BAB II DASAR TEORI DAN KOMPONEN PENDUKUNG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II DASAR TEORI DAN KOMPONEN PENDUKUNG"

Transkripsi

1 BAB II DASAR TEORI DAN KOMPONEN PENDUKUNG Mikrokontroler merupakan sebuah komputer sederhana dalam satu serpih (chip). Mikrokontroler adalah salah satu pengembangan yang penting dalam bidang elektronik sejak penemuan mikroprosesor. Mikrokontroler dapat ditemukan pada piranti elektronik saat ini seperti: DVD, kamera, mesin cuci dan piranti elektronik lainnya. Walaupun kecil mikrokontroler cukup rumit. Untuk memahaminya diperlukan pengetahuan tentang perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), karena mikrokontroler bekerja berdasarkan kedua komponen tersebut. Biasanya dalam sebuah mikrokontroler terdapat ROM (Read-Only Memory) RAM (Read Acces Memory), beberapa buah bandar keluaran/masukan (I/O PORT) dan beberapa komponen pendukung (peripheral) seperti: pencacah/pewaktu, ADC (Analog-to-Digital Converter), DAC (Digital-to-Analog Converter) dan bandar komunikasi serial. Pada umumnya dalam sebuah mikroprosesor terdapat 3 kompenen utama yaitu: ALU (Arithmetic Logic Unit ) untuk melakukan perhitungan data, sekumpulan pengingat (register) untuk memegang data pengguna dan unit pengendali yang mengatur aliran data dari pengingat (register) ke ALU. Mikrokontroler selain mengandung ketiga komponen tersebut juga sudah tercakup RAM,ROM dan bandar bandar keluaran /masukan. Berdasarkan komponen dalam mikrokontronler dapat dikatakan bahwa mikrokontroler lebih cepat dari mikroprosesor hal ini disebabkan karena sudah terdapat unit memori dalam serpih (chip) yang sama, oleh karena itu aksesnya lebih cepat. Kekurangannya adalah kemampuan menyimpan data baik di ROM maupun RAM lebih sedikit, tapi dapat ditambah dengan unit memori luar. 2.1 Mikrokontroler PIC16F877A Mikrokontroler PIC dari Microchip merupakan salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan oleh peminat elektronika untuk membuat perangkat

2 elektronika. Salah satu alasan kesuksesan PIC adalah karena dukungan yang disediakan oleh Microchip. Dukungan yang disediakan termasuk sebuah software yang dapat digunakan untuk pengembangan dalam lingkungan profesional yaitu MPLAB. MPLAB dapat di download secara gratis dari situs Microchip. Dalam MPLAB sudah termasuk sebuah assembler, linker, debugger, dan simulator. Microchip juga menjual murah in-circuit debugger yang disebut MPLAB ICD2. Website Microchip juga dilengkapi ratusan dokumen pendukung gratis seperti: datasheet, catatan aplikasi dan contoh kode. Selain itu PIC16F877A mempunyai fitur yang lengkap yang membuatnya lebih unggul dari yang lain diantaranya: 1. Menggunakan desain RISC CPU sehingga intruksinya hanya 35 jenis. 2. Semua intruksi dilaksanakan dalam satu siklus selain intruksi percabangan 3. Direct, indirect dan relative addressing mode 4. Dapat menangani 14 buah sumber interupsi 5. Memiliki 8K x 14 word memori program x 8 bit memori data (RAM) 7. Mempunyai EEPROM 256 x 8 bit 8. Dapat beroperasi pada tegangan 2-5 Volt 9. In-Circuit Programing (ICSP) dapat dilakukan melalui 2 buah pena 10. Watchdog Timer (WDT) mempunyai osilator tersediri. 11. Dua buah modul PWM bit multi chanel ADC 13. Universal Synchronous Asynchronous Reciever Transmitter (USART) 14. Timer dalam tiga buah

3 2.1.1 Pena-pena mikrokontroler PIC16F877A Mikrokontroler PIC16F877A mempunyai 40 pena (pin) seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1 Gambar 2.1 Konfigurasi Pena PIC16F877A Masing-masing pena mikrokontroler PIC16F877A menpunyai kegunaan sebagai berikut: 1. Bandar A (RA0-RA5) Bandar A adalah bandar masukan/keluaran (I/O) dua arah (bidirectional). Bandar A juga mempunyai fungsi alternatif seperti pada Tabel 2.1 Tabel 2.1 Fungsi Alternatif Bandar A Pena Fungsi Alternatif RA0/AN0 Digital I/O, masukan analog 0 RA1/AN1 Digital I/O, masukan analog 1 RA2/AN2/V REF+ Digital I/O, masukan analog 2, tegangan referensi A/D rendah

4 RA3/AN3/V REF+ Digital I/O, masukan analog 3, tegangan referensi A/D tinggi RA4/T0CK1/C1out Digital I/O, masukan penabuh luar timer0, keluaran camparator 1 RA5/-SS/AN5 Digital I/O, slave select untuk SSP 2. Bandar B (RB0-RB7) Bandar B adalah masukan/keluaran dua arah (bidirectional). Bandar B dapat diprogram secara perangkat lunak untuk internal weak pull-up pada semua masukannya. Bandar B juga punyai fungsi alternatif seperti pada Tabel 2.2 Tabel 2.2 Alternatif Bandar B Pena RB0/INT RB1 RB2 RB3/PGM RB4 RB5 RB6/PGC RB7/PGD Fungsi alternatif Digital I/O, external interupt Digital I/O Digital I/O Digital I/O, pena mempukan ICSP tegangan rendah Digital I/O Digital I/O Digital I/O, penabuh ICSP dan in-circuit debugger Digital I/O, data ICSP, in-circuit debugger 3. Bandar C (RC0-RC7) Bandar C adalah masukan/keluaran (I/O) dua arah (bidirectional). Bandar C juga mempunyai fungsi alternatif seperti pada Tabel 2.3.

5 Tabel 2.3 Fungsi Bandar C Pena Fungsi RC0/T1OSO/T1CK1 Digital I/O, keluran osilator timer1, masukan penabuh luar timer1 RC1/T1OSI,CCP2 RC2/CCP1 RC3,SCK,SCL RC4/SDI/SDA RC5/SDO RC6/TX,CK RC7/RC/DT Digital I/O,masukan osilator timer1,keluaran PWM2 dan compare2, masukan capture2 Digital I/O,keluaran PWM1 dan compare1, masukan capture1 Digital I/O,penabuh SPI, Penabuh I 2 C Digital I/O, masukan data SPI, masukan data I 2 C Digital I/O,keluaran data SPI Digital I/O,transmit USART, penabuh USART Digital I/O, receiver USART, data USART 4. Bandar D (RD0-RD7) Bandar D adalah bandar I/O dua arah (bidirectioanal) atau bandar budak ketika dihubungkan dengan bus mikroprosesor. 5. Bandar E (RE0-RE2) Bandar E adalah bandar I/O dua arah (bidirectional). Bandar E juga punyai fungsi alternatif seperti pada Tabel 2.4. Tabel 2.4 Fungsi Bandar E Pena RE0/-RD/AN5 RE1/-WR/AN6 Fungsi Digital I/O, kendali baca untuk bandar budak paralel, masukan analog 5 Digital I/O, kendali tulis untuk bandar budak paralel, masukan analog 6

6 RE2/-CS/AN7 Digital I/O, memilih untuk bandar budak paralel, masukan analog 7 6. OSC1 dan OSC2 Merupakan masukan untuk sumber penabuh luar, berupa Kristal atau rangkaian RC untuk mengaktifkan osilator yang terdapat pada mikrokontroler PIC16F877A. 7. MCLR /V PP Merupaka masukan untuk reset atau tegangan masukan pada saat memprogram. 8. V DD dan V SS Pena V DD dihubungkan dengan sumber tegangan +5 Volt dan V SS pada ground Memori Memori mikrokontroler merupakan sebuah lokasi/tempat menyimpan program yang akan dijalankan dan data yang digunakan program. Memori dapat dianggap sekumpulan blok (cell) atau lokasi yang dikenali dengan alamatnya. Setiap blok menyimpan kata (word). Word adalah sebuah informasi unit logika yang disimpan dalam sebuah blok. Terdapat dua atau tiga jenis memory yang tersedia dalam mikrokontroler : Nonvolatile program memory. Volatile RAM (Random Acces Memory). Optional nonvolatile memori data (EEPROM).

7 Memori Program Memori program dikenal dengan nama yang berbeda beda, yaitu tempat penyimpan program kendali (control) dan firmware. Nama tidak terlalu penting, asalkan dapat dipahami bahwa memori ini digunakan untuk menyimpan aplikasi perangkat lunak. Kata sifat nonvolatile menjelaskan kemampuan memori untuk memelihara informasi yang disimpan walupun catu daya dimatikan. Hal ini penting karena setiap catu daya diberikan kepada mikrokontroler, kode aplikasi harus mulai bekerja. Ruang memori program adalah jumlah maksimum kode program yang dapat diprogramkan kedalam mikrokontroler dan berisikan semua kode yang akan dijalankan aplikasi sekaligus berisikan nilai- nilai awal untuk variabel yang digunakan. Memori program biasanya tidak berubah selama program dijalankan dan kode aplikasi disimpan menggunakan peralatan tersendiri. Memori program dalam mikrokontroler PIC16F877A terdiri atas: Flash ROM : 8K x 14 bit. Memori Stack: 8 x 13 bit. Memori program berupa Flash ROM berukuran word 14 bit dengan kapasitas 8K word (PIC16F873 hanya 4K Word). Memori program diakses hanya oleh Program counter (PC), dan karena itu PC berukuran 13 bit. PC ialah register yang memilihara jalannya urutan program dengan menyimpan alamat intruksi yang sedang dijalankan. Alamat awal program biasanya adalah nol,dimana intruksi pertama program akan disimpan kecuali penulis program menentukan lain. Setiap intruksi dijalankan, PC akan bertambah satu untuk menunjuk keintruksi selanjutnya. Percabangan dan jump (pelompatan) tidak dilaksanakan dalam satu intruksi. Hal lain yang berhubungan dengan PC adalah stack. Stack tidak termasuk kedalam program maupun data. Stack digunakan menyimpan isi PC bila ada intruksi CALL. Stack yang 8 word digunakan hanya secara internal untuk menyimpan alamat instruksi kembali dari subrutin, tidak dapat digunakan untuk data. Stack berukuran 13 bit, seukuran dengan PC. Stack bersifat LIFO ( Last In First Out ).

8 Karena memori program dalam PIC menggunakan sistim paging (halaman), maka 2 bit (bit 12 dan 11) dari PC yang 13 bit menunjukan nomor halaman dan dan 10 bit lagi menunjukkan alamat dalam halaman yang ditunjuk. Memori program dibagi atas halaman (blok) memori yang berukuran 2 Kilo Word dengan alamat 11 bit dan mikrokontroler PIC16F877A ini dapat mengakses program secara kontinu hanya dalam halaman yang sama. Untuk mengakses program pada halaman yang berbeda, seperti dalam intruksi percabangan CALL dan GOTO, 2 bit atas alamat diambil dari register PCLATH yaitu PCLATH<4:3>. Karena itu harga PCH harus di program untuk menunjuk ke nomor halaman yang diinginkan. Penyesuaian halaman alamat tujuan ini, dilakukan dengan menyetel bit-bit PCLATH<4:3>. Untuk melakukan percabangan ke halaman 1 (alamat 0x800-0xFFF), sebagai contoh, PCLATH<4> direset dan PCLATH<3> disetel sebelum mengajukan instruksi percabangan. Dalam pelaksanaan instruksi RETURN dan RETFIE (return from interrupt and enable interrupt), alamat kembali sepenuhnya diambil (dengan mem-pop-nya) dari stack, sehingga tak perlu penyesuaian halaman. Perlu dicatat bahwa stack hanya 8 tingkat sehingga penggunaan pemanggilan bersarang (nested) harus hati-hati, jangan menyebabkan stack overflow. Gambar 2.2 menunjukkan peta memori dan stack dari PIC 16F877A Memori Data Memori data PIC memakai sistim paging (halaman). Setiap page (halaman) disebut BANK dan setiap BANK memiliki 128 blok memori atau register. PIC16F877A memiliki 4 BANK sehingga jumlah memorinya 512 byte,terbagi atas : RAM : 368 x 8 bit dan EEPROM : 256 x 8 bit.

9 Gambar 2.2 Peta Memori PIC16F877A RAM merupakan memori bersifat volatile sehingga hanya berfungsi menyimpan data sementara. RAM merupakan Special Function Registers (SFRs). SFRs digunakan untuk mengendalikan PIC dan mengakses modul disekelilingnya. Gambar 2.3 menunjukan SFRs dan GFRs. Pengaksesan register file secara langsung sangat sederhana yaitu dengan mencantumkan nomor alamat register dalam instruksinya. Pengaksesan secara taklangsung (terindeks) dilakukan melalui register indeks INDF (register pertama pada setiap BANK), yang sebenarnya bukanlah register fisik. Setiap pengaksesan register INDF sebenarnya mengakses register yang ditunjuk oleh register pemilih register yaitu FSR (File Select Register).

10 Register Khusus ( SFRs ) SFRs adalah register yang ditempatkan di memori data dengan informasi tertentu atau fungsi control untuk mikrokontroler maupun peralatan disekitarnya, serta berguna untuk melihat keadaan bit dari prosesor. SFRs berhubungan dengan inti dari prosesor atau peralatan disekitarnya (peripheral). SFRs dinamai berdasarkan fungsinya, misalnya TMR0 merupakan bagian dari sistim pewaktuan (timer), STATUS memegang bendera (flag) dari prosesor, INTCON digunakan untuk kontrol interup. Beberapa SFRs dapat dibaca dan ditulis sedangkan sebagian lagi hanya dapat dibaca. Program Counter (PC), register bandar (PORT register) dan register lainnya dipetakan sebagai bagian dari blok SFRs. Register kerja satu satunya yang tidak ditempatkan diblok utama register adalah register yang diakses dengan nama W. Lembaran data (datasheet) menyediakan informasi SFRs secara lengkap. SFRs yang umum atau sering digunakan dalam suatu sistim sederhana adalah : STATUS, PCLATH, PCL,FSR, OPTION, INTCON, PORTA, PORTB, PORTC,TRISA, TRISB, TRISC, TMR0.

11 Gambar 2.3 Peta File Register

12 Beberapa SFR S yang digunakan. 1. STATUS Register STATUS berisi status ALU, status Reset dan bit-bit pemilih memori data. Format register STATUS ditunjukkan pada Gambar 2.4. STATUS (03h, 83h,103h, 183h) Pemilih BANK register (for indirect addressing) 0= bank 0, 1 (00 FFh) 1= bank 2, 3 (100 1FFh) Pemilih BANK register (for direct addressing) 00= bank 0 (00 7Fh) 01= bank 1 (80 FFh) 10= bank 2 (100 17Fh) 11= bank 3 (180 1FFh) Time Out 0= a WDT time-out occured 1= after power-up, CLRWDT, or SLEEP intruction Carry/borrow from MSB (ADDWF, ADDLW, SUBWF, SUBLW instruction) 0= No carry-out occured 1= a carry-out occured Digit Carry/borrow from lower nibble (ADDWF, ADDLW, SUBWF, SUBLW instruction) 0= No carry-out occured 1= a carry-out occured Zero: aritthmetic or logic ops 0= result is NOT zero 1= result is zero Power-down 0= by exec. of SLEEP 1= after power-up or CLRWDT Gambar 2.4 Format Registes STATUS Pemilih bank memori untuk pengalamatan tak langsung dilakukan melalui RP0:RP1 sedangkan untuk pengalamatan tak langsung dilakukan melalui IRP. Status reset ditunjukkan pada time-out (TO) dan powerdown (PD) menunjukkan penyebab terjadinya time-out atau power down. Status ALU ditunjukkan oleh C, DC dan Z. Zero bit (Z) menunjukkan hasil dari operasi perhitungan atau logika menghasilkan nol, Digit Carry/ Borrow menunjukkan adanya carry atau borrow dari nible terendah sedangkan Carry/Borrow menunjukkan carry dari MSB dalam penjumlahan atau carry pada pengurangan.

13 Pengaksesan atas masing-masing bit ditunjukkan di atas kotak bit dengan notasi: U= tak digunakan, R= Readable, W= Writable, -n= harga pada saat power-on, yaitu -0 = berlogika 0, -1 = berlogika 1, -x = tak tertentu. Jadi dapat juga diartikan bahwa dari harga n dalam notasi ini menunjukkan harga default. 2. PCL dan PCLATH PC terdiri atas 13 bit. Delapan bit terendah dapat ditulis dan dibaca, bit terendah disediakan oleh PCL. Bit tinggi tidak dapat dibaca tapi secara tak langsung dapat ditulis melalui PCLATH. Pada saat kembali dari intruksi RETURN datau RETFIE PCLATH tidak berubah sehinga pemakai harus memulis kembali isi PCLATH. komputasi GOTO dicapai dengan memanfaatkan penambahan offset pada PC (ADDWF, PCL). Pada saat penggunaan komputasi GOTO untuk membaca tabel data harus diperhatikan jangan sampai lokasi penyimpanan data tidak melebihi 256 bit, bila melebihi maka komputasi harus dilakukan dengan mengikut sertakan PCLATH. 3. INDF dan FSR Pengalamatan dengan register INDF akan mengakibatkan pengalamatan tak langsung. Pengalamatan tak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan register INDF. Setiap intruksi yang menggunakan register INDF sebenarnya mengakses register yang ditunjuk oleh FSR. Membaca register INDF itu sendiri (FSR=0) berarti membaca pada alamat 00h. INDF dan FSR memungkinkan pemakaian array. 4. PORTC dan TRISC PORTC merupakan bandar 8 bit yang dua arah (bidirectioanal). Arah data ditentukan pada register TRISC. Bila bit TRISC dibuat 1 maka PORTC yang sesuai dengan bit pada TRISC akan berfungsi sebagai masukan dan bila 0 akan berfungsi sebagai keluaran.

14 5. PORTD dan TRISD PORTD merupakan bandar 8 bit yang dua arah (bidirectioanal). Arah data ditentukan pada register TRISD. Bila bit TRISD dibuat 1 maka PORTC sesuai dengan bit pada TRISD akan berfungsi sebagai masukan dan bila 0 berfungsi sebagai keluaran Kumpulan Perintah ( Intruction Set ) Semua mikrokontroler atau mikroprosesor menjalankannya intruksinya dengan bahasa mesin masing masing. Bahasa mesin terdiri dari kode biner yang menggambarkan/menjelaskan tugas yang harus dilaksanakan mikrokontroler. Kode biner terdiri dari kumpulan bilangan 0 dan 1. PIC medium-end setiap intruksinya terdiri dari 14 bit, oleh karena itu sebuah program dalam bahasa mesin terdiri dari 14 word. Dari tabel instruction set tabel 2.5 dapat dilihat bahwa tabel dibagi atas 5 kolom dan memeliki 35 jenis intruksi. Tabel 2.5 Kumpulan perintah dalam PIC 16F877A Mnemoni Deskripsi Sikl Opcode Statu Byte Oriented File Register Operations ADDWF Add W and f C, ANDWF AND W and f Z CLRF F Clear f Z CLRW Clear W Z COMF Complement f Z DECF f,d Decrement f Z DECFSZ Decrement f, Skip if 1(2) INCF f,d Increment f Z INCFSZ Increment f, Skip if 1(2) IORWF Inclusive OR W Z MOVF Move f Z MOVWF Move W to f NOP No Operation RLF f,d Rotate Left through C RRF f,d Rotate Right through C SUBWF Subtract W from f C, SWAPF Swap nibbles in f XORWF Exclusive OR W Z Bit Oriented File Register Operations BCF f,b Bit Clear f bb -

15 BSF f,b Bit Set f bb - BTFSC Bit Test f, Skip if 1(2) 01 10bb - BTFSS Bit Test f, Skip if 1(2) 01 11bb - Literal and Control Operations ADDLW Add literal and W x C, ANDLW AND literal and W Z CALL k Call Subroutine kkk - CLRWDT Clear Watchdog TO,P GOTO k Go to address kkk - IORLW k Inclusive OR literal Z MOVLW Move literal to W xx - RETFIE Return from Interrupt RETLW Return with literal in xx - RETURN Return from SLEEP Go into Standby TO,P SUBLW Subtract W from x C, XORLW Exclusive OR literal Z Kolom pertama menunjukkan mnemonic dan code operand yang mengikutinya. Terdapat 4 kode operand, yaitu : 1. f untuk file menunjukkan lokasi memori dalam RAM. 2. b untuk bit menunjukkan register tertentu dalam memori data, 3 bit. 3. d untuk destination menunjukkan hasil disimpan di memori data atau dalam W terdiri atas 1 bit,jika 1 maka disimpan dalam register itu sendiri dan jika 0 dalam W. 4. k untuk literal menunjukkan 8 bit data atau 11 bit alamat dalam memori program. Kolom kedua meringkaskan apa yang dilakukan intruksi. Kolom ketiga menunjukkan berapa siklus intruksi dilaksanakan. Hampir semua intruksi dilaksanakan dalam satu siklus, kecuali ada beberapa yang dua siklus seperti intruski percabangan. Kolom keempat memberikan 14 bit opcode yang sebenarnya setiap intruksi. kolom kelima menjelaskan bit dalam register STATUS yang dipengaruhi setiap intruksi.

16 2.2 LED LED (Light Emitting Diode atau Light Emitting Device) merupakan piranti yang vital dalam teknologi electroluminescent, seperti aplikasi teknologi display (tampilan), sensor, dan lain-lainnya. Teknologi electroluminescent didasarkan pada konsep pancaran cahaya yang dihasilkan oleh suatu piranti sebagai akibat dari adanya medan listrik yang diberikan kepadanya. Pada dekade terakhir ini telah diperoleh kemajuan yang menarik dalam bidang desain piranti LED. LED dimamfaatkan untuk kepentingan produk industri seperti membuat tampilan yang luas/besar, fleksibel, murah dan dapat juga digunakan sebagai layar yang efisien untuk berbagai keperluan seperti, komputer atau layar TV yang dapat ditempelkan pada dinding atau dapat digulung di dalam saku baju. Gambar 2.5 merupakan simbol sebuah LED. Berdasarkan Gambar 2.5 dapat diketahui bahwa sebuah LED merupakan dioda yang memancarkan cahaya. Gambar 2.5. Simbol LED 2.3 Persistence of vision ( kekakuan penglihatan ) Persistence Of Vision (POV) merupakan ketidakmampuan mata manusia untuk melihat perubahan yang cepat. Mata manusia hanya dapat melihat perubahan tidak lebih dari 50 Hz. Penomena Persistence Of Vision dimamfaatkan secara luas dalam bidang penampilan. TV atau layar monitor diperbaharui gambarnya sebanyak kali setiap detik. 2.4 Transistor Transistor ditemukan Shcokley pada tahun1951. Penemuan transistor membawa revolusi besar-besaran dalam bidang elektronika. Sebelum tahun1951

17 peralatan elektronika menggunakan tabung vakum yang membutuh ruang yang besar dan daya yang besar. Penemuan ini membuat industri komputer berubah drastis, yang mana sebelumnya komputer berukuran besar dan sangat mahal. Transistor merupakan komponen semikonduktor yang dapat berfungsi sebagai penguat (amplifier), penyambung/pemutus (switch), stabilasi tegangan, modulasi sinyal, sebagai memori dan berbagai fungsi lainnya. Transistor dapat diibaratkan dapat bekerja sebagai keran arus listrik, dimana berdasarkan arus masukan (transitor bipolar) dan tegangan masukan (FET) dapat mengendalikan keluarannya dengan sangat terkendali. 2.5 ULN 2803 ULN 2803 adalah IC yang didalamnya merupakan susunan transistor yang terpasang secara darlington dan dapat menangani arus sebesar 500 ma. Setiap ULN2803 terdapat delapan buah susunan darlington yang dapat bekerja terpisah sehingga beban yang dapat dipasang pada ULN2803 sebanyak 8 buah. ULN2803 sudah terdapat tahanan masukan sebesar 3,7K sehingga dapat dihubungkan lansung dengan TTL/CMOS tanpa membutuhkan tahanan pembatas arus tambahan. Rangkaian dalam ULN2803 diperlihatkan pada Gambar 2.6 dan pena-penanya diperlihatkan pada Gambar 2.7. Gambar 2.6 Bagan Bagian setiap penggerak dalam ULN2803

18 Gambar 2.7 Pena-Pena ULN Decade Counter 4017 (Johnson Counter) Johnson counter merupakan sebuah ring counter. HEF4017B merupakan Johnson counter yang digunakan dalam alat yang dirancang. Gambar 2.8 menunjukkan diagram fungsi dari HEF4017B. Gambar 2.8 Diagram Fungsi HEF4017B HEF4017B mempunyai 10 keluaran (Q0-Q9). Sebuah Master Reset (MR) yang berguna untuk mengembalikan seperti keadaan awal. CP0 merupakan penabuh yang menggeser keluaran satu bit selama CP1 berlogika rendah.

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. 1 Pengenalan Serangkaian instruksi PIC 16 Operasi register file berorientasi Byte Operasi register file berorientasi Bit Operasi kendali dan literal Format

Lebih terperinci

BAB II. PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F Pengenalan Mikrokontroler

BAB II. PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F Pengenalan Mikrokontroler BAB II PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F005 2.1 Pengenalan Mikrokontroler Mikroprosesor adalah sebuah proses komputer pada sebuah IC (Intergrated Circuit) yang di dalamnya terdapat aritmatika,

Lebih terperinci

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. 1 Interupsi Struktur interupsi Program Demonstrasi Interupsi Multiple Interrupt Source Context Saving Timer dan Counter Watchdog Timer Sleep Mode Rangkuman

Lebih terperinci

BELAJAR MIKROKONTROLER PIC16 F84

BELAJAR MIKROKONTROLER PIC16 F84 E-BOOK BELAJAR MIKROKONTROLER PIC16 F84 Oleh : Moh.Ibnu Malik,ST Email : moh_ibnumalik @ yahoo.com / Telp : 081 293 29512 2003 DAFTAR ISI Pendahuluan BAB I MIKROKONTROLER Apakah Mikrokontroler itu? Komponen

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI PLC (Programable Logic Control) adalah kontroler yang dapat diprogram. PLC didesian sebagai alat kontrol dengan banyak jalur input dan output. Pengontrolan dengan menggunakan PLC

Lebih terperinci

MIKROKONTROLER AT89S52

MIKROKONTROLER AT89S52 MIKROKONTROLER AT89S52 Mikrokontroler adalah mikroprosessor yang dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan fasilitas I/O pada satu chip. AT89S52 adalah salah satu anggota

Lebih terperinci

SISTEM KOMPUTER.

SISTEM KOMPUTER. SISTEM KOMPUTER Salahuddin, SST Email : [email protected] [email protected]@gmail Web Site : www.salahuddinali.com ELEMEN FUNGSIONAL UTAMA SISTEM KOMPUTER. INTERFACE EXTERNAL UNIT

Lebih terperinci

BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT.

BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT. 1 BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT. A. Deskripsi Tugas 1. Jelaskan perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler. 2. Jelaskan mode-mode pengalamatan yang

Lebih terperinci

BAB II MIKROKONTROLER PIC16F877 DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA. Inc yang popular digunakan sekarang ini. Merupakan salah satu mikrokontroler dari

BAB II MIKROKONTROLER PIC16F877 DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA. Inc yang popular digunakan sekarang ini. Merupakan salah satu mikrokontroler dari BAB II MIKROKONTROLER PIC16F877 DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA 2.1 Mikrokontroler PIC16F877 Mikrokontroler PIC16F877 adalah mikrokontroler produksi Microchip Technology Inc yang popular digunakan sekarang ini.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu : Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam

Lebih terperinci

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor Sistem Minimum Mikrokontroler TTH2D3 Mikroprosesor MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang memiliki

Lebih terperinci

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Jenis Mikrokontroler AVR dan spesifikasinya Flash adalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program

Lebih terperinci

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang

Lebih terperinci

PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER

PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER Memory Program Memory dan Data Memory Memory yang terdapat pada Mikrokontroler 89C51 dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu program memory (memori program) dan data

Lebih terperinci

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. 1 Pendahuluan Keypad Tampilan seven-segment LCD Sensor Actuator Rangkuman 2 Antarmuka adalah embedded system yang paling penting. Pengguna perlu mendapatkan

Lebih terperinci

Arsitektur Komputer, Mikroprosesor dan Mikrokontroller. TTH2D3 Mikroprosesor

Arsitektur Komputer, Mikroprosesor dan Mikrokontroller. TTH2D3 Mikroprosesor Arsitektur Komputer, Mikroprosesor dan Mikrokontroller TTH2D3 Mikroprosesor Organisasi berkaitan dengan fungsi dan desain bagian-bagian sistem komputer digital yang menerima, menyimpan dan mengolah informasi.

Lebih terperinci

Tabel 1. Karakteristik IC TTL dan CMOS

Tabel 1. Karakteristik IC TTL dan CMOS BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. IC Digital TTL dan CMOS Berdasarkan teknologi pembuatannya, IC digital dibedakan menjadi dua jenis, yaitu TTL (Transistor-Transistor Logic) dan CMOS (Complementary Metal Oxide

Lebih terperinci

Kumpulan instruksi lengkap yang dimengerti

Kumpulan instruksi lengkap yang dimengerti Set Instruksi: 1 Set instruksi? Kumpulan instruksi lengkap yang dimengerti oleh CPU Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksiinstruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut

Lebih terperinci

Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti 2009

Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti 2009 Mikrokontroler AVR Hendawan Soebhakti 2009 Tujuan Mampu menjelaskan arsitektur mikrokontroler ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian minimum sistem ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian downloader ATMega 8535

Lebih terperinci

ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55

ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55 ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55 A. Pendahuluan Mikrokontroler merupakan lompatan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler diciptakan tidak semata-mata hanya memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

MIKROPENGENDALI C TEMU 2b AVR ARCHITECTURE. Oleh : Danny Kurnianto,S.T.,M.Eng Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom

MIKROPENGENDALI C TEMU 2b AVR ARCHITECTURE. Oleh : Danny Kurnianto,S.T.,M.Eng Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom MIKROPENGENDALI C TEMU 2b AVR ARCHITECTURE Oleh : Danny Kurnianto,S.T.,M.Eng Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom SECTION 1. The Feature of AVR Prosesor Family On-chip and In System Programmable

Lebih terperinci

Sistem Mikrokontroler FE UDINUS

Sistem Mikrokontroler FE UDINUS Minggu ke 2 8 Maret 2013 Sistem Mikrokontroler FE UDINUS 2 Jenis jenis mikrokontroler Jenis-jenis Mikrokontroller Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas

Lebih terperinci

LAMPIRAN KODE PROGRAM

LAMPIRAN KODE PROGRAM LAMPIRAN KODE PROGRAM #include "p16f877a.inc" CONFIG _CP_OFF & _WDT_OFF & _BODEN_ON & _PWRTE_ON & _HS_OSC & _WRT_OFF & _LVP_OFF & _CPD_OFF cblock 0x20 ;deklarikasikan variable dari alamat 20h cacah1,cacah2,offsetl1,offseth1,

Lebih terperinci

Gambar 1.1. Diagram blok mikrokontroller 8051

Gambar 1.1. Diagram blok mikrokontroller 8051 1.1. Organisasi Memori Semua divais 8051 mempunyai ruang alamat yang terpisah untuk memori program dan memori data, seperti yang ditunjukkan pada gambar1.1. dan gambar 1.2. Pemisahan secara logika dari

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... ABSTRAKSI... TAKARIR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. 1 Pendahuluan Fitur utama dari sistem akuisisi data Karakteristik analog-to-digital converter Karakteristik 16F873A analog-to-digital converter Rangkuman 2

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. digunakan seperti MCS51 adalah pada AVR tidak perlu menggunakan oscillator

BAB III LANDASAN TEORI. digunakan seperti MCS51 adalah pada AVR tidak perlu menggunakan oscillator BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Microcontroller Atmega 8 AVR merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang di dalamnya terdapat berbagai macam fungsi. Perbedaannya pada mikro yang pada umumnya digunakan seperti

Lebih terperinci

PENGANTAR MIKROKOMPUTER PAPAN TUNGGAL (SINGLE CHIP) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA UNY

PENGANTAR MIKROKOMPUTER PAPAN TUNGGAL (SINGLE CHIP) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA UNY PENGANTAR MIKROKOMPUTER PAPAN TUNGGAL (SINGLE CHIP) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA UNY E-mail : [email protected] A. Utama Sistem Mikrokomputer Gambar berikut menunjukkan 5 (lima) unit utama dalam

Lebih terperinci

Set Instruksi: Set instruksi?

Set Instruksi: Set instruksi? Set Instruksi: 1 Set instruksi? Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksiinstruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut sebagai instruksi mesin (machine instructions) atau

Lebih terperinci

Pendahuluan Mikrokontroler 8051

Pendahuluan Mikrokontroler 8051 Pendahuluan Mikrokontroler 8051 Pokok Bahasan: 1. Mikrokontroler 8051 Arsitektur (Architecture) Timers/Counters Interrupts Komunikasi Serial (Serial Communication) Tujuan Belajar: Setelah mempelajari dalam

Lebih terperinci

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika TAKARIR AC (Alternating Current) Adalah sistem arus listrik. Sistem AC adalah cara bekerjanya arus bolakbalik. Dimana arus yang berskala dengan harga rata-rata selama satu periode atau satu masa kerjanya

Lebih terperinci

OPERATION SYSTEM. Jenis - Jenis Register Berdasarkan Mikroprosesor 8086/8088

OPERATION SYSTEM. Jenis - Jenis Register Berdasarkan Mikroprosesor 8086/8088 OPERATION SYSTEM Nama : Dian Fahrizal Nim : 110170096 Unit : A3 Jenis - Jenis Register Berdasarkan Mikroprosesor 8086/8088 Mikroprosesor 8086/8088 memiliki 4 register yang masing-masingnya terdiri dari

Lebih terperinci

STRUKTUR CPU. Arsitektur Komputer

STRUKTUR CPU. Arsitektur Komputer STRUKTUR CPU Arsitektur Komputer Tujuan Mengerti struktur dan fungsi CPU yaitu dapat melakukan Fetch instruksi, interpreter instruksi, Fetch data, eksekusi, dan menyimpan kembali. serta struktur dari register,

Lebih terperinci

MAKALAH MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN SET INSTRUKSI. Nama : Annisa Christyanti Kelas : XI TJA 3 NIS :

MAKALAH MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN SET INSTRUKSI. Nama : Annisa Christyanti Kelas : XI TJA 3 NIS : MAKALAH MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN SET INSTRUKSI Nama : Annisa Christyanti Kelas : XI TJA 3 NIS : 3103113017 TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2014/2015 Mode dan Format

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Karbon Monoksida (CO) Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah larut dalam air, tidak menyebabkan iritasi, beracun dan berbahaya

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM I MODEL PEMROGRAMAN 1

MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM I MODEL PEMROGRAMAN 1 MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM I MODEL PEMROGRAMAN 1 A. Tujuan Pada akhir praktikum ini, peserta dapat: 1. Memahami komponen arsitektur komputer tingkat bawah. 2. Menggunakan simulator untuk

Lebih terperinci

SISTEM KERJA MIKROPROSESOR

SISTEM KERJA MIKROPROSESOR 1 SISTEM KERJA MIKROPROSESOR Percobaan I Tujuan Percobaan 1. Mempelajari hubungan bahasa tingkat rendah dengan arsitektur mikroprosesor. 2. Memahami konsep pemograman modular dan pengolahan data dalam

Lebih terperinci

ARSITEKTUR KOMPUTER SET INSTRUKSI

ARSITEKTUR KOMPUTER SET INSTRUKSI LOGO ASSALAMU ALAIKUM ARSITEKTUR KOMPUTER SET INSTRUKSI Disajikan Oleh : RAHMAD KURNIAWAN, S.T., M.I.T. TEKNIK INFORMATIKA UIN SUSKA RIAU Karakteristik dan Fungsi Set Instruksi Operasi dari CPU ditentukan

Lebih terperinci

Materi 3. Komponen Mikrokomputer SYSTEM HARDWARE DAN SOFTWARE DADANG MULYANA

Materi 3. Komponen Mikrokomputer SYSTEM HARDWARE DAN SOFTWARE DADANG MULYANA Materi 3 SYSTEM HARDWARE DAN SOFTWARE DADANG MULYANA dadang mulyana 2012 1 Komponen Mikrokomputer Video display (jenis dan resolusi) Keyboard Drive Disk Unit system Prosessor Pendukung dadang mulyana 2012

Lebih terperinci

Sistem Tertanam. Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno. Dennis Christie - Universitas Gunadarma

Sistem Tertanam. Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno. Dennis Christie - Universitas Gunadarma Sistem Tertanam Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno 1 Arsitektur Atmega328 Prosesor atau mikroprosesor adalah suatu perangkat digital berupa Chip atau IC (Integrated Circuit) yang digunakan untuk memproses

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Daftar Pustaka P a g e

DAFTAR ISI. Daftar Pustaka P a g e DAFTAR ISI Halaman I. DASAR TEORI Mikrokontroler ATmega16 1. Pengertian Mikrokontroler... 2 2. Arsitektur ATmega16... 2 3. Konfigurasi Pena (PIN) ATmega16... 4 4. Deskripsi PIN Mikrokontroler ATmega16...

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode & nama mata kuliah : EI 355,Sistem Mikroprosesor (3 SKS). : Permbangan dan Teknologi Mikroprosesor Tujuan pembelajaran umum : Mahasiswa memahami permbangan dan teknologi dan Mikrokontroler. (kompetensi)

Lebih terperinci

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU) Sebuah mesin tipe von neumann

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU) Sebuah mesin tipe von neumann CENTRL PROCESSING UNIT (CPU) rsitektur dasar mesin tipe von neumann menjadi kerangka referensi pada komputer digital umum (general-purpose) modern. 3 bagian fundamental tersebut adalah: Data bus Data bus

Lebih terperinci

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED 3.1. Rancang Bangun Perangkat Keras Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar 3.1. Sistem ini terdiri dari komputer, antarmuka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu. dua macam memori yang sifatnya berbeda yaitu:

BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu. dua macam memori yang sifatnya berbeda yaitu: BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu mikrokomputer CMOS 8 bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi,

Lebih terperinci

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Definisi Komputer Komputer merupakan mesin elektronik yang memiliki kemampuan melakukan perhitungan-perhitungan yang rumit secara cepat terhadap data-data menggunakan

Lebih terperinci

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler menggunakan modul Xbee Pro. Konsep dasar sistem ini terdiri dari gambaran

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan 2.2 Sensor Clamp Putaran Mesin

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan 2.2 Sensor Clamp Putaran Mesin 4 BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori mengenai perangkatperangkat pendukung baik perangkat keras dan perangkat lunak yang akan dipergunakan sebagai pengukuran

Lebih terperinci

Ket. Ranah kognitif a. Tipe hasil belajar : Pengetahuan (C1) proporsi 43,33 % b. Tipe hasil belajar : Pemahaman (C2) proporsi 56,66 %

Ket. Ranah kognitif a. Tipe hasil belajar : Pengetahuan (C1) proporsi 43,33 % b. Tipe hasil belajar : Pemahaman (C2) proporsi 56,66 % KISI-KISI SOAL UJI COBA STANDAR KOMPETENSI MENERAPKAN SISTEM MIKROKONTROLER Kompetensi Dasar Aspek Penguasaan Materi Indikator Soal 1. Menjelaskan Sistem Mikrokontroler Memiliki pengetahuan & pemahaman

Lebih terperinci

PERTEMUAN MINGGU KE-5 ARSITEKTUR SET INSTRUKSI

PERTEMUAN MINGGU KE-5 ARSITEKTUR SET INSTRUKSI PERTEMUAN MINGGU KE-5 ARSITEKTUR SET INSTRUKSI KARAKTERISTIK DAN FUNGSI SET INSTRUKSI Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksiinstruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan

Lebih terperinci

ORGANISASI KOMPUTER DASAR

ORGANISASI KOMPUTER DASAR ORGANISASI KOMPUTER DASAR A. KOMPONEN SISTEM Sebuah komputer moderen/digital dengan program yang tersimpan di dalamnya merupakan sebuah system yang memanipulasi dan memproses informasi menurut kumpulan

Lebih terperinci

BAB III MIKROKONTROLER

BAB III MIKROKONTROLER BAB III MIKROKONTROLER Mikrokontroler merupakan sebuah sistem yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer. Mikrokontroler merupakan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Proses Pembelajaran (kegiatan mahasiswa)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Proses Pembelajaran (kegiatan mahasiswa) : Permbangan dan Teknologi Mikroprosesor Tujuan pembelajaran umum : Mahasiswa memahami permbangan dan teknologi mikroprosesor dan Mikrokontroler. (kompetensi) : Jumlah perte :..1 (Satu)...kali 1 Setelah

Lebih terperinci

Pertemuan 2 Organisasi Komputer II. Struktur & Fungsi CPU (I)

Pertemuan 2 Organisasi Komputer II. Struktur & Fungsi CPU (I) Pertemuan 2 Organisasi Komputer II Struktur & Fungsi CPU (I) 1 Menjelaskan tentang komponen utama CPU dan Fungsi CPU Membahas struktur dan fungsi internal prosesor, organisasi ALU, control unit dan register

Lebih terperinci

Struktur CPU 3/23/2011

Struktur CPU 3/23/2011 Central Processing Unit Merupakan komponen terpenting dari sistem komputer Komponen pengolah data berdasarkan instruksi yang diberikan kepadanya Dalam mewujudkan fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Simbol LED [8]

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Simbol LED [8] BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Light Emiting Dioda Light Emiting Diode (LED) adalah komponen yang dapat memancarkan cahaya. Sstruktur LED sama dengan dioda. Untuk mendapatkan pancaran cahaya pada semikonduktor,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK 4.1 Rangkaian Pengontrol Bagian pengontrol sistem kontrol daya listrik, menggunakan mikrokontroler PIC18F4520 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 30. Dengan osilator

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5] BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan skripsi yang dibuat. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah sensor

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan

Lebih terperinci

Struktur Sistem Komputer

Struktur Sistem Komputer Struktur Sistem Komputer Pengampu Mata Kuliah Casi Setianingsih (CSI) Hp : 081320001220 (WA Only) Email Tugas : [email protected] Email Tel-U : [email protected] Komposisi Penilaian Quiz

Lebih terperinci

BAB V SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Arsitektur Komputer) "Pengantar Teknologi Informasi" 1

BAB V SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Arsitektur Komputer) Pengantar Teknologi Informasi 1 BAB V SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Arsitektur Komputer) "Pengantar Teknologi Informasi" Abstraksi Sistem Komputer Secara abstrak level sebuah sistem komputer modern dari level rendah sampai level tertinggi

Lebih terperinci

MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia

MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sistem komputer yang dikemas dalam sebuah IC. IC tersebut mengandung semua komponen pembentuk komputer seperti CPU,

Lebih terperinci

Struktur Fungsi CPU. Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 03 --

Struktur Fungsi CPU. Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 03 -- Struktur Fungsi CPU Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 03 -- This presentation is revised by @hazlindaaziz, STMIK, 2014 Main Material: Acknowledgement

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32 BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan menerangkan beberapa teori dasar yang mendukung terciptanya skripsi ini. Teori-teori tersebut antara lain mikrokontroler AVR ATmega32, RTC (Real Time Clock) DS1307,

Lebih terperinci

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2 Mohamad Dani (MHM) E-mail: [email protected] Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Telkom

Lebih terperinci

TI2043 Organisasi dan Arsitektur Komputer Tugas 2 Interrupt Driven I/O

TI2043 Organisasi dan Arsitektur Komputer Tugas 2 Interrupt Driven I/O TI2043 Organisasi dan Arsitektur Komputer Tugas 2 Interrupt Driven I/O Aditya Legowo Pra Utomo 2B 08501039 Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Organisasi dan Arsitektur Komputer

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Bahasa Assembly MCS-51 Bahasa yang digunakan untuk memprogram IC mikrokontroler AT89S51 adalah bahasa assembly untuk MCS-51. angka 51 merupakan jumlah instruksi

Lebih terperinci

SINYAL INTERUPSI. 1. Latar Belakang

SINYAL INTERUPSI. 1. Latar Belakang SINYAL INTERUPSI 1. Latar Belakang Sistem komputer tidak akan berguna tanpa adanya peralatan input dan output. Operasioperasi I/O diperoleh melalui sejumlah perangkat eksternal yang menyediakan alat untuk

Lebih terperinci

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika. Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika. Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51 TAKARIR Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51 Assembly Listing Hasil dari proses assembly dalam rupa campuran dari

Lebih terperinci

Struktur Sistem Komputer

Struktur Sistem Komputer Struktur Sistem Komputer ARSITEKTUR UMUM SISTEM KOMPUTER Sistem Komputer Sistem komputer terdiri atas CPU dan sejumlah perangkat pengendali yang terhubung melalui sebuah bus yang menyediakan akses ke memori

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR II. TINJAUAN PUSTAKA A. Mikrokontroler ATmega8535 Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR (Alf and Vegard s Risc Processor) yang diproduksi oleh Atmel Corporation.

Lebih terperinci

Mengenal bahasa assembly

Mengenal bahasa assembly Mengenal bahasa assembly adiatma [email protected] Abstrak Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Sensor TGS 2610 merupakan sensor yang umum digunakan untuk mendeteksi adanya

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Sensor TGS 2610 merupakan sensor yang umum digunakan untuk mendeteksi adanya 10 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Sensor TGS 2610 2.1.1 Gambaran umum Sensor TGS 2610 merupakan sensor yang umum digunakan untuk mendeteksi adanya kebocoran gas. Sensor ini merupakan suatu semikonduktor oksida-logam,

Lebih terperinci

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. Microcontroller ATmega8 Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti proccesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori

Lebih terperinci

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2 DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2 1 11/20/2016 1 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat: Memahami Arsitektur SAP-2. Menjelaskan cara kerja SAP-2. Menjelaskan instruksi-instruksi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. ATmega8535 merupakan IC CMOS 8-bit berdaya rendah yang berdasar pada

BAB II DASAR TEORI. ATmega8535 merupakan IC CMOS 8-bit berdaya rendah yang berdasar pada 5 BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler ATMega 8535 Pada tugas akhir ini digunakan mikrokontroller ATmega8535. ATmega8535 merupakan IC CMOS 8-bit berdaya rendah yang berdasar pada AVR, yaitu arsitektur

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)

Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrokontroler Mikrokontroler merupakan keseluruhan sistem komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O Pendukung, Memori

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009 dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Elektrik dan Laboratorium

Lebih terperinci

4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51

4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51 4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51 Mikrokontroler MCS-51 memiliki 2 jenis port input/output, yaitu port I/O parallel dan port I/O serial. Port I/O parallel sebanyak 4 buah dengan nama P0,P1,P2

Lebih terperinci

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU) CENTRL PROCESSING UNIT (CPU) rsitektur dasar mesin tipe von neumann menjadi kerangka referensi pada komputer digital umum (general-purpose) modern. 3 bagian fundamental tersebut adalah: Data bus Data bus

Lebih terperinci

Sistem Komputer. Tiga komponen utama : CPU

Sistem Komputer. Tiga komponen utama : CPU PERTEMUAN Tiga komponen utama : CPU Sistem Komputer Memori (primer dan sekunder) Peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem 1 Modul I/O Merupakan peralatan

Lebih terperinci

PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51

PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51 PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51 Pendahuluan Dalam materi sebelumnya sudah di bahas untuk menjalankan suatu tugas maka mikrokontroler 89C51 membutuhkan sebuah program yang terdiri dari susunan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM

BAB III DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM BAB III DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM 3.1 Perangkat Keras Perancangan perangkat keras untuk sistem kontrol daya listrik diawali dengan merancangan sistem sensor yang akan digunakan, yaitu sistem sensor

Lebih terperinci

BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN

BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN Konsep dasar sistem monitoring tekanan ban pada sepeda motor secara nirkabel ini terdiri dari modul sensor yang terpasang pada tutup pentil ban sepeda

Lebih terperinci

PERTEMUAN PERANGKAT KERAS MIKROKONTROLER

PERTEMUAN PERANGKAT KERAS MIKROKONTROLER PERTEMUAN PERANGKAT KERAS MIKROKONTROLER Pendahuluan Pada dasarnya mikrokontroler bukanlah ilmu pengetahuan yang baru, tetapi adalah hasil pengembang dalam teknologi elektronika. Jika dasar pengetahuan

Lebih terperinci

ARSITEKTUR MIKROPROSESOR Z80. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

ARSITEKTUR MIKROPROSESOR Z80. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia ARSITEKTUR MIKROPROSESOR Z80 Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Pendahuluan Pada bab ini akan dibahas tentang tujuan perkuliahan, arsitektur mikroprosesor

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Minimum AVR USB Sistem minimum ATMega 8535 yang didesain sesederhana mungkin yang memudahkan dalam belajar mikrokontroller AVR tipe 8535, dilengkapi internal downloader

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-8 Unit I/O (Unit Masukan dan Keluaran)

Pertemuan Ke-8 Unit I/O (Unit Masukan dan Keluaran) Pertemuan Ke-8 Unit I/O (Unit Masukan dan Keluaran) Sistem komputer memiliki tiga komponen utama, yaitu : CPU, memori (primer dan sekunder), dan peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer,

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PERANGKAT KERAS 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Arsitektur AT89S51 sudah memiliki beberapa komponen yang pada masa lalu merupakan chip tersendiri, sub komponen tersebut

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perangkat Keras Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu perangkat keras (hardware) yang dapat mengolah data, menghitung, mengingat dan mengambil pilihan.

Lebih terperinci

Hanif Fakhrurroja, MT

Hanif Fakhrurroja, MT Pertemuan 6 Organisasi Komputer CPU dan Sistem Bus Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Agenda Pertemuan 6 1 CPU 2 Sistem Bus Pendahuluan Video CPU CPU

Lebih terperinci

Mikrokontroler 89C51 Bagian II :

Mikrokontroler 89C51 Bagian II : Mikrokontroler 89C51 Bagian II : Mikrokontroler 89C51 Mikrokontroler 89C51 merupakan mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 Kbytes Flash Programmable Memory. Arsitektur 89C51 ditunjukkan pada gambar 2. Accumulator

Lebih terperinci

Set Instruksi & Mode Pengalamatan. Team Dosen Telkom University 2016

Set Instruksi & Mode Pengalamatan. Team Dosen Telkom University 2016 Set Instruksi & Mode Pengalamatan Team Dosen Telkom University 2016 Karakteristik Instruksi Mesin Set intruksi adalah kumpulan lengkap dari instruksi yang dapat dieksekusi oleh CPU Set instruksi adalah

Lebih terperinci

MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51

MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Ringkasan Pendahuluan Mikrokontroler Mikrokontroler = µp + Memori (RAM & ROM) + I/O Port + Programmable IC Mikrokontroler digunakan sebagai komponen pengendali

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Mikrokontroler Atmega8535 Mikrokontroler adalah IC yang dapat diprogram berulang kali, baik ditulis atau dihapus (Agus Bejo, 2007). Biasanya digunakan untuk pengontrolan otomatis

Lebih terperinci

1 Tinjau Ulang Sistem Komputer

1 Tinjau Ulang Sistem Komputer 1 Tinjau Ulang Sistem Komputer Overview Sebelum memulai mempelajari sistem operasi penting bagi kita untuk mengetahui komponen-komponen yang menjadi bagian dari sebuah sistem komputer disertai cara kerjanya.

Lebih terperinci