REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak"

Transkripsi

1 REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

2 Anonymous Customer I know you believe you understood what you think I said, but I am not sure you realize that what you heard is not what I meant /43

3 Communication 3/43

4 Pendahuluan Relevansi Perkuliahan : Banyak terjadi kasus bahwa perangkat lunak yang sudah jadi tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh customer Dengan melakukan analisis kebutuhan perangkat lunak maka diharapkan PL dikembangkan berdasarkan apa-apa yang dibutuhkan oleh customer Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa akan dapat menjabarkan pengertian dan metode-metode analisis kebutuhan perangkat lunak 4/43

5 5/43

6 Agenda Pembahasan Pendahuluan Pengertian Analisis Kebutuhan dan Kebutuhan Urgensi dan Fungsi Analisis Kebutuhan Problem Proses Metode Alat Bantu dan Dokumentasi 6/43

7 Pengertian Analisis Kebutuhan dan Kebutuhan 7/43

8 Pengertian: S/W Req. Analysis (SRA) Aktifitas RPL yang menjembatani antara kebutuhan di tingkat sistem dan perancangan perangkat lunak (Roger S. Pressman) Proses yang digunakan untuk mendapatkan, menganalisis, dan memvalidasi kebutuhan-kebutuhan sistem (Ian Sommerville) 8/43

9 Pengertian: Requirement Suatu kondisi atau kemampuan yang dibutuhkan oleh pengguna untuk menyelesaikan permasalahan atau untuk mencapai sebuah tujuan (IEEE) Sebuah kondisi atau kemampuan yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh sebuah sistem untuk memenuhi sebuah kontrak, standard, spesifikasi, atau dokumen2 formal lainnya (IEEE) Setiap fungsi, batasan, atau properti lainnya yang harus disediakan, dimiliki atau dipenuhi untuk mencapai kebutuhan dari sistem yang dimaksudkan oleh pengguna (R. J. Abbott) 9/43

10 Urgensi & Fungsi If you don t analyze, it s highly likely that you ll build a very elegant software solution that solves the wrong problem. The result is wasted time and money, personal frustration, and unhappy customers (Roger S. Pressman) Kegunaan hasil analisis kebutuhan: Untuk mencapai kesepakatan antara developer, customer dan pengguna akhir akan kebutuhan yang harus dipenuhi Untuk menyediakan dasar yang akurat bagi perancangan perangkat lunak Untuk menyediakan referensi bagi dilakukannya validasi PL 10/43

11 11/43

12 Problem 12/43

13 Problem Stakeholder (end-user, manajer, maintenance engineer, policy maker) tidak tahu persis apa yang sesungguhnya mereka inginkan Stakeholder menyatakan kebutuhannya dalam bahasa yang dipahami oleh mereka sendiri Stakeholder yang berbeda mungkin memiliki kebutuhan yang saling bertentangan Kebutuhan mungkin berubah pada saat dilakukan analisis. Stakeholder baru yang bergabung mungkin merubah dan lingkungan bisnis mengalami perubahan Pertentangan antara unjuk kerja (performance) dan kemudahan (simplicity) dalam mencapai tujuan 13/43

14 14/43

15 Tipe dari Requirement User requirements Persyaratan pengguna adalah pernyataan, biasanya dalam bahasa natural (mis. Bahasa Inggris, Indonesia, dsb.) dan dapat ditambahkan diagram, tentang layanan yang diharapkan untuk disediakan oleh sistem dan tentang batasan operasi sistem tersebut System requirements Persyaratan sistem menjelaskan fungsi-fungsi sistem, layanan-layanan sistem, dan batasan operasional sistem secara rinci. Dokumen persyaratan sistem (kadangkadang disebut dengan spesifikasi fungsional) seharusnya tepat dan teliti. Dia semestinya mendefinisikan secara pasti apa yang akan diimplementasikan. Dia bisa menjadi bagian dari kontrak antara pembeli sistem dan pengembang sistem. Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

16 Pembaca Requirements Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

17 Definisi dan spesifikasi Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

18 PROSES 18/43

19 Proses Penggalian dan analisis kebutuhan (s/w req. elicitation and analysis) Spesifikasi kebutuhan (s/w req. specification) Validasi kebutuhan (s/w req. validation) Manajemen kebutuhan (s/w req. management) Karakteristik operasional P/L Interface P/L Batasan P/L 19/43

20 Proses : Elisitasi dan Analisis (1) Developer harus memahami domain permasalahan Developer dan stakeholder menggali domain aplikasi, layanan-layanan sistem yang harus disediakan, unjuk kerja sistem yang diperlukan, batasan-batasan perangkat keras dan sejenisnya Fokus pada A P A (WHAT) dan B U K A N bagaimana (HOW) Via interview atau meeting communication 20/43

21 Proses : Elisitasi dan Analisis (1) Tipe kebutuhan (D. T. Ross & K. F. Schoman) : Fungsional (functional) fungsi/kapabilitas yang harus mampu dijalankan oleh sistem Non fungsional (non-functional) performance, reliability, security, availability, constraints, dll. Inversi (inverse) apa-apa yang harus tidak boleh dilakukan sistem Batasan perancangan & implementasi (design & implementation constraints) 21/43

22 Proses : Elisitasi dan Analisis (1) Sumber-sumber kebutuhan : unconstrained decision support system encounter video game corporate accounting system Type of application manufacturing control system enhancement to corporate accounting system flight control system for airliner highly constrained missile guidance system Relatively low Approximate % of requirements gathered from people Relatively high 22/43

23 Proses : Elisitasi dan Analisis (1) Requirements checking Requirements definition Domain understanding Requirements collection Prioritisation Conflict resolution Requirements specification Classification 23/43

24 Kebutuhan fungsional Menjelaskan fungsionalitas atau layanan sistem Tergantung dari tipe software,user yang diharapkan dan tipe dari sistem dimana software akan digunakan Fungsional user requirement dapat berupa statement high level tapi fungsional sistem requirement harus dijabarkan layanan dari sistem tersebut secara detail Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

25 The LIBSYS system ( user requirement) Sistem perpustakaan yang menyediakan interface ke beberapa database artikel pada perpustakaan lain. User dapat melakukan pencarian, download dan cetak artikel tersebut untuk belajar personal Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

26 Contoh system functional requirements User harus bisa melakukan search pada beberapa kelompok database atau memilih salah satu nya. Sistem harus menyediakan appropriate viewers untuk user ketika membaca document pada media penyimpan document Setiap order harus dialokasikan sebuah Unique identifier ( ORDER_ID) dimana user akan mampu untuk mengkopi ke account media penyimpanan user Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

27 Ketidak tepatan requirement Masalah muncul ketika kebutuhan tidak dijabarkan secara tepat Kebutuhan yang bersifat ambigu di interprestasikan berbeda antara pengembang dan pengguna Lihat kata pada slide 13 = appropriate viewers Keinginan user- Viewer untuk beberapa macam dokumen Interprestasi Developer hanya menyediakan text viewer yang menunjukkan isi dari dokument Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

28 Non-functional requirements Persyaratan non-fungsional adalah persyaratan yang tidak secara langsung terkait dengan fungsi-fungsi tertentu yang dimiliki oleh sistem. Persyaratan ini mendefinisikan properti dan batasan sistem, misalnya reliability, waktu respon, dan persyaratan kapasitas penyimpanan. Persyaratan proses juga dapat dispesifikasikan untuk mengharuskan sistem CASE, bahasa pemrograman, atau metode pengembangan tertentu. Persyaratan non-fungsional bisa lebih kritis daripada persyaratan fungsional. Sebagai contoh, persyaratan keselamatan (safety) tertentu pada sistem control pesawat terbang. Jika persyaratan ini tidak dipenuhi, sistem tidak dapat atau tidak boleh digunakan. Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

29 Klasifikasi Non-functional Product requirements Requirement yang menspesifikasikan perilaku produk harus berjalan dengan syarat tertentu e.g kecepatan exekusi, reliabily dsb Organisational requirements Requirement yang memiliki konsekuensi terhadap aturan dan prosedur organsasi.e.g SOP, implementasi, dsb External requirements Requirement yang muncul karena faktor dari external sistem dan proses pengembangannya e.g Sistem harus beroperasi sesuai hukum,dsb Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

30 Tipe Non-functional requirement Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

31 Contoh Non-functional requirements Product requirement Interface user pada LIBSYS harus dapat diimplemntasikan dengan HTML tanpa frames atau java Applets Organisational requirement Proses pengembangan sistem dan dokumen yang harus memenuhi proses dan pengembangan yang didefiniskan pada SOP External requirement Sistem harus tidak membuka seluruh informasi personal tentang customers selain nama dan nomor referensi untuk operator sistem Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

32 Goals dan requirements Non-functional requirement mungkin akan sangat sulit untuk dinyatakan secara tepat dan requirement yang tidak tepat akan sangat sulit untuk di verifikasi Goal Maksud dari user secara umum ex: kemudahan penggunaan Verifiable non-functional requirement Pernyataan yang menggunakan pengukuran tertentu yang dapat di tes secara obyektif Goals sangat membantu pengembang ketika user menyampaikan maksud dari sistem user Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

33 Contoh A system goal Sistem harus mudah untuk digunakan dengan metode/penguna yang sudah umum dan di organsiasikan sehingga kesalahan pengguna dapat diminimalisasikan A verifiable non-functional requirement Pengguna yang sudah umum harus mampu untuk menggunakan semua fungsi sistem setelah menempu 2 jam pelatihan. Setelah pelatihan, jumlah rata-rata kesalahan yang dialami user harus tidak lebih dari 2 kesalahan per hari Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

34 Pengukuran kebutuhan Software Requirements - adopted & adapted from I. Sommerville, 2004

35 Proses : Elisitasi dan Analisis (Contoh) Perangkat lunak harus mampu menyediakan sarana untuk menampilkan dan mengakses file-file yang dibuat oleh tool yang lain. Pengguna harus dapat mencari buku/dokumen/literatur di perpustakaan dgn memasukkan sebuah kata kunci. Sistem tidak boleh dioperasikan oleh pengguna yang tidak memiliki otoritas. Sistem harus menyediakan GUI sehingga dapat digunakan secara mudah oleh pengguna yang belum berpengalaman. Sistem harus bisa memanfaatkan database yang sudah ada. Sistem harus diimplementasikan dgn bahasa Java. 35/43

36 Proses : Spesifikasi (2) Proses untuk menjelaskan kebutuhan P/L yang telah didefinisikan sebelumnya secara lebih detil dan tepat yang akan menjadi dasar bagi perancangan dan implementasi Definisi kebutuhan (req. definition) : 1. P/L harus mampu menyediakan sarana untuk menampilkan dan mengakses file-file yang dibuat oleh tool yang lain. (SRS_PRJ_100) Spesifikasi kebutuhan (req. specification) : 1.1 Pengguna harus disediakan fasilitas untuk mendefinisikan tipe file. (SRS_PRJ_101) 1.2 Setiap tipe file direpresentasikan dengan ikon tertentu pada layar pengguna. (SRS_PRJ_102) 36/43

37 Proses : Validasi (+ Verifikasi) (3) Proses pengecekan untuk menjamin bahwa pernyataan kebutuhan yang telah didefinisikan dan dispesifikasikan adalah benar, akurat dan lengkap Dilakukan bersama-sama antara kustomer dan developer Sangat penting dilakukan karena kesalahan di dalam menentukan kebutuhan akan berdampak pada keseluruhan proses yang mengikutinya Validasi : do we make the right product..? Verifikasi : do we make the product right..? Teknik : Review : Software Specification Review (SSR) Prototyping : executable model of the system/software 37/43

38 Proses : Validasi (+ Verifikasi) (3) Parameter validasi : Validity does the system provide the functions which best support the customer s needs? Consistency are there any requirements conflicts? Comprehensibility are all functions required by the customer included? Parameter verifikasi : Readability Testability Completeness Identifiability Ambiguity 38/43

39 Proses : Manajemen Kebutuhan (4) Aktifitas untuk melakukan kontrol terhadap kebutuhan yang sedang maupun telah didefinisikan : Identifikasi bagaimana setiap kebutuhan dapat diidentifikasi dengan mudah (Cont. : SRS_PRJ_XXX, IRS_PRJ_XXX) Manajemen perubahan bagaimana mekanisme untuk menangani perubahan kebutuhan yang terjadi Dokumentasi SRS dan IRS sebagai deliverable, ECP, PCR Tracking penelusuran informasi yang berhubungan dengan sebuah kebutuhan (sumber/asal, alokasi ke perancangan) 39/43

40 Model 40/43

41 Metode : Pemodelan Bagian dari proses elisitasi/analisis dan spesifikasi kebutuhan Mengapa : Memudahkan memahami dan menganalisis kebutuhan Identifikasi potensi masalah lebih awal Model yg baik : Mengurangi kompleksitas Memfasilitasi penjelasan dari permasalahan yg kompleks Tidak mahal dan mudah untuk modifikasi Structured Analysis dan Object Oriented Analysis 41/43

42 Metode 42/43

43 Metode : Structured Analysis Pertama kali dipopulerkan oleh T. DeMarco (1979) Structured Analysis and System Specification Perluasan notasi untuk kebutuhan real-time systems oleh Hatley dan Pirbhai (1987) SA/RT Strategies for Real-Time System Specification Processes Data Behavior 43/43

44 Metode : Structured Analysis Elemen-elemen : Data Object Description ER Diagram Process Specification (PSPEC) Data Flow Diagram (DFD) Data Dictionary State Transition Diagram (STD) Control Specification (CSPEC) 44/43

45 Metode : Structured Analysis ER Diagram : Entitas Modalitas : tingkat mandatory Kardinalitas : tingkat relasi Bentuk relasi Manufacturer Builds Car Data Flow Diagram (DFD) : DFD level 0 : Context Diagram DFD level 1, dst. : breakdown detil, konsistensi Terminator, process, data flow, control flow, memory/storage, control bar 45/43

46 Metode : Structured Analysis Contoh Data/Control Context Diagram (DCD/CCD) object 0* returned coins Customer customer selection Vend product Customer slug product coin return request product available 46/43

47 Metode : Structured Analysis Contoh Data/Control Flow Diagram (DFD/CFD level 1) object coins coin return request slug coin detected price table 1* Get customer payment 2p Get product price payment sufficient payment price valid selection customer selection 3p Validate payment change due 4p Get valid selection product available 5* Dispense change valid selection product available 6p Dispense product returned coins products product product dispensed 47/43

48 Metode : Structured Analysis PSPEC Validate payment (Process 3) Inputs : payment (data in) price (data in) Outputs : change due (data out) sufficient payment (control out) Body : IF payment >= price THEN change due = payment price sufficient payment = TRUE ELSE change due = 0 sufficient payment = FALSE END IF 48/43

49 Metode : Structured Analysis Data/Control Flow Diagram (DFD/CFD level 2) : Dispense change change due coin return request product available 5.1p Get change coin change coins returned coins coins payment 5.2p Get payment coin payment coins 49/43

50 Metode : Object Oriented Analysis Mulai populer akhir 80an 90an (Booch, Rumbaugh-OMT, Jacobson-OOSE, Coad+Yourdon, Wirfs-Brock) : Elisitasi kebutuhan customer Identifikasi skenario / use-case (use-case diagram) Identifikasi klas berdasarkan kebutuhan customer Identifikasi atribut dan operasi setiap klas Definisi struktur klas (class diagram) Definisi model relasi antar klas (collaboration/sequence diagram) Definisi perpindahan status sistem (statechart diagram) 1996 : UML (Unified Modeling Language) Grady Booch+James Rumbaugh+Ivar Jacobson 54/43

51 Object, Class Apa Itu? Objek (Object) : Benda (tangible & intangible thing) Contoh : Andi, Eko, Susi dalam sistem akademik perkuliahan Sebuah objek memiliki karakteristik : identity (identitas), state (sekumpulan atribut) & behaviour (sekumpulan operasi) Notasi : Nama Objek Atribut2 Operasi2 55/43

52 Object, Class Apa Itu? Klas (Class) : Gambaran umum (template, blue-print) yang menjelaskan sekumpulan objek yang memiliki kesamaan karakteristik (atribut dan operasi) Merupakan cetakan dari objek Digunakan untuk menginstansiasi objek yang memiliki identitas yang berbeda Contoh : Klas Mahasiswa objek Andi, Eko, Susi Klas Abstrak dan Konkret (abstract & concrete class) Abstrak : tidak bisa diinstansiasi, sebagai interface (harus ada klas implementasinya) Konkret : bisa diinstansiasi menjadi beberapa objek 56/43

53 Object, Class Apa Itu? Mahasiswa Instansiasi : penciptaan objek - NIM - Nama - Buat skripsi - Ujian Mahasiswa : Andi Mahasiswa - NIM : Nama : Andi - Buat skripsi - Ujian Mahasiswa : Eko Mahasiswa - NIM : Nama : Eko - Buat skripsi - Ujian Mahasiswa : Susi Mahasiswa - NIM : Nama : Santi - Buat skripsi - Ujian 57/43

54 Metode : Object Oriented Analysis UML Diagram utama : Use-case diagram (statis) Class diagram (statis) Collaboration/sequence diagram (dinamis) Statechart diagram (dinamis) Use-case diagram : Menjelaskan perilaku sistem dari tampak luar Menyediakan fungsi-fungsi yg harus dipenuhi sistem Aktor (orang, sistem lain) dan use-case Setiap use-case dilengkapi dengan skenario (deskripsi) 58/43

55 Metode : Object Oriented Analysis UML Use-case diagram : Enter object Customer Select product Get return coins

56 Metode : Object Oriented Analysis UML Use-case scenario : Flow of events for the Select product use-case Objective Actors Pre-condition Allow customer to select a certain product to dispense Customer Coin detected and valid Main flow 1. The customer selects a button product. 2. The system displays an entry prompt of number of product to order. Alternative flows 1. If the selected product is not available, the system will display a message Your selected product is not available. 2. If the selected product is available but there isn t enough number to order, the system will display a messange The number isn t enough, max. x. X is the existing number of the product. Post-condition The selected product dispensed as the number needed 60/43

57 Metode : Object Oriented Analysis UML Class diagram ( is a - inheritance) :

58 Metode : Object Oriented Analysis UML Class diagram ( part of - aggregation) :

59 Metode : Object Oriented Analysis UML Sequence diagram : : Customer : SelectionScreen : SelectionController : Products : DispenserProduct selectproduct( ) getvalidselection(string) isproductavailable(string) dispenseproduct(string, int)

60 Alat Bantu + Dokumentasi : Alat Bantu Structured Analysis : Aplikasi pengolah model : Visio, dll. Aplikasi pengolah kata : MS Word, dll. CASE Tool : StP (Software through Picture), PSL/PSA (Problem Statement Language/Problem Statement Anaylzer), ILeaf, SPMS, dll. OO Analysis : Aplikasi pengolah model : Visio, dll. Aplikasi pengolah kata : MS Word, dll. CASE Tool : Rational RequisitePro, Rational Soda for Word, Rational Rose, dll. 64/43

61 Alat Bantu + Dokumentasi : Dokumentasi IEEE Standard+ (IRS/SRS): 1. Introduction 1.1. Purpose of the requirements document 1.2. Scope of the product 1.3. Definition, acronyms and abbreviations 1.4. References 2. General Description 2.1. Product perspective 2.2. Product functions 2.3. User characteristics 2.4. General constraints 3. Specific Requirements All functional and non-functional requirements, system models (eg. DFD/CFD, ERD, STD, Use-Case, Class, Sequence, Statechart diagrams), performance, database requirements, design constraints, security. 3. Qualification/Validation Requirements 4. Appendices/Bibliography 65/43

62 Challenge in Software engineering

63 Please Minimize this!

RE PROCESS. Rekayasa dan Manajemen Kebutuhan

RE PROCESS. Rekayasa dan Manajemen Kebutuhan RE PROCESS Rekayasa dan Manajemen Kebutuhan Motivation Catastrophe 2 Proses Penggalian dan analisis kebutuhan (s/w req. elicitation and analysis) Spesifikasi kebutuhan (s/w req. specification) Validasi

Lebih terperinci

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 TUJUAN PERKULIAHAN Memahami pengertian dan urgensi rekayasa kebutuhan Memahami proses rekayasa kebutuhan Memahami problem-problem

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Rekayasa Kebutuhan

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Rekayasa Kebutuhan ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Rekayasa Kebutuhan Tujuan perkuliahan Memahami pengertian dan urgensi rekayasa kebutuhan Memahami proses rekayasa kebutuhan Memahami problem-problem dalam rekayasa

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) ANALISIS KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK

REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) ANALISIS KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) ANALISIS KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Anonymous Customer I know you believe you understood what you think I

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Anonymous Customer I I know you believe you understood what you think I said, but I am not sure you realize that what you heard is not

Lebih terperinci

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 TUJUAN PERKULIAHAN Memahami pemodelan yang dibutuhkan dalam rekayasa kebutuhan Memahami konsep pendekatan terstruktur dalam pemodelan

Lebih terperinci

Requirements Modeling Structured TIF REKAYASA DAN MANAJEMEN KEBUTUHAN

Requirements Modeling Structured TIF REKAYASA DAN MANAJEMEN KEBUTUHAN Requirements Modeling Structured TIF-151551 REKAYASA DAN MANAJEMEN KEBUTUHAN 2 Goals Memahami konsep pemodelan terstruktur pada rekayasa kebutuhan. Terampil dalam pembuatan diagram-diagram yang diperlukan

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Terstruktur

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Terstruktur ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Terstruktur Tujuan perkuliahan Memahami pemodelan yang dibutuhkan dalam rekayasa kebutuhan Memahami konsep pendekatan terstruktur dalam

Lebih terperinci

Pemodelan Berorientasi Objek

Pemodelan Berorientasi Objek 1 Pemodelan Berorientasi Objek Penggalian Kebutuhan dan Identifikasi Aktor Adam Hendra Brata Materi Pertemuan 3 2 Fase Fase Pengembangan Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Penggalian Kebutuhan Sistem Elisitasi

Lebih terperinci

DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK

DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN ANALISIS KEBUTUHAN Institut Teknologi Sumatera DEFINISI MODEL ANALISIS Menurut Ian Sommerville(2011) Model Analisis adalah suatu teknik untuk merepresentasikan

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com REKAYASA PERANGKAT LUNAK 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com Referensi Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi, Roger S. Pressman, Ph.D, Andi Jogyakarta, 2012 Buku 1 Rekayasa

Lebih terperinci

Modul Praktikum Analisis dan Perancangan Sistem Halaman 1 dari 58

Modul Praktikum Analisis dan Perancangan Sistem Halaman 1 dari 58 Modul Praktikum Analisis dan Perancangan Sistem Halaman 1 dari 58 Praktikum Analisis dan Perancangan REKAYASA KEBUTUHAN 1.1. TUJUAN PRAKTIKUM : a) Mahasiswa mampu memahami konsep rekayasa kebutuhan b)

Lebih terperinci

REQUIREMENT ENGINEERING

REQUIREMENT ENGINEERING REQUIREMENT ENGINEERING Previous Chapter Poor Quality software? Not meet customer requirements Too complicated Not solve the problem Beyond expectation Requirement engineering is very important! Requirements

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Kebutuhan 1. Kenapa butuh rekayasa kebutuhan? 2. Definisi kebutuhan dan rekayasa kebutuhan 3. Cara mendapatkan kebutuhan 4.

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Berorientasi Objek

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Berorientasi Objek ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Pemodelan Kebutuhan: Pendekatan Berorientasi Objek Tujuan perkuliahan Memahami konsep pendekatan berorientasi objek dalam pemodelan kebutuhan Bahan Kuliah APS - Pemodelan

Lebih terperinci

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh Review Rekayasa Perangkat Lunak Nisa ul Hafidhoh [email protected] Software Process Sekumpulan aktivitas, aksi dan tugas yang dilakukan untuk mengembangkan PL Aktivitas untuk mencapai tujuan umum (komunikasi

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Perancangan

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Perancangan ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Perancangan Tujuan perkuliahan Memahami pengertian dan urgensi perancangan PL Memahami proses perancangan PL Memahami prinsip-prinsip perancangan PL Memahami

Lebih terperinci

Pemodelan Rekayasa Kebutuhan

Pemodelan Rekayasa Kebutuhan REKAYASA PERANGKAT LUNAK Semester Ganjil 2015/2016 ADAM HENDRA BRATA Tujuan & Agenda Perkuliahan Tujuan Memahami konsep pemodelan dalam rekayasa kebutuhan Memahami konsep pendekatan terstruktur dan berorientasi

Lebih terperinci

MEMAHAMI PENGGUNAAN UML

MEMAHAMI PENGGUNAAN UML MEMAHAMI PENGGUNAAN UML Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Saat ini sebagian besar para perancang sistem informasi dalam menggambarkan informasi dengan memanfaatkan UML diagram dengan tujuan

Lebih terperinci

Konsep Perancangan Perangkat Lunak

Konsep Perancangan Perangkat Lunak REKAYASA PERANGKAT LUNAK Semester Ganjil 2015/2016 ADAM HENDRA BRATA Tujuan & Agenda Perkuliahan Tujuan Memahami pengertian dan urgensi perancangan PL Memahami proses perancangan PL Memahami prinsip-prinsip

Lebih terperinci

Analysis Modeling 4/10/2018. Focus on What not How. Kenapa Analisis Kebutuhan. Definisi Analisis Kebutuhan. Langkah-Langkah Analisis Kebutuhan

Analysis Modeling 4/10/2018. Focus on What not How. Kenapa Analisis Kebutuhan. Definisi Analisis Kebutuhan. Langkah-Langkah Analisis Kebutuhan Kenapa Analisis Kebutuhan Analysis Modeling 1 Definisi Analisis Kebutuhan Definisi Analisis Kebutuhan Penguraian kebutuhan-kebutuhan yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK MODUL KE - 2 PENGENALAN UML dengan RATIONAL ROSE OLEH: ANISA ISTIQOMAH (KELAS 5 B)

PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK MODUL KE - 2 PENGENALAN UML dengan RATIONAL ROSE OLEH: ANISA ISTIQOMAH (KELAS 5 B) PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK MODUL KE - 2 PENGENALAN UML dengan RATIONAL ROSE OLEH: ANISA ISTIQOMAH 09560018 (KELAS 5 B) LABORATORIUM RPL PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Pemodelan

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Pemodelan ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM (APS) Konsep Pemodelan Tujuan perkuliahan Memahami pengertian model dan diagram Memahami urgensi model dan diagram dalam analisis dan perancangan sistem Memahami proses

Lebih terperinci

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir

Lebih terperinci

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 TUJUAN PERKULIAHAN Memahami pemodelan perancangan dengan pendekatan berorientasi objek AGENDA PERKULIAHAN Pemodelan perancangan berorientasi

Lebih terperinci

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 TUJUAN PERKULIAHAN Memahami pengertian model dan diagram Memahami urgensi model dan diagram dalam analisis dan perancangan sistem

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Graha Prakarsa, ST. MT. Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Memahami arti pengembangan perangkat lunak. Mengetahui aktivitas pengembangan perangkat lunak. Memahami

Lebih terperinci

Analisis (Konvensional)

Analisis (Konvensional) Analisis (Konvensional) Tujuan Analisis Menjabarkan kebutuhan pemakai meletakkan dasar-dasar untuk proses perancangan PL mendefinisikan semua kebutuhan pemakai sesuai dengan lingkup kontrak yang disepakati

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com REKAYASA PERANGKAT LUNAK 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com Referensi Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi, Roger S. Pressman, Ph.D, Andi Jogyakarta, 2012 Buku 1 Rekayasa

Lebih terperinci

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1 Teknik Informatika S1 Software Requirement Engineering Requirement Classification Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 SILABUS MATA

Lebih terperinci

Unified Modelling Language UML

Unified Modelling Language UML Unified Modelling Language UML Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.

Lebih terperinci

Requirement Elicitation

Requirement Elicitation Requirement Elicitation SI Building Block Memahami Kebutuan Tertuang dalam dokumen kebutuhan (Requirement Document) Terdiri dari lima langkah pokok: Identifikasi Masalah Evaluasi dan sintesis Pemodelan

Lebih terperinci

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Disusun Oleh : M Ikhsan Ariya Girinata 41813120052 Dosen : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI Mata Kuliah : REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Lebih terperinci

Ratna Wardani. Department of Electronic Engineering Yogyakarta State University

Ratna Wardani. Department of Electronic Engineering Yogyakarta State University Ratna Wardani Department of Electronic Engineering Yogyakarta State University Hirarki Materi Pemodelan Sistem Rekayasa Informasi Rekayasa Perangkat Lunak Konsep dan Prinsip Analisis Analisis persyaratan

Lebih terperinci

Sistem Informasi OOAD dengan UML (1) Teknik Informatika UNIKOM

Sistem Informasi OOAD dengan UML (1) Teknik Informatika UNIKOM Sistem Informasi OOAD dengan UML (1) Teknik Informatika UNIKOM OOAD dengan UML (1) 1. OOAD 2. Pengenalan UML 3. CRC cards 4. Tipe Diagram UML 5. Structural Diagram 6. Behavioral Diagram 7. Relasi pada

Lebih terperinci

Nama : Rendi Setiawan Nim :

Nama : Rendi Setiawan Nim : Nama : Rendi Setiawan Nim : 41813120188 Elemen Model Analisis Rekayasa perangkat lunak dimulai dg serangkaian tugas pemodelan yg membawa pd suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan dan representasi desain

Lebih terperinci

Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak

Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak Disusun oleh : Rina Noviana 1 LINGKUP PEMBAHASAN Pengumpulan Kebutuhan Perangkat Lunak - Mengumpulkan Data mengenai analisa sistem dan masalah nya Teknik Pemodelan

Lebih terperinci

UNIFIED MODELING LANGUAGE

UNIFIED MODELING LANGUAGE UNIFIED MODELING LANGUAGE UML (Unified Modeling Language) adalah metode pemodelan secara visual sebagai sarana untuk merancang dan atau membuat software berorientasi objek. Karena UML ini merupakan bahasa

Lebih terperinci

PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2

PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2 PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji

Lebih terperinci

Analisis Model Perangkat Lunak

Analisis Model Perangkat Lunak Analisis Model Perangkat Lunak 1 Analisis Kebutuhan Analisis Kebutuhan Menentukan karakteristik operasional PL Menunjukkan antarmuka PL dengan elemen sistem yang lain Membuat batasan yang harus dipenuhi

Lebih terperinci

Pendahuluan Rekayasa Perangkat Lunak II. Alif Finandhita. Teknik Informatika UNIKOM

Pendahuluan Rekayasa Perangkat Lunak II. Alif Finandhita. Teknik Informatika UNIKOM Pendahuluan Rekayasa Perangkat Lunak II Alif Finandhita Teknik Informatika UNIKOM [email protected] AGENDA PERKULIAHAN Deskripsi dan Silabus Mata Kuliah Penilaian dan Referensi Pengantar Rekayasa Perangkat

Lebih terperinci

UML USE CASE DIAGRAM

UML USE CASE DIAGRAM UML USE CASE DIAGRAM "Get your team up to speed on these requirements so that you can all start designing the system." Happy Monday READING DOCUMENT REQUIREMENT The requirements are still a little fuzzy,

Lebih terperinci

PENGENALAN. Perancangan Perangkat Lunak. (Software Engineering) Bertalya Program Pascasarjana Univesitas Gunadarma

PENGENALAN. Perancangan Perangkat Lunak. (Software Engineering) Bertalya Program Pascasarjana Univesitas Gunadarma PENGENALAN Perancangan Perangkat Lunak (Software Engineering) Bertalya Program Pascasarjana Univesitas Gunadarma Perangkat Lunak (Software) Merupakan program aplikasi berikut dengan dokumentasi dan data

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK II

REKAYASA PERANGKAT LUNAK II REKAYASA PERANGKAT LUNAK II Pendahuluan Rekayasa Perangkat Lunak II DISUSUN OLEH: ADAM MUKHARIL BACHTIAR TEKNIK INFORMATIKA UNIKOM [email protected] AGENDA PERKULIAHAN 2 Deskripsi dan Silabus Mata

Lebih terperinci

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem Model Pendekatan Pendekatan terstruktur Mempertimbangkan data dan proses yang mentransformasikan data sebagai

Lebih terperinci

Requirement? Teknik Informatika S1. Definisi. Rekayasa Perangkat Lunak. Pengertian Requirement. Pengertian Requirement Engineering

Requirement? Teknik Informatika S1. Definisi. Rekayasa Perangkat Lunak. Pengertian Requirement. Pengertian Requirement Engineering Teknik Informatika S1 Definisi Rekayasa Perangkat Lunak Requirement Engineering Requirement? Pengertian Requirement Pengertian Requirement Engineering Sesuatu pada produk yang harus dilakukan atau sebuah

Lebih terperinci

APLIKASI PERANGKAT LUNAK

APLIKASI PERANGKAT LUNAK APLIKASI PERANGKAT LUNAK DOKUMEN PERANGKAT LUNAK Software Project Management Plan (SPMP) Software Requirement Specification (SRS) Software Design Description (SDD) Software Test Plan (STP) Software Test

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Perangkat Lunak Pertemuan 4 Konsep dan Prinsip Analisis Dan Pemodelan Analisis.: Erna Sri Hartatik :. Definisi Tahap Analisis : yaitu tahap dimana kita berusaha mengenali segenap permasalahan

Lebih terperinci

PEMODELAN ANALISIS. Di Susun Oleh : Linda Liana Dosen Pengampu : Wahyu Hari Haji M.Kom

PEMODELAN ANALISIS. Di Susun Oleh : Linda Liana Dosen Pengampu : Wahyu Hari Haji M.Kom PEMODELAN ANALISIS Di Susun Oleh : Linda Liana 41813120100 Dosen Pengampu : Wahyu Hari Haji M.Kom FAKULTAS ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDY SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2015 PEMBAHASAN Model

Lebih terperinci

Pemrograman Web Berbasis Framework. Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD

Pemrograman Web Berbasis Framework. Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD Pemrograman Web Berbasis Framework Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD [email protected] Pokok Bahasan Pendahuluan Requirement atau penelusuran

Lebih terperinci

MAKALAH ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II USE CASE DIAGRAM

MAKALAH ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II USE CASE DIAGRAM MAKALAH T02/Use Case Diagram ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM II USE CASE DIAGRAM Nama : Abdul Kholik NIM : 05.05.2684 E mail : [email protected] Sumber : http://artikel.webgaul.com/iptek/unifiedmodellinglanguage.htm

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com REKAYASA PERANGKAT LUNAK 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com Referensi Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi, Roger S. Pressman, Ph.D, Andi Jogyakarta, 2012 Buku 1 Rekayasa

Lebih terperinci

http://www.brigidaarie.com INPUT [ Source ] [ Requirements ] Process ACTIVITIES (TASKS), CONSTRAINTS, RESOURCES PROCEDURES TOOLS & TECHNIQUES OUTPUT [ Results ] [ Product ] [ Set of Goals ] [ Standards

Lebih terperinci

EDU SOFT. Statement Of Work

EDU SOFT. Statement Of Work EDU SOFT Aplikasi Penilaian Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Statement Of Work Version: (1) Date: (02/18/2010) Document History and Distribution Revision History : Revision # Revision Date Description

Lebih terperinci

DIAGRAM SEQUENCE UML

DIAGRAM SEQUENCE UML DIAGRAM SEQUENCE UML Makalah ini di susun oleh : 1) Banu Hardian (51412367) 2) Mutia Sulisetyani (55412178) 3) Raditya Rafian (55412868) 4) Tio Dwi Akbar (57412395) GUNADARMA UNIVERSITY 1 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM ANALISA & PERANCANGAN SISTEM Analisis System Mulyadi, S.Kom, M.S.I Analisa Sistem Analisis sistem - teknik pemecahan masalah yang menguraikan sistem ke dalam beberapa komponen dengan tujuan mempelajari

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Suyono (2003:155) pengertian freight forwarding (jasa

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Suyono (2003:155) pengertian freight forwarding (jasa BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Administrasi Pengiriman Barang Menurut Suyono (2003:155) pengertian freight forwarding (jasa pengiriman barang) adalah badan usaha yang bertujuan memberikan jasa pelayanan/pengurusan

Lebih terperinci

MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL

MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL Oleh : Samsul Arifin, S.Kom Email : [email protected] Konsep Pemodelan Perangkat Lunak (PL) Konsep rekayasa PL. Suatu disiplin ilmu yang membahas semua

Lebih terperinci

Unified Modelling Language (UML)

Unified Modelling Language (UML) Unified Modelling Language (UML) Tatik yuniati Abstrak Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah bahasa yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem

Lebih terperinci

1. Konsep dan Prinsip Analisa

1. Konsep dan Prinsip Analisa 1. Konsep dan Prinsip Analisa Pendataan industri dan perdagangan merupakan salah satu bagian dari ketersediaan data statistik industri dan perdagangan. Data yang mencakup di dalamnya yaitu : data kecamatan,

Lebih terperinci

Review & Summarize REKAYASA KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK ABOERYZAL AHMED KOESYAIRY / IMAM AFANDI AHMAD /

Review & Summarize REKAYASA KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK ABOERYZAL AHMED KOESYAIRY / IMAM AFANDI AHMAD / Review & Summarize REKAYASA KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK ABOERYZAL AHMED KOESYAIRY / 5212100071 IMAM AFANDI AHMAD / 5212100703 Review & summarize the software requirement specification (SRS) documentation

Lebih terperinci

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Disusun Oleh : M Ikhsan Ariya Girinata 41813120052 Dosen : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI Mata Kuliah : REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Lebih terperinci

MODUL 4 Unified Software Development Process (USDP)

MODUL 4 Unified Software Development Process (USDP) MODUL 4 Unified Software Development Process (USDP) Daftar Isi 4.1 Pengantar USDP... 2 4.2 Fase USDP... 2 4.2.1 Fase, Workflow dan Iterasi... 3 4.2.2 Perbedaan USDP dan Siklus Hidup Waterfall... 3 4.2.3

Lebih terperinci

SEJARAH UML DAN JENISNYA

SEJARAH UML DAN JENISNYA SEJARAH UML DAN JENISNYA Elya Hestika Asiyah [email protected] :: http://penulis.com Abstrak UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan

Lebih terperinci

REKAYASA PERANGKAT LUNAK I

REKAYASA PERANGKAT LUNAK I REKAYASA PERANGKAT LUNAK I Rekayasa Kebutuhan Disusun Oleh: Tim MK RPL Teknik Informatika UNIKOM AGENDA PERKULIAHAN KONTEN MATERI KENAPA BUTUH REKAYASA KEBUTUHAN Apa yang customer inginkan dari software

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Rancang Bangun Menurut Jogiyanto (2005), Rancang Bangun (desain) adalah tahap dari setelah analisis dari siklus pengembangan sistem yang merupakan pendefinisian dari kebutuhankebutuhan

Lebih terperinci

METODOLOGI BERORIENTASI OBJEK IIM ABDURROHIM, S.T.,M.T

METODOLOGI BERORIENTASI OBJEK IIM ABDURROHIM, S.T.,M.T METODOLOGI BERORIENTASI OBJEK IIM ABDURROHIM, S.T.,M.T Pengertian Metodologi Cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan pembuatan perangkat lunak guna mencapai tujuan tertentu. Proses untuk

Lebih terperinci

Apakah Diagram Itu? Diagram mengikuti aturan atau standar. Contoh Diagram sederhana:

Apakah Diagram Itu? Diagram mengikuti aturan atau standar. Contoh Diagram sederhana: KONSEP PEMODELAN Pada pengembangan sistem model digambarkan dalam bentuk fisik dan abstrak. Tim pengembangan sistem (software) membutuhkan model untuk mendapaat gambaran tentang sistem tersebut. Meskipun

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Structured Oriented) Teknik Informatika UNIKOM

Rekayasa Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Structured Oriented) Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Structured Oriented) Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Kebutuhan 1. Kenapa butuh tahap analisis? 2. Definisi analisis kebutuhan perangkat lunak

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Information Technology Infrastructure Library (ITIL) Framework Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA Information Technology Infrastructure Library (ITIL) Framework Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian 2 sebanyak 92% pada incident bisnis kritis pada tahun 2003. Dari beberapa fakta di atas terbukti bahwa ITIL framework dapat memberikan solusi penanganan incident di perusahaan. Pada penelitian ini, ITIL

Lebih terperinci

RANCANGAN APLIKASI LATIHAN BELAJAR TENSES DENGAN METODE OBJECT ORIENTED DESIGN

RANCANGAN APLIKASI LATIHAN BELAJAR TENSES DENGAN METODE OBJECT ORIENTED DESIGN Seminar Nasional Teknologi Informasi 2015 RANCANGAN APLIKASI LATIHAN BELAJAR TENSES DENGAN METODE OBJECT ORIENTED DESIGN Qoriani Widayati, Irman Effendy 1) Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer Jl.

Lebih terperinci

Requirements Engineering. TIM RPL Program Studi Teknik Informatika

Requirements Engineering. TIM RPL Program Studi Teknik Informatika Requirements Engineering TIM RPL Program Studi Teknik Informatika 1 Requirements Engineering Membantu Software Engineer lebih memahami masalah yang mereka coba pecahkan. Menghasilkan pemahaman tertulis

Lebih terperinci

MODEL DESAIN & DOKUMENTASI DESAIN

MODEL DESAIN & DOKUMENTASI DESAIN MODEL DESAIN & DOKUMENTASI DESAIN Tugas ke 9 Rekayasa Perangkat Lunak Dibuat oleh : Dekha Sundhawati (41813120217) Dosen Pengampu : Wachyu Hari Haji, S.Kom,MM JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas

Lebih terperinci

Rahmady Liyantanto Blog : liyantanto.wordpress.com

Rahmady Liyantanto Blog : liyantanto.wordpress.com ANALISA DESAIN BERORIENTASI OBJEK Rahmady Liyantanto Blog : liyantanto.wordpress.com E-mail : [email protected] TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2011 1. Pendahuluan 2. Pemrograman

Lebih terperinci

Minggu 03 a Alat Pemodelan

Minggu 03 a Alat Pemodelan Minggu 03 a Alat Pemodelan Fungsi Alat Pemodelan Flowchart Business Process Model and Notation (OMG) Data Flow Diagram Unified Modeling Language (OMG) Database Model Dapat memfokuskan perhatian pada halhal

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Graha Prakarsa, ST. MT. Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Memahami pengertian kebutuhan perangkat lunak. Memahami apa yang dimaksud dengan analisis kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam memperkenalkan identitas suatu bangsa. Provinsi Jawa Barat adalah salah

BAB I PENDAHULUAN. dalam memperkenalkan identitas suatu bangsa. Provinsi Jawa Barat adalah salah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seni dan kebudayaan adalah suatu media yang memiliki peran cukup besar dalam memperkenalkan identitas suatu bangsa. Provinsi Jawa Barat adalah salah satu wilayah yang

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Flowchart

Gambar 4.1 Flowchart BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Perancangan Algoritma Dalam merancang proses pada Sistem Informasi ini penulis menggunakan Flowchart dan UML sebagai case tool dalam merancang proses yang terjadi di dalam

Lebih terperinci

2.1 Definisi Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah proses menemukan permasalahan dan menghasilkan alternatif pemecahan yang relevan.

2.1 Definisi Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah proses menemukan permasalahan dan menghasilkan alternatif pemecahan yang relevan. Topik 3 : Analisis 2.1 Definisi Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah proses menemukan permasalahan dan menghasilkan alternatif pemecahan yang relevan. Tujuan tahap analisis adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

Object Oriented Analysis and Design -Pendahuluan- Nisa ul Hafidhoh

Object Oriented Analysis and Design -Pendahuluan- Nisa ul Hafidhoh Object Oriented Analysis and Design -Pendahuluan- Nisa ul Hafidhoh [email protected] 08156114760 Agenda Kontrak Kuliah Silabus Referensi Materi Pendahuluan @NH2017 2 Kontrak Kuliah Penilaian: UTS 30%

Lebih terperinci

Notasi Object Oriented System. Chapter II

Notasi Object Oriented System. Chapter II Notasi Object Oriented System Chapter II Introduction Unified Modeling Language (UML), merupakan standar untuk mendokumentasikan object-oriented systems UML is a modeling language, not a methodology or

Lebih terperinci

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1 Teknik Informatika S1 Object Oriented Analysis and Design Class Diagram dan Object Diagram Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6281329571612

Lebih terperinci

KAJIAN KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK BUATAN LAPAN BANDUNG

KAJIAN KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK BUATAN LAPAN BANDUNG KAJIAN KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK BUATAN LAPAN BANDUNG Alhadi Saputra Peneliti Bidang Teknologi Pengamatan, Pussainsa, LAPAN e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif.

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif. BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Kredit Pengertian kredit mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai kata kredit yang berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti kepercayaan. Maksudnya pemberi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1. Aplikasi Pengertian aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang

Lebih terperinci

Judul. Deskripsi dan Spesifikasi Kebutuhan Sistem Berbasis Komputer. Oleh: Tim Dit. TIK UPI

Judul. Deskripsi dan Spesifikasi Kebutuhan Sistem Berbasis Komputer. Oleh: Tim Dit. TIK UPI Judul Deskripsi dan Spesifikasi Kebutuhan Sistem Berbasis Komputer Oleh: Tim Dit. TIK UPI 1 Tujuan Memperkenalkan konsep kebutuhan user dan Sistem Menggambarkan kebutuhan fungsional dan nonfungsional Menjelaskan

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CSG3H3 RPL TEKNIK BERORIENTASI OBJEK Disusun oleh: Eko Darwiyanto PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN Rencana

Lebih terperinci

IF2261 Software Analysis Part I

IF2261 Software Analysis Part I IF2261 Software Analysis Part I Sistem Proses Rekayasa sistem biasanya dimulai dengan sebuah World View, yaitu di mana keseluruahan domain bisnis atau domain produk diuji untuk memastikan bahwa bisnis

Lebih terperinci

Disain System Berorientasi Objek (Unified Modeling Language) ( Studi Kasus : Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan )

Disain System Berorientasi Objek (Unified Modeling Language) ( Studi Kasus : Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan ) Disain System Berorientasi Objek (Unified Modeling Language) ( Studi Kasus : Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan ) BEDA DFD DAN UML DFD ORIENTASI DATA UML INTERAKSI AKTOR O Kotak/Entitas O, Aktor Entitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem merupakan kumpulan dari unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan/berinteraksi dan saling memengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata,

Lebih terperinci

Overview. By: Uro AbdRohim. U. Abd. Rohim Rekayasa Perangkat Lunak (OVERVIEW) Halaman: 1

Overview. By: Uro AbdRohim. U. Abd. Rohim Rekayasa Perangkat Lunak (OVERVIEW) Halaman: 1 Overview By: Uro AbdRohim Halaman: 1 Tujuan Umum Memberikan pengertian dan pemahaman mendasar yang rinci terhadap setiap tahapan dan proses pembangunan suatu perangkat lunak; Memberikan pengetahuan dan

Lebih terperinci

Oleh : RAHMADY LIYANTANTO

Oleh : RAHMADY LIYANTANTO Analisa Desain Berorientasi Objek Pengantar uml Oleh : RAHMADY LIYANTANTO TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2011 Topik Bahasan Pengenalan Berorientasi Objek Pemodelan visual UML

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada perusahaan retail. ii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada perusahaan retail. ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada Perusahaan Retail adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk mengelola penerimaan, Penjualan, permintaan Barang. Tujuan perancangan sistem

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi

Lebih terperinci