BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Erlin Verawati Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Quick Response Code Quick Response Code sering di sebut QR Code atau Kode QR adalah semacam simbol dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave yang merupakan anak perusahaan dari Toyota sebuah perusahaan Jepang pada tahun Tujuan dari QR Code ini adalah untuk menyampaikan informasi secara cepat dan juga mendapat tanggapan secara cepat. Pada awalnya QR Code digunakan untuk pelacakan bagian kendaraan untuk manufacturing. Namun sekarang, telah digunakan untuk komersil yang ditujukan pada pengguna telepon seluler. QR Code adalah perkembangan dari barcode atau kode batang yang hanya mampu menyimpan informasi secara horizontal sedangkan QR Code mampu menyimpan informasi lebih banyak, baik secara horizontal maupun vertikal. Gambar 2.1 Contoh QR Code Saya anak USU QR Code biasanya berbentuk persegi putih kecil dengan bentuk geometris hitam (dapat dilihat di gambar 2.1), meskipun sekarang banyak yang telah berwarna dan digunakan sebagai brand produk. Informasi yang dikodekan dalam QR Code
2 7 dapat berupa URL, nomor telepon, pesan SMS, V-Card, atau teks apapun (Ashford, 2010). QR Code telah mendapatkan standarisasi internasional ISO/IEC18004 dan Jepang JIS-X-0510 (Denso, 2011) Anatomi qr code Gambar 2.2 Anatomi QR Code Beberapa penjelasan anatomi QR Code Menurut Ariadi (2011) antara lain : a. Finder Pattern berfungsi untuk identifikasi letak QR Code. b. Format Information berfungsi untuk informasi tentang error correction level dan mask pattern. c. Data berfungsi untuk menyimpan data yang dikodekan. d. Timing Pattern merupakan pola yang berfungsi untuk identifikasi koordinat pusat QR Code, berbentuk modul hitam putih. e. Alignment Pattern merupakan pola yang berfungsi memperbaiki penyimpangan QR Code terutama distorsi non linier. f. Version Information adalah versi dari sebuah QR Code. g. Quiet Zone merupakan daerah kosong di bagian terluar QR Code yang mempermudah mengenali pengenalan QR oleh sensor CCD. h. QR Code version adalah versi dari QR Code yang digunakan.
3 Versi qr code Gambar 2.3 Versi QR Code (Sumber : qrcode.com) QR Code dapat menghasilkan 40 versi yang berbeda dari versi 1 (21 x 21 modul) sampai versi 40 (177 x 177 modul). Tingkatan Versi QR Code 1 dan 2 berbeda 4 modul berlaku sampai dengan versi 40. Setiap versi memiliki konfigurasi atau jumlah modul yang berbeda. Modul ini mengacu pada titik hitam dan putih yang membentuk suatu QR Code. Setiap versi QR Code memiliki kapasitas maksimum data, jenis karakter dan tingkat koreksi kesalahan. Jika Jumlah data yang ditampung banyak maka modul yang yang akan diperlukan dan menjadikan QR Code menjadi lebih besar (Denso, 2011) Mengoreksi kesalahan qr code QR Code mampu mengoreksi kesalahan dan pengembalian data dalam pembacaan kode apabila qr code kotor atau rusak. Menurut Denso (2011), Ada 4 tingkatan koreksi kesalahan dalam QR code : Tabel 2.1 Level Koreksi Level Koreksi kesalahan Jumlah Perkiraan Koreksi L 7% M 15% Q 25% H 30% Semakin tinggi tingkat koreksi kesalahan semakin besar juga versi qr code. Faktor lokasi dan lingkungan operasi perlu di timbangkan dalam menentukan level QR Code.
4 9 Level Q dan H baik digunakan di pabrik yang kotor, sedangkan L untuk tempat yang bersih. Level yang sering digunakan adalah level M dengan perkiraan koreksi mencapai 15% (qrcode.com, 2013) Manfaat qr code Beberapa manfaat yang terdapat pada QR Code menurut Denso (2011) antara lain: 1. Kapasitas tinggi dalam menyimpan data Sebuah QR Code tunggal dapat menyimpan sampai angka. 2. Ukuran yang kecil Sebuah QR Code dapat menyimpan jumlah data yang sama dengan barcode 1D dan tidak memerlukan ruang besar. 3. Dapat mengoreksi kesalahan Tergantung pada tingkat koreksi kesalahan yang dipilih, data pada QR code yang kotor atau rusak sampai 30% dapat diterjemahkan dengan baik. 4. Banyak jenis data QR Code dapat menangani angka, abjad, simbol, karakter bahasa Jepang, Cina atau Korea dan data biner. 5. Kompensasi distorsi QR Code tetap dapat dibaca pada permukaan melengkung atau terdistorsi. 6. Kemampuan menghubungkan Sebuah QR Code dapat dibagi hingga 16 simbol yang lebih kecil agar sesuai dengan ruang. Simbol-simbol kecil yang dibaca sebagai kode tunggal apabila di scan menurut urutan.
5 Macam-macam qr code a) Qr code model 1 dan model 2 i. Qr code model 1 Gambar 2.4 Contoh QR Code Model 1 (Sumber : qrcode.com) Model 1 adalah QR Code asli, dapat menampung angka dengan versi maksimum 14 (73 x 73 modul) (qrcode.com, 2013). ii. Qr code model 2 Gambar 2.5 Contoh QR Code Model 2 (Sumber : qrcode.com) Model 2 adalah penyempurnaan dari model 1 dengan versi terbesar 40 (177 x 177 modules), yang mampu menyimpan sampai angka (qrcode.com, 2013).
6 11 b) Micro qr code Gambar 2.6 Contoh Micro QR Code (Sumber : qrcode.com) Versi terbesar dari kode ini adalah M4 (17 x 17 modul) yang dapat menyimpan hingga 35 angka. Fitur utama dari Micro QR Code adalah hanya memiliki satu pola deteksi posisi, dibandingkan dengan regular QR Code yang memerlukan sejumlah tempat karena pola deteksi posisi yang terletak di tiga sudut simbol. QR Code biasa membutuhkan setidaknya empat modul yang lebar di sekitar simbol, sedangkan Micro QR Code hanya membutuhkan cukup dua modul margin. Konfigurasi Micro QR Code memungkinkan pencetakan di tempat lebih kecil dari QR Code (qrcode.com, 2013). c) iqr Code Gambar 2.7 Contoh iqr Code (Sumber : qrcode.com)
7 12 Kode yang dapat dihasilkan dari salah satu modul, persegi atau persegi panjang. Dan dapat di cetak sebagai kode inversi hitam putih atau kode pola dot (bagian penanda). Versi terbesar dari kode ini dapat mencapai 61 (422x 422 modul), yang dapat menyimpan angka (qrcode.com, 2013). d. SQRC Jenis QR Code ini dilengkapi dengan membaca fungsi pembatas. Ini dapat digunakan untuk menyimpan informasi pribadi untuk mengelola informasi internal perusahaan dan sejenisnya (qrcode.com, 2013). e. LogoQ Gambar 2.8 Contoh LogoQ (Sumber : qrcode.com) Jenis QR Code yang dapat menggabungkan fitur desain tingkat tinggi seperti ilustrasi, huruf dan logo. QR Code ini menggunakan Logika Since proprietary (qrcode.com, 2013) Sandi Vigenere Sandi Vigenere merupakan bagian dari kriptografi. kriptografi adalah kajian mengenai teknik matematika yang digunakan untuk keamanan informasi. Sandi Vigenere menurut Bruen & Forcinito (2011) adalah sebuah sandi klasik yang memiliki konsep
8 13 yang relatif sederhana dan banyak digunakan sampai sekarang. Ide dari sandi Vigenere ini adalah sandi Caesar yang dimodifikasi. Jika sandi Caesar menggunakan kata kunci sandi tunggal, sedangkan sandi vigenere menggunakan kata kunci yang diulang sebanyak yang diperlukan dengan panjang pesan. Huruf yang akan disandikan di sesuaikan dengan angka, a = 0, b = 1, c = 2,, z = 25. Kemudian tambahkan angka kata kunci dan angka pesan. Lalu hasilnya dimodulukan dengan 26, dan hasilnya yang berupa angka tersebut dirubah ke dalam huruf untuk mendapatkan huruf yang tersandi. Sandi Vigenere merupakan sebuah algoritma kriptografi klasik, algoritma ini tergolong algoritma dasar karena menggunakan algoritma berbasis karakter (Kurniawan, 2012) Cara kerja sandi vigenere Tabel 2.2 digunakan untuk menyandikan sebuah pesan. Setiap huruf yang disandikan dengan menggunakan baris yang berbeda, sesuai dengan kata kunci yang diulangulang. Contoh : Pesan Kata kunci = S E R A T U S R I B U = J A L A N Kata kunci harus diulang sampai jumlah huruf sama dekan pesan. Jumlah huruf pada pesan ada 11 huruf sedangkan kata kunci ada 5 huruf. Kata kunci menjadi J A L A N J A L A N J sesuai dengan banyaknya huruf pesan. Huruf pertama pada pesan di sandikan dengan huruf pertama kata kunci, dan begitu seterusnya. Huruf pertama pada contoh adalah S dan huruf pertama pada kata kunci J disandikan/enkripsi menjadi huruf B. (Lihat tabel 2.2) Pesan = S E R A T U S R I B U Kata kunci = J A L A N J A L A N J Pesan tersandi = B E C A G D S C I O D
9 14 Tabel 2.2 Contoh gambar tabel Vigenere Untuk proses deskripsi atau mengembalikan sama seperti di atas. Huruf pertama pesan tersandi, disandikan dengan huruf pertama kata kunci, dan begitu seterusnya. Pesan tersandi= B E C A G D S C I O D Kata kunci = J ALANJ ALANJ Pesan = SERATUSRIBU Sandi vigenere dapat ditulis secara matematis, seperti dengan penjelasan vigenere di atas yang menggunakan penjumlahan dan modulus yaitu:
10 15 Rumus Enkripsi Ci = ( Pi + Ki ) mod 26 Rumus Deskripsi Pi = ( Ci Ki ) mod 26 Keterangan Ci = nilai desimal (a=0) karakter tersandi ke-i Pi = nilai desimal karakter pesan ke-i Ki = nilai desimal karakter kata kunci ke-i Contoh : menggunakan kasus di atas dengan menggunakan Rumus Enkripsi dimana Pi = S dan Ki = J Ci = ( Pi + Ki ) mod 26 Ci = ( S + J ) mod 26 Ci = ( ) mod 26 Ci = 27 mod 26 Ci = 1 = B Sedangkan Rumus Dekripsi Pi = ( Ci Ki ) mod 26 Pi = ( B J ) mod 26 Pi = ( 1 9 ) mod 26 Pi = -8 mod 26 Pi = 18 = S Sandi Vigenere dengan 95 karakter Sandi Vigenere dengan 95 karakter merupakan pengembangan dari kriptografi vigenere yang asli dengan menambahkan beberapa karakter yang terdapat pada tabel ASCII sehingga berjumlah 95 karakter yang sebelumnya berjumlah 26 karakter.
11 16 Penambahan karakter ini, berguna untuk mempersulit pemecahan sandi dan untuk memudahkan di aplikasi ke bahasa pemrograman komputer. Tabel 2.3 Karakter ASCII yang digunakan Decimal Karakter Decimal Karakter Decimal Karakter 32 Space 96 ` 33! 65 A 97 a 34 " 66 B 98 b 35 # 67 C 99 c 36 $ 68 D 100 d 37 % 69 E 101 e 38 & 70 F 102 f 39 ' 71 G 103 g 40 ( 72 H 104 h 41 ) 73 I 105 i 42 * 74 J 106 j K 107 k 44, 76 L 108 l M 109 m N 110 n 47 / 79 O 111 o P 112 p Q 113 q R 114 r S 115 s T 116 t U 117 u V 118 v W 119 w X 120 x Y 121 y 58 : 90 Z 122 z 59 ; 91 [ 123 { 60 < 92 \ = 93 ] 125 } 62 > 94 ^ 126 ~ 63? 95 _ Syarat Algoritma Kriptografi yang aman Menurut Munir (2006), Syarat Algoritma yang aman (computationally secure) adalah 1. Persamaan matematis yang kompleks sehingga susah di pecahkan dengan menganalisa 2. Biaya untuk pemecahan sandi melampaui nilai informasi yang terkandung di ciphertext. 3. Waktu yang diperlukan untuk pemecahan sandi melampaui lamanya informasi tersebut dijaga kerahasiaannya.
12 Aspek keamanan data informasi Menurut Munir (2006), ada 4 aspek keamanan data informasi : 1. Confidentiality/Privacy (Kerahasiaan) Menjaga informasi dari yang tidak berhak. 2. Data Integrity (Integritas Data) Memastikan informasi tidak dimanipulasi selama pengiriman informasi. 3. Authentication (otentikasi) Memastikan keaslian data / identifikasi data. 4. Non-Repudiation (Nirpenyangkalan) Memastikan pesan dikirim oleh pengirim dan untuk mencegah entitas yang berkomunikasi melakukan penyangkalan. 4 aspek diatas merupakan tujuan dari penggunaan kriftografi yang menyediakan layanan keamanan informasi. 2.3 Android Android adalah sistem operasi mobile berbasis open source yang di miliki raksasa internet saat ini, Google. Android dikembangkan dengan menggunakan kernel linux. Android memungkinkan untuk di modifikasi secara bebas dan di distibusikan oleh pembuat perangkat tersebut. Dengan sifat open source tersebut telah banyak mendorong komunitas pengembang aplikasi untuk menggunakan source code android sebagai dasar proyek pembuatan aplikasi. Android dimulai sebagai sebuah start up rahasia pada tahun 2003, dan dibeli oleh Google pada tahun 2005 dan sebagai jalan google untuk memasuki pasar perangkat lunak bergerak (James, 2013). Handphone komersil pertama yang menggunakan OS Android adalah HTC Dream, yang diluncurkan pada 22 Oktober Dikutip dari okezone.com (2013), terungkap pula sebanyak 4,5 juta smartphone yang berhasil terjual di Indonesia selama Januari sampai Maret 2013, sebanyak 2,28 juta di antaranya menjalankan OS Android.
13 Versi-versi android Daftar versi android yang pernah dirilis menurut developer.android.com (2013) dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 2.4 Versi Android Versi Nama Kode Tanggal Rilis Level API 1.5 Cupcake 30 April Donut 15 September Éclair 26 Oktober Froyo 20 Mei Gingerbread 6 Desember Gingerbread 9 Februari Honeycomb 10 Mei Honeycomb 15 Juli Ice Cream Sandwich 16 Desember x Jelly Bean 9 Juli x Jelly Bean 13 November Jelly Bean 24 Juli Kitkat 31 Oktober Sumber : developer.android.com Arsitektur android Android sebagai sistem operasi memiliki beberapa layer komponen di antaranya (Asmono, 2013), adalah : 1. Linux kernel Linux kernel merupakan layer dasar dari sistem operasi android. Di dalam layer ini berisi file-file sistem seperti system processing, memory, resource, drivers dan sistem lainnya.
14 19 2. Libraries Pada layer ini terdapat fitur-fitur android berada, sering diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa libraries yang terdapat pada android di antaranya adalah : a. Libraries media untuk memutar video dan audio. b. Libraries manajemen tampilan. c. Libraries Graphics d. Libraries SQLite digunakan untuk dukungan database. e. Libraries SSL dan WebKit f. Libraries LiveWebcore g. Libraries 3d 3. Android runtime Layer ini berfungsi untuk menjalankan aplikasi di android. Proses dalam menjalankan aplikasi menggunakan implementasi dari Linux. Android RunTime dibagi dua bagian, yaitu : a. Core Libraries Berfungsi untuk menerjemahkan bahasa java atau bahasa C. b. Dalvik Virtual machine Merupakan sebuah mesin berbasis register untuk menjalankan fungsi-fungsi pada android secara efisien. 4. Applications framework Layer ini di peruntukan bagi para pembuat aplikasi untuk menggunakan komponen-komponen yang terdapat pada layer ini untuk membuat aplikasi mereka. Komponen-komponen yang termasuk di dalam layer ini antara lain : a. Views b. Content Providers c. Resource Manager d. Notification Manager e. Activity Manager
15 20 5. Applications and Widget Layer ini berhubungan dengan aplikasi inti yang berjalan pada sistem operasi android Dasar aplikasi android (Android Application Fundamentals) Aplikasi android ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Untuk mengcompile kode-kode tersebut Android menggunakan android SDK (Software development Kit) tool bersama dengan data dan files resource dan di paketkan menjadi satu dan file hasil compile tersebut diberi akhiran.apk. APK ini dapat digunakan untuk menginstal aplikasi yang telah dibuat di sistem operasi android Komponen aplikasi android Komponen aplikasi android adalah bagian penting dari sebuah aplikasi android. Setiap komponen mempunyai peranan yang berbeda sesuai dengan keperluan aplikasi. Ada 4 jenis komponen aplikasi android (Asmono, 2013) yang memiliki peranan atau tujuan yang berbeda di antaranya adalah 1. Activities Activities biasanya untuk menyajikan user interface (UI) kepada user untuk melakukan interaksi. Untuk pindah dari satu activity ke activity lain dapat melakukannya dengan satu even, misalnya klik tombol, atau memilih opsi. 2. Services Services merupakan komponen yang berjalan di background saat melakukan pekerjaannya. Service tidak memiliki user interface. Contohnya pada layanan pemutar musik yang dapat menjalankan satu memutar lagu di background saat pengguna menjalankan aplikasi yang berbeda. 3. Content providers Antarmuka yang digunakan untuk berbagi data antar aplikasi. Dengan Content providers programmer dapat menyimpan data dalam sistem file, SGLite dan lainlain. Sebagai contoh android menyediakan aplikasi kontak pengguna. Dengan
16 21 demikian aplikasi apapun yang memerlukan kontak pengguna atas izin pengguna dapat mengaksesnya. 4. Broadcast receivers Komponen yang merespon pengumuman ke user dari sistem android. Ini berfungsi untuk mengingatkan user itu sendiri. Misalnya baterai lemah, pesan masuk, telepon seluler telah dimatikan atau lain sebagainya. Broadcast recivers merespon dengan menghidupkan lampu latar, led light, getaran, suara dan lainlain Kelebihan android Menurut rudyes.com (2013), kelebihan android di antaranya adalah : 1. Sistem operasi bersifat open source. 2. Memiliki banyak aplikasi maupun permainan. 3. Tampilan terlihat elegan dan tidak mudah bosan. 4. Bersifat Multitasking. 5. Kemudahan dalam notifikasi. 6. Memiliki widget yang dapat mempermudah pengguna 7. Memiliki synchronize online. 2.4 Library PHP Qr Code PHP (Hypertext Preprocessor) qr code merupakan library open source (LGPL) yang digunakan untuk menghasilkan qr code. Library ini dikembangkan berdasarkan library libqrencode C, yang menyediakan API (Application Programming Interface) untuk membentuk gambar qr code dan diimplementasikan pada PHP (phpqrcode.sourceforge.net, 2014). Fitur-fitur yang terdapat pada library php qr code diantaranya : 1. Mendukung versi qr code 1 sampai dengan Mendukung encode angka, huruf, 8 bit encoding dan kanji. 3. Diimplementasikan murni di PHP.
17 22 4. Dapat di ekspor ke png dan jpeg. 5. Mudah dalam mengkonfigurasi % open source (LGPL). 7. Dan lain-lain. 2.5 Library Zxing Zxing merupakan aplikasi open source dan library java yang dapat melakukan proses berbagai format gambar barcode satu dimensi atau 2 dimensi (Tresnani, 2012). Fungsi dari library ini adalah untuk memudahkan programmer untuk membangun aplikasi pembacaan qr code di android dan dapat melakukan scan qr code tanpa harus terhubung ke server. 2.6 Undang-Undang Undang-undang atau perundangan dan sering disingkat UU merupakan peraturan perundangan yang dibentuk dan di susun oleh Dewan perwakilan Rakyat (DPR) dengan persetujuan bersama Presiden. Menurut UU No.10 Tahun 2004, Perundangundangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembang Negara atau pejabat berwenang dan mengikat secara umum dan memuat aturan dan mekanisme hubungan antarwarga negara, antar warga negara dan negara, serta antar warga negara dengan pemerintah dan antar lembaga negara. Setiap warga Negara wajib menaati UU karena bertujuan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara Fungsi peraturan perundang-undangan Menurut Faridy (2009), UU dibuat untuk menjaga ketertiban bermasyarakat dan bernegara dan bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Ada 4 fungsi UU yaitu : 1. menciptakan ketertiban hidup bermasyarakat 2. menciptakan ketertiban hidup bernegara 3. menciptakan keadilan 4. membuktikan Negara sebagai Negara hukum.
18 Undang-undang no.22 tahun 2009 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan merupakan peraturan tertulis yang dibentuk DPR bersama Presiden. Undang-undang ini adalah pengganti UU No. 14 Tahun 1992 tentang lalu lintas dan angkutan jalan karena tidak sesuai dengan kondisi, perubahan lingkungan strategis, dan kebutuhan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. Isi dari UU ini berkaitan dengan pembagian tugas aparat, kewajiban pengendara kendaraan, pasal pelanggaran dan denda. 2.7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau biasa disebut PERPU adalah peraturan perundang-undangan yang di tetapkan oleh presiden dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa. PERPU disebut di dalam undang-undang dasar 1945 pasal 22 ayat (1). Pembahasan RUU tentang penetapan PERPU menjadi Undangundang dilaksanakan seperti tata cara pembahasan RUU (Faridy, 2009) Perpu no.80 tahun 2012 Peraturan pemerintah pengganti undang-undang no.80 tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan. PERPU ini berlaku tanggal 15 Oktober PERPU ini juga mengatur pembagian tugas penyidik Polisi dan penyidik pegawai negeri sipil, tata cara pemeriksaan dan penindakan kendaraan bermotor di jalan, denda dan hukuman bagi pelanggar lalu lintas. 2.8 Penelitian Terdahulu Bagian ini merupakan bagian yang digunakan sebagai bahan rujukan dan masukan untuk membangun sistem ini. Beberapa penelitian terdahulu dapat dilihat di tabel di bawah ini.
19 24 Tabel 2.5 Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sistem No Judul Pengarang Tahun Hasil Penelitian 1 Enkripsi pada qr code tiket dengan RSA. Calvin Irwan 2010 Menyimpan data KTP di tiket menggunakan qr code dan enkripsi RSA. 2. Implementasi sistem absensi pegawai menggunakan qr code pada smartphone berbasis android. Dian lestari Tresnani 2012 Qr code memiliki berbagai keunggulan untuk menyimpan data pegawai dan menjadi sebuah alat identitas pada sebuah sistem absensi. 3. Pengembangan aplikasi qr code generator dan qr code reader dari data berbentuk image. M. Pasca Nugraha 2011 Menyimpan image dalam bentuk qr code. Namun, tidak feasible untuk diterapkan di dunia nyata. 4. QR code data representation for mobile augmented reality Hyoseok Yoon, Nohyoung Park, dkk 2011 Memanfaatkan qr code untuk menyimpan data augment reality. 5. Perancangan pengenalan qr code dengan jaringan syaraf tiruan metode percepron Novalia 2012 Membuat aplikasi pembacaan dan pengenalan qr code dengan jaringan syaraf. 6. Aplikasi enkripsi sms pada telepon seluler berbasis j2me dengan metode vigenere cipher Bayu Kristian Nugroho 2010 Membuat aplikasi enkripsi dan dekripsi sms dengan vigenere di handphone. 7. Vigenere chipher untuk aksara korea (hangul) Ignatius Ronaldo Galman Kurniawan 2012 Membuat aplikasi untuk mengenkripsi dan deksripsi aksara korea. 8. Pembuatan aplikasi kriptosistem menggunakan metode algoritma vigenere cipher Hijasma Mushlih 2012 Membuat aplikasi enkripsi dan dekrispsi teks menggunakan vigenere. 9. Perbandingan tingkat keamanan vigenere cipher dengan sidewinder cipher William Eka Putra 2011 Sidewinder memiliki tingkat keamanan lebih unggul dibanding vigenere tetapi membutuhkan biaya dan waktu lebih untuk membangkitkan kunci. 10. Modification of vigenere cipher by random number, punctuations & mathematical symbols C.R.S Bhardwaj 2012 Memodifikasi enkripsi vigenere untuk memberi pengamanan teks yang lebih sulit untuk di pecahkan.
SMART PRESENSI MENGGUNAKAN QR- Code DENGAN ENKRIPSI VIGENERE CIPHER
J. Math. and Its Appl. ISSN: 1829-605X Vol. 13, No. 2, Nopem ber 2016, 31-44 SMART PRESENSI MENGGUNAKAN QR- Code DENGAN ENKRIPSI VIGENERE CIPHER Moh. Lukman Sholeh 1), Lutfi Ali Muharom 2) 1,2) Prodi Teknik
Penerapan Model Presensi Ujian Semester Berbasis Quick Response Code (QR Code) di Universitas Muhammadiyah Jember
Penerapan Model Presensi Ujian Semester Berbasis Quick Response Code (QR Code) di Universitas Muhammadiyah Jember Lutfi Ali Muharom 1) 1) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah
Implementasi QR Code dan Algoritma Vigenere Pada Sistem Laporan Kehilangan Kendaraan Bermotor
Implementasi QR Code dan Algoritma Vigenere Pada Sistem Laporan Kehilangan Kendaraan Bermotor 1 Romi Fadillah Rahmat, 2 Dani Gunawan, 3 Ginanjar Cipto Prasetyo 1,2,3 Program Studi S1 Teknologi Informasi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. bimbingan kepada dosen pembimbing tugas akhir, kartu konsultasi digunakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KARTU KONSULTASI Kartu konsultasi adalah kartu untuk melakukan proses konsultasi atau bimbingan kepada dosen pembimbing tugas akhir, kartu konsultasi digunakan sebagai bukti mahasiswa
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem presensi menggunakan QRCode dan ijin berbasis web dan mobile merupakan sistem informasi yang digunakan untuk menyelesaika masalah presensi dan ijin
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
BAB II. KAJIAN PUSTAKA H. Aplikasi Istilah aplikasi berasal dari bahasa inggris application yang berarti penerapan, lamaran ataupun penggunaan. Sedangkan secara istilah aplikasi adalah suatu program yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. bahasa pemrograman java dan bersifat open source. Yang mana artinya aplikasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Sistem Operasi Android Android merupakan sebuah sistem operasi sama halnya dengan sistem operasi Windows, Linux, maupun Mac OS. Aplikasi android dikembangkan menggunakan
BAB 1 PENDAHULUAN. dunia pendidikan yaitu mengenai cara pembelajaran yang berbasis e-learning atau
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi meliputi hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi. Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA. berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi.
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ANDROID 1. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. android menyediakan
Sistem Pengamanan Keaslian Ijasah Menggunakan QR-Code dan Algoritma Base64
JUSI Vol. 1, No. 2 ISSN 2087-8737 September 2011 Sistem Pengamanan Keaslian Ijasah Menggunakan QR-Code dan Algoritma Base64 * Program Studi Sistem Informasi, Universitas Ahmad Dahlan Jalan Prof. Dr. Soepomo,
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Perkembangan Telepon Seluler Perkembangan mobile phone saat ini sangat berkembang dengan pesat seiring dengan kehadiran dari operating system Android.sebagaimana
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Selama satu hingga dua dasawarsa belakang ini, terdapat suatu perkembangan yang signifikan dalam penggunaan kode dua dimensi. Misalnya Pdf147, Datamatrix, Maxicode,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan perangkat telepon telah sampai pada era smartphone. Telepon pada zaman dulu hanya berfungsi sebagai alat komunikasi suara atau pesan saja.
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Handphone merupakan salah satu teknologi yang sangat diminati masyarakat dalam membantu pekerjaan, pendidikan yang memberikan informasi secara
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Program Penulis sangat membutuhkan sebuah landasan teori yang dapat mendukung segala pembuatan tugas akhir, landasan teori ini berisikan tentang teori-teori berhubungan
DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Tabel 4. 2 Tabel 4. 3
DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Pengujian Halaman home... 17 Tabel 4. 2 Pengujian halaman pembuatan profil kolam... 18 Tabel 4. 3 Pengujian Halaman Cek Profil Kolam... 19 xii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Mobile Programming. Rendra Gustriansyah, S.T., M.Kom., MCP
Mobile Programming [email protected] Rendra Gustriansyah, S.T., M.Kom., MCP Market Share Platform Smartphone Android Android adalah sebuah tumpukan software untuk peralatan bergerak yang terdiri dari sistim
linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Andorid mereka. Awalnya, Google Inc. Membeli Android Inc.
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ANDROID a. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Andorid menyediakan
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI Aplikasi Menurut Jogiyanto (2008) menjelaskan bahwa aplikasi adalah penggunaan dalam suatu komputer, instruksi, atau pernyataan yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat
BAB II LANDASAN TEORI. masuk ke universitas di Amerika atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 TOEFL Test of English as a Foreign Languange yang disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika yang diperlukan untuk masuk ke universitas di Amerika
BAB IV IMPLEMENTASI, PENGUJIAN, DAN ANALISIS HASIL. Perangkat keras yang digunakan untuk perancangan aplikasi ini adalah : : Intel Pentium Dual core
BAB IV IMPLEMENTASI, PENGUJIAN, DAN ANALISIS HASIL 4.1 Implementasi Sistem 4.1.1 Kebutuhan Sistem Spesifikasi Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan untuk perancangan aplikasi ini adalah : Prossesor
PENGENALAN ANDROID AHMAD ZAINUDIN. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PENGENALAN ANDROID AHMAD ZAINUDIN Politeknik Elektronika Negeri Surabaya SEJARAH ANDROID Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi.
KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME
KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME Sejarah Android Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. sebuah perusahaan baru berkembang yang bergerak di bidang aplikasi ponsel. Perusahaan ini berbasis di Palo AltoCalifornia
BAB I PENDAHULUAN. Maraknya berbagai aplikasi yang muncul saat ini telah memberikan kemudahan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Aplikasi dibuat dengan tujuan utama yaitu mempermudah penggunanya. Maraknya berbagai aplikasi yang muncul saat ini telah memberikan kemudahan pada berbagai aspek kehidupan.
Markerless Augmented Reality Pada Perangkat Android
Markerless Augmented Reality Pada Perangkat Android Yoze Rizki - 2207 100 102 Pembimbing: Mochamad Hariadi, ST.,MSc.,PhD. Cristyowidiasmoro, ST.,MT., Department of Electrical Engineering Faculty of Industrial
BAB I PENDAHULUAN. dari isinya, informasi dapat berupa penting atau tidak penting. Bila dilihat dari sifat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi adalah inti yang dipertukarkan dalam proses berkomunikasi. Jenis informasi yang digunakan dalam komunikasi pun bermacam-macam. Jika dilihat dari isinya, informasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Hasil yang disajikan oleh sistem berdasarkan Perancangan Keamanan Data SMS Dengan Menggunakan Kriptografi Vigenere Cipher Berbasis Android adalah berupa sistem yang
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Pada tahapan ini penulis akan menjelaskan tentang hasil dan informasi-informasi kinerja yang diperoleh dari perangcangan pengamanan SMS yang telah dibuat. Pengamanan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Fitnes adalah kegiatan olahraga pembentukan otot-otot tubuh/fisik yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Fitness Fitnes adalah kegiatan olahraga pembentukan otot-otot tubuh/fisik yang dilakukan secara rutin dan berkala, yang bertujuan untuk menjaga fitalitas tubuh dan berlatih
BAB I PENDAHULUAN. dengan munculnya berbagai sistem operasi yang lengkap layaknya komputer,
BAB I PENDAHULUAN I.. Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi pengolahan data pesan teks, salah satunya ialah smartphone. Itu dapat dilihat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. membangun aplikasi transposisi akord lagu berbasis android. parameter dalam
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka pada penelitian ini merupakan referensi penulis dalam membangun aplikasi transposisi akord lagu berbasis android. parameter
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia perdagangan, kode yang banyak dipakai adalah barcode (kode batang). Hampir semua barang yang dijual di toko grosir, department store sudah menggunakan dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Palang Merah Indonesia (PMI) Palang Merah Indonesia Kabupaten Banyumas adalah organisasi yang netral dan independent, yang melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal berkomunikasi. Dengan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia memiliki keinginan untuk saling berkomunikasi atau bertukar informasi dengan manusia lain. Salah satu komunikasi tersebut dilakukan dengan mengirimkan pesan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. dapat dirasakan hampir di setiap bidang kehidupan. Salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dapat dirasakan hampir di setiap bidang kehidupan. Salah satunya di bidang komunikasi dan informasi. Hal ini terlihat
BAB 1 PENDAHULUAN. elemen multimedia, di antaranya adalah teks, gambar, suara, video, dan animasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Multimedia banyak digunakan sebagai media penyampaian informasi yang efektif karena hal tersebut dilakukan dengan menggabungkan bermacam - macam elemen multimedia,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan bagian yang akan membahas tentang penyelesaian masalah yang akan memberikan jalan keluarnya. Dalam hal ini akan dikemukakan beberapa teori-teori yang berkaitan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilakukan oleh para peneliti diantaranya Imamul Huda (2013) yang berjudul
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelusuran Referensi Beberapa sumber referensi didapat dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh para peneliti diantaranya Imamul Huda (2013) yang berjudul Perancangan Aplikasi
Gambar 1. Perangkat mobile Android
Modul 8 1. TUJUAN Mahasiswa dapat menegetahui beberapa tipe sistem operasi Android Mahasiswa dapat mencoba membuat beberapa aplikasi Android sederhana Mahasiswa dapat membuat aplikasi menampilkan text
KEAMANAN LOGIN WEB MENGGUNAKAN METODE 3DES BERBASIS TEKNOLOGI QUICK RESPONSE CODE
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 9 No. 2 Juni 2014 18 KEAMANAN LOGIN WEB MENGGUNAKAN METODE 3DES BERBASIS TEKNOLOGI QUICK RESPONSE CODE 1) Heru Adya Gunawan, 2) Zainal Arifin & 3) Indah Fitri Astuti
BAB III ANALISA SISTEM
BAB III ANALISA SISTEM 3.1 Analisa Masalah Pada sebuah aplikasi tentu kita akan lebih mudah mengoperasikan atau menggunakan aplikasi tersebut jika ada media antar muka yang memudahkan dalam melakukan proses.
Setting Android Virtual Device (AVD) - Java SDK - Eclipse - ADT. Pertemuan-2
Mengenal Java Perkembangan Android dan API Android Komponen OS Android Komponen Aplikasi android Extensible Markup Language (XML) Eclipse dan perkembangannya Instalasi Perangkat Lunak - Java SDK - Eclipse
Koleksi Program Tugas Akhir dan Skripsi dengan
Koleksi Program Tugas Akhir dan Skripsi dengann Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta 1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. teknologi Short Message Service (SMS). SMS (Short Message Service) atau
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi pada saat ini sudah sangat pesat, termasuk teknologi Short Message Service (SMS). SMS (Short Message Service) atau layanan pesan singkat merupakan
BAB I I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada bab ini membahas tentang pendahuluan. Teknologi sudah sangat berkembang di era zaman sekarang. Bahkan teknologi sudah menjadi kebutuhan primer dari manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan dijelaskan mengenai pustaka yang digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam mengembangkan sistem. Pemasukan data ke dalam komputer secara tradisional adalah melalui
BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat pada era ini. Terlebih lagi, banyak aplikasi mobile yang diciptakan, membuat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi telekomunikasi yang ada pada saat ini mampu menciptakan berbagai macam perangkat keras yang dapat digunakan untuk mengirim atau menerima informasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kamus Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengertian dari kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan yang biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang
BAB III ANALISIS. Pada tahap analisis, dilakukan penguraian terhadap topik penelitian untuk
BAB III ANALISIS Pada tahap analisis, dilakukan penguraian terhadap topik penelitian untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi proses-prosesnya serta kebutuhan yang diperlukan agar dapat diusulkan suatu
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berkaitan yang bertanggung jawab memroses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (output) (Kusrini, 2007). Sedangkan
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID Risdilah Mimma Untsa 1, Aries Pratiarso 2, A. Subhan Khalilullah 2 1 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang diterapkan dalam kebutuhan jual beli berkembang dengan pesat. Begitu pula dengan banyak munculnya usaha-usaha kecil menengah yang
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK MENGGUNAKAN KODE QR BERBASIS ANDROID
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK MENGGUNAKAN KODE QR BERBASIS ANDROID Koperasi memiliki peran yang sangat penting
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Contoh
BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat.
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat. 3.1. Definisi Parkir Menurut Andi Prasetya Utomo (2013), parkir merupakan keadaan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. mereka Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Android Android adalah sistem operasi untuk handphone yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Kemajuan cara berpikir manusia membuat masyarakat menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah satu alat bantu penting dalam peradaban
PERANCANGAN APLIKASI QR CODE GENERATOR DAN QR CODE READER MENGGUNAKAN METODE STROKE HISTOGRAM
PERANCANGAN APLIKASI QR CODE GENERATOR DAN QR CODE READER MENGGUNAKAN METODE STROKE HISTOGRAM Tetti Sipahutar (1011502) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jln. Sisingamangaraja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengganti teks dari suatu bahasa ke teks dalam bahasa lain (Catford,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Translator Menerjemahkan adalah suatu kegiatan yang terjadi dalam bahasa: proses mengganti teks dari suatu bahasa ke teks dalam bahasa lain (Catford, 1965:1). Catford
BAB 1 Pengenalan Aplikasi Perangkat Bergerak
BAB 1 Pengenalan Aplikasi Perangkat Bergerak Mahardeka Tri Ananta [email protected] Lab. Pemrograman Aplikasi Perangkat Bergerak FILKOM UB 1 Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi Mobile Karakteristik
GAME BELAJAR MATEMATIKA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID
GAME BELAJAR MATEMATIKA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID Ronny Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya e-mail: [email protected] ABSTRAK Teknologi mobile device
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM. KriptoSMS akan mengenkripsi pesan yang akan dikirim menjadi ciphertext dan
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Aplikasi KriptoSMS ini digunakan untuk mengirim dan menerima pesan. KriptoSMS akan mengenkripsi pesan yang akan dikirim menjadi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui tabel berbandingan pada tabel 2.1. Tabel 2.1. Tabel Pembanding Penelitian
PERANCANGAN APLIKASI KRIPTOGRAFI BERBASIS WEB DENGAN ALGORITMA DOUBLE CAESAR CIPHER MENGGUNAKAN TABEL ASCII
PERANCANGAN APLIKASI KRIPTOGRAFI BERBASIS WEB DENGAN ALGORITMA DOUBLE CAESAR CIPHER MENGGUNAKAN TABEL ASCII Endah Handayani 1), Wheny Lebdo Pratitis 2), Achmad Nur 3) Syaifudin Ali Mashuri 4), Bagus Nugroho
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Pendukung Keputusan Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support Systems (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 menunjukan perbandingan penelitian dalam bidang augmented
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 menunjukan perbandingan penelitian dalam bidang augmented reality yang sudah dilakukan dengan penelitian ini. Tabel 2.1 Perbandingan
APLIKASI PENGENALAN HURUF DAN ANGKA ANDROID
APLIKASI PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA ANAK USIA DINI BERBASIS ANDROID Nama : Gunawan Riyanto NPM : 10107760 Fakultas : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan : Sistem Informasi Dosen Pembimbing:
BAB I PENDAHULUAN. 1. aa
BAB I PENDAHULUAN 1. aa 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi pada saat ini sedang mengalami kemajuan. Salah satu bentuk nyata dari perkembangan teknologi adalah dengan adanya perangkat mobile atau
BAB I PENDAHULUAN. dan SMS hingga ponsel cerdas. Ponsel cerdas atau juga dikenal dengan smartphone memiliki
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dimasa sekarang begitu meningkat dengan pesat, Dengan adanya penemuan-penemuan teknologi baru akan sangat membantu dalam menyelesaikan
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK
Jurnal Teknik Informatika, Vol 1 September 2012 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK Veny Alfiandari 1), Juni Nurma
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan teknologi di bidang komunikasi semakin tahun semakin maju. Barbagai perangkat lunak untuk mengembangkan aplikasi ponselpun bermunculan,
APLIKASI AGEN PENJUALAN PULSA TELEPON BERBASIS ANDROID
APLIKASI AGEN PENJUALAN PULSA TELEPON BERBASIS ANDROID I Gusti Rai Agung Sugiartha STMIK STIKOM Bali Denpasar, Bali [email protected] I Wayan Kardana STMIK STIKOM Bali Denpasar, Bali [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. melalui ringkasan pemahaman penyusun terhadap persoalan yang dibahas. Hal-hal
BAB I PENDAHULUAN Bab Pendahuluan akan menjabarkan mengenai garis besar skripsi melalui ringkasan pemahaman penyusun terhadap persoalan yang dibahas. Hal-hal yang akan dijabarkan adalah latar belakang,
BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA. Judul Platform Deskripsi
BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 Tinjauan Pustaka Parameter Penulis Frans Napitupulu (2011) Abdul Latif (2012) Iqbal Fauzi (2012) Judul Platform Deskripsi Aplikasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone Dari Tablet PC Berbasis. Android. Oleh Safaat, N. (2015). Informatika Bandung.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelusuran Referensi Dalam melakukan penelitian ini, penulis merujuk pada beberapa penelitian terdahulu sebagai referensi yang sedikit banyaknya berkaitan secara langsung maupun
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan:
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan: Gambar 3.1 Tahap awal pengerjaan Gambar di atas adalah tahapan awal dalam pengerjaan pembuatan aplikasi SMS Kriptografi
BAB I PENDAHULUAN , 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi tentang latar belakang pembuatan dari aplikasi enkripsi dan dekripsi RSA pada smartphone android, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah yang ada pada pembuatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan internet membuat informasi menjadi semakin cepat disebarkan dan lebih mudah didapatkan. Namun kadangkala internet memiliki kelemahan yaitu dari sisi keamanan.
SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKAIAN DISTRO DENGAN APLIKASI ANDROID
SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKAIAN DISTRO DENGAN APLIKASI ANDROID MAKALAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Jenjang Strata I pada Program Studi Informatika Fakultas Komunikasi & Informatika
BAB 1 PENDAHULUAN. khususnya internet sangatlah cepat dan telah menjadi salah satu kebutuhan dari
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer, khususnya internet sangatlah cepat dan telah menjadi salah satu kebutuhan dari sebagian
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGENALAN RAMBU LALU-LINTAS DAN SIMULASI TES SURAT IZIN MENGEMUDI BERBASIS ANDROID
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGENALAN RAMBU LALU-LINTAS DAN SIMULASI TES SURAT IZIN MENGEMUDI BERBASIS ANDROID Irfani Sulistyawan 1), Erik Hadi Saputra 2) 1,2) Teknik Informatika STMIK AMIKOM
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini terjadi perkembangan yang pesat pada teknologi, salah satunya adalah telepon selular (ponsel). Mulai dari ponsel yang hanya bisa digunakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Website Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan
BAB III DASAR TEORI 3.1. Pakaian Adat Indonesia
BAB III DASAR TEORI Bab ini akan membahas uraian dasar teori yang akan digunakan penulis dalam melakukan perancangan dan pembuatan program yang dapat dipergunakan sebagai pembanding atau acuan di dalam
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan rincian semua hal yang menjadi dasar penulisan skripsi ini mulai dari latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi penelitian, dan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pengiriminan pesan teks, adakalanya pengirim maupun penerima pesan tidak ingin orang lain mengetahui apa isi pesan tersebut. Dengan perkembangan ilmu komputasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux yang mencakup sistem operasi, middleware, dan aplikasi. Android menyediakan platform
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Android merupakan subset perangkat lunak untuk ponsel yang meliputi sistem operasi berbasis Linux, Middleware dan aplikasi kunci yang dirilis oleh Google [1].
IMPLEMENTASI QR CODE PADA SISTEM ONLINE RESERVASI TIKET PESAWAT RIKY SAPTARIA BUDIMAN SAMBAS
IMPLEMENTASI QR CODE PADA SISTEM ONLINE RESERVASI TIKET PESAWAT RIKY SAPTARIA BUDIMAN SAMBAS 41507110043 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2013 IMPLEMENTASI
SEJARAH ANDROID. Diah Arum. Abstrak.
SEJARAH ANDROID Diah Arum [email protected] Abstrak Teknologi adalah hal yang tidak mudah dilepaskan dari kehidupan manusia. Karena teknologi sudah ada sejak dulu hingga saat ini yang masih terus
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini keamanan terhadap data yang tersimpan dalam komputer sudah menjadi persyaratan mutlak. Dalam hal ini, sangat terkait dengan betapa pentingnya data tersebut
