PERBAIKAN RANTAI PASOK DENGAN METODE VALUE CHAIN ANALYSIS PADA RANTAI PASOK KOPI
|
|
|
- Harjanti Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PERBAIKAN RANTAI PASOK DENGAN METODE VALUE CHAIN ANALYSIS PADA RANTAI PASOK KOPI Rahaditya D. Prihadianto, Iwan Vanany Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya [email protected] Abstrak - Sektor pertanian hingga saat ini masih memberikan sumbangan cukup besar untuk PDB Indonesia. Namun, fakta menunjukkan bahwa post harvest waste dari produk agrikultur dapat mencapai 20%-60% dari total produksi. Artinya dengan waste hingga mencapai 60% dapat menyebabkan target produksi tidak terpenuhi. Sehingga, diperlukan perbaikan pada inbound supply chain untuk dapat menanggulangi waste yang terjadi. Subsektor tanaman perkebunan menjadi hal yang menarik untuk dibahas angka ekspor yang mulai menunjukkan trend positif tahun-tahun belakangan ini namun angka produksi menunjukkan trend negatif. Penelitian ini akan mencoba melihat waste yang terjadi di Food Supply Chain Kopi menggunakan metode Value Chain Analysis dengan memperhatikan indikator kinerja yang kritis. Pada Metode Value Chain Analysis, akan digambarkan Current State Value Stream Mapping (CSM) dan dilakukan eliminasi waste yang ditangkap dari peta CSM tersebut dan dilanjtkan dengan penggambaran Future State Value Stream Mapping (FSM). Analisis juga dilanjutkan dengan analisis Benefit Cost Ratio untuk mengetahui seberapa besar benefit yang diperoleh bila melakukan rekomendasi untuk eliminasi waste yang ditangkap dalam rantai pasok yang dilakukan. Kata Kunci - Food Supply chain Management(FSCM) ; Value Chain Analysis ; Indikator Kinerja; Benefit Cost Ratio T I. PENDAHULUAN anaman perkebunan menarik untuk dilihat karena industri pengolahan tanaman perkebunan mulai tumbuh di Indonesia. Berdasar berita yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (2013) menyebutkan bahwa pertumbuhan industri minuman ringan, yang salah satunya adalah Industri Minuman Teh, secara konsisten tumbuh 15%. Sumber yang sama juga menyebutkan salah satu tanaman perkebunan, kopi, diberitakan bahwa Indonesia dapat menjadi eksportir kopi terbesar di Dunia mengalahkan eksportir kopi terbesar saat ini yaitu Brazil. Sehingga dengan beberapa alasan tersebut subsektor tanaman perkebunan menarik untuk dikupas. Berikut ini akan dipaparkan tabel yang merupakan produksi kopi domestik dari tahun yang diperoleh dari FAOSTAT (2013) adalah sebagai berikut Tabel 1 Produksi Tanaman Kopi di Indonesia (dalam ribu Domestic Supply 1000 Metric tons Tahun Produksi Impor Ekspor Konsumsi Dalam Negeri = (Produksi + Impor) - Ekspor Ketika tabel1 dibuat kurva, maka akan tampak bahwa ekspor kopi mendekati level produksi dalam negeri. Artinya ketika level produksi dalam negeri menurun di tahun berikutnya sementara permintaan ekspor meningkat, bisa jadi terjadi lost sales atau memanfaatkan impor untuk menutupi demand yang ditetapkan. Sehingga, diperlukan pengaturan Supply Chain Management yang baik untuk dapat memenuhi demand ekspor selain dari proses tanam itu sendiri. Berdasar definisi dari Simchi-Levi (2008), Supply Chain yang baik harus bisa menghantarkan produk dengan kuantitas yang tepat, lokasi yang tepat dan waktu yang tepat. Berdasarkan kondisi di lapangan, terlihat bahwa terdapat kemungkinan kondisi supply chain kopi tidak seperti yang seharusnya seperti yang dikatakan oleh Simchi-Levi. Sehingga, diperlukan supply chain yang tepat untuk dapat menangani kondisi ini, dan perbaikan pada supply chain yang sudah dan sedang dilaksanakan sekarang mengingat komoditas yang dibicarakan disini adalah kopi yang termasuk dalam kategori food product. Jenis Supply Chain yang harus disiapkan dalam kaitannya penanganan produk makanan (food product) disebut Food Supply Chain Management (FSCM).
2 2 Gambar 1 Grafik Produksi Kopi dalam Negeri FSCM secara praktis adalah jenis SCM yang kompleks dibandingkan metode SCM lainnya, dikarenakan produk yang ditangani adalah perishable product, fluktuasi demand dan harga, dan naiknya perhatian konsumen pada kualitas (Van der Vorst and Beulens, 2003) serta ketergantungan terhadap kondisi iklim (Salin, 1998). Permasalahan yang kerap timbul di ekspor kopi Indonesia adalah pada kondisi post-harvest waste. Post-harvest waste adalah salah satu problem utama dari FSCM, karena berdasar sebuah laporan jurnal, banyak dari food product yang menjadi waste dalam berbagai tahap operasional dalam supply chain. Besarnya post-harvest waste berada di kisaran 20-60% dari total produksi di berbagai Negara (Widodo et.al, 2006). Dibandingkan menaikkan produksi, reduksi waste dapat menjadi jalan yang lebih baik untuk menaikkan pendapatan dan mereduksi harga (Kader, 2005). Penyebab operasional utama yang menghadirkan waste adalah proses penyimpanan, penanganan, dan transportasi yang tidak efisien (Murthy et.al, 2009). Pada penelitian ini, waste yang akan direduksi adalah jenis waste yaitu waiting. Waiting adalah waktu yang terbuang tanpa melakukan proses apapun selama rentang waktu tersebut, atau dapat disebut waktu menunggu. Ketika membicarakan mengenai eliminasi waste berupa waiting, maka dapat dihubungkan dengan konsep lean. Konsep Lean dapat didefinisikan sebagai pendekatan sistematis untuk memberikan value pada customer dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi waste melalui continous improvement. Lean Production dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk bekerja dengan sinergis untuk menciptakan sistem produksi yang berkualitas dan selaras dengan laju permintaan konsumen dengan sedikit atau tanpa waste. Berdasar dua definisi diatas jelas bahwa konsep lean adalah upaya untuk mereduksi dan atau mengeliminasi waste. Value Chain Analysis II. METODOLOGI PENELITIAN Value Chain Analysis adalah metode yang digunakan untuk melakukan improvement pada performa supply chain (Taylor H. David, 2005). Salah satu metode yang digunakan dalam Value Chain Analysis adalah Value Stream Management karena VCA dilakukan dengan membuat peta supply chain. Untuk dapat memetakan supply chain dengan baik maka diperlukan salah satu tools yang ada didalam Value Stream Management, yaitu Value Stream Mapping (VSM). Terdapat 7 tahapan yang dilakukan untuk melakukan Value Chain Analysis, yaitu 1. Kesepahaman potensi bisnis kedepan ketika mengimplementasikan VCA. Pada tahap ini adalah bagaimana meyakinkan konsumen, dalam hal ini adalah perusahaan dengan melakukan presentasi mengenai scope dan tujuan dari penelitian ini untuk memberikan overview mengenai konsep lean dan mapping tool yang akan digunakan, dan output serta rekomendasi perbaikan yang akan didapat oleh perusahaan. 2. Membuat struktur keseluruhan supply chain dan membuat target-target dari setiap entitas dalam supply chain tersebut. Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat struktur supply chain dan menentukan target dari masing-masing eselon dalam supply chain tersebut. 3. Membuat peta fasilitas yang dimiliki dari tiap entitas supply chain. Pada tahap ini adalah membuat daftar fasilitasfasilitas yang dimiliki sepanjang supply chain. Fasilitas-fasilitas ini perlu untuk diidentifikasi karena tahap ini juga berkontribusi untuk membuat Current State Value Stream Mapping (CSM). Fasilitas diidentifikasi berdasarkan fungsi dan output dari masing-masing fasilitas. 4. Membuat Current State Value Stream Mapping (CSM). Pada tahap ini akan dibuat Current State Value Stream Mapping yang menggambarkan fasilitasfasilitas sepanjang supply chain namun dikombinasikan dengan parameter indikator kinerja yang ditentukan bersama. 5. Mengidentifikasi isu yang ada pada supply chain dan peluang pengembangannya. Pada tahap ini akan dilakukan identifikasi isu problem yang muncul setelah digambarkan Current State Value Stream Mapping. Isu yang didapatkan dapat dikategorikan berdasar physical product flow. 6. Membuat Future State Value Chain Mapping (FSM) dan rekomendasi perbaikan Pada tahap ini dibuat revisi dari Current State Value Stream Mapping dengan eliminasi waste yang ditemukan pada tahap sebelumnya. Pada pembuatan Future State Value Stream Mapping, perlu lebih menonjolkan lean vision untuk perbaikan supply chain yang akan dilakukan oleh Perusahaan.
3 3 7. Membuat laporan kepada perusahaan atau pihak terkait tentang manfaat bagi perusahaan jika dilaksanakan perbaikan terhadap value chain yang sudah ada. Pada tahap ini dibuat laporan yang menunjukkan benefit atau keuntungan apa yang akan diperoleh Perusahaan ketika mengaplikasikan Future State Value Stream Mapping dan melakukan perbaikan yang disarankan. Beberapa pendekatan seperti Benefit Cost Ratio dapat digunakan untuk menyatakan benefit bagi perusahaan. III. PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Peta Supply Chain Kopi Olah Basah (OC Coffee) Pada metodologi yang telah dibahas pada bab III, langkah pertama dalam melakukan penelitian ini adalah dengan membuat peta supply chain dari kopi olah basah (OC Coffee). Berikut ini adalah peta supply chain yang telah dibuat berdasarkan pengamatan dan interview dengan Bapak Kus dari P.T. Jember Indonesia. Gambar 3 Peta Current State Value Stream Mapping (CSM) Model Simulasi Model Simulasi dibuat menggunakan software ARENA. Terdapat 3 model yang disimulasikan dalam penelitian ini, model yang pertama adalah model eksisting. Model simulasi yang dibuat menggunakan skema model konseptual dan logika matematis yang dirancang berdasar sistem riil. Gambar 2 Supply Chain Kopi Olah Basah (OC Coffee) CSM adalah peta yang menggambarkan kondisi keseluruhan supply chain dari supply chain yang dilaksanakan oleh P.T. PP Jember Indonesia. Kondisi yang digambarkan disini adalah kondisi eksisting, artinya kondisi supply chain yang hingga saat ini dilaksanakan. Penggambaran CSM dibantu dengan software Igrafx yang mempermudah dalam proses perekapan data-data seperti cycle time, value added time, dan non value added time. Berikut ini adalah CSM yang dibuat Gambar 4 Simulasi Model Eksisting Berdasar model tersebut, didapatkan output simulasi dari model eksisting sebagai berikut
4 4 Tabel 2 Hasil Simulasi Kondisi Eksisting Tabel 3 Rata-rata waktu menunggu sebelum proses pada model eksisting Waktu Akumulasi Selisih antar Waktu Akumulasi Konversi ke hari Penghitungan (Counter) 13 4 hari hari hari hari Rataan 58,35 Lead time supply chain dari model eksisting adalah sebagai berikut LT SC = LT waiting + LT proses + LT waiting proses = 58, , = 128,54 Selanjutnya, adalah menghitung lead time secara keseluruhan atau lead time supply chain. Berikut ini adalah waktu tunggu untuk 1 lahan plasma dan juga total lead time supply chain dari penambahan lahan plasma. Lead time supply chain dari model skenario 1 adalah sebagai berikut LT SC = LT waiting + LT proses + LT waiting proses = 39, , = 112,73 Selanjutnya, adalah menghitung lead time secara keseluruhan atau lead time supply chain. Berikut ini adalah waktu tunggu untuk 2 lahan plasma dan juga total lead time supply chain dari penambahan lahan plasma. Lead time supply chain dari model skenario 2 adalah sebagai berikut LT SC = LT waiting + LT proses + LT waiting proses = 35, , = 110,074 Selanjutnya, akan ditarik kesimpulan skenario yang mana yang akan dipilih untuk direkomendasikan untuk perusahaan. Pemilihan skenario akan dilakukan dengan melakukan analisis B/C ratio. Penentuan Lahan Plasma Setelah mengetahui lead time supply chain dari simulasi, maka yang menarik adalah antara lahan plasma terpusat dan di dua tempat berbeda menghasilkan lead time yang hampir sama, hanya berbeda 2 jam. Hal ini dikarenakan beberapa hal, berikut penjelasannya Waktu tunggu mempunyai pengaruh besar pada kondisi ini. Perilaku sistem adalah baik penambahan dari 1 lahan ataupun 2 lahan, keduanya sama-sama harus menunggu kapasitas minimum, serta harus menunggu pukul pada hari berikutnya untuk memulai proses. Sehingga skenario 1 dan 2 tidak memiliki perbedaan yang jauh karena dari kondisi secara inbound supply chain memiliki syarat yang sama untuk kedua skenario. Pengambilan kesimpulan harus berdasarkan benefit yang akan didapatkan oleh perusahaan, lebih menguntungkan menambah 1 plasma atau 2 lahan plasma dibandingkan dengan cost yang akan muncul. Cost yang muncul untuk penambahan lahan plasma didasarkan pada RAB 2013, cost componentnya adalah Tabel 4 Perhitungan Biaya Penambahan Lahan Plasma Skenario 1 Biaya untuk 37,69 hektar Biaya per Ha Rincian Hitungan Total kebutuhan pupuk x 37, biaya treatment x 37, Petik x 37, Operasional Total Untuk validasi, perlu dilakukan Benefit/Cost Ratio (B/CR) untuk menunjukkan apakah penambahan lahan dengan tidak membuat rugi perusahaan B/C ratio = Pendapatan dari produksi yang hilang / Penambahan lahan Plasma = / = 1,12 Angka B/C ratio lebih dari 1 menandakan bahwa penambahan lahan plasma layak untuk dilaksakan. Untuk skenario 2, karena lahan plasma terpisah lokasinya, ada yang terletak di kebun wonosari dimana daerah tersebut juga jauh dari pemukiman warga, maka akan ada ongkos ekstra pada biaya petik seperti berikut
5 5 Tabel 5 Perhitungan Biaya Penambahan Lahan Plasma Skenario 2 Biaya untuk 37,69 hektar kebutuhan pupuk biaya treatment petik Operasional Total Untuk validasi, perlu dilakukan Benefit/Cost Ratio (B/CR) untuk menunjukkan apakah penambahan lahan dengan tidak membuat rugi perusahaan B/C ratio = Pendapatan dari produksi yang hilang / Penambahan lahan Plasma = / = 0,995 Angka B/C ratio kurang dari 1 menandakan bahwa penambahan dua lahan plasma tidak layak untuk dilaksakan karena ongkos penambahan lahan plasma lebih besar dari benefit yang akan didapat dari hasil penambahan lahan plasma. Perubahan supply chain terjadi pada proses outbound supply chain, dimana terdapat penambahan satu supplier, yaitu lahan plasma untuk mengatasi kekurangan produksi yang menyebabkan kehilangan profit. Selanjutnya akan digambarkan Future State Value Stream Mapping Gambar 6 Future State Value Stream Mapping Supply Chain Kopi (FSM) IV. KESIMPULAN/RINGKASAN Diperlukan lahan plasma untuk mengurangi waiting pada proses menunggu kapasitas minimal proses produksi serta mencegah kehilangan profit akibat produksi tidak memenuhi target. Future State Value Stream Mapping menunjukkan dengan adanya lahan plasma maka lead time dari supply chain kopi dapat tereduksi. Lahan plasma yang perlu dipilih oleh pihak perusahaan adalah lahan plasma yang masih berada di kawasan kebun yang biasa digunakan oleh petani hutan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis R.D.P mengucapkan terima kasih kepada P.T. PP Jember Indonesia yang telah mengijinkan penulis untuk melaksnakan penelitian di kebun kopi widodaren. Penulis R.D.P juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Iwan Vanany yang telah membantu penulis hingga tugas akhir ini dapat terselesaikan. Gambar III Rekomendasi Supply Chain Kopi P.T. PP Jember Indonesia DAFTAR PUSTAKA [1] K. P. R. Indonesia. (2014, 23 February). Laju Pertumbuhan Industri Pengolahan. [2] FAOSTAT. (2013, 04 March). Food Balance Sheet [3] P. K. D. Simchi-Levi, E. Simchi-Levi, R. Shankar, "Designing and Managing the Supply Chain - Concepts, Strategies, and Case Studies," Tata McGraw-Hill, New Delhi, [4] A. J. B. Van der VorstJ.G.A., "Identifying Sources of Uncertainty to Generate Supply Chain Redesign Strategies," International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, vol. vol.32, pp , [5] V. Salin, "Information Technology in Agri-Food Supply Chains," International Food and Agribusiness Management Review, vol. vol.1, pp , [6] K. H. Widodo, "A Periodical Flowering-Harvesting Model for Delivering Agricultural Fresh Products," European Journal of Operational Research, vol. vol.170, pp , [7] A. A. Kader, "Increasing Food Availability by Reducing Postharvest Losses of Fresh Produce," V International Post-harvest Symposium, International Society for Horticultural Science, Verona, Italy, [8] T. H. David, "Value Chain Analysis : an Approach to Supply Chain Improvement in Agri-Food Chains," International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, vol. vol.35, pp , 2005
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mulai. Kajian Pendahuluan. Identifikasi & Perumusan masalah. Penetapan Tujuan & batasan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dirancang untuk mengetahui aliran supply chain management pada sereh wangi desa Cimungkal Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga hal
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi proses penerimaan order sampai dengan proses packing dengan mengeliminasi non-value added activities (aktivitas yang tidak bernilai
repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT...ii AYAT AL-QUR AN... iii PERUNTUKKAN... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang...
BAB V ANALISIS HASIL. material dalam sistem secara keseluruhan. Value stream mapping yang
BAB V ANALISIS HASIL Bedasarkan Data yang telah diolah pada Bab sebelumnya maka analisis hasil yang akan dijelaskan dibawah ini. 5.1 Analisa Current State Mapping Value stream mapping merupakan awal untuk
B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1
B A B 5 1 VSM adalah suatu teknik / alat dari Lean berupa gambar yg digunakan untuk menganalisa aliran material dan informasi yg disiapkan untuk membawa barang dan jasa kepada konsumen. VSM ditemukan pada
BAB I PENDAHULUAN. dari sudut pandang konsumen oleh karena itu perlu dieliminasi. Didalam lean
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pemborosan merupakan segala sesuatu yang menambah waktu dan biaya pembuatan sebuah produk namun tidak menambah nilai pada produk yang dilihat dari sudut
PENGARUH PENENTUAN JUMLAH PEMESANAN PADA BULLWHIP EFFECT
PENGARUH PENENTUAN JUMLAH PEMESANAN PADA BULLWHIP EFFECT Puji Lestari, Liong Irena, I Gede Agus Widyadana Program Studi Teknik Industri, Universitas Kristen Petra Siwalankerto, Surabaya, Indonesia (Received:
Pengembangan Model Vendor Managed Inventory dengan Mempertimbangkan Ketidakpastian Leadtime yang Memaksimasi Service Level Jonathan Rezky, Carles Sitompul Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan
BAB I PENDAHULUAN. produktif yang cukup kuat, sekalipun terjadi gejolak atau krisis ekonomi.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri mikro, kecil, dan menengah merupakan usaha ekonomi produktif yang cukup kuat, sekalipun terjadi gejolak atau krisis ekonomi. Perkembangan industri mikro,
repository.unisba.ac.id BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Al-Qur an merupakan pedoman hidup yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW dan disampaikan kepada umat manusia untuk dibaca serta
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
LAPORAN E-BISNIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT disusun oleh : PHAZA HENDRA KUMARA (08.11.2243) S1 TI 6F JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM
BAB I PENDAHULUAN. menjadi jasa atau barang. Manufacturing adalah proses produksi untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produksi merupakan proses yang berkenaan dengan pengubahan input menjadi jasa atau barang. Manufacturing adalah proses produksi untuk menghasilkan produk-produk fisik.
BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan terus tumbuh. Segmen yang menjanjikan yaitu pasar minuman ringan. Pasar minuman ringan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu sistem yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis pada suatu produk mulai dari hulu hingga ke hilir dengan tujuan menyampaikan
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dalam usaha peningkatan produktivitas, perusahaan harus mengetahui kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan jasa)
APLIKASI LEAN THINKING PADA INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK
APLIKASI LEAN THINKING PADA INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK Krisna Ardi Wibawa, I Nyoman Pujawan Program Magister Manajemen Teknologi ITS Jl. Cokroaminoto 12 A Surabaya E-mail: [email protected]
Analisis Pemborosan Proses Loading dan Unloading Pupuk dengan Pendekatan Lean Supply Chain
Jurnal Teknik Industri, Vol.1, No.1, Maret 2013, pp.35-40 ISSN 2302-495X Analisis Pemborosan Proses Loading dan Unloading Pupuk dengan Pendekatan Lean Supply Chain Tubagus Ardi Ferdiansyah 1, Asep Ridwan
Pemodelan Dan Simulasi Sistem Industri Manufaktur Menggunakan Metode Simulasi Hybrid (Studi Kasus: PT. Kelola Mina Laut)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-234 Pemodelan Dan Simulasi Sistem Industri Manufaktur Menggunakan Metode Simulasi Hybrid (Studi Kasus: PT. Kelola Mina Laut)
BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Analisa Current State Value Stream Mapping. material dalam sistem secara keseluruhan. Value Stream Mapping yang digambarkan
BAB V ANALISA HASIL Pada bab ini akan dijabarkan hasil analisa dari pengolahan data yang telah dilakukan untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam pengembangan rekomendasi perbaikan pada sistem dan
ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Agronesia Divisi Industri Teknik Karet (INKABA) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk teknik berbahan baku utama karet, salah satunya adalah produk karet damper.
BAB I PENDAHULUAN. Sun (2011) mengatakan bahwa lean manufacturing merupakan cara untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era modern sekarang ini industri manufaktur mengalami situasi persaingan yang sangat ketat. Alex, Lokesh dan Ravikumar (2010) mengemukakan bahwa karakter
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Era globalisasi yang dihadapi
BAB I PENDAHULUAN. Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki tahun 1990, Lean Production System yang lahir dari Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian. Dimana tujuan dari sebuah
Mulai. Studi Pendahuluan. Perumusan Masalah. Penetapan Tujuan. Pemilihan Variable. Pengumpulan Data. Menggambarkan Process Activity Mapping
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah suatu rangkaian kerangka pemecahan masalah yang dibuat secara sistematis dalam pemecahan masalah yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian.
PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA INSTALASI FARMASI DI INTERNAL RUMAH SAKIT
PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA INSTALASI FARMASI DI INTERNAL RUMAH SAKIT Prita Meilanitasari 1), Iwan Vanany 2), dan Erwin Widodo 3) 1) Logistik dan Manajemen Rantai Pasok, Jurusan Teknik
Tahun Harga Kakao Harga Simulasi
Validasi Harga Harga Biji kakao = 374 US$ tiap ton Hipotesa untuk uji validasi ini, yaitu: H : μ d = μ (tidak ada perbedaan data) H 1 : μ d μ (terdapat perbedaan data) Tahun Harga Kakao Harga Simulasi
BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya, tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada umumnya, tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh profit yang besar. Profit yang besar akan diperoleh jika perusahaan dapat menekan pengeluaran sekecil
KATA PENGANTAR. berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat ANALISA PENERAPAN KONSEP LEAN THINKING
KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul : ANALISA
BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1 Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste (pemborosan) di dalam proses, atau dapat juga dikatakan sebagai suatu konsep
PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN TIME BASED PROCESS (STUDY KASUS DI RSU HAJI SURABAYA)
PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN TIME BASED PROCESS (STUDY KASUS DI RSU HAJI SURABAYA) Nugroho Wicaksono, Moses L. Singgih Program Studi
RANCANG BANGUN SISTEM PENELUSURAN DAGING SAPI DI PT.X
1 RANCANG BANGUN SISTEM PENELUSURAN DAGING SAPI DI PT.X Harwiyani, Anissa dan Vanany, Iwan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kampus ITS Sukolilo,
Lean Thinking dan Lean Manufacturing
Lean Thinking dan Lean Manufacturing Christophel Pratanto No comments Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste (pemborosan) di dalam proses, atau dapat juga dikatakan sebagai
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif yaitu metode untuk menyelidiki objek yang dapat diukur dengan angka-angka
VALUE CHAIN ANALYSIS (ANALISIS RANTAI PASOK) UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI PADA INDUSTRI KOPI BIJI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER ABSTRAK
VALUE CHAIN ANALYSIS (ANALISIS RANTAI PASOK) UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI PADA INDUSTRI KOPI BIJI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER ABSTRAK Peneliti : Dewi Prihatini 1) mahasiswa yang terlibat : -
PROSES ELIMINASI WASTE DENGAN METODE WASTE ASSESSMENT MODEL & PROCESS ACTIVITY MAPPING PADA DISPENSING
Journal Industrial Manufacturing Vol. 3, No. 1, Januari 2018, pp. 45-50 P-ISSN: 2502-4582, E-ISSN: 2580-3794 PROSES ELIMINASI WASTE DENGAN METODE WASTE ASSESSMENT MODEL & PROCESS ACTIVITY MAPPING PADA
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA Nur Aini Rachmawati, Iwan Vanany Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kampus
ANALISIS PENERAPAN LEAN THINKING UNTUK MENGURANGI WASTE PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. SIERAD PRODUCE SIDOARJO SKRIPSI
ANALISIS PENERAPAN LEAN THINKING UNTUK MENGURANGI WASTE PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. SIERAD PRODUCE SIDOARJO SKRIPSI Oleh : BOBBY ALEXANDER NPM 0732010020 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
BAB V ANALISIS HASIL. penerimaan pegawai Secara keseluruhan, berdasarkan hasil wawancara dan mekanisme
BAB V ANALISIS HASIL Bedasarkan Data yang telah diolah pada Bab sebelumnya maka peneliti melakukan analisis hasil yang akan dijelaskan dibawah ini. 5.1 Analisa current state mapping Value stream mapping
PENGURANGAN WASTE DILANTAI PRODUKSI DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING DI PT. KEMASAN CIPTATAMA SEMPURNA PASURUAN
PENGURANGAN WASTE DILANTAI PRODUKSI DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING DI PT. KEMASAN CIPTATAMA SEMPURNA PASURUAN SKRIPSI Diajukan Oleh : Indah Mutiarahma NPM 0532010150 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS
Analisis Waste dalam Produksi Pasta Gigi Menggunakan Lean Thinking
1 Analisis Waste dalam Produksi Pasta Gigi Menggunakan Lean Thinking Hans Roberto Widiasmoro, dan Moses L. Singgih Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan ditarik mengenai kesimpulan dan saran dari hasil pengolahan data yang terdapat pada bab sebelumnya. Kesimpulan akan menjawab tentang tujuan dari penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Setiap organisasi dituntut untuk meningkatkan
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK EVALUASI DAN PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI PADA PT. REMAJA PRIMA ENGINEERING (RPE)
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK EVALUASI DAN PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI PADA PT. REMAJA PRIMA ENGINEERING (RPE) Santi Nihayatur Rahmah, Moses L. Singgih MMT ITS, Surabaya [email protected] ABSTRAK
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Penelitian tentang penerapan Value Stream Maping ini dilakukan di PT. XYZ, Plant Daan Mogot. Untuk itu penulis akan membahas sekilas
BAB I PENDAHULUAN. fashion. Mulai dari bakal kain, tas batik, daster, dress, rompi, dan kemeja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batik Gres Tenan milik Bp. Sardjono Atmomardoyo yang ada di Kampung Batik Laweyan turut andil dalam persaingan dalam hal industri fashion. Mulai dari bakal kain, tas
Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan Dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan Dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja Putri Amelia dan
BAB I PENDAHULUAN I - 1
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri makanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada kurun waktu terakhir, persaingan dalam bidang ekonomi semakin kuat. Dipengaruhi dengan adanya perdagangan bebas, tingkat kompetisi menjadi semakin ketat. Hal
TUGAS AKHIR. Algoritma Sinkronisasi Jadwal Pembibitan dan Penanaman dengan Rencana Penjualan Produk Sayur Organik dalam Suatu Rantai Pasok
TUGAS AKHIR Algoritma Sinkronisasi Jadwal Pembibitan dan Penanaman dengan Rencana Penjualan Produk Sayur Organik dalam Suatu Rantai Pasok Dewie Saktia Ardiantono 2510100132 Dosen Pembimbing: Dr. Eng. Ir.
MEMINIMASI MANUFACTURING LEAD TIME MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING DAN DAMPAKNYA PADA BULLWHIP EFFECT
MEMINIMASI MANUFACTURING LEAD TIME MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING DAN DAMPAKNYA PADA BULLWHIP EFFECT Rahmi Maulidya, Aziz Hamka Laboratorium Sistem Produksi, Jurusan Teknik Industri, FTI, Universitas
STUDI KELAYAKAN BISNIS PENINGKATAN KAPASITAS MESIN PENUNJANG DENGAN KONSEP 7 WASTE LEAN THINKING STUDI KASUS PT. NSBI CILEGON
Journal Industrial Manufacturing Vol. 2, No. 2, Juli 2017, pp.92-96 P-ISSN: 2502-4582, E-ISSN: 2580-3794 STUDI KELAYAKAN BISNIS PENINGKATAN KAPASITAS MESIN PENUNJANG DENGAN KONSEP 7 WASTE LEAN THINKING
PENGEMBANGAN MODEL INTEGRASI PENJADWALAN PEMBIBITAN DAN PENANAMAN PADA PRODUK PERTANIAN PERKOTAAN
PENGEMBANGAN MODEL INTEGRASI PENJADWALAN PEMBIBITAN DAN PENANAMAN PADA PRODUK PERTANIAN PERKOTAAN Wahyudi 1) dan Ahmad Rusdiansyah 2) 1) Program Studi Magister Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Tahap Improve Setelah dilakukan tahap analyze, maka seluruh akar permasalahan serta faktor-faktor penyebabnya dapat teridentifikasi. Langkah selanjutnya adalah memperbaiki
BAB I PENDAHULUAN I-1
I-1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan pertumbuhan industri di era globalisasi ini mengharuskan perusahaan menerapkan go green untuk menghemat energi serta harus mampu meningkatkan kinerja
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya industri manufaktur di Indonesia, maka akan semakin ketat persaingan antara perusahaan manufaktur satu dan lainnya. Hal ini memicu perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. PT. Lombok Gandaria merupakan perusahaan kecap dan saus dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Lombok Gandaria merupakan perusahaan kecap dan saus dalam kemasan yang merupakan unit usaha kecap kedelai dan saus dengan badan hukum Nomor 23. Kegiatan bisnis
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU PELAKSANAAN DI COAL HANDLING SYSTEM PLTU CILACAP
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU PELAKSANAAN DI COAL HANDLING SYSTEM PLTU CILACAP Ester Agustina Tampubolon 1) dan Tri Joko Wahyu Adi 2) 1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Produksi dan Proses Produksi Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat
II. TINJAUAN PUSTAKA. atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Perdagangan Internasional Menurut Oktaviani dan Novianti (2009) perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan negara lain
Usulan Lean Manufacturing Pada Produksi Closet Tipe CW 660J Untuk Meningkatkan Produktivitas
Jurnal Teknik Industri, Vol., No., Juni 03, pp.-8 ISSN 30-495X Usulan Lean Manufacturing Pada Produksi Closet Tipe CW 0J Untuk Meningkatkan Produktivitas Ridwan Mawardi, Lely Herlina, Evi Febianti 3,,
Pengembangan Kawasan Andalan Probolinggo- Pasuruan-Lumajang Melalui Pendekatan Peningkatan Efisiensi
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (0) ISSN: 0-97 Pengembangan Kawasan Andalan Probolinggo- Pasuruan-Lumajang Melalui Pendekatan Reza P. Adhi, Eko Budi Santoso Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota,
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Pada bab ini akan diambil kesimpulan mengenai keseluruhan hasil
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan diambil kesimpulan mengenai keseluruhan hasil penelitian yang telah dilakukan. Di samping itu akan dikemukakan saran-saran sehingga penelitian ini dapat lebih
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permintaan konsumen akan suatu produk saat ini semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk yang mengakibatkan kebutuhan terhadap produk
ALGORITMA SINKRONISASI JADWAL PEMBIMBITAN DAN PENANAMAN DENGAN RENCANA PENJUALAN PRODUK SAYUR ORGANIK DALAM SUATU RANTAI PASOK
ALGORITMA SINKRONISASI JADWAL PEMBIMBITAN DAN PENANAMAN DENGAN RENCANA PENJUALAN PRODUK SAYUR ORGANIK DALAM SUATU RANTAI PASOK Dewie Saktia Ardiantono, Ahmad Rusdiansyah Jurusan Teknik Industri, Fakultas
STUDI PENGURANGAN DWELLING TIME PETIKEMAS IMPOR DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (STUDI KASUS : TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA)
STUDI PENGURANGAN DWELLING TIME PETIKEMAS IMPOR DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (STUDI KASUS : TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA) Fajar Prasetya Rizkikurniadi, Murdjito Program Studi Transportasi Laut Jurusan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Tenaga Kerja Penduduk Indonesia (Badan Pusat Statistik, 2014)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Seperti yang terdapat pada Gambar 1.1, dari 110.804.042
PERANCANGAN VALUE STREAM MAPPING PROSES PRODUKSI MAINAN KAYU PADA CV. MK
PERANCANGAN VALUE STREAM MAPPING PROSES PRODUKSI MAINAN KAYU PADA CV. MK Azizah Mutiasari 1*, Ahmad Juang Pratama 2 1 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia
Designing Work Standards to Reduce Lead Time Delivery using Value Stream Mapping Method: A Case Study
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULY AGUSTUS SEPTEM OKTOBER NOVEM DESEMB Wijaya. / Designing Work Standards using VSM Method: A Case Study/ Jurnal Titra, Vol. 4, No.2, Juli 2016, pp.21-28 Designing
ANALISIS PENETAPAN DISKON DALAM DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN (Studi Kasus PT. INDOPROM INDONESIA Cabang Surabaya)
1 ANALISIS PENETAPAN DISKON DALAM DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN (Studi Kasus PT. INDOPROM INDONESIA Cabang Surabaya) Afrida Karina Savira; Erwin Widodo Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan
Petunjuk Sitasi: Eddy, & Aswin, E. (2017). Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. C27-32). Malang: Jurusan Teknik
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Waktu siklus Pengukuran waktu adalah kegiatan mengamati pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja atau oleh operator serta mencatat waktu-waktu kerjanya baik waktu setiap elemen maupun
Jl. Veteran 2 Malang
PENGEMBANGAN MODEL DASAR EOQ DENGAN INTEGRASI PRODUKSI DISTRIBUSI UNTUK PRODUK DETERIORASI DENGAN KEBIJAKAN BACKORDER (Studi Kasus Pada UD. Bagus Agrista Mandiri, Batu) Siti Aisyah 1, Sobri Abusini 2,
Permasalahan yang akan dijadikan objek penelitian ini adalah keterlambatan pengerjan proyek pembuatan High Pressure Heater (HPH) di PT.
PT. Barata Indonesia merupakan perusahaan manufaktur dengan salah satu proyek dengan tipe job order, yaitu pembuatan High Pressure Heater (HPH) dengan pengerjaan pada minggu ke 35 yang seharusnya sudah
STUDI PENANGANAN PETIKEMAS IMPOR DAN DAMPAKNYA BAGI ANTREAN TRUK (STUDI KASUS : TERMINAL PETI KEMAS SURABAYA)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271) 1 STUDI PENANGANAN PETIKEMAS IMPOR DAN DAMPAKNYA BAGI ANTREAN TRUK (STUDI KASUS : TERMINAL PETI KEMAS SURABAYA) Wenny Ananda Larasati,
PENENTUAN PENURUNAN HARGA PRODUK MAKANAN PERISHABLE DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA PENYIMPANAN DI FASILITAS BERPENDINGIN
PENENTUAN PENURUNAN HARGA PRODUK MAKANAN PERISHABLE DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA PENYIMPANAN DI FASILITAS BERPENDINGIN Yelita Anggiane Iskandar 1, *), Ahmad Rusdiansyah 2) dan Imam Baihaqi 3) 1) Teknik
BAB V ANALISA DAN EVALUASI
BAB V ANALISA DAN EVALUASI Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data maka tahap selanjutnya adalah menganalisa data-data yang diperoleh dari, Instalasi rawat jalan RSU Haji Surabaya serta melakukan
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan fungsi dan peran supply chain management (SCM) pada. sebuah perusahaan agar menjadi lebih efisien dan produktif?
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ide penelitian ini berawal dari pertanyaan Bagaimana cara meningkatkan fungsi dan peran supply chain management (SCM) pada sebuah perusahaan agar menjadi lebih efisien
Penerapan Value Stream Mapping untuk Allocation Planning di PT. X
Penerapan Value Stream Mapping untuk Allocation Planning di PT. X Felicia Tedja Widjaja 1, Siana Halim 1 Abstract: PT. X is one of the cigarette manufacturing leaders in Indonesia. Products from PT. X
Penetapan Harga pada Dual Channel Supply Chain untuk Mengatur Tingkat Proporsi Demand Antar Channel
JURNAL TEKNIK, (2014) 1-6 1 Penetapan Harga pada Dual Channel Supply Chain untuk Mengatur Tingkat Proporsi Demand Antar Channel Putri Hensky Ani, Erwin Widodo Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi
Pengembangan Kawasan Andalan Probolinggo- Pasuruan-Lumajang Melalui Pendekatan Peningkatan Efisiensi
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (0) ISSN: 7-59 (0-97 Print) C-8 Pengembangan Kawasan Andalan Probolinggo- Pasuruan-Lumajang Melalui Pendekatan Reza P. Adhi dan Eko Budi Santoso Program Studi Perencanaan
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING PADAINDUSTRI PART DAN KOMPONEN AUTOMOTIVE
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING PADAINDUSTRI PART DAN KOMPONEN AUTOMOTIVE Hernadewita 1, Euis Nina Saparina Yuliani 2, dan Dewi A. Marizka 3 1 Magister Teknik Industri, Universitas Mercu Buana 2 Prodi Teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, perkembangan dunia usaha mengalami persaingan yang begitu ketat. Agar dapat memenangkan persaingan tersebut perusahaan
Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-17 Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta Dwitanti Wahyu Utami
Studi Kehilangan Air Komersial (Studi Kasus: PDAM Kota Kendari Cabang Pohara)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F-355 Studi Komersial (Studi Kasus: PDAM Kota Kendari Cabang Pohara) Iis Puspitasari dan Alfan Purnomo Departemen Teknik Lingkungan,
I. PENDAHULUAN. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki areal perkebunan yang luas.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki areal perkebunan yang luas. Komoditas yang ditanami diantaranya kelapa sawit, karet, kopi, teh, kakao, dan komoditas
Penentuan Kawasan Agropolitan berdasarkan Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Kabupaten Malang
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN : 2337-3539 (2301-9271 Print) C-156 Penentuan Kawasan Agropolitan berdasarkan Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Chikita Yusuf Widhaswara dan Sardjito
BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai sangat strategis. Dari beberapa jenis daging, hanya konsumsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Daging merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, serta merupakan komoditas ekonomi yang mempunyai nilai
STUDI IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA DENGAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MEREDUKSI IDLE TIME MATERIAL PADA GUDANG PELAT DAN PROFIL
STUDI IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA DENGAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MEREDUKSI IDLE TIME MATERIAL PADA GUDANG PELAT DAN PROFIL Wawan Widiatmoko N.R.P. 4108 100 080 Dosen Pembimbing : Sri Rejeki
Prediksi Produksi Kayu Bundar Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Metode Markov Chains
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) A 95 Prediksi Produksi Kayu Bundar Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Metode Markov Chains Ikhtiyari Navila Rizanti, Soehardjoepri
PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA.
PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
I. PENDAHULUAN. Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan sumberdaya alam, terutama dari hasil pertanian. Sektor pertanian menjadi sektor penting sebagai penyedia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Jurnal dan referensi diperlukan untuk menunjang penelitian dalam pemahaman konsep penelitian. Jurnal dan referensi yang diacu tidak hanya dalam negeri namun juga
Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Distribusi Daging Sapi Nasional
A817 Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Distribusi Daging Sapi Nasional Lidra Trifidya, Sarwosri, dan Erma Suryani Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
PERBAIKAN SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN THINKING
PERBAIKAN SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN THINKING Moses L. Singgih dan Andrie Sandi Pramono Jurusan Teknik Industri ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya email: [email protected];[email protected]
BAB I PENDAHULUAN. lain yang sesuai dengan kebutuhan ternak terutama unggas. industri peternakan (Rachman, 2003). Selama periode kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Di daerah tropis seperti Indonesia, jagung memiliki kontribusi sebagai komponen industri pakan. Lebih dari 50% komponen pakan pabrikan adalah jagung. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN. performansinya secara terus menerus melalui peningkatan produktivitas. Lean
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Tingkat persaingan di dunia usaha yang semakin tinggi menuntut setiap perusahaan berperan sebagai penghasil nilai (value creator), dengan memperbaiki
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang sangat pesat di sektor industri pada saat ini menuntut setiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Persaingan yang sangat pesat di sektor industri pada saat ini menuntut setiap perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing untuk meningkatkan strategi
Pengendalian Konversi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Non Pertanian Berdasarkan Preferensi Petani di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-186 Pengendalian Konversi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Non Pertanian Berdasarkan Preferensi Petani di Kecamatan Wongsorejo,
