BAB III METODE KERJA PRAKTEK
|
|
|
- Ade Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan : PT. Krisanthium Offset Printing Divisi Tempat : DepartemenProduksi : Jl. Rungkut Industri III/19 Surabaya Jawa Timur. Kerja praktek dilaksanakan oleh penyusun selama 4 minggu 4 hari, dimulai pada tanggal 12 Juli 2011, dan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2011, dengan alokasi waktu per minggu sebagai berikut : - Senin Kamis, : WIB WIB (Dengan waktu istirahat pukul hingga pukul 11.30) - Jum at : WIB WIB (Dengan waktu istirahat pukul hingga pukul 13.00) 3.2 Landasan Teori Berdasarkan pada teori yang di dapat dari perkuliahan Program Studi DIII Komputer Grafis dan Cetak STIKOM Surabaya, terdapat beberapa teori atau materi yang berhubungan erat dengan pelaksanaan kerja praktek di PT. Krisanthium Offset Printing pada bagian cetak tentang proses produksi, diantaranya adalah sebagai berikut: 21
2 Seperti yang sudah diketahui, didalam proses menghasilkan produkproduk cetakan kemasan atau packaging, terdapat tiga fase atau tahapan penting yang harus dilalui yaitu Pracetak (prepress), Cetak (press) dan Pasca cetak (postpress). Dimana dari setiap fase atau tahapan penting tersebut terdiri dari beberapa langkah kecil yang pada akhirnya nanti sangat menentukan produk akhir cetakan yang dihasilkan. Dimana, salah satu tahapan terpenting tersebut adalah fase cetak (press) yang juga merupakan tempat inti dilakukannya proses cetak Sejarah Percetakan Produk Grafika Perkembangan awal Perkiraan sekitar tahun SM proses cetak pertama kali dilakukan oleh bangsa Mesir Kuno sebagai media dalam berkomunikasi. Bentuknya adalah susunan huruf yang disebut Hieroglyph. Bangsa Cina dan Jepang mengembangkan huruf-huruf kanji yang merupakan lambang-lambang dengan artian tertentu yang dapat mereka mengerti. Hal tersebut terdapat dalam sejarah, yaitu sekitar tahun 770 M, atas perintah seorang permaisuri kekaisaran Jepang Shotoku, dibuat cetakan berupa blok buku. Beberapa cara untuk membuat cetakan blok buku tersebut, seperti mencungkil lempengan logam atau kayu yang membentuk huruf-huruf atau gambar yang diatasnya diberikan cairan berwarna (semacam tinta) dengan menggunakan tampon (semacam alat berbentuk setengah lingkaran dibungkus dengan kulit yang diberi gagang), kemudian kertas atau bahan semacam kertas diletakkan di atasnya lalu digosok-gosok oleh sikat sehingga terjadilah hasil 22
3 cetakannya. Tetapi cara yang demikian membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat buku dengan halaman yang banyak. Sekitar abad XV, mulai ditemukan huruf-huruf lepas yang menjadi cikal bakal mesin cetak pertama dan di tahun 1440 diciptakanlah mesin cetak pertama oleh Johannes Genfleisch von Gutenberg Jerman, yang lebih dikenal dengan nama Johannes Gutenberg. Mesin cetak itu dipakai untuk mencetak Kitab Injil saat itu.setelah itu muncullah industri percetakan pertama, dan mulai menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Johannes Gutenberg mengembangkan teknik cetak letterpress, yang dalam proses cetaknya menggunakan media berupa huruf-huruf lepas yang dibuat dari timah hitam. Teknik cetak ini dikenal dengan teknik cetak boek droek. Bayer Jerman dilahirkan di Praha pada tanggal 6 Nopember 1771, mempergunakan lembaran-lembaran tembaga yang di sketsa. Akan tetapi harga tembaga pada saat itu sangatlah mahal, dan memerlukan waktu yang sangat lama dalam menggosok plat yang akan digunakan untuk mencetak. Kemudian selanjutnya ada gagasan baru untuk menuangi batu yang diukir menggunakan larutan sehingga gambar yang diukir tadi akan terbentuk dan timbul.. Pada tahun 1796, Alois Senefelder menemukan cara mencetak yang sama semacam ini yang dinamakan teknik cetak batu lithografi, dan setelah melakukan berbagai experimen/percobaan kurang lebih 1 tahun, saat itu diketahuilah bahwa hasil dari experiman tadi meneukan bahwa hasil pengetsaan lebih rendah dari bagian yang tidak mencetak. Kejadian inilah yang saat ini sering disebut dengan prinsip teknik cetak datar. 23
4 Semula Alois Senefelder menggunakan mesin yang terdiri dari silinder yang berukuran besar dan pada bagian permukaan silinder digunakan untuk menempatkan plat yang akan digunakan untuk proses cetak. Setelah ditemukan pemotretan oleh L.J.M Daguere dari Prancis, maka sejak saat itu pembuatan gambar di atas batu dengan tangan tidak lagi dipergunakan karena hasilnya yang lambat dan hanya menghasilkan beberapa saja. Dan pada perkembangan berikutnya sebagai acuan digunakanlah bahan yang terbuat dari plat logam aluminium, yang sampai saat ini masih dipergunakan. Logam almunium adalah bahan plat yang baik untuk digunakan sebagai plat cetak, karena lebih mudah dikerjakan dan ditangani serta tidak membutuhkan banyak waktu dari pada menggunakan bahan lainya. Sebagai acuan cetak, kenapa dikatakan cetak datar karena acuan cetaknya pada bagian tidak mencetak (non image) dan bagian cetak (image) permukaannya datar. Dan dikatakan cetak offset karena proses cetaknya dilakukan tidak langsung, yakni melalui transfer tinta dari acuan cetak dipindahkan ke silinder blanket, lalu diteruskan ke subtrate melalui tekanan/impresi. Sedangkan pada tahun 1851 G. Sigl membuat mesin cetak batu pertama, dimana mesin ini menggunakan satu rol tinta, sehingga hasilnya kurang baik. Akan tetapi mesin ini mengalami kemajuan pada periode periode perkembangan selanjutnya. Pada tahun 1884 Marinone membuat mesin cetak yang terbuat dengan susunan silinder yang dibungkus dengan bahan elastis, sebagai bahan perantara untuk memindahkan dari silinder plat ke kertas secara tidak langsung. Kemudian pada tahun 1906 Casper Herman seorang warga negara Jerman yang berimigrasi ke Amerika juga membuat mesin cetak yang memakai silinder 24
5 tambahan. Penggunaan tambahan silinder ini memungkinkan mesin mencetak dengan jumlah cukup banyak dan dapat mencetak untuk berbagai jenis kertas, terutama mencetak kertas yang mempunyai permukaan licin. Kerataan tinta menjadi lebih baik dibandingkan mencetak pada kertas yang permukaannya kasar. Dari tahun ke tahun mesin cetak offset mengalami banyak penyempurnaan dan hasilnya adalah mesin mesin cetak offset yang baru dan modern, dari ukuran dan tipe yang berbeda-beda. Pada tahun yang sama, Rabel dari Amerika mempunyai gagasan mempergunakan prinsip cetak offset untuk dimodelasi dengan sistem cetak rotasi. Kemudian beliau menghubungi pabrik mesin Otter, lalu dibuatlah mesin offset rotary pertama di dunia. Pada perkembanganya sejarah industri percetakan di Indonesia hadir pertama kali sekitar tahun 1668 sebagai pendukung kegiatan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. Pada tahun 1812 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan percetakan Letterpress yang bernama Landsdrukkerij di Jakarta. Semua bahan baku pada waktu itu masih didatangkan dari Belanda dan baru pada tahun 1928 didirikan pabrik kertas Padalarang di Jawa Barat, dan pada tahun 1939 didirikan pabrik kertas Leces di Probolinggo, Jawa Timur dengan kapasitas saat itu sebesar 7000 ton kertas per tahun. Sekitar permulaan abad ke XX dunia percetakan mengalami banyak sekali perkembangan-perkembangan, antara lain dengan diciptakannya mesin cetak dengan teknik cetak offset pada tahun 1915, yang kemudian disusul teknik cetak rotogravure pada tahun
6 Gambar 3.1 mesin cetak yang menggunakan metode awal proses cetak (Lithographic hand press) Pengetahuan Teknik Cetak Berdasarkan aspek teknisnya, pengertian kata cetak secara umum berarti menduplikasikan sekumpulan teks maupun gambar yang terdapat dalam suatu bahan cetakan sejumlah keinginan kita. Pada suatu proses cetak, pengertian kata cetak tersebut dapat terjadi dengan cara mengirimkan tinta ke media cetak atau substrate dengan menggunakan peralatan dan media tertentu. Penggunaan peralatan dan media-media tersebut tergantung dari jenis teknik pencetakannya. Oleh karena perbedaan teknik cetak tersebut, dihasilkan berbagai jenis barang cetakan yang sangat bervariasi, dengan media cetak yang beragam pula. 26
7 Elemen Dasar Proses Cetak Dalam setiap proses cetak produk grafika, teknik yang digunakan pada dasarnya selalu mengacu pada 4 elemen dasar. Elemen-elemen dasar tersebut yang merupakan kunci pokok dalam proses cetak, karena dengan adanya elemenelemen tersebut, proses pembuatan suatu barang cetakan yang diinginkan dapat terwujud. Elemen-elemen dasar proses cetak tersebut antara lain : 1. Tinta. 2. Media cetak. 3. Plat film. 4. Media penekan. Elemen elemen ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga diperlukan ketelitian yang serius untuk bisa menghasilkan sebuah cetakan yang baik dan maksimal baik dari segi warna dan kualitas hasil cetak itu sendiri, oleh karena itu mengapa cetak itu sendiri juga disebut sebagai seni (art) dan inilah seni yang terdapat dalam proses cetak sebenarnya Tinta Tinta adalah unsur penghantar warna pada suatu proses cetak. Terbentuk dari bahan pewarna atau yang disebut pigment, sarana pengangkut warna dan aditif atau perekat. Pigment merupakan suatu kumpulan partikel yang membentuk menjadi bahan padat yang tidak bisa larut. Pigment membawa suatu informasi warna yang nantinya akan ditransfer ke media cetakan atau substrate. Sarana pengangkut warna merupakan suatu media yang berupa cairan untuk mengangkut pigment sehingga dapat dipindahkan ke media cetak. Aditif merupakan suatu 27
8 bahan campuran yang berfungsi sebagai perekat warna ke media cetak atau substrate. Aditiflah unsur yang mengatur tingkat kepekatan, kualitas tinta dan waktu pengeringan tinta. Kualitas tinta cetak sangat tergantung dari ketiga unsur tersebut. Disamping itu tingkat kekentalan suatu tinta cetak juga sangat tergantung dari jenis teknik cetak yang dipakai. Secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas suatu tinta dapat diukur kestabilannya pada saat proses cetak berjalan, yang meliputi unsur kekentalan, warna, kelengketan dan pengeringan Media Cetak atau Substrate Media cetak atau yang disebut juga substrate adalah bahan dasar yang akan dicetak dari suatu proses cetak. Macam dari media cetak sangat beragam, tergantung pula dari jenis proses cetak yang akan mengolah media cetak tersebut. Disamping itu satu teknik proses cetak juga mampu menggunakan beberapa macam media cetak. Kertas dan plastik adalah bahan cetak yang paling sering digunakan. Selain itu bahan-bahan sintetis, gelas, metal maupun kain juga bisa digunakan sebagai media atau bahan cetakan. Bahan-bahan cetak tersebut dapat diperoleh dimana-mana. Perlu diperhatikan, bahwa pemilihan jenis dari media cetak atau substrate tersebut sangat tergantung dari jenis teknik atau proses cetak yang digunakan. 28
9 Plate Cetak Plate cetak merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu proses cetak, karena berfungsi sebagai pembawa informasi yang ingin disampaikan ke media cetak (substrate). Di area permukaan dari suatu plat cetak tergambar semua data informasi yang sudah didesain sebelumnya. Data-data tersebut meliputi teks, gambar dan semua pernak-pernik desain yang siap untuk dicetak. Semua informasi yang tergambar di permukaan plat cetak tersebut yang akan digunakan sebagai media untuk mentransfer tinta ke substrate. Plat cetak pada dasarnya dibagi menjadi dua area, yaitu area cetak dan area non-cetak. Dimana area cetak berfungsi untuk menerima atau mengikat tinta, sedangkan area non cetak sebaliknya yakni tidak mengikat tinta. Sedangkan bentuk dan bahan plat cetak beragam, tergantung dari proses atau teknik cetak yang digunakan. Beberapa macam bentuk dan bahan plat cetak antara lain timah hitam, seng, aluminium, kertas, metal, karet, kain dan lain-lain. Selama proses pencetakan, plat cetak juga berfungsi sebagai penahan tekanan dari media penekan ke substrate Media Penekan Media penekan berfungsi sebagai alat bantu dalam menghasilkan cetakan di media cetak (substrate). Media ini memberikan tekanan antara substrate dengan plat cetak, sehingga tinta yang melekat di plat cetak (sesuai dengan pola desain yang terbentuk) dapat ditransfer dengan sempurna di substrate. Model media penekan ini dan penempatannya sangat bergantung dari model mesin cetak dan juga teknik cetaknya itu sendiri. Jadi tiap mesin berbeda-beda. 29
10 Gambar 3.2 elemen-elemen dasar proses cetak Gambar 3.2 elemen-elemen dasar proses cetak Unit Alur Proses Cetak Suatu proses produksi dari mesin cetak membutuhkan beberapa bagian kerja yang saling terkait. Oleh karena itu, biasanya dalam suatu unit mesin produksi cetak dibagi menjadi 4 bagian utama, yaitu unit masukan (feeding unit), unit tinta (inking unit), unit pencetak (printing unit) dan unit penerima hasil (delivering unit). Gambar 3.3 unit kerja yang ada dalam suatu mesin cetak 30
11 Dalam proses cetak, media cetak atau substrate diletakkan di bagian penyuplai bahan (feeding unit) untuk siap disalurkan ke dalam proses pencetakan. Kemudian substrate yang berupa bahan mentah tersebut dikirimkan ke unit pencetak (printing unit). Dalam kerjanya printing unit didukung dengan unit pembawa tinta (inking unit) untuk menghasilkan cetakan pada substrate. Hasil proses yang berupa barang cetakan dikirimkan langsung ke bagian penerima hasil cetakan (delivering unit) Prinsip Dasar Proses Kerja Mesin Cetak Teknologi yang berkembang dalam proses percetakan tidak terlepas dari teknologi awal mesin cetak. Sehingga dasar proses kerja dari teknik cetak yang ada sekarang merupakan perkembangan dari konsep prinsip dasar proses cetak. Dalam teknik percetakan mulai dari awal proses cetak ditemukan sampai dengan terciptanya beberapa teknik cetak yang ada saat ini, terdapat 3 macam prinsip dasar dari kerja proses cetak, yaitu sistem datar ke datar (flat to flat), bundar ke datar (round to flat) dan bundar ke bundar (round to round) Flat to Flat (Datar ke Datar) Prinsip cetak ini digunakan dalam metode cetak tekan pada plat. Pembawa informasi cetak yang berupa teks maupun gambar dalam proses ini dapat berupa plat datar maupun cetakan yang lain yang diletakkan di atas media penekan yang berbentuk datar. 31
12 Teknik yang dilakukan adalah dengan menempelkan plat yang membawa informasi cetak ke atas media cetak yang diletakkan di atas plat pembawa warna, sehingga mengharuskan adanya tekanan yang kuat ke seluruh bagian. Proses cetak ke atas suatu media cetak selesai dalam sekali cetak. Metode ini hanya baik jika digunakan pada media cetakan dengan ukuran kecil. Sedangkan untuk media cetak berukuran besar sangat sulit menggunakan prinsip cetak ini, karena membutuhkan adanya tekanan yang merata. Gambar 3.4 prinsip cetak flat to flat Round to Flat (Bundar ke Datar) Prinsip cetak ini digunakan dalam metode flatbed, dimana digunakan dua media utama, yaitu silinder yang berbentuk bundar dan landasan yang berbentuk datar. Metode bundar ke datar ini merupakan perbaikan prinsip cetak flat to flat yang dirasa masih kurang, terutama untuk mencetak di atas media cetak yang berukuran besar. Dalam sistem kerjanya, plat diletakkan di atas landasan datar, sedangkan media cetak atau substrate dibawa oleh rol silinder yang digerakkan melewati landasan datar tersebut. Dengan demikian area cetak dan materi yang dapat dicetak bisa lebih luas atau besar. Kekurangan dari teknik ini adalah kecepatan cetaknya yang masih rendah, karena proses cetaknya dikerjakan satu per satu. 32
13 Gambar 3.5 prinsip cetak round to flat Round to Round (Bundar ke Bundar) Prinsip cetak ini dipakai untuk sistem cetak putar. Baik pembawa informasi cetak atau plat cetak maupun media cetaknya diletakkan di media yang berbentuk silinder. Silinder berputar dan menghasilkan cetakan per baris. Media penekanpun berupa silinder, yang berfungsi untuk menjepit substrate dengan silinder pembawa plat cetak. Dengan metode ini proses cetak dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi meskipun dengan format cetak yang besar sekalipun. Sistem round to round inilah yang saat ini banyak digunakan sebagai dasar dari proses mesin cetak.. Gambar 3.6 prinsip cetak round to round 33
14 Seiring perkembangan prinsip proses cetak dari sistem flat to flat menuju ke sistem round to round, muncul pula perkembangan teknik dasar proses cetak yang mengacu pada jenis teknik cetak yang dilakukan Perkembangan Cetak (printing) Perkembangan prinsip cetak tersebut memunculkan 2 macam dasar teknik cetak, yaitu Direct Printing (cetak langsung) dan Indirect Printing (cetak tidak langsung) Direct Printing (Cetak Langsung) Sistem cetak langsung menggunakan 2 buah media silinder yang saling bersentuhan. Satu silinder berfungsi sebagai pembawa plat cetak, sedangkan silider yang lain berfungsi sebagai media penekan. Dalam sistem ini tinta ditransfer langsung dari plat cetak ke substrate. Plat cetak dan substrate mengalami kontak secara langsung, sehingga hasil cetakan terbentuk di bahan cetakan atau substrate. Tinta bahan cetak Gambar 3.7 teknikdirect Printing 34
15 Indirect Printing (Cetak Tidak Langsung) Sistem cetak tidak langsung menggunakan 3 buah media silinder yang saling bersentuhan. Selain 2 buah silinder sebagai pembawa plat cetak dan media penekan seperti pada teknik direct printing, ditambahkan sebuah silinder lagi sebagai silinder penghubung. Silinder penghubung tersebut diletakkan di antara silinder pembawa plat cetak dan media penekan. Dalam proses ini tinta ditransfer dari plat cetak ke bahan cetak atau substrate melalui silinder penghubung. Sehingga plat cetak dan bahan cetak tidak mengalami kontak secara langsung. Dengan demikian akan didapatkan hasil cetakan yang lebih lembut, karena tinta yang akan ditransfer ke substrate tidak langsung terkontak dengan bahan cetak. Sebagai contoh, dalam teknik cetak offset lithography, silinder penghubung ini dikenal dengan silinder blanket. Tinta roll pembawa plat roll penghubung bahan cetak Gambar 3.8 teknik Indirect Printing 35
16 Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perbedaan antara Direct dan Indirect Printing adalah ada atau tidaknya silinder perantara, seperti yang tergambar di bawah ini : Gambar 3.9 perbedaan antara direct dan indirect printing Perbedaan antara direct dan indirect printing juga mempengaruhi bentuk informasi teks maupun gambar yang tergambar di atas plat cetak. Oleh karena itu, untuk bentuk atau pola teks atau gambar yang tertera di atas plat cetak dapat pula dibedakan antara pola negatif (tak terbaca/mirroring) dan positif (terbaca). Untuk pola yang terbentuk di plat cetak tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Direct Printing Indirect Printing 36
17 3.2.6 Pengertian Teknik Cetak Teknik cetak pada dasarnya dibagi menjadi empat yaitu : 1. Cetak Tinggi (Flexography) 2. Cetak Datar (Offset Printing) 3. Cetak Dalam (Rotogravure) 4. Cetak Saring (Screen Printing) (Penyusun hanya akan mengulas tentang cetak datar sesuai dengan materi yang diperlukan dalam kerja praktek) Cetak Datar (Offset Printing) A. Pengertian System Offset Basah Di sebut offset basah karena adanya unsur air didalam sistim pencetakan offset tersebut selain daripada tinta. Hal ini dikarenakan letak acuan cetak dan image yang dicetak letaknya sama tinggi. Dapat mencetak mengandalkan sistim hydrophilic (menarik air) pada non image area sedangkan pada image areanya mengandalkan oleophilic (menarik lemak). Inti dari pencetakan offset basah ini yaitu adanya dua unsur yaitu unsur yang menarik tinta tetapi menolak air (image area) dan unsur yang menarik air tetapi menolak tinta (non image area). Bagian image area biasanya lebih tinggi sedikit beberapa mikron daripada bagian yang non image area dan hal ini yang paling banyak ditemui sekarang yaitu plat aluminium yang sering disebut presencitized plat. Dahulu sebelum ditemukannya plat aluminium, percetakan offset banyak menggunakan plat dari bahan seng yang disebut zink plat, dimana prosesnya sedikit lebih rumit selain plat tersebut harus digosok (di-grinding) juga harus dilapisi dengan bahan peka 37
18 cahaya secara manual kemudian diratakan di atas permukaan plat dengan menggunakan alat yang disebut whirler. Disini bagian yang nantinya menerima air dan menolak tinta justru berada lebih tinggi dibanding dengan bagian yang menolak air dan menerima tinta atau image area lebih rendah daripada non image area karena itu cara ini sering disebut deep etch plate. Sekarang masih dapat ditemui yang hampir sama dengan sistim ini yang disebut bimetal atau multi metal, tapi di Indonesia khususnya plat semacam ini jarang ditemui karena harganya relatif lebih mahal walaupun dapat digunakan untuk pencetakan oplah besar (sampai ). Sedangkan kekuatan plat aluminium biasanya berbeda-beda tergantung dengan jenis dari bahan dan kualitasnya tetapi umumnya sekitar sampai , sehingga cocok untuk oplah sedang yang merupakan oplah yang banyak ditemui dibanyak percetakan di Indonesia. Di samping kekuatannya, ketebalan dari plat aluminiumpun beragam mulai dari 0,10 mm sampai 0,30 mm. Pada plat aluminium juga tersedia dua macam plat yaitu plat positif yang harus memakai film positif pada saat penyinarannya dan plat negatif yang harus memakai film negatif pada saat penyinarannya. Pemakaian plat negatif biasanya cocok untuk pencetakan bukubuku karena cetakannya umumnya satu warna, sedang pada pekerjaan separasi warna untuk keperluan montase yang lebih mudah digunakan plat film positif yang berarti platnya juga positif. 38
19 Gambar 3.10 Aloise Senefelder tahun 1796 (Bapak Teknologi Cetak Datar) a. Ada beberapa sebutan untuk cetak datar : Stone Lithography (cetak langsung dengan acuan cetaknya dari batu Litho) Lithography adalah cara mencetak menggunakan batu litho dengan menggunakan tinta kusus, batu itu diberi air dulu sebelum tintanya di saputkan pada batu sebagai acuan cetaknya. Proses cetak secara langsung, yaitu kertas langsung bertemu dengan acuan cetak. Collotype (cetak langsung) Collotype adalah merupakan teknologi lithographi yang lain, dimulai tahun 1856 oleh A.L. Poitevin. Pembuatan gambar/foto tanpa raster, mutu yang sangat baik dapat dicapai oleh sistim cetak ini. Kebanyakan teknik cetak ini adalah hanya merupakan teknik cetak khusus saja. Offset Printing (cetak tidak langsung) Cetak Offset, merupakan teknologi cetak yang utama dan banyak dipakai hingga sekarang. Di Litho (cetak langsung dengan plat cetak offset). 39
20 Gambar 3.11 Beberapa ciri ciri hasil cetak datar. Gambar 3.12 Diagram teknologi cetak offset 40
21 Gambar 3.13 Diagram dasar mesin cetak offset Pada proses cetak terdapat beberapa unsur unsur penting yang menjadi patokan untuk menghasilkan hasil cetakan yang bagus. Di antara unsur unsur tersebut yang paling berpengaruh selain tinta terhadap baik tidaknya hasil cetakan adalah : 1. Acuan cetak. 2. Media cetak. 3. Bahan bahan kimia dan pembantu. Dimana kesemuanya itu penting diperhatikan karena setiap proses pastilah menginginkan hasil yang optimal guna menjaga kualitas dari hasil cetakan yang sedang diproses. 41
22 3.2.8 Acuan Cetak Acuan cetak adalah bagian yang mencetak, berupa huruf atau gambar atau informasi gabungan kedua-keduanya berada diatas dasar berupa plat cetak.teknologi cetak masing masing mempunyai plat cetaknya sendiri sesuai dengan teknologi yang diterapkannya Plate Cetak Plate cetak adalah merupakan sarana untuk meletakkan bagian yang akan mencetak.bagian yang mencetak itu bisa berupa relief (cetak tinggi), ukiran (cetak dalam), sama rata dengan platnya (cetak datar) atau berlubang seperti pori pori (cetak saring). Beberapa aturan yang harus dipatuhi untuk melakukan penyimpanan plat diantaranya adalah : Lokasi penyinaran tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Tidak boleh dekat tempat expose plat. Kelembabannya tidak boleh tinggi. Temperatur ruang tidak boleh terlalu panas Acuan Cetak Datar Berupa lembaran plat seng/alumunium yang telah diberi lapisan bahan peka cahaya, agar dapat memindahkan gambar dari model dengan perantaraan film atau kalkir berupa kertas/plastik yang mempunyai bahan pemindah gambar dengan cara difusi. 42
23 Blanket Adalah sarana pemindah image dari plat di pindahkan ke kertas. Terdapat dua jenis blanket yang umum dipakai yaitu : Convensional Blanket. Compresable Blanket. Gambar 3.14 Lapisan lapisan pembentuk blanket Baking(plate oven) Baking tugasnya adalah memperkeras emulsi plat agar tidak cepat rontok dengan jalan dipanaskan dengan oven. Sehingga plat tidak cepat aus pada waktu proses produksi cetak. Sering juga disebut sebagai Plate Oven, dikarenakan prosesnya yang membutuhkan ruangan pemanas (mesin dryer) dengan suhu C untuk mengeraskan emulsi platnya atau bisa dikatakan plat setelah di oven akan mati emulsinya. Keuntungan dari baking adalah memperpanjang lifetime dari plat tersebut agar plat tidak sering ganti pada order yang banyak dan panjang. 43
24 Gambar 3.15 Skema baking yang benar. 3.3 Media Cetak Media cetak (substrate) adalah bahan dasar yang akan diproses dan dikenai transfer tinta yang berasal dari acuan cetak tadi. Ada dua macam media cetak yang sering dipakai yakni : - MEDIA CETAK KAKU/ RIGID. - MEDIA CETAK LENTUR/ FLEXIBLE. Media cetak kaku berupa : - Kertas Karton. - Karton bergelombang. - Plastik Kaku. - Kaleng. - Gelas. Sedangkan media cetak lentur berupa : - Plastik lentur. - Macam-macam Folly/Foil. - Plastik Opaq lentur. - Kertas untuk pembungkus. - Folly doble layer/multy layer. 44
25 Dalam kesempatan kali ini penyusun akan membahas mengenai media cetak kertas yang digunakan oleh cetak offset di PT. Krisantium Offset Printing Kertas Sejarah Perkembangan Kertas Asal mula kertas disebut Papirus yang berasal dari tumbuhan Papirus di Afrika (2600 SM), kemudian dibuat menggunakan bahan dari serat pohon bambu atau serat kain katun pada tahun 105 M. Penemu kertas sendiri adalah orang berkebangsaan Cina yang bernama TSAI LUN, dengan cara bahan serat dari pohon bambu tadi dibuat menjadi bubur dulu lalu kemudian disaring dan dikeringkan. Selanjutnya oleh pendeta Budha yang bernama DOLYO dibawa ke jepang sekitar 610 M, yang kemudian sampai ke Arab sekitar tahun 710 M. Yang kemudian oleh orang arab didistribusikan kembali ke seluruh dunia. Di Eropa kertas pertama kali dibuat sekitar tahun 1150 di Spanyol, di Italy pada tahun 1276 dan di Perancis pada tahun Sebuah pabrik kertas di Jerman pada tahun 1990 telah memperingati ke 600 tahun pembuatan kertas di negara itu (Jerman). ULMAN STROMER ( ) seorang Pedagang dan penasehat dari kota Nuremberg, pertama kali membuat kertas secara manual pada tanggal 24 Juni 1390 dengan alat yang telah dibuatnya yang disebut GLEISMULE yang ditaruh di depan pintu masuk kota. Pembuatan kertas itu sendiri yang dilakukan secara manual di Eropa hanya bertahan sampai 650 tahun saja. Pada tahun 1799 NICOLAS LOUIS ROBERT ( ), seorang insinyur Perancis memintakan hak paten mesin pembuat 45
26 kertas yang dibuatnya. Mesin ini berupa sebuah tong kayu yang mampu menghasilkan kertas sepanjang meter, dalam proses ini Pulp (bubur kertas) tidak dicetak melainkan bergerak ke arah saringan dari benang yang berputar dengan roda sentrifugal yang digerakkan secara manual dengan tangan. (sumber: Hand Book Of Print Media). Kertas masuk ke Eropa sendiri berasal dari Timur yakni melalui kota Bagdad dan Samarkand ke Spanyol pada abad ke 11 yang diteruskan kemudian ke Itali, Perancis dan terakhir di Belanda. Pabrik kertas pertama yang ada di Jerman didirikan pada tahun Wynkin Deworde (1496) terlambat menyebut bahwa John Tate dari Inggris yang tealh membuat kertas itu jauh lebis tipis dan ringan dibandingkan hasil produksinya. Beliau mendirikan pabrik kertas SELE MILL pada Stevenage di Herfordshire Inggris. Hingga 8 abad berlalu, pembuatan kertas dilakukan dengan menggunakan tangan, hanya serat katun dan linen saja yang dipakai dalam keadaan basah dan padat dibuat menjadi bola bola, kemudian difermentasikan selama kurang lebih 6 minggu. Selama waktu itu pula dilakukan pembasahan dan diputar-putar secara berkala. Sampai saat ini, cara demikian masih dipergunakan. 46
27 Gambar 3.16 Ilustrasi pembuatan kertas secara manual Gambar 3.17 skema proses kerja mesin penggilas bubur kertas Ukuran Kertas Standart Internasional Berdasarkan sejarah perkembangan ukuran kertas mentah, sampai tahun 1917 banyak dipakai berbagai ukuran kertas, sehingga membuat perusahaan kertas mengalami kesulitan dalam melayani pelanggannya dengan ukuran kertas yang benar, dan juga bagi percetakan sulit memenuhi keinginan langganannya. Oleh karena itu akhirnya muncul standarisasi ukuran yang dibagi menjadi 3 grup : 47
28 A = ukuran kertas jadi yang harus dipakai sebagai ukuran dasar. A0 adalah ukuran yang terbesar dan ukurannya kurang lebih 1 meter persegi. (841 x 1189mm = mm2) B = ukuran sebelum dipotong C = ukuran sampul dari grup A (A4 ukuran surat, C4 ukuran sampul suratnya) A Ukuran (mm) B Ukuran (mm) C Ukuran (mm) A0 841 x 1189 B x 1414 C0 917 x 1297 A1 594 x 841 B1 707 x 1000 C1 648 x 917 A2 420 x 594 B2 500 x 707 C2 458 x 648 A3 297 x 420 B3 353 x 500 C3 324 x 458 A4 210 x 297 B4 250 x 353 C4 229 x 324 A5 148 x 210 B5 176 x 250 C5 162 x 229 A6 105 x 148 B6 125 x 176 C6 114 x 162 A7 74 x 105 B7 88 x 125 C7 81 x 114 A8 52 x 74 B8 62 x 88 C8 57 x 81 A9 37 x 52 B9 44 x 62 A10 26 x 37 B10 31 x 44 Tabel 3.1Ukuran Kertas standart Internasional Bahan-bahan Kimia dan Pembantu Bahan bahan pembantu pada proses cetak sangatlah dibutuhkan untuk manghasilkan sebuah hasil yang baik dikarenakan bahan bahan tersebut bisa menolong jika sewaktu waktu terjadi masalah ringan yang pada waktu proses produksi. Seperti cetakan yang kurang air, kotor, set-off dan sebagainya. 48
29 FOUNTAIN SOLUTION F S Saphira F S adalahfountain sheetfed yang unggul. Dengan formulasi baru, dapat mengatasi masalah Picture Framing, keunggulan dari fountain ini ialah: 1. Cepat dalam membersihkan plate, dan tidak menimbulkan buih. 2. Mengurangi penggunaan alcohol sebanyak 5%, dan dapat mengurangi konsumsi tinta. 3. Mengurangi dan menghindari dari kontaminsai kalsium dan Picture framing Cara pemakaian : Dengan menambahakan 2% - 3% saphira F S , tergantung dari alcohol yang digunakan. Nilai ph solusi adalah antara FOUNTAIN DRYER Bahan yang mengandung Metalik Katalisator konsetrasi tinggi untuk membantu mempercepat proses pengeringan, tetapi semuanya tergantung dari kertas dan tinta yang dipakai. Pengeringan kertas dapat terjadi dari 80 % Polimerisasi, 10 % melalui pori pori kertas dan 10 % lagi melalui udara. Fountain dryer ini membantu pengeringan dengan jalan Polimerisasi sehingga kecepatan keringnya menjadi 2 kali lipat. Dapat dipergunakan untuk pencetakan dengan pengeringan IR. Dapat dipergunakan pada semua jenis fountain solution yang mengandung asam. Sangat cocok dipakai pada tinta dan plat konfensional. 49
30 Mencetak dengan ph netral, sehingga tidak menyebabkan tinta mengkristal. Dapat dipakai pada semua jenis mesin Web. Mengurangi pemakaian Spray Powder pada mesin sheet-fed offset. Umumnya 3 ml untuk setiap 1 liter fountain solution AQUAPLUS FOUNTAIN SOLUTION Merupakan buffer dari air pembasah, sangat cocok untuk dipakai pada mesin lembaran berkecepatan tinggi dan mesin web offset. Dapat dipergunakan dengan baik untuk semua jenis sistim air pembasah. Beberapa keuntungannya antara lain adalah : - Tidak mengandung gum, sehingga tidak menimbulkan busa pada mixer. - Tidak mengandung fosfat sehingga tidak merusak sistim kontrol cattalytik emmision. - Menjaga ph tetap stabil selama proses cetak dalam segala kondisi. - Mengandung anti korosi dan jamur. - Berfungsi baik pada air lunak maupun air keras. (Hard dan Soft Water). Pemakaian : Soft Water = 20 ml per liter air Hard Water = 40 ml per liter air 50
31 AQUAPLUS SYNTHETIC GUM Gum yang dirancang untuk dipakai pada plat sekarang yang disebut Aqua System Plate, pemakaiannya seperti Arabicgum. - Saat pembuatan plat, dengan prosesor atau tidak. - Pada mesin cetak, bagian yang mencetak atau melindungi plat saat berhenti. - Untuk penyimpanan yang tidak terlalu lama. Cara pemakaian : Pada Automatic Plate Processor biasanya dicampur dengan air secukupnya yang dituangkan pada bak gum, kemudian pompa sirkulasinya dijalankan sampai air bercampur hingga rata, baru prosesor dijalankan. Pada pemakaian dengan tangan, usapkan langsung ke platnya SYSTEM CLEANER Sistem develop untuk menghilangkan kontaminasi dari sistim sirkulasi air pembasah pada mesin cetak. Sistem akan membersihkan dari Algae moult, sisa tinta dan sisa kotoran yang menyumbat pipa sistem fountain, tanki dan pompa. - Menghilangkan dan membersihkan kotoran kertas, tinta, gum dll. - Mencegah dan menghilangkan Micro Organic dari Algae dan Fungi. - Mengandung Anti Foaming. Cara pemakaian : - Kocok dahulu sebelum dipergunakan. - Kuras sistem dampening dan isi kembali dengan air bersih. 51
32 - Umumnya 60 ml System Cleaner dengan beberapa liter air dalam tanki Fountain Solution. - Aktifkan lebih dulu sistim Sirkulasi selama 1 jam bila pakai air panas/ hangat dan 2 jam bila memakai air dingin. Gambar 3.18 Aquoplus Fountain Solution dan Synthetic Gum EVERYDAY PLATE CLEANER Merupakan pembersih multi guna, jenis emulsi yang bersifat asam akan dipakai pada plat aluminium positif dan negatif. Baik sebagai penghapus tinta, Scum dan Oxidasi, menghilangkan goresan goresan sekaligus memperbaiki Hydrophilic pada daerah non image. Mencegah shot press stops dan dapat dipergunakan untuk plat baru maupun lama. Cara penggunaan : Kocok dahulu sebelum dipakai. Usapkan langsung ke permukaan plat dengan sponge secara perlahan untuk menghilangkan tinta, kemudian bilas/cuci dengan air atau fountai solution sebelum proses cetak. 52
33 Gambar 3.19 System Cleaner dan Everyday Plate Cleaner ABC Wash Blanket & Roller Cleaner Bahan pembersih rol tinta dan blanket yang sangat efektif dan bekerja sangat cepat, sehingga memungkinkan penggantian warna lebih cepat. Bahan ini dapat mengaktifkan kembali rol rol karet dan blanket, karena sangat efektif menghilangkan Glaze dari permukaannya. Cukup digunakan sekali dalam sehari atau saat penggantian warna. Cara mempergunakan, tuangkan ABC Wash diatas rol-rol secukupnya secara merata sambil mesin dijalankan, setelah bersih matikan mesin yang kemudian siap untuk warna selanjutnya. Gambar 3.20 Blast, ABC Wash Blanket & Roller Cleaner. 53
34 DAMP O SOL Merupakan cairan pencuci rol air, yang sangat ampuh untuk mencuci rol air (dampening sleeves). Cairan ini akan meresap bersama-sama air dan masuk ke pori-pori dampening sleeves untuk menhilangkan tinta, gum vernish yang telah mengering pada rol air, hingga menjadi lembut kembali. Cairan ini tidak akan merusak rol karet, dapat dipergunakan secara manual atau dengan mesin pencuci rol. (Envetron) Cara pemakaian : Basahi rol rol yang akan dicuci terlebih dahulu, lalu tuangkan Damp O Sol secukupnya, kemudian sikat rol rol itu secara pelahan lahan sambil dibilas dengan air. Lakukan cara ini beberapa saat lamanya hingga rol rol tersebut benar benar bersih dan pastikan tidak ada Damp O Sol tertinggal pada rol. Gambar 3.21 DAMP-O SOL. 54
35 S M A S H Adalah suatu bahan yang sangat efektif dan bekerja cepat untuk menimbulkan karet blanket yang cekung. Mengandung bahan anti oxidasi dan plastiziser yang sangat efektif. Mengembalikan permukaan blanket yang cekung hingga normal kembali dalam waktu yang sangat cepat dan tanpa merusak blanket itu sendiri. Dengan mempergunakan bahan ini tidak perlu mengganti blanket atau underlay untuk cetakan yang hampir selesai pencetakkannya. Cara menggunakannya adalah dengan jalan menyapukan Smash memakai kuwas pada permukaan blanket yang desok, biarkan selama 20 detik. Setelah permukaannya kembali normal, bersihkan sisa Smash yang masih ada hingga bersih dari permukaan blanket itu. Sebelum mulai mencetak jalankan mesin 2 hingga 3 kali putaran terlebih dahulu. Gambar 3.22 Smash. 55
36 SPRAY POWDER Powder sangat halus dengan tingkatan Grate 100 & 200 yang sangat baik untuk semua pekerjaan cetakan pada kertas coated yang berfungsi mencegah offseting. Gambar 3.23 Spray Powder ANTI SKIN Berguna untuk mencegah terjadi pengeringan pada permukaan tinta. Sehingga apabila tinta yang telah kering akan membentuk seperti lapisan kulit. Cara penggunaannya ialah, dengan cara menuangkan satu sendok makan untuk satu kilogram tinta pada bak tinta SICOPAST Bahan ini digunakan saat mesin akan take off atau disaat akan memulai order baru. Setelah itu baru dicuci dengan ABC wash. Cara penggunaanya ialah, dengan mengoleskan sicopast secukupnya pada roll saat mesin sedang jalan. 56
37 FEBO CLEAN WP Ialah pasta pelindung roll di saat salah satu unit penintaan tidak terpakai saat produksi mesin berjalan. Ini bertujuan untuk memelihara roll tinta yang tidak terpakai GRAFO DRYER EXTRA Ialah bahan untuk mempercepat pengeringan tinta, yang mungkin susah kering pada permukaan kertas. Cara pemakaiannya, dengan cara tuangkan GRAFO DRIER EXTRA pada bak tinta, yang telah terisi tinta dengan perbandingan satu sendok makan berbanding satu kilogram tinta ( 1 : 1 ) BIO CLEAN GEL Ialah cairan pembersih rol anilok, cara pemakaiannya ialah dengan cara dituangkan pada spon, lalu digosokan pada rol anilok DYNA SOL CLEANER 650 Ialah cairan pencuci rol plate, rol blanket yang dijalankan secara otomatis oleh Panel CP Bahan ini terdapat pada sisi O.S mesin dan ada dua tempat penyimpanannya, slot yang pertama dan kedua ialah berisi DYNA SOL CLEANER 650 dan yang ketiga berisi air muurni. Begitu juga, untuk penyimpanan DYNA SOL CLEANER 650 yang kedua. 57
38 EG 20 Yaitu cairan untuk mencuci rol air, bahan yang digunakan ialah alcohol 99%, karena dapat langsung merontokan tinta yang menempel pada roll ini, dancepat kering DYNA SOL Yaitu, cairan pencuci rol, blanket, dan plate. Sebenarnya ini sudah dilakukan secara otomatis oleh Panel CP 2000, namun untuk memastikan kebersihannya. Operator melkukan pengecekan dengan cara menyemprotkan Dyna Sol Penyinaran Plate Waktu penyinaran untuk plate positif dan negatif tentulah berbeda, pada plate positif yang menjadi gambar atau image area adalah bagian yang tidak terkena sinar, maka terlalu banyak penyinaran dapat mengakibatkan gambar menjadi kecil kalau kebetulan adalah garis halus kemungkinan dapat hilang. Sebaliknya pada plate negatif keadaannya bertolak belakang karena bagian yang menjadi gambar atau image area justru bagian yang terkena sinar, sehingga jika terlalu banyak penyinaran dapat mengakibatkan gambar menjadi besar, kalaupun itu garis halus maka garis tersebut dapat menjadi lebih tebal. Begitu pula pada developer atau bahan pencuci plate antara developer plate positif dan negatif juga berbeda. Pada plate-plate offset biasanya untuk membedakan dapat dilihat pada kodenya, pada plate positif diberi kode P sedangkan pada plate negatif diberi kode N yang kemudian diikuti oleh angka misalnya P5S atau N5S. 58
39 3.3.4 Air Pembasah Air pembasah offset terdiri dari air yang ditambah dengan fountain solution yang akan membuat air menjadi asam. Seperti kita ketahui air murni mempunyai Nilai ph 7 sedangkan larutan yang bersifat asam mempunyai nilai ph lebih kecil dari 7, sedangkan larutan yang mempunyai ph di atas dari 7 berarti bersifat basa atau alkaline. Mengapa air pembasah harus bersifat asam? Sebenarnya tidak selalu harus bersifat asam, hanya pada sistem offset lembaran dimana plat yang digunakan adalah plat positif, maka mutlak harus bersifat asam. Disini keasaman berfungsi untuk membuat bagian-bagian yang tidak bergambar atau non image area dapat menerima air lebih baik, dan disela-sela titik raster juga dapat memegang air dengan demikian raster akan bersih (merawat non image area agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya). Fungsi lain dari air pembasah yang asam adalah untuk menggugus bercak bercak oksidasi yang sebenarnya timbul pada saat plate antara basah ke kering. Kalau tadi disebutkan bahwa air pembasah offset tidak harus selalu asam hal ini dilakukan pada mesin cetak gulungan (web) yang menggunakan plate negatif, disini pembasah justru bersifat basa atau alkaline hal ini untuk menjaga agar kertas tetap kering. 59
40 3.4 Bagian Utama Mesin Cetak Setiap mesin cetak offset dapat dibagi atas tiga bagian yaitu: Bagian pengumpan atau feeder Pada bagian ini terdapat: Unit penghisap atau suction unit: Untuk pengumpan kertas lembar per lembar atau single sheet feeder memakai: - Tipe penghisap dengan menggunakan batang penghisap yang menghisap kertas di bagian kepala - Kompresor yang berupa pompa/tanpa motor Untuk pengumpan kertas susun sirip/sirih atau stream feeder memakai: - Tipe penghisap dengan menggunakan suction head yang menghisap kertas di bagian buntut - Kompresor dengan motor Meja penghantar/alat penghantar kertas: Pada mesin dengan pengumpan lembar per lembar atau single sheet feeder, alat penghantar kertas berupa gripper yang berfungsi membawa kertas dari tumpukan kertas ke bagian depan dari meja penghantar. Sedangkan pada mesin dengan pengumpan susun sirip/sirih kertas dihantar dengan penghisap penghantar kemudian diteruskan ke meja penghantar dan ke bagian depan dengan roda-roda yang berada di atas pita penghantar. 60
41 3.4.3 Penepat samping atau side lay/side guide: Pada mesin dengan pengumpan lembar per lembar biasanya memakai penepat samping sistem dorong. Pada mesin dengan pengumpan susun sirip memakai penepat samping sistem tarik Penepat depan atau front lay/front guide: Pada mesin dengan pengumpan lembar per lembar biasanya memakai penepat depan yang bekerjanya dari atas naik/turun dan ini biasanya untuk mesin dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, maupun ukuran kertas yang tidak terlalu panjang, dan transfer-nya ke silinder tekanan menggunakan swing gripper atau sistem ayun. Pada mesin dengan pengumpan lembar per lembar biasanya memakai penepat depan yang bekerjanya dapat dari atas naik/turun ataupun dari bawah naik/turun tergantung pada ukuran mesinnya Alat pengontrol kertas ganda: Bekerjanya ada yang secara mechanical, elektro mechanical dan electronic dengan memakai photo cell.pada mesin-mesin dengan kecepatan tinggi, biasanya dipakai dua macam, elektro mechanical dan photo cell, dengan demikian bila yang satu gagal masih dapat dikontrol oleh yang lain. 61
42 3.4.6 Alat kontrol terhadap kemiringan kertas atau misalignment: Alat ini dapat bekerja secara elektro mechanical maupun elektronik dengan photocell. Untuk mesin-mesin dengan kecepatan tinggi biasanya digunakan sistem elektronik dengan photo cell Alat penumpukan kertas cadangan atau pre loading: Terdapat dua macam sistem: biasa dan otomatis. Pada mesin-mesin berkecepatan tinggi dapat dipesan dengan menggunakan automatic pre-loading. Sedangkan pada mesin berkecepatan lebih rendah biasanya tidak terdapat/automatic pre-loading tetapi non automatic, yang dimaksud dengan automatic disini kertas dapat kita isi dan pertukaran meja dapat di lakukan tanpa harus menghentikan mesin. 3.5 Unit Cetak atau Printing Unit Unit cetak dapat dibagi menjadi beberapa bagian: Unit penintaan atau inking unit. Disitu beradanya bak tempat tinta dan rol-rol tintanya yang akan menghantar tinta dari bak sampai ke plate. Terdapat empat rol tinta yang langsung menempel ke plate yang sering disebut sebagai rol form, dengan garis tengah yang berbeda-beda. Susunan rol-rolnya akan tergantung kepada tipe mesinnya. 62
43 3.5.2 Unit pembasah atau dampening unit. Terdapat dua macam tipe yang disebut konvensionil dan sistem baru seperti alcolor misalnya. Fungsi bekerjanya memberikan pembasahan terhadap plate. Pada sistem konvensional terdapat dua rol pembasah yang menempel ke plate dan satu rol jilat yang berfungsi untuk mengambil air dari bak air. Sedangkan pada sistem baru seperti alcolor, terdapat hanya satu rol pembasah yang menempel ke plate dan rol tersebut juga dihubungkan dengan rol tinta. Untuk sistem pembasah baru, perlu ditambahkan alkohol disamping fountain solution. Karena memakai alkohol, maka perlu peralatan pendingin, agar alkohol tidak mudah menguap. Harus diingat alkohol yang digunakan disini adalah IPA atau Isoprophyl Alcohol. Pemakaian IPA disini antara 10-15% sedangkan sekali lagi pemakaian IPA tidak akan mempengaruhi nilai ph, karena fungsi utamanya untuk mengurangi tegangan permukaan Unit cetak Disini masing-masing unit cetak terdiri atas tiga silinder yaitu: - Silinder plate - Silinder karet atau blangket - Silinder tekanan (impresion) Pada mesin cetak Heidelberg sistem cetaknya: silinder plate dan silinder karet pinggirannya atau bearer-nya saling bersinggungan dimana hal itu sering disebut sebagai bearer contact. 63
44 Jadi apabila kita menyetel silinder tekan menurut tebal kertas yang akan kita cetak, maka yang bergerak adalah silinder karet menyentuh silinder plate, sedangkan bergeraknya silinder karet, silinder tekan tergantung dari tebal kertas (tekanan ataupun silinder plat kedudukannya tetap). Dan ketiga silinder ini, yang mempunyai gripper hanyalah silinder tekanan dan silinder pemindah atau transfer silinder. Begitu pula pada mesin GTO silinder tekanan juga dilapisi dengan steel jacket atau plat pelapis, yang dapat diganti seandainya rusak Bagian Pengeluaran Kertas Tercetak atau Delivery Unit Pada bagian pengeluaran ini terdapat batang-batang gripper pengambil kertas tercetak untuk dibawa ke meja penumpukan. Banyaknya batang gripper tergantung kepada tipe mesin cetaknya. Untuk GTO ada dua sedangkan untuk mesin yang lebih besar terdapat lebih dari dua batang gripper. Disamping itu terdapat roda-roda pengerern kertas (sheet brake), yang berfungsi menahan kertas manakala kertas dibawa ke meja penumpukan. Dengan demikian jatuhnya di meja akan lebih rapi. Juga alat pemberian serbuk anti smet terdapat pada bagian ini yang berfungsi untuk menghindari kemungkinan smet apabila cetakan itu berupa blok misalnya. Angin tiup di atas meja penumpukan. Ini dapat berupa batang tiup, tetapi dapat juga berupa kipas seperti pada mesin cetak GTO empat warna dan pada mesin besar lainnya. 64
45 3.6.1 Macam-macam Unit Pembasah Sistem pembasah konvensional. Mesin dengan sistem offset basah saat ini dilengkapi dengan berbagai macam unit pembasah. Hingga kini unit pembasah dengan dua rol yang langsung menempel ke plate dan menggunakan rol jilat sebagai cara pengambilan airnya masih merupakan sistem yang banyak dipakai di Indonesia dan sistem tersebut juga sering disebut sebagai sistem konvensionit atau conventional dampening system. Sistem konvensional ini dibagi menjadi dua macam : - Sistem dengan rol-rol airnya menggunakan kain selubung - Sistem dengan rol-rol airnya yang langsung menempel ke plate tidak lagi memakai kain selubung atau disebut sebagai bare back tetapi rol jilatnya masih memakai kain selubung. Sebagai konsekuensinya air pembasah harus diberi campuran IPA (Isoprophyl Alcohol) dan dengan adanya alkohol tersebut perlu adanya pendingin serta airnya perlu disirkulasi Sistem pembasah secara terus menerus atau continuous dampening Sistem pembasah secara terus menerus ini dapat dibagi menjadi tiga : - Sistem tanpa menggunakan rol penghubung antara unit pembasah dan unit penintaan. Yang dimaksud dengan secara terus menerus ialah rol pengambil air terus berputar di bak air. Perimbangan antara air dan tinta diperoleh agak lama karena harus melalui plat terlebih dahulu. Juga disini diperlukan adanya campuran alkohol pada cairan pembasahnya. Rol yang 65
46 langsung menempel ke plate kebanyakan tidak lagi memakai kain selubung. - Sistem dengan menggunakan rol penghubung antara unit pembasah dengan unit penintaan. Disini perimbangan antara air dan tinta terjadi langsung di unit penintaan (emulsinya), dan ini lebih cepat terjadi. Sistem ini juga sering disebut dengan sistem Dahlgreen. Memang sepintas sistem ini menyerupai sistem allcolor tetapi kalau kita perhatikan lebih cermat, maka masih ada perbedaan. Kelemahan dari sistem Dahlgreen diantaranya masalah ghosting yang lebih mudah terjadi dibanding dengan sistem alcolor. - Sistem pembasah Allcolor dari Heidelberg. Ini merupakan kombinasi dari semua sistem pembasah seperti konversional dan pembasah secara terus menerus dengan menggunakan sistem yang menghubungkan unit pembasah dengan unit penintaan. Penggunaan alkohol pada campuran pembasah menyebabkan tidak diperlukannya kain selubung pada rol pembasah, menyebabkan unit pembasah dapat dicuci bersamaan dengan pencucian rol-rol tinta, dan dengan demikian operator tidak perlu bolakbalik memasukkan/mengeluarkan dari mesin. Waktu yang biasa dipakai untuk mencuci rol pembasah dapat digunakan untuk berproduksi. Beberapa keuntungan dengan Allcolor dapat disebutkan disini: - Penintaan yang lebih baik, karena semua rol yang menempel ke plate mendapat tinta. - Mudah pengoperasiannya karena lebih banyak alat yang difungsikan secara otomatis. 66
47 - Menambah produktivitas karena pencucian unit pembasah bersama dengan unit penintaan. - Pemakaian bahan/larutan pembasah lebih hemat karena pemakaiannya cukup tipis di plate, dengan demikian warna lebih cemerlang dan kontras. - Perimbangan antara air dan tinta (emulsi) diperoleh secara cepat, sehingga beberapa lembar langsung dapat diterima, cocok dengan of sheet. - Karena tidak memakai kain selubung, maka kotoran (bintik-bintik putih) yang disebabkan kain selubung dapat dihindari, begitu pula galang putih yang disebabkan rol air. - Mengurangi kemungkinan timbulnya ghosting. - Disebabkan adanya rol penghubung antara unit pembasah dengan unit penintaan, maka pembasahan pendahuluan (pre-dampening) dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan cetakan atau inschiet pada permulaan cetak. Hal ini juga perlu diperhatikan dengan adanya pemakaian alkohol, maka suhu ruangan cetakpun sebaiknya mendapat perhatian seperti adanya air condition, karena ruangan yang terlalu panas akan mengakibatkan pemakaian alkohol lebih banyak, begitu pula pendingin (chiller) kurang dapat difungsikan karena perbedaan suhu yang besar antara pendingin dan ruang mesin cetak menyebabkan terjadinya pengembunan dan berakhir airnya menetes di atas kertas cetakan. Perlu juga ditambahkan bahwa larutan pembasah di bak pendingin harus sering dibersihkan, karena kemungkinan adanya bahan pencuci unit penintaan yang masuk ke dalam bak pendingin dan akhirnya dapat mengganggu hasil cetakan. 67
48 3.7 Problem Problem Printing Sesuai dengan Standard Internasional : Problem problem printing sangat berpengaruh pada proses printing dan hasil dari printing. Ada beberapa problem pada proses printing, antara lain : Material Faults Material Faults adalah suatu permasalahan pada cetakan yang disebabkan karena material (kertas). Contoh Material Faults yaitu : Spots : Permukaan tidak rata. Surface Flows : Cetakan bergaris. Creases/Folds : Material ngelipat Printing Faults Printing Faults adalah suatu permasalahan pada cetakan yang disebabkan karena cetakan pada saat mesin cetak produksi bukan dari material. Contoh Printing Faults yaitu : Blade Marks / Spots / Flipping Blade Marks / Spots / Flipping : Cetakan tergores karena pesutan. Ink Splash : Tinta jatuh di cetakan secara continue. Flipping : Adanya bintik bintik kotor di Cetakan. 68
49 Hickeys : Terjadinya mata ikan di cetakan Ink Smearing Smearing, streaks : Dikarenakan tinta luntur membentuk Goresan. Bleeding : Cetakan kotor dan goyang. Schumming : Dikarenakan non image area kena Cetak. Ghosting : Cetakan membayang Ink Uniformity Orange Peeling (Motling) : Cetakan seperti berpori pori Ink drying in : Cetakan banyak air (banjir), raster rontok Ink lay down : Cetakan pucat Cylinder Defects Set off / Picking : Dikarenakan tinta tercabut dari kertas Missing Varnish : Dikarenakan varnish cacat Missing dots : Raster cacat 69
50 3.8 Varnish Adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk melapisi cetakan supaya cetakan terlihat glosi/lebih kilat dan berguna untuk melindungi cetakan supaya permukaan cetakan tidak mudah tergores. Ada beberapa macam varnish, antara lain : Oil based varnish Water based varnish Solvent based varnish UV based varnish 3.9 Hot Print Mesin hot print adalah mesin yang dikhususkan untuk digunakan mencetak gilap dengan alumunium foil. Dimana foil yang digunakan adalah jenis yang berbeda dengan foil yang biasa digunakan untuk keperluan masak. Foil ini memang didesign untuk dapat menempel pada substrate kertas dengan bantuan panas. Adapun jenis untuk mesin ini : Hanya hot print saja Ada yang hot print + plong Ada yang hot print + emboss Dalam pemakaian mesin ini adapun beberapa bahan yang harus disiapkan, antara lain : Klise embos ( biasanya terbuat dari alumunium dan kuningan ) Untuk bagian bawah ada yang menggunakan pertinak. Tergantung dari jenis mesin. 70
51 Cetakan yang akan di hot print. Alumunium foil sesuai pesanan. Mesin yang digunakan menyesuaikan kebutuhan dan jenis cetakan. Film digunakan untuk mengetahui ketepatan dan posisi dibagian mana yang harus di hot print. Untuk batasan penggunaan alumunium foil terhadap cetakan / desain yang akan di hot print adalah 5 mm batas kiri, kanan, atas, bawah. Ini dilakukan untuk memberikan kekuatan lebih dari alumunium untuk tidak mudah robek atau putus saat tertarik.untuk batasan ini juga berpengaruh dari kapasitas maksimal dan minimal ukuran dari mesin itu sendiri Punching / Plong Proses punching / plong dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan secara inline atau terpisah. Ini berdasarkan dengan kebutuhan yang diinginkan dan kemampuan dari perusahaan itu sendiri. Secara umum mesin plong ada dua jenis yaitu : 1. platen. 2. rotary. Dalam dua jenis mesin ini juga memiliki perbedaan dan kelebihan masingmasing. Dalam kapasitas kemampuan untuk jenisnya ada beberapa perbedaan yang cukup terlihat yaitu : a. Punch / die saja : - Cutting - Creasing 71
52 - Embos b. Stripping ( hanya membuang bagian yang tidak diperlukan saja ) c. Stripping + Blanking ( membuang yang tidak diperlukan + Cutting, Creasing, Embos ) Pada mesin plong ada beberapa faktor yang berpengaruh pada saat proses. Yaitu : Pisau Pallet die Karet Creasing Embos Pisau Untuk pisau dalam mesin plong berbeda dengan pisau pada mesin potong kertas.pisau untuk plong ini lebih tipis dan tidak terlalu tajam sehingga tahan lama dan mudah diganti.adapula unsur-unsur dalam pisau plong.yaitu : Cutting dengan tebal 18 mm Creasing dengan tinggi 23,2-23,3 mm. untuk creasing menyesuaikan dengan ketebalan kertas Perforasi Karet ( sebagai penahan kertas untuk kembali ke bawah ) dengan tinggi 7 mm Pisau dengan tinggi 23,8 mm 72
53 Sudut pisau sangat diperlukan untuk kondisi tertentu. Sehingga dilihat dari kebutuhan pada cetakan yang akan diplong untuk membentuk ruang yang dibuang dengan jarak terlalu dekat terlihat baik Pallet Die Kegunaan dari pallet die ini adalah sebagai tempat dari pisau plong itu sendiri. Ini digunakan karena lebih efisien dan lebih murah sehingga jika rusak penggantian tidak terlalu mahal dan lebih cepat. Ada beberapa jenis kayu yang biasa digunakan sebagai pallet die yaitu : Kayu mil Kayu khusus Untuk mengerjakan pembuatan bentuk dasar pisau dapat menggunakan 2 cara. Yaitu : 1. Manual 2. Laser Karet Dalam unsur pisau plong karet berperan penting untuk menahan kertas yang dibuang maupun tidak sehingga dapat lepas dari pisau. Ini sangat dibutuhkan karena sifat kertas saat diplong biasanya menempel. Adapun jenis dari karet ini dilihat dari tingkat kekenyalan dari karet yang akan dipakai. 73
54 Creasing Creasing adalah bagian dari pisau plong juga. Akan tetapi pada bagian ini pisau tidak terlalu tajam. Ini dikarenakan untuk membentuk tempat lipatan yang baik. Adapun jenis dan bahan untuk bantalan creasing tersebut. Yaitu: Pertinak Creasing rule Press punch paper Dalam jenis diatas yang sangat bagus adalah pertinak.ini dikarenakan pertinak memiliki kelebihan yang banyak antara lain : a. Lebih presisi b. Lebih tahan lama c. Pemasangan tidak terlalu sulit Untuk kekurangan : a. Lebih mahal b. Harus sesuai pesanan ( pesanan harus dibentuk dahulu dengan mesin ) Untuk ketebalan creasing sendiri sangat dipengaruhi oleh tebal dari kertas yang akan di plong. Faktor ini sangat berpengaruh pada ketebalan dari pisau creasing dan bantalan creasing yang digunakan.sehingga mempermudah untuk memilih dan membentuk creasing yang baik. 74
55 Embos Embos merupakan salah satu bagian pada pisau plong yang bisa dilepas. Embos dipasang hanya dibutuhkan pada cetakan yang memakai embos. Embos sendiri terdiri dari beberapa jenis, antara lain : Kertas Alumunium Kuningan Untuk embos kertas biasanya dipakai hanya untuk menambah ketinggian pada embos yang lain. Jika embos kertas dipakai langsung maka bentuk dari presisi embos berbeda dan tampak lebih bulat. Ini hanya dipakai untuk cetakan yang tidak memerlukan presisi yang tinggi. Untuk kekuatan yang paling bagus diantara ketiga jenis tersebut adalah jenis kuningan. Disamping lebih kuat dan tahan lama embos ini juga memiliki tingkat presisi yang sangat bagus dibandingkan dengan yang lain. Adapula proses pembuatan embos dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1. Edching 2. Grafing Untuk melakukan embos, cutting dan creasing secara bersamaan dapat dilakukan dengan bersamaan sehingga jaraknya harus diperhitungkan. Untuk jaraknya sendiri minimal 8 mm dari cetakan paling tepi sehingga hasilnya lebih bagus dan rapi. 75
56 Notching adalah sebuah pisau plong yang digunakan untuk memberikan sisa kertas pada saat proses stripping. Ukuran dari notching tergantung dari cetakan dan grammatur kertas. Ini dilakukan untuk mempermudah ke proses berikutnya. Misalkan setelah cutting, stripping lalu ke blanking.pada saat diblanking inilah notching diperlukan. 76
BAB III METODE KERJA PRAKTEK
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan : CV. Indah Makmur Divisi Tempat : Pre-press : Jl. Klampis Semolo Timur VI/14 AB 151 Surabaya Jawa Timur.
BAB III METODE KERJA PRAKTEK
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Lokasi dan Waktu Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan Divisi : PT. Sampoerna PrintPack. : Offset Production. Tempat : Jl. Raya Surabaya Malang KM 51,4 Sukorejo,
Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017
PENGARUH KUANTITAS AIR PEMBASAH PADA PROSES CETAK OFFSET Mohammad Djazman Addin Suryana Program Studi Teknik Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makassar e-mail : [email protected] Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi, pada saat itu hanya berbentuk susunan huruf yang disebut dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Grafika menurut sejarah berasal dari bahasa Yunani yang berarti huruf atau lambang. Awal perkembangannya sekitar tahun 3.000 SM proses cetak dilakukan pertama
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Desain Desain Pada arti luas dasarnya merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Desain merupakan langkah awal sebelum memulai membuat suatu benda, seperti
Lithografi ditemukan oleh aloys Senefelder (1798) Munich. Sebagai medium artistik dan alat reproduksi gambar.
lithography Metode cetak yang memanfaatkan batu kapur sebagai acuan cetaknya. Sesuai makna katanya : litho = batu / graphein = menggambar/ mencetak. Prinsip kerja : adanya tolak menolak antara air dengan
BAB I PENDAHULUAN. kemajuan yang sangat pesat. Dimulai dari proses pre-press, press, hingga post
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia grafika pada perjalanannya telah mengalami banyak kemajuan yang sangat pesat. Dimulai dari proses pre-press, press, hingga post press. Membicarakan
Metode Produksi Grafika
Modul ke: 02Fakultas Desain dan Seni Kreatif Metode Produksi Grafika KONSEP DESAIN GRAFIS Hapiz Islamsyah Program Studi Desain Produk KONSEP DESAIN GRAFIS Seorang desainer grafis harus memiliki pengetahuan
BAB IV HASIL DAN EVALUASI
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di Perusahaan CV. Sinar Jaya Printing dilakukan dalam waktu tiga bulan yang keseluruhannya di lakukan di bagian pra cetak
SOAL UJIAN UTS METODE REPRODUKSI GRAFIKA 1 SOAL PILIHAN GANDA (25 SOAL)
SOAL UJIAN UTS METODE REPRODUKSI GRAFIKA 1 SOAL PILIHAN GANDA (25 SOAL) 1. Di Cina sebelum tahun 220 M yaitu pada masa Dinasti Han telah ditemukan sebuah teknik cetak yang jugs dinamakan dengan istilah:
BAB III METODE KERJA PRAKTEK
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan mulai tanggal 20 januari 2011 sampai dengan 20 maret 2011. Pelaksanaan kerja paraktek ini tidak mengikuti
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Semakin berkembangnya teknologi saat ini membuat persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin berkembangnya teknologi saat ini membuat persaingan dalam dunia industri grafika, khususnya di Indonesia, diharapkan selalu mencari informasi dan pengalaman
- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;
CARA SABLON MANUAL ALAT DAN BAHAN CETAK SABLON Alat: - Meja sablon, selain digunakan untuk menyablon meja ini digunakan pada saat afdruk screen. Bagian utama meja adalah kaca (tebal 5 mm), lampu neon 2
BAB IV HASIL DAN EVALUASI
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di CV Sinar Jaya Printing dilakukan dalam waktu dua bulan (tujuh minggu) yang keseluruhannya di lakukan di tiga departemen
Metode Produksi Grafika
Modul ke: Metode Produksi Grafika APAKAH GRAFIKA ITU Fakultas Teknik Perencanaan Dan Desain Program Studi Desain Grafis Sudarman SA, ST. AMd graf Ir. Gatot Sigiarto Apakah grafika itu Grafika berasal
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN Dalam implementasi desain, kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahapan sebagai berikut: 1. Tahap Pesiapan, 2. Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain, 3. Pembuatan Plate menggunakan
I. Produk Sablon Kertas
{jcomments on}sablon kertas adalah salah satu jenis ketrampilan cetak sablon, yang termasuk kedalam kelompok Cetak Sablon Basis Minyak, dengan memahami cetak sablon kertas maka akan sangat mudah untuk
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. Studi Lapangan. Identifikasi Masalah. -Penanggulangan Cacat Bintik. Pengumpulan Data.
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Studi Lapangan Identifikasi Masalah -Penanggulangan Cacat Bintik Pengumpulan Data - Data Hasil Audit periode Januari 2005- September 2005 Pengolahan Data - Data Distribusi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengeringan. Metode pengawetan dengan cara pengeringan merupakan metode paling tua dari semua metode pengawetan yang ada. Contoh makanan yang mengalami proses pengeringan ditemukan
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Waktu merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitas kehidupan manusia, tanpa waktu manusia akan sulit menjalankan kewajibannya. Waktu adalah
BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,
atas dua bagian besar
Secara garis besar teknologi cetak terbagi atas dua bagian besar Teknologi Cetak dengan acuan Cetak Permanen (konvensional Printing) Teknologi Cetak Tanpa Acuan Cetak Permanen (Non Impact Printing) Teknologi
14 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan Terbukti Ampuh
14 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan Terbukti Ampuh Written by Rosalia in Beauty Tips Sebelum membahas lebih lanjut mengenai berbagai cara menghilangkan komedo, terlebih dahulu kita harus tahu
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN
28 BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Pemilihan Ide Pengkaryaan Bagan 3.1. Proses berkarya penulis 29 Seni adalah manifestasi atau perwujudan keindahan manusia yang diungkapkan melalui penciptaan
BAB IV PEMBAHASAN. Kerja praktek yang telah dilaksanakan dan diselesaikan penulis di : 2. Divisi : Pracetak/prepress dan pasca cetak/postpress
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisa Sistem Kerja praktek yang telah dilaksanakan dan diselesaikan penulis di : 1. Nama perusahaan : CV. Wins Samanta 2. Divisi : Pracetak/prepress dan pasca cetak/postpress 3.
Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural
SNI 03-3975-1995 Standar Nasional Indonesia Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural ICS Badan Standardisasi Nasional DAFTAR ISI Daftar Isi... Halaman i BAB I DESKRIPSI... 1 1.1
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini
PERANAN JASA LAUNDRY Laundry Service
PERANAN JASA LAUNDRY Laundry Service Kepuasan para tamu akan hasil pencucian anda adalah sangat tergantung kepada diri anda, yakinkan proses pencucian yang anda lakukan sudah baik dan benar guna menciptakan
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang sangat pesat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang sangat pesat, dinamis dan maju di berbagai bidang saat ini, membuat seseorang harus dapat selalu up to date
Metode Produksi Grafika
Modul ke: Metode Produksi Grafika LETTERPRESS PRINTING Fakultas Teknik Perencanaan Dan Desain Program Studi Desain Grafis Sudarman SA, ST. AMd graf Ir. Gatot Sigiarto Ir. Kamil Rusdi A, M.Si. Letterpress
Macam-macam Teknik Cetak. Reprografika Dkv216
Macam-macam Teknik Cetak Reprografika Dkv216 Prinsip dasar percetakan Percetakan pada dasarnya adalah memindahkan obyek gambar dengan proses: Gambar desain (konsep) Film (media pemindah) Inking (proses
KIAT MEMILIH MESIN CETAK OFFSET LEMBARAN PENDAHULUAN
KIAT MEMILIH MESIN CETAK OFFSET LEMBARAN PENDAHULUAN Perkembangan dunia grafika demikian pesat seiring dengan perkembangan teknologi computer, dimana belakangan ini banyak mesin-mesin cetak yang sudah
Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan
Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan. Ukuran partikel atau
Arsip Nasional Republik Indonesia
Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Perbaikan Arsip Kartografik telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG
PERAWATAN DAN PERBAIKAN AIR CONDITIONER
PERAWATAN DAN PERBAIKAN AIR CONDITIONER Disusun untuk memenuhi tugas pemeliharaan dan perbaikan listrik Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik Dosen Pembimbing : Heri Liamsi, S.T., M.T (196311091991021001)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan penelitian ini maka dipilih
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan penelitian ini maka dipilih metode eksperimen. 3.2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium
METODE PENGUJIAN CAMPURAN ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL
SNI 06-2489-1991 SK SNI M-58-1990-03 METODE PENGUJIAN CAMPURAN ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL BAB I DESKRIPSI 1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan
Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk mengencerkan suatu larutan.
Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk Cara nya Pembersihan sangat mengencerkan suatu larutan. adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu disarankan busa / dikeringkandengan lap.
LAPORAN PEMBUATAN KERAJINAN DARI BUBUR KERTAS
LAPORAN PEMBUATAN KERAJINAN DARI BUBUR KERTAS ANGGOTA : 1. Bima Yudha D.N 2. Fadel Muhammad 3. Haryoto Sugihartono 4. Karunia Dwi Febri M 5. Rio Kusuma P 6. Rizal Juliano l Sebagaimana diketahui, kerusakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dijadikan tanaman perkebunan secara besaar besaran, karet memiliki sejarah yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Karet Sejak pertama kali ditemukan sebagai tanaman yang tumbuh secara liar sampai dijadikan tanaman perkebunan secara besaar besaran, karet memiliki sejarah yang cukup
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN SETERIKA DOMO
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN SETERIKA DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahuntahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian ini dengan seksama,
BAB III METODE KERJA PRAKTEK
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek industri dilaksanakan di : Nama perusahaan Divisi : CV. Sinar Jaya Printing : Pra Cetak (Pre Press) Tempat : Jl. Kali Kepiting Jaya IV No.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis meneliti tentang pengaruh penahanan waktu pemanasan (holding time) terhadap kekerasan baja karbon rendah pada proses karburasi dengan menggunakan media
Membuat output image menggunakan printer.
Membuat output image menggunakan printer www.bambangherlandi.web.id Fungsi utama Fungsi utama dari printer adalah untuk melakukan proses pencetakan susunan yang telah dikerjakan dengan menggunakan komputer
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksperimen.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksperimen. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yang digambarkan dalam diagram alir
BAB III METODE KERJA PRAKTEK. : Jl. Prambanan No. 09 Surabaya, Jawa Timur
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek ini dilaksanakan di : Nama Perusahaan Divisi Tempat/ alamat : CV. Bayu Mandiri : Post press : Jl. Prambanan No. 09 Surabaya, Jawa Timur Kerja
Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk mengencerkan suatu larutan.
Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk mengencerkan suatu larutan. Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkandengan lap. Kemudian dimasukkan larutan
BAB III METODE PRAKTEK KERJA
BAB III METODE PRAKTEK KERJA 3.1 WAKTU DAN LOKASI Praktek kerja dilaksanakan pada tanggal 5 Maret sampai 25 Mei 2012 di: Nama Perusahaan : CV. Wins Samanta Tahun Berdiri : 2012 Lokasi : Jl. Kutisari besar
PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1. RS Siti Khodijah Pekalongan
Pekalongan PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman STANDAR Adalah proses penanganan linen yang telah dipergunakan oleh pasien, yang tidak terkontaminasi
BAB I PENDAHULUAN. dimulainya era globalisasi memicu perkembang teknologi dibidang grafika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat dan dimulainya era globalisasi memicu perkembang teknologi dibidang grafika (sumber: Jurnal Indonesia
Dan Pengaruhnya Terhadap
Penemuan Kertas Dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan DKV P d i i b l dik l i til h Pada masa ini belum dikenal istilah DKV PENEMUAN KERTAS 105 M ACUAN CETAK 200 M BUKU CETAK 868 M ILUSTRASI TIPOGRAFI
METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET
METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET SNI 19-6413-2000 1. Ruang Lingkup 1.1 Metode ini mencakup penentuan kepadatan dan berat isi tanah hasil pemadatan di lapangan atau
BAB IV KENDALA YANG DIALAMI SELAMA PROSES PERANCANGAN PANEL DINDING RINGAN BERBAHAN BOTOL PLASTIK
BAB IV KENDALA YANG DIALAMI SELAMA PROSES PERANCANGAN PANEL DINDING RINGAN BERBAHAN BOTOL PLASTIK Percobaan Membuat Lapisan Komposit pada Permukaan Botol Percobaan membuat lapisan campuran semen pada panel
TUGAS PRAKARYA: SABLON
TUGAS PRAKARYA: SABLON Pengertian Sablon Kata sablon berasal dari bahasa Belanda yaitu schablon yang merupakan suatu teknik cetak-mencetak suatu desain grafis dengan menggunakan kain gasa atau biasa disebut
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa Sumatera Utara berdiri pada tanggal 27 Juli 1985 berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No 26 tahun 1985
Anti Gores Hidofobik & Pelindung UV. SIO3 Wetlook Gloss. SIBC Gorilla Basecoat Permanen. SIO5 Diamond Gloss
SIO3 Wetlook Gloss SIO5 Diamond Gloss SIBC Gorilla Basecoat Permanen Full Body Aplikasi Termasuk Gratis Safety Vision Anti Gores Hidofobik & Pelindung UV Brosur Customer 02 Apa yang Nano-Ceramic? adalah
BAB III METODE KERJA PRAKTEK. Nama perusahaan : PT. Krisanthium Offset Printing. : Jl. Rungkut Industri III/19 Surabaya Jawa Timur.
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan : PT. Krisanthium Offset Printing Divisi Tempat : Design. : Jl. Rungkut Industri III/19 Surabaya Jawa Timur.
MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM
MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM Materi ini membahas tentang pembuatan besi tuang dan besi tempa. Tujuan instruksional khusus yang ingin dicapai adalah (1) Menjelaskan peranan teknik pengecoran dalam perkembangan
Cooling Tower (Menara Pendingin)
Cooling Tower (Menara Pendingin) A. Pengertian Menurut El. Wakil, menara pendingin didefinisikan sebagai alat penukar kalor yang fluida kerjanya adalah air dan udara yang berfungsi mendinginkan air dengan
III.METODOLOGI PENELITIAN. 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di
III.METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di lakukan di Laboratium Material Teknik, Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN. peningkatan devisa Indonesia. Pada dasarnya karet berasal dari alam yaitu dari getah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet alam terbesar di dunia. Awal mulanya karet hanya ada di Amerika Selatan, namun sekarang sudah berhasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Untuk dapat mengetahui hasil dari penelitian ini maka pada bab ini akan di bahas mengenai metode penelitian yakni mengenai proses pelaksanaan dan
Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN. terhadap tumbuhan paku sejati (Pteropsida) ini sehingga menghasilkan pemikiran.
Proses Sumber Persiapan gagasan Sketsa Pengalaman Ide atau Gagasan Karya Pewarnaan Konsultasi BAB I I I Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN Media Teknik massa Pencetakan A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Berawal dari ketertarikan penulis terhadap para pemain dari film animasi Legend Of The Guardian yang tidak lain adalah burung hantu. Meskipun film ini berjenis
Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif
Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif NBID42 Untuk Penggunaan Rumah Tangga Mohon agar Buku Petunjuk Pemakaian ini dibaca dengan baik sebelum pemakaian, dan pakailah peralatan dengan benar.
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN Dalam implementasi desain, kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahapan sebagai berikut 1. Tahap Pesiapan, 2. Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain, 3. Pembuatan Plate menggunakan
Pengolahan Limbah Pabrik Kertas
A. Latar Belakang Pengolahan Limbah Pabrik Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan
Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion
Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion NACC10 Untuk Penggunaan Rumah Tangga Mohon agar Buku Petunjuk Pemakaian ini dibaca dengan baik sebelum pemakaian, dan pakailah peralatan dengan
BAB III METODE KERJA PRAKTEK
BAB III METODE KERJA PRAKTEK 3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan : PT. Krisanthium Offset Printing Divisi Tempat : Repro : Jl. Rungkut Industri III/19 Surabaya Jawa Timur.
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Kuda adalah hewan yang sangat berguna dalam keseharian sebagian besar manusia, baik itu tenaga, daging bahkan susunya, sejak dahulu memang kuda sudah diandalkan
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PRODUK TUNGKU GELOMBANG MIKRO (MICROWAVE OVEN) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku
1. Menimbang Bahan Menimbang harus dilakukan dengan teliti dan tepat memilih alat Ssesuai dengan berat bahan yang akan ditimbang.
1. Menimbang Bahan Menimbang harus dilakukan dengan teliti dan tepat memilih alat Ssesuai dengan berat bahan yang akan ditimbang. Perhatikan ketelitian (graduation ) timbangan yang hendak dipakai. Jangan
OXYFLOOR Epoxy Floor Coating
PT. PUTRAMATARAM COATING INTERNATIONAL OXYFLOOR Epoxy Floor Coating AGUSTUS 2011 VOLUME 8 Pendahuluan Epoxy merupakan cat dua komponen yang terbuat dari kombinasi epoxy dan amine. Epoxy mempunyai keunggulan
BAB XIII PENGECATAN A.
BAB XIII PENGECATAN A. Pekerjaan Pengecatan Pada saat melakukan pengecatan baik itu tembok lama maupun baru, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih warna yang sesuai dengan fungsi dinding yang
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1. Sejarah Perusahaan Berdiri dengan nama PT. Indoaluminium Intikarsa Industri atau sering disebut dengan PT. 3I, pada tanggal 17 April 1990 dalam rangka Penanaman Modal Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyejuk udara atau pengkondisi udara atau penyaman udara atau erkon atau AC (air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara
Panduan penggunamu. ZANKER TD4213
Anda dapat membaca rekomendasi di buku petunjuk, panduan teknis atau panduan instalasi untuk ZANKER TD4213. Anda akan menemukan jawaban atas semua pertanyaan Anda pada ZANKER TD4213 di manual user (informasi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan
NIASTr~ PRESERV ASI ARSIP ST A TIS INSTRUKSI KERJA UNIVERSITAS AIRLANGGA. Dr. M. Hadi Sl'(ubhan, SH.,M.H.,CN SISTEM MANAJEMEN MUTU
NIASTr~ I;..kl..... :..., r 002 INSTRUKSI KERJA PRESERV ASI ARSIP ST A TIS SISTEM MANAJEMEN MUTU AIRLANGGA INTEGRATED MANA GEMENT SYSTEM (AIMS) UNIVERSITAS AIRLANGGA Revisi ke 0 Tanggal Revisi - Tanggal
Asal Usul Kertas. Dibuat Oleh : Patrick Lingga XB / 19. Santo Aloysius Batununggal. Bandung
Asal Usul Kertas Dibuat Oleh : Patrick Lingga XB / 19 Santo Aloysius Batununggal Bandung 2013 Kata pengantar Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME karena dengan berkat dan karunianya, saya diberikan
14.1 Proses Pembuatan Komposit Material Plastik yang Diperkuat Serat Proses Pencetakan Terbuka (Open-Mold Processes)
14.1 Proses Pembuatan Komposit Material Plastik yang Diperkuat Serat. 14.1.1 Proses Pencetakan Terbuka (Open-Mold Processes) Terdapat beberapa metode cetakan terbuka untuk membuat material komposit plastik
Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 2 September 2017
PENGAPLIKASIAN PASTA PLASTISOL DAN PASTA RUBBER PADA KAIN COMBED 30S Mohammad Djazman Addin Suryana Program Studi Teknik Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makassar e-mail : [email protected]
HD9216 HD9217. Petunjuk Pengguna
HD9216 HD9217 Petunjuk Pengguna 120 160 1 80 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Isi Pendahuluan 5 Gambaran umum (Gbr. 1) 5 Penting 5 Sebelum menggunakan alat pertama kali 8 Persiapan penggunaan 8 Menggunakan
METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI
METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI 1.1 Ruang Lingkup Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji di Lapangan ini mencakup : 1) Cara pembuatan dan perawatan benda uji
BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi
5 BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
III.METODOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di
III.METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di lakukan di Laboratium Material Teknik, Universitas
International Quality Waterproofing
International Quality Waterproofing Hidup di negara tropis, kita dihadapkan pada cuaca yang cukup ekstrim yang datang silih berganti, yaitu panas matahari yang terik dan curah hujan yang tinggi. Menghadapi
Didesain agar nyaman dan tahan lama.
Didesain agar nyaman dan tahan lama. Inter IKEA Systems B.V. 2015 Sebagian besar dari kita menghabiskan banyak waktu di meja, baik saat bekerja di kantor maupun di rumah. Itulah mengapa ruang kerja yang
INFORMASI DAN SPESIFIKASI
INFORMASI DAN SPESIFIKASI Sablon FLOCK Adalah sablon Digital dengan menggunakan kain sintetis yg sudah memiliki perekat. Menggunakan tinta khusus yang tahan air. Menggunakan lem khusus non-water-based
Melalui sedikit kelebihan gas dalam api dapat dicegah terjadinya suatu penyerapan arang (jika memang dikehendaki) dicapai sedikit penambahan
Flame Hardening Flame hardening atau pengerasan dengan nyala api terbuka adalah pengerasan yang dilakukan dengan memanaskan benda kerja pada nyala api. Nyala api tersebut dapat menggunakan Elpiji + Udara
Karya Ilmiah Peluang Bisnis
Karya Ilmiah Peluang Bisnis Usaha Sablon Disusun oleh : Ilyas Safitri Dewi ( 10.11.3633) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2011 A. Judul : Usaha Sablon kaos B. Abstrak Pendahuluan Latar belakang: Sehubungan
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
I PENDAHULUAN. hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kelapa termasuk dalam famili Palmae,
I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,
III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI. Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan pembuatan pola dan inti pada proses pengecoran.
III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI A. Sub Kompetensi Pembuatan pola dan inti dapat dijelaskan dengan benar B. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan
S o l a r W a t e r H e a t e r. Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater.
BUKU PANDUAN SOLAR WATER HEATER Pemanas Air Dengan Tenaga Matahari S o l a r W a t e r H e a t e r Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater. Pengenalan
3. METODOLOGI PENELITIAN
3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. BAHAN DAN ALAT Bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain talas bentul, gula pasir, gula merah, santan, garam, mentega, tepung ketan putih. Sementara itu, alat yang
REAKTOR GRAFIT BERPENDINGIN GAS (GAS COOLED REACTOR)
REAKTOR GRAFIT BERPENDINGIN GAS (GAS COOLED REACTOR) RINGKASAN Reaktor Grafit Berpendingin Gas (Gas Cooled Reactor, GCR) adalah reaktor berbahan bakar uranium alam dengan moderator grafit dan berpendingin
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Sejarah Yayasan Paguyuban Ikhlas Usaha jamur tiram putih di Yayasan Paguyuban Ikhlas didirikan oleh bapak Hariadi Anwar. Usaha jamur tiram putih ini merupakan salah
II. METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Desain motif batik pada bed sheet memang sudah tersedia di pasaran, namun sangat terbatas sekali jumlahnya. Setelah diamati desain motif batik pada bed sheet yang
BAB III METODELOGI PENELITIAN Alur Penelitian Secara garis besar metode penelitian dapat digambarkan pada diagram alir dibawah ini : Mulai
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1. Alur Penelitian Secara garis besar metode penelitian dapat digambarkan pada diagram alir dibawah ini : Mulai Studi Pustaka Identifikasi masalah Rencana Kerja dan Desain
