Tree (Pohon) dan Graph
|
|
|
- Leony Lesmana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Metode Inferensi 1
2 Tree (Pohon) dan Graph Tree(pohon) adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari Node (simpul/veteks) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang (link/edge) yang menghubungkan node. Binary tree mempunyai 0,1 atau 2 cabang per-node. Node tertinggi disebut root/akar Node terendah disebut leave/daun Tree merupakan tipe khusus dari jaringan semantic, yang setiap nodenya (kecuali akar), mempunyai satu node orang tua dan mempunyai nol atau lebih node anak. 2
3 Tree adalah kasus khusus dalam Graph Graph dapat mempunyai nol atau lebih link di antara node dan tidak ada perbedaan antara orangtua dan anak. 3
4 Beberapa contoh graph sederhana 4
5 Dalam graph, link dapat ditunjukkan berupa panah atau arah yang memadukan node dan bobot yang merupakan karakteristik beberapa aspek dari link. Graph asiklikadalah graph yang tidak mengandung siklus. Graph dengan link berarah disebut digraph. Graph asiklik berarah disebut lattice. Tree yang hanya dengan path tunggal dari akar untuk satu daun disebut degenerate tree. Aplikasi tree dan lattice adalah pembuatan keputusan disebut decision tree dan decision lattice. Contoh : decision tree yang menunjukkan pengetahuan tentang hewan. 5
6 6
7 Aturan produksi (IF THEN ) dari contoh di atas : IF pertanyaan= Apakah dia bertubuh besar? AND jawaban= Tidak THEN pertanyaan= Apakah dia mencicit? IF pertanyaan= Apakah dia bertubuh besar? AND jawaban= Ya THEN pertanyaan= Apakah dia mempunyai leher panjang? dst 7
8 Pohon AND-OR dan Tujuan Banyak tipe system pakar menggunakan backward chaininguntuk mendapatkan solusi dari permasalahan. Salah satu tipe dari tree atau lattice yang digunakan dalam masalah representasi backward chaining adalah Pohon AND-OR. 8
9 LULUS Sid.Sarjana LULUS D3 Persyaratan SKS = 160 IPK >=2.0 Lulus KURSUS WORKSHO P 9
10 Tipe-tipe Inferensi 10
11 Tipe-tipe Inferensi Deduction Pemberian alasan logikal dimana kesimpulan harus mengikuti premis Induction Inferensi dari khusus ke umum Intuition Tidakadateoriygmenjamin. Jawabannyahanyamuncul, mungkin dengan penentuan pola yg ada secara tidak disadari. Heuristic Aturan yg didasarkan pada pengalaman Generate & Test Trial dan error. Digunakan dgn perencanaan. 11
12 Tipe-tipe Inferensi Abduction Pemberian alasan kembali dari kesimpulan yg benar ke premis. Default Diasumsikan pengetahuan umum sebagai default Autoepistemic Self-knowledge Nonmonotonic Pengetahuan yg sebelumnya mungkin tdk benar jika bukti baru didapatkan Analogy Kesimpulan yg berdasarkan pada persamaan untuk situasi yg lainnya. 12
13 Penalaran Deduktif dan Silogisme Suatu logika argument adalah kumpulan dari pernyataanpernyataan yang dinyatakan untuk dibenarkan sebagai dasar dari rantai penalaran. Salah satu jenis logika argumen adalah Silogisme. Premise : Anyone who can program is intelligent Premise : John can program Conclusion : Therefore, John is intelligent Proses deduktif pada contoh di atas bergerak dari prinsip umum menuju konklusi khusus. Penalaran deduktif umumnya terdiri dari tiga bagian : premis mayor, premis minor dan konklusi. Premis disebut juga antecedent Konklusi/kesimpulan disebut juga consequent Karakteristik logika deduktif adalah kesimpulan benar harus mengikuti dari premis yg benar 13
14 Silogisme dapat direpresentasikan ke dalam bentuk aturan IF THEN, contoh : IF Anyone who can program is intelligent AND John can program THEN John is intelligent Silogisme klasik disebut categorical syllogism Premis dan konklusi didefinisikan sebagai statement yang pasti dari empat bentuk berikut : 14
15 Categorical Syllogism Adan I disebut afirmative in quality subjek dimasukkan kedalam jenis predikat Edan O disebut negative in quality subjek tidak masuk dalam jenis predikat is = capula = menghubungkan, menunjukkan bentuk tense dari kata kerja tobe Middle term (M) adalah hal yang penting karena silogisme didefinisikan sedemikian sehingga konklusi tidak dapat disimpulkan dengan mengambil salah satu premis. All (Semua) dan No (Tidak): universal quantifier Some (Beberapa): particular quantifier 15
16 Premis terdiri dari premis mayor dan premis minor. Contoh : Premis mayor Premis minor Konklusi : Semua M adalah P : Semua S adalah M : Semua S adalah P Silogisme di atas adalah bentuk standar karena premis mayor dan minor sudah diketahui. Contoh : Semua mikrokomputer adalah computer Subjeknya (objek yang digambarkan) adalah mikrokomputer. Predikatnya (beberapa sifat subjek) adalah computer 16
17 Mood silogisme ditentukan dengan 3 huruf yg memberikanbentukpremispokok, minor premis, dan kesimpulan. Ada4 kemungkinanpolasusunanistilahs, P danm : Contoh: SemuaM adalahp SemuaS adalahm SemuaS adalahp menunjukkan suatu mood AAA-1 17
18 Coba Tebak! SemuaM adalahp TidakS adalahm TidakS adalahp Tipe??? Beberapa P adalah M SemuaM adalahs BeberapaS adalahp Tipe??? 18
19 Tidak selalu argument yang mempunyai bentuk silogisme merupakan silogisme yang valid. Contoh : Silogisme tidak valid berbentuk AEE-1 Semua M adalah P Tidak S adalah M Tidak S adalah P Semua mikrokomputer adalah computer Bukan mainframe adalah mikrokomputer Bukan mainframe adalah computer Diperlukan prosedur keputusan (decision procedure) untuk pembuktian validitas. Prosedur keputusan untuk silogisme dapat dilakukan menggunakan diagram venn tiga lingkaran yang saling berpotongan yang merepresentasikan S,P, M. 19
20 Contoh : Prosedur Keputusan untuk AEE-1 Semua M adalah P Tidak S adalah M Tidak S adalah P 20
21 Contoh : Prosedur Keputusan untuk EAE-1 Tidak M adalah P Semua S adalah M Tidak S adalah P 21
22 Kaidah dari Inferensi Diagram Venn tidak sesuai untuk argumen yang lebih kompleks karena sulit dibaca pada decision tree untuk silogisme. Logika proposisi memberikan pengertian lain dari penggambaran argumen. Contoh : Jika ada daya listrik, komputer akan bekerja Ada daya Komputer akan bekerja A = ada daya listrik B = komputer akan bekerja Sehingga dapat ditulis : A B A B 22
23 Bentuk umum Ponens/ direct reasoning / law of detachment / assuming the antecedent p q p q atau p q, p; q Bentuk tersebut valid, karena argumen tersebut dapat ditunjukkan sebagai suatu tautologi. ((p q) p) q 23
24 Terdapat argumen yang menyerupai ponens namun perlu dibuktikan validitasnya. Contoh : Jika tidak ada kesalahan maka program dapat mengkompile Program dapat mengkompile Tidak ada kesalahan p q q p atau p q, q; p 24
25 Skema argumen lain : p q ~q ~p Argumen di atas disebut Tollens/ indirect reasoning / law of contraposition. 25
26 Beberapa Hukum Inferensi 26
27 27
28 Kaidah inferensi dapat digunakan untuk argumen yang mempunyai lebih dari dua premis. Contoh : Harga chip naik hanya jika yen naik Yen naik hanya jika dollar turun dan jika dollar turun maka yen naik Karena harga chip telah naik Dollar harus turun Misal : C = harga chip naik Y = Yen naik D = Dollar turun 1. C Y 2. (Y D) ( D Y) 3. C D 28
29 Kondisional p q mempunyai converse, inverse dan kontrapositif Jika p q dan q p bernilai benar, maka keduanya adalah ekuivalen. p q q p ekuivalen dengan p q atau p q. sehingga argumen untuk contoh di atas, menjadi : 1. C Y 2. (Y D) ( D Y) 3. C / D 4. Y D 2 ekuivalen 5. C D 1 substitusi 6. D 3,5 modus ponens 29
30 KETERBATASAN LOGIKA PROPOSISI Perhatikan contoh berikut : All men are mortal Socrates is a man Therefore, Socrates is mortal Misal : p = All men are mortal q = Socrates is a man r = Socrates is mortal Skema argumennya menjadi : p, q; r p q r Bila dibuat tabel kebenaran, hasilnya invalid. Argumen invalid sering diinterpretasikan sebagai konklusi yang salah (walaupun beberapa orang berpendapat argumen itu dapat saja bernilai benar). 30
31 Argumen yang invalid berarti argumen tersebut tidak dapat dibuktikan dengan logika proposisi. Keterbatasan logika proposisi dapat diatasi melalui logika predikat sehingga argumen tersebut menjadi valid. Kenyataannya, semua logika silogistik adalah subset yang valid dari logika proposisi urutan pertama. Contoh : If Socrates is a man, then Socrates is mortal Socrates is a man Therefore, Socrates is mortal Misal: p = Socrates is a man q = Socrates is mortal Argumennya menjadi : p q p q Argumen di atas adalah silogistik yang valid, yaitu bentuk modus ponens. 31
32 LOGIKA PREDIKAT URUTAN PERTAMA (First Order Predicate Logic) Representasi 4 kategori silogisme menggunakan logika predikat Kaidah Universal Instatiation merupakan state dasar, dimana suatu individual dapat digantikan (disubsitusi) ke dalam sifat universal. 32
33 Contoh : Misal, φ merupakan fungsi proposisi : ( x) φ(x) φ(a) merupakan bentuk yang valid, dimana a menunjukkan spesifik individual, sedangkan x adalah suatu variabel yang berada dalam jangkauan semua individu (universal) Contoh lain : ( x) H(x) H(Socrates) Berikut ini adalah contoh pembuktian formal silogisme: All men are mortal Socrates is a man Therefore, Socrates is mortal Misal : H = man, M = mortal, s = Socrates 1. ( x)(h(x) M(x)) 2. H(s) / M(s) 3. H(s) M(s) 1 Universal Instatiation 4. M(s) 2,3 Modus Ponens 33
34 SISTEM LOGIKA Sistem logika adalah kumpulan objek seperti kaidah (rule), aksioma, statement dan lainnya yang diatur dalam cara yang konsisten. Sistem logika mempunyai beberapa tujuan : Menentukan bentuk argumen. Awalnya argumen logika tidak memiliki arti dalam semantic sense, bentuk yang valid pada dasarnya dapat dicapai jika validitas dari argumen tersebut dapat ditentukan. Fungsi terpenting dari logika sistem adalah menentukan well formed formulas (wffs) dari argumen yang digunakan. Contoh : All S is P.. merupakan wffs tapi. All All is S P.. bukan wffs Is S all Menunjukkan kaidah inferensi yang valid. Mengembangkan dirinya sendiri dengan menemukan kaidah baru inferensi dan memperluas jangkauan argumen yang dapat dibuktikan. 34
35 Sistem logika dibangun melalui Sentential atau kalkulus proposisi, kalkulus predikat dst. Setiap sistem disandarkan pada aksiomaatau postulat, yang merupakan definisi mendasar dari sistem. Suatu aksiomamerupakan fakta sederhana atau assertion yang tidak dapat dibuktikan dalam sistem. Terkadang, kita menerima aksioma dikarenakan ada sesuatu yang menarik atau melalui pengamatan. Sistem formal membutuhkan : simbol alfabet. suatu set finite string dari simbol tertentu, wffs aksioma, definisi dari sistem kaidah inferensi, yang memungkinkan wffs, A untuk dikurangi sebagai kesimpulan dari set finite Γwff lain dimana Γ= {A1,A2, An}. Wffs harus berupa aksioma atau teori lain dari sistem logis. Sebagai contoh : sistem logika dapat didefinisikan menggunakan modus pones untuk diturunkan menjadi teorema baru. 35
36 36
37 Suatu model adalah interpretasi wff bernilai benar. Suatu wff disebut konsistenatau satisfiablejika interpretasi yang dihasilkan benar, dan disebut inkonsistenatau unsatisfiablejika wff menghasilkan nilai yang salah pada semua interpretasi. 37
38 RESOLUSI Diperkenalkan oleh Robinson (1965). Resolusi merupakan kaidah inferensi utama dalam bahasa PROLOG. PROLOG menggunakan notasi quantifier-free. PROLOG didasarkan pada logika predikat urutan pertama. Sebelum resolusi diaplikasikan, wff harus berada dalam bentuk normal atau standard. Tiga tipe utama bentuk normal : conjunctive normal form, clausal form dan subset Horn clause. Resolusi diaplikasikan ke dalam bentuk normal wff dengan menghubungkan seluruh elemen dan quantifier yang dieliminasi. Contoh : (A B) (~B C) conjunctive normal form Dimana A B dan ~B C adalah clause. 38
39 39
40 p (q r) (p q) (p r) 40
41 41
42 SISTEM RESOLUSI DAN DEDUKSI Refutationadalah pembuktian teorema dengan menunjukkan negasi atau pembuktian kontradiksi melalui reductio ad absurdum. Melakukan refute berarti membuktikan kesalahan. Contoh : 42
43 43
44 SHALLOW (DANGKAL) PENALARAN CAUSAL Sistem pakar menggunakan rantai inferensi, dimana rantai yang panjangmerepresentasikan lebih banyak causalatau pengetahuan yang mendalam. Sedangkan penalaran shallow umumnya menggunakan kaidah tunggal atau inferensi yang sedikit. Kualitas inferensi juga faktor utama dalam penentuan kedalaman dan pendangkalan dari penalaran. Shallow knowledge disebut juga experiment knowledge. Contoh : Penalaran shallow 44
45 Pada penalaran shallow, tidak ada atau hanya terdapat sedikit pemahaman dari subjek, dikarenakan tidak ada atau hanya terdapat sedikit rantai inferensi. Keuntungan dari penalaran shallow adalah kemudahan dalam pemograman, yang berarti waktu pengembangan program menjadi singkat, program menjadi lebih kecil, lebih cepat dan biaya pengembangan menjadi murah. Penalaran causal disebut juga penalaran mendalam (deep reasoning), karena pemahaman yang mendalam diperoleh dari pemahaman rantai causal kejadian yang terjadi, atau dengan kata lain kita dapat memahami proses dari suatu abstrak yang disajikan. Frame dan jaringan semantik adalah contoh model yang menggunakan penalaran causal. 45
46 Contoh : IF the battery is good THEN there is electricity IF there is electricity and the sparkplugs are good THEN the sparkplugs will fire IF the sparkplugs fire and there is gas THEN the engine will run IF the engine runs and there are good tires THEN the car will move 46
47 Penalaran causal cocok digunakan untuk operasi yang berubah-ubah dari sistem yang dibatasi oleh kecepatan eksekusi, memori dan peningkatan biaya pengembangan. Penalaran causal dapat digunakan untuk membangun model sistem nyata, seperti model yang dipakai untuk simulasi penggalian hipotesa penalaran pada tipe query what if. Contoh : Dalam mengobati pasien, dokter dihadapkan pada jangkauan yang lebar dalam melakukan tes diagnosa untuk memverifikasi kejadian/penyakit secara cepat dan tepat. Karena kebutuhan akan penalaran causal meningkat, diperlukan kombinasi dengan kaidah penalaran satu shallow. Metode resolusi dengan refutation dapat digunakan untuk membuktikan apakah kaidah tunggal konklusi bernilai benar dari banyak kaidah (multiple rule). 47
48 48
49 49
50 FORWARD DAN BACKWARD CHAINING Chain (rantai): perkalian inferensi yang menghubung-kan suatu permasalahan dengan solusinya. Forward chaining : Suatu rantai yang dicari atau dilewati/dilintasi dari suatu permasalahn untuk memperoleh solusi. Penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapat dari fakta. Backward chaining : Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa tersebut. Tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya. Contoh rantai inferensi : gajah(x) mamalia (x) mamalia(x) binatang(x) 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 Metode Lain Dari Inferensi ANALOGI Mencoba dan menghubungkan situasi lama sebagai penuntun ke situasi baru. Contoh : diagnosis medical (gejala penyakit yang diderita oleh seorang pasien ternyata sama dengan gejala yang dialami pasien lain). Pemberian alasan analogis berhubungan dgn induksi. Bila induksi membuat inferensi dari spesifik ke umum pada situasi yang sama, maka analogy membuat inferensi dari situasi yang tidak sama. GENERATE AND TEST Pembuatan solusi kemudian pengetesan untuk melihat apakah solusi yg diajukan memenuhi semua persyaratan. Jika solusi memenuhi maka berhenti yg lain membuat sollusi yg baru kemudian test lagi dst. Contoh : Dendral, prog AM ( artificial Mathematician), Mycin 55
56 56
57 57
58 NONMONOTONIC REASONING Adanya tambahan aksioma baru pada sistem logika berarti akan banyak teorema yang dapat dibuktikan. Peningkatan teorema dengan peningkatan aksioma dikenal dengan sistem monotonik Suatu masalah dapat terjadi, jika diperkenalkan aksioma parsial atau komplit baru yang kontradikasi dengan aksioma sebelumnya. Pada sistem nonmonotonik, tidak perlu adanya peningkatan teorema yang sejalan dengan peningkatan aksioma. 58
METODE INFERENSI. Level 2. Level 3. Level 4
METODE INFERENSI Tree (Pohon) dan Graph - Tree (pohon) adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari Node (simpul/veteks) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang (link/edge) yang menghubungkan
METODE INFERENSI (1)
METODE INFERENSI (1) Tree (Pohon) dan Graph - Tree (pohon) adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari Node (simpul/veteks) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang (link/edge) yang menghubungkan
q = Socrates is a man r = Socrates is mortal Bila dibuat tabel kebenaran, hasilnya invalid.
METODE INFERENSI (2) KETERBATASAN LOGIKA PROPOSISI - Perhatikan contoh berikut : All men are mortal Socrates is a man Therefore, Socrates is mortal Misal : p = All men are mortal q = Socrates is a man
Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Metode Inferensi. Metode Inferensi 1/54
Metode Inferensi Metode Inferensi 1/54 Outline Trees, Lattice dan Graph State dan Ruang Masalah AND-OR Tree dan Tujuan Penalaran Deduktif dan Syllogisms Kaidah Inferensi Keterbatasan Logika Proposisi Logika
METODE INFERENSI/KESIMPULAN TREES,LATTICES DAN GRAF STATE SPACE
METODE INFERENSI/KESIMPULAN TREES,LATTICES DAN GRAF Tree :struktur data hirarki yg berisi node/vertices/objek yg menyimpan informasi/pengetahuan dan link/edges/cabang yg menghubungkan node Disebut juga
Logika Deduktif & Sylogisme
Metode Inferensi Logika Deduktif & Sylogisme Pertemuan 10 Umum Salah satu dari banyak metode yang paling sering digunakan untuk menggambarkan inferensi adalah deduktive logic (logika deduktif), yang digunakan
Sistem Pakar Metode Inferensi 1. Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses, ST
Sistem Pakar Metode Inferensi 1 Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses, ST [email protected] Pengantar Bab ini akan mendiskusikan berbagai macam metode penalaran atau inferensi. Topik ini merupakan topik
AND AND AND THEN AND AND
Kedelapan pernyataan dapat dibawa ke bentuk logika predikat, dengan menggunakan operator-perator: (implikasi), (not), (dan), (atau), (untuk setiap), (terdapat), sebagai berikut: 1. mahasiswa(andi). 2.
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM ) SISTEM PAKAR Program Studi Teknik Informatika Program Strata Satu (S1) Tahun 2015 NIM NAMA KELAS :. :.. :. SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER NUSAMANDIRI Jakarta
INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN
INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN Pendahuluan Inferensi adalah suatu program komputer yang merupakan suatu algoritma yang mengontrol beberapa proses penalaran dan
Soal UAS Pengantar Kecerdasan Buatan. Kelas 3IA01, 03, 05, 07, 11, 13, 14, 17, 18, 19, 21, 22 dan 23
Soal UAS Pengantar Kecerdasan Buatan Kelas 3IA01, 03, 05, 07, 11, 13, 14, 17, 18, 19, 21, 22 dan 23 1. Pengertian kecerdasan menurut Winston dan Pendergast, 1994. Kecuali : a. Kemampuan belajar atau mengerti
Rangkaian Forward & Backward
Metode Inferensi Rangkaian Forward & Backward Pertemuan 12 Rangkaian Umum merupakan salah satu metode inferensi yang berusaha menghubungkan masalah dengan solusinya. Rangkaian Forward rangkaian yang menghubungkan
Artificial Intelegence. Representasi Logica Knowledge
Artificial Intelegence Representasi Logica Knowledge Outline 1. Logika dan Set Jaringan 2. Logika Proposisi 3. Logika Predikat Order Pertama 4. Quantifier Universal 5. Quantifier Existensial 6. Quantifier
PENGENALAN LOGIKA MATEMATIKA
LOGIKA MATEMATIKA By Faradillah [email protected] Sumber : Logika Matematika untuk Ilmu Komputer, F. Soesianto dan Djoni Dwijono, Penerbit Andi ofset PENGENALAN LOGIKA MATEMATIKA Pendahuluan Logika
ARGUMEN (ARGUMENT) Drs. C. Jacob, M.Pd LOGIKA BERUSAHA UTK MEMBEDAKAN ARGUMEN VALID (CORRECT) & INVALID (INCORRECT)
ARGUMEN (ARGUMENT) Drs. C. Jacob, M.Pd Email: [email protected] LOGIKA BERUSAHA UTK MEMBEDAKAN ARGUMEN VALID (CORRECT) & INVALID (INCORRECT) SUATU ARGUMEN MEMUAT SATU ATAU LEBIH KALIMAT YG DISEBUT PREMIS
Representasi Pengetahuan : LOGIKA
Representasi Pengetahuan : LOGIKA Representasi Pengetahuan : LOGIKA 1/16 Outline Logika dan Set Jaringan Logika Proposisi Logika Predikat Order Pertama Quantifier Universal Quantifier Existensial Quantifier
LATIHAN SOAL SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN
LATIHAN SOAL SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN 1. Yang tidak termasuk keuntungan dari Sistem Pakar adalah: A. Increased realibility B. Fast Response C. Permanence D. Flexibility 2. Di bawah ini adalah karakteristik
Representasi Pengetahuan (Bagian 3) Logika dan Himpunan. Pertemuan 6
Representasi Pengetahuan (Bagian 3) Logika dan Himpunan Pertemuan 6 Syllogisme Adalah logika formal pertama yang dikembangkan oleh filsuf Yunani, Aristotle pada abad ke-4 SM. Syllogisme mempunyai dua premises
MENGENAL SISTEM PAKAR
MENGENAL SISTEM PAKAR Bidang teknik kecerdasan buatan yang paling popular saat ini adalah system pakar. Ini disebabkan penerapannya diberbagai bidang, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terutama
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan. Di dalam bidang kecerdasan buatan, termasuk
Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)
Logika Proposisi Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic) Logika Proposisional Tujuan pembicaraan kali ini adalah untuk menampilkan suatu bahasa daripada kalimat abstrak
PEMBUKTIAN MATEMATIKA
PEMBUKTIAN MATEMATIKA LOGIKA INFERENSIA Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom Pendahuluan Kata inferensia digunakan untuk menyatakan sekumpulan premis yang diikuti dengan kesimpulan. Infrensia yang sahih
Representasi Pengetahuan dan Penalaran
Representasi Pengetahuan dan Penalaran PENGETAHUAN Pengetahuan (knowledge) adalah pemahaman secara praktis maupun teoritis terhadap suatu obyek atau domain tertentu. Pengetahuan merupakan hal yang penting
KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - I) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM
KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - I) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KERANGKA MASALAH Logika Logika Predikat Pengukuran Kuantitas PENGETAHUAN Diklasifikasikan menjadi 3 : 1. Procedural
PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321. SEMESTER : GANJIL (5) DOSEN : MAULANA, S.Pd., M.Pd.
Doc Logika Matematika PGSD Maulana 1 PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321 BOBOT SKS : 2 (DUA) TAHUN AKADEMIK : 2007/2008 PROGRAM : PGSD S-1 KELAS SEMESTER : GANJIL
INFERENSI DAN PENALARAN. PERTEMUAN 8 Oleh : Diema Hernyka Satyareni, M.Kom
INFERENSI DAN PENALARAN PERTEMUAN 8 Oleh : Diema Hernyka Satyareni, M.Kom Strategi Penalaran Runut Maju / Forward Chaining Runut Balik / Backward Chaining Forward Chaining Penalaran dimulai dari keadaan
Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan
Bab II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti
Dua bagian dasar sistem kecerdasan buatan (menurut Turban) : dalam domain yang dipilih dan hubungan diantara domain-domain tersebut
REPRESENTASI PENGETAHUAN (MINGGU 3) Pendahuluan Dua bagian dasar sistem kecerdasan buatan (menurut Turban) : - Basis pengetahuan : Berisi fakta tentang objek-objek dalam domain yang dipilih dan hubungan
BENTUK SILOGISME S - M S - P
Dalil Silogisme berbeda dengan aksioma silogisme karena dalil harus dibuktikan berdasarkan aksioma sedangkan aksioma sendiri dijabarkan dari definisi silogisme. Dari penjelasan diatas, maka pembuktian
INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :
INTELEGENSI BUATAN Sistem Pakar M. Miftakul Amin, M. Eng. e-mail: [email protected] website : http://mafisamin.web.ugm.ac.id Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang 2015 1 Definisi
SATUAN ACARA PERKULIAHAN(SAP)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN(SAP) Nama Mata Kuliah : Kecerdasan Buatan Kode Mata Kuliah : SI 044 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : 3 Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Prasyarat : - Penanggung Jawab
REPRESENTASI PENGETAHUAN
REPRESENTASI PENGETAHUAN Representasi Pengetahuan (Knowledge Representation) dimaksudkan untuk menangkap sifatsifat penting masalah dan membuat infomasi dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah. Bahasa
PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA
P a g e 1 PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA 1. Pendahuluan a. Definisi logika Logika berasal dari bahasa Yunani logos. Logika adalah: ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar ilmu pengetahuan yang mempelajari
REPRESENTASI PENGETAHUAN
REPRESENTASI PENGETAHUAN Basis Pengetahuan Langkah pertama dalam membuat sistem kecerdasan buatan adalah membangun basis pengetahuan Digunakan oleh motor inferensi dalam menalar dan mengambil kesimpulan
ARGUMENTASI. Kalimat Deklaratif Kalimat Deklaratif (Proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya.
ARGUMENTASI Kalimat Deklaratif Kalimat Deklaratif (Proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Berikut ini adalah beberapa contoh Proposisi : a. 1 + 2 = 3 b. Kuala
Teori Dasar Logika (Lanjutan)
Teori Dasar Logika (Lanjutan) Inferensi Logika Logika selalu berhubungan dengan pernyataan-pernyataan yang ditentukan nilai kebenarannya. Untuk menentukan benar tidaknya kesimpulan berdasarkan sejumlah
KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - II) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM
KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - II) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KERANGKA MASALAH List Tree / Pohon Jaringan Semantik Frame Tabel Keputusan Pohon Keputusan Naskah (Script) Sistem
Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE
Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau
BAB II INDUCT/RIPPLE-DOWN RULE (RDR)
BAB II INDUCT/RIPPLE-DOWN RULE (RDR) Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori Ripple-Down Rules (RDR), yang meliputi RDR dengan pengembangan manual dan RDR yang menerapkan algoritma Induct untuk pengembangannya.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SISTEM CERDAS (AK014226) FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK KOMPUTER / D3 SKS/SEMESTER : 2/5
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SISTEM CERDAS (AK014226) FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK KOMPUTER / D3 SKS/SEMESTER : 2/5 Minggu Ke Pokok Bahasan Dan TIU 1 Pengenalan Intelegensi Buatan (KB) konsep
BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR
SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 3.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer cerdas yang menggunakan knowledge (pengetahuan) dan
Artificial Intelligence. uthie 1
Artificial Intelligence uthie 1 Cabang-cabang AI 1. Logical AI Logika (matematis) yang merepresentasikan sekumpulan fakta dan tujuan ---> RUANG KEADAAN: Graph Tree uthie 2 Cabang-cabang AI 2. Search Pencarian
SISTEM PAKAR. Entin Martiana Jurusan Teknik Informatika - PENS
SISTEM PAKAR Entin Martiana Jurusan Teknik Informatika - PENS Defenisi Sistem Pakar 1. Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Sistem Kecerdasan Buatan : AK012229 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pengenalan Intelegensi Buatan (KB) konsep Intelegensi
---Sistem Pakar--- By Anjik Sukmaaji
Sistem Berbasis Aturan ---Sistem Pakar--- By Anjik Sukmaaji Objectives Review Pertemuan-1 Rules Based Sistem Inferensi Forward Chaining Studi Kasus I : Identifikasi Binatang Inferensi Backward Chaining
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENGANTAR KECERDASAN BUATAN (AK ) (**) FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA / S-1 SKS/SEMESTER : 2/8
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENGANTAR KECERDASAN BUATAN (AK-045218) (**) FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA / S-1 SKS/SEMESTER : 2/8 Minggu Pokok Bahasan Ke Dan TIU 1 Pengenalan (KB) 2
Sistem Berbasis Pengetahuan. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Sistem Berbasis Pengetahuan Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Rule sebagai Teknik Representasi Pengetahuan Syntax Rule : IF E THEN H E : Evidence
FORWARD & BACKWARD CHAINING SISTEM PAKAR
FORWARD & BACKWARD CHAINING SISTEM PAKAR Inferensi Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia Merupakan proses untuk menghasilkan informasi
DASAR-DASAR LOGIKA. Pemetaan Dasar. Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan Masyarakat
Modul ke: 05 Ety Fakultas ILMU KOMUNIKASI DASAR-DASAR LOGIKA Pemetaan Dasar Sujanti, M.Ikom. Program Studi Hubungan Masyarakat Dasar-dasar Logika Pemetaan Dasar 1. Argumentasi 2. Menguji Suatu Penalaran
BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,
BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan, sedangkan
BAB IV REPRESENTASI PENGETAHUAN
BAB IV REPRESENTASI PENGETAHUAN Dua bagian dasar sistem kecerdasan buatan (menurut Turban) - Basis pengetahuan : Berisi fakta tentang objek-objek dalam domain yang dipilih dan hubungan diantara domain-domain
GRAPH, TREES, LATTICES
Metode Inferensi GRAPH, TREES, LATTICES Pertemuan 9 Graph Pengertian Umum Adalah suatu bentuk geometri yang menghubungkan titiktitik (node) dengan garis/tanda panah (arch). Tree Bentuk Graph berarah, terbuka
Pengenalan Logika Informatika. Pertemuan 1 Viska Armalina, ST.,M.Eng
Pengenalan Logika Informatika Pertemuan 1 Viska Armalina, ST.,M.Eng Pendahuluan Asal kata Logika Logic (Bahasa Inggris) Logos (Yunani) Arti : dalam bahasa Inggris : Word, Speech, what is spoken, thought,
BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Ketika dihadapkan pada sebuah kasus dan diharuskan membuat suatu keputusan yang komplek untuk memecahkan suatu masalah, tidak jarang kita meminta nasehat atau berkonsultasi
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN FAKULTAS / JURUSAN : SISTEM INFORMASI / S-1 JUMLAH SKS : 3
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN FAKULTAS / JURUSAN : SISTEM INFORMASI / S-1 JUMLAH SKS : 3 Minggu Ke Pokok Bahasan Dan TIU 1 dan 2 Pengenalan Sistem Berbasis / Sistem
Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi
Siapakah pakar/ahli Expert System Seorang pakar atau ahli adalah: seorang individu yang memiliki kemampuan pemahaman superior dari suatu masalah By: Uro Abdulrohim, S.Kom, MT Definisi Program komputer
L ctur er: M. Mift Mi ak ft ul Am A i m n i,,s. Kom om,. M. M. ng.
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Jurusan Teknik Komputer Program Studi D3 Teknik Komputer Lecturer: M. Miftakul Amin, S. Kom., M. Eng. Intelegensi Buatan Sesi 1 Pengantar Intelegensi Buatan 2015 Intelegensi
Dian Wirdasari, S.Si.,M.Kom
IntelijensiBuatan Dian Wirdasari, S.Si.,M.Kom IntelijensiBuatan Materi-4 Representasi Pengetahuan-1 Dian Wirdasari, S.Si.,M.Kom Definisi: fakta atau kondisi sesuatu atau keadaan yg timbul karena suatu
Argumen premis konklusi jika dan hanya jika Tautolog
INFERENSI LOGIKA Argumen adalah suatu pernyataan tegas yang diberikan oleh sekumpulan proposisi P 1, P 2,...,P n yang disebut premis (hipotesa/asumsi) dan menghasilkan proposisi Q yang lain yang disebut
REPRESENTASI PENGETAHUAN
REPRESENTASI PENGETAHUAN Representasi pengetahuan adalah cara untuk menyajikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi antara suatu pengetahuan
IMPLEMENTASI STRATEGI PERLAWANAN UNTUK PEMBUKTIAN VALIDITAS ARGUMEN DENGAN METODE REDUCTIO AD ABSURDUM
IMPLEMENTASI STRATEGI PERLAWANAN UNTUK PEMBUKTIAN VALIDITAS ARGUMEN DENGAN METODE REDUCTIO AD ABSURDUM Abstrak Pembuktian validitas argumen dengan menggunakan tabel kebenaran memerlukan baris dan kolom
Pertemuan 4 LINGKUP DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) DAN EXPERT SYSTEM (ES)
Pertemuan 4 LINGKUP DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) DAN EXPERT SYSTEM (ES) Pengembangan Pendekatan SPK Pengembangan Pendekatan SPK Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle/SDLC), mrpkn
Kecerdasan Buatan. Representasi Pengetahuan & Penalaran... Pertemuan 05. Husni
Kecerdasan Buatan Pertemuan 05 Representasi Pengetahuan & Penalaran... Husni [email protected] http://komputasi.wordpress.com S1 Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, 2013 Outline Pendahuluan Logika Proposisi
: SRI ESTI TRISNO SAMI
By : SRI ESTI TRISNO SAMI 08125218506 / 082334051324 E-mail : [email protected] Bahan Bacaan / Refferensi : 1. F. Soesianto dan Djoni Dwijono, Logika Matematika untuk Ilmu Komputer, Penerbit Andi Yogyakarta.
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
Mata : Kecerdasan Buatan Bobot Mata : 3 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata : Representasi pengetahuan dan pemecahan persoalan AI; Logika; Uncertainty; Vision Blind Search; Al
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER Aprilia Sulistyohati, Taufiq Hidayat Laboratorium Sistem Informasi dan Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi
PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF
Unit 6 PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF Wahyudi Pendahuluan U nit ini membahas tentang penalaran induktif dan deduktif yang berisi penarikan kesimpulan dan penalaran indukti deduktif. Dalam penalaran induktif
Silogisme Hipotesis Ekspresi Jika A maka B. Jika B maka C. Diperoleh, jika A maka C
MSH1B3 Logika Matematika Dosen: Aniq A Rohmawati, M.Si Kalkulus Proposisi [Definisi] Metode yang digunakan untuk meninjau nilai kebenaran suatu proposisi atau kalimat Jika Anda belajar di Tel-U maka Anda
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004 Visualisasi Sistem Pakar Dalam Menganalisis Tes Kepribadian Manusia (Empat Aspek Tes Kepribadian Peter Lauster) Sri Winiarti
Representasi Pengetahuan
Representasi Pengetahuan Representasi masalah state space Pengetahuan dan kemampuan melakukan penalaran merupakan bagian terpenting dari sistem yang menggunakan AI. Cara representasi pengetahuan: Logika
Artificial Intelegence EKA YUNIAR
Artificial Intelegence EKA YUNIAR Pokok Bahasan Representasi Pengetahuan Jaringan Semantik Knowledge Base The first step in constructing an AI program is to build a knowledge base Will be used by the inference
BAB II KAJIAN TEORI. A. Analisis. Analisis diuraikan secara singkat memiliki arti penyederhanaan data.
6 BAB II KAJIAN TEORI A. Analisis Analisis diuraikan secara singkat memiliki arti penyederhanaan data. Secara umum analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu: (1) reduksi data merupakan proses pemilihan
MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian)
MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian) Antonius Cahya Prihandoko Universitas Jember Indonesia Jember, 2015 Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 1 / 22 Outline 1 Premis
KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak
Komparasi Penggunaan Metode Truth Table Dan Proof By Falsification Untuk Penentuan Validitas Argumen (Yani Prihati) KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS
Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses
Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses [email protected] Pendahuluan Suatu perkalian inferensi yang menghubungkan suatu permasalahan dengan solusinya disebut dengan rantai (chain). Suatu rantai yang dicari
PENALARAN INEXACT. KETIDAKPASTIAN dan KAIDAH
PENALARAN INEXACT KETIDAKPASTIAN dan KAIDAH - Salah satu karakteristik umum dari suatu informasi yang tersedia untuk seorang pakar adalah ketidaksempurnaan. Informasi yang tersedia bisa jadi tidak lengkap,
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
ARTIFICIAL INTELLIGENCE Team teaching: Sri Winiarti, Andri Pranolo, dan Anna Hendri SJ Andri Pranolo W : apranolo.tif.uad.ac.id M : 081392554050 E : [email protected] Informatics Engineering,
Matematika Industri I
LOGIKA MATEMATIKA TIP FTP - UB Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai kebenaran dari proposisi Tautologi Ekuivalen Kontradiksi Kuantor Validitas pembuktian Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai
Logika Matematika. ILFA STEPHANE, M.Si. September Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang
ILFA STEPHANE, M.Si September 2012 Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang Definisi 1 Logika adalah usaha dalam memutuskan ya atau tidaknya (whether or not) suatu keputusan yang sah. Oleh karena
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisa Analisa merupakan tahap awal yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Tahap ini sangat penting karena dengan proses
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER 1 Yasidah Nur Istiqomah (07018047), 2 Abdul Fadlil (0510076701) 1 Program Studi Teknik Informatika 2 Program
Cerdik Matematika. Bambang Triatma. Matematika. Cerdik Pustaka [Type the phone number] [Type the fax number]
Cerdik Matematika Bambang Triatma 2011 Matematika Cerdik Pustaka e-mail: [email protected] [Type the phone number] [Type the fax number] 1. Himpunan Cerdik Matematika 2011 Himpunan adalah kumpulan
ARGUMEN DAN METODE DEDUKSI. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
ARGUMEN DAN METODE DEDUKSI Pengertian Argumen Argumen merupakan serangkaian pernyataan yang mempunyai ungkapan pernyataan penarikan kesimpulan. Dalam argumen terdapat kata-kata seperti : Jadi, maka, oleh
BAB II LANDASAN TEORI. tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini
BAB II LANDASAN EORI 2.1. Penyakit Kulit Kulit merupakan salah satu panca indera manusia yang terletak di permukaan tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini sepertinya
PPKF53106 KNOWLEDGE BASED SYSTEM
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFO R MAT IK A FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FILKOM) UNIVERSITAS PUTRA INDONE SIA YPTK PADANG RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PPKF53106 KNOWLEDGE BASED SYSTEM PROGRAM STUDI S1 TEKNIK
PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN ABSTRAK
PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN Budiya Surya Putra, S.Kom. ABSTRAK Sistem pakar pendeteksian gangguan kehamilam ini merupakan sistem untuk mengetahui jenis-jenis gangguan kehamilan
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS LOGIKA
No. SIL/EKA/PTI 206/01 Revisi : 00 Tgl : 1 April 2008 Hal 1 dari 5 MATA KULIAH : Logika KODE MATA KULIAH : PTI 206 SEMESTER : 1 PROGRAM STUDI : Pendidikan Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ratna Wardani,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Sistem : IT012234 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Review Sistem Mahasiswa mengingat mbali konsep serta ruang lingkup dan
BAB I LOGIKA MATEMATIKA
BAB I LOGIKA MATEMATIKA A. Ringkasan Materi 1. Pernyataan dan Bukan Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. (pernyataan disebut
Program Kuliah Fondasi Matematika Pertemuan 4-7
Program Kuliah Fondasi Matematika Pertemuan 4-7 Pertemuan 4 Memahami denisi fungsi proposisi Mengidentikasi nilai kebenaran fungsi proposisi Menentukan domain di mana fungsi proposisi bernilai benar Memahami
BAB I PENDAHULUAN. Logika merupakan ilmu yang mempelajari metode-metode dan hukumhukum
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Logika merupakan ilmu yang mempelajari metode-metode dan hukumhukum yang digunakan untuk membedakan antara penalaran yang benar dan penalaran yang salah (Copi,
Suatu pernyataan akan memiliki bentuk susunan minimal terdiri dari subjek diikuti predikat, baru kemudian dapat diikuti objeknya.
1 Suatu pernyataan akan memiliki bentuk susunan minimal terdiri dari subjek diikuti predikat, baru kemudian dapat diikuti objeknya. Setiap kalimat atau pernyataan tetap dapat dianggap satu buah proposisi.
REPRESENTASI PENGETAHUAN. Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M. Kom
REPRESENTASI PENGETAHUAN Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M. Kom KOMPETENSI DASAR Mahasiswa dapat merepresentasi pengetahuan dalam Sistem Intelegensia MATERI BAHASAN Logika Jaringan Semantik Frame
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA
Yogyakarta, 22 Juli 2009 PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA Ana Kurniawati, Marliza Ganefi, dan Dyah Cita
MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi
1 MODEL HEURISTIK N. Tri Suswanto Saptadi 2 Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat memahami dan mampu mengaplikasikan model Heuristik untuk menyelesaikan masalah dengan pencarian solusi terbaik. 1 3 Model
BAB II KAJIAN TEORI. A. Kemampuan Penalaran Matematis. Menurut Majid (2014) penalaran adalah proses berpikir yang
BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Penalaran Matematis Menurut Majid (2014) penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta yang empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh
Knowledge Representation
Entiti Representasi Pengetahuan Knowledge Representation By: Uro Abdulrohim, S.Kom, MT Fakta Adalah kejadian sebenarnya, fakta ini yang akan kita representasikan Representasi dari fakta Bagaimana cara
PEMBERIAN ALASAN YANG TIDAK EKSAK
Ketidakpastian dan Kaidah - Salah satu karakteristik umum dari suatu informasi yang tersedia untuk seorang pakar adalah ketidaksempurnaan. Informasi yang tersedia bisa jadi tidak lengkap, tidak konsisten,
kusnawi.s.kom, M.Eng version
Propositional Logic 3 kusnawi.s.kom, M.Eng version 1.0.0.2009 Adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh kalimat logika. Ada 3 sifat logika yaitu : - Valid(Tautologi) - Kontradiksi - Satisfiable(Contingent).
ARGUMEN DAN METODE DEDUKSI
KELOMPOK II NASIRAH, S.Pd SYAMSIR SAINUDDIN, S.Pd IKRAMUDDIN, S.Pd HARDYANTI, S.Pd ARIFUDDIN, S.Pd ARGUMEN DAN METODE DEDUKSI Metode berpikir induktif dimana cara berpikir dilakukan dengan cara menarik
