PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN DISERTASI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN DISERTASI"

Transkripsi

1 1 PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN DISERTASI PROGRAM DOKTOR PASCASARJANA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG, 2016

2 2 BAB I PENDAHULUAN Karya ilmiah yang disusun oleh Mahasiswa S3 disebut disertasi. Tesis dan disertasi merupakan karya ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Dalam sistem pendidikan di Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, disertasi merupakan sebagian dari persyaratan untuk memperoleh gelar Doktor. Karya ilmiah disertasi dapat dimulai setelah Mahasiswa menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, dan lulus ujian proposal penelitian. Sebelum melakukan penelitian, rencana penelitiannya harus mendapatkan persetujuan dari komisi pembimbing. Bobot akademik disertasi sks. Buku pedoman format penulisan ini disusun dengan tujuan (1) menyeragamkan pokok-pokok format penulisan disertasi di Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan, (2) sebagai pedoman bagi Mahasiswa dalam menulis disertasi dan (3) pedoman bagi komisi pembimbing dalam mengarahkan penulisan disertasi. Komisi pembimbing mempunyai tanggung jawab akademik terhadap disertasi mahasiswa bimbingannya, dalam hal kebenaran ilmiah dan format penulisannya. Tanggung-jawab akademik ini ditandai oleh tanda-tangan komisi pembimbing yang dibubuhkan dalam lembar persetujuan disertasi. Oleh karena itu, mahasiswa harus memperoleh persetujuan dari semua komisi pembimbing untuk menempuh seluruh rangkaian proses untuk ujian disertasi. Selama proses ujian disertasi dalam batas-batas tertentu dimungkinkan adanya perbedaan pendapat antara penguji selaku pembimbing dan penguji di luar komisi pembimbing. Semua penguji mempunyai hak menguji kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan karya ilmiahnya. Tetapi tidak selayaknya para komisi pembimbing mempertanyakan atau mempermasalahkan kebenaran ilmiah dari karya ilmiah mahasiswa bimbingannya pada saat ujian, karena karya ilmiah itu merupakan hasil bimbingannya. Di sisi lain, penguji di luar komisi pembimbing disamping berwenang menguji, juga berwenang mempermasalahkan karya ilmiah mahasiswa. Sejalan dengan penataan kembali pendidikan Doktor Pascasarjana ke arah penekanan pendidikan untuk menyiapkan praktisi dalam berbagai bidang karir, maka kedua jenis penelitian (penelitian dasar dan terapan) akan banyak dilakukan pada Program Doktor. Kecenderungan di dunia berkenaan dengan penyiapan lulusan untuk memasuki lapangan kerja tertentu, mengisyaratkan bahwa jenis

3 3 penelitian terapan akan menjadi pilihan sebagian besar mahasiswa Program Doktor. Kebutuhan negara berkembang akan hasil penelitian yang diharapkan dapat membantu memecahkan masalah nyata dalam bidang ekonomi dan industri, akan meningkatkan penggunaan penelitian terapan itu dalam penyelesaian studi pada Program Doktor. Secara umum, penelitian orisinal (original) berarti bahwa penelitian tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya atau penelitian itu menghasilkan ilmu pengetahuan baru. Walaupun tesis dan disertasi tidak boleh berupa duplikasi atau pengulangan atau pencontekan peneliti lain (plagiat); namun topik, proyek atau pendekatan yang dipergunakan dapat diambil dari peneliti lain. Pembimbing, penasehat atau dosen lainnya harus mendorong mahasiswa untuk mencari atau menjajagi topik penelitian dengan asumsi bahwa mahasiswa sendiri akan secara mandiri mengembangkan tesisnya. Mahasiswa harus mampu menunjukkan bagian mana dari penelitian yang merupakan pemikirannya sendiri. Kemampuan tersebut merupakan indikator kemandirian mahasiswa, dan dapat digolongkan sebagai karya orisinal.

4 4 BAB II PENELITIAN Unsur esensial pendidikan pascasarjana adalah tiga karakteristik utamanya, yaitu: merupakan pendidikan lanjut (advanced), terfokus, dan kesujanaan (scholarly). Attribut lanjut mengandung makna bahwa pendidikan pascasarjana dibangun pada landasan pendidikan sarjana. Bagi mahasiswa, mempunyai makna lanjut dalam pendidikan yang dicapainya, dan penguasaan subyek (subject matter) yang ditekuninya lebih mendalam. Selain itu, unsur-unsur kontekstual pendidikan Doktor, adalah bahwa mahasiswa dapat memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan dan keterampilan serta mengembangkan kematangan intelektualnya. Ciri penting dari Program Doktor Pascasarjana terletak pada: (1). Komposisi Disertasi, (2) Penelitian Disertasi, dan (3). Pengujian Tesis dan Disertasi. THESIS AND DISSERTATION ARE PRODUCED FROM COMPREHENSIVE RESEARCH Penelitian adalah kegiatan taat-kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian (KEPMENDIKBUD No. 212/U/1999). Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan, atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah (yang sementara) telah diketahui jawabannya, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan; di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian; yang dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya (KEPMENDIKBUD No. 212/U/1999) Penelitian Penelitian dapat mempunyai beragam makna, seperti: 1. Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah. 2. Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan pahampaham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.

5 5 3. Penyedilidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis. 4. Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. 5. Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran faktafakta. Dari kelima makna di atas dapat disimpulkan: 1. Penelitian merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/ mengembangkan/ menguji kebenaran ilmiah). 2. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan) 3. Penelitian dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan metode ilmiah. Penelitian dapat bersifat (1) pasif, hanya ingin memperoleh gambaran tentang suatu keadaan, fenomena, masalah; atau bersifat (2) aktif, ingin memecahkan suatu masalah penelitian atau menguji hipotesis. Penelitian biasanya menghubungkan (1) keinginan manusia-peneliti, (2) permasalahan penelitian yang timbul, (3) teori-teori dalam ilmu pengetahuan, dan (4) metode ilmiah. Penelitian dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, misalnya berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian hasil penelitian; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang ilmu. Berikut ini masing-masing pembagiannya. Berdasarkan kemanfaatan hasil penelitian yang diperoleh: 1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan; 2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

6 6 Berdasarkan bidang ilmu yang diteliti: 1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb. 2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb. Berdasarkan Tempat Penelitian : 1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan; 2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya; 3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan; Berdasarkan Metode pengumpulan data yang digunakan : 1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. 2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Berdasarkan Keilmiahan 1. Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: 1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti: 2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain; Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas; 2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;

7 7 3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas 4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis; 5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional; 6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna; 7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat; 8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya. 2. Penelitian non-ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidahkaidah ilmiah). Berdasarkan Bidang ilmunya Penelitian Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll. Berdasarkan dari variabel penelitiannya Variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang diobservasi, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel dinamik meliputi masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif (to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang dapat dilakukan dengan metode simulasi atau metode eksperimen. Penelitian Survei Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada; Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb. Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa; Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;

8 8 Penelitian dengan metode survei ini dapat berupa : 1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. 2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis. 3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan). 4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis. 5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu; 6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, ; Grounded Research Penelitian ini bertumpu pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam penelitian ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Tujuan Penelitian Secara umum ada empat tujuan utama : 1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu

9 9 2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada 3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada 4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi) Kontribusi Penelitian 1. Pemecahan Masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait; 2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut; 3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru : Persyaratan Penelitian 1. Mengikuti kaidah-kaidah ilmiah 2. Sistematis/Pola tertentu 3. Terencana. Penelitian dikatakan baik bila : 1. Purposiveness, tujuan penelitian yang jelas; 2. Exactitude, penelitian dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti; 3. Testability, hasil-hasil penelitian dapat diuji atau dikaji; 4. Replicability, dapat diulang oleh peneliti lain; 5. Precision and Confidence, memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel; 6. Objectivity, bersifat objektif; 7. Generalization, berlaku umum; 8. Parismony, hemat, tidak berlebihan; 9. Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama; 10. Coherency, terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

10 10 Tahapan pelaksanaan penelitian: Secara garis besar ada tiga tahapan pelaksanaan penelitian: 1. Pembuatan rancangan; 2. Pelaksanaan penelitian; 3. Pembuatan laporan penelitian Kerangka operasional penelitian: 1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan 2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi; 3. Merumuskan Masalah; jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa 4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis); 5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat menentukan variabel apa, objeknya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana; 6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana? 7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner? 8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa? 9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya 10. Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti? 11. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar. 12. Menyusun publikasi ilmiah hasil penelitian Disertasi Disertasi merupakah karya ilmiah yang menjadi salah satu persyaratan untuk lulus pendidikan jenjang S-3. Pada dasarnya cara penulisan Disertasi sama dengan Skripsi dan Tesis, bedanya semakin tinggi tingkatannya, maka semakin banyak fakta-fakta dan teori-teori yang harus dirujuk sebagai landasan-dasar penelitian, dan juga cara penyajiannya mulai dari hanya mendeskripsikan suatu obyek penelitian sampai dengan menghasilkan suatu teori berdasarkan fakta-fakta empiris. Banyak mahasiswa yang sedang menyusun Disertasi memilih untuk menunda-nunda proses penyusunan proposal penelitiannya atau

11 11 bahkan tidak menyelesaikan Disertasinya karena tidak tahu harus mulainya darimana atau sudah jenuh dengan revisi yang tak kunjung selesai atau tidak mempunyai waktu; misalnya karena sambil bekerja. Sebenarnya yang menjadi kendala dalam penyusunan suatu proposal penelitian adalah : (1) Komitmen yang kurang kuat pada diri mahasiswa untuk mau memulai menyusun proposal penelitian. Jangan takut salah! "Orang yang SUKSES adalah orang yang pernah membuat KESALAHAN; Tidak ada orang yang SUKSES tanpa mengalami suatu KESALAHAN" (2) Kesulitan dalam menentukan masalah penelitian yang ingin diketahui lebih lanjut, sebagai titik awal untuk menyusun suatu proposal penelitian (3) Tidak mempunyai referensi yang cukup terkait dengan topik penelitiannya, dan (4) Kurang pengalaman dalam menulis karya ilmiah sehingga sulit untuk menguraikan pendapatnya dalam bentuk tulisan Proposal Penelitian Sebelum memulai penulisan karya ilmiah, hal-hal yang perlu disiapkan adalah topik tulisan yang sudah jelas, perumusan masalah (research question) yang pasti, dan sumber-sumber informasi yang menunjang. Dengan berbekal tiga hal tersebut, proposal penelitian dapat disusun untuk memberikan gambaran awal dari penelitian yang akan dilakukan. Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Proposal penelitian tesis dan disertasi harus dikaji dan dievaluasi oleh pembimbing dan penguji. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator) Penelitian Kualitatif Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri-peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif

12 12 mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan. Proposal Penelitian Kualitatif 1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian. 2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan. 3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan. 4. Landasan Teori Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori.

13 13 5. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan. 6. Metode Penelitian Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian. a. Pendekatan dan Jenis Penelitian Peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas. b. Kehadiran Peneliti Peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan. c. Lokasi Penelitian Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki

14 14 lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci. d. Sumber Data Jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data harus dapat dijelaskan secara terinci dan memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling). Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu. e. Prosedur Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan harus dapat diuraikan secara jelas, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Ada dua dimensi makna perekaman data, yaitu fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan dapat disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

15 15 f. Analisis Data Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika. g. Pengecekan Keabsahan Temuan Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferr-ability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirm-ability). h. Tahap-tahap Penelitian Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan Penelitian Kuantitatif Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-induktif, berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, atau pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi perma-salahan - permasalahan penelitian beserta pemecahanpemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

16 16 Proposal Penelitian Kuantitatif 1. Latar Belakang Masalah Kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatar-belakangi masalah yang diteliti. Masalah penelitian dapat diuraikan secara ringkas meliputi dasar-dasar teori, hasil-hasil penelitian sebelumnya, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah atau pengalaman / pengamatan pribadi peneliti yang terkait erat dengan masalah yang diteliti. 2. Rumusan Masalah Perumusan masalah penelitian merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dicarikan jawabannya. Rumusan masalah penelitian merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah penelitian dapat disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah penelitian harus dapat menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. 3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan sesuatu yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dapat dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keeratan hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajarnya dalam matapelajaran Matematika. 4. Hipotesis Penelitian Tidak semua penelitian kuantitatif menyajikan hipotesis penelitian. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif biasanya tidak menyajikan hipotesis. Oleh karena itu sub-bab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam proposal tesis atau disertasi. Secara prosedural

17 17 hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulankesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan siswa yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, (d) dapat diuji secara empiris. 5. Kontribusi Penelitian Kontribusi penelitian dapat dipandang dari sudut pengembangan ilmu atau dari sudut pandang pelaksanaan pembangunan. Dengan kata lain, uraian nya meliputi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian memang layak untuk dilakukan. 6. Asumsi Penelitian (jika diperlukan) Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, diasumsikan bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini tidak perlu pembuktian kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.

18 18 7. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Ruang lingkup penelitian dapat meliputi variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Uraian juga meliputi penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikatorindikatornya. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam tesis, dan disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak dapat dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Ke dua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data. 8. Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah atau definisi operasional variabel diperlukan apabila dikhawatirkan akan timbul tafsir-beda atau kekurang-jelasan makna. Istilah yang perlu diberi diuraikan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep atau variabel penting. Kriteria konsep-penting adalah jika konsep tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak perlu diuraikan asal-usulnya. Definisi istilah lebih dititik-beratkan pada pengertian operasional yang diberikan oleh peneliti. Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Contoh definisi operasional dari variabel prestasi aritmatika adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk akan memudahkan pengukurannya. Penyusunan definisi operasional juga memungkinkan peneliti lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh peneliti lain. 9. Metode Penelitian

19 19 Uraian dalam bab metode penelitian biasanya mencakup aspek (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) pengumpulan data, dan (5) analisis data. a. Rancangan Penelitian Rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu dijelaskan serinci mungkin, terutama dalam penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian non-eksperimental, bahasan dalam sub-bab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. b. Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel lazim digunakan jika penelitian mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika penelitian dilakukan pada seluruh populasi, lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazimnya disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek, tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat diperlukan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara tepat dan akurat. Ke-representatif-an sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam hubungannya dengan generalisasi hasil-hasil penelitian. Jika keadaan sampel berbeda dengan kakarteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Hal-hal yang perlu diuraikan tentang Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, dan (c) besarnya sampel.

20 20 c. Instrumen penelitian Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Uraian juda diperlukan tentang prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis dan disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan / pernyataan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, sub-bab instrumen penelitian lazimnya diganti dengan Alat dan Bahan. d. Pengumpulan Data dan Informasi Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. e. Analisis Data Jenis dan model analisis statistik yang digunakan dapat beragam. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam hal statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis datanya dengan tetap berorientasi pada tujuan pnelitian atau hipotesis penelitian. Oleh karena itu, hal pokok yang harus diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan

21 21 statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu. Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara mendalam. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan software-nya, misalnya SPSS for Windows. 10. Landasan Teori Dalam penelitian, pendugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan teori-teori sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Untuk tesis dan disertasi, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoritis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi dan kontribusi penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang

22 22 lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Pemilihan bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.

23 23 BAB III BAGIAN-BAGIAN PROPOSAL PENELITIAN Karya ilmiah yang berupa proposal penelitian disertasi lazimnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian awal, bagian utama dan bagian akhir Bagian Awal Bagian awal terdiri atas: Sampul Halaman judul Halaman pengesahan Halaman kata pengantar Halaman daftar isi Halaman daftar tabel Halaman daftar gambar Halaman daftar lampiran Halaman daftar simbol, singkatan, dan definisi Bagian Utama Proposal Bagian utama suatu proposal penelitian tesis dan disertasi dapat terdiri atas: Bab I Pendahuluan Bab II Tinjauan Pustaka Bab III Kerangka Konsep Penelitian Bab IV Metode Penelitian Daftar Pustaka Bagian Akhir Karya Ilmiah Bagian akhir karya ilmiah proposal penelitian tesis dan disertasi memuat lampiran-lampiran, apabila hal ini diperlukan. Lampiran biasanya berupa tabel, gambar, peta, manual, rumus-rumus, foto, daftar isian, dan lainnya.

24 24 BAB IV PEDOMAN PENGETIKAN 4.1. Kertas Kertas yang dipakai adalah HVS / kertas fotokopi ukuran A4 dan bobot g. Perbanyakan karya ilmiah ini dilakukan dengan fotokopi yang bersih Jenis Huruf Naskah karya ilmiah diketik dengan komputer dengan huruf jenis Arial 11 cpi (11 huruf/character per inchi) atau baris per halaman dengan 11 cpi Margin Batas pengetikan 4 cm dari sisi kiri kertas, 3 cm dari batas sisi kanan, sisi bawah dan sisi atas kertas, tidak termasuk nomer halaman Format Setiap memulai alinea baru, kata pertama diketik ke kanan masuk lima ketukan. Setelah tanda koma, titik koma dan titik dua diberi jarak satu ketukan (sebelum titik dua tidak diberi spasi), setelah tanda titik untuk kalimat baru, diberi jarak dua ketukan. Setiap bab dimulai pada halaman baru, diketik dengan huruf kapital diletakkan di tengah-tengah bagian atas halaman. Sub-bab diketik di pinggir sisi kiri halaman, dengan huruf kecil kecuali huruf pertama pada setiap kata diketik dengan kapital, pemutusan kata dalam satu baris kalimat harus mengikuti kaedah bahasa Indonesia yang baku dan benar Spasi Jarak antara baris dalam teks adalah dua spasi. Jarak antar baris dalam kalimat judul, sub judul, sub bab, judul tabel dan judul gambar serta ringkasan/summary diketik dengan jarak satu spasi.

25 Nomor Halaman Bagian awal karya ilmiah diberi nomer halaman dengan menggunakan angka kecil romawi (i, ii, iii, dan seterusnya), ditempatkan pada sisi tengah bawah dari halaman. Khusus bagian awal karya ilmiah, pemberian nomer halaman dimulai dari bagian pendahuluan. Untuk bagian utama dan bagian akhir karya ilmiah, pemberian nomer halaman berupa angka yang diletakkan pada sisi halaman kanan atas.

26 26 BAB V BAGIAN AWAL PROPOSAL PENELITIAN 5.1. Sampul Pada sampul dicetak: Judul proposal penelitian, tulisan kata: tesis atau disertasi (huruf kapital), tulisan kalimat: Untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Doktor, nama program studi, lambang Universitas Brawijaya, nama lengkap penulis (tanpa gelar), nomer induk mahasiswa, tulisan: Program Doktor Pascasarjana Ilmu Perikanan dan Kelautan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Universitas Brawijaya Malang, dan tahun proposal penelitian diajukan. Sampul terdiri dari dua bagian: sampul luar dari (soft cover) warna cream atau hijau muda atau biru muda, tulisan hitam. Contoh sampul luar proposal penelitian disertasi (Lampiran 1). Sedangkan sampul dalam dari kertas HVS putih tulisan hitam. Contoh sampul dalam proposal penelitian tesis dan disertasi (Lampiran 2) Halaman Pengesahan Halaman pengesahan dicetak pada kertas HVS putih, memuat judul proposal penelitian nama penulis dan kata-kata pengesahan, susunan dewan penguji dan tanda tangan dewan penguji dengan urutan ketua komisi pembimbing, anggota komisi pembimbing dan mengetahui Ketua Program Studi. Contoh halaman pengesahan proposal penelitian tesis dan disertasi (Lampiran 3) Halaman Identitas Tim Penguji Halaman identitas tim penguji dicetak pada kertas HVS putih, memuat judul proposal penelitian, identitas mahasiswa, nama komisi pembimbing dan nama tim dosen penguji. SK penguji dari Program Pascasarjana (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) Universitas Brawijaya disertakan. Contoh halaman identitas tim penguji proposal penelitian disertasi (Lampiran 4).

27 Halaman Pernyataan Orisinalitas Halaman pernyataan orisinalitas merupakan halaman yang memuat ketegasan penulis bahwa naskah proposal penelitian bukan karya plagiasi dan menjamin orisinalitasnya. Contoh halaman pernyataan ini disajikan pada Lampiran Halaman Kata Pengantar Kata pengantar memuat rasa syukur dan ucapan terima kasih sehingga tulisan dapat disajikan, uraian singkat proses penulisan karya ilmiah dan penulis mengantarkan kepada pembaca agar dapat memahami isi tulisan proposal penelitian. Contoh kata pengantar disajikan dalam Lampiran Halaman Daftar Isi Halaman daftar isi diketik pada halaman baru dan diberi judul daftar isi yang diketik dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah atas kertas. Dalam daftar isi dimuat daftar tabel, daftar gambar, judul dari bab dan sub bab, daftar pustaka dan lampiran. Keterangan yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi. Judul bab diketik dengan huruf kapital, sedangkan judul sub bab diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama tiap sub bab diketik dengan huruf besar. Baik judul bab ataupun sub bab tidak diakhiri titik. Nomer bab menggunakan angka romawi dan sub bab menggunakan angka arab. Jarak pengetikan antara baris judul bab yang satu dengan bab yang lain adalah dua spasi, sedangkan jarak spasi antara anak bab adalah satu spasi. Contoh halaman daftar isi pada Lampiran Halaman Daftar Tabel Halaman daftar tabel diketik pada halaman baru. Judul daftar tabel diketik dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah atas kertas. Daftar tabel memuat semua tabel yang disajikan dalam teks dan lampiran. Nomer tabel ditulis dengan angka. Jarak pengetikan judul (teks) tabel yang lebih dari satu baris diketik satu spasi dan jarak antar judul tabel dua spasi. Judul tabel dalam halaman daftar tabel harus sama dengan judul tabel dalam teks. Contoh halaman daftar tabel pada Lampiran 8.

28 Halaman Daftar Gambar Halaman daftar gambar diketik pada halaman baru. Halaman daftar gambar memuat daftar gambar, nomer gambar, judul gambar dan nomer halaman, baik gambar yang ada dalam teks dan dalam Lampiran. Cara pengetikan pada halaman daftar gambar seperti contoh pada Lampiran Halaman Daftar Lampiran Daftar lampiran diketik pada halaman baru. Judul daftar lampiran diketik di tengah atas halaman dengan huruf kapital. Halaman daftar lampiran memuat nomer teks judul lampiran dan halaman. Judul daftar lampiran harus sama dengan judul lampiran. Lampiran, misalnya memuat contoh rumus perhitungan, peta, daftar pertanyaan, foto dan lain-lain Halaman Daftar Istilah, Simbol, Singkatan, dan Definisi Halaman daftar simbol dan singkatan memuat simbol/besaran dan singkatan istilah/satuan. Bagian Daftar simbol ini tidak perlu selalu ada. Cara pengetikannya adalah sebagai berikut: - Pada lajur/kolom pertama memuat singkatan. - Pada lajur/kolom ke dua memuat keterangan singkatan yang disajikan pada lajur pertama. - Penulisan singkatan diurut berdasarkan abjad latin dengan huruf besar diikuti dengan huruf kecil. - Bila simbol ditulis dengan huruf Yunani, penulisannya juga berdasarkan abjad Yunani. - Keterangan pada lajur ke dua diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama diketik dengan huruf besar.

29 29 BAB VI BAGIAN UTAMA PROPOSAL PENELITIAN Bagian utama karya ilmiah terdiri atas beberapa bab. Jumlah bab tidak dibakukan, namun disesuaikan dengan ruang lingkup penelitian penulis. Bagian utama umumnya terdiri atas: pendahuluan, tinjauan pustaka/kerangka dasar teoritik/kerangka fikir, kerangka konsep, metode penelitian dan daftar pustaka. Rangkaian kata untuk menyampaikan informasi yang disajikan di dalam suatu karya ilmiah hendaknya teliti, singkat, padat, jelas, tajam, dan relevan serta konsisten. Di dalam perkembangannya penulisan bagian utama proposal penelitian tesis / disertasi terdapat dua model dasar asumsi filosofis, yaitu: mainstream (yaitu: positivist paradigm), dan non-mainstream, misalnya: interpretivist paradigm, critical paradigm, dan postmodernism paradigm. Oleh karena itu, adanya perbedaan asumsi ini akan berimplikasi terhadap penulisan bagian utama proposal penelitian tesis / disertasi. Secara garis besar perbedaan mainstream dan non-mainstream disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Urutan penulisan bagian utama proposal penelitian model mainstream dan non-mainstream. Bab Mainstream Non-Mainstream I Pendahuluan Pendahuluan II Tinjauan Pustaka/Kerangka dasar teoritik Metodologi dan Metode Penelitian III Kerangka Konsep Penelitian Analisa Kritik Teori IV Metode Penelitian Analisa Social Setting Penelitian V Daftar Pustaka Daftar Pustaka 6.1. Mainstream Pada dasarnya format penulisan proposal penelitian yang menggunakan pendekatan mainstream memiliki aturan yang baku, baik jumlah bab maupun tata aturan isi pada masing-masing bab.

30 30 Bab 1. Pendahuluan Bab pendahuluan ini memuat: latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. a. Latar belakang penelitian: memuat fakta-fakta relevan dengan masalah penelitian sebagai titik tolak merumuskan masalah penelitian, alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian itu dipandang penting untuk diteliti, ditinjau dari aspek teoritis, normatik, faktual, dan teknis. b. Identifikasi dan Perumusan Masalah Banyak faktor yang mungkin menyebabkan timbulnya suatu masalah. Misalnya, dalam hal kinerja pegawai, bukan hanya terkait dengan motivasi dan kompensasi kerja, tetapi juga kepemimpinan, supervisi/pengawasan, iklim organisasi, budaya organisasi, iklim komunikasi organisasi, lingkungan kerja, pelatihan, kepuasan kerja, semangat kerja, etos kerja, kedisiplinan, kecerdasan emosional, manajemen stress, kondisi fisik, dan lain-lain. Apabila kita meneliti tentang masalah kinerja, idealnya semua faktor tersebut kita teliti. Namun, karena sejumlah keterbatasan yang kita miliki, misalnya waktu, tenaga, biaya, dan kemampuan, maka tidak semua faktor tersebut dapat kita teliti. Oleh karena itu, sesuai dengan jenjang pendidikan kita (S2 atau S3), kita hanya meneliti sebagian kecil saja dari faktor-faktor tersebut. Walaupun demikian, untuk kepentingan penyusunan proposal penelitian, semua faktor tersebut dapat diidentifikasi sebagai masalah, satu per satu. Semakin banyak identifikasi masalah yang dilakukan, akan semakin baik. Untuk mempermudah proses identifikasi masalah, dapat digunakan acuan teoritik yang terkait dengan kinerja. Perhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai, lalu jadikan faktor-faktor tersebut sebagai identifikasi masalah. Dalam menyusun proposal penelitian untuk tesis dan disertasi, harus memasukkan semua faktor tersebut kedalam paket identifikasi masalah, bahkan perlu ditambah faktor lain yang baru. Pembatasan dilakukan untuk menetapkan beberapa faktor yang paling relevan dengan masalah yang akan diteliti. Pertimbangkan segenap keterbatasan, khususnya tenaga, waktu, biaya, dan kemampuan teoritik dan metodologis. Pembatasan masalah minimal mencakup dua hal: (1) Lokasi/Obyek Penelitian, hal ini berkaitan langsung dengan tempat yang dijadikan obyek penelitian, misalnya: perusahaan, instansi pemerintah, sekolah, pesantren, masjid, gereja,

31 31 pasar/mall, dan lain-lain. (2) Variabel atau fokus penelitian, hal ini berkaitan dengan variabel-variabel atau fokus penelitian yang akan diteliti. Apabila sudah berhasil membatasi masalah dengan tepat, maka langkah berikutnya adalah merumuskan masalah. Perumusan masalah harus sesuai dan sinkron dengan pembatasan masalah dan dapat disajikan dalam bentuk pertanyaan. Perumusan masalah memuat proses penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks dirumuskan menjadi masalah yang dapat diteliti (researchable problems), atau merumuskan kaitan antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang lebih luas. Di dalam menyampaikan perumusan masalah harus relevan dengan judul dan perlakuan yang akan diteliti. Perumusan masalah tidak selalu berupa kalimat tanya. Contoh-contoh Perumusan Masalah Penelitian: Contoh 1. Rumusan Masalah Penelitian (Disertasi: KUALITAS AGAR RUMPUT LAUT Gracillaria verrucosa (HUDSON) PAPENFUS PADA KOMPOSISI PUPUK VERMICOMPOST, CARBON, NITROGEN DAN FOSFOR YANG BERBEDA) Dari latar belakang yang telah dijelaskan, pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dikaji dan dianalisis adalah : 1. Bagaimana komposisi media kultur jaringan yang dapat menghasilkan pertumbuhan thallus rumput laut G. verrucosa yang terbaik? 2. Berapa dosis pupuk yang dapat menghasilkan pertumbuhan, karakteristik sel kualitas agar, dan kandungan hara terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Laboratorium? 3. Berapa rasio pupuk yang dapat menghasilkan pertumbuhan, karakteristik sel kualitas agar dan kandungan hara terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Laboratorium? 4. Bagaimana pertumbuhan, karakteristik sel, kualitas agar dan kandungan hara yang terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Tambak budidaya? 5. Bagaimana mekanisme unsur hara carbon, nitrogen dan fosfor yang dapat menghasilkan kualitas agar terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa?

32 32 Contoh 2. Rumusan Masalah Penelitian (Disertasi: BIOAKUMULASI DAN ELIMINASI LOGAM TIMBAL PADA KERANG Corbicula javanica DI SUNGAI MAROS SULAWESI SELATAN) Dari latar belakang yang telah dijelaskan, pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dikaji dan dianalisis adalah : 1. Bagaimana jalur hubungan kandungan logam Timbal (Pb) pada organ insang, lambung dan jaringan lunak kerang C. javanica dengan kandungan logam Timbal dalam air dan sedimen di perairan Sungai Maros; Faktor Bioakumulasi (BAF) logam timbal; dan status pencemaran perairan Sungai Maros? 2. Bagaimana pengaruh pemaparan logam Timbal terhadap akumulasi logam Timbal pada berbagai ukuran kerang dan Faktor Biokonsentrasi (BCF) logam Timbal pada kerang C. javanica? 3. Bagaimana pengaruh eliminasi logam Timbal terhadap pengurangan logam Timbal pada berbagai ukuran kerang C. javanica dan status keamanan pangan? 4. Bagaimana perbedaan aktifitas enzim protease dalam lambung kerang pada fase aklimatisasi, fase pemaparan logam Timbal dan fase eliminasi logam Timbal? c. Tujuan penelitian Rumusan tujuan penelitian harus menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Dalam beberapa hal, seharusnya tujuan penelitian juga tersirat di dalam judul penelitian. Dengan logika seperti butir (b) di atas, jika perumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, jumlah pertanyaan tidak selalu harus sama dengan tujuan penelitian. Beberapa contoh rumusan Tujuan Penelitian : Contoh 1. Tujuan Penelitian 1. Mendapatkan komposisi media kultur jaringan yang menghasilkan pertumbuhan thallus rumput laut G. verrucosa yang terbaik. 2. Mendapatkan dosis pupuk yang menghasilkan pertumbuhan, karakteristik sel kualitas agar dan kandungan hara terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Laboratorium. 3. Mendapatkan rasio pupuk yang menghasilkan pertumbuhan, karakteristik sel kualitas agar dan kandungan hara terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Laboratorium. 4. Mendapatkan pertumbuhan, karakteristik sel, kualitas agar dan kandungan hara yang terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa pada wadah setelah kultur jaringan di Tambak budidaya. 5. Mendapatkan mekanisme unsur hara carbon, nitrogen dan fosfor yang menghasilkan kualitas agar terbaik dari bibit rumput laut G. verrucosa. Contoh 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diajukan maka tujuan yang diinginkan dalam penelitian ini adalah: 1. Menganalisis hubungan antara kandungan logam Timbal dalam kerang C. javanica dengan air dan sedimen di perairan Sungai Maros dan Faktor Bioakumulasi (BAF).

33 33 2. Menganalisis pengaruh pemaparan logam Timbal terhadap akumulasi logam Timbal pada berbagai ukuran kerang C. javanica. 3. Menganalisis pengaruh eliminasi logam berat Timbal terhadap pengurangan kandungan logam Timbal pada berbagai ukuran kerang C. javanica dan status keamanan pangan. 4. Menganalisis pengaruh aklimatisasi, pemaparan logam dan eliminasi logam terhadap aktivitas enzim protease pada lambung kerang C. javanica. d. Kontribusi Penelitian Kontribusi penelitian menyatakan kaitan antara hasil penelitian yang dirumuskan dalam tujuan penelitian dengan masalah kesenjangan yang lebih luas atau dunia nyata yang rumit dan kompleks. Kegunaan/manfaat penelitian umumnya dipilah menjadi dua kategori, yaitu teoritis/akademis dan praktis/fragmatis. Kegunaan teoritis/akademis terkait dengan kontribusi tertentu dari penyelenggaraan penelitian terhadap perkembangan teori dan ilmu pengetahuan serta dunia akademis. Kegunaan praktis/fragmatis berkaitan dengan kontribusi praktis yang diberikan dari penyelenggaraan penelitian terhadap obyek penelitian, baik individu, kelompok, maupun organisasi. Contohnya : Merujuk pada tujuan penelitian, maka penelitian ini sekurang-kurangnya diharapkan dapat memberikan dua kegunaan, yaitu : 1) Sebagai informasi ilmiah di bidang biotek tentang bioakumulasi dan eliminasi logam Timbal pada kerang C. javanica serta status pencemaran logam Timbal di perairan sungai Maros. 2) Sebagai bahan acuan dalam pengelolaan sumberdaya di perairan sungai Maros dan masukan bagi pengambil keputusan (Pemerintah Kabupaten Maros) dalam menentukan kebijakan pengelolaan sumberdaya di perairan Sungai Maros, pengelolaan buangan limbah dan keamanan pangan. Pendahuluan ditulis maksimum 5 (lima) halaman, diketik 2 spasi, font size 11 cpi, jenis huruf Arial atau lainnya. Bab 2. Tinjauan Pustaka Posisi tinjauan pustaka ditempatkan sesudah sajian perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, agar bahan-bahan kepustakaan yang disajikan dalam tinjauan pustaka secara terpadu dan terarah. Pada bab ini dikemukakan hasil telaah atau kajian teori atau unsur-unsur teori (konsep, proposisi, dsb.) atau hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitiannya secara sistematis dan

34 34 analitik. Bab ini tidaklah sekedar berisi kutipan atau pencantuman teori-teori, konsep, proposisi dan paradigma, secara berjajar dan runtut yang diambil dari pelbagai sumber (cut and paste), tetapi merupakan hasil ramuan dari proses persandingan, perbandingan dan dialog antar teori, konsep, proposisi, paradigma yang ada (mulai dari yang klasik sampai yang mutakhir) yang kemudian peneliti menarik benang merahnya. Tinjauan pustaka dapat menguraikan perkembangan teoritis dari awal pemunculan sebuah teori hingga perkembagannya terkini (pada masa sekarang), dan diberikan apresiasi berupa kekurangan dan kelebihan, serta relevansinya dengan topik penelitian yang diteliti. Dalam tinjauan dapat disajikan juga unsur definisi dan dimensi / indikator. Untuk mempermudah mendapatkan bahan-bahan yang relevan dan terpilih sebagai berikut : Cari jurnal ilmiah yang variabelnya sama dengan variabel yang digunakan dalam proposal penelitian, mungkin dapat ditemukan teori-teori yang relevan dan terpilih. Baca tesis dan disertasi yang variabelnya sama dengan variabel yang diteliti dalam proposal penelitian, mungkin akan diperoleh bahan-bahan yang berharga dan relevan. Beri tanda khusus pada bagian-bagian dari jurnal, tesis atau disertasi yang akan dikutip dengan tidak lupa mencatat sumber aslinya. Seleksi bahan-bahan yang diperoleh lalu himpun per variabel, bagian, sub-bagian dan seterusnya hingga bagian terkecil. Gunakan bahan-bahan tersebut sesuai kebutuhan, urutan, dan prioritas penggunaannya. Diktat kuliah, penuntun praktikum dan bahan kuliah dapat digunakan sebagai bahan kepustakaan, asalkan karya asli dari penulis yang bersangkutan. Sumber pustaka berasal dari jurnal ilmiah, kutipan text book boleh asal relevan. Tinjauan pustaka ditulis maksimum halaman, diketik 2 spasi, font size 11 cpi, huruf Arial. Bab 3. Kerangka Konsep Penelitian Sub-bab ini dapat disajikan apabila dibutuhkan. Konsep pada dasarnya adalah pengertian atau pemahaman tentang suatu fenomena yang merupakan elemen dasar dari proses berfikir.

35 35 Kerangka konsep penelitian meliputi: (a) kerangka fikir, (b) hipotesis, dan (c) definisi operasional variabel dan pengukurannya. Kerangka ini dapat merupakan ringkasan tinjauan pustaka yang mendukung/dan atau menolak teori di sekitar permasalahan penelitian. Dapat juga diuraikan kesenjangan yang ditemukan di antara hasil-hasil penelitian terdahulu, sehingga perlu diteliti. Uraian kerangka pikir (kerangka pemikiran) biasanya mengarah ke hipotesis (bila ada) dan dapat disusun berupa narasi atau diagram alir (flow diagram). Kerangka pemikiran pada dasarnya menjelaskan konstelasi hubungan antar variabel yang akan diteliti. Konstelasi hubungan tersebut idealnya dikuatkan oleh teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Dalam menyusun kerangka pemikiran, penyajiannya dapat dimulai dari variabel yang mewakili masalah penelitian. Apabila masalah yang diteliti adalah masalah kinerja pegawai dalam hubungannya dengan motivasi dan kompensasi, maka penyajiannya dimulai dari teori kinerja lalu dikaitkan dengan teori motivasi. Keterkaitan dua variabel tersebut sedapat mungkin dilengkapi dengan teori dan hasil-hasil penelitian tedahulu yang dilakukan para peneliti yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antar keduanya. Jika konstelasi hubungan antara kinerja dan motivasi sudah terbangun dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah merangkai konstelasi hubungan antara kinerja dengan kompensasi, dengan persyaratan teoritis serupa. Artinya, konstelasi hubungan atar keduanya juga harus diperkuat teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Pada bagian akhir kerangka pemikiran umumnya disajikan konstelasi hubungan antara keseluruhan variabel dilengkapi dengan bagan (diagram lingkar atau diagram alir) yang menggambarkan hubungan antar variabel penelitian. Berikut ini beberapa contoh penyajian kerangka konsep penelitian disertasi.

36 36 Contoh 1: Kerangka Konsep Penelitian: (KUALITAS AGAR RUMPUT LAUT Gracillaria verrucosa (HUDSON) PAPENFUS PADA KOMPOSISI PUPUK VERMICOMPOST, CARBON, NITROGEN DAN FOSFOR YANG BERBEDA)

37 37 Contoh 2: Kerangka Pemikiran Penelitian: (BIOAKUMULASI DAN ELIMINASI LOGAM TIMBAL PADA KERANG Corbicula javanica DI SUNGAI MAROS SULAWESI SELATAN)

38 38 Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan atau jawaban sementara (berdasarkan kajian hasil-hasil penelitian atau kajian pustaka sebelumnya) atas pertanyaan penelitian (research question), yang akan diuji dengan data empirik melalui penelitian. A hypothesis (from Greek ὑπόθεσις [iˈpoθesis]; plural hypotheses) is a proposed explanation for an observable phenomenon. The term derives from the Greek, hypotithenai meaning "to put under" or "to suppose." For a hypothesis to be put forward as a scientific hypothesis, the scientific method requires that one can test it. Scientists generally base scientific hypotheses on previous observations that cannot be satisfactorily explained with the available scientific theories. Even though the words "hypothesis" and "theory" are often used synonymously in common and informal usage, a scientific hypothesis is not the same as a scientific theory although the difference is sometimes more one of degree than of principle. Hipotesis merupakan dugaan sementara sehingga masih memerlukan pembuktian. Hipotesis dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan dan sinkron dengan rumusan masalah. Bentuk-bentuk hipotesis: Hipotesis Null: Ho:Tidak terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X Ha:Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X Ho:Tidak terdapat pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT. X Ha:Terdapat pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT. X Ho:Tidak terdapat pengaruh motivasi dan kompensasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai PT. X Ha:Terdapat pengaruh motivasi dan kompensasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai PT. X Hipotesis Kerja : Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X Terdapat pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT. X Terdapat pengaruh motivasi dan kompensasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai PT. X Definisi operasional dan pengukuran peubah (variabel) adalah penjelasan operasionalisasi semua peubah yang dimasukkan dalam hipotesis.

39 39 Bab 4. Metode Penelitian Metode penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian yang experimental dan non-experimental. Metode Penelitian dalam lingkup Ilmu Hayati dan Teknik Di dalam Bab Metode Penelitian ini lazimnya disajikan uraian yang rinci mengenai: a. Tempat dan waktu penelitian Tempat penelitian diuraikan secara jelas mengenai kegiatan penelitian di lapangan atau di laboratorium. Uraian lokasi penelitian lapangan dapat meliputi wilayah administrasi (desa, kecamatan, kabupaten, dan propinsi), institusi, Perguruan Tinggi atau kebun percobaan milik Balai Penelitian. Dapat pula disebutkan jenis tanah, iklim. Bila kegiatan penelitian di laboratorium maka ditulis nama laboratorium dan institusinya. Identifikasi lokasi penelitian juga dapat dilakukan dengan menggunakan sistem GPS (Global Positioning System). Waktu penelitian diuraikan tentang bulan, tahun, musim (apabila perlu) dilakukannya kegiatan penelitian mulai dari persiapan hingga akhir pelaksanaan penelitian. Penyajian jadwal pelaksanan penelitian dapat dilakukan dnegan menggunakan format tabel atau format network. b. Bahan dan Alat Bahan penelitian dijelaskan spesifikasi bahan atau materi penelitian yaitu termasuk asal sampel, cara persiapan sampel, umur sampel (kalau ada), sifat fisik, dan bahan kimia yang dipakai (Merk dan Negara). Alat yang digunakan juga dijelaskan spesifikasinya secara lengkap, sehingga dapat diketahui validitas penelitian berdasarkan alat ukurnya. Selain itu agar peneliti lain yang ingin menguji ulang penelitian itu tidak mengalami kesalahan. c. Metode penelitian Prosedur penelitian disajikan lengkap dan terinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian serta digambarkan dalam bentuk diagram alir penelitian. Langkah-langkah tahapan pelaksanaan penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk kerangka operasional penelitian. Berikut ini beberapa contoh bagan kerangka operasional penelitian.

40 40 Contoh 1. Bagan: Kerangka Operasional Penelitian

41 41 Contoh 2. Bagan Kerangka Operasional Penelitian

42 42 d. Pengamatan peubah / variabel Uraikan jenis-jenis peubah yang akan diamati/diukur selama penelitian. Metode pengumpulan data yang memuat metode dan prosedur/cara memperoleh data, baik secara kimiawi, fisik, organoleptik atau uji biologis. Metode dan model analisis data secara statistik dan/atau matematik. e. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara mengatasinya perlu ditampilkan, agar para peneliti yang akan berkecimpung dalam bidang penelitian yang sejenis terhindar dari halhal yang dapat mengurangi tingkat ketelitian pengamatan yang dilakukan. Bagi mahasiswa yang menulis karya ilmiah mengenai perancangan alat, seperti pembuatan program 1 atau model, dalam bab ini diuraikan tentang sistem desain yang memuat uraian tentang bahan dan alat, perancangan alat dan pengujian alat. Metode Penelitian Bidang Ilmu-Ilmu Sosial-Ekonomi Sistematika dan substansi metode penelitian bidang ilmu-ilmu sosial ekonomi cukup beragam. Hal ini antara lain disebabkan adanya perbedaan pendekatan penelitian yang digunakan, yaitu antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Untuk dapat mengakomodir kedua pendekatan penelitian tersebut, sistematika metode penelitian yang lazim digunakan di bidang ilmu-ilmu sosial mencakup butir-butir sebagai berikut: a. Pendekatan Penelitian Disebutkan macam pendekatan yang digunakan dan dapat dipilih salah satu dari tiga alternatif pendekatan, yaitu: 1. Penelitian Kuantitatif 1. Penelitian Kualitatif 1. Kombinasi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Metode survei banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif sedangkan untuk penelitian kualitatif sering kali menggunakan studi kasus. b. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian disebutkan secara jelas disertai uraian: 1. Bagaimana cara menentukan tempat penelitian tersebut

43 43 2. Alasan mengapa tempat penelitian tersebut dipilih Waktu penelitian disebutkan jangka waktu penelitian (bulan. sampai dengan bulan., tahun.), bilamana perlu dilengkapi jadwal kegiatan-kegiatan penelitian di lapangan. c. Metode Pengambilan Sampel Diuraikan metode pengambilan sampel yang digunakan, apakah Probability Sampling atau Non Probability Sampling. Pada masingmasing metode tersebut perlu dispesifikasi teknik pengambilan sampel yang dipilih, misalnya: 1. Untuk Probability Sampling: Simple Random Sampling (pengambilan sampel acak sederhana), Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak berlapis) dan sebagainya. 2. Untuk Non Probability Sampling: Purposive Sampling (pengambilan sampel disengaja), Snowball Sampling (pengambilan sampel bola salju), dan se bagainya. Metode (1) pada umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif, sedangkan metode (2) lazimnya untuk penelitian kualitatif. Dalam tesis perlu dijelaskan alasan mengapa teknik pengambilan sampel tersebut dipilih dalam pelaksanaan penelitian. Jika populasi kurang dari 100 orang dan mudah dijangkau sebaiknya digunakan teknik pengambilan sampel sensus atau sampel jenuh. Jika populasi relatif besar dapat digunakan teknik pengambilan sampel sebagai berikut : Acak sederhana (simple random), apabila semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Proporsional (proportional), apabila karakteristik populasi terdiri dari kategori, kelompok atau golongan yang setara atau sejajar. Stratifikasi (stratified), apabila populasi terdiri atas kategorikategori atau kelompok-kelompok yang memiliki susunan bertingkat. Purposif (purposive), apbila pemilihan sampel didasarkan pada karakteristik atau ciri-ciri tertentu berdasarkan ciri atau sifat populasinya. Kuota (quota), apabila penentuan jumlah sampel dilakukan terlebih dahulu sebelum penelitian dilakukan. Kluster (cluster), apabila pemilihan dan penentuan sampel didasarkan pada kelompok-kelompok individu, bukan pada individu.

44 44 Insidental, apabila penentuan sampel didasarkan pada faktor kebetulan yang dijumpai peneliti pada saat melakukan penelitian. Bertahap (multistage), apabila pengambilan sampel dilakukan dua tahap atau lebih sesuai dengan kebutuhan, baik dengan menggunakan metode yang sama maupun berbeda. d. Metode Pengumpulan Data Jenis data, sumber data serta teknik pengumpulan data dan Instrumen yang digunakan harus diuraikan secara rinci. Untuk memperjelas uraian, dianjurkan macam peubah yang diamati disusun matriksnya dan disajikan tabel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian bidang ilmu-ilmu sosial lazimnya menggunakan: wawancara, observasi dan dokumentasi. Beberapa teknik pengumpulan data yang lazim digunakan dalam studi lapang: Kuesioner/Angket. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dibuat berdasarkan indikator-indikator dari varibel penelitian yang harus direspon oleh responden. Wawancara. Wawancara dapat dilakukan secara: (1) Terbuka (open-ended), peneliti bertanya kepada responden kunci tentang fakta-fakta suatu peristiwa dan opini mereka mengenai peristiwa yang ada, (2) Terfokus (responden diwawancarai dalam waktu yang pendek), dan (3) Terstruktur (menggunakan pertanyaan yang terstruktur). Observasi. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan fakta-fakta empiris yang tampak (kasat mata). Dokumentasi. Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan dokumen-dokumen tertulis, gambar, foto, atau benda-benda lainnya yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti. e. Definisi dan Pengukuran Peubah (variabel) Variable may refer to: Variable (mathematics), a symbol that stands for a value that may vary. Variable (programming), a symbolic name associated with a value and whose associated value may be changed. A variable (pronounced /ˈvɛərɪəbl/) is a symbol that stands for a value that may vary; the term usually occurs in opposition to constant, which is a symbol for a non-varying value, i.e. completely fixed or fixed in the context of use. The concepts of constants and variables are fundamental

45 45 to all modern mathematics, science, engineering, and computer programming. In statistics, variables refer to measurable attributes, as these typically vary over time or between individuals. Variables can be discrete (taking values from a finite or countable set), continuous (having a continuous distribution function), or neither. Temperature is a continuous variable, while the number of legs of an animal is a discrete variable. This concept of a variable is widely used in the natural, medical, and social sciences. Dalam penelitian kuantitatif, uraian tentang definisi dan pengukuran peubah (variabel) mutlak dilakukan. Peubah-peubah yang diukur minimal adalah peubah-peubah yang tercantum dalam hipotesis yang akan diuji berdasarkan data yang dikumpulkan dari tempat penelitian. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, peubah ini umumnya berupa konsep, sehingga tidak penting dilakukan pengukuran. Sebagian ilmuwan sosial memberikan definisi atau indikator-indikator terhadap konsep yang diteliti. Sebagian lainnya memandang tidak perlu dengan alasan bahwa substansi penelitian kualitatif adalah Theoritical Building yaitu menghasilkan: konsep-konsep, proposisi-proposisi maupun teori-teori baru. Berikut ini contoh penetapan variabel penelitian

46 Tabel x. Desain Variabel Penelitian 1 Tujuan 1.Mengeta-hui jumlah puncak bangkitan pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat 2.Mengetahui model bangkitan pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat. 3.Mengetahui perbandingan antara observasi dan prediksi model bangkitan pergerakan kendaraan 4.Mengetahui kesesuaian bangkitan pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat di sekolah dasar Statistik Validitas dan realibilitas Regresi linier berganda dalam model analisis regresi Uji korelasi Uji t. Dan F Uji Normal Uji Multiko 0tokorelasi Uji Perbandingan T-test Uji kesesuaian crosstab - Chisquare Konsep Variabel Tarikan Pergerak-an dan produksi pergerak-an kendaraan Unit satuan prasaransekolah. Sosio ekonomi Aksesibi litas Variabel -Jumlah tarikan pergerakan kendaraan roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil) menuju ke sekolah - Jumlah produksi pergerakan kendaraan roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil) meningalkan sekolah -luas total lantai bang. - luas total ruang belajar. - luas total ruang kelas. - Kapasitas kelas. - Jumlah ruang kelas. - Luas ruang kelas. - luas total ruang interaksi - Luas Parkir sekolah - Kelulusan Siswa - Biaya operasional sekolah per tahun. - Jumlah siswa. - Jumlah Guru dan pegawai - Pemilikan kendaraan roda dua. - Pemilikan kendaraan roda empat. - Tujuan Lain ke sekolah dan pulang ke rumah. - Frekuensi perjalanan ke sekolah dan pulang ke rumah - Jumlah anak ke sekolah. - Pendapatan Orang tua - Biaya perjalanan - Jarak perjalanan ke sekolah dan ke rumah - Waktu Tempuh ke sekolah dan ke rumah Sumber data Data sekunder dan data primer dan studi literatur Analisis 1. Validitas dan reliabilitas data. 2. Model analisis linear berganda metode Stepwise uji asumsi regresi 3. Analisa perbedaan observasi dan hasil model. 4. Analisa kesesuain Pergerakan kendaraan dengan 20 nama sekolah. 5. Puncak tarikan dan produksi pergerakan kendaran roda dua (motor) dan roda empat (mobil), dilakukan dengan analisis diskriptif dan gambar bantu statistik.

47 2

48 Tabel x. Diskripsi Variabel, Pengukuran, Satuan dan Sumber Konsep variabel Variabel /kode sistem Pengukuran Satuan Sumber Data Pergerakan kendaraan Kendaraan roda dua (motor) (Krdm) Jumlah kendaraan roda dua (sepeda motor) menurunkan siswa di sekolah dan menjemput siswa meningalkan lokasi sekolah Kendaraan per hari Data observasi di sekolah 1 Data Kendaraan roda empat (mobil) (Krem) Jumlah kendaraan roda empat (mobil) menurunkan siswa dan menjemput siswa meninggalkan lokasi sekolah Unit Satuan prasarana Luas total lantai bangunan (LTLB) = X1 Ukuran luas bangunan terlindungi oleh atap, bangunan tak bertingkat dan bertingkat yang dimiliki sekolah Kendaraan per hari Meter persegi Data observasi di sekolah Data Sekunder di Sekolah dan Data Dinas Pendidikan kota Malang Luas total ruang belajar (LTRB) = X2 Ukuran luas total ruang meliputi : kelas, lab, Meter persegi worshop, perpustakaan Luas total ruang kelas (LTRK) = X3 Luas total ruang kelas dalam sekolah Meter persegi Luas total ruang interaksi (LTRI) = X4 Ukuran luas gabungan ruang interaksi dalam Meter persegi sekolah Luas ruang Adm (LRA) = X5 Ukuran gabungan ruang pengelola dan Meter persegi Luas Parkir sekolah (LP) = X6 Luas parkir di dalam dan diluar sekolah Meter persegi Kapasitas kelas (KK) = X7 Jumlah tampung siswa dalam kelas Meter persegi Jumlah ruang kelas (JRK) = X8 Jumlah ruang kelas total di sekolah Meter persegi Luas ruang kelas Luas ruang klas rata rata di sekolah Meter persegi (LRK) = X9 Kelulusan siswa (KS) = X10 Nilai ujian negara rata rata yang dimiliki siswa klas Besaran angka 6 Biaya Operasi se kolah (BOS) = X11 Biaya yang digunakan opersional per tahun rupiah Jumlah siswa Jumlah siswa klas 1 sampai klas 6 orang

49 (JS) = X12 Jumlah Guru pe gawai (JGP) = X13 Jumlah guru dan pegawai di sekolah orang 2

50 1 f. Analisis Data Pada prinsipnya, analisis data tergantung dari jenis penelitian yang dipilih dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Pada umumnya dapat dibedakan antara: 1. Analisis Kualitatif 2. Analisis Kuantitatif Analisis deskriptif lazim digunakan dalam penelitian kualitatif namun juga banyak dipakai dalam penelitian kuantitatif. Analisis diskriptif dapat berupa diskripsi dalam bentuk tabel-tabel, diskripsi tentang fenomena sosial dan sebagainya. Analisis inferensial cenderung digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan menyajikan model-model analisis statistik untuk menguji hipotesis. Data yang dipakai dapat berupa data kuantitatif maupun data kualitatif (pada umumnya dikuantifikasi, misalnya dalam bentuk skala ordinal). Beberapa contoh metode analisis data adalah berikut ini: Contoh 1. Model Analisis Data: (Penelitian Ekonomi Rumah Tangga Petani Sayuran) Untuk mengetahui sistem penyediaan petani terhadap kebutuhan lahan, tenaga kerja dan modal dianalisis dengan statistika deskriptif. Model ekonomi rumah tangga petani sayuran meliputi penggunaan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga, produksi dan pengeluaran konsumsi. a. Penggunaan Tenaga Kerja Dalam Keluarga T KD = a 0 + a 1 W + a 2 T KL + a 3 B B + a 4 P P + a 5O B + a 6P RT + a 7A K + 1 dimana: T KD = penggunaan tenaga kerja dalam keluarga (HOK) W = upah tenaga kerja (Rp/HOK) T KL = penggunaan tenaga kerja luar keluarga (HOK) B B = jumlah penggunaan benih (kg) P P = jumlah penggunaan pupuk (kg) O B = jumlah penggunaan pestisida (lt) P RT = jumlah pendapatan rumah tangga (Rp) A K = jumlah angkatan kerja keluarga (orang) Nilai koefisien regresi yang diharapkan adalah a 1, a 3, a 4, a 5, a 7 0 dan a 2, a 6 0 b. Penggunaan Tenaga Kerja Luar Keluarga

51 2 T KL = b 0 + b 1 T KD + b 2 W + b 3 B B + b 4 P P + b 5 O B + b 6 P RT + 2 dimana: T KL = penggunaan tenaga kerja luar keluarga (HOK) Nilai koefisien regresi yang diharapkan adalah b 3, b 4, b 5, b 6 0 dan b 1, b 2 0 Penggunaan total tenaga kerja merupakan penjumlahan dari penggunaan tenaga kerja dalam dan luar keluarga. Persamaannya dapat dirumuskan sebagai berikut: T KT = T KD + T KL dimana: T KT = penggunaan total tenaga kerja (HOK) Biaya produksi terdiri dari biaya total tenaga kerja, biaya sarana produksi dan biaya lainnya. Biaya tenaga kerja adalah perkalian total tenaga kerja dengan upah tenaga kerja. Biaya sarana produksi adalah penjumlahan dari biaya benih, biaya pupuk dan biaya pestisida. Biaya lainnya adalah biaya-biaya selain biaya tenaga kerja dan biaya sarana produksi. Persamaannya adalah sebagai berikut: B TK = T KT x W B SP = (H B x B B ) + (H P x P P ) + (H O x O B ) + B L B P = B TK + B SP + B L dimana : B TK = biaya tenaga kerja (Rp) B SP = biaya sarana produksi (Rp) B L = biaya lain (Rp) = biaya produksi (Rp) B P c. Produksi Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sayuran adalah luas lahan garapan, jumlah penggunaan benih, pupuk, obat-obatan, total tenaga kerja, dan pengalaman berusahatani. Lazimnya variabel produksi menggunakan satuan fisik seperti kilogram. Namun karena komoditas yang diteliti terdiri dari beberapa tanaman, maka variabel produksi didekati dengan nilai produksi total sayuran. Persamaannya adalah sebagai berikut: P R = c 0 + c 1 L + c 2 B B + c 3 P P + c 4 O B + c 5 T KT + c 6 P G + 3 dimana: P R = produksi sayuran (Rp) L = luas lahan garapan (ha) P G = pengalaman berusahatani (th) Nilai koefisien regresi yang diharapkan c 1, c 2, c 3, c 4, c 5, dan c 6 0

52 3 d. Pendapatan P UT = P R - B P P RT = P UT + P LT Notasi: P UT = jumlah pendapatan usahatani sayuran (Rp) P RT = jumlah pendapatan rumah tangga (Rp) P LT = jumlah pendapatan luar usahatani sayuran (Rp) P R = produksi sayuran (Rp) B P = biaya produksi (Rp) e. Pengeluaran Konsumsi K S = d 0 + d 1 P RT + d 2 A KL + 4 dimana: K S = jumlah pengeluaran konsumsi (Rp) A KL = jumlah anggota keluarga (orang) Nilai koefisien regresi yang diharapkan adalah d 1, d 2 0 Untuk mengetahui keterkaitan antara penggunaan tenaga kerja, produksi dan pengeluaran konsumsi yang dijelaskan melalui variabel-variabel yang terdapat pada masing-masing fungsi dirumuskan dengan model persamaan simultan. Proses identifikasi ditentukan atas dasar kondisi tingkat (order condition) dan kondisi rank (rank condition) (Supranto, 1983; Sudrajat, 1984 dan Gujarati, 1988). Suatu persamaan simultan yang diidentifikasi dengan order condition, haruslah memenuhi syarat: K - k lebih besar dari m 1, sedangkan rank condition ditentukan dari determinan turunan persamaan struktural yang nilainya tidak sama dengan nol. Rumus order condition adalah sebagai berikut: K-k m 1 dimana: K = Jumlah variabel eksogen dalam gugus model k = jumlah variabel eksogen dalam persamaan tertentu m = jumlah variabel endogen dalam persamaan tertentu Kriteria: K k = m 1 ; persamaan disebut tepat dikenal (just identified atauexactly identified). K k m 1 ; persamaan disebut terlampau dikenal (over dentified). K k m 1 ; persamaan disebut terlampau tidak dikenal (under identified). Nilai Tukar Petani didefinisikan sebagai nisbah antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar petani (Rachmat, 2000). Harga yang diterima petani dirumuskan sebagai berikut:

53 4 H T = a 1 PT 1 + a 2 PT 2 + a 3 PT 3 + a 4 PT 4 + a 5 PT 5 Atau H T = a i PT i Dimana: H T = harga yang diterima petani PT 1 = harga wortel PT 2 = harga kubis PT 3 = harga kentang PT 4 = harga bawang pre PT 5 = harga bawang merah a 1, a 2, a 3, a 4 dan a 5 = masing-masing adalah pembobot dari wortel, kubis, kentang, bawang pre dan bawang merah, yaitu menggunakan nilai produksinya. Harga yang dibayar petani dirumuskan sebagai berikut: H B = b 1 PB 1 + b 2 PB 2 + b 3 PB 3 + b 4 PB 4 + b 5 PB 5 Atau H B = b i PB i Dimana: H B = harga yang dibayar petani PB 1 = harga makanan PB 2 = harga perumahan PB 3 = harga pakaian PB 4 = harga aneka barang dan jasa PB 5 = biaya produksi b 1, b 2, b 3, b 4 dan b 5 = masing-masing adalah pembobot dari makanan, perumahan, pakaian, aneka barang dan jasa, serta biaya produksi, yaitu menggunakan nilai pembeliannya. Nilai Tukar Petani merupakan rasio antara harga yang diterima petani sayuran dengan harga yang dibayar petani sayuran. NTP = HT / HB Dimana: NTP = Nilai tukar petani sayuran. Analisis Data (Penelitian Peranan Organisasi Wanita) Sebagaimana umumnya penelitian kualitatif, maka analisis data dilakukan sepanjang berlangsungnya penelitian ini. Secara bertahap, penelitian ini menggunakan 3 jenis teknik analisis data, yaitu: analisis komparasi secara konstan (Constant Comparative Analysis), analisis dengan matriks pengelompokan konsep (Conceptually Clustered Matric), dan analisis Advocacy Coalition Framework (ACF).

54 5 Contoh 2. Teknik Analisa Data (Penelitian Peranan institusi lokal dalam penanggulangan kemiskinan) Pada penelitian kualitatif, analisa data dilakukan sejak awal dan sepanjang proses penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini digunakan analisa data kualitatif dari ( Miles dan Huberman, 1992 ) dengan prosedur sebagai berikut : 1. Reduksi Data Data yang diperoleh di lokasi penelitian ( data lapangan ) dituangkan dalam uraian atau laporan yang lengkap dan terinci. Laporan lapangan oleh peneliti direduksi, dirangkum dan dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, kemudian dicari polanya. Selama pengumpulan data berlangsung diadakan tahap reduksi data selanjutnya dengan jalan membuat ringkasan, mengkode, menelusuri pola, membuat gugus-gugus dan menulis memorandum teoritis. 2. Penyajian Data Penyajian data dimasudkan agar memudahkan peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari peneliti. Data dapat disajikan dalam bentuk matriks, peta atau uraian naratif. 3. Menarik Kesimpulan/ Vertifikasi Vertifikasi data dalam penelitian kualitatif juga dilakukan secara terus-menerus selama penelitian berlangsung. Sejak awal memasuki lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari makna dari data yang dikumpulkan,

55 Non-Mainstream Pada dasarnya bentuk penulisan proposal penelitian disertasi yang menggunakan pendekatan non-mainstream ini jauh lebih bebas dan fleksibel bila dibandingkan dengan pendekatan mainstream. Bentuk yang dipaparkan di bawah ini adalah salah satu variasi dari banyak model yang mungkin dapat dibuat oleh penulis. Oleh karena itu, bentuk yang disajikan di bawah ini bukan merupakan bentuk baku, tetapi hanya merupakan ilustrasi atau rambu-rambu yang dapat dijadikan rujukan bagi penulis untuk berkreasi membuat bentuk sendiri secara sistematis dan rasional. Ilustrasi dasar dari bentuk penulisan proposal penelitian tesis tersebut adalah sebagai berikut: Bab 1: Pendahuluan. Isi dari bab ini meliputi: 1. Posisi penelitian yang akan dilakukan saat ini di antara penelitian sebelumnya. 2. Berbagai reasoning yang menjastifikasi bahwa penelitian ini perlu dan penting untuk dilakukan. 3. Kontribusi yang akan diberikan oleh penelitian ini pada ilmu pengetahuan. 4. Identifikasi dan perumusan masalah. 5. Tujuan penelitian. Bab 2: (judul bab ini bebas, sepenuhnya tergantung pada kreativitas penulis untuk memberi judul). Contoh bab ini berisi: Metodologi Penelitian, yang meliputi: 1. Asumsi filosofis dari penelitian yang akan dilakukan. 2. Diskripsi kritis tentang Teori (dari disiplin ilmu pengetahuan yang berbeda dengan yang sedang diteliti saat ini) yang akan digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian yang akan dilakukan (catatan: Teori ini dapat juga ditulis dalam Bab tersendiri, misalnya di Bab untuk menjelaskan secara lebih rinci). 3. Berbagai alasan mengapa Teori tersebut digunakan sebagai alat analisis. Metode Penelitian, yang meliputi: 1. Unit of analysis. Menjelaskan dan memberikan berbagai alasan mengapa unit of analysis ini yang dipilih dalam penelitian yang akan dilakukan saat ini. 2. Teknik koleksi data. Menjelaskan dan memberikan berbagai alasan mengapa teknik-teknik tertentu digunakan dalam mengoleksi data, termasuk penentuan informan dan karakternya. 3. Teknik analisa data. Menjelaskan bagaimana Teori di atas (dari disiplin ilmu pengetahuan yang berbeda dengan yang sedang diteliti saat ini) digunakan untuk menganalisis data yang sudah dikumpulkan.

56 7 BAB VII BAGIAN AKHIR PROPOSAL PENELITIAN Bagian akhir dari proposal penelitian disertasi adalah lampiran. Lampiran merupakan dokumen tambahan yang ditambahkan (dilampirkan) ke dokumen utama. Lampiran dapat ditemukan dalam surat maupun dalam dokumen yang berupa buku. Lampiran buku biasanya berisi data-data tambahan yang mungkin terlalu banyak bila disertakan pada teks utama (misalnya tabel data hasil penelitian) atau penjelasan lebih lanjut mengenai topik tertentu dalam buku (misalnya penurunan rumus matematika). Lampiran buku juga dapat berisi teks maupun gambar. Lampiran memuat data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang disajikan pada bagian utama proposal penelitian tesis. Lampiran dapat berupa: contoh perhitungan, kuesioner, uraian metode analisis, gambar, foto, peta, data penunjang, dan lain-lain.

57 8 BAB VIII CARA MENGUTIP PUSTAKA DAN MENULIS DAFTAR PUSTAKA Dalam bab ini, akan dikemukakan mengenai cara menulis daftar pustaka, dan cara menulis kutipan yang dicantumkan dalam teks. Ada dua cara kutipan pustaka yang dicantumkan dalam teks, yaitu (1) kutipan berupa kalimat yang disajikan dalam teks, dan (2) kutipan pustaka yang disajikan sebagai catatan kaki Cara Menulis Daftar Pustaka Daftar pustaka disajikan pada halaman baru, dengan judul daftar pustaka diketik dengan huruf kapital dan diletakkan di sisi halaman sebelah kiri di halaman. Program Doktor Pascasarjana Ilmu Perikanan dan Kelautan menetapkan penulisan daftar pustaka dengan urutan penyajian sebagai berikut: 1. Nama pengarang diakhiri dengan titik (.) 2. Tahun publikasi diakhiri dengan titik (.) 3. Judul artikel atau judul buku yang diakhiri dengan tanda koma (,) dan 4. Penerbit. Pustaka yang dicantumkan dalam daftar pustaka seharusnya sumber penulisan yang diacu oleh penulis, yang ditunjukkan sitasi yang dicantumkan dalam teks. Variasi dalam penulisan karena ada perbedaan dalam sumber pustaka yang dipakai, yaitu: buku teks, artikel jurnal ilmiah, hasil-hasil penelitian berupa laporan hasil penelitian, atau tesis. 8.2.Penulisan Nama Pengarang Dalam Daftar Pustaka Nama pengarang yang ditulis dalam teks hanya nama keluarga. Daftar pustaka berisi semua pustaka yang digunakan penulis dalam menulis tesis. Beberapa contoh menulis daftar pustaka sebagai berikut: a. Pustaka berupa majalah (jurnal asing atau bahasa Indonesia/buletin) Nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah, volume, nomer majalah dan nomer halaman dimana tulisan itu dimuat. Contoh Pustaka dari Jurnal: Lecomte, N.B.; J.F. Zayas, and C.L., Kastner, Soya proteins: Functional and Sensory Characteristics Pedoman Improved Penulisan in Proposal Comminuted Disertasi Meats, J. Food Sci. 58 (3): 464 Program - Doktor 466. Ilmu Perikanan & Kelautan Universitas Brawijaya

58 9 b. Pustaka berupa buku teks Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, nomer edisi, nama penerbit dan kota tempat penerbit. Contoh Pustaka dari buku teks: Salunke, D.K. and B.B. Desai Post Harvest Biotechnology of Fruit and Vegetables. First edition. CRC Press. Inc. Cleveland Ohio. p c. Pustaka berupa prosiding (kumpulan beberapa makalah) Nama pengarang makalah, tahun penerbitan, judul makalah, nama editor, judul prosiding, nama penerbit, kota tempat penerbit dan nomer halaman dimana tulisan itu dikutip. Contoh Pustaka dari prosiding: Zagory, D. D. and A.A. Kader, Long term Storage of Early Gold and Shinko Asian Pears in Low Oxygen Atmospheres in J.K., Fellman (ed.), Proc. Fifth Intl. Controlled Atmospheres Res. Conf., Wenatchee, Wash. p d. Pustaka berupa abstrak Contoh: Ohmiya, Y., T. Hirano, M. Ohashi The Structural Origin of the Color Differences in the Bioluminescence of Firefly Luciferase. Abstracts FEBS Letters 381 (1): Pengutipan pustaka dari internet hanya diperkenankan apabila dari sumber yang jelas berupa nama pengarang, majalah dan atau penerbit. e. Pustaka berupa buku teks terjemahan Contoh: Fukuoka, M The One Straw Revolution. An Introduction to Natural Farming, L. Korn. (editor), First Edition Rodale Press. Inc. H. Soedarwono (penterjemah) Revolusi Sebatang Jerami. Pengantar Menuju Pertanian Alami. Edisi Pertama. Yayasan Obor Pedoman Indonesia. Penulisan Proposal Jakarta. Disertasi

59 10 f. Pustaka berupa buletin dimana nama penulis adalah instansi, tidak ada nomor halaman. Contoh: UNEP, United National Environment Program: Environmental Data Report, Blackwell Publishers, Oxford, UK. n.p. g. Pustaka berupa surat kabar dengan halaman terpisah Contoh: Pratikto, W.A Pengelolaan Kelautan Berbasis Pengetahuan. Harian Umum Republika, 18 Maret hal. 4. h. Pustaka berupa buku teks tidak ada nama pengarang Contoh: Biro Pusat Statistik Survey Pertanian Produksi Buahbuahan di Indonesia. Jakarta. h i. Pustaka yang diambil dari internet selain jurnal Apabila tidak tertera tahun maka tanggal pengambilan harus dicantumkan. Witherspoon, A.M. and R. Pearce Nutrient and multispecies criteria standard for the Chowan River, North Carolina. Report No May, 28, Jurnal yang diambil dari internet cara penulisan seperti point 8.2. a. Beberapa contoh penulisan pustaka adalah: 1. Journal of Horticultural Science Fisher, K.J., Specific ion effects of certain excess soluble salts on the growth and development of glasshouse tomatoes grown in nutrient culture. J. Hort. Sci. 42: Australian Journal of Exp. Agric. Animal Husbandry

60 11 Russell, J.S., Nitrogen content of wheat grain as an indication of potential yield response to nitrogen fertilizer. Aust. J. Exp. Agric. Anim. Husb. 4: Soil Science Society of America Proceeding Stewart, B.A., and C.J. Whitfield, Effects of crop residue, soil temperature, and sulfur on the growth of winter wheat. Soil Sci. Soc. Am. Proc. 29: Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam disertasi dan disusun ke bawah menurut abjad nama akhir dari penulis pertama. Selanjutnya tentang penulisan nama, diatur sebagai berikut: 1. Nama orang Indonesia, jika lebih dari satu nama, maka nama terakhir yang ditulis atau nama yang biasa dikenal dalam publikasi ilmiah yang ditulis. Contoh Muhammad Sudomo ditulis Sudomo, M.; Franciscus G. Winarno ditulis Winarno, F.G. Apabila rangu-ragu boleh ditulis lengkap. 2. Nama orang barat, nama keluarga terletak pada kata sebelah belakang. Misalnya: James Stewart ditulis Stewart, J. 3. Jika nama Cina terdiri dari tiga kata yang terpisah, maka kata yang pertama adalah menunjukkan nama keluarga. Contoh: Gan Koen Han ditulis Gan, K.H. 4. Jika nama Cina terdiri dari tiga kata dengan dua kata memakai garis penghubung, maka kedua kata yang dihubungkan adalah nama diri (bukan nama keluarga). Sebagai contoh Hwa-wee Lee ditulis Lee, H. 5. Judul buku diketik tegak setiap kata (bukan kata sambung) diawali huruf besar. 6. Judul artikel di Jurnal diketik (tegak atau normal) dan huruf besar hanya diawali judul. 7. Judul tesis diketik miring (italik) dan diawali kalimat huruf besar. 8. Nama jurnal diketik miring (italik), nomer volume diketik tebal, nomor jurnal diketik dalam kurung, nomer halaman diketik titik dua (:). Contoh: Hidrobiologia 15 (4): Halaman untuk buku teks tidak diketik, sedang untuk artikel dalam buku teks diketik setelah nama editor (Ed) atau editor (eds) untuk jurnal. 10. Pengetikan baris ke dua dalam penulisan pustaka masuk ke dalam 1,5 cm. Kutipan Pustaka yang Disajikan dalam Teks Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya menetapkan penulisan pustaka dalam teks mengikuti cara nama dan tahun, tahun ditaruh dalam kurung. Nama pengarang yang ditulis dalam teks hanya nama keluarga.

61 12 Contoh: Kader (1991) melaporkan..... Berdasarkan penelitian Tarwiyanto (1990) diperoleh fakta... Syarat mutu komoditas sirup yang dipakai dalam penelitian adalah... (Sentono, 1994). Nama pengarang yang terdiri atas dua orang atau lebih, ditulis nama belakang. Contoh: Irizarry et al. (1975). Bila pustaka yang dikutip ditulis dua orang, kedua nama tersebut ditulis lengkap. Bilamana pustaka yang dikutip ditulis oleh tiga orang, nama dari semua (tiga) penulis itu dicantumkan semua pada saat kutipan itu dimuat pertama kali dalam teks, untuk penulisan selanjutnya nama pengarang ke dua dan ke tiga tidak perlu dicantumkan, diganti dengan singkatan dkk atau et al., misalnya: Kader, et al. (1991). Bila pustaka ditulis oleh empat orang atau lebih ditulis: Slamet Apriyanto, dkk. (1992) atau Wills, et al. (1991). Penulis dapat mengutip hasil penelitian atau pendapat dari peneliti yang tercantum dalam pustaka penulis lainnya. Kutipan paling banyak lima buah. Cara mengutip pendapat penulis yang tercantum dalam pustaka lain. Contoh: 1. Biale (1984) dalam Asrofi (1986) mengemukakan Model pemasaran... (Biale, 1984 dalam Asrofi, 1986) Kutipan yang Disajikan dalam Catatan Kaki Ada dua macam catatan kaki yaitu: berdasarkan (1) isi dan (2) rujukan suatu pustaka. Catatan kaki berdasarkan isi mengandung informasi penting yang menurut penulis, tetapi jika ditulis dalam teks isinya terlalu panjang atau mengganggu alur cerita teks. Catatan kaki berdasarkan rujukan suatu pustaka, tetapi tidak memenuhi syarat untuk dituliskan dalam daftar pustaka. Teks dan catatan kaki dipisahkan oleh garis dari batas sisi kiri halaman. Catatan kaki ditulis dalam bentuk paragraf yang diketik dengan jarak antar kalimat satu spasi, dan jarak antar catatan kaki dua spasi. Catatan kaki harus diketik pada halaman yang sama dengan teks di mana catatan kaki itu disitir. Gunakan Ibid, bila catatan kaki menunjuk catatan kaki yang sama dengan catatan kaki sebelumnya. Judul buku diketik miring. Contoh catatan kaki dari sumber buku teks: 3 R.M. Dowben, "Cell Biology", Harper and Row, Publishers, New York, Evanston, San Francisco and London, 1971, pp Ibid. p. 95.

62 13 Gunakan op.cit, bila catatan kaki yang disitir telah diselingi oleh catatan kaki yang lain. Contoh : 5 P.D. Pages, SEARCA Bulletin 2:102 (1971). 6 E.B. Pantastico, UP College of Agriculture Monthly Bulletin, 36(8):3. 7 Pages, op. cit. p.4. Daftar pustaka maksimum tiga halaman diketik 1.0 spasi, font size 11, huruf Arial.

63 14 BAB IX CARA PENULISAN TABEL, GAMBAR, LAMBANG, SATUAN, SINGKATAN, DAN CETAK MIRING 9.1. Tabel Suatu tabel tertentu harus dapat dimuat dalam satu halaman dan tidak boleh dipisah dan dilanjutkan di halaman berikutnya. Oleh karena itu tabel yang disajikan bersama dengan teks, jangan terlalu kompleks. Dalam keadaan tertentu, huruf dapat diperkecil. Tabel yang disajikan harus tabel yang dibahas, bilamana tidak dibahas dalam teks tetapi perlu, cantumkan di lampiran. Tabel dalam teks yang disertai dengan nomer tabel, harus diketik dengan huruf "t" kapital, seperti contoh pada Tabel 1. Judul tabel, teks dalam lajur kolom harus mudah dimengerti langsung dari keberadaan tabel, tanpa harus melihat keterangan lain dalam teks diluar tabel. Untuk itu jangan menggunakan kode atau simbol dalam lajur kolom tabel yang berisi jenis variabel atau perlakuan yang dipakai dalam penelitian. Tabel harus dapat dimengerti isinya dengan baik, tanpa perlu membutuhkan bantuan keterangan tambahan lain di luar tabel. Bilamana terpaksa ada singkatan yang tidak lazim, sajikan keterangan dari singkatan di bawah tabel. Tabel yang dikutip dari pustaka, juga dicantumkan nama penulis dan tahun publikasi dalam tanda kurung. Jarak antara baris dalam judul tabel diketik satu spasi dan tidak diakhiri dengan titik. Contoh tabel pada Lampiran Gambar Gambar meliputi grafik, diagram, monogram, foto, peta. Pembuatan grafik, monogram disarankan menggunakan komputer, dengan memakai simbol yang jelas maksudnya. Grafik dapat dibuat dengan mencontoh grafik sejenis dalam jurnal ilmiah terbaru. Diusahakan grafik yang ditampilkan sudah mampu menjelaskan data atau informasi maksud dicantumkannya grafik tersebut, tanpa harus melihat dalam teks lain. Gambar dalam teks harus diketik dengan huruf "g" kapital, seperti contoh pada Gambar 1 di Lampiran 11. Nomer urut dan judul gambar diketik di bawah gambar dua spasi dibawahnya. Jarak antara baris dalam judul gambar diketik satu spasi.

64 15 Foto ditampilkan sedemikian rupa agar jelas maksudnya. Latar belakang foto sebaiknya kontras dengan obyek foto. Sebelum obyek foto dipotret, letakkan penggaris disamping obyek foto, bila diinginkan agar pembaca mudah memahami panjang dari obyek foto, atau nyatakan skala dari obyek foto tersebut. Misalnya: skala 1:100 kali. Letakkan koin uang logam Rp 100,- atau penggaris disamping obyek foto, sebelum foto dipotret untuk memudahkan pembaca dalam memahami diameter obyek foto Lambang, Satuan dan Singkatan Lambang untuk variabel penelitian dipakai untuk memudahkan penulisan variabel tersebut dalam rumus dan pernyataan aljabar lainnya. Penulisan lambang atau simbol sebaiknya menggunakan simbol dalam fasilitas program perangkat lunak komputer seperti program Microsoft Word. Pilihlah lambang yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu saudara. Cara menulis rumus matematik diusahakan dalam satu baris. Apabila hal ini tidak memungkinkan, cara pengetikan harus sedemikan rupa, sehingga formula dan rumus matematik dapat dimengerti dengan mudah. Lambang diketik dengan huruf abjad Latin dan abjad Yunani. Satuan dan singkatan yang digunakan adalah yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu masing-masing. Ikuti beberapa contoh dibawah ini: 25 o C; g; mg; 10 g ml -1 atau 10 g/ml; 50%; 10 ppm; 1.5 N larutan H2SO4; L; kg; ton; kw; o Brix; o Baume; mg O2/kg/jam; atau mg O2 Kg -1 jam Cetak Miring Huruf yang dicetak miring untuk menyatakan istilah asing, misalnya: et al.; Ibid; op. cit.; curing; starter; trimming; dummy. Penulisan spesies diketik dengan huruf miring (Rhizopus oryzae), sedangkan genus/famili diketik dengan huruf tegak.

65 16 BAHAN BACAAN Alwi, Hasan dan Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Amirin, Tatang M Menyusun Rencana Penelitian. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan praktek. Penerbit Rineka Cipta, Yogyakarta. Armstrong, R. L. (1974). Hypotheses: Why? When? How? Phi Delta Kappan, 54, Basalamah, Anies S. Metode Riset untuk Mahasiswa Bisnis. Jakarta: Usaha Kami, Bauer, Henry H., Scientific Literacy and the Myth of the Scientific Method, University of Illinois Press, Champaign, IL Botha, M.E. (1989), "Theory Development in Perspective: The Role of Conceptual Frameworks and Models in Theory Development", Journal of Advanced Nursing 14(1), Box, Joan Fisher (1978). R.A. Fisher, The Life of a Scientist. New York: Wiley. p Castetter, William B. dan Heisler, Richard S Developing and Defending A Dissertation Proposal. Fourth Edition. Graduate School of Education, University of Pennsylvania, Philadelphia, Pennsylvania. Cohen, Jacob (December 1990). "Things I have learned (so far)". American Psychologist 45 (12): doi: / x ISSN X. Creswell, J. W. (1994). Research design: Qualitative & quantitative approaches. Thousand Oaks, CA: Sage. Departemen Pendidikan Nasional dan Badan Akreditasi Nasional, Pedoman Pengajuan Usulan Akreditasi Jurnal Ilmiah Tahun Mei Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Surat No. 3931/D/T/2001. Persyaratan Penulisan Artikel di Jurnal Ilmiah Terakreditasi untuk Kenaikan Jabatan Dosen. 26 Desember Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Surat No. 3298/D/T/99. Upaya Pencegahan Tindakan Plagiat. 29 Desember Dewey, John. (1938). Logic: The Theory of Inquiry. New York: Hold Rinehart and Winston. Emory, C. William dan Donald R. Cooper, Business Research Methods. Edisi ke-4. Homewood, Il.: Richard D. Irwin, Inc. Fisher, Sir Ronald A. (1956). "Mathematics of a Lady Tasting Tea". in James Roy Newman. The World of Mathematics, volume 3.

66 17 q=%22mathematics+of+a+lady+tasting+tea%22&sig=8-nqlclzrhov0wjfwa0egspsnu.. Fraenkel, J. R. & Wallen, N. E. (1990). How to design and evaluate research in education. New York: McGraw-Hill. Gigerenzer, Gerd (2004). "Mindless statistics". The Journal of Socio- Economics 33 (5): Guba, E. G Elements of a proposal. Paper presented at the UCEA meeting, Chapel Hill, NC. Harlow, Lisa Lavoie; Stanley A. Mulaik; James H. Steiger (1997). What If There Were No Significance Tests?. Mahwah, N.J.: Lawrence Erlbaum Associates Publishers. ISBN Ioannidis, John P. A. (August 2005). "Why most published research findings are false". PLoS Med. 2 (8): e124. doi: /journal.pmed PMID Jones LV, Tukey JW (December 2000). "A sensible formulation of the significance test". Psychol Methods 5 (4): doi: / x PMID journals/met/5/4/411. Kaplan, Abraham. (1964). The Conduct of Inquiry: Methodology for Behavioral Science. Scranton, PA: Chandler Publishing Co. Kerlinger, F. N. (1979). Behavioral research: A conceptual approach. New York: Holt, Rinehart, & Winston. Krathwohl, D. R. (1988). How to prepare a research proposal: Guidelines for funding and dissertations in the social and behavioral sciences. Syracuse, NY: Syracuse University Press. Lehmann E.L Introduction to Neyman and Pearson (1933) On the Problem of the Most Efficient Tests of Statistical Hypotheses. In: Breakthroughs in Statistics, Volume 1, (Eds Kotz, S., Johnson, N.L.), Springer-Verlag. ISBN (followed by reprinting of the paper) Lehmann, E.L.; Joseph P. Romano Testing Statistical Hypotheses (3E ed.). New York: Springer. ISBN Locke, L. F., Spirduso, W. W., & Silverman, S. J. (1987). Proposals that work: A guide for planning dissertations and grant proposals (2nd ed.). Newbury Park, CA: Sage. Loftus, G.R. (1991). "On the tyranny of hypothesis testing in the social sciences". Contemporary Psychology 36: Marshall, C., & Rossman, G. B Designing qualitative research: Newbury Park, CA: Sage. McCloskey, Deirdre The Cult of Statistical Significance. Ann Arbor: University of Michigan Press. ISBN Morris Cohen and Ernest Nagel (1934) An introduction to logic and scientific method p New York: Harcourt, Brace, and Company.

67 18 Neyman, J., Pearson, E.S. (1933) On the Problem of the Most Efficient Tests of Statistical Hypotheses. Phil. Trans. R. Soc., Series A, 231, Shavelson, R. J. (1988). Statistical reasoning for the behavioral sciences (second edition). Boston: Allyn and Bacon. Shields, Patricia (1998). "Pragmatism as a Philosophy of Science:A Tool for Public Administration," Research in Public Administration. Volume 4: Shields, Patricia and Hassan Tajalli (2006), "Intermediate Theory: The Missing Link in Successful Student Scholarship," Journal of Public Affairs Education 12(3): txstate.edu/ polsfacp/39/ Supranto, J., Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran. Edisi 4., Jakarta: Lembaga Penerbitan FEUI, Wallace, Brendan; Alastair Ross (2006). Beyond Human Error. Florida: CRC Press. ISBN Weiss, Neil A. (1999). Introductory Statistics (5th ed.). Reading, Mass.: Addison Wesley isbn= p Wiersma, W. (1995). Research methods in education: An introduction (Sixth edition). Boston: Allyn and Bacon. Wilkinson, A. M. (1991). The scientist s handbook for writing papers and dissertations. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

68 19 LAMPIRAN-LAMPIRAN

69 20 Lampiran 1. Contoh Sampul Luar Proposal Penelitian Disertasi KUALITAS AGAR RUMPUT LAUT Gracillaria verrucosa (HUDSON) PAPENFUS PADA KOMPOSISI PUPUK VERMICOMPOST, CARBON, NITROGEN DAN FOSFOR YANG BERBEDA PROPOSAL DISERTASI Oleh: NAMA NIM PROGRAM STUDI MINAT. PROGRAM DOKTOR PASCASARJANA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA M A L A N G 2016

70 21 Lampiran 2. Contoh Sampul Dalam Proposal Penelitian Disertasi KUALITAS AGAR RUMPUT LAUT Gracillaria verrucosa (HUDSON) PAPENFUS PADA KOMPOSISI PUPUK VERMICOMPOST, CARBON, NITROGEN DAN FOSFOR YANG BERBEDA PROPOSAL DISERTASI Oleh: NAMA NIM PROGRAM STUDI MINAT. PROGRAM DOKTOR PASCASARJANA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA M A L A N G 2016

71 22 Lampiran 3. Contoh Halaman Pengesahan Proposal Penelitian Disertasi KUALITAS AGAR RUMPUT LAUT Gracillaria verrucosa (HUDSON) PAPENFUS PADA KOMPOSISI PUPUK VERMICOMPOST, CARBON, NITROGEN DAN FOSFOR YANG BERBEDA PROPOSAL TESIS Oleh: Nama Mahasiswa :.. NIM :.. Program Studi :.. Minat :.. Menyetujui KOMISI PEMBIMBING Ketua Ttd ( ) Anggota Ttd (...) Anggota Ttd (..) Mengetahui Ketua Program Studi.. Ttd ( ) PROGRAM DOKTOR PASCASARJANA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA M A L A N G 2016 M A L A N G

72 23 Lampiran 4. Contoh Halaman Identitas Tim Penguji Proposal Penelitian Disertasi IDENTITAS TIM PENGUJI JUDUL DISERTASI : Bioakumulasi dan Eliminasi Logam Timbal Terhadap Kerang Corbicula javanica di Sungai Maros Sulawesi Selatan Nama Mahasiswa : Erni Indrawati N I M : Program Studi : Ilmu Perikanan dan Kelautan Minat : Pengelolaan Pesisir dan Laut DOSEN PROMOTOR : Promotor : Prof. Dr. Ir. Diana Arfiati, MS Ko-Promotor I : Prof.Ir. Marsoedi, Ph.D Ko-Promotor II : Prof. Dr. Ir. Endang Yuli Herawati, MS DOSEN PENGUJI : Dosen Penguji 1 : Prof. Dr. Ir. Sri Andayani, MS Dosen Penguji 2 : Drs. Setijono Samino, M.Si, D.Sc Dosen Penguji 3 : Dr. Ir. Muhammad Farid Samawi, M.Si Dosen Penguji 4 : Prof. Dr. Agr. Mohammad Amin, S.Pd, M.Si Tanggal Ujian : 14 Agustus 2015

73 24 Lampiran 5. Contoh Pernyataan Orisinalitas Proposal Penelitian Disertas PERNYATAAN ORISINALITAS PROPOSAL PENELITIAN DISERTASI Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam naskah Proposal Penelitian Disertasi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah Proposal Penelitian Disertasi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur jiplakan tesis, saya bersedia Disertasi (DOKTOR) dibatalkan, serta diproses sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku (UU No. 20 Tahun 2003, pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). Malang, Agustus 2015 Mahasiswa Materai Rp 6.000,- 1 Ttd ERNI INDRAWATI NIM Materai asli hanya satu saja yang lain dapat dicopy.

74 25 Lampiran 6. Contoh Kata Pengantar KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim Puji dan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya sehingga penulisan disertasi dengan judul BIOAKUMULASI DAN ELIMINASI LOGAM TIMBAL PADA KERANG Corbicula javanica DI SUNGAI MAROS SULAWESI SELATAN dapat diselesaikan dan merupakan salah satu syarat pada Program Doktor Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Disertasi ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu Tahap Pertama adalah Analisis akumulasi logam Timbal pada air, sedimen dan kerang C. javanica di sungai Maros; Tahap Kedua adalah Biokonsentrasi logam Timbal pada kerang C. javanica; dan Tahap Ketiga adalah Eliminasi logam Timbal pada kerang C. javanica. Penelitian tahap pertama menggunakan metode survei, sedangkan penelitian tahap kedua dan tahap ketiga menggunakan metode eksperimental. Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapi masih dirasakan banyak kekurang tepatan, oleh kerena itu penulis mengharapkan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat. Malang, Agustus 2015 Penulis

75 26 Lampiran 7. Contoh Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... IDENTITAS TIM PENGUJI... RIWAYAT HIDUP PENULIS... UCAPAN TERIMAKASIH... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i ii iii iv v vi vii viii I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... 4 II. KAJIAN PUSTAKA Kajian Teori Bank umum syari ah Perilaku Konsumen Keputusan Meminjam Strategi Hubungan Perilaku Konsumen, Keputusan Meminjam,... Kepuasan konsumen dengan Strategi Pemasaran Penelitian Terdahulu III. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS IV. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Populasi dan Sampel Definisi Operasional Variabel Pengukuran Variabel Metode Pengambilan dan Pengumpulan Data Teknik Analisis DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

76 27 Lampiran 8. Contoh Daftar Tabel DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil Tabel 2. Goodness-Of-Fit Indices Tabel 3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 4. Evaluasi Kriteria Goodness-of-Fit Overall Model Tahap Awal Tabel 5. Evaluasi Kriteria Goodness-of-Fit Tahap Akhir Tabel 6. Efek Langsung, Efek Tidak Langsung, Efek Total Tabel 7. Regression Weights Tabel 8. Hasil Pengujian Hipotesis

77 28 Lampiran 9. Contoh Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Gambar 2. Industry Life Cycle Gambar 3. Kerangka Konseptual Gambar 4. Diagram Alur Penelitian Gambar 5. Structrural Equation Model Penelitian Tahap Awal Gambar 6. Structrural Equation Model Penelitian Tahap Akhir Gambar 7. Diagram Jalur Hubungan Kausal Stimuli Pasar, Stimuli Non Pasar, dan Karakteristik konsumen terhadap Strategi Pemasaran dan Keputusan Meminjam pada Bank Umum Syari ah

78 29 Lampiran 10. Contoh Tabel Tabel 1. Perkembangan Bobot Kering Tanaman Pak Choi pda Berbagai Perlakuan Periode Tanam I dan II (Sutikno 2003) Bobot Kering (g/tanaman) Perlakuan 9 HST 16 HST 23 HST 30 HST T.1 T.II T.I T.II T.I T.II T.I P bc d ab P abc abc P abc bc ab P c abc c P bc cd a P ab a abc P abc d ab P c bc bc P a ab P a ab bc Uji Duncan 5% tn tn tn tn Keterangan : Bilangan yang didampingi huruf berbeda pada kolom yang sama menunjukkan adanya perbedaan di antara perlakuan P1= Anorganik diberikan satu kali, P2= Anorganik diberikan dua kali, P3= Kotoran ayam diberikan satu kali, P4= Kotoran ayam diberikan dua kali, P5= Kotoran sapi diberikan satu kali, P6= Kotoran sapi diberikan dua kali, P7= Azolla diberikan satu kali, P8= Azolla diberikan dua kali, P9= Kascing diberikan satu kali, P10= Kascing diberikan dua kali. T.I=Tanam pertama, T.II= Tanam kedua, tn= tidak nyata.

79 30 Lampiran 11. Contoh Grafik 1 Total Karotene (mg/100gr) Pepaya besar BNT 5% Pepaya kecil Skor Kulit Buah Keterangan : 1 = Hijau; 3 = Hijau = Kuning; 4 = Kuning > hijau; 5 = Kuning = Kuning + Penyimpanan 2 hari; = Kuning + Penyimpanan 4 hari = Kuning + Penyimpanan 6 hari; = Kuning + Penyimpanan 8 hari Gambar 1. Total Karoten (mg/100 g) dari pepaya ukuran kecil dan besar selama penyimpanan pada 20 o C

80 31 Lampiran 12. Contoh Daftar Pustaka pada Proposal Disertasi DAFTAR PUSTAKA Aggarwal, Rajesh K. dan Tarik Yousef, Islamic Banks and investment financing, Journal of Money, Credit, and Banking, Feb, hal Almossawi, Mohammed, Bank Selection Criteria Employed By Collage Students In Bahrain: An Empirical Analysis, International Journal of Bank Marketing, 19/3, hal Almossawi, Mohammed dan Saad A. Metawa, Banking behavior of Islamic bank customers: perspectives and implications. International Journal of Bank Marketing. Volume 16 No Andrade, Gregor dan, Steven N. Kaplan. 1998, How Costly is Financial Not Economic Distress? Evidence from Highly Leveraged Transactions that Became Distressed, Journal of Finance, 53 (5), p Beckett, Antony; Paul Hewer; dan Barry Howcroft, An Exposition of Consumer Behaviour in the Financial Services Industry, International Journal of Bank Marketing, 18, 1, hal Berry,L.L., Parasuraman, A dan Zeithaml, V.A 1994 Improving service quality in America lessons learned Academy Management Executive, Vol.8 No.2 pp Boyd, William L.; Myron Leonard; dan Charles White, Customer preferences for financial services: An analysis, The International Journal of Bank Marketing, 12, 1, hal Chakravarty, Sugato; Richard A. Feinberg; dan Richard Widdows. 1995, What Do Consumers Want from Banks, Journal of Retail Banking, 17, 2, hal Hill, Hal (1998), The Callenge of Regional Development in Indonesia, Australian Journal of International Affair; Canberra, Apr: Vol. 52, hal Humphreys, 1998, Exploring The Relative Effect of Salesperson Interpersonal Process Atributes and Techneical Product Atributes on Customer Satisfaction, Journal of Personal Selling and Sales Manageement, Vol. XVI No. 3. Lassar, Walfried M.; Crist Manolis; dan Robert D. Winsor, Service Quality Perspective and Satisfaction in Private Banking, International Journal of Bank Marketing, 18, 4, hal

81 32 Lampiran 13. Contoh Riwayat Hidup RIWAYAT HIDUP PENULIS Erni Indrawati, lahir di Watan Soppeng Kabupaten Soppeng Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 21 Oktober Anak dari ayah Ramlan Bhakty, BA dan Ibu Hj. Sitti Hafsah. Menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri No. 1 Lamappoloware Kabupaten Soppeng, tamat tahun 1979, Sekolah Menengah Pertama di SMP Muhammadiyah Kabupaten Soppeng, tamat tahun 1982, Sekolah Menengah Atas di SMU Negeri 200 Kabupaten Soppeng dan tamat pada tahun Pada tahun yang sama (1985), melanjutkan studi ke Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar dan meraih gelar Sarjana Perikanan (Ir.) pada tahun Pada tahun 1997, mengambil program Magister (S2) pada Program Studi Sistem-sistem Pertanian Konsentrasi Perikanan, Universitas Hasanuddin dan gelar Magister Pertanian (MP) diperoleh pada tahun Pada tahun 2010 diterima menjadi mahasiswa pada Program Doktor (S3) Ilmu Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang. Sejak tahun 1992 sampai sekarang, bekerja sebagai staf pengajar pada Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Bosowa Makassar (Universitas 45 Makassar). Pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian pada tahun , Kepala Laboratorium Jurusan Perikanan pada tahun , Pembantu Dekan I dan II Fakultas Pertanian pada tahun , Sekretaris Lembaga Penelitian pada tahun , Wakil Ketua Pusat Kajian Gender pada tahun , Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Perikanan pada tahun , Ketua Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian pada tahun 2009-September 2010 di Universitas Bosowa. Malang, Agustus 2015 Penulis, Erni Indrawati

82 33

JENIS-JENIS PENELITIAN ILMIAH

JENIS-JENIS PENELITIAN ILMIAH JENIS-JENIS PENELITIAN ILMIAH Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteriakriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian

Lebih terperinci

PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (SKRIPSI)

PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (SKRIPSI) PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (SKRIPSI) Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman

Lebih terperinci

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF (SKRIPSI)

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF (SKRIPSI) PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF (SKRIPSI) Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistickontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai

Lebih terperinci

Proposal Penelitian Kualitatif (Skripsi)

Proposal Penelitian Kualitatif (Skripsi) 1 Proposal Penelitian Kualitatif (Skripsi) Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS

LANDASAN TEORI, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS LANDASAN TEORI, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip

Lebih terperinci

III. TESIS. c. Tujuan Penelitian d. Manfaat Penelitian 2. Telaah Pustaka 3. Metode Penelitian 4. Hasil dan Pembahasan 5. Simpulan dan Saran/Implikasi

III. TESIS. c. Tujuan Penelitian d. Manfaat Penelitian 2. Telaah Pustaka 3. Metode Penelitian 4. Hasil dan Pembahasan 5. Simpulan dan Saran/Implikasi 7 8 III. TESIS Tesis secara umum dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir tesis. Bagian awal tesis terdiri atas komponen berikut. 1. Halaman sampul 2. Halaman

Lebih terperinci

JENIS JENIS PENELITIAN DAN ALUR PENELITIAN MAKALAH. Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Metode Penelitian. Dibimbing oleh Dr.

JENIS JENIS PENELITIAN DAN ALUR PENELITIAN MAKALAH. Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Metode Penelitian. Dibimbing oleh Dr. JENIS JENIS PENELITIAN DAN ALUR PENELITIAN MAKALAH Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Metode Penelitian Dibimbing oleh Dr. Fatchur Rohman Disusun oleh : Offering G/ Kelompok 3: Ely Kristiani ( 160342601

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG 2017 DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 BAB 1 RUANG LINGKUP DAN KODE ETIK PENULISAN SKRIPSI & ARTIKEL... 4

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN )

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN ) BAB I PENDAHULUAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari

Lebih terperinci

1.Struktur Penelitian a.penelitian secara umum terbagi atas 2 yaitu : 1.Penelitian Survei Ciri cirinya : a.untuk memperoleh fakta dari gejala yang

1.Struktur Penelitian a.penelitian secara umum terbagi atas 2 yaitu : 1.Penelitian Survei Ciri cirinya : a.untuk memperoleh fakta dari gejala yang 1.Struktur Penelitian a.penelitian secara umum terbagi atas 2 yaitu : 1.Penelitian Survei Ciri cirinya : a.untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada. b.mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok,

Lebih terperinci

B i o s a i n s, The spirit of life Mencetak SDM cerdas mandiri, membina SDA lestari

B i o s a i n s, The spirit of life Mencetak SDM cerdas mandiri, membina SDA lestari 11 III. PENULISAN TESIS 3.1. Bagian Awal Dari Tesis 3.1.1. Sampul Pada sampul dicetak: Judul tesis, tulisan kata tesis (huruf capital), tulisan kalimat: Untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar

Lebih terperinci

BAGIAN 1 PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI. A. Proposal Skripsi

BAGIAN 1 PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI. A. Proposal Skripsi BAGIAN 1 PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI Proses penulisan skripsi dilalui dalam beberapa tahapan, diantaranya adalah sebagai berikut: pengajuan judul, pengajuan proposal seminar proposal, penelitian dan bimbingan,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI Pendahuluan Skripsi Propsal Penelitian adalah sebuah konsep rencana pra penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa untuk mempersiapkan berbagai prosedur yang akan

Lebih terperinci

MODEL PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF UNTUK PENYUSUNAN SKRIPSI Drs. M.Jusuf Effendy)*

MODEL PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF UNTUK PENYUSUNAN SKRIPSI Drs. M.Jusuf Effendy)* MODEL PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF UNTUK PENYUSUNAN SKRIPSI Drs. M.Jusuf Effendy)* I. PENDAHULUAN Proposal Penelitian adalah: pedoman yang beisikan kegiiatankegiatan dan langkah-langkah sistematis yang

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA REVISI TAHUN 2016 PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL TUGAS AKHIR Setiap mahasiswa yang akan mengerjakan Tugas Akhir sebagai

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN PROPOSAL

PANDUAN PENULISAN PROPOSAL PANDUAN PENULISAN PROPOSAL A. BAGIAN AWAL 1. Halaman Sampul Luar Pada halaman sampul luar berisi komponen : a. Judul Penelitian/Proposal dan mengandung didalamnya tempat penelitian dilaksanakan. b. Tulisan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER TAHUN 2016 ii Kata Pengantar Dalam penulisan karya ilmiah, termasuk penulisan tesis, disertasi dan makalah, konsistensi merupakan kata

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN DAN PENULISAN DISERTASI

PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN DAN PENULISAN DISERTASI PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN DAN PENULISAN DISERTASI PENGANTAR Rancangan usulan penelitian disertasi, usulan penelitian disertasi, dan disertasi sebenarnya menunjuk pada satu hal yang sama, yaitu

Lebih terperinci

PENGETAHUAN ILMIAH DAN PENELITIAN ILMIAH

PENGETAHUAN ILMIAH DAN PENELITIAN ILMIAH PENGETAHUAN ILMIAH DAN PENELITIAN ILMIAH A. Pengetahuan Ilmiah 1. Pengertian Pengetahuan Ilmiah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian:

Lebih terperinci

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi Karya tulis ilmiah memiliki kedudukan yang sangat penting. Mahasiswa harus menghasilkan karya ilmiah, baik berupa tugas akhir, skripsi atau

Lebih terperinci

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR Proposal penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir terdiri atas komponen yang sama. Perbedaan di antara keduanya terletak pada kadar

Lebih terperinci

Pedoman Penulisan Skripsi 1 BAB I. PEDOMAN UMUM

Pedoman Penulisan Skripsi 1 BAB I. PEDOMAN UMUM Pedoman Penulisan Skripsi 1 BAB I. PEDOMAN UMUM A. Pengertian 1. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa Program Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan

Lebih terperinci

PROPOSAL PENELITIAN. Isah Cahyani

PROPOSAL PENELITIAN. Isah Cahyani PROPOSAL PENELITIAN Isah Cahyani Proposal = rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja Penelitian = kegiatan pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, dan penyajian data yang dilakukan secara

Lebih terperinci

Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis ini digunakan sebagai pedoman bagi ;

Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis ini digunakan sebagai pedoman bagi ; BAB 1 DASAR PEMIKIRAN A. Pendahuluan Program pascasarjana adalah program pendidikan yang diarahkan untuk mendidik ilmuwan yang mampu meningkatkan skala peranannya dalam pengembangan keilmuan dan pembangunan.

Lebih terperinci

Manual Manajemen Jurnal On Line Universitas Siliwangi.

Manual Manajemen Jurnal On Line Universitas Siliwangi. Manual Manajemen Jurnal On Line Universitas Siliwangi www.journal.unsil.ac.id Daftar Isi Daftar Isi... 2 I. Pendahuluan... 3 II. Definisi-definisi... 4 III. Penerbitan jurnal ilmiah dilakukan melalui beberapa

Lebih terperinci

REVIEW METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN

REVIEW METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN REVIEW METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN PROPOSAL PENELITIAN Proposal penelitian: Rencana kegiatan penelitian yang dituangkan dalam bentuk dokumen berupa tulisan Kegunaan: sebagai pedoman

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2012 KATA PENGANTAR Pedoman penulisan skripsi ini disusun sebagai rujukan bagi mahasiswa sebagai

Lebih terperinci

Minggu 1 Pengertian Penelitian

Minggu 1 Pengertian Penelitian Metode Penelitian DKV. Minggu 1 Pengertian Penelitian Sumber : Buku Metodologi Penelitian Visual Dr. Didit Widiatmoko, Drs. MSn. KETERKAITAN MATAKULIAH BAHASA INDONESIA STATISTIKA METODE PENELITIAN SEMINAR

Lebih terperinci

BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2016 BAB I PENDAHULUAN Skripsi adalah tugas akhir yang harus ditulis oleh mahasiswa dalam Program

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA 1 KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, penyusunan buku Pedoman Penulisan

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN SKRIPSI. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PANDUAN PENULISAN SKRIPSI. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo PANDUAN PENULISAN SKRIPSI Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 1 Bismillahirrahmanirrahim Assalamu alaikum Wr. Wb. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT., yang

Lebih terperinci

Research MethodMetode Penelitian

Research MethodMetode Penelitian Research MethodMetode Penelitian Definisi Penelitian: Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah. Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan biaya ijarah dalam rahn emas. Peneliti akan melakukan penelitian di bagian penetapan ujrah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. akhlakul karimah peserta didik di SMP IT Ar Raihan. Untuk mencapai tujuan,

III. METODE PENELITIAN. akhlakul karimah peserta didik di SMP IT Ar Raihan. Untuk mencapai tujuan, 49 III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran Guru IPS dalam membina akhlakul karimah peserta didik di SMP IT Ar Raihan. Untuk mencapai tujuan,

Lebih terperinci

Seminar Pendidikan Matematika

Seminar Pendidikan Matematika Seminar Pendidikan Matematika TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH Oleh: Khairul Umam dkk Menulis Karya Ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai Latihan menulis. Hasil pemikiran,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, hal tersebut

III. METODE PENELITIAN. penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, hal tersebut 35 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif (menggambarkan) dengan pendekatan kualitatif. Menurut Nazir (2005: 55), penelitian deskriptif yakni tipe

Lebih terperinci

Pertama, penulis bermaksud mengembangkan konsep pemikiran,

Pertama, penulis bermaksud mengembangkan konsep pemikiran, 114 BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji permasalahan dan memperoleh makna yang lebih mendalam sesuai dengan kondisi lingkungan.

Lebih terperinci

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa Penulisan Tesis Bab I & II Frida Chairunisa Peta Wisata Tesis Pintu gerbang penelitian tesis Bab I Pendahuluan Bab III Metodologi Penelitian Bab V Kesimpulan dan Saran Magister Peneliti Bab II Tinjauan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi aktual tentang proses

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi aktual tentang proses 101 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi aktual tentang proses pembelajaran yang dilakukan dalam pengembangan kreativitas

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA. Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi

PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA. Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 1 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 3 1.1 Deskripsi Kerja Praktek 3

Lebih terperinci

PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR

PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR 1. Halaman Sampul PROPOSAL TUGAS AKHIR Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR Disusun Oleh : Nama :...

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas dasar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas dasar BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas dasar paradigma naturalistik. Sugiyono (2007) menegaskan bahwa: Metode penelitian kualitatif

Lebih terperinci

MATERI KULIAH E-LEARNING. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF Oleh Dr Triana Noor Edwina DS, M.Si

MATERI KULIAH E-LEARNING. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF Oleh Dr Triana Noor Edwina DS, M.Si MATERI KULIAH E-LEARNING PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF Oleh Dr Triana Noor Edwina DS, M.Si TATA CARA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN BAHAN DAN UKURAN Judul skripsi Sampul luar skripsi berisi

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN LKTI FASILKOM UNSRI 2016

PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN LKTI FASILKOM UNSRI 2016 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN LKTI FASILKOM UNSRI 2016 Lomba Karya Tulis Ilmiah Fasilkom Unsri Tahun 2016dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Peserta merupakan usulan dari masing-masing jurusan

Lebih terperinci

Penjelasan tentang Pemilihan Mawapres Tahun 2014 Tingkat Universitas Muhammadiyah Malang

Penjelasan tentang Pemilihan Mawapres Tahun 2014 Tingkat Universitas Muhammadiyah Malang Penjelasan tentang Pemilihan Mawapres Tahun 2014 Tingkat Universitas Muhammadiyah Malang A. Persyaratan Umum I. PERSYARATAN Persyaratan umum adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta sebagai

Lebih terperinci

PANDUAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI PROGRAM SARJANA TINGKAT FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2015

PANDUAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI PROGRAM SARJANA TINGKAT FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2015 PANDUAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI PROGRAM SARJANA TINGKAT FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2015 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2015 A. Persyaratan Umum I. PERSYARATAN Persyaratan umum adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun

BAB III METODE PENELITIAN. memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan untuk memahami dan memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun masalah manusia.

Lebih terperinci

Seminar Psikologi Pendidikan & Perkembangan

Seminar Psikologi Pendidikan & Perkembangan Seminar Psikologi Pendidikan & Perkembangan NUR FACHMI BUDI SETYAWAN, M.PSI Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta 2013 1 Seminar = Tahap awal dari Skripsi 2 Skripsi Bentuk pengalaman belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas dan transparansi laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap akuntabilitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara bertindak menurut sistem aturan tertentu yang bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga dapat

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PENULISAN TESIS

BUKU PANDUAN PENULISAN TESIS BUKU PANDUAN PENULISAN TESIS Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Juni 2016 ii KATA PENGANTAR Tesis merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif atau kualitataif dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif atau kualitataif dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif. Menurut Patton (dalam Poerwandari, 2009), pemilihan pendekatan kuantitatif

Lebih terperinci

SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA

SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA MATERI: 13 Modul SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) MENULIS KARYA ILMIAH 1 Kamaruddin Hasan 2 arya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (ya ng berupa hasil pengembangan) yang

Lebih terperinci

PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI. Oleh M. Sarjan Fakultas Pertanian UNRAM 2009

PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI. Oleh M. Sarjan Fakultas Pertanian UNRAM 2009 PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI Oleh M. Sarjan Fakultas Pertanian UNRAM 2009 1 PENGANTAR Skripsi merupakan karya tulis ilmiah laporan hasil perancangan atau penelitian mandiri untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI 2016

PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI 2016 PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI 2016 PERSYARATAN: 1. Mahasiswa aktif FK Unila angkatan 2013, 2014, dan 2015 2. Mengisi formulir pendaftaran (disediakan oleh panitia) 3. Memiliki IPK minimal 3,00, dibuktikan

Lebih terperinci

PANDUAN SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN INFORMATIKA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TAHUN AKADEMIK 2016 / 2017

PANDUAN SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN INFORMATIKA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TAHUN AKADEMIK 2016 / 2017 i PANDUAN SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN INFORMATIKA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TAHUN AKADEMIK 2016 / 2017 LEMBAR PENGESAHAN Panduan Skripsi Program Studi Pendidikan Informatika Tahun

Lebih terperinci

KOMPONEN PENILAIAN URAIAN KOMPONEN PENILAIAN

KOMPONEN PENILAIAN URAIAN KOMPONEN PENILAIAN Page1 KOMPONEN PENILAIAN Pemilihan Mahasiswa Berprestasi merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Penilaian mencakup unsur prestasi

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Kualitatif Setiap penelitian yang dilakukan baik itu menggunakan metode kualitatif ataupun kuantitatif, selalu akan berangkat dari sebuah masalah. Masalah

Lebih terperinci

Nama kelompok : Perbedaan secara umum Penelitian Eksperiman dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Nama kelompok : Perbedaan secara umum Penelitian Eksperiman dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Nama kelompok : Aan Yudianto 11504241004 Adi Iswoyo 11504241015 Ariza Eka D. S 11504241007 Fuad Hardhiyansyah 11504244002 Putu Desna A P 11504241008 Fajar Dwi H 11504244005 Zidni Nurol Fahmi 11504241010

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi aktual tentang pelaksanaan Al-Quran dengan metode isyarat

Lebih terperinci

PEDOMAN SKRIPSI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

PEDOMAN SKRIPSI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PEDOMAN SKRIPSI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyelesaian studi adalah suatu aktifitas akademis di akhir masa studi yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa untuk

Lebih terperinci

PANDUAN MAGANG FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

PANDUAN MAGANG FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI PANDUAN MAGANG FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS KH. A. WAHAB HASBULLAH (LPPM UNWAHA) TAMBAKBERAS JOMBANG 2017 Kata Pengantar Assalamulaiakum

Lebih terperinci

STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI

STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT KESENIAN JAKARTA STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI NO BAGIAN KETERANGAN TEKNIS 1 Cover - Hard Cover warna Jingga (orange). - Tulisan dan Logo IKJ di Cover depan dan punggung

Lebih terperinci

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah 4) Judul Penelitian 1) Latar Belakang Masalah 2) Indikasi Masalah 3) Batasan Masalah Bertolak dari masalah Pada penelitian kuantitatif judul menunjukkan variabel yang akan diteliti terutama variabel independen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Interaksi sosial orang dengan HIV/AIDS dalam pemudaran stigma diteliti dengan pendeketan kualitatif. Pendeketan ini dipilih karena aspek interaksi dalam

Lebih terperinci

GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012

GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012 GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012 CP: Ahdinar Rosdiana Dewi (08523688939) A. KETENTUAN UMUM Peserta SCIENCE FESTIVAL 2012 adalah sebagai berikut: a. Peserta adalah mahasiswa S1

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Secara umum metode penulisan didefinisikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan tertentu baik praktis maupun teoritis.1

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU-ILMU SOSIAL PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU-ILMU SOSIAL PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU-ILMU SOSIAL PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI & ILMU-ILMU SOSIAL UNIVERSITAS FAJAR Nomor : 001/SKEP/DFEIS-UNIFA/I/

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN MUSABAQAH KARYA TULIS ILMIAH ALQURAN MTQ REGIONAL JAWA TIMUR TINGKAT SLTA 2014 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PEDOMAN PENULISAN MUSABAQAH KARYA TULIS ILMIAH ALQURAN MTQ REGIONAL JAWA TIMUR TINGKAT SLTA 2014 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG PEDOMAN PENULISAN MUSABAQAH KARYA TULIS ILMIAH ALQURAN MTQ REGIONAL JAWA TIMUR TINGKAT SLTA 2014 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG A. Tema Karya Tulis Ilmiah Alquran - Al-Qur an, Ilmu Pengetahuan,

Lebih terperinci

Penemuan fakta sosial tidak berasal dari persepsi subjektif dan terpisah dari konteks.

Penemuan fakta sosial tidak berasal dari persepsi subjektif dan terpisah dari konteks. Oyo Wartoyo 1. Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif Dapat ditinjau dari berbagai aspek: Sumber: J. Moleong, Lexy (2007) ASPEK KUANTITATIF KUALITATIF 1. Maksud Membuat deskripsi

Lebih terperinci

STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI

STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT KESENIAN JAKARTA STRUKTUR PENULISAN TUGAS AKHIR SKRIPSI NO BAGIAN KETERANGAN TEKNIS 1 Cover - Hard Cover warna Jingga (orange). - Tulisan dan Logo IKJ di Cover depan dan punggung

Lebih terperinci

PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF METODOLOGI PENELITIAN DR. ADI SETIAWAN, M. SC PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF A. Pengertian Metode Penelitian B. Jenis-jenis Penelitian C. Pengertian Metode Kuantitatif dan Kualitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Baik buruknya hasil suatu penelitian (research) sebagian tergantung

Lebih terperinci

STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN KIMIA

STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN KIMIA STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN KIMIA M a k a l a h Disajikan dalam Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian SP4 Di Jurusan Kimia UNNES, Semarang 21 Februari 2004 O l e h: L i l i a s

Lebih terperinci

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH A. Peserta 1. Peserta lomba karya tulis ilmiah adalah 2 orang perwakilan dari regu. 2. Peserta lomba karya tulis ilmiah wajib mengenakan Pakaian Seragram Harian (PSH) masing-masing

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu hal yang belum diketahui dengan cara metode sistematis dan terarah.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah Suatu penelitian tidak akan berjalan dengan

Lebih terperinci

DRAFT PANDUAN PENELITIAN DOSEN STIKES WIDYA HUSADA TAHUN 2014

DRAFT PANDUAN PENELITIAN DOSEN STIKES WIDYA HUSADA TAHUN 2014 DRAFT PANDUAN PENELITIAN DOSEN STIKES WIDYA HUSADA TAHUN 2014 I. Pendahuluan Program ini dimaksudkan sebagai kegiatan meningkatkan kemampuan dan kepekaan meneliti. Cakupan program ialah penelitian-penelitian

Lebih terperinci

B i o s a i n s, The spirit of life Mencetak SDM cerdas mandiri, membina SDA lestari

B i o s a i n s, The spirit of life Mencetak SDM cerdas mandiri, membina SDA lestari 5 II. USULAN PENELITIAN Penyusunan usulan penelitian (proposal) tesis dimaksudkan sebagai acuan pelaksanaan penelitian tesis, sekaligus sebagai alat evaluasi kesiapan, kompetensi dan konsistensi mahasiswa

Lebih terperinci

SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL TUGAS AKHIR FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT KESENIAN JAKARTA SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL TUGAS AKHIR NO BAGIAN DESKRIPSI 1 Cover 1. Depan : Plastik mika putih transparan. 2. Belakang: Karton Buffalo warna oranye. 3.

Lebih terperinci

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah 4) Judul Penelitian 1) Latar Belakang Masalah 2) Indikasi Masalah 3) Batasan Masalah 1 Bertolak dari masalah Pada penelitian kuantitatif judul menunjukkan variabel yang akan diteliti terutama variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Jenis dan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian, metode merupakan satu hal penting sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian, metode merupakan satu hal penting sebagai 95 BAB III METODE PENELITIAN Dalam suatu penelitian, metode merupakan satu hal penting sebagai langkah yang sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Ketepatan metodologi yang digunakan akan menghasilkan

Lebih terperinci

PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN

PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan

Lebih terperinci

PEMILIHAN MAHASISWA MAHASISWA BERPRESTASI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2016

PEMILIHAN MAHASISWA MAHASISWA BERPRESTASI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2016 PEMILIHAN MAHASISWA MAHASISWA BERPRESTASI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2016 1. Persyaratan Umum Persyaratan umum adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya

BAB III METODE PENELITIAN. memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Moleong (2008:6) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Terbanggi Besar yang terletak di Jalan Ahmad Yani Poncowati, Kecamatan Terbanggi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti merupakan masalah yang bersifat sosial dan dinamis. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode penelitian

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN TESIS

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN TESIS PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN TESIS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIVERSITAS BRAWIJAYA Tahun 2013 KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nomor: 48 /UN10.11/SK/2013

Lebih terperinci

STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN BIOLOGI

STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN BIOLOGI STRATEGI PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN BIOLOGI M a k a l a h Disajikan dalam Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Di Jurusan Pendidikan Biologi UNIKU, Kuningan 26 Maret 2011 O l e h: L i

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MUSABAQAH TILAWATIL QURAN SISWA NASIONAL IV TAHUN 2018 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MUSABAQAH TILAWATIL QURAN SISWA NASIONAL IV TAHUN 2018 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MUSABAQAH TILAWATIL QURAN SISWA NASIONAL IV TAHUN 2018 UNIVERSITAS NEGERI MALANG TEMA: MEMBANGUN NEGERI BERBASIS NILAI-NILAI QURANI SUB TEMA: 1. Al Qur an dan Ilmu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum, metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1 Metode merupakan suatu hal yang sangat penting,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam melakukan penelitian, hal ini diperlukan oleh peneliti agar dapat menjelaskan maksud dari penelitian.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. b. Tatacara Pengajuan Usulan Penelitian dan Pembimbing Mengisi formulir Pengajuan Usulan Penelitian dan Dosen Pembimbing.

BAB I PENDAHULUAN. b. Tatacara Pengajuan Usulan Penelitian dan Pembimbing Mengisi formulir Pengajuan Usulan Penelitian dan Dosen Pembimbing. BAB I PENDAHULUAN BUKU PEDOMAN SKRIPSI 2014 Pendidikan sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana dijalankan sesuai dengan visi Universitas Udayana yaitu menghasilkan lulusan

Lebih terperinci

Universitas Maritim Raja Ali Haji

Universitas Maritim Raja Ali Haji A. Persyaratan Umum Persyaratan umum adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta sebagai kelengkapan pemilihan mahasiswa beprestasi, yaitu: 1. Terdaftar di PD-Dikti dan aktif sebagai mahasiswa

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) STIBA SARASWATI DENPASAR HALAMAN SAMPUL DEPAN Halaman Sampul Depan memuat judul, tempat, logo STIBA Saraswati Denpasar, nama mahasiswa dan nomor pokok

Lebih terperinci