Aplikasi E-learning Dengan Menggunakan IP-TV Berbasis Opencaster
|
|
|
- Yulia Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Aplikasi E-learning Dengan Menggunakan IP-TV Berbasis Opencaster Robet, M.Kom Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer TIME Abstrak Perkembangan teknologi jaringan informasi yang berkembang pesat saat ini memungkinkan konten digital untuk disampaikan lebih cepat dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam dunia pendidikan, teknologi ini kemudian dimanfaatkan untuk e- learning. E-learning yang diterapkan adalah penggunaan teknologi video-audio streaming pada protocol TCP/IP yang disebut IP-TV. Dalam penerapan e-learning berbasis IP-TV ini terdapat multi konten video-audio streaming yang dibuat menggunakan aplikasi Opencaster yang kemudian dapat dipancarkan melalui sebuah jaringan LAN/WAN, sehingga pengguna dapat melakukan pemilihan terhadap konten apa yang diinginkan. Kata Kunci :E-learning, IP-TV, Opencaster 1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Masalah E-learning merupakan suatu media yang menggunakan sarana dan prasarana elektronik untuk proses pembelajaran. Saat ini, dengan berkembangnya teknologi multimedia sangat membantu dalam dunia pendidikan. Banyak sekali e-learning yang diterapkan secara online dan berbasis web, dan pembelajaran menggunakan e- learning ini sudah berkembang sejak disahkannya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tentang pembelajaran boleh menggunakan alat bantu elektronik. Tetapi sistem pembelajaran yang ingin dikaji lebih dalam yaitu e-learning yang berbasis video, dimana proses e-learning dijalankan menggunakan teknologi video streaming pada protocol TCP/IP yang disebut IP-TV. IP-TV adalah suatu pengembangan baru dalam software komunikasi client-server yang mem-broadcast video yang berkualitas tinggi (secara real time full motion video secara simultan ) ke user window melalui jaringan data yang ada sekarang. Di sisi lain IP-TV dapat memberikan layanan yang ekonomis namun dengan tidak mengorbankan kualitas layanan, serta lebih efisien karena tidak perlu membayar instruktur, biaya print materi relatif lebih sedikit, tidak perlu menyewa ruang seminar khusus karena dapat diakses oleh orang yang ada di setiap meja selama terkoneksi dalam satu LAN/WAN). Dalam pembuatan konten multivideo-audio streaming akan digunakan software open source 37 Opencaster yang berbasis pada sistem operasi Linux. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka ada beberapa permasalahan yang harus dirumuskan yaitu : 1. Bagaimanakah mengaplikasikan e- learning dalam media IP-TV? 2. Bagaimanakah membuat konten multivideo dan audio streaming dengan menggunakan perangkat lunak sumber terbuka (foss) opencaster? 1.3 Batasan Masalah Agar penelitian ini tidak menghasilkan pemahaman yang bias, maka perlu ditegaskan ruang lingkup pembahasannya. Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka batasan pembahasan pada aplikasi IP-TV yang berbasis Opencaster yang bisa diterapkan dalam aplikasi e- learning sebagai media pembelajaran maupun pelatihan yang dilakukan secara broadcast. 1.4 Tujuan Penelitian Dengan melakukan analisis dan penerapan IP- TV dengan Opencaster, maka tujuan yang ingin dicapai adalah mengaplikasikan e-learning dengan menggunakan multi konten berbasis video-audio streaming sehingga pengguna dapat melakukan pemilihan terhadap konten yang diinginkan. 2. Landasan Teori 2.1 Pengertian E-learning E-learning merupakan suatu perangkat belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Dulu mungkin kita berpikir bahwa belajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang dibilang cukup sederhana untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu model tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi internet, hampir segalanya menjadi mungkin. Kini dapat belajar tak hanya anywhere, tapi sekaligus anytime dengan fasilitas e- learning yang ada.
2 2.2 Komponen E-learning Adapun komponen-komponen yang membentuk e-learning adalah 1. Infrastruktur e-learning, dapat berupa personal computer, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk di dalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference. 2. Sistem dan aplikasi e-learning, sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian, sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas. 3. Konten e-learning, konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem. Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Textbased Content (konten berbentuk teks). Biasa disimpan dalam LMS sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. 2.3 Streaming Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorded dari sebuah server. Dengan kata lain, file video atau audio yang terletak pada sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada komputer client sesaat setelah ada permintaan dari user sehingga proses download file video atau audio yang menghabiskan waktu cukup lama dapat dihindari. Saat file video atau audio di-stream maka akan terbentuk sebuah buffer di komputer client dan data tersebut akan mulai di-download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file akan dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer sambil tetap melakukan proses download file sehingga proses streaming tetap berlangsung ke client. Delay waktu sesaat sebelum file video atau audio dijalankan berkisar antara detik. 2.4 Masalah Dasar Dalam Video Streaming Masalah dasar dalam video streaming, khususnya untuk implementasi pada jaringan internet yang bersifat global, adalah bandwidth, delay jitter, loss rate. Ketersediaan bandwidth antar 38 dua titik pada jaringan internet secara umum tidak diketahui. Jika pengirim mengirimkan data lebih cepat dibandingkan dengan bandwidth yang tersedia maka akan terjadi kongesti pada jaringan, paket hilang, dan kualitas video akan buruk. Jika pengirim mengirimkan paket data video lebih lambat dari bandwidth yang tersedia, maka kualitas video yang sampai ke penerima juga kurang optimal. Salah satu ide untuk mengatasi masalah bandwidth adalah dengan mengestimasi bandwidth kanal yang tersedia kemudian mencocokkannya dengan bit rate video yang akan ditransmisikan. Masalah kedua pada video streaming adalah delay jitter, di mana paket-paket yang ditransmisikan ke client memiliki delay yang bersifat fluktuatif. Variasi dari delay paket ini disebut dengan delay jitter. Delay jitter ini menjadi masalah karena penerima harus men-decode dan menampilkan frame-frame pada rate yang konstan, dan akumulasi dari keterlambatan frame akan menyulitkan untuk rekonstruksi video yang diterima. Masalah ketiga dalam video strea ming adalah loss rate. Loss rate berbeda-beda untuk jaringan fixed dan pada jaringan wireless. Pada jaringan fixed, loss rate disebabkan oleh paket data yang hilang. Sedangkan pada jaringan wireless, loss rate dapat disebabkan oleh bit error dan burst error. Loss rate ini dapat menimbulkan penurunan kualitas video hasil rekonstruksi. Untuk mengatasi loss rate ini, sistem video streaming dapat didesain dengan fasilitas error control. 2.5 Protokol Protokol Streaming Protokol-protokol streaming terdiri dari 1. IP: internet protocol, protokol terbawah yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal informasi pada jaringan internet. 2. TCP: transport control protocol, protokol ini berada di atas lapisan internet yang berfungsi untuk mengatasi kongesti dan bersifat reliable. 3. RTP: real time transport protocol, lapisan yang berada di atas IP dan mendukung pengiriman data secara real time. 4. HTTP: hypertext transport protocol, protokol ini digunakan untuk transmisi informasi melalui web page. Protokol ini berada di atas lapisantcp. 5. RTSP: real time transport streaming protocol, protokol ini berada di atas lapisan RTP yang digunakan untuk media streaming. 2.6 VLC CLIENT-SERVER Video LAN adalah sebuah sofware aplikasi yang diperuntukkan bagi streaming video. Pembuatan sofware ini diprakarsai oleh mahasiswa Ecole Centrale Paris dan kemudian dikembangkan oleh developer dari seluruh dunia. Sofware ini berlisensi GNU General Public License (GPL).
3 Video Streaming dapat menggunakan dua macam software Video LAN, yaitu : 1. Video LAN Server (VLS), dapat digunakan untuk streaming file dalam format MPEG-1, MPEG-2 dan MPEG-4, DVD, TV Channel, dan lain lain. VLS ini hanya dapat bertindak sebagai server bukan sebagai client sehingga untuk client dibutuhkan sofware tambahan yakni VLC. 2. Video LAN Client (VLC) memiliki fungsi yang sama dengan VLS, namun dapat bertindak sebagai server streaming dan client. VLC Media Player bisa diperoleh secara gratis dan bersifat opensource. Program ini tersedia dalam berbagai platform sistem operasi, mulai dari Microsoft Windows, beragam distro Linux, Mac OS, dan beberapa sistem operasi lainnya. 2.7 Opencaster Perangkat lunak Opencaster adalah sebuah perangkat lunak berbasis opensource yang dikembangkan oleh Andrea Venturi (Electronic Engineer Administrator) dan Lorenzo Pallara (Komputer Science Technical Director) dari Avalpa Digital Engineering di Italia yang sampai saat ini telah dikembangkan sampai versi Opencaster adalah sebuah perangkat lunak untuk menghasilkan, memproses, multiplex, menjalankan, dan menyiarkan sebuah MPEG-2 transport stream. Transport stream (.TS,.TP, MPEG-TS, atau.m2t) adalah sebuah protokol komunikasi untuk video, audio, dan data di mana dispesifikasikan dalam MPEG-2 (ISO/IEC standar ). Tujuan Opencaster dirancang untuk melakukan multiplexing pada digital video dan audio dan untuk mensinkronkan hasil output. Fiturfitur unik dari Opencaster di antara perangkat yang lain adalah dapat mendukung Advanced Data Casting melalui DSMCC dan IP melalui transport stream(ip-mpe). Transport stream menawarkan fitur-fitur untuk koreksi kesalahan untuk transport melalui media yang tidak reliable dan digunakan dalam broadcast jaringan seperti Digital Video Broadcast (DVB). Opencaster berjalan di sistem operasi Linux dan biasanya dikembangkan dalam Debian Stable Distribution untuk arsitektur 32bit X86. Transport stream yang dihasilkan dapat dipancarkan melalui banyak jaringan dan media, maupun di-multicast dalam sebuah protokol UDP/IP. 3. Metode Penelitian 3.1 Kerangka Kerja ( Frame Work ) Dalam penelitian ini, kerangka kerja yang dipakai terdiri dari beberapa tahapan, adapun tahapan tersebut adalah : InstalasiKomponen E-learning KonfigurasiJaringanKomputer PerancanganKonten 39 Pengujian Gambar 3.1 : Kerangka Kerja 3.2 Instalasi Komponen Elearning Berbasis Linux Sebelum melakukan langkah-langkah instalasi komponen e-learning dilakukan pengumpulan data sesuai dengan topik yang dibahas yang bersumber dari berbagai sumber yang ada. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah 1. Studi Literatur Merupakan tahap pertama yang dilakukan, dimana data diperoleh dengan cara membaca, mengumpulkan referensi dan kajian literatur tentang linux ubuntu, e-learning, vlc, ffmpeg, multimedia video-audio streaming, IP-TV, opencaster. 2. Kemudian langkah selanjutnya adalah instalasi komponen yang dimulai dari instalasi sistem operasi, instalasi aplikasi, dan sampai pada konfigurasi aplikasi. 3. Observasi Observasi yang dilakukan yaitu melalui pendekatan kualitatif, di mana pengamatan dilakukan secara optimal, karena pengamatan didasarkan atas pengalaman langsung yang memungkinkan mencoba, mengamati,dan kemudian mencatat hal-hal yang telah diuji. 3.3 Konfigurasi Jaringan Komputer Pada tahap ini mulai dilakukan konfigurasi sistem jaringan komputer berbasis LAN yang terdiri dari sebuah server yang terinstal sistem operasi linux ubuntu dan beberapa client dengan sistem operasi microsoft windows dengan aplikasi vlc player. 1. Di sisi server a. Perangkat keras yaitu PC dengan spesifikasi yang harus cukup tinggi b. Perangkatlunak - SistemoperasiLinux Ubuntu AplikasiOpencaster Aplikasi ffmpeg sebagai encoder dan decoder 2. Di sisi client (1 buah PC dan 1 buah Laptop) dengan spesifikasi yang harus cukup tinggi dan perangkat lunak sistem operasi dan aplikasi VLC. Selain di sisi server dan client ada tambahan alat jaringan yaitu : 1 buah switch 8 port dan 3 buah kabel UTP + RJ-45 dengan panjang masing-masing 2 meter. 3.4 Perancangan Konten Pada tahap ini akan dilakukan proses pembuatan konten yang dimulai dengan mempersiapkan beberapa data video-audio, yang kemudian dikonversi ke dalam file transport stream
4 (TS), setelah file video-audio berektensi *.TS selesai dikonversi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses multiplexer yaitu proses penggabungan beberapa file transport stream menjadi sebuah file transport stream yang multi konten. 3.5 Pengujian Pengujian dilakukan dalam sebuah sistem jaringan LAN yang kemudian file multi konten video-audio di-streaming melalui sebuah server dengan menggunakan aplikasi Opencaster. Dan di sisi client dengan menggunakan aplikasi vlc dan sedikit konfigurasi, langsung dapat melihat tayangan yang telah dipancarkan. 4.1 Analisa Proses Dalam pembuatan video-audio multi konten tentunya diperlukan sebuah perangkat lunak yang bisa menunjang proses pembuatan video-audio tersebut. Di samping itu ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan perangkat lunak yang berbayar. Maka dari itu menggunakan perangkat lunak Opencaster yang berbasis opensource di dalam penerapannya. Opencaster ini memang merupakan perangkat lunak yang sudah dirancang khusus di dalam melakukan pembuatan video-audio multi konten dan sekaligus juga untuk pemancarannya melalui sistem jaringan berbasis IP-TV. Video-audio multi konten ini dibuat dalam bentuk file MPEG-2 Transport Stream atau dalam bentuk paket TS. Gambar 4.1 Video-Audio Multi Konten Sistem Pada gambar di atas menjelaskan bagaimana proses data yang berupa beberapa file video-audio dikonversi ke dalam file berekstensi transport stream. Setelah itu dari hasil konversi kemudian dilakukan proses multiplexer yang menjadikan sebuah file transport stream menjadi banyak konten di dalamnya, yang akhirnya siap untuk dipancarkan. 4.2 Spesifikasi Perangkat Adapun blok diagram dari sistem yang akan direalisasikan yaitu terdiri dari instalasi sistem 40 operasi linux ubuntu, instalasi aplikasi video-audio streaming Opencaster, ffmpeg, dan vlcclient, dan konfigurasi jaringan komputer,. Persiapan instalasi Linux Ubuntu Penginstalan opencaster dan ffmpeg Penginstalan VLC di sisi client Konfigurasi jaringan LAN Gambar 4.2 Blok Diagram Projek Gambar di atas menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum dapat melakukan perancangan sebuah sistem e-learning. 4.3 Perancangan Sistem E-learning Penggunaan jaringan intranet maupun internet, Opencaster, dan video lan client sebagai media pendistribusian video-audio streaming multi konten untuk mendukung proses belajar mengajar sangatlah efisien dan efektif. Dalam penelitian ini akan memaparkan tentang bagaimana perancangan video-audio streaming multi konten dengan aplikasi Opencaster, dan bagaimana pendistribusiannya ke client melalui protocol TCP-IP berbasis IP-TV, yang terdiri dari penginstalan Opencaster yang digunakan sebagai server, VLC untuk client, penyetingan VLC di Microsoft Windows XP, dan konfigurasi sistem jaringan LAN. Dalam perancangan dan pembuatan sistem e-learning ini diperlukan pendalaman materi dan bahan yang membahas mengenai hardware dan software mengenai sistem jaringan, teknik konversi file video-audio dengan ffmpeg, multiplexing transport stream file, video-audio streaming dengan Opencaster, dan video lan client. Dalam perancangan sistem e-learning berbasis video-audio streaming multi konten ini cukup menarik untuk dijelajahi karena relatif baru dengan biaya yang cukup murah. Dengan semakin murahnya peralatan elektronik dan aplikasi yang bersifat opensource, maka penerapannya juga akan semakin nyata untuk di lingkungan pendidikan. Perancangan sistem e-learning berbasis video memang membutuhkan bandwidth yang besar, dikarenakan proses streaming yang dilakukan harus real time, sehingga tidak menyebabkan terjadinya gambar yang patah-patah. Proses di dalam menghantarkan video membutuhkan bandwidth yang lebar (sangat banyak byte per detik yang dikirimkan), yang oleh karenanya sangat membutuhkan teknologi kompresi video untuk mengurangi kebutuhan bandwidth sebelum
5 dikirimkan melalui saluran komunikasi. Sekedar gambaran singkat, sebuah kanal video yang baik tanpa dikompresi akan mengambil bandwidth sekitar 9 Mbps. Dengan teknik kompresi yang sudah ada pada saat ini, kita dapat menghemat sebuah kanal video sekitar 30 Kbps. Itu berarti sebuah saluran internet yang tidak terlalu cepat sebetulnya dapat digunakan untuk menyalurkan video. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengiriman video adalah : 1. Jika kita menggunakan video hitam-putih akan memakan bandwidth lebih kecil dari pada jika kita menggunakan video berwarna. 2. Jika kita menggunakan kecepatan pengiriman. Kecepatan pengiriman frame per second (fps) video yang rendah, akan memakan bandwidth yang lebih rendah dibandingkan frame per second (fps) yang tinggi. Video yang cukup baik biasanya dikirim dengan kecepatan frame per second (fps) sekitar 30 fps. Jika dikirimkan tanpa kompresi, sebuah video dengan 30 fps akan mengambil bandwidth kira-kira 9 Mbps, amat sangat besar untuk ukuran kanal komunikasi data. 3. Perlu diketahui pada sebuah streaming video adalah bagaimana data tersebut dikompres serta format isi dari data yang di-codec-kan. Semua data baik video ataupun audio yang akan distream harus melewati kedua proses di atas. Kompresi dilakukan untuk mengurangi ukuran data yang akan di-stream walaupun mengakibatkan kualitas data yang sampai ke client tidak persis sama dengan kualitas data asli. Data yang dikompres untuk streaming video ini dapat dibedakan dalam dua bagian yakni video dan suara. Algoritma kompresi yang sering digunakan adalah MPEG-1, MPEG- 2, MPEG-4, MPEG-7, vorbis, Divx, dan lainlain. 5.1 Konfigurasi Perangkat Client-Server Dalam melakukan pengujian sistem e-learning video-audio streaming ini, kecepatan processor, memory, dan kapasitas hard disk sangat diperlukan (khususnya di bagian server database video-audio multi konten), karena yang diolah adalah suatu gambar bergerak atau video. Dalam ujicoba yang dilakukan terdapat dua bagian yang terdiri dari server, dan client, di mana dengan memanfaatkan beberapa perangkat keras yang tidak memiliki spesifikasi yang begitu tinggi, dan beberapa perangkat lunak yang terdiri dari sistem operasi dan aplikasi pendukung dalam pembuatan video-audio streaming dan broadcasting, yang kemudian dihubungkan ke dalam sebuah jaringan LAN sederhana. 5.2 Menjalankan Opencaster Proses implementasi sistem e-learning ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Instalasi program Opencaster2.2 disisiserver 41 Untuk dapat menggunakan Opencaster dalam melakukan multiplexing video audio, perangkat lunak Opencaster tersebut dapat download di situs Setelah selesai didownload file Opencaster yang berbentuk file kompresi, maka file tersebut harus di-extract terlebih dahulu sebelum bisa dijalankan di sistem operasi Linux Ubuntu. Opencaster hanya dapat dijalankan di sistem operasi Linux yang telah diuji di Linux Ubuntu ataupun di Debian Linux X86 32bit. Biasanya sebelum Opencaster bisa diinstal, ada paket-paket aplikasi seperti python-dev, libcap-dev, zlib1g-dev yang dibutuhkan dan harus diinstal terlebih dahulu. Tetapi aplikasi-aplikasi tersebut belum tersedia di dalam Linux. Untuk menginstal paket-paket tersebut kita bisa mengambil langsung di repository Linux di internet dengan perintahperintah seperti sudo apt-get install python-dev, sudo apt-get install libcap-dev, dan sudo apt-get install zlib1g-dev yang ada di sistem operasi Linux. Perlu diingat bahwa untuk aplikasi python diharuskan versi 2.4 atau 2.5. Setelah semua langkah di atas telah dilakukan, maka untuk menginstal Opencaster diharuskan mengetik perintah make install di level root dari sistem operasi Linux melalui sistem terminal. Dan untuk mengetahui instalasi Opencaster telah berhasil, maka akan tampak sebuah folder di Usr/ Local/ Bin yang berisi program Opencaster. Gambar 5.1 Tampilan File Opencaster 2. Mengkonversi file video-audio ke dalam bentuk file transport stream Dengan aplikasi ffmpeg sebagai aplikasi encoder dan decoder, maka bisa dihasilkan file dalam bentuk transport stream. Langkah- langkah yang harus dilakukan adalah menyediakan file-file video-audio yang ingin dibuat menjadi multi konten, dalam penelitian ini disediakan file video-audio sebanyak 6 (enam) file dalam bentuk *.vob, setelah itu file harus di-encode
6 terlebih dahulu dengan aplikasi ffmpeg. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan encode file video-audio. File1 - Ffmpeg vn ab 128k ar i elearning1.vob acodec mp2 ac 2 suara1.mp2 - Ffmpeg I elearning1.vob an f mpeg2video vcodec mpeg2video b 2600k maxrate 2600k minrate 2600k bf 2 bufsize belajar1.m2v - Esvideo2pes belajar1.m2v > belajar1.video.pes>belajar1.pes.length - Esaudio2pes suara1.mp >suara1.audio.pes - Pesvideo2ts belajar1.video.pes>belajar1.ts - Pesaudio2ts suara1.audio.pes>suara1.ts Untuk file video-audio kedua sampai ke enam juga sama cara konversinya seperti di atas, tetapi yang perlu diperhatikan adalah mengenai pid video dan audio-nya, dimana pid video di file pertama adalah 2064, maka di file kedua dan seterusnya adalah 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, dan untuk pid audio pada file pertama adalah 2070, dan untuk file kedua dan seterusnya adalah 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, Setelah semua file telah dikonversi maka akan menghasilkan file yang berekstensi *.ts (belajar1.ts). 3. Membuat file video-audio transport stream menjadi multi konten. Setelah semua file video-audio tersebut dikonversi ke dalam file transport stream, maka sebelum bisa membuat file *.ts menjadi multi konten, ada sebuah listing program dari aplikasi Opencaster yang harus diubah terlebih dahulu yaitu file yang berekstensi mpts config.py. Dan setelah diubah harus dieksekusi, melalui menu terminal di Linux Ubuntu dengan cara mengetik./mptsconfig.py. Adapun hasil eksekusi file tersebut akan muncul file yang berfungsi untuk membuat file video-audio multi konten tersebut. File-file yang dihasilkan yaitu mptspmt1.tssampai mptspmt6.ts, mptsnit.ts, dan mptssdt.ts karena sesuai dengan konten yang ingin kita buat yaitu 6 (enam) konten. Setelah ada file-file diatas maka proses pembuatan multi konten atau multiplexer dapat dilakukan. Dalam melakukan proses multiplexer digunakan perintah sebagai berikut : tscbrmuxer b: belajar1.ts b: suara1.ts b: belajar2.ts b: suara2.ts b: belajar3.ts b: suara3.ts b: belajar4.ts b: suara4.ts b: belajar5.ts 42 b: suara5.ts b: belajar6.ts b: suara6.ts b:3008 mptspat.ts b:3008 mptspmt1.ts b:3008 mptspmt2.ts b:3008 mptspmt3.ts b:3008 mptspmt4.ts b:3008 mptspmt5.ts b:3008 mptspmt6.ts b:1400 mptsnit.ts b:1500 mptssdt.ts b: null.ts>belajar.ts dalam melakukan proses multiplexer untuk menghasilkan file belajar.ts diharapkan untuk menghentikan prosesnya dengan menekan tombol Ctrl+C jika file yang kita inginkan telah cukup untuk disimpan, karena kalau tidak dihentikan maka bisa menyebabkan kapasitas hard disk kita menjadi penuh. 4. Jaringan Komputer Pada tahap ini digunakan sistem jaringan komputer secara LAN Gambar 5.2 Sistem Jaringan LAN Dalam Implementasi Gambar di atas merupakan sistem jaringan sederhana yang digunakan dalam melakukan implementasi sistem e-learning video-audio streaming, di mana masing-masing perangkat keras pada kartu jaringannya diberikan nomor IP yang unik yaitu pada bagian server IP yang diberikan adalah dengan subnet mask , kemudian di sisi client IP yang diberikan adalah dan dengan subnet mask yang sama pada server. Dan untuk melakukan pengujian apakah setiap komputer sudah dapat terhubung dalam jaringan, dapat menggunakan perintah ping pada command prompt yang ada di sistem windows. Jika ada tulisan reply from , maka komputer sudah terhubung ke dalam sistem jaringan yang telah dibuat.
7 Gambar 5.3 Tampilan Menguji Koneksi Jaringan Dengan Perintah Ping 5.3 Melakukan Streaming Dari Server Dengan Aplikasi Opencaster Dalam melakukan streaming dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan perintah tstcpsent atau tsudpsend. Contoh streaming yang dilakukan dengan tscudpsend Tsudpsend belajar.ts Dimana : - belajar.ts merupakan file yang akan dibroadcast merupakan IP client merupakan port koneksi yang diberikan merupakan bit rate dari tranmisi data kemudian ditujukan ke alamat dengan port koneksi Setelah itu tinggal memilih menu play untuk menjalankan file video-audio-nya 5.4 Menjalankan Sistem E-learning Dari Client Pada tahap ini dilakukan akses sistem e- learning dari client dengan menggunakan VLC yang ada pada masing-masing client. 1. Tampilan awal VLC Berikut ini merupakan tampilan dari aplikasi VLC yang akan digunakan untuk pemilihan konten video-audio streaming. Gambar 5.6 Tampilan Konfigurasi Untuk Menjalankan File Video-Audio Gambar 5.4 Tampilan Awal Aplikasi VLC 4. Tampilan video-audio streaming multi konten yang bisa dipilih oleh client, di mana dengan melakukan klik kanan pada aplikasi VLC, dan kemudian pilih playback program dan kemudian pilih konten yang ingin dilihat. Dalam hal ini boleh dipilih konten belajar1 sampai dengan belajar Tampilan sewaktu mau mengambil file videoaudio streaming dari server Gambar 5.5 Tampilan Untuk Mengambil File Video-Audio Streaming 3. Tampilan konfigurasi untuk membuka file video-audio yang sudah di-streaming dari server, di mana proses streaming yang dilakukan menggunakan protocol udp yang 43 Gambar 5.7 Tampilan Untuk Memilih Konten Yang Diinginkan 6. Kesimpulan 6.1 Kesimpulan
8 Dari ujicoba yang dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. Dengan adanya aplikasi Opencaster danvlc Client yang opensource, makabisaditerapkansistem e-learning berbasis IP-TV sebagai media yang bisa memberikan sebuah terobosan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. 2. Di dalam pembuatan konten multivideo dan audio streaming, terdapat kendala sewaktu proses multiplexer berlangsung, di mana prosesnya harus dihentikan sesuai dengan yang kita inginkan, jika tidak maka akan menyebabkan kapasitas media penyimpanan menjadi penuh Saran Adapun saran yang ingin disampaikan yaitu pengembangan sistem e-learning sebaiknya memasukkan factor interaktif agar pengguna bisa langsung memberikan respon yang akan diterima oleh server. Daftar Pustaka Askari Azikin danyudha Purwanto, ST, 2005, Video / TV Streaming dengan Video LAN Project, PenerbitAndi, Yogyakarta Fischer, W, 2008, Digital Video Audio Broadcasting Technology, Springer, Germany Held, G, 2006, Understanding IPTV, Auerbach Publication, New York Simpson, W dan Greenfield, H, 2007, IPTV and Internet Video, Elsevier Inc, UK ffmpeg.org 44
VIDEO STREAMING DENGAN VIDEOLAN PROJECT
ISSN : 2085-6989 VIDEO STREAMING DENGAN VIDEOLAN PROJECT Oleh : Aprinal Adila.A, Yustini 1) Reza Guspian 2) 1) Staf Pengajar Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang 2) Alumni Teknik Elektro Politeknik
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISI (IPTV)
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISI (IPTV) Husna Amalia, Achmad Affandi Email : [email protected], [email protected] Laboratorium Jaringan
BAB III. server, merupakan media yang digunakan untuk mendistribusikan live stream
\ BAB III Analisis dan Perancangan 3.1 analisis perancangan server streaming Terdapat dua hal penting dalam dunia streaming, yang pertama adalah media server, merupakan media yang digunakan untuk mendistribusikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Internet Protocol Television IPTV (Internet Protocol TV) merupakan sebuah sistem yang mampu menerima dan menampilkan video streaming dalam satu paket internet Protocol. Sebuah
BAB I PENDAHULUAN. secara efektif melalui video tersebut. Untuk dapat melihat streaming video di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi di bidang informasi berkembang dengan begitu cepat dan pesat. Berbagai macam informasi dapat diakses melalui berbagai macam media. Kemajuan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada jaman sekarang ini semua teknologi sudah canggih dan mudah untuk mendapatkan informasi. Apalagi dengan adanya internet dimana semua orang dengan mudah mendapatkan
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan Penelitian Dalam penelitian perancangan dan implementasi radio streaming di LPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, digunakan beberapa data pendukung sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tujuan, latar belakang, gambaran sistem, batasan masalah, perincian tugas yang dikerjakan, dan garis besar penulisan skripsi. 1.1. Tujuan 1. Merancang dan merealisasikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi memberikan perubahan pada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan informasi secara cepat dan murah. Pada saat ini jaringan komputer hanya dimanfaatkan
VIDEO STREAMING. Pengertian video streaming
VIDEO STREAMING Dalam dunia multimedia, saat ini kita berada ditahap pemakai jaringan rumah yang mulai bercampur dengan pemakai jaringan elektronik dan jaringan media. Menurut laporan dari In-Stat (www.in-stat.com),
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pesat teknologi jaringan dan meluasnya pengguna sistem jaringan saat ini memungkinkan semakin beragamnya penerapan yang dapat dilakukan melalui jaringan
Analisis Kebutuhan Bandwidth Pada Pemanfaatan Web Streaming Justin.tv Sebagai Media E-Learning Dengan
Analisis Kebutuhan Bandwidth Pada Pemanfaatan Web Streaming Justin.tv Sebagai Media E-Learning Dengan Menggunakan Wirecast Dan Desktop Presenter Muhamad Ubaidilah 1, Adnan Purwanto 2, Wahyu Pamungkas 3
PEMANCAR TV DIGITAL DVB-T BERBASIS SOFTWARE
PEMANCAR TV DIGITAL DVB-T BERBASIS SOFTWARE Oleh: Henri Ervanda (2207 100 644) Dosen Pembimbing: Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, M.Eng., Ph.D. Ir. Endroyono, D.E.A LATAR BELAKANG Adanya kemajuan teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan bagi masyarakat yang membutuhkannya dalam menunjang aktifitas kerja seharihari. Tingkat kebutuhan
BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi yang telah direncanakan bekerja dengan baik atau tidak. Pengujian sistem juga berguna untuk mengetahui
ANALISA PERBANDINGAN KUALITAS HASIL PENTRANSFERAN DATA VIDEO STREAMING DENGAN MENGGUNAKAN METODE WIRED LAN DAN WIRELESS LAN
ANALISA PERBANDINGAN KUALITAS HASIL PENTRANSFERAN DATA VIDEO STREAMING DENGAN MENGGUNAKAN METODE WIRED LAN DAN WIRELESS LAN Dharmawan Lubis D-III Manajemen Informatika Universitas Muhammadiyah Metro Alamat:
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perencanaan Sistem Sistem ini terdiri dari komputer server (dalam hal ini Raspberry berfungsi sebagai server) yang terhubung dengan webcam di mana setiap saat komputer server
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Radio merupakan salah satu media komunikasi massa yang banyak digunakan masyarakat untuk mengakses informasi. Radio telah digunakan masyarakat sejak zaman orde
BAB II KONSEP DASAR VIDEO STREAMING SERVER. komputer. Komputer server didukung dengan spesifikasi hardware yang lebih
BAB II KONSEP DASAR VIDEO STREAMING SERVER 2.1 Pengertian Server Server adalah komputer yang berfungsi untuk melayani, membatasi, dan mengontrol akses terhadap klien-klien dan sumber daya pada suatu jaringan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.E-Learning 2.1.1. Definisi E-Learning E-Learning terdiri dari dua bagian, yaitu: a. e atau electronic yang berarti elektronika, dan b. learning yang berarti pembelajaran. Jadi,
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi di bidang informasi berkembang dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di bidang informasi berkembang dengan pesat. Berbagai fasilitas untuk mendapatkan informasi secara cepat pada media cetak meliputi surat kabar,
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Arsitektur Komunikasi Data Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus dikembangkan, dan setiap layanan tersebut memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda.
STUDI KUALITAS VIDEO STREAMING MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXYPACKET RADIO
SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei STUDI KUALITAS VIDEO STREAMING MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXYPACKET RADIO Auliya Fadly [1], Arman Sani [2] Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Streaming Stream berasal dari bahasa Inggris yang artinya sungai. Proses streaming bisa diibaratkan seperti aliran air di sungai yang tak pernah terputus kecuali jika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media server adalah sebuah komputer khusus atau server perangkat lunak mulai dari enterprice atau database yang menyediakan Video on Demand ( VOD ). Secara singkatnya
MODUL 8 STREAMING SERVER
MODUL 8 STREAMING SERVER TUJUAN PEMBELAJARAN: Setelah melaksanakan praktikum ini, mahasiswa diharapkan : 1. Mengerti dan memahami cara kerja dan fungsi dari streaming server 2. Mampu membangun aplikasi
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Rencana Implementasi Tabel 4.1 Tabel rencana implementasi OCT NOV DEC JAN Act Plan I II III IV V I II III IV I II III IV V I II Pemilihan Hardware & Software # # Konfigurasi
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi dan broadcasting. Saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, termasuk juga perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi dan broadcasting. Saat ini sistem penyiaran analog
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Radio Internet Radio internet menurut European Broadcasting Union (EBU) yang juga dikenal sebagai web radio, net radio,streaming radio atau e-radio adalah layanan penyiaran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teknologi Radio Online Streaming Penggunaan internet membuat ketersediaan dari streaming media. Audio streaming memperbolehkan transmisi langsung dari audio melalui internet,
CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.
CEG4B3 Randy E. Saputra, ST. MT. Definisi Streaming Multimedia adalah suatu teknologi yang mampu mengirimkan file audio dan video digital secara on-demand maupun real-time pada jaringan internet Konsep
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setelah pertukaran informasi dilakukan dengan pengiriman dan penerimaan electronic mail maka pada saat ini arah perkembangan aplikasi di jaringan komputer yang sedang
Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo
Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo ([email protected]) A. Pendahuluan Siaran radio sampai saat ini masih digemari. Orang dapat mendengarkan banyak acara menarik di radio, lalu pesawatnya
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 3.1 Sasaran Kemampuan Sistem Untuk menjawab beberapa pertanyaan pada rumusan masalah di bagian pendahuluan, sistem yang diusulkan harus memiliki kemampuan sebagai
dalam bentuk analog. Munculnya digital IC (Integrated Circuit) dan membutuhkan. Pengguna atau user memerlukan player, yaitu aplikasi khusus
Video telah menjadi media yang sangat penting untuk komunikasi dan hiburan selama puluhan tahun. Pertama kali video diolah dan ditransmisikan dalam bentuk analog. Munculnya digital IC (Integrated Circuit)
Bab 2. Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Adapun penelitian yang menjadi acuan dalam penelitian yang dilakukan adalah Penelitian dengan judul Analisis dan Perancangan Security Voice Over Internet
Teknologi Streaming Streaming
Teknologi Streaming Teknologi Streaming Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio yang terletak pada sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada User Equipment (UE)
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap orang pasti membutuhkan informasi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan orang untuk mendapatkan informasi, salah satu contohnya adalah melalui banyak
BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi informasi dalam menjalankan bisnis mereka. Perusahaan sekecil apapun pasti
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada jaman sekarang ini, setiap perusahaan yang ada pasti membutuhkan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis mereka. Perusahaan sekecil apapun pasti tidak lepas
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. multicast menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut:
52 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Jaringan Perancangan jaringan untuk aplikasi video streaming dengan metode multicast menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut: 1. 3 buah PC dan 1 buah
Rancang Bangun RTP Packet-Chunk De-encapsulator Data AV Stream Format RTP Sebagai Terminal Access Multi-Source Streaming Server
Rancang Bangun RTP Packet-Chunk De-encapsulator Data AV Stream Format RTP Sebagai Terminal Access Multi-Source Streaming Server Ahmad Budi Setiyawan 1, A.Subhan KH, ST 2, 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika
Tutorial Video Streaming Server Menggunakan VLC
Tutorial Video Streaming Server Menggunakan VLC Muhamad Ilham [email protected] Abstrak Streaming Server adalah sebuah web server atau aplikasi yang terinstal di dalam sebuah server yang digunakan
7.1 Karakterisasi Trafik IP
BAB VIII TRAFIK IP Trafik IP (Internet Protocol), secara fundamental sangat berbeda dibanding dengan trafik telepon suara (klasik). Karenanya, untuk melakukan desain dan perencanaan suatu jaringan IP mobile,
BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tujuan, latar belakang, gambaran sistem, batasan masalah, perincian tugas yang dikerjakan, dan garis besar penulisan skripsi. 1.1. Tujuan Skripsi ini bertujuan
LAYANAN STREAMING TV OVER IP MUTICHANNEL BERBASIS WEB DI JARINGAN INTRANET IT TELKOM
LAYANAN STREAMING TV OVER IP MUTICHANNEL BERBASIS WEB DI JARINGAN INTRANET IT TELKOM Mahardi Baniadam¹, Hafidudin², Ida Wahidah³ ¹Teknik Telekomunikasi,, Universitas Telkom Abstrak Perkembangan video streaming
Endi Dwi Kristianto
Video Streaming Server Menggunakan VLC Endi Dwi Kristianto [email protected] http://endidwikristianto.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi
BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down
BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down Menurut Setiabudi (2009) untuk membangun sebuah sistem, diperlukan tahap-tahap agar pembangunan itu dapat diketahui perkembangannya serta memudahkan dalam
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena
CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.
CEG4B3 Randy E. Saputra, ST. MT. Video Conference Video Conference adalah teknologi perangkat jaringan yang dapat menghubungkan secara langsung antara 2 user atau lebih yang terpisah, dengan menggunakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Content Delivery Network adalah sebuah sistem yang berfungsi sebagai
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Content Delivery Network (CDN) Content Delivery Network adalah sebuah sistem yang berfungsi sebagai client pengirim konten yang ada pada suatu web kepada client pengguna. CDN
Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC
WORKSHOP INTERNET PROTOCOL (IP) 1. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Switch 1 buah 2. Kabel cross-over (2 meter) 1 buah 3. Kabel straight-through @ 2 meter 3 buah 4. Komputer
LAPORAN STREAMING SERVER
LAPORAN STREAMING SERVER Nama: Cahyo Fitriningtyas Kelas: XII TKJ A NO: 10 / 14475 SMK N 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Page 1 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr Wb Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG Agus Rochman Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Dalam PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero)
QoS & PROTOKOL JARINGAN MULTIMEDIA
QoS & PROTOKOL JARINGAN MULTIMEDIA Multimedia Jurusan Teknik Informatika [email protected] 1 2 Quality Of Services (QoS) = Kualitas Layanan Pada Komunikasi Audio dan Video merupakan bagian terpenting
BAB III ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PROTOKOL ROUTING AODV PADA JARINGAN AD-HOC. Pada perangkat keras akan di jelaskan mengenai alat yang digunakan pada
BAB III ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PROTOKOL ROUTING AODV PADA JARINGAN AD-HOC 3.1 Analisis Kebutuhan Pada Implementasi Protokol Routing Ad-hoc On-Deman Distance Vector (AODV) pada jaringan Ad-hoc memerlukan
Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle
Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle DZATA FARAHIYAH NRP 2206100140 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia
BAB II DASAR TEORI. komunikasi dan hiburan. Awal mulanya video berbentuk analog, sesuai
BAB II DASAR TEORI 2.1 Video Video adalah teknologi pemrosesan urutan banyak gambar bergerak yang dihasilkan oleh kamera. Video pada saat ini telah menjadi media informasi, komunikasi dan hiburan. Awal
2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing.
BAB 2. TCP/IP Model 2.1 Tujuan - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi transmisi data menggunakan model TCP/IP - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi layer dari model TCP/IP - Mahasiswa mampu menggunakan
BAB 1 PENDAHULUUAN. Kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini terus berkembang dengan
i BAB 1 PENDAHULUUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini terus berkembang dengan sangat pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kemudahan, kecepatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi multimedia melalui internet semakin berkembang secara online. Perkembangan coding dan decoding untuk gambar maupun suara juga semakin meningkat seiring dengan
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Setelah melalui proses perancangan sistem, kini saatnya mengimplementasikan apa yang telah dirancang pada tahap sebelumnya. Implementasi sistem Video
Pelatihan IV: Server. Tugas Mata Kuliah Rekayasa Internet
Pelatihan IV: Server Minimal 2 Laptop per Kelompok kecil Downlaod ISO UBUNTU SERVER di http://kambing.ui.ac.id Install Virtual Box di Laptop Masing2 Pelajari Tentang: DNS SERVER DHCP SERVER Mail Server
Analisis Quality of Service Video Streaming Berbasis Web
Analisis Quality of Service Video Streaming Berbasis Web Jurnal Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer Oleh: Resnu Krestio Lipu NIM : 672008118 Program Studi
Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing
Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP antara Asterisk dan FreePBX berbasis Parallel Processing JOANA SIBORO 2206100080 Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA NIP: 196510141990021001 PERANCANGAN
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi,
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Informasi sangat penting bagi kita karena semua kegiatan kita memerlukan informasi, dan bisa juga dikatakan bahwa semua kegiatan kita dituntut untuk menghasilkan informasi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Yudi Methanoxy, skripsi.(2010): Analisa QOS Radio Streaming Pada Local Community Network, aspek yang dibahas dalam skripsi ini adalah dipaparkannya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang I 1
I 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia teknologi informasi dan telekomunikasi semakin canggih dan pesat dengan adanya perkembangan internet. Saat ini teknologi informasi dan telekomunikasi sudah
Bab 3 Metode Perancangan
Bab 3 Metode Perancangan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize). Metode ini digunakan untuk merancang suatu jaringan. Metode
BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Mekanisme Penayangan Iklan Digital Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun yang memiliki arti informasi. Iklan adalah suatu cara untuk memperkenalkan,
RANCANG BANGUN LIVE TV BROADCASTING PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV)
RANCANG BANGUN LIVE TV BROADCASTING PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) BAYU KURNIAWAN SURYANTO 2208 100 525 Jurusan Teknik Elektro FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Keputih Sukolilo,
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas implementasi sistem interactive e-learning berbasis web dengan game dan animasi untuk pembelajaran materi bilangan berdasarkan SI dan SKL
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan suatu dasar mengenai pendapat penelitian atau penemuan yang didukung oleh data dan argumentasi. Landasan teori digunakan untuk menjelaskan teori-teori yang
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perancangan File Server Menggunakan Cloud Perancangan layanan file server menggunakan cloud pada PT Mugi Cipta Perkasa dilakukan dengan menggunakan sebuah server yang akan
MEMBANGUN SMART TV DENGAN RASPBERRY PI
MEMBANGUN SMART TV DENGAN RASPBERRY PI Dian Mustika Putri [email protected] :: https://dianmstkputri.wordpress.com Abstrak Open Source Media Center adalah media digital yang saat ini banyak digunakan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan mengenai prosedur dalam pelaksanaan pengujian, spesifikasi komputer yang digunakan serta hasil dan analisisnya. Pengujian yang dilakukan antara
BAB II TEKNOLOGI DVB-H
BAB II TEKNOLOGI DVB-H 2.1. Pendahuluan Mobile TV adalah pengiriman kanal TV ke terminal pelanggan baik terminal berupa handset, PDA atau sejenisnya. Mobile TV terminal didesign untuk digunakan sesuai
Adapun 3 metode untuk pengalokasian alamat IP pada DHCP server :
BAB II DHCP SERVER 2.1 Tujuan Praktikum a. Praktikan dapat memahami manfaat/kegunaan dari DHCP Server. b. Praktikan memahami kelebihan dan kekurangan penggunaan IP dinamis dibandingkan dengan penggunaan
BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi kepustakaan, percobaan dan analisis. 3.1.1. Studi Kepustakaan Studi literatur dalam
QUALITY OF SERVICE (QoS) TEKNOLOGI STREAMING UNTUK APLIKASI SURVEILLANCE
QUALITY OF SERVICE (QoS) TEKNOLOGI STREAMING UNTUK APLIKASI SURVEILLANCE Abdusy Syarif, Afrius Setiawan, Achmad Kodar Teknik Informatika, Universitas Mercu Buana Jakarta Email : [email protected],
TUGAS V JARINGAN KOMPUTER
TUGAS V JARINGAN KOMPUTER OLEH : NAMA : WULANDARI SAPUTRI NIM : 09011181419015 KELAS : SK 5 A DOSEN : DERIS STIAWAN, M.T, Phd FAKULTAS ILMU KOMPUTER SISTEM KOMPUTER 2016 UNIVERSITAS SRIWIJAYA MENGANALISA
Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP
BAB III PERANCANGAN. Bab ini berisi perancangan sistem audio streaming dengan server shoutcast dan icecast.
BAB III PERANCANGAN Bab ini berisi perancangan sistem audio streaming dengan server shoutcast dan icecast. 3.1. Server Shoutcast Arsitektur perancangan sistem audio streaming dengan server shoutcast digambarkan
BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM
BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM Aplikasi ini dijalankan pada platform Win32, dan dibuat dengan menggunakan bahasa C#. NET. Untuk menjalankan aplikasi ini, dibutuhkan suatu komponen library khusus yang dijalankan
MODUL 8 STREAMING SERVER
MODUL 8 STREAMING SERVER TUJUAN PEMBELAJARAN: Setelah melaksanakan praktikum ini, mahasiswa diharapkan : 1. Mengerti dan memahami cara kerja dan fungsi dari streaming server 2. Mampu membangun aplikasi
BAB III ANALISIS SISTEM. dan juga merupakan langkah persiapan menuju ke tahap perancangan
BAB III ANALISIS SISTEM Analisa sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian dari komponen dengan maksud untuk melakukan identifikasi dan evaluasi permasalahan, kesempatan,
APLIKASI REAL TIME VIDEO STREAMING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS INTERNET/INTRANET
APLIKASI REAL TIME VIDEO STREAMING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS INTERNET/INTRANET Disusun Oleh: Nama : Kent Ridha Ibrahim NRP : 0522111 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Content Delivery Network (CDN) CDN adalah sekumpulan server yang saling berhubungan dari komputer di internet yang menyediakan konten web dengan cepat ke banyak pengguna
1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini berkembang pesat. Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan layanan data cepat terus meningkat seiring dengan berubahnya
MODUL I : INSTALASI DAN KONFIGURASI S/W DAN H/W MULTIMEDIA
MODUL I : INSTALASI DAN KONFIGURASI S/W DAN H/W MULTIMEDIA TUJUAN 1. Mampu menginstalasi dan mengkonfigurasi perangkat keras dan lunak Multimedia 2. Mampu mengggunakan perangkat tersebut sesuai dengan
FORMAT FILE VIDEO. 1. ASF ( Advanced Streaming Format / Advanced System Format )
FORMAT FILE VIDEO 1. ASF ( Advanced Streaming Format / Advanced System Format ) Merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk audio video digital. Didesain untuk streaming dan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bab analisa dan perancangan sistem ini, akan dijelaskan tenteng langkah pembuatan sistem, bahan dan alat yang diperlukan, Cara Kerja sistem, instalasi, tempat dan waktu
STUDI ANALISIS EFEK PERBEDAAN LOKASI TERHADAP PERFORMANSI VIDEO STREAMING PADA JARINGAN W-LAN INDOSAT. Said Atamimi 1, Arie Budi Prasojo 2 1,2
STUDI ANALISIS EFEK PERBEDAAN LOKASI TERHADAP PERFORMANSI VIDEO STREAMING PADA JARINGAN W-LAN INDOSAT Said Atamimi 1, Arie Budi Prasojo 2 1,2 Jurusan Elektro, Universitas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan,
BAB III ANALISA DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISA DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Perkembangan sistem komunikasi saat ini sangat pesat, dimana sistem komunikasi sekarang sudah model video streaming. Layanan komunikasi yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Perancangan Sistem dan Blok Diagram Sistem. diagram seperti yang terlihat seperti Gambar 3.1.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Perancangan Sistem dan Blok Diagram Sistem Perancangan sistem dapat dijelaskan dengan lebih baik melalui blok diagram seperti yang terlihat seperti Gambar 3.1. PEMBUATAN
