III. METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hamdani Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 III. METODE PENELITIAN A. Data dan Sumber Data 1. Data Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Pengaruh Variabel Sektor Moneter dan Riil Terhadap Inflasi di Indonesia (Periode 2006:1 2013:6) adalah variabel terikatnya : Inflasi di Indonesia, sedangkan variabel bebasnya : Suku Bunga BI, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika, dan Harga Minyak Dunia. Tabel 2. Deskripsi Data Input Nama Data Satuan Pengukuran Selang Periode Runtun Waktu Sumber Data Inflasi Persen 2006:1 2013:6 Bank Indonesia Suku Bunga BI Persen 2006:1 2013:6 Bank Indonesia Jumlah Uang Beredar Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Harga Minyak Dunia Rupiah 2006:1 2013:6 Bank Indonesia. Rupiah 2006:1 2013:6 US$ 2006:1 2013:6 OPEC Bank Indonesia, Kementrian perdagangan.
2 2. Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder, dimana data tersebut terdiri dari satu variabel terikat yaitu tingkat inflasi di Indonesia, dan lima variabel bebas yaitu suku bunga Bank Indonesia, jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dollar, indeks harga minyak mentah Indonesia dan harga minyak dunia. Data ini bersifat time series, dan data tingkat inflasi, suku bunga bank indonesia, jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dollar, indeks harga minyak mentah Indonesia, dan harga minyak dunia tersebut bersumber dari Bank Indonesia atau dapat diunduh melalui situs resmi Bank Indonesia Badan Pusat Statistik dalam situs resminya situs Kementrian perdagangan dan situs resmi OPEC Rentang waktu penelitian adalah 2006: :06. B. Definisi Variabel Operasional Variabel-variebel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 1. Tingkat Inflasi Indonesia (INF_INA) Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus. Tingkat inflasi di Indonesia merupakan variabel terikat yang datanya diperoleh melalui situs resmi Bank Indonesia dalam bentuk data bulanan periode 2006: :06.
3 2. Suku Bunga (BI Rate) Suku Bunga (BI Rate) merupakan suku bunga acuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Data ini diperoleh melalui situs resmi Bank Indonesia dalam bentuk data bulanan periode 2006: : Jumlah Uang Beredar M1 (M1) Jumlah uang beredar M1 merupakan jumlah dari uang giral dan uang kartal selama periode satu tahun. Data ini diperoleh melalui situs resmi Bank Indonesia dalam bentuk data bulanan periode tahun 2006: :06 dalam satuan milyar rupiah. 4. Nilai Tukar Rupiah (KURS) Nilai tukar Rupiah atau disebut juga kurs Rupiah adalah perbandingan nilai atau harga mata uang rupiah dengan mata uang lain. Data nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat diperoleh dari situs resmi Bank Indonesia dan situs resmi Kementrian Perdagangan dalam bentuk bulanan periode tahun 2006: :06 dengan satuan milyar rupiah. 5. Harga Minyak Dunia Harga minyak dunia meruapakan acuan bagi harga minyak di Indonesia dan negara negara lainnya. Data harga minyak dunia diperoleh dari situs resmi OPEC dalam bentuk bulanan periode 2006: :06 dengan satuan $ US
4 C. Model Penelitian Untuk menjawab permasalahan maka penelitian ini menggunakan metode time series dengan model koreksi kesalahan atau ECM (Error Correction Model) apabila data tidak stasioner di tingkat level, namun stasioner ditingkat first different atau second different dan variabelnya terkointegrasi. Model ini digunakan untuk melakukan koreksi ketidakseimbangan jangka pendek menuju jangka panjang atau dengan kata lain bahwa apa yang diinginkan dalam penelitian belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Pendekatan model ECM mulai diperkenalkan oleh Sargan dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Hendry dan akhirnya dipopulerkan oleh Engle-Granger. Model Ekonomi Engle- Granger adalah: Y t = X 1t + 2 X 2t + 3 X 3t + 4 X 4t +ECT+ t (3.1) Melalui model ekonomi Engle-Granger di atas maka dapat dirumuskan model ekonomi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: INF = BIRATE t + 2 M1 t + 3 KURS t + 4 WPO +ECT+ t (3.2) Dimana : INF t = Inflasi di Indonesia pada tahun ke-t (%) 0 = Konstanta 1,..., 5 = Koefisien regresi BI RATE = Tingkat suku bunga Bank Indonesia pada tahun ke-t (%) M1 t = Jumlah uang beredar M1 pada tahun ke-t (Rp)
5 KURS t = Nilai tukar rupiah pada tahun ke-t (Rp) WPO = Harga minyak dunia pada tahun ke t ($ US) ECT/Resid01 = Merupakan nilai yang diestimasi dari residual persamaan sebelumnya t = Error term D. Metode Analisis Data 1. Uji Stationer ( Unit Root Test ) Proses yang bersifat random atau stokastik merupakan kumpulan dari variabel random dalam urutan waktu. Setiap data time series merupakan suatu data dari hasil proses stokastik. Suatu data hasil proses random dikatakan stationer jika memenuhi tiga kriteria yaitu jika rata-rata dan variannya konstan sepanjang waktu dan kovarian antara dua data runtun waktu hanya tergantung dari kelambanan antara dua periode waktu tersebut. Analisis diawali dengan pengujian stationary masing masing variabel dengan menggunakan unit root test. Data time series akan dikatakan stationer jika rata-rata, varian dan kovarian pada setiap lag adalah tetap sama dalam setiap waktu. Jika data time series tidak memenuhi kriteria tersebut maka data dikatakan tidak stasioner. Dengan kata lain data time series dikatakan tidak stasioner jika rata-ratanya maupun variannya tidak konstan, berubah-ubah sepanjang waktu (time-varying mean and variance). (Agus Widarjono : ) Pada umumnya data time series sering mengalami ketidak stasioneran pada level series. Jika hal ini terjadi, maka keadaan stasioner dapat terjadi dengan melakukan differensiasi satu kali atau lebih. Apabila data telah stasioner pada level series,
6 maka data tersebut ada pada intergrasi I (0). Apabila data stasioner pada first difference level maka data tersebut adalah ada pada integrasi I(1). Prosedur pengujian stasioner data adalah sebagai berikut : 1. Langkah pertama dalam uji unit root adalah melakukan uji terhadap level series. Jika hasil uji unit root menolak hipotesis nol bahwa ada unit root. berarti series adalah stasioner pada tingkat level atau dengan kata lain series terintegrasi pada I(0). Jika semua variabel adalah stasioner maka estimasi terhadap model yang digunakan adalah dengan regresi OLS. Jika dalam uji terhadap level series hipotesis ada unit root untuk seluruh series diterima, maka pada tingkat level seluruh series adalah nonstasioner. 2. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji unit root terhadap first difference dari series. Jika hasilnya yang diperoleh menolak hipotesis adanya unit root, berarti pada tingkat first difference, series sudah stasioner atau dengan kata lain semua series terintegrasi pada orde I(1), sehingga estimasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode kointegrasi. Jika hasil uji unit root menerima hipotesis adanya unit root, maka langkah berikutnya adalah melakukan diferensiasi lagi terhadap series sampai series menjadi stasioner, atau series terintegrasi pada ordo I(d)
7 Prosedur langkah-langkah penggunaan model analisis Unit Root Test dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: DATA Uji Unit Root Semua Data Tidak stationary (Ada unit root)=i(d) Tidak Semua Data stationary Semua Data Stasionary (Tidak Ada Unit Root)=I(0) Semua Data di-first difference-kan Teknik Kointegrasi Uji Unit Root Semua data stationary = I(1) ECM Metode (OLS) Metode (OLS) Gambar 12. Bagan Prosedur analisis metode Ordinary Least Square (OLS) Sumber: Diadaptasi dari Nurhandoko (2011), dan Gujarati (2003)
8 2. Uji Kointegrasi Keberadaan variabel yang tidak stasioner menyebabkan kemungkinan besar adanya hubungan jangka panjang antara variabel di dalam sistem ECM. Oleh karena itu langkah selanjutnya di dalam estimasi ECM adalah uji kointegrasi untuk mengetahui keberadaan hubungan antar variabel. Konsep kointegrasi adalah hubungan linier antar variabel yang tidak stasioner. Uji kointegrasi digunakan agar seluruh variabel terintegrasi pada orde yang sama. Jika ada dua variabel yang terintegrasi pada orde yang berbeda, maka kedua variabel ini tidak mungkin berkointegrasi (Enders, 1995: ). Jadi sebelum melakukan uji kointegrasi, seluruh variabel harus terintegrasi pada orde yang sama. Uji kointegrasi dilakukan dengan menggunakan metode Engle dan Granger. Setelah melakukan uji regresi kointegrasi dan hasil pada model kointegrasi atau mempunyai hubungan atau keseimbangan jangka panjang. Bagaimana dengan jangka pendeknya, sangat mungkin terjadi ketidakseimbangan atau keduanya tidak mencapai keseimbangan. Teknik untuk mengoreksi keetidakseimbangan jangka pendek menuju keseimbangan jangka panjang disebut dengan Error Correction Model (ECM), yang dikenalkan oleh Sargan dan dikembangkan lebih lanjut oleh Hendry lalu kemudian dipopulerkan oleh Engle-Granger. 3. Uji Error Correction Model (ECM) Setelah melakukan uji regresi kointegrasi dan hasil pada model kointegrasi atau dengan kata lain mempunyai hubungan atau keseimbangan jangka panjang. Bagaimana dengan jangka pendeknya, sangat mungkin terjadi ketidakseimbangan atau keduanya tidak mencapai keseimbangan. Teknik untuk mengoreksi
9 keetidakseimbangan jangka pendek menuju keseimbangan jangka panjang disebut dengan Error Correction Model (ECM), yang dikenalkan oleh Sargan dan dikembangkan lebih lanjut oleh Hendry lalu kemudian dipopulerkan oleh Engle- Granger. Model ini digunakan untuk melakukan koreksi ketidakseimbangan jangka pendek menuju jangka panjang atau dengan kata lain bahwa apa yang diinginkan dalam penelitian belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. E. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah pengujian asumsi-asumsi statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis Ordinary Least Square (OLS). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah model statistik yang digunakan layak untuk kondisi data pengamatan. Ketika asumsi tidak terpenuhi, biasanya peneliti menggunakan berbagai solusi agar asumsinya dapat terpenuhi, atau beralih ke metode yang lebih baik agar asumsinya dapat terselesaikan. Asumsi Klasik ini dibagi menjadi beberapa pengujian seperti Uji Normalitas, Uji Multikolineritas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi. Pengujian yang dilakukan ini berkaitan dengan Uji Parsial (t) dan Uji F. 1. Uji Normalitas Pengujian jenis ini bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi, variabel lainnya atau residual memiliki distribusi normal. Dengan menggunakan Jarque- Berra, maka:
10 H 0 menunjukkan data tersebar normal dan H A menunjukkan data tersebar tidak normal. Pada hasil probabilitas jika lebih dari 0,05 maka menunjukkan bahwa hubungan antar variabelnya normal. 2. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan dimana adanya kaitan atau hubungan antara variabel-variabel bebas (independent) dalam suatu regresi. Menurut Gujarati (2004) bahwa uji asumsi multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Sedangkan menurut Sumodiningrat (2001) untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari R-Square, F-hitung, t-hitung, dan standard error. Metode untuk mengetahui multikolinearitas yaitu: a. Dengan adanya nilai R 2 yang tinggi namun hanya sedikit variabel bebas yang signifikan b. Menggunakan korelasi parsial antar variabel bebas Namun terdapat beberapa konsekuensi dengan adanya multikolinearitas yang tinggi yaitu: 1. Meskipun masih BLUE (Based Linear Unbiased Equation) namun estimator OLS memiliki varians dan co-varians yang besar. 2. Koefisien interval yang lebih melebar. 3. t-statistik secara statistik cenderung tidak signifikan. Beberapa cara menguji multikolinearitas, yaitu: a. Melakukan pengujian korelasi antar variabel bebas
11 b. Mencari nilai VIF( 1 *) = 1/TOL = 1/(1-R 1 2 ) 3. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas terjadi karena error-term mempunyai koefisien yang tidak sama. Menurut Gujarati (2004), heteroskedastisitas merupakan salah satu penyimpangan terhadap asumsi kesamaan varians (homoskedastis) yang tidak konstan, yaitu varians error bernilai sama untuk setiap kombinasi tetap dari X 1, X 2, X 3,, X p. Salah satu cara untuk mengetahui adanya heteroskedastisitas atau tidak dalam suatu regresi, maka dengan Metode White yaitu: 1. Mengestimasi model dan mengetahui nilai residunya 2. Setelah itu mencari residual test no-cross term, maka akan terbentuk equation baru 3. Akan terlihat di sana terdapat Obs*R-Squared, yang merupakan hasil dari N*R-Squared = 2 4. Dengan indikasi tersebut, jika 2 hitung lebih besar dari 2 tabel maka H 0 ditolak dan ada heteroskedastisitas. Namun sebaliknya, jika 2 hitung lebih kecil dari 2 tabel maka H 0 diterima dan tidak ada heteroskedastisitas. Pada metode ini pula digunakan 2 hitung yang dihasilkan dari R 2 dikali jumlah observasi (n), jika 2 hitung > 2 tabel maka H 0 ditolak. Nilai 2 merupakan nilai probabilitas Uji White. Jika nilai P value 2 < maka H 0 ditolak, sebaliknya nilai P value 2 > maka H 0 diterima.
12 4. Uji Autokorelasi Pengujian ini digunakan untuk melihat apakah ada hubungan linear antara observasi yang satu dengan yang lainnya pada data tersebut baik dalam bentuk time-series maupun cross-section. Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui autokorelasi yaitu dengan Metode Breusch-Godfrey. Metode ini memiliki kelemahan dalam menentukan panjangnya kelambanan/lag (). Ada atau tidaknya autokorelasi tergantung pada kelambanan yang kita pilih. Breusch- Godfrey mengembangkan uji autokorelasi yang lebih umum dan dikenal dengan uji Lagrange Multiplier (LM) 2. Durbin-Watson untuk AR (1), maka hipotesis nol tidak adanya autokorelasi untuk model AR () dapat dirumuskan sebagai berikut: H 0 : 1 = 2 =... = = 0 (3.3) H a : 1 2 =... 0 (3.4) Jika 2 hitung > 2 tabel pada derajat kepercayaan tertentu ( maka H 0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa terdapat masalah autokorelasi dalam model. Sebaliknya jika 2 hitung < 2 tabel maka H 0 diterima dan model tidak mengandung masalah autokorelasi. Jika P value LM test yaitu R 2.n > 0.05 maka H 0 ditolak dan terdapat masalah autokorelasi. Sebaliknya jika P value LM test yaitu R2.n < 0.05 maka H 0 diterima dan tidak terdapat masalah autokorelasi.
13 F. Uji Hipotesis 1. Uji t Pengujian hipotesis koefisien regresi dengan menggunakan uji t pada tingkat kepercayaan 95% dengan derajat kebebasan df=(n-k)-1. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat.hipotesis satu sisi yang digunakan yaitu: 1. Jika H 0 : 1 0 maka suku bunga tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. Tetapi jika, H a : 1 > 0 maka suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. 2. Jika H 0 : 2 0 maka jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. Tetapi jika, H a : 2 > 0 maka jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. 3. Jika H 0 : 3 0 maka nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. Tetapi jika, Ha : 3 > 0 maka nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. 4. Jika H 0 : 4 0 maka harga minyak dunia tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. Tetapi jika,
14 H a : 1 > 0 maka harga minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada = 5%. 2. Uji - F Untuk membuktikan hipotesis pertama digunakan uji - F (uji simultan), yaitu untuk mengetahui apakah variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel terikat. Adapun langkah- langkah untuk uji F adalah sebagai berikut : a) Membuat hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), yaitu : (3.5) Artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. (3.6) Artinya variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. b) Menentukan taraf signifikan = 5% dengan df = (n-k-1) c) Menghitung F hitung dengan rumus : F hitung = (3.7) d) Membandingkan F hitung dengan F tabel
15 I. Jika F hitung F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti variabel bebas secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. II. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. 3. R-Square (R 2 ) Nilai R 2 menunjukan besarnya variabel-variabel independent secara bersamasama terhadap variabel dependent. Nilai R 2 berkisar antara 0 dan 1 ( 0 R 2 1 ). Semakin besar nilai R 2, maka semakin besar variasi variabel dependent yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel-variabel independent. Sebaliknya, makin kecil nilai R 2, maka semakin kecil variasi variabel dependent yang dapat di jelaskan oleh variasi variabel independent. Sifat dari koefisien determinasi adalah : o R 2 merupakan besaran yang non negatif. o Batasnya adalah ( 0 R 2 1 ). Apabila R 2 bernilai 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel-variabel independent dengan variabel dependent. Semakin besar nilai R 2 maka semakin tepat garis regresi dalam menggambarkan nilai-nilai observasi (Gujarati : 2004).
16 G. Tahapan Penelitian DATA UJI UNIT ROOT Semua Data Stasioner Semua Data Tidak Stasioner Semua Data Stasioner (1* Difference) Semua Data Berada di 1* Difference Uji Unit Root Uji Kointegrasi Model LS Semua Stasioner = 1(d) Model LS ECM UJI ASUMSI KLASIK 1. Uji Normalitas, 2. Uji Multikolinearitas, 3. Uji Heteroskedastisitas, 4. Uji Autokorelasi Uji Hipotesis 1. Uji F, 2. Uji t Pembahasan Interpretasi Hasil Kesimpulan dan Saran Gambar 13. Bagan Analisis Data Runtut Waktu (yang diadaptasi dari Imam Awaluddin)
III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Produk Domestik Bruto, Inflasi,
391 III. METODE PENELITIAN Dalam penelitian Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Produk Domestik Bruto, Inflasi, dan Suku Bunga Luar Negeri Terhadap Nilai Impor Non Migas di Indonesia (Periode 2001:I 2012:IV)
III. METODE PENELITIAN. Laporan Kebijakan Moneter, Laporan Perekonomian Indonesia, Badan Pusat
49 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari data publikasi Bank Indonesia berupa Statistik Ekonomi Moneter, Laporan
III. METODE PENELITIAN. bentuk runtut waktu (time series) yang bersifat kuantitatif yaitu data dalam
48 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) yang bersifat kuantitatif yaitu data dalam
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
III. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi empiris guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian.
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah data sekunder yang
30 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Bank Indonesia, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia,
METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang
43 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar mengambang seperti uang beredar, suku bunga Indonesia(BI
III. METODELOGI PENELITIAN. Dalam penelitian yang berjudul Analisis Determinan Nilai Aktiva Bersih Reksa
III. METODELOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian yang berjudul Analisis Determinan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Saham di Indonesia (Periode 2005:T1 2014:T3) variabel-variabel
III. METODOLOGI PENELITIAN. Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang
53 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Dan Sumber Data Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang diperoleh dari data Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan
METODE PENELITIAN. Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (time series)
48 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang didapat dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia
METODE PENELITIAN. Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang
45 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Sumber Data Data digunakan adalah data sekunder (time series) berupa data bulanan yang diperoleh dari data Bank Indonesia (BI) dan melalui pengolahan data yang dihitung
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series
51 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series yang didapat dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dan melalui
METODE PENELITIAN. Selang periode runtun waktu. Bulanan Tahun Dasar PDB Triwulanan Miliar rupiah. M2 Bulanan Persentase
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Tabel 8. Deskripsi Data Input Nama Data Selang periode runtun waktu Satuan pengukuran Sumber Data Inflasi (CPI) Bulanan Tahun Dasar 2000 Indeks
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research)
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1. Metode Pengumpulan Data Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research) dilakukan dengan mempelajari berupa catatan yaitu melakukan pencatatan
METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini variabel terikat (dependent variabel) yang digunakan adalah
III. METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel terikat (dependent variabel) yang digunakan adalah nilai tukar rupiah, sedangkan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengunakan data sekunder berdasarkan runtun waktu (time series)
41 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini mengunakan data sekunder berdasarkan runtun waktu (time series) periode Januari 2001- Desember 2008 yang diperoleh dari publikasi resmi,
METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi
III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi pada bank umum di Indonesia.
III. METODE PENELITIAN. gabungan dari data runtun waktu (time series) tahunan. Data yang digunakan
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa gabungan dari data runtun waktu (time series) tahunan. Data yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. tercatat secara sistematis dalam bentuk data runtut waktu (time series data). Data
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data 3.1.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder atau kuatitatif. Data kuantitatif ialah data yang diukur dalam
III. METODE PENELITIAN. yang ditentukan dengan menggunakan metode ilmiah secara aturan-aturan yang
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang ditentukan dengan menggunakan metode ilmiah secara aturan-aturan yang berlaku.
III. METODE PENELITIAN. diperoleh dari Yahoo Finance dan Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan
60 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Yahoo Finance dan Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan
III. METODE PENELITIAN. tingkat harga umum, pendapatan riil, suku bunga, dan giro wajib minimum. Data
47 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang terdiri dari satu variabel terikat yaitu Ekses Likuiditas dan empat variabel
METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah IHSG, DJIA, WTI,
67 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah IHSG, DJIA, WTI, Gold, Inflasi, M2 dan RBI data yang digunakan adalah data sekunder berupa
III. METODE PENELITIAN. Modal Kerja, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung. Deskripsi
III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Suku Bunga Kredit Modal Kerja, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung. Deskripsi tentang satuan pengukuran,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. runtut waktu (time series). Penelitian ini menggunakan data-data Produk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data runtut waktu (time series). Penelitian ini menggunakan data-data
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis dan Sumber Data Pada penelitian ini data yang digunakan yaitu data sekunder. Data sekunder
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Pada penelitian ini data yang digunakan yaitu data sekunder. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari www.bps.go.id dan www.bi.go.id. Data yang
BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009
17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap Angka Kematian Bayi di Kabupaten Blora. Penelitian ini merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh pengaruh Desentralisasi Fiskal, Jumlah Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit, dan Tingkat Kemiskinan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data
40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series tahunan 2002-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Adapun data
III. METODOLOGI PENELITIAN. A. Data dan Sumber Data Penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian arsip yaitu suatu penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Data dan Sumber Data Penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian arsip yaitu suatu penelitian terhadap fakta yang tertulis. Dokumen atau arsip data yang diteliti berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Inflasi yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan perekonomian baik yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Krisis finansial yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu dampak
III. METODE PENELITIAN. Jenderal Pengelolaan Utang, Bank Indonesia dalam berbagai edisi serta berbagai
51 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari publikasi dinas atau instansi pemerintah, diantaranya adalah publikasi
METODOLOGI PENELITIAN. Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang
52 II. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang didapat dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. tabungan masyarakat, deposito berjangka dan rekening valuta asing atau
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Jumlah Uang Beredar Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) atau broad money merupakan merupakan kewajiban sistem moneter (bank sentral)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), financing to
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), financing to deposit ratio
III. METODE PENELITIAN. Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung yang berupa cetakan atau publikasi
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari publikasi dinas atau instansi pemerintah, diantaranya adalah publikasi dari
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari
34 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari tahun 2005-2012, yang diperoleh dari data yang dipublikasikan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produk Domestik Bruto Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia Tahun
BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah perilaku prosiklikalitas perbankan di
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah perilaku prosiklikalitas perbankan di Indonesia pada tahun 2007M01 2016M09. Pemilihan pada periode tahun yang digunakan adalah
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang pengaruh inflasi, kurs, dan suku bunga kredit
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini memiliki ruang lingkup ekspor mebel di Kota Surakarta, dengan mengambil studi kasus di Surakarta dalam periode tahun 1990-2014. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. analisis tersebut untuk memperoleh kesimpulan. 68 Jenis penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yakni penelitian yang menganalisis data-data secara kuantitatif kemudian menginterpretasikan hasil analisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerbitkan laporan keuangan yang lengkap (Annual Report) pada periode
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bulanan yang mencakup periode Tahun 2009.01-2014.08.Data yang digunakan dalam penelitian
III.METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini
43 III.METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2006) yang
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya yield to maturity (YTM) dari obligasi negara seri fixed rate tenor 10 tahun
METODOLOGI PENELITIAN. Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (timeseries) yang
38 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (timeseries) yang didapat dari Bank Indonesia dan melalui pengolahan data yang dihitung
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2000-2011. Data sekunder tersebut bersumber dari Lampung dalam Angka (BPS), Badan Penanaman Modal Daerah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di kota Yogyakarta. B. Jenis Data Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan
40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan rentang waktu dari tahun 2001 2012. Tipe data yang digunakan adalah data runtut
BAB III METODE PENELITIAN. (time series data). Dalam penelitiaan ini digunakan data perkembangan pertumbuhan ekonomi,
BAB III 3.1. Jenis dan Sumber Data METODE PENELITIAN 3.1.1. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan adalah data yang dicatat secara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber data penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data time series tahunan dari tahun 1993-2013. Jenis data yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel BI rate, kurs tengah dan M2 (broad money) dalam mempengaruhi laju inflasi di Indonesia. B. Jenis
METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif. Definisi dari penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu (time-series data) bulanan dari periode 2004:01 2011:12 yang diperoleh dari PT.
METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Respon PDB terhadap shock
40 III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Respon PDB terhadap shock kredit perbankan, pembiayaan pada lembaga keuangan non bank dan nilai emisi saham pada pasar modal
III. METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Pengaruh Tingkat
III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito (3 Bulan) Dan Kredit Macet (NPL) Terhadap Loan To Deposit Ratio (LDR) Bank Umum Di
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Akar Unit (Stasionaritas) Data deret waktu dikatakan stasioner jika menunjukkan pola yang konstan dari waktu kewaktu. Adapun uji akar unit
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang diperoleh dari beberapa lembaga dan instansi pemerintah,
METODE PENELITIAN. keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi, data
IV. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data adalah semua hasil observasi atau pengukuran yang telah dicatat untuk suatu keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi,
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini penulis melakukan pengujian mengenai Luas panen, Jumlah Penduduk dan Harga terhadap produksi padi di Kabupaten Gunungkidul periode tahun 1982-2015.
III. METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang
III. METODE PENELITIAN A. Deskripsi Data Variabel Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cadangan Devisa di Indonesia Periode 2000-2014 adalah cadangan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3. 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Pendekatan kuantitatif menitikberatkan pada pembuktian hipotesis.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder
47 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2003-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, Badan
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berkaitan dengan data yang waktu dikumpulkannya bukan (tidak harus) untuk memenuhi
BAB III ERROR CORRECTION MODEL (ECM) Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis
BAB III ERROR CORRECTION MODEL (ECM) 3.1 Teori Error Correction Model (ECM) Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis regresi yang pada dasarnya adalah studi atas ketergantungan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2001-2012.Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, dan Dinas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berbentuk time series selama periode waktu di Sumatera Barat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sumber Data Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yang berbentuk time series selama periode waktu 2005-2015 di Sumatera Barat yang diperoleh dari
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data time
44 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data time series periode 2001-2012 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agriculture, Manufacture Dan Service di Indonesia Tahun Tipe
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan analisis mengenai Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Penanaman Modal Asing
BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data Tingkat Bagi Hasil
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
44 V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Integrasi Pasar (keterpaduan pasar) Komoditi Kakao di Pasar Spot Makassar dan Bursa Berjangka NYBOT Analisis integrasi pasar digunakan untuk mengetahui bagaimana
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis sumber data sekunder
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis sumber data sekunder dalam runtun waktu (time Series) yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik),
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Daerah (SEKDA) Provinsi Lampung
III. METODE PENELITIAN. runtut waktu (time series) atau disebut juga data tahunan. Dan juga data sekunder
42 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang mempunyai sifat runtut waktu (time series) atau disebut juga data tahunan. Dan juga data
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekunder deret waktu (time series) mulai dari Januari 2013 sampai
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis dan Hasil Regresi Semua data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data sekunder deret waktu (time series) mulai dari Januari 2013 sampai Desember
BAB III. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur dalam skala
BAB III Metode Penelitian A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur dalam skala numerik, berdasarkan data time series yang berhubungan dengan inflasi,suku
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data dari penelitian yang dilakukan. Objek dalam penelitian ini yaitu nilai tukar rupiah atas dollar Amerika
III. METODE PENELITIAN. Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari
46 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainya. Dari satu periode ke periode lainnya
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) pada periode
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Analisis Deskripsi Data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) pada periode 1993-2013 kurun waktu
III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah
63 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Belanja Barang dan Jasa (BBJ) terhadap pembangunan
III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terbentuk dalam runtun waktu (time series) dan jurnal-jurnal ilmiah tentang upah
BAB III METODE PENELITIAN. waktu (time series) triwulanan periode tahun Data yang. data adalah 36 dan dianggap sudah resprentatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder berupa runtut waktu (time
