Penggunaan Elemen Musik dalam Kriptografi
|
|
|
- Dewi Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Penggunaan Elemen Musik dalam Kriptografi Emeraldy Widiyadi Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia Abstrak--Pada dunia kriptografi, dikenal banyak bahasa, sistem huruf atau simbol-simbol, dan metodemetode yang dipakai dalam menyusun dan mengembangkan teknik enkripsi yang dapat mengkodekan pesan sehingga terahasiakan dengan baik. Di antara simbol-simbol yang dipakai, secara garis besar ada dua jenis simbol, yaitu simbol yang lazim dan tidak lazim dipakai oleh masyarakat luas (hanya komunitas tertentu). Nada-nada, merupakan bunyi, notasi, simbol, yang diketahui oleh masyarakat luas sebagai suatu yang dapat dinikmati ketika dirangkai dalam suatu alunan melodi yang harmonis. Nada-nada dapat kita sebut sebagai elemen dalam musik. Ternyata, selain berguna untuk pengetahuan dan pengembangan ilmu dan industri musik, ternyata elemen musik juga dapat digunakan untuk kepentingan kriptografi. menyampaikannya pada orang yang dituju. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya suatu cabang ilmu baru, yaitu kriptografi. Beradasarkan penelitian, kriptografi diperkirakan sebenarnya telah ada sejak jaman dahulu kala, yaitu sekitar 4000 tahun silam di peradaban bangsa mesir kuno. Dulu, mereka menggunakan baik simbol-simbol maupun alat enkripsi sederhana untuk menyamarkan pesan. Seiring dengan perkembangan zaman, daya pikir manusia pun semakin kreatif dan ikut berkembang pula. Selama itu, telah ditemukan ciptaan-ciptaan baru manusia yang berkaitan dengan kriptografi, baik itu mesin enkripsi, metode enkripsi, maupun simbol-simbol baru yang digunakan sebagai pesan yang terenkripsi. Pada makalah ini, penulis akan memberikan suatu contoh penerapan sederhana elemen musik untuk kepentingan kriptografi dengan menjadikan elemen tersebut sebagai unsur dari kriptografi, yaitu teks asli, kunci, dan teks terenkripsi. Kata kunci simbol, nada, notasi, musik, kriptografi. I. PENDAHULUAN Informasi merupakan suatu yang bersifat vital bagi manusia. Dengan adanya informasi, manusia dapat belajar, melakukan reasoning, serta menambah pengetahuan dirinya sendiri dan menambah pengetahuan orang lain, jika informasi tersebut memang diteruskan kepada orang lain, dengan cara apapun. Di antara informasi yang beredar di dunia ini, selain informasi yang bersifat umum atau dapat secara bebas diketahui oleh orang-orang, adapula informasi yang tidak boleh diketahui oleh umum. Dengan kata lain, informasi tersebut bisa saja merupakan informasi yang sangat penting, berbahaya, atau terlarang, sehingga hanya boleh diketahui oleh beberapa kalangan tertentu saja. Untuk kemanan penyampaian informasi yang dirahasiakan ini, sejak jaman dahulu, orang-orang yang terlibat dalam peredarannya terus mencari dan mengembangkan cara atau metode untuk menyembunyikan informasi ketika Gambar 1 Contoh simbol yang digunakan dalam kriptografi Salah satu penyimbolan yang pernah digunakan untuk menyembunyikan pesan yaitu menggunakan elemenelemen musik. Dari mulai tulisan notasi, hingga nada-nada yang direpresentasikan dalam bunyi, tercatat pernah digunakan oleh pemakai elemen ini yang sebagian besar merupakan komposer lagu untuk menyampaikan efek atau maksud tersendiri yang tersembunyi dalam lagu. Elemen-elemen musik amat banyak, sehingga sangat mungkin untuk dikembangkan secara lebih jauh lagi untuk kepentingan kriptografi. Menurut sumber, beberapa contoh elemen yang sering dipakai oleh kirptologis untuk melakukan pengkodean yaitu not balok dan pola melodi (repetitif, familiar, janggal). Walaupun sifatnya belum terlalu aplikatif, namun terdapat suatu seni tersendiri dalam menggabungkan antara musik dan kriptografi. Setidaknya hal inilah yang membuat kriptografi menjadi semakin indah, dan musik menjadi semakin bermisteri.
2 II. TEORI DASAR Pada teori dasar ini, hanya akan dijelaskan beberapa elemen musik yang terkait dengan penggunaannya sebagai media cipher yang dijelaskan pada makalah ini, diantaranya yaitu nada, notasi, dan tangga nada. Selain itu, terdapat pula teori dasar mengenai kriptografi musikal. II.1 Nada Nada adalah bunyi yang beraturan, yaitu memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. II.2 Not Not merupakan elemen yang paling fundamental dalam musik. Not adalah salah satu bagian dalam notasi musik yang merepresentasikan nada. Jika dianalogikan dalam bahasa manusia sehari-hari, not adalah alphabet, yang menyusun kata dan kalimat. Dengan menggunakan not, manusia dapat mengetahui dan mengerti nada yang sedang dibunyikan, sehingga dapat membunyikan nada tersebut berdasarkan representasi not yang telah ada. Hingga saat ini, terdapat dua jenis representasi not yang digunakan secara luas oleh orang-orang dalam dunia musik yaitu not angka dan not balok. Notasi yang kedua yaitu not balok. Not balok merupakan sistem notasi yang berasal notasi musik klasik Eropa dan sekarang digunakan oleh para musisi dari genre yang berbeda-beda di seluruh dunia. Representasi nada spade notasi ini diperlihatkan oleh simbol berupa bulatanbulatan, baik memiliki tangkai maupun tidak, yang terletak pada garis paranada, yaitu garis yang menunjukka ketinggian atau pitch dari suatu nada. Contoh dari not balok adalah sebagai berikut: Gambar 2 Not balok Selain merepresentasikan ketinggian atau interval nada, not juga berfungsi sebagai penunjuk panjang nada dalam satuan ketukan. Sebagai contohnya yaitu pada gambar nilai dari not balok di bawah ini: Sesuai dengan namanya, notasi musik angka (not angka), atau lebih dikenal sebagai berikut, simplified Chinese: 简谱 ; traditional Chinese: 简谱 ; pinyin: jiǎnpǔ; harfiah "notasi yang disederhanakan" dalam bahasa Cina, adalah sistem notasi musik yang menggunakan numerisasi dari nada-nada dan banyak digunakan di kalangan orang-orang Cina. Beberapa orang menyebutnya notasi numerik atau notasi integer. Sejarahnya berasal dari notasi Gongche pada Dinasti Tang. Notasi ini juga dikenal sebagai Ziffersystem, yang berarti "sistem numerik" atau "sistem cipher" dalam bahasa Jerman. Perlu diperhatikan bahwa beberapa sistem lain yang tidak terkait notasi musik juga disebut notasi cipher. Sistem yang sama atau sistem yang sangat mirip yang digunakan sampai batas tertentu di beberapa negara Eropa, dan populer di beberapa negara Asia. Berikut ini merupakan contoh dari notasi angka yang umum digunakan di daerah Asia, termasuk Indonesia: do=c Note: C D E F G A B Solfege: do re mi fa sol la si Notation: II.4 Gambar 3 Bentuk not balok beserta panjang not Tangga Nada Gambar 4 Perbandingan nada dasar tangga nada (huruf besar : mayor, kecil minor)
3 jarak E-F = ½ (E-F) jarak F-G = 1 (F-Fis-G) jarak G-A = 1 (G-Gis-A) jarak A-B = 1 (A-Ais-B) jarak B-C = ½ (B-C ) Skala minor (minor scale) merupakan skala tangga nada yang tersusun oleh delapan not, nada utama (natural) dari skala ini adalah do=a (terlihat pada gambar), dan jarakjarak antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1. Tangga nada minor dapat dilihat sebagai mode musik keenam dalam tangga nada mayor. Tangga nada minor kadangkala dianggap mempunyai bunyi yang cenderung lebih sedih dibandingkan dengan tangga nada mayor.contoh tangga nada minor adalah sebagai berikut: Gambar 5 Perbandingan nada dasar tangga nada (huruf besar : mayor, kecil minor) Salah satu elemen musik yang sangat penting dalam mennyusun lagu adalah tangga nada. Tangga nada merupakan susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya, misalnya do, re, mi, fa, so, la, si, do. Dalam dunia musik diatonis, atau musik yang pada umumnya digunakan secara universal oleh orang-orang di dunia, terdapat dua jenis skala tangga nada. yaitu skala mayor dan skala minor. Skala mayor (major scale) merupakan skala tangga nada yang tersusun oleh delapan not, nada utama (natural) dari skala ini adalah do=c, dan jarak-jarak antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½. Maksud dari angka 1 dan ½ di sini merepresentasikan nada-nada yang mengikuti aturan jarak atau interval. Penggambaran jarak atau interval dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 6 Jarak nada pada media tuts piano Sedangkan contoh tangga nada mayor yang mengikuti aturan tersebut adalah sebagai berikut: do=c (major scale) C D E F G A B C do re mi fa sol la si do jarak C-D = 1 (C-Cis-D) jarak D-E = 1 (D-Dis-E) do=a (minor scale) A B C D E F G A' do re mi fa sol la si do jarak A-B = 1 (A-Ais-B) jarak B-C = ½ (B-C) jarak C-D = 1 (C-Cis-D) jarak D-E = 1 (D-Dis-E) jarak E-F = ½ (E-F) jarak F-G = 1 (F-Fis-G) jarak G-A = 1 (G-Gis-A ) Pada tangga nada, baik tangga nada mayor atau minor, intinya jika kita ingin menggunakan skala do=x, dengan X adalah nada (C, Cis, D, dsb), kita tidak boleh lupa jenis tangga nada yang kita mainkan, karena penyusunan nadanada berikutnya harus mengacu pada jarak atau interval yang sudah ditentukan, kecuali jika ada kasus tertentu seperti tangga nada minor melodi meningkat, tangga nada minor harmonis, dan sebagainya. II.3 Kriptografi Musikal Sebuah "cipher" adalah metode mengubah teks menjadi kode rahasia. Saat ini, hal tersebut dilakukan biasanya untuk tujuan mata-mata atau spionase. Pada zaman dahulu. penyihir dan pesulap menggunakan cipher untuk membuat kalimat-kalimat ajaib untuk jimat atau untuk penulisan grimoires (buku mantra-mantra dan ritual). Bahkan, sejarawan melacak asal-usul dari ilmu kriptografi pada risalah abad ke-15, Steganographia, oleh Abbot Trithemius - pesulap yang adalah mentor dan guru dari pesulap yang paling terkenal, Agrippa. Penggunaan cipher untuk kebutuhan mantra dan lagu-lagu ritual inilah yang mengilhami pengembangan elemen-elemen musik tertentu dalam cipher. Pada literatur referensi, terdapat suatu contoh cipher yang menerjemahkan huruf-huruf alfabet ke dalam notasi musik dan ritme. Sistem yang digunakan merupakan adaptasi dari salah satu yang dijelaskan oleh G. Porta, De furtivis notis literarum (Pada catatan rahasia dari huruf), Sistem yang digunakan dalam cipher ini menggunakan
4 koncisi alami antara huruf pada skala musik dan huruf pada alphabet (huruf A = not A, huruf B = not B, dan sebagainya), yang mana komposer seperti Bach dan Schumann menggunakannya untuk menciptakan tema musikal. Untuk alasan numerologis, sistem alphabet yang digunakan yaitu sistem alphabet Latin 24 huruf, yang mana I sama seperti J, dan U sama seperti V. Berikut ini merupakan metode dan gambaran cipher tersebut: Gambar 7 Buku korespondensi Tulis huruf dari kata atau frase yang ingin diencipher pada paranada musik yang kosong (bagian bawah). Pada paranada, tulis not musik yang berkorespondensi dengan tiap huruf. Untuk melakukan improvisasi, lakukan transpose not ke atas atau ke bawah satu oktaf dengan kata lain, note dengan nama yang sama (pada contoh, not D ditranspose ke bawah yang berkorespondensi dengan "L" pada "WEALTH"). Bereksperimen untuk menemukan pada kunci apa melodi terdengar dengan baik/ enak. Contohnya mungkin F bersuara enak seperti Fis, atau B seperti Bes. Di saat seperti ini, ingat karakteristik dari tangga nada yang digunakan. Selama perbedaan mendasar antara not yang pendek dan not yang panjang terjaga, ritme dapat diubahubah untuk membuat cipher not lebih bermusik. Pada contoh di bawah, terdapat cipher not dari kata HECATE dan WEALTH III. PENGGUNAAN ELEMEN MUSIK DALAM KRIPTOGRAFI Berikut merupakan rancangan pengimplementasian lain elemen musik pada proses enkripsi dan dekripsi dalam kriptografi. Secara teknik, implementasi elemen musik sebagai mesin cipher relatif sama, yaitu teknik korespondensi satu-satu, di mana tiap huruf umumnya hanya memiliki satu nilai pada cipher teks, dan kunci di sini yaitu table atau paranada yang menunjukkan korespondensi tersebut. Namun, dengan sedikit modifikasi, ternyata ada beberapa elemen musik pembantu yang mampu membuat korespondensi menjadi lebih luas, dan kunci yang dimasukkan oleh pengguna tidak hanya paranada saja, tetapi juga kunci teks seperti kriptografi yang dipakai pada umumnya. III.1 Penerapan I Penerapan ini merupakan pengembangan sederhana dari contoh pada teori dasar, yaitu translasi kunci. Kunci yang dimasukkan pengguna merupakan string yang akan diranslasikan untuk memilih tangga nada. Jenis tangga nada yang dipakai yaitu tangga nada mayor dan minor, dengan masing-masing memiliki 12 nada dasar (do=c, Cis, D, Dis, E, F, Fis, G, Gis, A, Ais, B). Dengan total 24 tangga nada ini, kita dapat menghasilkan 24 buku korespondensi untuk melakukan translasi plain teks. Untuk memilih buku korespondensi yang digunakan, maka string kunci dapat diolah terlebih dahulu hingga menghasilkan nilai antara 0 hingga 23. Sebagai contoh yang sederhana, tiap huruf dalam string diubah menjadi representasi angka dengan kamus alphabet yaitu: /*tiap iterasi*/ case huruf A : nilai=1 B : nilai=2 otherwise : nilai=26 endcase jumlah = jumlah + x Setelah jumlah didapatkan maka selanjutnya dilakukan operasi mod (sisa) antara jumlah dengan 24. Hasilnya akan menentukan buku translasi mana yang dipilih. Pada buku translasi, setiap elemen dari tangga nada dimasukkan ke dalam suatu struktur seperti substitution box (S-Box). Contoh S-Box tersebut seperti gambar berikut: Gambar 8 Hasil enkripsi translasi do=c mayor S-Box C D E F G A B C.
5 S-Box di sini berupa array of string, di mana tiap indeks array menyimpan nada-nada yang sesuai dengan tangga nada terpilih. Setiap huruf pada plain text ditanslasikan menjadi angka, kemudian menjadi nada, yang pada akhirnya, cipher teks berupa nada. Konsepnya sama dengan algoritma pada teori dasar. Contoh kasus: Inisialisasi Plain teks : emerald Kunci : jamrud Urutan S-Box : 0 do=c (mayor). 19 do=a (minor) Proses Integer hasil jumlah huruf kunci : = 67 Sisa dari pembagian dengan 24 : 67 mod 24 = 19 S-Box terpilih : do = A (minor) A B C D E F G A. Hasil Translasi plain teks : m = F r = G a = A l = E d = D A B C D E F G A B C D E F G A Ais Cis Dis Fis Gis Ais Cis Dis Fis Gis Ais Dengan begitu, oktaf yang terpakai hanya dua (lebih 1 nada), yang cukup wajar, dan seluruh nada menjadi terpakai. Pada kasus yang sama, hasil dari translasinya menjadi seperti ini: Hasil Translasi plain teks : m = F r = Dis a = A l = E d = D III.3 Penerapan 3 Penerapan berikutnya yaitu menggunakan elemen kunci pada notasi balok. Elemen kunci akan membuat penulisan not balok menjadi berbeda dari sebelumnya. Jika pada contoh kasus, cipher ditulis menggunakan kunci G, maka bila ditranslasikan dan ditulis ke kunci F, hasilnya adalah sebagai berikut: III.2 Penerapan 2 Mengatasi kelemahan dari penerapan 1 yang menggunakan tidak semua not pada oktaf bawah sehingga menyebabkan jarak oktaf yang besar, maka modifikasi S- Box perlu dilakukan. Terdapat cara yang cukup baik untuk memanfaatkan nada-nada wajar atau oktaf 1 yang tersisa, yaitu dengan membagi dua jumlah alphabet, 16 awal alphabet merupakan nada-nada pada tangga nada yang bersangkutan dan 10 alphabet terakhir merupakan nada-nada yang tersisip di antara nada-nada tersebut. Perbandingan 5:4 diperoleh dari perbandingan antara nada-nada yang dipakai Jadi, S-Box pada kasus di atas menjadi seperti ini: Lalu, agar pesan di dalam tetap terjaga kerahasiaannya, rahasiakan kunci yang dipakai. Dengan begitu, proses pemecahan akan semakin rumit, karena enkripsi memiliki dua kunci, yaitu kunci string dan kunci yang benar-benar kunci. Perlu diperhatikan jika perbandingan kunci seperti menggeser posisi nada pada notasi balok. jadi, analogi penggunaan kunci kedua layaknya proses shifting pada algoritma kriptografi umum.
6 Proses dekripsi yang dilakukan yang pertama kali dilakukan yaitu: Mengetahui kunci yang digunakan untuk menulis cipher. Mentranslasikan not balok ke dalam string nada. Memastikan S-Box yang dipakai menggunakan kunci string. Mencari indeks yang sesuai dengan string nada. Indeks ditranslasikan ke dalam bentuk alphabet. IV. KESIMPULAN Penerapan elemen musik dalam kriptografi cukup efektif, mengingat perpaduan dari beragamnya elemen-elemen yang terdapat dalam musik, dan banyaknya algoritma atau teknik-teknik yang digunakan dalam kriptografi. Pada intinya ada beberapa yang harus ditaati dalam penggunaan elemen musik, yaitu hukum-hukum atau tata aturan elemen dalam dunia musik. Kendatipun elemen musik terbatas, tidak seluas representasi bit yang dipakai pada algoritma kriptografi modern, namun dengan teknikteknik kriptografi, eksplorasi dapat dikembangkan hingga menuju tak terbatas. Simbol sebenarnya yang digunakan dalam penerapan ini merupakan gabungan dari garis paranada, not balok, tangga nada, dan kunci. Tanpa salah satu dari elemen tersebut, simbol tidak dapat berkorespondensi dengan teks yang akan dienkripsi. Adapun kendala-kendala yang mungkin dihadapi yaitu translasi dari string menuju notasi balok tidaklah mudah, bahkan sangat rumit, karena adanya elemen seperti paranada yang dibutuhkan untuk menunjukkan nada pada letak-letak tertentu. Dibutuhkan suatu fasilitas khusus, seperti aplikasi translasi not untuk mengubah nada-nada tersebut. [3] [4] [5] waktu akses : 22 Maret 2011 [6] waktu akses : 22 Maret 2011 [7] f+html waktu akses : 21 Maret 2011 [8] a-not-balok.html waktu akses : 22 Maret 2011 [9] iphr.html waktu akses : 21 Maret 2011 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 23 Maret 2011 ttd Emeraldy Widiyadi Pengembangan ke depan, kriptografi yang berbasikan pada teks musik dua dimensi ini dapat direalisasikan menjadi nada-nada yang dapat didengar, mengingat saat ini sudah banyak terdapat aplikasi pengubah not menjadi bunyi, dan begitu pula sebaliknya. V. ACKNOWLEDGMENT Ucapan terima kasih saya haturkan kepada Bapak Rinaldi Munir, selaku dosen pengajar dan pembimbing saya dalam mata kuliah Kriptografi, dan Yunadi Yustinus, teman yang membantu saya dalam mempelajari teori musik. REFERENSI [1] [2]
Pengembangan Fungsi Hash Menggunakan Sistem Katapayadi dan Elemen Musik
Pengembangan Fungsi Hash Menggunakan Sistem Katapayadi dan Elemen Musik Emeraldy Widiyadi 13508067 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Adaptasi Kriptografi Visual pada Musik
Adaptasi Kriptografi Visual pada Musik Wiko Putrawan 13509066 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Steganografi pada Musik Tanpa Nada
Steganografi pada Musik Tanpa Nada Wiko Putrawan 13509066 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
MODIFIKASI VIGENERE CIPHER DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SUBSTITUSI BERULANG PADA KUNCINYA
MODIFIKASI VIGENERE CIPHER DENGAN MENGGUNAKAN Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Aplikasi Tree Dalam Penulisan Notasi Musik Dengan Notasi Angka yang Disederhanakan
Aplikasi Tree Dalam Penulisan Notasi Musik Dengan Notasi Angka yang Disederhanakan Ecko Fernando Manalu Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Pohon dan Modulo untuk Menentukan Akor Triad
Penerapan Pohon dan Modulo untuk Menentukan Akor Triad Zulhendra Valiant Janir (13510045) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Analisis Kriptografi Klasik Jepang
Analisis Kriptografi Klasik Jepang Ryan Setiadi (13506094) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
TRIPLE STEGANOGRAPHY
TRIPLE STEGANOGRAPHY Abraham G A P E S / 13509040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Makalah. Teori Dasar Musik. Riko Repliansyah Anisa Purnama Sari. Riski Okta Mayasari. Dosen Pengampu: Pebrian Tarmizi,M.Pd Mata Kuliah : Seni Musik
Makalah Teori Dasar Musik Dosen Pengampu: Pebrian Tarmizi,M.Pd Mata Kuliah : Seni Musik Disusun oleh kelompok 3 Riko Repliansyah Anisa Purnama Sari Fitri Ramadayanti Riski Okta Mayasari (A1G016091) Kelas
Penerapan Vigenere Cipher Untuk Aksara Arab
Penerapan Vigenere Cipher Untuk Aksara Arab Prisyafandiafif Charifa (13509081) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Oleh : Teguh Budiawan. Mengenal dasar. not balok. modul pengantar belajar awal tahun ajaran hingga ujian tengah semester
Oleh : Teguh Budiawan Mengenal dasar not balok modul pengantar belajar awal tahun ajaran hingga ujian tengah semester Materi Dasar Not Balok (materi awal tahun ajaran hingga UTS) Pada umumnya kita lebih
Optimasi Konversi String Biner Hasil Least Significant Bit Steganography
Optimasi Konversi String Biner Hasil Least Significant Bit Steganography Aldi Doanta Kurnia - 13511031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
ENKRIPSI CITRA BITMAP MELALUI SUBSTITUSI WARNA MENGGUNAKAN VIGENERE CIPHER
ENKRIPSI CITRA BITMAP MELALUI SUBSTITUSI WARNA MENGGUNAKAN VIGENERE CIPHER Arifin Luthfi P - 13508050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Modifikasi Algoritma Caesar Cipher Menjadi SPICA-XB (Spinning Caesar dengan XOR Binary)
Modifikasi Algoritma Caesar Cipher Menjadi SPICA-XB (Spinning Caesar dengan XOR Binary) Rizal Panji Islami (13510066) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Musik merupakan hal yang paling banyak disukai oleh kebanyakan orang di seluruh dunia ini. Ada berbagai aliran musik yang tercipta dari berbagai belahan dunia.
Pengembangan Vigenere Cipher menggunakan Deret Fibonacci
Pengembangan Vigenere Cipher menggunakan Deret Fibonacci Jaisyalmatin Pribadi (13510084) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Transformasi Linier dalam Metode Enkripsi Hill- Cipher
Transformasi Linier dalam Metode Enkripsi Hill- Cipher Muhammad Reza Ramadhan - 13514107 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Pendeteksian Plagiarisme Musik dengan Algoritma Boyer- Moore
Pendeteksian Plagiarisme Musik dengan Algoritma Boyer- Moore Nicholas Rio - 13510024 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Enkripsi Pesan pada dengan Menggunakan Chaos Theory
Enkripsi Pesan pada E-Mail dengan Menggunakan Chaos Theory Arifin Luthfi P - 13508050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Algoritma Kriptografi Klasik Baru
Algoritma Kriptografi Klasik Baru William - 13508032 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Teknik Konversi Berbagai Jenis Arsip ke Dalam bentuk Teks Terenkripsi
Teknik Konversi Berbagai Jenis Arsip ke Dalam bentuk Teks Terenkripsi Dadan Ramdan Mangunpraja 1) 1) Jurusan Teknik Informatika, STEI ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Konversi berbagai
Penggunaan Transformasi Matriks dalam Enkripsi dan Dekripsi
Penggunaan Transformasi Matriks dalam Enkripsi dan Dekripsi Varian Caesar - 13514041 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Kriptografi untuk Huruf Hiragana
Kriptografi untuk Huruf Hiragana Nabilah Shabrina Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Modifikasi Pergeseran Bujur Sangkar Vigenere Berdasarkan Susunan Huruf dan Angka pada Keypad Telepon Genggam
Modifikasi Pergeseran Bujur Sangkar Vigenere Berdasarkan Susunan Huruf dan Angka pada Keypad Telepon Genggam Pradita Herdiansyah NIM : 13504073 1) 1)Program Studi Teknik Informatika ITB, Jl. Ganesha 10,
PENERAPAN KRIPTOGRAFI DAN GRAF DALAM APLIKASI KONFIRMASI JARKOM
PENERAPAN KRIPTOGRAFI DAN GRAF DALAM APLIKASI KONFIRMASI JARKOM Mario Orlando Teng (13510057) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Matriks dalam Kriptografi
Penerapan Matriks dalam Kriptografi Malvin Juanda/13514044 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Pengembangan Metode Pencegahan Serangan Enhanced LSB
Pengembangan Metode Pencegahan Serangan Enhanced LSB Ikmal Syifai 13508003 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
VISUAL KRIPTOGRAFI PADA TEKS
VISUAL KRIPTOGRAFI PADA TEKS Abraham G A P E S / 13509040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. cara-cara yang sesuai untuk mengkombinasikan pola-pola nada, misalnya angkaangka.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika yang disebut kombinatorika memungkinkan seseorang untuk menghitung cara-cara yang sesuai untuk mengkombinasikan pola-pola nada, misalnya angkaangka. Hal
NOTASI BALOK. Oleh: Inggit Sitowati
NOTASI BALOK Oleh: Inggit Sitowati PARANADA (STAFF) Lima garis lurus sejajar berjarak sama, memanjang dari kiri ke kanan, sebagai tempat menuliskan not balok. Garis-garis dalam paranada diberi nomor. Masing-masing
Penggunaan Fibonacci dan Josephus Problem dalam Algoritma Enkripsi Transposisi + Substitusi
Penggunaan Fibonacci dan Josephus Problem dalam Algoritma Enkripsi Transposisi + Substitusi Gregorius Ronny Kaluge / 13508019 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Pemanfaatan Vigenere Cipher untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android
Pemanfaatan Vigenere Cipher untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android Raka Mahesa - 13508074 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Sistem Tonjur untuk Menentukan Pasangan Main Angklung ke Pemain dengan Memanfaatkan MusicXML
Sistem Tonjur untuk Menentukan Pasangan Main Angklung ke Pemain dengan Memanfaatkan MusicXML Hafid Inggiantowi Institut Teknologi Bandung Jln. Ganesha no. 10 Bandung, 40132, Indonesia [email protected]
HARMONI MODERN. UNTUK SMK Semester 2. Drs. Heri Yonathan, M.Sn. iii
Drs. Heri Yonathan, M.Sn. HARMONI MODERN UNTUK SMK Semester 2 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 2013 iii Harmoni modern KATA PENGANTAR Puji syukur kami
PENERAPAN METODA FILE COMPRESSION PADA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI
PENERAPAN METODA FILE COMPRESSION PADA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI Yuri Andri Gani 13506118 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Bandung, 40132, email: [email protected] Abstract Kriptografi
Aplikasi Perkalian dan Invers Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher
Aplikasi Perkalian dan Invers Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher Catherine Pricilla-13514004 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
BAB I PENDAHULUAN. penting. Notasi musik merupakan media agar hasil karya musik seseorang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia seni musik, notasi merupakan salah satu komponen yang penting. Notasi musik merupakan media agar hasil karya musik seseorang dapat dimainkan kembali. Lagu-lagu
Modifikasi Vigenère Cipher dengan Metode Penyisipan Kunci pada Plaintext
Modifikasi Vigenère Cipher dengan Metode Penyisipan Kunci pada Plaintext Kevin Leonardo Handoyo/13509019 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pembangkit Kunci Acak pada One-Time Pad Menggunakan Fungsi Hash Satu-Arah
Pembangkit Kunci Acak pada One-Time Pad Menggunakan Fungsi Hash Satu-Arah Junita Sinambela (13512023) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
TUGAS PLPG PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN
TUGAS PLPG PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN Disusun oleh : JELLY EKO PURNOMO, S.Pd No Peserta 17046021710161 MODUL SENI BUDAYA 1 Materi Teknik membaca dan bernyanyi solmisasi partitur not angka secara unisono
ANALISIS KEMUNGKINAN PENGGUNAAN PERSAMAAN LINEAR MATEMATIKA SEBAGAI KUNCI PADA MONOALPHABETIC CIPHER
ANALISIS KEMUNGKINAN PENGGUNAAN PERSAMAAN LINEAR MATEMATIKA SEBAGAI KUNCI PADA MONOALPHABETIC CIPHER ARIF NANDA ATMAVIDYA (13506083) Program Studi Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha
Vigènere Transposisi. Kata Kunci: enkripsi, dekripsi, vigènere, metode kasiski, known plainteks attack, cipherteks, plainteks 1.
Vigènere Transposisi Rangga Wisnu Adi Permana - 13504036 1) 1) Program Studi Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstract Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi
Aplikasi Graf dalam Penentuan Posisi Jari yang Mudah untuk Memainkan Melodi dengan Gitar
Aplikasi Graf dalam Penentuan Posisi Jari yang Mudah untuk Memainkan Melodi dengan Gitar Taufik Hidayat (13511078) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Enkripsi Sederhana SMS (Short Message Service) Menggunakan Vigenere Cipher
Enkripsi Sederhana SMS (Short Message Service) Menggunakan Vigenere Cipher Gagarin Adhitama - 13508089 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pembuatan Musik Tanpa Pola Dengan Menggunakan Algoritma Runut Balik
Pembuatan Musik Tanpa Pola Dengan Menggunakan Algoritma Runut Balik Aldrich Valentino Halim/13515081 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB)
Penerapan Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher
Penerapan Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher Micky Yudi Utama/514011 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha Bandung 402, Indonesia [email protected]
Pengembangan Fungsi Random pada Kriptografi Visual untuk Tanda Tangan Digital
Pengembangan Fungsi Random pada Kriptografi Visual untuk Tanda Tangan Digital Abdurrahman Dihya Ramadhan/13509060 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Penerapan Metode Enkripsi Vigenere Cipher dalam Pengamanan Transaksi Mobile Banking
Abstrak Penerapan Metode Enkripsi Vigenere Cipher dalam Pengamanan Transaksi Mobile Banking Ario Yudo Husodo NIM : 13507017 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan, Musik adalah nada
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Musik Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan, Musik adalah nada atau suara yg disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yg
Penerapan Kriptografi Pada Aplikasi Penyimpanan Dokumen Pribadi Berupa Teks Pada PC
Penerapan Kriptografi Pada Aplikasi Penyimpanan Dokumen Pribadi Berupa Teks Pada PC Pande Made Prajna Pradipa (13510082) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Algoritma Cipher Block EZPZ
Algoritma Cipher Block EZPZ easy to code hard to break Muhammad Visat Sutarno (13513037) Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10 Bandung
Studi dan Implementasi Algoritma kunci publik McEliece
Studi dan Implementasi Algoritma kunci publik McEliece Widhaprasa Ekamatra Waliprana - 13508080 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
STUDI DAN PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA SIMETRI VIGENERE CHIPPER BINNER DAN HILL CHIPPER BINNER Ivan Nugraha NIM :
STUDI DAN PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA SIMETRI VIGENERE CHIPPER BINNER DAN HILL CHIPPER BINNER Ivan Nugraha NIM : 13506073 Abstrak Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl.
Modifikasi Vigenere Cipher dengan Enkripsi-Pembangkit Kunci Bergeser
Modifikasi Vigenere Cipher dengan Enkripsi-Pembangkit Kunci Bergeser Abstrak Anggrahita Bayu Sasmita, 13507021 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Penerapan Algoritma Pattern Matching untuk Mengidentifikasi Musik Monophonic
Penerapan Algoritma Pattern Matching untuk Mengidentifikasi Musik Monophonic Fahziar Riesad Wutono (13512012) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Studi, Perbandingan Metode Steganografi, dan Metode Steganalisis pada Berkas HTML
Studi, Perbandingan Metode Steganografi, Metode Steganalisis pada Berkas HTML Daniel Widya Suryanata / 13509083 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro Informatika Institut Teknologi Bandung,
Modifikasi Ceasar Cipher menjadi Cipher Abjad-Majemuk dan Menambahkan Kunci berupa Barisan Bilangan
Modifikasi Ceasar Cipher menjadi Cipher Abjad-Majemuk dan Menambahkan Kunci berupa Barisan Bilangan Ari Wardana / 135 06 065 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10,
Studi dan Analisis Mengenai Aplikasi Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher
Studi dan Analisis Mengenai Aplikasi Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher Ivan Nugraha NIM : 13506073 rogram Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No. 10 Bandung E-mail: [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan seni pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa bentuk gagasan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan pesat dan memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan manusia. Sebagai contoh perkembangan teknologi jaringan
FIXED DOH SEBAGAI METODE MEMBACA NOTASI BALOK YANG EFEKTIF BAGI PEMULA
FIXED DOH SEBAGAI METODE MEMBACA NOTASI BALOK YANG EFEKTIF BAGI PEMULA S. Kari Hartaya A. Latar Belakang Masalah Hampir setiap manusia menyenangi cabang seni yang satu ini, yaitu musik. Baik itu pada tingkat
Aplikasi Pewarnaan pada Vigener Cipher
1 Aplikasi Pewarnaan pada Vigener Cipher Denver - 13509056 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Penerapan Aritmatika Modulo Dalam Transposisi Modal
Penerapan Aritmatika Modulo Dalam Transposisi Modal Adrian Hartarto Pramudita, 13515091 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Penanganan Kolisi pada Fungsi hash dengan Algoritma Pengembangan Vigenere Cipher (menggunakan Deret Fibonacci)
Penanganan Kolisi pada hash dengan Algoritma Pengembangan Vigenere Cipher (menggunakan Deret Fibonacci) Jaisyalmatin Pribadi - 13510084 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
MATERI AJAR. Ansambel berasal dari kata Ensemble (Perancis) yang berarti bersama-sama. Musik
MATERI AJAR Ansambel Ansambel berasal dari kata Ensemble (Perancis) yang berarti bersama-sama. Musik Ansambel dapat diartikan sebagai sebuah sajian musik yang dilagukan secara bersama-sama dengan menggunakan
Implementasi Enkripsi File dengan Memanfaatkan Secret Sharing Scheme
Implementasi Enkripsi File dengan Memanfaatkan Secret Sharing Scheme Muhammad Aodyra Khaidir (13513063) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Insitut Teknologi Bandung
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN NADA TUNGGAL KEYBOARD (ORGEN) PADA PC BERBASIS MATLAB
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN NADA TUNGGAL KEYBOARD (ORGEN) PADA PC BERBASIS MATLAB Supriansyah 1, Dr. Yeffry Handoko Putra, MT 2 1 Jurusan Teknik Komputer Unikom, 2 Jurusan Magister Sistem Informasi Unikom
BAB I PENDAHULUAN. dalam berbagai hal, diantaranya adalah untuk pembuatan rumah serta isinya,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang dapat tumbuh subur di setiap wilayah Indonesia, sehingga tumbuhan ini sering digunakan masyarakat dalam berbagai hal, diantaranya
MODIFIKASI VIGÈNERE CIPHER DENGAN MENGGUNAKAN MEKANISME CBC PADA PEMBANGKITAN KUNCI
MODIFIKASI VIGÈNERE CIPHER DENGAN MENGGUNAKAN MEKANISME CBC PADA PEMBANGKITAN KUNCI Sibghatullah Mujaddid Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung
Membaca Suara dan Mendengar Tulisan
Membaca Suara dan Mendengar Tulisan BAGI PEMAIN/ PENGAJAR MUSIK Oleh: S. Kari Hartaya ABSTRAK Musik adalah salah satu karya seni yang menggunakan suara sebagai medianya. Kepiawaian dalam menguasai serta
KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL
INFORMATIKA Mulawarman Februari 2014 Vol. 9 No. 1 ISSN 1858-4853 KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL Hendrawati 1), Hamdani 2), Awang Harsa
Penggunaan Algoritma Greedy Dalam Perancangan Papan Teka Teki Silang
Penggunaan Algoritma Greedy Dalam Perancangan Papan Teka Teki Silang Stefanus Thobi Sinaga / 13510029 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring meningkatnya perkembangan dunia teknologi, sistem pengaman yang canggih terhadap suatu data semakin dibutuhkan. Masalah keamanan merupakan salah satu aspek
Unsur Musik. Irama. Beat Birama Tempo
Unsur- Unsur Musik Unsur Musik Bunyi Irama Notasi Melodi Harmoni Tonalitas Tekstur Gaya musik Pitch Dinamika Timbre Beat Birama Tempo Musik adalah bagian dari bunyi, namun bunyi dalam musik berbeda dengan
Metode Enkripsi baru : Triple Transposition Vigènere Cipher
Metode Enkripsi baru : Triple Transposition Vigènere Cipher Maureen Linda Caroline (13508049) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Modifikasi Cipher Block Chaining (CBC) MAC dengan Penggunaan Vigenere Cipher, Pengubahan Mode Blok, dan Pembangkitan Kunci Berbeda untuk tiap Blok
Modifikasi Cipher Block Chaining (CBC) MAC dengan Penggunaan Vigenere Cipher, Pengubahan Mode Blok, dan Pembangkitan Kunci Berbeda untuk tiap Blok Fatardhi Rizky Andhika 13508092 Program Studi Teknik Informatika
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Metode Komposisi Musik Musik memiliki lima unsur yaitu: ritme, melodi, harmoni, ekspresi dan bentuk. Pembagian kelima unsur-unsur musik disini sesuai dengan pendapat Jamalus 1
Penggabungan Algoritma Kriptografi Simetris dan Kriptografi Asimetris untuk Pengamanan Pesan
Penggabungan Algoritma Kriptografi Simetris dan Kriptografi Asimetris untuk Pengamanan Pesan Andreas Dwi Nugroho (13511051) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Aplikasi Aljabar Lanjar untuk Penyelesaian Persoalan Kriptografi dengan Hill Cipher
Aplikasi Aljabar Lanjar untuk Penyelesaian Persoalan Kriptografi dengan Hill Cipher Nursyahrina - 13513060 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Musik adalah seni, hiburan, dan aktivitas manusia yang melibatkan suara-suara yang teratur [KLE07]. Istilah musik juga digunakan untuk mengacu pada permainan musik,
Penyamaran Plainteks pada Algoritma Vigenere Chiper StegaVig Makalah IF5054 Kriptografi
Penyamaran Plainteks pada Algoritma Vigenere Chiper StegaVig Makalah IF5054 Kriptografi Dyah Saptanti Perwitasari Teknik Informatika ITB, Bandung 40135, email: [email protected] Abstract Permasalahan
OPTIMASI KONVERSI STRING BINER HASIL LEAST SIGNIFICANT BIT STEGANOGRAPHY (LSB)
OPTIMASI KONVERSI STRING BINER HASIL LEAST SIGNIFICANT BIT STEGANOGRAPHY (LSB) MAKALAH Dianjurkan untuk memenuhi salah satu syarat tugas pada Mata Kuliah Keamanan Sistem Informasi Program Studi Sistem
RUMUS TANGGA NADA MAYOR DAN MINOR
RUMUS TANGGA NADA MAYOR DAN MINOR Rumus Tangga Nada Mayor dan Minor [caption id="attachment_35653" align="aligncenter" width="1181"] page 1 / 11 Tuts Piano Tangga Nada E Minor Harmonik / E Minor Harmonic
Tanda Tangan Digital Untuk Gambar Menggunakan Kriptografi Visual dan Steganografi
Tanda Tangan Digital Untuk Gambar Menggunakan Kriptografi Visual dan Steganografi Shirley - 13508094 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Rumus Tangga Nada Mayor dan Minor
Rumus Tangga Nada Mayor dan Minor [caption id="attachment_35653" align="aligncenter" width="1181"] page 1 / 11 Tuts Piano Tangga Nada E Minor Harmonik / E Minor Harmonic Scale. Tangga nada E Minor Harmonik
Penggunaan Pohon Huffman Sebagai Sarana Kompresi Lossless Data
Penggunaan Pohon Huffman Sebagai Sarana Kompresi Lossless Data Aditya Rizkiadi Chernadi - 13506049 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Integrasi Kriptografi Kunci Publik dan Kriptografi Kunci Simetri
Integrasi Kriptografi Kunci Publik dan Kriptografi Kunci Simetri Andrei Dharma Kusuma / 13508009 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
MODIFIKASI VIGENERE CIPHER DENGAN MENGGUNAKAN NILAI POSISI KARAKTER PADA TEKS
MENGGUNAKAN NILAI POSISI KARAKTER PADA TEKS Irfan Afif (13507099) a Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut Tenologi Bandung Jl. Ganesha no. 10, Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK
KRIPTOGRAFI DAN KRIPTANALISIS KLASIK
KRIPTOGRAFI DAN KRIPTANALISIS KLASIK Raka Mahesa (13508074) Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jln. Ganesha No. 10, Bandung [email protected] ABSTRAK Kriptologi terus berkembang
APLIKASI STEGANOGRAFI DAN PENERAPAN STEGANALISIS DALAM JIGSAW PUZZLE
APLIKASI STEGANOGRAFI DAN PENERAPAN STEGANALISIS DALAM JIGSAW PUZZLE Agnes Theresia (13510100) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan akor pokok dalam tangga nada mayor 1# - 7# pada pianika
Penerapan akor pokok dalam tangga nada mayor 1# - 7# pada pianika Disajikan dalam seminar sehari Jurusan Pendidikan Sendratasik FBS UNP pada tanggal 9 Juli 2010 Oleh: Syeilendra JURUSAN PENDIDIKAN SENDRATASIK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pesan di dalam media tersebut. Kata steganografi (steganography) berasal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. STEGANOGRAFI 1. Pengertian Steganografi Steganografi adalah seni menyembunyikan pesan di dalam media digital sedemikian rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu pesan
Analisis Penggunaan Algoritma RSA untuk Enkripsi Gambar dalam Aplikasi Social Messaging
Analisis Penggunaan Algoritma RSA untuk Enkripsi Gambar dalam Aplikasi Social Messaging Agus Gunawan / 13515143 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Transposition Cipher dan Grille Cipher
Transposition Cipher dan Grille Cipher Kevin Wibowo-13509065 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
RANCANGAN,IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ZENARC SUPER CIPHER SEBAGAI IMPLEMENTASI ALGORITMA KUNCI SIMETRI
RANCANGAN,IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ZENARC SUPER CIPHER SEBAGAI IMPLEMENTASI ALGORITMA KUNCI SIMETRI Ozzi Oriza Sardjito NIM 13503050 Program Studi Teknik Informatika, STEI Institut Teknologi Bandung
Sistem Tonjur untuk Membantu Menentukan Pasangan Main Angklung ke Pemain dengan Memanfaatkan MusicXML
Sistem Tonjur untuk Membantu Menentukan Pasangan Main Angklung ke Pemain dengan Memanfaatkan MusicXML Hafid Inggiantowi / 13507094 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Pembangkit Stego-Teks Sederhana untuk Implementasi Steganografi
Pembangkit Stego-Teks Sederhana untuk Implementasi Steganografi Halida Astatin (13507049) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal berkomunikasi. Dengan
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA Rachmansyah Budi Setiawan NIM : 13507014 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha
