PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Berdasarkan informatif dan masalah
|
|
|
- Leony Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 I. PENDAHULUAN Pengaduan sampai dengan status Oktober 2013 telah mencapai aduan dengan jumlah pengaduan yang masih berstatus proses sebanyak 97 aduan. Pengaduan yang berstatus proses terbanyak terdapat di Propinsi Banten yang mencapai 32,98%. Pengaduan tersebut sebagian besar berkaitan dengan pelanggaran mekanisme dan prosedur dalam pemanfaatan dana BLM pada kegiatan infrastruktur dan ekonomi. Pengaduan dari tahun yang tertinggi terjadi di tahun 2012 yang mencapai dengan status proses pengaduan yang sampai saat ini belum tertangani sebanyak 27 aduan. Pengaduan yang berstatus proses ini terjadi pada kasus penyimpangan dana dan pelanggaran mekanisme dan prosedur baik hasil temuan BPKP maupun yang dilaporkan masyarakat. Trend penyimpangan dana hasil temuan masyarakat selain bergeser pelakunya dari masyarakat ke pendamping masyarakat/ konsultan, pun dengan jumlah dana yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyimpangan dana pada tahun 2010 jumlah dana yang simpangkan dengan jumlah 340 juta. Selama kurang dari 3 tahun penyimpangan dana tersebut menjadi meningkat mencapai 2,1 Milliar. Sehingga penyimpangan dana temuan masyarakat/ non BPKP tersebut bila dirata-ratakan setiap tahun meningkat 172% atau 517% selama kurun waktu 3 tahun. Peningkatan jumlah penyimpangan dana yang cukup besar tersebut pelaku/ aktor nya bukan dari masyarakat tetapi pendamping masyarakat/ konsultan, dengan tingkat penyimpangan dana tertinggi mencapai 595 juta atau 0,5 Milliar lebih. Lemahnya pengendalian dan penanganan yang lambat dalam penanganan kasus penyimpangan dana non temuan BPKP harusnya menjadi perhatian semua pihak. Propinsi yang memiliki kasus penyimpangan dana oleh konsultannya harus menjadi perhatian Tim Pengendali pusat atau KMP dan Satker Pusat. Propinsi tersebut yakni, Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Banten, Propinsi Sumatera Selatan dan Propinsi Jawa Barat untuk di PNPM Perkotaan wilayah-1. Tetapi tidak menutup kemungkinan virus penyimpangan dana tersebut akan mewabah ke propinsi lainnya bila tidak ada perubahan system kendali pendampingan dan rekruitmen personil. Kendala keterlambatan gaji pada kwartal ketiga ini pun bisa menjadi pemicu atau niat dari para pendamping yang tidak dapat bertahan dan bermental negatif. Sehingga mencari cara untuk bertahan dengan mencari kesempatan meminjam dana dari BKM. Oleh karena itu, keterlambatan gaji ini harus diantisipasi di tahun- tahun mendatang supaya tidak terjadi kembali. 1
2 II. PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Berdasarkan informatif dan masalah Jumlah pengaduan yang masuk pada bulan Oktober 2013 sebanyak pengaduan. Pengaduan yang masih proses 2 pengaduan dari Propinsi Kalimantan Barat. Sedangkan jumlah aduan secara akumulatif yang telah masuk sebanyak aduan. Pengaduan yang masih berstatus proses sebanyak 97 aduan (0,25%). Pengaduan yang telah selesai sebanyak pengaduan (99.74%). Bila dilihat dari status aduan dari tahun ke tahun sejak tahun 2008 bahwa setiap tahun masih terdapat pengaduan yang masih status proses. Pengaduan yang berstatus proses tersebut merupakan pengaduan dari hasil temuan BPKP. Grafik 1.1 Pengaduan berdasarkan aduan (Periode sd Oktober 2013) Pengaduan tertinggi selama kurun waktu tahun terjadi di tahun 2012 dengan status pengaduan yang masih proses sebanyak 27 pengaduan. Pengaduan dengan status proses tertinggi terdapat di tahun 2013, dengan jumlah aduan sebanyak 55 pengaduan (56,70%) dari total 97 pengaduan proses selama kurun waktu tersebut. 2
3 Grafik 1.2 Propinsi status aduan proses (Periode sd Oktober 2013) Pada grafik 1.2. di atas dapat dilihat bahwa pengaduan tertinggi masih terdapat di propinsi Sumatera Barat 22,13%. Sedangkan propinsi dengan status pengaduan yang masih proses tertinggi terdapat di Propinsi Banten mencapai 32,98%. Pengaduan yang masih status proses tersebut terdapat 6 pengaduan terjadi di tahun Sedangkan pengaduan sisa terjadi antara tahun Pengaduan yang berstatus proses tersebut 71% merupakan pengaduan merupakan pelanggaran mekanisme dan prosedur. Grafik 1.3. Pengaduan bersifat Informatif (Periode sd Oktober 2013) Pengaduan kategori pertanyaan sampai dengan status Oktober 2013 masih mendominasi dari seluruh pengaduan yang bersifat informatif sebanyak 71,2%. pengaduan yang bersifat informatif dengan status proses terdapat pada kategori pertanyaan. 3
4 Grafik 1.4. Pengaduan bersifat Masalah (Periode sd Oktober 2013) Pengaduan yang bersifat masalah sampai status akhir Oktober 2013 mencapai pengaduan masalah. Pengaduan masalah yang sering diadukan oleh masyarakat berkaitan dengan pelanggaran mekanisme dan prosedur baik pada kegiatan pemanfaatan BLM maupun pelaksanaan kegiatan siklus. Pelanggaran mekanisme dan prosedur mencapai 921 pengaduan (42,24%). Khusus pada pelanggaran mekanisme dan prosedur sering terjadi di siklus pemanfaatan dana BLM pada kegiatan infrastruktur dan ekonomi. Tabel.1.1. Berdasarkan Pengaduan Informatif dan Masalah Kategori Proses Selesai Grand total Perubahan kebijakan Adanya Intervensi Negatif Force Majeur Kode Etik / Kinerja Pelaku Lainnya Pelanggaran Mekanisme dan Prosedur Penyimpangan Dana Pertanyaan Saran Kritik Grand Total
5 2. Berdasarkan asal pengaduan Tabel.2.1. Berdasarkan Asal Aduan Derajat Aduan Proses Selesai Grand total Nasional Provinsi Kabupaten/Kota] Kecamatan Kelurahan Grand Total Pengaduan berdasarkan asal aduan yang paling dominan berada pada tingkat kelurahan. Namun pengaduan pada tingkat kelurahan tersebut yang masih status proses sejumlah 0,15%. Pengaduan dengan status proses tertinggi kedua terdapat di tingkat kabupaten dengan jumlah pengaduan mencapai 30 pengaduan atau 1,05% dari jumlah aduan pada tingkat kota/kabuapten. Grafik 2.1. Berdasarkan asal aduan 3. Pengaduan berdasarkan media pengaduan. Media pengaduan yang sering digunakan sampai dengan status akhir Oktober 2013 masih didominasi media tatap langsung (88,29%). Media pengaduan yang intensif digunakan oleh masyarakat selain tatap langsung telephone, SMS,buku pengaduan. Media lainnya, seperti Pengaduan Online, Mimbar bebas, surat, dll banyak digunakan oleh masyarakat dengan capaian intensitas penggunaan media tersebut hanya di bawah 1%. Grafiks.3.1. Pengaduan berdasarkan Media Aduan 5
6 Beberapa media pengaduan yang paling dominan selain temuan BPKP yang sering digunakan masyarakat terdapat 5 media dominan, seperti tergambarkan dalam grafik berikut di bawah ini. Media pengaduan telephone (2,31%),SMS (2,01%) dan buku pengaduan (1,07%) menjadi media yang cukup sering digunakan masyarakat. 6
7 4. Penyimpangan dana. Penyimpangan dana yang dilaporkan masyarakat selama kurun waktu tahun 2013 mencapai 249 juta. Jumlah tersebut telah menurun 75,4% dari penyimpangan tahun sebelumnya. Begitupun dengan penyimpangan dana yang terjadi pada tahun 2010 sejak KMP PNPM wilayah I berada. Penyimpangan tertinggi selama periode tahun penyimpangan tertinggi terjadi di tahun Penyimpangan dana tahun 2012 mencapai 1,019 Milliar. Propinsi yang penyimpangan dana tertinggi terjadi di Propinsi Banten di tahun Penyimpangan dana tersebut mencapai 813 juta. Penyimpangan tersebut dilakukan oleh pelaku konsultan dengan menyalah-gunakan dana pelatihan masyarakat dan BLM. Proses penyelesaian penyimpangan dana tersebut telah diproses oleh pihak berwajib. Propinsi yang rata-rata tiap tahun terjadi penyimpangan dana terdapat di Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Sumatera Utara. Penyimpangan dana di Propinsi Sumatera Utara di tahun 2010 merupakan penyimpangan dana yang tertinggi dengan jumlah dana mencapai 310 juta atau 82,98%. Sedangkan di Propinsi Jawa Barat terjadi di tahun 2013 dengan jumlah penyimpangan dana mencapai 151 juta atau 60,41% dari total penyimpangan yang terjadi pada tahun yang sama. Berdasarkan jumlah pelaku penyimpangan dana selama kurun waktu tahun propinsi dengan jumlah pelaku terbanyak terdapat di Propinsi Jawa Barat, Propinsi Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. 7
8 Trend penyimpangan dana selama kurun waktu tahun menunjukkan bahwa tingkat penyimpangan tertinggi terjadi di tahun 2013 dari jumlah dan yang telah disalahgunakan. 8
9 III. ISSUE UMUM PPM Perspektif pemikiran yang diharapkan dapat mengoptimalkan PPM sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat untuk menunju PNPM Perkotaan yang transparan dan akuntabel berdasarkan hasil diskusi yang dilaksanakan Tim PPM dan Monev KMP menghasilkan beberapa pemikiran sebagai berikut : a) PPM belum efektif sebagai media pembelajaran masyarakat disebabkan : - PPM yang dikelola cenderung statis, karena dikelola oleh pelaku konsultan di tingkat lapangan sehingga cenderung menjadi kebutuhan program sehingga berdampak psikologis bagi masyarakat bahwa PPM milik konsultan. - PPM dianggap sebagai kewajiban atau berkorelasi dengan kinerja pelaku konsultan sehingga pengaduan yang disampaikan bukan murni pengaduan masyarakat sebagai pembelajaran tetapi karena kewajiban. Sebaliknya bila ada masalah di wilayahnya cenderung ditutupi karena dianggap berpengaruh pada evaluasi kinerja. - PPM belum melembaga sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat karena tidak terbentuknya jaringan pelaku dalam penyelesaian masalah di tingkat masyarakat. b) Dampak ketidak-efektifan PPM bagi Program : - Kualitas isi pengaduan yang tidak layak (abu-abu) sehingga belum dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat lainnya. - Pelaku konsultan belum terlatih kepekaannya terhadap permasalahan-permasalahan untuk segera ditanggapi dan ditangani. - PPM menjadi laporan pengaduan yang tidak berkualitas, hanya merupakan data-data yang berubah dari bulan ke bulan dan semakin bertambah. - PPM belum menjadi salah satu bagian dari instrumen untuk evaluasi terhadap program oleh semua pihak baik pemerintah daerah, masyarakat maupun konsultan. - PPM belum menjadi bagian dari early warning sytem bila terjadi penyimpangan dana dan pembelajaran untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyimpanganpenyimpangan lain. 9
10 c) Harapan (expectation) terhadap PPM ke depan : - PPM harus menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat guna meningkatkan kontrol sosial masyarakat dan penguatan modal sosial masyarakat. - PPM menjadi alat pembelajaran masyarakat di dalam peningkatan kapasitas pola berpikir, sikap dan perilaku yang arif dan bijaksana di dalam menghadapi persoalan. - PPM dikelola penuh oleh masyarakat yang independent (relawan) yang terlatih dan dibawah naungan Pokja TKPKD Kota/kabupaten atau pun Propinsi. - PPM dapat membentuk jaringan sosial yang kuat dengan lembaga-lembaga lokal di dalam meningkatkan kontrol dan kepedulian terhadap setiap persoalan yang dihadapi. - PPM menjadi pusat informasi program yang dikelola masyarakat bersama pemerintah di tingkat kota/kabupaten dan menjadi satu wadah bersama PNPM Mandiri. - PPM menjadi sarana belajar bersama antara masyarakat, pemerintah dan kelompok peduli di dalam kegiatan KBIK. 10
11 IV. Kesimpulan dan rekomendasi A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari data yang dikelola selama kwartal ketiga sebagai berikut : 1. Bahwa pengaduan melalui media tatap langsung masih menjadi media yang disukai masyarakat di dalam menyampaikan aduan yang bersifat informatif berupa pertanyaan dengan harapan supaya memperoleh jawaban langsung. Media telephone, SMS dan kotak pengaduan merupakan media lain yang sering digunakan masyarakat dalam menyampaikan pengaduannya selain tatap langsung. 2. Pengaduan dengan status proses tertinggi terdapat di Propinsi Banten. Juga jumlah penyimpangan dana yang paling tinggi yang dilaporkan diluar hasil temuan BPKP terjadi di Propinsi Banten. 3. Jumlah pelaku penyimpangan dana sampai dengan status Oktober 2013 yang tertinggi terjadi di daerah Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. 4. Terjadi penurunan jumlah penyimpangan dana di tahun 2013 dari tahun sebelumnya. Juga adanya pelanggaran mekanisme dan prosedur dalam pemanfaatan dana BLM khususnya bidang infra-struktur dan ekonomi harus menjadi perhatian serius USK terkait. B. Rekomendasi 1. Media pengaduan yang ada harus terintegrasi di dalam SIM PPM dan menjadi alat pengendali semua pihak di dalam evaluasi pelaksanaan program. 2. Perlu dilakukan evaluasi oleh pusat terhadap sistem perekrutan personil di wilayah KMW Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Pengawasan pengendalian pencairan dana dan pemanfataan dana di wilayah tersebut harus diperketat. 3. Perlu dilakukan deteksi ulang terhadap pelaku yang pernah dan terindikasi penyimpangan dana untuk dibuatkan rekapitulasi data pelaku penyimpangan dana oleh masing-masing KMW Propinsi dan mengirimkannya ke HRD Pusat untuk dimasukan dalam daftar black-list/ DPO pihak berwajib supaya tidak masuk ke program PNPM lain. Jakarta, 20 Nopember 2013 PPM KMP PNPM WILAYAH-1 11
12 12
II. PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Pengaduan Informatif dan Masalah
I. PENDAHULUAN Berdasarkan progress capaian pengaduan pada periode Maret 2012 jumlah pengaduan yang masuk sebanyak 801 pengaduan dan secara akumulatif sampai dengan bulan Maret 2012 jumlah pengaduan yang
Thn Thn Thn Thn JUMLAH 91
I. PENDAHULUAN Pada bulan September 2013 direncanakan akan dilakukan penutupan data SIM PPM sampai dengan akhir tahun 2010. Penutupan data tersebut bertujuan data di bawah tahun 2010 tidak ada lagi data
II. PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Pengaduan Informatif dan Masalah
I. PENDAHULUAN Selama kurun waktu tahun 2012 pengaduan yang berkaitan dengan penyimpangan dana cenderung meningkat dari jumlah dana yang terekam di dalam SIM PPM Pengaduan. Penyimpangan dana hasil temuan
LAPORAN TAHUNAN PPM PNPM MANDIRI PERKOTAAN WILAYAH I (Satu) Periode Januari Desember 2011
LAPORAN TAHUNAN PPM PNPM MANDIRI PERKOTAAN WILAYAH I (Satu) Periode Januari Desember 2011 I. PENDAHULUAN Selama kurun waktu Periode Januari Desember 2011 pengaduan yang telah masuk sebanyak 7.875 pengaduan
PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Pengaduan Informatif dan Masalah
I. PENDAHULUAN Pengelolaan Pengaduan pada periode Maret tahun 2013 telah mencapai 2.005 pengaduan. Sedangkan pengaduan informatif berjumlah 1972 pengaduan dan pengaduan masalah berjumlah 23 pengaduan.
PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Berdasarkan Lingkup dan Kategori Masalah
I. PENDAHULUAN Pengelolaan pengaduan masyarakat di PNPM Mandiri Perkotaan wilayah I sampai dengan bulan Mei 2013 telah mencapai 31.631 pengaduan. Pengaduan yang telah selesai mencapai 31.581 pengaduan
III. PROGRESS PPM WILAYAH I 1. Pengaduan Informatif dan Masalah
I. Anlist.asp II. PENDAHULUAN Pengelolaan pengaduan masyarakat di wilayah I di bulan Januari 2013 dilaporkan hanya oleh 7 Propinsi. Pada bulan Januari 2013 ini seluruh tenaga ahli telah didemobilisasi
Pengaduan tiap provinsi
SUMATERA UTARA SUMATERA SELATAN BANTEN JAWA BARAT BENGKULU BANGKA BELITUNG LAMPUNG KALIMANTAN BARAT JAMBI Konsultan Manajemen Pusat A. Perkembangan PPM bulan Agustus 2016 Pengaduan pada bulan Agustus 2016
II. PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN DATA. A. Capaian Penanganan Pengaduan
I. PENDAHULUAN Pada akhir tahun 2015 pengaduan yang telah dikelola seluruhnya (sejak tahun 2010) di wilayah I mencapai 58.650 pengaduan, dengan pengaduan yang berstatus proses sebanyak 300 pengaduan (0,51%).
II. PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN DATA. A. Capaian Penanganan Pengaduan
I. PENDAHULUAN Data pengaduan pada bulan Oktober 2014 berkurang dari jumlah pengaduan bulan sebelumnya. Pengurangan jumlah pengaduan tersebut telah dikeluarkannya Provinsi Aceh dari wilayah-1 dan bergabung
Status Pengaduan bulan Sept 16
DKI JAKARTA SUMATERA UTARA SUMATERA SELATAN JAWA BARAT BANTEN BENGKULU SUMATERA BARAT KALIMANTAN BARAT BANGKA BELITUNG LAMPUNG RIAU JAMBI KEPULAUAN RIAU A. Perkembangan PPM bulan September 2016 Jumlah
II. PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN DATA. A. Capaian Penanganan Pengaduan
I. PENDAHULUAN Pengaduan yang masuk pada bulan Maret 2015 yang dikumpulkan dari tingkat KMW dan pengaduan yang masuk ke KMP berjumlah 560 aduan. Pengaduan telah selesai ditangani sejumlah 558 pengaduan
Status Pengaduan bulan Juni 2016
Pada bulan Juni 016 PPM pengaduan yang telah dikelola sebanyak 96 pengaduan. Pengaduan yang telah selesai sebanyak 94 pengaduan(99,3%). Pengaduan yang berstatus proses pengaduan. Pengaduan tersebut terdapat
masyarakat dominan pada pelaksanaan kegiatan sosialisasi, ekonomi dan Tabel 1.1. Pengaduan Status Proses di masing-masing Provinsi
I. PENDAHULUAN Pengaduan yang berstatus proses pada bulan Februari 2016 telah berkurang/ menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Pengaduan status proses pada bulan Februari 2016 sejumlah 214 pengaduan atau
Perkembangan Pengelolaan Pengaduan Bulan Mei 2017
Perkembangan Pengelolaan Pengaduan Bulan Mei 2017 Pengelolaan pengaduan pada bulan Mei 2017 telah dikelola mencapai 912 pengaduan, dengan status penanganan telah selesai 908 atau 99,56 % dan status dalam
Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Maret Wilayah II. (OC 5 s/d OC 9)
Wilayah II KMP Jateng DIY Jatim Bali NTB NTT Kalteng Kalsel Kaltim Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papua Barat Papua Pendahuluan Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Maret
Tabel.1. Pengaduan Informatif Pada Siklus BLM
A. Pelaksanaan PPM di PNPM Mandiri Perkotaan ICDD Phase I Pengelolaan Pengaduan Masyarakat pada phase I oleh KMP ICDD Wilayah I di mulai pada periode Agustus 2010. Jumlah pengaduan yang diserah-kelolakan
Perkembangan PPM Bulan Maret 2017
Perkembangan PPM Bulan Maret 2017 Pengelolaan Pengelolaan pengaduan pada bulan Maret 2017 telah dikelola mencapai 729 pengaduan, dengan status penanganan telah selesai 694 atau 95,2 % dan status dalam
Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Desember Wilayah II. (OC 5 s/d OC 9)
Wilayah II KMP Jateng DIY Jatim Bali NTB NTT Kalteng Kalsel Kaltim Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papua Barat Papua Pendahuluan Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Desember
Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Bulan November 2017
Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Bulan November 2017 Gambaran Umum Pengelolaan pengaduan pada bulan November 2017 mencapai 873 pengaduan, dengan status penanganan telah selesai seluruhnya atau 100%. Pengaduan
Perkembangan PPM Bulan Februari 2017
Perkembangan PPM Bulan Februari 2017 Pengelolaan Pengelolaan pengaduan pada bulan Februari 2017 telah dikelola mencapai 751 pengaduan, dengan status penanganan telah selesai 750 atau 99,9 % dan status
PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN
PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT () PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN 1 PENANGANAN PENGADUAN UNTUK TATA PEMERINTAHAN YANG LEBIH BAIK TINGKAT KOMUNITI RELAWAN, KSM, BKM, MASYARAKAT
Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Juli 2014 Wilayah II (OSP 5, OSP 6, OSP 7, OSP 8, OSP 9, OSP 10)
Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Juli 2014 Wilayah II (OSP 5, OSP 6, OSP 7, OSP 8, OSP 9, OSP 10) Pendahuluan Progres ini merupakan rekapitulasi dokumen hasil PPM di wilayah PNPM Mandiri Perkotaan
Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Agustus 2010 Wilayah I (OC 5 s/d OC 9)
Pendahuluan Progres PPM PNPM Mandiri Perkotaan Periode Agustus 2010 Wilayah I (OC 5 s/d OC 9) Progres data pengaduan bulan Agustus 2010 diperoleh dari SIM aplikasi PPM meliputi OC 5 s/d OC 9 menggunakan
PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT. Bahan Serahan. Modul Coaching PPM untuk Fasilitator 18
Bahan Serahan Modul Coaching PPM untuk Fasilitator 18 Apa itu PPM? PPM adalah singkatan dari Pengelolaan Pengaduan Masyarakat, adalah suatu kegiatan menampung dan menindaklanjuti aduan dari masyarakat
REKOMENDASI HASIL UJI PETIK KMP PERIODE 28 November 8 Desember 2007
REKOMENDASI HASIL UJI PETIK KMP PERIODE 28 November 8 Desember 2007 Gambaran Umum Secara umum proses kegiatan di lokasi baru mengalami keterlambatan rata-rata 1,5 bulan dari master schedule, sementara
Oleh : Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013
Oleh : Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013 DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN LATAR BELAKANG Pada Tahun
LAPORAN UJI PETIK PELAKSANAAN SIKLUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 PENGELOLAAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) Bulan Agustus 2009
LAPORAN UJI PETIK PELAKSANAAN SIKLUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 PENGELOLAAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) Bulan Agustus 2009 KEGIATAN PENGELOLAAN DANA BLM Dana BLM merupakan dukungan dana stimulan
Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4-IP di Perkotaan Denpasar, Agustus 2013
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4-IP di Perkotaan Denpasar, 28-30 Agustus 2013 Pada Tahun 2013, Pemerintah telah menetapkan berbagai
EVALUASI KINERJA SIM PM-BLM TRIWULAN KE-4 OKTOBER-DESEMBER 2014
EVALUASI KINERJA SIM PM-BLM TRIWULAN KE-4 OKTOBER-DESEMBER 2014 PENGANTAR Hasil evaluasi kinerja SIM untuk periode Oktober - Desember 2014 (triwulan-4) menunjukkan Skor rata-rata nasional pada angka 92.11%
ISU-ISU STRATEGIS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2011
ISU-ISU STRATEGIS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2011 (Disampaikan dalam acara Pembukaan Workshop NMC - NCEP 2011) haripras Didiet Arief Achdiat Kepala PMU P2KP Program Penanggulangan Kemiskinan
Panduan Evaluasi Kinerja Personil ROMS dan Fasilitator PROGRAM PAMSIMAS II
Panduan Evaluasi Kinerja Personil ROMS dan Fasilitator PROGRAM PAMSIMAS II A. Latar Belakang Program Pamsimas dalam pelaksanaan kegiatannya didukung oleh para tenaga pelaksana/konsultan mulai dari tingkat
PELAKSANAAN PPMK. A. Konsep Dasar dan Tujuan PPMK
A. Konsep Dasar dan Tujuan PPMK PELAKSANAAN PPMK Program Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK) merupakan program lanjutan dalam PNPM Mandiri Perkotaan untuk mendorong proses transformasi
HASIL UJI PETIK P2KP ADVANCED KMP ADVANCE
HASIL UJI PETIK P2KP ADVANCED KMP ADVANCE HASIL UJI PETIK KEGIATAN PAKET KMP ADVANCE Pelaksanaan Uji Petik PAKET TOR KMP P2KP Advanced : 50% dari Total Kab/ Kota dampingan KMP P2KP Advanced Waktu Pelaksanaan
AKUNTABILITAS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN / P2KP (PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN) Rakor Nasional P2KP, 15 Juni 2015
AKUNTABILITAS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN / P2KP (PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN) Rakor Nasional P2KP, 15 Juni 2015 Latar Belakang Audit Sempit: Pemenuhan kewajiban Loan/Grant Agreement.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komponen pengembangan kapasitas (Capacity Building) merupakan salah satu pilar program PNPM Mandiri Perkotaan, karena program ini yang meyakini bahwa pembelajaran merupakan
Oleh : Kepala PMU P2KP. Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4IP Tahun 2013 Denpasar, Agustus 2013
Oleh : Kepala PMU P2KP Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4IP Tahun 2013 Denpasar, 28-30 Agustus 2013 DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. KETENTUAN UMUM 2 1. LOKASI SASARAN Lokasi
LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN TINJAUAN (REVIEW) PARTISIPATIF
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2010 LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN TINJAUAN (REVIEW) PARTISIPATIF Oktober 2010 P a g e 1 I. LATAR BELAKANG PELAKSANAAN UJI PETIK REVIEW PARTISIPATIF Tinjauan (Review)
TATA CARA PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA
PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PERKOTAAN (P2KP) TATA CARA PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TATA
I. KEGIATAN PENGELOLAAN DANA BLM II. CAKUPAN PELAKSANAAN UJI PETIK III. HASIL UJI PETIK. 1. Capaian Umum
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2010 LAPORAN UJI PETIK KEGIATAN SIKLUS MASYARAKAT PENGELOLAAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) Periode : Bulan Juli - September 2010 I. KEGIATAN PENGELOLAAN DANA BLM Dana BLM
LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMANFAATAN BLM (BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT)
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2010 LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMANFAATAN BLM (BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT) Desember 2010 1 P a g e I. LATAR BELAKANG PELAKSANAAN UJI PETIK PEMANFAATAN BLM (BANTUAN
WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM
Kerangka Acuan Kerja
Kerangka Acuan Kerja Pemandu Pelatihan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Program Pamsimas II TRAINING DEVELOPMENT AND PROJECT MANAGEMENT SERVICES TO CENTRAL PROJECT MANAGEMENT UNIT [CPMU] 1. Latar Belakang
PROGRESS PELAKSANAAN PILOT BDC PER 31 DESEMBER 2016
PROGRESS PELAKSANAAN PILOT BDC PER 31 DESEMBER 2016 A. Gambaran Umum Program ICDD Phase 3 telah memfasilitasi penguatan peran Pemerintah Daerah dalam rangka menjalin kemitraan, yang akan mensinergikan
Panduan Penulisan Profil PNPM Mandiri Perkotaan
Lampiran 8 Panduan Penulisan Profil PNPM Mandiri Perkotaan Pengantar Panduan ini disusun agar TA Sosialisasi dan Korkot memiliki standar yang jelas dan baku tentang materi informasi yang disajikan dalam
PENANGANAN PENGADUAN
PENANGANAN PENGADUAN KETENTUAN UMUM PELAKSANAAN PENANGANAN PENGADUAN Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat oleh PPM secara operasional dilaksanakan oleh Sekretariat BKM. Sementara itu BKM bertanggungjawab
LAPORAN KEMAJUAN USK FMR
LAPORAN KEMAJUAN USK FMR (Periode Oktober 2009) A. Kemajuan Kegiatan Kemajuan atas pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan pada Bulan Oktober 2009 khususnya terkait dengan menagemen pengelolaan dana
BAB I PENDAHULUAN. penduduknya seperti Indonesia. Kemiskinan seharusnya menjadi masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemiskinan merupakan masalah lama yang pada umumnya dihadapi hampir di semua negara-negara berkembang, terutama negara yang padat penduduknya seperti Indonesia.
Panduan Operasional Baku Pendistribusian Material Printing
A. Latar Belakang : Panduan Operasional Baku Pendistribusian Material Printing (Media Pelatihan dan Media Sosialisasi) Dalam berbagai kegiatan pelatihan dan sosialisasi baik ditingkat Konsultan, Pemda,
LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMBANGUNAN BKM (BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT) LOKASI BARU 2010
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2011 LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMBANGUNAN BKM (BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT) LOKASI BARU 2010 1 P a g e Periode tahun 2011 1.1 LATAR BELAKANG PELAKSANAAN UJI
Konsep Dasar. Mau. Paham. Mampu
Konsep Dasar Paham Mau Pelatihan yang berorientasi pada penumbuhan pemahaman, motivasi, dan kemampuan dari Fasilitator untuk penanganan program secara partisipatif, transparan, akuntabel, mandiri dan berkelanjutan.
Kurikulum Pelatihan Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan
1. Pengantar Kurikulum Pelatihan Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan Proses pemberdayaan masyarakat dalam PNPM Mandiri Perkotaan dilakukan untuk menumbuhkembangkan kesadaran kritis masyarakat terhadap nilai-nilai
PNPM MANDIRI PERKOTAAN LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN TINJAUAN (REVIEW) PARTISIPATIF Agustus 2009 April 2010
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009-2010 LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN TINJAUAN (REVIEW) PARTISIPATIF Agustus 2009 April 2010 1. KEGIATAN REVIEW PARTISIPATIF Tinjauan (Review) Partisipatif merupakan
WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 37 TAHUN 2010
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN HIBAH DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman.
No.369, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor 05/PERMEN/M/2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN
EVALUASI KINERJA SIM PM-BLM TRIWULAN KE-3 JULI-SEPTEMBER 2014
EVALUASI KINERJA SIM PM-BLM TRIWULAN KE-3 JULI-SEPTEMBER 2014 PENGANTAR Sumber data SIM yang digunakan pada evaluasi SIM triwulan 3 tahun 2014 meliputi: Kelengkapan data SIM PM-BLM tahun 2013 mulai periode
RANGKUMAN HASIL RAPAT KERJA TENAGA AHLI MONEV KMW. Juni 2009
KMP PNPM MANDIRI PERKOTAAN RANGKUMAN HASIL RAPAT KERJA TENAGA AHLI MONEV KMW Juni 2009 PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 Mei 2009 LOKASI SASARAN DONOR PROP KOTA KELURAHAN BARU LANJT LAMA IDB 14 110 764 2.635
Kerangka Acuan PELATIHAN ASMANDAT SENIOR PNPM MANDIRI PERKOTAAN
Kerangka Acuan PELATIHAN ASMANDAT SENIOR PNPM MANDIRI PERKOTAAN I. DASAR PEMIKIRAN Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang dilaksanakan sejak tahun 1999 melalui P2KP 1, P2KP 2, dan P2KP
PROSEDUR OPERASI BAKU PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN
PROSEDUR OPERASI BAKU PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN 1 I. MENGAPA POB DIPERLUKAN? a. Untuk Meningkatkan kemampuan personil konsultan
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL
LAPORAN UJI PETIK PELAKSANAAN SIKLUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 KEGIATAN REMBUG KESIAPAN MASYARAKAT (RKM) Bulan Agustus 2009
LAPORAN UJI PETIK PELAKSANAAN SIKLUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 KEGIATAN REMBUG KESIAPAN MASYARAKAT (RKM) Bulan Agustus 2009 KEGIATAN RKM RKM merupakan tahapan awal dari keseluruhan intervensi pembelajaran
Laporan Hasil Monitoring Siklus Pemilihan BKM/LKM Tahun 2012
Laporan Hasil Monitoring Siklus Pemilihan BKM/LKM Tahun 2012 I. PENDAHULUAN 1. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2012 ini telah menjangkau seluruh provinsi di wilayah Indonesia, meliputi 268 kota/kabupaten
