NORMALISASI BASIS DATA 1

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "NORMALISASI BASIS DATA 1"

Transkripsi

1 NORMALISASI BASIS DATA 1 Tawar, S.Si 2 ABSTRAKSI Data adalah sebuah kekayaan yang tidak ternilai harganya bagi sebuah organisasi. Masing-masing organisasi perlu mengelola data yang dimilikinya sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Data yang dikelola dengan dengan baik dan benar akan memberikan manfaat yang maksimal serta kecil kemungkinan timbulnya masalah pada waktu pemanfaatan dan perawatan. Teknologi komputer telah banyak berkembang, salah satunya adalah berkembangnya fasilitas pengelolaan data yang dikenal dengan istilah DBMS (Data Base Management System). Sistem ini mengelola data-data menjadi sebuah basis data yang terdiri dari relasi/tabel. Untuk mendapatkan manfaat DBMS secara maksimal, diperlukan perancangan basis data yang benar yaitu dengan menerapkan kaidah normalisasi. A. Pendahuluan Salah satu sumber daya yang cukup penting dalam sebuah organisasi adalah data dan informasi, keduanya merupakan faktor yang penting dalam menentukan berhasil dan tidaknya tujuan sebuah organisasi. Untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, organisasi perlu mengelola data dan informasi secara benar, sebagaimana mengelola sumber daya yang lain. Saat ini teknologi komputer telah memanjakan manusia dengan menawarkan konsep teknologi Data Base Management system (DBMS). Teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu mengelola sumber daya yang berupa data dan informasi. Kelebihan pengelolaan menggunakan sistem basis data dibandingkan secara manual antara lain : 1. Lebih ringkas secara fisik 1 Disampaikan dalam seminar kademik FMIP UAD pada bulan Januari Dosen pada Program Studi Ilmu Komputer FMIPA UAD

2 2. Lebih cepat 3. Lebih akurat 4. Lebih efektif (Date, 1986) Untuk mendapatan kelebihan-kelebihan DBMS secara optimal, maka perancangan basis data harus diperhatikan secara cermat dan tepat. Perancangan yang kurang tepat akan mengakibatkan kemungkinan terjadinya kesulitan saat pembacaan maupun koreksi data. (Deen, 1987). Masalah lain yang mungkin muncul akibat perancangan basis data yang kurang tepat: 1. Terjadinya perulangan informasi (duplikasi/redundansi) 2. Ketidakmampuan untuk menyajikan informasi tertentu 3. Hilangnya informasi tertentu. (Korth, 1986) Untuk menghindari masalah-masalah diatas, maka dalam merancang basis data haruslah mengikuti aturan-aturan yang ada. B. Model Data Model data adalah alat untuk menyajikan data sehingga diperoleh kandungan informasi yang lebih, dibandingkan nilai individual data (Tsichritzis, 1982). Macammacam model data : 1. Model Data Entity Relationship Model data ini didasarkan pada dua buah obyek pokok yaitu entitas (entity) dan hubungan antar obyek (relationship). (Korth, 1986) 2. Model Data Network Dalam model data ini, data dinyatakan dengan rekaman (record) dan hubungan antar data dinyatakan dengan link (Korth, 1986). 2

3 3. Model Data Hirarkis Model data ini mirip dengan model data sebelumnya yaitu model data network, data dinyatakan dengan rekaman dan hubungan antar data dinyatakan dengan link. Perbedaan antara kedua model ini adalah pada pengorganisasian rekaman. Pada model hirarkis kumpulan rekaman diorganisir sebagai tree diagram, dan akarnya berupa dummy node, sedangkan dalam model network diperlakukan sebagai arbitrary graph ( graph sebarang) (Korth, 1986) 4. Model Data Relational Pada model ini, data disajikan dalam bentuk tabel/relasi. Pembahasan selengkapnya mengenai model ini bisa dibaca pada tulisan dibawah. C. Model Data Relational 1. Pengertian Model data relasional merupakan metoda penyajian data dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom (Deen, 1987). Masing-masing baris disebut dengan tuple/record dan kolm-kolom disebut dengan atribut/field. 2. Notasi Cara menyatakan suatu relasi adalah dengan menyebutkan nama relasi diikuti dengan nama seluruh atribut dari relasi tersebut dan diapit tanda kurung (Bisland, 1989). Berikut beberapa contoh penulisan relasi: MHS(No_mhs, Nama, Prg_Studi) MATKUL(Kode, Nama, SKS) DOSEN(NIP, Nama, Pangkat) 3

4 3. Key (kunci) Pengertian key dalam model data relasional adalah atribut atau kombinasi beberapa atribut yang berfungsi dalam identifikasi tuple serta sebagai perantara dalam membuat hubungan antar relasi. Candidate key adalah atribut atau kombinasi beberapa atribut yang dapat menentukan tuple secara tunggal (Bisland, 1989). Setiap relasi minimal mempunyai paling sedikit satu candidate key, selanjutnya dipilih salah satu sebagai primary key. Jadi primary key adalah atribut atau kombinasi beberapa atribut yang dipakai untuk membedakan antara tuple yang satu dengan tuple yang lain. Foreign key adalah atribut atau kombinasi beberapa atribut yang digunakan sebagai perantara dalam membuat hubungan dengan relasi yang lain. Suatu atribut bisa berfungsi sebagai candidate key, apabila memenuhi syarat sebagai berikut : a. Bersifat tunggal (uniqeness) b. Bersifat minimal, artinya jika merupakan kombinasi maka tidak ada atribt yang bisa dihilangkan tanpa merusak sifat tunggalnya. 4. Sifat-sifat relasi Date (1986) dan Bisland (1989) mendefinisikan sifat-sifat relasi sebagai berikut: a. Data-data disajikan dalam bentuk tabel, tanpa memperhatikan bagamana penyimpanan secara fisik. b. Semua data harus bersifat atomic (tunggal) c. Tidak ada tuple ganda 4

5 d. Urutan atribut dan tuple tidak diperhatikan 5. Aturan Integritas Ada dua aturan integritas yaitu : a. Aturan integritas entitas, atribut-atribut yang terlibat dalam primary key tidak boleh menerima nilai null b. Aturan integritas referensial, dalam dua buah relasi R1 dan R2, jika R2 berisi foreign key (FK) yang merupakan primary key (PK) pada R1, maka setiap nilai FK haruslah: 1) Sama dengan nilai PK pada R1 atau 2) Secara keseluruhan bernilai null, dengan kata lain bahwa setiap tuple pada FK haruslah mengacu pada tuple yang ada pada PK. 6. Dependency (Ketergantungan) Dependency merupakan hubungan antar atribut, baik atribut-atribut dalam satu relasi maupun dalam relasi yang berlainan (Bisland, 1989). Beberapa dependency yang dikenal diantaranya functional dependency, transitive dependency, multivalue dependency dan join dependency. 7. Anomali Anomali adalah efek samping dari penggunaan basis data dan terjadi apabila relasi tidak pada bentuk normal. (Bisland, 1989). Anomali ada tiga macam : a. Anomali penyisipan b. Anomali penghapusan c. Anomali pengubahan. 5

6 8. Normalisasi Normalisasi adalah proses mengubah relasi dari bentuk tidak normal menjadi bentuk normal (Bisland, 1989) atau proses untuk mengidentifikasi dan menghilangkan anomali (Kroenke, 1990). Proses ini dilakukan dengan memecah sebuah relasi menjadi beberapa relasi lain yang lebih kecil, relasi yang dihasilkan memiliki jumlah atribut lebih sedikit. Dr. Codd pada tahun 1970 mendefinisikan tiga bentuk normal yaitu bentuk normal pertama (1NF), bentuk normal kedua (2NF), bentuk normal ketiga (3NF). Tetapi dalam perkembangan muncul bentuk-bentuk normal yang baru. Bisland (1989) memberikan definisi tentang bentuk normal sebagai berikut : a. Bentuk normal pertama Sebuah relasi dikatakan berada pada bentuk normal pertama jika tidak terdapat group-group berulang b. Bentuk normal kedua Sebuah relasi dikatakan berada pada bentuk normal kedua jika memenuhi syarat bentuk normal pertama dan didalamnya berlaku full functional dependency c. Bentuk normal ketiga Sebuah relasi dikatakan berada pada bentuk normal ketiga jika memenuhi syarat bentuk normal kedua dan didalamnya tidak terdapat transitive dependency d. Bentuk normal Boyce and Code 6

7 Bentuk normal ini merupakan perluasan dari bentuk normal ketiga. Suatu relasi berada pada bentuk BCNF apabila setiap determinan merupakan candidate key (Kroenke, 1990). Masalah BCNF akan muncul apabila suatu relasi mengandung tiga keadaan berikut: 1) Minimal terdapat dua candidate key 2) Seluruh candidate key bersifat komposit 3) Ada minimal salah satu atribut yang berpartisipasi pada lebih dari satu candidate key. e. Bentuk normal keempat Relasi berada pada bentuk normal keempat apabila memenuhi syarat BCNF dan didalamnya tidak terdapat multivalue dependency (Kroenke, 1990) f. Bentuk normal kelima Relasi berbentuk normal kelima jika relasi tersebut dapat dipecah atau diproyeksikan menjadi beberapa relasi dan dari proyeksi-proyeksi itu dapat disusun kembali (JOIN) menjadi relasi yang sama dengan keadaan semula. D. Contoh Proses Normalisasi 1. Tabel yang mengandung group berulang, tidak berbentuk normal No_mhs Nama Prg_Studi Kode_mk Nama_mk SKS Kd_Dsn Dosen 0231 Cahyo I Komputer PAM211 Kalkulus Lanjut I 3 MT002 Yasir PAAM261 Prg. Terstruktur I 3 IK003 Kamal 7

8 PAM367 Simulasi 3 IK002 Jack 0232 Hoho Statistik PAM333 Prg. Linier 3 MT003 Andri PAM241 Met. Statistik I 3 ST002 Fendi PAM345 Analisis Data 3 ST003 Hasbi 0233 Budi Matematika PAM337 Fungsi Khas 3 MT001 Jaya PAM522 Topologi 3 MT003 Andri PAM432 Teori Optimasi 3 MT004 Susan 2. Normalisasi ke bentuk normal pertama Dua buah relasi berikut diperoleh dengan memecah relasi pertama sehingga masing-masing berbentuk normal pertama MHS(No_mhs, Nama, Prg_Studi) No_mhs Nama Prg_Studi 0231 Cahyo I Komp Hoho Statistik 0233 Budi Matematika DAFTAR_MK(No_mhs, Kode_mk, Nama_Mk, SKS, Kd_Dsn, Dosen) No_mhs Kode_mk Nama_mk SKS Kd_Dsn Dosen 0231 PAM211 Kalkulus Lanjut I 3 MT002 Yasir 0231 PAAM261 Prg. Terstruktur I 3 IK003 Kamal 0231 PAM367 Simulasi 3 IK002 Jack 0232 PAM333 Prg. Linier 3 MT003 Andri 0232 PAM241 Met. Statistik I 3 ST002 Fendi 0232 PAM345 Analisis Data 3 ST003 Hasbi 0233 PAM337 Fungsi Khas 3 MT001 Jaya 0233 PAM522 Topologi 3 MT003 Andri 8

9 0233 PAM432 Teori Optimasi 3 MT004 Susan 3. Normalisasi ke bentuk normal kedua Relasi DAFTAR_MK memenuhi bentuk normal pertama tetapi masih terdapat anomali. Misal jika tuple ke-2 dihapus, mahasiswa 0231 membatalkan mata kuliah PAM 261, maka informasi SKS dan dosen yang mengajar ikut terhapus. Hal ini terjadi karena SKS dan Kd_Dsn hanya bergantung pada salah satu atribut komponen primary key, dengan kata lain terdapat partial dependency. Masalah ini dapat diatasi dengan memecah menjadi dua buah relasi yang berbentuk normal kedua, seperti berikut ini : AMBIL(No_mhs, Kode_mk) No_mhs Kode_mk 0231 PAM PAAM PAM PAM PAM PAM PAM PAM PAM432 PENGAJAR(Kode_mk, Nama_mk, SKS, Kd_Dsn, Dosen) Kode_mk Nama_mk SKS Kd_Dsn Dosen PAM211 Kalkulus Lanjut I 3 MT002 Yasir PAAM261 Prg. Terstruktur I 3 IK003 Kamal PAM367 Simulasi 3 IK002 Jack PAM333 Prg. Linier 3 MT003 Andri PAM241 Met. Statistik I 3 ST002 Fendi 9

10 PAM345 Analisis Data 3 ST003 Hasbi PAM337 Fungsi Khas 3 MT001 Jaya PAM522 Topologi 3 MT003 Andri PAM432 Teori Optimasi 3 MT004 Susan 4. Normalisasi ke bentuk normal ketiga Relasi PENGAJAR memenuhi bentuk normal kedua teteapi masih terdapat anomali. Misal jika tuple pertama dihapus, yang berarti mata kuliah Kalkulus Lanjut I dihilangkan, maka informasi tentang dosen Yasir juga ikut hilang. Hal serupa juga terjadi apabila ingin mencatat data seorang dosen, maka tidak bisa dilakukan sebelum dosen tersebut memegang minimal satu mata kuliah. Untuk menghilangkan anomali, relasi PENGAJAR dapat dipecah menjadi dua buah relasi yang berbentuk normal ketiga yang tidak memiliki transitive dependency, seperti berikut ini : KULIAH(Kode_mk, Nama_mk, SKS, Kd_Dsn) Kode_mk Nama_mk SKS Kd_Dsn PAM211 Kalkulus Lanjut I 3 MT002 PAAM261 Prg. Terstruktur I 3 IK003 PAM367 Simulasi 3 IK002 PAM333 Prg. Linier 3 MT003 PAM241 Met. Statistik I 3 ST002 PAM345 Analisis Data 3 ST003 PAM337 Fungsi Khas 3 MT001 PAM522 Topologi 3 MT003 PAM432 Teori Optimasi 3 MT004 10

11 DOSEN(Kd_Dsn, Dosen) Kd_Dsn MT002 IK003 IK002 MT003 ST002 ST003 MT001 MT004 Dosen Yasir Kamal Jack Andri Fendi Hasbi Jaya Susan 5. Normalisasi ke bentuk normal Boyce and Code Relasi berikut memenuhi bentuk normal ketiga tetapi tidak memenuhi bentuk normal Boyce and Code DAFT_NILAI(No_mhs, No_Rkng, Kd_Mk, Nilai) No_mhs No_Rkng Kode_mk Nilai PAM211 A PAAM261 B PAM367 A PAM333 C PAM241 A PAM345 B PAM337 A PAM522 B PAM432 B 11

12 Pada relasi DAFT_NILAI diasumsikan masing-masing mahasiswa memiliki no rekening yang berbeda dengan mahasiswa yang lain, sehinga dapat dipakai untuk identifikasi tuple secara tunggal. Relasi ini memiliki dua buah candidate key yang bersifat komposit yaitu No_MHs+Kd_Mk dan No_Tlp+Kd_Mk. Atribut Kd_Mk berpartisipasi pada kedua candidate key. Ketiga kondisi tersebut menyebabkan relasi tidak memenuhi syarat BCNF. Untuk mengatasinya, relasi dipecah menjadi dua relasi berikut sehingga memenuhi bentuk normal Boyce and Code. NILAI(No_mhs, No_Rkng, Kd_Mk, Nilai) No_mhs Kode_mk Nilai 0231 PAM211 A 0231 PAAM261 B 0231 PAM367 A 0232 PAM333 C 0232 PAM241 A 0233 PAM345 B 0233 PAM337 A 0235 PAM522 B 0237 PAM432 B REKENING(No_mhs, No_Rkng) No_mhs No_Rkng

13 6. Normalisasi ke bentuk normal keempat Dua buah relasi berikut menyimpan data tentang program studi seorang mahasiswa beserta bahasa asing yang dikuasai, masing-masing dengan cara yang berbeda. Diasumsikan seorang mahasiwa diijinkan mengikuti lebih dari satu program studi dan dimungkinkan menguasai lebih dari satu bahasa asing. Pada relasi BAHASA, mahasiswa 0232 disimpan dalam 4 tuple masing-masing merupakan kombinasu antar Prg_Studi dan Bhs_Asing. Jika dilakukan dengan caa lain seperti relasi BAHASA2, maka informasi yang diperleh akan berubah. Seolah-olah mahasiswa 0232 menguasai bahasa Inggris ketika dia bertindak sebagai mahasiwa Komputer dan menguasai bahasa Jerman ketika bertindak sebagai mhasiswa Akuntansi. Hal ini dilakukan tidak boleh terjadi, sehingga penyimpanan tetap harus dilakukan dengan mengkombinasikan kedua atribut tersebut (Kroenke, 1990), dengan kata lain relasi BAHASA yang dipakai. BAHASA(No_Mhs, Prg_Studi, Bhs_Asing) No_mhs Prg_Studi Bhs_Asing 0232 Komputer Inggris 0232 Akuntasnsi Jerman 0232 Komputer Jerman 0232 Akuntasnsi Inggris 0236 Statistik Perancis 0236 Hukum Belanda 0236 Statistik Belanda 0236 Hukum Perancis BAHASA2(No_Mhs, Prg_Studi, Bhs_Asing) No_mhs Prg_Studi Bhs_Asing 0232 Komputer Inggris 0232 Akuntasnsi Jerman 13

14 0236 Statistik Perancis 0236 Hukum Belanda Relasi BAHASA masih memiliki anomali meskipun memenuhi syarat BCNF. Diantaranya jika mahasiswa 0232 menambah perbendaharaan bahasa asing yang dikuasai, misal bahasa Arab, maka harus disipkan dua buah tuple sebagai kombinasi kedua atribut. Selanjutnya relasi dipecah menjadi dua buah relasi berikut yang berbetuk normal keempat. PRG_STUDI(No_Mhs, Prg_Studi) No_mhs Prg_Studi 0232 Komputer 0232 Akuntasnsi 0236 Statistik 0236 Hukum BAHASA3(No_Mhs, Bhs_Asing) No_mhs Bhs_Asing 0232 Inggris 0232 Jerman 0236 Perancis 0236 Belanda 7. Normalisasi ke bentuk normal kelima Relasi berikut berisi informasi mengenai mata kuliah yang sedang diambil seorang mahasiswa dan bahasa pemrograman yang dipakai untuk mengerjakan tugas 14

15 mata kuliah tersebut. Diasumsikan tidak ada functional dependency antara mata kuliah dan bahasa pemrograman. BHS_KULIAH(No_Mhs, Kd_Mk, Bhs_Prg) No_mhs Kd_Mk Bhs_Prg 0232 PAM369 BASIC 0232 PAM369 PASCAL 0232 PAM260 PASCAL 0232 PAM260 FORTRAN 0236 PAM260 PASCAL 0238 PAM369 BASIC Selanjutnya relasi diatas diproyeksikan menjadi tiga relasi berikut : KULIAH(No_Mhs, Kd_Mk) No_mhs Kd_Mk 0232 PAM PAM PAM PAM369 15

16 ALAT(No_Mhs, Bhs_Prg) No_mhs Bhs_Prg 0232 BASIC 0232 PASCAL 0232 FORTRAN 0236 PASCAL 0238 BASIC BHS (Kd_Mk, Bhs_Prg) Kd_Mk PAM369 PAM369 PAM260 PAM260 PAM369 Bhs_Prg BASIC PASCAL FORTRAN PASCAL BASIC Selanjutnya apabila relasi semula (BHS_KULIAH) dihapus kemudian dilakukan operasi JOIN pada relasi-relasi itu, akan diperoleh tiga kemungkinan relasi berikut ini. a. JOIN (KULIAH, BHS) OVER No_Mhs No_mhs Kd_Mk Bhs_Prg 0232 PAM369 BASIC 0232 PAM260 PASCAL 0232 PAM369 FORTRAN * 0232 PAM260 BASIC * 0232 PAM369 PASCAL 0232 PAM260 FORTRAN 0236 PAM260 PASCAL 0238 PAM369 BASIC 16

17 b. JOIN (KULIAH, ALAT) OVER Kd_Mk No_mhs Kd_Mk Bhs_Prg 0232 PAM369 BASIC 0232 PAM369 PASCAL 0232 PAM260 PASCAL 0232 PAM260 FORTRAN 0236 PAM260 PASCAL 0236 PAM260 FORTRAN * 0238 PAM369 BASIC 0238 PAM369 PASCAL * c. JOIN (ALAT, BHS) OVER Bhs_Prg No_mhs Kd_Mk Bhs_Prg 0232 PAM369 BASIC 0232 PAM369 PASCAL 0232 PAM260 PASCAL 0232 PAM260 FORTRAN 0236 PAM369 PASCAL * 0236 PAM260 PASCAL 0238 PAM369 BASIC Pada masing-masing relasi hasil JOIN, ternyata diperoleh suatu relasi yang tidak sama persis dengan relasi awal. Tuple-tuple dengan tanda asterik merupakan tuple tambahan / kelebihan yang tidak terdapat pada relasi awalatau pada relasi awal terdapat join dependency. Hal ini terjadi karena atribut yang dipakai untuk operasi JOIN bukan merupakan determinan dari relasi awal. 17

18 E. KESIMPULAN 1. Data dan informasi yang dimiliki oleg organizes harus dikelola secara benar. 2. Teknologi komputer telah memberikan fasilitas berupa DBMS untuk membantu mengelola data dan informasi 3. Dalam rangka memanfaatkan DBMS, basis data perlu dirancang secara benar yaitu dengan memperhatikan kaidah normalisasi. 18

19 DAFTAR PUSTAKA Date, C.J., 1988, An Introduction to Database system, 4 th edition, Vol 1, Wesley Publishing Company, Canada Deen, S.M., 1987, Fundamentals of Database system, 9 th printed, Mac Millan Education Ltd, Hongkong Korth, H.F., Silbersshatz, a., 1986, Database System Concepts, Mc Graw Hill Inc, USA Kroenke, David M. & Dolan, Kathleeen A., 1990, Database Processing : fundamentals, design,and implementation, 3 rd edition, Maxwell Mac Millan Piublishing Singapore Pte. Ltd, Singapore Salsberg, B.J., 1986, An Introduction to Database Design, Academy Press Inc, Orlando, USA. Tsichritzis, D.C., 1982, Data Models, Prentice Hall Inc USA 19

MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE

MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE Fakultas Ilmu Administrasi Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2013 i DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii A. Relasi... 1 B. Normalisasi...

Lebih terperinci

Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel

Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel Daftar Isi Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel Pengantar 11.1. Pengantar Konsep Normalisasi Tahapan Normalisasi Bentuk Normal Kesatu Bentuk Normal Kedua Bentuk Normal

Lebih terperinci

BASIS DATA. Desain Database dan Normalisasi. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Desain Database dan Normalisasi. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Desain Database dan Normalisasi Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Relasi (review) Kumpulan atribut yang nilainya : Setiap atribut harus berharga tunggal. Semua harga pada suatu atribut harus mempunyai

Lebih terperinci

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT Model Relasional Yang akan dibahas: Model relasional: struktur, karakteristik, key, representasi skema basis data Integritas relasional: integritas

Lebih terperinci

Basis Data 1 - TIS3333

Basis Data 1 - TIS3333 Basis Data 1 - TIS3333 3 SKS T.Informatika@2013 Normalisasi Anomali Dependensi Bentuk Normal 1 Normalisasi Proses normalisasi adalah proses menganalisa dan memperbaiki skema relasi menggunakan data atribut

Lebih terperinci

Demi Masa.. Sesungguhnya Manusia Berada Dalam Kerugian Bila Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaiknya.. (sebuah renungan untuk diri )

Demi Masa.. Sesungguhnya Manusia Berada Dalam Kerugian Bila Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaiknya.. (sebuah renungan untuk diri ) Demi Masa.. Sesungguhnya Manusia Berada Dalam Kerugian Bila Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaiknya.. (sebuah renungan untuk diri ) RELATIONAL MODEL Relational DataBase Model (RDBM) DIANA RAHMAWATI MAHENDRA

Lebih terperinci

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru BAB V NORMALISASI 1. Pengertian Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan

Lebih terperinci

Database System 4 Normalization

Database System 4 Normalization Database System 4 Normalization Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Powered by www.redoffice.com Pustaka Data Modeling Fundamentals. By Paulraj Ponniah Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey

Lebih terperinci

Model Data Dalam SBD

Model Data Dalam SBD Model Data Dalam SBD Sistem Basis Data ( FE UDINUS ) Model Data : sekumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan antar data, semantik dan batasan data. Model data biasanya digunakan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS Minggu Pokok Bahasan ke dan TIU 1. 1. PENGENALAN BASIS DATA Basis Data Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar 1.1 Perbedaan sistem file tradisional dengan sistem file basis data dan keterbatasannya 1.2

Lebih terperinci

PERTIMBANGAN MELAKUKAN DENORMALISASI PADA MODEL BASIS DATA RELASI. Gandung Triyono

PERTIMBANGAN MELAKUKAN DENORMALISASI PADA MODEL BASIS DATA RELASI. Gandung Triyono PERTIMBANGAN MELAKUKAN DENORMALISASI PADA MODEL BASIS DATA RELASI Gandung Triyono Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur [email protected], [email protected] ABSTRAK Pembentukan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DATABASE 04/07/ :53

PERANCANGAN DATABASE 04/07/ :53 PERANCANGAN DATABASE 04/07/2012 11:53 Konsep Dasar Database Database (basis data) : sistem penyimpanan beragam jenis data dalam sebuah entitas yang besar untuk diolah sedemikian rupa agar mudah dipergunakan

Lebih terperinci

Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL

Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian model data relasional, istilah-istilah dalam model data relasional, jenis-jenis kunci relasional,

Lebih terperinci

Contents. Normalisasi. Bentuk Normalisasi. Dependency. Status Kunci (Key) Dekomposisi

Contents. Normalisasi. Bentuk Normalisasi. Dependency. Status Kunci (Key) Dekomposisi (Normalize) merupakan salah satu cara pendekatan atau teknik yang digunakan dalam membangun disain logik basis data relation dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar. Tujuan : menghasilkan

Lebih terperinci

Pertemuan 7-8 NORMALISASI

Pertemuan 7-8 NORMALISASI Pertemuan 7-8 NORMALISASI INDIKATOR 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi kedua (2NF). 4. Memahami aturan normalisasi ketiga (3NF).

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA KOMPUTER JAKARTA S SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata : Sistem Basis Data Kode Mata : MI - 16303 Jurusan / Jenjang : S1 SISTEM INFORMASI Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa

Lebih terperinci

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran SILABUS MATAKULIAH Revisi : 2 Tanggal Berlaku : Maret 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 54404/ 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4. Bobot sks : 3 SKS 5. Elemen

Lebih terperinci

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R 6 Objectives Tujuan: 1. Memahami normalisasi bentuk ketiga (3NF) 2. Memahami normalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Lessons 1. Bentuk Normal III (3NF) 2. Bentuk

Lebih terperinci

Teknik dan Penerapan Normalisasi

Teknik dan Penerapan Normalisasi System Technology Database 1 5 Teknik dan Penerapan Normalisasi Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Teknik Normalisasi Beberapa pengertian mengenai normalisasi

Lebih terperinci

NORMALISASI PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011. Rizki Arif Firdaus

NORMALISASI PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011. Rizki Arif Firdaus NORMALISASI PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011 Pentingnya Normalisasi Bertujuan membuat desain basis data yang efisien.( data (tidak ada pengulangan/redundansi Basis data memuat semua sumber informasi

Lebih terperinci

NORMALISASI. Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

NORMALISASI. Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom NORMALISASI Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Normalisasi Proses untuk menciptakan suatu tabel (relasi) dalam basis data dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran. Normalisasi merupakan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) :

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) : SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) : BAB III : Basis Data Relasional Pengertian : Pada model relasional, basis data disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri atas baris (record) dan kolom (field).pertemuan

Lebih terperinci

Tujuan Umum Tujuan Khusus Pokok Bahasan/Materi

Tujuan Umum Tujuan Khusus Pokok Bahasan/Materi NORMALISASI DATA Eko Darmanto ([email protected]) Instruksional Tujuan Umum Mahasiswa dapat mengetahui, memahami, merancang dan menerapkan basis data dalam bidang desain teknologi informasi. Tujuan Khusus

Lebih terperinci

Normalisasi Data. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Normalisasi Data. Author : Minarni, S.Kom.,MM Normalisasi Data Author : Minarni, S.Kom.,MM Normalisasi Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur

Lebih terperinci

Normalisasi Lanjut. I. Review Normalisasi

Normalisasi Lanjut. I. Review Normalisasi Normalisasi Lanjut I. Review Normalisasi Definisi Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabeltabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi. Tujuan dari

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA Imam Asrowardi, S.Kom.

SISTEM BASIS DATA Imam Asrowardi, S.Kom. SISTEM BASIS DATA Imam Asrowardi, S.Kom. POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2007 Chapter 3 Perancangan Basis Data Basis Data yang Baik Tabel-tabel dan relasi lebih kompak Struktur masing-masing tabel lebih efisien

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA AUB SURAKARTA

SISTEM BASIS DATA AUB SURAKARTA SISTEM BASIS DATA STMIK AUB SURAKARTA Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF)

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA KOMPUTER JAKARTA S SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata : SISTEM BASIS DATA 1 Kode Mata : MI - 15204 Jurusan / Jenjang : D3 MANAJEMEN INFORMAA Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 3 SKS

SISTEM BASIS DATA 3 SKS SISTEM BASIS DATA 3 SKS Oleh : Darmin, S.Kom [email protected] Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal LOGO Model Data Relasional Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa dapat mengerti dan memahami

Lebih terperinci

PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya 3.

PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya 3. PART 1: 1. Definisi Normalisasi 2. Tujuan Normalisasi 3. Konsep Konsep yang Mendasarinya The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key Functional Dependencies (FD) PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI 1 BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI 1.1. RDBM Terminologi Istilah formal Istilah non formal Keterangan Elemen data (data element), rinci data (data item), entri (entry) Nilai data pada

Lebih terperinci

C H A P T E R 5-8. Normalisasi Database. Arif Basofi, S.Kom, MT.

C H A P T E R 5-8. Normalisasi Database. Arif Basofi, S.Kom, MT. C H A P T E R 5-8 Normalisasi Database Arif Basofi, S.Kom, MT. Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi kedua

Lebih terperinci

PERANCANGAN BASIS DATA

PERANCANGAN BASIS DATA PERANCANGAN BASIS DATA 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi Pertemuan 4 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2014 Tujuan perancangan basis data: tercipta basis data

Lebih terperinci

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data Pemodelan Database Pengolahan Basis Data Model Data Menyatakan hubungan antardata dalam database Ada tiga macam model data dasar Hierarkis Jaringan Relasional Model Hierarkis Dikenal pula sebagai model

Lebih terperinci

NORMALISASI (2) Beberapa Bentuk Normal yang penting: Bentuk Normal Pertama (1 st Normal Form) Bentuk Normal Ke-2 (2 nd Normal Form)

NORMALISASI (2) Beberapa Bentuk Normal yang penting: Bentuk Normal Pertama (1 st Normal Form) Bentuk Normal Ke-2 (2 nd Normal Form) Bentuk Normal adalah sekumpulan kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah desain tabel untuk mencapai tingkat/level bentuk normal tertentu. Parameter yang biasanya digunakan dalam menentukan kriteria bentuk

Lebih terperinci

Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom

Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom Pertemuan 9 Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom 1 Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Proses normalisasi merupakan proses

Lebih terperinci

Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Normalisasi Proses normalisasi adalah proses

Lebih terperinci

Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN

Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN Apa itu Normalisasi? Tujuan Normalisasi Proses Normalisasi Tahapan Normalisasi Bentuk Normal Pertama 1NF Bentuk Normal Kedua

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 390102023 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT : - DESKRIPSI

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : 56401 / Basis Data Revisi 0 Satuan Kredit Semester : 3 sks Tgl revisi : - Jml Jam kuliah dalam seminggu : 150 Tgl mulai berlaku

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Sistem Basis Data : IT012248 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1. Pengantar Basis Data Mahasiswa dapat me-ngerti dan memahami

Lebih terperinci

NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL

NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL Realitas(1) Realitas(2) Tabel Jadwal Normalisasi adalah pengembangan proses secara formal untuk membantu designer mendefinisikan/memilih skema relasional yang baik.

Lebih terperinci

ANOMALI. Anomali ada 3 jenis yaitu: Anomali pengubahan Anomali penyisipan Anomali penghapusan

ANOMALI. Anomali ada 3 jenis yaitu: Anomali pengubahan Anomali penyisipan Anomali penghapusan NORMALISASI NORMALISASI Proses untuk menciptakan suatu tabel (relasi) dalam basis data dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran. Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan

Lebih terperinci

Sistem Basis Data ( )

Sistem Basis Data ( ) Sistem Basis Data (1230283) Pertemuan Ke-3 Model Data Rifki Indra Perwira http://learning.upnyk.ac.id Teknik Informatika - UPN[V]Yk 1 Deskripsi Pengertian tentang model data Model logika berbasis record

Lebih terperinci

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom PERANCANGAN BASIS DATA Alif Finandhita, S.Kom Proses perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani dibagi menjadi 3 tahapan : Perancangan basis data secara konseptual Merupakan upaya untuk

Lebih terperinci

MATAKULIAH BASIS DATA

MATAKULIAH BASIS DATA RPI(PS Basis Data RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS} MATAKULIAH BASIS DATA DISUSUN OLEH: Mulyono,S.Si, M.Kom. Agus Winarno, M.Kom, PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI. S1 FAKULTAS ILMU

Lebih terperinci

Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional

Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional Dwi Puspitasari 1, Cahya Rahmad 2, Mungki Astiningrum 3 Politeknik Negeri Malang, Malang, Indonesia 1 [email protected] Abstrak Normalisasi tabel merupakan sebuah

Lebih terperinci

NORMALISASI (1) E.F Codd,1970. Normalisasi dilakukan terhadap desain tabel yang sudah ada untuk: 1/28/2012 1/28/2012

NORMALISASI (1) E.F Codd,1970. Normalisasi dilakukan terhadap desain tabel yang sudah ada untuk: 1/28/2012 1/28/2012 NORMALIAI (1) Normalisasi adalah langkah-langkah sistematis untuk menjamin bahwa struktur database memungkinkan untuk general purpose query dan bebas dari insertion, update dan deletion anomalies yang

Lebih terperinci

Database Systems: Ch. 3: The Relational Model. History of The Relational Model. Learning Objectives

Database Systems: Ch. 3: The Relational Model. History of The Relational Model. Learning Objectives 1 Database Systems: Thomas Connolly, Carolyn Begg, Database System, A Practical Approach to Design Implementation and Management, 4 th Edition, Addison Wesley History of The Relational Model Terminology

Lebih terperinci

Bentuk normal pertama (1NF) untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua (2NF) untuk menghilangkan kebergantungan parsial.

Bentuk normal pertama (1NF) untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua (2NF) untuk menghilangkan kebergantungan parsial. NORMALISASI Bentuk normal pertama (1NF) untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua (2NF) untuk menghilangkan kebergantungan parsial. Bentuk normal ketiga (3NF) untuk menghilangkan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Pemrograman Database Kode Mata Kuliah : SI 043 Bobot Kredit : 3/1 SKS Semester Penempatan : V Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya Mata

Lebih terperinci

ANALISA RANCANGAN DATABASE

ANALISA RANCANGAN DATABASE Pertemuan 9 ANALISA RANCANGAN DATABASE Rancangan Database Database File Record Data item atau Field Characters 1 TEKNIK NORMALISASI Merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan

Lebih terperinci

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi Database

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi Database C H A P T E R Normalisasi Database NORMALISASI Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi bentuk pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi bentuk kedua (2NF).

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA KODE : TI11. C228 / 4 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA KODE : TI11. C228 / 4 SKS Pertemuan ke Pokok Bahasan dan TIU 1. 1. PENGANTAR BASIS DATA konsep yang terdapat di dalam basis data Sub Pokok Bahasan dan TIK 1.1. Ruang lingkup mengenai mata kuliah yang diajarkan 1.2. Perbedaan sistem

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi SISTEM BASIS DATA 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Pertemuan 3 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2017 BASIS DATA RELASIONAL Edgar Frank Codd mekanisme untuk

Lebih terperinci

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram) Desain Sistem Basis Data 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram) Normalisasi Data itu? Proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity

Lebih terperinci

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R 6 Objectives Tujuan: 1. Memahami normalisasi bentuk ketiga (3NF) 2. Memahami normalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Lessons 1. Bentuk Normal Ke Tiga (3NF) 2. Bentuk Normal BCNF 3 rd Normal

Lebih terperinci

Pendekatan Normalisasi

Pendekatan Normalisasi vi. Normalisasi Data Ada dua (2) cara untuk merancang Basis Data Menerapkan normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui atau dengan Secara langsung membuat model Entity- Relationship (ER)

Lebih terperinci

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan Pertemuan 2 1. Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur

Lebih terperinci

Mengotimalisasi redundansi Menghilangkan anomali

Mengotimalisasi redundansi Menghilangkan anomali Proses normalisasi adalah proses menganalisa dan memperbaiki skema relasi menggunakan data atribut untuk memperoleh properti-properti skema relasi yang baik menjadi bentuk normal lebih tinggi sehingga

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya SISTEM BASIS DATA Pertemuan 4 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi ------------------------- Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2017 Tujuan perancangan basis data:

Lebih terperinci

Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER.

Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER. Normalisasi Database Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER. Disain database relational dengan

Lebih terperinci

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD) MODUL 1 SEPUTAR PERACAGA DATABASE TUJUA PRAKTIKUM 1. Praktikan mampu menggambarkan ERD dengan baik dan benar dengan ER Modeling. 2. Praktikan dapat memahami konsep Basis Data Relasional. 3. Praktikan mampu

Lebih terperinci

BAB 7 MERANCANG BASIS DATA

BAB 7 MERANCANG BASIS DATA BAB 7 MERANCANG BASIS DATA Tujuan Pembelajaran: Memahami kaidah Perancangan Basis Data 7.1 Pentingnya Perancangan Basis Data yang Baik 7.2 Macam-macam Relasi Tabel 7.3 Memahami Normalisasi 7.4 Latihan

Lebih terperinci

NORMAL FORM. Normalisasi Table sendiri terbagi atas bentuk normal ke 1 sampai bentuk normal ke 5. lebih jelasnya

NORMAL FORM. Normalisasi Table sendiri terbagi atas bentuk normal ke 1 sampai bentuk normal ke 5. lebih jelasnya NORMAL FORM Adalah proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasi himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah

Lebih terperinci

Normalisasi. Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

Normalisasi. Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. SISTEM BASIS DATA Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga

Lebih terperinci

Sistem Basis Data SISTEM BASIS DATA Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Disusun oleh Vivine Nurcahyawati, M.Kom, OCP

Sistem Basis Data SISTEM BASIS DATA Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Disusun oleh Vivine Nurcahyawati, M.Kom, OCP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SISTEM BASIS DATA 410103050 Disusun oleh Vivine Nurcahyawati, M.Kom, OCP PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI STMIK STIKOM SURABAYA 2012 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DESKRIPSI

Lebih terperinci

Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF

Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF Tujuan Praktikum - Menguasai konsep normalisasi dan tujuan dilakukan normalisasi - Mampu mengidentifikasi kemungkinan adanya insert, update dan delete anomaly

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 410113005 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT : - DESKRIPSI

Lebih terperinci

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Basis Data DATABASE Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series BASIS DATA INFOR MASI Pertanyaan?? Apa itu basis data? Markas / gudang, tempat berkumpul Apa itu data? Fakta yang mewakili suatu objek seperti

Lebih terperinci

ANOMALI. Terlihat ada ketidak konsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan di Bandung.

ANOMALI. Terlihat ada ketidak konsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan di Bandung. ANOMALI Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan, misalnya menyebabkan ketidak konsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang ketika data lain

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CSG2D3 Basis Data Relasional Relational Database Disusun oleh: Anisa Herdiani, M.T. PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR

Lebih terperinci

Model Relasional Basis Data

Model Relasional Basis Data Modul ke: 03 Sabar Fakultas ILMU KOMPUTER Model Relasional Basis Data Mata Kuliah: Basis Data Rudiarto, S.Kom., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika Materi Yang Akan Disampaikan Pengertian Keuntungan

Lebih terperinci

NORMALISASI. 2 nf. 3 nf BCNF. 4 nf. 5 nf. Hal. 1 dari 11

NORMALISASI. 2 nf. 3 nf BCNF. 4 nf. 5 nf. Hal. 1 dari 11 NORMALISASI Dalam merancang database harus dapat dijawab apabila kita diberikan data, maka bagaimana kita menentukan struktur logik yang tepat untuk data tersebut, atau bagaimana kita menentukan relation-relation

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2 Berlaku mulai: Genap/2010 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 410102050 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

BASISDATA. Basis Data Secara Umum

BASISDATA. Basis Data Secara Umum BASISDATA Basis Data Secara Umum Basis data merupakan kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Definisi ini merujuk pada perkembangan dunia hardware

Lebih terperinci

Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data Tabel NILAI (3NF) Nilai 2683 MI350 A 2683 MI465 B 5432 MI350 C 5432 AKN201 B 5432 MKT300 A Tabel MATAKULIAH (3NF) Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen MI350 Manajamen DB B104 MI465 Analsis Prc. Sistem B317 AKN201

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.

Lebih terperinci

NORMALISASI. Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel tabel

NORMALISASI. Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel tabel NORMALISASI DEFINISI Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. TUJUAN NORMALISASI Untuk menghilangkan kerangkapan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS MERCU BUANA

UNIVERSITAS MERCU BUANA UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS PROGRAM STUDI : Ilmu Komputer : Sistem Informasi No. Dokumen 02-3.04.1.02 Distribusi Tgl. Efektif RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah Kode Rumpun MK Bobot (SKS) Semester

Lebih terperinci

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

Desain Data Base. Proses Desain Data Base DESAIN DATA BASE Desain Data Base Proses Desain Data Base Analisis Persyaratan Desain Data Base Konseptual Desain Data Base Logika Perbaikan Skema Desain Data Base Fisik Desain Aplikasi dan Keamanan Analisis

Lebih terperinci

DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI

DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI Relasi (review) Kumpulan atribut yang nilainya : Setiap atribut harus berharga tunggal. Semua harga pada suatu atribut harus mempunyai tipe yang sama. Setiap atribut harus

Lebih terperinci

2. First Normal Form (1NF) Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika : - Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat.

2. First Normal Form (1NF) Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika : - Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat. BAB VI NORMALISASI 6.1 Bahasan dan Sasaran 6.1.1 Bahasan - Normalisasi sebagai teknik analisis database - Langkah langkah dalam Normalisasi 6.1.1 Sasaran 1. Mahasiswa memahami pengertian dan tujuan dari

Lebih terperinci

Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data NORMALISASI DATA Perancangan Basis Data Tujuan dilakukan perancangan suatu basis data yaitu supaya kita bisa memiliki basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam

Lebih terperinci

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom MEMAHAMI KONSEP DATABASE Oleh : Yuhefizar, S.Kom Database Management System(DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan

Lebih terperinci

BAB 6 BENTUK BENTUK NORMALISASI

BAB 6 BENTUK BENTUK NORMALISASI 1 BAB 6 BENTUK BENTUK NORMALISASI Ketika merancang basisdata menggunakan model relasional, kita sering menemui beberapa alternatif dalam pendefinisian himpunan skema relasi. Beberapa pilihan lebih nyaman

Lebih terperinci

Kontrak Kuliah. Model Data. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Kontrak Kuliah. Model Data. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Kontrak Kuliah Model Data Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Model Data Merupakan sekumpulan konsep yang terintegrasi untuk mendiskripsikan data, hubungan antar data, dan batasanya dalam organisasi Model data

Lebih terperinci

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Basis Data DATABASE Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Sistem Basis data Material Covered 1. Proses Pengembangan Database 2. Model Data 3. Model E-R Proses Pengembangan Database Proses pengembangan

Lebih terperinci

PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya. 3.

PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya. 3. PART 1: 1. Definisi Normalisasi 2. Tujuan Normalisasi 3. Konsep Konsep yang Mendasarinya The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key Functional Dependencies (FD) PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH : MANAJEMEN DATABASE KODE MATA KULIAH : ANI / 3 (3-0)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH : MANAJEMEN DATABASE KODE MATA KULIAH : ANI / 3 (3-0) GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH : MANAJEMEN DATABASE KODE MATA KULIAH : ANI / 3 (3-0) JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU

Lebih terperinci

Normalisasi. Normalisasi. Normalisasi. Tabel Universal. Tabel Universal 02/12/2010. (Pert. 8) Normalisasi

Normalisasi. Normalisasi. Normalisasi. Tabel Universal. Tabel Universal 02/12/2010. (Pert. 8) Normalisasi (Pert. 8) Oleh : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. Sarwosri, S.Kom, M.T. Dr. Ir. Siti Rochimah GASAL 2010/2011 1 adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

Lebih terperinci

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Nama Mahasiswa NIM Kelas Memahami basis data relasional. Basis Data Relasional 1. Definisi

Lebih terperinci

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Basis Data oleh : M. FAISAL IRWANDI 1083057 Jurusan Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia Bandung 2009 NORMALISASI Terdapat

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Sistem Basis Data II Kode Mata Kuliah : SI 023 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : IV Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya Mata

Lebih terperinci

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Basis Data oleh : Muslim Tagor Nababan 1083058 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK POS INDONESIA BANDUNG 2009 NORMALISASI Terdapat

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata : Sistem Basis Data Kode Mata : MI 020 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : II Kedudukan Mata : Mata Keahlian Berkarya Mata Prasyarat : - Penanggung Jawab

Lebih terperinci