Siapa orang-orang Rohingya itu?
|
|
|
- Yuliani Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Dalam waktu hampir satu bulan ini kita menyaksikan kisah yang menyedihkan tentang "manusia perahu" sebutan bagi orang-orang Rohingya yang dipercaya berasal dari Myanmar dan Bangladesh. Kini, jumlahnya diperkirakan sudah mencapai sekitar 400 orang yang datang dalam dua gelombang dan kini ditempatkan di Pulau Weh, Propinsi NAD. Orang-orang Rohingya tiba dalam keadaan yang sangat memilukan. Terkatung-katung di tengah laut tanpa bekal yang cukup. Tidak hanya itu, mereka pun mengaku sempat merasakan penganiayaan dari tentara-tentara Thailand sebelum akhirnya dikumpulkan dalam kapal tongkang yang diseret ke tengah laut oleh kapal motor militer Thailand. Mereka "dibuang" begitu saja di tengah laut seolah-olah mereka bukan lagi manusia. Hampir sama dengan perlakuan yang mereka terima di Thailand, kedatangan mereka ke Indonesia pun tidak mendapatkan sambutan yang semestinya dari Pemerintah Indonesia. Menlu Hassan Wirajuda buru-buru menyatakan mereka bukanlah 'pengungsi politik melainkan pengungsi ekonomi' yang harus dikembalikan ke negara asalnya. Permasalahannya, kemana mereka akan dipulangkan? Pasalnya, Pemerintah Myanmar yang dipercaya sebagai pihak yang harus bertanggungjawab, menolak mengakui bahwa para manusia perahu itu berasal dari negaranya. Menurut Pemerintah Myanmar, mereka bukan berasal dari Myanmar melainkan dari Banglades. Mereka yang disebut Rohingya adalah orang Banglades yang meninggalkan negaranya untuk kehidupan yang lebih baik. Mereka mencoba mendapat simpati dari negara-negara Barat dengan mengaku sebagai orang Rohingya dari Myanmar. Ini bukan masalah kami. Ini masalah Banglades, kata pejabat itu (Kompas, 30/01). Pernyataan pemerintah Myanmar seolah menyebabkan posisi Indonesia menjadi terjepit. Sembari mengeluarkan kritik terhadap sikap Pemerintah Myanmar yang tidak mau memberikan pengakuan status kewarganegaraan bagi orang-orang Rohingya, Menteri Hassan Wirayuda seolah dengan terpaksa mengirimkan tim kedua untuk menentukan apakah orang-orang Rohingya itu patut mendapatkan predikat pengungsi atau tidak. Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (13/2), pemberian status pengungsi kepada orang-orang Rohingya itu belum diberikan. Kami masih menunggu kepastian dari UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi) karena diduga sebagian dari mereka berasal dari kamp pengungsi UNHCR di Banglades, katanya (Kompas, 14/02). Siapa orang-orang Rohingya itu? Pemberitaan mengenai masalah-masalah kemanusiaan orang-orang Rohingya tidak seluas pemberitaan atas masalah yang sama yang dialami etnis-etnis minoritas lain, seperti etnis Karen yang juga mendapatkan perlakuan sama buruknya dari Junta Militer Myanmar. Meski demikian, setelah ditelusuri, ternyata masalah kekerasan terhadap etnis Rohingya tidak kalah buruk dengan masalah yang dialami etnis-etnis minoritas dan rakyat Myanmar lainnya. Dibantu oleh google, penulis mencoba menelusuri informasi-informasi tentang masalah orang-orang Rohingya dan menemukan beberapa informasi yang sebagian disajikan dalam esai ini. 1 / 7
2 Mengacu pada informasi yang diperoleh dari situs Wikipedia, orang-orang Rohingya adalah sebutan bagi kaum minoritas muslim yang berasal dari kawasan Arakhan di sebelah barat Myanmar. Kawasan tersebut sangat terpencil dan berbatasan langsung dengan Bangladesh. Penduduk di kawasan tersebut umumnya berasal dari keturunan Arab yang hijrah ke wilayah tersebut sejak masa kekhaisaran Mughal, Kekhaisaran Muslim yang pernah berkuasa di sub-kontinen India pada Ciri-ciri ini terlihat dari tampilan fisik, bahasa, dan kebudayaan, yang menunjukkan kedekatan orang-orang Rohingya dengan masyarakat Asia Selatan, khususnya orang-orang Chittagonian (Wikipedia). Meski berada dalam posisi yang terpencil, namun kiprah politik orang-orang Rohingya dalam sejarah pemerintahan Myanmar (sebagian orang Myanmar lebih suka menggunakan "Burma"), bisa dikatakan pernah ada. Seorang yang berasal dari Rohingya, yakni Sultan Mahmood pernah menjabat sekretaris politik dan terakhir menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada masa pemerintahan U Nu. Orang-orang Rohingya lain yang pernah menduduki jabatan-jabatan politik di Myanmar adalah Sultan Ahmed dan Abdul Gaffar yang pernah menjadi sekretaris parlemen. Selain itu, terdapat beberapa nama lain seperti Abdul Bashar, Zohora Begum, Abul Khair, Abdus Sobhan, Abdul Bashar, Rashid Ahmed, and Nasiruddin (U Pho Khine) yang pernah menjadi anggota kabinet semasa pemerintahan Perdana Menteri U Nu. Namun kiprah politik orang-orang Rohingya berakhir setelah Junta Militer berkuasa di Burma. Berdasarkan keterangan dari Amnesty Internasional, orang-orang Rohingya mengalami berbagai penindasan hak asasi manusia oleh Junta Militer Burma sejak Hak kebebasan untuk bepergian (freedom to movement) bagi orang-orang Rohingya dibatasi secara ketat dan sebagian besar dari mereka tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Orang-orang Rohingya pun menjadi sasaran dari berbagai bentuk pemerasan dan pungutan liar, tanah-tanah mereka dirampas, diusir secara paksa dan rumah-rumah mereka digusur. Akses keuangan dan hak untuk menikah bagi warga Rohingya pun dibatasi secara ketat. Sebagian dari orang-orang Rohingya dipekerjakan secara paksa untuk membangun jalan-jalan dan kamp-kamp militer. Pada tahun 1978, diperkirakan 200 ribu orang-orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh menyusul dilaksanakannya operasi "Nagamin" (Dragon King) oleh militer Myanmar. Operasi militer ini secara resmi dinyatakan sebagai upaya untuk "memeriksa setiap individu yang tinggal di Myanmar, mendata status kewarganegaraannya, serta menyaring orang-orang yang masuk ke dalam Myanmar secara ilegal". Operasi militer ini diarahkan kepada masyarakat sipil (tidak bersenjata) yang mengakibatkan sejumlah pembunuhan, pemerkosaan, penghancuran mesjid-mesjid, dan pelarangan ritual-ritual keagamaan tertentu. Pada tahun , gelombang pengungsi yang mengalir ke Bangladesh diperkirakan mencapai lebih dari seperempat juta. Para pengungsi itu melaporkan berbagai tindak pelanggaran HAM yang dialaminya, seperti dipekerjakan secara paksa, dieksekusi, dianiaya, dan diperkosa. Orang-orang Rohingya juga dilaporkan telah dipekerjakan tanpa bayaran dan dalam kondisi yang sangat buruk untuk membangun instalasi-instalasi militer dan 2 / 7
3 proyek-proyek ekonomi pemerintah Myanmar. Apa yang dialami orang-orang Rohingya sebenarnya juga dialami oleh etnis-etnis minoritas lain yang berada di Myanmar. Laporan Human Right Watch yang menyebut bahwa sejak 2004 telah lebih dari satu juta komunitas minoritas terusir dari desa-desa mereka. Etnis-etnis minoritas yang ikut menderita adalah Kachin, Chin, Mon, Shan (berkerabat dekat dengan etnis Siam di Thailand), sebagaimana dicuplik dalam esai Teuku Kemal Fasya "Seduka Pengungsi Myanmar" (dimuat Kompas, 14/02). Kemal Fasya menambahkan, "kesewenang- wenangan junta militer Myanmar sebelumnya bernama Burma bukan hanya memberangus perlawanan kelompok oposisi nasional Aung San Suu Kyi, tetapi juga menindas suku-suku minoritas yang berbeda bahasa dan agama. Bahkan, pengubahan nama Myanmar pada 1989 (Myanmah) dianggap sebagai label hegemoni politik karena merujuk secara historis pada etnik mayoritas dibandingkan dengan identitas nasional". Selain terhadap orang-orang Rohingya dan Karen, Kemal Fasya menulis bahwa sejak berkuasa tahun 1962, Junta militer Myanmar telah melakukan berbagai operasi militer dalam rangka membersihkan etnik-etnik minoritas di Myanmar. Mengutip keterangan Jack Dunford, Direktur Konsorsium Perbatasn Thailand-Burma, pada saat ini Junta Militer sedang memperhebat operasi militer di daerah basis etnik minoritas Karin yang berbatasan dengan Thailand sehingga ribuan etnis Karin harus keluar dari tanah kelahiran mereka (news.yahoo.com, 3/1/2009). Untuk saat ini, orang-orang Rohingya dan orang-orang dari etnis-etnis minioritas lainnya yang berasal dari wilayah Myanmar adalah "stateless citizen", penduduk yang kehilangan status kewarganegaraan karena alasan-alasan politik. Sepintas, kasus orang-orang Rohingya mengingatkan kita terhadap nasib orang-orang Palestina yang terpaksa mengungsi akibat sebagian besar wilayahnya dikuasai oleh Pemerintah Israel. Gerakan Pembebasan Nasional Selain menyebabkan gelombang pelarian dan pengungsian yang menyebar ke berbagai negeri, kekerasan Junta Militer Myanmar pada akhirnya menumbuhkan perlawanan politik dari orang-orang Rohingya. Salah satu kelompok gerakan yang paling tidak telah teridentifikasi saat ini adalah "Arakan Rohingya National Organization (ARNO)". Berdasarkan situsnya ( ARNO adalah sebuah koalisi yang terdiri tiga organisasi, yakni Arakan Rohingya Islamic Front (ARIF) dipimpin oleh Nurul Islam, Rohingya Solidarity Organization (RSO) yang dipimpin Dr. Yunus, dan Rohingya Solidarity Organization (RSO) yang dipimpin oleh Prof. Mohammad Zakaria. Kelompok ini mengusung perjuangan pembebasan nasional atas dasar hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan. Dalam situs tersebut tidak diketahui kapan ARNO berdiri. Yang pasti, di situ tertera keterangan bahwa ARNO pernah melaksanakan Rohingya National Council ke-2 yang merupakan Kongres ARNO, pada 5-7 Oktober Tidak terdapat keterangan di mana kongres tersebut dilaksanakan, yang ada hanyalah keterangan tentang delegasi dan perwakilan yang hadir 3 / 7
4 dinyatakan berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk ulama, elit, dan komandan-komandan Rohingya National Army (RNA). Selain itu, penulis masih belum mendapatkan kejelasan mengenai maksud yang praktiks atas gerakan pembebasan nasional Rohingya. Apakah hal itu berarti tersebut pemisahan wilayah dari Myanmar, bergabung dengan Bangladesh, atau mendirikan negara sendiri. Sejauh pembacaan penulis atas naskah, kecenderungannya adalah pada gerakan pemisahan diri dari Myanmar dan menghendaki hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan untuk bangsa Rohingya yang berdiam di kawasan Arakan. Di antara tujuan-tujuan yang tertera dalam dokumen tersebut, terdapat beberapa hal, seperti komitmen untuk memelihara perkembangan budaya Islam di kalangan Muslim Arakan, mengupayakan pemulangan para pengungsi ke tanah asalnya masing-masing, melawan penindasan militer Myanmar, menolak investasi asing yang dibawa pemerintahan Junta Militer Myanmar, melawan diskriminasi dan eksploitasi ekonomi, mendukung semua gerakan pembebasan nasional dan demokrasi dan akan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan lain di dalam Myanmar untuk melawan Junta Militer, serta menyerukan dukungan internasional, khususnya dari ASEAN, Organisasi Konferensi Islam (OKI), PBB, Gerakan Non-Blok, LSM-LSM, dan lain-lain. Bangkitnya gerakan politik dalam kerangka pembebasan nasional dan hak menentukan nasib sendiri dari orang-orang Rohingya sesungguhnya merupakan reaksi yang natural atas kekejaman politik Junta Militer Myanmar. Gerakan ini sudah pasti diinsyafi oleh kesadaran bahwa masalah-masalah yang dialami orang-orang Rohingya, dan etnis-etnis minoritas lainnya di Myanmar, menuntut penyelesaian politik. Pada tingkat saat ini, sepertinya, tuntutannya telah berkembang dan menjurus pada keinginan untuk memisahkan diri. Namun barangkali dengan menghitung kekuatan dan mempertimbangkan adanya gerakan-gerakan perlawanan etnis minoritas lainnya di Myanmar, gerakan nasional Arakan Rohingya tidak dalam waktu dekat mendeklarasikan diri sebagai gerakan memisahkan diri, melainkan gerakan melawan rejim fasis Junta Militer Myanmar. Secara alamiah pula, kebangkitan gerakan politik orang-orang Rohingya akan melahirkan reaksi yang lebih besar dari Pemerintah Junta Militer Myanmar. Penolakan Junta Militer untuk mengakui kewarganegaraan orang-orang Rohingya hanyalah salah-satu reaksi yang tampak pada saat ini. Kita belum mengetahui jelas bagaimana dampak dari kebangkitan ini terhadap orang-orang Rohingya yang masih berdiam di Myanmar. Sepatutnya kita khawatir, kebangkitan ini akan terus mendorong adanya operasi militer yang lebih keji dan represif terhadap orang-orang Rohingya. Intinya, dengan begitu banyak kekerasan politik dan militer yang dilakukan Junta Militer Myanmar terhadap rakyatnya, khususnya kaum minoritas dan kelompok-kelompok pro-demokrasi, rasanya sulit bagi kita berharap bahwa pemerintah Myanmar akan mau menerima pemulangan orang-orang Rohingya ke wilayah asalnya. Selain itu, bagi orang-orang Rohingya, pulang ke Myanmar sama saja menyerahkan diri pada kematian dan penyiksaan. 4 / 7
5 To ASEAN: Humanity First! Human Right Above All! Melalui salah-satu pernyataan dalam siaran pers terakhirnya, ARNO menyatakan menyambut gembira sikap pemerintah Indonesia yang melakukan penyelamatan atas orang-orang perahu, pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Indonesia. "We express our gratitude to the brotherly people and Government of Indonesia for rescuing hundreds of Rohingya and other boatpeople and providing them with temporary refuge, medical treatment and humanitarian assistance" (Siaran ARNO tertanggal 9 Februari 2009). Sikap ini sepertinya tidak hanya ditujukan untuk meraih simpati Indonesia--sekaligus mengimbangi sikap Thailand yang mengusir orang-orang Rohingya--melainkan juga untuk mendapatkan pengakuan politik dari forum ASEAN yang akan menggelar pertemuan di Bangkok, akhir Februari 2009 ini. Sudah barang tentu, ARNO bermaksud menarik perhatian ASEAN terhadap masalah kemanusiaan orang-orang Rohingya, baik yang berada di dalam negeri, di pengungsian, atau tengah berjuang bertahan hidup di tengah lautan karena pengusiran atau sengaja melarikan diri dalam keadaan yang serba kepayahan. Menurut hemat penulis, isu orang-orang Rohingya ini tentunya dan seharusnya menjadi agenda tambahan bagi Forum ASEAN atas masalah-masalah yang dialami rakyat Myanmar. Dalam masalah ini, pembahasan yang seharusnya dilakukan ASEAN tidak hanya terfokus pada sikap Junta Militer Myanmar yang telah melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap etnis-etnis minoritas di Myanmar. Perhatian juga perlu diarahkan pada bagaimana ASEAN sebagai suatu komunitas di tingkat regional merumuskan sikap bersama atas masalah ini. Tekanan politik pada Junta Militer Myanmar harus segera dilakukan untuk menghentikan gelombang kekerasan yang diarahkan pada kelompok-kelompok minoritas dan kelompok-kelompok pro-demokrasi di Myanmar. Selain penghentian kekerasan militer, Junta Militer Myanmar juga perlu didesak untuk tidak melakukan berbagai pelanggaran HAM lainnya, baik dalam kerangka sipil-politik maupun ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Selain itu, tekanan pada tingkat berbeda juga perlu dilakukan pada negara-negara ASEAN lainnya, khususnya Thailand yang dikabarkan telah melakukan penyiksaan kepada orang-orang Rohingya. Dalam hal itu, pemerintah Indonesia, sebagai pihak yang terkena "giliran" masalah juga perlu ditekan untuk tidak secara buru-buru mendeportasi orang-orang Rohingya ke Myanmar tanpa mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan dari Junta Militer Myanmar. Polemik apakah orang-orang Rohingya itu adalah "pengungsi ekonomi" atau "pengungsi politik" semestinya tidak membutakan mata kita akan pentingnya mendahulukan penanganan kemanusiaan. Dengan menilik pada sejarahnya dan latar-belakang sosialnya, setiap orang Rohingya yang terdampar di Aceh saat ini barangkali bisa disebut sebagai "is a person who flees to a foreign country or power to escape danger or persecution" sebagaimana dinyatakan dalam "Convention Relating to the Status of Refugees" tahun Dalam pada itu, pemberian pengobatan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang mendesak, sampai moratorium pemulangan pengungsi dan penghentian pengusiran pengungsi Rohingya yang tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara. 5 / 7
6 Upaya ini hendaknya tidak disempitkan sebatas solidaritas atas penderitaan orang Rohingya, melainkan sebagai upaya awal untuk meletakkan dasar-dasar penanganan masalah pengungsi, internal displaced person, orang-orang terusir, dan buruh migran yang sebelumnya telah menjadi agenda-agenda penting dalam tingkat ASEAN. Penulis tidak menolak adanya upaya sebagian kalangan yang berupaya menekan pemerintah Indonesia atas dasar sentimen agama. Meski demikian, selain tidak memadai, pembangunan sentimen agama justru akan mempersempit dimensi persoalan. Terlebih, bila kita berkaca pada kasus-kasus kekerasan yang dialami warga negara Indonesia yang menjadi buruh-buruh migran di negara-negara yang mayoritas beragama Islam (seperti Malaysia dan Arab Saudi), sentimen agama tidak pernah terbukti mampu menghentikkan gelombang kekerasan yang dilakukan oleh majikan-majikan BMI yang sebagian beragama Islam. Penulis hanya khawatir, sentimen yang saat ini dihembuskan oleh sebagian ormas Islam justru akan berbalik, sebab sepengetahuan penulis, ormas-ormas tersebut tidak pernah bersuara ketika saudara-saudaranya, perempuan maupun laki-laki muslim asal Indonesia yang menjadi buruh migran mendapatkan perlakuan yang keji dari majikan-majikannya seperti yang terjadi di Arab Saudi dan beberapa negara timur-tengah lainnya. Pelibatan PBB, dalam hal ini UNHCR dalam penanganan kasus Rohingya memang diperlukan. Hanya saja, kedudukannya sekunder. Pasalnya, upaya untuk mengatasi masalah ini tentunya tidak sekadar menangani dampak, melainkan juga harus diarahkan pada upaya-upaya yang lebih mendalam dalam rangka menekan atau mempersempit faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya pengungsian tersebut, secara beradab, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan keadilan sosial. Kasus Rohingya dan kekejaman Junta Militer Myanmar adalah salah-satu ujian paling konkret bagi para pemimpin negara di ASEAN yang akan menggelar KTT ke-14 ASEAN di Bangkok akhir bulan ini. Kasus ini juga semakin memperkuat pentingnya dilakukan keseimbangan antara pembicaraan-pembicaraan ekonomi dengan pembicaraan-pembicaraan mengenai masalah-masalah HAM pada tingkat ASEAN. Keseimbangan antara pembicaraan masalah ekonomi yang tetap bersandar pada pengakuan hak asasi manusia inilah yang sebenarnya menjadi kunci dari pencapaian kesejahteraan yang berdasarkan pada keadilan sosial.*** Tulisan ini merupakan tulisan pendahuluan yang kemungkinan akan terus diperbaiki sesuai dengan perkembangan data yang diperoleh penulis. Karenanya, dimohonkan saran-sarannya untuk memperbaiki naskah ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat. Syamsul Ardiansyah Jakarta, 15 Februari 2009 Referensi: / 7
7 ingya/ emid= RID%3A9&q=Rohingya&sa=Cari#978 =f&oq= 7 / 7
BAB V KESIMPULAN. Tenggara, yakni Association South East Asian Nations atau yang dikenal
BAB V KESIMPULAN Malaysia merupakan negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, sebagai negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, Malaysia merupakan salah satu pendiri organisasi di kawasan Asia Tenggara,
BAB III SIKAP MALAYSIA TERHADAP MASALAH ROHINGYA
BAB III SIKAP MALAYSIA TERHADAP MASALAH ROHINGYA Pada bab selanjutnya ini, akan dijelaskan dan dijabarkan mengenai sikap Malaysia terhadap masalah Rohingya, yang mana dalam sub-bab nya yakni terdiri dari
BAB I PENDAHULUAN. dengan sebutan Rohang dan saat ini lebih dikenal dengan Rakhine. Itu sebabnya orangorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rohingya merupakan etnis minoritas muslim yang mendiami wilayah Arakan sebelah utara Myanmar berbatasan dengan Bangladesh, yang dahulu wilayah ini dikenal dengan sebutan
Lampiran 1. Daftar Pertanyaan dan Jawaban atas Wawancara yang Dilakukan Kepada Beberapa Narasumber:
Lampiran 1. Daftar Pertanyaan dan Jawaban atas Wawancara yang Dilakukan Kepada Beberapa Narasumber: 1. Bapak Ardi Sofinar (Perwakilan UNHCR Medan) Pertanyaan yang diajukan seputar: Keberadaan UNHCR di
BAB I PENDAHULUAN. antara Negara Penerima dengan United Nations High Commissioner for
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengungsi dan pencari suaka kerap kali menjadi topik permasalahan antara Negara Penerima dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai mandat
Perspektif Hukum Internasional atas Tragedi Kemanusiaan Etnis Rohingya Hikmahanto Juwana
Perspektif Hukum Internasional atas Tragedi Kemanusiaan Etnis Rohingya Hikmahanto Juwana Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum UI 1 Cycle of Violence Tragedi kemanusiaan atas etnis Rohingnya berulang
ROHINGYA 101 DATA DAN FAKTA
ROHINGYA 101 DATA DAN FAKTA TENTANG ROHINGYA, ARAKAN DAN RAKHINE 1. Rohingya adalah nama kelompok etnis yang tinggal di negara bagian Arakan/ Rakhine sejak abad ke 7 Masehi. 2. Ada beberapa versi tentang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)
BAB I PENDAHULUAN. internasional, negara harus memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara merupakan salah satu subjek hukum internasional. Sebagai subjek hukum internasional, negara harus memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu, salah satunya
BAB I PENDAHULUAN. sama-sama hidup dalam suatu ruang yaitu globus dan dunia. 1 Globalisasi yang terjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Globalisasi adalah suatu rangkaian proses penyadaran dari semua bangsa yang sama-sama hidup dalam suatu ruang yaitu globus dan dunia. 1 Globalisasi yang terjadi
Kaum Muslim Myanmar merupakan 4 persen total populasi 60 juta, menurut sensus pemerintah.
Biksu Buddha Saydaw Wirathu, yang dikenal sebagai bin Laden dari Myanmar, telah menyerukan untuk memboikot secara nasional bisnis kaum Muslim di Myanmar Belum kering air mata warga Rohingya yang dianiaya
BAB V PENUTUP. kebijakan isolasi untuk menutup negara Myanmar dari dunia internasional. Semua. aspek kehidupan mulai dari politik, ekonomi, hukum
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Negara Myanmar telah diperintah oleh junta militer sejak tahun 1962 melalui sebuah kudeta yang menggeser sistem demokrasi parlemen yang telah diterapkan sejak awal kemerdekaannya
Burma mempunyai catatan tersendiri dalam sejarah Burma karena AFPFL BAB V. Kesimpulan
sistem satu partai atau partai tunggal dalam bidang pemerintahan. Oleh karena itu, semua partai politik termasuk AFPFL dihilangkan. Ne Win menganggap bahwa banyaknya partai politik akan mengacaukan pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang seperti teknologi, sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persoalan migrasi manusia akhir-akhir ini telah mengalami peningkatan yang signifikan. Seiring dengan adanya arus globalisasi yang mendorong perubahan di berbagai
RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN
RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT PANJA KOMISI III DPR-RI DENGAN KEPALA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL (BPHN) DALAM RANGKA PEMBAHASAN DIM RUU TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA ---------------------------------------------------
BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH THAILAND TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA. seperti Indonesia dan Thailand negara ini juga merupakan anggota Association of
13 BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH THAILAND TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA A. Sejarah Pengungsi Rohingya Myanmar adalah salah satu negara yang terletak di Asia Tenggara. Sama seperti Indonesia dan Thailand negara
Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun
Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah
PERAN OFFICE OF THE HIGH COMMISSIONER FOR HUMAN RIGHT DALAM PENYELESAIAN KASUS GENOSIDA ETNIS ROHINGYA DI MYANMAR ( )
ejournal Ilmu Hubungan Internasional, 2013, 1 (2): 42-50 ISSN 0000-0000, ejournal.hi.fisip-unmul.org Copyright 2013 PERAN OFFICE OF THE HIGH COMMISSIONER FOR HUMAN RIGHT DALAM PENYELESAIAN KASUS GENOSIDA
Albania Negeri Muslim di Benua Biru?
Albania Negeri Muslim di Benua Biru? Faktanya banyak sekali hal-hal yang belum kita ketahui tentang agama islam di dunia ini, bagi kalian yang mengaku masyarakat islam hendaklah kita sesekali menilik lebih
JURNAL. ( Studi Kasus Eks Pengungsi Timor Timur) Diajukan Oleh : MARIANUS WATUNGADHA
JURNAL STATUS KEWARGANEGARAAN MASYARAKAT YANG BERDOMISILI DI KAWASAN PERBATASAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR LESTE KHUSUSNYA YANG BERDOMISILI DI WILAYAH KABUPATEN BELU ( Studi
perkebunan kelapa sawit di Indonesia
Problem HAM perkebunan kelapa sawit di Indonesia Disampaikan oleh : Abdul Haris Semendawai, SH, LL.M Dalam Workshop : Penyusunan Manual Investigasi Sawit Diselenggaran oleh : Sawit Watch 18 Desember 2004,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul Peranan Aung San Suu Kyi Dalam Memperjuangkan Demokrasi di Myanmar tahun 1988-2010. Kesimpulan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
105 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran dari skripsi dengan judul GEJOLAK PATANI DALAM PEMERINTAHAN THAILAND (Kajian Historis Proses Integrasi Rakyat Patani
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)
Peranan hamas dalam konflik palestina israel tahun
Peranan hamas dalam konflik palestina israel tahun 1967 1972 Oleh: Ida Fitrianingrum K4400026 BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian seperti yang diuraikan pada
BAB II ISU BURUH MIGRAN DAN MIGRANT CARE. CARE sebagai Non-Government Organization. Pembahasan tentang sejarah baik dari
BAB II ISU BURUH MIGRAN DAN MIGRANT CARE Bab ini akan menjelaskan tentang awal mula munculnya isu buruh migran di Indonesia, pada bab ini penulis akan mencoba memaparkan tentang kondisi buruh migran dan
PERAN ASEAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ETNIS ROHINGNYA. Triono * Abstrak
PERAN ASEAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ETNIS ROHINGNYA Triono * Abstrak Konflik dan kekerasan berbau SARA yang terjadi di Myanmar hingga kini belum terselesaikan dengan baik. Banyaknya faktor yang menjadi
Orang-Orang Tanpa Kewarganegaraan. Melindungi Hak-Hak
Melindungi Hak-Hak Orang-Orang Tanpa Kewarganegaraan K o n v e n s i 1 9 5 4 t e n t a n g S t a t u s O r a n g - O r a n g T a n p a k e w a r g a n e g a r a a n SERUAN PRIBADI DARI KOMISIONER TINGGI
I. PENDAHULUAN. setelah China, India, dan USA. Kondisi ini menyebabkan jumlah pencari kerja
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia setelah China, India, dan USA. Kondisi ini menyebabkan jumlah pencari kerja atau angkatan
PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK:
PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK: 1 The Regional Support Office of the Bali Process (RSO) dibentuk untuk mendukung dan memperkuat kerja sama regional penanganan migrasi
Mengenal Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya
Mengenal Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (Konvensi Migran 1990) KOMNAS PEREMPUAN KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Mengenal
Buku «Memecah pembisuan» Tentang Peristiwa G30S tahun 1965
Buku «Memecah pembisuan» Tentang Peristiwa G30S tahun 1965 Tulisan ini bukanlah resensi buku. Melainkan seruan atau anjuran kepada orang-orang yang mempunyai hati nurani dan berperkemanusiaan, atau yang
Tindakan Amerika di negeri-negeri Muslim itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam
Tindakan Amerika di negeri-negeri Muslim itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam Presiden Barack Obama kembali menjejakkan kakinya di Indonesia. Tidak ke Jakarta sebagaimana November 2010
BAB VI. 6.1 Kesimpulan Strategi Suriah dalam menghadapi konflik dengan Israel pada masa Hafiz al-
166 BAB VI 6.1 Kesimpulan Strategi Suriah dalam menghadapi konflik dengan Israel pada masa Hafiz al- Assad berkaitan dengan dasar ideologi Partai Ba ath yang menjunjung persatuan, kebebasan, dan sosialisme
PENERAPAN PRINSIP NON REFOULEMENT TERHADAP PENGUNGSI DALAM NEGARA YANG BUKAN MERUPAKAN PESERTA KONVENSI MENGENAI STATUS PENGUNGSI TAHUN 1951
PENERAPAN PRINSIP NON REFOULEMENT TERHADAP PENGUNGSI DALAM NEGARA YANG BUKAN MERUPAKAN PESERTA KONVENSI MENGENAI STATUS PENGUNGSI TAHUN 1951 Oleh: Titik Juniati Ismaniar Gede Marhaendra Wija Atmadja Bagian
II. TINJAUAN PUSTAKA
22 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Penahanan Aung San Suu Kyi 1. Pengertian Penahanan Penahanan merupakan proses atau perbuatan untuk menahan serta menghambat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 2006),
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK) DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB I PENDAHULUAN. melakukan mobilisasi atau perpindahan tanpa batas yang menciptakan sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi membuka kesempatan besar bagi penduduk dunia untuk melakukan mobilisasi atau perpindahan tanpa batas yang menciptakan sebuah integrasi dalam komunitas
BAB V PENUTUP. Tesis ini berupaya untuk memberikan sebuah penjelasan mengenai
BAB V PENUTUP Tesis ini berupaya untuk memberikan sebuah penjelasan mengenai hubungan antara kebangkitan gerakan politik Islam dalam pergolakan yang terjadi di Suriah dengan persepsi Amerika Serikat, yang
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi politik di Pakistan tak pernah jauh dari pemberitaan media internasional, kekacauan politik seolah menjadi citra buruk di mata internasional. Kekacauan
Dikdik Baehaqi Arif
Dikdik Baehaqi Arif [email protected] PENGERTIAN HAM HAM adalah hak- hak yang secara inheren melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia Idak dapat hidup sebagai manusia (Jan Materson) PENGERTIAN
BAB III PROBLEMATIKA KEMANUSIAAN DI PALESTINA
BAB III PROBLEMATIKA KEMANUSIAAN DI PALESTINA Pada bab ini penulis akan bercerita tentang bagaimana sejarah konflik antara Palestina dan Israel dan dampak yang terjadi pada warga Palestina akibat dari
PERAN INDONESIA DALAM ORGANISASI INTERNASIONAL
PERAN INDONESIA DALAM ORGANISASI INTERNASIONAL Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ASEP GINANJAR PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 1. Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA INDONESIA TAHUN
LAMPIRAN I KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TANGGAL 11 MEI 2004 RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA INDONESIA TAHUN 2004 2009 I. Mukadimah 1. Sesungguhnya Hak Asasi Manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Rani Anggia Puspita, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Gejolak politik yang terjadi di Myanmar, amat disoroti dalam pemberitaan dunia internasional. Sistem pemerintahannya yang dipertahankan selama puluhan
UNOFFICIAL TRANSLATION
UNOFFICIAL TRANSLATION Prinsip-prinsip Siracusa mengenai Ketentuan Pembatasan dan Pengurangan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik Annex, UN Doc E / CN.4 /
2015 PERANAN SOUTH WEST AFRICA PEOPLE ORGANIZATION (SWAPO) DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN NAMIBIA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Namibia merupakan negara mandat dari Afrika Selatan setelah Perang Dunia I. Sebelumnya, Namibia merupakan negara jajahan Jerman. Menurut Soeratman (2012,
LATAR BELAKANG, PROSES, DARI KONFLIK ANTARA INDIA DENGAN PAKISTAN SEMPAI SAAT INI. Oleh: Yasir M Hadi
LATAR BELAKANG, PROSES, DARI KONFLIK ANTARA INDIA DENGAN PAKISTAN SEMPAI SAAT INI Oleh: Yasir M Hadi Sebelum kita berbicara tentang masalah konflik antara India dengan Pakistan,terlebih dahulu kita harus
BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. objektivitas pemberitaannya, peneliti juga memasukkan analisis konflik sebagai
BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk melihat objektivitas surat kabar Republika mengenai pemberitaan konflik Rohingya yang terjadi di Myanmar. Selain melihat objektivitas pemberitaannya,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK)
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK) DENGAN RAHMAT TUHAN
LAMPIRAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1994 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN EKSTRADISI ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AUSTRALIA
LAMPIRAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1994 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN EKSTRADISI ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AUSTRALIA PERJANJIAN EKSTRADISI ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AUSTRALIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PERMEN-KP/2017 TENTANG PENANGANAN TINDAK PIDANA PERIKANAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENT ANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK) DENGAN RAHMAT TUHAN
ISU-ISU TERKINI ASEAN. Dewi Triwahyuni
ISU-ISU TERKINI ASEAN Dewi Triwahyuni Beberapa isu terkait ASEAN saat ini: Kasus Pengungsi Myanmar (Rohingya) Masyarakat Ekonomi ASEAN ASEAN & Kerjasama IORA ASEAN & Konflik Laut Cina Selatan IORA & ASEAN
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 119, 2005 AGREEMENT. Pengesahan. Perjanjian. Hak Sipil. Politik (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara
BAB I PENDAHULUAN. dapat dipakai untuk melakukan penyerangan kepada pihak musuh. Peraturanperaturan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konvensi-konvensi Den Haag tahun 1899 merupakan hasil Konferensi Perdamaian I di Den Haag pada tanggal 18 Mei-29 Juli 1899. Konvensi Den Haag merupakan peraturan
PENDIDIKAN PANCASILA
PENDIDIKAN PANCASILA KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena atas berkat dan rahmat-nya lah kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik, salawat serta
LAPORAN KUNJUNGAN. Ke Sekretariat ASEAN dan Kedutaan Besar Malaysia. Sekretariat ASEAN
LAPORAN KUNJUNGAN Christoph. Ratno Nugroho Ke Sekretariat ASEAN dan Kedutaan Besar Malaysia Sekretariat ASEAN M. C. Abad, Jr. (Head of ARF Unit) June, 16 th 2006 Topik : Isu-Isu Kontemporer di Asia Tenggara
Westget Mall diperkirakan merupakan supermarket milik Israel yang sering dikunjungi orang-orang asing.
Westget Mall diperkirakan merupakan supermarket milik Israel yang sering dikunjungi orang-orang asing. Balas campur tangan militer Kenya di Somalia, kelompok al Shabab menyerang sebuah mal di Nairobi,
BAB I PENDAHULUAN. yang tidak pernah dijajah. Meskipun demikian, negara ini tidak luput dari
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Thailand merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Meskipun demikian, negara ini tidak luput dari permasalahan konflik dalam
Negara Jangan Cuci Tangan
Negara Jangan Cuci Tangan Ariel Heryanto, CNN Indonesia http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160426085258-21-126499/negara-jangan-cuci-tangan/ Selasa, 26/04/2016 08:53 WIB Ilustrasi. (CNN Indonesia)
ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014
ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya hak-hak asasi dan kebebasan-kebebasan fundamental manusia melekat pada setiap orang tanpa kecuali, tidak dapat
GLOBALISASI HAK ASASI MANUSIA DARI BAWAH: TANTANGAN HAM DI KOTA PADA ABAD KE-21
Forum Dunia tentang HAM di Kota tahun 2011 GLOBALISASI HAK ASASI MANUSIA DARI BAWAH: TANTANGAN HAM DI KOTA PADA ABAD KE-21 16-17 Mei 2011 Gwangju, Korea Selatan Deklarasi Gwangju tentang HAM di Kota 1
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG MAJELIS UMUM KE-58 PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA. New York, 23 September 2003
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG MAJELIS UMUM KE-58 PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA New York, 23 September 2003 Yang Mulia Ketua Sidang Umum, Para Yang Mulia Ketua Perwakilan Negara-negara Anggota,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia adalah
Lampiran. Timeline Konflik Yang Terjadi Di Suriah Kekerasan di kota Deera setelah sekelompok remaja
Lampiran Timeline Konflik Yang Terjadi Di Suriah Maret 2011 Kekerasan di kota Deera setelah sekelompok remaja membuat graffiti politik, puluhan orang tewas ketika pasukan keamanan menindak Demonstran Mei
BAB II UNITED NATION HIGH COMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) DAN PENANGANAN MASALAH PENGUNGSI
BAB II UNITED NATION HIGH COMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) DAN PENANGANAN MASALAH PENGUNGSI Organisasi internasional atau lembaga internasional memiliki peran sebagai pengatur pengungsi. Eksistensi lembaga
BAB IV KESIMPULAN Prosperity Outhority faktor sosial ekonomi politik
BAB IV KESIMPULAN Setelah melakukan beberapa analisa data melalui pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan penelitian ini kedalam beberapa hal pokok untuk menjawab pertanyaan
BAB 5 PENUTUP. 5.1.Kesimpulan
99 BAB 5 PENUTUP 5.1.Kesimpulan Berbagai macam pernyataan dari komunitas internasional mengenai situasi di Kosovo memberikan dasar faktual bahwa bangsa Kosovo-Albania merupakan sebuah kelompok yang memiliki
REKOMENDASI KEBIJAKAN KOALISI PEREMPUAN INDONESIA TERHADAP RUU PPILN
REKOMENDASI KEBIJAKAN KOALISI PEREMPUAN INDONESIA TERHADAP RUU PPILN RUU PPILN Harus Sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK SOSIALIS VIETNAM TENTANG PENETAPAN BATAS LANDAS KONTINEN,
BAB I PENDAHULUAN. pada era reformasi adalah diangkatnya masalah kekerasan dalam rumah tangga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu hal penting yang telah menjadi perhatian serius oleh pemerintah pada era reformasi adalah diangkatnya masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2010 TENTANG
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2010 TENTANG KETENTRAMAN, KETERTIBAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2010 TENTANG KETENTRAMAN, KETERTIBAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI
Perlawanan Etnis Muslim Rohingya terhadap Kebijakan Diskriminatif Pemerintah Burma-Myanmar
Gulia Ichikaya Mitzy Perlawanan Etnis Muslim Rohingya terhadap Kebijakan Diskriminatif Pemerintah Burma-Myanmar Gulia Ichikaya Mitzy Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Omet Rasyidi, 2014
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Negara Vietnam merupakan salah satu negara yang ada di Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang dalam usaha meraih dan mempertahankan kemerdekaannya.
BAB V KESIMPULAN. Rencana Iran menjadi tuan rumah KTT Non Blok mendapat perlawanan dari
BAB V KESIMPULAN Rencana Iran menjadi tuan rumah KTT Non Blok mendapat perlawanan dari AS dan Israel. Kedua negara secara nyata mengajak negara anggota Non Blok untuk tidak hadir dalam agenda tersebut,
Pokok-pokok Isi Protokol Opsional pada Konvensi Menentang Penyiksaan
1 Pokok-pokok Isi Protokol Opsional pada Konvensi Menentang Penyiksaan I.PENDAHULUAN Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat
BAB I PENDAHULUAN. disebarluaskan melalui jalur kegiatan dagang dengan jalan damai, terbuka dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara, pada awalnya disebarluaskan melalui jalur kegiatan dagang dengan jalan damai, terbuka dan tanpa pemaksaan yang dilakukan
PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA
PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Disajikan dalam kegiatan pembelajaran untuk Australian Defence Force Staff di Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, Indonesia 10 September 2007
TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PENGUNGSI (REFUGEE) DALAM HUKUM INTERNASIONAL FITRIANI / D
TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PENGUNGSI (REFUGEE) DALAM HUKUM INTERNASIONAL FITRIANI / D 101 09 550 ABSTRAK Pada hakikatnya negara/pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap warga negaranya.
PESAN DAN MAKNA GAMBAR PADA T-SHIRT MERCHANDISE BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Konflik antara Palestina dan Israel berawal saat terjadinya migrasi besarbesaran kaum Yahudi ke tanah Palestina. Lebih dari lima puluh lima ribu orang datang
Kalender Doa Proyek Hana Juli Berdoa Bagi Wanita di China
Kalender Doa Proyek Hana Juli 2016 Berdoa Bagi Wanita di China Jumlah penduduk pada kepulauan utama mendekati 1.4 juta dan terdiri dari 56 kelompok etnik. 96 persen penduduknya adalah Cina Han. Perubahan
PEMERKOSAAN,PERBUDAKAN SEKSUALITAS
PEMERKOSAAN,PERBUDAKAN SEKSUALITAS Di dunia ini Laki-laki dan perempuan memiliki peran dan status sosial yang berbeda dalam masyarakat mereka, dan Komisi diharuskan untuk memahami bagaimana hal ini berpengaruh
I. PENDAHULUAN. Anak adalah amanat sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah amanat sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang
Komunisme dan Pan-Islamisme
Komunisme dan Pan-Islamisme Tan Malaka (1922) Penerjemah: Ted Sprague, Agustus 2009 Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat
AMNESTY INTERNATIONAL SIARAN PERS
AMNESTY INTERNATIONAL SIARAN PERS Tanggal Embargo: 13 April 2004 20:01 GMT Indonesia/Timor-Leste: Keadilan untuk Timor-Leste: PBB Berlambat-lambat sementara para pelaku kejahatan bebas berkeliaran Pernyataan
