Cointegration Analysis and ECM
|
|
|
- Inge Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Cointegration Analysis and ECM Before discussing co-integration concept, we need to talk about other relating concepts that are very important in understanding cointegration. Spurious Regression Phenomena. Suppose there are 2 random walk models y t = y t-1 + u t ; u t ~ N (0,1); u t white noise x t = x t-1 + v t ; v t ~ N (0,1); v t white noise
2 From earlier discussion, y t and x t are not stationer. More over, y t and x t are not correlated (based on the way the variables are generated). However, when we regress x t on y t we will have the following result: y t = x t t: (-21.37) (7.61) R 2 = and d =
3 omments on the regression results: 1. Based on t test, x t influences y t even though R 2 is small. 2. But, from the process of generating x t and y t they are statistically independent; so no causality between x t and y t. 3. Therefore, we have to be very careful in regressing a nonstationery time series on another non-stationary time series. This regression may yield a spurious regression 4. According to Granger and Newold, if a regression has R 2 > d, it is suspected that the regression is a spurious (non-sense)
4 bserve the following regression results obtained from regressing DP on M1 (money supply) using Canada data:1971-i s/d 1988-IV: 1. ln M1 t = ln GDP t t: (-12.94) (25.89) R 2 = ; d = Δ ln M1 t = Δ ln GDP t t: (2.4957) (1.8958) R 2 = ; d = lease comments on these results. o you suspect that there are spurious regressions?
5 Stationerity Test Dalam menganalisis regresi time series, kita perlu mengetes dahulu apakah regressand dan regressornya sudah stasioner atau belum. Untuk itu diperlukan beberapa tes agar mengetahui apakah suatu data timeseries adalah stasioner. Ada 2 tes yang telah kita pelajari; yaitu tes grafis dan tes melalui korelogram. Dalam diskusi ini, akan dilihat kembali beberapa tes stasioner lainnya.
6 Unit Root Test Δy t = δ y t-1 + u t A. Ide dasar. Perhatikan model AR(1): y t = ρy t-1 + u t ; -1 ρ 1; u t : white noise. Dari kuliah yang lalu,bila ρ = 1, maka model tersebut menjadi model random walk dan sebagaimana telah kita ketahui, random walk tidak stasioner. Dengan demikian, bila ρ secara statistik = 1 maka y t tidak stasioner. B. Implementasi Pada tahap implementasi ide dasar dari tes unit root tersebut digunakan model berikut: y t = ρy t-1 + u t y t - y t-1 = (ρ - 1) y t-1 + u t
7 Jadi untuk melakukan tes unit root, lakukan tahapan berikut: 1. Regresikan Δy t pada y t-1 2. Tes hipotesis ρ = 1 atau δ = 0 3. Bila hipotesis ditolak, maka ρ 1 dan y t stasioner.
8 Dickey Fuller - (DF) Test Dickey dan Fuller menunjukkan bahwa hipotesis δ = 0 tidak dapat menggunakan uji t karena δ tidak berdistribusi t melainkan berdistribusi τ (tau) sehingga perlu menggunakan uji τ. DF sudah menyusun tabel (semacam tabel t) untuk tes unit root ini. DF menggunakan 3 model random walk yang berbeda. 1. Δy t = δ y t-1 + u t 2. Δy t = b 1 + δ y t-1 + u t 3. Δy t = b 1 + b 2 t + δ y t-1 + u t
9 Hipotesis H 0 : δ = 0 ; y t tidak stasioner H 1 : δ < 0 ; y t stasioner. (catatan: δ tidak mungkin > 0 karena δ = ρ - 1 dan ρ 1) Tahapan Tes Dickey Fuller: 1. Estimate model 1 atau 2 atau 3 2. Hitung statistik τ = (koefisien y t-1 / standard errornya). 3. Bila τ > nilai τ pada Tabel DF atau MacKinon, tolak hipotesis δ = 0. Dalam hal ini, y t stasioner. 4. Bila τ < nilai τ pada Tabel DF, maka y t tidak stasioner.
10 Ilustration: (i). Δ GDP t = GDP t-1 τ = (5.798); R 2 = ; d = 1.34 (ii). Δ GDP t = GDP t-1 τ = (1.1576) ( ) ; R 2 = ; d = 1.35 (iii). Δ GDP t = t GDP t-1 τ = (1.8389) (1.6109) ( ) DF Table α = 1% α = 5% α = 10% Model Model Model
11 Model 1 tidak dianalisis karena estimasi dari δ positif. Padahal δ = ρ -1 dan nilai ini seharusnya negatif karena ρ 1. Ini berarti bahwa model 1 menghasilkan estimate ρ > 1 yang tidak relevan. Untuk model 2, τ = lebih kecil dari absolut nilai kritis Tabel DF untuk model 2. Berarti berdasarkan tes DF pada model 2, GDP tidak stasioner. Dengan cara yang sama, untuk model 3, τ = Nilai ini lebih kecil dari absolut nilai kritis Tabel DF untuk model 3. Artinya, berdasarkan tes DF pada model 3, GDP tidak stasioner juga.
12 ugmented Dickey Fuller (ADF) Test ada Tes DF diasumsikan bahwa residual tidak berkorelasi satu ama lain (u t uncorrelated). Tetapi, bila u t saling berkorelasi, Dickey an Fuller menciptakan tes lain yang lebih fleksibel (longgar ersyaratannya) yang disebut Tes Augmented Dickey-Fulller (ADF) isalkan kita menggunakan model Δy t = b 1 + b 2 t + δ y t-1 + u t DF: Δy t = b 1 + b 2 t + δ y t-1 + a i Δ y t-i + e t..... (iv)
13 Banyaknya variabel jeda yang digunakan ditentukan secara empiris. Idenya adalah menggunakan variabel jeda secukupnya agar error yang digunakan tidak saling berkorelasi. Pada intinya, tahapan Tes ADF hampir sama dengan Tes DF, yaitu masih mengetes apakah δ = 0. Tes ini masih menggunakan nilai kritis seperti pada Tabel DF. Sebagai ilustrasi, model (iv) diestimasi dan hasilnya sebagai berikut: Δ GDP t = t GDP t ΔGDP t-1 t = (2.3833) (2.1522) ( ) (3.4647) R 2 = ; d= Dari hasil regresi, τ = lebih kecil dari nilai kritis yang ada pada Tabel DF model 3. Dengan demikian, berdasarkan Tes ADF, GDP juga tidak stasioner.
14 Komentar tentang Tes unit root 1. Ada beberapa tes unit root telah ditawarkan. Masing-masing ada keterbatasannya. Kebanyakan tes ini berdasarkan pada hipotesis bahwa time series yang dianalisis mempunyai unit root yang berarti tidak stasioner. Hal yang membedakan antara satu tes dengan lainnya adalah ukuran dan kekuatan tes. 2. Ukuran tes mengacu pada tingkat signifikasi yang digunakan; biasanya 1%, 5% atau 10%. Bisa saja dari suatu tes disimpulkan bahwa pada tingkat 5% series yang dianalisis tidak stasioner. Tetapi bisa disimpulkan stasioner pada tingkat 10%. Tingkat signifikansi mana yang kita pilih?
15 3. Kekuatan tes. Beberapa tes termasuk Tes DF mempunyai kekuatan yang rendah. Artinya, mereka cenderung menerima (tidak menolak) hipotesis adanya unit root meskipun tidak ada. o Kekuatan tes tergantung pada rentangan waktu yang digunakan. Misalnya saja, tes unit root yang menggunakan 30 pengamatan dengan rentang waktu 25 tahun mungkin mempunyai kekuatan lebih bila dibandingkan dengan tes yang menggunakan 100 pengamatan dengan rentang waktunya yang hanya 4 bulan. o Bila ρ 1 (dekat dengan 1) tetapi tidak persis 1, tes unit root bisa menyatakan bahwa series yang dianalisis tidak stasioner. Padahal seriesnya mungkin stasioner.
16 o Jika mau mengetes data yang sudah di difference, sebaiknya jangan menggunakan tes DF atau ADF melainkan menggunakan Tes Dickey-Pantola karena tes ini dapat mengetes keberadaan unit root yang lebih dari satu. 4. Tes unit root ini tidak dapat menangkap adanya structural breaks pada suatu time series.
17 Kointegrasi: Regresi time Series tidak stasioner pada time series tidak stasioner lainnya. Telah kita bicarakan bahwa bila kita meregresikan data timeseries dengan regressand serta regressornya tidak stasioner, maka regresi tersebut dapat mengakibatkan adanya regresi yang spurious (salah). Akan kita analisis data PCE (Personal Consumption Expenditure) dan PDI (Personal Disposable Income), suatu data makro ekonomi AS dari 1970-I s/d 1991-IV (88 pengamatan). Telah dites bahwa data PCI dan PDI tersebut tidak stasioner. Sekarang, kita akan meregresikan PCE pada PDI sebagai berikut: PCE t = b 1 + b 2 PDI t + u t ; atau u t = PCE t b 1 - b 2 PDI t
18 Berdasarkan suatu tes, ternyata u t stasioner. Bila ini terjadi, berarti ada fenomena baru karena meskipun PCE dan PDI tidak stasioner, pada kombinasi liniernya, u t, tren mereka telah saling terhilangkan (saling ternetralkan). Dalam situasi seperti ini, kita katakana bahwa PCE dan PDI saling berkointegrasi. Parameter b 2 disebut parameter kointegrasi; sedangkan regresinya disebut regresi kointegrasi. Berdasarkan teori ekonomi, dua variabel akan berkointegrasi bila mereka mempunyai relasi jangka panjang atau keseimbangan jangka panjang diantara mereka.
19 Secara umum, bila ada dua variabel timeseries yang masingmasing merupakan series yang tidak stasioner, akan tetapi bila kombinasi linier dari dua variabel tersebut merupakan time series yang stasioner maka kedua timeseries tersebut dikatakan berikointegrasi. Lebih spesifik lagi, misalkan saja, x t dan y t masing-masing tidak stasioner, tetapi z t = x t - λ y t merupakan timeseries yang stasioner, maka pada situasi seperti ini, x t dan y t dikatakan berkointegrasi dan λ disebut parameter kointegrasi.
20 Komentar 1. Kontribusi yang sangat berharga dari konsep unit root dan kointegrasi adalah adanya paksaan kepada kita agar mengecek apakah residual dari suatu regresi stasioner atau tidak. 2. Granger mengatakan bahwa Tes Kointegrasi dapat dipandang sebagai tes pendahuluan (pretest) untuk menghindari adanya regresi spurious.
21 Tes Kointegrasi Ada beberapa Tes Kointegrasi yang disajikan pada beberapa literatur. Namun, pada pembahasan saat ini akan disampaikan 2 tes saja yang sangat sederhana yaitu: (i). Tes DF atau ADF (ii). Tes CRDW (Cointegrating Regression Durbin Watson)
22 Tes Engle Granger (EG) atau Tes Augmented Engle Granger (AEG) Tes ini sebenarnya adalah modifikasi dari Tes DF atau Tes ADF yang intinya, tahapannya sebagai berikut: 1. Regresikan PCE pada PDI, hasilnya: PCE t = PDI t t : (-7.481) ( ) R 2 = ; d = Hitung residual u t dan regresikan Δu t pada u t-1, diperoleh: Δu t = u t-1 t : ( ) R 2 = ; d =
23 3. Bandingkan nilai τ terhitung dengan Tabel Engle-Granger (bukan Tabel Dickey-Fuller). Nilai kritis τ dari tabel E-G pada 1% adalah sedangkan nilai τ terhitung adalah Ini berarti bahwa τ terhitung > τ dari Tabel E-G Akibatnya, u t stasioner. Dengan demikian, variabel PCE dan PDI berkointegrasi dan hasil regresi PCE pada PDI bukan merupakan regresi yang spurious.
24 Interpretasi Model Regresi Kointegrasi PCE pada PDI: 1. Fungsi PCE t = PDI t disebut sebagai fungsi konsumsi jangka panjang. 2. Sedangkan slop PDI t yang sebesar merupakan MPC (Marginal Propensity to Consume) jangka panjang atau MPC keseimbangan.
25 Tes CRDW Tes ini didasarkan pada statistik Durbin-Watson yang dapat dengan mudah dihitung. Sargan dan Bhargava adalah pionir dari tes ini. Tahapan tes 1. Hitung statistik Durbin-Watson, d. Karena d=2(1-ρ), pada saat ρ mendekati 1 maka d hampir 0. Oleh karenanya, hipotesis nol nya adalah H 0 : d = 0 2. Bandingkan nilai d terhitung dengan nilai d dari tabel. Dari tabel, diperoleh bahwa: α 1% 5% 10% d
26 3. Bila d terhitung > d tabel, tolak hipotes bahwa d = 0 atau ρ = 1 yang berarti u t stasioner dan terjadi kointegrasi antara PCE dan PDI. Ternyata, d terhitung = > d tabel = (1%). Akibatnya, PCE dan PDI memang berkointegrasi atau ada hubungan jangka panjang antara PCE dan PDI meskipun PCE dan PDI masing-masing tidak stasioner.
27 Kointegrasi dan ECM (Error Correction Mechanism) Pada diskusi terdahulu, kita telah tunjukkan bahwa PCE dan PDI berkointegrasi; yaitu mereka mempunyai hubungan jangka panjang atau keseimbangan jangka panjang. Dalam jangka pendek, mungkin terjadi ketidak seimbangan. Oleh karenanya, kita dapat menganggap persamaan: u t = PCE t b 1 b 2 PDI t sebagai kesalahan keseimbangan (equlibrium error).
28 Kesalahan keseimbangan ini akan digunakan untuk menghubungkan antara perilaku PCE jangka pendeknya dan PCE jangka panjangnya. Teknik Error Correction Mechanism (ECM) ini dikenalkan oleh Sargan dan dipopulerkan oleh Engle dan Granger untuk mengoreksi ketidakseimbangan. Teori Representasi Granger. Bila variabel y dan x berkointegrasi, maka hubungan antara y dan x dapat dinyatakan sebagai ECM.
29 Ilustrasi Konseptual Perhatikan model berikut (Hubungan antara PCE dan PDI) Δ PCE t = a 0 + a 1 Δ PDI t + a 2 u t-1 + e t (1) dengan u t-1 = PCE t-1 b 1 b 2 PDI t-1, u t-1 = error regresi kointegrasi lag 1 Persamaan ECM tersebut (persamaan (1)) menyatakan bahwa ΔPCE tergantung pada ΔPDI dan tergantung juga pada error keseimbangan, u t-1.
30 Bila u t-1 > 0, maka modelnya tidak dalam keseimbangan. Misalkan saja ΔPDI = 0 dan u t-1 > 0. Ini berarti bahwa PCE t-1 diatas nilai keseimbangannya yaitu a 0 + a 1 PDI t-1. Oleh karena itu, nilai a 2 diharapkan berharga negatif. Dengan demikian, a 2 u t-1 < 0 dan akibatnya ΔPCE t-1 < 0 untuk mengembalikan ke kondisi keseimbangan. Artinya bila PCE t berada diatas nilai keseimbangannya PCE t akan mulai menurun pada periode berikutnya untuk mengoreksi kesalahan keseimbangan. Dengan cara yang sama, bila u t-1 < 0 maka PCE berada dibawah nilai keseimbangan, dan a 2 u t-1 > 0 yang mengakibatkan ΔPCE t > 0 dan akhirnya berakibat PCE meningkat pada periode t. Dengan demikian, nilai absolut dari a 2 menentukan berapa cepat keseimbangan bisa kembali bila menyimpang. Pada tahap implementasi, u t-1 diestimate dengan u t-1 = PCE t - b 1 b 2 PDI t
31 Ilustrasi Empiris Δ PCE t = Δ PDI t u t-1 t: (5.3249) (4.1717) ( ) R 2 = ; d = Secara statistik, koefisien u t-1 tidak signifikan. Maka kesalahan keseimbangan dapat dikatakan tidak mempengaruhi PCE yang berarti PCE menyesuaikan perubahan PDI pada periode yang sama. Perubahan jangka pendek PDI mempunyai dampak positif pada perubahan jangka pendek PCE.
32 Dapat dikatakan bahwa MPC jangka pendek = , sedangkan MPC jangka panjang = Lihat kembali hasil regesi berikut: PCE t = PDI t t: ( ) (119.87) Komentar S.G Hall tentang Kointegrasi Konsep Kointegrasi, secara teori, memang penting dalam model ECM. Tetapi masih banyak masalah pada aplikasinya terutama mengenai pembentukan nilai kritis dan kinerja tes unit root pada saat sampelnya kecil. Alternatinya, memperhatikan korelogram masih merupakan teknik yang penting.
METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDB, Ekspor, dan
III. METODE PENELITIAN A. Deskripsi Data Input Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDB, Ekspor, dan Foreign Direct Investment ((FDI). Deskripsi tentang satuan pengukuran, jenis
BAB III ERROR CORRECTION MODEL (ECM) Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis
BAB III ERROR CORRECTION MODEL (ECM) 3.1 Teori Error Correction Model (ECM) Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis regresi yang pada dasarnya adalah studi atas ketergantungan
III.METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini
43 III.METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2006) yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), financing to
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), financing to deposit ratio
III. METODE PENELITIAN. bentuk runtut waktu (time series) yang bersifat kuantitatif yaitu data dalam
48 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) yang bersifat kuantitatif yaitu data dalam
III. METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang
III. METODE PENELITIAN A. Deskripsi Data Variabel Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cadangan Devisa di Indonesia Periode 2000-2014 adalah cadangan
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Untuk menggambarkan bagaimana pengaruh capital gain IHSG dengan pergerakan yield obligasi pemerintah dan pengaruh tingkat suku bunga terhadap IHSG dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap Angka Kematian Bayi di Kabupaten Blora. Penelitian ini merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh pengaruh Desentralisasi Fiskal, Jumlah Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit, dan Tingkat Kemiskinan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerbitkan laporan keuangan yang lengkap (Annual Report) pada periode
BAB III METODE PENELITIAN. waktu dari objek penelitian ini adalah 26 tahun yaitu dari tahun B. Jenis, Sumber dan Metode Pengumpulan Data
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah variabel konsumsi rumah tangga dan Produk domestik regional bruto (PDRB) perkapita di Jawa Tengah. Kurun waktu dari objek penelitian
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah data sekunder yang
30 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Bank Indonesia, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia,
III. METODE PENELITIAN. Laporan Kebijakan Moneter, Laporan Perekonomian Indonesia, Badan Pusat
49 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari data publikasi Bank Indonesia berupa Statistik Ekonomi Moneter, Laporan
III. METODELOGI PENELITIAN. Dalam penelitian yang berjudul Analisis Determinan Nilai Aktiva Bersih Reksa
III. METODELOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian yang berjudul Analisis Determinan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Saham di Indonesia (Periode 2005:T1 2014:T3) variabel-variabel
METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang
43 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar mengambang seperti uang beredar, suku bunga Indonesia(BI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan
III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Produk Domestik Bruto, Inflasi,
391 III. METODE PENELITIAN Dalam penelitian Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Produk Domestik Bruto, Inflasi, dan Suku Bunga Luar Negeri Terhadap Nilai Impor Non Migas di Indonesia (Periode 2001:I 2012:IV)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1983-2008 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. statistik. Penelitian ini mengukur pengaruh pembalikan modal, defisit neraca
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif, yaitu penelitian yang mengukur suatu variabel, sehingga lebih mudah dipahami secara
METODE PENELITIAN. Data penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data runtun waktu (time
37 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data runtun waktu (time series) dari periode 2005Q1 2014Q4. Penggunaan data pada penelitian ini meliputi
III. METODE PENELITIAN. gabungan dari data runtun waktu (time series) tahunan. Data yang digunakan
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa gabungan dari data runtun waktu (time series) tahunan. Data yang digunakan
Non Linear Estimation and Maximum Likelihood Estimation
Non Linear Estimation and Maximum Likelihood Estimation Non Linear Estimation and Maximum Likelihood Estimation Non Linear Estimation We have studied linear models in the sense that the parameters are
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel BI rate, kurs tengah dan M2 (broad money) dalam mempengaruhi laju inflasi di Indonesia. B. Jenis
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series
40 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series sekunder. Data-data tersebut diperoleh dari berbagai sumber, antara lain dari
METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini variabel terikat (dependent variabel) yang digunakan adalah
III. METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel terikat (dependent variabel) yang digunakan adalah nilai tukar rupiah, sedangkan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research)
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1. Metode Pengumpulan Data Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research) dilakukan dengan mempelajari berupa catatan yaitu melakukan pencatatan
BAB I PENDAHULUAN. Peramalan merupakan unsur yang penting dalam pengambilan keputusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peramalan merupakan unsur yang penting dalam pengambilan keputusan karena beberapa faktor yang berpengaruh, tidak dapat ditentukan pada saat keputusan diambil.
Application of ARIMA Models
Application of ARIMA Models We have learned how to model using ARIMA Stages: 1. Verify whether the data we are analyzing is a stationary data using ACF or other methods 2. If the data is not stationer,
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Akar Unit (Unit Root Test) Kestasioneran data merupakan hal yang sangat penting dalam analisis data time series. Hal ini karena penggunaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. runtut waktu (time series). Penelitian ini menggunakan data-data Produk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data runtut waktu (time series). Penelitian ini menggunakan data-data
ARIMA and Forecasting
ARIMA and Forecasting We have learned linear models and their characteristics, like: AR(p), MA(q), ARMA(p,q) and ARIMA (p,d,q). The important thing that we have to know in developing the models are determining
III. METODE PENELITIAN. Bentuk data berupa data time series dengan frekuensi bulanan dari Januari 2000
28 III. METODE PENELITIAN 3.1. Data 3.1.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Bentuk data berupa data time series dengan frekuensi bulanan dari Januari
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Data dan Sumber Data 1. Data Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Pengaruh Variabel Sektor Moneter dan Riil Terhadap Inflasi di Indonesia (Periode 2006:1
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bulanan yang mencakup periode Tahun 2009.01-2014.08.Data yang digunakan dalam penelitian
METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral
BAB III METODE PENELITIAN. media perantara. Pada umumnya data sekunder dapat berupa bukti, catatan atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder. Data sekunder sendiri adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung, atau melalui
Analisis Dasar dalam Runtun Waktu
Company LOGO Analisis Dasar dalam Runtun Waktu UJI STASIONERITAS: UJI UNIT ROOT UNIT ROOTS Shock is usually used to describe an unexpected change in a variable or in the value of the error terms at a particular
BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian, Data dan Spesifikasi Model Ekonomi
BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini terkait dengan sejumlah hal yang akan digunakan dalam menjawab hipotesis penelitian. Bagian pertama dari bab ini memaparkan tentang variabel penelitian, data dan spesifikasi
METODE PENELITIAN. terdiri dari data pinjaman luar negeri, pengeluaran pemerintah, penerimaan pajak,
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data terdiri dari data pinjaman luar negeri, pengeluaran pemerintah, penerimaan pajak,
HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kestasioneran data diperlukan pada tahap awal data time series
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Pra Estimasi 4.1.1. Kestasioneran Data Pengujian kestasioneran data diperlukan pada tahap awal data time series untuk melihat ada tidaknya unit root yang terkandung
METODE PENELITIAN. Selang periode runtun waktu. Bulanan Tahun Dasar PDB Triwulanan Miliar rupiah. M2 Bulanan Persentase
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Tabel 8. Deskripsi Data Input Nama Data Selang periode runtun waktu Satuan pengukuran Sumber Data Inflasi (CPI) Bulanan Tahun Dasar 2000 Indeks
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Deskripsi Data Penelitian Semua data yang digunkana dalam analisis ini merupakan data sekunder mulai tahun 1995 sampai tahun 2014 di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan
METODE PENELITIAN. waktu (time series) dari tahun 1986 sampai Data tersebut diperoleh dari
40 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Dan Sumber Data Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang relevan dengan penelitian. Semua data yang digunakan merupakan data deret
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini penulis melakukan pengujian mengenai Luas panen, Jumlah Penduduk dan Harga terhadap produksi padi di Kabupaten Gunungkidul periode tahun 1982-2015.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian. Dalam penelitian ini penulis memilih impor beras sebagai objek melakukan riset di Indonesia pada tahun 1985-2015. Data bersumber dari Badan Pusat Statistika
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif mewakili seluruh contoh populasi dalam penelitian. Hal ini menjelaskan mengenai kecenderungan data tengah dan
3. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran
3. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Pengembangan bahan bakar alternatif untuk menjawab isu berkurangnya bahan bakar fosil akan meningkatkan permintaan terhadap bahan bakar alternatif, dimana salah
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
III. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi empiris guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian.
ANALISIS KOINTEGRASI JUMLAH WISATAWAN, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PROVINSI BALI
ANALISIS KOINTEGRASI JUMLAH WISATAWAN, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PROVINSI BALI Made Aristiawan Jiwa Atmaja 1, I Putu Eka N. Kencana 2, G.K. Gandhiadi 3 1 Jurusan
BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN. Skripsi ini meneliti mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
53 BAB 1V 4.1 Diskripsi Data Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Skripsi ini meneliti mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di Indonesia tahun 1995-2014 dengan model error correction
BAB III METODE PENELITIAN. sekunder yang akan digunakan ialah data deret waktu bulanan (time series) dari bulan
40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang akan dipakai dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder yang akan digunakan ialah data deret waktu bulanan (time series)
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di kota Yogyakarta. B. Jenis Data Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian
panjang antara ukuran perusahaan (SIZE) dengan capital adequacy ratio dan loan to
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Uji Stasioneritas Pengujian stasioneritas data yang digunakan terhadap seluruh variabel dalam model kajian didasarkan pada Augmented Dickey Fuller test (ADF test),
TIME SERIES DENGAN K-STAT &EVIEWS
TIME SERIES DENGAN K-STAT &EVIEWS Oleh Prana Ugiana Gio Video Cara Mendownload Aplikasi Olah Data K-Stat : https://www.youtube.com/watch?v=cnywqjes6hq Menggunakan Aplikasi Olah Data K-Stat secara Online:
PENDEKATAN KOINTEGRASI CRDW (COINTEGRATING REGRESSION DURBIN WATSON) UNTUK UJI HUBUNGAN JANGKA PANJANG MODEL INFLASI DI INDONESIA
PENDEKATAN KOINTEGRASI CRDW (COINTEGRATING REGRESSION DURBIN WATSON) UNTUK UJI HUBUNGAN JANGKA PANJANG MODEL INFLASI DI INDONESIA SKRIPSI Disusun Oleh : Wivana Rumahorbo J2A 605 111 PROGRAM STUDI MATEMATIKA
METODOLOGI PENELITIAN. Untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang dijadikan objek
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang dijadikan objek penelitian, maka penelitian ini hanya menganalisis mengenai harga BBM dan nilai tukar
III. METODE PENELITIAN
46 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa data time series dari tahun 1986-2010. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS),
III. METODE PENELITIAN. diperoleh dari Yahoo Finance dan Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan
60 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Yahoo Finance dan Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengunakan data sekunder berdasarkan runtun waktu (time series)
41 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini mengunakan data sekunder berdasarkan runtun waktu (time series) periode Januari 2001- Desember 2008 yang diperoleh dari publikasi resmi,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif adalah
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Negara dengan jumlah pengangguran paling tinggi di seluruh dunia.
23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti memilih lokasi penelitian yaitu Negara Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan Negara yang memiliki
METODE PENELITIAN. Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang
45 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Sumber Data Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang diperoleh dari data Bank Indonesia (BI) dan melalui pengolahan data yang dihitung
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2012. Penelitian dilakukan di Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo). Penentuan tempat dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. analisis yang berupa angka-angka sehingga dapat diukur dan dihitung dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan analisis yang berupa angka-angka sehingga dapat diukur dan dihitung dengan menggunakan
III. METODE PENELITIAN. Jenderal Pengelolaan Utang, Bank Indonesia dalam berbagai edisi serta berbagai
51 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari publikasi dinas atau instansi pemerintah, diantaranya adalah publikasi
