan bukti plagiarisme, setiap pihak akan mendapatkan nilai 0 untuk modul bersangkutan 19. Untuk praktikum pada hari Senin dan Rabu, laporan dikumpulkan 1x24 jam setelah praktikum. Untuk praktikum pada hari Sabtu, laporan dikumpulkan pada hari Senin berikutnya, paling lambat jam 10 pagi.
3 20. Apabila praktikan ketahuan mengerjakan laporan saat kuliah, tidak kuliah dengan alasan praktikum atau laporan, atau kegiatan apapun yang menggangu proses belajar mengajar dengan alasan praktikum, praktikan akan langsung mendapat nilai E untuk matakuliah Praktikum RE Depok, 16 Februari 2015 Asisten Lab. Elektronika
4 PETUNJUK WARNA COVER LAPORAN Modul 2 Modul 3&4 Modul 5&6 Modul 7 &8 Modul 9 Modul 10 Merah Biru Hijau Merah Biru Hijau
5 PERCOBAAN I PENGENALAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR TEORI 1.1 Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan. Breadboard memiliki banyak lubang yang berfungsi sebagai tepat untuk memasukkan komponen-komponen seperti resistor ataupun IC. Contoh breadboard pada umumnya adalah sebagai berikut: Gambar 1.1. Contoh breadboard Breadboard dilengkapi dengan lapisan strip metal yang terdapat di sepanjang permukaan bawah board dan menghubungkan lubang-lubang yang ada di permukaan atas board. Layout dari strip metal tersebut adalah sebagai berikut: Gambar 1.2. Layout strip metal di permukaan bawah breadboard
6 Lubang-lubang di baris atas dan bawah terhubung secara horizontal, sedangkan lubanglubang di bagian tengah board terhubung secara vertikal. 1.2 Resistor dan Kapasitor Resistor Resistor merupakan komponen elektronik yang berfungsi membatasi aliran arus listrik pada suatu rangkaian elektronik. Resistor dapat pula digunakan untuk memberikan tegangan yang spesifik untuk suatu divais aktif, contohnya transistor. Resistor memiliki bentuk, ukuran, kapasitas, dan tipe yang beragam, diantaranya adalah: a) Resistor Carbon Composition b) Resistor Carbon Film c) Resistor Metal Film d) Resistor Wirewound e) dll. Simbol resistor : Berikut adalah cara pembacaan komponen resistor:
7 Gambar 1.3. Cara pembacaan resistor Gambar 1.4. Gambar ukuran resistor
8 Gambar 1.5. Gambar resistor gelang Kapasitor Kapasitor merupakan komponen elektronik yang berfungsi menyimpan muatan listrik. Kapasitor terbuat dari dua konduktor yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Kapasitansi dari kapasitor adalah jumlah dari muatan listrik yang disimpan di dalam kapasitor tersebut pada saat diberi tegangan sebesar 1V. Kapasitor dikategorikan menjadi 2 grup, yaitu kapasitor polarized dan non-polarized. Pada umumnya, kapasitor dengan nilai kapasitansi yang rendah termasuk dalam kategori kapasitor non-polarized.
9 Berikut ini merupakan cara pembacaan kapasitor: 1.3 LCR Meter dan Multimeter Gambar 1.6. Cara pembacaan kapasitor LCR Meter LCR meter yang digunakan adalah LCR meter digital. LCR meter dapat digunakan untuk mengukur besarnya induktansi L dan kapasitansi C. Pada LCR meter yang digunakan terdapat 3 frekuensi pengukuran. LCR meter ini juga mampu menunjukan nilai Q factor dan Dissipation Factor. Gambar 1.7. Boonton 5100 LCR Meter
10 1.1.1 Multimeter Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan dan arus. Multimeter yang digunakan ada 2 jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Umumnya multimeter dapat digunakan sebagai voltmeter ataupun amperemeter. Perlu diperhatikan nilai yang muncul pada multimeter adalah nilai RMS. Pada pengukuran tegangan, multimeter dipasang secara paralel. Sedangkan untuk mengukur arus, multimeter dipasang secara seri. Gambar 1.8. Cara pemasangan voltmeter dan amperemeter Multimeter biasanya dapat digunakan juga untuk mengukur resistansi. Pada multimeter analog biasanya terdapat buzzer untuk menandakan bahwa rangkaian tersebut short atau memiliki resistansi yang sangat kecil. Saat mengukur resistansi, rangkaian harus dipastikan tidak memiliki arus yang mengalir karena multimeter akan mengalirkan arus pada komponen yang diukur. Biasanya tegangan yang lebih tinggi ada pada probe warna merah. 1.2 Oscilloscope Oscilloscope merupakan sebuah instrumen laboratorium yang umumnya digunakan untuk menggambarkan dan menampilkan grafik dari suatu sinyal listrik. Grafik ini menunjukkan bagaimana sinyal berubah seiring berjalannya waktu.
11 Gambar 1.9. Komponen X, Y, dan Z dari gelombang yang ditampilkan Sumbu vertikal (Y) menggambarkan tegangan dan sumbu horizontal (X) menggambarkan waktu. Intensitas atau kecerahan dari tampilan pada oscilloscope terkadang disebut sebagai sumbu Z. Tegangan yang terbaca pada oscilloscope merupakan tegangan peak-to-peak. Oscilloscope terdiri dari 2 jenis, yaitu analog dan digital. Untuk rangkaian Praktikum Rangkaian Elektronika ini digunakan analog oscilloscope tipe HM303-6 yang diproduksi oleh Hameg Instruments. Gambar Analog Oscilloscope Hameg Instruments tipe HM303-6
12 1.3 Test Bench Test Bench merupakan tempat memasang alat-alat yang terdiri dari Power Suppy, Function Generator, Protoboard, Voltmeter, dan Amperemeter. Alat-alat dapat dengan mudah dilepas dan dipasang pada test bench sehingga memudahkan dalam merangkai rangkaian elektronik. Untuk praktikum rangkaian elektronika ini, instrumen utama yang digunakan merupakan test bench. Test bench ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu : Power Supply Power supply mengambil sumber listrik dari PLN dengan tegangan 220V AC. Pada power supply terdapat trafo untuk menurunkan tengan. Power supply juga mampu menghasilkan tegangan DC. Pada power supply terdapat fuse untuk proteksi jikalau ada kesalahan dalam rangkaian. Unsur-unsur yang penting dalam power supply yaitu terdiri dari: a) Sumber power supply b) Vratings pada power supply c) Fuse d) Jumper e) Rangkaian sumber +/- 15 Volt f) Ground AC dan ground DC Function Generator Function Generator mengambil suplai DC dari power supply. Function generator mampu menghasilkan sinyal dengan range frekuensi hingga 20kHz. Jenis gelombang yang dapat dihasilkan power supply adalah sinusoidal, segitiga, dan kotak. Unsur-unsur yang penting dalam function generator yaitu terdiri dari: a) Sumber power b) Range frekuensi c) Jenis gelombang d) Grounding
13 1.3.3 Protoboard dan Multimeter Protoboard memiliki fungsi dan cara kerja yang hampir sama dengan breadboard dan multimeter umum, namun dengan ukuran yang lebih besar. Protoboard merupakan tempat meletakan komponen dan merangkai rangkaian elektronik. Di bagian dalam protoboard terdapat konduktor untuk setiap titik terminal. Berbeda dengan breadboard, protoboard memerlukan jumper kecil untuk menghubungkan setiap titik terminal.
14 PERCOBAAN II DIODA SEMIKONDUKTOR DAN APLIKASINYA TUJUAN PERCOBAAN 1. Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai penyearah. 2. Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai penjepit tegangan. 3. Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai pemotong tegangan. 4. Mengetahui cara kerja pengaturan tegangan menggunakan dioda zener. DASAR TEORI 2.1. Rangkaian Penyearah & Filter Penyearah setengah gelombang adalah rangkaian yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC berdenyut. Sumber tegangan AC yang biasa digunakan adalah transformator penurun tegangan (step down). Pada siklus positif dari tegangan masukan, dioda akan dibias maju (forward bias) dan pada siklus negatif dari tegangan masukan, dioda akan dibias mundur (reverse bias).(pake AC) Gambar 2.1. Rangkaian penyearah setengah gelombang Tegangan yang muncul di R1 merupakan tegangan DC berdenyut yang memiliki nilai efektif V rms = V M 2 untuk V M = tegangan maksimum. Gambar 2.2 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh. Pada siklus positif tegangan masukan, D2 dan D3 dibias maju dan selama siklus negatif, dioda D1 dan D4 dibias
15 maju. Arus yang mengalir melalui tahanan beban memiliki arah yang sama kedua setengah siklus tersebut. Gambar 2.2. Rangkaian penyearah gelombang penuh. Rangkaian filter digunakan untuk mengubah sinyal keluaran penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh menjadi tegangan DC yang memiliki ripple kecil. Hal ini dapat diterapkan pada rangkaian sebelumnya dengan menambahkan komponen berupa kapasitor yang dapat menyimpan muatan ketika potensial naik dan melepaskan muatan pada saat potensial turun. (R1 220 ohm) Gambar 2.3. Rangkaian penyearah dengan filter C Percobaan 1A. Penyearah Setengah Gelombang Alat dan Bahan : 1 buah transformator step down 1 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K)
16 1 unit osiloskop Hameg HM probe Langkah Percobaan : 1. Ukur tegangan puncak-ke-puncak (peak-to-peak) dari kumparan sekunder transformator dengan cara menghubungkan probe negatif dari osiloskop ke terminal 0 Volt dan probe positif ke terminal 12 Volt. Atur terlebih dahulu tombol input coupling dari osiloskop (gambar 2.4 tombol no. 29) ke posisi AC. Gambar 2.4 Tombol input coupling dari osiloskop Hameg HM303-6 Bandingkanlah hasil pembacaan osiloskop dengan rating yang tertera pada transformator. Apakah keduanya menunjukkan perbedaan? Mengapa hal itu dapat terjadi? Lalu jenis tegangan apakah yang dibaca oleh osiloskop dan jenis tegangan apakah yang tertera pada transformator? 2. Susun dioda dan resistor seperti gambar 2.1 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum. 3. Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah, yakni tegangan antara titik 2 dan 3 pada gambar 2.1 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. Percobaan 1B. Penyearah Gelombang Penuh Alat dan Bahan : 1 buah transformator step down 4 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K)
17 1 unit osiloskop Hameg HM probe Langkah Percobaan: 1. Ulangi langkah 1 dari percobaan 1A. 2. Susun keempat dioda dan resistor seperti gambar 2.2 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum. 3. Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah, yakni tegangan antara titik 2 dan 0 pada gambar 2.2 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. Percobaan 1C. Penyearah Gelombang Penuh dengan Filter Kapasitor Alat dan Bahan : 1 buah transformator step down 4 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K) 2 buah kapasitor berorde mikrofarad 1 unit osiloskop Hameg HM probe Langkah Percobaan: 1. Ulangi langkah 1 dari percobaan 1A. 2. Susun keempat dioda, resistor, dan kapasitor berorde mikrofarad ( yang lebih rendah nilai kapasitansinya ) seperti gambar 2.3 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum. Biasanya kapasitor yang dipakai merupakan kapasitor elektrolit. Perhatikan polaritas dari kapasitor yang bersangkutan. Jangan sampai terbalik polaritasnya!!! 3. Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah, yakni tegangan antara titik 2 dan 0 pada gambar 2.3 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. 4. Ubahlah input coupling dari osiloskop menjadi AC, lalu ukurlah tegangan peak-to-peak dari output rangkaian penyearah. Tegangan yang terukur disini adalah tegangan ripple dari rangkaian penyearah yang bersangkutan.
18 5. Ulangi langkah 2 dengan menggunakan kapasitor berorde mikrofarad ( yang lebih tinggi nilai kapasitansinya ). 6. Ulangi langkah 3 dan Penjepit Tegangan (Clamping Circuit) Penjepit tegangan adalah rangkaian yang inputnya berupa gelombang dan bentukvoutputnya sama dengan input namun tegangannya dijepit pada polaritas yang ditentukan. Gambar 2.5 (a) menunjukkan gelombang pada ujung negatif dijepit menjadi nol sehingga menghasilkan output yang positif murni dan gambar 2.5 (b) menunjukkan gelombang pada ujung positif dijepit menjadi nol sehingga menghasilkan output yang negatif murni. Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian seperti gambar 2.5 (a) 2. Ukur tegangan peak-to peak V A dan V B dengan osiloskop dan gambar bentuk gelombangnya. 3. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk rangkaian gambar 2.5 (b) dan 2.5 (c). (a) V DC (c) (b) Gambar 2.5 Rangkaian-rangkaian clamper
19 1.3 Rangkaian Pemotong Tegangan (Clipper Circuit) Pemotong tegangan adalah rangkaian yang inputnya berupa gelombang dan bentuk sinyal outputnya sama dengan sinyal input namun tegangannya dipotong, dimana sinyalnya berada diatas atau dibawah suatu level tegangan yang dijadikan referensi. Gambar 2.6. menunjukkan gelombang pada bagian atas level tegangan yang dijadikan referensi dipotong sehingga outputnya hanya gelombang yang berada di bagian bawah level tegangan referensi. Sedangkan pada gambar 2.7. menunjukkan gelombang pada bagian bawah level tegangan yang dijadikan referensi dipotong sehingga outputnya hanya gelombang yang berada di bagian atas level tegangan referensi. Gambar 2.6. Clipping Sinyal di Atas Level Tegangan Referensi Gambar 2.7. Clipping Sinyal di Bawah Level Tegangan Referensi
20 (a) (b) 2.8. Rangkaian Clipping Jalan Percobaan 1. Hubungkan power supply sesuai dengan rangkaian pada gambar Ukur tegangan peak-to peak V A dan V B dengan osiloskop dan gambar bentuk gelombangnya. 3. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk nilai V AC yang berbeda-beda. Peralatan Percobaan 1. AC/DC Power Supply 2. Oscilloscope 3. Protoboard Modul 1: Rangkaian Dioda
21 4. Kabel Penghubung 1.4 Pengaturan Tegangan (Regulator) Pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan komponen dioda zener yang bekerja pada daerah breakdown dengan karakteristik sebagai berikut: V IN < V breakdown menghasilkan V OUT = V IN V IN > V breakdown menghasilkan V OUT = V breakdown Untuk menetapkan daerah breakdown, dioda zener harus dipasang pada posisi reverse. Gambar 2.9. Rangkaian pengaturan tegangan dengan zener. (pake zenner ZPD 4,7. R1 10 ohm, R2 10 Kohm) Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian seperti pada gambar Ukur tegangan pada dioda zener (V Z) dengan voltmeter untuk setiap kenaikan tegangan pada catu daya (V IN). 3. Bandingkan tegangan yang diukur tersebut.
22 Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Pengertian semikonduktor dan dioda Karakteristik dioda Penjelasan keadaan bias dari dioda (forward, reverse, dan no bias) menggunakan Divais dan Band Diagram Aplikasi dioda Penjelasan Vrms dan Vm Penjelasan rangkaian percobaan dan hasil keluaranya menurut teori Penjelasan dioda zener Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.
23 PERCOBAAN III BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami prinsip kerja bipolar junction transistor. 2. Mengamati dan memahami DC bias pada transistor. 3. Mengamati dan memahami prinsip kerja transistor bipolar sebagai penguat. 4. Memahami prinsip rangkaian logika melalui BJT. DASAR TEORI Transistor merupakan divais semikonduktor 3 layer yang terdiri dari 2 layer tipe n- dan 1 layer tipe p- (disebut transistor npn) atau 2 layer tipe p- dan 1 layer tipe n- (disebut transistor pnp). BJT (Bipolar Junction Transistor) merupakan jenis transistor yang sering digunakan. Disebut Bipolar karena pengoperasian transistor ini melibatkan hole dan elektron dalam proses kerjanya. Sementara jika hanya melibatkan salah satu carrier (elektron atau hole), maka disebut unipolar. Pada dasarnya transistor bipolar yang digunakan sebagai penguat terdiri dari tiga konfigurasi dasar, yaitu common emitter, common collector, dan common base. Respon frekuensi adalah suatu fenomena rangkaian terhadap nilai-nilai frekuensi yang diberikan pada rangkaian itu. Langkah Percobaan R 1 = 47k Ohm R 2 = 47k Ohm R 3 = 470 Ohm R 4 = 470 Ohm R 5 = 47k Ohm R 6 = 1k Ohm C 1 = 1uF C 2 = 0.1uF C 3 =100uF Common Emitter
24 Rangkaian logika Selain untuk rangkaian amplifier, transistor juga biasa digunakan dalam proses switching. Proses switching digunakan pada aplikasi digital, yaitu untuk merangkai gerbang-gerbang logika. Langkah Percobaan 1. Gerbang NOT 2. Gerbang AND
25 3. Gerbang OR 4. Gerbang NAND
26 5. Gerbang NOR 1. Hubungkan Rangkaian Logika NOT seperti Gambar 1 di atas. Perhatikan outputnya (diindikasikan dengan menyala atau tidaknya LED) untuk setiap kombinasi input. 2. Catat hasilnya pada lembar yang telah disediakan. 3. Ulangi langkah tersebut untuk rangkaian AND, OR, NAND, dan NOR. ALAT YANG DIGUNAKAN Power supply DC, multimeter, oscilloscope, bread board, LED, resistor, BC107.
27 Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Definisi Bipolar Junction Transistor Penjelasan Band Diagram BJT Prinsip Kerja BJT tipe-pnp dan tipe-npn Karakteristik dari masing-masing konfigurasi Rangkaian BJT BJT Symbol, Packaging, and Terminal Identification Aplikasi BJT pada Logic Gate (NOT, AND, OR, NAND, NOR) Rangkuman Datasheet BJT BC-107 Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.
28 PERCOBAAN IV BJT FREQUENCY RESPONSE TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami analisis frequency response dengan bode plot. 2. Memahami low frequency response pada BJT amplifiers. 3. Memahami high frequency response pada BJT amplifiers. DASAR TEORI Respon frekuensi adalah suatu fenomena rangkaian terhadap nilai-nilai frekuensi yang diberikan pada rangkaian itu. Decibel db (decibel) merupakan perbandingan antara masukan dan keluaran dari suatu sistem. Pada sistem elektronika, db diwujudkan dalam rumusan tegangan, daya, maupun arus. Rumusnya adalah : Sementara itu apabila perbandingan daya db dirumuskan sebagai berikut : Selain dengan db, terdapat beberapa ukutan db lain yang terkait dengan satuan atau besaran yang digunakan, antara lain : dbm, db(mw) : perbandingan terhadap 1 mw dbμ, db(μv/m) : perbandingan terhadap 1 μv per meter dbf dbw dbk
29 Diagram Bode Diagram Bode merupakan suatu metode analisa dalam kawasan frekuensi dalam bentuk grafis, sehingga dapat dengan mudah ditentukan sifat rangkaian bila bekerja pada frekuensi yang tertentu. Penggambaran respon rangkaian tersebut umunya dilakukan dengan menggunakan skala logaritmik pada ordinat (horizontal), yaitu untuk skala frekuensi dan skala db pada sumbu absis (vertikal) untuk perolehan penguatan (gain) atau pelemahan (attenuator). Metode cepat untuk menggambarkan diagram bode melalui suatu pendekatan yang didasarkan pada asumsi persamaan fungsi alih yang berbentuk : Dimana p adalah pole/kutub dan z adalah zero/nol. Kemudian s dapat diganti dengan jw, yang artinya diubah dari kawasan frekuensi kompleks ke kawasan frekuensi radian. Faktor-faktor dasar yang sering terdapat pada fungsi transfer adalah : 1. Penguatan K 2. Faktor integral dan turunan 3. Faktor orde pertama 4. Faktor kuadratik Low Pass Filter Low pass filter adalah proses filter yang meneruskan sinyal dengan frekuensi rendah. Memliki tegangan output konstan dari DC hingga frekuensi cut-off. Titik frekuensi cut-off adalah 0,707 atau -3dB dari gain tegangan diizinkan untuk lulus.
30 Pada low pass filter terdapat beberapa karakteristik mendasar sebagai berikut : Apabila fin << fc maka penguatan tegangan / Gain (G) = 1 atau G=0dB. Apabila fin = fc maka ω = 1/RC sehingga penguatan tegangan / Gain (G) menjadi -3 db atau terjadi pelemahan tegangan sebesar 3 db. Apabila fin >> fc maka besarnya penguatan tegangan (G) = 1/ωRC atau G = -20 log ωrc High Pass Filter High pass filter merupakan jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi serta meredam atau menahan frekuensi rendah. Bentuk respon HPF seperti memperlemah tegangan keluaran untuk semua frekuensi dibawah frekuensi frekuensi cut off dari DC.
31 Langkah Percobaan 1. Susun dan rangkai rangkaian seperti gambar dibawah ini 2. Ukurlah : BJT : Vi, Vo, Ic, dan Ib. BJT R 1 = 47k Ohm R 2 = 47k Ohm R 3 = 470 Ohm R 4 = 470 Ohm R 5 = 47k Ohm R 6 = 1k Ohm C 1 = 1uF C 2 = 0.1uF C 3 =100uF ALAT YANG DIGUNAKAN Power supply DC, multimeter, oscilloscope Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Definisi respon frekuensi Penjelasan diagram bode Prinsip Kerja BJT low & high frequency response Prinsip Kerja FET low & high frequency response Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.
32 PERCOBAAN V FIELD EFFECT TRANSISTOR TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami prinsip kerja JFET dan MOSFET. 2. Mengamati dan memahami DC bias pada JFET dan MOSFET. 3. Mengamati dan memahami prinsip kerja JFET dan E-MOSFET sebagai penguat. DASAR TEORI FET (Field Effect Trasistor) merupakan komponen aktif elektronika yang biasa dipergunakan sebagai penguat dan juga sebagai rangkaian switching. FET merupakan jenis transistor yang memakai efek medan listrik dalam aplikasinya sebagai amplifier ataupun sebagai switching dan merupakan komponen unipolar. Berdasarkan konstruksinya, ada beberapa jenis FET, di antaranya JFET (Junction FET) dan MOSFET (Metal Oxide Semicondutor FET), di mana MOSFET sendiri terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu depletion-type dan enhancement-type. Kedua tipe/jenis MOSFET ini ditentukan saat akan melakukan fabrikasi. Seperti jenis transistor pada umunya, ada juga beberapa jenis JFET maupun MOSFET (depletion-type) berdasarkan substratnya, yaitu n-channel JFET/D-MOSFET (p-substrate) dan p- channel JFET/D-MOSFET (n-substrate). Struktur JFET (a) n-channel (b) p-channel
33 Struktur Enhancement-type MOSFET Simbol-Simbol FET
34 LANGKAH PERCOBAAN 1. Susun rangkaian seperti gambar berikut. 2. Ukurlah Va, Vb, IDSS, VP dan VT. J-FET COMMON DRAIN E-MOSFET VOLTAGE DIVIDER BIAS (COMMON SOURCE)
35 ALAT YANG DIGUNAKAN Function Generator, oscilloscope, multimeter, bread board, resistor, kapasitor, BS170, 2N5457. Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Pengertian Field Effect Transistor Cara kerja, Konstruksi, dan Kurva Karakteristik J-FET Cara kerja, Konstruksi, dan Kurva Karakteristik D-MOSFET Cara kerja, Konstruksi, dan Kurva Karakteristik E-MOSFET FET DC Biasing dan AC Analysis [Penurunan rumus Vin, Vout, dan Av] o Voltage Divider Bias E-MOSFET o Common Drain J-FET o Common Gate J-FET Terminal Identification (from datasheet) for: o JFET 2N5457 o E-MOSFET BS170 Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.
36 PERCOBAAN VI FIELD EFFECT TRANSISTOR FREQUENCY RESPONSE TUJUAN PERCOBAAN 4. Memahami analisis frequency response dengan bode plot. 5. Memahami low frequency response pada FET amplifiers. 6. Memahami high frequency response pada FET amplifiers. DASAR TEORI Respon frekuensi adalah suatu fenomena rangkaian terhadap nilai-nilai frekuensi yang diberikan pada rangkaian itu. Decibel db (decibel) merupakan perbandingan antara masukan dan keluaran dari suatu sistem. Pada sistem elektronika, db diwujudkan dalam rumusan tegangan, daya, maupun arus. Rumusnya adalah: Sementara itu apabila perbandingan daya db dirumuskan sebagai berikut : ( ) Selain dengan db, terdapat beberapa ukutan db lain yang terkait dengan satuan atau besaran yang digunakan, antara lain : dbm, db(mw) : perbandingan terhadap 1 mw dbμ, db(μv/m) : perbandingan terhadap 1 μv per meter dbf dbw dbk
37 Diagram Bode Diagram Bode merupakan suatu metode analisa dalam kawasan frekuensi dalam bentuk grafis, sehingga dapat dengan mudah ditentukan sifat rangkaian bila bekerja pada frekuensi yang tertentu. Penggambaran respon rangkaian tersebut umunya dilakukan dengan menggunakan skala logaritmik pada ordinat (horizontal), yaitu untuk skala frekuensi dan skala db pada sumbu absis (vertikal) untuk perolehan penguatan (gain) atau pelemahan (attenuator). Metode cepat untuk menggambarkan diagram bode melalui suatu pendekatan yang didasarkan pada asumsi persamaan fungsi alih yang berbentuk : dimana p adalah pole/kutub dan z adalah zero/nol. Kemudian s dapat diganti dengan jw, yang artinya diubah dari kawasan frekuensi kompleks ke kawasan frekuensi radian. Faktor-faktor dasar yang sering terdapat pada fungsi transfer adalah : 5. Penguatan K 6. Faktor integral dan turunan 7. Faktor orde pertama 8. Faktor kuadratik Low Pass Filter Low pass filter adalah proses filter yang meneruskan sinyal dengan frekuensi rendah. Memliki tegangan output konstan dari DC hingga frekuensi cut-off. Titik frekuensi cut-off adalah 0,707 atau -3dB dari gain tegangan diizinkan untuk lulus.
38 Pada low pass filter terdapat beberapa karakteristik mendasar sebagai berikut : Apabila fin << fc maka penguatan tegangan / Gain (G) = 1 atau G=0dB. Apabila fin = fc maka ω = 1/RC sehingga penguatan tegangan / Gain (G) menjadi -3 db atau terjadi pelemahan tegangan sebesar 3 db. Apabila fin >> fc maka besarnya penguatan tegangan (G) = 1/ωRC atau G = -20 log ωrc High Pass Filter High pass filter merupakan jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi serta meredam atau menahan frekuensi rendah. Bentuk respon HPF seperti memperlemah tegangan keluaran untuk semua frekuensi dibawah frekuensi frekuensi cut off dari DC.
39 LANGKAH PERCOBAAN 1. Susun rangkaian seperti gambar berikut. 2. Ukurlah Vi, Vo, IDSS dan VP, kemudian ukur kapasitansi antar kaki FET Cgd, Cgs dan Cds. SELF BIAS FET ALAT YANG DIGUNAKAN Function generator, oscilloscope, multimeter, breadboard, RLC meter, resistor, kapasitor, 2N5457. Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Definisi respon frekuensi Penjelasan diagram bode Prinsip Kerja BJT low & high frequency response Prinsip Kerja FET low & high frequency response Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.
Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan.
Modul 1 Peralatan Peralatan yang akan digunakan pada Praktikum Rangkaian Elektronika adalah: Breadboard Power Supply Multimeter LCR Meter Oscilloscope Function generator Breadboard Breadboard digunakan
Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2010 MODUL I DIODA SEMIKONDUKTOR DAN APLIKASINYA 1. RANGKAIAN PENYEARAH & FILTER A. TUJUAN PERCOBAAN
Modul II Dioda. Memahami konsep dasar dari divais elektronika Memahami divais elektronika : PN Junction Memahami aplikasi PN Junction
0 Page Modul II Dioda 1. Tujuan Praktikum Memahami konsep dasar dari divais elektronika Memahami divais elektronika : PN Junction Memahami aplikasi PN Junction 2. Poin-poin Dasar Teori Memahami jenis muatan
PERCOBAAN 3 RANGKAIAN OP AMP
PERCOBAAN 3 RANGKAIAN OP AMP TUJUAN Mempelajari penggunaan operational amplifier Mempelajari rangkaian rangkaian standar operational amplifier PERSIAPAN Pelajari keseluruhan petunjuk praktikum untuk modul
Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2010 MODUL IV MOSFET TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami prinsip kerja JFET dan MOSFET. 2. Mengamati dan memahami
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK A. OP-AMP Sebagai Peguat TUJUAN PERCOBAAN PERCOBAAN VII OP-AMP SEBAGAI PENGUAT DAN KOMPARATOR
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKTRONIKA DASAR
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKTRONIKA DASAR LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 213 Universitas Sriwijaya Fakultas Ilmu Komputer Laboratorium LEMBAR PENGESAHAN MODUL PRAKTIKUM
MODUL 04 PENGENALAN TRANSISTOR SEBAGAI SWITCH
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL 04 PENGENALAN TRANSISTOR SEBAGAI SWITCH 1 TUJUAN Memahami karakteristik kerja transistor BJT dan FET
PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 1 / RANGKAIAN LISTRIK / 2015 PERATURAN PRAKTIKUM. 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum
PERATURAN PRAKTIKUM 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum 2. Peserta dan asisten memakai sepatu tertutup (untuk perempuan diizinkan menggunakan flat shoes) 3. Peserta mengerjakan dan
MODUL 04 TRANSISTOR PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MODUL 04 TRANSISTOR PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 1 TUJUAN Memahami
I D. Gambar 1. Karakteristik Dioda
KEGIATAN BELAJAR 1 A. Tujuan a. Mahasiswa diharapkan dapat memahami karakteristik switching dari dioda b. Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan kurva karakteristik v-i diode c. Mahasiswa diharapkan
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2016 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...
MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI KEDIRI
MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI KEDIRI PENDAHULUAN A. UMUM Sesuai dengan tujuan pendidikan di UNISKA, yaitu : - Pembinaan
MODUL 05 TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT TUJUAN Mengetahui karakteristik penguat berkonfigurasi Common Emitter Mengetahui
Modul 02: Elektronika Dasar
Modul 02: Elektronika Dasar Alat Ukur, Rangkaian Thévenin, dan Rangkaian Tapis Reza Rendian Septiawan February 4, 2015 Pada praktikum kali ini kita akan mempelajari tentang beberapa hal mendasar dalam
PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENGUAT KLAS B PUSH-PULL
PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENGUAT KLAS B PUSH-PULL 6.1 Tujuan dan Latar Belakang Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan operasi dan desain dari suatu power amplifier emitter-follower kelas
Politeknik Negeri Bandung
LAPORAN PRAKTIKUM 6 CLIPPER Anggota Kelompok Kelas Jurusan Program Studi : 1. M. Ridwan Al Idrus 2. Zuhud Islam Shofari : 1A TEL : Teknik Elektro : D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Bandung 2017
PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER
PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER 4.1 Tujuan dan Latar Belakang Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan cara kerja dari Power Amplifier kelas A common-emitter. Amplifier
INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)
INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING) I. TUJUAN Tujuan dari pembuatan modul Penguat Inverting ini adalah: 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat inverting sebagai
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA KOMUNIKASI PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA KOMUNIKASI PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 NAMA : NIM : PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI
Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor
- 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor Missa Lamsani Hal 1 SAP Pengelompokan bahan-bahan elektrik dari sifat-sifat listriknya. Pengertian resistivitas dan nilai resistivitas bahan listrik : konduktor,
TEORI DASAR. 2.1 Pengertian
TEORI DASAR 2.1 Pengertian Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Karena
Modul 03: Catu Daya. Dioda, Penyearah Gelombang, dan Pembebanan. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat. Reza Rendian Septiawan February 11, 2015
Modul 03: Catu Daya Dioda, Penyearah Gelombang, dan Pembebanan Reza Rendian Septiawan February, 205 Dalam dunia elektronika, salah satu komponen yang paling penting adalah catu daya. Sebagian besar komponen
MODUL 06 RANGKAIAN FILTER PASIF
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL 06 RANGKAIAN FILTER PASIF 1 TUJUAN Memahami prinsip yang digunakan dalam rangkaian filter sederhana.
LAB SHEET ILMU BAHAN DAN PIRANTI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO NOMOR : O1 MATA KULIAH ILMU BAHAN DAN PIRANTI TOPIK :KARAKTERISTIK DIODA I. TUJUAN 1. Pengenalan komponen elektronika dioda semi konduktor 2. Mengetahui karakteristik dioda semi
DASAR PENGUKURAN LISTRIK
DASAR PENGUKURAN LISTRIK OUTLINE 1. Objektif 2. Teori 3. Contoh 4. Simpulan Objektif Teori Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu: Menjelaskan dengan benar mengenai prinsip dasar pengukuran. Mengukur arus,
Dioda Semikonduktor dan Rangkaiannya
- 2 Dioda Semikonduktor dan Rangkaiannya Missa Lamsani Hal 1 SAP Semikonduktor tipe P dan tipe N, pembawa mayoritas dan pembawa minoritas pada kedua jenis bahan tersebut. Sambungan P-N, daerah deplesi
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO SEMESTER V TH 2013/2014 JUDUL REJECTION BAND AMPLIFIER GRUP 06 5B PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA PEMBUAT
MODUL 06 PENGUAT DAYA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MODUL 06 PENGUAT DAYA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA & INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA, INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Riwayat Revisi Rev. 1 TUJUAN Memahami perbedaan konfigurasi
Transistor Efek Medan - Field Effect Transistor (FET)
Transistor Efek Medan - Field Effect Transistor (FET) Jenis lain dari transitor adalah Field effect Transistor. Perbedaan utama antara BJT dengan FET adalah pada pengontrol kerja dari transistor tersebut.
PERCOBAAN 1 KURVA TRANSFER KARAKTERISTIK JFET
PERCOBAAN 1 KURVA TRANSFER KARAKTERISTIK JFET 11.1 Tujuan : Membuat kurva tranfer karakteristik JFET pada layar oscilloscope. Kurva ini memperlihatkan variasi arus drain (ID) sebagai fungsi tegangan gate-source
JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING
JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING A. TUJUAN Tujuan dari pembuatan modul Penguat Inverting ini adalah: 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat inverting sebagai aplikasi dari rangkaian Op-Amp.
MODUL PRAKTEK RANGKAIAN ELEKTRONIKA
MODUL PRAKTEK RANGKAIAN ELEKTRONIKA PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI Percobaan 1 Percobaan 1 Dioda : Karakteristik dan Aplikasi Tujuan Memahami
JOBSHEET PRAKTIKUM 8 HIGH PASS FILTER
JOBSHEET PRAKTIKUM 8 HIGH PASS FILTER A. Tujuan Mahasiswa diharapkan dapat a. Mengetahui pengertian, prinsip kerja, dan karakteristik High Pass Filter. b. Merancang, merakit dan menguji rangkaian High
KATA PENGANTAR. Surabaya, 13 Oktober Penulis
KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun laporan Praktikum Dasar Elektronika dan Digital
TRANSISTOR 1. TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2012/2013. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Politeknik Telkom
TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2012/2013 Politeknik Telkom Bandung 2013 www.politekniktelkom.ac.id TRANSISTOR 1 Disusun oleh: Duddy Soegiarto, ST.,MT [email protected] Hanya dipergunakan
Percobaan 4 (versi A) Karakteristik dan Penguat FET Revisi 24 Maret 2014
Percobaan 4 (versi A) Karakteristik dan Penguat FET Revisi 24 Maret 2014 I. Tujuan Mengetahui dan mempelajari karakteristik transistor FET Memahami penentuan titik kerja Memahami penggunaan FET sebagai
PERCOBAAN 7 RANGKAIAN PENGUAT RESPONSE FREKUENSI RENDAH
PECOBAAN 7 ANGKAIAN PENGUAT ESPONSE FEKUENSI ENDAH 7. Tujuan : Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan faktor-faktor yang berkontribusi pada respon frekuensi rendah, dari suatu amplifier
Kata Pengantar. Depok, 9 Februari Penyusun
i Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga modul praktikum ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan
Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED
Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED PRAKTIKUM ELEKTRONIKA ANALOG 01 P-01 DIODA CLIPPER DAN CLAMPER SMT. GENAP 2015/2016 A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat menguji karakteristik dioda clipper
Modul Elektronika 2017
.. HSIL PEMELJRN MODUL I KONSEP DSR TRNSISTOR Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik serta fungsi dari rangkaian dasar transistor..2. TUJUN agian ini memberikan informasi mengenai penerapan
RANGKAIAN DIODA CLIPPER DAN CLAMPER
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL 03 RANGKAIAN DIODA CLIPPER DAN CLAMPER 1 TUJUAN Menentukan hubungan antara sinyal input dengan sinyal
TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1)
TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1) DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN ELEKTRONIKA SISTEM BILANGAN KONVERSI DATA LOGIC HARDWARE KOMPONEN ELEKTRONIKA PASSIVE ELECTRONIC ACTIVE ELECTRONICS (DIODE
MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Riwayat Revisi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem perangkat keras dari UPS (Uninterruptible Power Supply) yang dibuat dengan menggunakan inverter PWM level... Gambaran Sistem input
I. Tujuan Praktikum. Mampu menganalisa rangkaian sederhana transistor bipolar.
SRI SUPATMI,S.KOM I. Tujuan Praktikum Mengetahui cara menentukan kaki-kaki transistor menggunakan Ohmmeter Mengetahui karakteristik transistor bipolar. Mampu merancang rangkaian sederhana menggunakan transistor
Prinsip kerja transistor adalah arus bias basis-emiter yang kecil mengatur besar arus kolektor-emiter.
TRANSISTOR Transistor adalah komponen elektronika yang tersusun dari dari bahan semi konduktor yang memiliki 3 kaki yaitu: basis (B), kolektor (C) dan emitor (E). Untuk membedakan transistor PNP dan NPN
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 1 PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 1 PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG Oleh: Nama : RIA INTANDARI NIM : 140210102088 PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
Pengertian Transistor fungsi, jenis, dan karakteristik
Pengertian Transistor fungsi, jenis, dan karakteristik Gambar 1. Transistor Transistor adalah salah satu komponen yang selalu ada di setiap rangkaian elektronika, seperti radio, televisi, handphone, lampu
MODUL PRAKTIKUM INSTRUMENTASI KENDALI PENGENALAN NI ELVIS MEASUREMENT INSTRUMENT
MODUL PRAKTIKUM INSTRUMENTASI KENDALI PENGENALAN NI ELVIS MEASUREMENT INSTRUMENT A. Tujuan Praktikum 1. Memahami dasar-dasar penggunaan NI ELVIS 2. Memahami analisis rangkaian menggunakan NI ELVIS B. Alat
Perancangan Sistim Elektronika Analog
Petunjuk Praktikum Perancangan Sistim Elektronika Analog Lab. Elektronika Industri Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Lab 1. Amplifier Penguat Dengan
TRANSISTOR EFEK-MEDAN (FIELD-EFFECT TRANSISTOR)
"! # 3 2! 12 TANSISTO EFEK-MEDAN (FIELD-EFFECT TANSISTO) 12.1 Pengatar Fungsi utama dari sebuah penguat adalah untuk menghasilkan penguatan isyarat dengan tingkat penguatan tertentu. Transistor unipolar
Penguat Kelas B Komplementer Tanpa Trafo Keluaran
Penguat Kelas B Komplementer Tanpa Trafo Keluaran 1. Tujuan : 1 Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami operasi dari rangkaian penguat kelas B komplementer. 2 Mahasiswa dapat menerapkan teknik pembiasan
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) 1. Komponen elektronik yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang lewat dinamakan A. Kapasitor D. Transistor B. Induktor
MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER
MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER 1. Tujuan Memahami op-amp sebagai penguat inverting dan non-inverting Memahami op-amp sebagai differensiator dan integrator Memahami op-amp sebagai penguat jumlah 2. Alat
MODUL 03 RANGKAIAN DIODA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MOUL 03 RANGKAIAN IOA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA AN INSTRUMENTASI PROGRAM STUI FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA AN PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANUNG Riwayat Revisi Rev.
[LAPORAN PENGUAT DAYA KELAS A] BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Dalam matakuliah Elektronika II telah dipelajari beberapa teori tentang rangkaian common seperti common basis, common emitter, dan common collector. Salah satu penerapan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Elektronika Dasar : IT012346 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor TIU : - Mahasiswa
Mata kuliah Elektronika Analog L/O/G/O
Mata kuliah Elektronika Analog L/O/G/O Pengertian Transistor Fungsi Transistor Jenis & Simbol Transistor Prinsip kerja Transistor Aplikasi Transistor Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
PNPN DEVICES. Pertemuan Ke-15. OLEH : ALFITH, S.Pd, M.Pd
PNPN DEVICES Pertemuan Ke-15 OLEH : ALFITH, S.Pd, M.Pd 1 TRIAC TRIAC boleh dikatakan SCR adalah thyristor yang unidirectional, karena ketika ON hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda
Transistor Bipolar. III.1 Arus bias
Transistor Bipolar Pada tulisan tentang semikonduktor telah dijelaskan bagaimana sambungan NPN maupun PNP menjadi sebuah transistor. Telah disinggung juga sedikit tentang arus bias yang memungkinkan elektron
Gambar 1 Tegangan bias pada transistor BJT jenis PNP
KEGIATAN BELAJAR 2 Percobaan 1 A. Tujuan a. Mahasiswa diharapkan dapat memahami karakteristik switching dari BJT b. Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan kurva karakteristik v-i masukan dan keluaran
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pendahuluan Pada bab ini dibahas hasil dari pengujian alat implementasi tugas akhir yang dilakukan di laboratorium Tugas Akhir Program Studi Teknik Elektro. Dengan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN 3.1. Blok Diagram Sistem Untuk mempermudah penjelasan dan cara kerja alat ini, maka dibuat blok diagram. Masing-masing blok diagram akan dijelaskan lebih rinci
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR Nama Nim Semester Fakultas : Rizki : 20083124720650086 : III/pagi : Teknik Informatika Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur MODUL I INSTRUMENTASI Teori: Pada praktikum
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ELEKTRONIKA DASAR KODE : TSK-210 SKS/SEMESTER : 2/2 Pertemuan Pokok Bahasan & ke TIU 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor TIU : - Mahasiswa mengenal Jenis-jenis
1. Perpotongan antara garis beban dan karakteristik dioda menggambarkan: A. Titik operasi dari sistem B. Karakteristik dioda dibias forward
1. Perpotongan antara garis beban dan karakteristik dioda menggambarkan: A. Titik operasi dari sistem B. Karakteristik dioda dibias forward C. Karakteristik dioda dibias reverse D. Karakteristik dioda
KEGIATAN BELAJAR 3 B. DASAR TEORI 1. MOSFET
KEGIATAN BELAJAR 3 A. Tujuan a. Mahasiswa diharapkan dapat memahami karakteristik switching dari mosfet b. Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan kurva karakteristik v-i masukan dan keluaran mosfet.
Multimeter. NAMA : Mulki Anaz Aliza NIM : Kelas : C2=2014. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Lompat ke: navigasi, cari
NAMA : Mulki Anaz Aliza NIM : 1400454 Kelas : C2=2014 Multimeter Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Lompat ke: navigasi, cari Multimeter digital Multimeter atau multitester adalah alat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Power Regulator Pada umumnya adalah sebagai alat atau perangkat keras yang mampu menyuplai tenaga atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke tegangan
JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER
JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER A. TUJUAN 1. Mahasiswa diharapkan mampu mengerti tentang pengertian, prinsip kerja dan karakteristik band pass filter 2. Mahasiswa dapat merancang, merakit, menguji rangkaian
Modul 05: Transistor
Modul 05: Transistor Penguat Common-Emitter Reza Rendian Septiawan April 2, 2015 Transistor merupakan komponen elektronik yang tergolong kedalam komponen aktif. Transistor banyak digunakan sebagai komponen
Transistor Bipolar. oleh aswan hamonangan
Transistor Bipolar oleh aswan hamonangan Pada tulisan tentang semikonduktor telah dijelaskan bagaimana sambungan NPN maupun PNP menjadi sebuah transistor. Telah disinggung juga sedikit tentang arus bias
TUJUAN ALAT DAN BAHAN
TUJUAN 1. Mengetahui prinsip penyearah setengah gelombang tanpa menggunakan kapasitor 2. Mengetahui prinsip penyearah setengah gelombang menggunakan kapasitor. ALAT DAN BAHAN 1. Dioda 1N4007 1 buah 2.
TRANSISTOR Oleh : Agus Sudarmanto, M.Si Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
TRANSISTOR Oleh : Agus Sudarmanto, M.Si Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Transistor adalah komponen elektronika yang tersusun dari dari bahan semi konduktor yang memiliki 3 kaki yaitu: basis
PRAKTIKUM ELEKTRONIKA
PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM ELEKTRONIKA EL 2205 Laboratorium Dasar Teknik Elektro Mervin T Hutabarat Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2015 Petunjuk EL2205 Praktikum Elektronika
Laporan Praktikum Analisa Sistem Instrumentasi Rectifier & Voltage Regulator
Laporan Praktikum Analisa Sistem Instrumentasi Rectifier & Voltage Regulator Ahmad Fauzi #1, Ahmad Khafid S *2, Prisma Megantoro #3 #Metrologi dan Instrumentasi, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada,
REKAYASA CATU DAYA MULTIGUNA SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM. M. Rahmad
REKAYASA CATU DAYA MULTIGUNA SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM M. Rahmad Laoratorium Pendidikan Fisika PMIPA FKIP UR e-mail: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini adalah untuk merekayasa
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS 4.1. Topik 1. Rangkaian Pemicu SCR dengan Menggunakan Rangkaian RC (Penyearah Setengah Gelombang dan Penyearah Gelombang Penuh). A. Penyearah Setengah Gelombang Gambar
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO JUDUL : WIDE BAND AMPLIFIER DISUSUN OLEH : Angga Nugraha M.Jafar Nosen Karol Wibby Aldryani Astuti Praditasari Teknik Telekomunikasi 5D POLITEKNIK NEGERI JAKARTA WIDE BAND
LEMBAR KERJA V KOMPARATOR
LEMBAR KERJA V KOMPARATOR 5.1. Tujuan 1. Mahasiswa mampu mengoperasikan op amp sebagai rangkaian komparator inverting dan non inverting 2. Mahasiswa mampu membandingkan dan menganalisis keluaran dari rangkaian
Merangkai Rangkaian Pada Kit Praktikum Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Menyusun Rangkaian dengan Baik Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Merangkai Rangkaian Pada Kit Praktikum Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan
Komponen Komponen elektronika DIODA Dioda Silikon Dan Germanium Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, ia terdiri atas dua
Komponen Komponen elektronika DIODA Dioda Silikon Dan Germanium Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, ia terdiri atas dua elektroda yaitu katoda dan anoda. Ujung badan dioda biasanya
1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR
1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK Tim penyusun: Diana Rahmawati, S. T., M. T. Haryanto, S. T., M. T. Koko Joni, S. T., M. Eng. Achmad Ubaidillah, S. T., M. T. Riza Alfita, S. T., M. T. Miftachul
KARAKTERISTIK DIODA, PENYEARAH DAN FILTER
PERCOBAAN I KARAKTERISTIK DIODA, PENYEARAH DAN FILTER 1. Tujuan 1. Memahami karakteristik dioda biasa dan dioda zener 2. Memahami pengunaan dioda-dioda tersebut 3. Mempelajari macam-macam filter yang biasa
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK TIM PENYUSUN DIANA RAHMAWATI, S.T., M. T HARYANTO, S.T., M.T KOKO JONI, S.T., M.Eng ACHMAD UBAIDILLAH, S.T., M.T RIZA ALFITA, S.T., MT MIFTACHUL ULUM, S.T., M.T
PENDAHULUAN. Modul Praktikum Rangkaian Linear Aktif. Lab. Elektronika Fakultas Teknik UNISKA
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LINEAR AKTIF LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI KEDIRI PENDAHULUAN A. UMUM Sesuai dengan tujuan pendidikan di UNISKA,
MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA. Oleh: Achmad Fiqhi Ibadillah
MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA Oleh: Achmad Fiqhi Ibadillah PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2014-2015 PERCOBAAN 1 PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG (HALF-WAVE RECTIFIER)
MODUL 5 RANGKAIAN AC 2. STUDI PUSTAKA
MODUL 5 RANGKAIAN AC Ingmar Ramzan Shidqi (13214057) Asisten: Muhammad Arief Maru (13212024) Tanggal Percobaan: 9/2/2016 EL2205-Praktikum Elektronika Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik
LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVER SITAS ISL AM K ADI R I PENDAHULUAN
PENGUKURAN BESARAN LISTRIK LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI KEDIRI PENDAHULUAN A. UMUM Sesuai dengan tujuan pendidikan di UNISKA, yaitu : - Pembinaan
Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen
Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen Elektronik 2. Kompetensi Dasar : Memahami komponen dasar elektronika B. Pokok Bahasan : Komponen Dasar Elektronika
SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE
SEMIKONDUKTOR Komponen Semikonduktor Di dunia listrik dan elektronika dikenal bahan yang tidak bisa mengalirkan listrik (isolator) dan bahan yang bisa mengalirkan listrik (konduktor). Gbr. 1. Tingkatan
LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 4 DIODA ZENER KELOMPOK 6 : 1. Setya Arief Pambudi (21) 2. Suci Indah Asmarani (22) 3. Syahadah Rizka Anefi (23)
LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 4 DIODA ZENER KELOMPOK 6 : 1. Setya Arief Pambudi (21) 2. Suci Indah Asmarani (22) 3. Syahadah Rizka Anefi (23) 4. Vania Desy R. (24) LT-2D JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Catu Daya / power supply Power supply adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memberikan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian elektronika. Dalam
DIODA SEBAGAI PENYEARAH (E.1) I. TUJUAN Mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus.
DIODA SEBAGAI PENYEARAH (E.1) I. TUJUAN Mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus. II. DASAR TEORI 2.1 Pengertian Dioda Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin
Nama : Asisten : NPM : Kelompok :
Nama : Asisten : NPM : Kelompok : Gambarkan grafik karakteristik I-V silicon diode pada kotak yang disediakan Jelaskan berdasarkan gambar yang kalian buat a. Zener Region b. Reverse bias c. Forward bias
VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5
VERONICA ERNITA K. ST., MT Pertemuan ke - 5 DIODA SEMIKONDUKTOR Resistor merupakan sebuah piranti linear karena grafik arus terhadap tegangan merupakan garis lurus. Berbeda dengan dioda. Dioda merupakan
Laporan Praktikum Pengukuran Tegangan AC dan DC Via Arduino (Wattmeter)
Laporan Praktikum Pengukuran Tegangan AC dan DC Via Arduino (Wattmeter) Ahmad Fauzi#1, Ahmad Khafid S *2, Prisma Megantoro #3 #Metrologi dan Instrumentasi, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Jln.
