PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN"

Transkripsi

1 PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS PERMAINAN BOLAVOLI (Studi Eksperimen Pendekatan Pembelajaran Drill dan Bermain Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011) oleh : Sidik Setiawan K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

2 PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS PERMAINAN BOLAVOLI (Studi Eksperimen Pendekatan Pembelajaran Drill dan Bermain Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011) Oleh : SIDIK SETIAWAN K SKRIPSI Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 ii

3 iii

4 iv

5 ABSTRAK Sidik Setiawan. PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP HASIL KEMAMPUAN PASSING ATAS PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEBAKKRAMAT. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.; 2) Perbedaan pengaruh koordinasi matatangan tinggi dan rendah terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.; 3) Pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain serta unsur koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra Kelas VIII SMP Negeri 1Kebakkramat berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Strattified Random Sampling. Siswa yang digunakan adalah sebanyak 40 siswa. Sampel yang digunakan adalah 20 siswa kategori koordinasi mata-tangan tinggi dan 20 siswa kategori koordinasi matatangan rendah. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Data yang dikumpulkan yaitu koordinasi mata-tangan dengan Lempar Tangkap Bola Tenis dan Tes passing atas. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANAVA 2 X 2 dan uji Newman Keuls. Hasil penelitian adalah 1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran passing atas dengan menggunakan pendekatan drill dan pendekatan bermain terhadap kemampuan passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 4,45 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%; 2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara koordinasi mata-tangan tinggi dan koordinasi mata-tangan rendah terhadap kemampuan passing atas permainan bola voli pada siswa putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 6,56 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%; 3) Ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran passing atas menggunakan pendekatan drill dan bermain dengan koordinasi mata-tangan terhadap kemampuan passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 9,08 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%. Kata Kunci : Koordinasi mata tangan, Passing atas v

6 ABSTRACT Sidik Setiawan. EFFECT OF DIFFERENT APPROACHES TO LEARNING AND EYE-HAND COORDINATION ON THE ABILITY OF THE STUDENTS PASSING THE CLASS VIII PUTRA SMP NEGERI 1 KEBAKKRAMAT. Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education, University of Surakarta Eleven March, June The purpose of this study was to determine 1) The difference between learning approaches influence of drill and learn to play against the top passing game bolavoli in class VIII student son SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar school year 2010/2011., 2) difference in the influence of eye-hand coordination and high low on the learning outcomes of the game bolavoli passing on a class VIII student son SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar school year 2010/2011.; 3) Effect of interaction between the drill and play approach to learning and eye-hand coordination element of passing on learning outcomes in students bolavoli game son of class VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar school year 2010/2011. This research uses experimental methods. The population in this study is the son of a Class VIII student of SMP Negeri 1Kebakkramat numbered 60 people. The sampling technique used was Strattified Random Sampling. Students used were as many as 40 students. The samples used were 20 students eye-hand coordination categories of high and 20 student category of low eye-hand coordination. Data collection techniques to the test and measurement. The data collected is eye-hand coordination with Tennis Ball Throw and Catch Tests passing on. Data analysis techniques used were ANAVA 2 X 2 and the Newman Keuls test. The results are 1) There is a significant difference between the effect of passing on learning approach by using a drill and approach play to the ability of passing on to the son of a class VIII student SMP Negeri 1 Kebakkramat Year Lesson 2010/2011, the analysis showed that F0 = 4.45 Ft = greater than 4.11, the significance level of 5%, 2) There is a significant difference in effect between high eye-hand coordination and eye-hand coordination are low on the ability of passing on the game of volleyball on the son of a Class VIII student SMP Negeri 1 Kebakkramat Lesson year 2010/2011, the analysis showed that F0 = 6.56 Ft = greater than 4.11, the significance level of 5%, 3) There is interaction effect between learning approach over using the approach passing drills and played with eye-hand coordination on the ability of the students passing class VIII's son SMP Negeri 1 Kebakkramat Year Lesson 2010/2011, the analysis showed that F0 = 9.08 Ft = greater than 4.11, the significance level of 5%. Keywords : Hand eye coordination, Passing over

7 MOTTO Belajarlah untuk berjalan sebelum anda belajar berlari. Hidup tanpa teman seperti mati tanpa saksi. Tiada hari tanpa Olahraga. Sebuah kegagalan akan membuat kita semakin tegar, apabila kita tidak meratapinya Kebahagiaan tidak diukur seberapa besar yang kitadapatkan, tetapi dari bagaimana kita mendapatkan dan mensyukurinya. (Penulis) vi

8 PERSEMBAHAN Skripsi ini dipersembahkan kepada : SMP Negeri 1 Kebakkramat Bapak dan Ibu yang kusayangi sabagai tanda bhakti dan hormatku. Adik Sinta yg tercinta Teman-teman yang selalu ada untukku Teman-teman angkatan 2006 Almamáter vii

9 KATA PENGANTAR Dengan diucapakan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga dapat diselesaikan penulisan skripsi ini. Disadari bahwa penulisan skripsi ini banyak mengalami hambatan, tetapi berkat bantuan dari beberapa pihak maka hambatan tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu dalam kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat : 1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian. 3. Ketua Program Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. 4. Drs. Mulyono, MM. sebagai pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi. 5. Drs. Sugiyoto, M.Pd. sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi. 6. Kepala Sekolah SMP Negeri 1Kebakkramat yang telah memberikan ijin penelitian. 7. Siswa Putra Kelas VIII SMP Negrei 1Kebakkramat yang telah bersedia menjadi sampel penelitian. 8. Rekan POK 06 Yang telah membantu pelaksanaan penelitian. 9. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini Semoga segala amal baik tersebut mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya berharap semoga hasil penelitian yang sederhana ini dapat bermanfaat. viii Surakarta, 21 Penulis

10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... ix Halaman HALAMAN PENGAJUAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv ABSTRAK... HALAMAN MOTTO... vi HALAMAN PERSEMBAHAN... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Identifikasi Masalah... 4 C. Pembatasan Masalah... 5 D. Perumusan Masalah... 5 E. Tujuan Penelitian... 6 F. Manfaat Penelitian... 6 BAB II. LANDASAN TEORI... 7 A. Tinjauan Pustaka Permainan Bolavoli... 7 a. Teknik Dasar Permainan Bolavoli... 8 b. Teknik Passing Bolavoli Teknik Passing Atas Bolavoli a. Pelaksanaan Passing Atas b. Kesalahan Yang Terjadi Dalam Passing Atas i v

11 c. Peranan Passing Atas Dalam Bolavoli Koordinasi Mata-Tangan a. Pengertian Koordinasi Mata-tangan b. Peranan Koordinasi Mata-tangan Pendekatan Pembelajaran Passing Atas Bolavoli a. Pengertian Pendekatan Pembelajaran b. Prinsip-prinsip Pembelajaran Passing Atas Bolavoli Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Drill a. Pengertian Pendekatan Drill b. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Drill c. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Drill Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Bermain a. Pengertian Pendekatan Bermain b. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Bermain c. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing Atas Dengan Pendekatan Bermain B. Kerangka Berpikir C. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian B. Metode dan Rancangan Penelitian C. Variabel Penelitian D. Definisi Operasional Variabel E. Populasi dan Sampel F. Teknik pengumpulan Data G. Teknik Analisis Data x

12 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data B. Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Uji Homogenitas Varians C. Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis Pertama Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian Hipotesis Ketiga D. Pembahasan Hasil Penelitian BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan B. Implikasi C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi

13 DAFTAR TABEL Tabel 1. Rancangan Penelitian Faktorial 2 x Tabel 2. Jumlah Siswa Putra Kelas VIII Tabel 3. Ringkasan Anava Untuk Eksperimen Faktorial 2 x Tabel 4. Ringkasan Angka-angka Statistik Deskriptif Data Hasil Kemampuan Passing Atas Bolavoli Tiap Kelompok Berdasarkan Perlakuan Tabel 5. Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Dengan Uji Barlett Tabel 7. Ringkasan Keseluruhan Hasil Analisis Varians Dua Faktor Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Rentang Newman Keuls Tabel 9. Pengaruh Sederhana, Pengaruh Utama, dan Kemampuan Passing Atas Faktor Utama Terhadap Peningkatan Hasil Kemampuan Passing Atas xii

14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Rangkain Gerakan Passing Atas Gambar 2. Diagram Perbandingan Nilai Rata-Rata Metode Pembelajaran Tes Awal, Tes Akhir dan Nilai Peningkatan Tiap Kelompok Berdasarkan Perlakuan dan Tingkat Koordinasi Mata-Tangan Gambar 3. Histogram Perbandingan Peningkatan Nilai Rata-Rata Pembelajaran antar Kelompok Perlakuan Gambar 4. Bentuk Interaksi Nilai Peningkatan Hasil Kemampuan Passing Atas xiii

15 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Program Pembelajaran Pasing Atas Permainan Bolavoli Lampiran 2. Petunjuk Pelaksanaan Tes Lampiran 3. Data Tes Kemampuan Pembelajaran Pasing Atas Lampiran 4. Data Pengelompokan Responden Tes Kemampuan Pasing Atas Bola Voli, Pendekatan dan Tes Koordinasi Mata Tangan Lampiran 5. Uji Reliabilitas Data Lampiran 6. Uji Normalitas Tes Kelompok 1 (A1B1) DAN Kelompok 2 (A2B1) Lampiran 7. Uji Normalitas Tes Kelompok 3 (A1B2) dan Kelompok 4 (A2B2) Lampiran 8. Uji Homogenitas Data Tes Kemampuan Pasing Bola Voli Lampiran 9. Rekapitulasi Data Tes Awal, Tes Akhir dan Peningkatan Kemampuan Pasing Atas Bola Voli Kelompok 1 dan 2 Lampiran 10. Rekapitulasi Data Tes Awal, Tes Akhir dan Peningkatan Kemampuan Pasing Atas Bola Voli Kelompok 3 dan 4 Lampiran 11. Tabel Anava 2 x 2 xiv

16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan olahraga prestasi di Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat. Pesatnya perkembangan olahraga prestasi ini tidak terlepas dari faktor pendukung, yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu cabang olahraga prestasi yang sedang berkembang adalah bolavoli. Permainan ini sangat digemari oleh remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa, di Sekolah mulai dari Sekolah Menengah Pertama, sampai Perguruan Tinggi juga memainkannya. Pondasi untuk dapat berprestasi seperti cabang olahraga yang lain, dalam permainan bolavoli juga diperlukan pembinaan yang baik dan benar. Pembinaan yang dilakukan harus mencakup empat aspek yaitu pembinaan fisik, teknik, taktik dan mental. Keempat aspek ini saling berpengaruh artinya keempat aspek tersebut tidak dapat dipisahkan pada saat pembinaan atlet. Dalam pembinaan bolavoli penguasaan teknik dasar sangat diperlukan agar dapat bermain dengan baik dalam rangka pencapaian prestasi optimal. Selanjutnya untuk memperoleh hasil yang memuaskan dalam penguasaan teknik dasar juga perlu memperhatikan unsur kondisi fisik, yang mana dalam pendidikan olahraga terdapat faktor tingkatan kondisi fisik. Adapun unsurunsur yang ada dalam kondisi fisik menurut Harsono (1988:100) yaitu: (1). Daya tahan kardiovaskuler, (2). Daya tahan kekuatan, (3). Kekuatan otot, (4). Kelenturan, (5). Kecepatan, (6). Stamina, (7). Kelincahan, (8). Power. Melihat perkembangan olahraga dewasa ini, maka kompetensi atau kemampuan guru maupun pelatih secara profesional dalam penanganan suatu cabang olahraga sangat dibutuhkan. Salah satu pondasi kemampuan guru adalah bagaimana cara memilih pendekatan pembelajaran yang tepat untuk kemajuan dalam penguasaan teknik dasar cabang olahraga peserta didiknya, yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sejalan dengan permasalahan belajar mengajar, kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah selalu terkait langsung dengan tujuan commit yang jelas. to user Secara umum tujuan pendidikan

17 2 jasmani dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : (1) perkembangan fisik, (2) perkembangan gerak, (3) perkembangan mental, dan (3) perkembangan sosial. Melalui pendidikan jasmani diharapkan mampu merangsang perkembangan fisik, sikap, mental dan sosial yang seimbang. Begitu pentingnya peranan pendidikan jasmani disekolah, maka itu harus diajarkan secara baik dan benar. Permainan bolavoli disamping telah berkembang dimasyarakat, juga merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah, sebagai bahan kurikulum atau materi pokok pendidikan jasmani, serta untuk menampung bakat dan minat siswa. Dengan adanya permainan bolavoli, yang ada di sekolah-sekolah membuktikan bahwa olahraga ini mendapat perhatian dari kalangan pelajar maupun sekolah tersebut. Kejuaraan-kejuaraan bolavoli antar sekolah sering diselenggarakan baik ditingkat daerah maupun nasional. Dengan adanya pertandingan-pertandingan tersebut akan menjadi persaingan positif antar sekolah untuk menjadi yang terbaik di cabang olahraga bolavoli. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan dengan adanya kompetisi bolavoli serta pembinaan yang baik akan melahirkan bibit-bibit atlet yang berbakat khususnya dalam bolavoli. Sebagai dasar untuk bermain bolavoli dengan baik, maka diperlukan penguasaan teknik dasar secara baik dan benar. Dalam permainan bolavoli sendiri terdapat beberapa teknik dasar yang harus dikuasai yaitu : passing, passing, smash, set-uper (umpan ) dan block (bendungan). Berdasarkan beberapa bentuk teknik dasar dalam bermain bolavoli tersebut, salah satunya adalah passing. Teknik passing sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu : (1) passing tangan atas dan (2) passing tangan bawah. Pada mulanya passing hanya merupakan pukulan awal untuk memulai suatu permainan, tetapi sejalan dengan kemajuan yang dialami oleh perkembangan-perkembangan bolavoli, maka arti passing dalam bolavoli juga mengalami perubahan. Suharno HP (1985:24) menyatakan bahwa : Selain sebagai pukulan awal untuk memulai suatu permainan, passing juga berkembang menjadi suatu teknik yang dapat digunakan dalam suatu penyerangan.

18 3 Berdasarkan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa kemampuan passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 20010/2011 masih rendah, banyak diantara mereka yang belum mampu melakukan passing atas secara baik. Terlihat dalam pengambilan nilai praktek untuk memenuhi sub kompetensi bahan ajar dari kurikulum hasilnya sangat rendah, sehingga tujuan pembelajaran belum dapat tercapai secara optimal. Berangkat dari sini, maka perlu adanya suatu upaya dalam memberikan suatu masukan bagi sistem pembelajaran khususnya pada pembelajaran bolavoli siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011, dalam memberikan suatu pendekatan pembelajaran yang tepat guna meningkatkan kemampuan penguasaan teknik dasar passing atas pada permainan bolavoli sehingga proses pembelajaran dapat mencapai tujuan. Berbagai metode maupun bentuk pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam upaya membantu meningkatkan kemampuan passing atas diantaranya adalah dengan menggunakan pendekatan drill dan bermain. Dari kedua pendekatan pembelajaran tersebut masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan belum diketahui pendekatan pembelajaran yang lebih baik serta efektif untuk meningkatkan hasil belajar passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. Untuk mengetahui perbedaan dari kedua pendekatan pembelajaran tersebut maka perlu diadakannya suatu penelitian. Permainan bolavoli dalam pencapaian prestasi maksimal selain didukung penguasaan teknik dasar yang baik, juga ada faktor pendukung lain yaitu unsur kondisi fisik. Seperti yang dikemukakan oleh Suharno HP (1982 : 12) penguasaan teknik dasar permainan bolavoli harus benar benar diperhatikan sebab teknik dasar dalam permainan bolavoli merupakan salah satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam satu permainan, disamping kondisi fisik, taktik, dan mental. Salah satu unsur fisik yang sangat penting dalam mendukung permainan bolavoli adalah unsur koordinasi mata-tangan, yang mana unsur ini juga merupakan unsur penting dan sangat commit perlu to user untuk dilatih karena berpengaruh

19 4 terhadap keberhasilan passing atas bolavoli. Sedangkan pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011 belum diketahui seberapa besar pengaruh unsur koordinasi mata - tangan terhadap hasil pembelajaran passing atas bolavoli. Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut diatas, maka perlu diadakannya suatu penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari kedua pendekatan pembelajaran (drill dan bermain) terhadap peningkatan kemampuan passing atas serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh unsur koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli. Bertolak dari latar belakang yang telah diuraikan diatas maka dalam penelitian ini mengambil judul Perbedaan Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Koordinasi Mata- Tangan Terhadap Hasil Belajar Passing Atas Permainan Bolavoli.(Studi Eksperimen Pendekatan Pembelajaran drill dan bermain siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011) B. Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut : 1. Kurang tercapainya tujuan pembelajaran penjaskes dan olahraga pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ Kurangnya kemampuan hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ Belum diketahuinya seberapa besar pengaruh pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli khususnya pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.

20 5 4. Belum diketahui besarnya pengaruh koordinasi mata - tangan terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ Perlunya penerapan pendekatan pembelajaran drill dan bermain khususnya di SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas, dan agar dalam penelitian ini tidak terlalu luas jangkauannya maka perlu ada pembatasan masalah sebagai berikut : 1. Pendekatan pembelajaran drill dan bermain. 2. Koordinasi mata - tangan. 3. Kemampuan penguasaan teknik dasar passing atas pada permainan bolavoli. D. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dikemukakan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Adakah perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011? 2. Adakah perbedaan hasil belajar passing atas permainan bolavoli bagi siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011? 3. Adakah pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011?

21 6 E. Tujuan Penelitian Selanjutnya adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ Perbedaan pengaruh koordinasi mata- tangan tinggi dan rendah terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ Pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain serta unsur koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. F. Manfaat Penelitian Sedangkan manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan membantu guru pendidikan jasmani dan kesehatan pada SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan hasil belajar passing atas permainan bolavoli. 2. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi studi kasus sejenis yang melibatkan pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan 3. Bagi perkembangan siswa, dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terutama ketrampilan passing atas permainan bolavoli.

22 BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Permainan Bolavoli Bolavoli merupakan salah satu jenis olahraga permainan yang dimainkan di atas lapangan persegi empat dengan ukuran panjang 1800 cm, lebar 900 cm, di batasi garis setebal 5 cm ditengah-tengah dipasang jaring atau net terbentang kuat dan menaik sampai ketinggian 243 cm untuk putra, sedangkan 224 cm untuk putri. Pada dasarnya permainan bolavoli itu adalah permainan tim atau regu, meskipun sekarang sudah mulai dikembangkan permainan bolavoli dua lawan dua dan satu lawan satu yang lebih mengarah kepada tujuan rekreasi seperti voli pantai yang mulai berkembang akhir-akhir ini. Aturan dasar lainnya, bola boleh dimainkan/dipantulkan dengan temannya secara bergantian tiga kali berturut-turut sebelum diseberangkan ke daerah lawan. Pada awalnya ide dasar permainan bolavoli adalah memasukan bola ke daerah lawan melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha memenangkan permainan dengan mematikan bola itu di daerah lawan. Memvoli artinya memainkan/memantulkan bola sebelum bola jatuh atau sebelum menyentuh lantai. Sebagai olahraga pendidikan bolavoli berguna dalam pemeliharaan kesegaran jasmani dan juga berperan dalam pembentukan kerja sama siswa. Sebagai mana seperti cabang-cabang olahraga yang lain, bolavoli juga dapat digunakan untuk pembinaan sportifitas dan pengembangan sifat-sifat positif lainnya. Semangat bertanding dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui - antar kelompok, antar kelas dan antar sekotah sehingga permainan ini telah menjadi suatu cabang olahraga yang secara teratur dilakukan di sekolahsekolah. Sekolah telah dilengkapi kurikulum pendidikan jasmani yang didalamnya dimuat pembelajaran olahraga yang secara tcralur dilakukan di sckoiah-sekolah. Saat ini permainan bolavoli yang digunakan sudah mengacu pada peraturan internasional, bahwa permainan bolavoli adalah olahraga beregu, dimainkan dua regu di setiap lapangan dengan dipisahkan oleh net. Tujuan dari

23 8 permainan ini adalah melewatkan bola di atas net agar dapat jatuh menyentuh lantai daerah lawan dan mencegah agar bola yang sama (dilewatkan) tidak tersentuh lantai dalam lapangan sendiri. Di setiap regu bola dapat dimainkan tiga kali pantulan untuk dikembalikan bola itu (kecuali daiam perkenaan bendungan). Permainan bola di udara (rally) berlangsung secara teratur sampai bola tersebut tersentuh lantai atau bola keluar atau satu regu mengembalikan bola secara sempurna dan pukulan bola oleh server melewati di atas net ke daerah lawan. Dalam permainan bolavoli hanya regu yang menang satu rally permainan diperoleh satu angka, hingga salah satu regu menang dalam dengan terlebih dahulu dikumpulkan minimal dua puluh lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka dalam kegiatan pelatihan perlu memperhatikan berbagai komponen yang menunjang. Menurut M. Yunus (1992:61) bahwa : guna meningkatkan kemampuan bermain bolavoli perlu ditingkatkan unsur-unsur yang meliputi : kondisi fisik, teknik, taktik, kematangan mental, kerja sama dan pengalaman dalam bertanding. a. Teknik Dasar Permainan Bolavoli Permainan bolavoli termasuk jenis permainan yang memerlukankan latihan yang teratur dan terarah, karena permainan bolavoli mengandung berbagai macam unsur gerak. Seperti yang dikemukakan oleh Suharno HP (1979:12) "bahwa dalam bermain bolavoli secara baik dan berprestsi sangat memerlukan penguasaan teknik-teknik dasar secara sempurna dan baik. Teknik dasar dalam permainan bolavoli adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam permainan bolavoli". Teknik dasar dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai cara yang mendasar yang efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal. Seperti cabang olahraga yang lain, permainan bolavoli memerlukan teknik dasar yang harus dikuasai dengan baik dan benar. Teknik adalah proses melahirkan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk

24 9 menyelesaikan tugas yang pasti dalam permainan bolavoli. Teknik dasar adalah cara melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efektifdan efesien sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal M.Yunus (1992:68). Sedangkan yang dimaksud dengan teknik dasar permainan bolavoli adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bolavoli Suharno HP, (1979:14). Teknik dasar bolavoli harus dipelajari terlebih dahulu guna pengembangan mutu prestasi pembinaan bolavoli. Penguasaan teknik dasar bolavoli merupakan salah satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam permainan disamping unsur-unsur kondisi fisik dan mental Suharno HP (1979:15). Teknik dasar tersebut harus benar-benar dikuasai terlebih dahuiu, sehingga dapat mengembangkan mutu permainan. Namun keterampilan teknik saja belum dapat mengembangkan permainan untuk penguasaan teknik yang benar perlu diterapkan suatu taktik. Taktik adalah suatu siasat yang diperlukan dalam bolavoli untuk mencari kemenangan secara sportif. Jadi untuk dapat mengembangkan dan memenangkan suatu diperlukan teknik dan taktik yang benar. Teknik dasar permainan bolavoli selalu berkembang sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi dan ilmu-ilmu yang lain. Adapun teknik-teknik daiam permainan bolavoli meliputi : (1) servis, (2) passing, (3) umpan, (4) smash, dan (5) bendungan M. Yunus, (3992:68). Lebih lanjut berikut ini dijelaskan secara mendalam tentang teknik-teknik dasar permainan bolavoli tersebut. 1) Servis Pada umumnya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik servis saat ini hanya sebagai permulaan permainan, tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapatkan nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Menurut M. Yunus (1992:68-69), servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bolavoli. Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan awal commit untuk to dimulainya user suatu permainan, tetapi jika

25 10 ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk diperoleh nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Pendapat serupa juga dinyatakan Soedarwo dkk (2000 : 1), bahwa mulanya servis hanya dipandang sebagai pukulan permulaan saja, cara melempar bola untuk memulai permainan namun berkembang menjadi sebuah serangan pertama. Karena kedudukannya begitu penting maka para pelatih selalu berusaha menciptakan bentuk teknik servis yang dapat menyukarkan lawan dan mendapat nilai. 2) Passing Menurut Suharno HP (1979:29), passing dalam permainan bolavoli adalah usaha maupun upaya seorang pemain dengan menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri. Menurut Theo Kleinmann & Dieter Kruber (1982:20), passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal dalam menyusun pola serangan kepada regu lawan. Dapat disimpulkan bahwa passing adalah awal sentuhan bola dan merupakan usaha seorang pemain untuk memainkan bola yang datang pada daerahnya dengan mempergunakan cara tertentu, untuk dimainkan oleh teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk diumpankan kepada smasher sebagai serangan ke regu lawan. 3) Umpan (set-up) Umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu, yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash. Teknik mengumpan pada dasarnya sama dengan teknik passing. Letak perbedaannya hanya pada tujuan dan kurve jalannya bola. Umpan yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni : a. Bola harus melambung di atas jaring dengan tenang di daerah serang lapangan sendiri.

26 11 b. Bola harus berada di atas jaring jaring dengan ketinggian yang cukup agar dapat di smash oleh Smasher. c. Jarak umpan dengan net sesuai dengan tipe serangan yang diinginkan. Pada umpan normal jarak bola dengan net berkisar cm Suharno HP, (1979:19-20). 4) Smash/spike Smash adalah tindakan memukul bola yang lurus ke bawah sehingga bola akan bergerak dengan cepat dan menukik melewati atas jaring menuju ke lapangan lawan dan akan sulit menerimanya. Penguasaan teknik dasar smash dalam permainan bolavoli sangat penting, keberhasilan suatu regu dalam memenangkan bolavoli banyak ditentukan oleh smash. Sebab smash merupakan cara termudah untuk memenangkan angka, seperti yang dikemukakan Theo Kleinmann & Dieter Kruber (1982:23), kalau pemain hendak memenangkan bolavoli, mereka harus meguasai teknik smash yang sempurna. Dalam permainan bolavoli smash berguna sebagai alat penyerangan yang paling mematikan seperti yang dikatakan oheh M. Yunus (1992:108), smash merupakan pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan. Oleh karena itu setiap pemain dalam satu team harus benar-benar mcngusai smash dengan baik, karena smash merupakan serangan utama. 5) Bendungan/Block Bendungan adalah tindakan membentuk benteng pertahanan untuk menangkis serangan walan. dan dapat dikatakan bahwa block merupakan pertahanan pertama dari serangan dengan cara membendung smash tersebut di depan jaring M. Yunus, (1992:119). Kemudian teknik dasar permainan bolavoli sendiri menurut Soedarwo et al (1997 : 7) adalah sebagai berikut : a). Passing (1). Teknik pass atas (2). Teknik pass bawah (3). Set up / umpan b). Smash (1). Smash normal

27 12 (2). Semi smash (3). Push smash c). Passing (1). Passing tangan bawah (2). Passing tangan atas. (a). Tennis passing (b). Floating (c). Cekis d). Block / Bendungan (1). Block tunggal (2). Block berlawanan b. Teknik Passing Bolavoli Pada dasarnya pengertian teknik passing dalam bolavoli adalah suatu cara memberikan umpan kepada temannya lebih jelasnya menurut Depdikbud (1998 : 3) menjelaskan bahwa : Passing adalah suatu teknik memainkan bola dengan tujuan untuk mengerahkan bola tersebut kepada suatu tempat atau agar bola tersebut dapat diumpankan oleh pemain lainnya Sedangkan menurut Soedarwo dkk (2000:23) bahwa yang dimaksud dengan passing adalah Suatu teknik memainkan bola dengan tujuan untuk mengarahkan bola tersebut ke teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri. Selanjutnya dalam kenyataan dilapangan bahwa pelaksanaan passing bolavoli dapat dilakukan dengan passing bawah dan passing atas. Pelaksanaan passing bawah dan passing atas tersebut bergantung pada ketinggian datangnya bola. Dalam menggunakan passing bawah ketinggian bola dari dada ke bawah. Sedangkan passing atas ketinggian dada sampai ke atas. 2. Teknik Dasar Passing Atas Bolavoli Selanjutnya satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain bolavoli adalah teknik passing atas. Menurut M. Yunus (1992:45) mengemukakan bahwa Prinsip pokok dalam melakukan over head pass yaitu antara lain : - Sentuhlah bola dengan permukaan dalam dari jari kedua tangan.

28 13 - Hentikan bola dengan ibu jari dan jari ruas pertama dan kedua (Mengabsorbsi kecepatan bola) dan dengan pergelangan tangan di bengkokkan kebelakang serta siku-siku sedikit ditekuk. - Dorongan bola ke atas depan dengan lentingan jari-jari pergelangan tangan, siku, bahu, pinggang, lutut dan pergelangan kaki yang semuanya bergerak secara harmonis berfungsi seperti per. Catatan : Over head pass dengan satu tangan sebaiknya dilakukan untuk bola-bola yang tinggi dan dekat net dimana sangat sulit untuk melakukan over head pass dengan kedua tangan. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa teknik passing atas dalam bolavoli dapat dilakukan dengan satu maupun kedua tangan sesuai dengan tingkat kesulitan bola. Selanjutnya passing atas biasanya sering digunakan oleh seorang pengumpan atau pemain yang menerima bola kedua dari temannya. Hal senada dikemukakan oleh Barbara L.V & Bonnie JF (1996: 5) Bahwa Tujuan utama penyerangan dalam suatu tim bolavoli adalah penyelesaian rangkaian 3 pukulan yaitu, mengoper, mengumpan dan menyerang. Selanjutnya dalam pengumpanan dibutuhkan teknik over head pass. a. Pelaksanaan Passing Atas. Passing atas dapat dilaksanakan dengan baik, bila arah bola dapat diterima dan dijangkau dengan mudah oleh temannya untuk itu seorang pemain harus memperhatikan dengan benar teknik pelaksanaan passing atas. Menurut Suharno. HP (1985 : 29) menjelaskan tentang teknik pelaksanaan atas sebagai berikut : 1). Sikap Permulaan Mengambil sikap normal. Dalam bermain bola voli, sikap siap normal ini adalah pengambilan sikap tubuh yang dapat dengan mudah bergerak kesegala arah. Adapun sikap siap normal tersebut adalah sebagai berikut : - Pemain berdiri dengan salah satu kaki berada lebih kedepan daripada kaki yang lain. Dianjurkan bila tidak kidal, kaki kiri berada lebih kedepan daripada kaki kanan. Lutut ditekuk, badan agak condong sedikit kedepan dengan tangan siap berada di depan dada. pada saat akan melakukan passing, maka segeralah menempatkan diri dibawah bola dan tangan diangkat commit keatas to user depan kira-kira setinggi dahi. Jari-jari

29 14 tangan secara keseluruhan membentuk suatu setengah bulatan. Jari-jari direnggangkan sedikit satu dengan yang lain dan kedua jari membentuk satu sudut. 2). Sikap saat perkenaan bola. Perkenaan bola pada jari adalah di ruas pertama dan kedua terutama ruas pertama dari ibu jari. Pada saat jari disentuhkan pada bola, maka jarijari agak ditegakkan sedikit dan pada saat itu juga diikuti gerakan pergelangan kearah depan atas agak eksplosif. 3). Sikap Akhir Setelah bola berhasil di pass, maka lengan harus lurus sebagai suatu gerakan lanjut diikuti dengan badan dan langkah kaki kedepan agar koordinasi tetap terjaga dengan baik. Gerakan tangan, pergelangan, lengan dan kaki harus merupakan suatu gerakan yang harmonis. Sedang pandangan kearah jalannya bola. Lebih jelasnya. Berikut ini gambar rangkaian gerakan passing atas, yang disajikan di bawah ini : Ganbar 1. Rangkain Gerakan Passing Atas. (Menurut Barbara L.V & Bonnie. J.V : 1996 : 54) b. Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Pelaksanaan Passing Atas Passing atas bolavoli merupakan salah satu bentuk ketrampilan yang memiliki struktur gerakan yang cukup kompleks. Siswa maupun peserta didik tidak jarang sering kali melakukan kesalahan. Menurut Barbara L.V & Bonnie J.F ( ) kesalahan dalam melakukan passing atas diantaranya : 1). Bola menyentuh telapak commit tangan dan to user tertahan.

30 15 2). Bola bergerak keatas, bukan meninggi kedepan. 3). Bola berputar terlalu keras 4). Umpan menyeberangi net ke daerah lawan. 5). Mengalami kesulitan dalam mengarahkan bola ke arah sasaran. Kesalahan-kesalahan tersebut diatas hendaknya dicermati oleh seorang guru maupun pelatih agar kualitas passing akan menjadi lebih baik. Bila terjadi kesalahan segeralah dibetulkan. Lebih lanjut Barbara L.V & Bonnie J.F (1996:21) memberikan suatu cara dalam memperbaiki kesalahan pada pelaksanaan passing atas sebagai berikut : 1). Buka jemari menyelubungi bola dan menerima bola hanya dengan 2 bukubuku teratas dari jemari dan ibu jari. 2). Luruskan kaki dan pindahkan berat badan kedepan kearah sasaran. Terima bola pada bagian belakang bawah, bukan pada dasar bola. 3). Doronglah bola seketika itu juga, jangan memutarkan bola dengan kedua tangan. 4). Ketika berada di sebelah kanan lapangan, harus menghadap lurus ke pinggir kiri lapangan dan kaki kanan berada di depan. 5). Posisi bahu harus sejajar menghadap kesasaran. Kekuatan tenaga yang sama harus dikeluarkan di kedua tangan saat mendorong bola. Evaluasi gerakan yang telah dilakukan oleh siswa, sangat penting dan harus diperhatikan oleh seorang guru maupun pelatih. Jika kesalahankesalahan yang dilakukan siswa tidak termonitor, maka siswa akan melakukan bentuk dan pola gerakan yang salah. c. Peranan Passing Atas dalam Permainan Bolavoli Salah satu tehnik dasar dan vital yang lain, yang juga wajib dikuasai oleh setiap pemain bola voli adalah tehnik passing. Tanpa adanya penguasaan tehnik passing yang baik, maka sebuah tim tidak akan mampu menghadapi pertandingan dengan baik. Karena, passing adalah langkah awal yang akan menentukan kemampuan sebuah tim untuk bertahan dan melakukan penyerangan. Dengan adanya penguasaan tehnik passing yang baik, maka seorang set-uper akan lebih mudah dalam menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan diset. Dengan demikian, smasher akan dapat melakukan spike secara maksimal. Dengan kata lain, commit passing to user juga biasa dikenal dengan sebutan

31 16 reception, yaitu sebuah usaha tim dalam rangka menerima, menahan, dan mengendalikan servis atau segala bentuk penyerangan yang dilakukan oleh tim lawan. Passing yang baik, bukanlah pass yang hanya mampu mencegah bola agar tidak jatuh atau menyentuh area timnya, tetapi juga harus mampu mencapai posisi set-uper dengan arah yang tepat, serta dengan gerakan dan kecepatan yang stabil. Dengan demikian, sang set-uper dan smasher akan mampu menciptakan berbagai variasi serangan dengan mudah Berdasarkan peranan passing dalam permainan bolavoli tersebut, passing atas sendiri berarti juga memiliki peranan yang sama dengan peranan passing bawah. Passing atas juga dapat digunakan untuk menerima bola servis yang datangnya bola lebih tinggi dari bahu dan datang dengan sedikit kekuatan kearah seorang pemain dari lawan (biasanya bola servis bawah), dan sering juga digunakan oleh seorang set-uper dalam memberikan sebuah umpan untuk seorang smasher. 3. Koordinasi Mata-Tangan a. Pengertian Koordinasi Mata-Tangan Unsur koordinasi mata-tangan fungsi dan kegunaannya sangat penting, khususnya dalam cabang olahraga. Pengertian koordinasi sendiri menurut Suharno HP (1993:61) berpendapat bahwa Koordinasi adalah kemampuan seseorang untuk merangkaikan beberapa unsur gerak menjadi satu gerakan yang selaras. Selanjutnya menurut M. Sajoto (1995:9) mengemukakan bahwa Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda kedalam pola gerakan tunggal secara efektif. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa koordinasi merupakan kemampuan seseorang untuk merangkaikan atau mengintegrasikan beberapa gerakan kedalam satu pola gerakan yang selaras, efisien, dan efektif sesuai dengan tujuan. Kemampuan koordinasi meliputi koordinasi mata-tangan dan koordinasi mata-kaki. Kemampuan koordinasi yang dibutuhkan untuk memukul bola dalam bolavoli adalah koordinasi mata-tangan. Adapun yang dimaksud

32 17 dengan koordinasi mata-tangan adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan antara gerak mata (pandangan) dengan tangan secara efektif. b. Peranan Koordinasi Mata-Tangan Dalam Permainan Bolavoli Gerakan-gerakan dalam permainan bolavoli sangat kompleks dan bervariasi. Pemain selalu dituntut untuk selalu mengintegrasikan berbagai macam gerakan kedalam satu rangkaian gerakan yang utuh dan selaras. Menurut Suharno HP (1993:62) menjelaskan kegunaan koordinasi dalam olahraga sebagai berikut : 1) Mengkoordinasikan beberapa gerak agar menjadi satu gerak yang utuh dan serasi. 2) Efisien dan efektif dalam penggunaan tenaga. 3) Untuk menghindari terjadinya cedera 4) Mempercepat berlatih menguasai teknik 5) Dapat memperkaya taktik dalam bertanding 6) Kesiapan mental atlet lebih mantap untuk menghadapi pertandingan Koordinasi gerak sangat penting dalam semua cabang olahraga, dimana didalamnya terdapat berbagai gerakan yang eksplosif, termasuk dalam permainan bolavoli. Untuk menunjang dalam pencapaian prestasi yang optimal didalam bolavoli, pemain harus memiliki koordinasi gerak yang baik. Latihan yang sistematis dan kontinyu akan meningkatkan koordinasi gerak pada seorang pemain bolavoli. Koordinasi mata-tangan merupakan dasar untuk mencapai ketrampilan yang tinggi dalam melakukan berbagai teknik dasar seperti servis, smash, bendungan, passing dan set uper. Pada saat melakukan passing atas bolavoli, gerakan mendorong bola bila diuraikan terdiri dari mengantisipasi datangnya bola, menyiapkan posisi kedua tangan dan ayunan tangan kemudian dilanjutkan dengan gerakan mendorong bola dengan tepat kearah datangnya bola. Berdasarkan urutan gerakan teknik dasar passing atas tersebut, maka untuk melakukan teknik passing atas secara sempurna maka diperlukan kemampuan koordinasi mata-tangan yang baik

33 18 4. Pendekatan Pembelajaran Passing Atas Bolavoli a. Pengertian Pendekatan Pembelajaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:725), pendekatan diartikan sebagai proses, metode atau cara untuk mencapai sesuatu. Dalam kaitannya dengan penelitian ini pendekatan diartikan dengan metode mengajar. Berkaitan dengan metode mengajar Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:245) menyatakan bahwa metode mengajar adalah suatu cara yang digunakan oleh guru untuk menentukan urutan kegiatan di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu usaha mencapai tujuan yang tclah ditetapkan. Pendekatan mengajar adalah cara yang mempergunakan teknik yang beranekaragam ragam yang didasari oleh pengertian yang mendalam dari guru akan memperbesar minat belajar muridmurid sehingga mempertinggi hasil belajar. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar agar siswa dapat terlibat aktif dalam melaksanakan tugas ajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu. Pendekatan pembelajaran merupakan aktifitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran apakah guru akan menjelaskan suatu pengajaran dengan materi bidang studi yang sudah tersusun dalam urutan tertentu, atau dengan menggunakan materi yang terkait satu dengan yang lainnya dalam tingkat kedalaman yang berbeda, atau bahkan merupakan materi yang terintegrasi dalam suatu kesatuan multi disiplin ilmu. Pendekatan pembelajaran merupakan penjelasan untuk mempermudah bagi siswa untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru, dengan tetap memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan.

34 19 b. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Passing Atas Bolavoli Passing atas merupakan salah satu bentuk keterampilan yang memiliki beberapa unsur gerakan yang dalam pelaksanaannya harus dikoordinasikan secara baik dan harmonis. Untuk menguasai gerakan passing atas dengan baik, maka harus berlatih secara sistematis dan teratur dengan mengulangulang gerakan dengan frekuensi sebanyak-banyaknya. Dalam hal ini Suharno HP (1979:22) menyatakan bahwa untuk mengotomatiskan penguasaan unsur gerak fisik, teknik, taktik dan keterampilan yang benar atlet harus melakukan latihan berulang-ulang dengan frekuensi sebanyak-banyaknya. Agar tugas ajar dari guru dapat dilakukan dengan baik, maka harus mampu menyajikan materi pelajaran secara runtut dan benar. Hal ini karena, penyajian materi pelajaran yang baik akan berpengaruh terhadap kemampuan siswa untuk menyerap atau menguasai tugas ajar yang diberikan. Menurut Suharno HP (2001:67) dijelaskan bahwa metode umum pembelajaran keterampilan olahraga secara metodis dapat diurutkan sebagai berikut : 1) Memberikan gambaran pengertian yang benar me!alui penjelasan lisan (informasi verbal). 2) Memberikan contoh atau demonstrasi yang benar antara lain dengan : a) Contoh langsung dari pelatih atau guru. b) Contoh dari siswa yang dianggap baik. c) Contoh dengan gambar seri/foto. d) Contoh dengan film/video. 3) Siswa disuruh melakukan gerakan dengan formasi-formasi yang ditentukan oleh guru. 4) Guru mengkoreksi dan membetulkan kesalahan-kesalahan baik bersifat perorangan maupun kelompok. 5) Siswa disuruh mengulang kembali sebanyak mungkin untuk mencapai gerakan otomatis yang benar. 6) Guru mengevaluasi terhadap hasil yang sudah dapat dicapai pada saat itu. Tata urutan mengajar keterampilan olahraga termasuk passing bawah bolavoli tersebut penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh guru. Pembelajaran keterampilan yang ditata dengan metode yang tepat akan diperoleh hasil belajar yang optimal.

35 20 5. Pembelajaran Passing Atas dengan Pendekatan Drill a. Pengertian Pendekatan Drill Pembelajaran passing atas bolavoli dilakukan dengan pendekatan drill yaitu, pendekatan pembelajaran dengan memilah-milah teknik gerakan passing atas. Artinya pembelajaran passing atas yaitu dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing atas secara berulang-ulang. Berkaitan pendekatan drill Amung Ma'mum & Toto Subroto (2001:7) menyatakan bahwa pendekatan drill adalah cara belajar yang lebih menekankan komponen-komponen teknik. Berdasarkan pengertian pendekatan drill tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan drill merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada penguasaan teknik suatu cabang olahraga yang dalam pelaksanaanya dilakukan secara berulang-ulang. Dalam hal ini pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill dilakukan drilling atau latihan secara terus menerus. Sugiyanto (1993:371) menyatakan bahwa dalam pendekatan drill siswa melakukan gerakan-gerakan sesuai dengan apa yang diinstruksikan guru dan melakukannya secara berulang-ulang. Pengulangan gerakan ini dimaksudkan agar terjadi otomatisasi gerakan. Oleh karena itu, dalam pendekatan drill perlu disusun tata urutan pembelajaran yang baik agar siswa terlibat aktif, sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal. Lebih lanjut Sugiyanto (1993:372) memberikan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan apabila pendekatan drill yang digunakan yaitu : 1) Drill digunakan sampai gerakan yang benar bias dilakukan secara otomatis atau menjadi terbiasa, serta menekankan pada keadaan tertentu gerakan itu harus dilakukan. 2) Pelajar diarahkan agar berkonsentrasi pada kebenaran pelaksanaan gerakan serta ketepatan penggunaannya. Apabila pelajar tidak meningkat penguasaan geraknya, situasinya perlu dianalisis untuk menemukan penyebabnya dan kemudian membuat perbaikan pelaksanaannya. 3) Selama pelaksanaan drill perlu selalu mengoreksi agar perhatian tetap tertuju pada kebenaran gerak. 4) Pelaksanaan drill disesuaikan dengan bagian-bagian dari situasi permainan olahraga commit yang to sebenamya. user Hal ini bias menimbulkan daya tarik dalam latihan.

36 21 5) Perlu dilakukan latihan peralihan dari situasi drill ke situasi permainan yang sebenamya. 6) Suasana kompetitf perlu diciptakan dalam pelaksanaan drill, tetapi tetap ada control kebenaran geraknya. Sarana-sarana dalam pendekatan drill tersebut sangat penting untuk dipahami dan dimengerti oleh seorang guru dalam pelaksanaan mengajar keterampilan gerak. Seorang guru harus mampu menyusun tugas-tugas ajar secara baik, dapat membelajarkan siswa secara aktif sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar berjalan secara kondusif. b. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Atas dcngan Pendekatan Drill Bertolak dari kesimpulan pendekatan drill tersebut di atas, maka pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill yaitu dengan memilahmilah teknik gerakan passing atas. Bagian-bagian teknik passing atas dipelajari secara berulang-ulang dari sikap permulaan, gerakan pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Kerangka kerja pendekatan drill yang diterapkan terangkum dalam tabel sebagai berikut : 1. Sikap Permulaan Teknik Proses Pembelajaran a. Dijelaskan sikap siap passing atas. b. Dijelaskan posisi kaki yang benar, sikap badan, posisi kedua tangan. c. Siswa mempraktekkan sikap permulaan atas sesuai dengan instuksi guru. 2. Gerak Pelaksanaan a. Dijelaskan posisi jari-jari kedua tangan saat menerima passing bola b. Dijelaskan gerakan pengenaan jari-jari tangan saat menerima bola c. Siswa melakukan sesuai instruksi dari guru.

37 22 3. Gerak Lanjutan a. Dijelaskan sikap atau gerakan kaki setelah tangan mempassing bola. b. Dijelaskan maksud dan tujuan setelah melakukan passing langsung melakukan sikap siap normal kembali. c. Siswa mempraktekkan sesuai dengan instruksi guru atas tersebut, guru bertugas mengorganisasi pembelajaran di antaranya Berdasarkan kerangka pembelajaran passing mengatur tata urutan pembelajaran, formasi pembelajaran, alokasi waktu pembelajaran dan lain sebagainya. Di samping itu juga, menciptakan kondisi belajar yang menggairahkan adalah sangat penting, agar siswa terhindar dari rasa bosan. Dalam hal ini seorang guru harus mampu menciptakan variasi-variasi pembelajaran pasisng atas, misalnya passing atas dari jarak dekat, ketinggian net diturunkan, passing atas diarahkan pada sasaran yang berubah-ubah dan lain sebagainya. Keaktifan siswa melakukan tugas ajar sangat dituntut dalam pendekatan drill. Seperti dikemukakan Pate, Rotella, dkk (1993: 365) bahwa keaktifan sendiri dari pihak siswa merupakan kunci utama penguasaan dan pemantapan gerak. Kelangsungan proses latihan pada tahap berikutnya ialah penguasaan teknik yang ideal. Hal ini tergantung pada inisiatif dan self-activity dari pihak siswa itu sendiri. Sedangkan guru bertugas mengarahkan penguasaan gerak, melakukan koreksi dan evaluasi setiap terjadi kesalahan teknik adalah penting terhindar dari pola gerakan yang saiah dari teknik yang dipelajari. Seperti dikemukakan Sugiyanto (1993:372) bahwa setiap pelaksanaan drill perlu selalu mengoreksi agar perhatian tertuju pada kebenaran gerak.

38 23 c. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing Atas dengan Pendekatan Drill Pada prinsipnya pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill merupakan bentuk pembelajaran yang menekankan pada penguasaan unsur teknik passing atas yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya bagianbagian teknik passing atas dipelajari atau dilatihkan secara berulang-ulang. Berdasarkan pengertian dan pelaksanaan pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill yang telah dikemukakan di atas dapat diidentifikasikan kelebihan dan kelemahannya. Berikut kelebihan pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill yang diantara lain : 1) Siswa dapat mengerti dan menguasai teknik-teknik passing atas dengan baik dan benar. 2) Siswa memperagakan atau mempraktekkan teknik passing atas dengan baik dan benar. 3) Kesalahan teknik dapat dikenal lebih awal karena ada koreksi dari guru, sehingga dapat meminimalkan kesalahan teknik. Sedangkan kelemahan pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill antara lain : 1) Dapat menimbulkan rasa bosan, karena harus mengulung-ulang gerakan yang sama secara terus menerus dan menunggu giiiran untuk melakukan tugas ajar. 2) Hasrat gerak siswa tidak terpenuhi karena pembeiajaran harus dilakukan secara runtut. 3) Siswa kurang memahami relevasinya teknik yang dipelajari terhadap situasi permainan yang sesungguhnya. 6. Pembelajaran Passing Atas dengan Pendekatan Bermain a. Pengertian Pendekatan Bermain Bermain adalah suatu aktifitas yang disukai oleh anak-anak yang dapat mendatangkan kegembiraan. Menurut Amung Ma'mum dan Toto Subroto (2001:2) bahwa bermain sebenarnya merupakan dorongan dari dalam anak,

39 24 atau naluri. Ciri lain yang sangat mendasar yakni kegiatan itu dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan, dalam waktu luang. Berdasarkan karakteristik pada usia anak-anak tersebut, maka dalam membelajarkan suatu keterampilan olahraga disesuaikan dengan karakteristik perkembangannya. Pendekatan bermain merupakan sualu metode pembeiajaran yang dikonsep dalam bentuk permainan. Dengan bermain hasrat gerak anak terpenuhi, namun di dalamnya terkandung unsur pembelajaran. Pendekatan permainan bertujuan untuk mengajarkan permainan agar anak memahami manfaat teknik permainan tertentu dengan cara mengenalkan situasi permainan tertentu terlebih dahulu kepada anak. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan bermain merupakan bentuk pembelajaran yang dirancang dalam bentuk permainan, dalam pendekatan bermain menekankan pada penerapan teknik dalam situasi permainan yang sesungguhnya. Sehingga pendekatan bermain tersebut diistilahkan dengan pendekatan taktis. Dalam hal ini Amung Ma'mum dan Toto Subroto (2001:7) menyatakan bahwa pendekatan taktis dalam pembelajaran permainan adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang konsep bermain melalui penerapan teknik yang tepat sesuai dengan masalah atau situasi dalam permainan yang sesungguhnya. Pendekatan bermain pada prinsipnya untuk memenuhi hasrat gerak anak agar menimbulkan rasa senang bagi diri mereka. Dalam hal ini Yusuf Adisasmita dan Aif Syaifuddin (1996:144) berpendapat bahwa latihan melalui kompetisi-kompetisi merupakan salah satu kegiatan yang lebih efektif dan para atlet senang melakukannya. Dengan bermain anak akan mengekspresikan kegembiraannya dan berusaha menampilkan kemampuannya. Namun disisi lain seorang guru harus menanamkan sikap sportivitas, karena dalam bermain ada yang menang ada yang kalah. Seperti dikemukakan Theo Kleinmann & Dieter Kruber (1982:89) bahwa karena permainan, akan menyebabkan adanya yang kalah dan yang menang, maka guru harus pula mengembangkan sikap seorang yang menang dan sikap seorang yang kalah secara fair commit kepada to user siswa, karena sikap seperti itu tidak

40 25 terbentuk dengan sendirinya melalui permainan, maka usaha pengembangan sikap ini harus dilakukan secara terencana dan disengaja oleh guru. Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, pendekatan bermain di dalamnya terkandung pembelajaran yang cukup kompleks yaitu penguasaan teknik cabang olahraga yang dipelajari, penerapan taktik yang baik dan memecahkan masalah yang terjadi di dalam permainan serta pembentukan sikap mental yaitu saling menghargai. b. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Atas dengan Pendekatan Bermain Pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain yang dimaksudkan yaitu mempelajari passing atas yang dikonsep dalam bentuk permainan. Dalam hal ini guru telah merancang permainan passing atas. Bentuk permainan passing atas berupa bentuk permainan salah satunya yaitu : pelaksanaan pembelajaran teknik dasar passing atas ini digunakan satu bentuk pendekatan bermain dengan permainan : 1. Kepala Beranjau, tujuan permainan ini adalah : 1) Melatih keberanian dalam melakukan passing atas. 2) Melatih ketepatan passing atas. 3) Melatih kerjasama tim. 4) Melatih sportifitas Sedangkan alat yang digunakan : 1) Bolavoli. 2) Ban sepeda bekas/simpai. 3) Bangku. Pelaksanaan permainan : Siswa dibagi kedalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Masing-masing kelompok harus menyediakan dua buah bangku, satu buah ban sepeda bekas, dan satu buah bolavoli. Dua orang pemain bertugas memegangi ban sepeda bekas dengan cara dipegang dengan dua tangan dan diangkat diatas kepala, dan berdiri diatas bangku dengan cara berhadap-hadapan. commit Lingkaran to user ban sepeda/simpai menghadap

41 26 keatas. Ban sepeda/simpai ini berfungsi sebagai sasaran. Satu orang melakukan gerakan pasing atas dengan cara berdiri menghadap sasaran sejauh 2 meter. (Jarak dapat disesuaikan). Pemain berusaha mamasukan bola yang dipasing kedalam ban sepeda/simpai yang dipegangi oleh temannya. Satu orang bertugas mengambilkan bola untuk diberikan kepada teman yang melakukan passing atas. Satu orang menjadi juri untuk kelompok lain, bertugas mengawasi agar kelompok yang lain melakukan permainan dengan sportif, sekaligus mencatat hasil dari pasing atas yang berhasil masuk kedalam sasaran ban sepeda/simpai. Bola tidak boleh mengenai kepala dari dua orang yang memegangi ban sepeda/simpai sebagai sasaran. Apabila bola mengenai kepala, maka permainan akan berhenti dan kelompok tersebut dinyatakan gugur. Permainan ini dilaksanakan selama 1 menit untuk setiap anggota regu secara bergiliran. Regu yang telah gugur tidak diperkenankan untuk mengikuti permainan lagi. Setiap bola yang berhasil masuk kedalam sasaran diberi nilai 1. Penentuan pemenang adalah hasil nilai yang terbesar yang dicapai oleh kelompok tersebut. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru, dalam mengikuti pembelajaran passing atas ini, siswa sangat antusias dan termotivasi untuk melakukan latihan passing atas tanpa merasakan takut. Dengan permainan Kepala Beranjau, tanpa sadar siswa telah melakukan latihan teknik dasar passing atas, dan akhirnya siswa dengan sendirinya dapat menguasai penguasaan gerak dasar passing atas melalui pelaksanaan permainan kepala beranjau ini. 2. Bentuk permainan dilapangan Selanjutnya selain dengan permainan diatas guru juga dapat melakukan pendekatan pembelajaran dengan metode bermain dalam bentuk permainan dilapangan sebenarnya, yaitu menerima bola servis bawah dari lawan dan dilanjutkan menggunakan teknik passing atas untuk mengumpan ketemannya dalam satu kelompok. Menurut Barbara L.V & Bonnie. J.V : ( 1996 : 68)

42 27 c. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing Atas Bolavoli dengan Pendekatan Bermain Pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain merupakan cara belajar passing atas yang mengarah pada karakteristik permainan yang sebenamya. Dalam pelaksanaanya siswa berusaha mengarahkan bola tepat pada sasaran yang telah ditentukan. Dalam pendekatan bermain siswa ditunrut mandiri, memiliki kreatifitas dan mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam permainan. Siswa berperan penting untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan permasalahan yang terjadi dalam permainan. Berdasarkan karakteristik pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain dapat diidentifikasi keiebihan dan kelemahannya. Kelebihan pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain antara lain : 1) Pembelajaran dalam bentuk permainan akan menimbulkan rasa senang dan motifasi belajar meningkat. 2) Dapat merangsang kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang tepat sesuai situasi yang terjadi dalam permainan. 3) Meningkatkan kemampuan siswa untuk menilai dirinya sendiri dan kemampuannya selama proses pengajaran apakah sudah baik atau belum. Sedangkan kelemahan pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain antara lain : 1) Siswa kurang memahami konsep gerakan teknik passing atas yang baik dan benar, sehingga akan sering terjadi kesalahan teknik. 2) Pengorganisasian pembelajaran kurang terkendali sehingga guru akan mengalami kesulitan untuk mengontrol kesalahan teknik yang dilakukan siswa.

43 28 B. Kerangka Berpikir Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dikemukakan di atas dapat diajukan kerangka berpikir sebagai berikut : a. Pengaruh Pembelajaran Passing Atas Bolavoli dengan Pendekatan Drill dan Bermain. Pendekatan pembelajaran drill dan bermain masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan karakteristik dan penekanan dari pendekatan drill dan bermain tersebut menunjukkan bahwa, keduanya rnemiliki perbedaan yang cukup jelas. Perbedaan perlakuan yang diberikan dalam proses belajar mengajar akan menimbulkan respon yang berbeda pula terhadap hasil belajar passing atas dalam permainan bolavoli. Dengan demikian diduga, pendekatan drill dan bermain memiliki pengaruh terhadap hasil belajar passing atas dalam permainan bolavoli. b. Karakteristik Tingkatan Koordinasi Mata-Tangan Tinggi dan Rendah Terhadap Hasil Belajar Passing Atas Bolavoli. Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dijelaskan diatas, kemampuan dalam penguasaan teknik dasar bolavoli diperlukan unsur kondisi fisik, yang salah satunya adalah unsur koordinasi mata-tangan. Untuk penguasaan teknik dasar bolavoli khususnya passing atas, sangat diperlukan unsur koordinasi mata-tangan setiap pemain. Tingkatan unsur koordinasi mata-tangan yang tinggi akan menghasilkan teknik passing atas yang baik. Sebaliknya jika unsur koordinasi mata-tangan rendah, maka hasil dari passing atas juga akan kurang baik. c. Pengaruh Interaksi Antara Pendekatan Pembelajaran (Drill Dan Bermain) Dan Unsur Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Hasil Belajar Passing Atas. Pengaruh interaksi antara tingkatan koordinasi mata-tangan dan pendekatan pembelajaran dalam penguasaan passing atas bolavoli cenderung

44 29 bersifat interdependent, karena interaksi antara tingkatan koordinasi matatangan dan pendekatan pembelajaran merupakan satu kesatuan komponen dalam melakukan gerakan saat melakukaan passing atas bolavoli. Dengan demikian dapat diduga bahwa interaksi antara metode latihan dan tingkatan koordinasi mata-tangan terjalin saat melakukan passing atas bolavoli. Selanjutnya berdasarkan interaksi antara pendekatan pembelajaran dan unsur koordinasi mata-tangan tersebut, serta mempelajari karakteristik yang ada pada pendekatan pembelajaran drill dan bermain serta tingkatan koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah, pada hasil akhirnya akan terjadi kecocokan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran dengan tingkatan koordinasi mata-tangan. Pendekatan pembelajaran dengan metode drill cenderung untuk tingkatan koordinasi mata tangan tinggi, sedangkan pendekatan pembelajaran dengan metode bermain cenderung untuk koordinasi mata-tangan rendah. C. Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka berpikir yang telah dikemukakan di atas dapat dirumuskan perumusan hipotesis sebagai berikut : 1) Ada perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ ) Ada perbedaan hasil belajar passing atas bagi siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah terhadap hasil belajar passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/ ) Ada perbedaan pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.

45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Pebruari 2011, dengan frekuensi latihan tiga kali seminggu, yaitu hari selasa, kamis, dan sabtu, selama enam minggu. Hal ini sesuai dengan pendapat M. Sajoto (1995: 35) bahwa, Para pelatih dewasa ini pada umumnya setuju untuk menjalankan program latihan 3 kali setiap minggu, agar tidak terjadi kelelahan yang kronis. Adapun lama latihan yang diperlukan adalah selama 6 minggu atau lebih. Diawali dengan tes awal tanggal 13 Januari 2011, selanjutnya diberikan perlakuan (treatment) dari tanggal 15 Januari sampai dengan tanggal 22 Pebruari, dan diakhiri dengan tes akhir tanggal 24 Pebruari B. Metode Penelitian Metode dan Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Dalam rancangan ini melibatkan dua faktor sebagai variable independent, yaitu pendekatan pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan. Pendekatan pembelajaran passing atas dibedakan menjadi dua taraf, yaitu pendekatan pembelajaran dengan metode drill (b 1 ) dan bermain (b 2 ). Koordinasi mata-tangan juga dibedakan menjadi dua taraf, yaitu koordinasi mata-tangan tinggi (a 1 ) dan koordinasi mata-tangan rendah (a 2 ). Sebagai variabel dependen atau responnya adalah kemampuan passing atas bolavoli. Secara keseluruhan rancangan penelitian faktorial ini ditabel pada tabel berikut :

46 31 Tabel. 1. Rancangan Penelitian Faktorial 2 x 2 Variabel independent Pendekatan Pembelajaran (b) Manipulatif Drill Bermain Variabel Independent Atributif (b 1 ) (b 2 ) Koordinasi Tinggi (a 1 ) a 1 b 1 a 1 b 2 Mata-tangan (a) Rendah (a 2 ) a 2 b 1 a 2 b 2 Keterangan : a 1 b 1 :Koordinasi mata-tangan tinggi dengan pendekatan pembelajaran drill a 1 b 2 :Koordinasi mata-tangan tinggi dengan pendekatan pembelajaran bermain a 2 b 1 :Koordinasi mata-tangan rendah dengan pendekatan pembelajaran drill a 2 b 2 :Koordinasi mata-tangan rendah dengan pendekatan pembelajaran bermain C. Variabel Penelitian Penelitian ini melibatkan dua variabel pengaruh dan satu variabel respon. Variabel pengaruh terdiri dari : 1. a. Variabel manipulatif merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel yang lain dengan sifat bebas. Dalam penelitian ini adalah bentuk pendekatan pembelajaran passing atas dengan pendekatan drill dan bermain b. Variabel atributif merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel yang lain dengan sifat melekat pada subyek yang akan diteliti, adalah unsur kondisi fisik koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah. 2. Variabel respon merupakan variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel yang lain dalam penelitian ini yang dimaksud adalah kemampuan passing atas bolavoli.

47 32 D. Definisi Operasional Variabel Perincian variabel penelitian sebagai berikut : a. Variabel independent atau pengaruh meliputi : 1) Variabel manipulatif a. Pendekatan pembelajaran dengan drill Adalah pendekatan pembelajaran dengan memilah-milah teknik gerakan passing atas. Artinya pembelajaran passing atas yaitu dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing atas secara berulang-ulang. b. Pendekatan pembelajaran dengan bermain Adalah bentuk pembelajaran yang dirancang dalam bentuk permainan, dalam pendekatan bermain menekankan pada penerapan teknik dalam situasi permainan yang sesungguhnya. 2) Variabel atributif Adapun yang dimaksud dengan koordinasi mata-tangan adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan antara gerak mata (pandangan) dengan tangan secara efektif. Dalam penelitian ini koordinasi mata-tangan dibedakan menjadi dua, yaitu koordinasi matatangan dalam kategori tinggi dan koordinasi mata-tangan dalam kategori rendah. b. Variabel dependen (respon) dalam penelitian ini adalah kemampuan passing atas bolavoli. Pengertiannya adalah Suatu teknik memainkan bola menggunakan kedua jari-jari tangan dengan mendorong bola yang kedatangannya rata-rata diatas bahu pemain dengan tujuan untuk mengarahkan bola tersebut ke teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri.

48 33 E. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakramat Karanganyar yang berjumlah 60 siswa dengan rincian sebagai berikut: Tabel 2. Jumlah Siswa Putra Kelas VIII NO Kelas Jumlah Siswa Putra 1 VIII A 10 2 VIII B 12 3 VIII C 10 4 VIII D 8 5 VIII E 9 6 VIII F 11 Jumlah 60 Siswa 2. Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Langkah pertama, populasi yang berjumlah 60 anak dites koordinasi mata-tangan, selanjutnya dirangking dari rangking 1 sampai rangking 60, setelah dirangking lalu kita masukkan ke dalam norma yang dibuat tiga tingkatan yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Anak yang masuk dalam kategori sedang tidak diambil, dan diambil 20 anak yang masuk dalam kategori tinggi serta 20 anak yang masuk dalam kategori rendah dan dilakukan secara acak. Sampel sejumlah 40 anak ini kemudian dikelompokkan sesuai rancangan faktorial 2 x 2 yaitu menjadi 4 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 10 anak, pengelompokan sampel tersebut adalah : a. Kelompok pendekatan drill yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi. b. Kelompok pendekatan drill yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah. c. Kelompok pendekatan bermain yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi. d. Kelompok pendekatan bermain commit yang memiliki to user koordinasi mata-tangan rendah

49 34 F. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka diadakan tes dan pengukuran, sebagai berikut : 1. Koordinasi Mata-tangan Untuk memperoleh data koordinasi mata-tangan digunakan tes lempar tangkap bola tenis dari M. Furqon H & Muchsin Doewes (1999:27) 2. Kemampuan Passing Atas Bolavoli Tes untuk mengukur kemampuan passing atas adalah Tes kemampuan passing atas dari Depdiknas, (2003 : 7-8).. Petunjuk Pelaksanaan tes terlampir. G. Teknik Analisis Data Setelah semua data terkumpul, kemudian data disusun dan dianalisa secara statistik deskriptif melalui proses sebagai berikut : 1. Uji Reliabilitas Tes Untuk mencari reliabilitas tersebut dengan menggunakan rumus dari Kirkendall & Johnson, sebagai berikut : MS A- MS R= MS (Barry L. Johnson/Jack K. Nelson, 1986:53) Rumus ini untuk mengetahui tingkat keajegan tes tiap-tiap variabel atau reliabilitas data. Setelah diperoleh R hitung maka hasil dikonsultasikan dengan harga r tabel. Jika R hitung lebih besar dari R tabel maka data penelitian dapat dikatakan mempunyai tingkat keajegan yang baik atau dapat dikatakan reliabel. (Suharsimi Arikunto, A W 1996:124)

50 35 2. Pengujian Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas Uji penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah sampel penelitian berasal dari populasi normal atau tidak. Rumus : L = maks F z - S ( ) ( ) 0 1 z1 Kriteria: L 0 < L tabel : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal L 0 > L tabel : sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal (Sudjana, 1996: ) b. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan dengan uji Barlett Langkah-langkah pengujian : i. Buat tabel perhitungan yang terdiri dari kolom-kolom sampel, dk(n-1) 2 ; 1/dk;sd 1 ii. Menghitung varians gabungan dari semua sampel, dengan rumus : SD = ( n- ) 2 1 sd n 2 2 B : Log Sd 1 (n-1) iii. Menghitung x 2, dengan rumus : X 2 2 (Ln10) B-(n-1)Log Sd 1 Dengan Ln 10 = 2,3026 Hasil (x 2 hitung) dibandingkan dengan x 2 tabel, maka taraf signifikan α = 0.05 dan dk = (n-1) iv. Apabila x 2 hitung< x 2 tabel maka H 0 diterima, artinya varians sampel bersifat homogen dan sebaliknya bila x 2 hitung > x 2 tabel maka H 0 ditolak.

51 36 3. Analisis Data a. Anava Rancangan Faktorial 2 x 2 1). Metode AB untuk penghitungan Anava Dua Faktor Tabel 3. Ringkasan Anava Untuk Eksperimen Faktorial 2 x 2 Sumber Varians Dk JK RJK F 0 Rata-rata perlakuan A B C 1 a-1 b-1 Ry Ay By Aby R A B AB A/E B/E AB/E Kekeliruan Ab(n-1) Ey E Keterangan : A : taraf faktorial A B : taraf faktorial B N : jumlah sampel Langkah penghitungan : 2 i. å y = å å y a i= i b j= i 2 if ii. iii. Ry a b åå i= i= = i i a abn b y 2 if Jab= å å i= i j= i 2 ( y )- Ry if iv. Ay a =å i= i 2 æ A ö 1 ç - Ry bn è ø v vi vii By b =å i= i 2 æ B ö 1 ç - Ry an è ø ABy= Jab- Ay- By Ey= y 2 - Ry- Ay- By- ABy

52 37 2). Kriteria Pengujian Hipotesis Keterangan : Jika F F(1-α)(v 1- v 2 ) maka H 0 ditolak Jika F<F(1-α)(v 1- v 2 ) maka H 0 diterima Dengan pembilang v 1 = (k-1), dk penyebut v 2 = (n nk-k), dengan α : derajat signifikansi untuk pengujian hipotesis. y 2 = Jumlah kuadrat data Ry Ay By = Rata-rata peningkatan karena pembelajaran = Jumlah peningkatan pada kelompok berdasarkan koordinasi mata- tangan, = Jumlah peningkatan pada kelompok berdasarkan pembelajaran ABy = Selisih antara jumlah peningkatan data keseluruhan dan jumlah peningkatan kelompok koordinasi mata-tangan dan pembelajaran Jab = Selisih jumlah kuadrat data dan rata-rata peningkatan pembelajaran b. Uji Rentang Newman-Keuls Setelah Anava Menurut Sudjana, (1994 :36) langkahnya adalah sebagai berikut : 1) Susun K buah rata-rata perlakuan menurut nilainya dari yang terkecil. 2) Dari rangkaian anava diambil harga RJK disertai Dk-nya. 3) Hitung kekeliruan baku rata-rata untuk setiap perlakuan dengan rumus : Sy= RJK E ( kekeliruan) n 1 4) Tentukan taraf signifikan α lalu gunakan daftar rating student, untuk uji Newman-Keuls diambil v = dk dari RJK E (kekeliruan) dan p = 2,3,,k, harga-harga yang didapat dari bagian daftar sebanyak (k-1) untuk v dan p supaya dicatat. 5) Kalikan harga-harga yang didapat diatas masing-masing dengan Sy dengan cara ini diperoleh Rentang Signifikan Terkecil (RST).

53 38 6) Bandingkan selisih rata-rata terkecil dengan RST untuk mencari p = k, selisih rata-rata terbesar dan rata-rata terkecil kedua dengan RST untuk p = (k-1), dan seterusnya. Demikian halnya perbandingan selisih rata-rata terbesar kedua dan ratarata terkecil dengan RST untuk p = (k-1), selisih rata-rata kedua dan rata-rata terkecil kedua dengan RST untuk p = (k-2), dan seterusnya. Jadi terdapat ½k(k-1) pasangan yang harus dibandingkan jika selisih-selisih yang didapat lebih besar daripada RST-nya masing-masing maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pendekatan pembelajaran

54 BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan disajikan mengenai hasil penelitian beserta interpretasinya. Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tes awal dan tes akhir kemampuan passing atas bolavoli. Berturutturut berikut disajikan mengenai deskripsi data, uji prasyarat analisis, pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil penelitian. A. Deskripsi Data Deskripsi hasil analisis data hasil kemampuan passing atas pada siswa ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar yang dilakukan sesuai dengan kelompok yang dibandingkan, disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 4. Ringkasan Angka-angka Statistik Deskriptif Data Hasil Kemampuan Passing Atas Bolavoli Tiap Kelompok Berdasarkan Perlakuan. Perlakuan Metode Drill (B1) Metode Bermain (B2) Koordinasi Mata Tangan Tinggi (A1) Rendah (A2) Tinggi (A1) Rendah (A2) Statistik Tes Tes Awal Akhir Peningkatan Jumlah Mean 29,4 37,1 7,7 SD 9,94 7,98-3,06 Jumlah Mean 28,7 33 4,3 SD 8,49 9,64 1,70 Jumlah Mean 27,7 31,7 4 SD 8,30 7,97 1,63 Jumlah Mean 27,3 31,9 4,6 SD 8,11 8,57 1,65

55 40 Hal-hal yang mendapat perhatian dari nilai-nilai yang terdapat dalam tabel diatas adalah sebagai berikut: 1. Kelompok siswa dengan koordinasi mata-tangan tinggi yang mendapat perlakuan dengan pendekatan pembelajaran drill mempunyai rata-rata tes awal 29,4 dan tes akhir 37,1 dengan rata-rata peningkatan 7,7. Sedangkan kelompok siswa koordinasi mata-tangan tinggi yang mendapat perlakuan dengan pendekatan pembelajaran bermain mempunyai rata-rata tes awal 27,7 dan tes akhir 31,7 dengan rata-rata peningkatan 4,0. Bila kedua pendekatan latihan dibandingkan, maka dapat diketahui bahwa kelompok perlakuan dengan bentuk pendekatan pembelajaran metode drill lebih baik daripada kelompok perlakuan dengan bentuk pembelajaran dengan metode pendekatan bermain. 2. Kelompok perlakuan pada siswa dengan koordinasi mata-tangan rendah dengan perlakuan bentuk pendekatan pembelajaran metode drill mempunyai rata-rata tes awal 27,7 dan tes akhir 33,0 dengan peningkatan 4,3. Sedangkan pada kelompok siswa koordinasi mata-tangan rendah dengan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan bermain mempunyai rata-rata tes awal 27,3 dan tes akhir 31,9 dengan peningkatan Bila kedua kelompok dibandingkan, maka dapat diketahui bahwa kelompok perlakuan dengan bentuk pendekatan pembelajaran metode bermain lebih baik daripada kelompok perlakuan dengan bentuk pendekatan pembelajaran drill terhadap kemampuan passing atas bolavoli SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar. Untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh dari nilai-nilai hasil kemampuan latihan passing atas maka dapat dibuat diagram perbandingan nilai-nilai sebagai berikut :

56 41 Rata-Rata Nilai Passing Atas Bolavoli A1B1 A2B1 A2B1 A2B2 Pre Test Post Test Kelompok Gambar 2. Diagram Perbandingan Nilai Rata-Rata Metode Pembelajaran Tes Awal, Tes Akhir dan Nilai Peningkatan Tiap Kelompok Berdasarkan Perlakuan dan Tingkat Koordinasi Mata-Tangan. 3. Agar nilai rata-rata peningkatan hasil latihan yang dicapai tiap kelompok mudah dipahami, maka nilai peningkatan hasil latihan passing atas pada tiap kelompok perlu disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut : Peningkatan Nilai Passing Atas Bolavoli A1B1 A2B1 A2B1 A2B2 Peningkatan Kelompok Gambar 3. Histogram Perbandingan Peningkatan Nilai Rata-Rata Pembelajaran antar Kelompok Perlakuan.

57 42 B. Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas Dari data hasil prediksi kemampuan passing atas sebelum diberi perlakuan, setelah dianalisis menggunakan uji Liliefors, maka diperoleh hasil pengujian seperti tercantum dalam tabel berikut : Tabel 5. Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors. Kelompok Nilai Lo Lt Kriteria A1B1 0,164 0,258 Normal A2B1 0,141 0,258 Normal A1B2 0,200 0,258 Normal A2B2 0,205 0,258 Normal Dari tabel diatas diketahui bahwa Lo < Lt. Hal ini menunjukkan bahwa semua kelompok sampel yang terambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dengan demikian persyaratan normalitas data telah terpenuhi. Rincian dan prosedur Uji Normalitas dapat dilihat dalam lampiran 4 dan Uji Homogenitas Varians Dengan data yang sama dianalisis menggunakan uji Barlett, maka diperoleh hasil pengujian yang tercantum dalam tabel sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Dengan Uji Barlett Jumlah Kelompok Ni S 2 gab c 2 hit c 2 tabel Kesimpulan ,406 5,8841 7,81 Homogen Dari tabel diatas dapat diketahui c 2 hit lebih kecil dari pada c 2 tabel. Hal ini menunjukkan sampel-sampel penelitian pada keempat kelompok perlakuan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan drill dan bermain serta koordinasi mata tangan tinggi dan rendah keempatnya bersifat homogen. Dengan demikian persyaratan homogenitas juga dipenuhi. Rincian dan prosedur analisis uji homogenitas varians dapat diperiksa pada lampiran 6.

58 43 3. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas menggunakan rumus dari Kirkendall & Johnson, diperoleh nilai R hitung tes awal sebesar 0,979 dan R hitung tes akhir sebesar 0,977. Sedangkan R tabel dengan taraf signifikansi 5% dan N = 40 diperoleh R tabel = 0,312. Sehingga R hitung tes awal (0,979) > R tabel (0,312) dan R hitung tes akhir (0,977) > R tabel (0,312) maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian memenuhi syarat reliabel atau mempunyai keajegan yang baik. Dengan demikian persyaratan reliabilitas data dipenuhi. Rincian dan prosedur analisis uji reliabilitas data dapat diperiksa pada lampiran 5. Setelah uji homogenitas, normalitas dan reliabilitas dilakukan, maka dapat dilakukan analisis varians dua faktor untuk kepentingan pengujian hipotesis. C. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis ini dilakukan berdasarkan hasil analisis data dan interpretasi analisis varians. Uji rentang Newman Keuls ditempuh sebagai langkah-langkah uji rata-rata setelah anava. Bila anava menghasilkan kesimpulan tentang perbedaan pengaruh kelompok yang dibandingkan, maka uji rentang Newman Keuls, dimaksud untuk mengetahui pengaruh kelompok mana yang lebih baik. Berkenaan dengan hasil analisis dan uji rentang Newman Keuls, ada beberapa hipotesis yang harus diuji. Hasil analisis data dapat dilihat seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini. Tabel 7. Ringkasan Keseluruhan Hasil Analisis Varians Dua Faktor Sumber Variasi dk JK RJK Fo Ft Rata-rata ,9 1060,90 - Perlakuan : A 1 19,6 19,6 4,45 * B 1 28,9 28,9 6,56 * 4,11 AB 1 40,0 40,0 9,08 * Kekeliruan ,6 4,4056 Total

59 44 Keterangan : A : Kelompok Siswa berdasarkan tinggi-rendahnya koordinasi mata-tangan B : Kelompok Siswa berdasarkan metode pembelajaran (drill dan bermain) AB : Interaksi antara Kelompok Siswa berdasarkan koordinasi mata-tangan dan metode pendekatan pembelajaran drill dan bermain. * : Tanda Signifikansi Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Rentang Newman Keuls KP Mean A 1 B 1 A 2 B 1 A 2 B 2 A1B 2 RST 4,00 4,30 4,60 7,70 a = 0,05 A2B1 4,00-0,30 0,60 3,70* 1,918 A2B1 A1B2 4, ,30 3,40* 2,310 A1B2 A2B2 4, ,10* 2,549 A2B2 A1B1 7, A1B1 Keterangan : * : Signifikasi pada p < A1B1 : Kelompok latihan passing atas metode latihan langsung yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi. A2B1 : Kelompok latihan passing atas metode lattihan langsung yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah. A2B2 : Kelompok latihan passing atas metode latihan tidak langsung yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah A1B2 : Kelompok latiha latihan passing atas metode latihan tidak langsung yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi. 1. Pengujian Hipotesis Pertama Untuk tes kemampuan passing atas, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan passing atas siswa yang diberi perlakuan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan drill dan bermain. Perbedaan peningkatan commit ini karena to user F 0 = 6,56 lebih besar dari F t = 4,11

60 45 pada taraf signifikasi 5%. Ini berarti bahwa hipotesis nol (H o ) ditolak sehingga ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan. 2. Pengujian Hipotesis Kedua Untuk kemampuan passing atas bolavoli, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan passing atas antara siswa yang mempunyai koordinasi mata-tangan tinggi dan siswa yang mempunyai koordinasi mata-tangan rendah. Dari hasil perhitungan diperoleh F 0 = 4,45 lebih besar dari F t = 4,11 pada taraf signifikasi 5%. Ini berarti hipotesis nol (H 0 ) ditolak sehingga ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang mempunyai koordinasi mata-tangan tinggi dan siswa yang mempunyai koordinasi mata-tangan rendah. 3. Pengujian Hipotesis Ketiga Dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan ada perbedaan pembelajaran latihan passing atas antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan, yang ditunjukkan oleh F 0 = 9,08 lebih besar dari F t = 4,11 pada taraf signifikasi 5% sehingga H 0 ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan, ada interaksi dalam peningkatan kemampuan passing atas bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Karanganyar. D. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan hasil penelitian ini memberikan penafsiran lebih lanjut mengenai hasil-hasil analisis data yang telah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan pengujian hipotesis telah menghasilkan tiga kemungkinan analisis yaitu : (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara peningkatan kemampuan passing atas siswa yang diberi perlakuan pembelajaran dengan pendekatan drill dan pendekatan bermain. (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan peningkatan kemampuan passing atas antara siswa yang mempunyai koordinasi mata-tangan tinggi dan siswa yang mempunyai commit koordinasi to user mata-tangan rendah. (3) Ada

61 46 interaksi antara metode pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap peningkatan kemampuan passing atas. Kelompok kesimpulan analisis tersebut dapat dipaparkan lebih lanjut secara rinci sebagai berikut : 1. Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran dengan Pendekatan Drill dan Pendekatan Bermain Terhadap Kemampuan Passing Atas dalam Permainan Bolavoli Berdasarkan pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa, ada perbedaan pengaruh peningkatan kemampuan passing atas antara siswa yang diberi perlakuan dengan pembelajaran pendekatan drill dan pembelajaran dengan pendekatan bermain. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pendekatan pembelajaran drill memiliki kemampuan passing atas permainan bolavoli lebih baik daripada siswa dengan pendekatan pembelajaran bermain. Siswa dengan dengan pendekatan pembelajaran drill kemampuan passing atas mempunyai peningkatan kemampuan passing atas rata-rata 5,85 sedangkan siswa dengan pendekatan pembelajaran bermain mempunyai peningkatan kemampuan passing atas sebesar 4, Perbedaan Pengaruh Kemampuan Mata Tangan Terhadap Kemampuan Passing Atas dalam Permainan Bolavoli Berdasarkan pengujian hipotesis kedua ternyata ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara peningkatan kemampuan passing atas siswa dengan mata tangan koordinaasi tinggi dan siswa dengan mata tangan koordinasi rendah ditinjau dari kemampuan passing atas permainan bolavoli. Dari hasil penelitian diperoleh kemampuan passing atas siswa dengan mata tangan koordinasi tinggi mempunyai peningkatan passing atas lebih baik dari pada siswa dengan koordinasi mata tangan rendah. Hasil kemampuan passing atas permainan bolavoli menunjukkan ratarata peningkatan hasil kemampuan passing atas pada siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi adalah 6,0 diatas rata-rata peningkatan kelompok yang mempunyai kemampuan gerak dasar rendah yaitu 4,3.

62 47 3. Pengaruh Interaksi Pendekatan Pembelajaran serta Koordinasi Matatangan Terhadap Kemampuan Passing Atas Dalam Permainan Bolavoli Penggunaan pendekatan pembelajaran dalam kemampuan passing atas dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan koordinasi mata-tangan. Untuk terbentuknya kekuatan yang memadai, seseorang harus memiliki unsur-unsur utama dari koordinasi mata-tangan yaitu power, kecepatan, dan koordinasi. Jika seseorang memiliki tiga unsur tersebut dengan baik maka akan mendukung terbentuknya koordinasi mata-tangan yang memadai dan sebaliknya. Dengan demikian penggunaan metode latihan dan koordinasi mata-tangan mempunyai interaksi yang positif, dimana koordinasi mata-tangan yang baik dapat mendukung pencapaian hasil kemampuan passing atas yang lebih optimal. Untuk mengetahui interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-tangan, disajikan sebagai berikut : Tabel 9. Pengaruh Sederhana, Pengaruh Utama, dan Kemampuan Passing Atas Faktor Utama Terhadap Peningkatan Hasil Kemampuan Passing Atas. Variabel independent Manipulatif Variabel Independent Atributif Koordinasi Mata-tangan (A) Metode Pendekatan Pembelajaran Passing Atas (B) Drill (B 1 ) Bermain (B 2 ) Tinggi (A 1 ) 7,7 4,3 Rendah (A 2 ) 5,85 4, B1 7,7 5,85 Gambar 4. Bentuk Interaksi Nilai Peningkatan Hasil Kemampuan Passing Atas 4,3 B2 4,45 A1 A2

63 48 Gambar diatas menunjukkan bahwa, Bentuk garis perubahan besarnya nilai hasil peningkatan kemampuan passing atas adalah tidak sejajar, sehingga jika garis tersebut diteruskan akan mendapat suatu titik pertemuan (perpotongan) antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-tangan. Berarti terdapat kecenderungan ada interaksi antara keduanya. Hal ini sesuai dengan kajian teori yang dikemukakan bahwa peningkatan hasil tidak dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran saja, tetapi juga faktor internal yaitu koordinasi mata tangan, dimana kedua faktor tersebut mempengaruhi secara berkaitan. Tinggi rendahnya koordinasi mata-tangan yang dimiliki akan mempengaruhinya terbentuknya power, kecepatan, dan koordinasi yang memadai, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan passing atas. Dengan kata lain, siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi akan lebih optimal dalam melakukan passing sehingga hasil kemampuan passing atas lebih baik jika dibanding dengan siswa yang koordinasi mata-tangannya rendah.

64 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : 1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran passing atas dengan menggunakan pendekatan drill dan pendekatan bermain terhadap kemampuan passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 4,45 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%. 2. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara koordinasi mata-tangan tinggi dan koordinasi mata-tangan rendah terhadap kemampuan passing atas permainan bola voli pada siswa putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 6,56 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%. 3. Ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran passing atas menggunakan pendekatan drill dan bermain dengan koordinasi mata-tangan terhadap kemampuan passing atas pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011, hasil analisis menunjukkan bahwa F 0 = 9,08 lebih besar dari F t = 4,11, pada taraf signifikansi 5%. B. Implikasi Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat mengandung pengembangan ide yang lebih luas jika dikaji pula tentang implikasi yang ditimbulkan. Atas dasar kesimpulan yang telah diambil, dapat dikemukakan implikasinya sebagai berikut : 1. Secara umum dapat dikatakan bahwa pembelajarann passing atas menggunakan pendekatan pembelajaran drill dan pendekatan bermain serta koordinasi mata-tangan merupakan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi peningkatan dalam kemampuan passing atas permainan bolavoli.

65 50 2. Penggunaan pendekatan pembelajaran passing atas dengan koordinasi matatangan memberikan pengaruh lebih tinggi daripada bentuk pendekatan pembelajaran passing atas menggunakan metode bermain. Hal ini berarti bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran passing atas menggunakan pendeaktan drill secara signifikan memberikan pengaruh yang efektif dalam kemampuan passing atas, karena dalam penggunaanya hasil passing atas dapat meningkat secara optimal. Sedangkan pembelajaran passing atas dengan pendekatan bermain menghasilkan kemampuna passing atas yang kurang optimal, sehingga latihan ini efektifitasnya kurang optimal dalam pembelajaran passing atas permainan bolavoli. 3. Penggunaan bentuk pendekatan pembelajaran passing atas menggunakan pendekatan drill dan pendekatan bermain serta koordinasi mata-tangan ada interaksi, hal ini karena ada perubahan taraf dari faktor yang satu berarti ada perubahan atau taraf faktor lain. C. Saran Saran-saran yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mengingat menggunakan pendkatan pembelajaran drill lebih baik dalam meningkattan kemampuan passing atas, maka sebaiknya penggunaan pendekatan pembelajaran drill tersebut dipilih oleh pelatih permainan bolavoli atau guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pemilihan bentuk pendekatan pembelajaran agar pembelajaran passing atas dapat diserap dengan baik oleh siswa sehingga hasil kemampuan passing atas akan lebih optimal. 2. Dalam peningkatan hasil kemampuan passing atas permainan bolavoli, disamping pemilihan pendkatan pembelajaran yang sesuai perlu juga mempertimbangkan komponen kondisi fisik yang dapat mendukung keberhasilannya. Pelatih permainan bolavoli atau guru pendidikan jasmani dan kesehatan sebaiknya tidak mengabaikan faktor koordinasi mata-tangan siswa dalam pembelajaran commit passing to user atas permainan bolavoli.

66

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Jasmani Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perseorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai

Lebih terperinci

PENGARUH PERBEDAAN LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI. Slamet Riyadi Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FKIP UNS Surakarta

PENGARUH PERBEDAAN LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI. Slamet Riyadi Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FKIP UNS Surakarta PENGARUH PERBEDAAN LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI Slamet Riyadi Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FKIP UNS Surakarta ABSTRACT The purpose of this research was (1) to compare the difference

Lebih terperinci

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli B Permainan Bola Voli Apakah kamu menyukai permainan bola voli? Sebenarnya permainan bola voli telah memasyarakat. Apakah kamu telah dapat melakukan gerak dasar permainan bola voli dengan benar? Ayo kita

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internasional dan membangkitkan rasa kebangaan nasional. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. internasional dan membangkitkan rasa kebangaan nasional. Pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi harus dilakukan secara sistematis, sehingga dapat ikut mengharumkan nama bangsa di forum internasional dan membangkitkan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT DENGAN SERVIS ATAS BOLA VOLI MAHASISWA PUTRA PENJASKES IKIP-PGRI PONTIANAK

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT DENGAN SERVIS ATAS BOLA VOLI MAHASISWA PUTRA PENJASKES IKIP-PGRI PONTIANAK HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT DENGAN SERVIS ATAS BOLA VOLI MAHASISWA PUTRA PENJASKES IKIP-PGRI PONTIANAK Iskandar Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Pendidikan Olahraga dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Demi menghadapi perkembangan jaman dan teknologi yang semakin pesat sudah semestinya manusia menyadari arti penting hidup sehat. Hidup sehat dapat tercapai melalui berbagai

Lebih terperinci

HUBUNGAN KOORDINAS MATA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS SISWA SMP NEGERI 1 LEBONG UTARA KABUPATEN LEBONG. Feby Elra Perdima, M.

HUBUNGAN KOORDINAS MATA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS SISWA SMP NEGERI 1 LEBONG UTARA KABUPATEN LEBONG. Feby Elra Perdima, M. HUBUNGAN KOORDINAS MATA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS SISWA SMP NEGERI 1 LEBONG UTARA KABUPATEN LEBONG Feby Elra Perdima, M.Pd Correspondence: Universitas Dehasen Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. bertanggung jawab serta sehat jasmani dan rohani. Oleh karena itu sekolah

I. PENDAHULUAN. bertanggung jawab serta sehat jasmani dan rohani. Oleh karena itu sekolah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah merupakan salah satu wadah yang berfungsi untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi anak yang beriman, cerdas, disiplin, terampil, bertanggung jawab serta sehat

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BOLAVOLI DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN SERVIS ATAS

PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BOLAVOLI DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN SERVIS ATAS PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BOLAVOLI DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN SERVIS ATAS (Studi Eksperimen Menggunakan Ketinggian Net Bertahap, Jarak Servis Bertahap dan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mencapai tujuan yang diharapkan, maka semakin cakap orang tersebut

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mencapai tujuan yang diharapkan, maka semakin cakap orang tersebut BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi teori 1. Pengertian Keterampilan Keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam suatu tujuan dengan efisien dan efektif. Semakin tinggi kemampuan seseorang

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Mengajar Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguhkan kelakuan melalui pengalaman.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua kelompok yang akan saling bertanding, dimana setiap kelompok

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua kelompok yang akan saling bertanding, dimana setiap kelompok BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Permainan Bola Voli Permainan bola voli merupakan permainan beregu yang terdiri dari dua kelompok yang akan saling bertanding, dimana setiap kelompok

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang banyak digemari masyarakat, karena dapat dilakukan oleh anak-anak hingga

BAB I PENDAHULUAN. yang banyak digemari masyarakat, karena dapat dilakukan oleh anak-anak hingga 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan bola voli di Indonesia merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari masyarakat, karena dapat dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa,

Lebih terperinci

EFFECT OF WRIST COORDINATION AND MUSCLE POWER ARM BELOW SHOULDER OF THE PASSING ABILITY MEN S VOLLEYBALL TEAM SMK MUHAMMADIYAH 3 PEKANBARU

EFFECT OF WRIST COORDINATION AND MUSCLE POWER ARM BELOW SHOULDER OF THE PASSING ABILITY MEN S VOLLEYBALL TEAM SMK MUHAMMADIYAH 3 PEKANBARU 1 EFFECT OF WRIST COORDINATION AND MUSCLE POWER ARM BELOW SHOULDER OF THE PASSING ABILITY MEN S VOLLEYBALL TEAM SMK MUHAMMADIYAH 3 PEKANBARU Gusfar Hidayatullah 1, Drs. Ramadi, M.Kes 2, AIFO, Aref Vai,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimana terdiri dari dua tim beranggotakan masing-masing tim terdiri dari enam

BAB I PENDAHULUAN. dimana terdiri dari dua tim beranggotakan masing-masing tim terdiri dari enam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bola voli adalah salah satu olahraga permainan yang menggunakan bola dimana terdiri dari dua tim beranggotakan masing-masing tim terdiri dari enam orang. Olahraga

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MASSED PRACTICE, DISTRIBUTED PRACTICE, DAN KOORDINASI MATAKAKI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING MENDATAR SEPAKBOLA

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MASSED PRACTICE, DISTRIBUTED PRACTICE, DAN KOORDINASI MATAKAKI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING MENDATAR SEPAKBOLA PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MASSED PRACTICE, DISTRIBUTED PRACTICE, DAN KOORDINASI MATAKAKI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING MENDATAR SEPAKBOLA Dwi Hartanto 1, Ramdani Amrullah 2, Abdillah 3, Putra Sastaman 4,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga mempunyai arti yang penting dalam usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan olahraga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B Latar Belakang Pendidikan Jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani dan direncanakan secara sistimatis dan bertujuan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. aktif, sistematis dan intregativ untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam

II. TINJAUAN PUSTAKA. aktif, sistematis dan intregativ untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam II. TINJAUAN PUSTAKA A. Hakikat Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah segala proses atau usaha yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan intregativ untuk menciptakan perubahan-perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada tahun 1895, William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan yang bernama mintonette. Permainan aslinya dahulu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan berkembang di Indonesia.Permainan bolavoli dikenal di Indonesia sejak

BAB I PENDAHULUAN. dan berkembang di Indonesia.Permainan bolavoli dikenal di Indonesia sejak 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang populer dan berkembang di Indonesia.Permainan bolavoli dikenal di Indonesia sejak jaman penjajahan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pembelajaran akan berlangsung baik hingga mencapai hasil yang baik pula.

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pembelajaran akan berlangsung baik hingga mencapai hasil yang baik pula. BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Metode Jigsaw Secara umum metode merupakan suatu cara untuk melangsungkan proses belajar mengajar sehingga tujuan dapat dicapai. Metode

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT PERUT DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA SMK PGRI 4 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT PERUT DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA SMK PGRI 4 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT PERUT DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA SMK PGRI 4 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. badan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Manusia sadar dengan

BAB I PENDAHULUAN. badan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Manusia sadar dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu melakukan aktifitas jasmani, aktifitas itu berupa gerak yang membutuhkan keaktifan setiap anggota badan sesuai

Lebih terperinci

TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA VOLI SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMP NEGERI 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2015/2016

TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA VOLI SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMP NEGERI 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2015/2016 TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA VOLI SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMP NEGERI 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2015/2016 ARTIKEL E-JOURNAL Diajukan Kapada Fakultas Ilmu Keolahragaan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA - TANGAN, KEKUATAN

HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA - TANGAN, KEKUATAN HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA - TANGAN, KEKUATAN OTOT LENGAN, DAN WAKTU REAKSI DENGAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI PADA PEMAIN PUTRI KLUB BOLAVOLI INDONESIA MUDA SRAGEN TAHUN 2010 Skripsi Oleh:

Lebih terperinci

PENGARUH METODE LATIHAN TERHADAP KETRAMPILAN SERVIS ATAS BOLAVOLI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

PENGARUH METODE LATIHAN TERHADAP KETRAMPILAN SERVIS ATAS BOLAVOLI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PENGARUH METODE LATIHAN TERHADAP KETRAMPILAN SERVIS ATAS BOLAVOLI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Pradipta Ardi Prastowo 1, Muchsin Doewes 2, Sapta Kunta Purnama 3 1,2,3 (Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA A. Deskriptif Teori BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA 1. Pengertian Permainan Bolavoli Permainan bolavoli adalah permainan beregu yang menuntut adanya kerjasama dan saling pengertian dari masing-masing

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SMASH

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SMASH PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SMASH DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH SEMI BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Lebih terperinci

Hubungan Koordinasi Mata-tangan dengan Servis Atas Bola Voli Mahasiswa Putra Penjaskes IKIP-PGRI Pontianak

Hubungan Koordinasi Mata-tangan dengan Servis Atas Bola Voli Mahasiswa Putra Penjaskes IKIP-PGRI Pontianak Hubungan Koordinasi Mata-tangan dengan Servis Atas Bola Voli Mahasiswa Putra Penjaskes IKIP-PGRI Pontianak Iskandar Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Olahraga

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGGI RAIHAN DENGAN KETEPATAN SMASH OPEN ATLET BOLA VOLI PUTRA KLUB YUSO SLEMAN

HUBUNGAN TINGGI RAIHAN DENGAN KETEPATAN SMASH OPEN ATLET BOLA VOLI PUTRA KLUB YUSO SLEMAN Hubungan Tinggi Raihan...(Evan Dwi Agustiangga.) 1 HUBUNGAN TINGGI RAIHAN DENGAN KETEPATAN SMASH OPEN ATLET BOLA VOLI PUTRA KLUB YUSO SLEMAN RELATIONS WITH HIGH PRECISION SMASH RAIHAN ATHLETES OPEN VOLLEYBALL

Lebih terperinci

Journal of Physical Education, Health and Sport

Journal of Physical Education, Health and Sport JPEHS 3 (1) (2016) Journal of Physical Education, Health and Sport http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpehs KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN TEHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS ATLET BOLAVOLI Novri Gazali

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sehari-hari maupun didalam pendidikan jasmani. Menurut Yanuar Kiram

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sehari-hari maupun didalam pendidikan jasmani. Menurut Yanuar Kiram BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Keterampilan Keterampilan merupakan kemampuan yang penting didalam kehidupan sehari-hari maupun didalam pendidikan jasmani. Menurut Yanuar Kiram (1992:

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA PLASTIK

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA PLASTIK PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA PLASTIK Devi Catur Winata Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Stok Bina Guna Medan

Lebih terperinci

EKSPERIMEN MODEL BLENDED LEARNING DAN JOYFULL LEARNING SUB TEMA EKOSISTEM AIR TAWAR DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA KELAS VII SMPN 9 SURAKARTA

EKSPERIMEN MODEL BLENDED LEARNING DAN JOYFULL LEARNING SUB TEMA EKOSISTEM AIR TAWAR DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA KELAS VII SMPN 9 SURAKARTA EKSPERIMEN MODEL BLENDED LEARNING DAN JOYFULL LEARNING SUB TEMA EKOSISTEM AIR TAWAR DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA KELAS VII SMPN 9 SURAKARTA Skripsi Oleh : Anantyas Kusuma D K2311006 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melakukan teknik- teknik gerakan yang sesuai dengan peraturan permainan. ekstrakurikuler maupun diluar kegiatan tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. melakukan teknik- teknik gerakan yang sesuai dengan peraturan permainan. ekstrakurikuler maupun diluar kegiatan tersebut. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan bola voli dalam perkembangannya semakin dapat diterima dan digemari oleh masyarakat, gejala ini terjadi karena permainan bola voli merupakan olahraga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dengan antara lain banyaknya klub-klub dari kota besar sampai

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dengan antara lain banyaknya klub-klub dari kota besar sampai 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan permainan bola voli di Indonesia mulai maju sejak persiapan menghadapi Asian Games IV (1962) dan Ganefo I (1963) di Jakarta, hal ini terbukti

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH GAYA MENGAJAR LATIHAN DAN

PERBEDAAN PENGARUH GAYA MENGAJAR LATIHAN DAN PERBEDAAN PENGARUH GAYA MENGAJAR LATIHAN DAN RESIPROKAL TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SMP N 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Lebih terperinci

PENGARUH LATIHAN DENGAN VARIASI GERAK DAN KOORDINASI

PENGARUH LATIHAN DENGAN VARIASI GERAK DAN KOORDINASI PENGARUH LATIHAN DENGAN VARIASI GERAK DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN GROUNDSTROKE BACKHAND PADA MAHASISWA PEMBINAAN PRESTASI TENIS LAPANGAN JPOK FKIP UNS TAHUN 2014 Oleh : AMINUDIN K5610007

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Perkembangan Bola Voli di

BAB I PENDAHULUAN. dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Perkembangan Bola Voli di BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Bola Voli merupakan olahraga permainan yang cukup berkembang pesat dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Perkembangan Bola Voli di Indonesia ditunjukkan

Lebih terperinci

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran. I. Penilaian 1. Instrumen Penilaian sikap Indikator : 1.2.1 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta. 2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab.

Lebih terperinci

Slamet Santoso, M.Pd ABSTRAK

Slamet Santoso, M.Pd ABSTRAK Efektivitas Permainan Bola Voli Yang Dimodifikasi Terhadap Aktivitas Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas Di Sd Negeri 2 Secang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2015/2016 Slamet Santoso, M.Pd

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip dasar permainan bola voli adalah untuk memenangkan. bola voli adalah memasukan bola ke daerah lawan untuk memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip dasar permainan bola voli adalah untuk memenangkan. bola voli adalah memasukan bola ke daerah lawan untuk memperoleh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bola voli dimainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia khususnya daerah Sumatera Utara. Bola voli menjadi permainan yang menyenangkan karena olahraga ini

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar Dan Pembelajaran Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguhkan kelakuan melalui pengalaman.

Lebih terperinci

JURNAL. Oleh: AINU ROHMAT HAFIDI Dibimbing oleh : 1. Drs. Sugito, M.Pd. 2. Mokhammad Firdaus, M.Or.

JURNAL. Oleh: AINU ROHMAT HAFIDI Dibimbing oleh : 1. Drs. Sugito, M.Pd. 2. Mokhammad Firdaus, M.Or. JURNAL HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT PERUT DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PUKULAN LOB DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA SISWA SMA NEGERI 1 SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN

PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA - TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII (Tujuh )/1 (satu) Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Standar

Lebih terperinci

Competitor, Nomor 2 Tahun 4, Juni 2012

Competitor, Nomor 2 Tahun 4, Juni 2012 MENINGKATKAN KEMAMPUAN SMASH DALAM CABANG OLAHRAGA BOLAVOLI SISWA SMA NEGERI 14 MAKASSAR DITINJAU DARI DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KEKUATAN LENGAN OLEH : NASRIADI )* Guru SMA Negeri 14 Makassar ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

PENGARUH METODE PART AND WHOLE TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR SERVIS BAWAH BOLAVOLI PADA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMP N 4 PACITAN

PENGARUH METODE PART AND WHOLE TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR SERVIS BAWAH BOLAVOLI PADA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMP N 4 PACITAN Pengaruh Metode Part... (Gleggo Cahyo Winbiyanto) 1 PENGARUH METODE PART AND WHOLE TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR SERVIS BAWAH BOLAVOLI PADA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMP N 4 PACITAN THE INFLUENCE

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PUKULAN FOERHAND TENIS MEJA PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER TENIS MEJA SD NEGERI 1 KEMBANG JATIPURNO WONOGIRI TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN EXPLOSIVE POWER OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS ATLET BOLAVOLI KUANSING KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

HUBUNGAN EXPLOSIVE POWER OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS ATLET BOLAVOLI KUANSING KABUPATEN KUANTAN SINGINGI ISSN 2527-760X (Print) ISSN 2528-584X (Online) HUBUNGAN EXPLOSIVE POWER OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS ATLET BOLAVOLI KUANSING KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Dupri Universitas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dalam bolavoli terdapat beberapa standar tes untuk mengukur kemampuan

I. PENDAHULUAN. Dalam bolavoli terdapat beberapa standar tes untuk mengukur kemampuan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam bolavoli terdapat beberapa standar tes untuk mengukur kemampuan passing bolavoli sebagai tes yang mewakili seluruh teknik permainan bolavoli karena passing merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. olahraga yang paling digemari di dunia. Permainan ini bisa dilakukan oleh semua

BAB I PENDAHULUAN. olahraga yang paling digemari di dunia. Permainan ini bisa dilakukan oleh semua BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini permainan bola voli sudah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari di dunia. Permainan ini bisa dilakukan oleh semua kalangan

Lebih terperinci

PENERAPAN IPTEKS HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN FLEXIBILITY OTOT PUNGGUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERVICE DALAM PERMAINAN BOLA VOLI.

PENERAPAN IPTEKS HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN FLEXIBILITY OTOT PUNGGUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERVICE DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN FLEXIBILITY OTOT PUNGGUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERVICE DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Irwansyah Siregar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi tentang hubungan

Lebih terperinci

JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN

JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN TAHUN AJARAN 2015 / 2016 SKRIPSI Oleh : VENSA LUKITA

Lebih terperinci

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DRILL

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DRILL PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DRILL DAN BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 1 BOJONG PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Permainan Bola Voli Permainan bola voli diciptakan pada tahun 1895 oleh William G. Morgan dari Amerika Serikat. Pada mulanya permainan ini bernama Mintonette,

Lebih terperinci

PERBANDINGAN METODE BAGIAN DENGAN METODE KESELURUHAN TERHADAP FOREHAND DRIVE TENIS MEJA. Jurnal. Oleh ADITYA WIGUNA

PERBANDINGAN METODE BAGIAN DENGAN METODE KESELURUHAN TERHADAP FOREHAND DRIVE TENIS MEJA. Jurnal. Oleh ADITYA WIGUNA 1 PERBANDINGAN METODE BAGIAN DENGAN METODE KESELURUHAN TERHADAP FOREHAND DRIVE TENIS MEJA Jurnal Oleh ADITYA WIGUNA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2015 2 ABSTRACT

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI TESIS

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI TESIS PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI ( Eksperimen Pengaruh Metode Massed Practice dan Distributed Practice Pada Siswa Putra Kelas

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH MELALUI PENDEKATAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS V SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH GUNAWAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH MELALUI PENDEKATAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS V SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH GUNAWAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH MELALUI PENDEKATAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS V SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH GUNAWAN NIM: F48112030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN FISIKA DENG

PEMBELAJARAN FISIKA DENG PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL CTL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA PADA MATERI FLUIDA KELAS XI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT Skripsi Oleh : Emilia Nur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimainkan oleh berbagai kelompok umur, dari anak-anak, pemula, remaja, dewasa

BAB I PENDAHULUAN. dimainkan oleh berbagai kelompok umur, dari anak-anak, pemula, remaja, dewasa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bulutangkis merupakan cabang olahraga yang diminati di berbagai penjuru dunia, dikarenakan bulutangkis merupakan cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh berbagai

Lebih terperinci

PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN TEKNIK PASSING ATAS PADA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI

PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN TEKNIK PASSING ATAS PADA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN TEKNIK PASSING ATAS PADA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI Nurhalimah Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi, Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : AZIDZAT RODHI ARDHANA K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA November 2012

SKRIPSI. Oleh : AZIDZAT RODHI ARDHANA K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA November 2012 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI MELALUI PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 MONDOKAN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh : AZIDZAT RODHI ARDHANA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam ruangan atau di lapangan terbuka, dalam permainan bola voli terdapat dua

BAB I PENDAHULUAN. dalam ruangan atau di lapangan terbuka, dalam permainan bola voli terdapat dua BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bola voli merupakan suatu olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang dipisahkan dengan net. Permainan ini dimainkan diatas lapangan berbentuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bola voli merupakan media untuk mendorong. pertumbuhan fisik, perkembangan piksi, keterampilan motorik, pengetahuan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bola voli merupakan media untuk mendorong. pertumbuhan fisik, perkembangan piksi, keterampilan motorik, pengetahuan dan 1 2.1 Hakikat Permainan Bola voli BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pendidikan dasar bola voli merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan piksi, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permainan bola voli dalam perkembangan di zaman modern ini semakin

BAB I PENDAHULUAN. Permainan bola voli dalam perkembangan di zaman modern ini semakin 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan bola voli dalam perkembangan di zaman modern ini semakin dapat diterima dan dapat digemari oleh masyarakat, gejala ini terjadi karena permainan bola

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS. sesungguhnya akandigunakan sebagai teknik pemberian atau penyajian

BAB II KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS. sesungguhnya akandigunakan sebagai teknik pemberian atau penyajian BAB II KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Passing Atas Suhadi, Sujarwo (2009: 37)mengemukakan bahwa: passing atas adalah suatu teknik dasar dalam permainan bolavolidimana

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS VII-1 SMP N I TOJO

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS VII-1 SMP N I TOJO MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS VII-1 SMP N I TOJO ALFIAN NUR Pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi FKIP Universitas Tadulako

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DAN KELINCAHAN TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN MAEGERI CUDAN

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DAN KELINCAHAN TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN MAEGERI CUDAN PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DAN KELINCAHAN TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN MAEGERI CUDAN (Studi Eksperimen Latihan Pliometrik Step-up Jump dan Box To Box pada Karateka Putra UKM INKAI UNS Surakarta)

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk bermain bola voli secara

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk bermain bola voli secara BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Bola Voli Permainan bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah untuk dilakukan oleh setiap orang. Diperlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. smash, dimana hal yang mempengaruhi kemampuan smash adalah power otot

BAB I PENDAHULUAN. smash, dimana hal yang mempengaruhi kemampuan smash adalah power otot 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua regu berlawanan, masing-masing regu memiliki enam orang pemain. Bola voli merupakan olahraga yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pesat, sudah semestinya jika manusia menyadari arti pentingnya hidup sehat.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pesat, sudah semestinya jika manusia menyadari arti pentingnya hidup sehat. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Demi menghadapi perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, sudah semestinya jika manusia menyadari arti pentingnya hidup sehat. Hidup sehat dapat tercapai

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KEKUATAN

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KEKUATAN PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN PASING LAMBUNG SEPAKBOLA PADA SISWA SSB NEW ANDANG TARUNA SRAGEN TAHUN 2012 SKRIPSI Oleh : ROI SETIAWAN NIM. K5606049 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Permainan Bola Voli Permainan bola voli merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh enam orang pemain. Permainan ini menggunakan batas berupa lapangan yang berukuran 18 x

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Permainan Bola Voli adalah salah satu olahraga permainan yang di suakai oleh masyarakat. Permainan Bola Voli digemari oleh berbagai tingkatan usia mulai dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Cabang olahraga permainan yang diajarkan dalam pendidikan jasmani dan olahraga yang ada dilembaga pendidikan sekolah pada dasarnya membutuhkan perhatian khusus

Lebih terperinci

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN GERAK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN GERAK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN GERAK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI (Studi Eksperimen Pendekatan Pembelajaran Massed Practice dan Distributed Practice pada Siswa Putra

Lebih terperinci

PENGARUH LATIHAN PANTULAN KEDINDING TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 SURULANGUN RAWAS

PENGARUH LATIHAN PANTULAN KEDINDING TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 SURULANGUN RAWAS 1 PENGARUH LATIHAN PANTULAN KEDINDING TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 SURULANGUN RAWAS RINGKASAN Bola voli merupakan olahraga beregu yang banyak digemari

Lebih terperinci

BOLAVOLI MINI. OLEH : DRS. SB PRANATAHADI, M.Kes.

BOLAVOLI MINI. OLEH : DRS. SB PRANATAHADI, M.Kes. BOLAVOLI MINI OLEH : DRS. SB PRANATAHADI, M.Kes. BOLAVOLI MINI SEBAGAI USAHA MASYARAKAT BOLAVOLI UNTUK MENGENALKAN (MEMASYARAKATKAN) PERMAINAN BOLAVOLI KEPADA ANAK-ANAK TUJUAN : AGAR ANAK-ANAK MENGENAL

Lebih terperinci

TEKNIK LANJUT BOLAVOLI

TEKNIK LANJUT BOLAVOLI TEKNIK LANJUT BOLAVOLI Oleh: Sb Pranatahadi. M.Kes. AIFO. JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Teknik lanjut sebaiknya dilatihkan setelah menguasai teknik

Lebih terperinci

PENGARUH LATIHAN BOLA LEWAT NET DAN LATIHAN DRILL PASSING

PENGARUH LATIHAN BOLA LEWAT NET DAN LATIHAN DRILL PASSING PENGARUH LATIHAN BOLA LEWAT NET DAN LATIHAN DRILL PASSING ATAS DENGAN FORMASI 3 TERHADAP KEMAMPUAN PASSING ATAS SISWA PEREMPUAN YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMK YPKK

Lebih terperinci

Alat permainan. 1. Lapangan permainan

Alat permainan. 1. Lapangan permainan Bola voli Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masingmasing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masingmasing grup

Lebih terperinci

Pelajaran 1 MENGANALISIS, MERANCANG, DAN MENGEVALUASI TAKTIK DAN STRATEGI PERMAINAN BOLA BESAR

Pelajaran 1 MENGANALISIS, MERANCANG, DAN MENGEVALUASI TAKTIK DAN STRATEGI PERMAINAN BOLA BESAR Pelajaran 1 MENGANALISIS, MERANCANG, DAN MENGEVALUASI TAKTIK DAN STRATEGI PERMAINAN BOLA BESAR A. Menganalisis, Merancang, dan Mengevaluasi Taktik dan Strategi dalam Permainan Sepakbola Strategi adalah

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAN

PERBEDAAN PENGARUH MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAN PERBEDAAN PENGARUH MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA - TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 6 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Bola Voli Bola voli merupakan suatu permainan yang dibatasi oleh net, dan menggunakan ukuran lapangan persegi panjang, bola voli

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. passing, smash, dan block (membendung). Penguasaan kelima teknik dasar

BAB I PENDAHULUAN. passing, smash, dan block (membendung). Penguasaan kelima teknik dasar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam permainan bola voli terdapat beberapa unsur teknik dasar, seperti; servis, passing, smash, dan block (membendung). Penguasaan kelima teknik dasar tersebut

Lebih terperinci

MENERIMA SERVIS (RECEIVE SERVE) DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. Oleh: Danang Wicaksono Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY

MENERIMA SERVIS (RECEIVE SERVE) DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. Oleh: Danang Wicaksono Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY MENERIMA SERVIS (RECEIVE SERVE) DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Oleh: Danang Wicaksono Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY [email protected] ABSTRAK Teknik dasar yang baik dan benar sangat diperlukan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS PADA PERMAINAN BOLAVOLI SISWA PUTRA SMA PAWIYATAN DAHA KEDIRI TAHUN 2014/2015

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS PADA PERMAINAN BOLAVOLI SISWA PUTRA SMA PAWIYATAN DAHA KEDIRI TAHUN 2014/2015 HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS PADA PERMAINAN BOLAVOLI SISWA PUTRA SMA PAWIYATAN DAHA KEDIRI TAHUN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

FAIZAL HAQI NUSANTORO NPM

FAIZAL HAQI NUSANTORO NPM JURNAL Hubungan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Punggung Dan Kekuatan Otot Lengan Bahu Terhadap Akurasi Smash Ekstrakurikuler Bola Voli Putra SMAN 1 Gondang The Correlation of The Leg Muscle Strength,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemudian di susun secara sistematik dalam bentuk kegiatan belajar mengajar

BAB I PENDAHULUAN. kemudian di susun secara sistematik dalam bentuk kegiatan belajar mengajar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang menunjang perkembangan siswa melalui kegiatan fisik. Hal ini kemudian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dari pertandingan dan perlombaan olahraga bola voli yang telah

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dari pertandingan dan perlombaan olahraga bola voli yang telah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prestasi olahraga bola voli di Magelang saat ini belum maksimal. Hal ini terbukti dari pertandingan dan perlombaan olahraga bola voli yang telah diikuti belum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga Bolavoli merupakan cabang olahraga permainan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga Bolavoli merupakan cabang olahraga permainan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga Bolavoli merupakan cabang olahraga permainan yang membutuhkan teknik, strategi, dan kemampuan individu pemain, karena cabang olahraga ini merupakan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Permainan Bola Voli Permainan bola voli adalah suatu jenis olah raga permainan. Permainan ini dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan yang masing-masing

Lebih terperinci

BAB I PERMAINAN BOLA BESAR. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1

BAB I PERMAINAN BOLA BESAR. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1 BAB I PERMAINAN BOLA BESAR Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1 PERMAINAN BOLA BESAR Permainan bola besar melalui permainan sepak bola Permainan bola besar melalui permainan bola voli Permainan

Lebih terperinci